Seni Rupa
Seni Rupa
FASE C - KELAS VI SD
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : MIS YPI BATANG KUIS
Nama Penyusun : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : C - VI / 2
Alokasi Waktu : .. JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2025 / 2026
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah
karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
D. 8 PROFIL LULUSAN
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu merekontuksi gambar ornament dengan
menggunakan prinsip keseimbangan dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika menyesuaikan gambar ornament dengan
menggunakan prinsip keseimbangan dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu mempolakan gambar ornament dengan
menggunakan prinsip keseimbangan dengan benar
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu merekontuksi gambar ornament dengan
menggunakan prinsip keseimbangan dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika menyesuaikan gambar ornament dengan
menggunakan prinsip keseimbangan dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu mempolakan gambar ornament dengan
menggunakan prinsip keseimbangan dengan benar
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Ada yang tahu ap aitu gambar ornament?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru membuka pembelajaran dengan salam penuh perhatian dan ekspresi hangat.
Contoh: “Assalamu’alaikum, selamat pagi anak-anak hebat! Yuk beri senyum terbaik untuk teman di
sebelahmu.”
“Siapa hari ini yang datang paling pagi? Wah hebat! Yuk, beri tepuk semangat.”
o Posisi duduk dan kebersihan kelas dicek dengan melibatkan siswa sebagai ‘inspektur kelas’
secara bergantian, agar mereka belajar tanggung jawab.
Guru memberikan motivasi awal melalui cerita pendek inspiratif, lagu tematik, boneka tangan, atau
permainan singkat:
“Hari ini kita punya misi seru, lho! Siapa yang siap belajar sambil bermain?”
Pertanyaan pemantik disampaikan dengan cara interaktif dan penuh rasa ingin tahu:
“Coba tebak, benda apa yang bulat, bisa dipantulkan, dan sering kita pakai saat bermain di luar kelas?”
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dengan mengaitkan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita belajar bentuk dan warna supaya bisa lebih mudah mengenali benda-benda di sekitar kita, misalnya
saat membantu orang tua di rumah.”
Guru mengajak siswa menyadari nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang akan diasah hari itu:
o Bertakwa & Berakhlak Mulia → berdoa dan menghargai teman.
o Bernalar Kritis & Kreatif → berpikir saat menjawab pertanyaan.
o Bergotong Royong → bekerja sama dalam kelompok kecil.
o Kebhinekaan Global → menghargai pendapat dan perbedaan antar teman.
📊 4. Asesmen Awal (Pre-Assessment Interaktif)
Guru menggali pengetahuan awal siswa melalui pertanyaan reflektif dan pengamatan:
“Siapa yang tahu warna ini?” (sambil menunjukkan gambar) “Pernahkah kalian melihat benda berbentuk
seperti ini di rumah?”
o Jawaban anak dicatat untuk mengetahui kesiapan belajar dan menyesuaikan strategi pembelajaran.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang materi iniMengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-2
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-3
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang memahami materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-4
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang memahami materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian mengetahui macam-macam warna?
2 Apakah kalian tahu nama-nama warna?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
[Link] -untuk-sd-mi-kelas-iv
LAMPIRAN 4
GLOSARIUM
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi lebih
kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Akrilik: Cat air yang dicampur dengan bahan kimia untuk membuatnya cepat kering dan
tahan air.
Arsitektur: Seni merancang dan membangun bangunan.
Asetis: Bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan cat akrilik.
Bas-relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar, tetapi tidak
sedalam relief.
Batik: Kain yang dibuat dengan cara memberi motif menggunakan lilin dan pewarna.
Biomorfik: Bentuk seni yang meniru bentuk-bentuk alami yang ada di alam, seperti
tumbuhan dan hewan.
C
Citra: Gambaran atau representasi visual dari suatu objek, orang, atau peristiwa.
Collage: Teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai macam bahan, seperti kertas,
kain, dan foto, untuk menciptakan karya baru.
Coreografi: Seni menyusun gerakan tari.
Dekoratif: Seni rupa yang bertujuan untuk memperindah suatu objek atau ruangan.
Dimensi: Ukuran ruang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Dinamis: Seni rupa yang memberikan kesan gerakan atau pergerakan.
Genre: Jenis atau kategori seni rupa, seperti lukisan potret, lukisan pemandangan, atau
patung hewan.
Grafis: Seni rupa yang menggunakan teknik gambar atau cetak untuk menghasilkan karya
seni.
Harmonis: Seni rupa yang memiliki keseimbangan dan kesatuan antar elemennya.
Instalasi: Seni rupa yang melibatkan penataan objek-objek dalam ruang untuk
menciptakan pengalaman bagi para pengunjung.
Inspirasi: Sumber ide atau gagasan untuk menciptakan karya seni.
Jalinan: Teknik menganyam atau merajut bahan-bahan seperti rotan, bambu, atau benang
untuk menghasilkan karya seni.
Media: Bahan atau alat yang digunakan untuk menciptakan karya seni.
Minimalis: Gaya seni yang menggunakan elemen-elemen yang sederhana dan terbatas.
Mosaik: Seni menyusun potongan-potongan kecil bahan, seperti batu, kaca, atau keramik,
untuk menciptakan gambar atau pola.
Naturalis: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Non-representatif: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis,
tetapi lebih kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Patung: Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari bahan-bahan seperti batu, kayu, logam,
atau tanah liat.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis yang memberikan kesan ruang dan
kedalaman.
Pola: Pengulangan elemen-elemen visual yang menciptakan keteraturan dan keindahan.
Realism: Gaya seni yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar.
Repetisi: Pengulangan elemen-elemen visual untuk menciptakan efek ritme dan irama.
Sketsa: Gambar kasar yang dibuat untuk menangkap ide atau gagasan awal.
Stilisasi: Seni rupa yang menyederhanakan bentuk-bentuk objek nyata untuk menciptakan
efek
LAMPIRAN 3
DAFTAR PUSTAKA
Wiranto dan Wahyono. 2022. Seni Rupa Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
( ........................................... ) ( ........................................... )
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE C - KELAS VI SD
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : MIS YPI BATANG KUIS
Nama Penyusun : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : C - VI / 2
Alokasi Waktu : .. JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2025-2026
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah
karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
D. 8 PROFIL LULUSAN
9. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
10. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
11. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
12. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
13. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
14. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
15. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
16. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
4. Melalui tugas tertulis siswa mampu memciptakan ragam elemen dekoratif dengan pola
tumbuhan dari dua budaya dengan benar
5. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika membuat hubungan antara ragam hias
dengan elemen dekoratif dengan pola tumbuhan dari dua budaya dengan benar
6. Melalui penilaian produk siswa mampu mendesain ragam elemen dekoratif dengan pola
tumbuhan dari dua budaya dengan benar
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu memciptakan ragam elemen dekoratif dengan pola
tumbuhan dari dua budaya dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika membuat hubungan antara ragam hias
dengan elemen dekoratif dengan pola tumbuhan dari dua budaya dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu mendesain ragam elemen dekoratif dengan pola
tumbuhan dari dua budaya dengan benar
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Ada yang tahu ap aitu dekorasi?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat dan kontak mata yang penuh
perhatian, untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman.
“Selamat pagi anak-anak hebat! Senyum dulu yuk… Siap belajar dengan hati yang
gembira?”
“Hari ini kita akan bermain sambil belajar tentang bentuk dan warna. Seru kan?”
4. Pertanyaan pemantik diberikan secara interaktif agar siswa antusias dan berpikir aktif.
“Kalau kita tahu warna dan bentuk, kita bisa bantu Mama memilih buah di pasar, atau
menyusun mainan sesuai bentuknya!”
“Siapa tahu nama-nama bentuk ini?” (menunjukkan gambar). “Apa warna kesukaan kalian,
dan kenapa suka warna itu?”
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang materi iniMengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik secara
heterogen.
Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat selesai
dengan memberikan bintang
PERTEMUAN KE-2
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-3
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang memahami materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik secara
heterogen.
Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat selesai
dengan memberikan bintang
PERTEMUAN KE-4
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang memahami materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik secara
heterogen.
Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat selesai
dengan memberikan bintang
PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian mengetahui macam-macam warna?
2 Apakah kalian tahu nama-nama warna?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan
peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan
permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
[Link] -untuk-sd-mi-kelas-iv
LAMPIRAN 4
GLOSARIUM
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi lebih
kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Akrilik: Cat air yang dicampur dengan bahan kimia untuk membuatnya cepat kering dan
tahan air.
Arsitektur: Seni merancang dan membangun bangunan.
Asetis: Bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan cat akrilik.
Bas-relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar, tetapi tidak
sedalam relief.
Batik: Kain yang dibuat dengan cara memberi motif menggunakan lilin dan pewarna.
Biomorfik: Bentuk seni yang meniru bentuk-bentuk alami yang ada di alam, seperti
tumbuhan dan hewan.
Citra: Gambaran atau representasi visual dari suatu objek, orang, atau peristiwa.
Collage: Teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai macam bahan, seperti kertas,
kain, dan foto, untuk menciptakan karya baru.
Coreografi: Seni menyusun gerakan tari.
Dekoratif: Seni rupa yang bertujuan untuk memperindah suatu objek atau ruangan.
Dimensi: Ukuran ruang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Dinamis: Seni rupa yang memberikan kesan gerakan atau pergerakan.
Genre: Jenis atau kategori seni rupa, seperti lukisan potret, lukisan pemandangan, atau
patung hewan.
Grafis: Seni rupa yang menggunakan teknik gambar atau cetak untuk menghasilkan karya
seni.
Harmonis: Seni rupa yang memiliki keseimbangan dan kesatuan antar elemennya.
I
Instalasi: Seni rupa yang melibatkan penataan objek-objek dalam ruang untuk
menciptakan pengalaman bagi para pengunjung.
Inspirasi: Sumber ide atau gagasan untuk menciptakan karya seni.
Jalinan: Teknik menganyam atau merajut bahan-bahan seperti rotan, bambu, atau benang
untuk menghasilkan karya seni.
Media: Bahan atau alat yang digunakan untuk menciptakan karya seni.
Minimalis: Gaya seni yang menggunakan elemen-elemen yang sederhana dan terbatas.
Mosaik: Seni menyusun potongan-potongan kecil bahan, seperti batu, kaca, atau keramik,
untuk menciptakan gambar atau pola.
Naturalis: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Non-representatif: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis,
tetapi lebih kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Patung: Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari bahan-bahan seperti batu, kayu, logam,
atau tanah liat.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis yang memberikan kesan ruang dan
kedalaman.
Pola: Pengulangan elemen-elemen visual yang menciptakan keteraturan dan keindahan.
R
Realism: Gaya seni yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar.
Repetisi: Pengulangan elemen-elemen visual untuk menciptakan efek ritme dan irama.
Sketsa: Gambar kasar yang dibuat untuk menangkap ide atau gagasan awal.
Stilisasi: Seni rupa yang menyederhanakan bentuk-bentuk objek nyata untuk menciptakan
efek
LAMPIRAN 3
DAFTAR PUSTAKA
Wiranto dan Wahyono. 2022. Seni Rupa Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
( ........................................... ) ( ........................................... )
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE C - KELAS VI SD
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : MIS YPI BATANG KUIS
Nama Penyusun : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : C - VI / 2
Alokasi Waktu : .. JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2025-2026
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah
karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
D. 8 PROFIL LULUSAN
17. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
18. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
19. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
20. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
21. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
22. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
23. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
24. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu membandingkan ragam hias dan elemen dekoratif dari
sua masa dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika memepelajari ragam hias dan elemen
dekoratif dari sua masa dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu memodifikasi ragam hias dan elemen dekoratif dari
sua masa dengan benar
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu membandingkan ragam hias dan elemen dekoratif dari
sua masa dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika memepelajari ragam hias dan elemen
dekoratif dari sua masa dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu memodifikasi ragam hias dan elemen dekoratif
dari sua masa dengan benar
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Ada yang tahu hiasan dinding?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru menyapa peserta didik dengan salam hangat dan penuh perhatian. Tatapan
mata lembut, senyum ramah, dan sapaan personal kepada beberapa siswa menciptakan
suasana aman dan menyenangkan.
“Assalamu’alaikum anak-anak hebat, apa kabar pagi ini? Yuk tarik napas dalam…
hembuskan… kita siap belajar dengan hati yang tenang dan semangat ya!”
“Hari ini kita akan belajar tentang... tapi sebelum itu, siapa mau dengar cerita dari si Bubu
si boneka pintar?”
“Kira-kira, kalau kalian punya teman baru, apa yang ingin kalian tanyakan ke dia?”
Guru menjelaskan pentingnya pelajaran hari ini dalam kehidupan sehari-hari agar
siswa merasakan manfaat langsung dari apa yang dipelajari.
“Kalau kalian bisa menyebutkan nama sendiri dan teman, kalian bisa berteman lebih
banyak, lho!”
Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya secara terbuka dan reflektif, bukan hanya
kognitif:
“Siapa pernah memperkenalkan diri ke orang baru? Apa yang kalian katakan?” “Apa
warna atau benda yang kalian suka dan bisa kalian sebutkan dalam bahasa Inggris?”
Asesmen ini membantu guru memahami latar belakang pengalaman dan pengetahuan siswa,
bukan sekadar mengecek hafalan.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang materi iniMengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-2
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-3
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang memahami materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat selesai
dengan memberikan bintang
PERTEMUAN KE-4
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang memahami materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian mengetahui macam-macam warna?
2 Apakah kalian tahu nama-nama warna?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
[Link] -untuk-sd-mi-kelas-iv
LAMPIRAN 4
GLOSARIUM
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi lebih
kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Akrilik: Cat air yang dicampur dengan bahan kimia untuk membuatnya cepat kering dan
tahan air.
Arsitektur: Seni merancang dan membangun bangunan.
Asetis: Bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan cat akrilik.
Bas-relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar, tetapi tidak
sedalam relief.
Batik: Kain yang dibuat dengan cara memberi motif menggunakan lilin dan pewarna.
Biomorfik: Bentuk seni yang meniru bentuk-bentuk alami yang ada di alam, seperti
tumbuhan dan hewan.
C
Citra: Gambaran atau representasi visual dari suatu objek, orang, atau peristiwa.
Collage: Teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai macam bahan, seperti kertas,
kain, dan foto, untuk menciptakan karya baru.
Coreografi: Seni menyusun gerakan tari.
Dekoratif: Seni rupa yang bertujuan untuk memperindah suatu objek atau ruangan.
Dimensi: Ukuran ruang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Dinamis: Seni rupa yang memberikan kesan gerakan atau pergerakan.
Genre: Jenis atau kategori seni rupa, seperti lukisan potret, lukisan pemandangan, atau
patung hewan.
Grafis: Seni rupa yang menggunakan teknik gambar atau cetak untuk menghasilkan karya
seni.
Harmonis: Seni rupa yang memiliki keseimbangan dan kesatuan antar elemennya.
Instalasi: Seni rupa yang melibatkan penataan objek-objek dalam ruang untuk
menciptakan pengalaman bagi para pengunjung.
Inspirasi: Sumber ide atau gagasan untuk menciptakan karya seni.
Jalinan: Teknik menganyam atau merajut bahan-bahan seperti rotan, bambu, atau benang
untuk menghasilkan karya seni.
Media: Bahan atau alat yang digunakan untuk menciptakan karya seni.
Minimalis: Gaya seni yang menggunakan elemen-elemen yang sederhana dan terbatas.
Mosaik: Seni menyusun potongan-potongan kecil bahan, seperti batu, kaca, atau keramik,
untuk menciptakan gambar atau pola.
Naturalis: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Non-representatif: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis,
tetapi lebih kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Patung: Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari bahan-bahan seperti batu, kayu, logam,
atau tanah liat.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis yang memberikan kesan ruang dan
kedalaman.
Pola: Pengulangan elemen-elemen visual yang menciptakan keteraturan dan keindahan.
Realism: Gaya seni yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar.
Repetisi: Pengulangan elemen-elemen visual untuk menciptakan efek ritme dan irama.
Sketsa: Gambar kasar yang dibuat untuk menangkap ide atau gagasan awal.
Stilisasi: Seni rupa yang menyederhanakan bentuk-bentuk objek nyata untuk menciptakan
efek
LAMPIRAN 3
DAFTAR PUSTAKA
Wiranto dan Wahyono. 2022. Seni Rupa Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
( ........................................... ) ( ........................................... )
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE C - KELAS VI SD
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : MIS YPI BATANG KUIS
Nama Penyusun : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : C - VI / 2
Alokasi Waktu : .. JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2025-2026
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah
karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
D. 8 PROFIL LULUSAN
25. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
26. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
27. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
28. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
29. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
30. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
31. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
32. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu merancang jenis dan pola ragam hias dan elemen
dekoratif dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika berkreasi jenis dan pola ragam hias dan
elemen dekoratif dengan benar
Melalui penilaian produk siswa mampu menciptakan jenis dan pola ragam hias dan elemen
dekoratif dengan benar
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu merancang jenis dan pola ragam hias dan elemen
dekoratif dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika berkreasi jenis dan pola ragam hias dan
elemen dekoratif dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu menciptakan jenis dan pola ragam hias dan
elemen dekoratif dengan benar
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Ada yang tahu hiasan dinding?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru mengawali pembelajaran dengan salam hangat dan kontak mata positif, sambil
tersenyum untuk menciptakan ikatan emosional yang aman:
"Selamat pagi anak-anak hebat! Yuk kita awali hari ini dengan semangat dan hati yang
bahagia."
Guru mengajak siswa untuk berdoa bersama dengan kesadaran penuh, menciptakan
suasana yang tenang dan khidmat.
Dilanjutkan dengan pemeriksaan kehadiran yang personal, memberi perhatian pada
setiap anak:
Guru mengajak peserta didik mengecek kerapihan diri dan lingkungan secara reflektif:
“Apakah bajuku sudah rapi? Apakah meja kita bersih? Ayo kita jaga bersama ruang belajar
kita.”
“Hari ini Bu Guru bawa cerita seru dari teman baru bernama Tobi! Mau tahu ceritanya?”
Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang ringan dan menghibur, namun menggugah
rasa ingin tahu:
“Kalau kalian bertemu teman baru, apa yang kalian katakan pertama kali?” “Pernah nggak
kalian salah sebut nama teman? Bagaimana rasanya?”
🎯 3. Meaningful Learning (Pembelajaran bermakna, terhubung
dengan pengalaman hidup siswa)
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dengan cara yang dekat dan relevan
dengan kehidupan sehari-hari:
“Hari ini kita belajar mengenal dan menyapa teman. Ini penting supaya kita bisa punya
banyak teman dan saling menghormati.”
Guru melakukan asesmen awal bukan hanya kognitif, tapi juga pengalaman dan perasaan
siswa, dengan pertanyaan seperti:
“Siapa yang sudah pernah memperkenalkan diri di depan kelas?” “Apa yang kalian
rasakan waktu itu? Senang, gugup, atau bangga?” “Kalian sudah tahu belum kenapa kita
belajar memperkenalkan diri?”
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang materi iniMengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik secara
heterogen.
Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Peserta didik berdiskusi untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru pada
LKPD (Mengeksplorasi dan Mengasosiasi)
Guru membimbing peserta didik saat berdiskusi kelompok
Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam diskusi
kelompok
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 6: Memberi Penghargaan
Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok yang bersemangat dan cepat selesai
dengan memberikan bintang
PERTEMUAN KE-2
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik secara
heterogen.
Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian mengetahui macam-macam warna?
2 Apakah kalian tahu nama-nama warna?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan
peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan
permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
[Link] -untuk-sd-mi-kelas-iv
LAMPIRAN 4
GLOSARIUM
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi lebih
kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Akrilik: Cat air yang dicampur dengan bahan kimia untuk membuatnya cepat kering dan
tahan air.
Arsitektur: Seni merancang dan membangun bangunan.
Asetis: Bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan cat akrilik.
Bas-relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar, tetapi tidak
sedalam relief.
Batik: Kain yang dibuat dengan cara memberi motif menggunakan lilin dan pewarna.
Biomorfik: Bentuk seni yang meniru bentuk-bentuk alami yang ada di alam, seperti
tumbuhan dan hewan.
Citra: Gambaran atau representasi visual dari suatu objek, orang, atau peristiwa.
Collage: Teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai macam bahan, seperti kertas,
kain, dan foto, untuk menciptakan karya baru.
Coreografi: Seni menyusun gerakan tari.
Dekoratif: Seni rupa yang bertujuan untuk memperindah suatu objek atau ruangan.
Dimensi: Ukuran ruang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Dinamis: Seni rupa yang memberikan kesan gerakan atau pergerakan.
Genre: Jenis atau kategori seni rupa, seperti lukisan potret, lukisan pemandangan, atau
patung hewan.
Grafis: Seni rupa yang menggunakan teknik gambar atau cetak untuk menghasilkan karya
seni.
Harmonis: Seni rupa yang memiliki keseimbangan dan kesatuan antar elemennya.
Instalasi: Seni rupa yang melibatkan penataan objek-objek dalam ruang untuk
menciptakan pengalaman bagi para pengunjung.
Inspirasi: Sumber ide atau gagasan untuk menciptakan karya seni.
Jalinan: Teknik menganyam atau merajut bahan-bahan seperti rotan, bambu, atau benang
untuk menghasilkan karya seni.
Media: Bahan atau alat yang digunakan untuk menciptakan karya seni.
Minimalis: Gaya seni yang menggunakan elemen-elemen yang sederhana dan terbatas.
Mosaik: Seni menyusun potongan-potongan kecil bahan, seperti batu, kaca, atau keramik,
untuk menciptakan gambar atau pola.
Naturalis: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Non-representatif: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis,
tetapi lebih kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Patung: Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari bahan-bahan seperti batu, kayu, logam,
atau tanah liat.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis yang memberikan kesan ruang dan
kedalaman.
Pola: Pengulangan elemen-elemen visual yang menciptakan keteraturan dan keindahan.
Realism: Gaya seni yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar.
Repetisi: Pengulangan elemen-elemen visual untuk menciptakan efek ritme dan irama.
Sketsa: Gambar kasar yang dibuat untuk menangkap ide atau gagasan awal.
Stilisasi: Seni rupa yang menyederhanakan bentuk-bentuk objek nyata untuk menciptakan
efek
LAMPIRAN 3
DAFTAR PUSTAKA
Wiranto dan Wahyono. 2022. Seni Rupa Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
( ........................................... ) ( ........................................... )
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE C - KELAS VI SD
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Nama Penyusun : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : C - VI / 2
Alokasi Waktu : .. JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2025-2026
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah
karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
D. 8 PROFIL LULUSAN
33. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
34. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
35. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
36. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
37. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
38. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
39. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
40. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu membangaun karya seni dari bahan daur ulang
limbah rumah tangga dengan benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika merangkai karya seni dari bahan daur
ulang limbah rumah tangga dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu membuat karya seni dari bahan daur ulang
limbah rumah tangga dengan benar
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu
4. Melalui tugas tertulis siswa mampu membangaun karya seni dari bahan daur ulang limbah
rumah tangga dengan benar
5. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika merangkai karya seni dari bahan daur ulang
limbah rumah tangga dengan benar
6. Melalui penilaian produk siswa mampu membuat karya seni dari bahan daur ulang limbah
rumah tangga dengan benar
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Ada yang pernah melihat krya seni dari sampah?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru membuka pembelajaran dengan ucapan salam dengan penuh perhatian dan rasa
hormat, mengajak siswa untuk hadir secara penuh dalam pembelajaran hari ini:
“Selamat pagi, anak-anak yang hebat! Yuk, kita mulai hari ini dengan hati yang penuh
semangat dan pikiran yang terbuka. Salam sejahtera untuk kalian semua!”
Mengajak siswa untuk berdoa bersama dengan penuh kesadaran, memungkinkan siswa
untuk sejenak fokus pada ketenangan diri dan kesiapan mereka untuk belajar:
“Sebelum kita mulai, mari kita luangkan waktu sejenak untuk berdoa agar kegiatan kita
hari ini berjalan dengan baik dan membawa manfaat.”
Pemeriksaan kehadiran dilakukan dengan cara yang mendalam dan penuh perhatian,
memberi pengakuan kepada setiap siswa:
“Siapa yang hadir pagi ini? Ayo, tunjukkan senyum terbaikmu dan beri tepuk tangan untuk
teman-teman kita yang sudah datang.”
Memeriksa kerapihan pakaian dan posisi duduk dengan cara yang tidak menilai, tetapi
mengingatkan untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman dan tertib:
“Cek kembali apakah pakaian kita sudah rapi dan meja sudah bersih. Kebersihan adalah
bagian dari kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab.”
Memberikan motivasi yang melibatkan emosi dan minat siswa, seperti cerita atau
anekdot yang relevan dengan topik pembelajaran:
“Hari ini, kita akan belajar cara memperkenalkan diri dengan percaya diri. Kalian tahu,
saat pertama kali bertemu teman baru, apa yang kalian katakan? Pasti menarik, kan?”
“Apa yang kalian rasakan jika teman baru menyapa kalian dengan ramah dan percaya diri?
Senang, kan? Hari ini kita akan belajar agar kita bisa memberi kesan pertama yang baik!”
“Mempelajari cara memperkenalkan diri sangat penting, karena setiap hari kita bertemu
dengan orang baru. Bagaimana kita menyapa mereka bisa membentuk kesan pertama yang
baik. Ini adalah bagian dari bagaimana kita menunjukkan sikap yang baik dan menghargai
orang lain.”
“Saat kalian memperkenalkan diri, kalian tidak hanya belajar bahasa, tapi juga belajar
menjadi pribadi yang berakhlak mulia, seperti yang diajarkan dalam Profil Pelajar
Pancasila. Kita akan menjadi pribadi yang ramah, berani, dan penuh empati.”
“Siapa yang pernah memperkenalkan diri di depan kelas? Bagaimana perasaan kalian saat
itu? Senang atau agak gugup?”
Menggunakan asesmen berbasis diskusi, yang memungkinkan siswa merenungkan
pemahaman mereka tentang materi yang akan diajarkan, sambil membangun rasa percaya
diri:
“Apa yang kalian pikirkan tentang pentingnya memperkenalkan diri dengan percaya diri?
Apakah kalian merasa itu bisa membantu kalian punya lebih banyak teman?”
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang materi iniMengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
PERTEMUAN KE-2
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian mengetahui macam-macam warna?
2 Apakah kalian tahu nama-nama warna?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan
peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan
permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
[Link] -untuk-sd-mi-kelas-iv
LAMPIRAN 4
GLOSARIUM
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi lebih
kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Akrilik: Cat air yang dicampur dengan bahan kimia untuk membuatnya cepat kering dan
tahan air.
Arsitektur: Seni merancang dan membangun bangunan.
Asetis: Bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan cat akrilik.
Bas-relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar, tetapi tidak
sedalam relief.
Batik: Kain yang dibuat dengan cara memberi motif menggunakan lilin dan pewarna.
Biomorfik: Bentuk seni yang meniru bentuk-bentuk alami yang ada di alam, seperti
tumbuhan dan hewan.
Citra: Gambaran atau representasi visual dari suatu objek, orang, atau peristiwa.
Collage: Teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai macam bahan, seperti kertas,
kain, dan foto, untuk menciptakan karya baru.
Coreografi: Seni menyusun gerakan tari.
Dekoratif: Seni rupa yang bertujuan untuk memperindah suatu objek atau ruangan.
Dimensi: Ukuran ruang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Dinamis: Seni rupa yang memberikan kesan gerakan atau pergerakan.
Genre: Jenis atau kategori seni rupa, seperti lukisan potret, lukisan pemandangan, atau
patung hewan.
Grafis: Seni rupa yang menggunakan teknik gambar atau cetak untuk menghasilkan karya
seni.
Harmonis: Seni rupa yang memiliki keseimbangan dan kesatuan antar elemennya.
Instalasi: Seni rupa yang melibatkan penataan objek-objek dalam ruang untuk
menciptakan pengalaman bagi para pengunjung.
Inspirasi: Sumber ide atau gagasan untuk menciptakan karya seni.
Jalinan: Teknik menganyam atau merajut bahan-bahan seperti rotan, bambu, atau benang
untuk menghasilkan karya seni.
Media: Bahan atau alat yang digunakan untuk menciptakan karya seni.
Minimalis: Gaya seni yang menggunakan elemen-elemen yang sederhana dan terbatas.
Mosaik: Seni menyusun potongan-potongan kecil bahan, seperti batu, kaca, atau keramik,
untuk menciptakan gambar atau pola.
N
Naturalis: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Non-representatif: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis,
tetapi lebih kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Patung: Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari bahan-bahan seperti batu, kayu, logam,
atau tanah liat.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis yang memberikan kesan ruang dan
kedalaman.
Pola: Pengulangan elemen-elemen visual yang menciptakan keteraturan dan keindahan.
Realism: Gaya seni yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar.
Repetisi: Pengulangan elemen-elemen visual untuk menciptakan efek ritme dan irama.
Sketsa: Gambar kasar yang dibuat untuk menangkap ide atau gagasan awal.
Stilisasi: Seni rupa yang menyederhanakan bentuk-bentuk objek nyata untuk menciptakan
efek
LAMPIRAN 3
DAFTAR PUSTAKA
Wiranto dan Wahyono. 2022. Seni Rupa Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
( ........................................... ) ( ........................................... )
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE C - KELAS VI SD
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : MIS YPI BATANG KUIS
Nama Penyusun : Aisyah Eny Simatupang, [Link].I
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase / Kelas / Semester : C - VI / 2
Alokasi Waktu : .. JP x 45 Menit
Tahun Penyusunan : 2025-2026
B CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, bangun dan gelap terang, serta menerapkan prinsip desain dan
perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah
karya seni, peserta didik juga mampu menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta
pengetahuan interdisipliner. Peserta didik mampu mempresentasikan karya dan penciptaan
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.
D. 8 PROFIL LULUSAN
41. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai
spriritual dalam kehidupan sehari-hari
42. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dna norma social dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen
untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan lingkungan
43. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan reflektif dalam memahami,
mngevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
44. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide
atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
45. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong roying
untuk mencapai tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
46. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan
menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
47. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan
Kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
48. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi untuk melakukan refleksi
dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu membuat karya kriya dari kertas berkas dengan
benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika memodifikasi membuat karya kriya dari
kertas berkas dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu menghasilkan membuat karya kriya dari kertas
berkas dengan benar
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu
1. Melalui tugas tertulis siswa mampu membuat karya kriya dari kertas berkas dengan
benar
2. Memalui penilaian sikap siswa mampu Ketika memodifikasi membuat karya kriya dari
kertas berkas dengan benar
3. Melalui penilaian produk siswa mampu menghasilkan membuat karya kriya dari kertas
berkas dengan benar
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Ada yang pernah melihat krya seni dari kertas bekas?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN
Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam secara penuh perhatian dan
dengan rasa hormat, mengajak siswa untuk hadir dengan penuh kesadaran:
"Selamat pagi, anak-anak! Selamat datang di hari yang penuh semangat! Mari kita mulai
hari ini dengan hati yang terbuka dan pikiran yang siap menerima ilmu."
"Sebelum kita mulai, mari kita sejenak menenangkan pikiran dan berdoa sesuai agama dan
keyakinan masing-masing agar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah."
Pemeriksaan kehadiran dilakukan dengan cara yang penuh perhatian dan memberi
pengakuan kepada setiap siswa yang hadir, menjalin rasa kebersamaan:
“Siapa yang sudah hadir? Ayo, sebutkan namamu dengan suara keras dan penuh semangat.
Luar biasa kalian semua sudah datang, semangat belajar!”
Memeriksa kerapihan pakaian dan posisi tempat duduk dengan cara yang tidak
menilai, melainkan lebih sebagai upaya menciptakan suasana kelas yang nyaman dan
menyenangkan:
"Cek kembali tempat duduk kita, pastikan meja dan kursi rapi, dan pakaian kita sudah siap
untuk belajar. Semakin rapi, semakin nyaman untuk fokus belajar."
"Hari ini kita akan belajar cara memperkenalkan diri dengan percaya diri. Siapa di sini
yang pernah merasa gugup saat bertemu teman baru? Nah, kali ini kita akan belajar cara
menjadi lebih percaya diri dan bersikap ramah!"
Memberikan pertanyaan pemantik yang mengundang rasa ingin tahu dan
kegembiraan:
“Apa yang kalian rasakan jika bertemu teman baru yang menyapa dengan ramah?
Bagaimana kalian ingin dikenal oleh teman-teman baru kalian? Mari kita belajar agar
semua orang bisa melihat sisi terbaik diri kita!”
“Kalian tahu kan, dalam Profil Pelajar Pancasila, salah satu nilai yang penting adalah
memiliki akhlak mulia dan bisa berinteraksi dengan baik dengan orang lain.
Memperkenalkan diri dengan percaya diri dan ramah adalah langkah awal untuk menjadi
pribadi yang lebih baik.”
“Dengan belajar cara memperkenalkan diri dengan percaya diri, kalian juga sedang melatih
keterampilan sosial, bagaimana cara berteman, berbicara dengan orang lain, dan
menghargai perbedaan. Ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah
maupun di masyarakat.”
"Siapa di sini yang pernah merasa cemas atau takut saat harus memperkenalkan diri di
depan kelas? Apa yang membuat kalian merasa seperti itu? Bagaimana cara kalian bisa
mengatasi rasa gugup tersebut?"
Melibatkan siswa dalam diskusi ringan mengenai harapan dan tujuan mereka dalam
pembelajaran:
“Apa yang kalian harapkan dari belajar cara memperkenalkan diri dengan percaya diri?
Bagaimana menurut kalian, kemampuan ini bisa membantu kalian dalam kehidupan
sehari-hari?”
Menggunakan asesmen informal, seperti meminta siswa untuk menyebutkan satu hal
yang mereka harapkan bisa mereka pelajari dalam sesi ini, untuk memotivasi mereka
secara pribadi dan memberi mereka rasa memiliki dalam pembelajaran:
“Coba kalian pikirkan, jika kalian bisa mengubah cara kalian memperkenalkan diri, apa
yang ingin kalian ubah? Ayo, berbagi dengan teman-teman kalian!”
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Guru memotivasi peserta didik untuk semangat mengikuti pembelajaran dengan
melakukan ice breaking
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan gambaran terkait manfaat
pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
KEGIATAN INTI
PERTEMUAN KE-1
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang materi iniMengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
PERTEMUAN KE-2
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
PERTEMUAN KE-3
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
PERTEMUAN KE-4
Fase 2: Menyajikan/ menyampaikan informasi
Guru menampilkan video pembelajaran tentang menulis materi ini (Mengamati)
Guru melakukan tanya jawab bersama peserta didik (Menanya)
Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap jawaban yang peserta didik
berikan.
Fase 3: Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membentuk peserta didik menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik secara
heterogen.
Guru membagikan LKPD dan menjelaskan tugas yang akan dikerjakan.
Fase 5: Evaluasi
Peserta didik bersama kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas secara
bergantian (Mengomunikasikan)
Guru membagikan lembar evaluasi kepada peserta didik
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi untuk penilaian secara mandiri
PENUTUP
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis bab
ini dari berbagai referensi yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull
learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah kalian mengetahui macam-macam warna?
2 Apakah kalian tahu nama-nama warna?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan berkelompok?
3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan
peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan
permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LAMPIRAN 2
BAHAN AJAR
[Link] -untuk-sd-mi-kelas-iv
LAMPIRAN 4
GLOSARIUM
Abstrak: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis, tetapi lebih
kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Akrilik: Cat air yang dicampur dengan bahan kimia untuk membuatnya cepat kering dan
tahan air.
Arsitektur: Seni merancang dan membangun bangunan.
Asetis: Bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan cat akrilik.
Bas-relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar, tetapi tidak
sedalam relief.
Batik: Kain yang dibuat dengan cara memberi motif menggunakan lilin dan pewarna.
Biomorfik: Bentuk seni yang meniru bentuk-bentuk alami yang ada di alam, seperti
tumbuhan dan hewan.
Citra: Gambaran atau representasi visual dari suatu objek, orang, atau peristiwa.
Collage: Teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai macam bahan, seperti kertas,
kain, dan foto, untuk menciptakan karya baru.
Coreografi: Seni menyusun gerakan tari.
Dekoratif: Seni rupa yang bertujuan untuk memperindah suatu objek atau ruangan.
Dimensi: Ukuran ruang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi.
Dinamis: Seni rupa yang memberikan kesan gerakan atau pergerakan.
Genre: Jenis atau kategori seni rupa, seperti lukisan potret, lukisan pemandangan, atau
patung hewan.
Grafis: Seni rupa yang menggunakan teknik gambar atau cetak untuk menghasilkan karya
seni.
Harmonis: Seni rupa yang memiliki keseimbangan dan kesatuan antar elemennya.
Instalasi: Seni rupa yang melibatkan penataan objek-objek dalam ruang untuk
menciptakan pengalaman bagi para pengunjung.
Inspirasi: Sumber ide atau gagasan untuk menciptakan karya seni.
Jalinan: Teknik menganyam atau merajut bahan-bahan seperti rotan, bambu, atau benang
untuk menghasilkan karya seni.
Media: Bahan atau alat yang digunakan untuk menciptakan karya seni.
Minimalis: Gaya seni yang menggunakan elemen-elemen yang sederhana dan terbatas.
Mosaik: Seni menyusun potongan-potongan kecil bahan, seperti batu, kaca, atau keramik,
untuk menciptakan gambar atau pola.
N
Naturalis: Seni rupa yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Non-representatif: Seni rupa yang tidak menggambarkan objek nyata secara realistis,
tetapi lebih kepada pengungkapan ide, gagasan, atau perasaan.
Patung: Karya seni tiga dimensi yang terbuat dari bahan-bahan seperti batu, kayu, logam,
atau tanah liat.
Perspektif: Teknik menggambar atau melukis yang memberikan kesan ruang dan
kedalaman.
Pola: Pengulangan elemen-elemen visual yang menciptakan keteraturan dan keindahan.
Realism: Gaya seni yang menggambarkan objek nyata secara realistis dan detail.
Relief: Teknik pahatan yang menonjolkan gambar dari permukaan datar.
Repetisi: Pengulangan elemen-elemen visual untuk menciptakan efek ritme dan irama.
Sketsa: Gambar kasar yang dibuat untuk menangkap ide atau gagasan awal.
Stilisasi: Seni rupa yang menyederhanakan bentuk-bentuk objek nyata untuk menciptakan
efek
LAMPIRAN 3
DAFTAR PUSTAKA
Wiranto dan Wahyono. 2022. Seni Rupa Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
( ........................................... ) ( ........................................... )