0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

PPM Matematika

Dokumen ini adalah modul perencanaan pembelajaran mendalam untuk mata pelajaran matematika di SMPIT Istiqamah Balikpapan, yang mencakup identitas modul, kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan desain pembelajaran. Materi fokus pada aljabar, dengan pendekatan pembelajaran yang beragam dan integrasi nilai karakter. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman konsep aljabar dan penerapannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Desie Bayu Astuti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

PPM Matematika

Dokumen ini adalah modul perencanaan pembelajaran mendalam untuk mata pelajaran matematika di SMPIT Istiqamah Balikpapan, yang mencakup identitas modul, kesiapan peserta didik, karakteristik materi, dan desain pembelajaran. Materi fokus pada aljabar, dengan pendekatan pembelajaran yang beragam dan integrasi nilai karakter. Tujuan pembelajaran mencakup pemahaman konsep aljabar dan penerapannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Desie Bayu Astuti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

(PPM)

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMPIT Istiqamah Balikpapan
Nama Penyusun : Desie Bayu Astuti, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase /Semester : VII / 2
Alokasi Waktu : 4 JP (2 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mampu memahami operasi hitung dasar
(penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) pada bilangan bulat dan pecahan.
Peserta didik memiliki pemahaman awal tentang pola sederhana dari barisan benda atau
bilangan.
● Minat: Sebagian besar peserta didik memiliki minat dalam memecahkan teka- teki atau
masalah yang menantang logika. Sebagian lainnya lebih tertarik pada aplikasi praktis
matematika dalam kehidupan sehari-hari.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik yang belajar dengan baik melalui gambar, diagram, dan video.
Mereka akan mendapat manfaat dari penggunaan diagram alur, kartu warna untuk
suku sejenis, dan video pembelajaran.
○ Auditori: Peserta didik yang lebih mudah memahami melalui penjelasan lisan dan
diskusi. Diskusi kelompok dan penjelasan guru yang jelas akan sangat membantu.
○ Kinestetik: Peserta didik yang belajar melalui praktik langsung. Mereka akan
termotivasi dengan aktivitas menggunakan alat peraga seperti lidi, balok, atau
permainan matematika interaktif.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep variabel sebagai pengganti bilangan, makna suku,
koefisien, konstanta, dan bentuk aljabar linear. Memahami hubungan antar besaran
yang dinyatakan dalam bentuk aljabar.
○ Prosedural: Mampu menuliskan bentuk aljabar dari suatu masalah, melakukan
substitusi nilai ke dalam bentuk aljabar, serta menyederhanakan bentuk aljabar
melalui operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Aljabar digunakan untuk
memecahkan masalah sehari-hari, seperti menghitung total belanja, memperkirakan
biaya, memahami resep, membuat perencanaan keuangan sederhana, dan sebagai dasar
untuk memahami ilmu pengetahuan lain seperti fisika dan ekonomi.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Materi ini memperkenalkan pemikiran abstrak yang
merupakan transisi dari aritmetika (konkret) ke aljabar (abstrak), yang mungkin menjadi
tantangan bagi sebagian peserta didik.
● Struktur Materi:
1. ALJABAR DALAM KALIMAT MATEMATIKA
■ Menggunakan Huruf sebagai Variabel
■ Menuliskan Berbagai Bentuk Aljabar (Perkalian, Pembagian, Pangkat)
■ Substitusi Nilai pada Bentuk Aljabar
2. MENYEDERHANAKAN BENTUK ALJABAR
■ Suku dan Koefisien
■ Menyederhanakan Bentuk Aljabar Linear (Penjumlahan dan
Pengurangan)
■ Perkalian dan Pembagian Bentuk Aljabar dengan Bilangan
■ Aplikasi Bentuk Aljabar
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia: Mengajak siswa bersyukur atas karunia akal untuk berpikir logis dan
memecahkan masalah.
○ Bernalar Kritis: Menganalisis masalah, mengidentifikasi pola, dan menyusun
strategi penyelesaian menggunakan bentuk aljabar.
○ Kreativitas: Menemukan berbagai cara atau ide untuk menyatakan suatu masalah
dalam bentuk aljabar, seperti pada masalah menyusun lidi.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk
mendiskusikan masalah, berbagi ide, dan menemukan solusi.
○ Kemandirian: Mengerjakan latihan dan menyelesaikan masalah secara individu
untuk mengukur pemahaman diri.
○ Kepedulian: Saling membantu teman dalam kelompok yang mengalami kesulitan
memahami materi.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sebagai wujud rasa syukur.
● Kewargaan: Memahami bahwa kemampuan matematika adalah bekal penting sebagai
warga negara yang mampu berkontribusi dalam masyarakat.
● Penalaran Kritis: Mengembangkan kemampuan menganalisis informasi, membuat
generalisasi dari pola, dan memvalidasi argumen matematis.
● Kreativitas: Menghasilkan gagasan orisinal dalam memodelkan masalah matematika.
● Kolaborasi: Bekerja efektif dalam kelompok untuk mencapai tujuan
pembelajaran bersama.
● Kemandirian: Menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab dalam proses belajar.
● Kesehatan: Menjaga kesehatan fisik dan mental untuk dapat mengikuti
pembelajaran dengan optimal.
● Komunikasi: Mampu menjelaskan ide, gagasan, dan solusi matematis secara lisan
maupun tulisan menggunakan bahasa dan simbol yang tepat.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR 46 : TAHUN 2025


Pada akhir Fase D, pada elemen Aljabar, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
Mengenali, memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam bentuk susunan benda dan
bilangan; Menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar; menggunakan sifat-sifat operasi
(komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
Murid dapat memahami relasi dan fungsi (domain, kodomain, range) serta menyajikannya
dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan pasangan berurutan, dan grafik; membedakan
beberapa fungsi non linear dari fungsi linear secara grafik; menyelesaikan persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variabel; menyajikan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah
dengan menggunakan relasi, fungsi dan persamaan linear; serta menyelesaikan sistem
persaman linear dua variabel melalui beberapa cara untuk penyelesaian masalah.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika): Menggunakan rumus-rumus fisika yang
dinyatakan dalam bentuk aljabar (contoh: rumus kecepatan, v=s/t).
● Ilmu Pengetahuan Sosial (Ekonomi): Menghitung untung-rugi, diskon, dan bunga
sederhana menggunakan variabel.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu memahami arti huruf sebagai pengganti bilangan
dan menggunakan bentuk aljabar untuk menyelesaikan masalah kontekstual. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik dapat menuliskan bentuk aljabar dari operasi perkalian dan
pembagian, serta menyatakan berbagai besaran menggunakan bentuk aljabar. (3 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik dapat memahami makna substitusi, dan dapat menghitung
nilai dari suatu bentuk aljabar dengan mensubstitusikan bilangan pada huruf. (2 JP)
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
"Misteri Batang Lidi": Peserta didik diajak untuk memecahkan masalah tentang berapa
banyak lidi yang dibutuhkan untuk membuat sejumlah persegi yang disusun berdampingan.
Topik ini digunakan untuk mengenalkan konsep variabel dan bagaimana suatu pola dapat
digeneralisasi menjadi sebuah kalimat matematika (bentuk aljabar).

E. KERANGKA
PEMBELAJARAN PRAKTIK
PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL), Blended Learning.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus dan cermat dalam mengamati
pola (kegiatan lidi), mengidentifikasi suku-suku sejenis, dan memperhatikan tanda
positif/negatif dalam operasi aljabar.
○ Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep aljabar dengan
masalah nyata yang relevan (menghitung harga, jarak, dll.), sehingga mereka
memahami kegunaan dan makna dari apa yang dipelajari.
○ Joyful Learning: Pembelajaran dirancang melalui kerja kelompok yang kolaboratif,
permainan, dan tantangan pemecahan masalah yang menarik agar suasana belajar
menjadi menyenangkan.
● Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, penugasan,
eksperimen (alat peraga).
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks di buku,
video pembelajaran, artikel online). Memberikan masalah dengan tingkat kesulitan
yang bervariasi.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat bekerja secara individu, berpasangan, atau
kelompok. Guru memberikan bimbingan yang berbeda sesuai kebutuhan: kelompok
cepat diberikan soal tantangan (HOTS), kelompok yang butuh bantuan diberikan
bimbingan lebih intensif dan scaffolding.
○ Diferensiasi Produk: Peserta didik diberi kebebasan untuk menunjukkan
pemahaman mereka melalui berbagai cara, seperti laporan tertulis, presentasi
menggunakan slide, poster infografis, atau video penjelasan.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran lain (IPA, IPS,
Informatika) untuk proyek lintas disiplin. Memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai
sumber belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengajak orang tua untuk mendukung proses
belajar anak di rumah. Mengundang praktisi (misal: pengusaha kecil) untuk berbagi
cerita tentang bagaimana matematika digunakan dalam pekerjaan mereka.
● Mitra Digital: Memanfaatkan platform pembelajaran online dan sumber daya dari
internet.

LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel (klasikal, berkelompok) untuk
mendukung berbagai mode belajar. Papan tulis atau dinding dimanfaatkan untuk
menempelkan hasil karya siswa dan kata kunci materi.
● Ruang Virtual: Menggunakan Google Classroom atau WhatsApp Group sebagai
platform untuk berbagi materi, tugas, dan forum diskusi di luar jam pelajaran.
● Budaya Belajar: Menciptakan suasana yang aman dan positif di mana siswa berani
bertanya, berpendapat, dan membuat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.
Menumbuhkan budaya saling menghargai dan kerja sama.

PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Khan Academy, YouTube Edukasi,
Rumah Belajar Kemdikbud.
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom, Padlet, atau WhatsApp Group.
● Penilaian Daring: Google Forms, Quizizz, atau Kahoot! untuk kuis formatif.
● Media Presentasi Digital: Canva, Google Slides, atau PowerPoint.
● Media Publikasi Digital: Blog kelas atau media sosial sekolah untuk
mempublikasikan proyek terbaik siswa.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI PERTEMUAN 1 (2 JP : 80 MENIT)
Topik: Menggunakan Huruf sebagai Variabel
● KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
○ Pembukaan: Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa
kehadiran.
○ Mindful: Guru mengajak siswa melakukan teknik stop sejenak (berhenti, tarik
napas, amati, lanjutkan) untuk memfokuskan pikiran.
○ Apersepsi: Guru menampilkan gambar beberapa barang dengan label harga (misal:
3 buku tulis = Rp 12.000). Guru bertanya, "Bagaimana cara mengetahui harga satu
buku?".
○ Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan materi dengan
manfaatnya, "Hari ini kita akan belajar cara menggunakan 'simbol rahasia' untuk
menyelesaikan masalah seperti ini dengan lebih mudah."

● KEGIATAN INTI (55 MENIT)


○ Eksplorasi (Meaningful): Guru menyajikan masalah kontekstual "Misteri Batang
Lidi". Siswa diminta mengeluarkan lidi atau stik es krim yang sudah disiapkan.
○ Diskusi Kelompok (Joyful): Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap
kelompok diminta untuk menyusun 1 persegi, 2 persegi berdampingan, 3 persegi,
dst., dan menghitung jumlah lidi yang dibutuhkan, lalu mencatatnya dalam tabel.
○ Bernalar Kritis: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Berapa lidi untuk 4
persegi? 10 persegi? Adakah pola yang kalian temukan? Bagaimana cara
menuliskannya?"
○ Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan cara mereka menemukan jumlah
lidi. Guru mengapresiasi semua ide yang muncul.
○ Generalisasi: Guru membimbing diskusi untuk sampai pada kesimpulan bahwa kita
bisa menggunakan huruf (misal: a) untuk mewakili jumlah persegi. Contoh: 1 + 3a
atau 4 + 3(a-1).
○ Pembelajaran Berdiferensiasi:
■ Proses: Kelompok yang cepat paham diberi tantangan: "Bagaimana jika
perseginya disusun ke atas dan ke samping membentuk persegi panjang besar?
Temukan rumusnya!". Kelompok yang kesulitan dibimbing guru langkah demi
langkah.
■ Konten: Siswa kinestetik menggunakan lidi, siswa visual dapat menggambarnya
di buku.
● KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
○ Refleksi: Siswa diminta menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang
masih membingungkan.
○ Rangkuman: Guru bersama siswa menyimpulkan bahwa huruf dapat
digunakan untuk mewakili suatu bilangan yang belum diketahui (variabel).
○ Tindak Lanjut: Guru memberikan 1-2 soal latihan sederhana untuk
dikerjakan di rumah.
○ Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 2 (3 JP : 120 MENIT)


Topik: Menuliskan Bentuk Aljabar (Perkalian & Pembagian)
● KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
○ Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.
○ Apersepsi: Guru mereview materi sebelumnya, "Jika a adalah jumlah persegi, kita
punya rumus 1+3a. Sekarang, bagaimana jika harga 1 buku adalah x rupiah,
bagaimana cara menuliskan harga 5 buku?"
○ Motivasi: "Hari ini kita akan belajar aturan menulis yang lebih singkat dan cepat
dalam aljabar, agar perhitungan kita menjadi lebih efisien."
● KEGIATAN INTI (90 MENIT)
○ Eksplorasi (Meaningful): Guru menjelaskan aturan penulisan perkalian aljabar
(angka di depan huruf, tanda kali dihilangkan) dan pembagian (menggunakan bentuk
pecahan). Contoh: 5×a ditulis 5a; x÷3 ditulis 3x.
○ Diskusi Kelompok (Joyful): Siswa dalam kelompok mengerjakan LKPD yang berisi
berbagai situasi nyata untuk diubah ke bentuk aljabar. Contoh: "Nyatakan luas
persegi panjang dengan panjang p dan lebar l." atau "Nyatakan kecepatan rata-rata
jika jaraknya s km ditempuh dalam t jam."
○ Permainan "Cepat Tepat": Guru menyebutkan kalimat matematika, kelompok yang
paling cepat dan benar menuliskan bentuk aljabarnya di papan tulis kecil mendapat
poin.
○ Pembelajaran Berdiferensiasi:

a×(−1)×b) hingga yang lebih kompleks (misal: total harga dari
a barang seharga 5000 rupiah dan b barang seharga 7000 rupiah).
■ Proses: Siswa yang kesulitan dapat fokus pada aturan dasar, sementara siswa
yang cepat dapat melanjutkan ke soal-soal aplikasi yang lebih menantang.
● KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
○ Refleksi: "Aturan penulisan mana yang menurutmu paling penting untuk diingat?
Mengapa?"
○ Rangkuman: Guru bersama siswa merangkum aturan penulisan perkalian dan
pembagian dalam aljabar.
○ Tindak Lanjut: Memberikan beberapa soal latihan untuk penguatan.
○ Penutup: Salam dan doa.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, guru mengajukan pertanyaan lisan terkait
pemahaman pola dan operasi hitung dasar. Contoh: "Jika 1 pulpen harganya Rp3.000, berapa
harga 5 pulpen? Bagaimana kamu menghitungnya?".
● Kuis Singkat: Kuis 3-5 soal di Google Forms mengenai konsep prasyarat
(misal: menghitung luas persegi, operasi bilangan bulat).

ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Selama proses pembelajaran, guru mengajukan pertanyaan untuk
mengecek pemahaman, seperti “Mengapa suku 3x dan 5y tidak bisa dijumlahkan?”.
● Diskusi Kelompok: Guru mengobservasi keaktifan, kemampuan kerja sama, dan
kontribusi siswa dalam diskusi menggunakan lembar observasi.
● Latihan Soal/LKPD: Menganalisis hasil pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD) untuk mengidentifikasi miskonsepsi.
● Observasi: Mengamati kemampuan siswa dalam bernalar kritis dan berkomunikasi saat
presentasi.
● Produk (Proses): Menilai draf atau proses pengerjaan tugas proyek, memberikan umpan
balik untuk perbaikan.

ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Tugas: Secara berkelompok, siswa diminta mencari satu masalah nyata di
lingkungan sekolah (misal: menghitung kebutuhan dana untuk acara kelas,
menghitung bahan untuk membuat mading) dan menyelesaikannya menggunakan
konsep aljabar.
○ Penilaian: Laporan proyek dinilai berdasarkan ketepatan pemodelan matematika,
kebenaran perhitungan, dan kejelasan penjelasan.
● Praktik (Kinerja):
○ Tugas: Siswa diminta menjelaskan langkah-langkah penyederhanaan
bentuk aljabar yang kompleks di depan kelas.
○ Penilaian: Dinilai berdasarkan kelancaran, ketepatan konsep, dan
kemampuan menjawab pertanyaan.
● Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konseptual dan
prosedural.
Contoh Tes Tertulis :
A. Pilihan Ganda
1. Bentuk aljabar untuk kalimat "5 lebihnya dari dua kali sebuah bilangan (x)"
adalah...
a. 5x+2
b. 2x+5

2. Sederhanakan bentuk aljabar


a. 2a+4b+2

c. 12a+4b+2
d. 2a+4b+4
3. Hasil dari 14m : -2m
a. -7
b. -5
c. 9
d. 19

B. Essay

1. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri, mengapa 5x dan 5x2 disebut suku


2. tidak sejenis dan tidak dapat dijumlahkan!

Anda mungkin juga menyukai