0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Proposal

Dokumen ini adalah proposal proyek fasad Gedung Konvensi Landmark yang ditulis oleh Muhammad Syahrul Mujahid. Fasad merupakan elemen penting dalam arsitektur yang mencerminkan estetika dan fungsi bangunan, serta sejarah dan budaya masyarakat. Gedung Landmark, yang dibangun pada tahun 1922, telah mengalami berbagai perubahan fungsi dan kini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk acara seni dan job fair.

Diunggah oleh

syahrul mujahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Proposal

Dokumen ini adalah proposal proyek fasad Gedung Konvensi Landmark yang ditulis oleh Muhammad Syahrul Mujahid. Fasad merupakan elemen penting dalam arsitektur yang mencerminkan estetika dan fungsi bangunan, serta sejarah dan budaya masyarakat. Gedung Landmark, yang dibangun pada tahun 1922, telah mengalami berbagai perubahan fungsi dan kini digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk acara seni dan job fair.

Diunggah oleh

syahrul mujahid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

PROYEK FASAD
Gedung Konvensi Landmark

Oleh :

Muhammad Syahrul Mujahid

18213028

JURUSAN SENI RUPA MURNI

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA

BANDUNG

2020
[Link]

Fasade atau fasad berasal dari kata serapan dalam bahasa Perancis yang berarti ‘depan’ atau
‘muka’. Istilah ini dipakai dalam dunia arsitektur yang berarti sisi luar atau eksterior
bangunan. Utamanya bagian depan atau [Link] tentang fasad buat saya seperti bicara
selera. Tidak ada definisi yang betul-betul benar atau salah karena selera berkaitan dengan
rasa dan cara menikmatinya. Pernah tidak kita melihat suatu bangunan dan bereaksi terhadap
desain fasadnya? Apakah tenang, dramatis, mengundang, tertutup, dingin, berat, ringan atau
unik?

Ketika arsitek mendesain fasad, beberapa hal yang menjadi pertimbangannya adalah
harmonisasi antara komposisi fungsionalnya seperti pintu, jendela, atap, teritisan (jika ada)
dengan material bangunan dan juga karakter cuaca dimana bangunan itu berdiri.
Sebelumnya fasad digunakan untuk mencapai estetika luar saja, dimana fasad dapat
menggambarkan sejarah peradaban manusia dengan mencermatinya dari waktu ke waktu.
Melalui fasad bangunan kita juga dapat mengetahui kondisi sosial budaya, kehidupan
spiritual, bahkan kondisi ekonomi dan politik pada masa itu. Saat ini dalam dunia yang lebih
modern, fasad memainkan peran fungsional yang lebih penting seperti pengoptimalan
penggunaan pencahayaan, pengudaraan, kinerja akustik serta efisiensi energi.
[Link] BELAKANG
Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, kawasan Braga selalu menjadi pusat keramaian kota
Bandung. Pesona yang terpancar dari gedung-gedung tua di kawasan Braga inilah yang
membuatnya tak pernah mati. Meski sebagian gedung tua itu ada yang terbengkalai, namun
beberapa gedung lainnya masih tetap berfungsi dengan baik seperti Gedung Landmark yang
sudah ada sejak tahun 1922.
Gedung rancangan arsitek Belanda, C.P. Wolff Schoemaker ini memiliki desain yang sangat
khas. Gaya yang diterapkan pada gedung tersebut adalah gaya andalannya, yakni gaya art deco
yang tengah tren pada masa itu. Namun, meskipun ia menyisipkan gaya arsitektur modern khas
Eropa pada bangunan ini, Schoemaker juga tidak menghilangkan unsur budaya Indonesianya.
Pada bagian atas pintu masuk bangunan, ia menambahkan ornamen ukiran candi dan Batara Kala
sebagai ciri dari budaya Indonesia.
Awal dibangun, gedung Landmark berfungsi sebagai toko buku dan percetakan Van Dorp.
Konon, keuntungan yang dihasilkan perusahaan ini mampu membangun 50 vila mewah pada
masanya. Akan tetapi perusahaan yang cukup bertahan lama ini, pada tahun 1960-an mengalami
kemunduran. Akibat kemunduran dan kurangnya pengunjung itulah toko buku Van Dorp pun
ditutup. Sekitar tahun 1970-an, toko buku ini kemudian beralih fungsi menjadi sebuah bioskop.
Bioskop yang kala itu terkenal dengan nama bioskop Pop ini berakhir sama seperti toko buku
dan percetakan Van Dorp. Secara perlahan ia mengalami kemunduran hingga akhirnya berhenti
beroperasi. Setelah bioskop tersebut tutup, bangunan ini beralih fungsi menjadi sebuah gedung
serba guna bernama Landmark Convention Center.

Sejak itu, berbagai kegiatan kerap dilakukan di gedung Landmark, dari mulai pesta pernikahan
ataupun acara kontemporer seperti pergelaran seni, pameran buku, pameran komputer, dan
pameran lainnya. Selain itu, gedung Landmark juga sangat bermanfaat bagi para lulusan baru
dari berbagai sekolah maupun perguruan tinggi karena di gedung inilah acara job fair sering
diadakan. Pada masa inilah beberapa bagian bangunan, baik interior maupun eksterior
mengalami sedikit perubahan.

Anda mungkin juga menyukai