PROTISTA
Protista berasal dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling pertama”.
Ciri-ciri Protista:
1. Bersifat eukarotik, yaitu inti diselubungi
membran inti serta organel-organelnya
dikelilingi membran. • Reproduksi :
2. Respirasi secara aerobik. 1. Aseksual : Pembelahan biner
3. Sebagian besar bersifat uniseluler. 2. Seksual : Konjugasi dan pembentukan gamet.
• Cara protista memperoleh makanan sangat bervariasi:
5. Ada yang hidup bebas dan ada yang
1. Fotoautotrof: Berfotosintesis seperti tumbuhan (contoh:
bersimbiosis.
alga).
6. Kebanyakan hidup di perairan, baik yang 2. Heterotrof: Mencerna makanan dari organisme lain
berair asin maupun air tawar. (contoh: protozoa).
3. Mixotrof: Mampu berfotosintesis dan mencerna
makanan.
Klasifikasi Protista
Protista
Dibagi menjadi 3 Kategori, menyerupai :
Hewan (Protozoa) Tumbuhan (Ganggang) Jamur
Mampu Mampu
Siklus hidup
bergerak berfotosintesis
awal seperti amoeba
Reproduksi
seperti jamur
PROTOZOA
Dikelompokkan berdasarkan alat geraknya
Rhizopoda Flagellata Ciliata Sporozoa
Bergerak menggunakan sel Bergerak menggunakan Alat gerak berupa silia Tidak memiliki alat
tubuhnya yang membentuk flagela (bulu cambuk). (rambut getar). gerak.
tonjolan, yaitu pseudopodia
(kaki semu).
Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Rhizopoda
• Pseudopodia (Kaki Semu): Tonjolan sitoplasma yang
berfungsi sebagai alat gerak dan untuk menangkap
makanan melalui proses fagositosis.
• Membran Sel: untuk berubah bentuk dan mengontrol zat
yang masuk dan keluar sel.
• Sitoplasma: Zat seperti gel di dalam sel yang dibagi menjadi
dua bagian.
• Ektoplasma: Lapisan luar sitoplasma yang bening dan
kental, berfungsi dalam pergerakan amoeba.
• Endoplasma: Lapisan dalam sitoplasma yang lebih encer
1. Ukurannya 200-300 mikron. dan berbutir-butir, tempat organel sel berada.
2. Habitat: • Nukleus: Mengatur seluruh aktivitas sel, termasuk
a. Ektoameba, hidup di luar tubuh organisme lain (hidup pertumbuhan dan reproduksi.
bebas). • Vakuola Kontraktil: Kantung yang berfungsi untuk
b. Entameba, hidup di dalam tubuh manusia (parasit). mengeluarkan kelebihan air dari dalam sel, menjaga
keseimbangan kadar air dalam tubuh amoeba.
3. Peranan:
• Vakuola Makanan: Kantung sementara yang terbentuk saat
a. Petunjuk pencarian sumber minyak bumi amoeba menelan partikel makanan. Enzim akan dicerna di
(Formainifera). dalam vakuola ini.
b. Penyebab penyakit pada manusia (Entamoeba coli).
Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Ciliata
• Silia: bergerak di dalam air dan menyapu partikel
makanan ke dalam "mulut" sel.
• Makronukleus: Inti sel yang besar dan mengendalikan
sebagian besar fungsi sel, seperti pertumbuhan,
metabolisme, dan reproduksi aseksual.
• Mikronukleus: Inti sel yang kecil, terlibat dalam
reproduksi seksual melalui proses konjugasi.
• Sitostom (Mulut Sel): untuk mengambil makanan. Silia di
sekitar sitostom mengarahkan makanan ke dalamnya.
• Vakuola Makanan: Kantung sementara yang terbentuk
saat makanan ditelan.
• Vakuola Kontraktil: untuk memompa kelebihan air keluar
1. Habitat: laut, air tawar, dan bersimbiosis
dari sel, menjaga tekanan osmosis dan mencegah sel
komensalisme dalam usus vertebrata.
pecah. Paramecium, misalnya, memiliki dua vakuola
2. Peranan:
kontraktil, satu di bagian depan dan satu di belakang.
a. Penjaga ekosistem perairan sebagai
• Sitoproct (Anus Sel): Pori-pori di bagian posterior sel
predator (Stentor).
tempat limbah atau sisa makanan yang tidak dicerna
b. Penyebab balantidiosis (gangguan
dikeluarkan.
pada perut) (Balantidium coli).
Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Flagellata 1. Habitat
a. Hidup bebas
b. Parasit
c. Saprofit
2. Berdasarkan ada-tidaknya klorofil:
a. Fitoflagellata.
b. Zooflagellata.
3. Peranan: penyebab penyakit pada manusia dan hewan
(Trypanosoma dan Leishmania).
• Flagela: sebagai alat gerak, mendorong sel melewati air.
• Bintik mata (stigma): Titik berwarna merah yang peka cahaya. Bintik mata ini
membantu Euglena mendeteksi sumber cahaya agar dapat melakukan
fotosintesis.
• Kloroplas: digunakan untuk fotosintesis.
• Vakuola kontraktil: untuk memompa kelebihan air keluar dari sel, menjaga
keseimbangan osmosis sel.
• Nukleus: Organel pusat yang berisi materi genetik (DNA) dan mengendalikan
aktivitas sel.
• Reservoir: Kantung atau lubang di bagian depan sel tempat flagela berasal.
Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Sporozoa
• Konoid: Struktur spiral berbentuk kerucut yang kaku, yang
terlibat dalam penetrasi sel inang.
• Rhoptries: Organel berbentuk kantung yang mengeluarkan
enzim dan protein untuk membantu parasit masuk dan
membentuk lingkungan parasit di dalam sel inang.
• Mikronem: Organel kecil yang juga melepaskan protein untuk
membantu proses invasi dan perlekatan pada sel inang.
• Mikropori: Pori-pori kecil di permukaan sel yang digunakan
untuk mengambil nutrisi dari sel inang.
• Nukleus: Mengandung materi genetik dan mengatur fungsi
sel.
1. Hidup sebagai parasit. • Apikoplas: Organel kecil nonfotosintetik yang diyakini
2. Membentuk spora untuk menginfeksi merupakan sisa kloroplas dari nenek moyang alga
inang. fotosintetik. Meskipun fungsinya tidak sepenuhnya dipahami,
3. Reproduksi terjadi di tubuh inang. organel ini esensial untuk kelangsungan hidup parasit.
a. Skizogoni, pembelahan dalam tubuh • Vakuola makanan: Terbentuk setelah parasit menginvasi sel
inang tetap. inang dan mengambil nutrisi.
b. Sporogoni, pembentukan spora pada • Spora (oosit): Struktur yang tahan lama dan berfungsi untuk
inang perantara. penyebaran parasit ke inang baru.
Protozoa (Protista Mirip Hewan)
Daur Hidup Sporozoa (Plasmodium)
1. Nyamuk Anopheles betina yang mengandung sporozoit
Plasmodium sp. menggigit manusia, dan meninggalkan sporozoit
di dalam jaringan darah manusia.
2. Melalui aliran darah, sporozoit masuk ke jaringan hati (liver).
Sporozoit bereproduksi secara vegetatif (pembelahan biner)
berkali-kali, dan tumbuh menjadi merozoit.
3. Merozoit menggunakan kompleks apeks (ujung sel) untuk
menembus sel darah merah (eritrosit) penderita.
4. Merozoit tumbuh dan bereproduksi vegetatif (pembelahan biner)
secara berulang-ulang sehingga terdapat banyak merozoit baru.
Merozoit baru ini disebut juga tropozoit. Tropozoit keluar setelah
memecah sel darah merah dan menginfeksi sel darah merah
lainnya, secara berulang-ulang dengan interval 48 – 72 jam
(tergantung pada spesiesnya). Akibatnya penderita mengalami
demam dan menggigil secara periodik.
5. Di dalam jaringan darah, beberapa merozoit membelah dan
membentuk gametosit jantan (mikrogametosit) dan gametosit
betina (makrogametosit).
Daur Hidup Sporozoa (Plasmodium)
6. Bila nyamuk Anopheles betina lainnya menggigit dan
mengisap darah penderita, maka mikrogametosit maupun
makrogametosit berpindah dan masuk ke dalam saluran
pencernaan nyamuk.
7. Di dalam saluran pencernaan nyamuk, mikrogametosit
tumbuh menjadi mikrogamet, dan makrogametosit tumbuh
menjadi makrogamet.
8. Mikrogamet dan makrogamet mengalami fertilisasi sehingga
terbentuk zigot diploid (2n) yang disebut juga ookinet.
Peristiwa ini merupakan reproduksi secara generatif.
9. Ookinet masuk ke dalam dinding usus nyamuk membentuk
oosista yang berdinding tebal. Di dalam oosista berkembang
ribuan sporozoit.
10. Sporozoit keluar dari dinding usus dan berpindah ke
kelenjar ludah nyamuk.
11. Sporozoit akan mengalami siklus yang sama saat nyamuk
menginfeksi orang sehat lain.
ALGA
Euglenophyta (Alga Hijau-Biru)
• Ciri-ciri: Umumnya uniseluler, memiliki flagela, dan tidak memiliki dinding sel. Mereka Dikelompokkan berdasarkan
dapat berfotosintesis (autotrof) di bawah sinar matahari dan juga menyerap nutrisi
organik (heterotrof) di kegelapan. pigmen dominan yang
• Pigmen Dominan: Klorofil a dan b. mereka miliki. Pigmen ini
• Contoh: Euglena viridis.
tidak hanya memberikan
warna, tetapi juga
Chlorophyta (Alga Hijau)
menentukan jenis cahaya
• Ciri-ciri: Kelompok alga paling beragam. Mereka bisa uniseluler (bersel tunggal) atau
multiseluler. Dinding selnya tersusun dari selulosa. Alga hijau sering dianggap sebagai yang dapat mereka serap
nenek moyang tumbuhan.
• Pigmen Dominan: Klorofil a dan b.
untuk berfotosintesis.
• Contoh: Chlamydomonas, Spirogyra, dan Ulva (selada laut).
Chrysophyta (Alga Keemasan)
• Ciri-ciri: Dinding selnya mengandung silika, menjadikannya kaku dan kuat. Kelompok
ini mencakup diatom, yang merupakan produsen primer yang sangat penting di
lautan.
• Pigmen Dominan: Karoten dan santofil, yang memberikan warna kuning-keemasan.
• Contoh: Diatom.
ALGA
Phaeophyta (Alga Cokelat)
• Ciri-ciri: Hampir semuanya multiseluler dan hidup di air laut. Kelompok ini
mencakup rumput laut terbesar.
• Pigmen Dominan: Fikosantin, yang memberikan warna cokelat.
• Contoh: Rumput laut (Fucus), dan Laminaria.
Rhodophyta (Alga Merah)
. Ciri-ciri: Alga merah umumnya multiseluler dan hidup di laut dalam karena
pigmennya dapat menyerap cahaya biru-hijau yang menembus hingga kedalaman
tersebut. Dinding selnya mengandung pektin.
• Pigmen Dominan: Fikoeritrin, yang memberikan warna merah.
• Contoh: Eucheuma spinosum (bahan baku agar-agar).
Pyrrophyta (Alga Api)
5
• Ciri-ciri: Kelompok ini mencakup dinoflagelata, yang memiliki dua flagela.
Beberapa spesiesnya dapat menyebabkan fenomena "pasang merah" (red tide)
karena ledakan populasinya yang beracun.
• Pigmen Dominan: Karotenoid dan klorofil.
6. • Contoh: Dinoflagellata.
Divisi Euglenophyta
• Uniseluler yang dapat hidup di laut dan di air
tawar
• Memperlihatkan
• Ciri tumbuhan: memiliki klorofil a dan b →
fotosintesis
• Ciri hewan: memiliki bintik mata (stigma) dan
memiliki flagel → dapat bergerak
• Reproduksi : pembelahan biner
• Peranan : sebagai fitoplankton
Divisi Chlorophyta (Ganggang Hijau)
• Habitat : umumnya air tawar, beberapa di air laut
• Uniseluler dan multiseluler
• Pigmen : klorofil a dan b, yang terdapat dalam Chlorella sp.
kloroplas
• Di dalam kloroplas juga ada:
- pirenoid : tempat pembentukan zat tepung
- stigma (berpigmen merah) : sensitif terhadap
cahaya Ulva sp.
• Reproduksi :
- vegetatif : pembelahan biner, fragmentasi dan
menghasilkan zoospora
- generatif : isogami, anisogami, konjugasi
Hydrodictyon Spyrogyra
Divisi Chrysophyta (Ganggang keemasan)
• Habitat : air tawar, air laut dan permukaan
tanah yang basah
• Warna keemasan→ Karotin dan xantofil,
yang menutupi pigmen klorofil
• Uniseluler : Ochromonas (bentuk bola) dan
Diatom (=alga kersik → dinding sel
mengandung silika)
• Multiseluler → benang: Voucheria Diatomae
Divisi Phaeophyta (Ganggang Cokelat)
• Memiliki pigmen dominan cokelat
(fukosantin)
• Berbentuk benang atau lembaran
Fucus sp
• Bentuk tubuh menyerupai akar, batang
dan daun
• Habitat : laut beriklim dingin Sargassum echinocarpum
• Reproduksi :
vegetatif → zoospora atau fragmentasi
generatif → konseptakel
• Peranan : menghasilkan asam alginat
sebagai bahan makanan, obat-obatan,
cat dan pembuatan es krim
Turbinaria mesenterina
Divisi Rhodophyta (Ganggang Merah)
• Habitat : laut dalam
• Bentuk: umumnya benang atau lembaran
• Pigmen : klorofil a dan fikobilin (fikoeritrin → Gelidium robustum
dominan, dan fikosianin)
• Reproduksi :
- vegetatif : pembentukan spora yang tdk memiliki
alat gerak
- generatif : peleburan gamet jantan yang tidak
memiliki alat gerak (spermatium) dan ovum
Gracilaria salicornia
• Contoh :
- Eucheuma spinosum → di lautan Indonesia
sebagai bahan pembuatan agar-agar,
- Gelidium dan Gracilaria → laut dalam,
- Chondrus crispus dan Gigartina mamilosa →
Eucheuma spinosum
menghasilkan agar yang berguna sebagai media
pertumbuhan dalam mikrobiologi dan karagin
sebagai bahan pembuatan alat kosmetik, es
krim, campuran cat dan bahan pembuat kue
Divisi Pyrrophyta (Alga Api)
Memiliki kemampuan memancarkan cahaya biru-hijau,
terutama ketika terganggu oleh gerakan air.
Memiliki dinding sel yang tersusun dari lempeng-lempeng
selulosa yang kaku
Bersifat autotroph ada pula yang heterotrof
Ditemukan di berbagai lingkungan perairan
Bereproduksi secara:
Noctilucca scintillans
Aseksual: Pembelahan sel
Seksual: Terjadi ketika gamet dari dua individu berbeda bersatu
membentuk zigot. Zigot ini kemudian dapat beristirahat Gonyaulax sp
(membentuk kista) atau langsung berkembang menjadi sel
baru.
Peranan:
Sebagai produsen utama (fitoplankton
Pasang merah (red tide) → Ketika populasi Pyrrophyta meledak
(blooming) karena kondisi lingkungan yang ideal, air dapat
berubah warna menjadi merah atau cokelat.
Toksin: Beberapa spesies red tide menghasilkan racun (toksin)
Dinoflagelata
yang dapat membunuh ikan dan kerang. Jika kerang yang
terkontaminasi dikonsumsi manusia, dapat menyebabkan
keracunan saraf.
Protista menyerupai Jamur
1. Subdivisi Mycomicota
– Merupakan jamur lendir→ fase vegetatif berupa
massa protoplasma seperti lendir dan dapat
bergerak
– Habitat: tempat lembab, daun-daun runtuh
– Siklus hidup:
• Tahap pertama: massa lendir → fase plasmodium
• Tahap kedua : sporangium → spora
• Tahap ketiga: pertumbuhan spora → myxoflagellata
dan myxoamoeba
– Contoh: Fuligo varians, Aethalium septicum
Myxomycota (Jamur Lendir Plasmodial)
1. Myxomycota hanya memiliki
beberapa sifat yang dimiliki jamur,
yaitu pada waktu stadium badan
buah.
2. Struktur Myxomycota disebut
plasmodium.
3. Plasmodium bergerak dengan
gerakan ameboid di atas substrat.
4. Dapat mencerna mikroorganisme
serta partikel-partikel bahan
organik yang membusuk di dalam
selnya.
Oomycota (Jamur Air)
1. Oomycota memiliki banyak kemiripan dengan jamur, yaitu memiliki
tubuh (miselium) yang tumbuh di atas materi organik.
2. Bersifat heterotrofik, baik secara parasit maupun saprofit.
3. Hifa memiliki dinding sel yang mengandung selulosa dan tidak
mempunyai septa (senositik).