0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Ringkasan Umum Ripple Protocol

Whitepaper ini memperkenalkan Algoritma Konsensus Protokol Ripple (RPCA) yang dirancang untuk sistem pembayaran terdistribusi dengan latensi rendah dan keamanan terhadap kegagalan Byzantine. RPCA memastikan kebenaran, persetujuan, dan utilitas melalui proses konsensus yang melibatkan server dan Unique Node List (UNL). Meskipun toleransi kesalahannya terbatas, RPCA menawarkan kecepatan pemrosesan transaksi yang tinggi dan fleksibilitas dalam keanggotaan jaringan.

Diunggah oleh

hferdinand500
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Ringkasan Umum Ripple Protocol

Whitepaper ini memperkenalkan Algoritma Konsensus Protokol Ripple (RPCA) yang dirancang untuk sistem pembayaran terdistribusi dengan latensi rendah dan keamanan terhadap kegagalan Byzantine. RPCA memastikan kebenaran, persetujuan, dan utilitas melalui proses konsensus yang melibatkan server dan Unique Node List (UNL). Meskipun toleransi kesalahannya terbatas, RPCA menawarkan kecepatan pemrosesan transaksi yang tinggi dan fleksibilitas dalam keanggotaan jaringan.

Diunggah oleh

hferdinand500
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Ringkasan Umum

Whitepaper yang ditulis oleh David Schwartz, Noah Youngs, dan Arthur Britto ini
memperkenalkan Algoritma Konsensus Protokol Ripple (RPCA). Ini adalah sebuah algoritma
baru yang dirancang untuk sistem pembayaran terdistribusi agar mencapai kesepakatan
(konsensus) dengan latensi rendah. Berbeda dengan banyak algoritma lain yang memerlukan
komunikasi sinkron di seluruh jaringan, RPCA memanfaatkan

subnetwork yang dipercaya secara kolektif untuk mempercepat proses tanpa mengorbankan
keamanan terhadap kegagalan Byzantine (kesalahan atau serangan berbahaya).

Tujuan utama dari setiap sistem pembayaran terdistribusi, termasuk Ripple, adalah untuk
memenuhi tiga tantangan utama:

1. Correctness (Kebenaran): Kemampuan sistem untuk membedakan antara transaksi


yang sah dan yang palsu atau curang.
2. Agreement (Persetujuan): Kemampuan semua peserta dalam jaringan untuk
menyetujui satu versi kebenaran (satu set transaksi global) untuk mencegah masalah
seperti "double-spending" (pengeluaran ganda).
3. Utility (Utilitas): Kegunaan praktis dari sistem, yang sebagian besar ditentukan oleh
latensi atau kecepatan pemrosesan transaksi.

Poin - Poin Rinci

1. Komponen Utama Protokol Ripple

Untuk memahami cara kerja konsensus, whitepaper ini mendefinisikan beberapa komponen
inti:

 Server: Entitas apa pun yang menjalankan perangkat lunak Ripple Server dan
berpartisipasi aktif dalam proses konsensus.
 Ledger: Buku besar yang mencatat semua saldo di setiap akun pengguna dan
berfungsi sebagai "sumber kebenaran" jaringan.
 Last-Closed Ledger (Ledger Terakhir yang Ditutup): Versi ledger terbaru yang
telah disahkan melalui proses konsensus dan mewakili keadaan jaringan saat ini.
 Open Ledger (Ledger Terbuka): Status operasional terkini di sebuah node.
Transaksi baru diterapkan pada Open Ledger ini tetapi belum final sampai proses
konsensus selesai.
 Unique Node List (UNL): Ini adalah konsep kunci. Setiap server memiliki daftar
server lain (UNL) yang ia percayai secara kolektif untuk tidak berkolusi dalam upaya
menipu jaringan. Saat menentukan konsensus, sebuah server hanya akan
mempertimbangkan suara dari server lain yang ada di dalam UNL-nya.

2. Cara Kerja Algoritma Konsensus Ripple (RPCA)

Proses konsensus RPCA diterapkan oleh semua node setiap beberapa detik untuk menjaga
kebenaran dan kesepakatan jaringan. Proses ini berjalan dalam beberapa putaran:

1. Pengajuan Awal: Setiap server mengumpulkan semua transaksi valid yang belum
diproses dan mempublikasikannya sebagai "candidate set" (kumpulan kandidat).
2. Pengumpulan Suara: Setiap server kemudian menggabungkan candidate set dari
semua server di UNL-nya dan memberikan suara pada kebenaran setiap transaksi.
3. Filter Putaran: Transaksi yang menerima persentase suara "ya" di atas ambang batas
minimum akan diteruskan ke putaran berikutnya. Transaksi yang tidak mendapat
cukup suara akan dibuang atau dipertimbangkan lagi pada proses konsensus
berikutnya.
4. Putaran Final & Konfirmasi: Pada putaran final, sebuah transaksi memerlukan
persetujuan minimal 80% dari UNL sebuah server. Semua transaksi yang memenuhi
syarat ini akan diterapkan pada ledger, yang kemudian "ditutup" dan menjadi Last-
Closed Ledger yang baru.

3. Jaminan Keamanan dan Keandalan

RPCA dirancang untuk memberikan jaminan pada tiga properti utamanya:

 Kebenaran (Correctness):
o Karena sebuah transaksi memerlukan persetujuan 80% dari UNL untuk
disahkan, transaksi palsu tidak akan lolos selama kurang dari 20% anggota
UNL bertindak jahat (mengalami kegagalan Byzantine).
o Secara matematis, protokol ini dapat mentolerir hingga f≤(n−1)/5 kegagalan
Byzantine, di mana n adalah jumlah node di UNL dan f adalah jumlah node
yang gagal. Ini berarti toleransi kesalahan hingga 20% dari UNL.
o Bahkan jika jumlah penyerang melebihi 20%, proses konsensus akan gagal
mencapai kesepakatan, tetapi tidak akan mengonfirmasi transaksi yang salah.
Dibutuhkan mayoritas penyerang yang jauh lebih besar ((4n+1)/5) untuk bisa
memaksakan transaksi yang salah.
 Persetujuan (Agreement):
o Properti ini memastikan bahwa seluruh jaringan tidak terpecah menjadi
beberapa versi ledger yang berbeda (disebut "fork").
o Meskipun setiap server bisa memiliki UNL yang berbeda, perpecahan dapat
dicegah dengan memastikan ada tumpang tindih (overlap) yang cukup antar
UNL.
o Syaratnya adalah bahwa irisan (jumlah anggota yang sama) antara dua UNL
mana pun harus setidaknya 20% dari ukuran UNL yang lebih besar. Hal ini
membuat mustahil bagi dua kelompok node yang terpisah untuk mencapai
ambang batas 80% pada transaksi yang saling bertentangan.
o Menariknya, jaminan ini hanya bergantung pada ukuran irisan, bukan pada
apakah node-node dalam irisan tersebut jujur atau tidak.
 Utilitas (Utility):
o Konvergensi: Proses konsensus dijamin akan selesai dalam waktu yang
terbatas. Hal ini dicapai dengan memantau latensi node; jika sebuah node
terlalu lambat merespons, ia akan dihapus dari UNL.
o Heuristik Tambahan:
 Terdapat jendela waktu wajib 2 detik bagi node untuk mengajukan
kandidat transaksi, memastikan semua node memiliki kesempatan
berpartisipasi.
 Ripple menyediakan daftar UNL default yang dikurasi untuk
meminimalkan risiko kolusi, sehingga pengguna baru pun dapat
berpartisipasi dengan aman.
 Ada mekanisme deteksi perpecahan jaringan untuk mengidentifikasi
jika sebuah "fork" mungkin telah terjadi.

Kesimpulan Whitepaper

RPCA memungkinkan Ripple untuk memproses transaksi yang aman dan andal dalam
hitungan detik. Meskipun toleransi kesalahannya (20%) bukan yang terkuat di antara
algoritma konsensus Byzantine Asinkron lainnya, ia menawarkan latensi yang sangat rendah
dan fleksibilitas keanggotaan jaringan. Keberhasilan properti keamanan dan keandalannya
sangat bergantung pada manajemen UNL yang cermat oleh para pengguna dan pemantauan
struktur jaringan secara global untuk memastikan syarat tumpang tindih terpenuhi.

Anda mungkin juga menyukai