0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan41 halaman

Modul REHA

Modul Penilaian Cepat Kesehatan Lingkungan (REHA) menjelaskan pentingnya pengkajian cepat kesehatan lingkungan pasca bencana untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dan kebutuhan mendesak. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu memahami konsep REHA, waktu pelaksanaan, komposisi tim, serta cara mendapatkan data dan menyampaikan informasi penilaian. Metode pembelajaran mencakup ceramah, diskusi, dan praktik lapangan untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang penanganan krisis akibat bencana.

Diunggah oleh

suci mailanie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan41 halaman

Modul REHA

Modul Penilaian Cepat Kesehatan Lingkungan (REHA) menjelaskan pentingnya pengkajian cepat kesehatan lingkungan pasca bencana untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dan kebutuhan mendesak. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu memahami konsep REHA, waktu pelaksanaan, komposisi tim, serta cara mendapatkan data dan menyampaikan informasi penilaian. Metode pembelajaran mencakup ceramah, diskusi, dan praktik lapangan untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang penanganan krisis akibat bencana.

Diunggah oleh

suci mailanie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Penilaian Cepat Kesehatan Lingkungan (REHA)

[Link]
Bencana adalah rangkaian kejadian yg mengancam dan mengganggu kehidupan serta
penghidupan masyarakat baik oleh karena faktor alam dan/atau faktor non alam maupun
faktor manusia yang dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda, bahkan dampak psikologis (Undang-Undang No.24 Thn
2007). Kejadian bencana dapat meningkatnya faktor risiko lingkungan yang berpotensi
menjadi KLB.
Kejadian bencana berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, timbulnya korban
manusia seperti kematian, kesakitan, kerusakan sarana dan prasarana lingkungan, termasuk
sarana sanitasi dasar dan munculnya faktor risiko berbagai penyakit berbasis lingkungan.
Pada kondisi ini, upaya penanggulangan, perbaikan dan pemenuhan kebutuhan minimal
harus segera dilakukan begitu juga upaya penanggulangan fakto risiko penyakit berbasis
lingkungan di pengungsian.
Perlu segera dilakukan indentifikasi permasalahan kesehatan lingkungan, pemetaan
faktor risiko penyakit berbasis lingkungan, rumusan dan pemecahan, koordinasi dengan
pihak-pihak terkait, dan rencana penanganan. Materi REHA pengendalian penyakit berbasis
lingkungan menjelaskan secara garis besar tentang pelaksanaan kajian cepat kesehatan
lingkungan dengan REHA di situasi bencana dan strategi penggunaan format REHA.
Kemampuan melakukan hal-hal diatas harus dipunyai oleh tenaga sanitasi sebagai bagian
dari tim penanggulangan kedaruratan di wilayah kerjanya.
[Link] Hasil Belajar
Setelah mengikuti mata pelatihan ini, peserta mampu:
1. Menjelaskan Konsep REHA (Rapid Envinronment Health Assessment),
2. Menjelaskan waktu pelaksanaan dan hasil yang diharapkan dari REHA,
3. Menjelaskan komposisi tim dan cara mendapatkan data
4. Menjelaskan alur penyampaian informasi penilaian kebutuhan cepat penanganan krisis
akibat bencana.
5. Melakukan identifikasi permasalahan kesehatan lingkungan pada pengkajian cepat
kesehatan (RHA) situasi bencana.
C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Konsep REHA (Rapid Environmental Health Assessment)
1.1. Pengertian REHA
1.2. Tujuan REHA
1.3. Ruang Lingkup REHA
2. Waktu Pelaksanaan dan hasil yang diharapkan dari REHA
3. Komposisi Tim dan Cara Mencapatkan Data
3.1. Komposisi Tim
3.2. Cara Mendapatkan Data
4. Alur Penyampaian Informasi Penilaian Kebutuhan Cepat Penanganan Krisis Akibat
Bencana
5. Identifikasi Permasalahan Kesling di Daerah Tanggap Darurat
5.1. Identifikasi Permasalahan Kesling
5.2. Daftar Assessment

D. METODE
• Curah Pendapat;
• Ceramah tanya jawab;
• Diskusi kelompok;
• Diskusi pleno;
• Praktik Lapangan.

E. MEDIA DAN ALAT BAHAN


Slide tayangan, PC & Desktop Projector, Panduan Diskusi Kelompok, Panduan praktik
lapangan pengisian form REHA, Format REHA.

F. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Langkah 1: Pengkondisian dan Bina Suasana
1. Melakukan sapaan akrab dan memperkenalkan diri (jika selama proses pelatihan sesi
sebelumnya, belum berkenalan);
2. Melakukan permainan (sepanjang dibutuhkan);
3. Menyampaikan ruang lingkup bahasan dan tujuan pembelajaran tentang Pengkajian
Cepat Kesehatan Lingkungan (REHA) di Daerah Tanggap Darurat
4. Menggali pendapat peserta (curah pendapat) tentang apa yang dimaksud dengan
pengkajian cepat kesehatan lingkungan (REHA) di daerah tanggap darurat
Langkah 2: Penyampaian Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Menyampaikan Materi Pokok 1 sampai dengan 5 beserta sub materi pokok-nya
secara garis besar dengan metode CTJ;
2. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang
jelas;
3. Memberikan jawaban jika ada pertanyaan yang diajukan peserta

Langkah 3: Pendalaman Materi Pokok dan Sub Materi Pokok


1. Menjelaskan bahwa secara khusus pendalaman untuk Materi Pokok 3 yaitu
Identifikasi Permasalahan Kesling dan Daftar Assesment di Daerah Tanggap Darurat
menggunakan REHA
2. Mengajak peserta diskusi kelompok untuk memahami isi pokok dari Format penilaian
cepat kesehatan lingkungan (REHA)
3. Membagi peserta menjadi 3 kelompok.
4. Membagikan lembar panduan penugasan diskusi kelompok (Lampiran-1) dan
disertakan dengan Format REHA.
5. Meminta setiap kelompok membaca panduan dan mulai mendiskusikan sesuai tugas
seperti dalam panduan.

Langkah 4: Praktik Kerja Lapangan


1. Mengajak peserta untuk mengikuti arahan penyelenggara tentang kelompok praktik
kerja lapangan (PKL);
2. Membagikan form REHA kepada setiap kelompok dan kembali mempelajari item demi
item yang akan dijadikan panduan untuk pengkajian cepat kesling (REHA) di lapangan;
3. Meminta setiap kelompok untuk membuka form REHA dan berbagi tugas untuk proses
di lapangan, karena pengkajian cepat kesehatan lingkungan dengan REHA akan
dilakukan bersamaan dengan Pra Pemicuan dan Assessment TTG melalui PKL-1.
4. Membagikan Panduan Praktik Kerja Lapangan.
5. Meminta setiap kelompok PKL untuk menyiapkan laporan hasil REHA. Format laporan
PKL-1 akan disampaikan pada MPI-13 tentang Pemicuan 5 Pilar STBM Situasi Bencana.
Langkah 5: Rangkuman
1. Mengadakan evaluasi pencapaian tujuan pembelajaran (menggunakan indikator hasil
belajar) dengan menanyakan beberapa hal sesuai topik Materi Pokok;
2. Memperjelas jawaban peserta terhadap masing–masing pertanyaan (jika diperlukan);
3. Bersama peserta merangkum hasil pembelajaran MPI-9 tentang Pengkajian Cepat
Kesehatan Lingkungan (REHA) di Daerah Tanggap Darurat;
4. Menyampaikan salam penutup

[Link] MATERI
MATERI POKOK 1. KONSEP REHA (Rapid Environmental Health Assessment)
Sub Materi Pokok 1.1. Pengertian REHA
Pengkajian cepat kesehatan lingkungan (Rapid Environmental Health Assessment) di
daerah tanggap darurat dan merupakan bagian dari Rapid Health Assessment (RHA).
Kegiatannya adalah pengumpulan, pengolahan, analisis data/ informasi tentang kondisi
kesehatan lingkungan akibat bencana serta perubahan kehidupan masyarakat yang
mengalami bencana.
Sub Materi Pokok 1.2. Tujuan REHA
Tujuan RHA adalah untuk penyusunan rencana kegiatan & identifikasi:
• besarnya kebutuhan,
• masalah kesehatan,
• gambaran penyakit,
• kemungkinan dampak yang ditimbulkan,
• potensi yang ada yang bisa dimanfaatkan.
Sasaran REHA:
1. Mengidentifikasi ancaman penyakit menular utama,
2. Membuat outline kebutuhan bidang PP&PL, dan
3. Membuat rencana prioritas penanggulangannya.
4. Mengidentifikasi berbagai faktor risiko dan timbulnya masalah kesehatan terutama
kemungkinan terjadinya peningkatan kasus penyakit menular dan potensial wabah di
daerah bencana.
5. Melalui REHA akan diperoleh gambaran tentang situasi dan kondisi kesehatan
lingkungan pada masa kejadian bencana dan pasca bencana,

Sub Materi Pokok 1.3. Ruang Lingkup REHA


Pengkajian cepat kesehatan lingkungan (Rapid Environmental Health Assessment, REHA)
pada daerah tanggap darurat pada dasarnya merupakan bagian dari Rapid Health
Assessment (RHA) pada dasarnya merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan
analisis data/informasi tentang kondisi kesehatan lingkungan akibat bencana serta
perubahan kehidupan masyarakat yang mengalami bencana dalam rangka penyusunan
rencana kegiatan serta identifikasi besarnya kebutuhan, masalah kesehatan, gambaran
penyakit, kemungkinan dampak yang ditimbulkan dan potensi yang ada yang bisa
dimanfaatkan. Pelaksanaan REHA dilakukan sesaat setelah terjadinya bencana/keadaan
darurat. Sedangkan need assessment dilakukan secara terus menerus sesuai dengan kondisi
yang ada termasuk pasca bencana. Untuk selanjutnya dilakukan mekanisme survailans
kesehatan secara rutin untuk mengetahui dan memonitor kondisi/masalah kesehatan
serta untuk memberikan rekomendasi upaya tindak lanjutnya. Penilaian cepat masalah
kesehatan lingkungan sekurang-kurangnya dilakukan pada setiap tingkat desa/
kelurahan dan selanjutnya dilakukan rekapitulasi tingkat kecamatan, kabupaten/ kota.
MATERI POKOK 2. WAKTU PELAKSANAAN DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Waktu Pelaksanaan REHA
Sesaat setelah terjadinya bencana/keadaan darurat. Sedangkan analisa kebutuhan/ need
assessment dilakukan secara terus menerus sesuai dengan kondisi yang ada termasuk
pasca bencana. Selanjutnya dilakukan survailans kesehatan secara rutin untuk
mengetahui dan memonitor kondisi/masalah kesehatan serta memberikan rekomendasi
upaya tindak lanjutnya. Penilaian cepat masalah kesehatan lingkungan sekurang-
kurangnya dilakukan di tingkat desa/kelurahan dan selanjutnya dilakukan rekapitulasi
tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi.
Hasil yang Diharapkan dari REHA
a. Rekomendasi yang kongkrit untuk kegiatan penanggulangan di lapangan.
b. Pelaksanaan penilaian cepat masalah kesehatan secara umum juga dapat membawa
intervensi awal diantaranya sebagai upaya penyediaan air bersih/minum, penyediaan
jamban dan lain-lain.
c. Informasi berupa besarnya populasi yang terkena bencana, prioritas masalah
kesehatan yang harus diselesaikan dan kebutuhan vital yang harus dipenuhi.

MATERI POKOK 3. KOMPOSISI TIM DAN CARA MENDAPATKAN DATA


Sub Materi Pokok 3.1. Komposisi Tim
Tim REHA, sebaiknya berasal dari beberapa latar belakang ilmu yang berbeda. Hal
tersebut karena aspek yang dikaji cukup komplek. Unsur komposisi Tim yang disarankan
adalah sebagai berikut:
a. Epidemiologis;
b. Sanitarian;
c. Medis/paramedis; dan
d. Petugas logistik/administrasi.
Sub Materi Pokok 3.2. Cara Mendapatkan Data
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data, baik melalui dokumen
resmi, maupun observasi ke lapangan. Cara dimaksud adalah:
a. Observasi langsung ke lokasi pemukiman yang mengalami bencana mencatat data
yang terekam di pos kesehatan dan atau pos penanggulangan bencana.
b. Wawancara terhadap petugas-petugas dalam program pengendalian penyakit.
c. Data ini semua dapat diperoleh di puskesmas, dinas kesehatan provinsi, kabupaten/
kota

MATERI POKOK 4. ALUR PENYAMPAIAN INFORMASI PENILAIAN KEBUTUHAN CEPAT


PENANGANAN KRISIS AKIBAT BENCANA
Untuk menyampaikan informasi penilaian kebutuhan cepat dalam penanganan krisis akibat
bencana, berikut adalah alur yang umumnya digunakan:
1. Pengumpulan Data Awal:
o Tim Penilai segera dikirim ke lokasi bencana untuk mengumpulkan data awal
mengenai dampak bencana, kebutuhan mendesak, dan kondisi korban.
o Data yang dikumpulkan mencakup jumlah korban, kerusakan infrastruktur,
kebutuhan medis, pangan, air bersih, dan tempat penampungan.
2. Analisis Data:
o Data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk menentukan prioritas
kebutuhan dan sumber daya yang diperlukan.
o Analisis ini dilakukan oleh tim ahli yang berkoordinasi dengan pihak
berwenang setempat dan organisasi kemanusiaan.
3. Penyusunan Laporan Penilaian:
o Berdasarkan analisis data, disusun laporan penilaian kebutuhan cepat yang
mencakup rekomendasi tindakan dan alokasi sumber daya.
o Laporan ini harus jelas, ringkas, dan mencakup semua aspek penting dari
penilaian.
4. Distribusi Informasi:
o Laporan penilaian disampaikan kepada semua pihak terkait, termasuk
pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan lembaga internasional.
o Informasi ini juga disebarluaskan kepada masyarakat melalui media massa
dan saluran komunikasi lainnya untuk memastikan transparansi dan
koordinasi yang baik.
5. Tindak Lanjut dan Pemantauan:
o Berdasarkan laporan penilaian, dilakukan tindakan penanganan krisis sesuai
dengan prioritas yang telah ditetapkan.
o Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang
diberikan tepat sasaran dan kebutuhan korban terpenuhi.

MATERI POKOK 5. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KESLING DAN DAFTAR


ASSESSMENT DI DAERAH TANGGAP DARURAT
Sub Materi Pokok 5.1. Identifikasi Permasalahan Kesling
a. Data Umum:
Data yang menggambarkan kejadian kedaruratan, diskripsi kedaruratan yang
menggambarkan besaran atau skala kejadian, waktu kejadian, hari, tanggal, bulan,
tahun, dan pukul berapa kedaruratan terjadi. Lokasi kejadian menggambarkan
tempat kejadian di desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, letak
geografis: pegunungan, pantai, pulau atau yang lainnya. Data umum yang lain
berupa jumlah penduduk yang terancam, jumlah jiwa, dan kepala keluarga.
b. Data Kondisi Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
1. Tempat Pengungsian
• Bangunan darurat, jumlah bangunan, luas bangunan, kondisi ventilasi, jenis
lantai, kedap serangga, dan gambaran lain tentang kondisi bangunan lainnya.
• Bangunan permanen, jenis bangunan, luas bangunan, kondisi ventilasi, jenis
lantai, penerangan, kedap serangga, dan gambaran lain tentang kondisi
bangunan.
2. Sumber Air Bersih
Sumber air (air tanah, air permukaan, air hujan mata air, sumur, sungai), sarana
air, (PDAM, perpipaan, kran umum, sumur gali, sumur pompa), kualitas air
(kualitas fisk, kimia dan biologi), cakupan air, jarak penampungan/pengungsian
terhadap sumber air, jarak sumber air terhadap sumber pencemaran.
3. Pembuangan kotoran
Jenis dan jumlah sarana pembuangan yang ada, dan kebiasan masyarakat
membuang kotoran, apa ditemukan adanya masyarakat yang membuang kotoran
sembarangan.
4. Pembuangan limbah
• Tempat pembuangan sampah, apakah tersedia tempat pembuangan sampah
di setiap keluarga/kelompok, tempat penampungan sementara, dan
pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir. Apakah terlihat
penumpukan sampah, atau sampah berserakan.
• Limbah cair, apakah tersedia saluran pembuangan limbah dari tempat
pengungsian ke saluran drainase, apakah ada genangan di tempat
pengungsian.
5. Vektor
Adanya vektor dan binatang penular penyakit lainnya, seperti lalat, nyamuk aides,
nyamuk anopheles, kecoa, tikus, terutama yang dikeluhkan oleh masyarakat.
6. Pengelolaan makanan
Dapur umum: bagaimana kondisi tempat penyimpanan bahan mentah, kondisi
peralatan memasak, tempat penyimpanan makanan siap saji, fasilitas air bersih,
tempat pencucian, tempat sampah, dan penjamah makanan. Bantuan makanan
siap saji, dari mana sumber bantuan, bentuk makanan, jumlah, dan kualitas
makanan.
7. Potensi yang ada:
• Jumlah tenaga sanitasi yang ada yang mungkin bisa diperbantukan, atau
tenaga relawan;
• Potensi alam, sumber air yang ada, missal kedalaman sumur disekitarnya.
Bahan-bahan yang tersedia, seperti pasir, bamboo dll.
8. Logistik kedaruratan kesehatan lingkungan
Jumlah stok persediaan logistik sanitasi darurat yang ada, meliputi jenis, jumlah,
dan kondisi. Logistik sanitasi darurat meliputi: kaporit, tawas, PAC, Aqaua tab, air
rahmat, polybag, insektisida, repelen, higiene kit, lysol. Peralatan: water purifier,
slab jamban fiber glas, mobile toilet, peralatan pengeboran air, water test kit
lapangan, food inspection kit, sanitarian field kit, swing fof, mist blower, spray can.
Logistik tersebut seharusnya tersedia di kabupaten/kota dan provinsi.

Sub Materi Pokok 5.2. Daftar Assessment:


A. Jumlah korban luka / meninggal berdasarkan tempat tinggal, jenis kelamin dan umur.
B. Jumlah rumah yang rusak ringan/sedang/berat berdasarkan tempat/desa.
C. Perilaku penduduk sebagai akibat bencana (jenis pengungsian, pola makan, buang
hajat, dan lainlain).
D. Kondisi sanitasi berdasarkan tempat.
E. Kondisi sistem pelayanan kesehatan seperti kantor dinas kesehatan setempat, rumah
sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, peralatan dan petugasnya, terutama kaitan
pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.
F. Kondisi sistem transportasi dan komunikasi.
G. Data tentang situasi penyakit menular sebelum terjadi bencana termasuk data KLB,
penyakit tertentu yang diperkirakan menjadi ancaman terhadap masyarakat yang
mengalami bencana.
H. Data surveilans rutin dan riwayat KLB.
I. Data program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan kesehatan
lingkungan.
J. Kebutuhan logistik sanitasi lingkungan

[Link]
Modul pada mata pelatihan ini memberikan pemahaman kepada peserta tentangpengertian
dan tujuan REHA/RHA (Rapid Health Assessment), waktu pelaksanaan dan hasil yang
diharapkan, komposisi tim dan cara mendapatkan data serta alur penyampaian informasi
penilaian kebutuhan cepat penanganan krisis akibat bencana. Melalui método curah
pendapat, ceramah dan tanya jawab, diskusi kelompok, simulasi atau latihan pengisian
format dan praktik lapangan mengisi Format REHA/RHA untuk pengkajian cepat kesehatan
lingkungan di daerah tanggap darurat, maka peserta akan terampil secara khusus untuk
melakukan identifikasi permasalahan kesehatan lingkungan di daerah tanggap darurat
dengan menggunakan instrument REHA/RHA. Instrument REHA ini merupakan tools untuk
pengkajian cepat dan identifikasi permasalahan kesehatan lingkungan di daerah tanggap
darurat.
[Link]
PANDUAN PENUGASAN (MPI-9) PENGKAJIAN CEPAT KESEHATAN
LINGKUNGAN (REHA) DI DAERAH TANGGAP DARURAT
1. PANDUAN DISKUSI KELOMPOK
Tujuan : Setelah diskusi kelompok, peserta mampu memahami isi pokok
dari format penilaian cepat kesehatan lingkungan (REHA);
Waktu Penugasan : 45 menit
Diskusi dalam kelompok : 25 menit
Penyajian 3 kelompok @4 menit : 12 menit
Tanya jawab : 5 menit
Rangkuman dan klarifikasi dari Fasilitator : 3 menit
Langkah Diskusi
1) Peserta dibagi menjadi 6 kelompok @ 7-8 orang
2) Pelatih memberi kesempatan kepada kelompok untuk berdiskusi selama 15 menit
3) Setiap kelompok dibagikan Form REHA-Terlampir.
4) Tugas diskusi setiap kelompok adalah sebagai berikut;
a. Membaca dan mendiskusikan hal-hal yang masih sulit dimengerti tentang
pertanyaan/pernyataan pada Form bagian III. Penyediaan Air, IV.
Pembuangan Kotoran, V. Pembuangan Sampah Padat, VI. Higiene &
Sanitasi Pangan, VII. Pengendalian Vektor, VIII. Tempat Pengungsian
dan IX. Perilaku Hidup Bersih.
b. Mencoba mengisi berdasarkan contoh situasi atau keadaan di salah satu
wilayah kerja peserta (sebagai contoh saja).
c. Membuat catatan tentang hal-hal yang masih perlu dikonsultasikan atau
didiskusikan dengan Fasilitator.
5) Setiap Kelompok memaparkan catatan-catatan hasil diskusinya.
6) Kelompok lain memberikan tanggapan dan saran sepanjang diperlukan.
7) Fasilitator merangkum hasil paparan dari seluruh kelompok
2. Panduan Praktik Kerja Lapangan
Penilaian Cepat dalam Bidang Kesehatan Lingkungan Situasi Bencana
Tujuan : Setelah Praktik Kerja Lapangan ini, diharapkan peserta
mampu melakukan penilaian cepat dalam bidang kesehatan lingkungan situasi
bencana.
Alokasi Waktu : 2 JPL
Langkah Identifikasi :
1. Kunjungi 1 komunitas, mulailah mendata dari Puskesmas/Kantor, kemudian
dilanjutkan ke masyarakat dan lingkungan sanitasinya.
2. Cermati beberapa pertanyaan yang memerlukan observasi saja atau memerlukan
wawancana dengan masyarakat dan atau aparatur.
3. Lakukan pengisian data yang memerlukan data primer seperti dengan observasi
lingkungan dan sanitasinya serta wawancara dengan masyarakat.
4. Pengisian data sekunder dapat dilakukan menyusul, yang penting dokumen data
sekunder sudah difoto atau dicopy.
Format Identifikasi :
Penilaian cepat kesehatan dalam bidang kesehatan lingkungan (Rapid Health
Assessment)
Format Identifikasi :
Penilaian cepat kesehatan dalam bidang kesehatan lingkungan (Rapid Health Environment
Assessment)
I. DESKRIPSI KEJADIAN KRISIS KESEHATAN :
(Gambaran singkat terjadinya bencana yang menggambarkan besarnya dampak risiko
kesling)
II. DATA PELAKSANA PENILAIAN
1. Nama petugas penilai : ………………………………..
2. Dinas/Instansi : ………………………………..
3. No. Telp/HP : ………………………………..
No. WA : ………………………………..
Email : ………………………………..
4. Waktu Penilaian
Tanggal : ………………………………..
Jam : ………………………………..
III. DATA UMUM
1. Provinsi : ………………………………..
2. Kab/Kota : ………………………………..
3. Kecamatan : ………………………………..
4. Desa/Kel : ………………………………..
5. Puskesmas : ………………………………..
6. Jenis Bencana :
a. Banjir
b. Gempa Bumi
c. Banjir Bandang
d. Tsunami
e. Letusan Gunung Api (erupsi)
f. Tanah longsor
g. Kebakaran hutan dan lahan
h. Kegagalan Teknologi.
i. Likuifaksi
j. Kekeringan
k. Lain-lain, sebutkan

7. Kondisi geografis daerah terdampak :a. Pegunungan b. Pantai c. Daerah Aliran Sungai d.
Daratan
8. Akses komunikasi :a. Jaringan Operator (…………) b. Telepon kabel c. Lain – lain……………..
9. Akses transportasia. Tersedia : 1) Jalan darat 2) Jalan air 3) Jalan udara b. Tidak tersedia
10. Koordinator masyarakat penyintas di masyarakat/pengungsiana. Ada (nama & nomor
telepon) b. Tidak ada
IV. DATA PENDUDUK TERDAMPAK

N Kecama Desa/ Lokasi Jumlah Kelompok Rentan


o tan Kel Pengungs Jumlah
ian Pendudu
k
Mengun
gsi

L P Jml Ba Bali Bu Bute Disabili Lans


Jiw yi ta mil ki tas ia
a

V. FASILITAS PENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN PADA SITUASI BENCANATERDAMPAK

No Sarana Jumlah Kondisi Bangunan Jml Fasyankes yang


Kesehatan Fasyankes (Jml Fasyankes Terdampak) memberikan pelayanan

1. Rumah Sakit Rusak Rusak Tidak Fungsi Tidak


a. Pemerintah Berat ringan Rusak
b. Swasta

2. Puskesmas

3. Pustu
4.
5.

VI. SARANA PRASARANA KESEHATAN LINGKUNGAN


A. PENYEDIAAN AIR BERSIH/MINUM
1. Sumber air baku untuk keperluan Hygiene Sanitasi di pengungsian
a. Menurut jenis sarana
[ ] PDAM [ ] Sumur Gali [ ] Sumur Pompa
[ ] Perlindungan Mata Air [ ] Mata Air Tak Terlindung [ ] PAH
[ ] Tangki Air [ ] lain-lain, sebutkan …………………..

b. Jumlah sarana yang terdampak (sesuai dengan jenis sarana)


1) PDAM = ……… 2) Sumur Gali = ……… 3) Sumur Pompa = ……
4) Mata Air Terlindung = …… 5) Mata Air Tak Terlindung 6) PAH = ………
7) Tangki Air = ……… 8) lain-lain, sebutkan = ………

c. Tingkat kerusakan sumber air baku :


[ ] Rusak berat [ ] Rusak Ringan

2. Kualitas dan Kuantitas Air


a. Ketersediaan air pada awal kejadian 1-3 hari ( 2,5 - 3 lt/orang/hari)
[ ] tersedia [ ] Tidak tersedia
Jika tidak tersedia air, Berapa banyak air yang dibutuhkan = …..... ltr/hari
b. Ketersediaan air pada hari berikutnya hari ke 4 dst ( kejadian fase tanggap darurat 15
lt/orang/hari)
[ ] Cukup [ ] Kurang [ ] Tidak ada
Jika tidak tersedia air, Berapa banyak air yang dibutuhkan? ……..liter/hari
c. Apakah tempat penampungan air mudah dijangkau masyarakat
[ ] Ya [ ] Tidak
d. Apakah masyarakat mempunyai wadah air
[ ] Ya [ ] Tidak
e. Apakah tersedia peralatan lapangan untuk pengujian air?
[ ] Ya [ ] Tidak
f. Apakah airnya memenuhi persyaratan fisik (bau, rasa, warna, keruh)
[ ] Ya [ ] Tidak
g. Apakah pernah dilakukan pemeriksaan mikrobiologis?
[ ] Ya [ ] Tidak

3. Penyediaan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan


a. Sumber air yang digunakan
[ ] PDAM [ ] Sumur Gali [ ] Sumur Pompa

[ ] Mata Air Terlindung [ ] Mata Air Tak Terlindung [ ] PAH


[ ] Tangki Air [ ] lain-lain, sebutkan …………………..
b. Berapa banyak air yang dibutuhkan ?.............liter/hari
c. Apakah airnya memenuhi persyaratan fisik (bau, rasa, warna, keruh)
[ ] Ya [ ] Tidak
d. Apakah pernah dilakukan pemeriksaan mikrobiologis?
[ ] Ya [ ] Tidak
B. PENGELOLAAN TINJA
1. Dimanakah masyarakat penyintas Buang Air Besar
[ ] Jamban [ ] Sembarang tempat
2. Berapa sarana jamban yang masih berfungsi disekitar pengungsian? …… unit
3. Ketersediaan jumlah jamban (1 jamban/20 orang)
[ ] Cukup [ ] Kurang
4. Apakah jamban wanita dan laki-laki terpisah?
[ ] Ya [ ] Tidak
5. Tersedia lahan untuk membangun toilet ?
[ ] Ya [ ] Tidak
6. Apakah Jamban Memenuhi syarat ?
[ ] Ya [ ] Tidak

C. PEMBUANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA


1. Apakah tersedia tersedia tempat sampah di pengungsian?
[ ] Ya [ ] Tidak
2. Apakah tersedia tempat penampungan sampah sementara di pengungsian (TPS) ?
[ ] Ya [ ] Tidak
3. Apakah jumlah tempat sampah mencukupi?
[ ] Ya [ ] Tidak
4. Apakah sampah diangkut setiap hari?
[ ] Ya [ ] Tidak
5. Apakah di dapur umum tersedia tempat sampat
[ ] Ya [ ] Tidak

D. PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS


1. Apakah tersedia tempat sampah untuk limbah medis
[ ] Ya [ ] Tidak
2. Apakah ada pengangkutan limbah medis ke TPS sampah medis
[ ] Ya [ ] Tidak

E. HYGIENE DAN SANITASI PANGAN


1. Apakah tersedia dapur umum
[ ] Ya [ ] Tidak
2. Apakah di dapur tersedia air dengan cukup ?
[ ] Ya [ ] Tidak
3. Apakah kondisi dapur bersih ?
[ ] Ya [ ] Tidak
4. Apakah makanan disiapkan di dapur umum?
[ ] Ya [ ] Tidak
5. Apakah penjamah makanan sehat
[ ] Ya [ ] Tidak
6. Apakah penjamah makanannya menggunakan celemek dan tutup kepala?
[ ] Ya [ ] Tidak
7. Apakah ada pemisahan tempat makanan mentah dan makanan siap saji?
[ ] Ya [ ] Tidak
8. Apakah jarak dapur jauh dengan tempat sampah sementara
[ ] Ya [ ] Tidak
9. Apakah ada bantuan pangan siap saji dari luar
[ ] Ya [ ] Tidak
10. Kalau makanan kemasan, apakah diperhatikan masa berlakunya?
[ ] Ya [ ] Tidak
11. Kalau makanan siap saji, apakah makanan masih dalam keadaan baik ?
[ ] Ya [ ] Tidak
12. Apakah makanan langsung dibagikan?
[ ] Ya [ ] Tidak
13. Apakah disiapkan sarana CTPS di dapur umum?
[ ] Ya [ ] Tidak
F. PENGENDALIAN VEKTOR
1. Status Vektor
a. Apakah terlihat tanda-tanda keberadaan tikus di wilayah bencana
[ ] Ya [ ] Tidak
b. Apakah terlihat banyak lalat di wilayah bencana ?
[ ] Ya [ ] Tidak
c. Apakah ditemukan nyamuk di pos pengungsian / di wilayah bencana ?
[ ] Ya [ ] Tidak

2. Tempat Perindukan
a. Apakah ada tempat perkembangbiakan nyamuk di sekitar pengungsian
[ ] Ya [ ] Tidak

b. Apakah daerah terdampak termasuk endemis tular vektor (malaria, filariasis), jika YA
sebutkan :
[ ] Ya (…………………) [ ] Tidak

G. TEMPAT PENGUNGSIAN
1. Tempat pengungsiannya dimana
[ ] GOR [ ] Sekolah [ ] Gedung Pertemuan
[ ] Tempat Ibadah [ ] Tenda [ ] Lain-lain, sebutkan

2. Ruang mencukupi/orang (3,5 M2 per orang)


[ ] Ya [ ] Tidak
3. Ventilasi memadai
[ ] Ya [ ] Tidak
4. Kenyamanan udara ruangan……….0C
5. Kebersihan tempat pengungsian (tidak ada genangan dan sampah tdk berserakan)?
[ ] Ya [ ] Tidak
6. Tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir ?
[ ] Ya [ ] Tidak
7. Apakah tersedia tempat mencuci pakaian dan peralatan dapur
[ ] Ya [ ] Tidak
8. Apakah tersedia tempat mandi?
[ ] Ya [ ] Tidak
9. Apakah tempat mandinya mencukupi?
[ ] Ya [ ] Tidak
H. PERILAKU HIDUP BERSIH
1. Apakah ada kebiasaan cuci tangan pakai sabun?
[ ] Ya [ ] Tidak
2. Apakah ada kebiasaan membuang sampah sembarangan?
[ ] Ya [ ] Tidak
3. Apakah ada kebiasaan BAB di sembarang tempat ?
[ ] Ya [ ] Tidak
4. Apakah ada kebiasaan merebus air sebelum diminum?
[ ] Ya [ ] Tidak
5. Apakah ada kebiasaan melakukan kebersihan diri?
[ ] Ya [ ] Tidak
6. Apakah ada kebiasaan menggunakan kelambu saat tidur?
[ ] Ya [ ] Tidak
I. KESIAPAN LOGISTIK
1. Bahan
a. Disinfektan air : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
b. Penjernih Air Cepat (PAC) : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
c. Disinfektan lantai : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
d. Polybag Ramah Lingkungan : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
e. Polybag limbah medis : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
f. Repellent lalat : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
g. Safety box : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
h. Jerigen lipat : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
i. Hygiene Kit Individu : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
j. Hygiene Kit Famyli : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
2. Alat Pelindung Diri (APD)
a. Sarung Tangan Karet : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
b. Masker Non Kain : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
c. Masker M3 N95 : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
d. Sepatu Booth : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
e. Food hygiene Kit/Food Handler : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
3. Alat Kesehatan Lingkungan
a. Sprayer : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
b. Mist Blower : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
c. Air Purifier : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
d. Water Purifier : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
e. Chlorine Diffuser : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup
f. Sanitarian Kit : □ Tidak ada □ Kurang □ Cukup

J. SARANA PENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN


1. Transportasi operasional pelayanan kesehatan : □ ada □ Tidak ada
2. Alat komunikasi : □ ada □ Tidak ada
3. Sarana listrik untuk pelayanan kesehatan : □ ada □ Tidak ada
K. UPAYA PENANGGULANGAN YANG TELAH DILAKUKAN
1. ……………………………………………………………………………………………..
2. ……………………………………………………………………………………………..
3. ……………………………………………………………………………………………..
4. ……………………………………………………………………………………………..
5. ……………………………………………………………………………………………..
L. BANTUAN LOGISTIK YANG DIBUTUHKAN 1. Bahan
a. Disinfektan air
1) Disinfektan bubuk = ……..kg
2) Disinfektan padat = ……..kg
3) Disinfektan tablet = ……..tablet
b. Penjernih Air Cepat (PAC) = ……..Sachet
c. Disinfektan lantai = ……..liter
d. Polybag Ramah Lingkungan = ……..lembar
e. Polybag biasa/sampah Non Organik = ……..lembar
f. Polybag limbah medis = ……..lembar
g. Repellent lalat = ……..stick
h. Safety box = ……..pcs
i. Jerigen lipat = ……..buah
j. Hygiene Kit Individu = ……..kit
k. Hygiene Kit Family = ……..kit
2. Alat Pelindung Diri (APD)
a. Sarung Tangan Karet = ……..pasang
b. Masker Non Kain = ……..pcs
c. Masker M3 N95 = ……..pcs
d. Sepatu Booth = ……..pasang
e. Food hygiene Kit/Food Handler = ……..kit
3. Alat Kesehatan Lingkungan
a. Sprayer = ……..unit
b. Mist Blower = ……..unit
c. Air Purifier = ……..unit
d. Water Purifier = ……..unit
e. Chlorine Diffuser = ……..buah
f. Sanitarian Kit = ……..kit
M. RENCANA TINDAK LANJUT
1. ……………………………………………………………………………………………..
2. ……………………………………………………………………………………………..
3. ……………………………………………………………………………………………..
4. ……………………………………………………………………………………………..
5. ……………………………………………………………………………………………..
Petugas yang melaporkan/ ............../............../20......
Pelaksana tugas Mengetahui,
(………………………………….) Kepala Dinas Kesehatan
NIP Kab/Kota ....................
(……………………..………….)
NIP
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
[Link] Umum

N Kecamata Dea/ Jumlah Lokasi Jumlah Upaya Keteranga


o n Kelurahan penduduk Pengungs Pengungs bidang n
terdampa i i kesling
k yang
telah
dilakuka
n
1

10

11

12

13

14

15
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
[Link] Terdampak

N Kecamata Dea/ Lokasi Jumlah Jumlah Kelompok Rentan


o n Kelurahan Pengung penduduk
sian mengungsi

L P Jum Bay Balita Bumil Bute Disabilit Lansi


lah i ki as a
Jiw
a
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1 DST
5
Total
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
[Link] Pendukung Pelayanan Kesehatan

N Sarana Kecamat Dea/ Jumlah Kondisi bangunan Keberfungsian


o Kesehata an Kelurahan Fasyank terdampak dalam memberikan
n es pelayanan
Rusa Rusak Tidak Berfung Tidak
k Ringan rusak si befungsi
berat
1 Rumah
sakit

Pemerint
ah
Swasta 1. 1.
2. 2.
3. 3
[Link] [Link]
2 Puskesma 1. 1.
s
2 2.
3 3.
[Link] [Link]
3 Pustu 1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
[Link] Prasarana Kesehatan Lingkungan (Penyediaan air bersih menurut sumber air
baku di pengungsian)

N Kecamata Des Lokas PDAM SGL SUMUR PMA MAT PAH TANGKI LAIN-
o n a/ i POMPA A AIR AIR LAIN
kelu peng TAK
rah ungsi TERLI
an an NDU
NG

1
2
3

4
5

6
7
8

9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1 DST
5
Keterangan :Beri tanda (V) pada sumber air baku
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
[Link] Prasarana Kesehatan Lingkungan (Penyediaan Air Bersih Menurut Sumber
Air Baku yang terdampak)

K Des P S S P M P T L
N ecamat a/ DAM/PP GL umur MA ata air AH angki air ain-lain
o an kelurahan Pompa terlindun tak
g terlindun
g

R T T R R T R R T R R T R R T R R T
R R T R R R R R R B R R B R R B R R B R R B R R
B R R B B R

8
9

1
0

1
1

1
2

1
3

1
4

d
1 st
5

Total

FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN


LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………

[Link] Prasarana Kesehatan Lingkungan (Penyediaan Air Bersih Menurut


Kuantitas dan Kualitas air bersih/minum)

K Des L Kete Keterse Ke Al Kualitas Air


N ecamat a/ okasi rsediaan air diaan tersediaa at Uji
o an kelurahan Pengung bersih/air Bersih/Minum n Kualitas
sian minum 1-3 hr ke 4 dst (15 Reservoir Air
hari(5ltr/orn ltr/org/hr)
g/hr)

Tidak Kur Tid Tidak A Tidak Fisik Kimi Mikr


Ters terse Cu ang ak A ada d ada a obiol
edia dia ku ad d a ogi
p a a

1
0

1
1

1
2
1
3

1
4

d
1 st
5

Ket : Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persayaratan Kesehatan Air untuk
Keperluan Hygiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum yang
digunakan (Permenkes No. 32 TAHUN 2017)

FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN


RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI ……………………
[Link] Prasarana Kesehatan Lingkungan (Penyediaan Air Bersih di Sarana
Pendukung Pelayanan Kesehatan)

D SU Kualitas Air
No Sara Keca esa/ PDA SG MU PM Ma PA Tang Lain
mat keluraha M TMS MS TM M TMS
na L R A ta H ki air -lain
MS S S
Kese an n PO air
hata MP terl
n A ind
un
g

10

11

12

13

14

15 dst
Ket : Beri tanda (V) untuk jenis sarana air bersih/minum yang ada di Fasyankes

FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN


RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
8. Sarana Prasarana Kesehatan Lingkungan (Pengelolaan Tinja)

K Desa/ Lok Jumlah Tempat Jum Ke


N ecamata kelurahan asi Penyintas/Pengu BAB lah Jamban Total terangan
o n pengungsi ngsi Jamba
an n

TM Pri Wanit
M S Tempa a a
S t
Terbu
ka

8
9

1
0

1
1

1
2

1
3

1
4

d
1 st
5

FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN


RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
[Link] Prasarana Kesehatan Lingkungan (Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan
Limbah Medis di Pengungsian)

Ke Desa/ Lok Jumlah Jumlah Fas Pen


N camatan kelurahan asi Penyintas/Pengung Tempat sampah yankes di gelolaan
o pengungsia si pengungsia Limbah
n n Medis

Tertutu Terbuk Ada Tidak Ad Tida


p a ada a k
Ada
1

10

11

12

13

14

ds
15 t
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
10. Sarana Prasarana Kesehatan Lingkungan (Hygiene Sanitasi Pangan)

No Ke D Lokasi Jumlah Dapur Keters Ko Peng Penj Penj Jara Ban Ko Mak Sar
ca es pengu Penyinta umum ediaan ndi olaha ama ama k tua ndi ana an
ma a/ ngsia s air si n h h DU n si n a
ta Ke n bersih da panga pang pang den pan pan lngs CT
n lu pur n an an gan gan gan ung PS
ra um dapur seha deng TPS siap sia dibgi di
ha um umu t an (mi saji p kan DU
n ber m APD n saji
sih 10
m)

1 Ad Ti C T Y T Y T Y T Y T Y T Y T B T Y T A T
a d k d a d a d a d a d a d a d a d a d d d
a p k k k k k k k i k k a k
k ck k
a p
d
a
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN


RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………
11. Sarana Prasarana Kesehatan Lingkungan (Tempat Pengungsian dan Pengendalian
Vektor )

N D Ju Tempat pengungsian Pengendalian


o Keca esa/ Lokasi mlah Vektor
mata kelurah pengu Penyintas
Kapa Venti Gena Saran Tem JML Tiku Lalat Nyam
n an ngsian /Pengung
sitas lasi ngan a pat kmr s uk
si
Ruan air CTPS menc mandi
gan uci menck
pi

T T T T
M T M T A d A d A d Y Td A d A Td A Td
S M S M d k d k d k a k d k da k d k
S S a a a A a a a a ad a ad
d d d d a a
a a a a

5
6

1
0

1
1

1
2

1
3

1
4 dst

FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN


RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………

12. Sarana Prasarana Kesehatan Lingkungan (Menurut Perilaku Hidup Bersih)

D L Kebias Buang BABS Mere Keber Pakai


N Keca esa/ okasi Juml aan samp bus sihan kela
o matan keluraha Pengun ah CTPS ah Air diri mbu
n gsian penyi pada saat
ntas temp tidur
atnya

Ti Ti Ti
Y Ti Y Ti Y da Y da Y da Y Ti
a da a da a k a k a k a da
k k k

1
0

1
1

1
2

1
3

1 dst
4
FORM REKAP HASIL PENILAIAN CEPAT KEDARURATAN BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN
RAPID ENVIRONMENTAL HEALTH ASSESSMENT (REHA)
PADA KEJADIAN BENCANA ………………………., TANGGAL……………………….
KABUPATEN/KOTA………………..PROVINSI …………………

[Link] Logistik Kesehatan Lingkungan di Kabupaten/Kota

No Jenis Logistik Ketersediaan Logistik Kesling Jika ada berapa


Ada Tidak ada jumlahnya
A Bahan
1 Disenfektan Air
Bubuk
Padat
Tablet
2 Penjernih Air Cepat
3 Desinfektan lantai
4 Polybag ramah
lingkungan/Kantong sampah
organik
5 Polybag biasa/kantong
sampah non organik
6 Polybag limbah medis
7 Repellent lalat
8 Safety Box
9 Jerigen Lipat
10 Hygiene Kit individu
11 Hygiene Kit family
B ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
12 Sarung tangan karet
13 Masker Non Kain
14 Masker M3 N95
15 Sepatu Boot
16 Food Hygiene Kit/Food
Handler
C Alat Kesehatan Lingkungan
17 Sprayer
18 Mist Blower
19 Air Purifier
20 Wáter Purifier
21 Chlorine Difuser
22 Sanitarian Kit

Anda mungkin juga menyukai