Program TKA
Program TKA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu sektor yang penting dalam suatu negara. Melalui
pendidikan, generasi penerus diberikan banyak ilmu dan keahlian yang menunjang minat dan
bakat mereka dalam menghadapi masa depan. Tentunya, banyak faktor yang harus disiapkan
dalam rangka memberikan pendidikan yang maksimal dan bermutu bagi generasi penerus,
diantaranya adalah dilakukannya perubahan dalam sistem evaluasi pendidikan.
Sejarah perubahan bentuk evaluasi pendidikan telah berganti wajah beberapa kali,
mulai dari format Ujian Penghabisan di tahun 1950-an, lalu diperkenalkan Evaluasi Belajar
Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) pada era 1980-an yang kemudian berubah menjadi Ujian Akhir
Nasional (UAN) sekitar tahun 2003. Memasuki tahun 2005, masyarakat mulai dikenalkan
dengan Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan selama belasan tahun dan menjadi penentu
kelulusan utama. Seiring dengan pergeseran paradigma menuju evaluasi yang lebih holistik, UN
resmi dihapuskan pada tahun 2020 dan diganti dengan Asesmen Nasional (AN) yang lebih
menitikberatkan pada pemetaan mutu sekolah dan kemampuan literasi-numerasi alih-alih
capaian individu mata pelajaran.
Memasuki tahun 2026, dinamika kebutuhan pendidikan menunjukkan perlunya
instrumen yang mampu mengukur capaian akademik individu murid secara objektif, adil dan
terstandar tanpa mengembalikan tekanan psikologis pada era UN. Hal ini yang melandasi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menyelenggarakan
Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas IX. Pelaksanaan TKA bertujuan sebagai
asesmen terstandarisasi nasional untuk memberikan gambaran akurat mengenai penguasaan
materi kurikulum oleh setiap siswa secara mendalam.
Penyelenggaraan TKA tahun 2026 menjadi krusial sebagai jembatan transisi siswa
menuju jenjang pendidikan menengah atas baik SMA ataupun SMK. Hasil tes ini tidak menjadi
syarat tunggal kelulusan, melainkan berfungsi sebagai Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang
dapat digunakan sebagai salah satu instrumen seleksi penerimaan peserta didik baru melalui
jalur prestasi. Dengan fokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, TKA
diharapkan mampu menyetarakan standar penilaian antar wilayah dan antar jalur pendidikan
(formal atau nonformal). Dengan demikian, pelaksanaan TKA merupakan salah satu langkah
strategis untuk menciptakan data akademik yang valid guna mendukung pemetaan kualitas
pendidikansekaligus memfasilitasi akses pendidikan lanjutan yang lebuh adil bagi seluruh murid
di Indonesia.
B. Landasan Kerja
Landasan dasar kegiatan AN ini adalah :
1. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes
Kemampuan Akademik
2. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 95 Tahun 2025 Tentang
Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik
1
3. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 47 Tahun 2025 Tentang Kerangka Asesmen Tes
Kemampuan Akademik (SD & SMP)
4. Program Kerja SMPN 21 Depok Tahun Pelajaran 2025/2026
5. Surat Keputusan Kepala Sekolah Negeri 21 Depok
Nomor :
Tanggal :
Tentang : Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran
2025/2026
C. Tujuan Kegiatan
Tujuan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang termuat pada Peraturan
Kepala BSKAP Nomor 47 Tahun 2025 adalah memetakan kemampuan akademik murid di
akhir jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara
khusus tujuan pelaksanaan TKA adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh informasi capaian akademik murid yang terstandar untuk keperluan seleksi
akademik
2. Menjamin pemenuhan akses murid pendidikan nonformal dan pendidikan informal
terhadap penyetaraan hasil belajar
3. Mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang
berkualitas
4. Memberikan informasi kepada murid tentang kekuatan dan kelemahan dalam bidang
akademik
D. Sistematika Kegiatan
Kegiatan ini diawali dengan beberapa tahap antara lain :
1. Tahap persiapan, yang merupakan tahap koordinasi antara Kepala Sekolah, Wakil Kepala
Sekolah, Kepala Program Studi, Guru dan Staf Tata Usaha dalam menentukan berbagai
macam kebutuhan yang akan digunakan dalam pelaksanaan TKA
2. Tahap perencanaan anggaran yang dilakukan oleh bendahara
3. Tahap pelaksanaan, merupakan tahap dilaksanakannya TKA sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan oleh pemerintah
4. Tahap evaluasi, merupakan tahap penilaian akhir terhadap proses pelaksanaan TKA
2
BAB II
TAHAP PERSIAPAN
Tahap persiapan merupakan tahap koordinasi antara Kepala Sekolah, Wakil Kepala
Sekolah, Kepala Program Studi, Guru dan Staf Tata Usaha dalam menentukan berbagai macam
kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan TKA. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap
persiapan antara lain :
A. Susunan Kepanitian
Penanggung Jawab :
Ketua Pelaksana :
Sekretaris :
Bendahara :
Proktor : 1.
Teknisi :
3
15) Melakukan pengelolaan TKA melalui aplikasi pada komputer proktor
16) Memantau dan menyelesaikan kendala teknis yang dialami peserta pada saat TKA
berlangsung
17) Mencatat dan melaporkan permasalahan teknis yang tidak dapat diselesaikan pada
laman TKA
18) Mengecek kelengkapan data dari seluruh peserta TKA baik di satuan pendidikannya
Teknisi
1) Menandatangani pakta integritas
2) Memastikan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk TKA dapat berfungsi
dengan baik
3) Melakukan instalasi dan konfigurasi jaringan internet
4) Memastikan jaringan internet berfungsi dengan baik
5) Memastikan jalur listrik tertata baik, tegangan listrik stabil dan cukup daya listrik untuk
kebutuhan komputer
6) Membantu proktor melakukan instalasi aplikasi pada komputer proktor dan komputer
klien yang akan digunakan TKA
7) Melakukan perbaikan/penggantian perangkat komputer dan perangkat jaringan yang
mengalami kerusakan paat pelaksanaan TKA
C. Strategi Pelaksanaan
Penilaian ANBK Tahun Ajaran 2025/2026 ini dilaksanakan secara online/daring
menggunakan bantuan program ANBK yang dibuat oleh pemerintah.
D. Waktu Pelaksanaan
Pelaksanaan TKA dilaksanakan secara nasional berdasarkan jadwal dan sesi yang
dikeluarkan oleh pemerintah pusat selama 1 hari untuk setiap peserta. Alokasi waktu yang
disediakan untuk setiap jenis tes masing-masing jenjang diatur sebagai berikut :
E. Pengawas Ruangan
Pengawas TKA terdiri dari proktor dan pengawas ruangan yang masing-masing terdiri
dari satu orang. Adapun pengawas ruangan saat gladi bersih merupakan guru mata pelajaran dan
pengawas ruangan saat pelaksanaan merupakan pengawas silang dari sekolah lain. Berikut ini
rincian tugas pengawas :
1) Menandatangani pakta integritas
2) Mempersilahkan peserta untuk memasuki ruangan secara bergantiandan meletakkan tas di
bagian depan ruangan TKA, serta menempati tempat duduk yang telah disiapkan
3) Mengumpulkan perangkat komunikasi elektronik, alat atau piranti komunikasi dan optik,
kamera, kalkulator, dan sejenisnya milik peserta ke tempat yang telah disediakan
4
4) Membacakan tata tertib peserta TKA
5) Memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan jujur
6) Memastikan peserta yang mengikuti TKA merupakan peserta yang terdaftar
7) Memastikan peserta TKA menempati komputer klien yang telah disiapkan
8) Membagikan kartu login kepada setiap peserta pada awal sesi
9) Memastikan foto peserta pada kartu peserta/kartu login sesuai dengan wajah peserta TKA
10) Mempersilahkan peserta untuk melakukan login ke dalam aplikasi TKA
11) Membagikan kertas buram kepada peserta TKA yang membutuhkan
12) Memastikan peserta TKA melakukan latihan menjawab soal menggunakan aplikasi
13) Mengumumkan token TKA kepada peserta dan mulai mengerjakan soal
14) Mengawasi pelaksanaan TKA
15) Menjaga keamanan dan kenyamanan ruang tes
16) Mencatat perihal yang terjadi pada ruang tes ke dalam berita acara pelaksanaan
17) Membuat dan menyerahkan berita acara pelaksanaan dan daftar hadir ke panitia pelaksana
tingkat satuan pendidikan
18) Memastikan peserta sudah menyelesaikan rangkaian tes setelah waktu TKA selesai
19) Menjalankan tugas sebagai pengawas sampai seluruh sesi tes selesai
F. Instrumen TKA
1. Kerangka asesmen TKA ditetapkan oleh Kementerian
2. Instrumen AN disiapkan dalam bentuk soal digital dan merupakan dokumen negara yang
bersifat rahasia.
3. Instrumen Asesmen Nasional terdiri atas:
a. AKM mengukur hasil belajar kognitif peserta didik dalam Literasi Membaca dan
Numerasi.
b. Survei Karakter mengukur hasil belajar non kognitif peserta didik; dan
c. Survei Lingkungan Belajar mengukur kualitas lingkungan belajar pada satuan
pendidikan.
H. Jumlah Peserta
Peserta didik yang megikuti TKA adalah seluruh peserta didik kelas IX yang berada
pada semester terakhir di program satuan pendidikan. Jumlah peserta didik yang akan mengikuti
TKA pada jenjang SMP/MTs dan sederajat tahun ini adalah 285 orang.
6
a) Hadir di Satuan Pendidikan pelaksana AN 45 (empat puluh lima) menit sebelum
AN dimulai
b) Memantau dan memberikan solusi apabila Satuan Pendidikan pelaksana
mengalami kendala teknis dalam pelaksanaan AN
2) Proktor :
a) Hadir di ruangan 30 (tiga puluh) menit sebelum AN dimulai
b) Memeriksa kesiapan ruang AN dan peralatan komputer
c) Memastikan komputer Proktor / server lokal sudah terkoneksi dengan internet
d) Menjalankan aplikasi ANBK pada komputer Proktor / server lokal
e) Membagikan kartu login kepada setiap peserta awal sesi
f) Melakukan rilis token dan menyampaikannya kepada peserta
g) Melakukan pengelolaan aplikasi ANBK pada komputer Proktor / server lokal
h) Memantau dan memberikan solusi apabila peserta mengalami kendala teknis
dalam pelaksanaan AN
i) Memastikan aplikasi ANBK kembali ke halaman login pada setiap komputer klien
di akhir sesi
j) Melakukan pengecekan kelengkapan data dari hasil pelaksanaan AN
k) Mengunggah (upload) hasil pekerjaan peserta yang menggunakan moda semi
daring melalui server lokal pada setiap sesi
3) Pengawas :
a) Masuk ke dalam ruangan 20 (dua puluh) menit sebelum waktu pelaksanaan AN
b) Memeriksa kesiapan ruang AN dan memastikan ruangan memenuhi protokol
kesehatan
c) Mempersilakan peserta untuk memasuki ruangan secara bergilir dan meletakkan
tas di bagian depan ruang AN, serta menempati tempat duduk yang telah
ditentukan
d) Memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan sungguh-sungguh
dan jujur
e) Mebacakan tata tertib peserta AN
f) Membagikan kertas buram kepada peserta AN yang membutuhkan
g) Mempersilakan peserta untuk melakukan login ke dalam aplikasi ANBK dan mulai
mengerjakan soal
h) Menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang AN
i) Memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan
j) Melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang AN selain peserta
k) Mematuhi tata tertib pengawas, di antaranya tidak merokok di ruang AN, tidak
membawa dan/atau menggunakan alat atau piranti komunikasi dan/atau kamera,
tidak mengobrol, dan tidak membaca
l) Tidak memberi isyarat, petunjuk, dan/atau bantuan apapun kepada peserta
berkaitan dengan jawaban dari soal AKM
m) Menjelaskan maksud dari pertanyaan yang tidak dipahami oleh peserta pada
Survei Katakter dan Sulingjar (Survei Lingkungan Belajar)
n) Mempersilahkan peserta AN untuk berhenti mengerjakan soal setelah waktu habis
7
J. Tata Tertib Peserta Asesmen Nasional
1. Hadir di ruangan 15 (lima belas) menit sebelum AN dimulai
2. Mengumpulkan tas dan buku di bagian depan di dalam ruang AN
3. Menempati tempat duduk yang telah ditentukan dan mengisi daftar hadir
4. masuk (login) ke dalam aplikasi ANBK dengan menggunakan username dan kata sandi
(password) sesuai kartu login yang diterima dari Proktor
5. Memastikan identitas peserta sudah sesuai dan memasukkan nama dan tanggal lahir pada
kolom yang tersedia
6. Memasukkan token yang sudah dirilis oleh Proktor
7. memasuki ruang AN sesuai dengan sesi dan menempati tempat duduk yang telah
ditentukan;
8. dilarang membawa catatan dan/atau menggunakan perangkat komunikasi elektronik dan
optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya ke dalam ruang AN;
9. Apabila peserta telah melakukan login, maka keikutsertaannya sebagai peserta tidak dapat
digantikan oleh orang lain
10. Melakukan latihan menjawab soal sebelum mengerjakan AN;
11. Mulai mengerjakan soal AN setelah ada tanda waktu mulai;
12. Meminta izin kepada Pengawas apabila hendak meningglkan ruangan selama AN
berlangsung tanpa penambahan waktu
13. Meminta persetujuan kepada Pelaksana AN Tingkat Satuan Pendidikan untuk mengikuti
AN apabila terlambat hadir
8
2) Perlu Intervensi Khusus, jika peserta didik hanya memiliki pengetahuan yang masih
terbatas, belum memahami konsep dasar, dan belum memiliki kemampuan untuk
membuat interpretasi terhadap persoalan yang diberikan;
3) Dasar, jika peserta didik sudah memiliki pengetahuan dan konsep dasar, memahami
permasalahan yang diberikan, mampu membuat interpretasi sederhana, dan mampu
menyelesaikan masalah yang sederhana;
4) Cakap, jika peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan dan konsep dasar
yang dimiliki dalam konteks yang beragam, mampu membuat interpretasi dari
informasi yang implisit, menyelesaikan masalah yang lebih kompleks, dan mampu
membuat kesimpulan; atau
5) Mahir, jika peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa konsep untuk
memecahkan masalah, mampu bernalar untuk memecahkan masalah kompleks serta
non rutin.
b. Informasi yang dihasilkan dari AKM Literasi Membaca merupakan ratarata skor literasi
murid serta persentase peserta didik yang memiliki tingkat literasi membaca minimum
kategori Cakap.
c. Informasi yang dihasilkan dari AKM Numerasi merupakan rata-rata skor numerasi
murid serta persentase peserta didik yang memiliki tingkat numerasi minimum kategori
Cakap.
d. Informasi yang dihasilkan dari Survei Karakter merupakan rata-rata indeks karakter
peserta didik yang menggambarkan enam aspek dari profil pelajar Pancasila, yaitu:
(1) beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia;
(2) berkebinekaan global;
(3) bergotong royong;
(4) mandiri;
(5) bernalar kritis; dan
(6) kreatif.
e. Informasi yang dihasilkan dari Survei Lingkungan Belajar merupakan indeks satuan
pendidikan untuk iklim keamanan, indeks inklusivitas dan kebinekaan, dan indeks
kualitas pembelajaran.
f. Laporan hasil AN merupakan sebagian bahan untuk penyusunan evaluasi sistem
pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dan/atau daerah (provinsi/kabupaten/kota).
9
M. Penanganan Masalah dan Tindak Lanjut
1. Jenis Pelanggaran
a. Jenis pelanggaran oleh pengawas/proktor ruang AN
1) Pelanggaran ringan meliputi:
a) lalai tertidur dan berbicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta
asesmen;
b) lalai membantu peserta asesmen mengisi identitas diri sesuai dengan kartu
identitas;
c) lalai memastikan sistem aplikasi asesmen berjalan dengan baik sesuai dengan
semua prosedur yang harus dilakukan secara tertib, konsisten, dan tepat waktu;
dan/atau
d) lalai menangani kegaduhan pada ruang AN.
2) Pelanggaran sedang meliputi:
a) lalai menangani gangguan pada aplikasi AN sehingga menimbulkan penundaan
waktu AN di atas 30 menit.
3) Pelanggaran berat meliputi:
a) lalai memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-
19;
b) merokok dalam ruang AN;
c) memberi petunjuk/referensi jawaban dan/atau membiarkan peserta AN
menyontek atau menggunakan kunci jawaban;
d) membantu peserta AN dalam menjawab soal AKM;
e) membaca naskah soal dan/atau bahan bacaan lain di ruang AN;
f) lalai menangani gangguan pada aplikasi AN sehingga mengharuskan
pengulangan AN;
g) menggunakan untuk diri sendiri dan/atau membiarkan peserta AN membawa
alat komunikasi (HP), kamera, dan/atau perangkat elektronik yang dapat
merekam gambar;
h) membiarkan orang lain memasuki ruang AN saat AN berlangsung; dan/atau
i) membiarkan/menyuruh orang lain mengikuti AN mengatasnamakan peserta AN
selain peserta cadangan.
b. Jenis Pelanggaran oleh Satuan Pendidikan
1) Pelanggaran sedang:
a) tidak menjalankan tugas dan ketentuan yang ditetapkan dalam POS AN.
2) Pelanggaran berat
a) lalai menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19;
b) memanipulasi data identitas peserta AN;
c) menyebarkan/memberikan kunci jawaban kepada peserta AN;
d) membiarkan peserta AN menyontek atau menggunakan kunci jawaban;
e) membiarkan/menyuruh peserta AN membawa alat komunikasi (HP), kamera,
dan/atau perangkat elektronik yang dapat merekam gambar;
f) membiarkan orang lain memasuki ruang asesmen saat AN berlangsung;
dan/atau
10
g) membiarkan/menyuruh orang lain mengikuti AN mengatasnamakan peserta
AN.
N. Sanksi
1. Pengawas/proktor yang melanggar tata tertib akan dikenakan sanksi sebagai berikut.
a. Pelanggaran ringan dan sedang diberikan sanksi oleh Ketua Pelaksana Tingkat Satuan
Pendidikan berupa teguran secara lisan/tertulis dan pemberhentian sebagai
pengawas/proktor.
b. Pelanggaran berat diberikan sanksi oleh Ketua Pelaksana Tingkat Satuan Pendidikan
berupa pemberhentian sebagai pengawas/proktor dan diberi sanksi administratif sesuai
dengan ketentuan perundangan-undangan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Tingkat
Kabupaten/Kota, Provinsi atau yayasan penyelenggara pendidikan sesuai dengan
kewenangannya.
2. Satuan Pendidikan yang melakukan pelanggaran sedang dan berat akan dikenakan sanksi
oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah
Kemenag Provinsi, dan Kantor Kemenag Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.
3. Semua jenis pelanggaran harus dituangkan dalam berita acara.
BAB III
RENCANA ANGGARAN PEMBIAYAAN
11
BAB IV
PENUTUP
Demikian Program ANBK Tahun Pelajaran 2025/2026 ini kami ajukan, semoga dapat
menjadi pedoman dalam pelaksanaan ANBK, sehingga dapat berjalan dengan baik.
Kritik dan saran sangat kami harapkan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.
Demikian program ini kami sampaikan. Atas kerja sama Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
12
13