0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan26 halaman

Modul

Dokumen ini membahas perhitungan volume pekerjaan konstruksi, termasuk pengertian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan metode perhitungan volume. Modul ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami rumus dan cara menghitung volume pekerjaan serta menganalisis perhitungan tersebut. Terdapat juga penjelasan mengenai masalah yang sering dihadapi dalam perhitungan volume dan berbagai metode yang digunakan dalam proses tersebut.

Diunggah oleh

farels8008
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan26 halaman

Modul

Dokumen ini membahas perhitungan volume pekerjaan konstruksi, termasuk pengertian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan metode perhitungan volume. Modul ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami rumus dan cara menghitung volume pekerjaan serta menganalisis perhitungan tersebut. Terdapat juga penjelasan mengenai masalah yang sering dihadapi dalam perhitungan volume dan berbagai metode yang digunakan dalam proses tersebut.

Diunggah oleh

farels8008
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................ii
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi singkat.........................................................................................1
2. Relevansi....................................................................................................1
3. Petunjuk belajar..........................................................................................1
B. INTI
1. Capaian Pembelajaran..........................................................................…..2
2. Sub Capaian Pembelajaran.........................................................................2
3. Uraian Materi : Perhitungan volume pekerjaan konstruksi........................2
3.1. Masalah dalam menghitung volume pekerjaan.....................................2
3.2. Pengertian RAB.....................................................................................2
3.3. Pengertian volume pekerjaan bangunan................................................4
3.4. Rumus dan cara perhitungan volume pekerjaan bangunan...................5
3.5. Metode perhitungan volume pekerjaan.................................................7
4. Tugas .......................................................................................................17
5. Forum Diskusi...........................................................................................19
C. PENUTUP
1. Rangkuman...............................................................................................20
2. Tes Sumatif...............................................................................................20
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................22

2
[Link]
1. Deskripsi Singkat

Perhitungan volume pada pekerjaan konstruksi diperlukan untuk mengetahui


seberapa besar kebutuhan material bahan berdasarkan luasan bangunan. Perhitungan
volume merupakan sebagian kecil dari pekerjaan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Kita
telah mengetahui bahwa RAB sangat diperlukan untuk menentukan bahan material yang
harus digunakan sekaligus jumlahnya.
Volume sendiri ialah suatu ukuran bangunan yang didasarkan dengan jumlah
dan luasan yang ada. Selain itu pada modul ini akan diberikan penjelasan rumus dalam
menghitung volume suatu bangunan dari bagian bawah hinnga bagian atas. Modul ini akan
membahas beberapa hal yaitu (l) memahami pengertian RAB, (2) identifikasi rumus
volume pekerjaan bangunan, (3) contoh perhitungan volume pekerjaan bangunan,

2. Relevansi
Volume pekerjaan konstruksi mencakup pekerjaan konstruksi gedung,
pekerjaan jalan dan pekerjaan jembatan

3. Petunjuk Belajar

a. Untuk membantu memahami materi ajar ini perhatikan petunjuk belajar berikut:
b. Bacalah uraian materi tentang menghitung volume pekerjaan konstruksi yang
mencakup pengertian RAB, pengertian volume pekerjaan bangunan, rumus dan cara
perhitungan volume pekerjaan bangunan, metode perhitungan volume pekerjaan dan
Latihan menghitung
c. Untuk memudahkan pemahaman terhadap materi ajar ini bacalah peta konsep dengan
seksama.
d. Bacalah masalah yang muncul dalam materi ajar ini yang terdiri dari masalah yang
secara umum muncul ketika mempelajari materi tentang perhitungan volume
pekerjaan konstruksi

1
B. INTI
1. Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran yang diharapkan dari peserta didik menggunakan


modul ini adalah:
a. Peserta didik mampu memahami perhitungan volume pekerjaan konstruksi
b. Peserta didik mampu membedakan rumus dan cara perhitungan volume pekerjaan
konstruksi
c. Peserta didik mampu memahami metode perhitungan volume pekerjaan konstruksi

2. Sub Capaian Pembelajaran

Sub capaian kompetensi yang diharapkan dari peserta didik setelah mempelajari dan
memahami modul ini sebagai berikut :
a. Memiliki kemampuan untuk menganalisis perhitungan volume pekerjaan
konstruksi
b. Memiliki pemahaman yang kuat tentang rumus perhitungan volume pekerjaan
konstruksi
c. Memiliki kemampuan untuk menghitung volume pekerjaan konstruksi

3. Uraian materi

PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN KONSTRUKSI


3.1. Masalah dalam menghitung volume pekerjaan
Masalah yang biasa dijumpai dalam perhitungan volume pekerjaan konstruksi
yaitu meiputi kurang jelasnya gambar kerja yang tersedia, keterangan pada gambar
kerja yang sulit dipahami, kurang teliti dalam perhitungan dll.
3.2. Pengertian RAB
Rencana anggaran biaya (RAB) dapat dijabarkan sebagai berikut:
a) Perhitungan Perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan
upah, serta biaya- biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan
atau proyek tertentu.
b) Merencanakan sesuatu bangunan dalam bentuk dan faedah dala
penggunaannya, beserta besar biaya yang diperlukan susunan - susunan
pelaksanaan dalam bidang administrasi maupun pelaksanaan pekerjaan dalam

2
bidang teknik.
Anggaran Biaya adalah harga dari bangunan yang dihitung dengan teliti, cermat, dan
memenuhi syarat.
Perlu anda ketahui bahwa pengertian Biaya Proyek dan RAB secara umum dapat
digolongkan menjadi:
a. Biaya Tetap (Modal Tetap/Fixed Capital) Merupakan bagian dari biaya proyek
yang digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan, mulai dari studi
kelayakan sampai atau instalasi suatu proyek/pekerjaan berjalan penuh. Dalam
hal ini biaya tetap sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu:
b. Biaya Langsung (Direct Cost), yaitu himpunan pengeluaran untuk tenaga kerja,
bahan, alat-alat dan sub kontraktor. Apabila waktu (duration) dipercepat, maka
pada umumnya biaya langsung secara total akan semakin tinggi.
c. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost), yaitu himpunan pengeluaran untuk
overhead, pengawasan resiko-resiko dan lain-lain. Apabila waktu (duration)
diperlambat, maka biaya tidak langsungnya akan semakin tinggi.
d. Biaya Tidak Tetap (Modal Kerja/ Working Capital) Merupakan biaya yang
digunakan untuk menutupi kebutuhan pada tahap awal operasi. Total biaya
yang dikeluarkan pada suatu proyek.

Untuk mendefinisikan tentang pengertian Rencana Anggaran Biaya


(RAB) tersebut. Dilihat dari asalkatanya yaitu :
a. Rencana, adalah himpunan planning, termasuk detail/penjelasan
dan tata cara pelaksanaan pembuatan sebuah bangunan, terdiri
dari : bestek dan gambar bestek.
b. Anggaran, adalah perkiraan/perhitungan biaya suatu bangunan
berdasarkan bestek dan gambar bestek.
c. Biaya, adalah besar pengeluaran yang berhubungan dengan
borongan yang tercantum dalam persyaratanpersyaratan yang
terlampir.
Jadi Rencana Anggaran Belanja meliputi :
a. Perencanaan bentuk bangunan yang memenuhi syarat
b. Perkiraan terhadap biaya yang diperlukan
c. Penyusunan tata cara pelaksanaan teknis dan administrasi

3
Tujuan pembuatan
Rencana Anggaran Belanja (RAB) adalah untuk memberikan gambaran
yang pasti mengenai : bentuk/konstruksi, besar biaya dan
pelaksanaan serta penyelesaian.

3.3. Pengertian volume pekerjaan bangunan


Pengertian Volume pekerjaan bangunan
Volume suatu pekerjaan adalah menghitung jumlah banyaknya volume
pekerjaan dalam satu satuan. Volume juga disebut sebagai kubikasi pekerjaan.
Volume (kubikasi) yang dimaksud dalam pengertian ini bukanlah merupakan volume
(isi sesungguhnya), melainkan jumlah volume bagian pekerjaan dalam satu kesatuan.
Berikut diberikan bebarapa contoh sebagai berikut :
a. Volume pekerjaan pondasi batu kali = 60 m3., mempunyai pengertian bahwa,
volume pekerjaan pondasi dihitung berdasarkan isi, yaitu panjang x lluas
penampang yang sama.

b. Volume pekerjaan atap = 124 m2., mempunyai pengertian bahwa, volume


pekerjaan atap dihitung berdasarkan luas, yaitu luas bidang atap yang dapat
bebbentuk segitiga, persegipanjang, trapesium dan lain-lain.
c. Volume pekerjaan lisplank = 27 m, volume pekerjaan lisplank dihitung
berdasarkan panjang, atau pekerjaan lisplank dapat juga dihitung berdasarkan
luas.
d. Volume pekerjaan besi = 258 kg., volume pekerjaan besi dihitung berdasarkan
berat dari besi, yaitu jumlah panjang tulangan dikalikan dengan berat jenis besi
yang bersangkutan.
e. Volume pekerjaan kunci tanam = 15 buah, volume pekrjaan berdsarkan
banyaknya kunci dan lain-lain.
Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa satuan masing-masing volume
pekerjaan berbeda, volume pekerjaan pondasi 60 m3, volume pekerjaan atap 124 m2,
volume pekerjaan lisplank 27 m, volume pekerjaan besi 258 kg dan volume
pekerjaan kunci tanam 15 buah, ini menunjukkan bahwa volume tersebut bukanlah
volume dalam arti sesungguhnya melainkan volume dalam satuan, kecuali volume
pekerjaan pondasi yang merupakan volume sesungguhnya.
Volume pekerjaan tersebut dihitung berdasarkan pada gambar bestek dari
4
bangunan yang akan dibuat. Semua bagian / elemen konstruksi yang ada pada
gambar bestek harus dihitung secara lengkap dan teliti untuk mendapatkan
perhitungan volume pekerjaan secara akurat dan lengkap.

3.4. Rumus dan cara perhitungan volume pekerjaan

Pada perhitungan bangunan dan masing-masing jenis pekerjaan, cara


perhitungan volumenya berbeda tergantung bentuknya, tetapi rumus dasar yang
digunkan tetaplah sama yaitu menggunakan rumus matematika, seperti luas,
keliling, dan volume. Untuk volume satuan dihitung dengan buah atau unit yang
terdiri dari rangkaian material yang sudah menjadi satu kesatua, contohnya seperti
panel listrik, meja dapur, atau meja cuci.

Pada modul kali ini akan menguraikan rumus-rumus yang digunakan untuk
merencanakan dan menghitung rencana anggaran biaya pada sebuah bangunan,
postingan ini merupakan postingan lanjutan dari postingan sebelumnya yang
berjudul langkah membuat dan cara menghitung RAB. Di bawah ini merupakan
materi untuk rumus-rumus cara menghitung volume setiap item atau elemen
pekerjaan.
1. Metode Perhitungan
Menurut J. A. Mukomuko (1985) dalam bukunya “Dasar Penyusunan Anggaran
Bangunan”, dalam menyusun rencana anggaran biaya diperlukan data-data sebagai
berikut :
a. Gambar rencana
b. Daftar harga upah
c. Daftar harga bahan (material)
d. Daftar analisa (buku pedoman analisa)
e. Daftar jumlah (voume) tiap jenis pekerjaan
Sebelum menghitung harga satuan pekerjaan, estimator harus mampu menguasai
penggunaan analisa SNI. Analisa SNI merupakan pembaharuan dari analisa BOW,
sehingga terdapat perbedaan nilai indeks baik indeks bahan maupun indeks tenaga
kerja.
2. Metode SNI

5
Prinsip pada metode SNI yaitu perhitungan harga satuan pekerjaan yang berlaku untuk
seluruh wilayah di Indonesia, berdasarkan harga satuan bahan dan harga satuan alat
di daerah setempat. Harga satuan pekerjaan yang diperoleh kemudian disesuaikan
dengan gambar teknis dan rencana kerja untuk memperoleh biaya suatupekerjaan
konstruksi. Prinsip perhitungan harga satuanpekerjaan dengan metode SNI hampir
sama dengan metode BOW, akan tetapi terdapat perbedaan pada besarnya nilai
koefisien bahan dan koefisien tenaga kerja.

3. Harga Satuan Jadi


Harga satuan jadi merupakan biaya nyata atau real cost
yang dikeluarkan dalam rangka penyelesaian suatu jenispekerjaan.
Singkatan Kepanjangan Istilah atau arti
Singkatan Kepanjangan Istilah/arti
Cm Centimeter Satuan panjang
Kg Kilogram Satuan berat
M1 Meter panjang Satuan panjang
M2 Meter persegi Satuan luas
M3 Meter kubik Satuan volume
OH Orang hari Satuan tenaga kerja per hari
PC Portland cement Semen portland
PU Pasir urug Pasir yang digunakan untuk urugan
PP Pasir pasang Agregat halus ukuran < 5mm
KP Kapur padam Kapur tohor yang dipadamkan
KR Kerikil Agregat kasar untuk 5mm – 40mm
SM Semen Merah Semen hasil tumbukan bata merah
PB Pasir beton Agregat halus ukuran < 5mm

4. Persyaratan Umum
Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan:
a. Perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh
wilayah Indonesia,berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai
dengan kondisi setempat
b. Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan
dengan standarspesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan.

5. Persyaratan Teknis
Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan:

6
a. Pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan
kepada gambar teknis danrencana kerja serta syarat-syarat (RKS)
b. Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar
5%-20%, dimana didalamnya termasuk angka susut, yang
besarnya tergantung dari jenis bahan dankomposisi adukan
c. Jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari.
3.5. Metode perhitungan volume pekerjaan
Metode perhitungan volume pekerjaan
Volume pekerjaan adalah menghitung jumlah banyaknya volume
pekerjaan dalam satu satuan. Uraian volume pekerjaan adalah
menguraikan secara rinci dalam menghitung besar volume masing-
masing pekerjaan sesuai dengan gambar bestek dan detail.
Adapun uraian pekerjaannya yaitu :
1. Pekerjaan persiapan

Dalam gambar, tanda kotak berwarna merah menunjukkan bagian

7
yang termasuk dalam pekerjaan persiapan.
Volume = Panjang Bangunan (P) x Lebar Bangunan (L)

8
2. Pekerjaan pasangan bowplank

Cara menghitung volume untuk lokasi yang sekelilingnya telah terbangun:


Volume = (Panjang + Lebar) x 2
Cara menghitung volume untuk lokasi kosong:
Volume = (Panjang + 2) x 2 + (Lebar + 2) x 2

3. Pekerjaan galian tanah pondasi

Volume = (a+ b)/2 x Tinggi Pondasi x Panjang Pondasi


a = Lebar galian pondasi bagian bawah
b = Lebar galian pondasi bagian atas

9
4. Pekerjaan urugan pasir dan tanah

Volume = Tebal Urugan x Lebar Urugan x Panjang Pondasi

5. Pekerjaan beton sloof

Volume = b x h x p
b = lebar penampang sloof beton
h = tinggi penampang sloof beton
p = panjang pondasi

10
6. Pekerjaan kolom

Volume = (b x h x t) ∑k
b = lebar kolom
h = tebal kolom
t = tinggi kolom
∑k = jumlah kolom

7. Pekerjaan beton/ring balk

Volume = b x h x p
b = lebar ring balok
h = tebal ring balok
p = panjang

11
8. pekerjaan dinding bata merah trasram 1:3

Volume = h x p – L pintu
h = tinggi dinding trasram
p = panjang dinding trasram
L = Luas pintu / jendela

9. ekerjaan dinding bata merah 1:5

Volume = (h x p) - ∑Lp - ∑Lj -


∑Lb H = tinggi dinding bata 1:5
P = panjang dinding bata 1:5
∑Lp = Jumlah seluruh luas pintu
∑Lj = Jumlah seluruh luas jendela

12
∑Lb = Jumlah seluruh luas bovenlight

10. Pekerjaan acian 1:3

Volume = {h plesteran x b plesteran) – L pintu} x 2


H plesteran = tinggi plesteran dinding trasram
P plesteran = panjang plesteran dinding
trasram L pintu = luas pintu

11. Pekerjaan Lantai

Volume = jumlah luas lantai yang akan dipasang keramik

13
12. Pekerjaan Plafond

Volume = jumlah luas lantai yang akan dipasang plafond

13. Pekerjaan angka atap

Volume = (Panjang rangka batang kuda-kuda) x luas penampang x


jumlah kuda-kuda

14
14. Pekerjaan Kaso dan Reng

RE

US

Volume = jumlah luas bidang atap

LISPLANK

15. Pekerjaan Lisplank kayu

15
Volume = panjang overstek

16
16. Pekerjaan Jurai dan talang

Volume = b x h x ∑ Jr
V = volume jurai luar
H = tinggi penampang kayu
B = lebar penampang kayu
∑ Jr = jumlah semua panjang kayu jurai

17. Pekerjaan penutup atap


Volume = Jumlah luas bidang atap

17
18. Pekerjaan Nok

Volume = Jumlah genteng nok

18
4. Tugas

Latihan Menghitung Volume


a. Perhatikan gambar denah dibawah ini

Tentukan Volume
a. Galian tanah Pondasi
b. Volume urugan pasir
c. Volume aanstamping
d. Volume pasangan batu kali
e. Volume sloof
Dengan menggunakan 2 jenis pondasi yang berbeda
TIPE A TIPE B

II-17
JAWABAN :
Diketahui
P. Horisontal = 450 +150+ 200+200+400+300 = 1700 cm = 17 m
P. Vertikal = 500+300+300+500+450+300 = 2350 cm = 23.5 m
P. Total = P. Horisontal + P. Vertikal =40.5 m

a. Volume galian
TIPE A TIPE B

Luas = luas trapesium =(l1+l2)/2 x t Luas = luas persegi panjang= p x l => l x t


= (1,49 + 1,05)/2 x 1,10 = 1,05 x 1,10
= 1,397 m2 = 1,155 m2

Volume tipe A = Luas x p. total Volume tipe B = Luas x p. total


= 1,397 x 40,5 = 1,155 x 40,5
= 56,5785 m3 = 46,7775 m3

b. Volume Urugan pasir


TIPE A = TIPE B
Volume
= p total x luas urugan pasir
= 40,5 x (1,05 x 0,05)
= 2,126250 m3

20
c. Volume Aanstamping
TIPE A = TIPE B
Volume = ptot x l penampang
= 40,5 x (1,05 x 0,2)
= 8,505 m3

d. Volume pasangan batu kali

Volume = Lpenampang x Ptotal


e. Sloof
= {(0,25 + 0,85)/2 x 0,85 } x 40,5
TIPE A = TIPE B
= 18,93375 m3
Volume = PTotal x Luas Penampang
= 40,5 x (0,15 x 0,2)
= 1,215 m3

[Link] Diskusi
a. Silahkan diskusikan dengan teman satu kelompok tentang bagaimana Teknik
menghitung volume yang cepat dan akurat

C. PENUTUP

21
1. Rangkuman
Perhitungan volume pada pekerjaan konstruksi diperlukan untuk mengetahui seberapa
besar kebutuhan material bahan berdasarkan luasan bangunan. Perhitungan volume
merupakan sebagian kecil dari pekerjaan RAB (Rencana Anggaran Biaya). Kita telah
mengetahui bahwa RAB sangat diperlukan untuk menentukan bahan material yang harus
digunakan sekaligus jumlahnya Volume suatu pekerjaan adalah menghitung jumlah
banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan.. Volume juga disebut sebagai kubikasi
pelerjaan. Volume (kubikasi ) yang dimaksud dalam pengertian ini bukanlah merupakan
volume (isi sesungguhnya), melainkan jumlah volume bagian pekerjaan dalam satu kesatuan.
Dalam penyusunan RAB dengan pagu anggaran tertentu harga yang dipakai adalah
harga dari BPS+PPn+PPh+keuntungan 15%+inflasi 7% lebih cocok untuk penyusunan harga
atau anggaran (RKAP) untuk tahun anggaran mendatang bukan untuk tahun anggaran
berjalan. Selain itu, besaran inflasi juga tergantung pada besaran inflasi yang ditentukan oleh
lembaga keuangan negara yang artinya setiap tahun tidak sama.

2. Tes Sumatif
1). Menghitung jumlah banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan adalah…
a. Rencana anggaran
b. Satuan pekerjaan
c. RAB
d. Volume pekerjaan
e. Jenis pekerjaan

2). Pekerjaan apa saja yang meliputi pekerjaan Persiapan…


a. Pekerjaan pembersihan lahan, pekerjaan bouwplang
b. Pekerjaan galiana tanah, pekerjaan urugan tanah kembali
c. Pekerjaan urugan pasir bawah pondasi, pekerjaan pemasangan pondasi batu kali
d. Pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, pekerjaan balok
e. Pekerjaan pasangan bata, pekerjaan plesteran

3). Pekerjaan apa saja yang meliputi pekerjaan Tanah…


a. Pekerjaan pembersihan lahan, pekerjaan bouwplang
b. Pekerjaan galiana tanah, pekerjaan urugan tanah kembali
c. Pekerjaan urugan pasir bawah pondasi, pekerjaan pemasangan pondasi batu kali
d. Pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, pekerjaan balok
e. Pekerjaan pasangan bata, pekerjaan plesteran

4).Pekerjaan apa saja yang meliputi pekerjaan Pondasi…


a. Pekerjaan pembersihan lahan, pekerjaan bouwplang
22
b. Pekerjaan galiana tanah, pekerjaan urugan tanah kembali
c. Pekerjaan urugan pasir bawah pondasi, pekerjaan pemasangan pondasi batu kali
d. Pekerjaan sloof, pekerjaan kolom, pekerjaan balok
e. Pekerjaan pasangan bata, pekerjaan plesteran

Kunci jawaban
1). D
2). A
3). B
2). C

23
DAFTAR PUSTAKA
Marchewka, J. T., 2015. INFORMATION TECHNOLOGY PROJECT MANAGEMENT. 5th
ed. Hoboken: John Wiley.
Satzinger, J. W., Jackson, R. B. & Burd, S. D., 2012. SYSTEM ANALYSIS AND DESIGN
IN
A CHANGING WORLD. 6th ed. Boston: Joe Sabatino.
[Link]
[Link]
[Link]
dan- cara-penyusunan-96
[Link]
[Link]
[Link]

24

Anda mungkin juga menyukai