IPAS
IPAS
Keterampilan proses
Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar
kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif,
membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi,
mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki keterampilan proses yang baik
maka profil tersebut dapat dicapai.
Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa
terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan
menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun
berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan
informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta
membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat
direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti
membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002).
Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan
induktif (Constantinou [Link], 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah
menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan.
Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya
menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan
kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan
dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
(Rocard, [Link]., 2007).
Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g.
Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996;
Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial
didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat
dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu
mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek
fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996;
NRC, 1996).
Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam
keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik.
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Mengamati
Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang
akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta
didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta
membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan
perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain
seperti kuesioner, wawancara.
Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin
diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga
menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan
dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat
prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat
rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar.
Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan
melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi
faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung
dan menghambat
kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut peserta didik mengambil data dan
melakukan serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-
temuan.
Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik memilih dan
mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan
dengan jujur dan
bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang
tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi
rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan.
Mengevaluasi dan refleksi
Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan
tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau
kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau
diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang
bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan.
Mengomunikasikan hasil
Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan,
menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media
digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam
berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan
berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus
yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan
peserta didik.
Profil Pelajar Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam dalam Fase ini
Pancasila adalah dimensi Mandiri dan Gotong Royong.
Sarana dan LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan
prasarana, Media: internet Sumber Belajar:
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain
Target Peserta didik Peserta didik reguler
Pesera didik dengan hambatan belajar
Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah Peserta Didik ...............................................
Model Pembelajaran Discovery learning
Metode Karya kunjung, market of place, demonstrasi
B. KEGIATAN INTI
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
DESKRIPSI • Pada bab ini, peserta didik akan belajar lebih dalam mengenai
Bumi sebagai sebuah planet dalam sistem tata surya. Peserta
didik diharapkan dapat memahami bagaimana Bumi bergerak,
kaitannya dengan Bulan dan Matahari, serta dampak yang
diakibatkan pada kehidupan di Bumi melalui model dan
simulasi sederhana. Melalui kegiatan penelusuran dan
pengamatan, peserta didik juga diharapkan dapat memahami
susunan sistem tata surya dan karakteristik anggota- anggota
di dalamnya. Pada bab ini, peserta didik akan dilatih nalar
kritisnya dengan membuat prediksi atau hipotesis
berdasarkan data atau bukti yang terlihat. Setelah belajar bab
ini, peserta didik diharapkan bisa lebih memahami konsep
sebuah sistem, apa saja yang bisa mengganggu keteraturan
ini, serta dampak yang mereka rasakan di kehidupan sehari-
hari.
Kegiatan Keluarga
• Mari kita libatkan keluarga untuk menyelaraskan suasana
belajar di rumah dengan sekolah. Untuk mendukung proses
belajar peserta didik saat belajar di tema ini, keluarga bisa
mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan-kegiatan
berikut.
• Mengamati posisi Matahari saat fajar, pagi, siang, sore, dan
senja pada hari libur. Ajak peserta didik untuk
menuangkannya dalam satu bentuk gambar yang
memperlihatkan perubahan posisi Matahari.
• Jika memiliki keluarga yang tinggal di zona waktu yang
berbeda (WIB, WITA, WIT), ajak peserta didik untuk menyapa
keluarga dan menanyakan jam di sana saat menelepon.
• Mengamati posisi Bulan di malam hari selama 1 - 2
minggu agar peserta didik bisa melihat bukti bahwa
Bulan berevolusi (bergerak mengelilingi Bumi) dan
bentuknya juga berubah-ubah.
• Mengamati langit malam dan mencari bintang atau planet
(bintang berkelap-kelip sedangkan planet tidak).
• Jika memiliki fasilitas internet, orang tua dapat mengunduh
aplikasi astronomi untuk mengetahui posisi-posisi planet
yang bisa teramati di langit Bumi. Lalu, ajak peserta didik
untuk mencari planet tersebut di langit malam hari.
• Jika memiliki fasilitas internet, orang tua dapat mengajak
peserta didik untuk melakukan penelusuran informasi
mengenai misi ke Mars.
• Berikan ruang untuk keluarga dapat berkonsultasi dengan
guru apabila mengalami hambatan atau kendala dalam
melakukan kegiatan- kegiatan di atas.
Bahan materi • BUKU IPAS KELAS VI Kurikulum Merdeka, Kementrian Pendidikan
Kegiatan Akhir
Penutup (10 Menit) • Peserta didik membuat rangkuman/simpulan
[Link] point- point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan
• Guru membuat rangkuman/simpulan [Link]
point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
PEMBELAJARAN TOPIK A (7 Jam Pelajaran)
Tujuan Unit • Peserta didik memahami perbedaan gerak rotasi dan revolusi.
• Peserta didik memahami fungsi model atau simulasi sebagai
alat bantu untuk menganalisa dan memberikan prediksi.
• Peserta didik
• bisa menjelaskan hubungan Bumi, Bulan, dan Matahari
disertai dengan bukti dari hasil simulasi.
Pendahuluan • Guru mengajak peserta didik berdoa dengan bimbingan
Guru untuk menambah keimananan dan wawasan
pengetahuan
• Guru meminta pelajar secara berpasangan mendiskusikan,
tentang materi yang sudah diketahui, mana yang menurut
mereka paling menarik dan ingin diketahui lebih lanjut.
• Guru membahas daftar kata baru yang sudah dicatat peserta
didik, kemudian memberi kesempatan pelajar untuk
menuliskan pertanyaan- pertanyaan yang terlintas setelah
membaca tentang materi yang dipelajari
diajarkan
• membuat buku bumi dan tatasurya
Mengasosiasi/ • Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau
mencoba individu
secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi
yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok
atau individu yang mempresentasikan
• membuat buku bumi dan tatasurya
Mengomunikasikan • Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab terkait
materi yang belum dipahami.
• Guru dan peserta didik membuat kesimpulan terkait materi
yang telah dipelajari.
• membuat buku bumi dan tatasurya
Kegiatan Akhir
Penutup (10 Menit) • Peserta didik membuat rangkuman/simpulan
[Link] point- point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan
• Guru membuat rangkuman/simpulan [Link]
point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan
Asesmen
Asesmen Awal
• Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik, guru
memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai materi yang telah dipelajari
baik secara lisan maupun tulis.
• Contoh istrumen:
• Apa yang kamu ketahui tentang materi yang telah dipelajari ?
• Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
No. Soal
No. Nama Sudah (%) Belum (%)
1 2 3 4 5
1
2
3
4
5
Assesmen Sumatif
Asesmen Pengetahuan Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Asesmen tidak tertulis: Daftar
pertanyaan Asesmen tertulis :
Jawaban singkat
Asesmen Keterampilan
Teknik Asesmen : Kinerja
Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
• Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
• Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
• Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat
diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Peserta
• Jika kamu didik
diminta untuk memberikan
bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang
akan kamu berikan pada usaha yang telah
kamu lakukan?
• Apakah kamu sudah dapat mempraktikkan
tata cara wudhu dengan benar?
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
• Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di sekolah?
• Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
• Apa saja kesulitan yang dialami guru
• Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
• Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
• Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
• Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada
diri siswa?
Mengetahui ...............................,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
........................................... ...........................................
Nip. Nip.
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : AIsyah Eny Simatupang, [Link].I
Instansi : MIS YPI BATANG KUIS
Tahun Penyusunan : Tahun 2025-2026
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : IPAS
Judul BAB : Gawat! Benarkah Energi di Bumi aka
Habis?
Fase / Kelas : C/6
Jumlah Siswa : 56
Alokasi Waktu : 27 JP
B. KOMPETENSI AWAL
❖ Tidak ada konsep prasyarat dalam mempelajari materi ini. Namun, pembelajaran akan
lebih optimal jika peserta didik sudah mampu mengidentiikasi bentuk tarikan dan
dorongan. Selain itu, peserta didik juga diharapkan
sudah memiliki bekal keterampilan proses seperti: Membaca dan memahami isi teks bacaan. 2.
Melakukan pengamatan. 3. Mencari hubungan. 4. Melakukan identifikasi. 5. Memprediksi. 6. Memecahkan
masalah. 7. Menulis gagasan atau menuangkan ide dalam bentuk tulisan. 8. Daya abstraksi (menuangkan apa
yang dilihat dalam bentuk tulisan dan gambar). 9. Mengomunikasikan (menceritakan pengalaman, bertanya,
dan mendengarkan cerita dari teman sebaya)mengenai energi baik yang terbarukan maupun tak dapat
diperbaharui
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
2) Berkebinekaan global,
3) Bergotong-royong,
4) Mandiri,
5) Bernalar kritis, dan
6) Kreatif.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
A. MATERI / TOPIK / TEMA
❖ Topik A: Apa Jadinya Jika Tidak Ada Energi? (4 JP)
B. ELEMEN
❖ Proses Dan Keterampilan
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara
menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta
pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga
ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari;
upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber
daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; sistem tata surya
dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara
Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di
lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan
dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan
lokal yang berlaku di wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi
kreatif di lingkungan sekitar.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
❖ 6.5.1 Memahami pentingnya peran energi dalam membantu kita menjalani aktivitas sehari-hari.
E. PEMAHAMAN BERMAKNA
❖ Meningkatkan kemampuan anak sholeh dan sholeha dalam memahami konsep dasar ener
dan memahami macam-
macam energi yang ada dalam kehidupan sehari-hari serta manfaat energi dalam
menunjang kehidupan manusia.
F. PERTANYAAN PEMANTIK
E. DIAGNOSTIK
Format: Angket/Survey
C. Pernyataan Angket
Petunjuk: Berikan tanda centang (✔️) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kamu!
D. Analisis Hasil
1. Kognitif:
o Jika sebagian besarpeserta didikmenjawab salah, guru perlu menjelaskan
konsep dasar tentang gaya dengan lebih detail dan memberikan contoh konkret.
2. Non-Kognitif:
o Jikapeserta didikmenunjukkan kurangnya minat atau motivasi, guru bisa
mengaitkan materi dengan aktivitas sehari-hari atau melakukan eksperimen
menarik terkait energi.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. KEGIATAN AWAL
B. KEGIATAN INTI
✓ Guru menjelaskan Beberapa bentuk energi yang dikenalkan pada bab ini, yaitu:
a. Energi termal disebut juga energi panas. Energi termal dihasilkan ole
pergerakan molekul pada suatu benda. Pergerakan molekul ini memengaru
suhu benda tersebut. Semakin cepat pergerakan molekul maka semakin ting
suhu suatu benda. Panas atau kalor ini akan berpindah menuju ke tempat yan
suhunya lebih rendah. Ketika es batu dimasukkan ke dalam air panas, kalo
dari air panas akan berpindah menuju es batu dan menyebabkan es ba
meleleh. Perpindahan panas atau kalor inilah yang disebut sebagai ener
termal.
b. Energi mekanik merupakan gabungan energi kinetik dan energi potensia
Contohnya, anak panah dan busurnya. Ketika anak panah ditarik, ia memili
energi potensial dan ketika anak panah dilepaskan, ia memberikan ener
kinetik. Proses kerja anak panah dan busurnya menimbulkan energi mekani
Contoh lain, yaitu ketika seseorang memukul bola tenis, bersepeda, memak
dan sebagainya.
c. Energi Kimia
Adalah energi yang terlibat dalam suatu reaksi kimia. Contohnya, pengguna
energi fosil dalam
kehidupan sehari-hari.
d. Energi nuklir merupakan energi yang dikeluarkan dari reaksi fisi (pembelaha
inti atom) atau fusi (penggabungan beberapa inti atom). Uranium merupaka
salah satu senyawa nuklir. Ketika inti dari atom uranium mengalam
pembelahan atau reaksi fisi maka akan menghasilkan energi panas dala
jumlah besar. Sejumlah kecil senyawa nuklir dapat menghasilkan energi yan
sangat besar. Namun, pemanfaatannya memerlukan tingkat keamanan yan
tinggi karena radiasinya memiliki efek samping yang berbahaya
Pada aktivitas ini, peserta didik akan mencoba tidak menggunakan semua perangkat elektronik
selama 1 jam atau 1 jam tanpa listrik di rumah. Sebenarnya, aktivitas ini sering dilakukan pada
Hari Bumi. Guru juga dapat memodifikasi
kegiatan ini sehingga tidak berfokus pada listrik (seperti elpiji, bensin, air, dan sebagainya).
Sebelum peserta didik mencoba aktivitas ini di rumahnya,
guru dapat memberikan kegiatan pembuka di sekolah
sebagai berikut:
Pada kegiatan kali ini, peserta didik akan menceritakan pengalaman “1 Jam Tanpa Listrik” kepad
teman sekelompoknya.
1. Bagi peserta didik ke dalam kelompok terdiri atas 4 - 5 anggota.
2. Secara bergantian, peserta didik akan menceritakan:
Untuk menambah data yang akan disampaikan, guru memutar Video dari youtube tentang
pembelajaran hari ini dengan link youtube sebagai berikut :
[Link]
(Untuk memandu peserta didik, lihat bagian refleksi di Panduan Umum Buku Panduan Guru)
1. Menurut kalian bagaimana peran energi dalam
kehidupan sehari-hari manusia?
Bervariasi sesuai dengan pengalamannya. Penekanannya bahwa manusia
membutuhkan energi dalam kehidupan sehari-hari. Jawaban
tidak selalu harus dikaitkan dengan listrik, bisa dengan
sumber energi yang lain, seperti
B. KEGIATAN PENUTUP
❖ Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta peserta didik untuk mengungkapkan
pendapatnya terkait
Refleksi Guru
Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi diri dengan menjawab
pertanyaan berikut.
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang guru sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak guru sukai?
2. Pelajaran apa yang guru dapatkan selama pembelajaran?
3. Apa yang ingin guru ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/hasil pembelajara
4. Dengan pengetahuan yang guru dapat/miliki sekarang, apa yang akan Guru lakukan jika
harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana guru merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa?
6. Pada langkah keberapa peserta didik paling belajar banyak?
7. Pada kegiatan apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu?
A. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
No Aspek Pengamatan
1 Menunjukkan sikap hormat dan khusyuk saat berdoa sebelum dan
sesudah pembelajaran.
2 Menggunakan bahasa yang santun kepada guru dan teman.
3 Menunjukkan kepedulian terhadap teman yang membutuhkan bantuan.
4 Menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
Pedoman Observasi Sikap Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia
Petunjuk:
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Ma
Esa, dan Berakhlak Mulia peserta didik.
Berilah tanda ( 🗸 ) nilai pada kolom skor sesuai sikap Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
Menunjukkan Menunjukka
Menghind
sikap hormat Menggunakan n
ari
dan khusyuk bahasa yang kepedulian Skor
perilaku Predikat
No Nama Siswa saat berdoa santun terhadap Total
yang
sebelum dan kepada guru teman yang
tidak
sesudah dan teman. membutuhk
sesuai
pembelajaran. an bantuan.
dengan
nilai- nilai
agama.
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
No Aspek Pengamatan
1 Mengelola waktu belajar dengan baik tanpa perlu diarahkan terus-
menerus oleh guru.
2 C. Bergotong-royong
Menyelesaikan tugas dan tanggung jawab secara mandiri.
3 Memiliki inisiatif untuk mencari sumber belajar tambahan.
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
No Aspek Pengamatan
D. Berkebinekaan Global
1 Aktif bekerja sama dalam kegiatan kelompok
2 Membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran
3 Menjaga kerukunan dan suasana saling menghormati dalam tim.
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
E. Bernalar Kritis
No Aspek Pengamatan
1 Menghormati pendapat teman dari latar belakang budaya yang berbeda.
2 Menunjukkan rasa bangga terhadap budaya lokal yang dimiliki.
3 Menyampaikan ide dengan menghargai perspektif global
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
Menghormati
Mampu Menunjukkan
Mengajukan
Menyampaikan
Menyampaikan ide
pendapat
menyampaikan
teman pertanyaan
rasa banggayang Skor
kritikdengan
atau saran Predikat
No Nama Siswa argumen
dari latar terhadap
relevan untuk
budaya Total
berdasarkan
menghargai data
belakang
dengan budaya
logis memperdalam
lokal yang
perspektif
atau fakta.
global
dalam
yang berbeda.
diskusi. materi.
dimiliki.
4 33 22 11 44 33 22 11 44 33 22 1
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
F. Kreatif
No Aspek Pengamatan
1 Mampu menyampaikan
Menghasilkan ide atau karya
argumen
yangdengan
inovatiflogis
selama
dalam
pembelajaran.
diskusi..
2 Mengajukan pertanyaan
Menemukan cara baru untuk
yangmemecahkan
relevan untukmasalah
memperdalam
dalam tugas
materi.
3 Menyampaikan berbagai
Memanfaatkan kritik atausumber
saran berdasarkan
untuk menghasilkan
data atau
karya
fakta.
unik.
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
Menemukan Memanfaatkan
Menghasilkan ide
cara baru untuk berbagai sumber Skor
atau karya yang Predikat
No Nama Siswa memecahkan untuk Total
inovatif selama
masalah dalam menghasilkan
pembelajaran.
tugas karya unik.
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
❖ Penilaian Pengetahuan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upay
pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upay
mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumb
dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; geja
kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gera
dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi
sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi temp
tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitanny
dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan loka
sejarah
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta perbedaan
kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.
Skor Maksimal = 20
Format: Angket/Survey
E. Pernyataan Angket
Petunjuk: Berikan tanda centang (✔️) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kamu!
F. Analisis Hasil
3. Kognitif:
o Jika sebagian besarpeserta didikmenjawab salah, guru perlu menjelaskan
konsep dasar tentang gaya dengan lebih detail dan memberikan contoh konkret.
4. Non-Kognitif:
❖ Jikapeserta didikmenunjukkan kurangnya minat atau motivasi, guru bisa mengaitkan
materi dengan aktivitas sehari-hari atau melakukan eksperimen menarik terkait
energi.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
5. KEGIATAN AWAL
• Salam (K. Religius)
• Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik
• Mengucapkan Puja – Puji – Syukur kpd Allah Swt dan sholawat kepada Rasulullah Saw,
Keluarga, sahabat…..(K. Religius)
• Baca Ayat Al Qur’an dan Hadits atau kisah salafus sholeh sebagai Dalil Materi yg akan di
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
ajarkan dan menjelaskan secara singkat kaitan materi dan ayat/hadits tsb (K. Religius)
6. KEGIATAN INTI
A. MENGORIENTASI SISWA PADA MASALAH
Apa itu energi akan habis ?
Guru memulai dengan pertanyaan esessial
Sangat Setuj Tidak Sangat Tidak
Noa. Apakah suatu saatPernyataan
energi dapat habis? Setuju u Setuju Setuju
Apatertarik
1b. Saya dampaknya jikatentang
mempelajari energijenis-jenis
habis atau kita tidak dapat menggunakan energi?
energi.
Apamerasa
upaya yangjika
dapat dilakukan
IPA untuk
c. Saya menghemat energi?
senang pembelajaran dikaitkan dengan
2
kegiatan sehari-hari.
Guru memberikan pemahaman tentang sumber energi :
3 Saya sering mengamati penggunaan energi di sekitar saya.
Energi yang digunakan manusia berasal dari sumber daya alam. Sumber daya alam yang
4 Saya merasa kesulitan memahami konsep energi
keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terdiri atas sumber energi
Guru harus memberikan
terbarukan contoh-contoh
dan sumber energi
energi tak yang mudah Manusia mengolah kedua sumber energi
terbarukan.
5
saya pahami.
tersebut sehingga dapat diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan, seperti energi
listrik dan bahan [Link] teknologi pembangkit listrik membuat manusia dapat
mengalirkan listrik ke rumah-rumah dan berbagai tempat. Semua ini bermula dari
penemuan seorang ilmuwan Inggris pada abad 19 bernama Michael Faraday. Ia
menemukan bagaimana cara mengubah energi kinetik menjadi energi listrik dalam skala
besar dan menciptakan generator listrik pertama kali.
Michael Faraday menemukan bahwa putaran kumparan kawat tembaga yang ada di sekitar
magnet dapat menyebabkan timbulnya energi listrik. Kemudian pada tahun 1830-an, ia
menciptakan generator listrik pertama. Penemuan generator listrik merupakan salah satu
penemuan yang penting dalam sejarah. Dari penemuan ini, Nikola Tesla, seorang ilmuwan
asal Kroasia dapat mengembangkan sistem pembangkit listrik massal yang efisien pada
tahun 1887 dan mengubah dunia. Pembangkit-pembangkit listrik yang ada saat ini
menggunakan sistem yang diciptakan Tesla.
Secara sederhana, prinsip pembangkit listrik, yaitu memutar turbin yang dihubungkan dengan generator. Jika
turbin berputar, generator akan berputar dan menghasilkan listrik. Sumber energi yang ada diubah menjadi energi
kinetik yang dapat memutar turbin. Pada PLTU, panas yang dihasilkan batu bara digunakan untuk mengubah air
menjadi uap. Uap air inilah yang akan memutar turbin.
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Saat ini, energi yang kita gunakan umumnya masih berasal dari bahan bakar fosil yang merupakan energi tidak
terbarukan. Hal inilah yang mendasari kekhawatiran terkait krisis energi karena jumlah SDA seperti minyak bumi
dan batu bara suatu saat akan habis. Membutuhkan waktu yang sangat lama sampai SDA ini terbentuk kembali di
alam. Pada topik ini, peserta didik akan mengidentifikasi sumber energi dan kegunaan dari peralatan-peralatan
yang ada di sekitarnya.
1. Mulailah dengan kegiatan literasi menggunakan narasi pembuka Topik B pada Buku Siswa. Kemudian, lakukan
diskusi mengenai tema topik ini dengan mengajukan pertanyaan, seperti:
a. Apakah energi bisa habis? Jika iya, apa buktinya bahwa energi bisa habis?
b. Bagaimana energi bisa habis?
2. Selanjutnya, berikan contoh mengenai energi yang habis pada peserta didik melalui sebuah demonstrasi
sebagai berikut.
a. Nyalakan lilin.
b. Tanyakan kepada peserta didik, apa yang membuat lilin menyala. Adanya korek, lilin, dan oksigen yang bisa
bereaksi kimia dan menghasilkan energi panas
c. Tutup lilin dengan gelas dan minta peserta didik mengamati apa
yang terjadi pada lilin. Lilin mati tidak berapa lama setelah ditutup
gelas.
d. Tanyakan kepada peserta didik, apa yang membuat api
padam. Karena kehabisan oksigen sebagai salah satu sumber
energinya.
3. Berikan pemahaman kepada peserta didik bahwa energi bisa habis,
jika sumbernya sudah tidak lagi tersedia.
4. Berikan arahan kepada peserta didik mengenai kegiatan Peralatan
dan Sumber Energinya sesuai panduan di Buku Siswa. Sepakati waktu
yang diperlukan untuk kegiatan ini.
5. Selama peserta didik berkegiatan mandiri, guru dapat berkeliling
dan membimbing peserta didik yang membutuhkan.
Panduan Guru)
1. Apa hal menarik/baru yang kalian pelajari di topik ini?
Bervariasi bergantung pemahaman pada topik yang
dipelajari. Arahkan peserta didik untuk mengingat materi
dan kegiatan yang sudah mereka lakukan.
2. Apakah semua peralatan untuk kebutuhan sehari-hari
kalian menggunakan energi?
Ya, semua peralatan membutuhkan energi agar dapat bisa
digunakan. Mungkin peserta didik akan ada yang
menjawab tidak. Misalnya, karena mereka berpikir bahwa
pensil atau kertas tidak membutuhkan energi. Ajaklah
peserta didik berpikir lebih jauh, yaitu bagaimana proses
benda tersebut dibuat sampai bisa mereka miliki. Ada
penggunaan energi di pabrik dan proses distribusinya.
3. Apakah kalian masih bergantung pada sumber energi
fosil?
Bervariasi bergantung pada pemahamannya. Saat ini, kita
masih menggunakan elpiji dan bensin/solar sebagai bahan
bakar. Pembangkit listrik di Indonesia sendiri masih
didominasi dari energi fosil.
Menurut kalian apa yang dapat terjadi jika kita bergantung pada
energi fosil? Energi fosil akan semakin sedikit jumlahnya dan bisa
habis karena termasuk dalam energi tidak terbarukan. Jika hal itu
terjadi maka bisa terjadi krisis energi
7. KEGIATAN PENUTUP
❖ Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta peserta didik untuk
mengungkapkan pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang telah
dilaksanakan.
❖ Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan
Anak Soleh/ahdari
kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah
selanjutnya;
Guru Bersama peserta didik menutup kegiatan dengan doa dan salam
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
G. REFLEKSI
Refleksi Siswa
• Apa yang kalian pelajari hari ini, jelaskan!
• Bagaimana kesan-kesan kalian terhadap pembelajaran hari ini?
• Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan dan dipresentasikan dalam pembelajaran
dapat kalian pahami?
• Kesulitan pada bagian mana saja yang kalian alami dalam pembelajaran?
• Apa saja yang akan kalian lakukan untuk belajar yang lebih baik?
Refleksi Guru
Agar proses belajar selanjutnya lebih baik lagi, mari lakukan refleksi diri dengan menjawab pertanyaan berikut.
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang guru sukai dari kegiatan pembelajaran kali ini? Apa
yang tidak guru sukai?
2. Pelajaran apa yang guru dapatkan selama pembelajaran?
3. Apa yang ingin guru ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/hasil pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang guru dapat/miliki sekarang, apa yang akan Guru lakukan jika harus mengajar
kegiatan yang sama di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana guru merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa?
6. Pada langkah keberapa peserta didik paling belajar banyak?
7. Pada kegiatan apa peserta didik menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu?
Pedoman Observasi Sikap Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia
Petunjuk:
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, dan Berakhlak Mulia peserta didik.
Berilah tanda ( 🗸 ) nilai pada kolom skor sesuai sikap Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, dan Berakhlak Mulia yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai
berikut :
Menunjukkan Menunjukka
Menghind
sikap hormat Menggunakan n
ari
dan khusyuk bahasa yang kepedulian Skor
perilaku Predikat
No Nama Siswa saat berdoa santun terhadap Total
yang
sebelum dan kepada guru teman yang
tidak
sesudah dan teman. membutuhk
sesuai
pembelajaran. an bantuan.
dengan
nilai- nilai
agama.
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
No• C apabila memperoleh nilai pada rentang
Aspek Pengamatan
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
H. Bergotong-royong
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
No Aspek Pengamatan
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
No• C apabila memperoleh nilai
Aspek rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
pada Pengamatan
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
1 Mampu menyampaikan argumen dengan logis dalam diskusi..
2 Mengajukan pertanyaan yang relevan untuk memperdalam materi.
3 Menyampaikan kritik atau saran berdasarkan data atau fakta.
J. Bernalar Kritis
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
Mampu Mengajukan
Menyampaikan
menyampaikan pertanyaan yang Skor
kritik atau saran Predikat
No Nama Siswa argumen relevan untuk Total
berdasarkan data
dengan logis memperdalam
atau fakta.
dalam diskusi. materi.
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
K. Kreatif
Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4. Perhitungan skor akhir menggunakan
rumus:
Menemukan Memanfaatkan
Menghasilkan ide
cara baru untuk berbagai sumber Skor
atau karya yang Predikat
No Nama Siswa memecahkan untuk Total
inovatif selama
masalah dalam menghasilkan
pembelajaran.
tugas karya unik.
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
• A apabila memperoleh nilai pada rentang 3,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 4,0
Keterangan Predikat :
• B apabila memperoleh nilai pada rentang 2,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 3,5
• C apabila memperoleh nilai pada rentang 1,5 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 2,5
• D apabila memperoleh nilai pada rentang 1,0 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 ≤ 1,5
❖ Penilaian Pengetahuan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup dan upaya
pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya
mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumber
dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari; gejala
kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak,
dan bentuk benda; peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di
sekitar tempat tinggal dan sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat
tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan
profesi masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah
keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta perbedaan
kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.
Tujuan Mater Indikat Level Nom Jenis Skor Kunci
Pembelaj i or Kogni or Soal Jawab
aran (TP) Soal tif Soal an
4.3.1. Gaya Menentuk C3 1 Uraian 6 Terlampir
mengidentifikasi an arah
ragam gaya
terlibat dalam gaya
aktivitas sehari- yang
hari digunaka
n dari
gambar
yang
disajikan
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
4.3.1. Gaya Menjelask C2 2 Uraian 6 Terlampir
mengidentifikasi an
ragam gaya terlibat
dalam aktivitas cara
sehari- hari menggun
ak an
gaya
pada
gambar
yang
disajikan
4.3.1. Gaya Menganal C4 3 Uraian 8 Terlampir
mengidentifikasi isi s
ragam gaya terlibat
dalam aktivitas kasus
sehari- hari yang
disajikan
Skor Maksimal = 20
Manakah dari berikut ini yang merupakan manfaat utama dari pemanfaatan energi
terbarukan?
a. Meningkatkan polusi udara
b. Mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil
c. Menurunkan biaya energi secara drastis
d. Menghasilkan lebih banyak limbah
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Apa yang dimaksud dengan energi terbarukan?
a. Energi yang berasal dari sumber daya alam yang terbatas dan tidak dapat
diperbaharui.
b. Energi yang dapat diperbaharui secara alami dan tidak akan habis dalam waktu
singkat.
c. Energi yang hanya dapat digunakan oleh manusia untuk keperluan industri.
d. Energi yang dihasilkan melalui proses pembakaran bahan bakar fosil.
Salah satu contoh pemanfaatan energi terbarukan yang tidak menghasilkan polusi
udara adalah:
a. Pembangkit listrik tenaga batu bara
b. Pembangkit listrik tenaga air
c. Pembangkit listrik tenaga nuklir
d. Pembangkit listrik
jawaban
Pilihan Ganda
c. Energi batu bara
Batu bara merupakan sumber energi tidak terbarukan, sementara energi angin,
matahari, dan air adalah energi terbarukan.
b. Energi terbarukan dapat diperbaharui dan tidak akan habis dalam waktu dekat.
Energi terbarukan, seperti matahari, angin, dan air, dapat terus digunakan karena
sumbernya tidak habis dalam waktu dekat.
b. Energi yang dapat diperbaharui secara alami dan tidak akan habis dalam waktu
singkat.
Energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat diperbaharui dan tidak akan
habis dalam waktu dekat, seperti matahari, angin, dan air.
❖ Remedial
Bagi peserta didik yang sudah mencapai indikator pembelajaran
dapat melanjutkan ke bagian pengayaan.
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian
pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remedial dilakukan
dengan:
4. Remedial teaching (klasikal) jika > 50% peserta didik belum tuntas.
5. Bimbingan kelompok jika 20% - 50% peserta didik belum tuntas.
6. Tutor Sebaya atau bimbingan perorangan jika < 20% peserta didik belum tuntas.
❖ Pengayaan
o Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas
mencapai KKTP atau mencapai TP.
o Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan
peserta didik.
o Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan
pengembangan lebih luas misalnya;
• Guru meminta peserta didik untuk melakukan studi pustaka (ke perpustakaan
atau mencari di koran,
majalah, dan browsing internet) untuk menemukan artikel yang berkaitan dengan
materi.
• Hasil temuannya ditulis dalam laporan tertulis yang berisi rangkuman singkat dari
artikel tersebut.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Bagian 1: Membandingkan Energi Terbarukan dan Tidak Terbarukan (Indikator: 10 Poin)
Baca dengan seksama dan lengkapi tabel berikut berdasarkan pemahamanmu tentang
energi terbarukan dan energi tidak terbarukan. Tabel ini akan membantumu untuk
membandingkan keduanya dalam berbagai aspek.
Nama
:
Kelas
:
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Kriteria Energi Terbarukan Energi Tidak Terbarukan
(Contoh: Matahari, (Contoh: Batu Bara, Minyak,
Angin, Air) Gas Alam)
Sumber Energi
Dapat Diperbaharui
Dampak Terhadap
Lingkungan
Ketersediaan Sumber
Energi Terbarukan
Sumber energi yang dapat diperbaharui secara alami dan tidak akan habis dalam jangka
waktu yang sangat lama.
Contoh energi terbarukan adalah energi matahari, angin, air, dan biomassa.
Sumber Energi
Bahan atau peristiwa alam yang dapat menghasilkan energi. Sumber energi terbagi
menjadi dua jenis: terbarukan dan tidak terbarukan.
Efisiensi Energi
Penggunaan energi secara maksimal dengan pemborosan yang minimal. Efisiensi energi
membantu mengurangi konsumsi energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi
yang terbatas.
Energi Angin
Energi yang berasal dari pergerakan udara di atmosfer. Energi angin dapat dimanfaatkan
dengan turbin angin untuk menghasilkan listrik. Ini merupakan sumber energi terbarukan
yang ramah lingkungan.
Biomassa
Sumber energi yang berasal dari bahan organik, seperti tumbuhan, kayu, sampah organik,
dan limbah pertanian.
Biomassa dapat diubah menjadi energi panas atau listrik.
Geotermal
Energi yang berasal dari panas bumi. Energi ini dapat digunakan untuk menghasilkan
listrik atau untuk pemanasan langsung melalui pembangkit listrik tenaga geotermal.
Ketersediaan Energi
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Jumlah atau persediaan energi yang ada pada suatu waktu. Ketersediaan energi terbatas
tergantung pada sumber daya yang ada, sehingga penting untuk mengelola
penggunaannya dengan bijaksana.
Pengelolaan Energi
Upaya untuk menggunakan sumber daya energi secara efisien dan berkelanjutan,
dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan kelestarian sumber daya tersebut.
Perubahan Iklim
Perubahan jangka panjang dalam pola cuaca global, yang sebagian besar dipengaruhi
oleh emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan energi
terbarukan dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim
D. DAFTAR PUSTAKA
[Link]
KOMPONEN INTI
C. MATERI / TOPIK / TEMA
Topik C: Energi Terbarukan
B. ELEMEN
❖ Proses dan keterampilan
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga
kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya
terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air;
fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan
energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya
sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan
revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta
konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat
tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan
berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayahnya;
serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
❖
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
❖ Melakukan upaya-upaya penghematan energi.
E. PEMAHAMAN BERMAKNA
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Siswa akan melakukan proyek kolaboratif untuk merancang dan mempresentasikan model energi terbarukan yang
dapat diimplementasikan di sekolah.
❖
F. PERTANYAAN PEMANTIK
❖ 1. Apa itu energi terbarukan?
❖ 2. Apa sumber energi terbarukan yang ada di daerahku?
E. DIAGNOSTIK
Format: Angket/Survey
G. Pernyataan Angket
Petunjuk: Berikan tanda centang (✔️) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kamu!
H. Analisis Hasil
8. Kognitif:
o Jika sebagian besarpeserta didikmenjawab salah, guru perlu menjelaskan konsep
dasar tentang gaya dengan lebih detail dan memberikan contoh konkret.
9. Non-Kognitif:
❖ Jikapeserta didikmenunjukkan kurangnya minat atau motivasi, guru bisa mengaitkan materi
dengan aktivitas sehari- hari atau melakukan eksperimen menarik terkait energi.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
C. KEGIATAN AWAL
• Salam (K. Religius)
• Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik
• Mengucapkan Puja – Puji – Syukur kpd Allah Swt dan sholawat kepada Rasulullah Saw,
Keluarga, sahabat…..(K. Religius)
• Baca Ayat Al Qur’an dan Hadits atau kisah salafus sholeh sebagai Dalil Materi yg akan di
ajarkan dan menjelaskan secara singkat kaitan materi dan ayat/hadits tsb (K. Religius)
• "Dia-lah yang menjadikan bumi itu untuk kalian mudah diindahkan, maka berjalanlah di
segala penjurunya dan makanlah rezeki yang telah diberikan-Nya kepadamu. Hanya kepada-
Nyalah kamu akan kembali." (QS. Al-Mulk: 15)
• Berdo’a menuntut ilmu (K. Religius)
• Dan atau yang terkait dengan K. Kebangsaan ;
• Menjelaskan Sikap/Karakter Kebangsaan yang di aplikasikan dan atau dimiliki Pahlawan
Nasional atau daerah kita seperti ; Nasionalisme, Kemandirian, Gotong royong dll
• Guru melakukan kegiatan Apersepsi
D. KEGIATAN INTI
Sangat Setuj Tidak Sangat Tidak
No MENGORIENTASI SISWA
A. Pernyataan
PADA MASALAH
Setuju u Setuju Setuju
Guru menjelaskan
1 Saya tentangtentang
tertarik mempelajari energijenis-jenis
terbarukanenergi.
Sumber Sayaenergi
merasayang
senangberasal dari alam
jika pembelajaran IPAdisebut
dikaitkansumber
dengan energi terbarukan karena selalu dapat
2
diperbarui secara alami dengan cepat. Energi terbarukan sering diandalkan sebagai sumber energi
kegiatan sehari-hari.
masa depan.
3 Saya seringDikatakan
mengamati demikian
penggunaankarena
energi didengan memanfaatkannya, penyediaan energi dapat
sekitar saya.
memenuhi kebutuhan masyarakat saat
4 Saya merasa kesulitan memahami konsep energi ini dan juga kebutuhan generasi mendatang. Dengan begitu,
ketersediaan
Guru harus memberikan contoh-contoh energi yang mudah(sustainable energy). Energi terbarukan memiliki
energi menjadi hal yang berkelanjutan
5
kelebihan sebagai berikut.
saya pahami.
1. Ramah lingkungan.
2. Karena berasal dari alam, ketersediaannya cepat terisi kembali dan gratis. Maksudnya gratis di
sini, yaitu tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan sinar Matahari, angin, sungai,
panas Bumi, dan sebagainya.
3. Limbah dari pemanfaatan biogas dapat dijadikan sebagai pupuk.
Sumber energi terbarukan di suatu wilayah akan bermacam-macam sesuai karakteristik alam yang
dimiliki. Energi Matahari mudah didapatkan di negara beriklim tropis, gurun, dan bercurah hujan
rendah. Umumnya, panas Bumi ditemukan di wilayah gunung api. Wilayah yang menghasilkan limbah
alam yang cukup dapat memanfaatkannya sebagai sumber energi biogas atau biodiesel.
Untuk menggantikan energi fosil sebagai sumber listrik, sederhananya perlu ada sumber lain yang
dapat memutar turbin agar generator dapat menghasilkan listrik. Oleh karena itu, perlu dipikirkan
bagaimana mengolah sumber alam agar dapat diubah menjadi energi kinetik. Pembangkit listrik dari
energi alternatif sendiri sebenarnya bukan hal baru. Nikola Tesla berhasil membangun PLTA pertama
pada tahun 1893 di Air Terjun Niagara. Adapun beberapa tantangan dalam pemanfaatan sumber
energi terbarukan, yaitu:
1. Ketersediaannya bergantung pada cuaca dan kondisi alam.
2. Membutuhkan teknologi yang tinggi dan biaya yang besar.
3. Teknologi yang digunakan pun akan bervariatif karena bergantung ketersediaan yang ada di
wilayah tersebut.
Setiap wilayah di Indonesia memiliki SDA berbeda sesuai karakteristik wilayahnya sendiri.
Keuntungannya, Indonesia hampir mempunyai semua jenis sumber energi terbarukan, seperti
Matahari, laut, sungai, panas Bumi, perkebunan, dan peternakan. Ini menyebabkan Indonesia
mempunyai potensi besar untuk menghasilkan energi terbarukan jika dioptimalkan dengan baik. Pada
topik ini, peserta didik akan diajak mengidentifikasi potensi energi terbarukan di daerahnya melalui
observasi lingkungan dan peta. Dengan mengetahui kelebihan serta tantangan energi terbarukan di
daerahnya, diharapkan dapat memotivasi peserta didik untuk memiliki impian membangun
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
daerahnya ketika besar nanti. Berikut beberapa referensi artikel untuk guru terkait sumber energi
terbarukan.
• Panas Bumi
([Link]
as. [Link])
• Biogas ([Link]
:-optimasi-instalasi-biogas/1679)
• Biodiesel ([Link]
• Energi gelombang dan pasang surut air laut
([Link]
post/2011/04/25/138/[Link])
• Panel surya ([Link]
1. Mulailah kelas dengan mengajak peserta didik membaca narasi pembuka Topik C.
2. Kaitkan hal yang didiskusikan oleh kedua karakter pada gambar pembuka topik dengan mengulas kembali dua solusi
untuk menghindari krisis energi yang dibahas pada Topik B, yaitu:
a. Mulai menghemat energi.
b. Mencari sumber energi lain (energi alternatif).
3. Gali pengetahuan peserta didik terhadap sumber energi lain yang mereka ketahui.
4. Ajak peserta didik menggunakan nalarnya untuk memikirkan kriteria sumber energi alternatif. Guru bisa memantik
peserta didik dengan mengingatkan kelemahan dari energi fosil, yaitu:
a. Dapat habis/butuh lama untuk terbentuk kembali.
b. Menghasilkan polusi.
5. Setelah peserta didik mengutarakan pendapatnya, arahkan mereka untuk membaca teks Energi Terbarukan pada
bagian Belajar Lebih Lanjut.
6. Lakukan pembahasan mengenai energi terbarukan dan sumber-sumbernya.
7. Setelah mengenal macam-macam energi terbarukan, peserta didik dapat mencoba kegiatan Detektif Energi secara mandiri.
8. Lakukan pembahasan di akhir kegiatan untuk menguatkan konsep dan meluruskan miskonsepsi.
1. Untuk mengawali kegiatan, minta peserta didik mengulas kembali kegiatan yang telah
mereka lakukan pada kegiatan sebelumnya. Kemudian, tanyakan kepada peserta didik
mengenai potensi daerah yang ada di daerah mereka.
Atau, tanyakan pertanyaan esensial yang ada di materi ini.
2. Arahkan peserta didik untuk berkumpul lagi dengan kelompoknya.
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
3. Berikan penjelasan kegiatan berkelompok seperti instruksi di Buku Siswa.
❖ Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan
Anak Soleh/ahdari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk
perbaikan langkah selanjutnya;
Guru Bersama peserta didik menutup kegiatan dengan doa dan salam
G. REFLEKSI
Refleksi Siswa
kunci jawaban
1. Menurut kalian, apakah manusia dapat membuat energi?
• Manusia tidak bisa membuat energi, tapi bisa mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain, seperti
mengubah energi matahari jadi listrik dengan panel surya.
• Karena energi terbarukan tidak habis, lebih ramah lingkungan, dan dapat membantu mengurangi polusi serta hemat
• Tidak, setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda tergantung geografi dan iklim. Misalnya, daerah
panas cocok untuk energi surya, dan daerah berangin cocok untuk energi angin.
• (Jawaban tergantung tempat tinggal, contoh: "Di daerah saya sudah ada beberapa rumah yang menggunakan
panel surya untuk listrik.")
• Karena biaya awalnya mahal, teknologi belum merata, dan beberapa daerah masih tergantung pada energi
fosil yang lebih mudah diakses.
I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
❖ Remedial
Bagi peserta didik yang sudah mencapai indikator pembelajaran
dapat melanjutkan ke bagian pengayaan.
Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian
pembelajarannya belum tuntas. Pembelajaran remedial dilakukan
dengan:
7. Remedial teaching (klasikal) jika > 50% peserta didik belum tuntas.
8. Bimbingan kelompok jika 20% - 50% peserta didik belum tuntas.
9. Tutor Sebaya atau bimbingan perorangan jika < 20% peserta didik belum tuntas.
❖ Pengayaan
o Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai
KKTP atau mencapai TP.
o Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik.
o Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan
pengembangan lebih luas misalnya;
• Guru meminta peserta didik untuk melakukan studi pustaka (ke perpustakaan atau
mencari di koran, majalah, dan browsing internet) untuk menemukan artikel yang
berkaitan dengan materi.
• Hasil temuannya ditulis dalam laporan tertulis yang berisi rangkuman singkat dari artikel
tersebut.
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
BIOGAS
BIO DIESSEL
ENERGI GELOMBANG LAUT
PANAS BUMI
Energi Listrik
Definisi: Energi yang dihasilkan dari aliran elektron melalui konduktor, digunakan untuk berbagai
kebutuhan seperti penerangan, peralatan rumah tangga, dan industri.
Contoh: Lampu, kulkas, televisi.
Energi Mekanik
Definisi: Energi yang terkait dengan gerakan atau posisi
benda. Contoh: Energi yang digunakan untuk
menggerakkan mobil atau mesin.
Energi Kimia
Definisi: Energi yang tersimpan dalam ikatan atom dan molekul yang dapat dilepaskan
melalui reaksi kimia. Contoh: Energi yang terkandung dalam makanan, bahan bakar, dan
baterai.
Energi Terbarukan
Definisi: Energi yang berasal dari sumber daya alam yang tidak akan habis, seperti
matahari, angin, dan air. Contoh: Energi matahari (surya), energi angin, energi hidro
(air), dan energi biomassa.
Energi Fosil
Definisi: Energi yang berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak, gas alam, dan batu bara
yang terbentuk dari sisa organisme hidup dalam waktu jutaan tahun.
Contoh: Minyak bumi, batu bara, gas alam.
Energi Surya
Definisi: Energi yang berasal dari cahaya dan panas matahari yang dapat digunakan untuk
menghasilkan listrik atau panas.
Contoh: Panel surya untuk menghasilkan listrik atau pemanas air tenaga matahari.
Efisiensi Energi
Definisi: Penggunaan energi dengan cara yang mengurangi pemborosan dan memaksimalkan
manfaat energi yang digunakan.
Contoh: Menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.
Penghematan Energi
Definisi: Tindakan atau kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi tanpa
mengurangi kualitas kehidupan.
Contoh: Mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan yang lebih hemat
energi.
Sumber Energi
Definisi: Asal atau tempat dari mana energi diperoleh, bisa berupa alam atau
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
bahan-bahan tertentu. Contoh: Matahari sebagai sumber energi terbarukan, minyak
bumi sebagai sumber energi fosil.
Pemanfaatan Energi
Definisi: Proses penggunaan energi untuk melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan daya,
seperti penerangan, transportasi, dan industri.
Contoh: Menggunakan energi listrik untuk menyalakan lampu atau mesin di pabrik.
Konsumsi Energi
Definisi: Penggunaan atau pemakaian energi untuk berbagai aktivitas yang diperlukan oleh
individu, rumah tangga, industri, atau negara.
Contoh: Penggunaan energi listrik untuk menyalakan alat rumah tangga atau konsumsi
energi transportasi untuk mobil.
D. DAFTAR PUSTAKA
Marshall Cavendish Education. 2010. My Pals are Here! Science 4B Teacher’s Guide. Singapore:
Marshall Cavendish Education.
Marshall Cavendish Education.2010. My Pals are Here! Science 6B Teacher’s Guide. Singapore:
Marshall Cavendish Education.
Mutamakin, Mujahidum. 2018. Analisis Sistem Penanggalan Kalender Caka Bali dalam Perspektif
Astronomi. Skripsi.
Tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam Negeri
Walisongo.
Pearson Education Indonesia. 2004. New Longman Science 6. Hongkong: Longman Hong Kong
Education Pekik Nursasongko, M. Rofi’i. 2014. Ensiklopedia Geografi Benua dan Negara.
Klaten: Cempaka Putih. Surtiretna, Nina, dkk. 2013. Mengenal Sistem Saraf. Bandung:
Bandung: Pustaka Jaya.
Tim BKG. 2017. Buku IPS terpadu kelas 6 SD Kurikulum 2013. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Widiastuti, Yuni. 2015. [Tesis]. Program Pelatihan Pembelajaran Sains untuk
Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Mengajarkan Berpikir Kritis Siswa TK B. Depok:
Fakultas Psikologi, Program Studi Ilmu Psikologi,
Peminatan Terapan Psikologi, Psikologi Anak Usia Dini, Universitas
Indonesia. Widodo, Heri. 2010. Sistem Saraf Manusia. Semarang: CV.
Ghyyas Putra.
Cumber internet
Link
• Panas Bumi
([Link]
as. [Link])
• Biogas ([Link]
:-optimasi-instalasi-biogas/1679)
• Biodiesel ([Link]
• Energi gelombang dan pasang surut air laut
([Link]
post/2011/04/25/138/[Link])
• Panel surya ([Link]
Keterampilan proses
Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar
kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif,
membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi,
mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki keterampilan proses yang baik
maka profil tersebut dapat dicapai.
Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa
terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan
menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun
berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan
informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta
membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat
direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti
membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002).
Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan
induktif (Constantinou [Link], 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah
menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan.
Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya
menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan
kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan
dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
(Rocard, [Link]., 2007).
Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g.
Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996;
Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial
didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat
dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu
mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek
fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996;
NRC, 1996).
Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam
keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik.
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Mengamati
Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang
akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta
didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta
membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan
perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain
seperti kuesioner, wawancara.
Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin
diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga
menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan
dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat
prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat
rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar.
Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan
melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi
faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung
dan menghambat
kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut peserta didik mengambil data dan
melakukan serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-
temuan.
Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik memilih dan
mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan
dengan jujur dan
bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang
tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi
rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan.
Mengevaluasi dan refleksi
Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan
tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau
kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau
diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang
bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan.
Mengomunikasikan hasil
Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan,
menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media
digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam
berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan
berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus
yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan
peserta didik.
Profil Pelajar Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam dalam Fase ini
Pancasila adalah dimensi Mandiri dan Gotong Royong.
Sarana dan LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan
prasarana, Media: internet Sumber Belajar:
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain
Target Peserta didik Peserta didik reguler
Pesera didik dengan hambatan belajar
Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah Peserta Didik ...............................................
Model Pembelajaran Discovery learning
Metode Karya kunjung, market of place, demonstrasi
B. KEGIATAN INTI
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
DESKRIPSI • Pada bab ini, peserta didik akan belajar tentang pengaruh
aktivitas manusia terhadap lingkungan, berbagai masalah
lingkungan, serta bagaimana cara kita mengurangi masalah
lingkungan. Peserta didik akan melakukan eksperimen
bagaimana pengaruh aktivitas manusia terhadap lingkungan
dan membuat rencana aksi untuk mengurangi dampak negatif
pada lingkungan. Dari ragam aktivitas eksplorasi, diskusi, dan
literasi yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan
kesadaran pada peserta didik bahwa mereka juga
berkewajiban dalam menjaga Bumi dari kerusakan dan bisa
memberikan kontribusinya dalam lingkungan (akhlak mulia).
Peserta didik juga diharapkan dapat memiliki kesadaran
bahwa masalah lingkungan merupakan masalah bersama
sehingga perlu sebuah aksi gotong royong.
Pertanyaan Pemantik •
Persiapan •
Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD
Pembelajaran Pembelajaran interaktif, jaringan internet dan link
youtube
• Guru menyiapkan tayangan tentang materi yang diajarkan
• Guru menyiapkan tayangan video tentang materi yang
diajarkan
• Apabila memungkinkan guru menyiapkan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD).
• Guru menyiapkan bahan bacaan tentang materi yang diajarkan
PEMBELAJARAN PENGENALAN TEMA (2 Jam Pelajaran)
Tujuan Unit • Peserta didik mengingat kembali hal-hal yang sudah
diketahui berkaitan dengan tema pembelajaran.
• Peserta didik mengetahui apa saja yang ingin dan akan
dipelajari pada bab ini.
• Peserta didik membuat rencana belajar.
Pendahuluan • Guru mengajak peserta didik berdoa dengan bimbingan
Guru untuk menambah keimananan dan wawasan
pengetahuan
• Guru meminta pelajar secara berpasangan mendiskusikan,
tentang materi yang sudah diketahui, mana yang menurut
mereka paling menarik dan ingin diketahui lebih lanjut.
• Guru membahas daftar kata baru yang sudah dicatat peserta
didik, kemudian memberi kesempatan pelajar untuk
menuliskan pertanyaan- pertanyaan yang terlintas setelah
membaca tentang materi yang dipelajari
Aktivitas Kegiatan Inti
Mengamati • Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat,
mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi :
Narasi tentang Bumi
Menanya • Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari
pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
yang diajarkan.
• Narasi tentang Bumi
Mengekplorasi/ • Peserta didik bersama orang tua mendiskusikan,
menalar mengumpulkan informasi, kemudian melalaui siswa
mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi
dengan siswa lain mengenai materi yang diajarkan
• Narasi tentang Bumi
Mengasosiasi/ • Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau
mencoba individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh
kelompok atau individu yang mempresentasikan
• Narasi tentang Bumi
Mengomunikasikan • Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab terkait
materi yang belum dipahami.
• Guru dan peserta didik membuat kesimpulan terkait materi
yang telah dipelajari.
• Narasi tentang Bumi
Kegiatan Akhir
Penutup (10 Menit) • Peserta didik membuat rangkuman/simpulan
[Link] point- point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan
• Guru membuat rangkuman/simpulan [Link]
point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan
PEMBELAJARAN TOPIK A (4 Jam Pelajaran)
Tujuan Unit • Peserta didik mengenal ragam aktivitas manusia yang
berpengaruh terhadap lingkungan.
1
2
3
4
5
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar
pertanyaan Asesmen tertulis :
Jawaban singkat
Asesmen Keterampilan
Teknik Asesmen : Kinerja
Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
• Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
• Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
• Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat
diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan
kegiatan pengajaran di kelas, misalnya:
• Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di sekolah?
• Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
• Apa saja kesulitan yang dialami guru
• Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
• Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
• Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
• Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
diri siswa?
UJI PEMAHAMAN
.................................. ....................................
.....
Keterampilan proses
Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar
kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif,
membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi,
mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki keterampilan proses yang baik
maka profil tersebut dapat dicapai.
Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa
terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan
menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun
berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan
informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta
membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat
direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti
membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002).
Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan
induktif (Constantinou [Link], 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah
menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan.
Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya
menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan
kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan
dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
(Rocard, [Link]., 2007).
Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g.
Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996;
Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial
didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat
dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu
mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek
fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996;
NRC, 1996).
Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam
keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik.
Mengamati
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang
akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta
didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta
membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan
perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain
seperti kuesioner, wawancara.
Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin
diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga
menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan
dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat
prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat
rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar.
Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan
melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi
faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung
dan menghambat
kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut peserta didik mengambil data dan
melakukan serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-
temuan.
Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik memilih dan
mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan
dengan jujur dan
bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang
tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi
rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan.
Mengevaluasi dan refleksi
Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan
tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau
kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau
diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang
bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan.
Mengomunikasikan hasil
Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan,
menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media
digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam
berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan
berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus
yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan
peserta didik.
Profil Pelajar Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam dalam Fase ini
Pancasila adalah dimensi Mandiri dan Gotong Royong.
Sarana dan LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan
prasarana, Media: internet Sumber Belajar:
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain
Target Peserta didik Peserta didik reguler
Pesera didik dengan hambatan belajar
Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah Peserta Didik ...............................................
Model Pembelajaran Discovery learning
Metode Karya kunjung, market of place, demonstrasi
B. KEGIATAN INTI
DESKRIPSI • Pada bab ini, semua pemahaman dan keterampilan inkuiri
Modul Ajar IPAS Kelas 6 Fase C Kurikulum Merdeka
yang didapatkan selama ini akan diuji dan dipertajam. Peserta
didik akan diarahkan untuk menyelesaikan sebuah proyek
akhir IPAS dengan topik-topik tertentu yang menarik minat
mereka. Peserta didik diharapkan melatih kemampuannya
dalam berpikir kritis, melakukan penyelesaian masalah, dan
menyampaikan gagasannya dengan baik. Guru akan
membimbing dan mendampingi peserta didik mulai dari
proses merumuskan tujuan proyek akhir, merancang proyek
akhir, mengimplementasikan rancangan, mengolah data
hingga mempresentasikan proyek akhir. Guru juga akan
memandu proses refleksi yang dilaksanakan selama
pengerjaan proyek akhir.
• Setelah menyelesaikan bab ini, peserta didik diharapkan
dapat lebih menunjukkan kepedulian lebih terhadap isu-isu
yang ada di sekitarnya
dilakukan
• Guru membuat rangkuman/simpulan [Link]
point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan
ASESMEN
Pembelajaran Diferensiasi
• Untuk siswa yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari berbagai
referensi dan literatur lain yang relevan.
• Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai
dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
• Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali
tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan
antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman
sebaya.
Asesmen
Asesmen Awal
• Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik, guru
memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai materi yang telah dipelajari
baik secara lisan maupun tulis.
• Contoh istrumen:
• Apa yang kamu ketahui tentang materi yang telah dipelajari ?
• Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
No. Soal
No Nama 1 2 3 4 5 Nilai Tindak Lanjut
1 diberi referensi agar dibaca
di rumah
2
3
dst
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar
pertanyaan Asesmen tertulis :
Jawaban singkat
Asesmen Keterampilan
Teknik Asesmen : Kinerja
Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
• Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
• Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
• Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat
diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
........................................... ...........................................
Nip. Nip.