1.
Analisis Teknikal
Fokus pada pergerakan harga dan volume di grafik (chart).
Tujuan:
Memprediksi arah harga jangka pendek–menengah.
Alat yang umum dipakai:
• Trendline → melihat tren naik, turun, atau sideways
• Support & Resistance → area pantulan harga
• Moving Average (MA) → arah tren
• RSI, MACD → melihat overbought/oversold & momentum
• Volume → kekuatan pergerakan harga
Cocok untuk:
• Trader harian (day trader)
• Swing trader
Kelebihan: cepat & praktis
Kekurangan: bisa salah jika pasar sangat volatil
2. Analisis Fundamental
Fokus pada kondisi keuangan dan bisnis perusahaan.
Tujuan:
Menilai apakah saham murah atau mahal secara nilai.
Yang dianalisis:
• Laporan keuangan (laba, utang, arus kas)
• Rasio: PER, PBV, ROE
• Prospek bisnis & industri
• Kondisi ekonomi & kebijakan
Cocok untuk:
• Investor jangka menengah–panjang
Kelebihan: lebih kuat untuk jangka panjang
Kekurangan: kurang efektif untuk timing beli-jual cepat
3. Analisis Sentimen Pasar
Fokus pada psikologi pelaku pasar.
Sumber sentimen:
• Berita ekonomi & politik
• Aksi bandar / asing
• Media sosial & rumor pasar
• Data broker summary
Contoh:
Berita negatif → harga bisa turun walau fundamental bagus.
Kelebihan: membantu membaca arah pasar
Kekurangan: sentimen bisa berubah cepat
4. Analisis Tape Reading
Membaca pergerakan transaksi real-time.
Yang diperhatikan:
• Bid–offer
• Pergerakan lot besar
• Akumulasi atau distribusi
Cocok untuk:
• Trader aktif & scalper
5. Money Management & Risk Management
Ini wajib, bukan opsional.
Prinsip utama:
• Tentukan cut loss
• Atur ukuran modal per saham
• Risk : reward (misal 1 : 2)
Tanpa ini, analisis sebaik apa pun bisa gagal.
Kesimpulan Singkat
• Trading cepat → Teknikal + Sentimen
• Investasi → Fundamental + Makro
• Aman & konsisten → Wajib risk management