0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Rel 2

Penelitian ini mengimplementasikan sistem absensi digital berbasis QR Code dan Google Spreadsheet di SMK Farida Adz-Dzikraa untuk meningkatkan efektivitas pencatatan kehadiran siswa kelas X TKJ. Hasil menunjukkan bahwa waktu pencatatan berkurang dari 10-15 menit menjadi 2-3 menit, dengan peningkatan akurasi dan minimnya kesalahan. Meskipun sistem ini efektif, tantangan utama adalah ketergantungan pada koneksi internet.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Rel 2

Penelitian ini mengimplementasikan sistem absensi digital berbasis QR Code dan Google Spreadsheet di SMK Farida Adz-Dzikraa untuk meningkatkan efektivitas pencatatan kehadiran siswa kelas X TKJ. Hasil menunjukkan bahwa waktu pencatatan berkurang dari 10-15 menit menjadi 2-3 menit, dengan peningkatan akurasi dan minimnya kesalahan. Meskipun sistem ini efektif, tantangan utama adalah ketergantungan pada koneksi internet.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer(TEKNIK)

Vol.5, No.3 NOVEMBER 2025


P-ISSN : 2809-9095; E-ISSN : 2809-9125, Hal 13-21
DOI: [Link]

Implementasi Sistem Absensi Menggunakan Qr Code Dan Google


Spreadsheet Untuk Meningkatkan Efektifitas Pencatatan Kehadiran
Siswa Kelas X Tkj Di Smk Farida Adz-Dzikraa

Azka Maliya
STKIP PGRI Situbondo

Firman Jaya
STKIP PGRI Situbondo

Arico Ayani Suparto


STKIP PGRI Situbondo

Korespondensi penulis: altamis1922@[Link]

Abstract. This study aims to implement a digital attendance system using QR Code
through the Scan IT to Office application and Google Spreadsheet to improve attendance
recording effectiveness for class X TKJ at SMK Farida Adz-Dzikraa. The research uses
a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation. Results
show the system reduces attendance time from 10–15 minutes to 2–3 minutes and
minimizes errors and fraud. Students and teachers responded positively due to its speed,
accuracy, and real-time access. The main challenge is internet dependency. The system
is considered effective in supporting school administration and enhancing student
discipline. This study is expected to serve as a reference for similar system development
in other schools.

Keywords: Digital Attendance, QR Code, Google Spreadsheet, Effectiveness, Scan IT to


Office, Education.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem absensi digital berbasis QR


Code menggunakan aplikasi Scan IT to Office dan Google Spreadsheet guna meningkatkan
efektivitas pencatatan kehadiran siswa kelas X TKJ di SMK Farida Adz-Dzikraa. Metode yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengurangi waktu absensi dari 10–15 menit
menjadi 2–3 menit per sesi serta meminimalisir kesalahan dan kecurangan. Siswa dan guru
memberikan tanggapan positif karena proses absensi lebih cepat, akurat, dan real-time. Kendala
utama adalah ketergantungan pada koneksi internet. Sistem ini dinilai efektif dan efisien dalam
mendukung administrasi sekolah serta meningkatkan kedisiplinan siswa. Penelitian ini
diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan sistem absensi serupa di sekolah lain.

Kata Kunci: Absensi Digital, QR Code, Google Spreadsheet, Efektivitas, Pendidikan.

Received August 5, 2025; Revised 2 November, 2025; Accepted November 15, 2025
*Corresponding author, altamis1922@[Link]
IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN QR CODE DAN GOOGLE SPREADSHEET
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENCATATAN KEHADIRAN SISWA KELAS X TKJ DI SMK
FARIDA ADZ-DZIKRAA

LATAR BELAKANG
Kehadiran siswa dalam proses pembelajaran merupakan indikator penting dalam
menilai kedisiplinan dan keterlibatan siswa terhadap kegiatan belajar di sekolah. Di
banyak satuan pendidikan, termasuk SMK Farida Adz-Dzikraa, sistem pencatatan
kehadiran yang digunakan masih bersifat manual, yaitu menggunakan absensi tulis
tangan atau daftar hadir konvensional. Sistem ini memiliki berbagai kelemahan, antara
lain rentan terhadap manipulasi data, human error, tidak efisien dari segi waktu, dan
menyulitkan dalam proses rekapitulasi data kehadiran harian maupun bulanan. Dalam
konteks perkembangan teknologi informasi, digitalisasi sistem administrasi sekolah
menjadi kebutuhan yang mendesak. Salah satu bentuk digitalisasi tersebut adalah
penerapan sistem absensi berbasis teknologi. QR Code (Quick Response Code)
merupakan salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pencatatan kehadiran
secara cepat dan akurat. Ketika dipadukan dengan aplikasi pemindai seperti Scan IT to
Office dan diintegrasikan dengan platform cloud seperti Google Spreadsheet, sistem ini
memungkinkan pencatatan data kehadiran secara otomatis, real-time, serta mudah dalam
pelaporan.
Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa sistem absensi digital berbasis
QR Code terbukti meningkatkan efisiensi dan keakuratan pencatatan kehadiran. Namun
demikian, implementasi teknologi ini di lingkungan sekolah menengah kejuruan,
khususnya yang berbasis vokasional seperti SMK Farida Adz-Dzikraa, masih jarang
dilakukan. Hal ini membuka peluang penelitian untuk menguji dan mengembangkan
sistem serupa agar dapat digunakan secara luas dan berkelanjutan.
Penelitian ini memiliki kebaruan (novelty) dalam hal pengintegrasian sistem
absensi QR Code dengan Google Spreadsheet yang memungkinkan proses pencatatan
dilakukan secara otomatis tanpa memerlukan perangkat lunak khusus yang kompleks.
Selain itu, penelitian ini mengedepankan penggunaan teknologi yang mudah diakses dan
diterapkan oleh guru dan siswa dengan perangkat yang sederhana, seperti smartphone dan
koneksi internet standar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan
sistem absensi digital berbasis QR Code dan Google Spreadsheet dalam rangka
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencatatan kehadiran siswa di kelas X TKJ SMK
Farida Adz-Dzikraa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis yang dapat
direplikasi di sekolah lain dengan kondisi serupa.

14 Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer(TEKNIK) - Vol.5, No.3 NOVEMBER 2025
KAJIAN TEORITIS
Kehadiran siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu indikator
penting dalam evaluasi keterlibatan dan kedisiplinan siswa di sekolah. Menurut Arikunto
(2013), administrasi pendidikan adalah seluruh proses penyelenggaraan kegiatan
pendidikan yang bertujuan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu bagian
dari administrasi tersebut adalah pencatatan kehadiran siswa yang, dalam praktiknya,
masih banyak dilakukan secara manual. Proses ini tidak hanya memakan waktu, tetapi
juga rentan terhadap kesalahan pencatatan, kecurangan berupa titip absen, dan kesulitan
dalam merekapitulasi data secara cepat. Oleh karena itu, seiring dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK), penerapan sistem absensi digital menjadi
solusi alternatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan kehadiran
siswa. Salah satu teknologi yang semakin populer digunakan dalam sistem absensi digital
adalah QR Code (Quick Response Code). QR Code merupakan jenis kode dua dimensi
yang mampu menyimpan informasi dalam jumlah besar dan dapat dipindai dengan cepat
menggunakan kamera ponsel atau pemindai digital. Dalam konteks pendidikan, QR Code
digunakan untuk menandai identitas siswa sehingga proses absensi dapat dilakukan hanya
dengan memindai kode yang dimiliki masing-masing siswa. Menurut Susilo dan
Wahyudi (2022), sistem absensi berbasis QR Code mempermudah guru dalam mengelola
kehadiran siswa secara real-time dan dapat mengurangi praktik kecurangan seperti titip
absen.
Teknologi ini menjadi semakin fungsional ketika diintegrasikan dengan layanan
cloud seperti Google Spreadsheet. Google Spreadsheet adalah platform pengolah data
daring yang memungkinkan input dan pembaruan data secara otomatis dan sinkron
melalui jaringan internet. Kelebihan utama dari platform ini adalah kemampuannya
dalam menyimpan data dalam waktu nyata (real-time), serta memfasilitasi akses data oleh
berbagai pihak secara bersamaan. Amalia dan Rachman (2020) menyatakan bahwa
Google Spreadsheet sangat efektif digunakan dalam pengelolaan data pendidikan karena
fleksibilitas dan kemudahan kolaborasinya. Dalam konteks absensi, integrasi antara
aplikasi pemindai QR Code seperti Scan IT to Office dengan Google Spreadsheet dapat
menghasilkan sistem pencatatan kehadiran yang tidak hanya efisien tetapi juga transparan
dan mudah direkap.
IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN QR CODE DAN GOOGLE SPREADSHEET
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENCATATAN KEHADIRAN SISWA KELAS X TKJ DI SMK
FARIDA ADZ-DZIKRAA

Penelitian-penelitian sebelumnya juga menunjukkan efektivitas sistem absensi


digital dalam konteks pendidikan. urniawan dan Sari (2020) menyatakan bahwa
penggunaan QR Code dalam absensi siswa terbukti meningkatkan ketepatan waktu dan
kedisiplinan karena proses absensi menjadi lebih cepat dan tidak dapat dimanipulasi. Hal
serupa ditemukan dalam penelitian Ramadhani et al. (2021) yang menyebutkan bahwa
kombinasi QR Code dan Google Spreadsheet dalam sistem absensi memberikan efisiensi
administrasi yang tinggi dan dapat meminimalisasi human error. Namun, sebagian besar
implementasi teknologi ini masih terbatas pada sekolah-sekolah berbasis kota atau
sekolah dengan infrastruktur digital yang cukup mapan.
Berdasarkan tinjauan tersebut, yang menjadi landasan penting bagi penelitian ini,
yaitu belum adanya penerapan sistem absensi QR Code terintegrasi dengan Google
Spreadsheet di sekolah menengah kejuruan yang berada di wilayah semi-perkotaan
seperti SMK Farida Adz-Dzikraa. Penelitian ini menawarkan kebaruan (novelty) dengan
mengembangkan sistem absensi digital sederhana, terjangkau, dan dapat langsung
digunakan oleh guru dan siswa tanpa memerlukan pelatihan teknis yang rumit. Sistem ini
memanfaatkan perangkat yang umum dimiliki seperti smartphone dan aplikasi berbasis
cloud, sehingga dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain yang memiliki keterbatasan
infrastruktur digital.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk
mendeskripsikan proses implementasi dan efektivitas sistem absensi berbasis QR Code
yang terintegrasi dengan Google Spreadsheet. Desain penelitian ini bersifat studi kasus
dengan fokus pada satu lokasi, yaitu SMK Farida Adz-Dzikraa, khususnya pada kelas X
Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas X TKJ yang berjumlah 28 orang. Karena jumlahnya relatif kecil dan fokus pada
kelas tertentu, maka seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian (total
sampling).
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung proses
pelaksanaan sistem absensi baik secara manual maupun digital. Wawancara dilakukan
kepada guru dan siswa untuk mengetahui persepsi dan pengalaman mereka terhadap
penggunaan sistem yang diterapkan. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk

16 Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer(TEKNIK) - Vol.5, No.3 NOVEMBER 2025
mengumpulkan data kehadiran siswa sebelum dan sesudah penggunaan sistem absensi
QR Code. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi,
pedoman wawancara, dan format dokumentasi kehadiran. Instrumen telah melalui proses
validasi oleh ahli sebelum digunakan dan hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen
dinyatakan valid dan reliabel.
Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan model analisis interaktif dari Miles dan
Huberman (1994). Peneliti juga membandingkan efektivitas antara metode absensi
manual dan digital berdasarkan indikator waktu pencatatan dan akurasi data. Interpretasi
hasil dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi serta
menganalisis respons dari pengguna sistem. Model penelitian yang digunakan berfokus
pada proses implementasi teknologi pendidikan dalam skala kelas, dengan variabel bebas
berupa penggunaan sistem absensi QR Code dan variabel terikat berupa efektivitas
pencatatan kehadiran siswa. Efektivitas diukur dari segi waktu, keakuratan, dan
kemudahan pelaporan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Penelitian ini dilaksanakan di SMK Farida Adz-Dzikraa, Situbondo, selama bulan
Mei hingga Juni 2024 dengan melibatkan siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan
(TKJ) sebanyak 28 orang sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, dokumentasi, dan wawancara. Observasi digunakan untuk melihat proses
absensi sebelum dan sesudah penerapan sistem digital. Dokumentasi dilakukan terhadap
data kehadiran siswa selama dua minggu masa absensi manual dan dua minggu masa
absensi digital. Sedangkan wawancara dilakukan terhadap guru mata pelajaran dan
beberapa siswa untuk mengetahui persepsi mereka terhadap sistem baru yang diterapkan.
Pada tahap awal, proses absensi dilakukan secara manual, yakni dengan metode
pemanggilan satu per satu oleh guru dan pencatatan ke dalam daftar hadir. Proses ini
memakan waktu sekitar 10–15 menit setiap sesi dan sering kali menimbulkan kendala
seperti keterlambatan pencatatan, kelalaian guru, serta praktik titip absen oleh siswa.
Setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan singkat, sistem absensi digital mulai
diterapkan menggunakan aplikasi Scan IT to Office yang terhubung langsung dengan
Google Spreadsheet. Setiap siswa diberikan QR Code unik yang digunakan saat masuk
IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN QR CODE DAN GOOGLE SPREADSHEET
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENCATATAN KEHADIRAN SISWA KELAS X TKJ DI SMK
FARIDA ADZ-DZIKRAA

kelas. Guru kemudian memindai QR Code tersebut menggunakan kamera ponsel, dan
data kehadiran langsung tercatat secara otomatis di spreadsheet daring.
Waktu pencatatan absensi pun menurun drastis dari rata-rata 12 menit menjadi
hanya 2–3 menit. Selain itu, tingkat keakuratan data meningkat karena tidak lagi terdapat
kesalahan akibat tulisan tangan atau ketidakhadiran siswa yang tetap tercatat hadir karena
titip absen. Wawancara yang dilakukan terhadap guru mata pelajaran, Ibu Siti Aminah,
menunjukkan bahwa sistem absensi berbasis QR Code sangat membantu dalam hal
efisiensi waktu dan kemudahan rekap data. Ia menyatakan, “Biasanya saya butuh lebih
dari 10 menit hanya untuk absen, apalagi kalau siswa datangnya tidak bersamaan. Tapi
sekarang, cukup satu kali scan, data langsung masuk dan saya bisa akses dari mana saja.”
Ia juga menambahkan bahwa sistem ini sangat mendukung pelaporan karena data sudah
tersusun otomatis dalam Google Spreadsheet, sehingga memudahkan pengarsipan dan
pelaporan ke wali kelas atau bagian kesiswaan.
Tanggapan positif juga disampaikan oleh siswa. Wahyu Aji, salah satu siswa X
TKJ, menyebutkan bahwa sistem ini membuat proses absensi lebih cepat dan mengurangi
kecurangan. “Dulu saya pernah nitip absen, tapi sekarang tidak bisa karena harus hadir
langsung dan di-scan. Jadi, lebih tertib,” katanya. Siswa lainnya, Yulia Rahma,
menyatakan bahwa sistem ini lebih adil. Ia mengatakan, “Semuanya sekarang harus hadir
langsung. Kalau tidak ada orangnya, tidak bisa absen. Jadi, semua punya tanggung jawab
sendiri.” Hal senada diungkapkan oleh Dani Pratama yang merasa sistem ini membuatnya
lebih disiplin. “Karena tidak bisa titip, saya jadi lebih termotivasi untuk datang tepat
waktu,” ujarnya.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, terlihat bahwa implementasi
sistem absensi QR Code memberikan dampak positif secara langsung terhadap perilaku
kedisiplinan siswa serta efisiensi kerja guru. Sistem ini juga memberikan data yang akurat
dan siap digunakan dalam laporan administrasi pendidikan. Secara konseptual, hasil
penelitian ini mendukung teori administrasi pendidikan oleh Arikunto (2013) yang
menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan
fungsi administratif sekolah. Temuan ini juga konsisten dengan penelitian terdahulu oleh
Ramadhani et al. (2021) dan Kurniawan & Sari (2020), yang menunjukkan bahwa sistem
absensi digital dapat meningkatkan disiplin siswa dan mempercepat proses pencatatan
kehadiran.

18 Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer(TEKNIK) - Vol.5, No.3 NOVEMBER 2025
Meskipun sistem ini menunjukkan hasil positif, terdapat tantangan yang
ditemukan selama proses implementasi, yaitu ketergantungan terhadap koneksi internet.
Dalam beberapa sesi, ketika jaringan tidak stabil, proses pemindaian QR Code mengalami
gangguan. Namun, kendala ini masih bisa diatasi dengan menggunakan opsi
penyimpanan offline sementara pada perangkat, sebelum data disinkronkan kembali ke
cloud. Dari segi implikasi, hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa
model sederhana penerapan sistem absensi digital yang dapat diadopsi oleh sekolah lain
dengan sumber daya terbatas. Sistem ini tidak memerlukan perangkat keras mahal atau
pelatihan teknis kompleks, karena cukup menggunakan smartphone dan aplikasi yang
tersedia secara gratis. Secara teoritis, penelitian ini memperluas wacana tentang integrasi
teknologi sederhana dalam administrasi pendidikan dan membuktikan bahwa efisiensi
serta transparansi dalam sistem kehadiran siswa dapat dicapai melalui inovasi digital
berbasis cloud.

KESIMPULAN DAN SARAN


Penerapan sistem absensi digital berbasis QR Code yang terintegrasi dengan
Google Spreadsheet terbukti memberikan kontribusi nyata dalam memperbaiki tata kelola
kehadiran siswa di lingkungan sekolah vokasi. Sistem ini tidak hanya mampu
menggantikan metode manual secara praktis, tetapi juga mendorong terciptanya budaya
kedisiplinan dan akuntabilitas yang lebih tinggi di antara siswa. Temuan ini menunjukkan
bahwa solusi berbasis teknologi sederhana dapat menjawab kebutuhan administratif
sekolah dengan pendekatan yang hemat biaya dan mudah diimplementasikan. Respon
positif dari pengguna, baik guru maupun siswa, memperlihatkan bahwa adopsi inovasi
semacam ini sangat memungkinkan diterapkan di satuan pendidikan dengan keterbatasan
sumber daya.
Namun demikian, penelitian ini menyadari adanya keterbatasan, terutama dalam
hal infrastruktur jaringan yang masih menjadi hambatan di beberapa situasi. Selain itu,
ruang lingkup penelitian yang terbatas pada satu kelas dan durasi pendek belum
mencerminkan pengaruh jangka panjang sistem terhadap perilaku kehadiran siswa secara
menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat disarankan untuk memperluas
skala implementasi baik dari segi jumlah kelas, jenjang pendidikan, maupun integrasi
IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI MENGGUNAKAN QR CODE DAN GOOGLE SPREADSHEET
UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENCATATAN KEHADIRAN SISWA KELAS X TKJ DI SMK
FARIDA ADZ-DZIKRAA

dengan sistem akademik sekolah secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya juga dapat
mengeksplorasi penggunaan dashboard visualisasi data dan keterlibatan orang tua dalam
pemantauan kehadiran secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung
kebijakan digitalisasi administrasi sekolah yang lebih inklusif, efisien, dan berorientasi
pada data.

UCAPAN TERIMA KASIH


dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, penulis ingin menyampaikan
penghargaan kepada :
1. Bapak/Ibu Dosen Pembimbing Bapak Firman Jaya, [Link].,[Link] dan Bapak
Arico Ayani Suparto [Link], [Link], yang telah memberikan arahan, bimbingan,
serta masukan yang sangat berharga dalam penyusunan jurnal ini.
2. Seluruh Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP PGRI
Situbondo, yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang sangat berguna
selama masa perkuliahan.
3. Orang tua, keluarga, serta teman-teman, yang selalu memberikan dukungan
moral, motivasi, serta doa dalam menyelesaikan jurnal ini.
4. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu , yang telah membantu
baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan jurnal ini.
Penulis menyadari bahwa jurnal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan
penelitian ini. Semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan
ilmu pengetahuan.

DAFTAR REFERENSI
Amalia, D., & Rachman, A. (2020). Pemanfaatan Google Spreadsheet dalam pengelolaan
data akademik. Jurnal Teknologi dan Pembelajaran, 7(1), 45–52.
Arikunto, S. (2013). Manajemen administrasi pendidikan. Rineka Cipta.
Handayani, R. A., & Sari, N. M. (2020). Efektivitas penggunaan QR Code dalam absensi
mahasiswa. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, 8(2), 112–
120.
Kurniawan, A., & Sari, M. (2020). Penerapan sistem absensi QR Code untuk siswa SMA.
Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan, 4(2), 101–109.

20 Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer(TEKNIK) - Vol.5, No.3 NOVEMBER 2025
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded
sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Nurhayati, D., & Rahman, H. (2021). Integrasi Google Workspace dalam sistem
administrasi sekolah. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Pendidikan, 6(1),
30–39.
Prasetyo, B., & Haryanto, T. (2021). Efektivitas absensi digital berbasis QR Code pada
kegiatan belajar mengajar. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pendidikan, 9(1), 63–72.
Ramadhani, N., Syahrul, F., & Taufik, M. (2021). Sistem absensi berbasis Google Form
dan Spreadsheet di era digital. Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi,
2(3), 55–60.
Rohmah, F. N., & Wahyuni, T. (2022). Implementasi Google Spreadsheet dalam
pengelolaan kehadiran siswa berbasis cloud. Jurnal Inovasi Teknologi
Pendidikan, 5(1), 25–33.
Saputra, H., & Yulianti, A. (2021). Analisis kinerja sistem absensi QR Code dalam
lingkungan sekolah menengah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 77–84.
Sari, E. K., & Hasanah, U. (2020). Persepsi guru terhadap digitalisasi administrasi kelas.
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 11(2), 95–102.
Susilo, A., & Wahyudi, R. (2022). Implementasi QR Code pada absensi mahasiswa untuk
meningkatkan efektivitas administrasi. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi,
10(2), 88–95.
Yuliana, L., & Maulana, D. (2020). Pemanfaatan teknologi cloud computing dalam
administrasi pendidikan. Jurnal EduTech, 3(2), 20–29.

Anda mungkin juga menyukai