0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan5 halaman

Pendidik Menyediakan Dukungan Sosial Emosional Bagi Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran

Dokumen ini menjelaskan berbagai upaya pendidik dan kepala satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, aman, dan inklusif bagi peserta didik. Pendidik memberikan dukungan sosial emosional, mengelola kelas secara efektif, dan memfasilitasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa. Kepala satuan pendidikan juga menerapkan budaya refleksi, pengelolaan anggaran yang transparan, serta memastikan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Diunggah oleh

assesorarrahman1112
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan5 halaman

Pendidik Menyediakan Dukungan Sosial Emosional Bagi Peserta Didik Dalam Proses Pembelajaran

Dokumen ini menjelaskan berbagai upaya pendidik dan kepala satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, aman, dan inklusif bagi peserta didik. Pendidik memberikan dukungan sosial emosional, mengelola kelas secara efektif, dan memfasilitasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa. Kepala satuan pendidikan juga menerapkan budaya refleksi, pengelolaan anggaran yang transparan, serta memastikan keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Diunggah oleh

assesorarrahman1112
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses
pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran sekolah kami, pendidik menyediakan dukungan sosial


emosional bagi peserta didik di antaranya: Pertama, kami pendidik dalam melakukan proses
pembelajaran menemukan peserta didik yang saling menghargai antara pendidik dan
peserta didik, contohnya kami pendidik selalu memanggil peserta didik kami dengan “Mas”
untuk putra dan “Mbak” untuk putri, sehingga peserta didik bisa merasa nyaman untuk
bertanya dan berpendapat. Kedua, dalam memberi perhatian kepada peserta didik yang
memerlukan dukungan lebih atau khusus, kami pendidik melakukan pendampingan kepada
peserta didik yang belum mandiri dalam hal berpakaian serta dalam pelaksanaan
pembelajaran di kelas pendidik mengatur posisi duduk peserta didik yang memerlukan
dukungan khusus. Ketiga, dalam memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan
keterampilan sosial emosional kami pendidik melaksanakan sesuai dengan RPP/MA, KOSP,
hasil karya siswa, rapor, jurnal pendidik, dan catatan pendidik terhadap peserta didik.
Keempat, kami pendidik telah melaksanakan umpan balik yang konstruktif, misalnya dalam
dokumen rapot dan buku tugas peserta didik.

2. Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman,
dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

Sekolah kami dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya
tujuan pembelajaran, pendidik kami melaksanakannya melalui : Pertama, pendidik membuat
kontrak belajar atau kesepakatan bersama di awal pembelajaran antara pendidik dan peserta didik
yang harus dilaksanakan dan dipatuhi bersama. Kedua, pendidik kami selalu mengingatkan peserta
didik untuk berperilaku baik dan melarang tindakan agresif baik verbal dan non verbal untuk
mengendalikan perilaku peserta didik. Ketiga, sekolah kami menerapkan pembiasaan positif seperti
sholat dhuha setiap pagi, baris saat masuk kelas, merapikan sepatu sebelum masuk kelas, membaca
asmaul husna, murojaah, berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas. Keempat, melalui
pembelajaran pendidik kami melaksanakan berbagai metode untuk menciptakan suasana belajar
yang efektif dan menyenangkan.

3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna.

Pada sekolah kami, pendidik telah mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna yang
dapat dibuktikan melalui: pertama, dengan RPP dan Modul Ajar yang sesuai KOSP yang berlaku.
Kedua, pendidik telah melaksanakan berbagai macam asesmen contohnya, asesmen tertulis,
asesmen lisan, asesmen praktik dan hasil karya. Ketiga, pendidik kami melakukan evaluasi yang
beragam, contohnya hasil asesmen formatif, asesmen sumatif dan penilaian hasil karya yang
digunakan sebagai rujukan untuk melaksanakan perbaikan dan pengayaan guna merancang
pembelajaran selanjutnya. Keempat, kami pendidik melalui hasil asesmen merancang pembelajaran
sesuai kebutuhan peserta didik. Kelima, pendidik kami berpedoman MA/RPP yang selaras dengan
tujuan pembelajaran. Keenam, pendidik kami berpedoman MA/RPP tercermin keterlibatan siswa
dalam kegiatan pembelajaran untuk menentukan tujuan pembelajaran.

4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan,


ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah,
serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik.

Sekolah kami memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan,
komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan
kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik: Pertama, pendidik kami melaksanakan
pembiasan positif seperti sholat dhuha setiap pagi, baris saat masuk kelas, merapikan sepatu
sebelum masuk kelas, membaca asmaul husna, murojaah, berdoa sebelum dan sesudah
melaksanakan aktivitas. Kedua, sekolah kami mengadakan pentas seni setiap tahun yang
menampilkan seni tari, drumband, polisi kecil dan paduan suara. Ketiga, pendidik kami melalui
RPP/MA yang telah dirancang untuk menyampaikan pertanyan pemantik dan mendiskusikan
fakta menarik ditemukan bukti bahwa pendidik memancing rasa ingin tahu peserta didik dan
cinta pada pengetahuan baru. Keempat, pendidik kami merancang pembelajaran sesuai dengan
MA/RPP yang dapat mengembangkan kemampuan bernalar dan dapat memecahkan masalah
melalui pertanyaan dari peserta didik. Kelima, pendidik kami mendorong peserta didik untuk
merefleksi pembelajaran yang dapat menghubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari
peserta didik.

5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk


perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta
evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi
pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah kami melaksanakan refleksi dan evaluasi pendidik oleh kepala sekolah untuk meningkatkan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana
pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan di antaranya: pertama, kami
melaksanakan evaluasi dan refleksi kinerja pendidik setiap satu minggu sekali. Kedua, evaluasi
kinerja dilaksanakan secara berkala yang dibuktikan dokumen penilaian kinerja guru, supervisi, dan
penilaian teman sejawat. Ketiga, sekolah kami merancang pengembangan untuk pendidik yang
dibuktikan dengan dokumen penilaian kinerja guru, supervisi, dan penilaian teman sejawat.
Keempat, kami melaksanakan program pengembangan diri sesuai dengan RKT.
6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang
partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Kepala sekolah kami menghadirkkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk
tercapainya visi dan misi di antaranya: Pertama, kepala sekolah melibatkan semua pemangku
kepentingan dalam proses penyusunan visi dan misi sekolah. Kedua, pihak sekolah
berkomunikasi antar warga dalam perencanaan dalam pertemuan yang dibuktikan dengan
dokumen notulen rapat dan presensi. Ketiga, pihak sekolah membangun komunikasi dengan
orang tua wali peserta didik, komite sekolah dibuktikan dengan dokumen hasil rapat dan
presensi. Keempat, pihak sekolah menjalin kemitraan dengan pemerintah desa, bank, dan
lembaga pendidikan untuk membangun program-program sekolah dibuktikan MoU dan
dokumentasi kemitraan. Kelima, pihak sekolah melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga
pendidik, dan orang tua dalam kegiatan evaluasi/refleksi berbasis data dibuktikan dengan hasil
rapat, presensi, dan dokumentasi. Keenam, pihak sekolah menyusun rencana kegiatan tahunan
sesuai dengan refleksi dan evaluasi dibuktikan dengan raport pendidikan, dokumen penyusunan
RKT dan dokumen RKT.

7. Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran


dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis
data secara transparan dan akuntabel

Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan


berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel diantaranya:
Pertama, merencanakan anggaran sesuai dengan analisis kebutuhan sekolah melalui RKAS
dan RKT untuk mengidentifikasi prioritas pengeluaran. Kedua, merencanakan anggaran
satuan pendidikan dengan komite yang dibuktikan dengan dokumen rapat, dokumen RKT
dan RKAS. Ketiga, memaparkan sumber pendanaan serta alokasi dana yang tertuang dalam
RKT dan RKAS. Keempat, mengelola anggaran dengan transparansi dan akuntanbilitas
dibuktikan dengan dokumen pelaporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS.

8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan
kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di antaranya dengan, Pertama:
melakukan analisis kebutuhan dalam pembelajaran untuk merencanakan pengadaan
anggaran sarana prasarana berdasarkan sarpras. Kedua, memanfaatan semua sarana
prasarana dengan maksimal dibuktikan dengan dokumentasi pemanfaatan sarana
prasarana. Ketiga, dalam pemenuhan sarana prasarana dilakukan secara mandiri yang
bersumber dari anggaran BOSP dan juga kemitraan yang dibuktikan dengan data inventaris
sarpras dan MoU kemitraan. Keempat, pemeliharaan rutin dilakukan untuk menjaga kondisi
sarana dan prasarana dibuktikan dengan dokumen inventaris.

9. Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat


satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional.
Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang
selaras dengan kurikulum nasional diantaranya: Pertama, melaksanakan analisis karakteristik
sekolah untuk menyusun kurikulum sekolah yang dibuktikan dengan dokumen KOSP. Kedua,
pengembangan kurikulum sekolah yang relevan dengan kebutuhan peserta didik yang
merujuk pada kurikulum nasional yang dibuktikan dengan KOSP. Ketiga, melaksanakan
evaluasi secara berkala untuk memastikan kurikulum ditingkat satuan relevan dengan
kebutuhan belajar peserta didik yang dibuktikan dengan review KOSP.
10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik,
dan tenaga kependidikan.
Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik,
dan tenaga kependidikan di antaranya: Pertama, sekolah kami membangun sikap saling
menghargai keberagaman peserta didik melalui pembelajaran yang menyatukan materi
pembelajaran dengan keberagaman budaya, latar belakang, bahasa, suku, agama yang
berbeda dibuktikan dengan RPP/Modul Ajar, dokumentasi hasil karya. Kedua, mengenali
keberagaman warga sekolah melalui kegiatan-kegiatan sekolah yang melibatkan semua
warga sekolah. Ketiga, membangun sikap saling menghargai dan tidak membedakan-
bedakan berdasarkan gender melalui kegiatan yang melibatkan semua peserta didik.
11. Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi
kebutuhan belajar peserta didik yang beragam di antaranya: pertama, dalam proses
pembelajaran menggunakan beragam metode pembelajaran seperti visual, audiovisual, dan
kinestetik untuk memenuhi gaya belajar peserta didik yang beragam dibuktikan dengan
modul ajar dan dokumentasi. Kedua, melaksanakan kerja sama dengan wali murid melalui
rapat paguyuban. Ketiga, melaksanakan pendampingan kepada peserta didik yang
membutuhkan perhatian khusus.
12. Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman
secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di
antaranya: pertama, dalam mencegah dan menangani perundungan serta
kekerasan sekolah kami melaksanakan tindakan pencegahan dengan
membentuk tim anti-bullying yang terdiri dari semua pendidik yang
dibuktikan dengan dokumen buku pencegahan perundungan. Kedua,
sekolah berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mencegah perundungan
dibuktikan dengan dokumentasi. Ketiga, sekolah melaksanakan sosialisasi
dan kolaborasi dengan orang tua untuk pencegahan perundungan yang
dibuktikan dengan dokumentasi.

13. Satuan Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik,


dan tenaga kependidikan di antaranya, pertama kami pihak sekolah
menyediakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dibuktikan
dokumentasi gedung sekolah. Kedua, sekolah melaksanakan pemeliharaan
sarana dan prasarana sekolah sesuai RKAS. Ketiga, sekolah menyediakan ruang
unit kesehatan sekolah dan P3K. Keempat, sekolah kami melaksanakan kerja
sama dengan pihak terkait (pemadam kebakaran) dibuktikan dengan
dokumentasi.

14. Satuan pendidik menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang
membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik dan tenaga
kependidikan di antaranya, pertama kami melaksanakan program jumat sehat secara
berkala seperti senam dan jalan sehat. Kedua, sekolah kami menyediakan unit kesehatan
sekolah, P3K, dan obat-obatan serta menjalin kerja sama dengan dengan puskesmas
setempat seperti penjaringan kesehatan dan BIAS. Ketiga, sekolah kami tidak memiliki kantin
yang bertujuan untuk menjaga makanan yang tidak aman bagi anak, serta menyediakan
catering sehat. Keempat, sekolah kami melaksanakan bimbingan konseling terhadap peserta
didik maupun peserta dan tenaga kependidikan. Kelima, sekolah kami melaksanakan jam
istirahat dan mempunyai lingkungan belajar yang nyaman untuk peserta didik bisa bergerak
aktif. Keenam, sekolah melaksanakan kerja sama dengan fasilitas kesehatan daerah untuk
mensosialisasikan pengetahuan kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi.

Anda mungkin juga menyukai