BAB
CAPAIAN
3 PEMBELAJARAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN
SK BSKAP N0 033 Tahun 2022 Tentang Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum
Merdeka
Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi pembelajaran
yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan
untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan usia dini,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Capaian
pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi
yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Capaian
Pembelajaran dapat dimaknai sebagai sebuah tanggapan terhadap
kebutuhan sebagai fondasi jenjang pendidikan dasar. Capaian
Pembelajaran merupakan masukan kurikulum yang digunakan
oleh satuan pendidikan dalam merancang pembelajaran sehingga
dapat mencapai tujuan pembelajaran. Capaian Pembelajaran
memberikan kerangka pembelajaran yang memandu pendidik
dalam memberikan stimulasi yang dibutuhkan oleh peserta didik.
Stimulasi dirancang dengan cara memperkaya lingkungan
yang akan menyuburkan interaksi peserta didik dengan lingkungan
di sekitar, termasuk pendidik dan orangtua. Kurikulum
berdasarkan pendekatan konstruktivistik yang berasal dari teori
Piaget dan Vygotsky juga percaya bahwa pembelajaran perlu
melibatkan peserta didik dalam interaksi aktif antara diri dan
lingkungannya. Diharapkan proses stimulasi akan memberikan
dampak yang optimal pada peningkatan karakter, keterampilan,
37
BAB KURIKULUM
OPERASIONAL
4 SATUAN
PENDIDIKAN
KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat
seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan
pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan
pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum
operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan
konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.
Kurikulum operasional di satuan pendidikan merupakan upaya
untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familier dengan
penddidik dan tenaga kependdidikan, karena merka pelaksana dan
banyak dilibatkan diharapkan memiliki tanggung jawab yang
memadai sesuai harapan. Penyempurnaan kurikulum yang
berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan
nasional selalu relevan dan [Link] ini sejalan dengan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional pasal 35 dan 36 yang menekankan perlunyan peningkatan
Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan kurikulum secara
berencana dan berkala untuk mewujudkan tujuan Pendidikan
Nasional. Kurikulum adalah kurikulum 2013 yang ditetapka
melalui keputusan mendikbut No. 57 tahun 2014 Telah beberapa
tahun diimplementasikan. Pemeritah memandang perlu dilakukan
kajian dan penyempurnaan sesuai dengan perkembangan dan
perubahan yang terjadi baik tingkat naional maupun global.
Permendikbudristek Republik Indonesia tahun 2022
melakukan penyempurnaan kurikulum 2013 dan melakukan
rintisan sekolah penggerak secara terbatas untuk validasi dan
47
BAB PENYUSUNAN
MODUL
5 PEMBELAJARAN
PENYUSUNAN MODUL PEMBELAJARAN
A. Pengertian Modul Pembelajaran
Guru memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan
pembelajaran terhadap peserta didik. Salah satu cara yang biasa
dilakukan oleh guru dalam memberikan materi pelajaran adalah
dengan menggunakan bahan ajar berupa modul. Prastowo
(2015) mengatakan bahwa modul adalah sebuah bahan ajar cetak
yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah di
pahami oleh peserta didik sesuai tingkat pengetahuan dan usia
mereka agar mereka dapat belajar sendiri (mandiri) dengan
bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik.
Selanjutnya Purwanto (2007) menyebutkan modul adalah bahan
belajar yang dirancang secara sistematis berdasarkan kurikulum
tertentu dan dikemas dalam bentuk satuan pembelajaran terkecil
dan memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam satuan
waktu tertentu
Modul pembelajaran adalah bahan ajar cetak yang
disusun dan dikemas secara sistematis dalam bentuk satuan
terkecil pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami
oleh peserta didik, sehingga mudah dipelajari secara mandiri
dengan bantuan terbatas dari pendidik atau orang lain. Modul
pembelajaran merupakan sarana pembelajaran yang berisi
materi, metode, batasan-batasan materi pembelajaran, petunjuk
kegiatan belajar, latihan dan cara mengevaluasi yang dirancang
secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan dan dapat digunakan secara mandiri. Selanjutnya
82
BAB
MODUL
6 MODUL
Seringkali dalam membantu proses belajar-belajar (dulu
disebut belajar mengajar) guru sering menggunakan media bantu
agar pembelajaran berjalan efektif. salah satu yang sering
digunakan adalah Modul. Modul berisikan ringkasan materi yang
akan di ajarkan kepada siswa agar lebih memudahkan sisiwa
mengklasifikasikan ilmu yang di pelajari. nah, mungkin masih ada
yang tidak mengenal modul. kali ini sobat pendidikan akan
mengkaji lebih dalam tentang Modul. baik pengertian Modul,
Karakteristik Modul dan Tujuan pembuatan modul serta
komponen-komponen modul. untuk lebih jelasnya silahkan baca
artikel dibawah ini.
A. Pengertian Modul
Ada beberapa pengertian Modul yang dikemukakan para
pakar, diantaranya sebagai berikut:
1. Menurut Nana Sujana dalam buku Teknologi Pengajaran
mengatakan bahwa Modul didefinisikan sebagai satu unit
program belajar-mengajar terkecil yang secara rinci
menggariskan:
a. Tujuan instruksional yang akan dicapai
b. Topik yang akan dijadikan dasar proses belajar-mengajar
c. Pokok-pokok materi yang dipelajari
d. Kedudukan dan fungsi modul dalam kesatuan program
yang lebih luas
e. Peranan guru dalam proses belajar-mengajar
113
BAB
PROJEK PENGUATAN
PROFIL PELAJAR
7 PANCASILA
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Dunia saat ini semakin modern dengan kemajuan
berkelanjutan yang dicapai melalui berbagai inisiatif projek yang
sukses. Kegiatan seperti membuat masakan untuk keluarga,
merapikan halaman rumah, atau mengadakan acara pentas seni
satuan pendidikan, adalah contoh projek-projek yang dapat
dijalankan sehari-hari.
Bagi pekerja di dunia modern, keberhasilan menjalankan
projek akan menjadi prestasi tersendiri dibandingkan dengan
loyalitas atau lama bekerja dalam satu perusahaan. Memecahkan
masalah dunia nyata penting bagi orang dewasa, dan juga anak-
anak. Agar anak-anak dapat memecahkan masalah dunia nyata,
kita harus mempersiapkan mereka dengan pengalaman
(pengetahuan) dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Pembelajaran berbasis projek adalah pendekatan dalam
pembelajaran yang memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk memperdalam pengetahuannya sekaligus mengembangkan
kemampuan melalui pemecahan masalah dan investigasi.
Pembelajaran berbasis projek adalah projek sebagai media
dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap,
pengetahuan, dan keterampilan, pembelajaran menekankan pada
aktifitas-aktivitas peserta didik untuk menghasilkan produk
dengan penerapan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat,
sampai dengan mempresentasikan hasil projek berdasarkan
pengalaman nyata. Pembelajaran berbasis projek memberi
135