Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal.
427-434
[Link] DOI: [Link]
Pelatihan Ekonomi Kreatif untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan bagi
Pelaku UMKM di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat
I Gede Adiputra*1, Celine Kimnova2, Robert3
1,2,3Program Studi S1 Manajemen, Universitas Tarumanagara Jakarta, Indonesia
*e-mail: gedea@[Link].id1
Abstrak
Semakin menipisnya sumber daya alam dapat dimitigasi melalui kehadiran sumber daya manusia
yang berkualitas. Dalam bidang pembangunan ekonomi, kewirausahaan agak terabaikan, padahal
peranannya sangat penting. Kecamatan Lembang di Kabupaten Bandung Barat menggunakan strategi
pengembangan ekonomi kreatif untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan. Hal ini melibatkan pelaksanaan
sesi pelatihan, ceramah, dan diskusi yang berfokus pada pengembangan pemikiran kreatif. Metode yang
digunakan mengutamakan pertanyaan dan bimbingan yang berorientasi pada peserta. Tujuan Pelatihan
Ekonomi Kreatif UMKM di Kabupaten Lembang adalah untuk menumbuhkan pola pikir kewirausahaan,
dengan mempertimbangkan semakin berkembangnya tantangan global dan persaingan yang menuntut
UMKM cerdas dan terampil. Penerima pengabdian kepada masyarakat yang dituju adalah para pelaku usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini
dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, diskusi, pendampingan berkelanjutan dan
evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kegiatan
ini berhasil, meskipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Semua peserta memberikan umpan
balik positif melalui pengisian formulir Google. Terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan
meningkatkan pemahaman dan keahlian para pelaku UMKM dalam menjalankan operasional usahanya,
sehingga memudahkan mereka untuk terus tumbuh dan berkembang.
Kata kunci: Industri Kreatif, Kewirausahaan, Pengembangan
Abstract
The increasing depletion of natural resources can be mitigated through the presence of quality human
resources. In the field of economic development, entrepreneurship is somewhat neglected, even though its role
is very important. Lembang District in West Bandung Regency uses creative economic development strategies
to increase the entrepreneurial spirit. This involves conducting training sessions, lectures and discussions
focused on developing creative thinking. The method used prioritizes participant-oriented questions and
guidance. The aim of the MSME Creative Economy Training in Lembang Regency is to foster an entrepreneurial
mindset, taking into account the growing global challenges and competition that demand smart and skilled
MSMEs. The intended recipients of community service are micro, small and medium enterprises (MSMEs) in
Lembang District, West Bandung Regency. This activity is carried out using lecture, tutorial, discussion,
ongoing mentoring and evaluation methods. The results of this community service activity show that overall
this activity was successful, although there were several obstacles in its implementation. All participants
provided positive feedback by completing a Google form. Being involved in community service activities will
increase the understanding and skills of MSME players in carrying out their business operations, making it
easier for them to continue to grow and develop
Key words: Creative Industry, Development, Entrepreneurship
1. PENDAHULUAN
1.1. Analisis Situasi
Upaya pemerintah Indonesia untuk menopang pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) telah menghasilkan dua inisiatif utama, yaitu program kewirausahaan dan
program kemitraan (Hasanah, 2015). Program kewirausahaan akan menjadi landasan
pengembangan sumber daya manusia. Hal ini penting dan esensial karena sumber daya manusia
berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sebagai subjek atau aktor. Untuk mengatasi
semakin menipisnya sumber daya alam, penting untuk memprioritaskan keberadaan sumber
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 427
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
daya manusia yang terampil dan mampu. Kewirausahaan agak diabaikan dalam bidang
pertumbuhan ekonomi.
Kewirausahaan merupakan sifat yang melekat pada diri manusia dan mempunyai arti
penting dalam penyelenggaraan perusahaan. Wirausahawan yang mempunyai pola pikir
kewirausahaan mempunyai ciri-ciri dinamis, inovatif, dan mudah beradaptasi terhadap kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi (Dyanasari et al., 2018). Dengan menumbuhkan budaya
kewirausahaan yang kuat, manajemen dapat terus meningkatkan efektivitasnya. Sejak tahun
2011, Pemerintah Indonesia telah mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional yang
mendorong perluasan upaya pengembangan kewirausahaan di beberapa sektor, termasuk upaya
pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Tujuan dari pelatihan dan pengembangan kegiatan kewirausahaan adalah untuk
menambah jumlah wirausaha di Indonesia sehingga dapat menumbuhkan perekonomian
Indonesia yang kuat di masa depan. Kegiatan wirausaha ini bertujuan untuk melahirkan calon-
calon wirausaha baru. Terlibat dalam aktivitas ini dapat mendorong perkembangan sifat
psikologis seperti keterampilan mengambil keputusan dan kepercayaan diri. Dengan pendekatan
ini diharapkan cita-cita menjadi wirausaha semakin meningkat.
Selain itu, pengembangan sifat kewirausahaan di berbagai tingkat masyarakat dan
pendidikan diperkirakan akan menghasilkan individu luar biasa yang memiliki kualitas
kewirausahaan yang khas, seperti kreativitas, inovasi, rasa percaya diri, kecenderungan
mengambil risiko, dan fokus tanpa henti untuk mencapai hasil yang diinginkan (Achmad et al.,
2016).
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wirausaha di Indonesia, khususnya di kalangan
generasi muda, telah menunjukkan peningkatan yang signifikan berkat kegiatan dan program
kewirausahaan yang sedang berlangsung. Sejumlah besar generasi muda terinspirasi dan
terdorong untuk menjadi wirausaha melalui penciptaan produk atau bisnis yang inovatif dan
orisinal. Upaya kewirausahaan terkait erat dengan ekspresi kreativitas. Kreativitas merupakan
proses kognitif yang dilakukan oleh individu yang mengarah pada penciptaan ide atau produk
baru, atau kombinasi keduanya, yang kemudian disimpan dalam ingatannya (Rachmawati, 2005;
dikutip dalam Destiani, 2016).
Kewirausahaan ditandai dengan pola pikir, perilaku, dan kemampuan untuk
mengidentifikasi dan mengejar peluang menguntungkan yang membawa manfaat baik bagi diri
sendiri maupun orang lain (Hasanah, 2015). Kewirausahaan menghasilkan dan menyediakan
barang dan jasa yang sangat berguna dan praktis yang secara efektif memenuhi keinginan dan
keinginan masyarakat.
Kreativitas dan inovasi merupakan elemen vital dalam ranah kewirausahaan.
Kewirausahaan telah menjadi topik yang menonjol dalam pendidikan siswa di berbagai tingkatan,
seperti pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, dalam beberapa tahun terakhir. Industri kreatif
menjadi penggerak utama kegiatan perekonomian di era ekonomi kreatif. Industri kreatif
memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja,
dan mengembangkan berbagai prospek komersial di berbagai negara (Hubeis, 2009). Prospek
yang melimpah dan perluasan bisnis kreatif harus dimanfaatkan secara efektif. Khususnya bagi
generasi muda yang mempunyai peran penting dalam memajukan perekonomian bangsa. Namun
demikian, masih banyak generasi muda yang belum menyadari tanggung jawab penting yang
harus mereka emban dalam menentukan masa depan bangsa. Mempromosikan pengembangan
individu yang tangguh dan inventif melalui pendidikan kewirausahaan dan mendorong kemajuan
sektor imajinatif adalah hal yang sangat penting. Ide ini berpotensi untuk diterapkan baik di
wilayah pedesaan maupun perkotaan. Potensi pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai
bahan industri kreatif lebih tinggi di perdesaan dibandingkan di perkotaan. Sebaliknya, di
perkotaan, sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi bagi upaya kreatif, khususnya
bagi generasi muda di berbagai lokasi.
Kurangnya pemahaman tentang kewirausahaan dalam industri kreatif dan kurangnya
dukungan dari lembaga-lembaga yang memiliki keahlian merupakan aspek-aspek berpengaruh
yang berkontribusi terhadap kurangnya kecenderungan generasi muda untuk mendirikan usaha
kreatif guna menghadapi daya saing global (Ika Sari Dewi et al., 2019). Untuk meningkatkan
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 428
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
perekonomian lokal, penting untuk memberikan sosialisasi, pelatihan, dan dukungan kepada
individu, sehingga memungkinkan mereka untuk mendirikan usaha yang inovatif.
Keputusan bisnis kreatif berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini sangat
cocok diterapkan di wilayah pedesaan yang mayoritas bercirikan lahan pertanian (Hubeis, 2009).
Sayangnya, entitas-entitas korporat ekonomi ini belum mengalami pertumbuhan yang berarti
akibat berbagai kelemahan dalam manajemen dan strategi pemasaran mereka. Kehadiran pelaku
usaha UMKM merupakan aset ekonomi berharga yang berkontribusi terhadap pemberdayaan
masyarakat lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah wirausaha di Indonesia, khususnya di
kalangan generasi muda, telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal ini disebabkan oleh
gerakan dan program kewirausahaan yang sedang berlangsung. Sejumlah besar generasi muda
terinspirasi dan terdorong untuk menjadi wirausaha melalui penciptaan produk atau bisnis yang
inovatif dan orisinal.
Temuan lapangan menunjukkan bahwa luasnya kegiatan usaha yang dilakukan UMKM
kurang memiliki pola pikir kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan mandiri. Untuk memfasilitasi
pertumbuhan pelaku UMKM, sangat penting untuk meningkatkan kompetensi mereka di berbagai
bidang seperti identifikasi produk, pemasaran, dan pengelolaan modal, dengan tujuan
menghasilkan output bernilai lebih tinggi.
1.2. Permasalahan Mitra
Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam manajemen kewirausahaan dan
pengembangan ekonomi kreatif, tim pengabdian kepada masyarakat memerlukan kegiatan
pendampingan bagi mitra untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola usahanya secara
efektif. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah :
a. Bagaimana menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif dan mandiri yang dapat
mendukung keberhasilan usaha pelaku UMKM
b. Bagaimana posisi usaha pelaku UMKM saat ini dibandingkan dengan pesaing yang ada
c. Bagaimana sistem produksi yang dapat memperlancar kegiatan operasionalusaha pelaku
UMKM
d. Bagaimana pemasaran yang efektif untuk memasarkan hasil produk pelakuUMKM
e. Bagaimana mengelolan tenaga kerja yang ada dalam melaksanakan kegiatanoperasional
pelaku UMKM.
1.3. Solusi Permasalahan
Berdasarkan permasalahan yang disampaikan pelaku UMKM peserta pelatihan dapat
diberikan solusi sebagai berikut:
a. Kreativitas adalah aspek mendasar dari semua organisasi bisnis, karena kreativitas
bertanggung jawab untuk menghasilkan ide-ide baru yang mengarah pada pengembangan
produk, layanan, bisnis, dan model inovatif. Tujuan utama kreativitas adalah untuk
menghasilkan berbagai bentuk nilai tambah, yang pada gilirannya berkontribusi pada
pertumbuhan, produktivitas, efektivitas, efisiensi, dan inovasi organisasi bisnis.
b. Dengan menumbuhkan kreativitas akan merangsang berkembangnya inovasi terbarukan.
Inovasi adalah penerapan sistematis pemikiran kreatif untuk memecahkan masalah dan
meningkatkan kehidupan sehari-hari. Teori inovasi merupakan kerangka teoritis yang
mengeksplorasi transformasi sesuatu yang dianggap mustahil menjadi suatu kemungkinan.
Inovasi adalah transformasi sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil menjadi kenyataan
yang mungkin terjadi, didorong oleh kesadaran pengusaha akan perlunya perubahan dalam
konteks yang sudah ada.
c. Pengusaha mandiri menunjukkan semangat kewirausahaan melalui dedikasinya terhadap
kemandirian, pencapaian tujuan yang diinginkan, tidak bergantung pada orang lain, dorongan
untuk menjadi lebih produktif, dan keinginan untuk memaksimalkan potensi diri.
d. Memahami posisi kompetitif UMKM dibandingkan pesaing mereka saat ini sangatlah penting
karena akan memberikan masukan bagi pengembangan strategi bisnis yang efektif. Analisis
SWOT merupakan pendekatan metodologis untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 429
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
dan menentukan taktik yang akan diterapkan oleh peserta UMKM. Analisis ini didasarkan
pada premis bahwa strategi yang sukses akan mengoptimalkan kekuatan dan peluang
sekaligus meminimalkan kelemahan dan bahaya.
e. Sistem produksi adalah jaringan kompleks dari bagian-bagian yang saling terkait yang
berkolaborasi untuk memenuhi tujuan yang diharapkan dari suatu bisnis atau perusahaan.
Sistem produksi dirancang untuk menjamin kelancaran proses produksi hingga mencapai
tujuan akhir.
f. Pelaku UMKM harus menerapkan sistem produksi komprehensif yang mencakup aktivitas
desain, pengadaan bahan, manufaktur, penyimpanan, layanan, dan pengiriman agar
organisasi mereka dapat berjalan secara efektif.
g. Dalam mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM, penting bagi UMKM
untuk merancang secara cermat strategi pemasaran yang menjadi peta jalan untuk
memastikan operasional produknya efektif dan efisien. Hal ini melibatkan identifikasi
kebutuhan dan keinginan konsumen, pemilihan target pasar, pemahaman persaingan
pemasaran, dan pemilihan strategi pemasaran yang tepat.
h. Alokasi sumber daya manusia yang efisien sangat penting bagi UMKM untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Penting untuk menyadari bahwa manajemen sumber daya manusia
yang efisien sangat penting bagi keberhasilan pertumbuhan suatu perusahaan.
Perencanaan atau manajemen sumber daya manusia yang efektif melibatkan penilaian
yang akurat terhadap kapasitas sumber daya manusia yang ada dan meramalkan kebutuhan
sumber daya manusia di masa depan bagi perusahaan.
2. METODE
2.1. Bentuk/Jenis Metode Pelaksanaan
Proses pengenalan pengabdian kepada masyarakat kepada mitra khususnya pelaku
UMKM di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat diawali dengan melakukan peninjauan
secara menyeluruh terhadap lokasi. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dan
potensi kegiatan usaha, serta tantangan dan peluang pertumbuhan yang dihadapi oleh usaha
mitra. Dalam menjalin hubungan dengan mitra UMKM, fokus utama pengembangan bisnis ke
depan adalah pada pemasaran dan variasi produk. Oleh karena itu, fokus utamanya adalah
memastikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan menerapkan metode
pemasaran yang selaras dengan keunikan barang yang diproduksi. Materi yang diperlukan untuk
memberdayakan mitra dalam menumbuhkan dan memperluas aktivitas perusahaannya adalah
pelatihan Pemasaran Digital dan menumbuhkan pola pikir otonom. Proses pelatihan bagi mitra
UMKM dilakukan dengan metode ceramah.
2.2. Langkah-Langkah/Tahapan Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 2-3 Juni 2024 melalui penggunaan teknik ceramah,
tutorial, diskusi, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi. Berikut penjelasan lebih rinci
mengenai pendekatan metodologi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini:
a. Ceramah: Peserta mendapatkan informasi mengenai perekonomian global dan kontribusi
masyarakat terhadap perkembangan perekonomian Indonesia di masa depan. Peserta
diberikan insentif untuk mengembangkan pemahaman tentang pentingnya kewirausahaan
bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Lembang. Hal ini dilakukan untuk
meningkatkan semangat kewirausahaan peserta dan menginspirasi mereka untuk
membentuk dan mengembangkan perusahaan yang inovatif.
b. Tutorial: Peserta pelatihan mendapatkan materi pembelajaran perencanaan perusahaan
inovatif yang memanfaatkan sumber daya alam dan limbah lokal. Isinya mencakup berbagai
aspek, antara lain menganalisis potensi prospek bisnis, menentukan penawaran produk,
mengelola keuangan, dan menerapkan strategi pemasaran yang efektif.
c. Diskusi: Peserta pelatihan berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 430
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
mengembangkan rencana bisnis, dengan tujuan agar mereka dapat membuat rencana bisnis
yang efektif.
d. Evaluasi: Pendekatan ini digunakan untuk menilai efektivitas program layanan yang
dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi peningkatan dan inisiatif tambahan
yang harus diterapkan dalam program layanan mendatang.
2.3. Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan
Tata cara pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut:
Pengumpulan data
(observasi dan wawancara)
Pengajuan proposal kegiatan
Pelaksanaan kegiatan
Penulisan laporan kegiatan
Gambar 1. Skema langkah-langkah kegiatan PKM
2.4. Partisipasi Mitra Dalam Kegiatan PKM
Pelaku UMKM yang terlibat dalam kemitraan pengabdian masyarakat antara lain pelaku
usaha kuliner, kerajinan, dan tanaman hias, serta tokoh masyarakat, pengelola objek wisata, dan
Karang Taruna di Kabupaten Lembang. Badan usaha tersebut antara lain pedagang cinderamata,
penyedia katering, pedagang jajanan pasar, dan lain-lain. Keterlibatan mitra dalam program
Pengabdian Kepada Masyarakat meliputi:
a. Mitra adalah perusahaan yang menawarkan lokasi acara sosial dan berlokasi di Kabupaten
Lembang.
b. Mitra berperan sebagai peserta sosialisasi dan aktif terlibat dalam diskusi dan kegiatan tanya
jawab.
c. Mitra terlibat penuh dalam seluruh bagian program Pengabdian Masyarakat, termasuk
mengidentifikasi masalah, mengorganisir program, menjadwalkan kegiatan, melaksanakan
program, dan mengevaluasi kegiatan.
Tujuan utama dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengedukasi dan
memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang Pengembangan UMKM. Tujuan dari
kegiatan ini adalah untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan pemahaman tentang
peningkatan keterampilan dalam mengelola UMKM di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung
Barat khususnya dalam hal Produktivitas dan Pendapatan. Koperasi Agro Purna Mitra Mandiri
memfasilitasi kegiatan ini.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil Yang Dicapai.
Hasil dari Pelatihan Ekonomi Kreatif untuk Menumbuhkan Pola Pikir Kewirausahaan
pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung
Barat menunjukkan bahwa individu dapat meningkatkan dan menerapkan kemampuan kreatif
dan inovatifnya dalam usaha berusaha dengan memaksimalkan keterampilan dan mengubah
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 431
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
tantangan menjadi peluang melalui dedikasi yang kuat dari seorang wirausaha. Asal muasal
kreativitas dan penemuan seorang wirausaha sering kali dimulai dengan serangkaian tindakan
yang melibatkan replikasi dan reproduksi suatu perusahaan yang sudah mapan atau yang saat ini
populer, yang kemudian berusaha mengubahnya menjadi suatu entitas yang baru dan khas.
Pengusaha ideal ditandai dengan kreativitas dan inovasi, serta rasa kemandirian yang kuat.
Organisasi bisnis sangat menghargai kemampuan kreatif manusia sebagai suatu aset yang
berharga. Kreativitas adalah pendorong mendasar kesuksesan organisasi komersial. Ini adalah
elemen kunci yang mendorong pengembangan sumber daya manusia secara optimal dan
meningkatkan daya saing organisasi. Kreativitas adalah aspek mendasar dari semua organisasi
bisnis. Hal ini terlihat dari lahirnya ide-ide yang mengarah pada pengembangan produk, layanan,
bisnis, atau model baru. Ide-ide ini merupakan hasil tindakan individu, kelompok, atau organisasi.
Tujuan utama kreativitas adalah untuk menghasilkan berbagai bentuk nilai tambah, yang pada
gilirannya berkontribusi pada pertumbuhan, produktivitas, efektivitas, efisiensi, dan inovasi
organisasi bisnis. Kreativitas ini akan berfungsi sebagai metrik untuk mengevaluasi kinerja
organisasi, di samping efisiensi, efektivitas, dan kebahagiaan kerja. Ini adalah kemampuan
bawaan yang dapat dikembangkan pada usia berapa pun tanpa batasan. Kreativitas adalah
kombinasi pemikiran inventif dan pengetahuan khusus yang berupaya menghasilkan ide-ide
baru, khas, beragam, dan praktis. Tindakan kreatif mendorong munculnya ide-ide mutakhir.
Inovasi adalah penerapan sistematis pemikiran kreatif untuk memecahkan masalah dan
meningkatkan proses atau produk yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Ganbar 2. Peserta pelatihan
Ganbar 3. Peserta pelatihan
Gambar 4. Registrasi peserta
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 432
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
Berdasarkan tinjauan di atas, kreativitas dapat didefinisikan sebagai kombinasi pemikiran
imajinatif dan keahlian, dengan tujuan menghasilkan ide-ide baru, berbeda, dan praktis. Tindakan
kreatif mendorong munculnya inovasi terbarukan. Inovasi adalah penerapan sistematis
pemikiran kreatif untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kehidupan sehari-hari. Teori
inovasi berpendapat bahwa mengubah sesuatu yang dianggap mustahil menjadi kenyataan
adalah hal yang mungkin dilakukan. Inti dari inovasi terletak pada transformasi apa yang
sebelumnya dianggap mustahil menjadi kenyataan, seperti yang dirasakan oleh wirausahawan
yang menyadari perlunya merevolusi norma-norma yang sudah ada. Penemuan-penemuan
ilmiah, seperti penemuan telepon, menghasilkan terobosan-terobosan yang signifikan.
Penemuan-penemuan ini didorong oleh ketidakpuasan terhadap teknologi yang ada, sehingga
berujung pada terciptanya penemuan-penemuan baru dan unik. Inovasi-inovasi tersebut
diharapkan dapat membawa perubahan besar bahkan radikal dalam kehidupan manusia. Inovasi
biasanya muncul sebagai hasil dari ide-ide baru dan pengakuan terhadap peluang-peluang yang
ada. Inovasi melampaui sekedar penciptaan dalam domain tertentu dan dalam kehidupan sehari-
hari. Inovasi tidak hanya mencakup penciptaan ide atau produk baru, tetapi juga kemajuan dan
peningkatan ide atau produk yang sudah ada.
Mengenai wirausaha mandiri, semangat kewirausahaan didefinisikan oleh dedikasi
individu terhadap otonomi, mengejar tujuan yang diinginkan, menghindari ketergantungan pada
orang lain, dorongan untuk meningkatkan produktivitas, dan memaksimalkan potensi manusia.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui seminar mempunyai pengaruh yang signifikan
dan memberikan banyak manfaat. Mereka memungkinkan pemilik UMKM untuk memperoleh
disiplin ilmu, memungkinkan untuk mempelajari dan mengajar kewirausahaan. Konsekuensinya,
setiap individu diberi kesempatan untuk berkembang sebagai wirausaha. Untuk mencapai
kesuksesan sebagai wirausaha, memiliki keterampilan saja tidaklah cukup; seseorang juga harus
memiliki pemahaman komprehensif tentang semua aspek usaha bisnis yang dipilih. Seorang
wirausaha memiliki banyak tanggung jawab, seperti pengambilan keputusan, kepemimpinan
teknis, kepemimpinan organisasi dan komersial, dan menyediakan keuangan.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi
kepada pelaku UMKM di Kecamatan Lembang tentang konsep ekonomi kreatif melalui
pemanfaatan limbah/sampah domestik:
3.2. Ceramah
Sesi perkenalan terdiri dari ceramah yang berfokus pada pengenalan kepada peserta
mengenai perekonomian global dan menekankan pentingnya generasi muda dalam membentuk
perekonomian masa depan Indonesia. Peserta diberikan insentif untuk mengembangkan
pemahaman tentang pentingnya kewirausahaan, sehingga meningkatkan dorongan
kewirausahaan dan menumbuhkan keinginan untuk meluncurkan dan mengembangkan
perusahaan yang inovatif. Presenter menyampaikan konten menggunakan PowerPoint (PPT)
yang ditampilkan di layar komputer (materi terkoneksi).
3.3. Tutorial
Tutorial ditawarkan untuk memberikan instruksi tentang perencanaan perusahaan yang
kreatif, khususnya berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam dan limbah lokal. Tutorialnya
mencakup beberapa aspek, antara lain analisis potensi bisnis, penentuan produk, pengelolaan
keuangan, dan pemasaran. Pelaksana PKM mendemonstrasikan pemanfaatan sampah untuk
meningkatkan nilai barang yang diciptakannya.
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan ekonomi kreatif dan
inisiatif pengelolaan sampah, daur ulang limbah untuk menghasilkan berbagai souvenir yang
estetis dan menarik. Prestasi ini memberikan manfaat tersendiri bagi oknum-oknum yang terlibat
di wilayah Kecamatan Lembang. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan
masyarakat setempat dalam pengelolaan sampah dan berkontribusi terhadap peningkatan
pendapatan mereka.
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 433
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol. 2, No. 4, Agustus 2024, Hal. 427-434
[Link] DOI: [Link]
3.4. Diskusi
Setelah pemberian materi, langkah pertama adalah melakukan diskusi dengan peserta
pelatihan melalui dua sesi terpisah. Sesi pertama terdiri dari tiga orang yang mengajukan
pertanyaan, sedangkan sesi kedua juga melibatkan tiga orang penanya. Pada sesi tanya jawab,
presenter atau tim pengabdi mengumpulkan seluruh pertanyaan yang diajukan pada setiap sesi
dan selanjutnya memberikan penjelasan atau tanggapan atas pertanyaan tersebut. Dalam
pelatihan ini, banyak sekali peserta yang aktif terlibat dalam proses tanya jawab. Beberapa
peserta mengajukan pertanyaan, sementara yang lain menawarkan perspektif alternatif atau
jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh rekan-rekan mereka.
4. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan sebelumnya, kami memperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Secara keseluruhan, upaya ini berhasil, meskipun menghadapi beberapa tantangan
implementasi. Seluruh peserta memberikan respon positif saat mengisi Google form.
2. Penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada
Pelatihan Ekonomi Kreatif di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian para pelaku UMKM sehingga dapat
memperluas operasional perusahaan secara efektif.
3. Terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus pada pembinaan pola pikir
kewirausahaan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku UMKM
dalam menjalankan operasional usahanya. Antisipasi kehadiran acara seminar dan sesi
pelatihan teknis yang berfokus pada pengembangan kreativitas, pengembangan inovasi,
dan pengembangan kemandirian di kalangan calon wirausaha.
4. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat tersendiri bagi
mitra yang terlibat di wilayah Kecamatan Lembang. Pelatihan ini mampu meningkatkan
keterampilan masyarakat setempat dalam pengelolaan sampah dan berkontribusi
terhadap peningkatan pendapatan mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, N., Saputro, E., & Handayani, S. (2016). Kewirausahaan Di Era Digital. Jakarta: Direktorat
Penelitian Pengabdian Masyarakat Dirjen Dikti.
Destiani, D. P. (2016). Penerapan Marketing Publik Relations pada Industri Farmasi Sebagai
Strategi Dalam Peningkatan Daya Saing Industri Farmasi Sebagai Strategi Dalam
Meningkatan Daya Saing Industri.
Dyanasari, & Asnah. (2018). Buku manajemen Usaha Kecil dan Kewirausahaan .
Hapsari, D., & A.N., H. (2017). Model Pembukuan Sederhana Bagi Usaha Mikro Di Kecamatan
Kramatwatu Kabupaten Serang. Jurnal Akuntansi, 4(2), 36.
Hasanah, M. (2015). Pengaruh Pemberian Hadiah Dan Punishment Terhadap Motivasi Belajar Mata
Pelajaran IPS Siswa Kelas V NU Pakis Malang. Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Hasyim, D. (2013). Kualitas Manajemen Keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Studi
Kasus Pada Distribution Store (Distro) Di Kota Medan). Jurnal Jupiis, 5(2).
Hubeis, M. (2009). Prospek Usaha Kecil dalam Wadah Inkubator Bisnis. Ghalia Indonesia.
Ika Sari Dewi, S. S. , M. Si., & I.K. Sihombing, M. S. (2019). Buku Kewirausahaan dan Manajemen
Strategis UKM Pedesaan (Bidang Ilmu Ekonomi).
Undang-Undang No 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
P-ISSN 3031-2728 | E-ISSN 3031-2736 434