0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan60 halaman

Ma RPM Seni Rupa 4

Modul ajar Seni Rupa ini dirancang untuk siswa kelas 4 dengan pendekatan Deep Learning dan Project-Based Learning. Pembelajaran berfokus pada pemahaman unsur rupa dan prinsip desain melalui observasi lingkungan sekitar, kolaborasi, dan presentasi. Tujuan utama adalah meningkatkan kreativitas, penalaran kritis, dan kemampuan komunikasi siswa dalam seni rupa.

Diunggah oleh

herisulistiowati32
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan60 halaman

Ma RPM Seni Rupa 4

Modul ajar Seni Rupa ini dirancang untuk siswa kelas 4 dengan pendekatan Deep Learning dan Project-Based Learning. Pembelajaran berfokus pada pemahaman unsur rupa dan prinsip desain melalui observasi lingkungan sekitar, kolaborasi, dan presentasi. Tujuan utama adalah meningkatkan kreativitas, penalaran kritis, dan kemampuan komunikasi siswa dalam seni rupa.

Diunggah oleh

herisulistiowati32
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Seni Rupa
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi profil kelulusan yang sesuai dengan pembelajaran ini.
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi unsur rupa serta prinsip desain.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan karya seni rupa
yang
orisinal dan inovatif.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk menciptakan karya seni.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
pemahaman
mereka tentang seni rupa secara lisan dan visual.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung
jawab dalam proses belajar dan berkarya.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:

Guru dapat memulai dengan percakapan ringan dan positif, seperti:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran hari ini, Ibu/Bapak ingin
tahu, siapa yang pagi ini sudah melakukan Bangun tidur dengan
semangat? (Berikan acungan jempol atau senyuman). Lalu, siapa yang
sudah melaksanakan Beribadah hari ini? Bagus sekali! Siapa yang sudah
Berolahraga atau bergerak hari ini? Wah, hebat!
Nah, sekarang, siapa yang semalam sudah Tidur Cepat agar badannya
segar dan siap belajar hari ini? Luar biasa! Pasti kalian juga sudah siap
Gemar Belajar seni rupa yang seru, kan? Dan tentunya, saat istirahat
nanti, jangan lupa ya, kita harus Makan Sehat dan Bergizi agar tenaga kita
kuat. Terakhir, saat di sekolah, kita harus Bermasyarakat dengan baik,
berteman dengan siapa saja, dan saling membantu."
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran:

Elemen: Mengalami (Experiencing)

Peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan


sekitarnya. Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahaman dua atau lebih unsur rupa dan satu prinsip desain.

 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua
unsur rupa (misalnya, garis dan bentuk) yang terdapat
di lingkungan sekitar dengan tepat.
2. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian minimal satu
prinsip desain (misalnya, keseimbangan) yang diterapkan
dalam karya seni atau objek di lingkungan.
3. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara dua
unsur rupa dan satu prinsip desain dalam sebuah objek atau
karya seni yang diamati.
4. Peserta didik mampu membuat kesimpulan tentang
penggunaan unsur rupa dan prinsip desain berdasarkan hasil
pengamatan mereka.
5. Peserta didik mampu mengomunikasikan hasil pengamatan
dan pemahaman mereka tentang unsur rupa dan prinsip
desain melalui presentasi sederhana atau gambar.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor dan layar
2. Alat tulis dan buku gambar
3. Berbagai contoh objek atau gambar dengan unsur rupa dan
prinsip desain yang menonjol (misalnya, kain batik, anyaman,
poster, foto bangunan)
4. Kamera atau ponsel untuk dokumentasi
5. Papan tulis/Whiteboard

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL)
dikombinasikan dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan
(lingkungan sekolah), praktik pengamatan, presentasi, dan
refleksi.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan
benda- benda di sekitar kita. Apa saja yang membuat benda-
benda itu terlihat menarik?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian melihat lukisan atau
kerajinan tangan, lalu bertanya-tanya, bagaimana ya seniman itu
membuatnya terlihat begitu indah dan seimbang?"
 Joyful Learning: "Kalau kita bisa jadi detektif seni, benda apa ya
yang paling ingin kalian selidiki dan temukan rahasia
keindahannya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam, menanyakan kabar, dan memimpin doa. Guru
mengajak peserta didik melakukan 7 kegiatan Anak Indonesia
Hebat melalui pertanyaan interaktif.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar objek
sehari-hari (misalnya, pola lantai, motif baju, daun, jendela). Guru
bertanya, "Apa yang kalian lihat dari gambar-gambar ini? Adakah
bentuk, garis, atau warna yang berulang?" Ini akan memicu
pengamatan awal.
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus peserta didik. "Anak-
anak, pernahkah kalian perhatikan, mengapa ada bangunan yang
terlihat kokoh dan indah, sementara yang lain biasa saja? Apa
yang membuatnya berbeda?"

Inti (90 menit)


Fase 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (10 menit)
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan
menjadi 'Detektif Seni' yang akan menyelidiki rahasia keindahan
di sekitar kita, yaitu unsur rupa dan prinsip desain."
2. Guru memantik diskusi: "Menurut kalian, apa itu unsur rupa?
Dan apa itu prinsip desain?" Guru mencatat ide-ide awal
peserta didik di papan tulis.
3. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek (20 menit)
1. Guru membagikan Lembar Kerja Proyek (LKP) kepada setiap
kelompok. LKP berisi panduan untuk mengidentifikasi dan
menganalisis unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan
prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan, penekanan) pada
objek di lingkungan sekolah.
2. Setiap kelompok merencanakan objek-objek apa saja yang akan
mereka amati di lingkungan sekolah (misalnya, dinding kelas, pot
bunga, seragam, keramik).
3. Guru membimbing setiap kelompok dalam menyusun rencana
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

observasi dan pembagian tugas.


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Fase 3: Menyusun Jadwal (10 menit)


1. Setiap kelompok menyusun jadwal kegiatan mereka, termasuk
waktu untuk observasi, diskusi, dan persiapan presentasi.
2. Guru memberikan batas waktu yang jelas untuk setiap tahapan
proyek.
Fase 4: Mengawasi Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (30 menit)
1. Eksplorasi Lingkungan (20 menit): Peserta didik secara berkelompok
bergerak di lingkungan sekolah untuk mengamati dan
mendokumentasikan (dengan sketsa atau foto jika memungkinkan)
objek-objek yang mengandung unsur rupa dan prinsip desain. Guru
berkeliling mengawasi dan memberikan bimbingan.
2. Diskusi Kelompok (10 menit): Setelah eksplorasi, peserta didik
kembali ke kelas dan berdiskusi dalam kelompok mereka. Mereka
menganalisis temuan, mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip
desain yang dominan, serta menyimpulkan hasil pengamatan
mereka. Guru memfasilitasi diskusi dan mendorong penalaran
kritis.
Fase 5: Menguji Hasil (10 menit)
1. Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat (5 menit) untuk
membagikan temuan mereka kepada kelompok lain. Mereka bisa
menggunakan sketsa, foto, atau deskripsi lisan.
2. Siswa berlatih presentasi dalam kelompok.
Fase 6: Mengevaluasi Pengalaman (10 menit)
1. Presentasi dan Diskusi Kelas (8 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan hasil pengamatan mereka. Kelompok lain
diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan masukan.
Guru mendorong diskusi yang mendalam tentang perbedaan
dan persamaan dalam pengamatan.
2. Umpan Balik Guru (2 menit): Guru memberikan umpan balik
konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok, menyoroti
pemahaman mendalam tentang unsur rupa dan prinsip desain.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Diri (5 menit): Guru memimpin refleksi bersama. "Apa yang
paling berkesan dari pembelajaran hari ini? Apa yang baru kalian
pelajari tentang benda-benda di sekitar kita?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru merangkum kembali konsep
unsur rupa dan prinsip desain, mengaitkannya dengan pentingnya
pengamatan dalam seni dan kehidupan sehari-hari. Guru dapat
menampilkan kembali beberapa contoh dan meminta siswa untuk
mengidentifikasi unsur dan prinsipnya.
3. Apresiasi dan Penutup (5 menit): Guru memberikan apresiasi atas
partisipasi aktif peserta didik. Guru menyampaikan informasi untuk
pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Partisipasi Kelompok: Guru mengamati keaktifan,
kolaborasi, dan kontribusi setiap anggota kelompok selama
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

diskusi dan eksplorasi.


4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Catatan Lapangan/Sketsa: Penilaian terhadap kelengkapan dan detail


catatan pengamatan atau sketsa yang dibuat peserta didik selama
eksplorasi.
 Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap pemahaman peserta
didik saat berdiskusi dan menganalisis temuan.
 Rubrik Presentasi Awal: Penilaian terhadap kemampuan kelompok
dalam menyampaikan ide dan hasil analisis awal mereka.
Asesmen Sumatif
 Proyek Akhir (Presentasi dan Produk Analisis): Penilaian terhadap
hasil akhir proyek (presentasi kelompok dan lembar kerja analisis
lengkap) menggunakan rubrik penilaian analitik yang ada di bagian
LKPD. Fokus pada kedalaman pemahaman, analisis kritis, dan
kemampuan komunikasi.
 Tes Tulis Singkat (Opsional): Untuk mengukur pemahaman individu
tentang definisi dan contoh unsur rupa serta prinsip desain.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa unsur rupa
(garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan prinsip desain (keseimbangan,
irama, kesatuan, penekanan) bukanlah sekadar konsep abstrak,
melainkan elemen-elemen fundamental yang membentuk keindahan dan
fungsi dari segala sesuatu di sekitar kita, mulai dari karya seni hingga
benda-benda sehari-hari. Pemahaman ini akan meningkatkan apresiasi
estetika mereka dan melatih penalaran kritis dalam melihat dunia.

L. Materi Bahan Ajar


Unsur Rupa: Bahasa Visual di Sekitar Kita
Seni rupa memiliki "bahasa" sendiri yang disebut unsur rupa. Unsur-unsur
ini adalah bahan dasar yang digunakan seniman untuk menciptakan
sebuah karya, dan sebenarnya juga bisa kita temukan di mana-mana.
Bayangkan sebuah garis yang terbentuk dari retakan di dinding, atau
bentuk persegi panjang pada sebuah buku.
Ada juga warna-warni cerah pada bunga, tekstur kasar pada batang
pohon, atau ruang kosong di antara kursi-kursi di kelas. Dengan
memahami unsur-unsur ini— seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan
ruang—kita bisa mulai "membaca" dan mengartikan keindahan yang ada
di sekitar kita.
Prinsip Desain: Aturan Main Keindahan
Selain unsur rupa, ada juga prinsip desain yang mengatur bagaimana
unsur-unsur tersebut disusun agar terlihat indah, harmonis, dan
seimbang. Misalnya, prinsip keseimbangan membuat suatu karya tidak
berat sebelah, seperti timbangan yang seimbang. Prinsip irama
menciptakan kesan gerakan yang berulang dan teratur, seperti pola pada
kain batik. Lalu ada kesatuan yang membuat semua bagian terasa
menyatu dan tidak terpisah-pisah, serta penekanan yang menonjolkan
bagian tertentu agar menjadi pusat perhatian. Prinsip-prinsip ini
membantu kita menciptakan atau mengapresiasi komposisi yang
menarik secara visual.
Mengamati Unsur dan Prinsip di Lingkungan
Dengan menggabungkan pemahaman tentang unsur rupa dan prinsip
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

desain, kita bisa menjadi detektif yang lebih baik dalam mengamati
lingkungan sekitar. Kita bisa melihat bagaimana sebuah lukisan
menggunakan garis melengkung (unsur rupa)
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

untuk menciptakan irama (prinsip desain), atau bagaimana sebuah


bangunan menggunakan bentuk-bentuk geometris (unsur rupa) secara
seimbang (prinsip desain) agar terlihat kokoh dan megah. Latihan
mengamati ini akan melatih mata kita untuk lebih peka terhadap detail
dan keindahan yang seringkali terlewatkan dalam kehidupan sehari-hari,
membuka wawasan baru dalam melihat dunia.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari hari ini
tentang unsur rupa dan prinsip desain?"
2. "Bagian mana dari kegiatan 'detektif seni' yang paling saya
nikmati dan mengapa?"
3. "Apa yang bisa saya lakukan agar lebih teliti dalam mengamati
benda-benda di sekitar saya besok?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apakah
peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang
unsur rupa dan prinsip desain?"
2. "Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif
dalam memicu kreativitas dan kolaborasi peserta didik?"
3. "Strategi atau materi apa yang perlu saya perbaiki atau
tambahkan pada pembelajaran berikutnya agar lebih
bermakna dan menyenangkan?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Detektif Seni Rupa di Sekolahku!
Nama Kelompok:

Anggota

Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Pergilah ke lingkungan sekolah (kelas, koridor, halaman, taman,
dll.) secara berkelompok.
2. Amati minimal 3 objek yang menurut kalian menarik.
3. Untuk setiap objek, identifikasi minimal dua unsur rupa dan satu
prinsip desain yang paling menonjol.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

4. Gambarkan/sketsakan objek yang kalian amati dan beri label unsur


rupa serta prinsip desainnya.
5. Diskusikan dalam kelompok dan tuliskan kesimpulan kalian
tentang bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut
membuat objek terlihat menarik atau memiliki fungsi tertentu.

Penjelasan
Unsur Rupa Prinsip Singkat:
Nama
yang Desain Bagaimana
Objek
No Sketsa/Gamba r Ditemuk yang Unsur dan
yang
. Objek an Ditemuk Prinsip Ini
Diama
(minimal an Berkontrib
ti
2) (minimal us i pada
1) Objek?

1.

2.

3.
Kesimpulan Kelompok:

Tuliskan kesimpulan umum kalian tentang pentingnya unsur rupa dan


prinsip desain dalam menciptakan keindahan dan fungsi benda di sekitar
kita!

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Seni Rupa
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 14 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi profil kelulusan yang sesuai dengan pembelajaran ini.
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis,
mengevaluasi, dan memberikan penilaian terhadap karya seni
rupa menggunakan kosa kata yang tepat.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan hasil penilaian dan
ide-ide
kreatif mereka tentang penciptaan karya seni.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
kelompok untuk berdiskusi dan memberikan umpan balik
tentang karya seni.
 Komunikasi: Peserta didik mampu mengomunikasikan penilaian
dan
refleksi mereka secara lisan dan tulisan dengan jelas.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif untuk menilai
karya secara objektif dan bertanggung jawab.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat di awal pembelajaran:

Guru dapat memulai dengan sapaan hangat dan pertanyaan

interaktif: "Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarnya hari

ini? Sebelum kita


menyelami dunia seni rupa, Ibu/Bapak mau tahu, siapa yang pagi ini sudah
Bangun
tidur dengan senyuman ceria? Wah, hebat! Dan siapa yang sudah
melaksanakan Beribadah hari ini? Lalu, adakah yang sudah Berolahraga
atau paling tidak melakukan peregangan kecil? Luar biasa! Pasti kalian juga
sudah siap untuk Gemar Belajar seni rupa, kan? Ingat, belajar itu seperti
makanan bergizi untuk otak kita.
Ngomong-ngomong soal gizi, sudahkah kalian Makan Sehat dan Bergizi
pagi ini? Penting lho untuk tenaga kita! Di sekolah ini, kita adalah bagian
dari masyarakat kecil. Siapa yang sudah Bermasyarakat dengan baik hari
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

ini, misalnya dengan menyapa teman atau guru? Terakhir, siapa yang
semalam sudah Tidur Cepat agar bangun pagi ini segar dan
bersemangat? Bagus sekali! Pertahankan terus kebiasaan baik ini ya!"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran:

Elemen: Merefleksikan (Reflecting)

Peserta didik menilai karya dan penciptaan karya seni rupa dengan
menggunakan kosa kata seni rupa yang telah dipelajari.

 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga kosa
kata seni rupa (misalnya, garis, warna, komposisi) yang
relevan untuk menilai sebuah karya.
2. Peserta didik mampu mendeskripsikan secara lisan atau
tulisan unsur-unsur visual yang dominan dalam sebuah
karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata yang
tepat.
3. Peserta didik mampu menilai kekuatan dan kelemahan sebuah
karya seni rupa berdasarkan kriteria sederhana yang
disepakati.
4. Peserta didik mampu memberikan alasan logis atas
penilaian mereka terhadap sebuah karya seni rupa.
5. Peserta didik mampu menyampaikan saran konstruktif untuk
pengembangan atau penciptaan karya seni rupa di masa
mendatang.

E. Sarana dan Prasarana


1. Proyektor dan layar
2. Contoh-contoh karya seni rupa (gambar cetak, foto, atau video)
dari berbagai jenis (lukisan, patung, kerajinan)
3. Alat tulis dan buku catatan/lembar kerja
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol
5. Kamera/ponsel untuk dokumentasi jika diperlukan

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Inkuiri) dengan pendekatan Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, analisis
kritis, presentasi, dan sesi umpan balik (kritik seni
sederhana).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba perhatikan baik-baik gambar lukisan ini.
Apa yang pertama kali kalian rasakan atau pikirkan saat
melihatnya? Adakah warna atau bentuk yang menarik perhatian
kalian?"
 Meaningful Learning: "Jika kalian diminta menjelaskan lukisan ini
kepada teman yang belum pernah melihatnya, kata-kata apa
yang akan kalian gunakan agar teman kalian bisa
membayangkannya dengan jelas?"
 Joyful Learning: "Andai kata kita bisa mengobrol dengan seniman
yang membuat karya ini, pertanyaan apa yang ingin kalian
tanyakan kepadanya tentang karyanya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru memimpin doa. Guru
mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat tentang 7
kegiatan Anak Indonesia Hebat melalui pertanyaan interaktif yang
sudah disiapkan.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan dua atau tiga gambar karya
seni rupa sederhana (misalnya, gambar pemandangan anak-anak,
sketsa bunga, atau kerajinan tangan). Guru bertanya: "Manakah di
antara gambar ini yang paling kalian suka? Mengapa? Kata-kata
apa yang bisa kalian gunakan untuk menjelaskan mengapa kalian
menyukainya?" Ini memicu pemikiran awal tentang preferensi dan
deskripsi.
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus peserta didik.
"Pernahkah kalian melihat suatu gambar atau lukisan lalu ingin tahu
lebih banyak tentangnya? Hari ini kita akan belajar menjadi 'penilai
seni' cilik yang hebat!"

Inti (110 menit)


Fase 1: Orientasi (15 menit)
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan belajar
bagaimana cara 'menilai' sebuah karya seni rupa dengan kata-kata
yang tepat. Bukan untuk mengatakan bagus atau jelek, tapi untuk
memahami dan memberikan masukan yang membangun."
2. Guru memperkenalkan beberapa kosa kata seni rupa dasar yang
akan digunakan dalam penilaian, seperti: garis, bentuk, warna,
tekstur, komposisi, keseimbangan, ekspresi, dan pesan. Guru bisa
menuliskan di papan dan memberikan contoh singkat.
3. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5
orang).
Fase 2: Merumuskan Masalah (25 menit)
1. Guru menampilkan satu contoh karya seni rupa (misalnya, lukisan
sederhana atau kerajinan tangan) yang jelas unsur dan prinsipnya.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

2. Guru memandu diskusi kelompok: "Perhatikan baik-baik karya ini.


Apa saja yang kalian lihat? Warna apa yang paling menonjol?
Bentuk apa yang ada di sana? Bagaimana susunannya?"
3. Setiap kelompok diminta untuk menuliskan beberapa hal yang
mereka amati dan beberapa pertanyaan yang muncul di benak
mereka tentang karya tersebut. Ini melatih kemampuan bertanya
dan bernalar kritis.
4. Guru meminta beberapa kelompok untuk berbagi hasil diskusi awal
mereka.
Fase 3: Merumuskan Hipotesis (20 menit)
1. Guru menjelaskan konsep "penilaian" dalam seni rupa bukan
sekadar "suka" atau "tidak suka," tapi lebih pada "mengapa saya
berpendapat demikian?"
2. Guru membagikan Lembar Kerja Penilaian Karya Seni (LKPD).
LKPD ini berisi panduan untuk mengidentifikasi unsur, prinsip,
serta memberikan penilaian dan saran.
3. Setiap kelompok diminta untuk membuat hipotesis awal tentang
"kekuatan" dan "kelemahan" karya seni yang mereka amati,
dengan mencoba menggunakan kosa kata seni rupa yang telah
dipelajari.
Fase 4: Mengumpulkan Data (30 menit)
1. Guru menampilkan 2-3 karya seni rupa lainnya secara
bergantian (bisa berupa gambar atau video). Karya bisa
bervariasi (misalnya, patung sederhana, karya kolase, gambar
ilustrasi).
2. Setiap kelompok secara mandiri mengamati karya-karya tersebut
dan mengisi LKPD. Mereka diajak untuk berdiskusi, mengidentifikasi
unsur dan prinsip, serta menuliskan penilaian mereka tentang
kekuatan dan kelemahan, serta memberikan saran. Guru berkeliling
untuk memberikan bimbingan dan memfasilitasi diskusi.
3. Guru mendorong siswa untuk membuat catatan rinci dan
sketsa jika diperlukan untuk mendukung analisis mereka.
Fase 5: Menguji Hipotesis (20 menit)
1. Setiap kelompok mempersiapkan presentasi singkat (maksimal 7
menit) untuk menyampaikan hasil analisis dan penilaian mereka
terhadap salah satu karya seni yang mereka amati. Mereka harus
menjelaskan mengapa mereka menilai karya tersebut demikian,
dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.
2. Setelah presentasi, kelompok lain diberi kesempatan untuk
bertanya dan memberikan umpan balik (kritik konstruktif) kepada
kelompok penyaji. Guru memfasilitasi sesi tanya jawab ini.

Penutup (15 menit)


1. Refleksi Diri (5 menit): Guru memimpin refleksi bersama. "Apa yang
paling menantang dan paling menyenangkan dari kegiatan
menilai karya seni hari ini? Apa yang baru kalian pahami tentang
cara menghargai sebuah karya seni?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru merangkum kembali pentingnya


kosa kata seni rupa dalam menilai sebuah karya dan menekankan
bahwa setiap karya memiliki keunikan dan pesan. Guru memberikan
apresiasi terhadap keberanian siswa dalam menyampaikan
pendapat dan memberikan masukan.
3. Apresiasi dan Penutup (5 menit): Guru memberikan apresiasi atas
partisipasi aktif peserta didik. Guru menyampaikan informasi untuk
pertemuan selanjutnya dan menutup pelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Partisipasi Diskusi Kelompok: Guru mengamati
keaktifan, kolaborasi, dan kontribusi setiap anggota kelompok
selama diskusi dan analisis karya seni.
 Catatan Pengamatan/LKPD Tahap Awal: Penilaian terhadap
kelengkapan identifikasi unsur rupa dan pertanyaan yang muncul.
 Respons Lisan: Penilaian terhadap kemampuan peserta didik
dalam menggunakan kosa kata seni rupa saat berdiskusi.
Asesmen Sumatif
 Proyek Akhir (Analisis dan Presentasi Karya Seni): Penilaian terhadap
hasil akhir proyek (LKPD yang lengkap dan presentasi kelompok)
menggunakan rubrik penilaian analitik yang ada di bagian LKPD.
Fokus pada kedalaman analisis, penggunaan kosa kata seni rupa
yang tepat, alasan penilaian yang logis, dan kemampuan
memberikan saran konstruktif.
 Penilaian Diri (opsional): Peserta didik mengisi lembar penilaian diri
tentang kontribusi mereka dalam kelompok dan pemahaman
mereka terhadap materi.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa menilai
karya seni rupa bukan hanya sekadar mengatakan 'bagus' atau 'tidak
bagus', melainkan proses berpikir kritis untuk memahami apa yang ingin
disampaikan seniman, bagaimana ia menggunakan unsur rupa dan prinsip
desain, serta memberikan umpan balik yang membangun. Pemahaman ini
akan membantu mereka tidak hanya mengapresiasi seni tetapi juga
mengembangkan kemampuan komunikasi dan penalaran dalam berbagai
konteks kehidupan. Mereka akan belajar bahwa setiap karya memiliki
cerita dan layak untuk dianalisis secara mendalam.

L. Materi Bahan Ajar


Memahami Bahasa Seni: Kosa Kata untuk Menilai
Seni rupa, seperti bahasa lainnya, memiliki kosakata sendiri yang perlu
kita pahami agar bisa "membaca" dan "berbicara" tentangnya. Kosakata
ini meliputi unsur rupa seperti garis (tipis, tebal, lurus, melengkung),
bentuk (persegi, lingkaran, bebas), warna (merah, biru, cerah, gelap),
tekstur (halus, kasar), dan ruang (dekat, jauh, kosong, penuh). Selain itu,
ada prinsip desain yang mengatur bagaimana unsur- unsur ini disusun,
seperti komposisi (susunan letak bagian-bagiannya), keseimbangan (tidak
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

berat sebelah), dan ekspresi (perasaan yang ingin disampaikan seniman).


Dengan menguasai kosa kata ini, kita tidak hanya melihat
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

gambar, tapi mulai memahami bagaimana dan mengapa gambar itu


dibuat seperti itu.
Mengapa Kita Menilai Karya Seni? Lebih dari Sekadar Suka atau Tidak
Suka
Menilai sebuah karya seni rupa bukan berarti kita harus selalu
menyukainya. Penilaian adalah proses merefleksikan atau memikirkan
secara mendalam tentang suatu karya. Ketika kita menilai, kita mencoba
memahami kekuatan (apa yang bagus dari karya itu?) dan kelemahannya
(apa yang bisa ditingkatkan?). Misalnya, sebuah lukisan mungkin memiliki
warna yang sangat cerah (kekuatan) tetapi komposisinya kurang
seimbang (kelemahan). Tujuan penilaian adalah untuk bisa memberikan
alasan yang logis mengapa kita berpendapat demikian, bukan hanya
berdasarkan perasaan. Ini melatih kita untuk berpikir kritis dan
menyampaikan pendapat dengan dasar yang kuat.
Menjadi Penilai Seni yang Bijak: Memberi Umpan Balik Positif
Ketika kita menilai karya seni, baik karya teman maupun seniman
terkenal, penting untuk menjadi penilai yang bijak. Artinya, kita tidak
hanya mencari kesalahan, tetapi juga mengapresiasi usaha dan ide di
baliknya. Memberikan saran konstruktif adalah bagian penting dari
penilaian. Contohnya, daripada mengatakan "gambarmu jelek," kita bisa
berkata, "Garismu sudah rapi, mungkin akan lebih menarik jika kamu
mencoba menambahkan beberapa warna cerah di bagian ini." Ini
membantu seniman untuk belajar dan berkembang, sekaligus melatih
kita untuk berkomunikasi dengan sopan dan membangun. Dengan begitu,
kita bisa membantu menciptakan lingkungan yang positif untuk berkarya
dan berkreasi.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa kosakata seni rupa baru yang saya pelajari hari ini, dan
bagaimana saya menggunakannya untuk menilai karya?"
2. "Bagian mana dari proses penilaian karya seni yang paling
membuat saya berpikir keras, dan apa yang saya pelajari dari
itu?"
3. "Bagaimana saya bisa menggunakan kemampuan menilai ini
tidak hanya dalam seni, tetapi juga dalam hal lain di kehidupan
sehari-hari?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik telah menunjukkan kemampuan untuk
menilai karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata yang
dipelajari dan memberikan alasan yang logis?"
2. "Apakah kegiatan diskusi kelompok dan presentasi efektif
dalam melatih penalaran kritis dan kemampuan komunikasi
peserta didik?"
3. "Aspek mana dari materi atau metode pembelajaran yang
perlu saya tingkatkan untuk mendukung pemahaman yang
lebih mendalam dan partisipasi aktif di pertemuan
berikutnya?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Penilai Seni Rupa Cilik
Nama Kelompok:

Anggota

Kelompok: 1.
2.
3.
4.
Petunjuk:
1. Pilih satu karya seni rupa (dari yang ditampilkan guru atau
karya teman sekelas jika ada).
2. Amati karya tersebut dengan saksama.
3. Diskusikan dalam kelompok dan jawab pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini menggunakan kosa kata seni rupa yang sudah kita
pelajari.
4. Siapkan presentasi singkat tentang hasil penilaian kelompok kalian.

Nama Karya/Seniman:

Jenis Karya (misal: lukisan, patung, kolase, sketsa):

A. Mengamati (Deskripsi Karya)


1. Apa saja unsur rupa yang paling menonjol pada karya ini? (Contoh:
garis, bentuk, warna, tekstur, ruang) Jelaskan bagaimana unsur-unsur
itu terlihat.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Seni Rupa
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi profil kelulusan yang sesuai dengan pembelajaran ini.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan baru dan
orisinal dalam berkarya seni rupa.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab
dalam
proses berkarya seni dari awal hingga akhir.
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis
karakteristik bahan dan alat untuk memilih yang paling sesuai
dengan gagasannya.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk
berbagi ide dan sumber daya saat berkarya.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan proses dan
gagasan di balik karya seni mereka.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat di awal pembelajaran:

Guru dapat memulai dengan sapaan hangat dan pertanyaan

interaktif: "Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarnya hari

ini? Sebelum kita


menyelami dunia seni rupa, Ibu/Bapak mau tahu, siapa yang pagi ini sudah
Bangun
tidur dengan senyuman ceria? Wah, hebat! Dan siapa yang sudah
melaksanakan Beribadah hari ini? Lalu, adakah yang sudah Berolahraga
atau paling tidak melakukan peregangan kecil? Luar biasa! Pasti kalian juga
sudah siap untuk Gemar Belajar seni rupa, kan? Ingat, belajar itu seperti
makanan bergizi untuk otak kita.
Ngomong-ngomong soal gizi, sudahkah kalian Makan Sehat dan Bergizi
pagi ini? Penting lho untuk tenaga kita! Di sekolah ini, kita adalah bagian
dari masyarakat kecil. Siapa yang sudah Bermasyarakat dengan baik hari
ini, misalnya dengan menyapa teman atau guru? Terakhir, siapa yang
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

semalam sudah Tidur Cepat agar bangun pagi ini segar dan
bersemangat? Bagus sekali! Pertahankan terus kebiasaan baik ini ya!"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran:

Elemen: Berpikir dan bekerja secara artistik (Thinking and working


artistically)

o Peserta didik menerapkan pengalamannya sebagai sumber


gagasan dalam berkarya.
o Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu
alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar,
kemudian secara mandiri menggunakan alat dan bahan
tersebut.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu menjelaskan minimal tiga pengalaman
pribadi yang dapat menjadi sumber gagasan dalam
berkarya seni rupa.
2. Peserta didik mampu mengembangkan ide kreatif
berdasarkan pengalaman pribadinya untuk diwujudkan
dalam karya seni.
3. Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga
karakteristik alat (misalnya, mudah digenggam, tajam,
fleksibel) dan bahan (misalnya, lunak, keras, mudah
dibentuk, berwarna) yang tersedia di lingkungan sekitar.
4. Peserta didik mampu memilih dan menggunakan alat serta
bahan secara mandiri dan tepat sesuai dengan ide
gagasan karya seni mereka.
5. Peserta didik mampu menciptakan satu karya seni rupa
sederhana yang merefleksikan pengalaman pribadinya,
menggunakan alat dan bahan yang tersedia.
6. Peserta didik mampu mengkomunikasikan gagasan dan
proses berkarya mereka melalui presentasi sederhana.

E. Sarana dan Prasarana


1. Aneka benda di sekitar lingkungan sekolah (daun kering, ranting,
batu kecil, kain perca, koran bekas, botol plastik) sebagai bahan
berkarya.
2. Alat potong (gunting/cutter), alat lem (lem kertas/lem kayu),
spidol, pensil warna.
3. Kertas gambar/kardus bekas sebagai alas berkarya.
4. Papan tulis/whiteboard untuk mencatat ide.
5. Area kerja yang cukup luas dan bersih.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Eksplorasi, diskusi, eksperimen, praktik
langsung, presentasi, dan refleksi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, ingat-ingat
pengalaman paling berkesan apa yang pernah kalian alami? Atau
benda apa di sekitar kita yang menurut kalian unik dan bisa
bercerita?"
 Meaningful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan sesuatu yang
indah dari benda-benda sederhana di sekitar kita, apa yang ingin
kalian buat, dan mengapa benda itu penting bagi kalian?"
 Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang penjelajah
di hutan imajiner. Benda-benda apa saja yang akan kalian
kumpulkan dan ubah menjadi karya seni paling keren di
dunia?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa pertemuan untuk
mengakomodasi alokasi waktu 18 JP.

Pertemuan 1: Menggali Gagasan dari Pengalaman (4 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru memimpin doa. Guru
mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat tentang 7
kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar karya
seni rupa yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari atau benda-
benda di sekitar. Contoh: lukisan anak-anak bermain, kerajinan
dari botol bekas. Guru bertanya: "Kira-kira, dari mana ya ide para
seniman ini datang? Apakah mereka hanya melihat atau juga
merasakan sesuatu?"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus peserta didik.
Inti (135 menit)
Fase 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (15 menit)
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan
menjadi seniman cilik! Kita akan belajar bagaimana menemukan
ide seni yang hebat dari pengalaman kita sendiri dan benda-
benda di sekitar kita. Nanti kita akan membuat sebuah karya seni
dari barang bekas atau benda yang ada di alam."
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang "Pengalaman apa saja yang
bisa menjadi ide berkarya seni?" Guru mencatat ide-ide siswa di
papan tulis (misalnya:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

liburan ke pantai, membantu ibu di dapur, bermain dengan teman,


melihat binatang peliharaan).
Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek (45 menit)
1. Guru meminta setiap peserta didik untuk menuliskan 2-3
pengalaman pribadi yang paling berkesan bagi mereka.
2. Dari pengalaman tersebut, setiap peserta didik memilih satu
pengalaman yang paling ingin mereka wujudkan menjadi karya
seni.
3. Guru memperkenalkan konsep "mind mapping" sederhana.
Peserta didik diminta membuat mind map dari pengalaman
yang dipilih, mencoba memvisualisasikan bagaimana
pengalaman tersebut bisa diubah menjadi karya seni (bentuk,
warna, suasana).
4. Guru menjelaskan jenis-jenis alat dan bahan dasar yang tersedia
di lingkungan sekitar (misalnya: kertas, kardus, daun, ranting,
batu, kain perca, botol plastik). Peserta didik mulai memikirkan
alat dan bahan apa yang mungkin cocok dengan ide mereka.
Fase 3: Menyusun Jadwal (20 menit)
1. Guru bersama peserta didik menyusun jadwal pengerjaan proyek.
Penekanan pada langkah-langkah yang akan dilakukan: mencari
ide, merencanakan, mengumpulkan bahan, membuat sketsa,
berkarya, presentasi.
2. Guru mengingatkan bahwa proyek ini akan dilakukan dalam
beberapa pertemuan.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): Guru meminta beberapa peserta didik
berbagi pengalaman berkesan yang ingin mereka jadikan
karya seni. "Apa yang membuat pengalaman itu begitu
istimewa?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru menekankan bahwa ide bisa
datang dari mana saja, terutama dari hal-hal yang dekat dengan
kita.
3. Penugasan dan Penutup (5 menit): Peserta didik diminta untuk mulai
mengumpulkan bahan-bahan yang memungkinkan dari lingkungan
sekitar mereka (misalnya, daun kering, ranting kecil, kain perca
yang tidak terpakai). Guru menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 2: Eksplorasi Alat dan Bahan (4 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru meminta peserta didik menunjukkan
bahan-bahan yang sudah mereka kumpulkan. "Wah, banyak sekali
benda-benda menarik ini! Kira-kira, apa ya bedanya daun dengan
ranting saat kita pegang? Atau botol plastik dengan kain perca?"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): "Menurut kalian, alat apa yang paling
tepat untuk memotong kain perca? Dan bagaimana cara
menempelkan daun agar tidak mudah lepas?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Inti (135 menit)


Fase 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (lanjutan) (90 menit)
1. Eksplorasi Karakteristik Bahan (45 menit): Guru membawa berbagai
contoh alat dan bahan yang umum (kertas, kardus, kain, daun,
ranting, lem, gunting, spidol). Peserta didik dalam kelompok kecil
diajak untuk bereksperimen dengan bahan-bahan tersebut. Mereka
diminta untuk:
o Memegang dan merasakan teksturnya (halus, kasar, licin).
o Mencoba membengkokkan, merobek, atau
memotongnya (mudah/sulit).
o Mencoba menempelkannya dengan lem yang berbeda (jika
ada).
o Mencoba menggambar/mewarnai di atasnya.
o Setiap kelompok mencatat hasil eksplorasi mereka
tentang karakteristik masing-masing bahan di
LKPD.
2. Eksplorasi Karakteristik Alat (30 menit): Peserta didik juga
bereksperimen dengan berbagai alat (gunting, spidol, pensil, lem).
Mereka diminta untuk:
o Merasa nyaman/tidak nyaman saat menggunakannya.
o Mengetahui fungsi utama masing-masing alat.
o Mencoba menggunakan alat tersebut pada bahan yang
berbeda.
o Mencatat karakteristik alat di LKPD.
3. Diskusi Pemilihan Alat dan Bahan (15 menit): Setelah eksplorasi,
setiap kelompok mendiskusikan kembali ide karya seni mereka dan
alat serta bahan apa yang paling sesuai dengan gagasan tersebut,
berdasarkan karakteristik yang sudah mereka kenali. Guru
berkeliling memberikan bimbingan.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): "Apa yang kalian pelajari tentang bahan
dan alat hari ini? Mengapa penting bagi seniman untuk tahu
karakteristik alat dan bahan yang digunakan?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru menekankan bahwa memilih
alat dan bahan yang tepat adalah bagian penting dari proses
kreatif.
3. Penugasan dan Penutup (5 menit): Peserta didik diminta untuk
memastikan mereka sudah memiliki alat dan bahan yang mereka
butuhkan untuk memulai berkarya di pertemuan berikutnya. Guru
menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 3 & 4: Berkarya Seni (8 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru mengingatkan tentang ide karya dan alat-
bahan yang sudah dipilih. "Apakah kalian sudah siap mewujudkan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

ide kalian hari ini? Ayo, kita mulai petualangan menciptakan karya
seni!"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): "Apa yang akan kalian lakukan
pertama kali untuk memulai karya kalian? Adakah tantangan yang
mungkin kalian hadapi, dan bagaimana kalian akan mengatasinya?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Inti (270 menit - total 2 pertemuan)


Fase 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (lanjutan) & Fase 5:
Menguji Hasil (lanjutan) (260 menit)
1. Proses Berkarya (200 menit, dibagi dalam 2 pertemuan): Peserta
didik secara mandiri mulai menciptakan karya seni rupa
berdasarkan ide pengalaman pribadi dan alat/bahan yang sudah
mereka pilih. Guru memfasilitasi proses berkarya dengan:
o Membimbing peserta didik dalam menggunakan alat dan
bahan secara aman dan efektif.
o Memberikan saran dan masukan jika ada kesulitan, tanpa
mengambil alih pekerjaan siswa.
o Mendorong eksplorasi dan percobaan.
o Memastikan setiap peserta didik aktif dan mandiri dalam
berkarya.
o Guru dapat memutar musik instrumental yang
menenangkan untuk menciptakan suasana kerja yang
nyaman dan menyenangkan.
2. Sesi Umpan Balik Teman Sebaya (Peer Feedback) (30 menit): Setelah
sebagian besar karya mulai terbentuk, guru memfasilitasi sesi
umpan balik sederhana antar teman. Setiap peserta didik (atau
kelompok) dapat saling menunjukkan karya dan memberikan
masukan konstruktif (misalnya: "Saya suka warna ini, tapi
mungkin bentuk ini bisa dibuat lebih besar."). Guru menekankan
pentingnya memberikan umpan balik yang positif dan
membangun.
3. Penyelesaian Akhir Karya (30 menit): Peserta didik menyelesaikan
karya mereka, memastikan detail dan kerapian. Guru membantu
jika ada peserta didik yang membutuhkan bantuan teknis.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): "Apa tantangan terbesar saat membuat
karya seni ini? Bagaimana perasaanmu setelah berhasil
menyelesaikan karyamu?"
2. Apresiasi (5 menit): Guru memberikan apresiasi kepada semua
peserta didik atas usaha dan kreativitas mereka.
3. Persiapan Presentasi (5 menit): Mengingatkan peserta didik
untuk mempersiapkan diri presentasi di pertemuan
selanjutnya. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 5: Presentasi dan Refleksi Akhir (2 JP)


Pendahuluan (10 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): "Hari ini adalah hari istimewa! Kita akan
berbagi cerita dan karya-karya hebat yang sudah kalian buat. Siapa
yang sudah tidak sabar untuk menunjukkan karyanya?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Inti (70 menit)


Fase 6: Evaluasi Pengalaman (60 menit)
1. Presentasi Karya (50 menit): Setiap peserta didik (atau beberapa
peserta didik per sesi, disesuaikan waktu) secara bergantian
mempresentasikan karya mereka. Mereka diminta untuk
menjelaskan:
o Pengalaman pribadi apa yang menjadi sumber ide karya
mereka.
o Alat dan bahan apa yang mereka gunakan dan mengapa
mereka memilihnya (karakteristiknya).
o Bagaimana proses pembuatannya.
o Apa pesan atau perasaan yang ingin mereka sampaikan.
o Setelah presentasi, peserta didik lain diberi kesempatan
untuk bertanya dan memberikan apresiasi. Guru mencatat
poin-poin penting.
2. Diskusi Kelas (10 menit): Guru memfasilitasi diskusi tentang
keberagaman ide dan penggunaan bahan. "Hebat sekali! Kalian
bisa melihat, dari pengalaman yang berbeda, kita bisa membuat
karya yang sangat beragam dan unik. Dan kalian juga sangat
pintar memilih bahan dan alatnya!"
Penutup (10 menit)
1. Refleksi Akhir (5 menit): Guru memimpin refleksi tentang seluruh
proses pembelajaran. "Apa yang paling berkesan dari semua
kegiatan kita selama pelajaran seni rupa ini? Apa pelajaran
penting yang kalian dapatkan?"
2. Penghargaan dan Penutup (5 menit): Guru memberikan pujian dan
penghargaan kepada semua peserta didik. Guru menutup
pelajaran dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Partisipasi Diskusi dan Eksplorasi: Guru mengamati
keaktifan, kolaborasi, dan kontribusi setiap peserta didik selama
diskusi ide dan eksplorasi alat/bahan.
 Catatan Ide/Mind Map Peserta Didik: Penilaian terhadap
kelengkapan dan originalitas ide yang digali dari pengalaman.
 LKPD Eksplorasi Alat dan Bahan: Penilaian terhadap
pemahaman karakteristik alat dan bahan.
 Umpan Balik Teman Sebaya: Guru memantau kualitas umpan
balik yang diberikan dan diterima siswa.
Asesmen Sumatif
 Proyek Karya Seni Rupa (Unjuk Kerja): Penilaian terhadap hasil akhir
karya seni rupa peserta didik, fokus pada:
o Relevansi dengan pengalaman pribadi sebagai sumber
gagasan.
o Kemandirian dalam penggunaan alat dan bahan yang sesuai.
o Kreativitas dan originalitas karya.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Presentasi Karya (Keterampilan Berbicara): Penilaian terhadap


kemampuan peserta didik dalam mengkomunikasikan
gagasan, proses berkarya, dan penggunaan alat/bahan.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa setiap
pengalaman pribadi adalah harta karun ide yang tak terbatas untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan unik. Mereka akan menyadari bahwa
materi seni tidak harus mahal, bahkan benda-benda sederhana di sekitar
kita (daun, kardus, kain perca) memiliki karakteristik unik yang dapat
dimanfaatkan secara kreatif jika kita mengenali dan menggunakannya
dengan bijak. Pemahaman ini melatih mereka untuk menjadi pemecah
masalah kreatif dan seniman yang mandiri, yang mampu melihat potensi di
mana pun dan kapan pun, mengubah hal biasa menjadi luar biasa.

L. Materi Bahan Ajar


Pengalaman Pribadi: Gudang Ide Tak Terbatas
Setiap hari, kita mengalami banyak hal: melihat pemandangan indah saat
pergi ke sekolah, bermain hujan bersama teman, membantu orang tua di
rumah, atau bahkan hanya mengamati hewan peliharaan. Semua hal ini,
baik yang menyenangkan, menyedihkan, atau membuat kita penasaran,
adalah pengalaman pribadi. Tahukah kalian? Pengalaman-pengalaman
inilah yang menjadi sumber ide paling kaya bagi seorang seniman. Seniman
seringkali menuangkan apa yang mereka rasakan, lihat, atau impikan ke
dalam karya seni mereka. Dengan mengingat dan merenungkan
pengalaman kita, kita bisa menemukan banyak sekali inspirasi untuk
membuat lukisan, patung, atau kerajinan yang unik dan bermakna.
Mengenal "Karakter" Alat dan Bahan di Sekitar Kita
Dunia seni rupa itu sangat luas, dan kita tidak perlu alat serta bahan yang
mahal untuk berkarya. Di sekitar kita, banyak sekali benda-benda
sederhana yang bisa kita gunakan! Ada daun kering yang bisa dirobek
atau ditempel, ranting pohon yang bisa disusun, kardus bekas yang bisa
dipotong dan dilipat, atau kain perca yang punya beragam warna dan
tekstur. Setiap benda ini punya "karakter" atau karakteristik khusus.
Misalnya, daun itu mudah disobek tapi rapuh, kardus itu keras tapi mudah
dipotong, dan kain itu lembut tapi sulit dibentuk tanpa lem. Begitu juga
dengan alat seperti gunting, lem, atau spidol. Gunting itu tajam untuk
memotong, lem itu lengket untuk menyatukan, dan spidol itu punya
warna yang kuat. Mengenali karakteristik ini sangat penting agar kita bisa
memilih dan menggunakan alat serta bahan yang paling tepat sesuai
dengan ide yang ingin kita wujudkan.
Berkarya Seni: Menggabungkan Ide dan Pengetahuan Bahan
Setelah kita punya ide dari pengalaman pribadi dan kita tahu "karakter"
alat dan bahan yang akan dipakai, saatnya kita berkarya! Proses berkarya
seni itu seperti bermain teka-teki, kita mencoba menggabungkan ide
dengan pengetahuan tentang bagaimana alat dan bahan bekerja. Jika ide
kita adalah membuat pemandangan hutan, kita bisa menggunakan
ranting sebagai pohon dan daun kering sebagai daun yang berguguran.
Jika ide kita tentang perasaan gembira, kita bisa memilih warna- warna
cerah dari kain perca. Yang paling penting adalah mencoba,
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

bereksperimen,
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

dan tidak takut salah. Setiap karya yang kita buat, sekecil apapun itu,
adalah cerminan dari diri kita dan pengalaman unik yang kita miliki.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Pengalaman pribadiku yang mana yang paling mudah atau
paling sulit aku jadikan ide berkarya seni, dan mengapa?"
2. "Apa hal baru yang aku temukan tentang karakteristik alat atau
bahan yang sebelumnya tidak aku tahu?"
3. "Bagaimana perasaanku setelah berhasil menyelesaikan karyaku,
dan apa yang ingin aku tingkatkan jika membuat karya lagi?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik mampu menggali pengalaman pribadi
sebagai sumber gagasan dan menerapkannya dalam karya seni?"
2. "Sejauh mana peserta didik mampu mengenali dan menggunakan
karakteristik alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan
sekitar secara mandiri?"
3. "Aspek mana dari proses pembelajaran (misalnya, fase PjBL,
pengelolaan waktu, atau pendampingan) yang perlu saya
perbaiki untuk mendukung kreativitas dan kemandirian siswa
lebih lanjut?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Proyek Seni dari Pengalaman dan Benda Sekitar
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Petunjuk:
1. Isi bagian A tentang ide karyamu.
2. Isi bagian B tentang alat dan bahan yang kamu pilih setelah
melakukan eksplorasi.
3. Gunakan rubrik penilaian di bagian akhir untuk melihat sejauh
mana hasil karyamu nanti.

A. Ide Karyaku: Pengalaman dan Gagasan


1. Tuliskan 1-2 pengalaman pribadi yang paling berkesan bagimu.
o Pengalaman 1:

o Pengalaman 2:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

2. Dari pengalaman di atas, pilih satu yang paling ingin kamu jadikan
ide karya seni.

Pengalaman yang kupilih:

3. Bagaimana kamu akan mengubah pengalaman itu menjadi karya


seni? Gambarkan atau tuliskan idemu (misalnya: aku akan
membuat pemandangan pantai dengan pasir dan kerang, atau aku
akan membuat bentuk binatang peliharaanku dari kardus).

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Seni Rupa
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi profil kelulusan yang sesuai dengan pembelajaran ini.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan karya rupa yang
orisinal berdasarkan gagasan sendiri atau inspirasi dari luar.
 Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab
dalam
proses menciptakan karya seni.
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menerapkan prinsip
keseimbangan dan menganalisis penggunaan unsur rupa
dalam karya.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu berbagi ide dan bekerja sama
dalam
memahami dan menciptakan karya.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan gagasan dan
proses di balik karya rupa mereka.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat di awal pembelajaran:

Guru dapat memulai dengan sapaan hangat dan pertanyaan

interaktif: "Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarnya hari

ini? Sebelum kita


menjelajah dunia warna dan bentuk, Ibu/Bapak mau tahu, siapa yang pagi
ini sudah
Bangun tidur dengan senyum ceria dan bersemangat? Wah, hebat! Dan
siapa yang sudah melaksanakan Beribadah hari ini? Lalu, adakah yang
sudah Berolahraga atau paling tidak melakukan peregangan kecil agar
tubuh segar? Luar biasa! Pasti kalian juga sudah siap untuk Gemar Belajar
seni rupa, kan? Ingat, belajar itu seperti makanan bergizi untuk otak kita.
Ngomong-ngomong soal gizi, sudahkah kalian Makan Sehat dan Bergizi
pagi ini? Penting lho untuk tenaga dan kreativitas kita! Di sekolah ini, kita
adalah bagian dari masyarakat kecil. Siapa yang sudah Bermasyarakat
dengan baik hari ini, misalnya dengan saling membantu atau menyapa
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

teman dan guru? Terakhir, siapa yang semalam sudah Tidur Cepat agar
bangun pagi ini dengan pikiran jernih dan ide-ide cemerlang? Bagus
sekali!
Pertahankan terus kebiasaan baik ini ya!"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran:

Elemen: Menciptakan (Making/Creating)

o Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan


gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan unsur garis, warna, bentuk
dan bangun.
o Peserta didik menerapkan prinsip keseimbangan dalam
menyusun unsur-unsur rupa yang digunakan.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur-unsur rupa
(garis, warna, bentuk, bangun) yang ada di sekitar
mereka.
2. Peserta didik mampu mengembangkan gagasan orisinal untuk
karya rupa berdasarkan inspirasi dari diri sendiri atau
lingkungan.
3. Peserta didik mampu menggunakan unsur garis, warna,
bentuk, dan bangun secara efektif dalam karyanya.
4. Peserta didik mampu menerapkan prinsip keseimbangan
(simetris/asimetris) dalam menyusun unsur-unsur rupa pada
karyanya.
5. Peserta didik mampu menciptakan satu karya rupa (dua
atau tiga dimensi) yang menunjukkan pemahaman
tentang unsur rupa dan prinsip keseimbangan.
6. Peserta didik mampu mempresentasikan karya rupa mereka,
menjelaskan gagasan, penggunaan unsur rupa, dan
penerapan prinsip keseimbangan.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai media gambar/lukis (kertas gambar, kanvas kecil,
karton, cat air/minyak/akrilik, pensil warna, krayon, spidol).
2. Benda-benda di sekitar sebagai inspirasi bentuk/bangun (kotak,
botol, buah, daun, bunga).
3. Contoh-contoh karya seni yang menonjolkan garis, warna,
bentuk, bangun, dan keseimbangan.
4. Papan tulis/whiteboard dan spidol.
5. Area kerja yang cukup luas dan bersih.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Eksplorasi, diskusi, eksperimen, praktik
langsung, presentasi, dan refleksi.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian melihat sekeliling ruangan ini, benda
apa yang paling menarik perhatianmu? Mengapa? Coba perhatikan
bentuknya, warnanya, dan garis-garisnya."
 Meaningful Learning: "Bagaimana kita bisa menggunakan garis,
warna, dan bentuk untuk menceritakan sebuah kisah atau
menyampaikan perasaan dalam sebuah gambar?"
 Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan ajaib untuk membuat
gambar bergerak atau benda hidup, bagaimana kalian akan
menggabungkan garis, warna, dan bentuk agar karyamu itu paling
keren dan disukai semua orang?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa pertemuan untuk
mengakomodasi alokasi waktu 18 JP.

Pertemuan 1: Mengenal Unsur Rupa dan Keseimbangan (4 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru memimpin doa. Guru
mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat tentang 7
kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa gambar karya
seni rupa yang sederhana (misalnya, lukisan abstrak, poster
dengan desain minimalis, atau desain motif batik) dan meminta
peserta didik untuk mengamati. "Apa saja yang kalian lihat di
gambar ini? Ada apa saja di dalamnya?"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus peserta didik.
Inti (135 menit)
Fase 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (20 menit)
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan menjadi
detektif seni! Kita akan belajar mengenali 'bahasa rahasia' dalam
seni, yaitu unsur rupa (garis, warna, bentuk, bangun) dan
bagaimana menatanya agar terlihat seimbang. Nanti kalian akan
membuat karya seni sendiri dengan bahasa ini!"
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang apa itu garis, warna, bentuk,
dan bangun dengan contoh-contoh di sekitar kelas. Guru mencatat
ide-ide siswa di papan tulis.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

3. Guru memperkenalkan konsep keseimbangan (simetris dan


asimetris) dengan contoh-contoh visual dari alam atau benda
sehari-hari (misalnya, kupu-kupu yang simetris, atau pohon
yang bentuknya asimetris).
Fase 2: Mendesain Perencanaan Proyek (40 menit)
1. Guru memberikan tantangan proyek: "Kita akan membuat karya
rupa yang menunjukkan pemahaman kalian tentang garis, warna,
bentuk, bangun, dan keseimbangan. Kalian bisa memilih mau
gambar, melukis, atau membuat kolase."
2. Guru memfasilitasi brainstorming ide secara kelompok kecil. Setiap
kelompok berdiskusi tentang:
o Tema atau gagasan apa yang ingin mereka ungkapkan
(bisa dari pengalaman pribadi atau inspirasi dari luar).
o Unsur rupa apa saja yang akan mereka tonjolkan.
o Apakah akan menggunakan keseimbangan simetris atau
asimetris.
o Bahan dan alat yang mungkin dibutuhkan.
3. Setiap kelompok membuat rencana awal proyek mereka dalam
bentuk sketsa sederhana atau catatan.
Fase 3: Menyusun Jadwal (20 menit)
1. Guru bersama peserta didik menyusun jadwal pengerjaan proyek.
Penekanan pada langkah-langkah yang akan dilakukan:
brainstorming ide, merencanakan, membuat sketsa, memilih media,
berkarya, presentasi.
2. Guru mengingatkan bahwa proyek ini akan dilakukan dalam
beberapa pertemuan.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): Guru meminta beberapa peserta didik
berbagi ide awal karya mereka. "Apa yang membuat idemu ini
menarik? Unsur rupa apa yang paling ingin kamu gunakan?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru menekankan bahwa seni adalah
cara untuk menyampaikan ide dan perasaan, dan unsur rupa
adalah alatnya.
3. Penugasan dan Penutup (5 menit): Peserta didik diminta untuk mulai
mencari inspirasi tambahan (gambar, foto, benda) yang berkaitan
dengan ide mereka. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 2 & 3: Eksplorasi dan Berkarya dengan Unsur Rupa (8 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan beberapa contoh karya seni
rupa dengan penekanan pada penggunaan garis, warna, bentuk,
dan bangun yang bervariasi. "Perhatikan lagi karya ini! Garis apa
yang kamu lihat? Warna apa yang dominan? Bentuk apa yang
muncul?"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): "Jika kamu punya banyak warna,
bagaimana kamu akan mengaturnya agar karyamu terlihat
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

hidup dan menarik? Bentuk apa yang bisa kamu buat dari
garis-garis sederhana?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Inti (270 menit - total 2 pertemuan)


Fase 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (lanjutan) (240
menit)
1. Eksplorasi Unsur Rupa (60 menit): Peserta didik dalam kelompok
kecil melakukan eksplorasi lebih dalam tentang unsur rupa:
o Garis: Bereksperimen membuat berbagai jenis garis (lurus,
lengkung, zig-zag, tebal, tipis) dan efek yang
ditimbulkannya.
o Warna: Mencampur warna dasar, mencoba gradasi
warna, dan memahami kesan yang diberikan oleh
warna panas/dingin.
o Bentuk dan Bangun: Mencoba membentuk berbagai bentuk
bebas dan bangun geometris dari kertas atau plastisin.
o Mereka dapat membuat swatch atau contoh kecil dari
eksplorasi ini di buku gambar/kertas terpisah.
2. Penyusunan Sketsa dan Perencanaan Detail (30 menit): Peserta
didik kembali ke ide proyek mereka dan membuat sketsa yang
lebih detail, mempertimbangkan bagaimana mereka akan
menggunakan garis, warna, bentuk, bangun, dan prinsip
keseimbangan. Guru berkeliling memberikan masukan dan
bimbingan.
3. Proses Berkarya (150 menit, dibagi dalam 2 pertemuan): Peserta
didik secara mandiri mulai menciptakan karya seni rupa mereka.
Guru memfasilitasi proses berkarya dengan:
o Membimbing penggunaan alat dan bahan yang sesuai dengan
konsep.
o Memberikan saran tentang penempatan unsur rupa agar
tercapai keseimbangan.
o Mendorong kreativitas dan keberanian untuk mencoba hal
baru.
o Memastikan setiap peserta didik aktif dan mandiri dalam
berkarya.
o Guru dapat memutar musik instrumental yang menenangkan.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): "Apa yang paling menantang saat
menggabungkan garis, warna, dan bentuk dalam karyamu?
Bagaimana kamu mengatasi tantangan itu?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru menekankan bahwa proses
berkarya adalah proses belajar, dan setiap percobaan adalah
langkah menuju karya yang lebih baik.
3. Penugasan dan Penutup (5 menit): Mengingatkan peserta didik
untuk menyelesaikan karya mereka untuk presentasi di
pertemuan selanjutnya. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 4: Presentasi dan Evaluasi Karya (4 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): "Hari ini kita akan menjadi seniman sejati
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

yang memamerkan karyanya! Siapa yang sudah tidak sabar


untuk menceritakan kisah di balik karyanya?"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Inti (135 menit)


Fase 5: Menguji Hasil (60 menit)
1. Presentasi Karya Kelompok/Individu (50 menit): Setiap peserta didik
(atau beberapa peserta didik per sesi, disesuaikan waktu) secara
bergantian mempresentasikan karya mereka. Mereka diminta
untuk menjelaskan:
o Gagasan atau inspirasi di balik karya mereka.
o Bagaimana mereka menggunakan unsur garis, warna,
bentuk, dan bangun.
o Bagaimana mereka menerapkan prinsip
keseimbangan (simetris/asimetris).
o Proses pembuatannya dan tantangan yang dihadapi.
o Setelah presentasi, peserta didik lain diberi kesempatan
untuk bertanya dan memberikan umpan balik konstruktif.
Guru mencatat poin-poin penting.
2. Pameran Mini (10 menit): Karya-karya dipajang di kelas untuk
dilihat dan diapresiasi bersama.
Fase 6: Evaluasi Pengalaman (75 menit)
1. Diskusi Kelas dan Evaluasi (45 menit): Guru memimpin diskusi kelas
tentang keseluruhan proses proyek. "Apa yang kalian pelajari
tentang unsur- unsur rupa dan keseimbangan? Bagaimana proses
membuat karya ini membantu kalian lebih memahami hal
tersebut?" Guru dapat menggunakan rubrik penilaian untuk
memandu diskusi.
2. Refleksi Mandiri dan Pengisian LKPD (30 menit): Peserta didik
mengisi bagian refleksi di LKPD, mengevaluasi karya dan proses
mereka sendiri.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Akhir (10 menit): Guru memimpin refleksi tentang seluruh
proses pembelajaran. "Apa pelajaran terbesar yang kalian dapatkan
dari menjadi seorang seniman cilik ini? Bagaimana kalian bisa
menggunakan pengetahuan ini di kehidupan sehari-hari?"
2. Penghargaan dan Penutup (10 menit): Guru memberikan pujian
dan penghargaan kepada semua peserta didik atas usaha,
kreativitas, dan kolaborasi mereka. Guru menutup pelajaran
dengan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Partisipasi Diskusi dan Eksplorasi: Guru mengamati
keaktifan, kolaborasi, dan kontribusi setiap peserta didik selama
diskusi ide dan eksplorasi unsur rupa.
 Sketsa dan Perencanaan Proyek: Penilaian terhadap
kelengkapan, originalitas, dan penerapan awal konsep unsur
rupa dan keseimbangan.
 LKPD Eksplorasi Unsur Rupa: Penilaian terhadap pemahaman
karakteristik garis, warna, bentuk, dan bangun.
 Umpan Balik Teman Sebaya: Guru memantau kualitas umpan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

balik yang diberikan dan diterima siswa.


Asesmen Sumatif
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

 Proyek Karya Seni Rupa (Unjuk Kerja): Penilaian terhadap hasil akhir
karya seni rupa peserta didik menggunakan rubrik, fokus pada:
o Orisinalitas gagasan dan inspirasi.
o Penggunaan unsur garis, warna, bentuk, dan bangun yang
efektif.
o Penerapan prinsip keseimbangan (simetris/asimetris).
o Kerapian dan penyelesaian karya.
 Presentasi Karya (Keterampilan Berbicara): Penilaian terhadap
kemampuan peserta didik dalam mengkomunikasikan gagasan,
proses berkarya, penggunaan unsur rupa, dan penerapan
prinsip keseimbangan.

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa seni
adalah bahasa visual yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan ide
dan perasaan melalui unsur-unsur dasar seperti garis, warna, bentuk, dan
bangun. Mereka akan menyadari bahwa prinsip keseimbangan sangat
penting untuk membuat sebuah karya terlihat harmonis dan menarik, baik
itu keseimbangan yang "sama persis" (simetris) maupun yang "berbeda
tapi seimbang" (asimetris). Pemahaman ini melatih mereka untuk menjadi
pengamat yang cermat terhadap lingkungan, pemikir kreatif yang dapat
menghasilkan ide baru, dan pencipta yang bertanggung jawab yang mampu
mengorganisir elemen-elemen visual untuk menyampaikan pesan yang
kuat.

L. Materi Bahan Ajar


Unsur-Unsur Dasar Seni Rupa: Bahasa Visual Kita
Dalam seni rupa, ada "bahasa" yang kita gunakan untuk membuat
gambar atau patung. Bahasa ini disebut unsur rupa, dan ada empat yang
paling utama yang akan kita pelajari: garis, warna, bentuk, dan bangun.
Garis adalah jejak yang dihasilkan dari alat gambar, bisa lurus, lengkung,
tebal, tipis, dan masing-masing punya perasaan sendiri (misalnya, garis
lurus terasa tenang, garis zig-zag terasa bersemangat). Warna adalah
cahaya yang dipantulkan benda, punya banyak sekali rona dan bisa
membuat kita merasa gembira, sedih, atau tenang. Bentuk adalah wujud
benda yang memiliki volume (seperti apel), sedangkan bangun adalah
wujud benda yang datar (seperti segitiga atau lingkaran di kertas).
Dengan menggabungkan keempat unsur ini, kita bisa menciptakan
berbagai macam karya seni yang menarik dan menyampaikan banyak
hal.
Keseimbangan: Rahasia Karya yang Harmonis
Pernahkah kalian melihat lukisan atau foto yang terasa "pas" dan enak
dipandang? Itu karena ada keseimbangan di dalamnya. Keseimbangan
adalah bagaimana unsur-unsur rupa (garis, warna, bentuk, bangun)
disusun agar tidak ada satu bagian pun yang terasa terlalu berat atau
kosong. Ada dua jenis keseimbangan: simetris dan asimetris.
Keseimbangan simetris artinya bagian kiri dan kanan karya itu mirip atau
sama persis, seperti kupu-kupu yang sayapnya sama. Ini memberikan
kesan rapi dan formal. Keseimbangan asimetris artinya bagian kiri dan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

kanan karya itu berbeda, tapi tetap terasa seimbang karena susunan
unsur-unsurnya. Ini
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

memberikan kesan dinamis dan lebih bebas, seperti pohon yang


cabangnya tidak sama tapi tetap berdiri kokoh.
Menciptakan Karya: Menggabungkan Inspirasi dan Teknik
Setelah memahami unsur rupa dan prinsip keseimbangan, saatnya kita
menciptakan karya! Kalian bisa mencari inspirasi dari mana saja, dari
pengalaman kalian sendiri, dari alam di sekitar, atau dari benda-benda
yang kalian lihat.
Misalnya, kalian bisa menggambar pemandangan kota dengan bangunan
berbentuk kotak-kotak (bangun) dan garis-garis jalan (garis),
menggunakan warna-warna cerah saat siang hari atau warna gelap saat
malam hari. Kalian juga harus memutuskan, apakah karyamu akan dibuat
seimbang simetris atau asimetris? Proses ini adalah kesempatan untuk
menuangkan ide-ide kalian, mencoba hal-hal baru, dan melihat
bagaimana unsur-unsur sederhana bisa menjadi sebuah karya seni yang
utuh dan indah. Ingat, setiap goresan dan setiap pilihan warna adalah
bagian dari ceritamu!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa unsur rupa (garis, warna, bentuk, atau bangun) yang paling
aku suka gunakan dalam karyaku, dan mengapa?"
2. "Bagaimana aku memastikan karyaku terlihat seimbang? Apakah
aku menggunakan keseimbangan simetris atau asimetris, dan
apa alasannya?"
3. "Bagian mana dari proses membuat karya seni ini yang paling
membuatku senang atau bangga?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang
mendalam tentang penggunaan unsur garis, warna, bentuk, dan
bangun dalam karyanya?"
2. "Sejauh mana peserta didik mampu menerapkan prinsip
keseimbangan dalam menyusun unsur-unsur rupa pada karya
mereka?"
3. "Bagaimana saya bisa lebih efektif membimbing peserta didik
dalam mengembangkan gagasan orisinal dan keberanian
bereksperimen dengan unsur rupa?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


LKPD: Proyek Karya Rupa: Harmoni Unsur dan Keseimbangan
Nama Peserta Didik:

Kelas:

Tanggal:

Petunjuk:
1. Baca dan pahami setiap pertanyaan/tugas.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

2. Isi setiap bagian dengan jujur dan sesuai dengan proses karyamu.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

3. Gunakan rubrik penilaian di bagian akhir untuk melihat sejauh


mana hasil karyamu nanti.

A. Merencanakan Karyaku
1. Apa judul atau tema utama karyamu? (Misalnya: "Hutan
Impian", "Wajah Bahagia")

Judul/Tema:

2. Dari mana kamu mendapatkan inspirasi untuk karya ini? (Centang


satu atau lebih)
o Pengalaman pribadi (misalnya: liburan, bermain)
o Alam sekitar (tumbuhan, hewan, pemandangan)
o Benda-benda di rumah/sekolah
o Imajinasi/Khayalan
o Lain-lain:
3. Sketsakan ide karyamu di kotak di bawah ini. (Buat sketsa
kasar yang menunjukkan idemu)

[Kotak untuk sketsa]

B. Mengenal dan Memakai Unsur Rupa


1. Sebutkan 3 jenis garis yang kamu gunakan dalam karyamu dan
mengapa kamu menggunakannya.
o Garis 1: (contoh: lurus/lengkung/zig-zag).
Alasan:
o Garis 2: Alasan:

o Garis 3: Alasan:

2. Warna apa saja yang dominan dalam karyamu? (Sebutkan 2-3 warna)
o Warna 1: (contoh: merah/biru/hijau).
Kesan yang ingin diberikan:

o Warna 2: Kesan yang ingin diberikan:

3. Sebutkan 2 bentuk atau bangun yang paling menonjol dalam karyamu.


o Bentuk/Bangun 1:
(contoh: lingkaran/kotak/bentuk daun).
o Bentuk/Bangun 2:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

C. Menerapkan Keseimbangan
1. Jenis keseimbangan apa yang kamu gunakan dalam karyamu?
(Lingkari salah satu)
o Simetris (kedua sisi hampir sama)
o Asimetris (kedua sisi berbeda tapi terasa seimbang)
2. Jelaskan mengapa kamu memilih jenis keseimbangan itu dan
bagaimana kamu menerapkannya pada karyamu.

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Modul Ajar Seni Rupa


Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
 Nama Guru : Heri Sulistiowati,[Link]
 Satuan Pendidikan : SD N Gentan 02
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Seni Rupa
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilihlah dimensi profil kelulusan yang sesuai dengan pembelajaran ini.
 Kewargaan: Peserta didik peduli terhadap lingkungan
sekitar dan berupaya memberikan dampak positif melalui
karya seni.
 Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan karya seni rupa
yang
orisinal untuk merespons isu atau kejadian.
 Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam
mengidentifikasi masalah dan mencari solusi kreatif melalui seni.
 Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pesan dan
makna dari
karya seni mereka kepada orang lain.
 Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis kejadian dan
kondisi lingkungan untuk menemukan gagasan karya seni yang
berdampak.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat di awal pembelajaran:

Guru dapat memulai dengan sapaan hangat dan pertanyaan

interaktif: "Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarnya hari

ini? Sebelum kita


menjelajah dunia seni yang penuh makna, Ibu/Bapak mau tahu, siapa yang
pagi ini
sudah Bangun tidur dengan semangat untuk belajar? Wah, hebat! Dan
siapa yang sudah melaksanakan Beribadah hari ini? Lalu, adakah yang
sudah Berolahraga atau paling tidak bergerak ringan agar tubuh segar?
Luar biasa! Pasti kalian juga sudah siap untuk Gemar Belajar seni rupa,
kan? Ingat, belajar itu membuat kita semakin pintar. Ngomong-ngomong
soal pintar, sudahkah kalian Makan Sehat dan Bergizi pagi ini? Itu penting
untuk menjaga kesehatan dan stamina kita. Di sekolah ini, kita semua
adalah bagian dari komunitas. Siapa yang sudah Bermasyarakat dengan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

baik hari ini, misalnya dengan saling membantu atau menyapa teman dan
guru? Terakhir, siapa yang semalam sudah Tidur Cepat agar bangun pagi
ini dengan pikiran jernih dan ide-ide cemerlang? Bagus sekali!
Pertahankan terus kebiasaan baik ini ya!"
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


 Capaian Pembelajaran:

Elemen: Berdampak

(Impacting)

o Peserta didik memberikan respons terhadap kejadian sehari-


hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa
yang memberi dampak positif bagi dirinya dan lingkungan
terkecilnya.
 Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua kejadian
sehari- hari atau keadaan lingkungan di sekitar mereka
yang membutuhkan respons positif.
2. Peserta didik mampu mengembangkan gagasan karya seni
rupa yang mengandung pesan positif terkait isu atau kejadian
yang diidentifikasi.
3. Peserta didik mampu menciptakan karya seni rupa (dua
atau tiga dimensi) yang merepresentasikan pesan positif
tersebut.
4. Peserta didik mampu menjelaskan dampak positif yang ingin
dicapai melalui karya seni rupa mereka kepada diri sendiri
dan lingkungan terkecilnya (keluarga, teman, sekolah).
5. Peserta didik mampu mengkomunikasikan pesan dan
makna dari karya seni mereka secara efektif melalui
presentasi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai media seni rupa (kertas gambar, karton bekas, kain
perca, botol plastik, cat air/akrilik, spidol, pensil warna, lem,
gunting, alat daur ulang).
2. Contoh-contoh karya seni rupa yang memiliki pesan sosial atau
lingkungan (misalnya, mural kebersihan, poster kampanye).
3. Laptop/proyektor untuk menampilkan video atau gambar inspirasi.
4. Papan tulis/whiteboard untuk mencatat ide dan diskusi.
5. Area kerja yang cukup luas dan bersih untuk berkarya dan
memamerkan hasil.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dengan
pendekatan
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Deep Learning.
 Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi, curah pendapat,
eksperimen, praktik langsung, presentasi, dan refleksi.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak dan bayangkan
lingkungan di sekitarmu, di rumah, di sekolah, atau di jalan. Hal apa
yang membuatmu sedih atau prihatin? Dan hal apa yang bisa kita
lakukan untuk membuatnya lebih baik?"
 Meaningful Learning: "Jika kalian bisa membuat sebuah karya seni
yang dapat mengubah satu kebiasaan buruk menjadi baik di
lingkungan sekolah kita, apa yang akan kalian buat dan mengapa
itu penting?"
 Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah pahlawan super dengan
kuas dan warna ajaib. Pesan apa yang ingin kalian sebarkan ke
seluruh kota agar semua orang bahagia dan lingkungan menjadi
bersih?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa pertemuan untuk
mengakomodasi alokasi waktu 18 JP.

Pertemuan 1: Mengidentifikasi Isu dan Gagasan Berdampak (4 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Guru membuka pelajaran
dengan salam dan menanyakan kabar. Guru memimpin doa. Guru
mengajak peserta didik melakukan refleksi singkat tentang 7
kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru menunjukkan beberapa gambar atau
video singkat tentang isu lingkungan sederhana di sekitar
(misalnya, sampah berserakan di parit, boros air, atau kebiasaan
baik seperti menanam pohon). "Apa yang kalian rasakan saat
melihat ini? Kira-kira, apa ya yang bisa kita lakukan untuk
membantu?"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk
membangkitkan rasa ingin tahu dan fokus peserta didik.
Inti (135 menit)
Fase 1: Mengorientasi Peserta Didik pada Masalah (30 menit)
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: "Hari ini kita akan menjadi
agen perubahan cilik! Kita akan belajar bagaimana seni bisa
menjadi alat yang kuat untuk membuat lingkungan kita lebih baik.
Kita akan mencari tahu masalah apa yang ingin kita sampaikan dan
bagaimana seni bisa membantu."
2. Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang "Kejadian sehari-hari atau
keadaan lingkungan apa di sekitar kita yang perlu diperbaiki atau
diberi perhatian lebih?" (misalnya, kebersihan kelas, hemat air,
tidak membuang sampah sembarangan, kebaikan antar teman).
Guru mencatat ide-ide siswa di papan tulis.
3. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
Setiap kelompok memilih satu isu atau kejadian yang paling
mereka pedulikan dan ingin mereka respons melalui karya seni.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

Fase 2: Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar (60 menit)


1. Setiap kelompok melakukan curah pendapat (brainstorming) untuk
mengembangkan gagasan karya seni yang bisa memberi dampak
positif terkait isu yang dipilih. Contoh: Jika isunya sampah, idenya
bisa membuat tempat sampah lucu dari botol bekas, atau poster
ajakan membuang sampah pada tempatnya.
2. Guru menekankan pentingnya pesan positif yang ingin disampaikan.
3. Setiap kelompok membuat sketsa ide awal dan mencatat alat
serta bahan yang kira-kira akan mereka gunakan. Guru berkeliling
memberikan masukan dan bimbingan.
4. Guru menjelaskan jenis-jenis media seni yang bisa digunakan
untuk menyampaikan pesan (poster, patung mini dari daur
ulang, kolase, dll.).
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): Guru meminta setiap kelompok berbagi isu
yang mereka pilih dan gagasan karya seni awal mereka.
"Mengapa isu ini penting bagi kelompokmu? Apa pesan positif
yang ingin kalian sampaikan melalui karya ini?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru menekankan bahwa seni bukan
hanya tentang keindahan, tapi juga tentang menyampaikan pesan
dan membuat perubahan.
3. Penugasan dan Penutup (5 menit): Peserta didik diminta untuk
mulai mencari bahan-bahan yang memungkinkan dari lingkungan
sekitar mereka yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali
untuk proyek mereka. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 2 & 3: Mendesain dan Menciptakan Karya Berdampak (8 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): Guru mengingatkan kembali ide proyek dan
pesan yang ingin disampaikan. "Sudah siapkah kalian mewujudkan
ide hebat kalian hari ini? Ingat, setiap karya kita bisa membawa
senyum dan perubahan!"
3. Pertanyaan Pemantik (5 menit): "Bagaimana kita bisa membuat
pesan dalam karya kita jadi mudah dimengerti orang lain? Apa
yang akan membuat karya kita benar-benar menarik perhatian?"
Inti (270 menit - total 2 pertemuan)
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (240 menit)
1. Perencanaan Detail dan Pembagian Tugas (30 menit): Setiap
kelompok menyempurnakan rencana mereka, termasuk
pembagian tugas antar anggota, daftar bahan dan alat yang
dibutuhkan, serta perkiraan waktu pengerjaan setiap tahap.
2. Proses Berkarya (180 menit, dibagi dalam 2 pertemuan): Peserta
didik secara kolaboratif mulai menciptakan karya seni rupa
mereka. Guru memfasilitasi proses berkarya dengan:
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Membimbing penggunaan alat dan bahan secara aman dan


efektif.
o Memberikan saran dan masukan terkait visualisasi pesan dalam
karya.
o Mendorong kolaborasi aktif antar anggota kelompok.
o Memastikan setiap kelompok aktif bekerja sama.
o Guru berkeliling, memberikan tantangan berpikir kritis:
"Bagaimana agar orang yang melihat karyamu langsung
paham pesannya?" atau "Apakah ada cara lain untuk
membuat karyamu lebih menarik perhatian?"
3. Evaluasi Diri dan Perbaikan (30 menit): Setelah sebagian besar karya
mulai terbentuk, setiap kelompok melakukan evaluasi diri. Mereka
berdiskusi: "Apakah karya kami sudah menyampaikan pesan
dengan jelas? Apakah ada yang perlu diperbaiki atau ditambahkan
agar dampaknya lebih kuat?" Guru membimbing proses ini dan
mendorong umpan balik konstruktif antar kelompok jika waktu
memungkinkan.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Diri (10 menit): "Apa tantangan terbesar saat membuat
karya ini secara bersama-sama? Bagaimana kalian bisa bekerja
sama untuk mengatasinya?"
2. Penguatan Konsep (5 menit): Guru menekankan pentingnya kerja
sama dan semangat pantang menyerah dalam menciptakan karya
yang bermakna.
3. Penugasan dan Penutup (5 menit): Mengingatkan peserta didik
untuk mempersiapkan presentasi di pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran dengan doa.

Pertemuan 4: Presentasi Karya dan Refleksi Dampak (4 JP)


Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan dan Kegiatan Rutin (5 menit): Salam, absen,
refleksi 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Apersepsi (5 menit): "Hari ini adalah hari besar! Kalian akan
menjadi duta- duta perubahan dengan karya seni kalian. Siapa
yang sudah siap membagikan pesan hebatnya?"
Inti (135 menit)
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (60 menit)
1. Presentasi Karya (50 menit): Setiap kelompok secara
bergantian mempresentasikan karya mereka. Mereka
diminta untuk menjelaskan:
o Isu atau kejadian yang menjadi inspirasi karya.
o Pesan positif yang ingin disampaikan melalui karya.
o Bagaimana karya tersebut dibuat dan alat/bahan yang
digunakan.
o Dampak positif apa yang diharapkan akan muncul setelah
karya ini dilihat orang lain (bagi diri sendiri dan lingkungan
terkecil).
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

o Setelah presentasi, peserta didik lain diberi kesempatan


untuk bertanya dan memberikan apresiasi serta saran. Guru
mencatat poin- poin penting.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

2. Pameran Mini dan Apresiasi (10 menit): Karya-karya dipajang di kelas


atau area yang memungkinkan untuk dilihat dan diapresiasi oleh
seluruh warga sekolah. Guru memimpin tepuk tangan apresiasi
untuk semua karya.
Fase 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (75
menit)
1. Diskusi Kelas dan Evaluasi (45 menit): Guru memimpin diskusi
kelas tentang keseluruhan proses proyek. "Apa yang kalian
rasakan setelah berhasil menyampaikan pesan melalui karya
seni? Bagaimana seni bisa membantu kita menjadi lebih
peduli?" Guru dapat menggunakan rubrik penilaian untuk
memandu diskusi.
2. Refleksi Mandiri dan Pengisian LKPD (30 menit): Peserta didik
mengisi bagian refleksi di LKPD, mengevaluasi karya dan proses
mereka sendiri, serta dampak yang mungkin mereka berikan.
Penutup (20 menit)
1. Refleksi Akhir (10 menit): Guru memimpin refleksi tentang seluruh
proses pembelajaran. "Apa pelajaran terbesar yang kalian
dapatkan tentang bagaimana seni bisa membuat perbedaan?
Bagaimana kalian bisa menjadi agen perubahan di lingkungan
sekitar?"
2. Penghargaan dan Penutup (10 menit): Guru memberikan pujian dan
penghargaan kepada semua peserta didik atas usaha, kreativitas,
kolaborasi, dan kepedulian mereka. Guru menutup pelajaran
dengan doa dan harapan agar semangat positif ini terus berlanjut.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif
 Observasi Partisipasi Diskusi dan Curah Pendapat: Guru mengamati
keaktifan, kolaborasi, dan kontribusi setiap peserta didik selama
identifikasi isu dan pengembangan gagasan.
 Catatan Ide/Sketsa Proyek: Penilaian terhadap relevansi ide
dengan isu yang dipilih dan potensi dampak positif.
 LKPD Fase Perencanaan: Penilaian terhadap kelengkapan
perencanaan proyek dan pembagian tugas.
 Umpan Balik Teman Sebaya: Guru memantau kualitas umpan
balik yang diberikan dan diterima siswa.
Asesmen Sumatif
 Proyek Karya Seni Rupa (Unjuk Kerja Kelompok): Penilaian terhadap
hasil akhir karya seni rupa menggunakan rubrik, fokus pada:
o Relevansi dengan isu/kejadian yang dipilih.
o Kejelasan pesan positif yang disampaikan.
o Kreativitas dan originalitas dalam visualisasi pesan.
o Dampak positif yang berpotensi dihasilkan.
o Kerapian dan penyelesaian karya.
 Presentasi Karya (Keterampilan Berbicara dan Kolaborasi): Penilaian
terhadap kemampuan kelompok dalam mengkomunikasikan
gagasan, pesan, proses berkarya, dan dampak yang diharapkan.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

K. Pemahaman Bermakna
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan memahami bahwa seni bukanlah
sekadar keindahan visual, melainkan juga alat yang kuat untuk
berkomunikasi dan memberikan dampak positif pada diri sendiri dan
lingkungan sekitar. Mereka akan menyadari bahwa setiap orang, termasuk
anak-anak, memiliki kemampuan untuk menjadi agen perubahan dengan
merespons kejadian sehari-hari melalui ekspresi kreatif mereka.
Pemahaman ini melatih mereka untuk menjadi individu yang peka dan
peduli terhadap lingkungan sosial dan fisik, serta pemberani dalam
menyuarakan pesan kebaikan melalui cara yang unik dan menarik.

L. Materi Bahan Ajar


Seni Rupa: Bukan Sekadar Indah, Tapi Berdampak
Seni rupa sering kita lihat sebagai sesuatu yang indah, seperti lukisan
pemandangan atau patung yang megah. Tapi, tahukah kalian kalau seni
rupa punya kekuatan yang lebih besar dari itu? Seni bisa menjadi jembatan
untuk menyampaikan pesan, ide, atau perasaan kepada orang lain. Sama
seperti kita bicara, seni juga bisa "bicara" tentang apa yang kita rasakan
terhadap suatu kejadian atau keadaan di sekitar kita. Misalnya, seniman
bisa membuat lukisan tentang betapa pentingnya menjaga hutan, atau
patung dari sampah daur ulang untuk mengajak orang lebih peduli
lingkungan. Jadi, seni bukan hanya tentang membuat sesuatu yang cantik,
tapi juga tentang membuat sesuatu yang berarti dan bisa mengubah
pandangan atau kebiasaan orang lain ke arah yang lebih baik.
Respons Kreatif Terhadap Lingkungan: Jadikan Seni sebagai Solusi
Lingkungan kita, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan tempat
tinggal, pasti punya banyak cerita. Ada hal-hal yang menyenangkan, tapi
mungkin juga ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Misalnya, melihat sampah
berserakan, teman yang bertengkar, atau boros air. Sebagai seniman
cilik, kita bisa memberikan respons terhadap kejadian-kejadian ini melalui
karya seni. Respons kita haruslah positif, artinya kita tidak hanya
mengeluh, tapi justru menawarkan solusi atau ajakan kebaikan.
Bayangkan jika kita membuat poster ajakan hemat air yang gambarnya
menarik, atau kerajinan dari botol bekas yang bisa digunakan lagi. Karya-
karya ini adalah bentuk kepedulian kita dan cara kreatif untuk memberikan
dampak positif pada diri sendiri dan lingkungan kecil kita.
Menciptakan Dampak Positif Melalui Karya Seni
Ketika kita membuat karya seni dengan tujuan memberikan dampak
positif, kita perlu memikirkan beberapa hal. Pertama, pesan apa yang
paling penting yang ingin kita sampaikan? Apakah itu ajakan untuk
membersihkan lingkungan, berbagi dengan sesama, atau menjaga
kesehatan? Kedua, bagaimana kita bisa membuat pesan itu jelas dan
menarik agar orang lain mudah mengerti? Kita bisa menggunakan warna-
warna cerah untuk kesan semangat, bentuk-bentuk yang lucu agar
mudah diingat, atau bahkan membuat karya yang bisa disentuh dan
dipakai.
Setiap karya seni yang dibuat dengan niat baik dan pesan yang kuat
memiliki potensi untuk menginspirasi orang lain untuk ikut berbuat
kebaikan, membuat dunia kecil kita menjadi tempat yang lebih baik dan
lebih indah.
4 (Empati, Mandiri, Peduli, Aktif, Terampil)

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Isu atau kejadian apa yang paling membuatku ingin membuat
perubahan melalui karya seni, dan mengapa?"
2. "Bagaimana karyaku ini bisa memberikan dampak positif bagi
orang lain atau lingkunganku?"
3. "Apa yang paling aku pelajari tentang diriku sendiri saat membuat
karya seni yang memiliki pesan ini?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik mampu mengidentifikasi isu yang
relevan dan mengembangkan gagasan karya seni yang
berdampak positif?"
2. "Sejauh mana peserta didik berhasil mengkomunikasikan pesan
dan dampak positif dari karya mereka?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih mendorong peserta didik untuk
berpikir kritis tentang peran seni dalam masyarakat dan
lingkungan?"

Gentan, 14 Juli 2025


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas IV

Widi Astuti,[Link] Heri


Sulistiowati,[Link]
NIP.198812192009022002
NIP.199412132022212005

Anda mungkin juga menyukai