0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Interview Report

Laporan ini mencakup wawancara dengan karyawan DIA Coffee Ubud mengenai pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dalam komunikasi dengan pelanggan internasional. Karyawan menghadapi tantangan seperti aksen dan kecepatan bicara tamu, namun mereka mengatasi kendala tersebut dengan meminta tamu berbicara lebih pelan. Selain itu, wawancara kedua dengan seorang penjual di Legian Art Market menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sangat penting untuk meningkatkan penjualan dan pelayanan kepada wisatawan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Interview Report

Laporan ini mencakup wawancara dengan karyawan DIA Coffee Ubud mengenai pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dalam komunikasi dengan pelanggan internasional. Karyawan menghadapi tantangan seperti aksen dan kecepatan bicara tamu, namun mereka mengatasi kendala tersebut dengan meminta tamu berbicara lebih pelan. Selain itu, wawancara kedua dengan seorang penjual di Legian Art Market menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sangat penting untuk meningkatkan penjualan dan pelayanan kepada wisatawan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INTERVIEW REPORT

Nama : Ni Kadek Prebianti

NIM : 2393315018

Kelas : PP A/2

FIRST SOURCE PERSON


REPORT

Laporan ini dibuat berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan di DIA Coffee Ubud,
sebuah kedai kopi yang berlokasi di kawasan Ubud, Bali. Wawancara ini berfokus pada
pembahasan mengenai penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi kerja, terutama
bagaimana para karyawan berinteraksi dengan pelanggan dari berbagai negara. Sebagai daerah
wisata yang ramai dikunjungi turis mancanegara, kemampuan berbahasa Inggris menjadi aspek
yang sangat penting dalam menunjang kegiatan operasional sehari-hari di berbagai usaha
kuliner, termasuk di DIA Coffee Ubud.

DIA Coffee Ubud dikenal sebagai salah satu kafe yang memiliki suasana hangat dan nyaman,
dengan sajian kopi berkualitas dari biji lokal serta pelayanan yang ramah. Tempat ini menjadi
pilihan favorit bagi masyarakat lokal, wisatawan. Karena tamunya berasal dari berbagai latar
belakang, kemampuan staf untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi hal yang
krusial. Bahasa Inggris digunakan tidak hanya dalam proses pemesanan, tetapi juga saat
berbincang santai dengan pelanggan, menjelaskan menu, hingga memberikan informasi
seputar budaya dan destinasi wisata di sekitar UbuTujuan utama dari wawancara ini adalah
untuk memahami sejauh mana komunikasi berbahasa Inggris berperan dalam meningkatkan
kualitas layanan dan kepuasan pelanggan di DIA Coffee Ubud.

Selain itu, wawancara ini juga dimaksudkan untuk menggali tantangan yang dihadapi
karyawan ketika menggunakan bahasa Inggris, serta strategi yang mereka terapkan untuk
mengatasi kendala tersebut. Melalui hasil wawancara ini dapat disimpulkan bahwa
kemampuan berbahasa Inggris merupakan keterampilan penting di dunia hospitality dan
memiliki pengaruh besar terhadap terciptanya pengalaman positif bagi para pengunjung.

 Dalam proses wawancara, saya menyampaikan beberapa pertanyaan kepada salah satu staf
DIA Coffee Ubud yang berhubungan langsung dengan pelanggan setiap hari. Pertanyaan
ini difokuskan pada pengalaman mereka dalam menggunakan bahasa Inggris, kendala yang
pernah dihadapi, serta saran yang dapat diberikan bagi rekan kerja di bidang hospitality.

PERTANYAAN:
1. Menurut kakak, apakah ada kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Inggris jika ada tamu
luar yang datang?

2. Saat kakak menghadapi kendala dalam bahasa, apa yang langsung kakak lakukan untuk
mengatasinya?
3. Apa saran terbaik yang biasa kakak berikan kepada staf hospitality yang baru dan sedang
berjuang berkomunikasi dalam bahasa Inggris?

RESPON INTRVIEWER
1. Ada beberapa kesusahan dalam bebahasa inggris seperti tamu memiliki accents yang
berbeda dimana ada tamu yang ngomong cepat itu sedikit sulit di mengerti karena
kesusahan untuk menangkap apa yang dibicarakan oleh guest nya.

2. Cara interviewer menghadapi kendala yaitu menenangkan diri terlebih dahulu biar tidak
ternjadinya banyak kesalahan, meminta tamunya berbicara pelan-pelan agar tidak
terjadinya miscommunication dalam proses taking order.

3. Menurut interviewer saran yang bisa di berikan seperti memantapkan belajar dan lebih
banyak melakukan interaksi dengan tamu secara langsung agar lebih berani dan terbiasa
berbicara Bahasa inggris.

SECOND SOURCE PERSON


TITLE : ENGLISH BUSINESS COMMUNICATION
DATE OF INTERVIEW : OCTOBER 20, 2025
PLACE : LEGIAN ART MARKET, KUTA
INTERVIEWER: JENNY SUANTARI
INTERVIEWEE: MS. KETUT ARIANI AS A SALESPERSON AT LEGIAN
ARTMARKET
1. Purpose of the Interview
The purpose of this interview is to learn how English communication is used by local
salespeople at Legian Art Market to interact with international tourists, promote products,
and increase sales performance.
2. Background
Legian Art Market is one of the most popular traditional markets in Bali, offering a wide
range of handmade crafts, souvenirs, clothes, and artworks. Because many visitors are
foreign tourists, English has become the main language for business communication
between sellers and buyers. The ability to use English effectively helps sellers explain their
products, negotiate prices, and create a friendly shopping atmosphere.
3. Summary of the Interview
Interviewer : Hi Mom! How are you todah?
Interviewee : I’m good, yourself?
Interviewer : Great, thank you for asking me back, by the way I need to do a short interview
for my English class. It’s about communication problems in English. Can I ask you a few
questions?
Interviewee: Sure, go ahead!
Interviewer: Okay, first of all, can you tell me your name and what you do?
Interviewee: My name is Ketut Ariani, I work as a salesperson in our small artshop at
Legian Artmarket. I sell clothes and souvenirs to tourists.
Interviewer: Nice! How long have you been working there?
Interviewee: It’s long time already, It’s been about 20 years
Interviewer: Do you often meet foreign tourists at the shop?
Interviewee: Oh yes, almost every day especially Australians and Europeans.
Interviewer: When you talk to them, do you ever find it hard to speak English?
Interviewee: Sometimes, yes. When they talk really fast and the accent is very hard i cannot
understand what they say, so i ‘m like “what did you say?, pardon me?”
Interviewer: Haha, So what do you do when that happens?
Interviewee: I just smile, do body language and ask them to repeat. Or I use simple English.
Most of them are kind and understand what I mean.
Interviewer: That’s good. So, do you think English is important for your job?
Interviewee: Of course! If I can speak English, I can sell better and make customers happy.
It’s part of good service.
Interviewer: How do you practice your English?
Interviewee: I just listening and talking with tourist everyday so I can learn new words from
them.
Interviewer: Do you have any funny or nice story with a tourist?
Interviewer: Yes! One day, a male guest was trying on pants without wearing underwear. I
asked from outside, ‘Are you done?’ and when I came in, we were both shocked and then
laughed together.
Interviewer: Haha, it’s so funny, Last one, what’s your advice for students like me who are
still learning English?
Interviewee: My advice is still learning and do practice, don’t be shy and scared to speak
English, mistake is a normal, when you use English everyday, better you will get.
Interviewer: Thank you so much, Mom. You’re my best interviewee!
Interviewee: You’re welcome darling! Good luck with your project,!

DOCUMENTATION WITH FIRST SOURCE PERSON

Anda mungkin juga menyukai