Sem 2
Sem 2
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
B. KOMPETENSI AWAL
Menciptakan
C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan berbagai media, bahan, alat,
teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan tertentu.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Sumber Belajar :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.
Alat Bahan :
Kertas berwarna/ buku gambar sebagai dasar
Kertas berwarna (kertas lipat berwarna atau kertas majalah/koran bekas)
Gunting
Perekat (lem, alternatif: sagu atau nasi).
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
C. PERTANYAAN PEMANTIK
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Fokus pada gambar contoh yang disediakan. Minta siswa untuk mengamati dan
menyebutkan aneka bentuk dan ukuran yang mereka lihat (contoh : lingkaran
kecil, persegi sedang atau segitiga besar). Siswa juga dapat diminta untuk
menyebutkan nama, ukuran dan bentuknya sekaligus (contoh : segitiga merah
kecil)
Jelaskan kepada siswa bahwa mereka akan membuat kolase, yaitu membuat
gambar dengan menempelkan potongan atau sobekan kertas pada sebuah dasar.
Ingatkan kembali siswa mengenai prosedur keamanan saat bekerja dengan gunting
dan perekat yang telah dipelajari di kelas 1.
Prosedur tersebut adalah :
o Memastikan bagian bilah tajam gunting dalam keadaan tertutup saat
memberikan pada orang lain. Siswa dapat menggenggam bagian bilah tajam
gunting seperti pada gambar.
o Menggunting ke arah luar/menjauh dari diri kita. Tekuk siku untuk menopang
dengan kuat.
o Taruh perekat secara merata di bagian outline atau garis kerangka kertas,
termasuk bagian tengah bentuk berukuran besar. Jika menggunakan perekat
dalam botol, tekan dengan lembut untuk menghindari tumpah.
o Lap tangan sebelum menekan bentuk agar merekat sempurna.
o Tekan secara merata agar merekat sempurna..
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan
yang akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Jelaskan bahwa siswa akan mulai membuat kolase dan mereka dapat
menambahkan gambar pada kolase mereka pada kegiatan minggu depan.
Pada kegiatan kali ini mereka akan mulai dengan menggunting atau
merobek kertas dan merekatkannya ke kertas dasar
Siswa akan mulai dengan menggunting atau merobek selembar kertas
menjadi bentuk geometris yang mereka pilih seperti bujur sangkar,
persegi panjang dan segitiga.
Siswa memotong bentuk yang diinginkan dalam ukuran kecil, sedang dan
besar. Untuk membantu siswa memotong dengan rapi, mereka dapat
memulai dengan melipat kertas dan memotong atau merobek mengikuti
garis lipatan tersebut. Jika siswa mengikuti garis lipatan tersebut, diharapkan
tidak akan ada sampah sisa potongan kertas.
Sebelum merekatkan potongan atau sobekan kertas pada kertas dasar, ajak
siswa untuk mencoba berbagai kemungkinan tata letak terlebih dahulu.
Misalnya bentuk berukuran besar diletakkan di tengah kertas, dekat dengan
bagian atas atau bawah kertas. Sementara potongan yang lebih kecil mungkin
diletakkan di atas bagian yang besar atau dipisahkan tersendiri.
Ajak siswa untuk merekatkan serapi mungkin. Ingatkan kembali
prosedur perekatan yang telah disampaikan di awal kelas.
Siswa menuliskan nama dan kelas mereka pada karya dan
membersihkan ruang kerja mereka.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara
bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk
memimpin doa sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.
Siswa dapat mendisplay hasil kerjanya dan berbagi mengenai inspirasi kolase yang
dibuatnya.
Refleksi Guru
Bagaimana saya memastikan keamanan bekerja para siswa saya?
Mengapa penting bagi saya untuk mengajarkan prosedur penggunaan
dan penanganan gunting?
Apakah saya sudah mencoba terlebih dahulu untuk melakukan kegiatan
yang saya ajarkan?
H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang menggunting
dan menempel kolase.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum mecapai CP.
LAMPIRAN
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa meninjau kembali prosedur menggunting dan menempel yang aman dan efektif.
Kemudian siswa mengidentifikasi dan mengeksplorasi bentuk dan ukuran potongan
kertas yang mereka buat. Setelah siswa membuat kolase imajinatif dan unik dari
potongan kertas yang dibuat.
Kolase
Kolase berasal dari bahasa Perancis, Coller
yang artinya menempelkan.
Selain di seni rupa, istilah kolase ini juga
digunakan pada seni musik.
Sebuah karya kolase memiliki ciri
memasangkan atau “menempelkan”
beberapa bentuk dan jenis yang berbeda
hingga membentuk sebuah karya yang
sama sekali baru. Kolase diawali oleh
seniman dunia asal Perancis, George
Braque dan seniman dunia dari Spanyol,
Pablo Picasso di awal abad ini. Mereka
menempelkan potongan surat kabar dan
berbagai material lain pada lukisan mereka. Namun demikian, sesungguhnya kolase
sudah ada jauh sebelum abad ini. Seniman-seniman Jepang sudah melakukannya
C. GLOSARIUM
Kolase: Kolase adalah teknik yang digunakan untuk membuat sebuah karya
seni dengan menempelkan berbagai bahan material dari kertas, kain, plastik
atau bahkan menggunakan benda yang sudah jadi (ready made object).
D. DAFTAR PUSTAKA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
B. KOMPETENSI AWAL
Sumber Belajar :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.
Alat Bahan :
Kertas/Buku gambar.
Kertas berwarna (kertas lipat berwarna atau kertas majalah/koran bekas).
Gunting.
Perekat (lem, alternatif: sagu atau nasi)
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah ada ide/kesan baru yang timbul ketika melihat kolase berada dalam posisi
baru?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Ajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan sebelumnya mengenai menggunting dan
menempel kolase. Tekankan pada bagian keselamatan kerja dan tanggung jawab untuk
menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain saat
bekerja.
Tunjukkan salah satu contoh kolase yang telah dibuat. Diskusikan dengan kelas, apa
kesan bentuk/gambar yang mereka tangkap saat sekilas melihat kolase tersebut.
Kemudian putarlah kolase tersebut 90° dan 180°. Diskusikan kembali dengan siswa
mengenai kesan bentuk/ gambar yang mereka tangkap ketika kolase tersebut diputar.
Ambil jeda beberapa detik untuk menanyakan apakah ada ide/kesan baru yang timbul
ketika melihat kolase berada dalam posisi baru?
Perkenalkan siswa pada kata kesan dan imajinasi. Kesan adalah ketika bagi mereka
gambar seolah menyerupai sesuatu dan imajinasi adalah ketika mereka dapat melihat
sesuatu hal dengan cara yang baru dan berbeda dari biasanya.
Pada kegiatan ini, siswa membuat kolase yang bercerita, yaitu kolase menampakkan
bentuk yang lebih jelas/ figuratif dan bukan sekadar komposisi bentuk acak. Guru juga
dapat menceritakan mengenai seniman Henri Matisse yang terkenal dengan gayanya
untuk menggambar dengan gunting. Ia menggunting bentuk-bentuk secara langsung
tanpa garis bantu terlebih dahulu. Matisse mengembangkan gaya ini karena kondisi
kesehatan yang tidak memungkinkannya bangun dari tempat tidur atau kursi roda (lihat
bagian lampiran bacaan guru halaman 99).
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Siswa mulai membuat kolase dengan mulai menggunting atau merobek selembar
kertas menjadi bentuk geometris yang mereka pilih seperti bujur sangkar,
persegi panjang, dan segitiga.
Siswa memotong bentuk organik yang diinginkan dalam ukuran kecil, sedang dan
besar. Siswa dapat membuat gambar rencana terlebih dahulu. Dengan cara
demikian, diharapkan tidak ada sampah sisa potongan kertas.
Sebelum merekatkan potongan atau sobekan kertas pada kertas dasar, ajak siswa
untuk mencoba berbagai kemungkinan tata letak terlebih dahulu. Misalnya
bentuk berukuran besar diletakkan di tengah kertas, dekat dengan bagian atas atau
bawah kertas. Sementara potongan yang
lebih kecil mungkin diletakkan di atas bagian yang besar atau
dipisahkan tersendiri.
Ajak siswa untuk merekatkan serapi mungkin. Ingatkan kembali
prosedur perekatan yang telah disampaikan di awal kelas.
Siswa menuliskan nama dan kelas mereka pada karya dan membersihkan ruang
kerja mereka.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan
Siswa dapat mendisplay hasil kerjanya dan berbagi mengenai inspirasi kolase yang
dibuatnya.
Refleksi Guru
Apakah siswa saya telah memahami pentingnya keamanan bekerja dengan benda
tajam?
Mengapa penting bagi saya untuk mengajarkan prosedur penggunaan dan penanganan
gunting?
Bagaimana saya dapat menghubungkan sikap seniman Henri Matisse dengan
Profil Pelajar Pancasila?
H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen
Siswa masih memerlukan Siswa masih kurang Siswa cukup Siswa konsisten
bantuan untuk konsisten dalam konsisten dalam dalam menunjukkan
menggunting dan menunjukkan menunjukkan keterampilan
menempel secara mandiri. keterampilan keterampilan menggunting dan
menggunting dan menggunting dan menempel dengan
menempel secara menempel secara rapi secara mandiri.
mandiri. mandiri.
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian
pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang kolase yang bercerita.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum mecapai
CP.
LAMPIRAN
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa menggunakan pengetahuan dan keterampilan menggunting dan menempel yang telah
dipelajari sebelumnya untuk berkolaborasi dalam grup kecil untuk membuat kolase yang
bercerita (drawing with scissor).
Henri Matisse merupakan seniman dunia yang terkenal. Ia berasal dari Perancis. Henri
Matisse lahir pada tahun 1869 dan meninggal dunia pada tahun 1954.
Henri Matisse menciptakan banyak sekali lukisan, patung dan karya cetak. Karyanya
sangat terkenal. Ia dijuluki sebagai Raja Warna.
Pada tahun 1941, ia diketahui mengalami sakit kanker perut. Karena penyakitnya
tersebut, ia tidak dapat bangun dari tempat tidur atau kursi rodanya. Namun Henri
Matisse tetap bersemangat. Ia menciptakan gambar dengan menggunakan gunting. Henri
Matisse menggunting kertas warna menjadi aneka bentuk. Kemudian ia mengatur dan
menempelkan potongan-potongan tersebut menjadi karya yang indah
C. GLOSARIUM
Kolase: Kolase adalah teknik yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni
dengan menempelkan berbagai bahan material dari kertas, kain, plastik atau bahkan
menggunakan benda yang sudah jadi (ready made object).
Warna Primer : Warna dasar yang tidak dapat diperoleh dari warna apapun
(merah, kuning, biru, putih, hitam).
Warna Sekunder: Warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer (Ungu
dari biru dan merah, Jingga dari kuning dan merah, Hijau dari Biru dan kuning).
Unsur rupa : Elemen dasar yang membentuk karya seni rupa terdiri dari garis, bentuk,
bidang, ruang, warna, tekstur, nilai (value).
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
B. KOMPETENSI AWAL
Sumber Belajar :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.
Alat Bahan :
Kertas (lebih disukai kertas lipat berwarna).
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah ada di antara siswa yang memiliki pengalaman dengan seni melipat
kertas? Beberapa taman kanak-kanak mengajarkan seni melipat kertas sederhana.
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Diskusikan secara singkat dengan kelas, apa cita-cita atau harapan siswa yang
sangat ingin mereka wujudkan.
Kemudian, guru akan berbagi mengenai tradisi unik di negara Jepang, dimana
selain berdoa dan berusaha, mereka juga membuat seni melipat kertas menjadi
bentuk bangau sebagai perlambang harapan. Kegiatan ini juga dapat dihubungkan
sekilas dengan pelajaran IPS mengenai letak negara Jepang dan karakteristik
bangsanya yang ulet dan tangguh.
Guru dapat memetakan kemampuan siswa sebelumnya dengan menanyakan
apakah ada di antara siswa yang memiliki pengalaman dengan seni melipat
kertas? Beberapa taman kanak-kanak mengajarkan seni melipat kertas sederhana.
Guru dapat mengajak siswa yang memiliki pengalaman untuk turut membantu
memperagakan di depan teman-temannya
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan
yang akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Siswa akan melipat kertas lipat berwarna mereka menjadi sebuah bentuk
sederhana seperti ikan atau berudu. Siswa akan mengikuti petunjuk guru.
Untuk memudahkan, guru dapat membagi siswa ke dalam kelompok-
kelompok kecil dimana guru akan berotasi untuk memperagakan
caranya. Selain itu, guru juga dapat melampirkan kertas instruksi
(terlampir) untuk setiap kelompok. Guru menerangkan arti garis tebal
dan garis putus-putus pada lembar instruksi.
Sebagai variasi, guru dapat memberikan kertas instruksi bentuk
yang berbeda untuk tiap kelompok
Siswa akan menuliskan nama di bagian atas bentuk lipatan kertasnya
dan membersihkan ruang kerjanya.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Siswa juga dapat menggunakan kertas koran atau kertas majalah bekas untuk
membuat origami. Untuk memudahkan pengerjaan, sebelumnya bentuk
kertas menjadi bujur sangkar terlebih dahulu. Cara termudah adalah dengan
melipat diagonal salah satu ujung kertas, kemudian menggunting sisanya.
Siswa yang bekerja cepat dan terampil dapat mencoba untuk membuat origami
3 dimensi berupa kubus kertas.
Apabila sekolah memiliki akses internet dan memungkinkan, siswa dapat
diajak untuk menonton video mengenai seniman lipat kertas Akira Yoshizawa,
Robert [Link] dan Quentin Trollip.
Siswa dapat menuliskan cita-cita atau harapan mereka pada kertas lipat berwarna,
kemudian melipatnya menjadi bentuk bangau. Guru kemudian meronce bentuk
bangau karya siswa tersebut dan memajangnya di kelas sebagai kenang-kenangan
atau pengingat mengenai cita-cita mereka bersama.
Refleksi Guru
Apa saja karya seni yang dapat dibuat dari sebuah benda seperti sehelai kertas?
Apakah jenis kertas mempengaruhi hasil akhir gambar atau lipatan?
Bagaimana kegiatan melipat ini dapat membantu siswa saya menguatkan
kemampuan motorik halus, fokus atau logikanya? Apa informasi mengenai
siswa saya yang bisa saya dapatkan melalui kegiatan melipat ini?
H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang melipat dan
membentuk kertas.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.
LAMPIRAN
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa melipat dan membentuk kertas sesuai yang dikehendaki. Mereka diperkenalkan
pada istilah origami (Bahasa Jepang yang berarti seni melipat kertas) dan
menggabungkan origami dengan ilustrasi sederhana.
C. GLOSARIUM
Unsur rupa : Elemen dasar yang membentuk karya seni rupa terdiri dari garis,
bentuk, bidang, ruang, warna, tekstur, nilai (value).
D. DAFTAR PUSTAKA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
B. KOMPETENSI AWAL
Menciptakan
C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media.
Sumber Belajar :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.
Alat Bahan :
Bahan yang mudah dibentuk seperti tanah liat (direkomendasikan), plastisin,
kertas, adonan tepung dll
Lidi atau tusuk gigi jika diperlukan
Karton kardus bekas (potong ukuran 10x10 cm atau 20x20 cm) untuk alas
Celemek atau kaos usang untuk menutup seragam/ pakaian.
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar yang sesuai
untuk keperluan karyanya serta mengenali, mengidentifikasi dan menerapkan
prinsip desain (keseimbangan) dalam sebuah karya.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah ada ide/kesan baru yang timbul ketika melihat kolase berada dalam posisi
baru?
E. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Jelaskan pada siswa bahwa kegiatan kali ini adalah membuat patung tanah liat
sederhana. Tanah liat merupakan jenis tanah yang biasa digunakan untuk
membuat patung atau gerabah seperti gentong, pot atau kendi minum. Tanah liat
telah digunakan sejak zaman kuno.
Peragakan bagaimana tanah liat biasanya digunakan. Untuk memotong tanah liat
yang masih berupa gumpalan besar, guru dapat menggunakan kawat atau benang.
Berikan kesempatan siswa untuk merasakan tekstur tanah liat yang dingin, lembek
dan mudah dibentuk. Ajak mereka mengamati bagaimana sentuhan mereka juga
mempengaruhi kelembaban tanah liat. Tunjukkan contoh patung yang terdapat di
sekitar sekolah atau gambar pada buku ini.
Peragakan bagaimana membuat bola atau telur, gilingan panjang atau kubus/kotak
dari tanah liat. Kemudian sambungkan bentuk-bentuk ini menjadi sebuah kesatuan
dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi untuk menopang berat tanah liat.
Berikan detail dengan cara mencubit, menggiling, memilin atau menyatukan antar
sambungan dengan usapan.
Untuk kegiatan ini, guru disarankan mempersiapkan ruang untuk menyimpan
karya di dalam kelas. Disarankan untuk menyimpan di tempat yang hangat atau
terkena sinar matahari langsung.
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan
yang akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Bagikan tanah liat dan kardus alas pada siswa dan mintalah mereka untuk
memilih salah satu hewan yang mereka sukai. Mereka dapat membuat
hewan peliharaan, hewan liar, hewan kebun binatang ataupun hewan
imajinatif hasil kreasi mereka sendiri.
Ajak siswa untuk mulai membentuk tanah liat mereka masing-masing. Siswa
dipersilahkan untuk mengeksplorasi cara yang dapat menghasilkan bentuk
yang solid dan stabil. Minta siswa untuk membentuk patung mereka di
atas kardus alas yang telah disediakan.
Ketika patung karya siswa hampir selesai, ajak siswa untuk meninjau
karya mereka dari berbagai sudut dan menghaluskan bagian yang tidak rata
atau tidak seimbang.
Siswa menuliskan nama mereka pada kardus alas dan membersihkan
tempat kerja mereka.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara
bergantian memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk
memimpin doa sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.
Bagi siswa yang kesulitan untuk membuat karyanya berdiri stabil, mereka
dapat membuat hewan tak berkaki seperti ikan atau reptil.
Bagi siswa yang bekerja lebih cepat, sangat dianjurkan agar mereka
mengeksplorasi detail, dan menerapkan tekstur pada karyanya.
Ajak siswa untuk memastikan kebersihan diri, kelas dan peralatan setelah selesai
bekerja. Siswa harus mencuci tangan dengan air dan sabun karena sisa minyak atau
warna dari tanah liat dapat menodai kertas dan buku. Satukan tanah liat yang tidak
terpakai dan simpan dalam kantong plastik yang kedap udara untuk menghindari
kering dan pecah.
Periksa lantai agar bebas dari tanah liat dan kumpulkan sampah pada kertas
koran bekas yang dilipat rapi.
Ajak siswa untuk meninjau hasil karya mereka 5 menit sebelum waktu
bekerja berakhir agar bisa memperbaiki bagian yang memerlukannya.
Refleksi Guru
H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum mecapai CP.
LAMPIRAN
Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa mengeksplorasi aneka bentuk 3 dimensi sesuai pengamatan mereka. Mereka
kemudian akan membuat patung sederhana dari ketersediaan bahan yang ada (contoh:
tanah liat, plastisin, kertas, adonan tepung dll.) dengan mencoba menerapkan apa yang
diketahuinya tentang bentuk, tekstur atau pola.
Tembikar
Tembikar atau Gerabah merupakan benda sintetik pertama yang diciptakan oleh
manusia.
Tembikar merupakan tanah liat yang dibentuk menjadi sebuah benda dengan cara
dikeringkan atau dibakar agar bentuknya tetap. Umumnya tembikar memiliki daya
tahan yang tinggi dan tahan lama. Tembikar sangat umum ditemukan pada semua
penggalian di situs-situs arkeologis, menunjukkan bahwa tembikar merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari sejarah kebudayaan dunia. Diketahui bahwa
tembikar tertua berasal dari Hunan, China. Dari uji usia dengan menggunakan
radiokarbon, diperkirakan temuan tembikar tersebut berusia sekitar 15400 hingga
18300 tahun.
Penggunaan tanah liat sebagai tembikar umum ditemukan di berbagai
kebudayaan dunia. Ini dikarenakan tanah liat merupakan material yang sangat
berlimpah, mudah ditemui dan diolah. Bahkan diketahui sekitar 30000 tahun lalu di
Dolni Vestonice, Republik Czech, manusia sudah menggunakan campuran tanah
liat dan tulang mamut (mammoth) untuk membuat patung mini. Sementara itu, di
situs arkeologi Odai Yamamoto, Jepang, ditemukan bukti adanya pabrik tembikar
tertua di dunia
Di Indonesia, tembikar tertua ditemukan di situs arkeologi Melolo, Sumba
Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebagian tembikar tersebut menunjukkan dekorasi
sederhana berupa titik, garis, belah ketupat, lingkaran dan bahkan wajah manusia.
Tembikar tersebut digunakan sebagai bekal kubur. Selain itu, tembikar juga
ditemukan di situs-situs arkeologi di Kadenglebu, Banyuwangi (Jawa Timur),
Kalapadua, Bogor (Jawa Barat), Serpong, Tangerang (Banten), Kalumpang
(Sulawesi Barat). Minanga Sepakka (Sulawesi Utara) , dan Poso (Sulawesi
Tengah). Selain untuk perabot sehari-hari, tembikar juga digunakan untuk
pembuatan patung dan benda dekoratif.
C. GLOSARIUM
Paper Sculpture: Istilah untuk karya 3D (bisa diraba dilihat dari segala arah
dan memiliki volume) dari kertas
D. DAFTAR PUSTAKA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
B. KOMPETENSI AWAL
Sumber Belajar :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.
Alat Bahan :
Bebas sesuai pilihan.
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apakah ada ide/kesan baru yang timbul ketika melihat kolase berada dalam posisi
baru?
E. KEGIATAN
PEMBELAJARAN Eksplorasi
Siswa meninjau kembali semua yang telah dipelajari di semester ini atau di tahun
ajaran ini. Mereka diminta untuk menyebutkan kegiatan yang paling mereka sukai
dan apa alasannya dan kegiatan yang tidak mereka sukai dan apa alasannya. Siswa
juga diminta untuk berbagi mengenai keahlian baru mereka di mata pelajaran seni
rupa kelas 2.
Siswa diminta untuk merencanakan dan membuat sebuah karya dengan
menggunakan alat atau teknik yang paling mereka sukai atau kuasai
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pembuka
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan
yang akan berlangsung dalam pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Siswa membuat perencanaan secara tertulis maupun lisan mengenai
karya yang akan dibuatnya.
Siswa membuat karya dengan menggunakan alat atau teknik yang
paling mereka sukai atau kuasai.
3. Kegiatan Penutup
Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
Kegiatan ini dapat dilakukan sebelum liburan dan siswa diminta untuk
membuat buku harian bergambar atau enikki selama liburan mereka.
Siswa dapat mendisplay karya mereka dan saling berbagi mengenai ide karya
mereka.
Refleksi Guru
H. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen
Kegiatan Pengayaan :
Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang review dan
berkarya.
Kegiatan Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum mecapai CP.
LAMPIRAN
C. GLOSARIUM
Unsur rupa : Elemen dasar yang membentuk karya seni rupa terdiri dari garis,
bentuk, bidang, ruang, warna, tekstur, nilai (value).
Warna Primer : Warna dasar yang tidak dapat diperoleh dari warna apapun
(merah, kuning, biru, putih, hitam).
Warna Sekunder: Warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer (Ungu
dari biru dan merah, Jingga dari kuning dan merah, Hijau dari Biru dan kuning).
Bentuk Geometris: Bentuk yang terukur dan dapat didefinisikan (lingkaran,
persegi, persegi panjang, laying-layang, segitiga).
Garis Horizontal : garis mendatar
Garis Vertikal : garis tegak
Garis Diagonal : garis miring
Paper Sculpture: Istilah untuk karya 3D (bisa diraba dilihat dari segala arah dan
memiliki volume) dari kertas
D. DAFTAR PUSTAKA