0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Sop Rabies Fix

Dokumen ini adalah SOP penanganan kasus rabies yang menjelaskan pengertian, tujuan, dan prosedur penatalaksanaan penyakit rabies. Prosedur meliputi pemeriksaan pasien, penentuan berat ringannya gigitan, pemberian serum dan vaksin anti rabies, serta dokumentasi hasil pemeriksaan. Kebijakan ini berada di bawah pengawasan dokter dan merujuk pada peraturan kesehatan yang berlaku.

Diunggah oleh

Dheny Sitorus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Sop Rabies Fix

Dokumen ini adalah SOP penanganan kasus rabies yang menjelaskan pengertian, tujuan, dan prosedur penatalaksanaan penyakit rabies. Prosedur meliputi pemeriksaan pasien, penentuan berat ringannya gigitan, pemberian serum dan vaksin anti rabies, serta dokumentasi hasil pemeriksaan. Kebijakan ini berada di bawah pengawasan dokter dan merujuk pada peraturan kesehatan yang berlaku.

Diunggah oleh

Dheny Sitorus
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENANGAN KASUS RABIES

No. Dokumen :159/PKM-TT/SOP/UKM


2.6.5/I/2023
SOP No. Revisi :000
Tanggal Terbit :01 Januari 2023
Halaman :1/3

UPT Puskesmas
Terusan Tengah
NURAHMAT
NIP. 19750725 199603 1 005

1. Pengertian Penyakit infeksi akut sistem saraf pusat yang disebabkan


oleh virus rabies yang termasuk genus lyssa virus, family
rhabdoviridae dan menginfeksi manusia melalui gigitan
hewan yang terinfeksi (anjing, monyet,kucing, serigala,
kelelawar ) rabies hampir selalu berakibat fatal jika post
exposure prophylaxis tidak diberikan sebelum onset
gejala berat
2. Tujuan Sebagai penegakan diagnosa, penatalaksanaan
komprehensif
3. Kebijakan Dibawah pengawasan dan tanggung jawab dokter
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 5
Tahun 2014 tentang panduan praktik klinis bagi dokter di
fasilitas pelayanan kesehatan primer
5. Prosedur/ Langkah-Langkah 1. Petugas mempersiapkan alat dan bahan
a. Cairan desinfektan
b. Serum anti rabies
c. Vaksin anti rabies
2. Langkah-Langkah Kegiatan
a. Petugas memeriksa keadaan umum pasien dan
vital sign.
b. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang
diperlukan/yang sesuai.
c. Petugas menentukan berat-ringannya gigitan
d. Petugas menentukan berat-ringannya reaksi
yang terjadi terhadap toksin.
e. Petugas memberitahukan dan menjelaskan
penyakitnya pada [Link] demam,
malaise,mual, dan rasa nyeri ditengorokan
selama beberapa hari
f. Petugas memberikan pengobatan yang tepat
kepada pasien sesuai berat/ringannya luka
gigitan
g. Petugas memberi tahu Bila reaksi berat pada
gigitan yang parah,gigitan didaerah leher ke atas,
pada jari tangan dan genetalian diberikan SAR
20 IU / kg BB dosis tunggal. Cara pemberian
SAR adalah setengah dosis infiltrasi pada sekitar
luka dan setengah dosis IM pada tempat yang
berlainan dengan suntikan SAR , diberikan pada
hari yang sama dengan dosis pertama SAR.
h. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk
diserahkan ke sub unit farmasi.
i. Petugas mendokumentasikan semua hasil
anamnesis, pemeriksaan, diagnose, terapi,
rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis
pasien.
j. Bila reaksi berat dengan gejala sistemik dan tidak
membaik dengan tindakan diatas, petugas
merujuk pasien kerumah sakit.

6. Bagan Alir

Petugas memeriksa
keadaan pasien

Petugas melakukan
pemeriksaan fisik

Petugas memeriksakan berat ringan nya gigitan

Petugas menentukan berat ringannya reaksi toksin

Petugas memberikan penjelasan terhadap pasien

Petugas memberi pengobatan terhadap pasien

Petugas memberi tahu berat ringan nya reaksi


pada gigitan

Petugas memberi resep kepada pasien dan


mendokumentasikan semua hasil pemeriksaan

Petugas memberikan
rujukan kerumah sakit
apabila gejala berat

7. Hal-Hal yang perlu 1. Jaga privasi pasien selama melakukan anamnesa


diperhatikan 2. Catat setiap informasi yang diberikan oleh pasien
ke dalam rekam medis
8. Dokumen Terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan Tindakan
9. Unit Terkait 1. Poli. Umum
2. Rawat Inap
3. Puskesmas Pembantu
4. Poskesdes
10. Rekaman Historis Perubahan No. Yang Isi Tanggal mulai
diubah Perubahan diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai