Modul Ajar Deep Learning IPAS
Modul Ajar Deep Learning IPAS
A. Identitas Penulis
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan
tugas dan memecahkan masalah terkait pancaindra.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan
jelas dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"
Capaian Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang kalian dengar di s
ekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat duduk di kursi ini? Bagaimana perasaan kali
an saat ini?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa melihat warna
pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma masakan enak? Seberapa penting
pancaindra bagi kehidupan kita sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru? Kirakira, bagian
tubuh mana yang paling berperan saat kita mencicipi rasa manis, asam, asin, dan pahi
t?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C) dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, termasuk
pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar, spidol warna, atau alat m
ewarnai.
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang nama, fungsi, dan contoh penggunaan pancaindra dalam kehi
dupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster informatif tentang salah satu pancaindra secara mandiri.
o Membuat cerita pendek yang melibatkan penggunaan pancaindra.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan yang sangat pen
ting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami berbagai informasi. Deng
an memahami fungsi dan cara kerja pancaindra, mereka akan lebih menghargai dan bertangg
ung jawab untuk menjaga kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan membantu mereka
melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka belajar, bermain, dan
menjalani kehidupan sehari-hari.
Pancaindra adalah lima alat tubuh yang berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar. Keli
ma indra ini adalah mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lid
ah untuk mengecap rasa, dan kulit untuk merasakan sentuhan. Setiap indra memiliki peranny
a masing-masing yang sangat penting dalam membantu kita mengenali dan berinteraksi deng
an lingkungan sekitar. Misalnya, mata membantu kita melihat warna-warni indah dan bentuk
benda, telinga memungkinkan kita mendengar suara burung berkicau atau musik kesukaan.
Mata bekerja dengan menangkap cahaya yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dikirim
ke otak untuk diinterpretasikan sebagai gambar. Telinga menangkap getaran suara dan
mengubahnya menjadi informasi yang dapat kita dengar. Hidung memiliki reseptor yang
mendeteksi molekul bau di udara, sementara lidah memiliki kuncup pengecap yang
mengenali rasa manis, asam, asin, pahit, dan umami dari makanan. Kulit, sebagai indra
peraba terbesar, memiliki reseptor yang peka terhadap sentuhan, tekanan, suhu, dan rasa
sakit, sehingga kita bisa merasakan tekstur lembut atau panasnya api.
Menjaga kesehatan pancaindra sangatlah penting agar kita bisa terus merasakan dan
menikmati dunia dengan baik. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan indra antara lain
melindungi mata dari cahaya terang, membersihkan telinga dengan hatihati, menghindari bau
yang menyengat, menjaga kebersihan mulut dan lidah, serta merawat kulit dari paparan sinar
matahari berlebihan dan luka. Dengan merawat pancaindra kita, kita dapat terus belajar, berm
ain, dan menjalani kehidupan seharihari dengan optimal.
M. Refleksi
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan pancaindra saya setelah
pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa yang perlu ditingkatkan untuk
pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep
pancaindra? Bagaimana saya bisa membantu mereka lebih baik?
Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti: o Meneliti dan mempresentasikan salah satu penyakit yan
g berhubungan dengan pancaindra dan cara pencegahannya. o Membuat puisi atau cer
ita pendek tentang pentingnya salah satu pancaindra.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep yang belum diku
asai.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik memaha
mi konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) yang berfungsi untu
k merasakan rangsangan dari luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka terhadap rangsangan
tertentu.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). All About Your Five Senses. Diakses dari: [Link].
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terb
aru).
Mengetahui Meral, 2025
Kepala Sekolah Guru Kelas 3
A. Identitas Penulis
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis siklus hidup berbagai makhluk hidup
dan mengidentifikasi penyebab masalah pelestarian.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau kampanye sederhana untuk pelestari
an sumber daya alam dan makhluk hidup.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi mas
alah lingkungan dan mencari solusinya.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu mencari
informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami perannya sebagai warga negara dalam menjaga
lingkungan dan sumber daya alam.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas
dan percaya diri mengenai upaya pelestarian.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik dengan menjaga keb
ersihan lingkungan sekolah?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah yan
g berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
Tujuan Pembelajaran
3. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/lainnya) untuk simulasi.
G. Model Pembelajaran
• Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Observasi, Eksperimen Sederhana, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di sekitarmu. Pernahkah
kalian berpikir, dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar
seperti sekarang? Apa yang mereka butuhkan untuk hidup?"
• Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan hewan di dalamnya,
apa yang akan terjadi pada masa depan? Mengapa penting bagi kita untuk peduli pada
nasib makhluk hidup lain dan sumber daya alam?"
• Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan lingkungan. Ide keren
apa yang akan kalian lakukan untuk membuat Bumi kita ini tetap indah dan dihuni ba
nyak makhluk hidup?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), khususnya poin "Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan dengan kepedulian li
ngkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik siklus hidup dan
pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Peserta didik lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan. o Guru memb
erikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata dalam pelestarian lingkun
gan dan kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim (misalnya, "Kalau kita he
mat air, itu juga membantu bumi kita tidak terlalu panas").
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi pe
rtanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian, dan ide upaya pe
lestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu makhluk hidup yang
mereka amati di rumah. o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tua jik
a diperlukan) tentang upaya pelestarian sederhana yang mereka lakukan di ruma
h.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus hidupnya ma
sing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada bagaimana manusia mem
perlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang mereka l
akukan untuk menjaga sumber daya alam, seperti menghemat air atau memilah sampah, mem
iliki dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat membantu mitigasi
perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.
Setiap makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, memiliki sebuah perjalanan hidup yan
g berulang, disebut siklus hidup. Dimulai dari lahir, tumbuh menjadi dewasa, berkembang bia
k, dan akhirnya mati. Contohnya, kupu-kupu dimulai dari telur, lalu menjadi ulat, kepompong,
hingga menjadi kupu-kupu dewasa yang indah. Ayam juga memiliki siklus dari telur, meneta
s menjadi anak ayam, lalu tumbuh menjadi ayam dewasa. Demikian juga tanaman, dari biji, t
umbuh tunas, menjadi tanaman muda, berbunga, berbuah, dan menghasilkan biji lagi.
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan manusia
untuk kebutuhan hidupnya, seperti air, udara, tanah, tumbuhan, dan hewan. Sayangnya, bany
ak aktivitas manusia yang menyebabkan sumber daya alam ini rusak, seperti membuang sam
pah sembarangan yang mencemari air dan tanah, atau menebang pohon secara berlebihan. Jik
a sumber daya alam rusak, makhluk hidup lain juga akan terancam, bahkan bisa punah. Oleh
karena itu, menjaga dan melestarikan sumber daya alam sangatlah penting.
Pelestarian berarti menjaga agar sesuatu tetap ada dan lestari. Untuk makhluk hidup dan
sumber daya alam, ini berarti kita harus melindungi mereka. Contoh upaya pelestarian
sederhana yang bisa kita lakukan adalah menghemat air, memilah sampah, menanam pohon,
atau tidak berburu hewan langka. Upaya-upaya ini tidak hanya menjaga kelestarian makhluk
hidup, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, yaitu mengurangi dampak
negatif dari perubahan iklim global. Dengan menjaga lingkungan, kita memastikan bahwa
bumi tetap sehat dan nyaman untuk dihuni generasi mendatang.
M. Refleksi
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu menjaga lingkungan di se
kitar saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang siklus hidup dan p
entingnya pelestarian?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau modifikasi di pertemuan
berikutnya agar lebih bermakna?
Jika ada banyak orang yang membuang sampah plastik ke sungai, apa yang akan terjadi pada
ikan-ikan di sungai itu?
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Poster Kampanye)
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti: o Meneliti siklus hidup makhluk hidup lain (misalnya, ka
tak, nyamuk) dan membandingkannya.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melaku
kan: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep siklus h
idup dan pentingnya pelestarian.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederhana da
n fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau model konkret untuk membantu pemahaman
(misalnya, kartu urutan gambar siklus hidup).
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sepanjang hidupnya,
dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup, sumber daya alam) tetap a
da dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu masalah, dalam ko
nteks ini adalah mengurangi dampak perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. World Wildlife Fund (WWF). (2023). Edukasi Lingkungan untuk Anak. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
Mengetahui Meral, 2025
Kepala Sekolah Guru Kelas 3
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : ROSMAWAR,[Link].
• Satuan Pendidikan : SD NEGERI 2 MERAL
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : IPAS
• Fase :B
• Kelas/Semester : 3/1
• Alokasi Waktu : 8 JP (Jam Pelajaran)
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai proses perubahan wujud zat
dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau menciptakan model sederhana untuk menu
njukkan perubahan wujud zat atau perubahan bentuk energi.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percobaa
n dan mendiskusikan hasil pengamatan.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu mencari
informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya energi untuk aktivitas fisik dan kesehatan
tubuh.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan jel
as dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Olahraga itu butuh energi, dari mana ya energi kita berasal?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar juga butuh energi lho!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar dan beraktivitas!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tentang
perubahan wujud zat dan energi?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho untuk mengembalikan energi tubuh kita!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber d
an bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) dengan pendekatan
Deep Learning.
• Metode: Eksperimen, Diskusi Kelompok, Observasi, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang terjadi jika kalian
menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang membuat es itu berubah? Pernahkah
kalian bertanya-tanya, apa yang membuat lampu bisa menyala atau kenapa kompor
bisa panas?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu tentang bagaimana
benda-benda bisa berubah bentuk atau bagaimana energi bekerja? Apa manfaatnya dal
am kehidupan kita sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk mengubah wujud benda,
benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi apa? Atau jika kalian bisa
menciptakan energi, energi apa yang ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), terutama yang berkaitan dengan energi (olahraga, makan, tidur) dan kemu
dian menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik perubahan wujud
zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
3. Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita (Analisis dan Diskusi Kelompok): o Set
iap kelompok diberikan beberapa kartu bergambar benda atau kejadian sehari-hari yan
g melibatkan perubahan energi (misalnya, senter menyala, setrika panas, kipas angin b
erputar, orang makan dan berlari).
o Guru menyediakan kertas, pensil warna, spidol, atau alat sederhana lainnya.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini. o Setiap kelomp
ok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan proses perubahan yang terjadi
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi wujud zat, proses perubahannya, sumber dan ben
tuk energi, serta contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang proses perubahan wujud air atau berbagai bentuk en
ergi. o Menceritakan ulang salah satu percobaan yang dilakukan di kelas dan menj
elaskan apa yang terjadi.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk benda-ben
da di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-menerus mengalami perubahan
wujud dan energi. Mereka akan menyadari bahwa energi adalah kunci dari semua aktivitas
dan perubahan yang terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih kritis dan mengharg
ai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.
Benda-benda di sekitar kita dapat memiliki tiga wujud, yaitu padat, cair, dan gas. Benda
padat memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti batu atau meja. Benda cair memiliki
bentuk yang berubah mengikuti wadahnya, seperti air atau minyak. Sedangkan benda gas
tidak memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti udara yang kita hirup atau uap air. Zat
dapat berpindah wujud dari satu bentuk ke bentuk lain melalui proses seperti mencair (padat
ke cair, contoh: es menjadi air), membeku (cair ke padat, contoh: air menjadi es), menguap
(cair ke gas, contoh: air mendidih menjadi uap), dan mengembun (gas ke cair, contoh: uap
air menjadi tetesan air di pagi hari).
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada banyak sumber energi di
Bumi ini, seperti matahari yang memberikan energi cahaya dan panas, angin yang mengger
akkan kincir angin, air yang mengalir untuk pembangkit listrik, listrik yang mengalir di rum
ah kita, dan makanan yang memberikan energi untuk tubuh kita bergerak dan berpikir. Energ
i juga memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas (dari api atau matahari), energi cahay
a (dari lampu atau matahari), energi bunyi (dari suara musik), energi gerak (dari mobil yang
berjalan), dan energi listrik (dari stopkontak).
Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun dapat berubah bentuk dari satu ben
tuk ke bentuk lain. Ini terjadi terus-menerus di sekitar kita. Contohnya, saat kita menyalakan l
ampu, energi listrik berubah menjadi energi cahaya dan sedikit energi panas. Saat kita men
ggunakan setrika, energi listrik berubah menjadi energi panas untuk merapikan baju. Bahka
n saat kita makan dan kemudian berlari, energi kimia dari makanan berubah menjadi energi
gerak untuk tubuh kita. Memahami perubahan energi ini membantu kita lebih menghargai pe
nggunaan energi di kehidupan kita.
M. Refleksi
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan wujud zat atau perubah
an energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi untuk lebih bijak dala
m menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep energi dengan kegiatan seh
ari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua peserta didik unt
uk berpartisipasi dan menunjukkan pemahaman mereka?
Nama: _______________________
Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________ A. Tul
iskan Wujud Zat yang Tepat!
(Padat, Cair, Gas)
1. Es batu: ___________
4. Meja: ___________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Model/Diagram)
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari: [Link]
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
A. Identitas Penulis
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala kemagnetan dan berbagai jenis
gaya serta pengaruhnya terhadap benda.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat model sederhana yang
menunjukkan gaya atau kemagnetan.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan gaya dan kemagnetan.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu mencari
informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami aplikasi gaya dan kemagnetan dalam teknologi
sehari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan jel
as dan percaya diri.
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? He
bat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berlari atau melompat, ada gaya apa ya yang bekerja pada t
ubuh kita?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar tentang gaya dan magnet lho, pasti se
ru!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya tenaga untuk beraktivitas dan melakukan percobaan ser
u hari ini!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi dan mel
akukan percobaan tentang gaya dan magnet?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk beraktivitas, termasuk untuk m
engamati gaya dan magnet di sekitar kita!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pen
garuhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.
Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet (benda magnetis) dan
benda yang tidak dapat ditarik magnet (non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat menarik benda tertentu, g
aya magnet dapat menembus benda tipis) melalui percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari (gaya otot, gaya gr
avitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda (membuat benda bergerak, berhent
i, berubah arah, berubah kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh gaya dan kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan aplikasi dalam kehidupa
n sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan kemagnetan secara kreat
if.
2. Berbagai benda (penjepit kertas, paku, koin, karet penghapus, pensil, kain, kayu, plast
ik, uang kertas).
G. Model Pembelajaran
• Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan pendekatan Deep Lear
ning.
• Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah, mengapa bisa menempel
rapat? Atau, saat kalian bermain bola, mengapa bola yang dilempar ke atas selalu jatu
h kembali ke tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau berhenti?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu penting bagi ma
nusia? Atau, mengapa kita perlu memahami berbagai jenis gaya dalam kehidupan seh
ari-hari? Apa manfaatnya bagi kita?"
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang meneliti kekuata
n tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin kalian pelajari lebih dalam: gaya atau
magnet? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), khususnya yang berkaitan dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik gaya dan kemagn
etan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini. o Setiap kelomp
ok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan mengapa benda tersebut men
ggunakan gaya atau magnet.
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi benda magnetis/non-magnetis, sifat magnet, jeni
s-jenis gaya, dan pengaruh gaya terhadap benda.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang jenis-jenis gaya dan pengaruhnya. o Menceritakan
ulang salah satu percobaan magnet yang dilakukan dan menjelaskan hasilnya.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua konsep dasar dala
m ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Mereka aka
n menyadari bahwa benda-benda bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adanya gaya,
dan magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu. Pemahaman ini akan me
mbantu mereka melihat fenomena di sekitar dengan sudut pandang ilmiah, memahami cara k
erja berbagai alat, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti, berub
ah arah, berubah kecepatan, atau bahkan berubah bentuk. Kita melakukan gaya setiap hari tan
pa menyadarinya. Contohnya, saat kita mendorong meja, menarik pintu, atau mengangkat bu
ku. Ada berbagai jenis gaya yang sering kita temui, seperti gaya otot (kekuatan dari otot tubu
h kita), gaya gravitasi (gaya tarik Bumi yang membuat benda jatuh ke bawah), gaya gesek
(gaya yang menahan gerakan benda), dan gaya dorong/tarik. Setiap gaya ini memiliki penga
ruh unik terhadap benda di sekitar kita.
Gaya dapat memengaruhi benda dalam beberapa cara. Pertama, gaya dapat membuat benda
diam menjadi bergerak, seperti saat kita menendang bola. Kedua, gaya dapat mengubah
arah gerak benda, misalnya saat kita membelokkan setir sepeda. Ketiga, gaya dapat
mengubah kecepatan gerak benda, seperti saat kita mengerem sepeda agar berhenti, atau
mengayuh lebih cepat agar melaju. Terakhir, gaya juga bisa mengubah bentuk benda,
contohnya saat kita menekan plastisin atau memeras spons basah. Semua perubahan ini
menunjukkan betapa besar kekuatan gaya dalam kehidupan kita.
Gejala Kemagnetan dalam Kehidupan Sehari-hari
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari bahan tertentu, seperti
besi dan baja. Benda-benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetis, sedangkan y
ang tidak dapat ditarik disebut benda non-magnetis.
Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika kut
ub yang berbeda didekatkan (utara dengan selatan), magnet akan saling tarik-menarik. Namu
n, jika kutub yang sama didekatkan (utara dengan utara atau selatan dengan selatan), magnet
akan saling tolak-menolak. Sifat magnet ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-ha
ri, seperti pada pintu kulkas, kompas, atau mainan.
M. Refleksi
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang magnet atau gaya hari in
i?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di sekitar rumah saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya setelah belajar tentang mater
i ini? Refleksi Pendidik
2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan kemagnetan dengan teknolog
i atau benda-benda yang lebih kompleks di sekitar siswa?
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi dan percobaan? Jika tid
ak, bagaimana saya bisa mendorong partisipasi yang lebih merata?
Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________
A. Benda Magnetis atau Non-Magnetis?
1. Saat kamu menendang bola yang diam, gaya membuat bola menjadi ___________.
4. Saat kamu melempar bola ke atas, gaya gravitasi membuat bola ___________ ke
bawah.
Mengapa pintu kulkas bisa menempel rapat dan sulit dibuka oleh adik bayi? Jelaskan dengan
menggunakan kata "magnet"!
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________ _____________________
______________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster Aplikasi Gaya dan Magnet
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kuran Skala 3 (Cuku
(Sangat Skala 4 (Baik) (Sangat
Penilaian g) p)
Kurang) Baik)
Semua anggot
a
Anggota
Kerja Anggota cukup sangat
Anggota kuran aktif berpartisi
Sama Anggota tidak aktif, aktif,
g pasi dan
Kelompok bekerja sama, a namun belum saling
aktif saling
(Kolabora da yang pasif. semua menduku
dalam diskusi. membant
si) berkontri busi. ng, dan berbag
u.
i tugas secara e
fektif.
Konsep sangat
akurat, lengka
Kualitas Konsep gaya/m
Konsep kurang Konsep cukup Konsep akurat, p, relevan, dan
Konsep ag net yang dis
akurat atau kur akurat dan rele lengkap, dan rel menunjuk
(Penalara ajikan salah ata
ang lengkap. van. evan. kan
n Kritis) u tidak sesuai.
pemaha man m
endala m.
Kreativita Miniatur/p oste Miniatur/p oste Miniatur/p oste Miniatur/p oster Miniatur/p
s r tidak jelas, r kurang jelas a r cukup jelas d jelas, oster
Miniatur/P sangat jelas,
tau an ada informatif,
oster inovatif,
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kuran Skala 3 (Cuku
(Sangat Skala 4 (Baik) (Sangat
Penilaian g) p)
Kurang) Baik)
Penjelasa n
sangat jelas,
Penyamp Penjelasa
Tidak antusias,
aian Penjelasa n n jelas,
mampu Penjelasa n bahasa tubuh
Presentas cukup percaya
menjelas kan, kurang jelas, baik,
i jelas, kontak diri,
suara tidak kadang ragu. mampu
(Komunik mata kurang. kontak mata ba
jelas. menjawa
asi) ik.
b pertanya an
dengan lugas.
Menunjuk kan
pemaha man m
endala
Aplikasi Menunjuk kan m
Tidak ada
dalam Contoh pemaha man tentang berbag
contoh Contoh aplikas
Kehidupa aplikasi minim tentang aplikasi ai
aplikasi dalam i cukup relevan
n atau tidak gaya/mag net d aplikasi
kehidupa n dan jelas.
(Kewarga relevan. alam kehidupa gaya/mag net y
seharihari.
an) n seharihari. ang
bermanfa
at bagi
masyarak at.
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan membuat daftar benda-benda di rumah yang menggunakan magn
et atau berbagai jenis gaya. o Mencoba membuat kompas sederhana mengguna
kan magnet dan jarum. o Mencari tahu tentang ilmuwan terkenal yang menelit
i gaya (misalnya, Isaac Newton) dan mempresentasikan penemuan mereka. Re
medial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuka
n: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar gaya
dan kemagnetan.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan soal-soal yang lebih sederhana da
n fokus pada konsep dasar.
o Menggunakan media visual atau demonstrasi langsung yang lebih sederhana u
ntuk membantu pemahaman (misalnya, hanya fokus pada satu jenis gaya terle
bih dahulu).
P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda tertentu, terutama y
ang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to Know About the W
orld and How It Works. London: DK Publishing.
A. Identitas Penulis
☑ Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami bahwa setiap peran dan tanggung jaw
ab adalah amanah, serta berinteraksi sosial dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai anggota masy
arakat dan sekolah, serta mampu berinteraksi secara positif.
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran dan interaksi sosial yang terjadi
di lingkungan sekitar.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang solusi atau ide untuk meningkatkan interaksi
positif di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi pera
n, tugas, dan tanggung jawab serta memecahkan masalah interaksi sosial.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil diskusi, dan pengalamannya t
entang interaksi sosial dengan jelas dan percaya diri.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat:
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Hebat! Ini adalah salah satu tanggung jawabmu di rumah.
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya?
Bagus sekali! Ini juga bagian dari tugas kita sebagai umat beragama.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berolahraga bersama teman, itu namanya interaksi sosial!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar adalah tugas utamamu sebagai pelajar.
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjalankan peranmu sebagai anak dan sis
wa.
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik di sekolah? Apa pe
ranmu di kelas?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk menjalankan tugas dan tanggu
ng jawab kalian esok hari!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi
di sekitar tempat tinggal dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif) dengan pendekatan Deep
Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis Kasus, Presentasi, P
enugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan dirimu sedang
di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana kalia
n semua saling membantu?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa tugas dan tanggu
ng jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang akan terjadi kalau tidak ada yang
mau melakukan tugasnya?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa pun di sekolah selam
a satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa yang akan kalian lakukan di peran itu? Atau,
bagaimana cara membuat semua orang di
kelasmu merasa senang dan nyaman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), terutama poin "Bermasyarakat" dan mengaitkannya dengan konsep peran,
tugas, dan tanggung jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik peran, tugas, tang
gung jawab, dan interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau bahan kolase sederhana.
o Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya, menjelaskan ideide mere
ka untuk meningkatkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial di li
ngkungan yang mereka pilih. Penutup (15 menit)
Asesmen Formatif
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang identifikasi peran, tugas, tanggung jawab, dan contoh interak
si sosial.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita pendek tentang seorang anak yang menjalankan tanggung jaw
abnya di rumah atau sekolah dan dampak positifnya. o Menggambar komik se
derhana tentang pentingnya interaksi sosial yang baik.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas, dan tanggung ja
wab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di keluarga, sekolah, maupun
masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa cara mereka berinteraksi dengan orang lain san
gat memengaruhi suasana dan keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini, mereka
diharapkan dapat menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menciptakan interak
si sosial yang positif, sehingga lingkungan mereka menjadi lebih nyaman, aman, dan menyen
angkan bagi semua.
Setiap orang memiliki peran atau kedudukan dalam suatu kelompok atau masyarakat. Di rum
ah, kita berperan sebagai anak, mungkin juga sebagai kakak atau adik. Di sekolah, kita berper
an sebagai siswa. Setiap peran memiliki tugas atau hal-hal yang harus dikerjakan, dan tangg
ung jawab atau kewajiban untuk melaksanakan tugas tersebut dengan baik. Contohnya, tuga
s seorang anak adalah belajar, dan tanggung jawabnya adalah belajar dengan sungguh-sunggu
h. Tugas guru adalah mengajar, dan tanggung jawabnya adalah memastikan siswa memahami
pelajaran. Jika semua orang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawabnya dengan baik, l
ingkungan akan menjadi teratur dan harmonis. Mengenal Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara satu orang dengan orang lain, atau antar
a satu kelompok dengan kelompok lain. Ini terjadi setiap kali kita berbicara, bermain, bekerja
sama, atau bahkan hanya tersenyum kepada orang lain. Interaksi sosial bisa bersifat positif at
au negatif. Interaksi positif adalah saat kita saling membantu, bekerja sama, atau bersikap ra
mah, yang menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan. Contohnya adalah berbagi main
an dengan teman atau mengucapkan terima kasih. Interaksi negatif adalah saat kita bertengka
r, mengejek, atau tidak peduli, yang bisa merusak hubungan dan menciptakan suasana tidak n
yaman.
Dampak dan Cara Menciptakan Interaksi Positif
Interaksi sosial memiliki dampak besar bagi individu dan lingkungan. Interaksi positif dapat
membangun persahabatan, memecahkan masalah bersama, dan menciptakan rasa kebersamaa
n. Sebaliknya, interaksi negatif dapat menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, dan ketida
knyamanan. Untuk menciptakan interaksi sosial yang positif, kita perlu membiasakan diri ber
sikap santun, saling menghargai, mendengarkan orang lain, bekerja sama, dan menyelesaikan
masalah dengan cara baik-baik. Dengan begitu, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkun
gan sekitar, kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan bahagia.
M. Refleksi
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan tanggung jawab sa
ya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang sudah saya pelajari ha
ri ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas, tanggung jawab, atau i
nteraksi sosial?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep peran, tug
as, tanggung jawab, dan interaksi sosial?
2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam membantu siswa memahami dan
mempraktikkan interaksi sosial?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi atau memahami per
annya? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?
Tanggal: _______________________
A. Lengkapi Tabel Peran dan Tanggung Jawab Ini!
1. ______________________________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
______________________________________________________________ ___________
___________________________________________________ ______________________
________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster "Kelas Hebatku" atau "Komunitas
Impianku"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Ku Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Sangat
Penilaian rang) kup) ik)
Kurang) Baik)
Semua ang
Anggota cu gota
kup Anggota sangat
Kerja Anggota ku
Anggota ti aktif, aktif berpar aktif,
Sama rang
dak bekerja namun belu tisi pasi dan saling
Kelompok aktif
sama, ada m saling menduku
(Kolabora dalam disk
yang pasif. semua membant ng, dan ber
si) usi.
berkontri b u. bagi tugas s
usi. ecara efekti
f.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Ku Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Sangat
Penilaian rang) kup) ik)
Kurang) Baik)
Konsep san
gat akurat,
Konsep
lengkap, rel
Kualitas peran/int er Konsep kur Konsep cu Konsep aku
evan, dan
Konsep aksi yang d ang akurat kup akurat rat, lengka
menunjuk
(Penalara n isajikan sal atau kurang dan releva p, dan relev
kan
Kritis) ah atau tida lengkap. n. an.
pemaha ma
k sesuai.
n mendala
m.
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti: o Meneliti dan mempresentasikan salah satu adat istiadat
atau kebiasaan baik dalam berinteraksi sosial di daerah mereka. o Membuat daftar
"aturan" sederhana untuk menciptakan kelas yang nyaman dan adil. o Menulis surat
kepada tokoh masyarakat (misalnya, ketua RT/RW) tentang ide mereka untuk
meningkatkan interaksi di lingkungan sekitar.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat
melakukan: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep
dasar peran, tugas, dan tanggung jawab. o Memberikan lembar kerja tambahan
dengan skenario interaksi yang lebih sederhana.
P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang sesuai dengan pera
nnya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam masya
rakat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-anak. (Contoh, sesuai
kan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
A. Identitas Penulis
☑ Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami kekayaan alam dan budaya sebagai a
nugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan.
☑ Kewargaan: Peserta didik memiliki rasa bangga terhadap daerah tempat tinggalnya, mengh
argai keanekaragaman budaya, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian.
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara bentang alam dengan
profesi masyarakat, serta mengidentifikasi masalah dan solusi pelestarian keanekaragaman ha
yati dan budaya.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau media untuk mempromosikan
keunikan daerahnya atau upaya pelestarian.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan
informasi, menganalisis data, dan menyajikan temuan tentang daerahnya.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat? Hebat! Di
Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah mana ya? Apakah dekat sawah, gunung, a
tau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? Ba
gus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada banyak sekali rumah ibadah dari b
erbagai agama lho, yang menunjukkan keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di sekitar rumah, kita bisa melihat berbagai b
entang alam seperti sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik tentang tempat
tinggal kita, mulai dari peta hingga sejarah keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang
sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjelajahi peta kota/kabupaten kita
dan memahami profesi masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Bag
aimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tentan
g keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di daerah kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk belajar dan menghargai sejara
h dan budaya tempat kita tinggal!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya mela
lui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi masya
rakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masya
rakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.
Tujuan Pembelajaran
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur pada peta
konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan Jawa Timur (misal
nya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai profesi masyarakat
(misalnya, pantai dengan nelayan, dataran tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah
tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal (misalnya, tradisi,
lagu daerah, permainan tradisional, makanan khas) di Lumajang dan Jawa Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah masyarakat di lingk
ungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita orang tua atau tokoh masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati, ke
ragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat tinggalnya dalam bentuk peta
sederhana, cerita, atau gambar.
G. Model Pembelajaran
• Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pen
dekatan Deep Learning.
• Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara Sederhana (simulasi), Peta
Pikiran (Mind Map), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain datang ke Lumaja
ng, apa saja yang akan kalian tunjukkan kepadanya? Apa yang paling menarik dari te
mpat tinggal kita?"
• Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang letak daerah ki
ta di peta? Mengapa kita harus bangga dengan budaya dan sejarah tempat tinggal kit
a?"
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film dokumenter, cerita menar
ik apa yang akan kalian buat tentang keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan orang-oran
gnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), khususnya yang berkaitan dengan identitas diri dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik identitas daerah,
bentang alam, profesi, budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di peta ini? Ada
warna apa saja?" (Mengarah ke bentang alam). o Guru memfasilitasi diskusi
tentang apa itu peta dan bagaimana cara membacanya secara sederhana.
Asesmen Formatif
2. Penilaian hasil diskusi kelompok/proyek mini: Rubrik penilaian untuk "Peta Keban
ggaanku" (kelengkapan informasi, kejelasan konsep, kreativitas, kerapian).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman selam
a proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi pe
rtanyaan tentang letak daerah, bentang alam, profesi, keanekaragaman hayati, budaya,
dan sejarah lokal.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita singkat tentang "Sejarah Keluargaku" berdasarkan wawanc
ara. o Membuat poster kampanye sederhana tentang upaya pelestarian buda
ya atau lingkungan di Lumajang.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten Lumajang di Pr
ovinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka yang kaya akan bentang al
am, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah yang unik. Mereka akan menyadari ba
hwa setiap elemen ini saling terkait dan membentuk karakteristik masyarakat. Dengan mema
hami serta menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, ci
nta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam dan budaya bagi generasi
mendatang.
Kabupaten Lumajang adalah salah satu bagian dari Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Untuk m
engetahui letaknya dengan jelas, kita bisa melihat peta. Peta adalah gambar sebagian atau sel
uruh permukaan bumi yang digambar pada bidang datar. Di peta, kita bisa melihat batas-
batas wilayah, nama kota, gunung, sungai, dan laut. Dengan peta, kita tahu bahwa Lumajang
berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur, memiliki garis pantai di selatan, dan
dikelilingi oleh pegunungan di beberapa sisinya, termasuk Gunung Semeru.
Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam, seperti gunung,
dataran rendah, pantai, atau sungai. Keberadaan bentang alam ini sangat memengaruhi jenis
profesi atau pekerjaan masyarakat di sekitarnya. Misalnya, masyarakat di daerah pantai
umumnya bekerja sebagai nelayan, pengelola pariwisata pantai, atau petani rumput laut. Di
dataran tinggi atau pegunungan, banyak yang berprofesi sebagai petani sayur atau kopi.
Sementara itu, di Lumajang juga terdapat keanekaragaman hayati berupa tumbuhan dan
hewan endemik, seperti berbagai jenis pisang atau hewan liar yang hidup di lereng gunung.
Melestarikan bentang alam dan keanekaragaman hayati adalah tugas kita bersama.
Kekayaan Budaya, Kearifan Lokal, dan Sejarah
Selain alam, Lumajang dan Jawa Timur juga kaya akan keragaman budaya. Budaya adalah
segala hal yang dihasilkan manusia, seperti bahasa, kesenian (tari, musik), tradisi, makanan k
has, dan pakaian adat. Contohnya, ada tari topeng, ludruk, atau makanan seperti pisang agung
dan tape. Ada pula kearifan lokal, yaitu kebiasaan baik atau pengetahuan yang diwariskan tu
run-temurun untuk menjaga lingkungan dan harmoni masyarakat. Setiap keluarga juga
memiliki sejarahnya sendiri, yang membentuk siapa diri kita saat ini. Mengenal dan
melestarikan semua kekayaan ini adalah cara kita menghargai warisan nenek moyang dan
membangun masa depan yang lebih baik.
M. Refleksi
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten Lumajang atau provin
si Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau keanekaragaman hayati di lin
gkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang daerah tempat tinggal saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang tinggi dalam
mengenal daerahnya sendiri?
3. Coba gambarkan sebuah ikon atau ciri khas dari Lumajang yang kamu ketahui!
Gunung Nelayan
Sawah Pedagang
Mengapa kita harus melestarikan keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah ki
ta? Tuliskan satu alasanmu!
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan salah satu pahlawan daerah atau tokoh penting
dari Lumajang/Jawa Timur. o Membuat vlog sederhana (dengan bantuan orang
tua) tentang tempat wisata atau kuliner khas di Lumajang. o Merancang program
sederhana untuk melestarikan salah satu tradisi budaya lokal di sekolah.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar letak
daerah, bentang alam, atau budaya.
o Menggunakan media visual yang lebih konkret atau cerita sederhana untuk
membantu pemahaman.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti gunung, pantai, atau sun
gai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan turuntemurun dalam
suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) di s
uatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten Lumajang. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan ter
baru).
Mengetahui Meral, 2026
Kepala Sekolah Guru Kelas 3
ISTIQAMAH, [Link] ROSMAWAR,[Link].
NIP. 197112081998032012 NIP. 197112292008012012
A. Identitas Penulis
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta
menganalisis fungsi nilai mata uang dalam kehidupan sehari-hari.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat daftar prioritas kebutuhan dan
keinginan yang bijak.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan studi
kasus tentang pengelolaan keuangan sederhana.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya tentang kebutu
han, keinginan, dan fungsi uang dengan jelas.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, suda
h berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merapik
an tempat tidurnya? Hebat! Setelah itu, kalian butuh sarapan apa ya hari ini?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? Ba
gus sekali! Saat kita beribadah, kita menginginkan ketenangan hati, betul?
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan atau
olahraga ringan? Olahraga itu kebutuhan penting agar tubuh sehat, bukan?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar adalah kebutuhan untuk masa depan kita. Nah, jika
kalian ingin beli buku cerita, pakai apa ya untuk membayarnya? Betul, pakai uang!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang seh
at dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar. Makanan sehat adalah kebutuhan
pokok kita. Kalau jajan permen, itu kebutuhan atau keinginan ya?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Dal
am masyarakat, kita sering bertukar barang atau jasa. Menurut kalian, apa fungsi uan
g saat kita membeli sesuatu dari pedagang di kantin?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat yan
g cukup itu kebutuhan agar badan segar. Jika kalian menginginkan mainan baru, apa
kah kalian harus menunda tidur cepat untuk bermain game? Tentu tidak!"
Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.
Tujuan Pembelajaran
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan kalian punya ua
ng Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian beli? Mengapa itu yang kalian pilih?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya antara butuh
dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli semua yang kita inginkan tanp
a berpikir?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri, gambar apa yang akan
kalian letakkan di atasnya? Dan untuk apa kalian akan menggunakan uang itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdo
a.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (seperti
di poin C), terutama yang berkaitan dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan "Gemar B
elajar", lalu mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara memenuhinya (de
ngan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningfu
l, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik kebutuhan, keing
inan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
2. Mengenal Nilai dan Fungsi Mata Uang (Presentasi Guru & Diskusi):
o Guru menampilkan gambar uang Rupiah (logam dan kertas) dari berbagai
nominal.
o Guru menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar yang sah, alat pembayaran,
dan alat menabung.
o Guru menjelaskan nilai nominal setiap pecahan uang dan bagaimana
mengenalinya (angka dan gambar). o Peserta didik diajak untuk
mengidentifikasi nilai uang yang ditunjukkan guru. "Ini uang berapa rupiah?
Gambar apa yang ada di sini?"
o Setelah berbelanja, setiap kelompok melaporkan apa yang mereka beli, berap
a sisa uangnya, dan mengapa mereka memilih barang tersebut (mengaitkan de
ngan kebutuhan/keinginan). o Guru memandu diskusi: "Apakah kalian memb
eli kebutuhan dulu? Mengapa penting untuk memprioritaskan kebutuhan?"
4. Studi Kasus & Perencanaan Keuangan Sederhana (Penalaran Kritis & Kemandir
ian): o Guru memberikan studi kasus singkat kepada setiap kelompok, misalnya: "Ani
mendapat uang saku Rp5.000 per hari. Dia butuh makan siang di sekolah, tapi dia jug
a ingin membeli stiker lucu.
Bagaimana Ani harus mengelola uangnya?"
o Kelompok berdiskusi untuk mencari solusi yang bijak, memprioritaskan
kebutuhan, dan menjelaskan rencana pengelolaan uang Ani. o Guru berkeliling
membimbing, memastikan mereka berpikir kritis tentang keputusan keuangan.
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang definisi kebutuhan/keinginan, fungsi uang, identifikasi nomi
nal uang, dan skenario pengambilan keputusan sederhana.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster "Aku Anak Pintar Mengelola Uang" yang berisi tips sederhana
membedakan kebutuhan dan keinginan. o Menulis cerita singkat tentang bagaima
na mereka menggunakan uang saku untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam kehidupan, namun
penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari bahwa tidak semua yang diinginkan
bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa memprioritaskan kebutuhan adalah langkah awal untuk
menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. Pemahaman ini akan
membantu mereka mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola uang saku sejak d
ini, sehingga dapat merencanakan keuangan untuk masa depan yang lebih baik.
Dalam hidup, ada banyak hal yang kita inginkan dan butuhkan. Namun, kebutuhan dan kein
ginan itu berbeda lho! Kebutuhan adalah segala sesuatu yang wajib kita miliki atau penuhi a
gar bisa bertahan hidup dengan layak. Contoh kebutuhan adalah makanan, minuman, pakaian,
rumah, dan pendidikan. Tanpa hal-hal ini, kita akan kesulitan atau bahkan tidak bisa hidup se
hat dan nyaman. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang tidak wajib dipenuhi, tapi jika
ada, akan membuat hidup kita lebih menyenangkan atau nyaman. Contoh keinginan adalah m
ainan baru, es krim setiap hari, atau liburan ke tempat yang jauh. Keinginan bisa ditunda atau
tidak dipenuhi, sedangkan kebutuhan harus selalu diutamakan. Mengenal Uang: Nilai dan F
ungsinya
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangat penting dalam mengelola uang.
Kita harus selalu mendahulukan pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu. Misalnya, jika kita
punya uang saku, pastikan kita membeli makanan dan minuman yang cukup untuk tenaga bel
ajar. Setelah kebutuhan terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Jika uang kita ter
batas, kita perlu memilih mana keinginan yang paling penting atau yang bisa ditunda. Denga
n belajar mengelola uang secara bijak sejak kecil, kita akan menjadi anak yang mandiri, tidak
boros, dan bisa merencanakan masa depan dengan lebih baik.
M. Refleksi
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara menggunakan uang sak
u?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan saya mulai sekarang?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri setelah belajar materi
ini?
Refleksi Pendidik
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan antara kebutuhan dan ke
inginan? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?
Total: Rp_____________________
Total: Rp_____________________
3. Uang: Rp20.000 + Rp10.000 + Rp2.000
Total: Rp_____________________ C. Ay
o Berpikir Cerdas!
Bayangkan kamu punya uang Rp15.000. Kamu butuh membeli alat tulis seharga Rp7.000 dan
kamu ingin membeli es krim seharga Rp3.000. Apakah uangmu cukup untuk membeli kedua
nya? Berapa sisa uangmu?
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
____________________________________________________________ ______________
_____________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _______
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Poster)
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberikan
tantangan tambahan seperti:
o Membuat daftar belanja "ideal" untuk satu minggu dengan alokasi uang tertent
u, membedakan kebutuhan dan keinginan.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:
o Mengulang simulasi transaksi dengan jumlah uang dan barang yang lebih sede
rhana.
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup dan hidup laya
k.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih nyaman atau menyenangka
n, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa (misalnya Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak. Diakses dari: ww
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).