0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan85 halaman

Modul Ajar Deep Learning IPAS

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran IPAS di kelas 3 dengan fokus pada pancaindra. Peserta didik diharapkan dapat memahami fungsi pancaindra, berkolaborasi dalam diskusi, dan menjaga kesehatan pancaindra melalui berbagai kegiatan. Pembelajaran menggunakan pendekatan Project-Based Learning dan melibatkan eksplorasi, diskusi, serta presentasi kelompok.

Diunggah oleh

Puteri Qiqin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan85 halaman

Modul Ajar Deep Learning IPAS

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran IPAS di kelas 3 dengan fokus pada pancaindra. Peserta didik diharapkan dapat memahami fungsi pancaindra, berkolaborasi dalam diskusi, dan menjaga kesehatan pancaindra melalui berbagai kegiatan. Pembelajaran menggunakan pendekatan Project-Based Learning dan melibatkan eksplorasi, diskusi, serta presentasi kelompok.

Diunggah oleh

Puteri Qiqin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis

• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].


• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang fungsi


pancaindra dan mengidentifikasi hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang model sederhana pancaindra atau


membuat karya visual yang menjelaskan fungsi pancaindra.

☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
tugas dan memecahkan masalah terkait pancaindra.

☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.

☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan
jelas dan percaya diri.

☑ Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) dengan


tepat.
2. Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bahasa sendiri.
3. Menghubungkan fungsi pancaindra dengan kegiatan sehari-hari yang melibatkan ind
ra tersebut.
4. Mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan indra yang digunakan untuk mengenal
inya.
5. Menganalisis pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
6. Merancang atau membuat presentasi sederhana tentang salah satu pancaindra.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai fungsi dan cara kerja
pancaindra.
E. Sarana dan Prasarana
1. Benda-benda di sekitar kelas (buah, bunga, kapas, es batu, dll.)

2. Gambar atau poster pancaindra

3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol

4. Proyektor/Laptop (jika tersedia untuk video pembelajaran)

5. Alat tulis dan lembar kerja

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
• Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang kalian dengar di s
ekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat duduk di kursi ini? Bagaimana perasaan kali
an saat ini?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa melihat warna
pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma masakan enak? Seberapa penting
pancaindra bagi kehidupan kita sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru? Kirakira, bagian
tubuh mana yang paling berperan saat kita mencicipi rasa manis, asam, asin, dan pahi
t?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C) dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, termasuk
pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Eksplorasi Indra (Pengamatan Aktif):


o Guru menyiapkan beberapa benda dengan karakteristik berbeda (misalnya: bu
ah-buahan, bunga, kapas, batu, air hangat/dingin, makanan dengan rasa berbed
a). o Peserta didik diajak untuk mengamati, menyentuh, mencium, merasakan,
dan mendengarkan benda-benda tersebut secara bergantian dengan bimbingan
guru. o Guru memandu peserta didik untuk menghubungkan pengalaman mere
ka dengan indra yang digunakan (misalnya: "Bagaimana rasanya jeruk ini? Ind
ra apa yang kita gunakan untuk merasakan manis/asam?" atau "Apa yang kalia
n dengar saat kertas diremas?").

2. Identifikasi dan Fungsi Pancaindra (Diskusi Kolaboratif):


o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang). o Setiap kelompok
diberikan gambar/kartu bergambar pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah,
kulit).
o Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menuliskan nama pancaindra dan
fungsi utamanya.

o Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi. o Setiap kelompok


mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
3. Membuat Peta Pikiran/Poster Sederhana (Kreativitas dan Kolaborasi):
o Setiap kelompok diminta membuat peta pikiran atau poster sederhana tentang
"Pancaindra Kita". o Peta pikiran/poster tersebut harus mencakup nama panca
indra, fungsinya, dan contoh kegiatan sehari-hari yang melibatkan indra terseb
ut.

o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar, spidol warna, atau alat m
ewarnai.

o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.


4. Presentasi Kelompok dan Tanya Jawab (Komunikasi dan Penalaran
Kritis):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan peta pikiran/posternya.
o Setelah presentasi, kelompok lain atau guru dapat mengajukan pertanyaan u
ntuk menggali pemahaman lebih dalam.

o Guru memberikan apresiasi dan umpan balik yang membangun.

Penutup (15 menit)

1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya


ng telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini? Apa yang palin
g menarik dari pembelajaran kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada pentingnya menjaga kesehata
n pancaindra.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk mengamati le
bih lanjut penggunaan pancaindra di rumah atau lingkungan sekitar.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan dan kolaborasi peserta didik


selama diskusi kelompok dan kegiatan eksplorasi.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster/peta pikiran (kerapi
an, kelengkapan informasi, kreativitas).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang nama, fungsi, dan contoh penggunaan pancaindra dalam kehi
dupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster informatif tentang salah satu pancaindra secara mandiri.
o Membuat cerita pendek yang melibatkan penggunaan pancaindra.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan yang sangat pen
ting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami berbagai informasi. Deng
an memahami fungsi dan cara kerja pancaindra, mereka akan lebih menghargai dan bertangg
ung jawab untuk menjaga kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan membantu mereka
melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka belajar, bermain, dan
menjalani kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar

Pancaindra: Jendela Dunia Kita

Pancaindra adalah lima alat tubuh yang berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar. Keli
ma indra ini adalah mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lid
ah untuk mengecap rasa, dan kulit untuk merasakan sentuhan. Setiap indra memiliki peranny
a masing-masing yang sangat penting dalam membantu kita mengenali dan berinteraksi deng
an lingkungan sekitar. Misalnya, mata membantu kita melihat warna-warni indah dan bentuk
benda, telinga memungkinkan kita mendengar suara burung berkicau atau musik kesukaan.

Fungsi dan Cara Kerja Pancaindra

Mata bekerja dengan menangkap cahaya yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dikirim
ke otak untuk diinterpretasikan sebagai gambar. Telinga menangkap getaran suara dan
mengubahnya menjadi informasi yang dapat kita dengar. Hidung memiliki reseptor yang
mendeteksi molekul bau di udara, sementara lidah memiliki kuncup pengecap yang
mengenali rasa manis, asam, asin, pahit, dan umami dari makanan. Kulit, sebagai indra
peraba terbesar, memiliki reseptor yang peka terhadap sentuhan, tekanan, suhu, dan rasa
sakit, sehingga kita bisa merasakan tekstur lembut atau panasnya api.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pancaindra

Menjaga kesehatan pancaindra sangatlah penting agar kita bisa terus merasakan dan
menikmati dunia dengan baik. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan indra antara lain
melindungi mata dari cahaya terang, membersihkan telinga dengan hatihati, menghindari bau
yang menyengat, menjaga kebersihan mulut dan lidah, serta merawat kulit dari paparan sinar
matahari berlebihan dan luka. Dengan merawat pancaindra kita, kita dapat terus belajar, berm
ain, dan menjalani kehidupan seharihari dengan optimal.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?

3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan pancaindra saya setelah
pembelajaran ini?

Refleksi Pendidik

1. Bagaimana keterlibatan peserta didik selama kegiatan eksplorasi pancaindra?

2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa yang perlu ditingkatkan untuk
pertemuan selanjutnya?

3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep
pancaindra? Bagaimana saya bisa membantu mereka lebih baik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Mengenal Pancaindra Kita
Nama: _______________________

Kelas: _______________________

Tanggal: _______________________

A. Pasangkanlah nama pancaindra dengan fungsinya!

Nama Pancaindra Fungsi

Mata A. Untuk mencium bau

Telinga B. Untuk merasakan sentuhan

Hidung C. Untuk melihat


Lidah D. Untuk mendengar

Kulit E. Untuk mengecap rasa


B. Tuliskan 2 contoh kegiatan sehari-hari yang menggunakan pancaindra berikut!
1. Mata:
o
o
2. Telinga:
o
o
3. Hidung:
o
o
4. Lidah:
o
o
5. Kulit:
o
o
C. Lingkari jawaban yang paling tepat! Bagaimana cara kita menjaga kesehatan mata?
a. Membaca di tempat gelap

b. Menatap layar terlalu dekat

c. Makan makanan bergizi dan istirahat cukup

d. Menggosok mata dengan tangan kotor

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi)

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti: o Meneliti dan mempresentasikan salah satu penyakit yan
g berhubungan dengan pancaindra dan cara pencegahannya. o Membuat puisi atau cer
ita pendek tentang pentingnya salah satu pancaindra.

o Mengidentifikasi hewan dengan pancaindra unik dan fungsinya.

Remedial

• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep yang belum diku
asai.

o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederha


na dan fokus pada konsep dasar. o Menggunakan media visual atau model
konkret untuk membantu pemahaman.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik memaha
mi konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) yang berfungsi untu
k merasakan rangsangan dari luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka terhadap rangsangan
tertentu.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). All About Your Five Senses. Diakses dari: [Link].
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terb
aru).
Mengetahui Meral, 2025
Kepala Sekolah Guru Kelas 3

ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].


NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis

• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].


• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis siklus hidup berbagai makhluk hidup
dan mengidentifikasi penyebab masalah pelestarian.

☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau kampanye sederhana untuk pelestari
an sumber daya alam dan makhluk hidup.

☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi mas
alah lingkungan dan mencari solusinya.

☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu mencari
informasi tambahan secara mandiri.

☑ Kewargaan: Peserta didik memahami perannya sebagai warga negara dalam menjaga
lingkungan dan sumber daya alam.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas
dan percaya diri mengenai upaya pelestarian.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?

1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik dengan menjaga keb
ersihan lingkungan sekolah?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yan
g berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:


1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa makhluk hidup (mis
alnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan sumber daya alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian makhluk hidup dan sum
ber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk hidup dan sumber daya al
am di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan upaya mitigasi peru
bahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang pentingnya pelestarian ling
kungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu lingkungan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster Siklus Hidup Makhluk Hidup (kupu-kupu, ayam, tumbuhan).

2. Video/Animasi tentang siklus hidup dan pelestarian lingkungan.

3. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/lainnya) untuk simulasi.

4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.

5. Alat tulis, kertas gambar, dan alat mewarnai.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
• Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Observasi, Eksperimen Sederhana, Presentasi,
Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di sekitarmu. Pernahkah
kalian berpikir, dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar
seperti sekarang? Apa yang mereka butuhkan untuk hidup?"
• Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan hewan di dalamnya,
apa yang akan terjadi pada masa depan? Mengapa penting bagi kita untuk peduli pada
nasib makhluk hidup lain dan sumber daya alam?"
• Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan lingkungan. Ide keren
apa yang akan kalian lakukan untuk membuat Bumi kita ini tetap indah dan dihuni ba
nyak makhluk hidup?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), khususnya poin "Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan dengan kepedulian li
ngkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik siklus hidup dan
pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Eksplorasi Siklus Hidup (Observasi dan Diskusi Awal):


o Guru menayangkan video atau menunjukkan gambar siklus hidup beberapa m
akhluk hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tumbuhan). Gambar Life cycle of
butterfly. Complete (holometabolous) metamorphosis with four distinct phases
o Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-tahapan yang mereka l
ihat. o Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat makhluk hidup
ini bisa terus ada?" dan "Apa yang terjadi jika salah satu tahapan siklus hidup t
erganggu?"

2. Studi Kasus Lingkungan (Analisis Masalah):


o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang). o Setiap kelompok d
iberikan studi kasus sederhana tentang masalah lingkungan (misalnya, peneba
ngan hutan, pencemaran sungai, atau punahnya hewan tertentu). Guru bisa me
nggunakan gambar atau deskripsi singkat.

o Kelompok diminta untuk mengidentifikasi:

§ Makhluk hidup apa yang terpengaruh?

§ Sumber daya alam apa yang rusak?

§ Apa penyebab masalah tersebut?

§ Bagaimana dampaknya pada lingkungan dan makhluk hidup?

o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis.

3. Mencari Solusi dan Merancang Aksi (Kolaborasi dan Kreativitas):


o Setelah menganalisis masalah, setiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan
merumuskan ide-ide solusi untuk masalah yang mereka temukan.

o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif tentang cara-cara


sederhana yang bisa mereka lakukan sebagai anak-anak di lingkungan sekolah
atau rumah.

o Proyek Mini: Setiap kelompok merancang poster kampanye sederhana atau


slogan ajakan untuk pelestarian (misalnya, "Ayo Hemat Air!", "Jangan Buang
Sampah Sembarangan!", "Lindungi Hewan Langka!"). o Guru menyediakan
kertas besar, spidol, pensil warna, atau bahan kolase sederhana. Guru memberi
kan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.

4. Presentasi dan Kampanye (Komunikasi dan Kewargaan):


o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi dan poster
kampanye mereka di depan kelas.

o Peserta didik lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan. o Guru memb
erikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata dalam pelestarian lingkun
gan dan kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim (misalnya, "Kalau kita he
mat air, itu juga membantu bumi kita tidak terlalu panas").

o Poster dapat dipajang di kelas sebagai pengingat. Penutup (15 menit)


1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya
ng telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini? Apa yang bisa
kita lakukan untuk membantu Bumi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada peran setiap individu dalam
menjaga kelestarian lingkungan dan makhluk hidup.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk mengamati pr
aktik pelestarian di rumah atau lingkungan sekitar, atau melakukan tindakan sederhan
a seperti memilah sampah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpi


kir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan kegiatan merancang poster.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster kampanye (relevan
si, kreativitas, kejelasan pesan).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi pe
rtanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian, dan ide upaya pe
lestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu makhluk hidup yang
mereka amati di rumah. o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tua jik
a diperlukan) tentang upaya pelestarian sederhana yang mereka lakukan di ruma
h.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus hidupnya ma
sing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada bagaimana manusia mem
perlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang mereka l
akukan untuk menjaga sumber daya alam, seperti menghemat air atau memilah sampah, mem
iliki dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat membantu mitigasi
perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.

L. Materi Bahan Ajar

Siklus Hidup Makhluk Hidup

Setiap makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, memiliki sebuah perjalanan hidup yan
g berulang, disebut siklus hidup. Dimulai dari lahir, tumbuh menjadi dewasa, berkembang bia
k, dan akhirnya mati. Contohnya, kupu-kupu dimulai dari telur, lalu menjadi ulat, kepompong,
hingga menjadi kupu-kupu dewasa yang indah. Ayam juga memiliki siklus dari telur, meneta
s menjadi anak ayam, lalu tumbuh menjadi ayam dewasa. Demikian juga tanaman, dari biji, t
umbuh tunas, menjadi tanaman muda, berbunga, berbuah, dan menghasilkan biji lagi.

Pentingnya Pelestarian Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan manusia
untuk kebutuhan hidupnya, seperti air, udara, tanah, tumbuhan, dan hewan. Sayangnya, bany
ak aktivitas manusia yang menyebabkan sumber daya alam ini rusak, seperti membuang sam
pah sembarangan yang mencemari air dan tanah, atau menebang pohon secara berlebihan. Jik
a sumber daya alam rusak, makhluk hidup lain juga akan terancam, bahkan bisa punah. Oleh
karena itu, menjaga dan melestarikan sumber daya alam sangatlah penting.

Upaya Pelestarian dan Mitigasi Perubahan Iklim

Pelestarian berarti menjaga agar sesuatu tetap ada dan lestari. Untuk makhluk hidup dan
sumber daya alam, ini berarti kita harus melindungi mereka. Contoh upaya pelestarian
sederhana yang bisa kita lakukan adalah menghemat air, memilah sampah, menanam pohon,
atau tidak berburu hewan langka. Upaya-upaya ini tidak hanya menjaga kelestarian makhluk
hidup, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, yaitu mengurangi dampak
negatif dari perubahan iklim global. Dengan menjaga lingkungan, kita memastikan bahwa
bumi tetap sehat dan nyaman untuk dihuni generasi mendatang.
M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup hari ini?

2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu menjaga lingkungan di se
kitar saya?

3. Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang pentingnya pelestarian lingkungan?

Refleksi Pendidik

1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang siklus hidup dan p
entingnya pelestarian?

2. Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning dalam mendorong kreativitas da


n kolaborasi siswa?

3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau modifikasi di pertemuan
berikutnya agar lebih bermakna?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) LKP


D: Pahlawan Lingkungan Cilik
Nama: _______________________

Kelas: _______________________ Tanggal:


_______________________ A. Lengkapi Si
klus Hidup Berikut!
(Gambarkan atau tuliskan tahapan yang hilang pada siklus hidup berikut)

1. Siklus Hidup Kupu-kupu: Telur → ___________ → Kepompong → ___________


2. Siklus Hidup Ayam: Telur → ___________ → Ayam Dewasa
B. Ayo Berpikir Kritis!

Jika ada banyak orang yang membuang sampah plastik ke sungai, apa yang akan terjadi pada
ikan-ikan di sungai itu?

___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Poster Kampanye)

Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Poster Kampanye "Pahlawan Lingkungan


Cilik"

Skala 1 Skala 2 Skala 5


Aspek Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian kup) ik)
Kurang) ) Baik)
Kerja Anggota cu Anggota
Anggota tida Anggota Semua ang
Sama kup aktif berpar
k bekerja kurang gota sangat
Kelompo aktif, tisi
aktif

Skala 1 Skala 2 Skala 5


Aspek Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian kup) ik)
Kurang) ) Baik)
k sama, ada ya dalam dis namun pasi dan aktif,
(Kolabora ng pasif. kusi. belum saling saling
si) semua membant menduku
berkontrib u. ng, dan ber
usi. bagi tugas s
ecara efekti
f.
Informasi s
Informa
angat akura
si
Informasi Informasi a t, lengkap,
Kualitas kurang Informasi c
pada poster kurat, lengk relevan, da
Informasi akurat ukup akura
salah atau ap, dan rele n menunjuk
(Penalara n atau t dan releva
tidak van dengan kan
Kritis) kurang n.
relevan. topik. pemaha ma
lengkap
n mendala
.
m.
Poster sang
Poster men
at
Poster Poster arik,
Poster tidak menarik, in
Kreativita s kurang cukup informatif,
menarik, ovatif,
Poster menarik , menarik, dan
tidak ada informatif,
Kampany desain ada gambar kreatif dala
gambar/wa dan memili
e sederha sederhan m
rna. ki daya tari
na. a. penyamp
k visual ya
aian pesan.
ng kuat.
Penjelasa n
sangat
Penjelasa n Penjelasa
Tidak Penjela sa jelas,
Penyamp cukup n jelas,
mampu menj n antusias,
aian jelas, percaya
elask an, pes kurang pesan
Pesan (Ko pesan diri,
an jelas, sangat
munik tersampai pesan tersa
tidak tersam pesan kur persuasif,
asi) kan mpai kan d
paik an. ang kuat. mampu me
sebagian. engan baik.
ngajak ora
ng lain.
Skala 1 Skala 2 Skala 5
Aspek Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian kup) ik)
Kurang) ) Baik)
Menunjuk
kan
pemaha ma
Menunjuk k n mendala
Keterkait a
Keterkait a Tidak ada ke Keterkai t an m dan
n
n dengan L terkaitan den an isu ling pemaham kepedulia n
dengan
ingkung an gan isu kung an s an tentang tinggi
isu lingkun
(Kewarga lingkungan angat min isu lingkun terhadap
ga n cukup
an) . im. ga n dan sol isu
jelas.
usinya. lingkunga
n dan
dampakn y
a.

O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti: o Meneliti siklus hidup makhluk hidup lain (misalnya, ka
tak, nyamuk) dan membandingkannya.

o Membuat proposal sederhana untuk proyek pelestarian di sekolah (misalnya,


membuat bank sampah mini atau kebun sekolah). o Mencari berita atau artikel te
ntang perubahan iklim dan dampaknya di Indonesia.

Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melaku
kan: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep siklus h
idup dan pentingnya pelestarian.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederhana da
n fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau model konkret untuk membantu pemahaman
(misalnya, kartu urutan gambar siklus hidup).

P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sepanjang hidupnya,
dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup, sumber daya alam) tetap a
da dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu masalah, dalam ko
nteks ini adalah mengurangi dampak perubahan iklim.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. World Wildlife Fund (WWF). (2023). Edukasi Lingkungan untuk Anak. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
Mengetahui Meral, 2025
Kepala Sekolah Guru Kelas 3

ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].


NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].
• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai proses perubahan wujud zat
dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau menciptakan model sederhana untuk menu
njukkan perubahan wujud zat atau perubahan bentuk energi.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percobaa
n dan mendiskusikan hasil pengamatan.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu mencari
informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya energi untuk aktivitas fisik dan kesehatan
tubuh.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan jel
as dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?

1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Olahraga itu butuh energi, dari mana ya energi kita berasal?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar juga butuh energi lho!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar dan beraktivitas!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tentang
perubahan wujud zat dan energi?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho untuk mengembalikan energi tubuh kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber d
an bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dengan benar.


2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap, mengembu
n) dengan contoh sehari-hari.
3. Mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, angin, air, listrik, makanan) yang
ada di sekitar.
4. Menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik) dengan con
tohnya.
5. Menganalisis proses perubahan bentuk energi dalam alat-alat atau kejadian sehari-har
i (misalnya, lampu menyala, setrika panas).
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan wujud zat atau peruba
han energi.
7. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang perubahan wujud zat dan energi s
ecara kreatif.

E. Sarana dan Prasarana


1. Es batu, lilin, air, korek api, panci/gelas tahan panas.

2. Lampu senter, baterai, kipas angin mini, mainan bertenaga baterai.

3. Gambar/Poster tentang wujud zat dan bentuk energi.

4. Video/Animasi tentang perubahan wujud zat dan energi.

5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
• Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) dengan pendekatan
Deep Learning.
• Metode: Eksperimen, Diskusi Kelompok, Observasi, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang terjadi jika kalian
menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang membuat es itu berubah? Pernahkah
kalian bertanya-tanya, apa yang membuat lampu bisa menyala atau kenapa kompor
bisa panas?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu tentang bagaimana
benda-benda bisa berubah bentuk atau bagaimana energi bekerja? Apa manfaatnya dal
am kehidupan kita sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk mengubah wujud benda,
benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi apa? Atau jika kalian bisa
menciptakan energi, energi apa yang ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), terutama yang berkaitan dengan energi (olahraga, makan, tidur) dan kemu
dian menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik perubahan wujud
zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Eksplorasi Perubahan Wujud Zat (Eksperimen Langsung):


o Guru menyiapkan stasiun-stasiun percobaan sederhana di dalam kelas:

§ Stasiun 1 (Mencair/Membeku): Es batu di mangkuk terbuka, dan air di


wadah lain yang akan dimasukkan ke freezer (jika memungkinkan). Peser
ta didik mengamati es mencair dan membayangkan air membeku.
§ Stasiun 2 (Menguap/Mengembun): Air dipanaskan (dengan pengawasan
ketat guru), peserta didik mengamati uap air dan tetesan air di tutup panci/
gelas. o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan berga
ntian mengunjungi setiap stasiun. o Setiap kelompok mencatat pengamata
n mereka: Apa yang terjadi?
Bagaimana wujudnya berubah?
o Guru memandu diskusi kelompok: "Mengapa es bisa mencair? Apa yang terja
di pada air saat dipanaskan?"

2. Mengenal Sumber dan Bentuk Energi (Observasi dan Diskusi):


o Guru menayangkan video singkat atau menunjukkan gambar berbagai sumber
dan bentuk energi (misalnya, matahari, kincir angin, PLTA, lampu menyala, ra
dio berbunyi, mobil bergerak).

o Peserta didik diminta mengidentifikasi sumber energi dari setiap gambar/video


dan bentuk energi yang dihasilkannya. o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa saja
sumber energi yang kalian kenal? Bentuk energi apa saja yang kalian temukan
di rumah atau sekolah?"

3. Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita (Analisis dan Diskusi Kelompok): o Set
iap kelompok diberikan beberapa kartu bergambar benda atau kejadian sehari-hari yan
g melibatkan perubahan energi (misalnya, senter menyala, setrika panas, kipas angin b
erputar, orang makan dan berlari).

o Kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi perubahan energi yang terjadi pa


da setiap gambar (misalnya, senter: energi kimia dari baterai menjadi energi ca
haya dan sedikit panas).

o Guru berkeliling membimbing dan memberikan masukan.

o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

4. Proyek Mini: Model Perubahan Energi Sederhana (Kreativitas dan Kolaborasi):


o Setiap kelompok ditantang untuk membuat model sederhana yang menunjukkan per
ubahan energi atau wujud zat. Contoh:

§ Gambar atau diagram alur perubahan wujud air. § Sketsa atau ga


mbar alat sederhana yang menunjukkan perubahan energi (misalnya, ra
ngkaian listrik sederhana yang menyalakan lampu).

o Guru menyediakan kertas, pensil warna, spidol, atau alat sederhana lainnya.

o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini. o Setiap kelomp
ok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan proses perubahan yang terjadi

Penutup (15 menit)

1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya


ng telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang benda
dan energi? Mengapa penting bagi kita untuk memahami ini?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa perubahan wujud zat dan e
nergi terjadi di sekitar kita setiap saat, dan kita menggunakannya dalam kehidupan seh
ari-hari.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mengamati perubahan wujud
zat atau energi di rumah dan mencatatnya.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpi


kir kritis peserta didik selama eksperimen dan diskusi kelompok.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/model mini: Rubrik penilaian untuk poster/diagra
m (kerapian, kelengkapan informasi, kreativitas, kejelasan konsep).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi wujud zat, proses perubahannya, sumber dan ben
tuk energi, serta contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang proses perubahan wujud air atau berbagai bentuk en
ergi. o Menceritakan ulang salah satu percobaan yang dilakukan di kelas dan menj
elaskan apa yang terjadi.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk benda-ben
da di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-menerus mengalami perubahan
wujud dan energi. Mereka akan menyadari bahwa energi adalah kunci dari semua aktivitas
dan perubahan yang terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih kritis dan mengharg
ai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.

L. Materi Bahan Ajar

Wujud Zat dan Perubahannya

Benda-benda di sekitar kita dapat memiliki tiga wujud, yaitu padat, cair, dan gas. Benda
padat memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti batu atau meja. Benda cair memiliki
bentuk yang berubah mengikuti wadahnya, seperti air atau minyak. Sedangkan benda gas
tidak memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti udara yang kita hirup atau uap air. Zat
dapat berpindah wujud dari satu bentuk ke bentuk lain melalui proses seperti mencair (padat
ke cair, contoh: es menjadi air), membeku (cair ke padat, contoh: air menjadi es), menguap
(cair ke gas, contoh: air mendidih menjadi uap), dan mengembun (gas ke cair, contoh: uap
air menjadi tetesan air di pagi hari).

Sumber dan Bentuk Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada banyak sumber energi di
Bumi ini, seperti matahari yang memberikan energi cahaya dan panas, angin yang mengger
akkan kincir angin, air yang mengalir untuk pembangkit listrik, listrik yang mengalir di rum
ah kita, dan makanan yang memberikan energi untuk tubuh kita bergerak dan berpikir. Energ
i juga memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas (dari api atau matahari), energi cahay
a (dari lampu atau matahari), energi bunyi (dari suara musik), energi gerak (dari mobil yang
berjalan), dan energi listrik (dari stopkontak).

Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun dapat berubah bentuk dari satu ben
tuk ke bentuk lain. Ini terjadi terus-menerus di sekitar kita. Contohnya, saat kita menyalakan l
ampu, energi listrik berubah menjadi energi cahaya dan sedikit energi panas. Saat kita men
ggunakan setrika, energi listrik berubah menjadi energi panas untuk merapikan baju. Bahka
n saat kita makan dan kemudian berlari, energi kimia dari makanan berubah menjadi energi
gerak untuk tubuh kita. Memahami perubahan energi ini membantu kita lebih menghargai pe
nggunaan energi di kehidupan kita.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan wujud zat atau perubah
an energi hari ini?

2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi untuk lebih bijak dala
m menggunakan listrik di rumah?

3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik

1. Apakah kegiatan eksperimen berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik tentang


konsep perubahan wujud zat dan energi?

2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep energi dengan kegiatan seh
ari-hari peserta didik di luar kelas?

3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua peserta didik unt
uk berpartisipasi dan menunjukkan pemahaman mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

LKPD: Detektif Perubahan Zat dan Energi

Nama: _______________________

Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________ A. Tul
iskan Wujud Zat yang Tepat!
(Padat, Cair, Gas)

1. Es batu: ___________

2. Air minum: ___________

3. Asap dari knalpot: ___________

4. Meja: ___________

B. Lengkapi Proses Perubahan Wujud Zat Berikut!


1. Es krim meleleh: Padat → ___________ (nama proses: ___________)
2. Air di panci mendidih: Cair → ___________ (nama proses: ___________)
3. Air menjadi es di freezer: Cair → ___________ (nama proses: ___________)
C. Perhatikan Gambar di Bawah Ini! Tuliskan Perubahan Energi yang Terjadi!
1. Lampu Menyala:

Energi ___________ menjadi Energi ___________ 2.


Radio Berbunyi:
Energi ___________ menjadi Energi ___________ 3.
Setrika Panas:
Energi ___________ menjadi Energi ___________

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Model/Diagram)
O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti:

o Meneliti dan mempresentasikan jenis-jenis energi alternatif (misalnya, energi


surya, energi biomassa).

o Membuat daftar alat-alat di rumah yang mengalami perubahan energi dan


menjelaskan perubahannya. o Merancang percobaan sederhana untuk
menunjukkan perubahan wujud zat lainnya (misalnya, membuat kristal
garam). Remedial

• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:

o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep perubahan


wujud zat dan energi.

o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederhana d


an fokus pada konsep dasar. o Menggunakan media visual atau demonstrasi l
angsung yang lebih sederhana untuk membantu pemahaman.
P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi (padat, cair, gas).
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi dampak negatif suatu masalah, di sini terkait perubahan
iklim.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari: [Link]
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).

Mengetahui Meral, 2025


Kepala Sekolah Guru Kelas 3

ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].


NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012
MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis

• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].


• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala kemagnetan dan berbagai jenis
gaya serta pengaruhnya terhadap benda.

☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat model sederhana yang
menunjukkan gaya atau kemagnetan.

☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan gaya dan kemagnetan.

☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu mencari
informasi tambahan secara mandiri.

☑ Kewargaan: Peserta didik memahami aplikasi gaya dan kemagnetan dalam teknologi
sehari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat.

☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan jel
as dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat:
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?

1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berlari atau melompat, ada gaya apa ya yang bekerja pada t
ubuh kita?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar tentang gaya dan magnet lho, pasti se
ru!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya tenaga untuk beraktivitas dan melakukan percobaan ser
u hari ini!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi dan mel
akukan percobaan tentang gaya dan magnet?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk beraktivitas, termasuk untuk m
engamati gaya dan magnet di sekitar kita!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pen
garuhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet (benda magnetis) dan
benda yang tidak dapat ditarik magnet (non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat menarik benda tertentu, g
aya magnet dapat menembus benda tipis) melalui percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari (gaya otot, gaya gr
avitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda (membuat benda bergerak, berhent
i, berubah arah, berubah kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh gaya dan kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan aplikasi dalam kehidupa
n sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan kemagnetan secara kreat
if.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai jenis magnet (batang, U, cincin).

2. Berbagai benda (penjepit kertas, paku, koin, karet penghapus, pensil, kain, kayu, plast
ik, uang kertas).

3. Mainan mobil-mobilan, bola, karet gelang.


4. Video/Animasi tentang gaya dan magnet.

5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
• Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan pendekatan Deep Lear
ning.
• Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah, mengapa bisa menempel
rapat? Atau, saat kalian bermain bola, mengapa bola yang dilempar ke atas selalu jatu
h kembali ke tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau berhenti?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu penting bagi ma
nusia? Atau, mengapa kita perlu memahami berbagai jenis gaya dalam kehidupan seh
ari-hari? Apa manfaatnya bagi kita?"
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang meneliti kekuata
n tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin kalian pelajari lebih dalam: gaya atau
magnet? Mengapa?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), khususnya yang berkaitan dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik gaya dan kemagn
etan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Eksplorasi Kemagnetan (Eksperimen Langsung):


o Guru menyiapkan beberapa jenis magnet dan berbagai benda (magneti
s dan non-magnetis) di setiap meja kelompok. o Peserta didik dibagi me
njadi kelompok kecil (4-5 orang). o Setiap kelompok diminta untuk:
§ Mencoba mendekatkan magnet ke berbagai benda dan mencatat apa ya
ng terjadi.

§ Mengamati apakah magnet memiliki kutub (utara-selatan) dengan men


dekatkan dua magnet.

§ Mencoba menarik benda dengan magnet melalui penghalang tipis (kert


as, kain).
o Guru memandu diskusi kelompok: "Benda apa saja yang bisa ditarik magnet?
Apa yang terjadi jika kutub magnet yang sama didekatkan?"

2. Mengenal Jenis-Jenis Gaya (Demonstrasi dan Observasi):


o Guru melakukan demonstrasi berbagai jenis gaya:

§ Gaya Otot: Mendorong meja, mengangkat buku.


§ Gaya Gravitasi: Menjatuhkan pensil, bola.
§ Gaya Gesek: Menggeser kotak di lantai kasar vs. licin.
§ Gaya Pegas: Menarik karet gelang, bermain ketapel.
§ Gaya Dorong/Tarik: Membuka/menutup pintu.
o Peserta didik mengamati dan mencoba menirukan demonstrasi (dengan
bimbingan guru).

o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa yang membuat benda-benda ini bergerak


atau berubah?"

3. Pengaruh Gaya terhadap Benda (Eksperimen dan Diskusi Kelompok):


o Setiap kelompok diberikan mainan mobil-mobilan, bola, dan plastisin/tanah li
at.

o Kelompok diminta untuk melakukan percobaan dan mencatat pengaruh gaya:

§ Mendorong mobil-mobilan (membuat benda bergerak).

§ Mendorong mobil-mobilan yang sedang bergerak (mempercepat/memp


erlambat).

§ Mengarahkan bola yang sedang bergerak (mengubah arah).

§ Menekan atau membentuk plastisin (mengubah bentuk benda).

o Guru berkeliling membimbing dan memastikan keselamatan. o Setiap kelomp


ok menyajikan hasil pengamatan mereka tentang bagaimana gaya memengaru
hi benda.
4. Aplikasi Gaya dan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari (Proyek Mini):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat daftar atau menggambar contoh be
nda atau aktivitas di rumah/sekolah yang menggunakan konsep gaya atau mag
net.
o Contoh: kulkas, kompas, mainan mobil-mobilan, keranjang belanja, pintu. o G
uru menyediakan kertas gambar dan alat mewarnai.

o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini. o Setiap kelomp
ok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan mengapa benda tersebut men
ggunakan gaya atau magnet.

Penutup (15 menit)

1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya


ng telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang gaya dan
magnet? Apa yang paling menarik dari percobaan yang kita lakukan?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa gaya dan magnet adalah ba
gian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, memengaruhi banyak hal di sekit
ar kita.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mencari contoh lain penggun
aan gaya dan magnet di lingkungan rumah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpi


kir kritis peserta didik selama eksperimen dan diskusi kelompok.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk daftar/gamb
ar aplikasi gaya/magnet (kelengkapan, kejelasan, relevansi, kreativitas).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi benda magnetis/non-magnetis, sifat magnet, jeni
s-jenis gaya, dan pengaruh gaya terhadap benda.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang jenis-jenis gaya dan pengaruhnya. o Menceritakan
ulang salah satu percobaan magnet yang dilakukan dan menjelaskan hasilnya.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua konsep dasar dala
m ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Mereka aka
n menyadari bahwa benda-benda bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adanya gaya,
dan magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu. Pemahaman ini akan me
mbantu mereka melihat fenomena di sekitar dengan sudut pandang ilmiah, memahami cara k
erja berbagai alat, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.

L. Materi Bahan Ajar

Mengenal Gaya: Kekuatan yang Menggerakkan Benda

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti, berub
ah arah, berubah kecepatan, atau bahkan berubah bentuk. Kita melakukan gaya setiap hari tan
pa menyadarinya. Contohnya, saat kita mendorong meja, menarik pintu, atau mengangkat bu
ku. Ada berbagai jenis gaya yang sering kita temui, seperti gaya otot (kekuatan dari otot tubu
h kita), gaya gravitasi (gaya tarik Bumi yang membuat benda jatuh ke bawah), gaya gesek
(gaya yang menahan gerakan benda), dan gaya dorong/tarik. Setiap gaya ini memiliki penga
ruh unik terhadap benda di sekitar kita.

Pengaruh Gaya pada Benda

Gaya dapat memengaruhi benda dalam beberapa cara. Pertama, gaya dapat membuat benda
diam menjadi bergerak, seperti saat kita menendang bola. Kedua, gaya dapat mengubah
arah gerak benda, misalnya saat kita membelokkan setir sepeda. Ketiga, gaya dapat
mengubah kecepatan gerak benda, seperti saat kita mengerem sepeda agar berhenti, atau
mengayuh lebih cepat agar melaju. Terakhir, gaya juga bisa mengubah bentuk benda,
contohnya saat kita menekan plastisin atau memeras spons basah. Semua perubahan ini
menunjukkan betapa besar kekuatan gaya dalam kehidupan kita.
Gejala Kemagnetan dalam Kehidupan Sehari-hari

Magnet adalah benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari bahan tertentu, seperti
besi dan baja. Benda-benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetis, sedangkan y
ang tidak dapat ditarik disebut benda non-magnetis.
Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika kut
ub yang berbeda didekatkan (utara dengan selatan), magnet akan saling tarik-menarik. Namu
n, jika kutub yang sama didekatkan (utara dengan utara atau selatan dengan selatan), magnet
akan saling tolak-menolak. Sifat magnet ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-ha
ri, seperti pada pintu kulkas, kompas, atau mainan.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang magnet atau gaya hari in
i?

2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di sekitar rumah saya?

3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya setelah belajar tentang mater
i ini? Refleksi Pendidik

1. Apakah kegiatan eksperimen dan penemuan (Discovery Learning) berhasil memicu ra


sa ingin tahu dan pemahaman mendalam peserta didik?

2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan kemagnetan dengan teknolog
i atau benda-benda yang lebih kompleks di sekitar siswa?

3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi dan percobaan? Jika tid
ak, bagaimana saya bisa mendorong partisipasi yang lebih merata?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) LKP


D: Detektif Gaya dan Magnet
Nama: _______________________

Kelas: _______________________

Tanggal: _______________________
A. Benda Magnetis atau Non-Magnetis?

Lingkari benda yang dapat ditarik magnet!

Paku | Pensil | Koin | Karet Penghapus | Jepit Kertas | Sendok Plastik

B. Pengaruh Gaya pada Benda

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

1. Saat kamu menendang bola yang diam, gaya membuat bola menjadi ___________.

2. Saat kamu mengerem sepeda, gaya membuat sepeda menjadi ___________.

3. Saat kamu menekan plastisin, gaya membuat plastisin menjadi ___________.

4. Saat kamu melempar bola ke atas, gaya gravitasi membuat bola ___________ ke
bawah.

C. Ayo Berpikir Kritis!

Mengapa pintu kulkas bisa menempel rapat dan sulit dibuka oleh adik bayi? Jelaskan dengan
menggunakan kata "magnet"!

___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________ _____________________
______________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster Aplikasi Gaya dan Magnet
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kuran Skala 3 (Cuku
(Sangat Skala 4 (Baik) (Sangat
Penilaian g) p)
Kurang) Baik)
Semua anggot
a
Anggota
Kerja Anggota cukup sangat
Anggota kuran aktif berpartisi
Sama Anggota tidak aktif, aktif,
g pasi dan
Kelompok bekerja sama, a namun belum saling
aktif saling
(Kolabora da yang pasif. semua menduku
dalam diskusi. membant
si) berkontri busi. ng, dan berbag
u.
i tugas secara e
fektif.

Konsep sangat
akurat, lengka
Kualitas Konsep gaya/m
Konsep kurang Konsep cukup Konsep akurat, p, relevan, dan
Konsep ag net yang dis
akurat atau kur akurat dan rele lengkap, dan rel menunjuk
(Penalara ajikan salah ata
ang lengkap. van. evan. kan
n Kritis) u tidak sesuai.
pemaha man m
endala m.

Kreativita Miniatur/p oste Miniatur/p oste Miniatur/p oste Miniatur/p oster Miniatur/p
s r tidak jelas, r kurang jelas a r cukup jelas d jelas, oster
Miniatur/P sangat jelas,
tau an ada informatif,
oster inovatif,
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kuran Skala 3 (Cuku
(Sangat Skala 4 (Baik) (Sangat
Penilaian g) p)
Kurang) Baik)

Penjelasa n
sangat jelas,
Penyamp Penjelasa
Tidak antusias,
aian Penjelasa n n jelas,
mampu Penjelasa n bahasa tubuh
Presentas cukup percaya
menjelas kan, kurang jelas, baik,
i jelas, kontak diri,
suara tidak kadang ragu. mampu
(Komunik mata kurang. kontak mata ba
jelas. menjawa
asi) ik.
b pertanya an
dengan lugas.

Menunjuk kan
pemaha man m
endala
Aplikasi Menunjuk kan m
Tidak ada
dalam Contoh pemaha man tentang berbag
contoh Contoh aplikas
Kehidupa aplikasi minim tentang aplikasi ai
aplikasi dalam i cukup relevan
n atau tidak gaya/mag net d aplikasi
kehidupa n dan jelas.
(Kewarga relevan. alam kehidupa gaya/mag net y
seharihari.
an) n seharihari. ang
bermanfa
at bagi
masyarak at.

O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan membuat daftar benda-benda di rumah yang menggunakan magn
et atau berbagai jenis gaya. o Mencoba membuat kompas sederhana mengguna
kan magnet dan jarum. o Mencari tahu tentang ilmuwan terkenal yang menelit
i gaya (misalnya, Isaac Newton) dan mempresentasikan penemuan mereka. Re
medial

• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuka
n: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar gaya
dan kemagnetan.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederhana da
n fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau demonstrasi langsung yang lebih sederhana u
ntuk membantu pemahaman (misalnya, hanya fokus pada satu jenis gaya terle
bih dahulu).

P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda tertentu, terutama y
ang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to Know About the W
orld and How It Works. London: DK Publishing.

Mengetahui Meral, 2026


Kepala Sekolah Guru Kelas 3
ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].
NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis

• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].


• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/2
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami bahwa setiap peran dan tanggung jaw
ab adalah amanah, serta berinteraksi sosial dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

☑ Kewargaan: Peserta didik memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai anggota masy
arakat dan sekolah, serta mampu berinteraksi secara positif.

☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran dan interaksi sosial yang terjadi
di lingkungan sekitar.

☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang solusi atau ide untuk meningkatkan interaksi
positif di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.

☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi pera
n, tugas, dan tanggung jawab serta memecahkan masalah interaksi sosial.

☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil diskusi, dan pengalamannya t
entang interaksi sosial dengan jelas dan percaya diri.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?

1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Hebat! Ini adalah salah satu tanggung jawabmu di rumah.
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya?
Bagus sekali! Ini juga bagian dari tugas kita sebagai umat beragama.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berolahraga bersama teman, itu namanya interaksi sosial!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar adalah tugas utamamu sebagai pelajar.
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjalankan peranmu sebagai anak dan sis
wa.
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik di sekolah? Apa pe
ranmu di kelas?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk menjalankan tugas dan tanggu
ng jawab kalian esok hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi
di sekitar tempat tinggal dan sekolah.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab individu di lingkungan


keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.
2. Menjelaskan pentingnya menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab dengan baik.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial positif dan negatif yang terjadi di lin
gkungan sekitar.
4. Menganalisis dampak dari interaksi sosial positif dan negatif terhadap lingkungan da
n individu.
5. Merumuskan cara-cara untuk menciptakan interaksi sosial yang positif di sekolah da
n tempat tinggal.
6. Membuat karya kreatif (misalnya, drama singkat, poster, atau cerita) yang menggamb
arkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
7. Berpartisipasi aktif dalam simulasi atau diskusi kelompok mengenai skenario
interaksi sosial.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Foto berbagai profesi dan aktivitas di masyarakat (guru, dokter, polisi, petani,
pedagang, siswa, orang tua, dll.).

2. Video pendek tentang interaksi sosial di sekolah atau lingkungan sekitar.

3. Kertas plano, spidol warna, alat tulis.


4. Benda-benda sederhana untuk bermain peran (misalnya, topi polisi, stetoskop mainan).

5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
• Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif) dengan pendekatan Deep
Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis Kasus, Presentasi, P
enugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan dirimu sedang
di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana kalia
n semua saling membantu?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa tugas dan tanggu
ng jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang akan terjadi kalau tidak ada yang
mau melakukan tugasnya?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa pun di sekolah selam
a satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa yang akan kalian lakukan di peran itu? Atau,
bagaimana cara membuat semua orang di
kelasmu merasa senang dan nyaman?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), terutama poin "Bermasyarakat" dan mengaitkannya dengan konsep peran,
tugas, dan tanggung jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik peran, tugas, tang
gung jawab, dan interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Eksplorasi Peran dan Tanggung Jawab (Diskusi Awal):


o Guru memulai dengan pertanyaan: "Siapa peranmu di rumah? Apa tugasmu
sebagai anak? Apa tanggung jawabmu sebagai siswa di sekolah ini?"
o Guru menunjukkan gambar berbagai profesi atau anggota keluarga (ayah, ibu,
kakak, adik, guru, dokter, polisi, pedagang).

o Peserta didik diminta mengidentifikasi peran masing-masing orang dalam


gambar dan mendiskusikan tugas serta tanggung jawab mereka. o Guru
memfasilitasi diskusi tentang pentingnya setiap peran dan saling
ketergantungan antarperan.

2. Mengenal Interaksi Sosial (Studi Kasus Sederhana):


o Guru menayangkan video pendek atau membacakan skenario singkat tentang i
nteraksi sosial di sekolah atau lingkungan sekitar (misalnya, seorang anak men
olong teman yang jatuh, sekelompok anak berebut mainan, tetangga saling me
nyapa).

o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).

o Setiap kelompok menganalisis skenario:

§ Apa yang terjadi?

§ Apakah itu interaksi positif atau negatif? Mengapa?

§ Apa dampaknya bagi orang yang terlibat dan lingkungan?

o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis dan empati.

3. Bermain Peran: Skenario Interaksi Sosial (Kolaborasi dan Komunikasi):


o Setiap kelompok diminta memilih satu skenario interaksi sosial (bisa dari yan
g disajikan guru atau ide sendiri) dan memerankannya di depan kelas. o Guru d
apat memberikan beberapa skenario yang melibatkan konflik kecil dan penyeles
aiannya secara positif. o Setelah bermain peran, kelompok lain memberikan ma
sukan atau pertanyaan tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah atau
mengapa mereka berinteraksi seperti itu. o Guru memberikan umpan balik, men
ekankan pentingnya komunikasi yang baik dan penyelesaian masalah secara da
mai.

4. Proyek Akhir Mini: "Kelas Hebatku" atau "Komunitas Impianku" (Kreativitas


dan Kewargaan): o Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster, mind map, atau
presentasi sederhana tentang:
§ Bagaimana mereka bisa menjadikan kelas mereka lebih "hebat" dengan
menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab masingmasing.

§ Atau, bagaimana cara menciptakan "komunitas impian" di sekitar


tempat tinggal mereka melalui interaksi sosial yang positif.

o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau bahan kolase sederhana.
o Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya, menjelaskan ideide mere
ka untuk meningkatkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial di li
ngkungan yang mereka pilih. Penutup (15 menit)

1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya


ng telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang peran, tu
gas, tanggung jawab, dan interaksi? Mengapa itu penting bagi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa setiap individu memiliki pe
ran penting dan bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sosial yang positif,
baik di sekolah maupun di rumah.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan satu tugas atau ta
nggung jawab yang akan mereka lakukan di rumah atau sekolah sebagai bukti pemaha
man materi.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpi


kir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan bermain peran.
2. Penilaian bermain peran: Rubrik penilaian untuk penampilan bermain peran (kejelas
an peran, penyelesaian konflik, interaksi).
3. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk poster/prese
ntasi (kelengkapan informasi, kreativitas, kejelasan pesan, relevansi).
4. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi peran, tugas, tanggung jawab, dan contoh interak
si sosial.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita pendek tentang seorang anak yang menjalankan tanggung jaw
abnya di rumah atau sekolah dan dampak positifnya. o Menggambar komik se
derhana tentang pentingnya interaksi sosial yang baik.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas, dan tanggung ja
wab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di keluarga, sekolah, maupun
masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa cara mereka berinteraksi dengan orang lain san
gat memengaruhi suasana dan keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini, mereka
diharapkan dapat menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menciptakan interak
si sosial yang positif, sehingga lingkungan mereka menjadi lebih nyaman, aman, dan menyen
angkan bagi semua.

L. Materi Bahan Ajar

Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab dalam Lingkungan

Setiap orang memiliki peran atau kedudukan dalam suatu kelompok atau masyarakat. Di rum
ah, kita berperan sebagai anak, mungkin juga sebagai kakak atau adik. Di sekolah, kita berper
an sebagai siswa. Setiap peran memiliki tugas atau hal-hal yang harus dikerjakan, dan tangg
ung jawab atau kewajiban untuk melaksanakan tugas tersebut dengan baik. Contohnya, tuga
s seorang anak adalah belajar, dan tanggung jawabnya adalah belajar dengan sungguh-sunggu
h. Tugas guru adalah mengajar, dan tanggung jawabnya adalah memastikan siswa memahami
pelajaran. Jika semua orang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawabnya dengan baik, l
ingkungan akan menjadi teratur dan harmonis. Mengenal Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara satu orang dengan orang lain, atau antar
a satu kelompok dengan kelompok lain. Ini terjadi setiap kali kita berbicara, bermain, bekerja
sama, atau bahkan hanya tersenyum kepada orang lain. Interaksi sosial bisa bersifat positif at
au negatif. Interaksi positif adalah saat kita saling membantu, bekerja sama, atau bersikap ra
mah, yang menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan. Contohnya adalah berbagi main
an dengan teman atau mengucapkan terima kasih. Interaksi negatif adalah saat kita bertengka
r, mengejek, atau tidak peduli, yang bisa merusak hubungan dan menciptakan suasana tidak n
yaman.
Dampak dan Cara Menciptakan Interaksi Positif

Interaksi sosial memiliki dampak besar bagi individu dan lingkungan. Interaksi positif dapat
membangun persahabatan, memecahkan masalah bersama, dan menciptakan rasa kebersamaa
n. Sebaliknya, interaksi negatif dapat menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, dan ketida
knyamanan. Untuk menciptakan interaksi sosial yang positif, kita perlu membiasakan diri ber
sikap santun, saling menghargai, mendengarkan orang lain, bekerja sama, dan menyelesaikan
masalah dengan cara baik-baik. Dengan begitu, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkun
gan sekitar, kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan bahagia.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan tanggung jawab sa
ya di rumah dan sekolah?

2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang sudah saya pelajari ha
ri ini dalam kehidupan sehari-hari?

3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas, tanggung jawab, atau i
nteraksi sosial?

Refleksi Pendidik

1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep peran, tug
as, tanggung jawab, dan interaksi sosial?

2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam membantu siswa memahami dan
mempraktikkan interaksi sosial?

3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi atau memahami per
annya? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) LKP


D: Aku dan Lingkunganku Nama: _______
________________
Kelas: _______________________

Tanggal: _______________________
A. Lengkapi Tabel Peran dan Tanggung Jawab Ini!

B. Positif atau Negatif?

Berilah tanda (✓) pada kolom yang tepat!

C. Ayo Berpikir Kreatif!


Tuliskan 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih meny
enangkan di kelasmu!

1. ______________________________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)

Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster "Kelas Hebatku" atau "Komunitas
Impianku"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Ku Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Sangat
Penilaian rang) kup) ik)
Kurang) Baik)
Semua ang
Anggota cu gota
kup Anggota sangat
Kerja Anggota ku
Anggota ti aktif, aktif berpar aktif,
Sama rang
dak bekerja namun belu tisi pasi dan saling
Kelompok aktif
sama, ada m saling menduku
(Kolabora dalam disk
yang pasif. semua membant ng, dan ber
si) usi.
berkontri b u. bagi tugas s
usi. ecara efekti
f.

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Ku Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Sangat
Penilaian rang) kup) ik)
Kurang) Baik)
Konsep san
gat akurat,
Konsep
lengkap, rel
Kualitas peran/int er Konsep kur Konsep cu Konsep aku
evan, dan
Konsep aksi yang d ang akurat kup akurat rat, lengka
menunjuk
(Penalara n isajikan sal atau kurang dan releva p, dan relev
kan
Kritis) ah atau tida lengkap. n. an.
pemaha ma
k sesuai.
n mendala
m.

Miniatur/p Miniatur/p Miniatur/p Miniatur/p Miniatur/p


Kreativita s
oster tidak oster kuran oster cukup oster jelas, oster
Miniatur/P
jelas, tidak g jelas atau jelas dan a informatif, sangat
oster
menarik. kurang men da usaha kr dan kreatif. jelas,
inovatif,
informatif,
dan menun
arik. eatif.
juk kan kre
ativita s tin
ggi.
Penjelasa n
sangat
jelas,
Penyamp Penjelasa n Penjelasa antusias,
Tidak Penjelasa n
aian cukup n jelas, bahasa
mampu kurang
Presentas jelas, percaya tubuh
menjelas jelas,
i kontak diri, baik,
kan, suara kadang
(Komunik mata kontak mat mampu
tidak jelas. ragu.
asi) kurang. a baik. menjawa
b pertanya
an dengan l
ugas.
Menunjuk
Keterkaita Tidak ada k Keterkait a Menunjuk
Keterkait a kan
n dengan Li eterkaita n n dengan li kan
n dengan li pemaha ma
ngkung an dengan ling ngkunga n pemaha ma
ngkunga n
Sosial kunga sosial n mendala
tentang
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Ku Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Sangat
Penilaian rang) kup) ik)
Kurang) Baik)
(Kewarga n sosial nya n sosial mi cukup jelas. peran m
an) ta. nim. positif tentang
dalam pentingny
lingkunga n a
sosial. kontribusi
positif bagi
lingkunga
n sosial.

O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti: o Meneliti dan mempresentasikan salah satu adat istiadat
atau kebiasaan baik dalam berinteraksi sosial di daerah mereka. o Membuat daftar
"aturan" sederhana untuk menciptakan kelas yang nyaman dan adil. o Menulis surat
kepada tokoh masyarakat (misalnya, ketua RT/RW) tentang ide mereka untuk
meningkatkan interaksi di lingkungan sekitar.

Remedial

• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
dasar peran, tugas, dan tanggung jawab. o Memberikan lembar kerja tambahan
dengan skenario interaksi yang lebih sederhana.

o Mendampingi dalam praktik bermain peran secara langsung dengan bimbingan l


ebih intensif.

P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang sesuai dengan pera
nnya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam masya
rakat.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-anak. (Contoh, sesuai
kan dengan sumber yang relevan dan terbaru).

Mengetahui Meral, 2026


Kepala Sekolah Guru Kelas 3

ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].


NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis

• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].


• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/2
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami kekayaan alam dan budaya sebagai a
nugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan.

☑ Kewargaan: Peserta didik memiliki rasa bangga terhadap daerah tempat tinggalnya, mengh
argai keanekaragaman budaya, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian.

Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara bentang alam dengan
profesi masyarakat, serta mengidentifikasi masalah dan solusi pelestarian keanekaragaman ha
yati dan budaya.

☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau media untuk mempromosikan
keunikan daerahnya atau upaya pelestarian.

☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan
informasi, menganalisis data, dan menyajikan temuan tentang daerahnya.

☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi, hasil penelitian sederhana,


dan ide-ide pelestarian dengan jelas dan percaya diri.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat? Hebat! Di
Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah mana ya? Apakah dekat sawah, gunung, a
tau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? Ba
gus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada banyak sekali rumah ibadah dari b
erbagai agama lho, yang menunjukkan keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di sekitar rumah, kita bisa melihat berbagai b
entang alam seperti sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik tentang tempat
tinggal kita, mulai dari peta hingga sejarah keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjelajahi peta kota/kabupaten kita
dan memahami profesi masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tentan
g keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di daerah kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk belajar dan menghargai sejara
h dan budaya tempat kita tinggal!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya mela
lui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masya
rakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masya
rakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur pada peta
konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan Jawa Timur (misal
nya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai profesi masyarakat
(misalnya, pantai dengan nelayan, dataran tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah
tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal (misalnya, tradisi,
lagu daerah, permainan tradisional, makanan khas) di Lumajang dan Jawa Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah masyarakat di lingk
ungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita orang tua atau tokoh masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati, ke
ragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat tinggalnya dalam bentuk peta
sederhana, cerita, atau gambar.

E. Sarana dan Prasarana


1. Peta Provinsi Jawa Timur dan Peta Kabupaten Lumajang (konvensional atau dapat
diakses secara digital).

2. Proyektor/layar untuk menampilkan peta digital atau video.

3. Gambar/foto ragam bentang alam, profesi masyarakat, keanekaragaman hayati, dan b


udaya lokal Lumajang/Jawa Timur.

4. Kertas gambar, alat mewarnai, spidol, kertas origami.

5. Alat tulis, lembar kerja, dan papan tulis/whiteboard.

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.

G. Model Pembelajaran
• Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pen
dekatan Deep Learning.
• Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara Sederhana (simulasi), Peta
Pikiran (Mind Map), Presentasi.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain datang ke Lumaja
ng, apa saja yang akan kalian tunjukkan kepadanya? Apa yang paling menarik dari te
mpat tinggal kita?"
• Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang letak daerah ki
ta di peta? Mengapa kita harus bangga dengan budaya dan sejarah tempat tinggal kit
a?"
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film dokumenter, cerita menar
ik apa yang akan kalian buat tentang keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan orang-oran
gnya?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), khususnya yang berkaitan dengan identitas diri dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik identitas daerah,
bentang alam, profesi, budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Menjelajahi Peta (Observasi dan Identifikasi):


o Guru menunjukkan peta Provinsi Jawa Timur dan kemudian memperbesar
tampilan ke Kabupaten Lumajang (bisa peta konvensional atau digital). o
Peserta didik diminta untuk menemukan dan menunjuk letak Kabupaten
Lumajang.

o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di peta ini? Ada
warna apa saja?" (Mengarah ke bentang alam). o Guru memfasilitasi diskusi
tentang apa itu peta dan bagaimana cara membacanya secara sederhana.

2. Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman Hayati (Diskusi Kelompok): o


Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang). o Setiap kelompok diberikan
kartu gambar bentang alam (gunung, pantai, danau, sungai, sawah) dan kartu gambar
berbagai profesi (nelayan, petani, penambang pasir, pedagang, peternak).

o Kelompok diminta untuk mencocokkan bentang alam dengan profesi yang


mungkin ada di sana, dan mendiskusikan mengapa profesi tersebut cocok
dengan bentang alamnya (misal: nelayan di pantai). o Guru juga
menampilkan gambar keanekaragaman hayati khas
Lumajang/Jawa Timur (misal: salak pondoh, pisang agung, harimau Jawa/
macan tutul Jawa). Peserta didik mengidentifikasi dan mendiskusikan penting
nya menjaga kelestarian. o Guru berkeliling membimbing diskusi dan member
ikan informasi tambahan.

3. Kearifan Lokal, Budaya, dan Sejarah Keluarga/Masyarakat (Menganalisis Infor


masi): o Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang tradisi lokal, pakaian a
dat, makanan khas, atau permainan tradisional dari Lumajang/Jawa Timur.

o Peserta didik diminta menyebutkan contoh-contoh kebudayaan dan kearifan


lokal yang mereka ketahui atau pernah alami. o Guru memperkenalkan kons
ep sejarah keluarga atau masyarakat dengan menceritakan contoh sederhana
tentang sejarah berdirinya sekolah atau nama jalan di sekitar sekolah.
o Setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan: "Apa tradisi unik di kelu
argamu atau di lingkungan sekitar sekolah? Mengapa kita perlu melestarikan
nya?"

o Tugas rumah untuk pertemuan berikutnya: Peserta didik diminta bertany


a kepada orang tua atau kakek/nenek tentang sejarah singkat keluarga merek
a (misalnya, asal usul nama, cerita masa lalu).
4. Proyek Mini: "Peta Kebanggaanku" (Kreativitas dan Penyajian):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat "Peta Kebanggaanku" tentang Lu
majang dan Jawa Timur. Peta ini bukan hanya geografis, tetapi juga berisi
informasi tentang:

§ Letak Lumajang di Jawa Timur.

§ Gambaran bentang alam yang ada.

§ Beberapa profesi khas.

§ Gambar keanekaragaman hayati atau budaya/kearifan lokal yang palin


g mereka banggakan.
§ Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, pensil warna, gunting, l
em, dan bahan kolase sederhana (misal: gambargambar kecil dari majal
ah bekas).

§ Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.

o Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Kebanggaanku" mereka di depan


kelas, menjelaskan isi peta dan mengapa mereka bangga dengan daerahnya.
Penutup (15 menit)

1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya


ng telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari tentang tempat tinggal
kita? Apa yang membuat daerah kita ini unik dan istimewa?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan tentang pentingnya memahami ide
ntitas daerah, melestarikan alam dan budaya, serta menghargai sejarah sebagai bagian
dari diri kita.
3. Tindak Lanjut: Mengingatkan kembali tugas wawancara sederhana tentang sejarah
keluarga.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpi


kir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan pembuatan "Peta Kebanggaanku"

2. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk "Peta Keban
ggaanku" (kelengkapan informasi, kejelasan konsep, kreativitas, kerapian).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi pe
rtanyaan tentang letak daerah, bentang alam, profesi, keanekaragaman hayati, budaya,
dan sejarah lokal.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita singkat tentang "Sejarah Keluargaku" berdasarkan wawanc
ara. o Membuat poster kampanye sederhana tentang upaya pelestarian buda
ya atau lingkungan di Lumajang.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten Lumajang di Pr
ovinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka yang kaya akan bentang al
am, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah yang unik. Mereka akan menyadari ba
hwa setiap elemen ini saling terkait dan membentuk karakteristik masyarakat. Dengan mema
hami serta menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, ci
nta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam dan budaya bagi generasi
mendatang.

L. Materi Bahan Ajar

Mengenal Tempat Tinggal Kita: Lumajang di Jawa Timur

Kabupaten Lumajang adalah salah satu bagian dari Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Untuk m
engetahui letaknya dengan jelas, kita bisa melihat peta. Peta adalah gambar sebagian atau sel
uruh permukaan bumi yang digambar pada bidang datar. Di peta, kita bisa melihat batas-
batas wilayah, nama kota, gunung, sungai, dan laut. Dengan peta, kita tahu bahwa Lumajang
berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur, memiliki garis pantai di selatan, dan
dikelilingi oleh pegunungan di beberapa sisinya, termasuk Gunung Semeru.

Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman

Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam, seperti gunung,
dataran rendah, pantai, atau sungai. Keberadaan bentang alam ini sangat memengaruhi jenis
profesi atau pekerjaan masyarakat di sekitarnya. Misalnya, masyarakat di daerah pantai
umumnya bekerja sebagai nelayan, pengelola pariwisata pantai, atau petani rumput laut. Di
dataran tinggi atau pegunungan, banyak yang berprofesi sebagai petani sayur atau kopi.
Sementara itu, di Lumajang juga terdapat keanekaragaman hayati berupa tumbuhan dan
hewan endemik, seperti berbagai jenis pisang atau hewan liar yang hidup di lereng gunung.
Melestarikan bentang alam dan keanekaragaman hayati adalah tugas kita bersama.
Kekayaan Budaya, Kearifan Lokal, dan Sejarah

Selain alam, Lumajang dan Jawa Timur juga kaya akan keragaman budaya. Budaya adalah
segala hal yang dihasilkan manusia, seperti bahasa, kesenian (tari, musik), tradisi, makanan k
has, dan pakaian adat. Contohnya, ada tari topeng, ludruk, atau makanan seperti pisang agung
dan tape. Ada pula kearifan lokal, yaitu kebiasaan baik atau pengetahuan yang diwariskan tu
run-temurun untuk menjaga lingkungan dan harmoni masyarakat. Setiap keluarga juga
memiliki sejarahnya sendiri, yang membentuk siapa diri kita saat ini. Mengenal dan
melestarikan semua kekayaan ini adalah cara kita menghargai warisan nenek moyang dan
membangun masa depan yang lebih baik.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten Lumajang atau provin
si Jawa Timur setelah belajar hari ini?

2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau keanekaragaman hayati di lin
gkungan saya?

3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang daerah tempat tinggal saya?

Refleksi Pendidik

1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang tinggi dalam
mengenal daerahnya sendiri?

2. Bagaimana efektivitas penggunaan peta (konvensional/digital) dalam membantu


peserta didik memahami letak geografis?

3. Apakah kegiatan proyek "Peta Kebanggaanku" berhasil menumbuhkan kreativitas dan


rasa bangga akan identitas lokal?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Jelajah Lumajangku!
Nama: _______________________
Kelas: _______________________ Tanggal: ___
____________________
A. Kenali Daerahmu!
1. Nama Kabupaten tempat tinggalku:
_______________________________________

2. Nama Provinsi tempat tinggalku:


_______________________________________

3. Coba gambarkan sebuah ikon atau ciri khas dari Lumajang yang kamu ketahui!

[Kotak untuk menggambar]

B. Pasangkan Bentang Alam dan Profesi yang Sesuai!


Tarik garis dari bentang alam ke profesi yang paling cocok!

Bentang Alam Profesi

Pantai Petani Sayur

Gunung Nelayan

Sawah Pedagang

Pasar Petani Padi


C. Ayo Berpikir Kritis!

Mengapa kita harus melestarikan keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah ki
ta? Tuliskan satu alasanmu!

___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)

Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster "Peta Kebanggaanku"


Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kur Skala 3 (Cuk Skala 4 (B
(Sangat (Sangat
Penilaian ang) up) aik)
Kurang) Baik)
Anggota Semua an
Kerja Anggota
aktif berpa ggota
Sama Anggota ti cukup aktif,
Anggota kur rtis ipasi d sangat
Kelompo dak bekerja namun belum
ang aktif dal an aktif,
k sama, ada semua
am diskusi. saling saling
(Kolabor yang pasif. berkontribu
memban t menduk
asi) si.
u. ung, dan b
erbagi tug
as secara e
fektif.
Informas
i sangat a
Kualitas Informasi Informas kurat, len
Informas pada Informasi kur i akurat, le gkap, rele
Informasi cu
i peta/post er ang akurat at ngkap, dan van, dan
kup akurat da
(Penalar salah atau au kurang len relevan de menunju
n relevan.
an tidak gkap. ngan topi kkan pem
Kritis) relevan. k. aha man
mendala
m.
Peta/pos
Peta/pos ter
ter sangat
Peta/post er menarik, menarik,
Peta/poste r Peta/poste r
Kreativit tidak informati inovatif,
kurang cukup
as menarik, f, dan informati
menarik, menarik,
Peta/Pos tidak ada kreatif dal f, dan
desain ada gambar
ter gambar/w am memiliki
sederhana. sederhana.
arna. penyam daya
paian pesa tarik
n. visual yan
g kuat.
Penyam Tidak Penjelasan k Penjelasan cu Penjelas a Penjelas a
paian mampu urang kup n jelas, n
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kur Skala 3 (Cuk Skala 4 (B
(Sangat (Sangat
Penilaian ang) up) aik)
Kurang) Baik)
Presenta menjelas ka jelas, jelas, percaya sangat
si n, pesan kurang pesan tersam diri, jelas,
(Komuni pesan tidak kuat. paik an sebag pesan ters antusias ,
kasi) tersampai k ian. amp aikan pesan
an. dengan bai sangat
k. persuasi
f,
mampu m
engaja k o
rang lain.
Menunju
kkan rasa
Tidak Menunju bangga
Rasa
menunjuk kkan rasa yang
Bangga
kan rasa Rasa Rasa bangga mendala
&
bangga atau bangga/apr bangga/apr dan m dan
Apresias i
apresiasi esiasi kurang esiasi cukup apresiasi apresias
Lokal
terhadap terlihat. terlihat. terhadap i tinggi
(Kewarg
daerahny daerahn terhadap
aan)
a. ya. keunika
n daerahn
ya.

O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti:

o Meneliti dan mempresentasikan salah satu pahlawan daerah atau tokoh penting
dari Lumajang/Jawa Timur. o Membuat vlog sederhana (dengan bantuan orang
tua) tentang tempat wisata atau kuliner khas di Lumajang. o Merancang program
sederhana untuk melestarikan salah satu tradisi budaya lokal di sekolah.
Remedial

• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar letak
daerah, bentang alam, atau budaya.

o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederhana da


n fokus pada identifikasi dasar.

o Menggunakan media visual yang lebih konkret atau cerita sederhana untuk
membantu pemahaman.

P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti gunung, pantai, atau sun
gai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan turuntemurun dalam
suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) di s
uatu wilayah.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten Lumajang. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan ter
baru).
Mengetahui Meral, 2026
Kepala Sekolah Guru Kelas 3
ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].
NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012

MODUL AJAR DEEP LEARNING IPAS

A. Identitas Penulis

• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].


• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MARGOMULYO
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/2
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan

☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta
menganalisis fungsi nilai mata uang dalam kehidupan sehari-hari.

☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat daftar prioritas kebutuhan dan
keinginan yang bijak.

☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan studi
kasus tentang pengelolaan keuangan sederhana.

☑ Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil keputusan sederhana tentang pengeluaran


berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami pentingnya nilai mata uang sebagai alat tukar dalam
masyarakat dan berperilaku bijak dalam transaksi.

☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya tentang kebutu
han, keinginan, dan fungsi uang dengan jelas.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat:

"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?

1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Hebat! Setelah itu, kalian butuh sarapan apa ya hari ini?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? Ba
gus sekali! Saat kita beribadah, kita menginginkan ketenangan hati, betul?
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Olahraga itu kebutuhan penting agar tubuh sehat, bukan?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar adalah kebutuhan untuk masa depan kita. Nah, jika
kalian ingin beli buku cerita, pakai apa ya untuk membayarnya? Betul, pakai uang!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar. Makanan sehat adalah kebutuhan
pokok kita. Kalau jajan permen, itu kebutuhan atau keinginan ya?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Dal
am masyarakat, kita sering bertukar barang atau jasa. Menurut kalian, apa fungsi uan
g saat kita membeli sesuatu dari pedagang di kantin?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu kebutuhan agar badan segar. Jika kalian menginginkan mainan baru, apa
kah kalian harus menunda tidur cepat untuk bermain game? Tentu tidak!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran

Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan (hal-hal pokok yang harus dipenuhi)


dan keinginan (hal-hal yang bersifat tambahan dan tidak wajib).
2. Memberikan contoh kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari (misalny
a, makanan sebagai kebutuhan, mainan sebagai keinginan).
3. Mengelompokkan daftar benda atau aktivitas sebagai kebutuhan atau keinginan.
4. Menjelaskan fungsi mata uang sebagai alat tukar yang sah.
5. Mengidentifikasi nilai mata uang Rupiah (pecahan uang kertas dan logam) dengan
benar.
6. Menghitung jumlah uang dalam pecahan yang berbeda.
7. Menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam mengambil keputusan sederhan
a terkait penggunaan uang.
8. Menyajikan ide tentang bagaimana mengelola uang saku secara bijak berdasarkan pri
oritas kebutuhan dan keinginan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Flashcard uang Rupiah (logam dan kertas) dengan berbagai nominal.
2. Kartu bergambar berbagai benda/aktivitas (makanan, minuman, seragam sekolah,
buku pelajaran, mainan, es krim, liburan, sepeda).

3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol, alat tulis, lembar kerja.

4. Kotak atau wadah untuk permainan simulasi transaksi.

5. Video animasi tentang uang atau perbedaan kebutuhan/keinginan (jika tersedia).

F. Target Peserta Didik


Peserta didik reguler/tipikal.
G. Model Pembelajaran
• Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pen
dekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Simulasi, Studi Kasus, Presentasi, Penugasan.

H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan kalian punya ua
ng Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian beli? Mengapa itu yang kalian pilih?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya antara butuh
dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli semua yang kita inginkan tanp
a berpikir?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri, gambar apa yang akan
kalian letakkan di atasnya? Dan untuk apa kalian akan menggunakan uang itu?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (15 menit)

1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), terutama yang berkaitan dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan "Gemar B
elajar", lalu mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara memenuhinya (de
ngan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik kebutuhan, keing
inan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)

1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan (Diskusi Kelompok):


o Guru memulai dengan pertanyaan: "Apa yang paling kalian butuhkan saat in
i? Apa yang paling kalian inginkan?"
o Guru menjelaskan definisi kebutuhan (sesuatu yang harus ada agar bisa hidu
p dan sehat, seperti makanan, air, pakaian, tempat tinggal, pendidikan) dan ke
inginan (sesuatu yang membuat hidup lebih nyaman atau menyenangkan, tap
i tidak wajib, seperti mainan, es krim, liburan mewah). o Peserta didik dibagi
menjadi kelompok kecil (4-5 orang). o Setiap kelompok diberikan set kartu b
ergambar berbagai benda/aktivitas (makanan, minuman, seragam sekolah, bu
ku pelajaran, mainan, es krim, liburan, sepeda, smartphone).

o Kelompok diminta untuk memilah kartu-kartu tersebut ke dalam dua kategori:


Kebutuhan dan Keinginan. o Guru memfasilitasi diskusi kelompok tentang
alasan di balik pengelompokan mereka.

2. Mengenal Nilai dan Fungsi Mata Uang (Presentasi Guru & Diskusi):
o Guru menampilkan gambar uang Rupiah (logam dan kertas) dari berbagai
nominal.
o Guru menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar yang sah, alat pembayaran,
dan alat menabung.
o Guru menjelaskan nilai nominal setiap pecahan uang dan bagaimana
mengenalinya (angka dan gambar). o Peserta didik diajak untuk
mengidentifikasi nilai uang yang ditunjukkan guru. "Ini uang berapa rupiah?
Gambar apa yang ada di sini?"

o Guru bertanya: "Mengapa kita membutuhkan uang untuk membeli sesuatu?


Apa jadinya kalau tidak ada uang?"

3. Simulasi Transaksi Sederhana: Belanja Bijak (Aplikasi Konsep):


o Guru menyiapkan "toko mini" di depan kelas dengan beberapa "barang" yang
harganya sudah ditentukan (misalnya, pensil Rp2.000, buku Rp5.000, permen
Rp1.000, mainan kecil Rp7.000). o Setiap kelompok diberikan "uang saku"
sejumlah tertentu (misalnya, Rp10.000 dalam berbagai pecahan). o Guru
memberikan tantangan: "Dengan uang Rp10.000, kalian harus membeli
kebutuhan belajar dulu, lalu jika ada sisa, boleh beli keinginan."
o Satu per satu perwakilan kelompok maju untuk "berbelanja".

o Setelah berbelanja, setiap kelompok melaporkan apa yang mereka beli, berap
a sisa uangnya, dan mengapa mereka memilih barang tersebut (mengaitkan de
ngan kebutuhan/keinginan). o Guru memandu diskusi: "Apakah kalian memb
eli kebutuhan dulu? Mengapa penting untuk memprioritaskan kebutuhan?"
4. Studi Kasus & Perencanaan Keuangan Sederhana (Penalaran Kritis & Kemandir
ian): o Guru memberikan studi kasus singkat kepada setiap kelompok, misalnya: "Ani
mendapat uang saku Rp5.000 per hari. Dia butuh makan siang di sekolah, tapi dia jug
a ingin membeli stiker lucu.
Bagaimana Ani harus mengelola uangnya?"
o Kelompok berdiskusi untuk mencari solusi yang bijak, memprioritaskan
kebutuhan, dan menjelaskan rencana pengelolaan uang Ani. o Guru berkeliling
membimbing, memastikan mereka berpikir kritis tentang keputusan keuangan.

o Setiap kelompok mempresentasikan solusi studi kasus mereka.

Penutup (15 menit)

1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali materi ya


ng telah dipelajari hari ini. "Apa perbedaan penting antara butuh dan ingin? Mengapa
kita harus bijak menggunakan uang?"
2. Penguatan Konsep: Guru menekankan bahwa uang adalah alat penting dalam hidup,
dan memahami perbedaan kebutuhan/keinginan akan membantu mereka menjadi anak
yang mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk membuat daftar 3 kebutuhan
dan 3 keinginan mereka di rumah, lalu menentukan mana yang lebih penting.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik atas
partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif

1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan kemampuan berpi


kir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan simulasi transaksi.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/simulasi: Rubrik penilaian untuk kemampuan me
mbedakan kebutuhan/keinginan dan membuat keputusan finansial sederhana.
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif

1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang definisi kebutuhan/keinginan, fungsi uang, identifikasi nomi
nal uang, dan skenario pengambilan keputusan sederhana.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster "Aku Anak Pintar Mengelola Uang" yang berisi tips sederhana
membedakan kebutuhan dan keinginan. o Menulis cerita singkat tentang bagaima
na mereka menggunakan uang saku untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam kehidupan, namun
penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari bahwa tidak semua yang diinginkan
bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa memprioritaskan kebutuhan adalah langkah awal untuk
menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. Pemahaman ini akan
membantu mereka mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola uang saku sejak d
ini, sehingga dapat merencanakan keuangan untuk masa depan yang lebih baik.

L. Materi Bahan Ajar

Kebutuhan dan Keinginan: Apa Bedanya?

Dalam hidup, ada banyak hal yang kita inginkan dan butuhkan. Namun, kebutuhan dan kein
ginan itu berbeda lho! Kebutuhan adalah segala sesuatu yang wajib kita miliki atau penuhi a
gar bisa bertahan hidup dengan layak. Contoh kebutuhan adalah makanan, minuman, pakaian,
rumah, dan pendidikan. Tanpa hal-hal ini, kita akan kesulitan atau bahkan tidak bisa hidup se
hat dan nyaman. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang tidak wajib dipenuhi, tapi jika
ada, akan membuat hidup kita lebih menyenangkan atau nyaman. Contoh keinginan adalah m
ainan baru, es krim setiap hari, atau liburan ke tempat yang jauh. Keinginan bisa ditunda atau
tidak dipenuhi, sedangkan kebutuhan harus selalu diutamakan. Mengenal Uang: Nilai dan F
ungsinya

Untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginan, kita biasanya menggunakan uang. Di


Indonesia, mata uang kita adalah Rupiah (Rp). Uang ada dalam dua bentuk, yaitu uang
logam (receh) dan uang kertas (lembaran). Setiap uang memiliki nilai nominal yang berbed
a, misalnya Rp500, Rp1.000, Rp5.000, Rp10.000, dan seterusnya. Fungsi utama uang adalah
sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah. Artinya, kita menggunakan uang untuk
membeli barang atau jasa dari orang lain. Selain itu, uang juga berfungsi sebagai alat menab
ung agar kita bisa membeli sesuatu yang lebih besar di masa depan. Mengelola Uang Secara
Bijak

Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangat penting dalam mengelola uang.
Kita harus selalu mendahulukan pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu. Misalnya, jika kita
punya uang saku, pastikan kita membeli makanan dan minuman yang cukup untuk tenaga bel
ajar. Setelah kebutuhan terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Jika uang kita ter
batas, kita perlu memilih mana keinginan yang paling penting atau yang bisa ditunda. Denga
n belajar mengelola uang secara bijak sejak kecil, kita akan menjadi anak yang mandiri, tidak
boros, dan bisa merencanakan masa depan dengan lebih baik.

M. Refleksi

Refleksi Peserta Didik

1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara menggunakan uang sak
u?

2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan saya mulai sekarang?

3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri setelah belajar materi
ini?

Refleksi Pendidik

1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep kebutuhan


dan keinginan serta fungsi uang?

2. Bagaimana efektivitas simulasi transaksi dalam membantu siswa mengaplikasikan


pemahaman mereka?

3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan antara kebutuhan dan ke
inginan? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) LKP


D: Dompet Pintarku!
Nama: _______________________
Kelas: _______________________ Tanggal:
_______________________ A. Kebutuhan a
tau Keinginan?

Berilah tanda (✓) pada kolom yang tepat!

B. Hitung dan Tulis Nilai Uangnya!

Tuliskan berapa total uang di setiap kotak!

1. Uang: Rp5.000 + Rp2.000 + Rp1.000

Total: Rp_____________________

2. Uang: Rp10.000 + Rp5.000 + Rp500

Total: Rp_____________________
3. Uang: Rp20.000 + Rp10.000 + Rp2.000

Total: Rp_____________________ C. Ay
o Berpikir Cerdas!
Bayangkan kamu punya uang Rp15.000. Kamu butuh membeli alat tulis seharga Rp7.000 dan
kamu ingin membeli es krim seharga Rp3.000. Apakah uangmu cukup untuk membeli kedua
nya? Berapa sisa uangmu?

___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______

Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)
O. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan

• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti:

o Mencari tahu tentang sejarah mata uang di Indonesia atau di dunia.

o Membuat daftar belanja "ideal" untuk satu minggu dengan alokasi uang tertent
u, membedakan kebutuhan dan keinginan.

o Menghitung kembalian uang dari transaksi jual beli sederhana.

Remedial

• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:

o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar


perbedaan kebutuhan dan keinginan.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan gambar-gambar yang lebih konkr
et untuk diidentifikasi sebagai kebutuhan atau keinginan.

o Mengulang simulasi transaksi dengan jumlah uang dan barang yang lebih sede
rhana.

P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup dan hidup laya
k.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih nyaman atau menyenangka
n, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa (misalnya Rupiah).

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak. Diakses dari: ww
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).

Mengetahui Meral, 2026


Kepala Sekolah Guru Kelas 3

ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].


NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012

Anda mungkin juga menyukai