0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan12 halaman

Sap Resti TPMB

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai pendidikan kesehatan kehamilan risiko tinggi yang ditujukan untuk ibu hamil di TPMB Bd. Sumariyah. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya, dan langkah pencegahan yang perlu diambil. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan diskusi interaktif, dengan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta setelah kegiatan.

Diunggah oleh

Viki R0hani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan12 halaman

Sap Resti TPMB

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai pendidikan kesehatan kehamilan risiko tinggi yang ditujukan untuk ibu hamil di TPMB Bd. Sumariyah. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya, dan langkah pencegahan yang perlu diambil. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan diskusi interaktif, dengan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta setelah kegiatan.

Diunggah oleh

Viki R0hani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENDIDIKAN KESEHATAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI


DI TPMB Bd. SUMARIYAH, [Link]

Disusun Kelompok :
1. Talitha Alya Nabilah P17311255033
2. Viki Rohani P17311255082

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
TAHUN 2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENDIDIKAN KESEHATAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI
DI TPMB Bd. SUMARIYAH, [Link]

Disusun Oleh:

Mahasiswa,

Talitha Alya Nabilah Viki Rohani


NIM.P17312255033 NIM.P17312255082

Ini telah diperiksa dan disahkan oleh :

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

Ari Kusmiwiyati, [Link] Bdn. Sumariyah, [Link]. Keb

ii
SATUAN ACARA PENYULUHAN

I. Identitas Satuan Acara Penyuluhan

Topik : Kehamilan Resiko Tinggi


Sasaran : Ibu Hamil
Tanggal : 28 Oktober 2025
Pukul : 09.00-10.00 WIB
Waktu : 15 menit
Tempat : TPMB Sumariyah
II. Identifikasi Masalah
Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai
komplikasi selama kehamilan, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu.
Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya dan faktor risiko
kehamilan dapat menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan
medis sehingga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2021), jumlah kematian ibu
mencapai 7.389 kasus, dengan penyebab utama adalah perdarahan,
preeklampsia/eklampsia, dan infeksi yang sebenarnya dapat dicegah dengan
deteksi dini dan pemeriksaan rutin (Kemenkes RI, 2021).
Sebagian ibu hamil belum rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai
standar, masih mengabaikan tanda bahaya seperti perdarahan, sakit kepala
berat, pembengkakan ekstrem, dan penurunan gerakan janin. Hal ini sering
disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, rendahnya kesadaran, keterbatasan
akses ke fasilitas kesehatan, serta pengaruh budaya atau kepercayaan yang
salah. Faktor internal yang memengaruhi antara lain usia ibu di bawah 20
tahun atau di atas 35 tahun, riwayat penyakit kronis seperti hipertensi dan
diabetes, serta riwayat kehamilan berisiko sebelumnya. Faktor eksternal
meliputi kurangnya dukungan keluarga, kondisi sosial ekonomi rendah, dan
kurangnya edukasi dari tenaga kesehatan (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta,
2021).
Situasi ini menjadi masalah serius karena dapat mengancam keselamatan
ibu dan janin. Upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang
kehamilan risiko tinggi sangat diperlukan agar ibu hamil dapat mengenali

1
tanda bahaya, melakukan pemeriksaan rutin, dan menerapkan pola hidup sehat
selama kehamilan
III. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diadakan penyuluhan ini ibu hamil dapat memahami tentang
kehamilan dengan resiko tinggi
IV. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapat penyuluhan tentang cara memandikan bayi yang benar,
diharapkan ibu dapat :
1) Memahami pengertian kehamilan dengan resiko tinggi
2) Mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan resiko tinggi
3) Mengetahui bahaya yang terjadi akibat kehamilan dengan resiko
tinggi
4) Mengetahui pencegahan kehamilan resiko tinggi
V. Materi
Terlampir
VI. Metode
1) Ceramah
2) Tanya jawab
VII. Kegiatan Penyuluhan

2
Penyajian Durasi Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Media

Pembukaan 2 menit 1. Membuka dengan 1. Menyimak Diskusi -


salam dan informasi yang
perkenalan. disampaikan
2. Menjelaskan kontrak oleh pemateri.
waktu. 2. Menjawab
3. Menggali pertanyaan
pengetahuan ibu yang diajukan.
mengenai kehamilan
resiko tinggi
Kegiatan 5 menit 1. Menjelaskan 1. Menyimak Ceramah Leaflet
Inti pengertian kehamilan pemaparan dan
risiko tinggi. materi. diskusi
2. Menjelaskan faktor- 2. Menanyakan
faktor risiko yang hal yang kurang
dapat menyebabkan dimengerti.
komplikasi pada ibu
dan janin.
3. Menjelaskan
pentingnya konsultasi
rutin ke dokter.
4. Menjelaskan langkah-
langkah pencegahan
yang bisa dilakukan
untuk mengurangi
risiko komplikasi.
5. Menjelaskan pola
hidup sehat yang
perlu diterapkan
selama kehamilan.
Penutup 3 menit Ceramah
1. Menyimpulkan 1. Menyimak
materi yang sudah kesimpulan.
disampaikan
2. Mengajukan
2. Memberikan pertanyaan atau
motivasi agar ibu memberikan
hamil dengan risiko umpan balik.
tinggi tetap menjaga
3. Menyimak 3
kesehatannya.
penutup.
3. Menanyakan apakah
VIII. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Membuat satuan acara penyuluhan (SAP) kehamilan resiko tinggi
b. Membuat kontrak waktu dan jadwal pelaksanaan penyuluhan sesuai
dengan topik yang dibahas.
c. Menyiapkan media yang digunakan untuk kegiatan pendidikan
kesehatan/penyuluhan. Media yang digunakan, yaitu media cetak
berupa leaflet.
2. Evaluasi Proses
a. Evaluasi Peserta
Peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dengan sangat baik. Peserta
aktif dalam bertanya dan berdiskusi tentang kehamilan risiko tinggi.
Partisipasi peserta menunjukkan antusiasme terhadap topik yang
dibahas, dan mereka kooperatif selama kegiatan berlangsung.
b. Evaluasi Penyaji Edukasi
Penyaji edukasi mampu memfasilitasi penggunaan media selama
penyuluhan dengan baik, termasuk menjelaskan poin-poin penting
terkait kehamilan risiko tinggi. Penyaji dapat mengelola jalannya
edukasi secara terstruktur dan menciptakan suasana nyaman serta
menarik, sehingga peserta tidak merasa bosan selama kegiatan
berlangsung.
3. Evaluasi Program
Evaluasi program adalah penilaian terhadap pencapaian tujuan
penyuluhan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Evaluasi ini
berfokus pada sejauh mana peserta memperoleh pengetahuan dan
keterampilan mengenai kehamilan risiko tinggi serta tanda bahaya
kehamilan. Komponen evaluasi program meliputi:
a. Keberhasilan materi:
Peserta dapat menjawab pertanyaan mengenai pengertian
kehamilan risiko tinggi, faktor penyebab, tanda bahaya, dampak
terhadap ibu dan janin, serta langkah pencegahan dengan benar
minimal 80% dari total peserta.

4
b. Dampak:
Peserta memahami pentingnya mengenali tanda bahaya kehamilan
dan melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin, serta
termotivasi untuk menjaga pola hidup sehat selama kehamilan
guna mencegah komplikasi.

IX. Pengorganisasian
1. Penanggung jawab kegiatan: Preseptor klinik dan preseptor akademik
2. Koordinator kegiatan: Mahasiswa kebidanan kelompok (Talitha Alya
Nabilah & Viki Rohani)
3. Tempat pelaksanaan: TPMB Bidan Sumariyah, [Link], Kec.
Kedungkandang, Kab. Malang
4. Waktu pelaksanaan: 28 Oktober 2025 pukul 09.00–10.00 WIB
5. Peserta: Ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di TPMB
6. Metode penyuluhan: Ceramah, tanya jawab, diskusi interaktif
7. Media: Leaflet, poster tanda bahaya kehamilan, dan alat peraga
sederhana
8. Alur kegiatan:
 Pembukaan dan perkenalan
 Penyampaian materi kehamilan risiko tinggi
 Tanya jawab dan klarifikasi
 Evaluasi singkat pengetahuan ibu
 Penutup dan pemberian motivasi
X. Setting Tempat

Pemateri

Audience Audience

XI. Daftar Pustaka

5
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pelayanan
Kesehatan Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi di Fasilitas Kesehatan.
Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu Kebidanan (Edisi Revisi). Jakarta: Yayasan


Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

World Health Organization (WHO). (2020). Maternal and Perinatal Health:


High-risk Pregnancy Guidelines. Geneva: WHO Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset


Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan.

Handayani, S. (2022). Asuhan Kebidanan pada Kehamilan Risiko Tinggi.


Yogyakarta: Deepublish.

Manuaba, I.B.G. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan


Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

6
Lampiran 1 : Materi

1. Pengertian Kehamilan Resiko Tinggi


Kehamilan risiko tinggi adalah kondisi di mana ibu hamil memiliki risiko
yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan normal dalam hal komplikasi
kesehatan, baik untuk ibu maupun janin. Kondisi ini memerlukan perhatian
dan perawatan ekstra selama masa kehamilan hingga persalinan (Kementerian
Kesehatan RI, 2023).
2. Faktor Penyebab Kehamilan Resiko Tinggi
a. Usia Ibu Hamil: Ibu hamil yang berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35
tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
b. Riwayat Kehamilan Sebelumnya: Ibu yang pernah mengalami keguguran,
kelahiran prematur, atau komplikasi kehamilan sebelumnya.
c. Kondisi Medis Ibu: Ibu dengan penyakit kronis seperti diabetes,
hipertensi, atau penyakit jantung berisiko tinggi mengalami komplikasi
kehamilan.
d. Kehamilan Ganda: Kehamilan dengan dua janin atau lebih meningkatkan
risiko komplikasi seperti persalinan prematur.
e. Gaya Hidup Tidak Sehat: Merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan
obat-obatan terlarang dapat memperburuk kondisi kesehatan ibu hamil
(Kementerian Kesehatan RI, 2023).
f. Dampak Kehamilan Resiko Tinggi
a. Pada Ibu: Meningkatnya risiko preeklampsia, diabetes gestasional, dan
komplikasi lainnya yang dapat membahayakan nyawa ibu.
b. Pada Janin: Risiko kelahiran prematur, berat lahir rendah, atau kelainan
kongenital yang dapat memengaruhi perkembangan janin (Kementerian
Kesehatan RI, 2023).
g. Tanda Bahaya Kehamilan Risiko Tinggi
a. Pendarahan atau flek yang berlebihan.
b. Nyeri perut atau kontraksi dini.
c. Gerakan janin berkurang.
d. Sakit kepala hebat atau pandangan kabur.

7
e. Pembengkakan di wajah, tangan, atau kaki yang ekstrem (Kementerian
Kesehatan RI, 2023).
f. Langkah Pencegahan dan Perawatan
a. Konsultasi dan Pemeriksaan Rutin: Ibu hamil dengan risiko tinggi perlu
lebih sering berkonsultasi dengan dokter kandungan dan melakukan
pemeriksaan secara rutin.
b. Nutrisi yang Baik: Menjaga asupan makanan sehat, terutama kaya akan
vitamin, mineral, dan protein, untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.
c. Kontrol Penyakit yang Ada: Pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes
atau hipertensi perlu dilakukan dengan ketat selama kehamilan
d. Istirahat Cukup dan Hindari Stres: Ibu hamil dengan risiko tinggi harus
menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan istirahat.
e. Obat dan Suplemen: Mengonsumsi obat atau suplemen sesuai anjuran
dokter, termasuk asam folat, zat besi, dan vitamin lainnya (Kementerian
Kesehatan RI, 2023).

g. Cara Mencegah Kehamilan Resiko Tinggi

a. Mengikuti Anjuran Medis: Selalu mengikuti anjuran dokter dan


menjalani tes serta pemeriksaan yang direkomendasikan.

b. Pola Hidup Sehat: Menghindari merokok, konsumsi alkohol, dan obat-


obatan terlarang. Olahraga ringan yang sesuai dengan kondisi kehamilan
dapat membantu menjaga kesehatan ibu.

c. Pengawasan Terhadap Tanda Bahaya Kehamilan: Segera periksa ke


fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti pendarahan, nyeri perut
yang hebat, atau penurunan gerakan janin (Kementerian Kesehatan RI,
2023).

8
Lampiran 2 : Media

9
Lampiran 3 : Hasil Kegiatan

10

Anda mungkin juga menyukai