0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan109 halaman

Ma RPM Ipas 4

Modul Ajar IPAS ini dirancang untuk siswa kelas 4 dengan fokus pada pemahaman panca indra melalui pendekatan Deep Learning. Pembelajaran mencakup pengenalan, eksplorasi, dan eksperimen sederhana terkait fungsi panca indra, serta cara merawatnya, menggunakan metode Project-Based Learning. Selain itu, modul ini juga mengintegrasikan dimensi profil kelulusan dan kegiatan Anak Indonesia Hebat untuk membangun karakter siswa.

Diunggah oleh

herisulistiowati32
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan109 halaman

Ma RPM Ipas 4

Modul Ajar IPAS ini dirancang untuk siswa kelas 4 dengan fokus pada pemahaman panca indra melalui pendekatan Deep Learning. Pembelajaran mencakup pengenalan, eksplorasi, dan eksperimen sederhana terkait fungsi panca indra, serta cara merawatnya, menggunakan metode Project-Based Learning. Selain itu, modul ini juga mengintegrasikan dimensi profil kelulusan dan kegiatan Anak Indonesia Hebat untuk membangun karakter siswa.

Diunggah oleh

herisulistiowati32
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Panca Indra
A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kesehatan: Peserta didik mampu menjaga kesehatan fisik dan
mentalnya melalui kebiasaan baik.
 [✓] Kemampuan Berkomunikasi: Peserta didik mampu
menyampaikan ide dan informasi dengan jelas dan efektif.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan
inovatif.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
informasi, mengevaluasi argumen, dan menarik
kesimpulan yang logis.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangunnya segar
dan siap belajar? Coba ceritakan, apa yang kalian rasakan saat
bangun tidur tadi?"
2. Beribadah: "Setelah bangun, apa yang kalian lakukan pertama kali?
Apakah kalian sudah beribadah sesuai keyakinan masing-masing
hari ini? Apa makna ibadah bagi kalian?"
3. Berolahraga: "Ada yang suka bergerak di pagi hari? Olahraga apa
yang sudah kalian lakukan atau ingin kalian lakukan? Mengapa
olahraga penting untuk tubuh kita?"
4. Gemar Belajar: "Apakah ada hal baru yang kalian pelajari hari ini,
bahkan sebelum pelajaran dimulai? Mengapa penting bagi kita
untuk terus belajar dan mencari tahu hal baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Sarapan apa kalian tadi? Apakah
makanan itu sehat dan bergizi? Menurut kalian, mengapa kita perlu
makan makanan yang sehat?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, apa saja


kegiatan yang sudah kalian lakukan untuk membantu orang lain
atau lingkungan? Bagaimana rasanya ketika kita bisa membantu
sesama?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Bagaimana
rasanya jika kita tidur cukup? Mengapa tidur cukup itu penting
untuk kesehatan dan konsentrasi kita di sekolah?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi nama-nama panca indra (mata,
telinga, hidung, lidah, kulit) dengan benar.
 Peserta didik menjelaskan fungsi masing-masing panca indra
(penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, peraba)
dengan tepat.
 Peserta didik menghubungkan panca indra dengan objek atau
sensasi yang dirasakan melalui kegiatan observasi dan eksperimen
sederhana.
 Peserta didik mengidentifikasi cara merawat panca indra dengan baik.
 Peserta didik mengembangkan rasa syukur atas anugerah
panca indra melalui refleksi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Benda-benda dengan berbagai tekstur, bau, rasa, suara, dan
warna (kapas, amplas, jeruk, kopi, kerincingan, gambar).
2. Video interaktif tentang panca indra.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
5. Proyektor/Layar.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Observasi,
Presentasi, Bermain Peran.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Pembelajaran Berbasis Masalah Nyata: Peserta didik akan


menghadapi "masalah" atau pertanyaan yang menantang
pemahaman mereka tentang panca indra.
o Eksplorasi Mendalam: Kegiatan akan mendorong peserta didik
untuk menggali lebih dalam fungsi dan keterkaitan panca
indra melalui pengalaman langsung.
o Koneksi Antar Konsep: Peserta didik diajak untuk melihat
hubungan antara satu panca indra dengan panca indra
lainnya, serta hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan diminta merefleksikan
pemahaman mereka dan bagaimana mereka dapat
menggunakan panca indra secara bertanggung jawab.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian benar-benar memperhatikan
suara di sekitar kita? Atau, bagaimana bau hujan setelah lama
tidak turun? Apa yang kalian rasakan saat menyentuh daun yang
halus atau batu yang kasar?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membayangkan
bagaimana rasanya jika salah satu panca indra kita tidak
berfungsi? Seberapa penting panca indra bagi kita untuk belajar
dan memahami dunia di sekitar kita?"
 Joyful Learning: "Jika panca indra kita bisa berbicara, kira-kira apa
yang akan mereka katakan tentang apa yang sudah mereka
rasakan hari ini? Apa hal paling menarik yang ingin kalian coba
dengan panca indra kalian hari ini?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Ice Breaking (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan
permainan "Tebak Suara" atau "Tebak Bau" dengan mata tertutup
untuk memancing rasa ingin tahu tentang panca indra.
3. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning) untuk mengaitkan
pengetahuan awal peserta didik dengan materi panca indra.
4. Motivasi (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari panca indra dalam kehidupan sehari-hari.
Guru juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat,
terutama "Gemar Belajar" dan "Kesehatan", dengan menekankan
pentingnya panca indra untuk belajar dan menjalani hidup sehat.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenal Panca Indra dan Fungsinya
1. Eksplorasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Setiap kelompok diberikan "Kotak Misteri" berisi berbagai


benda dengan karakteristik berbeda (misal: kapas, amplas,
lemon, kopi, bel, cermin kecil).
o Secara bergantian, anggota kelompok diminta untuk
mengamati, mencium, menyentuh, dan (jika aman)
mengecap benda-benda tersebut. Mereka mencatat apa yang
mereka rasakan dan panca indra apa yang mereka gunakan.
2. Elaborasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi
mereka, menjelaskan benda apa yang mereka rasakan dan
panca indra apa yang terlibat.
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi nama-
nama panca indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) dan
fungsi utamanya (melihat, mendengar, mencium,
mengecap, meraba).
o Guru menayangkan video singkat edukatif tentang panca
indra dan fungsinya untuk memperkuat pemahaman.
3. Koneksi (60 menit):
o Peserta didik diminta untuk membuat peta pikiran (mind
map) sederhana tentang panca indra, menghubungkan
nama panca indra, fungsinya, dan contoh benda/sensasi
yang dirasakan. Ini melatih kreativitas dan penalaran kritis
mereka.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Eksperimen Sederhana dan Merawat Panca Indra
1. Aplikasi dan Kolaborasi (90 menit):
o Setiap kelompok merancang sebuah "stasiun panca indra"
sederhana di dalam kelas. Contoh: stasiun "bau-bauan"
(bunga, sabun), stasiun "rasa" (gula, garam), stasiun
"sentuhan" (es batu, air hangat).
o Anggota kelompok saling mencoba stasiun panca indra yang
dibuat oleh kelompok lain dan mencatat pengalaman
mereka. Ini mendorong kolaborasi dan komunikasi.
o Setelah mencoba semua stasiun, setiap kelompok
mendiskusikan bagaimana panca indra mereka bekerja dan
pentingnya merawatnya.
2. Refleksi dan Kreativitas (90 menit):
o Peserta didik mendiskusikan cara-cara merawat panca indra
(misal: tidak melihat terlalu dekat, menjaga kebersihan
telinga, tidak mencium bahan kimia berbahaya, makan
makanan sehat).
o Setiap kelompok membuat poster atau brosur sederhana
tentang "Tips Merawat Panca Indra" secara kreatif. Ini melatih
kreativitas dan komunikasi dalam menyampaikan pesan.
o Guru berkeliling dan memberikan umpan balik konstruktif.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Dunia Panca Indraku"
1. Proyek Akhir (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat
proyek kecil berjudul "Dunia Panca Indraku".
o Proyek bisa berupa:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Buku Mini: Cerita pendek tentang petualangan


menggunakan panca indra.
 Kolase: Menggunakan gambar-gambar yang mewakili
berbagai sensasi panca indra.
 Presentasi Sederhana: Menjelaskan panca indra
favorit mereka dan mengapa.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan
selama proses pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal
penting yang telah dipelajari tentang panca indra, termasuk
bagaimana panca indra membantu mereka belajar dan
berinteraksi dengan dunia. Guru juga mengaitkan kembali
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru memberikan tugas singkat (misal:
mencari tahu lebih banyak tentang penyakit yang berhubungan
dengan panca indra atau cara menjaga kesehatan panca indra di
rumah).
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam
diskusi kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat
merancang stasiun panca indra. (Penilaian terhadap dimensi
kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas).
 Penilaian Diri/Teman Sebaya: Melalui rubrik sederhana tentang
partisipasi dalam kelompok dan kontribusi ide.
 Peta Pikiran Panca Indra: Penilaian pemahaman konsep dan
kemampuan menghubungkan informasi.
 Poster/Brosur Tips Merawat Panca Indra: Penilaian kreativitas
dan kemampuan menyampaikan informasi penting.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Dunia Panca Indraku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang fungsi panca indra, kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan, dan keterampilan presentasi (menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang nama dan fungsi panca indra serta
cara merawatnya.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami panca indra bukan hanya tentang mengetahui nama dan
fungsinya, tetapi juga tentang menyadari betapa pentingnya panca indra
dalam membantu kita memahami dan berinteraksi dengan dunia di
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

sekitar kita. Panca indra memungkinkan kita untuk menikmati keindahan


alam, berkomunikasi dengan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

sesama, belajar hal baru, dan melindungi diri dari bahaya. Dengan
memahami dan merawat panca indra dengan baik, kita dapat menjalani
hidup yang lebih bermakna dan penuh pengalaman. Panca indra adalah
jendela kita menuju dunia.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Jendela Dunia: Panca Indra Kita
Panca indra adalah alat tubuh yang memungkinkan kita merasakan dan
memahami dunia di sekitar kita. Ada lima jenis panca indra utama yang
kita miliki, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Setiap indra
memiliki tugas dan fungsi yang berbeda- beda, tetapi semuanya bekerja
sama untuk memberikan informasi yang lengkap tentang lingkungan.
Misalnya, mata kita digunakan untuk melihat berbagai bentuk, warna, dan
ukuran benda. Telinga kita membantu kita mendengar suara, mulai dari
bisikan lembut hingga musik yang keras.

Fungsi dan Cara Kerja Panca Indra


Hidung kita memiliki peran penting dalam mencium berbagai aroma, baik
itu aroma makanan lezat, bau bunga yang harum, atau bahkan bau asap
yang berbahaya.
Lidah kita memungkinkan kita untuk merasakan berbagai rasa seperti
manis, asam, asin, dan pahit dari makanan dan minuman. Terakhir, kulit
kita adalah indra peraba yang paling luas, memungkinkan kita
merasakan sentuhan, suhu, tekanan, dan bahkan rasa sakit. Setiap indra
memiliki sel-sel khusus yang mendeteksi rangsangan dari luar dan
mengirimkan sinyal ke otak untuk diinterpretasikan.

Pentingnya Merawat Panca Indra


Karena panca indra sangat penting bagi kehidupan kita, kita harus
menjaganya dengan baik. Beberapa cara merawat panca indra adalah
dengan menjaga kebersihan, menghindari paparan yang merusak
(misalnya suara terlalu keras atau cahaya yang terlalu terang), dan
mengonsumsi makanan yang bergizi. Dengan merawat panca indra, kita
dapat memastikan bahwa mereka tetap berfungsi optimal sehingga kita
bisa terus belajar, bereksplorasi, dan menikmati segala keindahan yang
ditawarkan dunia.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling menarik yang kalian pelajari tentang
panca indra hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan kegiatan
eksperimen dengan panca indra?
3. Hal apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga kesehatan
panca indra kalian mulai sekarang?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran hari ini? Jika tidak, mengapa?
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika ada


kendala, apa yang bisa diperbaiki di pertemuan selanjutnya?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Panca Indra di Kehidupan Sehari-hari" Diskusikan


dalam kelompok kalian, bagaimana panca indra membantu kita dalam
kegiatan sehari-hari berikut. Tuliskan jawaban kalian pada kolom yang
tersedia.

Kegiatan Sehari- Panca Indra yang Bagaimana Panca Indra


hari Digunakan Membantu?

Makan bakso
pedas

Menyeberang jalan

Membaca buku

Bermain musik

Memilih buah di
pasar
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Tema:
"Panca Indra dan Dunia Kita"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaian (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
) )
Kurang
)
Kualitas
Diskusi
Kelomp
ok

1. Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota


Kedala kelomp kelompok kelompo kelompok kelompo
man ok menunjuk k menunju k
Pemaha tidak k an menunju kk an menunju
man menunj pemaha kkan pemaha k kan
Materi u kkan m an pemaha m an pemaha
pemah yang man yang m an
a
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
man sangat yang baik dan mendala
tentan terbatas cukup mampu m dan
g tentang tentang mengaitk mampu
panca panca panca an mengapli
indra indra dan indra konsep. k asikan
dan fungsinya dan konsep
fungsin . fungsiny dengan
y a. a kreatif.
.
Kerja
sama
Kerja
sangat
Tidak sama Kerja
baik,
ada Sedikit cukup sama
2. semua
kerja kerja baik, baik,
Kolabor anggota
sama, sama, namun semua
asi berpartis
ada sebagia masih anggota
dalam ip asi
domina n besar ada berpartisi
Kelomp penuh,
si anggota anggot p asi aktif
ok saling
individu pasif. a yang dan
mengins
atau kurang saling
pi rasi,
konflik. aktif. menduku
dan
n g.
berkontri
b usi
signifika
n.
Anggota
Anggota
kelompo Anggota
Anggot kelompo
Anggota k kelompo
a k
kelompo memberi k
3. kelomp member
k k an ide- member
Kontrib ok i kan ide
memberi ide yang ik an
usi tidak yang
k an relevan ide-ide
Ide/Argu membe cukup
sedikit dan orisinal
men ri kan relevan,
ide, mengem dan
ide namun
namun b argume
atau kurang
kurang angkan nt asi
argume dikemba
relevan. argumen yang
n yang ngkan.
dengan kuat
relevan
baik. serta
.
logis.
Kualitas
Present
asi
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Penya Penyamp Penyam Penyamp Penyam


4.
m a ian p aian a ian p aian
Kejelasa
paian kurang cukup jelas, sangat
n
tidak jelas, jelas, lugas, jelas,
jelas, sering dan
mudah
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Penyam sulit terputus, namu dimenger persuasif
paian dimeng dan n ti oleh ,
e rti, menggun masih audiens. menarik,
dan a kan ada dan
berbelit bahasa bagia menggun
- belit. yang n a kan
membing yang bahasa
u ngkan. kuran yang
g efektif.
lugas.
Menguas
ai
Tidak materi
mengu Menguas dengan
Kurang Cukup
a sai ai materi sangat
menguas mengua
5. materi, dengan baik,
ai materi, s ai
Pengua sering baik, mampu
banyak materi,
saan memba menjawa menjelas
ragu, dan namun
Materi ca b k an
sering masih
Present teks, pertanya konsep
bergantu terlihat
asi atau an secara
n g pada kurang
menjaw dengan mendala
catatan. percaya
ab di tepat, m
diri.
luar dan , dan
konteks percaya menjawa
. diri. b
pertanya
an
dengan
analisis
tajam.
Present
Present Presentas Presenta
asi Presentas
a si i menarik, si sangat
monoto i sedikit
cukup menggun kreatif,
6. n menarik,
menarik a kan inovatif,
Kreativit , tanpa namun
, media interaktif
as media kurang
menggu yang , dan
Present atau bervariasi
n akan relevan, berhasil
asi cara dalam
media dan memikat
penya penyamp
sederha penyamp perhatia
m ai an.
n a, ai an n
paian
namun cukup audiens.
yang
kurang bervariasi
menari
inovatif. .
k.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Mencari tahu tentang penyakit yang berhubungan dengan


panca indra dan cara pencegahannya.
o Meneliti bagaimana teknologi membantu orang dengan
keterbatasan panca indra (misalnya, Braille, alat bantu
dengar).
o Membuat karya seni yang menggambarkan pengalaman
menggunakan panca indra (misalnya, puisi tentang bau
hujan, lukisan tentang warna-warni pelangi).
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan
pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh
yang lebih sederhana atau media yang berbeda.
o Melakukan kegiatan praktikum atau observasi panca
indra secara langsung dengan pendampingan guru atau
teman sebaya.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
konsep dasar panca indra dan fungsinya.

P. Glosarium
1. Panca Indra: Lima alat indra yang dimiliki manusia untuk
merasakan rangsangan dari luar, yaitu mata, telinga,
hidung, lidah, dan kulit.
2. Deep Learning (Pendekatan): Pendekatan pembelajaran yang
berfokus pada pemahaman konsep secara mendalam, koneksi
antar ide, dan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam
berbagai situasi, bukan hanya menghafal fakta.
3. Project-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang
mengorganisir kegiatan belajar di sekitar proyek. Peserta didik
terlibat dalam desain, perencanaan, dan penyelesaian proyek
yang menuntut mereka untuk menggunakan pengetahuan dan
keterampilan dalam konteks nyata.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya.
Jakarta: Rineka Cipta.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Siklus Hidup Makhluk Hidup dan
Pelestarian Sumber Daya Alam

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan hak dan
kewajiban sebagai warga negara serta peduli terhadap
lingkungan dan masyarakat.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
informasi, mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan
yang logis mengenai isu lingkungan.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru
dan inovatif dalam mencari solusi pelestarian lingkungan.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk mencapai tujuan bersama dalam upaya
pelestarian.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dan
bertanggung jawab dalam belajar dan bertindak untuk pelestarian
alam.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
informasi dengan jelas dan efektif mengenai pentingnya pelestarian
sumber daya alam.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dengan segar,
kan? Lingkungan yang sehat membantu kita bangun dengan
nyaman. Apa yang bisa kita lakukan agar lingkungan kita tetap
bersih dan nyaman?"
2. Beribadah: "Setelah bangun, kalian beribadah sesuai keyakinan
masing- masing. Dalam ajaran agama kita, seringkali diajarkan
untuk menjaga alam. Bagaimana ibadah kita mengingatkan kita
untuk merawat ciptaan Tuhan?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

3. Berolahraga: "Olahraga penting untuk tubuh yang sehat.


Lingkungan yang asri dan bersih membuat kita nyaman
berolahraga. Bagaimana kita bisa menjaga lingkungan agar
selalu mendukung kita beraktivitas fisik?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar banyak tentang makhluk
hidup dan lingkungan. Mengapa penting bagi kita untuk terus
belajar tentang alam di sekitar kita?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi berasal
dari alam yang lestari. Apa yang bisa kita lakukan agar sumber
makanan kita tetap tersedia dan sehat di masa depan?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, apakah kalian pernah
melihat atau terlibat dalam kegiatan menjaga kebersihan atau
menanam pohon? Bagaimana rasanya ketika kita ikut
berkontribusi untuk lingkungan bersama- sama?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
tidur, alam juga 'beristirahat'. Bagaimana kita bisa membantu alam
untuk terus lestari dan 'beristirahat' dengan baik?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya


pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya
alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi tahapan siklus hidup beberapa jenis
makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) dengan benar.
 Peserta didik menjelaskan pentingnya pelestarian makhluk
hidup dan sumber daya alam bagi keberlangsungan hidup.
 Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang
mengancam kelestarian sumber daya alam (misalnya,
pencemaran, penebangan liar) di lingkungan sekitar.
 Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
makhluk hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekolah atau
rumah.
 Peserta didik menghubungkan tindakan manusia dengan
dampaknya terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
 Peserta didik mengembangkan sikap peduli dan bertanggung
jawab terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster/Video siklus hidup berbagai makhluk hidup (kupu-
kupu, ayam, tanaman).
2. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/tanaman cepat
tumbuh).
3. Bahan-bahan daur ulang (botol plastik, koran, kardus).
4. Akses internet untuk mencari informasi dan video edukasi.
5. Lingkungan sekolah (taman/halaman) sebagai tempat observasi.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Observasi Langsung, Diskusi Kelompok, Eksperimen
Sederhana, Kunjungan Lapangan (mini), Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Pembelajaran Berbasis Masalah Nyata: Peserta didik akan


menganalisis masalah pelestarian lingkungan yang relevan
dengan kehidupan mereka.
o Eksplorasi Mendalam: Kegiatan akan mendorong peserta didik
untuk menggali detail siklus hidup dan dampak tindakan
manusia terhadap lingkungan melalui pengalaman langsung.
o Koneksi Antar Konsep: Peserta didik diajak untuk
menghubungkan siklus hidup dengan pelestarian, serta
dampak aktivitas manusia terhadap perubahan iklim.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan didorong untuk
merefleksikan peran mereka dalam menjaga kelestarian
lingkungan dan menjadi agen perubahan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian mengamati bagaimana kupu-
kupu berubah dari ulat? Atau, bagaimana biji kecil bisa tumbuh
menjadi tanaman besar? Apa yang kalian rasakan saat melihat
keindahan alam di sekitar kita?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita
untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan? Apa yang akan
terjadi jika semua pohon di hutan ditebang atau semua hewan di
laut punah? Bagaimana tindakan kecil kita bisa berdampak besar
pada lingkungan?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan taman impian,
tanaman dan hewan apa yang akan kalian rawat di sana? Apa
yang paling ingin kalian lakukan hari ini untuk membantu bumi
kita tetap indah dan sehat?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik menonton video
singkat tentang keindahan alam atau hewan/tumbuhan yang
sedang tumbuh. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning) untuk
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi siklus


hidup dan pelestarian.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari siklus hidup makhluk hidup dan upaya
pelestarian sumber daya alam. Guru juga mengaitkan dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar", "Makan
Sehat dan Bergizi", dan "Bermasyarakat" untuk menumbuhkan
kepedulian terhadap lingkungan.
4. Menjelaskan Proyek (5 menit): Guru secara singkat
memperkenalkan proyek yang akan dilakukan selama
beberapa pertemuan: "Proyek Penyelamat Lingkungan Cilik".

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menjelajahi Siklus Hidup Makhluk Hidup
1. Observasi dan Eksplorasi (60 menit):
o Guru menayangkan gambar/video siklus hidup beberapa
makhluk hidup (misal: kupu-kupu, ayam, tanaman kacang
hijau). Peserta didik diminta mengamati dan mencatat
tahapan-tahapan yang terjadi.
o Gambar
o Secara berkelompok, peserta didik ditugaskan untuk memilih
satu jenis makhluk hidup dan membuat diagram siklus
hidupnya di kertas manila. Ini melatih kreativitas dan
kolaborasi.
o Peserta didik melakukan observasi langsung di sekitar
sekolah (taman/halaman) untuk mencari contoh tanaman
atau serangga dan mengamati tahapan hidup sederhana
yang bisa mereka lihat (misal: biji, tunas, daun, bunga pada
tanaman).
2. Eksperimen Sederhana (60 menit):
o Setiap kelompok menanam biji kacang hijau dalam pot
kecil dan mencatat perkembangannya setiap hari selama
beberapa hari ke depan. Ini adalah eksperimen jangka
pendek yang melatih kemandirian dan penalaran kritis
dalam mengamati perubahan.
3. Diskusi dan Elaborasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan diagram siklus hidup
yang telah mereka buat.
o Guru memandu diskusi tentang persamaan dan
perbedaan siklus hidup antar makhluk hidup serta
pentingnya setiap tahapan.
o Guru menjelaskan mengapa menjaga kelestarian makhluk
hidup itu penting untuk keseimbangan alam.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Tantangan Pelestarian Sumber Daya Alam
1. Identifikasi Masalah (90 menit):
o Guru mengajak peserta didik menonton video atau
melihat gambar tentang masalah lingkungan di Indonesia
(misalnya, tumpukan sampah, hutan gundul, sungai
tercemar).
o Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi masalah-
masalah tersebut dan mendiskusikan dampaknya terhadap
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

makhluk hidup dan lingkungan. Ini melatih penalaran kritis


dan kolaborasi.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Guru memandu diskusi untuk menghubungkan masalah


lingkungan dengan konsep perubahan iklim sederhana
(misalnya, emisi dari sampah yang menumpuk).
2. Mencari Solusi dan Ide Proyek (90 menit):
o Guru menantang setiap kelompok untuk memikirkan ide-ide
solusi sederhana yang bisa mereka lakukan di lingkungan
sekolah atau rumah untuk mengatasi masalah pelestarian
sumber daya alam. Ini adalah awal dari proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik" yang melatih kreativitas dan kemampuan
berkomunikasi.
o Setiap kelompok memilih satu ide proyek yang paling
mungkin mereka lakukan (misal: kampanye hemat air,
membuat tempat sampah terpilah, menanam tanaman di pot
bekas).
o Peserta didik mulai merancang rencana proyek mereka (apa
yang akan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, alat
dan bahan yang dibutuhkan).
Pertemuan 5 (2 JP): Presentasi Ide Proyek dan Komitmen Aksi
1. Presentasi Proyek (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek
"Penyelamat Lingkungan Cilik" mereka di depan kelas.
Mereka menjelaskan masalah yang ingin diatasi, solusi
yang ditawarkan, dan langkah- langkah pelaksanaannya. Ini
melatih komunikasi dan kemandirian.
o Kelompok lain memberikan umpan balik dan saran yang
konstruktif.
2. Komitmen Aksi (30 menit):
o Peserta didik secara individu atau kelompok menuliskan satu
komitmen pribadi tentang apa yang akan mereka lakukan
untuk menjaga lingkungan di rumah atau sekolah. Komitmen
ini bisa ditempel di papan pajangan kelas.
o Guru memberikan apresiasi dan motivasi.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang siklus hidup makhluk hidup,
pentingnya pelestarian, dan peran mereka sebagai agen
perubahan. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
proyek pelestarian.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menginstruksikan peserta didik
untuk mulai menjalankan proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik"
mereka di rumah atau sekolah, dan mencatat hasilnya untuk
dilaporkan di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi


kelompok, saat melakukan observasi/eksperimen, dan saat
merancang ide proyek. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
 Diagram Siklus Hidup: Penilaian pemahaman tahapan siklus hidup.
 Catatan Observasi Perkembangan Tanaman: Penilaian
kemampuan mengamati dan mencatat.
 Rencana Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian
kreativitas, penalaran kritis dalam identifikasi masalah dan
solusi, serta kemampuan merancang.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Ide Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian
pemahaman mendalam tentang masalah lingkungan dan solusi,
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan, dan keterampilan
presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di
LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang siklus hidup, pentingnya pelestarian,
dan identifikasi masalah lingkungan.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami siklus hidup makhluk hidup dan pelestarian sumber daya
alam bukan hanya sekadar menghafal fakta, tetapi juga tentang
menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari ekosistem yang saling
terhubung. Setiap tindakan kita, sekecil apa pun, dapat memengaruhi
makhluk hidup lain dan kelestarian lingkungan.
Dengan menjaga alam, kita tidak hanya melindungi masa depan bumi,
tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati
keindahan dan manfaat yang sama. Kita adalah "penjaga" bumi ini, dan
sudah menjadi tugas kita untuk merawatnya dengan penuh tanggung
jawab.

L. Materi Bahan Ajar


Misteri Kehidupan: Siklus Hidup Makhluk Hidup
Setiap makhluk hidup di bumi, baik itu hewan maupun tumbuhan,
memiliki perjalanan hidup yang unik yang disebut siklus hidup. Siklus
hidup adalah serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan
yang dilalui oleh suatu organisme, mulai dari kelahiran hingga mati.
Misalnya, kupu-kupu memulai hidupnya sebagai telur kecil, kemudian
menetas menjadi ulat yang rakus makan, lalu berubah menjadi pupa yang
diam, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa yang indah.
Demikian pula, biji kecil dapat tumbuh menjadi tunas, lalu tanaman
muda, hingga menjadi tanaman dewasa yang berbunga dan berbuah.

Pentingnya Pelestarian Makhluk Hidup dan Sumber Daya Alam


Keberadaan semua makhluk hidup dan sumber daya alam sangat penting
untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi. Tumbuhan menghasilkan
oksigen yang kita hirup, hewan membantu penyerbukan tanaman, dan air
serta tanah menjadi kebutuhan dasar bagi semua kehidupan. Jika salah
satu bagian dari siklus ini terganggu, misalnya karena pencemaran atau
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

penebangan hutan secara berlebihan,


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

maka akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan dan bahkan dapat
menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Oleh karena itu,
melestarikan makhluk hidup dan sumber daya alam adalah tanggung jawab
kita bersama.

Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Aksi Sederhana


Masalah seperti perubahan iklim global seringkali terasa besar dan jauh,
namun sebenarnya berakar dari tindakan kita sehari-hari. Contohnya,
membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan penumpukan yang
menghasilkan gas berbahaya, atau penggunaan energi berlebihan yang
meningkatkan emisi karbon. Kita dapat berkontribusi dalam upaya
mitigasi perubahan iklim melalui aksi-aksi sederhana seperti mengurangi
penggunaan plastik, menanam pohon, menghemat energi dan air, serta
mendaur ulang sampah. Setiap langkah kecil kita akan menjadi bagian
dari solusi besar untuk bumi yang lebih sehat.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian pahami tentang siklus hidup
makhluk hidup dan pentingnya menjaga lingkungan?
2. Bagaimana perasaan kalian saat merancang ide proyek
"Penyelamat Lingkungan Cilik"?
3. Satu hal apa yang akan kalian ubah dalam kebiasaan sehari-hari
kalian untuk lebih peduli lingkungan?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dan menunjukkan
pemahaman mendalam selama kegiatan pembelajaran? Jika tidak,
strategi apa yang bisa saya coba selanjutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik,
terutama dalam mendorong penalaran kritis dan
kreativitas?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif
dalam menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab
peserta didik terhadap lingkungan?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Jejak Langkah Lingkungan Kita"


Diskusikan dalam kelompok kalian, masalah lingkungan apa yang paling
sering kalian temui di sekitar sekolah atau rumah. Kemudian, identifikasi
dampaknya dan berikan ide solusi sederhananya.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Masalah Dampaknya bagi


Ide Solusi Sederhana yang
Lingkungan Makhluk Hidup dan
Bisa Kita Lakukan
yang Ditemui Lingkungan

Menyumbat aliran air, Memungut sampah,


Contoh: Banyak
mencemari tanah, memilah sampah,
sampah plastik di
berbahaya bagi membuat tempat
selokan
hewan air sampah daur ulang

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Ide
Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik"
Tema: "Siklus Hidup dan Pelestarian Lingkungan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaia (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
n ) )
Kurang
)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
kelompo
Anggota Anggota Anggota k
kelomp kelompo kelompo menunju
ok Anggota k k k kan
tidak kelompok menunju menunju pemaha
1.
menunj menunjuk kkan kkan man
Kedalam an
u kkan k an pemaha pemaha mendala
Pemaha
pemaha pemaham man man m,
man
man an cukup baik dan mampu
Masalah
tentang terbatas tentang mampu mengan
masalah tentang masalah menjela al isis
lingkung masalah lingkung s kan akar
an yang lingkunga a n dan dampak masalah
diidentif n. dampak secara dan
ik asi. n ya. detail. dampak
n ya
kompreh
ensif.
Ide solusi Ide solusi
Ide solusi Ide solusi Ide solusi
2. relevan, sangat
tidak kurang cukup
Kualitas kreatif, relevan,
releva relevan relevan
Ide dan inovatif,
n atau atau sulit dan bisa
Solusi realistis dan
diterapka diterapk
untuk berpote
n. a
n
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
tidak n diterapk si
realistis. dengan a n. member
bantuan ik an
. dampak
signifika
n
.
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak semua
cukup baik,
ada Sedikit anggota
3. baik, semua
kerja kerja berparti
Kolabora namun anggota
sama, sama, si pasi
si dalam masih berparti
ada sebagian penuh,
Kelompo ada si pasi
domina besar saling
k anggot aktif
si anggota mengins
a yang dan
individu pasif. p irasi,
kurang saling
atau dan
aktif. menduk
konflik. berkontr
u ng.
i busi
signifika
n
.
Kualitas
Presenta
si

Penyam
Penyampa Penyam
p aian
Penyam i an p aian Penyam
sangat
paian kurang cukup p aian
jelas,
4. tidak jelas, jelas, jelas,
persuasi
Kejelasa jelas, sering namun lugas,
f,
n sulit terputus, masih dan
menarik,
Penyam dimeng dan ada mudah
dan
paian er ti, menggun bagian dimeng
menggu
dan ak an yang er ti
n akan
berbelit- bahasa kurang oleh
bahasa
belit. yang lugas. audiens.
yang
membing
efektif.
un gkan.
5. Tidak Kurang Cukup Mengua Mengua
Penguas mengua menguasa mengua s ai s ai
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

aan
s ai i materi, s ai materi materi
Materi
materi, banyak materi, dengan dengan
sering namun baik, sangat
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Presenta memba ragu, dan masih menjaw baik,
si ca sering terlihat ab mampu
teks, bergantun kurang pertany menjela
atau g pada percay a an s kan
menjaw catatan. a diri. dengan konsep
a b di tepat, secara
luar dan mendal
konteks percaya a m,
. diri. dan
menjaw
ab
pertany
a an
dengan
analisis
tajam.
Present
a si
Present Present menarik Presenta
Presentasi
a si a si , si
sedikit
monoto cukup menggu sangat
6. menarik,
n, tanpa menarik n akan kreatif,
Kreativit namun
media , media inovatif,
as kurang
atau menggu yang interakti
Presenta bervariasi
cara n akan relevan, f, dan
si dalam
penyam media dan berhasil
penyampa
p aian sederha penyam memikat
i an.
yang n a, p aian perhatia
menarik namun cukup n
. kurang bervaria audiens.
inovatif. s i.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang siklus hidup makhluk hidup langka
atau hewan endemik di Indonesia dan upaya
pelestariannya.
o Merancang kampanye mini tentang pelestarian lingkungan
di media sosial sekolah atau majalah dinding.
o Membuat karya seni (misalnya, puisi, lagu, gambar) yang
bertema pelestarian alam atau siklus hidup.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Remedial:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan


pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan media
yang lebih visual atau konkret.
o Melakukan observasi siklus hidup sederhana di rumah
dengan pendampingan orang tua (misal: mengamati
pertumbuhan kecambah).
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
tahapan siklus hidup atau identifikasi masalah lingkungan
dasar.

P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Serangkaian tahapan pertumbuhan dan
perkembangan yang dilalui oleh suatu organisme dari awal
kehidupan hingga mati dan bereproduksi.
2. Mitigasi Perubahan Iklim: Upaya mengurangi risiko dan dampak
dari perubahan iklim, baik melalui pengurangan emisi gas rumah
kaca maupun adaptasi terhadap dampaknya.
3. Sumber Daya Alam: Segala sesuatu yang berasal dari alam dan
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti
air, tanah, hutan, dan hasil tambang.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Suara Pembaharuan. (2018). Pendidikan Lingkungan Hidup.
Jakarta: Penerbit Erlangga.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Perubahan Wujud Zat dan Energi

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
fenomena perubahan wujud zat dan energi serta menemukan
pola hubungannya.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen
sederhana dan membuat visualisasi perubahan wujud dan energi.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk melakukan eksperimen dan diskusi.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan observasi dan
mencatat hasil eksperimen secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil
observasi dan kesimpulan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dan
merasakan suhu ruangan. Tahukah kalian, suhu ini ada
hubungannya dengan energi? Apa yang membuat kita merasa
hangat atau dingin?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita sering menggunakan air. Air bisa
berubah wujud, lho! Pernahkah kalian melihat uap air saat
memasak air wudu atau saat hujan?"
3. Berolahraga: "Ketika berolahraga, tubuh kita mengeluarkan
keringat dan terasa hangat. Itu adalah salah satu contoh
perubahan energi dalam tubuh kita. Energi apa yang kalian rasa
paling banyak kalian gunakan saat berolahraga?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar banyak tentang
bagaimana benda bisa berubah dan bagaimana energi bekerja.
Mengapa menurut kalian
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

penting sekali untuk mengetahui perubahan-perubahan ini dalam


kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan yang kita makan diolah oleh
tubuh menjadi energi. Energi inilah yang membuat kita bisa
bergerak dan berpikir. Apa yang terjadi pada makanan di dalam
tubuh kita sehingga bisa menghasilkan energi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin
pernah melihat orang tua memasak, menyetrika, atau menyalakan
lampu. Itu semua melibatkan perubahan energi. Bagaimana kita
bisa menggunakan energi dengan bijak agar bermanfaat bagi
banyak orang?"
7. Tidur Cepat: "Saat kita tidur, tubuh kita juga membutuhkan energi
untuk memperbaiki diri. Bayangkan jika tidak ada energi, apakah
kita bisa hidup? Apa yang membuat tubuh kita berenergi setelah
tidur cukup?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan


bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk
energi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair,
gas) dan memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-
hari.
 Peserta didik menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair,
membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal)
dengan benar.
 Peserta didik melakukan eksperimen sederhana untuk
mengamati perubahan wujud zat.
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber energi
(matahari, listrik, angin, air) yang ada di sekitar.
 Peserta didik menjelaskan berbagai bentuk energi (panas,
cahaya, bunyi, gerak, listrik) dan memberikan contohnya.
 Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi
dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, listrik menjadi cahaya
dan panas pada lampu).
 Peserta didik mengembangkan kesadaran akan pentingnya
penggunaan energi secara hemat dan bijak.

E. Sarana dan Prasarana


1. Es batu, air, lilin/spiritus, piring, gelas, teko, korek api.
2. Berbagai benda yang dapat menunjukkan perubahan energi
(senter, baterai, radio kecil, mainan bertenaga baterai).
3. Video interaktif tentang perubahan wujud zat dan energi.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Inkuiri)
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok,
Demonstrasi, Penyelidikan.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Mandiri: Peserta didik akan diajak untuk


menyelidiki fenomena perubahan wujud zat dan energi
melalui eksperimen langsung.
o Konstruksi Pengetahuan: Peserta didik akan membangun
pemahaman mereka sendiri melalui pengamatan, analisis,
dan diskusi.
o Koneksi Konseptual: Peserta didik akan diajak
menghubungkan konsep-konsep perubahan wujud dan
energi dengan aplikasi dalam kehidupan nyata.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan merefleksikan hasil
eksperimen dan implikasinya terhadap pemahaman
mereka tentang dunia.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Perhatikan lilin yang menyala. Apa yang terjadi
pada lilinnya? Mengapa air yang tadinya dingin bisa menjadi uap
saat direbus? Apa yang membuat benda-benda di sekitar kita
bergerak, berbunyi, atau bersinar?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang perubahan
wujud benda atau bagaimana energi berubah? Apa manfaatnya
bagi kehidupan kita sehari-hari? Bagaimana kita bisa menghemat
energi di rumah dan di sekolah?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan mesin yang
mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain, mesin
apa yang akan kalian buat dan untuk apa? Eksperimen apa yang
paling kalian ingin coba hari ini untuk melihat keajaiban
perubahan?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan
permainan singkat "Apa yang Berubah?" dengan menunjukkan
beberapa benda dan bertanya apa yang bisa berubah dari benda
tersebut (misal: es batu yang
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

mencair, lilin yang meleleh). Guru mengajukan pertanyaan pemantik


(mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari perubahan wujud zat serta energi dalam
kehidupan sehari-hari, dari memasak hingga menyalakan lampu.
Guru juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat,
terutama "Gemar Belajar" dan "Bermasyarakat" (penggunaan
energi yang bijak).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini
kita akan menjadi "ilmuwan cilik" yang akan menyelidiki bagaimana
benda-benda di sekitar kita bisa berubah dan bagaimana energi
bekerja.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menyelidiki Perubahan Wujud Zat
1. Eksplorasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan beberapa benda dan peralatan
(es batu, piring, lilin, korek api, teko berisi air panas).
o Guru meminta setiap kelompok melakukan eksperimen
sederhana:
 Mengamati es batu yang mencair di suhu ruangan.
 Membakar lilin dan mengamati lilin yang meleleh.
 Mendekatkan piring dingin ke uap air dari teko
panas untuk mengamati pengembunan.
o Peserta didik mencatat pengamatan mereka: apa yang
terjadi pada benda, bagaimana wujudnya berubah, dan
apa yang menyebabkan perubahan itu. Ini melatih
observasi dan penalaran kritis.
2. Elaborasi dan Konstruksi Pengetahuan (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil
eksperimen dan pengamatan mereka.
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi wujud
zat (padat, cair, gas) dan jenis-jenis perubahan wujud zat
(mencair, membeku, menguap, mengembun). Guru
menggunakan istilah-istilah ilmiah dengan penjelasan yang
sederhana.
o Guru menayangkan video animasi tentang partikel zat dan
bagaimana mereka bergerak saat terjadi perubahan wujud
untuk membantu pemahaman konsep abstrak.
3. Aplikasi (60 menit):
o Peserta didik diajak untuk mencari contoh perubahan wujud
zat lain yang sering mereka temui di rumah atau lingkungan
sekitar (misal: embun di pagi hari, air mendidih saat
memasak mie, pembuatan agar- agar).
o Setiap kelompok membuat poster sederhana yang
menggambarkan satu contoh perubahan wujud zat beserta
penjelasannya. Ini melatih kreativitas dan komunikasi.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengungkap Misteri Energi dan Perubahannya
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

1. Eksplorasi dan Observasi (90 menit):


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Guru membawa berbagai benda yang menunjukkan bentuk


dan perubahan energi (senter, baterai, radio kecil, mobil
mainan, peluit).
o Peserta didik diminta mengamati dan mencoba
mengoperasikan benda-benda tersebut. Guru mengajukan
pertanyaan: "Apa yang membuat benda ini bekerja? Energi
apa yang digunakannya? Apakah ada energi lain yang
muncul saat benda ini bekerja?"
oPeserta didik dalam kelompok mendiskusikan berbagai
bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik) dan
sumber-sumber energi (matahari, air, angin, listrik, bahan
bakar). Ini melatih penalaran kritis dan kolaborasi.
2. Demonstrasi dan Elaborasi (90 menit):
o Guru melakukan demonstrasi sederhana tentang perubahan
bentuk energi (misal: menyalakan lampu dengan baterai,
menggosok tangan hingga hangat, menggunakan kalkulator
bertenaga surya).
o Guru memandu diskusi tentang bagaimana energi dapat
berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, memberikan contoh
aplikasi dalam kehidupan sehari-hari (misal: setrika
mengubah listrik menjadi panas, radio mengubah listrik
menjadi bunyi).
o Peserta didik secara individu mengisi LKPD tentang contoh
perubahan bentuk energi di rumah dan di sekolah.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Hemat Energi di Rumahku"
1. Aplikasi dan Proyek (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang
sebuah kampanye kecil atau poster berjudul "Hemat
Energi di Rumahku".
o Kampanye/poster harus berisi:
 Minimal 3 contoh penggunaan energi di rumah.
 Minimal 3 cara menghemat energi tersebut.
 Gambar atau ilustrasi yang menarik.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam menyampaikan pesan penting.
o Guru membimbing dan memberikan umpan balik
selama proses pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang perubahan wujud zat dan energi, serta
bagaimana mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk
bertindak bijak. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
kampanye hemat energi.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

mengamati perubahan wujud zat atau perubahan energi lain di


rumah dan menceritakannya di pertemuan selanjutnya.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran


dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam
diskusi kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat
merancang poster. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
 Catatan Eksperimen Perubahan Wujud: Penilaian pemahaman
proses perubahan wujud dan kemampuan observasi.
 Poster Perubahan Wujud Zat: Penilaian kreativitas dan
kemampuan menjelaskan konsep.
 LKPD Identifikasi Perubahan Bentuk Energi: Penilaian
pemahaman berbagai bentuk dan perubahan energi.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Hemat Energi di Rumahku": Penilaian pemahaman
mendalam tentang konsep energi, kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan, dan keterampilan menyampaikan pesan
(menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang wujud zat, perubahan wujud, sumber
energi, dan perubahan bentuk energi.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami proses perubahan wujud zat dan berbagai bentuk energi
adalah kunci untuk memahami bagaimana dunia di sekitar kita bekerja.
Dari es yang meleleh menjadi air, hingga listrik yang diubah menjadi
cahaya lampu, semua adalah bagian dari fenomena alam yang
menakjubkan. Pengetahuan ini membantu kita mengerti mengapa kita
bisa memasak, mengapa alat elektronik bisa berfungsi, dan bagaimana
kita dapat menggunakan sumber daya alam secara lebih efisien dan
bertanggung jawab. Dengan memahami energi, kita dapat menjadi agen
perubahan yang cerdas dan hemat.

L. Materi Bahan Ajar


Misteri Perubahan: Wujud Zat di Sekitar Kita
Benda-benda di sekitar kita ada dalam tiga wujud utama: padat, cair, dan
gas. Benda padat memiliki bentuk dan volume yang tetap, seperti meja
atau batu. Benda cair memiliki volume yang tetap tetapi bentuknya
berubah mengikuti wadahnya, seperti air dalam gelas. Sedangkan benda
gas tidak memiliki bentuk maupun volume yang tetap, dan akan
memenuhi seluruh ruang tempatnya berada, seperti udara di dalam
balon. Ketiga wujud ini bisa saling berubah, misalnya es batu (padat)
mencair menjadi air (cair) ketika panas, dan air (cair) bisa menguap
menjadi uap air (gas) saat dipanaskan lagi.
Energi di Balik Perubahan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Perubahan wujud zat terjadi karena adanya perubahan energi, khususnya


energi panas. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau
kerja. Ada banyak bentuk energi yang bisa kita temui dalam kehidupan
sehari-hari, seperti energi panas (dari matahari atau api), energi cahaya
(dari lampu atau senter), energi bunyi (dari musik atau suara), energi
gerak (dari angin atau kendaraan), dan energi listrik (yang mengalir di
kabel). Energi ini berasal dari berbagai sumber energi, seperti matahari,
air, angin, dan bahan bakar.
Transformasi Energi dan Penggunaannya
Energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah
bentuk dari satu jenis ke jenis lainnya. Misalnya, saat kita menyalakan
lampu, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan sebagian menjadi
energi panas. Ketika kita memasak air dengan kompor gas, energi kimia
dari gas diubah menjadi energi panas.
Memahami bagaimana energi berubah membantu kita menggunakan
energi dengan lebih efisien. Menghemat energi berarti menggunakan
sumber daya alam secara bijak, menjaga ketersediaannya untuk masa
depan, dan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling membuat kalian terkejut atau
menarik tentang perubahan wujud zat atau energi?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan eksperimen
dan melihat langsung perubahan wujud benda atau energi?
3. Satu kebiasaan baru apa yang akan kalian terapkan di rumah
atau sekolah untuk menghemat energi?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
konsep perubahan wujud zat dan energi secara mendalam? Jika
tidak, bagian mana yang perlu diperkuat?
2. Apakah kegiatan eksperimen dan proyek berhasil memicu rasa ingin
tahu dan melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Detektif Perubahan di Sekitarku"


Diskusikan dalam kelompok kalian, temukan 3 contoh perubahan wujud
zat dan 3 contoh perubahan bentuk energi yang sering kalian jumpai di
rumah atau sekolah. Jelaskan apa yang terjadi dan mengapa.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Contoh di
Jenis Perubahan Kehidupan Apa yang Terjadi dan Mengapa?
Sehari- hari

Perubahan Wujud
Zat

Es batu menjadi air karena


1. Mencair
menerima panas dari
udara.
2. Menguap

3. Mengembun

Perubahan Bentuk
Energi

Lampu menyala dan


1. Listrik ke Cahaya
terasa hangat karena
+ Panas
energi listrik diubah.

2. Gerak ke Bunyi

3. Kimia ke Panas
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Hemat Energi di Rumahku"
Tema: "Perubahan Wujud Zat dan Energi: Hemat untuk Masa Depan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaia (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
n ) )
Kurang
)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota


kelompo kelompok kelompo kelompo kelompo
1. k tidak menunjukk k k k
Kedalam menunju an menunju menunju menunju
an kkan pemahama kkan kkan k kan
Pemaha pemaha n yang pemaha pemaha pemaha
man man sangat man man man
Konsep tentang terbatas yang yang mendala
perubah tentang cukup baik dan m dan
an konsep. tentang mampu mampu
konsep menjela mengait
dan s kan k an
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
wujud/ contohn konse berbag
en ergi. y a. p ai
denga konsep
n dengan
benar. cermat.
Contoh
Contoh
Contoh Contoh Contoh sangat
2. yang
kurang cukup relevan relevan,
Kualitas diberika
relevan relevan, dan orisinal,
Contoh n tidak
atau namun penjelas dan
dan relevan
penjelasa penjelas a n rinci penjelas
Penjelas atau
n sangat an serta an
an penjelas
minim. kurang akurat. sangat
an
rinci. rinci
salah.
serta
analitis.
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak semua
cukup baik,
ada Sedikit anggota
3. baik, semua
kerja kerja berparti
Kolabora namun anggota
sama, sama, si pasi
si dalam masih berparti
ada sebagian penuh,
Kelompo ada si pasi
domina besar saling
k anggot aktif
si anggota mengins
a yang dan
individu pasif. p irasi,
kurang saling
atau dan
aktif. menduk
konflik. berkontr
u ng.
i busi
signifika
n
.
Kualitas
Presenta
si
Proyek

Penyampa Penyam Penyam


Penyam Penyam
4. i an p aian p aian
paian p aian
Kejelasa kurang cukup sangat
tidak jelas,
n jelas, jelas, jelas,
jelas, lugas,
Penyam sering namun persuasi
sulit dan
paian terputus, masih f,
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Pesan
dan ada menarik,
dimeng mudah
menggun bagian dan
er ti, dimeng
ak an menggu
dan er
bahasa n
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
berbelit- yang yang ti oleh akan
belit. membing kuran audien bahas
un gkan. g s. a
lugas. yang
efektif
.
Mengua
s ai
materi
Mengua dengan
s ai sangat
Tidak
Kurang Cukup materi baik,
mengua
menguasa mengua dengan mampu
s ai
5. i materi, s ai baik, menjela
materi,
Penguas banyak materi, mampu s kan
sering
aan ragu, dan namun menjela ide
memba
Materi sering masih s kan proyek
ca
Proyek bergantun terlihat ide secara
teks,
g pada kurang proyek mendal
atau
catatan. percaya dengan a m,
menjaw
diri. tepat, dan
a b di
dan menjaw
luar
percaya ab
konteks.
diri. pertany
a an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek menarik Proyek
Proyek Proyek
cukup , sangat
monoto sedikit
menarik menggu kreatif,
6. n, tanpa menarik,
, n akan inovatif,
Kreativit media namun
menggu media interakti
as dan atau kurang
n akan yang f, dan
Desain cara bervariasi
media relevan, berhasil
Proyek penyam dalam
sederha dan memikat
p aian penyampa
n a, desain perhatia
yang i an.
namun cukup n
menarik
kurang bervaria audiens.
.
inovatif. s i.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat


diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Mencari tahu tentang energi terbarukan (surya, angin,


air) dan manfaatnya.
o Membuat model sederhana yang menunjukkan
perubahan bentuk energi (misalnya, dinamo sepeda,
kincir angin sederhana).
o Menulis laporan sederhana tentang cara menghemat
energi di lingkungan sekitar (sekolah atau kompleks
perumahan).
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan
pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh
yang lebih konkret dan relevan dengan kehidupan sehari-hari
peserta didik.
o Melakukan eksperimen ulang secara langsung dengan
pendampingan guru atau teman sebaya yang lebih paham.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
identifikasi dasar wujud zat dan contoh-contoh perubahan
energi.

P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi yang dapat berupa padat, cair,
atau gas.
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja; dapat
berubah bentuk namun tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan.
3. Inquiry-Based Learning: Model pembelajaran yang mendorong
peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki, dan
menemukan jawaban sendiri melalui eksperimen dan observasi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Purwanto, B. (2018). Sains untuk Anak-anak: Seri Fisika Dasar.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Gejala Kemagnetan, Gaya, dan
Pengaruhnya

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala
kemagnetan dan pengaruh gaya terhadap benda.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen
sederhana dan menciptakan benda berbasis magnet.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk melakukan eksperimen dan diskusi.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan observasi dan
mencatat hasil eksperimen secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil
observasi dan kesimpulan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, saat bangun tidur, pernahkah kalian
merasa seperti ada 'tarikan' untuk kembali tidur? Itu mirip seperti
gaya, lho! Gaya apa yang membuat kita tetap di tempat tidur?"
2. Beribadah: "Ketika beribadah, kita bergerak dan kadang membawa
sesuatu. Apa yang membuat benda itu bisa kita angkat atau
pindahkan? Ada gaya apa di situ?"
3. Berolahraga: "Saat kita bermain bola, menendang atau
melemparnya, bola itu bergerak. Gaya apa yang membuat bola
itu bergerak dan berubah arah? Bagaimana tubuh kita
mengeluarkan gaya?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi kekuatan tak


terlihat seperti magnet dan berbagai gaya. Mengapa menurut
kalian penting sekali untuk mengetahui tentang kekuatan-
kekuatan ini dalam kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan memberi kita energi untuk
bergerak dan melakukan banyak hal. Gerakan dan tindakan kita
adalah hasil dari gaya. Bagaimana energi dari makanan diubah
menjadi gaya gerak tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin
pernah melihat orang mendorong gerobak, menarik tali, atau
menggunakan magnet untuk menempelkan catatan di kulkas.
Bagaimana pemahaman tentang gaya dan magnet bisa membantu
kita dalam kehidupan bermasyarakat?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
beristirahat, ada banyak gaya di sekitar kita yang tetap bekerja,
seperti gaya gravitasi yang menahan kita di tempat tidur. Apa lagi
gaya yang bekerja saat kita tidur?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-


hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk
benda.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh
magnet dan benda yang tidak dapat ditarik magnet.
 Peserta didik menjelaskan sifat-sifat dasar magnet (kutub, tarik-
menarik, tolak-menolak) melalui eksperimen sederhana.
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya otot,
gaya gravitasi, gaya gesek, gaya pegas) yang bekerja dalam
kehidupan sehari- hari.
 Peserta didik menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak,
dan bentuk benda melalui observasi dan percobaan.
 Peserta didik merancang dan membuat alat sederhana yang
memanfaatkan konsep magnet atau gaya.
 Peserta didik mengembangkan sikap ingin tahu dan teliti dalam
melakukan penyelidikan ilmiah.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai jenis magnet (batang, U, cincin) dan benda-benda dari
berbagai bahan (besi, paku, klip kertas, pensil, karet, uang
logam).
2. Mainan pegas/ketapel, bola, mobil mainan, tali, timbangan
sederhana.
3. Video interaktif tentang magnet dan berbagai jenis gaya.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok,
Demonstrasi, Penyelidikan.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Eksplorasi Mandiri: Peserta didik akan menemukan sendiri


konsep magnet dan gaya melalui serangkaian eksperimen.
o Generalisasi Konsep: Peserta didik akan diajak untuk
merumuskan sifat-sifat magnet dan pengaruh gaya
berdasarkan hasil pengamatan mereka.
o Koneksi dengan Kehidupan Nyata: Peserta didik akan
menghubungkan penemuan mereka dengan fenomena
sehari-hari yang melibatkan magnet dan gaya.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan merefleksikan pemahaman
mereka dan bagaimana ilmu tentang magnet dan gaya
berguna.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian melihat magnet menempel
pada kulkas tanpa perekat? Atau, mengapa saat kita melompat,
kita selalu kembali ke bawah? Apa yang membuat mobil mainan
bisa bergerak dan berhenti?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang magnet
dan berbagai gaya? Apakah ada manfaatnya dalam hidup kita?
Bisakah kita membuat sesuatu yang bergerak tanpa harus
menyentuhnya?"
 Joyful Learning: "Jika kalian punya kekuatan super, gaya apa yang
paling ingin kalian miliki? Jika kalian bisa membuat mainan yang
menggunakan magnet, mainan apa yang akan kalian buat?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memulai dengan demonstrasi
sederhana: menempelkan klip kertas dengan magnet atau
menjatuhkan penghapus dan menanyakan mengapa jatuh. Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful
learning) untuk memancing rasa ingin tahu.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari gejala kemagnetan dan jenis-jenis gaya dalam
kehidupan sehari- hari, dari mainan hingga alat elektronik. Guru
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

juga mengaitkan dengan 7


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan


"Berolahraga".
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini
kita akan menjadi "ilmuwan cilik" yang akan melakukan
penyelidikan dan penemuan tentang kekuatan tak terlihat yaitu
magnet dan gaya.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menjelajahi Misteri Magnet
1. Eksplorasi dan Penemuan (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan berbagai jenis magnet (batang,
U, cincin) dan kotak berisi berbagai benda (paku, klip
kertas, koin, pensil, karet gelang, uang kertas, kunci,
sendok plastik).
o Guru meminta setiap kelompok melakukan eksperimen:
 Mencoba menarik benda-benda tersebut dengan
magnet dan mengelompokkan benda magnetis
(ditarik magnet) dan non- magnetis (tidak ditarik
magnet).
 Mencoba mendekatkan dua magnet dan mengamati
apa yang terjadi (tarik-menarik atau tolak-menolak).
o Peserta didik mencatat pengamatan mereka dalam LKPD. Ini
melatih
observasi dan penalaran kritis.
2. Elaborasi dan Generalisasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan
penemuan mereka.
o Guru memandu diskusi kelas untuk merumuskan sifat-
sifat dasar magnet:
 Magnet hanya menarik benda-benda tertentu (terbuat
dari besi, baja, nikel, kobalt).
 Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan).
 Kutub senama (sama) akan tolak-menolak, kutub tak
senama (berbeda) akan tarik-menarik.
 Gaya magnet bisa menembus benda tipis (kertas,
plastik).
o Guru menayangkan video singkat tentang medan
magnet untuk memperkuat pemahaman.
3. Aplikasi dan Kreativitas (60 menit):
o Peserta didik diminta mencari contoh penggunaan
magnet dalam kehidupan sehari-hari (kompas, kulkas,
pengunci tas, mainan).
o Setiap kelompok merancang sebuah "permainan magnet"
sederhana atau "alat ajaib" yang memanfaatkan sifat
magnet. Ini melatih kreativitas dan kolaborasi.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengenal Berbagai Jenis Gaya dan Pengaruhnya
1. Eksplorasi dan Observasi (90 menit):
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Guru menyiapkan beberapa "stasiun gaya" di kelas:


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Stasiun Gaya Otot: mendorong meja, mengangkat buku.


 Stasiun Gaya Gravitasi: menjatuhkan bola, mengamati
benda jatuh.
 Stasiun Gaya Gesek: mendorong balok di permukaan
kasar dan licin.
 Stasiun Gaya Pegas: menarik karet gelang, mainan pegas.
o Secara berkelompok, peserta didik mengunjungi setiap
stasiun, melakukan percobaan, dan mencatat pengamatan
mereka tentang bagaimana gaya mempengaruhi arah,
gerak, atau bentuk benda. Ini melatih penalaran kritis dan
kemandirian.
2. Elaborasi dan Diskusi (90 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan
mereka dari stasiun gaya.
o Guru memandu diskusi kelas untuk memperkenalkan dan
menjelaskan berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya gravitasi,
gaya gesek, gaya pegas).
o Guru menekankan bagaimana gaya dapat:
 Membuat benda diam menjadi bergerak.
 Mengubah arah gerak benda.
 Mengubah kecepatan gerak benda.
 Mengubah bentuk benda.
o Peserta didik diajak mengidentifikasi contoh gaya dalam
kegiatan sehari-hari mereka (misalnya, gaya otot saat
menulis, gaya gesek saat mengerem sepeda).
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku"
1. Aplikasi dan Proyek (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan
merancang dan membuat sebuah "Kreasi Gaya dan
Magnetku".
o Proyek bisa berupa:
 Mainan sederhana yang menggunakan magnet (misal:
pancing magnet).
 Model yang menunjukkan pengaruh gaya (misal:
ketapel sederhana, mobil dari botol yang bergerak
karena dorongan).
 Poster interaktif tentang jenis-jenis gaya dengan
contohnya.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam mempraktikkan konsep yang telah dipelajari.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan
selama proses pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal
penting yang telah dipelajari tentang magnet dan gaya, serta
bagaimana mereka dapat
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

mengamati fenomena ini di sekitar mereka. Guru juga mengaitkan


kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah membuat
proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk
mencari lebih banyak contoh gaya dan penggunaan magnet di
rumah.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang
"permainan magnet" atau "alat ajaib". (Penilaian terhadap dimensi
kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
 Catatan Eksperimen Magnet: Penilaian pemahaman sifat
magnet dan kemampuan observasi.
 LKPD Pengamatan Stasiun Gaya: Penilaian pemahaman pengaruh
gaya terhadap benda.
 Rancangan "Permainan Magnet" / "Alat Ajaib": Penilaian kreativitas
dan penerapan konsep.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku": Penilaian pemahaman
mendalam tentang konsep magnet dan gaya, kemampuan
mengaplikasikan pengetahuan dalam bentuk produk, dan
keterampilan presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang gejala kemagnetan, jenis gaya, dan
pengaruhnya terhadap benda.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami gejala kemagnetan dan berbagai jenis gaya adalah kunci
untuk mengerti bagaimana benda-benda di dunia ini berinteraksi. Dari
benda yang menempel pada kulkas karena magnet, hingga bola yang
melambung tinggi karena tendangan, semua adalah hasil dari gaya yang
bekerja. Pengetahuan ini tidak hanya membuat kita lebih peka terhadap
lingkungan sekitar, tetapi juga membantu kita memahami cara kerja
berbagai alat dan teknologi, serta mengapa benda bisa bergerak, berubah
arah, atau bahkan berubah bentuk. Kita dapat melihat bahwa gaya ada di
mana- mana, menggerakkan dan membentuk dunia kita.

L. Materi Bahan Ajar


Kekuatan Tak Terlihat: Gejala Kemagnetan
Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan menarik benda lain
yang terbuat dari bahan tertentu, seperti besi, baja, nikel, dan kobalt.
Benda-benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetis,
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

sedangkan yang tidak dapat ditarik magnet


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

disebut benda non-magnetis. Magnet memiliki dua ujung yang disebut


kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika dua kutub magnet yang
sama didekatkan, mereka akan tolak-menolak. Sebaliknya, jika dua kutub
magnet yang berbeda didekatkan, mereka akan tarik-menarik. Gaya tarik
magnet ini bahkan bisa menembus benda tipis seperti kertas atau plastik.
Berbagai Jenis Gaya yang Bekerja
Selain magnet, ada banyak jenis gaya lain yang bekerja di sekitar kita.
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan
pada benda. Beberapa jenis gaya yang sering kita temui antara lain: Gaya
Otot, yaitu gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh kita saat bergerak,
seperti mendorong meja atau menarik tali. Gaya Gravitasi, yaitu gaya tarik
bumi yang membuat semua benda jatuh ke bawah dan menahan kita
tetap di permukaan bumi. Gaya Gesek, yaitu gaya yang muncul ketika dua
permukaan saling bersentuhan dan menghambat gerakan, seperti saat
kita mengerem sepeda. Serta Gaya Pegas, yaitu gaya yang dihasilkan oleh
benda elastis yang diregangkan atau ditekan, seperti pada ketapel atau
per.
Pengaruh Gaya Terhadap Benda
Gaya memiliki banyak pengaruh terhadap benda. Pertama, gaya dapat
membuat benda diam menjadi bergerak. Contohnya, saat kita mendorong
gerobak yang diam, gerobak itu akan bergerak. Kedua, gaya dapat
mengubah arah gerak benda. Saat kita menendang bola, kita bisa
mengubah arah gerak bola. Ketiga, gaya dapat mengubah kecepatan gerak
benda, seperti saat kita mengerem sepeda untuk memperlambatnya atau
mengayuh sepeda lebih kencang untuk mempercepatnya.
Keempat, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya saat kita
meremas kertas atau menekan plastisin hingga berubah bentuk.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa eksperimen tentang magnet atau gaya yang paling kalian
sukai hari ini? Mengapa?
2. Hal apa yang paling penting yang kalian pelajari tentang
bagaimana gaya memengaruhi benda?
3. Bagaimana kalian akan menggunakan pengetahuan tentang
magnet atau gaya dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
penemuan dan eksperimen? Jika ada yang pasif, bagaimana
cara saya dapat lebih melibatkan mereka di lain waktu?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik,
terutama dalam mendorong penalaran kritis dan
kreativitas peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Penyelidikan Gaya di Sekolahku"


Diskusikan dalam kelompok kalian, temukan 3 contoh kegiatan di sekolah
yang melibatkan gaya. Identifikasi jenis gayanya dan jelaskan pengaruh
gaya tersebut terhadap benda.

Kegiatan di Jenis Gaya


Pengaruh Gaya terhadap Benda
Sekolah yang
Bekerja
Contoh:
Gaya Otot, Gaya otot membuat ayunan bergerak,
Bermai
Gaya gaya gravitasi menariknya ke
n
Gravitasi bawah.
ayunan

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Kreasi Gaya dan Magnetku"
Tema: "Kekuatan di Balik Gerak dan Bentuk Benda"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaia (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
n ) )
Kurang
)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
Anggota
Anggota kelompo
kelompo
Anggota kelompo k
Anggota k
kelompo k menunj
kelompok menunju
k tidak menunju u kkan
1. menunjuk kkan
menunju kkan pemaha
Kedalama n k an pemaha
kkan pemaha man
Pemaham pemaha man
pemaha man mendal
an m an yang
man yang a m dan
Konsep yang baik dan
tentang cukup mampu
sangat mampu
magnet tentang mengait
terbatas menjela
atau konsep k an
tentang s kan
gaya. dan berbaga
konsep. konsep
contohn i konsep
dengan
y a. dengan
benar.
cermat.
2. Identifika si Identifikasi Identifika si Identifika si Identifika
Kualitas gaya/pe gaya/pen gaya/pe gaya/pe si
Identifika n g aruh n n gaya/pe
n
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
si garuh kurang garuh garuh garuh
Gaya/Pen salah tepat cukup tepat sangat
garuh atau atau tepat, dan tepat,
tidak sangat namun penjelas orisinal,
releva minim. penjelasa a n rinci dan
n. n kurang serta penjelas
rinci. akurat. an
sangat
rinci
serta
analitis.
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja baik,
sama sama semua
Tidak
Sedikit cukup baik, anggota
ada
3. kerja baik, semua berparti
kerja
Kolabora sama, namun anggota si pasi
sama,
si dalam sebagia masih berparti penuh,
ada
Kelompo n besar ada si pasi saling
domina
k anggota anggot aktif mengin
si
pasif. a yang dan s pirasi,
individu
kurang saling dan
atau
aktif. menduk berkont
konflik.
u ng. ri busi
signifika
n
.
Kualitas
Presenta
si Proyek

Penyamp
Penyam Penyam
a ian
p aian Penyam p aian
Penyam kurang
cukup p aian sangat
p aian jelas,
4. jelas, jelas, jelas,
tidak sering
Kejelasan namun lugas, persuasi
jelas, terputus,
Penyamp masih dan f
sulit dan
aian ada mudah ,
dimenge menggun
Konsep bagian dimeng menarik
r ti, dan a kan
yang er ti , dan
berbelit- bahasa
kurang oleh menggu
belit. yang
lugas. audiens. n akan
membing
bahasa
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

u ngkan.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
yang
efekti
f.
Mengua
s ai
materi
Mengua dengan
s ai sangat
Tidak
Kurang Cukup materi baik,
mengua
menguas mengua dengan mampu
s ai
ai materi, s ai baik, menjela
5. materi,
banyak materi, mampu s kan
Penguasa sering
ragu, dan namun menjela ide
an Materi memba
sering masih s kan proyek
Proyek ca
bergantu terlihat ide secara
teks,
n g pada kurang proyek mendal
atau
catatan. percaya dengan a m,
menjaw
diri. tepat, dan
a b di
dan menjaw
luar
percaya ab
konteks.
diri. pertany
a an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek
sangat
Proyek sedikit Proyek
Proyek kreatif,
monoto menarik, menarik
cukup inovatif,
6. n, tidak fungsi ,
menarik berfung
Kreativita berfung terbatas, berfung
, si
s dan si atau si
berfung dengan
Fungsi , atau kurang dengan
si sangat
Proyek tanpa bervariasi baik,
sederha baik,
media dalam dan
n a, dan
yang penyamp desain
namun berhasil
menari ai an. cukup
kurang memika
k. bervaria
inovatif. t
s i.
perhatia
n
audiens.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat


diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang prinsip kerja alat-alat yang
menggunakan magnet (misalnya, bel listrik, kompas).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Menyelidiki gaya-gaya lain yang ada di sekitar kita


(misalnya, gaya dorong, gaya angkat).
o Mencoba membuat eksperimen gaya atau magnet
yang lebih kompleks dan mendokumentasikannya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan
pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh
yang lebih konkret dan mudah diamati.
o Melakukan eksperimen sederhana secara langsung
dengan pendampingan guru atau teman sebaya
yang lebih paham.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
identifikasi benda magnetis/non-magnetis atau contoh-
contoh pengaruh gaya.

P. Glosarium
1. Magnet: Benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat
dari bahan tertentu (besi, baja, nikel, kobalt) karena memiliki
medan magnet.
2. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan
perubahan pada benda (misalnya, mengubah arah, gerak, atau
bentuk benda).
3. Discovery Learning: Model pembelajaran yang mendorong
peserta didik untuk menemukan konsep dan prinsip sendiri
melalui kegiatan eksperimen dan observasi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Suripto, A. (2017). Konsep Dasar IPA Fisika untuk SD. Bandung:
Remaja Rosdakarya.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan
Interaksi Sosial

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan hak dan
kewajiban sebagai anggota masyarakat serta peduli terhadap
lingkungan sosial.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran,
tugas, dan tanggung jawab individu dalam berbagai interaksi
sosial.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk menyelesaikan masalah sosial dan menciptakan
lingkungan yang harmonis.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu memahami dan
menjalankan perannya sendiri dalam interaksi sosial dengan
penuh tanggung jawab.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
informasi tentang interaksi sosial dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dan bersiap
untuk berinteraksi dengan keluarga di rumah. Apa peran kalian
di rumah setelah bangun tidur? Ada tugas apa yang biasa kalian
lakukan?"
2. Beribadah: "Saat kita beribadah, kita merasakan ketenangan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, ketenangan juga penting.
Bagaimana kita bisa menciptakan ketenangan dan kerukunan
dalam interaksi sosial kita?"
3. Berolahraga: "Saat berolahraga bersama teman, kita belajar kerja
sama dan menghargai satu sama lain. Bagaimana kegiatan bersama
seperti olahraga ini melatih kita untuk berinteraksi dengan baik?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang peran kita di
masyarakat dan bagaimana kita berinteraksi. Mengapa penting bagi
kita untuk memahami peran dan tanggung jawab kita dalam
kelompok atau masyarakat?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi seringkali
disiapkan bersama di rumah. Siapa yang punya peran menyiapkan
makanan di rumah kalian? Bagaimana pembagian tugas itu
membuat semuanya berjalan lancar?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti sering bertemu
tetangga, teman, atau orang dewasa. Bagaimana cara kalian
menyapa atau berinteraksi dengan mereka? Mengapa interaksi
yang baik itu penting?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk berinteraksi
esok hari. Bayangkan jika semua orang di sekitar kita tidak
menjalankan perannya dengan baik, apa yang akan terjadi?
Bagaimana ini memengaruhi interaksi kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta


interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan
tanggung jawab individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat sekitar.
 Peserta didik menjelaskan pentingnya menjalankan peran dan
tanggung jawab masing-masing dalam interaksi sosial.
 Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial yang
terjadi di lingkungan tempat tinggal dan sekolah (misalnya, kerja
sama, tolong- menolong, musyawarah).
 Peserta didik menjelaskan dampak positif dan negatif dari
berbagai bentuk interaksi sosial.
 Peserta didik merancang ide kegiatan kolaboratif untuk
meningkatkan interaksi sosial yang positif di lingkungan
sekolah atau rumah.
 Peserta didik mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa
tanggung jawab sosial.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster/Video tentang berbagai profesi atau aktivitas
sosial di lingkungan sekitar.
2. Kartu peran (untuk permainan peran) dengan berbagai tugas.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
5. Lingkungan sekolah (kelas, halaman, kantin) sebagai tempat
observasi.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Masalah)
 Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Peran (Role Play),
Observasi, Studi Kasus, Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Analisis Masalah Nyata: Peserta didik akan menganalisis


masalah- masalah yang muncul akibat ketidaksesuaian
peran atau interaksi sosial yang kurang baik.
o Pengembangan Solusi: Peserta didik akan mencari solusi
kreatif dan bertanggung jawab untuk meningkatkan interaksi
sosial yang positif.
o Koneksi Diri dengan Masyarakat: Peserta didik akan melihat
relevansi peran dan interaksi sosial dengan kehidupan
mereka sendiri dan masyarakat yang lebih luas.
o Refleksi Etis: Peserta didik akan merefleksikan nilai-nilai
moral dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Perhatikan teman sebangku kalian. Apa peran
dia di kelas ini? Apa yang terjadi jika ada teman yang tidak
menjalankan tugasnya? Bagaimana perasaan kalian ketika teman
membantu kalian?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa hidup sendiri?
Mengapa kita membutuhkan orang lain? Apa gunanya kita punya
peran dan tanggung jawab di rumah dan di sekolah?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menjadi 'agen perubahan' di
sekolah, perubahan apa yang ingin kalian lakukan untuk
membuat interaksi antar teman menjadi lebih menyenangkan
dan saling membantu?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memutar video singkat atau
menampilkan gambar tentang kegiatan sosial di lingkungan
sekitar (misalnya, kerja bakti, gotong royong, atau anak-anak
yang saling membantu di sekolah). Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari peran, tugas, tanggung jawab, serta interaksi
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

sosial dalam
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

menciptakan lingkungan yang harmonis. Guru juga mengaitkan


dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama
"Bermasyarakat" dan "Gemar Belajar" untuk menumbuhkan
kesadaran sosial.
4. Penyajian Masalah (5 menit): Guru menyajikan sebuah skenario
masalah sederhana yang terkait dengan interaksi sosial
(misalnya, ada teman yang sering datang terlambat saat kerja
kelompok, atau sampah berserakan di kelas karena tidak ada
yang piket). Guru meminta peserta didik memikirkan mengapa ini
terjadi.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenali Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab
1. Eksplorasi Peran (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk mendaftar berbagai peran
yang ada di keluarga mereka, di sekolah, dan di lingkungan
sekitar (misal: ayah, ibu, anak, guru, kepala sekolah,
petugas kebersihan, ketua RT).
o Untuk setiap peran, mereka mendiskusikan apa saja tugas dan
tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut.
2. Permainan Peran (60 menit):
o Guru menyiapkan beberapa kartu peran dengan skenario
sederhana (misal: "Seorang anak yang membantu ibunya
menyiapkan makan malam", "Seorang ketua kelas yang
memimpin diskusi", "Seorang petugas kebersihan yang
membersihkan sekolah").
o Secara bergantian, kelompok memainkan peran dan
mendemonstrasikan tugas dan tanggung jawabnya.
Kelompok lain mengamati dan memberikan umpan balik.
Ini melatih kolaborasi, komunikasi, dan empati.
3. Diskusi dan Elaborasi (60 menit):
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi
pentingnya setiap individu menjalankan peran dan tanggung
jawabnya.
o Apa yang terjadi jika ada yang tidak menjalankan
perannya? (misal: pekerjaan tidak selesai, terjadi
kekacauan, orang lain merasa dirugikan).
o Guru menekankan bahwa setiap peran, sekecil apa pun,
memiliki makna penting dalam sebuah komunitas.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Memahami Bentuk dan Dampak Interaksi Sosial
1. Observasi dan Studi Kasus (90 menit):
o Guru menayangkan video atau menyajikan beberapa kasus
cerita pendek tentang berbagai bentuk interaksi sosial
(misal: kerja bakti di lingkungan, musyawarah kelas untuk
memilih ketua, pertengkaran antar teman, saling menolong
saat ada yang kesulitan).
o Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi bentuk
interaksi yang terjadi (kerjasama, persaingan, konflik,
asimilasi, akomodasi, dsb.) dan mendiskusikan dampak positif
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

dan negatif dari interaksi tersebut. Ini melatih penalaran kritis.


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Peserta didik juga diminta mengamati interaksi sosial yang


terjadi di lingkungan sekolah selama istirahat atau di kantin
dan mencatatnya.
2. Identifikasi Masalah Interaksi dan Solusi (90 menit):
o Guru meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi satu
masalah interaksi sosial yang sering terjadi di lingkungan
sekolah atau di antara teman-teman.
o Kemudian, kelompok berdiskusi dan merancang ide solusi
untuk mengatasi masalah tersebut agar interaksi menjadi
lebih positif dan harmonis. (Misal: membuat aturan piket
yang jelas, mengadakan sesi "rujuk" jika ada yang
bertengkar, membuat jadwal diskusi kelompok). Ini melatih
kreativitas dan kolaborasi.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku"
1. Rancangan Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok mengembangkan ide solusi dari pertemuan
sebelumnya menjadi sebuah rencana proyek aksi sosial yang
lebih konkret berjudul "Aksi Sosial Positif di Sekolahku".
o Rencana proyek harus mencakup: nama proyek, tujuan,
langkah- langkah pelaksanaan, siapa yang terlibat, dan hasil
yang diharapkan. (Misal: Proyek "Kelas Bersih Tanggung
Jawab Bersama": membuat jadwal piket bergambar,
mengadakan lomba kebersihan kelas).
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam merancang perubahan positif.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan
selama proses pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang peran, tanggung jawab, dan interaksi
sosial. Guru menekankan bahwa setiap individu memiliki peran
penting dalam menciptakan lingkungan yang positif. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
proyek aksi sosial.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk
benar-benar mencoba menerapkan ide proyek mereka di kelas
atau di rumah, dan melaporkan hasilnya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat permainan peran, dan saat mengidentifikasi
masalah/solusi interaksi. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Catatan Hasil Permainan Peran: Penilaian pemahaman peran dan


tanggung jawab.
 LKPD Identifikasi Interaksi Sosial: Penilaian pemahaman bentuk
dan dampak interaksi.
 Rancangan Ide Solusi Interaksi: Penilaian kreativitas dan penalaran
kritis.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Rencana Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku":
Penilaian pemahaman mendalam tentang peran dan interaksi
sosial, kemampuan menganalisis masalah, merancang solusi, dan
keterampilan presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan
bentuk-bentuk interaksi sosial.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial adalah
fondasi penting untuk menjadi anggota masyarakat yang baik. Kita tidak
hidup sendiri; setiap individu memiliki peranan dan terhubung dengan
orang lain. Dengan menjalankan peran kita dengan penuh tanggung
jawab dan berinteraksi secara positif, kita dapat menciptakan lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat yang harmonis, nyaman, dan saling
mendukung. Belajar tentang ini membantu kita menjadi pribadi yang
peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama demi kebaikan
bersama.

L. Materi Bahan Ajar


Pentingnya Peran dan Tanggung Jawab dalam Interaksi Sosial
Setiap orang memiliki peran yang berbeda di berbagai lingkungan, seperti
peran sebagai anak di rumah, sebagai siswa di sekolah, atau sebagai
tetangga di masyarakat. Setiap peran ini datang dengan tugas dan
tanggung jawab tertentu. Misalnya, sebagai anak, tugas kita mungkin
membantu pekerjaan rumah; sebagai siswa, tugas kita adalah belajar
dan mengerjakan PR. Jika setiap orang memahami dan menjalankan
tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, maka interaksi sosial akan
berjalan lancar dan harmonis. Sebaliknya, jika ada yang tidak peduli
dengan perannya, bisa timbul masalah dan ketidaknyamanan dalam
hubungan dengan orang lain.
Berbagai Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu satu dengan
individu lain, atau antara kelompok satu dengan kelompok lain. Ada
berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi setiap hari. Bentuk yang
paling sering kita temui adalah kerja sama, di mana orang-orang saling
membantu untuk mencapai tujuan bersama, seperti kerja bakti atau
belajar kelompok. Ada juga tolong-menolong yang merupakan bentuk
kerja sama saat seseorang membutuhkan bantuan. Namun, ada juga
interaksi yang kurang positif seperti pertengkaran atau persaingan yang
tidak sehat, yang dapat menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan
baik.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Dampak Interaksi Sosial dan Peran Kita


Interaksi sosial memiliki dampak yang besar dalam kehidupan kita.
Interaksi yang positif, seperti kerja sama dan tolong-menolong, dapat
menciptakan suasana yang
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

rukun, saling menghargai, dan membuat pekerjaan lebih mudah


diselesaikan. Kita merasa nyaman dan didukung. Sebaliknya, interaksi
yang negatif dapat menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, dan
ketidaknyamanan. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk
selalu berinteraksi secara positif, dengan berbicara santun, bersikap
ramah, saling menghormati, dan menyelesaikan masalah melalui
musyawarah. Peran aktif kita dalam menciptakan interaksi positif sangat
penting bagi diri sendiri dan orang lain.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian sadari tentang peran dan
tanggung jawab kalian di rumah atau sekolah?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan permainan
peran atau merancang proyek aksi sosial?
3. Satu hal apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang untuk
membuat interaksi kalian dengan teman atau keluarga
menjadi lebih baik?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
pentingnya peran dan tanggung jawab dalam interaksi sosial? Jika
tidak, bagaimana cara saya dapat memperkuat pemahaman
tersebut?
2. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil memicu empati dan
keinginan peserta didik untuk menciptakan interaksi positif?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang nilai-nilai sosial pada peserta
didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Skenario Interaksi Sosial"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana kalian akan bereaksi atau
bertindak dalam skenario berikut agar tercipta interaksi sosial yang
positif. Jelaskan peran kalian dan dampaknya.

Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Sosial Bisa
Dampaknya Terhadap
Kalian
Interaksi
Ambil
Menawarkan bantuan,
Contoh: Teman menjelaskan kembali
Teman yang
sebangku kesulitan materi. Dampaknya: teman
membantu
memahami pelajaran. merasa terbantu, hubungan
makin akrab.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Peran
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi yang Bisa
Dampaknya Terhadap
Sosial Kalian
Interaksi
Ambil
1. Ada teman yang
sering membuang
sampah
sembarangan di
kelas.
2. Kalian melihat
teman bertengkar
karena masalah kecil.

3. Guru meminta
kalian kerja kelompok
untuk tugas sulit.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Rencana Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku"
Tema: "Membangun Interaksi Sosial yang Harmonis"
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggot
Anggot Anggota
a
Anggota a kelompo
kelomp
kelomp Anggota kelomp k
ok
1. ok kelompok ok menunju
menunj
Kedalam tidak menunjuk menunj k kan
u kkan
an menunj k an u kkan pemaha
pemaha
Pemaha u kkan pemaham pemah m an
man
man pemaha a n yang a man mendala
yang
Peran & man sangat yang m,
Tanggun baik
tentang terbatas cukup mampu
g Jawab dan
peran tentang tentang mengait
mampu
atau peran. peran k an
menjela
tanggun dan peran
s kan
g jawab. fungsin dengan
peran
y a. dampak
dengan
sosial.
benar.
2. Analisis Analisis Analisis Analisis Analisi
Kualitas interak interak interak interaks s
Analisis si salah si si i tepat interak
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

kurang cukup dan si


sangat
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Interaksi atau tepat tepat, penjela tepat,
Sosial tidak atau namun s an orisinal,
releva sangat penjela rinci dan
n. minim. s an serta penjelas
kurang akurat an
rinci. tentang sangat
dampa rinci
k. serta
analitis
tentang
dinamik
a sosial.
Kerja
sama
Kerja Kerja sangat
sama sama baik,
Tidak
cukup baik, semua
ada Sedikit
3. baik, semua anggota
kerja kerja
Kolabora namun anggota berpartis
sama, sama,
si dalam masih berparti i pasi
ada sebagian
Kelompo ada si pasi penuh,
domina besar
k anggot aktif saling
si anggota
a yang dan mengins
individu pasif.
kurang saling p irasi,
atau
aktif. menduk dan
konflik.
u ng. berkontr
ib usi
signifika
n.
Kualitas
Presenta
si Proyek

Penyam
Penyampa Penyam
p aian
Penyam i an p aian Penyam
sangat
p aian kurang cukup p aian
4. jelas,
tidak jelas, jelas, jelas,
Kejelasa persuasi
jelas, sering namun lugas,
n f,
sulit terputus, masih dan
Penyamp menarik
dimeng dan ada mudah
aian , dan
er ti, menggun bagian dimeng
Pesan menggu
dan ak an yang er ti
n akan
berbelit- bahasa kurang oleh
bahasa
belit. yang lugas. audiens.
yang
membing
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

efektif.
un gkan.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaia (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Menguas
ai
materi
Mengua
dengan
s ai
Tidak sangat
Kurang Cukup materi
mengua baik,
menguasa mengua dengan
s ai mampu
5. i materi, s ai baik,
materi, menjela
Penguas banyak materi, mampu
sering s kan
aan ragu, dan namun menjela
memba ide
Materi sering masih s kan
ca proyek
Proyek bergantun terlihat ide
teks, secara
g pada kurang proyek
atau mendala
catatan. percaya dengan
menjaw m, dan
diri. tepat,
a b di menjaw
dan
luar ab
percaya
konteks. pertanya
diri.
an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
sangat
Proyek kreatif,
Proyek
Proyek menarik inovatif,
sedikit Proyek
monoto , sangat
menarik, cukup
6. n, tidak relevan, relevan,
relevansi menari
Kreativit relevan, dan dan
terbatas, k,
as dan atau desain berpote
atau cukup
Kelayaka tanpa cukup ns i
kurang relevan
n Proyek media bervaria memberi
bervariasi ,
yang s i serta k an
dalam namun
menarik layak dampak
penyampai kurang
. dilaksan positif
an. inovatif
a kan. yang
.
nyata.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Melakukan wawancara singkat dengan berbagai orang di
sekolah (misalnya, kepala sekolah, petugas kebersihan,
pustakawan) tentang peran dan tanggung jawab mereka.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Menulis cerita pendek tentang pentingnya kerja sama dalam


mencapai tujuan.
o Mencari tahu tentang organisasi sosial di lingkungan sekitar
dan peran mereka dalam masyarakat.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan
pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan
contoh-contoh yang lebih konkret dan dekat dengan
kehidupan mereka.
o Melakukan simulasi peran sederhana secara langsung
dengan pendampingan guru.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
identifikasi peran dasar di keluarga dan sekolah.

P. Glosarium
1. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu,
kelompok, atau individu dengan kelompok dalam masyarakat.
2. Peran: Kedudukan atau fungsi yang harus dilakukan seseorang
dalam suatu kelompok atau masyarakat.
3. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
seseorang sesuai dengan perannya.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Geografi Lokal, Keanekaragaman, dan
Kearifan Lokal

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki pemahaman mendalam
tentang identitas lokal dan nasional serta peduli terhadap
pelestarian budaya dan lingkungan.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
keterkaitan antara bentang alam, profesi, dan kebudayaan lokal.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide
baru dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk mengumpulkan informasi dan
mempresentasikan hasil belajar.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi tentang
daerahnya sendiri secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi
tentang daerahnya dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun di
kota/kabupaten Karangsari, provinsi Jawa Timur. Tahukah kalian, di
mana tepatnya kota kita ini berada di peta Indonesia? Bagaimana
rasanya tinggal di daerah yang indah ini?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita belajar bersyukur atas segala
ciptaan Tuhan, termasuk kekayaan alam dan budaya di daerah
kita. Bagaimana ibadah kita mengingatkan kita untuk menjaga
warisan leluhur dan alam sekitar?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

3. Berolahraga: "Di daerah kita, mungkin ada olahraga tradisional


atau permainan rakyat. Pernahkah kalian mencobanya?
Bagaimana olahraga ini membuat kita lebih dekat dengan budaya
daerah?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi tempat tinggal kita
lebih dalam, dari bentang alamnya hingga budayanya. Mengapa
penting bagi kita untuk mengenal dan mencintai daerah kita
sendiri?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan khas daerah kita seringkali
menggunakan bahan-bahan alami dari bentang alam sekitar. Apa
makanan khas daerah kalian yang paling kalian suka? Dari mana
asalnya bahan-bahan makanan itu?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti menemukan
keanekaragaman budaya, seperti bahasa atau tradisi. Bagaimana
kita bisa hidup rukun dengan perbedaan-perbedaan ini? Apa
yang bisa kita lakukan untuk melestarikan kearifan lokal?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk belajar dan
beraktivitas. Bayangkan jika semua pengetahuan tentang daerah
kita, seperti cerita rakyat atau adat istiadat, hilang begitu saja.
Bagaimana perasaan kalian? Apa yang bisa kita lakukan agar ini
tidak terjadi?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat


tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta
keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati,
keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat
tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik menunjukkan letak kota/kabupaten Karangsari dan
provinsi Jawa Timur pada peta konvensional atau digital.
 Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam di sekitar
tempat tinggalnya (dataran rendah, dataran tinggi, pantai,
sungai, gunung) dan memberikan contohnya.
 Peserta didik menjelaskan keterkaitan antara bentang alam
dengan jenis profesi masyarakat di sekitarnya.
 Peserta didik mengidentifikasi keanekaragaman hayati
(hewan dan tumbuhan khas) dan keragaman budaya (adat
istiadat, pakaian adat, kesenian daerah) di daerahnya.
 Peserta didik menjelaskan contoh kearifan lokal yang masih
diterapkan di masyarakat tempat tinggalnya.
 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang sejarah singkat
keluarga atau masyarakat di tempat tinggalnya.
 Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya
pelestarian keanekaragaman hayati, keragaman budaya,
dan kearifan lokal.
 Peserta didik mengembangkan sikap bangga terhadap daerah
asal dan semangat melestarikan kekayaan lokal.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

E. Sarana dan Prasarana


1. Peta Provinsi Jawa Timur dan Peta Indonesia (konvensional/digital).
2. Video/Foto tentang bentang alam, profesi, budaya, dan kearifan
lokal daerah Lumajang dan sekitarnya.
3. Alat dan bahan untuk membuat poster/maket sederhana
(kertas karton, spidol, pensil warna, plastisin, barang bekas).
4. Akses internet/komputer untuk mencari informasi dan video edukasi.
5. Narasumber lokal (jika memungkinkan, untuk sesi wawancara).

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Penyelidikan Lapangan (mini), Wawancara (sederhana),
Observasi, Diskusi Kelompok, Pembuatan Proyek (Peta
Interaktif/Pameran Mini), Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Otentik: Peserta didik akan melakukan


penyelidikan langsung terhadap lingkungan dan budaya
sekitar mereka.
o Pembelajaran Berbasis Konteks Lokal: Materi akan sangat
relevan dengan kehidupan peserta didik, mendorong
pemahaman mendalam.
o Sintesis Informasi: Peserta didik akan menggabungkan
berbagai jenis informasi (geografi, budaya, sejarah) untuk
membentuk pemahaman yang komprehensif.
o Koneksi Emosional: Kegiatan akan mendorong rasa
bangga dan kepemilikan terhadap warisan lokal.
o Pengembangan Produk Nyata: Peserta didik akan
menghasilkan proyek yang menunjukkan pemahaman
mendalam mereka tentang daerahnya.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah
kalian, sekolah kalian, sawah di dekat rumah, atau gunung yang
terlihat dari kejauhan. Apa yang kalian rasakan saat
membayangkan tempat-tempat itu? Bisakah kalian
menggambarkannya?"
 Meaningful Learning: "Jika ada orang dari negara lain datang ke
sini, apa yang paling ingin kalian tunjukkan atau ceritakan
tentang daerah kita? Mengapa penting bagi kita untuk tahu
tentang tempat tinggal kita, budaya, dan sejarah keluarga kita?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pemandu wisata di


daerah kita, ke mana saja kalian akan mengajak tamu? Apa cerita
paling menarik yang akan kalian sampaikan tentang Karangsari dan
Jawa Timur?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan peta
Indonesia. Guru bertanya: "Di mana pulau Jawa? Di mana Provinsi
Jawa Timur? Di mana letak kota/kabupaten kita?" Guru bisa
menggunakan peta digital interaktif. Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari lebih dalam tentang daerah tempat tinggal
mereka, dari geografinya hingga budayanya. Guru mengaitkan
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar
Belajar" dan "Bermasyarakat" untuk menumbuhkan rasa cinta
tanah air dan kepedulian sosial.
4. Pengenalan Proyek (15 menit): Guru memperkenalkan proyek utama
selama tema ini: "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku". Setiap
kelompok akan membuat sebuah diorama, poster interaktif, atau
presentasi digital yang berisi informasi lengkap tentang Karangsari
dan Jawa Timur, termasuk bentang alam, profesi, budaya, kearifan
lokal, dan sejarah singkat.

Inti (14 JP)


Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengenal Bentang Alam dan Profesi Lokal
1. Eksplorasi Peta dan Bentang Alam (90 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan peta Provinsi Jawa Timur dan
peta Kabupaten Lumajang (jika ada). Mereka diminta
mengidentifikasi dan menandai lokasi SDN Karangsari 02.
o Guru menayangkan video/gambar berbagai bentang alam
(gunung, pantai, dataran rendah, sungai, sawah) yang ada
di Jawa Timur, khususnya sekitar Lumajang.
o Peserta didik mencatat karakteristik masing-masing bentang
alam. Ini melatih penalaran kritis dan observasi.
2. Keterkaitan Bentang Alam dan Profesi (90 menit):
o Guru memandu diskusi tentang hubungan antara bentang
alam dengan jenis-jenis profesi masyarakat yang ada di sana
(misal: petani di dataran rendah/sawah, nelayan di pantai,
penambang di gunung, pedagang di kota).
o Peserta didik mengidentifikasi profesi yang paling banyak
ditemui di sekitar tempat tinggal mereka dan
menghubungkannya dengan bentang alam.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Setiap kelompok memilih satu bentang alam dan profesi


terkait, lalu membuat sketsa atau mind map untuk proyek
mereka.
3. Observasi Lingkungan (90 menit):
o Jika memungkinkan dan aman, guru mengajak peserta didik
berkeliling sekitar lingkungan sekolah (misal: ke sawah
terdekat, sungai, atau hanya mengamati dari kejauhan) untuk
melihat langsung contoh bentang alam dan aktivitas profesi.
o Peserta didik mencatat hasil observasi mereka.
Pertemuan 4-6 (6 JP): Menggali Keanekaragaman Budaya, Kearifan Lokal, dan
Sejarah
1. Keanekaragaman Hayati dan Budaya (90 menit):
o Guru menampilkan gambar/video tentang keanekaragaman
hayati khas Jawa Timur (misal: harimau jawa - meskipun
punah, burung, bunga rafflesia - contoh kekayaan hayati
Indonesia, dsb) dan keragaman budaya (tari remo, reog
ponorogo, wayang kulit, baju adat, bahasa daerah).
o Peserta didik mengidentifikasi beberapa contoh
keanekaragaman hayati dan budaya di daerah mereka.
o Guru bisa mengundang narasumber lokal (jika
memungkinkan) untuk bercerita tentang tradisi atau
kesenian daerah.
2. Kearifan Lokal dan Sejarah (90 menit):
o Guru menjelaskan konsep kearifan lokal (kebiasaan atau
pengetahuan masyarakat turun-temurun yang baik untuk
lingkungan/masyarakat, misal: menjaga kebersihan
sungai, gotong royong).
o Peserta didik berdiskusi dan mencari contoh kearifan lokal
yang masih ada di lingkungan mereka.
o Guru bercerita singkat tentang sejarah berdirinya SDN
Karangsari 02 atau sejarah singkat daerah Lumajang. Peserta
didik juga bisa ditugaskan untuk bertanya kepada orang tua
atau kakek nenek tentang sejarah keluarga atau lingkungan
mereka.
o Ini melatih komunikasi dan kolaborasi serta menumbuhkan
kewargaan.
3. Merancang Pelestarian (90 menit):
o Setelah memahami berbagai kekayaan daerah, setiap
kelompok mendiskusikan upaya pelestarian yang bisa
mereka lakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati,
keragaman budaya, dan kearifan lokal.
o Mereka mulai mengumpulkan ide dan bahan untuk proyek
"Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku", fokus pada bagian
keanekaragaman dan pelestarian. Ini melatih kreativitas.
Pertemuan 7 (2 JP): Persiapan dan Finalisasi Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta
Daerahku"
1. Penyelesaian Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan proyek
mereka.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Mereka memastikan semua informasi (letak geografis,


bentang alam, profesi, keanekaragaman, kearifan lokal,
sejarah, dan upaya pelestarian) terangkum dengan baik dan
menarik dalam proyek (diorama/poster/presentasi digital).
o Guru berkeliling memberikan bimbingan, umpan balik, dan
memastikan semua anggota kelompok berkontribusi
(kolaborasi dan kemandirian).

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang daerahnya. Bagaimana perasaan mereka
setelah mengetahui begitu banyak hal tentang tempat tinggalnya?
Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah
menyelesaikan proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menyiapkan jadwal untuk "Pameran
Mini: Aku Cinta Daerahku" di kelas atau di area sekolah yang dapat
dilihat oleh siswa lain atau orang tua. Peserta didik diharapkan
bisa menjelaskan proyek mereka kepada pengunjung pameran.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan observasi lapangan, dan saat
merancang proyek. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
 Catatan Hasil Observasi Lingkungan/Wawancara: Penilaian
kemampuan mengumpulkan informasi dan mencatat.
 Mind Map/Sketsa Awal Proyek: Penilaian pemahaman awal
tentang keterkaitan bentang alam dan profesi.
 Partisipasi Diskusi Identifikasi Kearifan Lokal/Sejarah:
Penilaian pemahaman dan kemampuan komunikasi.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku" (Diorama/Poster
Interaktif/Presentasi Digital): Penilaian pemahaman mendalam
tentang geografi lokal, keanekaragaman hayati, keragaman
budaya, kearifan lokal, sejarah, serta upaya pelestariannya.
Penilaian juga mencakup kreativitas, kolaborasi, dan
kemampuan presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang letak geografis, jenis bentang alam,
profesi, keanekaragaman budaya, dan kearifan lokal.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

K. Pemahaman Bermakna
Mengenal dan memahami tempat tinggal kita lebih dalam adalah seperti
menemukan harta karun tersembunyi. Dari letak geografis di peta, ragam
bentang alam yang indah, hingga kekayaan budaya, kearifan lokal, dan
sejarah masyarakatnya, semua itu membentuk identitas kita sebagai
warga daerah. Dengan memahami hal ini, kita tidak hanya menjadi lebih
bangga akan asal-usul kita, tetapi juga menyadari pentingnya
melestarikan warisan alam dan budaya agar tetap lestari untuk generasi
mendatang. Kita adalah bagian dari sejarah dan masa depan daerah kita.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Jati Diri: Kota, Provinsi, dan Bentang Alam Kita
Setiap dari kita tinggal di sebuah daerah yang memiliki nama dan letak
geografis tertentu. Kita tinggal di Kota/Kabupaten Karangsari, yang
merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur memiliki
berbagai macam bentang alam yang indah dan beragam, seperti dataran
rendah yang subur untuk pertanian, dataran tinggi dengan pegunungan
yang menjulang, garis pantai yang panjang, serta sungai-sungai yang
mengalir. Ragam bentang alam ini sangat memengaruhi kehidupan
masyarakat, termasuk jenis pekerjaan atau profesi yang digeluti
penduduknya. Misalnya, di daerah pantai, banyak penduduk menjadi
nelayan, sementara di dataran rendah, banyak yang menjadi petani.
Kekayaan Alam dan Budaya Daerah Kita
Selain bentang alam yang beragam, daerah kita juga kaya akan
keanekaragaman hayati, yaitu berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang
hidup di dalamnya. Kita juga memiliki keragaman budaya yang sangat
istimewa, mulai dari bahasa daerah, pakaian adat, tarian tradisional, alat
musik, hingga berbagai jenis makanan khas.
Semua ini adalah warisan dari leluhur kita yang harus kita jaga.
Keanekaragaman ini menjadi cerminan identitas daerah kita yang unik dan
berwarna.
Menjaga Warisan: Kearifan Lokal dan Sejarah
Di tengah keragaman ini, masyarakat kita juga memiliki kearifan lokal,
yaitu nilai- nilai luhur, pengetahuan, atau kebiasaan turun-temurun yang
baik dan bijaksana dalam mengelola lingkungan atau mengatur
kehidupan sosial. Contohnya, tradisi gotong royong dalam membangun
sesuatu atau kebiasaan menjaga kebersihan sungai. Kearifan lokal ini
seringkali lahir dari pengalaman dan sejarah panjang masyarakat di
daerah kita. Mempelajari sejarah keluarga dan masyarakat di sekitar kita
membantu kita memahami akar budaya dan nilai-nilai yang membentuk
kita saat ini, serta menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab
untuk melestarikan semua kekayaan ini.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa fakta paling menarik yang kalian temukan tentang
kota/kabupaten Karangsari atau Provinsi Jawa Timur?
2. Bagaimana perasaan kalian setelah mengetahui begitu
banyak tentang kebudayaan dan kearifan lokal daerah kita?
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

3. Satu hal apa yang ingin kalian lakukan untuk membantu


melestarikan kekayaan alam atau budaya di daerah kalian?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang keterkaitan antara geografi, budaya, dan profesi di daerah
mereka? Jika tidak, bagaimana cara saya dapat memperkuat
pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan proyek berhasil memicu rasa bangga dan
keinginan peserta didik untuk melestarikan warisan lokal?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang identitas lokal dan tanggung
jawab sosial pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Jejak Langkah di Karangsari"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana bentang alam di sekitar
Karangsari memengaruhi kehidupan masyarakat dan profesi mereka.
Kemudian, identifikasi satu contoh kearifan lokal yang terkait dengan
bentang alam tersebut.

Bagaimana
Kearifan
Profesi Bentang Alam
Bentang Alam di Lokal
Masyaraka Memengaruhi
Karangsari/Lumajang yang
t yang Profesi?
Terkait
Terkait (minimal 2
(jika ada)
poin)
Tradisi
Tanah subur cocok
"Bersih
untuk menanam
Contoh: Dataran Desa"
Petani Padi padi. Air mudah
Rendah sebelum
didapat dari
(persawahan) menana
sungai/irigasi.
m padi

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku"
Tema: "Mengenal dan Melestarikan Kekayaan Daerahku"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sanga (Sanga
Penilaia (Kurang (Cukup (Baik)
t t Baik)
n ) )
Kurang
)
Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
kelompo
Anggota Anggota
k
kelompo Anggota kelompo
menunju
k tidak Anggota kelompo k
k kan
menunju kelompok k menunju
1. pemaha
k kan menunjuk menunju kkan
Kedalam an man
pemaha k an kkan pemaha
Pemaha mendala
man pemaham pemaha man
man m dan
tentang an man baik dan
Konsep mampu
geografi, sangat cukup mampu
Lokal mengait
budaya, terbatas tentang menjela
k an
atau tentang konsep s kan
berbaga
kearifan konsep lokal konsep
i konsep
lokal lokal. dan lokal
lokal
daerah. contohn dengan
secara
y a. benar.
kompre
h ensif.
Analisis
keterkai
ta n
Analisis
sangat
keterkait Analisis Analisis
tepat,
an Analisis keterkai keterkai
2. orisinal,
bentang keterkaita t an t an
Kualitas dan
alam n kurang cukup tepat
Analisis penjelas
dan tepat tepat, dan
Keterkait an
profesi/b atau namun penjelas
an sangat
u daya sangat penjelas a n rinci
rinci
salah minim. an serta
serta
atau kurang akurat.
analitis
tidak rinci.
tentang
relevan.
hubung
an
komplek
s
.
Tidak ada Sedikit kerja Kerja Kerja sama Kerja
3.
kerja sama, sama baik, sama
Kolabora si
sama, sebagian cukup semua sangat
dalam
ada besar baik, anggota baik,
Kelompo
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

k
dominas anggota namu berparti semua
i pasif. n si anggot
individu masih a
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaia (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
atau ada pasi berparti
konfli anggot aktif si pasi
k. a yang dan penuh,
kurang saling saling
aktif. menduk mengins
u ng. p irasi,
dan
berkontr
i busi
signifika
n
.
Kualitas
Presenta
si
Proyek

Penyam
Penyampa Penyam
p aian
i an p aian Penyam
sangat
4. Penyam kurang cukup p aian
jelas,
Kejelasa p aian jelas, jelas, jelas,
persuasi
n tidak sering namun lugas,
f,
Penyam jelas, terputus, masih dan
menarik
paian sulit dan ada mudah
, dan
Informas dimenge menggun bagian dimeng
menggu
i r ti, dan a kan yang er ti
n akan
berbelit- bahasa kurang oleh
bahasa
belit. yang lugas. audiens.
yang
membing
efektif.
u ngkan.
Mengua
s ai
Mengua
materi
s ai
dengan
Tidak Kurang Cukup materi
sangat
mengua menguasa mengua dengan
baik,
5. s ai i materi, s ai baik,
mampu
Penguas materi, banyak materi, mampu
menjela
aan sering ragu, dan namun menjela
s kan
Materi membac sering masih s kan
ide
Proyek a teks, bergantun terlihat ide
proyek
atau g pada kurang proyek
secara
menjaw catatan. percaya dengan
mendal
a b di diri. tepat,
a m,
luar dan
dan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

konteks. percaya
menjaw
diri.
ab
pertany
a an
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala 4
1 5
Penilaia (Kurang 3 (Baik)
(Sanga (Sanga
n ) (Cukup
t t Baik)
)
Kurang
)
denga
n
analisi
s
tajam.
Proyek
Proyek sangat
Proyek menarik kreatif,
Proyek Proyek cukup , inovatif,
6. monoton sedikit menarik menggu interakti
Kreativit , tanpa menarik, , n akan f, dan
as dan media kurang menggu media berhasil
Kualitas atau bervariasi n akan yang memika
Produk cara dalam media relevan, t
Proyek penyam penyamp sederha dan perhatia
p aian ai an. n a, desain n
yang namun cukup audiens
menarik. kurang bervaria dengan
inovatif. s i. produk
berkuali
ta s
tinggi.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Membuat "peta harta karun" budaya daerah, yang
menunjukkan lokasi tempat-tempat bersejarah atau kesenian
tradisional.
o Mengadakan mini-wawancara dengan tokoh masyarakat atau
seniman lokal tentang kearifan lokal atau sejarah daerah.
o Mendesain brosur wisata sederhana tentang
daerah Karangsari/Lumajang.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan
pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan peta
fisik dan gambar-gambar yang lebih konkret.
o Melakukan identifikasi sederhana tentang bentang alam
atau profesi yang paling dekat dengan tempat tinggal
mereka.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada


pengenalan dasar peta dan contoh-contoh budaya lokal.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang bervariasi, seperti
gunung, pantai, dataran rendah, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai luhur yang diwariskan
secara turun-temurun oleh suatu masyarakat dan berguna
dalam kehidupan.
3. Keanekaragaman Hayati: Berbagai jenis makhluk hidup
(tumbuhan dan hewan) beserta ekosistem tempat hidupnya.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Setiawan, A. (2019). Geografi Sosial Budaya. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Kebutuhan, Keinginan, dan Uang

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
perbedaan antara kebutuhan dan keinginan serta membuat
keputusan finansial sederhana.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan ide-ide kreatif
tentang cara menabung atau menggunakan uang dengan bijak.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan
bersama.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan
pengeluaran dan menabung secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pemahaman
mereka tentang nilai uang dan pentingnya menabung.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini saat bangun, hal pertama apa
yang kalian butuhkan? Sarapan, minum air, atau mainan baru?
Mengapa sarapan lebih penting daripada mainan baru di pagi
hari?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita belajar bersyukur. Bersyukur atas
apa yang kita miliki. Apa yang paling kalian syukuri saat ini, apakah
itu sesuatu yang kalian butuhkan atau hanya kalian inginkan?"
3. Berolahraga: "Ketika berolahraga, kita butuh pakaian dan sepatu
yang nyaman. Ini adalah kebutuhan. Apakah membeli baju
olahraga yang paling mahal adalah kebutuhan atau keinginan?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang apa itu
kebutuhan dan keinginan, serta bagaimana uang membantu kita
mendapatkan keduanya. Mengapa penting sekali bagi kita untuk
bisa membedakan keduanya?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan adalah kebutuhan dasar kita.


Mengapa penting untuk makan makanan sehat dan bergizi setiap
hari? Apakah membeli camilan yang tidak sehat itu kebutuhan atau
keinginan?"
6. Bermasyarakat: "Di masyarakat, ada banyak orang dengan
kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Bagaimana kita bisa
saling membantu memenuhi kebutuhan dasar, terutama bagi
mereka yang kurang beruntung?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup adalah kebutuhan agar tubuh kita
sehat. Bayangkan jika kita tidak punya uang untuk membeli
makanan atau tempat tinggal. Apa yang akan terjadi? Mengapa
uang itu penting?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata


uang dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan dan
keinginan dengan memberikan contoh yang relevan.
 Peserta didik mengklasifikasikan daftar benda atau layanan ke
dalam kategori kebutuhan atau keinginan.
 Peserta didik menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar, alat
pembayaran, dan alat penyimpan nilai.
 Peserta didik mengidentifikasi nilai berbagai pecahan mata uang
Rupiah (kertas dan logam) dan menggunakannya dalam simulasi
transaksi sederhana.
 Peserta didik membuat rencana sederhana untuk menghemat
atau menabung uang untuk memenuhi kebutuhan atau
keinginan tertentu.
 Peserta didik mengembangkan sikap bijak dalam mengelola
uang dan prioritas pengeluaran.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Flashcard berbagai benda kebutuhan (makanan,
pakaian, tempat tinggal) dan keinginan (mainan, gadget
terbaru).
2. Replika mata uang Rupiah (kertas dan logam) atau gambar mata
uang asli.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD) berupa tabel atau daftar.
5. Video/Animasi tentang sejarah uang atau cara menabung.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Inkuiri)
 Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Simulasi (Role Play), Studi
Kasus, Brainstorming, Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Konseptual: Peserta didik akan


menyelidiki dan membedakan konsep abstrak
kebutuhan dan keinginan.
o Aplikasi Praktis: Peserta didik akan mengaplikasikan
pemahaman tentang uang dalam simulasi kehidupan
nyata.
o Pengambilan Keputusan: Peserta didik akan diajak untuk
berpikir kritis dalam membuat keputusan terkait prioritas
pengeluaran.
o Koneksi Diri: Peserta didik akan merefleksikan kebiasaan
belanja dan menabung mereka sendiri.
o Pemecahan Masalah: Peserta didik akan mencari solusi
untuk memenuhi kebutuhan dengan sumber daya
terbatas.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian punya uang Rp10.000, apa yang akan
kalian beli? Apakah itu sesuatu yang harus kalian punya, atau
hanya kalian inginkan?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa membeli semua
yang kita inginkan? Mengapa penting bagi kita untuk tahu
bedanya kebutuhan dan keinginan?"
 Joyful Learning: "Kalau kalian bisa punya tabungan sebanyak-
banyaknya, hal apa yang paling ingin kalian wujudkan dengan
uang itu? Mengapa itu penting untuk kalian?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin
doa, dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan dua
gambar: satu gambar anak sedang makan nasi dan lauk pauk
sederhana, satu gambar anak sedang bermain robot mahal. Guru
bertanya: "Manakah yang lebih penting? Mengapa? Apa bedanya?"
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful
learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta
fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengaitkan dengan
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Makan Sehat dan
Bergizi" (kebutuhan dasar) dan "Gemar Belajar" (mengelola
keuangan).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini


kita akan menjadi "manajer keuangan cilik" yang akan belajar
membedakan apa yang
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

kita perlukan dan apa yang kita inginkan, serta bagaimana


menggunakan uang dengan bijak.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Membedah Kebutuhan vs. Keinginan
1. Identifikasi dan Klasifikasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Guru menyediakan daftar benda/layanan (misal: makanan,
air minum, buku pelajaran, mainan, smartphone terbaru,
liburan mewah, seragam sekolah, pensil warna baru, biskuit).
o Setiap kelompok mendiskusikan dan mengklasifikasikan
setiap item ke dalam kategori kebutuhan (sesuatu yang harus
ada untuk bertahan hidup/penting) atau keinginan (sesuatu
yang menyenangkan tapi tidak harus ada).
o Peserta didik mengisi LKPD berupa tabel klasifikasi. Ini melatih
penalaran kritis dan kolaborasi.
2. Studi Kasus dan Prioritas (60 menit):
o Guru menyajikan beberapa skenario studi kasus (misal:
"Keluarga Budi hanya punya uang cukup untuk membeli beras
atau membeli es krim. Apa yang sebaiknya dibeli?" atau "Ani
punya uang saku Rp 5.000. Dia butuh pensil tapi juga ingin
membeli permen.")
o Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan keputusan
yang tepat dan alasannya, dengan menekankan prioritas
kebutuhan.
o Guru memandu diskusi kelas untuk menyimpulkan
pentingnya membedakan dan memprioritaskan
kebutuhan di atas keinginan.
3. Refleksi Diri (60 menit):
o Peserta didik secara individu menuliskan 3 kebutuhan
utama mereka dan 3 keinginan utama mereka.
o Kemudian, mereka menuliskan bagaimana cara mereka (atau
keluarga mereka) biasanya memenuhi kebutuhan dan
keinginan tersebut. Ini melatih kemandirian dan pemahaman
diri.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengenal Nilai dan Fungsi Uang
1. Eksplorasi Uang (90 menit):
o Guru menunjukkan berbagai replika mata uang Rupiah
(kertas dan logam) dari pecahan terkecil hingga terbesar.
o Peserta didik diminta mengidentifikasi nilai setiap pecahan
uang.
o Guru menjelaskan fungsi uang:
 Alat tukar: untuk membeli barang dan jasa.
 Alat pembayaran: untuk membayar sesuatu (tagihan,
utang).
 Alat penyimpan nilai: untuk menabung di masa depan.
o Gambar
2. Simulasi Transaksi "Pasar Mini" (90 menit):
o Guru menyiapkan "pasar mini" di kelas dengan beberapa
meja yang menjual "barang" (benda sederhana atau
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

gambar benda) dengan harga yang tertera.


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Setiap peserta didik diberikan sejumlah replika uang (misal:


Rp10.000).
o Peserta didik secara bergantian berperan sebagai pembeli
dan penjual, melakukan transaksi jual beli dengan
menghitung kembalian.
o Ini adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna
untuk melatih pengenalan nilai uang, berhitung, dan interaksi
sosial dalam konteks ekonomi sederhana.
Pertemuan 5 (2 JP): Merancang Rencana Keuangan Sederhana
1. Diskusi dan Perencanaan (90 menit):
o Guru memandu diskusi tentang pentingnya menabung untuk
mencapai tujuan (misal: membeli buku cerita, mainan, atau
membantu orang tua).
o Setiap peserta didik merancang rencana keuangan sederhana:
 Tuliskan satu keinginan yang ingin dicapai (misal:
membeli buku komik).
 Tuliskan harga barang tersebut.
 Tuliskan berapa banyak uang saku yang bisa
ditabung setiap hari/minggu.
 Hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menabung.
o Ini melatih penalaran kritis, kemandirian, dan kreativitas
dalam membuat keputusan finansial pribadi.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang kebutuhan, keinginan, dan bagaimana
mengelola uang. Guru menekankan pentingnya menjadi pribadi
yang bijak dalam keuangan. Guru juga mengaitkan kembali dengan
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
rencana keuangan.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk
mulai menerapkan rencana menabung mereka di rumah dan
menceritakan pengalamannya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran
dengan doa dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat simulasi pasar mini, dan saat merancang rencana
keuangan. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi,
penalaran kritis, dan kemandirian).
 LKPD Klasifikasi Kebutuhan vs. Keinginan: Penilaian pemahaman
konsep.
 Partisipasi Simulasi Pasar Mini: Penilaian pengenalan nilai uang
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

dan keterampilan berhitung sederhana.


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Rancangan Rencana Keuangan Sederhana: Penilaian


kemampuan perencanaan dan penerapan konsep.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Konsep "Kebutuhan dan Keinginan dalam Hidupku":
Peserta didik mempresentasikan hasil klasifikasi pribadi dan
rencana keuangan mereka, menjelaskan mengapa item tersebut
penting bagi mereka dan bagaimana mereka akan mengelolanya.
(Menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
Penilaian pemahaman mendalam, penalaran kritis, dan
komunikasi.
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang perbedaan kebutuhan dan
keinginan, nilai pecahan mata uang, dan fungsi uang.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah pelajaran
hidup yang sangat penting. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang harus
kita miliki untuk hidup, seperti makanan, air, pakaian, dan tempat
tinggal. Sedangkan keinginan adalah hal-hal yang menyenangkan,
namun tidak mutlak harus ada. Uang menjadi alat yang sangat penting
untuk mendapatkan keduanya. Dengan memahami fungsi uang dan
bagaimana mengelolanya dengan bijak, kita bisa memprioritaskan
pengeluaran, menabung untuk masa depan, dan mencapai tujuan
finansial. Ini akan membantu kita menjadi pribadi yang mandiri dan
bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya.

L. Materi Bahan Ajar


Kebutuhan dan Keinginan: Apa Bedanya?
Dalam hidup, kita sering kali mendengar istilah kebutuhan dan keinginan,
tetapi apa sebenarnya perbedaannya? Kebutuhan adalah segala sesuatu
yang harus ada atau harus kita miliki agar kita bisa bertahan hidup dan
beraktivitas dengan baik.
Contohnya adalah makanan untuk dimakan, air untuk diminum, pakaian
untuk melindungi tubuh, dan rumah sebagai tempat tinggal. Tanpa
kebutuhan ini, hidup kita akan sulit atau bahkan tidak mungkin.
Sebaliknya, keinginan adalah segala sesuatu yang kita inginkan atau
dambakan untuk membuat hidup kita lebih nyaman, senang, atau
mewah, tetapi tidak mutlak harus ada untuk bertahan hidup. Contoh
keinginan bisa berupa mainan baru, gadget mahal, liburan ke tempat
jauh, atau makanan ringan yang lezat. Membedakan keduanya
membantu kita mengatur prioritas.
Uang: Alat Ajaib dalam Hidup Kita
Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, kita membutuhkan uang.
Uang adalah alat tukar yang sah dan diterima secara umum. Di Indonesia,
mata uang kita adalah Rupiah, yang terdiri dari berbagai pecahan, baik
dalam bentuk kertas maupun koin. Uang memiliki beberapa fungsi
penting. Pertama, sebagai alat tukar atau alat pembayaran, artinya kita
menggunakan uang untuk membeli barang atau membayar jasa yang kita
butuhkan. Kedua, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai atau alat
tabungan, yang berarti kita bisa menyimpan uang untuk digunakan di
masa depan.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Mengelola Uang dengan Bijak


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Meskipun uang sangat penting, kita tidak bisa membeli semua yang kita
inginkan. Sumber daya kita terbatas. Oleh karena itu, kita perlu
mengelola uang dengan bijak. Cara terbaik adalah dengan selalu
memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan. Setelah kebutuhan dasar
terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Salah satu cara bijak
mengelola uang adalah dengan menabung.
Menabung berarti menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk
tujuan tertentu di masa depan, misalnya membeli sesuatu yang kita
inginkan, atau untuk keadaan darurat. Dengan menabung, kita belajar
disiplin dan bertanggung jawab atas keuangan kita sendiri.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Satu pelajaran paling berharga apa yang kalian dapatkan tentang
uang hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan simulasi "Pasar Mini"
dan harus menghitung kembalian?
3. Apakah kalian sekarang merasa lebih siap untuk menabung
uang saku kalian? Mengapa?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik dapat membedakan antara kebutuhan
dan keinginan dengan baik? Jika tidak, strategi apa yang bisa saya
gunakan untuk memperkuat pemahaman ini?
2. Apakah simulasi "Pasar Mini" efektif dalam membantu
peserta didik memahami fungsi dan nilai uang?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang literasi keuangan dasar pada
peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama:

Kelas:

Tugas Mandiri: "Daftar Kebutuhanku dan Keinginanku"


Petunjuk: Tuliskan 5 kebutuhan utama kalian dan 5 keinginan utama
kalian. Kemudian, berikan alasan mengapa kalian mengklasifikasikannya
demikian.

Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan

Penting untuk sumber


1. Nasi Kebutuhan
tenaga dan kesehatan
tubuh.
Menyenangkan, tapi tidak
2. Mainan Robot Keinginan
esensial untuk bertahan
hidup.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.
Rencana Menabungku
Aku ingin menabung untuk membeli:
(Nama
Barang Keinginan/Tujuan Menabung)

Harga barang tersebut adalah: Rp.

Aku akan menabung sebesar: Rp.


setiap hari/minggu/bulan (coret yang tidak perlu)

Jadi, aku membutuhkan waktu sekitar hari/minggu/bulan untuk


mencapai tujuanku.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Presentasi Konsep "Kebutuhan dan Keinginan


dalam Hidupku"
Tema: "Bijak Mengelola Kebutuhan dan Keinginan dengan Uang"
Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Kualitas
Pemaha
man
Konsep

1. Pesert Peserta Peserta Peserta Peserta


Pemaha a didik didik didik didik didik
man tidak membeda membe membeda membe
Kebutuh dapat k an d akan k an d akan
dengan dengan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
an & membe kurang dengan baik dan dengan
Keingina d akan tepat cukup memberik sangat
n kebutu atau tepat an jelas,
h an memberik dan contoh membe
dan an membe yang ri kan
keingin contoh ri kan jelas contoh
an yang contoh serta orisinal,
atau terbatas. yang beralasan dan
membe relevan . alasan
ri kan . yang
contoh mendal
yang a m.
salah.
Peserta
didik
Peserta memah
didik a mi
Peserta Peserta
Peserta memaham fungsi
2. didik didik
didik i fungsi dan
Pemaha tidak memah
memaha dan nilai nilai
man memah a mi
mi mata uang mata
Fungsi a mi cukup
fungsi/nil dengan uang
dan Nilai fungsi fungsi
ai uang baik, serta secara
Uang atau dan
sangat dapat kompre
nilai nilai
terbatas. mengguna h ensif,
mata mata
k annya. termasu
uang. uang.
k peran
uang
dalam
ekonom
i.
Rencan
a
Rencan Rencan
menabu
3. a Rencana a Rencana
ng
Perenca menabu menabung menabu menabung
sangat
naan ng tidak sangat ng realistis
realistis,
Keuanga ada sederhana cukup dan
detail,
n atau dan kurang realistis terstruktur
Pribadi dan
tidak realistis. , namun dengan
menunj
realistis detailny baik.
u kkan
sama a
pemikir
sekali. kurang.
an
jangka
panjang
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

.
Kualitas
Presenta
si
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Skala Skala
Aspek Skala 2 Skala Skala
1 5
Penilaian (Kurang 3 4
(Sanga (Sanga
) (Cukup (Baik)
t t Baik)
)
Kurang
)
Penyam
Penyamp
Penya paian
ai an
Penya m sangat
kurang
m paian Penyampa jelas,
4. jelas,
paian cukup i an jelas, persuas
Kejelasa sering
tidak jelas, lugas, dan if
n terputus,
jelas, namun mudah ,
Penyam dan
sulit masih dimengert menarik
paian menggun
dimeng ada i oleh , dan
Ide a kan
e rti, bagian audiens. menggu
bahasa
dan yang n akan
yang
berbelit kurang bahasa
membing
- belit. lugas. yang
u ngkan.
efektif.
Tidak
percay Sangat
Cukup
a diri, Percaya percaya
Kurang percay
menghi diri, diri,
percaya a diri,
5. Rasa n dari mampu antusia
diri, namun
Percaya kontak menyamp s, dan
sering masih
Diri mata, ai kan ide mampu
ragu, terlihat
atau dengan mengin
dan sedikit
berbica tenang s pirasi
butuh gugup.
ra dan jelas. audiens
doronga
sangat .
n.
pelan.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang jenis-jenis alat pembayaran selain
uang tunai (misalnya, kartu debit, uang elektronik).
o Membuat daftar anggaran sederhana untuk pengeluaran
sehari-hari.
o Menulis cerita pendek tentang seseorang yang berhasil
menabung untuk mewujudkan keinginannya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan
pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi tentang perbedaan kebutuhan
dan keinginan dengan menggunakan contoh-contoh yang
lebih konkret dan relevan.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Melakukan latihan identifikasi nilai mata uang dan berhitung


kembalian dengan bantuan guru.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
pengenalan dasar kebutuhan dan fungsi uang.

P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal dasar yang mutlak diperlukan untuk bertahan
hidup dan beraktivitas.
2. Keinginan: Hal-hal yang diharapkan atau didambakan untuk
kesenangan atau kenyamanan, tetapi tidak mutlak diperlukan.
3. Mata Uang: Alat pembayaran atau tukar yang sah dan diterima
secara umum di suatu negara (di Indonesia: Rupiah).

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022).
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
3. Rahayu, A. (2018). Pendidikan Keuangan untuk Anak Usia Sekolah
Dasar. Bandung: Alfabeta.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005

Anda mungkin juga menyukai