0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan20 halaman

Program Uks

Dokumen ini membahas program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SD Negeri Karanganyar, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan perilaku hidup sehat peserta didik. UKS berperan penting dalam pembinaan kesehatan fisik dan mental siswa, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Terdapat tantangan dalam pelaksanaan program ini, termasuk kurangnya sarana, sumber daya manusia, dan kerjasama lintas sektor.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan20 halaman

Program Uks

Dokumen ini membahas program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SD Negeri Karanganyar, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan perilaku hidup sehat peserta didik. UKS berperan penting dalam pembinaan kesehatan fisik dan mental siswa, serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Terdapat tantangan dalam pelaksanaan program ini, termasuk kurangnya sarana, sumber daya manusia, dan kerjasama lintas sektor.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRA

M KERJA
USAHA
KESEHA
TAN
SEKOLA
H
(UKS)

SD
NEGERI
KARANG
ANYAR
TAHUN 2024
KECAMATAN
PANGGUNGRE
JO-KOTA
PASURUAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah adalah upaya
pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, sadar, berencana, terarah,
dan bertanggungjawab dalam menamakan, menumbuhkan, mengembangkan dan
membimbing untuk menghayati, menyenangi dan melaksanakan prinsip hidup sehat
dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. UKS adalah salah satu wahana untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini
mungkin.

Dalam UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan bahwa


Pembangunan kesehatan bertujuan mewujudkan tercapainya kemampuan untuk hidup
sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakan
yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan Nasional.
Selain itu pada Bab V pasal
45 disebutkan bahwa ”Kesehatan diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan
hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat, sehingga peserta didik dapat
belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya
manusia yang lebih berkualitas”.

Sedangkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggungjawab. Diantara tujuan tersebut terdapat tujuan yang
menyangkut kesehatan baik kesehatan jasmani maupun kesehatan mental sosial, dimana
keduanya sangat mempengaruhi terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.

Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang
berkualitas yaitu sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta
mempunyai produktivitasi yang optimal.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta
mempunyai produktivitas yang optimal diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan secara terus-menerus yang dimulai sejak dalam kandungan,
balita, usia sekolah sampai dengan usia lanjut.
Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah merupakan salah satu
upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditunjukan kepada peserta didik
(usia sekolah), yang merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam
meningkatkan kualitas fisik penduduk.

Peserta didik merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai tingkat


kesehatan yang lebih baik bila dibandingkan dengan berbagai kelompok masyarakat
lainnya, meskipun demikian kelompok ini merupakan kelompok yang rawan karena
berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan.

Dari berbagai hasil penelitian maupun pengamatan yang dilakukan baik oleh
Departemen Pendidkan Nasional, Departemen Kesehatan, Departemen Agama,
Departemen Dalam Negeri dapat disimpulkan berbagai kondisi sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah, ditinjau dari segi sarana/prasarana,
pengetahuan dan sikap peserta didik di bidang kesehatan, warung sekolah, makanan
sehari-hari/gizi, kesehatan gigi, kesehatan pribadi dan sebagainya secara umum
memperlihatkan bahwa prinsip hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik
belum mencapai tingkat yang diharapkan.
2. Sasaran pelaksanaan UKS di tinjau dari cakupan (coverage) sekolah, peserta didik,
tenaga pendidikan, dan sarana prasarana masih belum memadai.
3. Ancaman sakit terhadap murid masih tinggi dengan adanya penyakit endemis dan
kekurangan gizi.
4. Masalah kesehatan anak usia sekolah meliputi:
a. Masalah yang berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti:
kecacingan, diare, caries gigi/ gigi berlubang
b. Masalah yang berkaitan dengan faktor beresiko (penyalahgunaan Narkoba, seks
bebas, penyakit Infeksi Menular Seksual termasuk HIV/AIDS; Infeksi Saluran
Reproduksi)
c. Masalah gizi (gizi kurang, gizi buruk, gizi lebih, anemia)
d. Gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sanitasi dasar (air bersih,
jamban/WC dan pembuangan air limbah) yang kurang memenuhi syarat
kesehatan, seperti: Typhus, cholera, disentri.

5. Masalah Sumber Daya Manusia (SDM)


6. Kurangnya guru yang mengajar pendidikan kesehatan/ guru yang menangani
UKS (Guru Pembina UKS)
7. Kader kesehatan sekolah (dokter kecil) perlu dilatih dalam bidang kesehatan
(pedidikan dan pelayanan)
8. Terbatasnya sarana dan prasarana UKS, seperti:
a. UKS kit (peralatan) dan ruang UKS
b. Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) seperti poster, leaflet, lembar
balik, KMS dan lain –lain
c. Buku/ pedoman dibidang Pembinaan, Pelaksanaan dan pengembangan UKS
d. Sekretariat Tim Pembina UKS yang belum optimal berfungsi.
9. Belum optimalnya kerja sama lintas program maupun lintas sektor
dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan UKS
10. Monitoring dan evaluasi yang belum optimal; yang disebabkan karena
a. Belum diaktifkan baik secara berkala maupun insidentil
b. Belum adanya petugas khusus yang menangani Monitoring dan Evaluasi

Semua hal tersebut menunjukan masih banyaknya tantangan dalam pelaksanaan


program UKS. Oleh karena itu intensitas pembinaan program UKS senantiasa perlu
ditingkatkan.
B. PENGERTIAN, TUJUAN, SASARAN, RUANG LINGKUP, DAN LANDASAN
HUKUM
1. Pengertian
a. Pengertian “Kesehatan”
Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dijelaskan bahwa
pengertian “Kesehatan” adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial dan
ekonomis.
b. Sekolah
Yang dimaksud dengan sekolah adalah Sekolah Dasar Negeri Karanganyar Kota
Pasuruan.
c. Peserta Didik
Yang dimaksud dengan peserta didik ialah semua anak yang mengikuti
pendidikan di SD Negeri Karanganyar.
d. Usaha Kesehatan Sekolah
Yang dimaksud dengan Usaha Kesehatan Sekolah adalah segala usaha yang
dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah di SD Negeri
Karanganyar Kota Pasuruan.
e. Warga Sekolah
Yang dimaksud dengan warga sekolah ialah setiap orang yang berperan didalam
proses belajar mengajar di SD Negeri Karanganyar Kota Pasuruan.
f. Masyarakat Lingkungan Sekolah
Adalah seluruh masyarakat yang berada di lingkungan SD Negeri Karanganyar
selain warga sekolah.

2. Tujuan UKS
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup
bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan
yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis
dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah untuk memupuk kebiasaan hidup
sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik yang di dalamnya mencakup:
a. Peningkatan pembinaan dan bimbingan teknis pelaksanaan kegiatan UKS di SD
Negeri Karanganyar.
b. Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup
sehat, serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah
dan di perguruan agama, di rumah tangga, maupun di lingkungan masyarakat;
c. Sehat, baik dalam arti fisik, mental, sosial maupun lingkungan; dan
d. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan
narkoba, alkohol dan kebiasaan merokok serta hal-hal yang berkaitan dengan
masalah pornografi dan masalah sosial lainnya.

3. Sasaran UKS
Sasaran UKS meliputi :
a. Sasaran primer : Peserta didik
b. Sasaran sekunder : Guru, pegawai sekolah, orang tua siswa, dan
masyarakat lingkungan sekolah

4. Ruang Lingkup Program UKS


Ruang lingkup UKS adalah ruang lingkup yang tercermin dalam Program Pokok
Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS), yaitu sebagai berikut :
a. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan, yang meliputi aspek :
1) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk senantiasa
berperilaku hidup sehat
2) Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal terhadap
pengaruh buruk dari luar
3) Pelatihan dan penanaman pola hidup sehat agar dapat diemplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari
b. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah antara lain dalam bentuk :
1) Pelayanan kesehatan, termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)
2) Pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik
3) Pemeriksaan berkala
4) Pengobatan ringan dan P3K maupun P3P
5) Pencegahan penyakit (imunisasi), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),
Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat
(PKHS) atau Life Skills Education
6) Penyuluhan kesehatan dan konseling
7) Pengawasan warung sekolah
8) Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
9) Pencatatan dan pelaporan tentang keadaan penyakit dan status gizi dan
hal lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan
10) Rujukan kesehatan ke Puskesmas

11) Pengukuran tingkat kesegaran jasmani


c. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental, sosial
maupun lingkungan yang meliputi :
1) Pelaksanaan 7K (kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban,
keamanan, kerindangan, kekeluargaan)
2) Pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan termasuk bebas asap rokok
3) Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai
sekolah, orang tua murid dan masyarakat sekitar)

5. Landasan Hukum
Sebagai suatu kegiatan yang diselenggarakan melalui kerjasama lintas sektoral,
landasan hukum Usaha Kesehatan Sekolah adalah :
a. Undang-Undang Nomor 23 Tahun1992, tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3495)
b. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3839) yang disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004
c. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 206)
BAB II
ORGANISASI TIM PELAKSANA UKS

Untuk lebih memfokuskan pelaksanaan tiga program pokok UKS di SD Negeri


Karanganyar , maka dibentuk Tim Pelaksana UKS.

A. Fungsi Tim Pelaksana UKS


Tim Pelaksana UKS di SD Negeri Karanganyar berfungsi sebagai
penanggungjawab dan pelaksana program UKS di SD Negeri Karanganyar berdasarkan
perioritas kebutuhan dan kebijakan yang di tetapkan oleh TP UKS Kab/Kota.

B. Tugas Tim Pelaksana UKS


1. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan, pelayanan
kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat sesuai ketentuan dan
petunjuk yang telah ditetapkan/ dan atau diberikan oleh Pembina UKS;
2. Menjalin kerjasama yang serasi dengan orang tua murid, instansi lain dan
masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan UKS di SD Negeri Karanganyar ;
3. Mengadakan penilaian/evaluasi, menyusun dan menyampaikan laporan tengah
tahunan kepada TP UKS Kecamatan sesuai ketentuan dengan tembusan kepada
instansi terkait.

C. Susunan Anggota Tim Pelaksana UKS

KEDUDUKAN
NO
NAMA JABATAN DALAM TIM
.
PELAKSANA
1. Hj. Mukharomah, [Link] Kepala Sekolah Pelindung
2. Lailatul Fajriyah, [Link]. Pendidik Ketua UKS
3. Fitri Mulyani, [Link] Tenaga Kependidikan Sekretaris
4. R. Farida Rahmayanti, [Link]. Pendidik Bendahara
5. Drs. Suhairi Pendidik Pendidikan Kesehatan
6. Lailatul Mahfiroh, [Link] Pendidik Pelayanan Kesehatan
7. Moh. Ali Saifi Tenaga Kependidikan Seksi Keamanan
8. Septiyan Indra Pratama, [Link] Pendidik Seksi Ketertiban
9. Sutarno Tenaga Kependidikan Seksi Kebersihan
10. Wiji Galih Purnami, [Link] Pendidik Seksi Keindahan
11. Lina Mezalina, [Link] Pendidik Seksi Kekeluargaan
12. Nina Lestari, [Link] Pendidik Seksi Kesehatan
13. Masdaniyah, [Link] Pendidik Seksi Kerindangan
BAB III
PROGRAM KEGIATAN UKS

Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik
dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan
kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat (Trias UKS)

A. PENDIDIKAN KESEHATAN
1. Tujuan Pendidikan Kesehatan
Tujuan Pendidikan kesehatan ialah agar peserta didik :
a. Memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup sehat dan
teratur;
b. Memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup sehat;
c. Memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan
pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan;
d. Memiliki kebiasaan hidup sehari-hari yang sesuai dengan syarat kesehatan;
e. Memiliki kemampuan dan kecakapan (Life Skills) untuk berperilaku hidup sehat
dalam kehidupan sehari-hari;
f. Memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi badan secara harmonis
(Proporsional);
g. Mengerti dan dapat menerapkan prinsip-prinsip pengutamaan pencegahan
penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan
sehari-hari;
h. Memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar (narkoba, arus
informasi, dan gaya hidup yang tidak sehat);
i. Memiliki tingkat kesegaran jasmani yang memadai dan derajat kesehatan yang
optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit.

2. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan


Pelaksanaan pendidikan kesehatan diberikan melalui :
a. Kegiatan kurikuler
Pelaksanaan pendidikan kesehatan melalui kegiatan kurikuler adalah pelaksanaan
pendidikan pada jam pelajaran. Pelaksanaan pendidikan kesehatan sesuai dengan
Kurikulum, khususnya pada standar isi yang telah diatur dalam Peraturan
Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan.
Pelaksanaanya diberikan melalui peningkatan pengetahuan penanaman nilai
dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat dan peningkatan keterampilan
dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan dan
perawatan kesehatan.
 Materi pendidikan kesehatan mencakup :
1) Menjaga kebersihan diri
2) Mengenal pentingnya imunisasi
3) Mengenal makanan sehat
4) Mengenal bahaya penyakit diare, demam berdarah, dan influenza
5) Menjaga kebersihan lingkungan (sekolah dan rumah)
6) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya
7) Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi
8) Mengenal bahaya merokok bagi kesehatan
9) Mengenal bahaya minuman keras
10) Mengenal bahaya narkoba
11) Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba
12) Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual, dan
13) Memahami cara menghadapi berbagai bencana alam
 Meliputi 8 Gol UKS, Generasi muda terbebas dari :
1) Anemia
2) Kecacingan
3) Kenakalan remaja
4) Kehamilan pra nikah
5) HIV/AIDS
6) Narkoba
7) Rokok
8) Hepatitis B

b. Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran biasa
(termasuk kegiatan pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun diluar
sekolah dengan tujuan antara lain untuk memperluas pengetahuan dan
keterampilan siswa serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia
seutuhnya.
Kegiatan ekstrakurikuler mencakup kegiatan yang berkaitan dengan
pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan
kehidupan sekolah sehat (UKS).
Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan
antara lain :
 Wisata siswa
 Kemah (persami)
 Ceramah, diskusi
 Lomba-lomba antar kelas maupun antar sekolah
 Bimbingan hidup sehat
 Warung sekolah sehat
 Apotik hidup
 Kebun sekolah
Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan
(sekaligus merupakan upaya pendidikan) bimbingan hidup sehat berupa:

 Penyuluhan keterampilan, latihan keterampilan antara lain :


 Dokter Kecil
 Kader Kesehatan Remaja
 Palang Merah Remaja
 Saka Bakti Husada/ Pramuka/ Santri Husada
 Membangun kegiatan posyandu pada masa liburan sekolah
Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pembinaan
lingkungan kehidupan sekolah sehat:
 Kerja bakti kebersihan
 Lomba sekolah sehat
 Lomba yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan
 Pembinaan kebersihan lingkungan mencakup pemberantasan sumber
penularan penyakit
 Piket sekolah seperti dalam pelaksanaan 7K

B. PELAYANAN KESEHATAN
Pelayanan kesehatan adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan
(preventif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap peserta didik dan
lingkungannya.
1. Tujuan Pelayanan Kesehatan
Tujuan pelaksanaan kesehatan ialah :
a. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan hidup sehat
dalam rangka membentuk perilaku hidup sehat.
b. Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit dan mencegah
terjadinya penyakit, kelainan dan cacat.
c. Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat penyakit/
kelainan pengembalian fungsi dan peningkatan kemampuan peserta didik yang
cidera/ cacat agar dapat berfungsi optimal.
2. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
Pelaksanaan pelayanan kesehatan dilakukan melalui :
a. Kegiatan Peningkatan (Promotif)
Kegiatan peningkatan (promotif) dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan
kesehatan dan latihan keterampilan yang dilaksanakan secara ekstrakurikuler,
yaitu :

1) Latihan keterampilan teknis dalam rangka pemeliharaan kesehatan, dan


pembentukan peran serta aktif peserta didik dalam pelayanan kesehatan,
antara lain :
 Dokter Kecil
 Kader Kesehatan Remaja
 Palang Merah Ramaja, dan
 Saka Bhakti Husada/ Pramuka
2) Pembinaan sarana keteladanan yang ada di lingkungan sekolah antara lain
 Pembinaan warung sekolah
 Lingkungan sekolah yang terpelihara dan bebas dari faktor

pembawa penyakit
3) Pembinaan keteladanan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
4) Gerakan makan bersama makanan sehat dan bergizi
5) Gerakan minum air putih
6) Senam bersama

b. Kegiatan Pencegahan (Preventif)


Kegiatan pencegahan dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan daya tahan
tubuh, kegiatan pemutusan mata rantai penularan penyakit dan kegiatan
penghentian proses penyakit pada tahap dini sebelum timbul penyakit, yaitu :
1) Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus
untuk penyakit-penyakit tertentu, antara lain demam berdarah, kecacingan,
muntaber.
2) Penjaringan (screening) kesehatan bagi anak yang baru masuk sekolah
3) Pemeriksaan berkala kesehatan setiap 6 bulan
4) Mengikuti (memonitor/memantau) pertumbuhan peserta didik

5) Imunisasi peserta didik kelas I dan kelas VI di sekolah dasar/ madrasah


ibtidaiyah
6) Upaya pencegahan penularan penyakit dengan jalan memberantas sumber
infeksi dan pengawasan kebersihan lingkungan sekolah dan perguruan
agama
7) Konseling kesehatan remaja di sekolah dan perguruan agama oleh kader
kesehatan sekolah, guru BP dan guru agama, dan puskesmas oleh dokter
puskesmas atau tenaga kesehatan lain
c. Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif)
Kegiatan penyembuahan dan pemulihan dilakukan dengan melalui kegiatan
mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit atau untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik yang cidera atau cacat agar dapat
berfungsi optimal, yaitu :
1) Diagnosa diri
2) Pengobatan ringan
3) Pertolongan pertama pada kecelakaan dan pertolongan pertama pada
penyakit, dan
4) Rujukan medik

3. Metoda Pelayanan Kesehatan


Pelayanan kesehatan di sekolah, dilakukan sebagai berikut :
a. Sebagian kegiatan pelayanan kesehatan dapat didelegasikan kepada guru
apabila di sekolah sudah ada guru yang telah ditatar atau dibimbing tentang
UKS oleh puskesmas. Kegiatan yang dapat didelegasikan itu adalah kegiatan
promotif, preventif, dan kuratif sederhana yang dilakukan pada saat terjadi
kecelakaan atau penyakit. Dalam hal ini kegiatan tersebut selain menjadi
kegiatan pelayanan, juga menjadi kegiatan pendidikan. Kegiatan pelayanan
kesehatan ini diawasi oleh puskesmas
b. Sebagian lagi kegiatan pelayanan kesehatan hanya boleh dilakukan oleh
petugas puskesmas dan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah
direncanakan secara terpadu (antara Kepala Sekolah dengan petugas
puskesmas).
Pelayanan Kesehatan Puskesmas, diberikan bagi peserta didik yang dirujuk dari
sekolah (khusus untuk kasus yang tidak dapat diatasi di sekolah).

C. PEMBINAAN LINGKUNGAN SEHAT


Program pembinaan lingkungan sekolah sehat mencakup hal-hal sebagai berikut:

1. Program Pembinaan Lingkungan Sekolah


a. Lingkungan Fisik Sekolah meliputi :
 Penyediaan air bersih;
 Pemeliharaan dan penampungan air bersih;
 Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah;
 Pengadaan dan pemeliharaan air limbah;
 Pemeliharaan WC/ jamban/ urinoir;
 Pemeliharaan kamar mandi;
 Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruang kelas, ruang
perpustakaan, ruang laboratorium, dan ruang ibadah;
 Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun
sekolah (termasuk penghijauan sekolah);
 Pengadaan dan pemeliharaan warung/ kantin sekolah; dan
 Pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah
 Program pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah

b. Lingkungan Mental dan Sosial


Program pembinaan lingkungan mental dan sosial yang sehat dilakukan melalui
usaha pemantapan sekolah sebagai lingkungan pendidikan (Wiyatamandala)
dengan meningkatkan pelaksanaan konsep ketahanan sekolah (7K), sehingga
tercipta suasana dan hubungan kekeluargaan yang akrab dan erat antara sesama
warga sekolah. Selain peningkatan pelaksanaan konsep 7K program pembinaan
dilakukan dalam bentuk kegiatan antara lain :
 Konseling kesehatan
 Bakti sosial masyarakat sekolah terhadap lingkungan
 Perkemahan
 Penjelajahan, heking/ darmawisata
 Teater, musik, olahraga
 Kepramukaan, PMR, Dokter Kecil dan kader Kesehatan Remaja, dan
 Karnaval, bazar, lomba.

2. Pembinaan Lingkungan Keluarga


Pembinaan Lingkungan Keluarga bertujuan
a. Meningkatkan pengetahuan orang tua peserta didik tentang hal-hal yang
berhubungan dengan kesehatan; dan
b. Meningkatkan kemampuan dan partisipasi orang tua peserta didik dalam
pelaksanaan hidup sehat.
Pembinaan lingkungan keluarga dapat dilakukan antara lain dengan :
a. Kunjungan rumah yang dilakukan oleh pelaksana UKS;
b. Ceramah kesehatan yang dapat diselenggarakan di sekolah dengan bekerja sama
dengan dewan sekolah, atau dipadukan dengan kegiatan di masyarakat.

3. Pembinaan Masyarakat Sekitar


a. Pembinaan dengan cara pendekatan kemasyarakatan dapat dilakukan oleh kepala
sekolah/ madrasah dan pondok pesantren, guru, pembina UKS. Misalnya dengan
jalan membina hubungan baik/ kerjasama dengan masyarakat/ LPMD/ dewan
kelurahan, ketua RT/ RW, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya;
b. Penyelenggaraan ceramah tentang kesehatan dan pentingnya arti pembinaan
lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang sehat. Untuk ini masyarakat
diundang ke sekolah. Pembicara dapat dimintakan dari Puskesmas, pemerintah
daerah setempat, nara sumber lainnya misalnya dari LSM;
c. Penyuluhan massa baik secara tatap muka maupun melalui media cetak dan
audio visual;
d. Menyelenggarakan proyek panduan di sekolah/ madrasah/ pondok pesantren.

NO. JENIS KEGIATAN SASARAN PELAKSANAAN

A. Lingkungan Hidup
1. Kebersihan kelas/ruangan Lingkungan sekolah Setiap hari
2. Kebersihan halaman Lingkungan sekolah
3. Penataan taman Lingkungan sekolah
4. Pengaturan sanitasi Lingkungan sekolah
B. Kebersihan Diri
1. Pemeriksaan gigi Kelas I-VI Diatur sesuai dengan
2. Pemeriksaan rambut Kelas I-VI jadwal kegiatan
3. Pemeriksaan kuku Kelas I-VI pembiasaan
4. Pemeriksaan mata Kelas I-VI
5. Pemeriksaan telinga Kelas I-VI
6. Pemeriksaan pakaian Kelas I-VI
7. Pemeriksaan umum Kelas I-VI
C. Pendidikan Kesehatan
1. Penyuluhan dokter kecil Kelas I-VI Dilaksanakan secara
2. Penyuluhan kesehatan Kelas I-VI berkala dan
3. Penyuluhan UKGS Kelas I-VI terprogram oleh
4. Penyuluhan gizi Kelas I-VI Puskesmas dan
5. Penyuluhan dan latihan PPPK Kelas I-VI pembina UKS
6. Penyuluhan umum Kelas I-VI
RENCANA KEGIATAN UKS

Bulan
No Kegiatan Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

A Manajemen

1. Rapat Tahunan

2. Rapat Tengah Tahunan

B Pendidikan Kesehatan

1. Pantauan Perilaku Hidup Bersih


dan Sehat
2. Pelatihan Pertolongan Pertama

3. Pelatihan Perilaku Budaya Hidup


Sehat

4. Jumat Bersih dan Sehat

5. Toilet Training

6. Gosok Gigi dan Cuci Tangan


Massal
8. Pembinaan Kader Kesehatan
(Dokter Kecil & Jumantik)
7. Pantauan Kebersihan Kuku, Rambut
dan Pakaian
C Pelayanan Kesehatan

1. Pemeriksaan Rujukan

2. Tindakan Pertolongan Pertama

3. Pemeriksaan Umum/ Screening

4. Pemeriksaan Gigi

5. Pemeriksaan Mata

6. Pemeriksaan Rujukan

7. Pelayanan Asuransi Kesehatan


Siswa
8. Pengukuran Tinggi Badan dan Berat
Badan
9. Penghitungan Status Gizi

10. Bulan Imunisasi Anak Sekolah


( BIAS )
Pembinaan lingkungan sekolah
sehat
1. Pelaksanaan 5K

2. Kegiatan Bina Lingkungan Fisik

3. Kegiatan Bina Lingkungan Mental


Sosial
4. Pemberantasan Sarang Nyamuk

5. Lomba Kebersihan Kelas

Pengadaan sarana UKS

a. Pengadaan alat/bahan UKS

b. Pengadaan buku bacaan

Peningkatan mutu
BAB IV
PENUTUP

Dengan selesainya penyusunan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ini


diharapkan dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan UKS di SD Negeri Karanganyar,
sehingga Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS) bisa terlaksana
sebagaimana yang diharapkan oleh berbagai pihak.

Terlaksananya TRIAS UKS di SD Negeri Karanganyar dengan baik mudah- mudahan


bisa mengatasi masalah kesehatan pada anak sekolah khususnya peserta didik di SD Negeri
Karanganyar Kota Pasuruan.

Penyusunan program UKS SD Negeri Karanganyar ini telah diupayakan semaksimal


mungkin, namun Tim Pelaksana UKS SD Negeri Karanganyar menyadari bahwa program ini
masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu diharapkan saran
dan kritik yang konstruktif dari berbagai pihak demi kesempurnaan program ini di tahun
mendatang.

Mengetahui, Pasuruan, 15 Juli 2024


Kepala SD Negeri Ketua UKS
Karanganyar

Hj. MUKHAROMAH, [Link] LAILATUL FAJRIYAH, [Link]


NIP. 19650508 198803 2 011 NIP. 19850124 201903 2 003
KATA PENGANTAR

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami dapat menyusun Program Kegiatan

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SD Negeri Karanganyar Kota Pasuruan Tahun Pelajaran

2024/2025.

Program Kegiatan UKS ini memuat Rencana Kegiatan UKS selama 1 tahun

pelajaran yang tersusun sangat sederhana untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat

diharapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan penyusunan Rencana Kegiatan UKS

mendatang.

Rencana Kegiatan UKS ini diharapkan ada guna dan manfaatnya bagi Pembina/ Guru

UKS dan Guru PJOK serta semua guru dan tenaga kependidikan di SD Negeri Karanganyar .

Pasuruan, 15 Juli 2024

TIM UKS SD Negeri Karanganyar

Anda mungkin juga menyukai