0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Fachri

Proposal ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah di jl. Danau Singkarak melalui kegiatan sosialisasi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dan mengevaluasi efektivitas program pemerintah dalam pengelolaan sampah. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Fachri

Proposal ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah di jl. Danau Singkarak melalui kegiatan sosialisasi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dan mengevaluasi efektivitas program pemerintah dalam pengelolaan sampah. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL STUDENT JOURNEY

Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan Khususnya


dalam Permasalahan Sampah di jl. Danau Singkarak RT 1 RW 9

DI SUSUN OLEH :

Nama : FACHRY MUHARROM HARRY MURTI


Kelas : X TJKT 2
NIS : 10250296

SMK NUSANTARA 1 KOTA TANGERANG


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan kegiatan sosialisasi mengenai peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,
khususnya pengelolaan sampah.

Sampah merupakan konsekuensi tak terhindarkan dari aktivitas manusia. Namun, kurangnya kesadaran
dan pengawasan yang memadai dapat menyebabkan penumpukan sampah yang menimbulkan berbagai
masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, setiap individu memiliki peran penting dalam
pengelolaan sampah.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak negatif
pengelolaan sampah yang buruk dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap,
melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan,
sehingga terwujud lingkungan yang bersih, rapi, dan sehat.

Kami menyadari bahwa upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh
lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam kegiatan [Link] terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Ismi Octaviani, [Link].,selaku guru pembimbing yang telah memberikan arahan, motivasi, dan
inspirasi dalam penyusunan proposal ini.

2. Seluruh teman-teman kelas X SMK NUSANTARA 1 KOTA TANGERANG yang telah berkolaborasi dalam
diskusi dan pengumpulan data awal penelitian.

3. Segenap pihak yang telah memberikan dukungan dan informasi terkait lokasi penelitian dan isu
pengelolaan sampah yang kami teliti.

Semoga kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua

Semoga kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang semakin kompleks dan mendesak untuk
diatasi. Hampir setiap aktivitas manusia menghasilkan sampah, dan jika tidak dikelola dengan
baik, sampah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan
masyarakat.

Salah satu penyebab utama permasalahan sampah adalah kurangnya kesadaran dan kepedulian
masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, pengawasan yang kurang optimal dari aparat
pemerintah juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap perilaku masyarakat yang kurang
bertanggung jawab dalam membuang sampah.

Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan
kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Melalui kegiatan sosialisasi
ini, kami berupaya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang
dampak negatif sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana tingkat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah di lingkungan


sekitar?
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap
pengelolaan sampah?
3. Bagaimana efektivitas kegiatan sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap pengelolaan sampah?
4. Dampak apa yang dapat ditimbulkan jika masyarakat tidak peduli terhadap pengelolaan
sampah?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling signifikan dalam
memengaruhi perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah, sehingga dapat dirancang
intervensi yang tepat sasaran untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam program-program
pengelolaan sampah.

2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan dan program pemerintah
daerah dalam pengelolaan sampah, dengan fokus pada dampak lingkungan, sosial, dan
ekonomi, serta merumuskan rekomendasi untuk perbaikan kebijakan dan program di masa
mendatang.

3. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan
partisipatif, berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal dan teknologi yang tepat guna, serta
melibatkan peran aktif masyarakat dan sektor swasta dalam seluruh proses pengelolaan
sampah.

1.4 Manfaat Penelitian

- Manfaat Teoritis:

- Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu


pengetahuan di bidang pengelolaan lingkungan, khususnya terkait dengan perilaku masyarakat
dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah.

- Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya yang
berkaitan dengan pengelolaan sampah dan perilaku masyarakat.

- Manfaat Praktis:

- Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah
dalam merumuskan kebijakan dan program pengelolaan sampah yang lebih efektif dan tepat
sasaran.

- Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat
tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

- Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi
aktif dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.

BAB 2

KAJIAN TEORI

2.1 konsep partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih

- Kesadaran dan Tanggung Jawab: Masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa mereka adalah
bagian dari masalah sampah, sekaligus solusi. Ini berarti mengakui bahwa setiap individu
bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dan dampaknya terhadap lingkungan.

- Pengetahuan dan Pemahaman: Masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang
jenis-jenis sampah, dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan, serta cara-cara
pengelolaan sampah yang benar dan efektif. Ini termasuk pemahaman tentang prinsip 3R
(Reduce, Reuse, Recycle) dan pentingnya memilah sampah.

- Perubahan Perilaku: Kesadaran dan pengetahuan harus diterjemahkan ke dalam tindakan


nyata. Ini berarti mengubah perilaku sehari-hari dalam menghasilkan, mengelola, dan
membuang sampah. Contohnya adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa
tas belanja sendiri, memilah sampah di rumah, dan mengikuti program daur ulang.

- Partisipasi Aktif: Masyarakat perlu terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan pengelolaan sampah di lingkungan mereka. Ini bisa berupa mengikuti kegiatan gotong
Royong membersihkan lingkungan, berpartisipasi dalam program daur ulang, memberikan
masukan kepada pemerintah daerah mengenai kebijakan pengelolaan sampah, atau menjadi
relawan dalam kampanye kebersihan.

2.2 Konsep Pemberdayaan Masyarakat

Konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks pengelolaan sampah merujuk pada


serangkaian upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat agar
mampu berperan aktif dan efektif dalam mengatasi permasalahan sampah di lingkungan
mereka. Ini bukan hanya tentang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, tetapi juga tentang
memberikan mereka sumber daya, pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang
diperlukan untuk mengambil kendali atas pengelolaan sampah di komunitas mereka.

1. Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman:

- Edukasi: Memberikan informasi yang akurat dan relevan tentang dampak negatif sampah
terhadap kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.

- Sosialisasi: Mengkampanyekan pentingnya pengelolaan sampah yang benar dan berkelanjutan.

- Motivasi: Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

2. Pengembangan Kapasitas:

- Pelatihan: Memberikan pelatihan keterampilan praktis, seperti memilah sampah, membuat


kompos, mendaur ulang, dan mengelola bank sampah.

- Pendampingan: Memberikan dukungan teknis dan konsultasi kepada masyarakat dalam


mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi lokal.

- Peningkatan Akses: Memudahkan akses masyarakat terhadap informasi, teknologi, dan sumber
daya yang dibutuhkan untuk mengelola sampah.

5. Peningkatan Partisipasi:

- Musyawarah: Melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan


sampah di lingkungan mereka.

- Gotong Royong: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan-kegiatan kebersihan


dan pengelolaan sampah.

- Pengawasan: Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengawasi dan


mengevaluasi kinerja sistem pengelolaan sampah.

6. Peningkatan Kemandirian:
- Otonomi: Memberikan otonomi kepada masyarakat dalam mengelola sistem pengelolaan
sampah mereka sendiri.

- Keberlanjutan: Memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan oleh


masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

- Evaluasi: Melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas program pemberdayaan


masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta melakukan perbaikan dan penyesuaian yang
diperlukan.

Dengan menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat secara holistik, diharapkan masyarakat


tidak hanya menjadi objek dari program pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi subjek yang
aktif dan berdaya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

2.3 Konsep masyarakat dalam rangka mewujudkan lingkungan bersih

1. Kesadaran sebagai Produsen Sampah: Masyarakat harus menyadari bahwa setiap aktivitas
manusia menghasilkan sampah dan mereka berperan sebagai produsen sampah. Kesadaran ini
adalah langkah awal untuk menumbuhkan tanggung jawab dalam pengelolaan sampah.

2. Peran Aktif dalam Penanganan Sampah: Setiap warga memiliki peran penting dalam
penanganan sampah. Partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan karena upaya penanganan
sampah akan memberikan manfaat besar bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan
masyarakat.

3. Pemahaman dan Pengetahuan sebagai Kunci Perubahan: Pemahaman dan pengetahuan


tentang dampak sampah dan pentingnya menjaga kebersihan adalah kunci untuk melakukan
perubahan perilaku. Melalui sosialisasi dan edukasi, masyarakat dapat memahami konsekuensi
dari tidak menjaga kebersihan dan termotivasi untuk menjaga lingkungan.

4. Tujuan Bersama: Lingkungan Bersih dan Rapi: Konsep masyarakat dalam rangka mewujudkan
lingkungan bersih adalah mencapai tujuan bersama, yaitu lingkungan yang bersih dan rapi. Hal
ini dapat dicapai melalui upaya kolektif dan partisipasi aktif dari seluruh anggota masyarakat.

5. Sosialisasi sebagai Upaya Peningkatan Kepedulian: Sosialisasi merupakan salah satu cara
efektif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam hal
pengelolaan sampah. Dengan memberikan gambaran tentang dampak negatif sampah dan
pentingnya menjaga kebersihan, sosialisasi dapat memotivasi masyarakat untuk mengubah
perilaku dan berpartisipasi dalam upaya kebersihan.

2.4 Konsep Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan adalah kondisi ketika setiap individu, rumah tangga, dan masyarakat memiliki
akses fisik, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi,
dan sesuai dengan preferensi budaya mereka untuk mendukung kehidupan yang aktif dan sehat.
Ini mencakup ketersediaan pangan yang memadai, akses yang terjangkau, pemanfaatan yang
efektif oleh tubuh, dan stabilitas pasokan pangan dari waktu ke waktu, bahkan di tengah
guncangan ekonomi, iklim, atau sosial. Ketahanan pangan bukan hanya tentang kuantitas, tetapi
juga kualitas dan keberlanjutan sistem pangan secara keseluruhan.

2.5 Teori Kolaborasi masyarakat dengan lingkungan sekitar

Kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya terkait sampah, dapat diwujudkan
melalui beberapa aksi: kegiatan bersih-bersih rutin dengan dukungan alat dan lokasi sampah
dari pemerintah, program pilah sampah di rumah tangga dengan penyediaan tempat sampah
terpilah oleh pemerintah, pendirian bank sampah komunitas dengan pelatihan dan bantuan
pemasaran dari pemerintah, dorongan pembuatan kompos mandiri dengan pelatihan dan
bantuan alat dari pemerintah, pengawasan bersama dengan penindakan tegas oleh pemerintah
terhadap pelanggaran, penanaman dan perawatan pohon dengan penyediaan bibit dan lahan
oleh pemerintah, serta edukasi berkelanjutan dengan dukungan materi dan narasumber dari
pemerintah. Kunci keberhasilan kolaborasi ini adalah komunikasi efektif, partisipasi aktif seluruh
warga, kepemimpinan yang kuat, dukungan pemerintah yang berkelanjutan, dan evaluasi
berkala.

BAB 3

KEGIATAN PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemberdayaan
masyarakat yang efektif dalam pengelolaan sampah di lingkungan jl. Danau Singkarak lokasi
penelitian, dengan fokus pada peningkatan partisipasi aktif, pemanfaatan sumber daya lokal,
dan pengembangan model pengelolaan sampah berkelanjutan yang sesuai dengan karakteristik
sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi:

- Fokus: Mengamati langsung bagaimana masyarakat membuang sampah, apakah ada


pemilahan, kondisi tempat sampah, dan kebersihan lingkungan.

- Mengapa Masuk Akal: Memberikan gambaran nyata tentang praktik pengelolaan sampah di
lapangan.

2. Wawancara:

- Fokus: Mewawancarai warga (perwakilan dari berbagai kalangan), tokoh masyarakat, dan
petugas kebersihan.

- Mengapa Masuk Akal: Mendapatkan informasi mendalam tentang pengetahuan, sikap, dan
pengalaman mereka terkait pengelolaan sampah, serta pandangan mereka tentang kolaborasi.

3. Kuesioner:

- Fokus: Menyebarkan kuesioner kepada warga untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap,
dan perilaku mereka terkait pengelolaan sampah secara kuantitatif.
- Mengapa Masuk Akal: Mendapatkan data yang lebih luas dan terukur untuk mendukung
temuan observasi dan wawancara.

4. Studi Dokumentasi:

- Fokus: Menganalisis peraturan pemerintah terkait pengelolaan sampah di tingkat lokal


(kelurahan/kecamatan).

- Mengapa Masuk Akal: Memahami kebijakan yang ada dan bagaimana implementasinya di
lapangan.

3.3 Deskripsi Kegiatan Penelitian

Penelitian berjudul “Kolaborasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di jl Danau Singkarak


dilatarbelakangi oleh masalah sampah yang kompleks akibat kurangnya kesadaran masyarakat
dan pengawasan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat
kesadaran masyarakat, menganalisis bentuk-bentuk kolaborasi yang ada, mengidentifikasi faktor
pendukung dan penghambat kolaborasi, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan
kolaborasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
studi kasus di jl. Danau Singkarak Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara,
kuesioner, dan studi dokumentasi. Data akan dianalisis secara deskriptif dan statistik deskriptif.
Kegiatan penelitian meliputi tahap persiapan (studi literatur, penyusunan proposal, pengurusan
izin, penentuan lokasi, dan penyusunan instrumen), tahap pelaksanaan (observasi, wawancara,
penyebaran kuesioner, dan pengumpulan data dokumentasi), tahap analisis (transkripsi,
pengkodean, analisis data, dan interpretasi), serta tahap penyusunan laporan (penyusunan draf,
konsultasi, revisi, dan finalisasi). Luaran yang diharapkan adalah laporan penelitian, rekomendasi
kebijakan, dan publikasi ilmiah .

Anda mungkin juga menyukai