Malam hari di sebuah kamar yang sunyi.
Talent 1 berdiri di depan rak buku, hendak mengambil sebuah buku di rak. Tanpa sengaja, buku
paling atas jatuh ke lantai. Sebuah yearbook terbuka perlahan. Tatapan Talent 1 terpaku.
Flashback dimulai.
Talent 1 tiba-tiba berdiri di depan gerbang sekolah, menatap gedung sekolah dengan wajah
kebingungan, seolah mencoba mengingat sesuatu.
Pak Agus berdiri tak jauh dari sana sambil menepuk-nepuk tangan.
Pak Agus:
“Mas-mas, ayo cepet masuk. Ini sudah jam 7!”
Talent 1 tersentak, lalu berlari masuk melewati deretan kelas.
Di kelas XII-D1, para murid sedang mengerjakan PR di pagi hari. Beberapa terlihat mengantuk,
bahkan ada yang tertidur di bangku. Tiba-tiba guru piket masuk ke dalam kelas.
Guru Piket:
“Informasi untuk hari ini, guru pelajaran hari ini tidak dapat masuk karena Bapak Ibu guru sedang
rapat.”
Sesaat kelas terdiam, lalu seketika dipenuhi sorak sorai kegembiraan.
“Yeey!” terdengar dari berbagai sudut kelas.
Beralih ke kelas XII-D2, Vio dan Hendro sedang keadaan adu panco di tengah kelas. Mereka
bermain adu panco sembari mengusap dahi mereka yang penuh keringat dan diselingi dengan
salah satu siswa yang mengambil video permainan tersebut agar bisa dijadikan sebuah kenangan
mereka. Suasana yang tegang saat permainan dimulai membuat teman-teman kelas mereka yang
hanya sedang bermain bersama teman yang lainnya pun langsung mendekat untuk melihat
permainan tersebut dan langsung segera mengelilingi mereka sambil bersorak penuh semangat
dan menonton dengan antusias.
Di kelas XII-E1, seluruh siswa laki-laki berkumpul di pojok kiri kelas sambil bermain gitar bersama
beberapa teman siswi lainnya yang ikut bernyanyi, sedangkan sebagian siswi yang lain berkumpul
dan bergerombol membicarakan sesuatu dan ditengah pembicaraan mereka ada suatu
pembahasan yang membuat suasana menjadi pecah, sehingga percakapan mereka menjadi
semakin seru dan ramai.
Berpindah ke kelas XII-E2, beberapa siswi tampak bolos pelajaran dan berada di kantin. Mereka
duduk santai sambil bercermin, merapikan make up, dan saling bercanda seolah waktu berjalan
begitu santai.
Sementara itu di kelas XII-E3, beberapa siswa ada yang menulis di papan tulis untun menulis
pohon impian mereka yang berisi universitas PTN yang ingin mereka ambil setelah lulus sekolah
nanti, kemudian ada seorang siswa tertidur pulas di bangkunya. Melihat hal tersebut, beberapa
temannya mulai menjahilinya. Ada yang mendekat sambil menahan tawa dan mengerjainya
dengan usil. Seketika satu kelas tertawa riuh. Siswa yang tertidur itu pun terbangun dengan wajah
terkejut dan kebingungan, membuat tawa semakin pecah.
Di kelas XII-F1, suasana berbeda terasa. Lampu agak redup, layar menampilkan sebuah film.
Murid-murid duduk menonton dengan fokus, sesekali tertawa dan berkomentar pelan.
Beralih ke kelas XII-F2, beberapa murid sibuk membuat konten. Ada yang tiktokan, ada yang
berkaraoke, sementara lainnya melakukan live TikTok dengan penuh semangat dan ekspresi ceria.
Di kelas XII-F3, suasana jauh lebih santai. Beberapa murid tiduran di bangku, ada yang bermain
game di ponsel, dan sebagian lainnya memainkan pensil jumbo sambil bercanda.
Di kelas XII-G2, suasana terlihat santai dan penuh keakraban. Beberapa murid duduk bermain
catur dengan serius, saling berpikir menentukan langkah terbaik. Tak jauh dari mereka, para siswi
asyik bermain UNO sambil tertawa dan bercanda.
Setelah itu, adegan berpindah ke kantin. Sekelompok murid sedang makan bersama hingga tiba-
tiba suasana menjadi ricuh saat seorang guru terlihat datang. Murid-murid pun berlarian
meninggalkan kantin dengan panik bercampur tawa.
Setelah adegan lari dari kantin, kamera langsung berpindah ke lapangan bola.
Murid-murid XII-G1 (boys) sedang bermain sepak bola dengan penuh semangat. Talent 1 ikut
menonton di barisan para suporter yang menonton pertandingan bola di lapangan. Angga bersiap
menendang bola ke arah gawang.
Transisi:
Tendangan bola dari Angga menjadi gol transisi tendangan Talent 1 di lapangan, Sorak sorai pun
menggema. Dalam momen itu, Talent 1 langsung dikerumuni oleh para suporter tapi secara tiba-
tiba tatapannya seperti kosong dan tersenggol supporter. Talent 1 menjadi kebingungan karena
suasana di lapangan yang tiba-tiba menjadi sepi dan tidak ada seorang pun disekitar lapangan.
Tiba-tiba suasana hening. Talent 1 tersadar dan tampak kebingungan karena tidak ada seorang
pun di sekitarnya.
Seseorang menepuk pundaknya, hanya terlihat sebuah tangan. Talent 1 menoleh ke belakang.
Tangan itu menariknya kuat.
Transisi ke tribun.
nb: Tambahan untuk setiap kelas mengucapkan kata kata atau kalimat yang telah disiapkan oleh
panitia dan kemudian dilanjut dengan mengucapkan jargon atau yel yel kelas