Artikel 1 Artikel 2 Artikel 3
Judul Effect of Recycled Waste Metaheuristic Pengaruh Beton Daur
Glass on the Properties of Prediction of the Ulang dan Bahan
High-Performance Compressive Strength Tambah Fly Ash
Concrete: A Critical of Environmentally Terhadap Kuat Tekan
Review Friendly Concrete dan Kuat Lentur Beton
Modified with Struktural Ramah
Eggshell Powder Lingkungan
Using the Hybrid
ANN-SFL
Optimization
Algorithm
Penulis dan (Hamada et al., 2022) (Ismail et al., 2017)
Tahun (Tosee et al., 2021)
Tujuan Penelitian ini bertujuan
Penelitian Penelitian ini mengkaji Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
limbah kaca daur ulang ialah mengembangkan pengaruh penggunaan
sebagai pengganti agregat metode prediksi kuat agregat daur ulang dari
halus/kasar pada beton tekan beton ramah limbah tiang pancang
mutu tinggi serta lingkungan berbahan dan bahan tambah fly
pengaruhnya pada sifat serbuk cangkang telur ash terhadap kuat tekan
segar, kekuatan, dan menggunakan ANN dan kuat lentur beton
ketahanan, sekaligus yang dioptimasi SFLA, struktural. Penelitian
menilai potensinya membandingkannya ini juga dimaksudkan
sebagai solusi ramah dengan GA dan MLR, untuk menguji potensi
lingkungan untuk agar diperoleh model limbah tiang pancang
mengurangi penumpukan berakurasi lebih tinggi sebagai pengganti
sampah kaca. dan lebih efisien dari agregat kasar pada
uji laboratorium serta beton ramah
mendorong lingkungan
pemanfaatan limbah
industri lokal untuk
keberlanjutan.
Metodologi Metode penelitian yang
Penelitian digunakan adalah studi Beton dibuat dengan Penelitian ini
literatur. Penulis serbuk cangkang telur menggunakan metode
mengumpulkan dan 1–15% (pengganti eksperimen
membandingkan hasil- semen), lalu benda uji laboratorium dengan
hasil penelitian dicetak, di-curing, dan agregat daur ulang dari
sebelumnya terkait diuji kuat tekannya puing tiang pancang
pada umur 3–180 hari mutu K-350 sebagai
I
penggunaan limbah kaca untuk mengumpulkan pengganti agregat kasar
sebagai agregat dan data. Data dibersihkan pada variasi 25%, 50%,
bahan tambahan dan dibagi 75%, dan 100%, serta
pengganti semen. (latih/validasi/uji), penambahan fly ash
kemudian ANN dilatih 10% dari volume.
dan dioptimasi dengan Benda uji tekan
SFLA. Hasil ANN- berbentuk silinder Ø15
SFLA dibandingkan cm × 30 cm dan benda
dengan MLR dan GA- uji lentur berbentuk
ANN memakai RMSE, balok 10 × 10 × 50 cm,
MAE, R², serta waktu seluruhnya melalui
komputasi, lalu curing 28 hari sebelum
diinterpretasikan pengujian.
keunggulannya.
Temuan
Kunci Penelitian ini menilai Kuat tekan optimum Hasil menunjukkan
penggunaan limbah kaca pada 7–9% ESP (~46 bahwa beton normal
daur ulang sebagai MPa, ~+55% vs dengan fly ash
pengganti agregat kontrol), terendah pada memiliki kuat tekan
halus/kasar pada beton 1% (34,4 MPa) dan lebih tinggi dibanding
mutu tinggi, dampaknya 15% (30,9 MPa); beton tanpa fly ash.
terhadap sifat segar, ANN-SFLA paling Kombinasi penggantian
kekuatan, dan ketahanan, akurat dibanding GA- agregat limbah tiang
serta potensinya sebagai ANN dan MLR, pancang 50% + fly ash
solusi ramah lingkungan menegaskan menghasilkan kuat
untuk mengurangi pemanfaatan limbah tekan optimum 41,12
penumpukan sampah cangkang telur MPa, sedangkan
kaca. meningkatkan penggantian 75% + fly
performa beton ash memberikan kuat
sekaligus lentur optimum 6,33
keberlanjutan. MPa. Namun, kadar
agregat daur ulang yang
terlalu tinggi (100%)
menurunkan kuat tekan
dan lentur. Secara
keseluruhan, agregat
daur ulang dari limbah
tiang pancang layak
digunakan sebagai
campuran beton
struktural bila
II
dikombinasikan dengan
fly ash.
Batasan
Masalah Hasil penelitian masih Penelitian dibatasi Penelitian ini dibatasi
beragam dan belum pada penggunaan ESP pada satu jenis limbah
konsisten dipengaruhi 1–15% sebagai konstruksi, yakni puing
ukuran partikel, jenis substitusi semen tiang pancang mutu K-
kaca, persentase dengan pengujian kuat 350, dengan variasi fly
penggantian, dan kondisi tekan saja pada umur 3, ash tetap 10% volume;
curing karena sebagian 7, 14, 28, 90, 180 hari pengujian kuat tekan
besar studi hanya (ASTM); pemodelan dan kuat lentur hanya
memakai kaca soda-lime terbatas pada ANN- dilakukan pada umur
sehingga efek jenis kaca SFLA (dibanding MLR 28 hari, serta belum
lain masih jarang dan GA-ANN), tanpa mencakup aspek
dieksplorasi. membahas sifat durabilitas (ketahanan
mekanis lain, biaya, cuaca, sulfat, klorida,
ketahanan jangka atau beku-cair).
panjang, atau analisis
siklus hidup.
Keterkaitan Penelitian ini sejalan
Dengan • Penelitian ini dengan studi yang Hasil penelitian ini
Studi Lain merangkum memanfaatkan limbah sejalan dengan
banyak penelitian (fly ash, rice husk ash, Hariyanto (2008) yang
terdahulu yang palm oil fuel ash) mengkaji agregat daur
menunjukkan untuk meningkatkan ulang dari pecahan
bahwa kaca daur kinerja beton dan bata/tembok, meski
ulang berpotensi menekan dampak mutu awal rendah
sebagai lingkungan. Temuan sehingga perlu
pengganti terdahulu bahwa ESP perbaikan desain
agregat dan mempercepat hidrasi campuran, serta
semen pada dan membentuk gel C– mendukung temuan
beton, S–H diperkuat di sini, Sambowo (2003)
mendukung dengan kebaruan bahwa penambahan
konsep ekonomi berupa model prediksi bahan tertentu dapat
sirkular di kuat tekan ANN-SFLA mendorong mutu beton
industri yang lebih akurat sangat tinggi (>100
konstruksi. daripada metode MPa). Temuan ini juga
• Hasil kajian konvensional. konsisten dengan
konsisten dengan Suharwanto (2005)
penelitian lain bahwa beton beragregat
III
yang daur ulang cenderung
menekankan lebih deformabel dan
pentingnya kurang daktail
inovasi material dibanding beton
berkelanjutan agregat alami. Dengan
untuk demikian, studi ini
mengurangi memperkuat bukti
dampak bahwa daur ulang
lingkungan dari limbah konstruksi yang
industri semen dipadukan dengan
dan beton. bahan tambahan (fly
• Studi ini juga ash) mampu
menggarisbawahi meningkatkan kinerja
adanya peluang beton sekaligus
untuk riset mendukung konstruksi
lanjutan, seperti berkelanjutan.
penggunaan
serbuk kaca pada
beton
geopolimer,
beton dengan
sifat self-healing,
serta uji
ketahanan pada
kondisi
lingkungan
ekstrem
IV
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PADAT SEBAGAI BAHAN
CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN
LAPORAN TUGAS ESAI SINTESIS
TEKNIK PENULISAN DAN PRESENTASI
Disusun Oleh:
Fazli Adli Sumedi 2306247042
Muhammad Rizky Athallah 2306217670
Dosen Pengampu:
Dana Mutiara Kusumawardani, S.T., [Link]., M.T., Ph.D.
Toha Saleh, [Link].
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
DEPOK
2024
1. JUDUL
“PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PADAT SEBAGAI BAHAN CAMPURAN
BETON TERHADAP KUAT TEKAN”
2. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis secara kritis pemanfaatan limbah
padat sebagai bahan campuran beton guna menciptakan material konstruksi yang
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tulisan ini membandingkan tiga pendekatan utama,
yaitu penggunaan limbah kaca daur ulang sebagai pengganti agregat yang dapat
meningkatkan kekuatan dan durabilitas beton tanpa menurunkan performa struktural
(Hamada et al., 2022), penggunaan serbuk cangkang telur sebagai substitusi sebagian semen
yang menghasilkan kuat tekan optimal sebesar 46 MPa pada kadar 7–9% (Tosee et al.,
2021), serta pemanfaatan limbah tiang pancang yang dikombinasikan dengan fly ash sebagai
agregat daur ulang yang memberikan kuat tekan maksimum sebesar 41,12 MPa pada kadar
penggantian 50% (Ismail et al., 2017).
3. KERANGKA SKELETAL
1. Pendahuluan
2. Badan Esai
2.1. Limbah Kaca Daur Ulang sebagai Agregat Beton
2.2. Serbuk Cangkang Telur sebagai Campuran Semen
2.3. Limbah Tiang Pancang dan Fly Ash sebagai Agregat Daur Ulang
2.4. Analisis Perbandingan Ketiga Penelitian
2.5. Tantangan Implementasi Beton Berbasis Limbah
2.6. Relevansi dengan Isu Etika dan Pembangunan Berkelanjutan
3. Kesimpulan
4. Daftar Pustaka
5. Lampiran
UNIVERSITAS INDONESIA
4. PENDAHULUAN
Dalam beberapa puluh tahun terakhir, industri konstruksi berkembang sangat cepat,
terutama di negara-negara berkembang yang sedang gencar membangun infrastruktur.
Namun, peningkatan kebutuhan material bangunan seperti semen, pasir, dan kerikil
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Proses produksi semen menghasilkan
emisi karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar, sementara penambangan agregat alami
menyebabkan kerusakan lahan dan menurunkan kualitas lingkungan. Berdasarkan berbagai
penelitian, industri semen berkontribusi sekitar 8% terhadap total emisi karbon dunia.
Karena itu, muncul gagasan untuk mengembangkan beton ramah lingkungan (green
concrete) sebagai solusi inovatif guna mengurangi damped buruk konstruksi terhadap alam.
Salah satu cara yang efektif untuk mendukung keberlanjutan di bidang beton adalah
menggantikan sebagian bahan utama dengan material limbah yang memiliki sifat kimia atau
fisik serupa dengan bahan alami. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya membantu
mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga
menghemat energi, biaya produksi, serta penggunaan sumber daya alam. Berbagai
penelitian telah dilakukan untuk menguji berbagai jenis limbah, seperti limbah kaca, fly ash,
sisa material konstruksi, hingga limbah organik seperti cangkang telur.
Tulisan ini membahas tiga penelitian yang memberikan pendekatan berbeda namun
saling melengkapi dalam menciptakan beton berkelanjutan. Ketiga penelitian tersebut
meliputi: (1) pemanfaatan limbah kaca daur ulang sebagai pengganti agregat pada beton
berkinerja tinggi, (2) penggunaan serbuk cangkang telur sebagai bahan pengganti sebagian
semen, dan (3) kombinasi antara agregat daur ulang dari limbah tiang pancang dengan fly
ash sebagai bahan tambahan penguat beton. Kajian ini bertujuan untuk meninjau dan
membandingkan hasil dari ketiga penelitian tersebut secara menyeluruh, menganalisis
pengaruhnya terhadap sifat mekanik beton, serta mengaitkannya dengan tantangan
penerapan dan relevansinya terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan yang beretika.
UNIVERSITAS INDONESIA
5. BADAN ESAI
5.1. Limbah Kaca Daur Ulang sebagai Agregat Beton
Penelitian oleh Hamada et al. (2022) dalam Case Studies in Construction
Materials meninjau potensi pemanfaatan limbah kaca daur ulang (waste glass
aggregate, WGA) sebagai material pengganti agregat pada beton berkinerja tinggi.
Limbah kaca yang berasal dari botol, jendela, dan produk industri lainnya merupakan
material non-biodegradable yang menjadi masalah lingkungan di berbagai negara.
Karakteristik kimia kaca didominasi oleh silika (SiO₂), yang juga merupakan
komponen utama dalam pasir alam dan semen Portland.
Dalam tinjauannya, Hamada et al.(2022) menunjukkan bahwa kaca yang
dihancurkan hingga berukuran partikel halus dapat berfungsi sebagai bahan
pozzolanik, yaitu bahan yang bereaksi dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)₂) dari
hasil hidrasi semen untuk membentuk senyawa kalsium silikat hidrat (C–S–H), yang
berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan dan durabilitas beton. Beton dengan
serbuk kaca halus menunjukkan mikrostruktur yang lebih padat, penurunan porositas,
serta peningkatan ketahanan terhadap penetrasi ion klorida dan reaksi kimia.
Secara mekanik, penggunaan kaca sebagai agregat halus dengan kadar
penggantian hingga 20% terbukti masih mampu mempertahankan kuat tekan beton
pada tingkat yang berkualitas. Namun, kadar yang melebihi batas tersebut cenderung
menurunkan kekuatan tekan karena sifat permukaan kaca yang halus dan non-porous
menyebabkan ikatan antarmuka (interfacial transition zone/ITZ) dengan pasta semen
menjadi lebih lemah. Di sisi lain, penggunaan kaca sebagai agregat kasar juga
memberikan efek serupa: penurunan kepadatan beton tetapi peningkatan ketahanan
terhadap perubahan suhu dan kelembapan.
Selain aspek teknis, penelitian ini memberikan keuntungan lingkungan dan
ekonomi yang signifikan. Pemanfaatan kaca daur ulang dapat mengurangi kebutuhan
pasir alam dan batu pecah, menekan biaya pembuangan limbah, serta menghemat
energi yang dibutuhkan untuk produksi semen baru. Dengan tingkat campuran yang
tepat, beton berbasis limbah kaca dinilai mampu memberikan performa yang memadai
sekaligus mendukung implementasi konsep ekonomi efisien di sektor konstruksi
UNIVERSITAS INDONESIA
5.2. Serbuk Cangkang Telur sebagai Campuran Semen
Penelitian yang dilakukan oleh Tosee et al. (2021) dalam jurnal Materials
membahas penggunaan serbuk cangkang telur (eggshell powder/ESP) sebagai bahan
pengganti sebagian semen Portland pada beton. Cangkang telur merupakan limbah
organik yang banyak dihasilkan dari rumah tangga maupun industri makanan, namun
sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal. Secara kimia, cangkang telur memiliki
komposisi yang mirip dengan batu kapur, yaitu sekitar 94% kalsium karbonat
(CaCO₃), 1–2% magnesium karbonat (MgCO₃), dan sedikit kalsium fosfat (CaPO₄).
Dalam penelitian tersebut, sebagian semen diganti dengan ESP dalam variasi
kadar 1% hingga 15% dari berat total semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
penggantian antara 7% hingga 9% menghasilkan performa terbaik, dengan kuat tekan
rata-rata mencapai 46 MPa atau meningkat sekitar 55% dibandingkan beton tanpa
campuran ESP. Peningkatan ini disebabkan oleh kemampuan ESP dalam
mempercepat proses hidrasi dan membentuk senyawa carboaluminate yang
membantu memperkuat struktur mikro beton.
Selain meningkatkan kekuatan, penggunaan ESP juga berdampak positif pada
workability beton. Berdasarkan hasil uji slump, penambahan ESP hingga kadar 4%
tidak menurunkan workability secara signifikan, bahkan meningkat hingga pada kadar
10%, sebelum akhirnya menurun pada kadar yang lebih tinggi. Kondisi ini
menunjukkan bahwa partikel halus ESP mampu berperan sebagai pengisi (filler) yang
menutup rongga antar partikel semen dan agregat, sehingga menghasilkan campuran
yang lebih rapat dan padat.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan cangkang telur sebagai bahan campuran
beton dapat mengurangi jumlah limbah organik serta menekan emisi gas dari proses
pembusukan di tempat pembuangan akhir. Sementara dari sisi ekonomi, bahan ini
mudah diperoleh, murah, dan potensial digunakan terutama di wilayah dengan
produksi limbah organik tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan
bahwa penggunaan ESP dalam kadar yang tepat dapat meningkatkan kekuatan dan
kualitas beton, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap semen
konvensional yang berdampak besar terhadap lingkungan.
UNIVERSITAS INDONESIA
5.3. Limbah Tiang Pancang dan Fly Ash sebagai Agregat Daur Ulang
Penelitian yang dilakukan oleh Ismail et al. (2017) dalam Jurnal Riset Rekayasa
Sipil Universitas Sebelas Maret membahas pemanfaatan limbah beton dari sisa
potongan tiang pancang sebagai agregat kasar daur ulang, yang kemudian
dikombinasikan dengan fly ash sebagai bahan tambahan bersifat pozzolanik. Limbah
tiang pancang ini berasal dari proses pemotongan atau pembongkaran pondasi pada
proyek konstruksi bangunan bertingkat, yang biasanya hanya dibuang tanpa
dimanfaatkan kembali.
Dalam penelitian tersebut, agregat daur ulang digunakan untuk menggantikan
agregat kasar alami dengan empat variasi kadar, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%.
Selain itu, fly ash ditambahkan sebanyak 10% dari berat semen. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa kombinasi 50% agregat daur ulang dan 10% fly ash
menghasilkan kuat tekan tertinggi, yaitu sebesar 41,12 MPa. Sementara itu, kuat lentur
terbaik sebesar 6,33 MPa diperoleh pada campuran dengan 75% agregat daur ulang.
Peningkatan kekuatan ini disebabkan oleh peran fly ash yang mampu mengisi rongga
di antara partikel agregat dan memperkuat ikatan melalui reaksi pozzolanik yang
membentuk senyawa C–S–H (Calcium Silicate Hydrate) tambahan.
Namun, ketika seluruh agregat kasar digantikan dengan bahan daur ulang
(100%), kekuatan tekan dan lentur mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena
agregat hasil daur ulang dari puing tiang pancang memiliki porositas yang lebih tinggi
dan ketahanan aus yang lebih rendah dibanding agregat alami. Oleh karena itu, perlu
ditetapkan kadar penggantian optimum agar diperoleh keseimbangan antara kekuatan
beton dan efisiensi penggunaan material.
5.4. Analisis Perbandingan Ketiga Penelitian
Ketiga penelitian tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menunjukkan
bahwa penggunaan limbah padat sebagai pengganti sebagian bahan penyusun beton
dapat meningkatkan aspek keberlanjutan tanpa menurunkan kekuatan struktur beton
itu sendiri. Meskipun demikian, setiap jenis limbah memiliki cara kerja dan batas
optimal penggunaan yang berbeda dalam memengaruhi kekuatan beton.
UNIVERSITAS INDONESIA
Limbah kaca berperan dalam meningkatkan ketahanan beton terhadap reaksi
kimia dan kelembapan melalui pembentukan struktur mikro yang lebih rapat dan
padat, namun efektivitasnya hanya optimal hingga sekitar 20% penggantian agregat.
Serbuk cangkang telur membantu mempercepat proses hidrasi semen dan
meningkatkan kekuatan tekan beton karena kandungan kalsiumnya yang tinggi,
dengan kadar ideal sekitar 7–9%. Sementara itu, campuran agregat dari limbah tiang
pancang yang dikombinasikan dengan fly ash mampu meningkatkan kekuatan tekan
melalui reaksi pozzolanik dan pengisian rongga mikro pada beton, dengan tingkat
penggantian paling efektif sebesar 50%.
Ketiga jenis limbah ini juga memberikan manfaat lingkungan yang nyata,
seperti mengurangi jumlah limbah padat, menghemat energi, dan memperpanjang
masa pakai sumber daya alam. Dari sisi teknis, kombinasi antara limbah mineral
seperti kaca dan fly ash dengan limbah organik seperti cangkang telur membuka
peluang untuk pengembangan jenis beton baru yang lebih ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
5.5. Tantangan Implementasi Beton Berbasis Limbah
Walaupun hasil penelitian di laboratorium menunjukkan potensi positif,
penerapan material berbasis limbah dalam skala industri masih menghadapi sejumlah
kendala. Tantangan pertama adalah ketidakkonsistenan komposisi kimia pada limbah
yang dapat menyebabkan perbedaan sifat mekanik dan daya tahan beton—misalnya
variasi warna/jenis kaca dan kotoran/impuritas yang mengubah komposisi kimia
sehingga menyulitkan daur ulang, terutama ketika fasilitas penyaringan terbatas
(Hamada et al., 2022).
Tantangan ketiga adalah minimnya regulasi dan standar teknis [Link]
praktik penelitian dalam negeri, material daur ulang umumnya diperiksa lebih dulu
agar memenuhi parameter SNI (uji berat jenis, abrasi, daya serap air, dsb.) sebelum
dipakai, hal tersebut menunjukkan pentingnya standarisasi mutu untuk penerapan
lapangan (Ismail et al., 2017). Karena itu, diperlukan penyusunan standar mutu,
sertifikasi, serta uji ketahanan jangka panjang dan pembuktian performa lapangan agar
material berbasis limbah bisa diadopsi luas secara aman.
UNIVERSITAS INDONESIA
5.6. Relevansi dengan Isu Etika dan Pembangunan Berkelanjutan
Pemanfaatan limbah sebagai bahan bangunan tidak hanya berhubungan dengan
aspek teknis, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral dan etika dalam
profesi teknik sipil. Prinsip etika dalam bidang ini menuntut para praktikisi teknik sipil
untuk memperhatikan dan meminimalkan dampak lingkungan dari setiap kegiatan
perencanaan dan pembangunan yang dilakukan. Dengan memanfaatkan limbah
sebagai bahan konstruksi, para praktisi turut berperan dalam menjaga keseimbangan
ekosistem sekaligus membantu menurunkan emisi karbon yang dihasilkan oleh
industri konstruksi.
Pendekatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau
Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ke-11 tentang kota dan
permukiman berkelanjutan, serta poin ke-12 tentang pola konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab. Melalui penggunaan limbah seperti kaca, fly ash, dan cangkang
telur, konsep ekonomi efisien dapat diwujudkan, di mana limbah dari satu sektor dapat
dimanfaatkan sebagai sumber daya bagi sektor lainnya. Dari sisi sosial, strategi ini
berpotensi menciptakan peluang usaha baru dalam pengelolaan limbah konstruksi
maupun limbah rumah tangga, serta membantu mengurangi tekanan terhadap
lingkungan hidup.
6. KESIMPULAN
Hasil studi dari tiga penelitian menunjukkan bahwa limbah kaca, cangkang telur, serta
puing tiang pancang yang dikombinasikan dengan fly ash memiliki potensi besar untuk
digunakan sebagai pengganti sebagian bahan penyusun beton konvensional. Ketiga jenis
limbah tersebut mampu meningkatkan kekuatan mekanik beton pada kadar tertentu,
memperbaiki struktur mikro di dalamnya, dan secara bersamaan mengurangi dampak
negatif industri konstruksi terhadap lingkungan.
Penggunaan limbah kaca paling efektif ketika digunakan hingga 20 persen sebagai
pengganti agregat, sedangkan serbuk cangkang telur memberikan hasil optimal pada kadar
7 sampai 9 persen sebagai pengganti sebagian semen. Untuk limbah tiang pancang yang
dikombinasikan dengan 10 persen fly ash, hasil terbaik dicapai pada tingkat penggantian 50
persen. Dari sudut pandang lingkungan, penerapan bahan-bahan ini secara luas dapat
7
UNIVERSITAS INDONESIA
membantu menurunkan emisi karbon dioksida, menghemat penggunaan sumber daya alam,
serta memperpanjang umur infrastruktur yang dibangun.
Namun, agar beton berbasis limbah dapat diterapkan secara komersial, diperlukan
langkah-langkah pendukung seperti penyusunan standar mutu, peningkatan proses daur
ulang, serta pengujian jangka panjang untuk memastikan ketahanannya terhadap berbagai
kondisi lingkungan ekstrem. Dengan dukungan riset yang berkelanjutan, kebijakan
pemerintah yang jelas, dan kesadaran etis para profesional teknik, penggunaan beton
berbasis limbah dapat menjadi langkah nyata menuju industri konstruksi yang lebih
berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang.
7. DAFTAR PUSTAKA
Hamada, H., Alattar, A., Tayeh, B., Yahaya, F., & Thomas, B. (2022). Effect of recycled
waste glass on the properties of high-performance concrete: A critical review. Case
Studies in Construction Materials, 17. [Link]
Tosee, S. V. R., Faridmehr, I., Bedon, C., Sadowski, Ł., Aalimahmoody, N., Nikoo, M., &
Nowobilski, T. (2021). Metaheuristic prediction of the compressive strength of
environmentally friendly concrete modified with eggshell powder using the hybrid
ANN-SFL optimization algorithm. Materials, 14(20).
[Link]
Ismail, A. G., Mustofa, A., Dwicahyani, A., Ridlo, M. M., & Sambowo, K. A. (2017).
Pengaruh beton daur ulang dan bahan tambah fly ash terhadap kuat tekan dan kuat
lentur beton struktural ramah lingkungan. Jurnal Riset Rekayasa Sipil, 1(1), 59–63.
United Nations. (n.d.). Goal 12: Responsible consumption and production. United Nations
Sustainable Development. [Link]
responsible-consumption-and-production/
United Nations. (n.d.). Goal 11: Sustainable cities and communities. United Nations
Sustainable Development. [Link]
11-sustainable-cities-and-communities/
UNIVERSITAS INDONESIA
8. LAMPIRAN
Gambar [Link] artikel Metaheuristic Prediction of the Compressive Strength of
Environmentally Friendly Concrete Modified with Eggshell Powder Using the Hybrid ANN-
SFL Optimization Algorithm.
Gambar 2. Cover artikel Effect of Recycled Waste Glass on the Properties of High-
Performance Concrete: A Critical Review.
Gambar 3. Pengaruh Beton Daur Ulang dan Bahan Tambah Fly Ash Terhadap Kuat Tekan
dan Kuat Lentur Beton Struktural Ramah Lingkungan.
UNIVERSITAS INDONESIA