0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Modul Ajar Ukin RISA

Modul ajar ini dirancang untuk mengajarkan proses bisnis di bidang akuntansi keuangan lembaga kepada siswa kelas X SMK. Modul ini mencakup kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, serta metode pembelajaran yang meliputi pendekatan saintifik dan problem-based learning. Selain itu, modul ini juga mencakup penilaian, materi pokok, dan kegiatan pembelajaran yang mendukung pemahaman peserta didik tentang akuntansi dan keuangan.

Diunggah oleh

risa581
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Modul Ajar Ukin RISA

Modul ajar ini dirancang untuk mengajarkan proses bisnis di bidang akuntansi keuangan lembaga kepada siswa kelas X SMK. Modul ini mencakup kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, serta metode pembelajaran yang meliputi pendekatan saintifik dan problem-based learning. Selain itu, modul ini juga mencakup penilaian, materi pokok, dan kegiatan pembelajaran yang mendukung pemahaman peserta didik tentang akuntansi dan keuangan.

Diunggah oleh

risa581
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

AKUNTANSI KEUANGAN LEMBAGA


Topik
(proses bisnis dibidang akuntansi keuangan lembaga)

Nama : RISA FRISKA AUDINA

[Link] : 202100185937

Sekolah : SMA SWASTA MUHAMMADYAH 4

LPTK : UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

No. Komponen Deskripsi / Keterangan


INFORMASI UMUM

A. Identitas Modul Ajar

Nama Penyusun Risa Friska Audina


Satuan Pendidikan SMK SWASTA HARAPAN
Tahun Penyusunan 2025
Jenjang Sekolah SMK
Tahun Pelajaran 2025
Mata Pelajaran AKL
Fase E
Kelas / Semester X/I
Tema/Topik Proses Bisnis di Bidang Akuntasi dan Keuangan Lembaga
Alokasi Waktu 2 JP X 45 menit
B. Kompetensi Awal (Prasyarat)

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini yaitu peserta didik
sudah memiliki kemampuan dasar tentang materi ekonomi, matematika dan Bahasa
Inggris.

C. Profil Pelajar Pancasila


 Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
Pelajar menunjukkan perilaku sesuai ajaran agama dan nilai-nilai moral, menghormati perbedaan keyakinan,
serta menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sehari-hari.

 Berkebinekaan global
Pelajar menghargai keberagaman budaya, agama, suku, ras, dan pandangan dunia. Mereka mampu
berinteraksi dengan baik dalam masyarakat global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.

 Gotong royong
Pelajar mampu bekerja sama, membantu sesama, dan memiliki rasa solidaritas sosial. Ini mencakup
kolaborasi, kepedulian, serta kemampuan berempati.

 Mandiri
Pelajar bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Mereka mampu mengambil keputusan, mengelola
emosi, dan tidak bergantung secara berlebihan pada orang lain.

 Bernalar kritis
Pelajar mampu menganalisis informasi secara objektif, logis, dan mendalam. Mereka bisa menyelesaikan
masalah berdasarkan data dan berpikir reflektif.

 Kreatif
Pelajar mampu menghasilkan ide-ide baru, solusi inovatif, dan produk kreatif yang relevan dengan tantangan
zaman.
D. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana dalam modul ajar adalah media baik alat maupun materi yang mampu menunjang
pelaksanaan pembelajaran serta sumber bahan ajar yang mempertimbangkan kebutuhan dari peserta
didik, salah satunya seperti pemanfaatan teknologi. Dalam target peserta didik, dibagi dalam beberapa
kelompok target.

Media Digital dan Non digital berupa Buku paket, portal pembelajaran,
tautan edukasi di internet,Video pembelajaran di internet.

Perangkat keras PC, Laptop, Smartphone, Perangkat lunak


Youtube, . Jaringan internet
Alat dan Bahan
E. Target Peserta Didik
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar di Kelas X (Sepuluh ) Program
Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Bisnis dan Manajemen Siswa reguler/tipikal.

Target Peserta Didik Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar di Kelas
X (Sepuluh ) Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan
Lembaga SMK Bisnis dan Manajemen Siswa reguler/tipikal.
Peserta didik memiliki karakteristik yang beragam, seperti
Karakteristik Peserta Didik
perbedaan fisik, tingkat kecerdasan, gaya belajar, emosi,
kepribadian, serta latar belakang sosial dan budaya. Mereka
juga menunjukkan variasi dalam cara berinteraksi, berpikir,
dan merespons pembelajaran. Memahami perbedaan ini
penting agar guru dapat menyusun strategi belajar yang
sesuai dan efektif.
Jumlah Peserta Didik 20 peserta didik
F. Model Pembelajaran

Dalam Kurikulum Merdeka, konsep modul ajar lebih diartikan sebagai sarana, metode maupun pedoman
yang dirancang dengan sistematis dan menjadi implementasi dari alur dan tujuan pelaksanaan
pembelajaran yang merupakan hasil dari pengembangan capaian pembelajaran dan Profil Pelajar
Pancasila sebagai sasaran utamanya.

Moda Pembelajaran Tatap Muka


Pendekatan Pembelajaran Saintifik
Model Pembelajaran Problem Based Learning
Metode Pembelajaran Ceramah, tanya jawab, dan diskusi
KOMPONEN INTI
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami tahapan
Elemen/Domain CP proses akuntansi secara menyeluruh baik akuntansi pada
Perusahaan Jasa, Perusahaan dagang, dan Perusahaan
Manufaktur antara lain menerapkan Prinsip Praktik
Menerapkan Profesional dalam Bekerja, Praktik- Praktik
Kesehatan dan Keselamatan di Tempat Kerja, Memproses
Entry Jurnal, Memproses Buku Besar, Menyusun Laporan
Keuangan, serta Mengoperasikan Paket Program Pengolah
Angka/Spreadsheet.
B. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi, yakni pengetahuan,
keterampilan, dan sikap, yang diperoleh murid dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran. Tujuan
pembelajaran merupakan hasil analisis dari Capaian Pembelajaran (CP).

1. Peserta didik mampu memahami proses bisnis dan


Tujuan Pembelajaran (TP)
akuntansi
2. Peserta didik mampu menjelaskan tahapan proses bisnis
akuntasi perusahaan jasa,dagang dan manukfaktur
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi perkembangan
E. Target Peserta Didik
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar di Kelas X (Sepuluh ) Program
Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Bisnis dan Manajemen Siswa reguler/tipikal.

standar akuntasi secara manual, serta perkembangan


akuntasi komputer
Setelah menggali dari diri sendiri, mencari referensi, berdiskusi,
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
refleksi terbimbing, demonstrasi kontekstual, elaborasi
/ Indikator Tujuan Pembelajaran
pemahaman, koneksi antar materi dan aksi nyata, peserta didik
dapat:
1. Menjelaskan pengertian proses bisnis
2. Menjelaskan pengertian akuntansi
3. Menjelaskan pengertian akuntansi perusahaan jasa
4. Mengidentifikasi karakteristik perusahaan jasa
5. Menguraikan Tahapan akuntansi perusahaan jasa

C. Asesmen

Aspek Indikator Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1


yang Penilaian (Sangat (Baik) (Cukup) (Kurang)
Dinilai Baik)
Pemaham Menjelask Menjelask Menjelask Menjelask Tidak bisa
an Konsep an an seluruh an an menjelask
tahapan proses sebagian sebagian an
proses dengan besar proses tahapan
bisnis benar dan proses dengan dengan
akuntansi detail dengan kurang benar
secara tepat tepat
runtut dan
logis
Analisis Mampu Mengident Mengident Hanya Tidak bisa
Proses mengident ifikasi ifikasi mengident mengident
ifikasi semua sebagian ifikasi ifikasi
transaksi transaksi besar sebagian proses
E. Target Peserta Didik
Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar di Kelas X (Sepuluh ) Program
Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Bisnis dan Manajemen Siswa reguler/tipikal.

dan alur dan alur transaksi kecil sama


proses dengan dengan transaksi sekali
bisnis benar benar
keuangan
Penerapan Melakukan Simulasi Simulasi Simulasi Tidak
(Simulasi) simulasi lengkap, cukup kurang melakukan
pencatata sistematis, lengkap, sistematis, simulasi
n/transaksi tanpa ada banyak atau salah
secara kesalahan kesalahan kesalahan semua
sistematis kecil
dan sesuai
prosedur
Ketelitian Ketepatan Seluruh Sebagian Banyak Tidak
dalam pencatata besar kesalahan, tepat dan
mencatat n/laporan tepat, ada laporan tidak rapi
dan tepat dan sedikit kurang
menyusun rapi kesalahan rapi
laporan
keuangan
sederhana
Sikap & Partisipasi Sangat Aktif dan Kurang Tidak aktif,
Kerjasama dalam aktif, cukup aktif, tidak
diskusi/tug bekerja bertanggu kadang bertanggu
as sama, dan ng jawab tidak ng jawab
kelompok bertanggu bertanggu
& ng jawab ng jawab
tanggung
jawab

Kriteria Penilaian:
- Skor Maksimal per Siswa: 5 aspek × 4 = 20 poin
- Nilai Akhir = (Total Skor / 20) × 100
- Kategori Nilai:
- 85 – 100 : Sangat Baik
- 75 – 84 : Baik
- 65 – 74 : Cukup
- < 65 : Perlu Bimbingan
D. Materi Pokok

1. Ruang Lingkup Proses Bisnis di Bidang Akuntansi


2. Karakteristik perusahaan jasa
3. Tahapan akuntansi perusahaan jasa

E. Pemahaman Bermakna

Pemahaman bermakna dalam bisnis akuntansi lembaga keuangan menjadikan


peserta didik atau praktisi lebih dari sekadar pencatat transaksi, tetapi juga sebagai
pengambil keputusan yang paham konteks dan tujuan keuangan, demi mendukung
kinerja lembaga keuangan secara menyeluruh.

F. Pertanyaan Pemantik

1. Apakah aktivitas bisnis coba sebutkan contohnya?


2. Apa yang kalian ketahui tantang akuntasi dan mengapa suatu bisnis harus
menerapkan akuntasi?
3. Apakah akuntasi dapat diterapkan pada bisnis dengan skala kecil?

G. Kegiatan Pembelajaran

[Link]
 Guru mengucapkan salam dan menyapa peserta didik.
 Guru mempersilahkan peserta didik membaca doa. ( ice breaking)
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk
mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan.
 Peserta didik menerima informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan
dengan materi yang memiliki keterkaitan dengan materi sebelumnya.
 Peserta didik menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan,
manfaat, langkah pembelajaran, metode penilaian yang akan dilaksanakan dan
ditayangkan.
 Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa materi yang akan dipelajari yaitu
tentang Proses Bisnis dalam Bisang Akuntansi dan Keuangan Lembaga.
 Guru mengaitkan Proses Bisnis dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga dalam
kehidupan nyata.
B. Kegiatan Inti
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai topik yang akan dibahas.
 Peserta didik menerima informasi kompetensi materi dan tujuan pembelajaran yang
akan dilaksanakan.
 Guru menyarankan peserta didik untuk menyiapkan media, alat dan buku yang
dibutuhkan.
 Guru membagi peserta didik menjadi enam kelompok yang maksimal terdiri 5 - 6 orang
menyesuaikan jumlah peserta didik. Kelompok 1 dan 2 : membahas tentang Pengertian
Proses Bisnis dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga, kelompok 3 dan 4 :
membahas tentang Manfaat Proses Bisnis dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan
Lembaga, kelompok 5 dan 6 : membahas tentang Dampak Kegagalan dalam Proses
Bisnis.
 Peserta didik dalam kelompok mengamati tayangan video yang disajikan oleh guru
[Link]
 Peserta didik memperhatikan dan mengamati penjelasan yang diberikan guru yang
terkait dengan materi yang akan dibahas.
 ( Ice Breaking)
 Guru membagikan LK dan peserta didik membaca petunjuk, mengamati LK.
 Guru memotivasi peserta didik dalam kelompok atau indiviual untuk menuliskan dan
menanyakan permasalahan hal-hal yang belum dipahami dari masalah yang disajikan
dalam LK serta guru mempersilahkan peserta didik dalam kelompok lain atau secara
individual untuk memberikan tanggapan, bila diperlukan guru memberikan bantuan
komentar secara klasikal.
 Peserta didik melakukan diskusi dalam kelompok masing-masing atau individual
dengan guru berdasarkan petunjuk yang ada dalam LK (misalkan: dalam LK berisikan
permasalahan dan langkah-langkah pemecahan serta meminta peserta didik dalam
kelompok untuk bekerja sama untuk menyelesaikan masalah berkaitan dengan
pembahasan).
 Peserta didik dalam kelompok atau individual melakukan brainstorming dengan cara
berbagi informasi, dan klarifikasi informasi tentang permasalahan yang dibahas dalam
kehidupan sehari-hari. Pengumpulan informasi dan data
 Peserta didik masing-masing kelompok atau individual juga membahas dan berdiskusi
tentang permasalahan berdasarkan petunjuk LK untuk : Menemukan materi
pembahasan melalui penyelidikan dan diskusi tentang Proses Bisnis dalam Bidang
Akuntansi dan Keuangan, menemukan informasi relevan berkaitan dengan Proses
Bisnis dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan serta mengaplikasikan Perkembangan
Proses Bisnis dalam Bidang Akuntasi dan Keuangan.
 Peserta didik melakukan eksplorasi seperti dalam poin 8, dimana mereka juga
diharapkan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
 Guru memberikan bantuan kepada peserta didik dalam kelompok atau individual untuk
masalah-masalah yang dianggap sulit oleh peserta didik.
 Guru mengarahkan peserta didik dalam kelompok atau individual untuk menyelesaikan
permasahan dengan cermat dan teliti.
 Guru meminta peserta didik untuk mendiskusikan cara yang digunakan untuk
menemukan semua kemungkinan pemecahan masalah terkait masalah yang diberikan.
 Peserta didik dalam kelompok masing-masing atau individual dengan bimbingan guru
untuk dapat mengaitkan, merumuskan, dan menyimpulkan tentang Proses Bisnis
dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga serta memberikan bantuan untuk
menyajikan hasil pemecahan masalah yang telah diperoleh.
 Peserta didik dalam kelompok atau individual menyusun laporan hasil diskusi
penyelesaian masalah yang diberikan terkait Proses Bisnis dalam Bidang Akuntansi dan
Keuangan Lembaga sesuai materi yang didapat oleh masing-masing kelompok.
 Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa waktu yang ditentukan untuk
mencari pasangan .
 Guru menginstruksikan kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil temuan
bersama pasangannya.
 Beberapa perwakilan kelompok atau secara individual menyajikan secara tertulis dan
lisan hasil pembelajaran atau apa yang telah dipelajari pada tingkat kelas atau tingkat
kelompok mulai dari apa yang telah dipahami berkaitan dengan permasahan
kehidupan sehari-hari berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan.
 Peserta didik yang lain dan guru memberikan tanggapan dan menganalisis hasil
presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, memberikan tambahan
informasi, melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya.

C. Refleksi
 Peserta didik melakukan refleksi, resume dan membuat kesimpulan secara lengkap,
komprehensif dan dibantu guru dari materi yang yang telah dipelajari terkait Proses
Bisnis dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga.
 Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta didik.
[Link]
 (Ice Breaking)
 Guru menggunakan metode tanya jawab, peserta didik bersama guru menyebutkan
kembali intisari materi pembelajaran hari ini.
 Peserta didik mendengarkan arahan guru untuk materi pada pertemuan berikutnya.
 Untuk memberi penguatan materi yang telah di pelajari, guru memberikan arahan
untuk mencari terkait materi yang telah dipelajari baik melalui buku buku di
perpustakaan atau mencari di internet.
 Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan syukur dan berdoa bersama
semoga apa yang dipelajari hari ini dapat dipahami dengan baik
H. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik

Refleksi peserta didik adalah aktivitas pembelajaran yang melibatkan penilaian atau umpan balik peserta
didik terhadap guru, proses belajar mengajar, dan diri sendiri. Refleksi membantu peserta didik untuk
menjadi sadar dengan proses berpikir, mengungkapkan perasaan, pesan, dan kesan, serta
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan keberhasilan. Refleksi dapat dilakukan secara individu atau
kelompok, dan dapat berbentuk lisan atau tertulis.
Refleksi guru merupakan penilaian yang dilakukan oleh guru itu sendiri berdasarkan pembelajaran
yang telah dilaksanakan mulai dari selama mempersiapkan, melaksanakan, hingga mengevaluasi
kegiatan belajar 1 yang dilakukan selama satu kali pertemuan. Refleksi guru ini bertujuan untuk menilai
kekurangan dan kelebihan dari kegiatan pembelajaran 1 yang kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi
untuk pembelajaran berikutnya. Perhatikan contoh di bawah ini:
1. Apakah kegiatan membuka pelajaran yang saya lakukan
dapat mengarahkan dan mempersiapkan siswa mengikuti
pelajaran dengan baik
2. Bagaimana tanggapa siswa terhadapt materi atau bahan
Refleksi Guru ajar yang saya sajikan sesuai yang diharapkan? (Apakah
materi terlalu tinggi, terlalu rendah, atau sesuai dengan
kemampuan awal siswa)?
3. Bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran
yang digunakan ? apakah media sesuai dan
mempermudah siswa menguasai kompetensi atau materi
yang diajarkan ?
4. Bagaimana tanggapan siswa terhadap kegiatan belajar
yang telah saya rancang ?
5. Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode atau teknik
pembelajaran yang saya gunakan?
1. Apa yang sudah kalian pelajari?
2. Apa yang kalian kuasai dari materi ini?
3. Bagian apa yang belum kalian kuasai?
Refleksi Siswa 4. Apa upaya kalian untuk menguasai yang belum kalian
kuasai? Coba diskusikan dengan teman maupun guru
kalian

LAMPIRAN
A. Lembar Kerja Peserta Didik

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Contoh 1

NAMA : …………………………………………………….
KELAS : ………………………………………………..

Studi Kasus 1: Toko Sumber Rejeki

Toko Sumber Rejeki adalah usaha dagang milik Pak Yudi yang menjual alat tulis dan
perlengkapan kantor. Setiap hari, Bu Rina sebagai staf administrasi mencatat transaksi
pembelian barang dagang dari pemasok dan penjualan kepada pelanggan. Di akhir minggu, ia
mengumpulkan semua bukti transaksi dan menyerahkannya kepada bagian keuangan untuk
dicatat ke dalam sistem pembukuan.

Pertanyaan dan Jawaban:


1. Apa saja kegiatan yang termasuk dalam proses bisnis akuntansi pada kasus tersebut?
Jawaban: Pencatatan transaksi pembelian dan penjualan, pengumpulan bukti transaksi, dan
pencatatan ke dalam pembukuan.

2. Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses bisnis akuntansi?


Jawaban: Bu Rina (staf administrasi), bagian keuangan, pemasok, dan pelanggan.

3. Mengapa penting mengumpulkan bukti transaksi sebelum pencatatan dilakukan?


Jawaban: Agar pencatatan akurat, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Contoh 2

NAMA : .........................................................
KELAS : .........................................................

STUDI KASUS 2: KOPERASI SISWA MANDIRI


Koperasi Siswa Mandiri menyediakan jasa simpan pinjam bagi anggotanya yang merupakan
siswa dan guru. Setiap kali ada anggota yang menyetor simpanan atau melakukan pinjaman,
petugas mencatat transaksi dalam sistem, mencetak bukti, dan menyimpannya dalam arsip. Di
akhir bulan, laporan keuangan dicetak dan diserahkan ke pengurus untuk dievaluasi.

Pertanyaan dan Jawaban:


1. Identifikasi urutan proses bisnis dalam kegiatan akuntansi koperasi ini?
Jawaban: Pencatatan transaksi -> pencetakan bukti -> penyimpanan arsip -> pembuatan
laporan keuangan -> evaluasi pengurus.

2. Apa peran sistem pencatatan dalam menunjang akuntabilitas koperasi?


Jawaban: Menjamin data keuangan akurat dan transparan, serta memudahkan evaluasi.

3. Mengapa laporan keuangan diserahkan kepada pengurus setiap bulan?


Jawaban: Agar pengurus dapat memantau kondisi keuangan dan membuat keputusan yang
tepat.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Contoh 3

NAMA :......................................................
KELAS :......................................................

STUDI KASUS 3: USAHA JASA


Carilah salah satu contoh usaha Jasa dilingkungan sekitarmu kemudian buatlah kesimpulan
dari pertanyaan karakteristik perusahaan jasa diatas, diskusikan dengan temanmu, bila
mungkin ada karakteristik yang lain silahkan ditulis pada lembar kerja!
B. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan merupakan program pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang
telah melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM. diberikan segera setelah peserta
didik diketahui telah mencapai KKM berdasarkan hasil penilaian harian. Biasanya hanya
diberikan sekali, tidak berulang kali sebagaimana pembelajaran remedial,
REMEDIAL Bagi peserta didik setelah melakukan tes tertulis pada akhir pembelajaran yang
belum memenuhi Ketuntasan Belajar Minimal (KBM), maka akan diberikan pembelajaran
tambahan (Remidial Teaching). Kemudian diberikan tes tertulis pada akhir pembelajaran lagi
dengan ketentuan:
1. Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumnya namun setara
2. Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir.
3. Peserta didik yang sudah tuntas (≥KBM) dipersilakan untuk ikut bagi yang berminat untuk
memperbaiki nilai
C. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik
Perusahaan atau bisnis atau usaha yang tidak memiliki proses bisnis terencana dan tidak
memadai dalam mengelola usaha maka akan gagal dalam mencapai tujuan. Langkah yang
salah menjadi masalah yang besar karena akan berdampak pada pengeluaran yang besar
untuk memperbaikinya. Berbeda dengan perusahaan yang memiliki proses bisnis yang baik
pasti memiliki tujuan yang jelas, mencari sumber daya yang memadai, dan dapat mengelola
usaha dengan efisien maka akan meningkatkan produktifitas sehingga dapat memuaskan
pelanggan dan tujuan yang diinginkan tercapai. Untuk memahami apa itu proses bisnis dan
bagaimana gambaran proses bisnis pada perusahaan, mari kita bahas pada materi berikut
ini:

 Strategi Bisnis (Sumber: Pixabay)


 Mengapa perlu planning dalam bisnis?
 Mengapa harus ada proses saat menjalankan usaha?
1. Pengertian Proses Bisnis
Proses bisnis adalah urut-urutan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang saling berhubungan
dan saling bekerjasama dalam sebuah entitas untuk menghasilkan produk atau layanan.
Pengertian proses bisnis dari beberapa ahli
 Monk (2009) Proses bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang menerima satu atau lebih
masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) yang bernilai bagi pelanggan
 Rummler dan Brache dalam Siegel (2008) Proses bisnis adalah sekumpulan kegiatan
dalam bisnis untuk menghasilkan produk dan jasa.
 Davenport (1993) Proses bisnis adalah akativitas yang terukur dan terstruktur untuk
memproduksi output tertentu untuk kalangan pelanggan tertentu. Terdapat penekanan
yang kuat pada “bagaomana” pekerjaan itu dijalankan di suatu organisasitidak seperti
focus dari produk yang pada aspek “apa”. Suatu proses oleh karenanya merupakan
urutan spesifik dari aktivitas kerja lintas waktu dan ruang, dengan suaktu awalan dan
akhiran dan secara jelas mendifinisikan input dan output.

2. Manfaat Proses Bisnis


Dalam menjalankan usaha proses bisnis merupakan suatu dasar untuk melakukan aktivitas
yang perlu dipersiapkan dan direnacakan dengan baik, karena memainkan peranan yang
sangat penting dalam mencapai tujuan. Manfaat proses bisnis pada dunia usaha antara lain:
 Menekan pengeluaran dan resiko: proses yang tertata dengan baik dengan
menggunakan cara-cara yang efisien akan memperkecil pengeluaran dan menekan
kemungkinan dampak buruk yang terjadi.
 Menghindari kesalahan manusia: job description yang jelas sangat berguna untuk
menekan kesalahan prosedur kerja.
 Meningkatkan produktifitas: urutan kerja yang terencana dan penempatan pekerja
yang tepat akan berdampak pada peningkata produktifitas 30
 Memuaskan pelanggan: proses produksi sesuai SOP akan mudah untuk memenuhi
kepuasan pelanggan
 Efisiensi waktu: Strategi yang baik dalam proses produksi juga akan memakan waktu
yang singkat.
 Mengikuti perkembangan teknologi: untuk mempertahankan kelangsungan usaha juga
harus selalu mengikuti tehnologi baru agar menghasilkan produk yang sesuai jaman.

3. Dampak kegagalan Proses Bisnis


Perusahaan/ usaha yang tidak yang tidak merencanakan proses bisnis dan tidak dapat
menerapkan dengan baik maka sudah tentu akan gagal dalam mencapi tujuan baik untuk
mendapatkan laba atau menghasilkan produk/layanan kepada pelanggan.
 Tidak menemukan benang merah masalah: ketidakmampuan menetapkan standar
proses karena perusahaan kurang focus pada bisnisnya sehingga masalah sulit
ditemukan.
 Karyawan tidak bersemangat: karena penempatan yang tidak sesuai dengan
keahliannya sehingga tidak kompeten dalam bekerja.
 Boros waktu: urutan kerja yang tidak sesuai dan kurang tepat menyebabkan
penggunaan waktu yang kurang efisien sehingga hasil tidak maksimal.
 Pengeluaran meningkat: proses yang tidak terencana dan tenaga yang tidak kompeten
menyebabkan banyak pengeluaran sehingga resiko gagal tidak dapat dihindari

Pengertian Perusahaan Jasa


Sesekali dalam kehidupan sehari-hari kalian pernah naik Grab, Ketika kita membayar
apakah ada barang yang kita terima? Tidak. Yang kita terima adalah layanan naik dari suatu
tempat ke tempat lainnya. Karena kita sudah diantar maka kita bayar jasa mengantarnya
sesuai tarif yang dikenakan berasarkan jarak antar jemputnya.
Pengertian perusahaan jasa dari beberapa ahli
Menurut Kotler, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan atau memberikan
Tindakan tidak berujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan.
Menurut Andriyan Payne, Perusahaan jasa sebagi perusahaan yang melakukan aktivitas
ekonomi yang memiliki manfaan intangible dan terdapat hubungan interaksi dengan
konsumen tetapi tidak menghasilkan tranfer kepemilikan. Menurut Gronross, Perusahaan
jasa merupakan perusahaan yang memiliki aktivitas intangible antara pelanggan dan
karyawan jasa untuk mengatasi masalah pelanggan
Jadi bila disimpulkan pengertian perusahaan jasa adalah: perusahaan yang kegiatan
utamanya berupa layanan/jasa untuk mendapatkan imbalan.
Contoh Perusahaan Jasa:
1. Jasa Profesi: konsultan pajak, konsultan keuangan, dokter.
2. Jasa angkutan: Grab, ojek, taxi, kereta api.
3. Jasa service: bengkel, reparasi hp, reparasi elektronika
4. Jasa penginapan: home stay, hotel, asrama, kost
5. Jasa perawatan: salon, pijat, spa, gigi
6. Jasa cuci: laundry, cuci mobil, cuci helm, cuci karpet

D. Glosarium

Istilah Pengertian
Akuntansi Keuangan Cabang akuntansi yang fokus pada
pencatatan dan pelaporan transaksi
keuangan suatu entitas kepada
pihak eksternal.
Lembaga Keuangan Institusi yang bergerak dalam
bidang pengelolaan uang, seperti
bank, koperasi, perusahaan
pembiayaan, dan asuransi.
Proses Bisnis Serangkaian aktivitas yang saling
terkait untuk menghasilkan produk
atau jasa keuangan, yang
melibatkan pencatatan, pelaporan,
dan pengelolaan transaksi.
Transaksi Keuangan Aktivitas ekonomi dalam lembaga
keuangan seperti penyetoran,
penarikan, pinjaman, pembayaran
angsuran, dan lain-lain.
Bukti Transaksi Dokumen yang menjadi dasar
pencatatan transaksi, seperti slip
setoran, bukti transfer, atau kwitansi
pinjaman.
Sistem Informasi Akuntansi Sistem berbasis komputer yang
digunakan untuk mencatat,
menyimpan, dan mengolah data
transaksi lembaga keuangan secara
efisien dan akurat.
Pencatatan Transaksi Proses mendokumentasikan setiap
transaksi yang terjadi, baik secara
manual maupun digital, sebagai
dasar pelaporan.
Jurnal Umum dan Khusus Buku catatan awal dalam akuntansi;
jurnal umum mencatat semua
transaksi, sedangkan jurnal khusus
disesuaikan dengan jenis transaksi
(misalnya jurnal kas masuk/keluar).
Laporan Keuangan Hasil akhir dari proses akuntansi
yang mencakup neraca, laporan
laba rugi, laporan arus kas, dan
laporan perubahan modal.
Audit Internal Pemeriksaan internal atas catatan
keuangan untuk memastikan
kepatuhan terhadap kebijakan dan
ketepatan laporan.
Kepatuhan (Compliance) Kesesuaian operasional lembaga
keuangan dengan peraturan
akuntansi, hukum, dan standar
keuangan yang berlaku.
Akuntabilitas Keuangan Kemampuan lembaga keuangan
untuk mempertanggungjawabkan
pengelolaan keuangan kepada
pemangku kepentingan.
Keterbukaan Informasi Prinsip transparansi dalam
menyediakan informasi keuangan
secara jelas dan dapat diakses oleh
pihak berkepentingan.

E. Daftar Pustaka
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No
165/M/2021 Tentang Program Sekolah Menengan Kejuruan Pusat Keunggulan Capaian
Kompetensi Akuntansi Keuangan Lembaga, Dasar-dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Tahun 2021 Ambarwati, Umi. 2021. Dasar-Dasar Akuntansi dan Keuangan Lembaga untuk
SMK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud
Mengetahui,
Kepala Sekolah …… Kota/Kabupaten, Tanggal Bulan
Tahun Guru Mata Pelajaran
TTD
TTD

Nama KS dan Nama Guru dan


Gelarnya. Gelarnya NIP. …..
NIP. …….

Anda mungkin juga menyukai