Modul Ajar Bab 1 Ayo, Main !: (Pembelajaran Dengan Pendekatan)
Modul Ajar Bab 1 Ayo, Main !: (Pembelajaran Dengan Pendekatan)
Ayo , Main !
(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)
PENYUSUN
I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Abdul Muid, [Link]
Instansi : SDN 3 WORO
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : [Link]
Fase / Kelas : B/3
Bab 1 : Ayo , Main !
Alokasi Waktu : 22 JP
B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik dapat mengenal penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan spasi.
2. Peserta didik dapat menyampaikan gagasan dengan penuh semangat.
F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1 dan 4: Discovery Learning
3. Pertemuan 2 dan 5: Think-Pair-Share
4. Pertemuan 3 dan 6: Project Based Learning
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Visualisasi, Simulasi Imajinatif dan Refleksi, Membaca Cerita, Analisis Isi Teks,
Umpan balik dan Pembelajaran Interakitf.
Pertemuan 2: Membaca Individu, Diskusi Berpasangan, Presentasi dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 3: Orientasi Proyek, Instruksi Langsung, Aktivitas Proyek Individu atau
Berpasangan, Observasi, Presentasi Hasil Proyek, Refleksi dan Penilaian
Formatif Proyek dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 4: Pembelajaran Berbasis Teks, Pertanyaan Pemantik, Penelitian Sederhana,
Diskusi Terstruktur, Presentasi, Refleksi Terbimbing dan Pembelajaran Interaktif.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat melakukan instruksi secara tepat dan antusias.
2. Peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dengan
benar.
3. Peserta didik mampu memilih ide pokok bacaan dengan tepat.
4. Peserta didik dapat menyebutkan perasaan tokoh dan menyebutkan perasaan sendiri tentang teks
tersebut dengan percaya diri.
5. Peserta didik dapat mengelompokkan benda sesuai kategori.
6. Peserta didik mampu menyebutkan nama dan fungsi tanda baca dengan benar.
7. Peserta didik dapat mengoreksi penggunaan spasi, huruf kapital, dan tanda baca secara tepat.
8. Peserta didik menuliskan pendapat tentang permainan yang disukai sesuai petunjuk yang diberikan
oleh guru.
9. Peserta didik dapat membuat kamus kotak dengan baik dan kreatif.
10. Peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang disebutkan dengan tepat.
11. Pesertadidik dapat menemukan kata-kata dengan bantuan gambar dan menyebutkan artinya
dengan tepat
12. Peserta didik dapat menyimak contoh dan melakukan praktik gerakan pemanasan sesuai instruksi.
13. Peserta didik dapat melengkapi kalimat rumpang dengan kata yang tepat.
14. Peserta didik dapat menunjukkan dengan tepat tempat yang aman dan tidak aman untuk bermain.
15. Peserta didik dapat berpartisipasi dalam diskusi secara aktif.
16. Peserta didik mampu menulis cerita singkat secara tepat.
17. Peserta didik dapat menuliskan teks eksposisi sederhana.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi diskusi
an sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai
tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diarahkan untuk menjadi komunikator yang baik, baik secara
lisan maupun tulisan. Mereka belajar menyimak dan melaksanakan instruksi dengan tepat, serta
mengucapkan kata-kata dengan artikulasi yang benar, termasuk kata-kata panjang yang terdiri dari tiga
suku kata atau lebih.
Peserta didik juga dilatih untuk memahami isi bacaan dengan mencari ide pokok secara tepat, serta
menumbuhkan empati dan kepercayaan diri dengan cara mengidentifikasi dan menyampaikan
perasaan tokoh serta perasaan mereka sendiri terhadap isi teks.
Kemampuan berpikir logis dan kritis diasah melalui kegiatan mengelompokkan benda berdasarkan
kategori, menggunakan tanda baca dan ejaan dengan benar, serta mengoreksi kesalahan dalam
tulisan. Hal ini membentuk dasar keterampilan menulis yang baik.
Peserta didik juga diajak menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis, termasuk menulis
cerita singkat dan teks eksposisi sederhana sesuai struktur dan kaidah bahasa. Aktivitas seperti
membuat kamus kotak dan melengkapi kalimat rumpang menjadi sarana pengayaan kosakata dan
kreativitas.
Dengan bantuan gambar, peserta didik belajar menemukan dan memahami makna kata, serta
memperkuat pemahaman melalui praktik langsung seperti mengikuti instruksi gerakan dan
menunjukkan tempat bermain yang aman. Mereka juga dilatih untuk berdiskusi secara aktif,
membangun kemampuan berbicara, mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini membantu peserta didik menjadi pribadi yang komunikatif, kritis,
percaya diri, tertib berbahasa, serta memiliki empati dan keterampilan literasi dasar yang kuat, baik
dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran lintas mata pelajaran.
D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning:
1. Apa yang kamu pikirkan ketika melihat teman-temanmu sedang bermain? Apakah kamu pernah
mencoba mengamati aturan dalam permainan itu? Bagaimana cara kamu memahaminya?
2. Coba pikirkan, apa permainan tradisional yang sering kamu lihat? Apakah ada aturan yang harus
diikuti dalam permainan itu?
3. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan jika menemukan kata baru yang belum kamu pahami?
Bagaimana cara kamu mencari artinya?”
4. Apa yang kamu rasakan ketika bermain permainan fisik seperti lompat tali atau akrobat? Apakah
tubuhmu merasakan sesuatu yang berbeda?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat bermain petak umpet? Bagaimana cara kamu memilih
tempat untuk bersembunyi?
6. Coba pikirkan, apa permainan kesukaanmu? Bagaimana cara kamu memainkannya?
Meaningful Learning:
7. Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari?
8. Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari?
E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, Buku cerita anak,
dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (4 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
Mindful Learning:
“Apa yang kamu pikirkan ketika melihat teman-temanmu sedang bermain? Apakah
kamu pernah mencoba mengamati aturan dalam permainan itu? Bagaimana cara
kamu memahaminya?”
Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari?”
Joyful Learning:
“Ayo tebak, berapa jumlah pemain dalam permainan lompat tali? Berapa jumlah
kursi dalam permainan pulau kursi jika ada 5 anak yang bermain?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai.
1. Diagnostik
Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan dan
2. Formatif
pengetahuan selama peserta didik mempelajari bab 1,
yaitu ayo, bemain!
3. Sumatif Tertulis (Soal Pilihan Ganda)
A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal
meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama
belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan
minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?
b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
Apa yang kamu pikirkan ketika melihat teman-temanmu sedang bermain? Apakah
1. kamu pernah mencoba mengamati aturan dalam permainan itu? Bagaimana cara
kamu memahaminya?
Coba pikirkan, apa permainan tradisional yang sering kamu lihat? Apakah ada
2.
aturan yang harus diikuti dalam permainan itu?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan jika menemukan kata baru yang belum
3.
kamu pahami? Bagaimana cara kamu mencari artinya?”
Apa yang kamu rasakan ketika bermain permainan fisik seperti lompat tali atau
4.
akrobat? Apakah tubuhmu merasakan sesuatu yang berbeda?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat bermain petak umpet? Bagaimana
5.
cara kamu memilih tempat untuk bersembunyi?
Coba pikirkan, apa permainan kesukaanmu? Bagaimana cara kamu
6.
memainkannya?
Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
7.
kehidupan sehari-hari?
Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
8.
kehidupan sehari-hari?
Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan
9.
sehari-hari?”
Mengapa kita perlu pemanasan sebelum bermain atau berolahraga? Apa
10.
manfaatnya bagi tubuh kita?
Mengapa kita harus bersembunyi di tempat yang aman? Apa manfaatnya bagi
11.
keselamatan kita?
Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan
12.
sehari-hari?
Ayo tebak, berapa jumlah pemain dalam permainan lompat tali? Berapa jumlah
13.
kursi dalam permainan pulau kursi jika ada 5 anak yang bermain?
Bayangkan kamu sedang bermain egrang. Apa yang kamu rasakan saat naik
14.
perlahan-lahan? Bagaimana cara menjaga keseimbangan?
Bayangkan kamu punya kotak ajaib yang bisa menyimpan semua kata-kata baru.
15.
Apa nama kotak itu? Apa saja yang akan kamu simpan di dalamnya?
Bayangkan kamu sedang menjadi pemain akrobat di sirkus. Gerakan apa yang
16.
akan kamu lakukan? Bagaimana cara kamu melakukannya?
2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Nama Aspek Penilaian
No Peserta Tanggung
Religius Komunikatif Demokratis
Didik Jawab
1.
2.
3.
4.
5.
Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah menunjukan
sikap/perilaku tersebut.
Mendatar Menurun
2. Meregangkan badan 1. Olahraga tanpa pemanasan dapat menyebabkan
setelah bangun tidur ..........
4. Rajin, bersemangat 2. Melilit, mengikat, melingkari
3. Ada aksi melompat dan berjalan di atas tali
3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta
didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi
dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Tanda baca untuk mengakhiri kalimat tanya yaitu ….
a. Tanda tanya b. Tanda seru
c. Durian d. Jaka
c. Tumbuhan d. Angka
Kunci Jawaban
1. A 6. B
2. B 7. C
3. C 8. B
4. D 9. C
5. A 10. D
LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Kamus Kotak
A. Tujuan
Melalui kegiatan projek, peserta didik dapat membuat kamus kotak dengan baik dan kreatif.
C. Instruksi Kerja
1. Ambil satu kotak, gunting menjadi kartu berukuran 10 x 10 cm.
2. Ambil kotak yang satu lagi, buang bagian atasnya.
3. Ambil selembar kertas, tuliskan “KAMUS KOTAK” dan nama kalian.
4. Tempelkan tulisan itu pada kotak.
5. Masukkan kartu-kartu kalian ke dalam Kamus Kotak.
D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Akrobat Kemahiran dalam melakukan berbagai ketangkasan
(seperti berjalan di atas tali, naik sepeda beroda satu)
2. Ancang-ancang Persiapan hendak berbuat sesuatu; langkah akan
melompat dan sebagainya; anju; n Olr gerakan permulaan
untuk mendapat kecepatan pada waktu akan melakukan
suatu bentuk gerakan (lompat jauh, tolak peluru, lempar
lembing, lempar cakram, menendang bola, dan
sebagainya)
3. Bahaya Yang (mungkin) mendatangkan kecelakaan (bencana,
kesengsaraan, kerugian, dan sebagainya)
4. Berlatih Belajar dan membiasakan diri agar mampu (dapat)
melakukan sesuatu; berbuat agar menjadi biasa
5. Bugar Sehat dan segar (tentang badan)
6. Cedera Cacat (luka) sedikit
7. Giat Rajin, bergairah, dan bersemangat; tangkas dan kuat
8. Hati-hati Ingat-ingat; hemat-hemat; waspada
9. Ide Rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-
cita
10. Kuat Banyak tenaganya (gayanya, dayanya); mampu
mengangkat (mengangkut dan sebagainya) banyak; tahan
(tidak mudah patah, rusak, putus, dan sebagainya); awet;
mempunyai keunggulan (kecakapan dan sebagainya)
dalam suatu pengetahuan (kecakapan)
11. Lentur Mudah dikeluk-kelukkan (tidak kaku, tidak mudah patah); ki
dapat (mudah) disesuaikan dengan keadaan (kebutuhan)
12. Membelit Melilit; melingkar-lingkar; mengikat (membalut) berbelit-
belit
13. Menggeliat Meregang-regang serta menarik-narik tangan dan badan
(seperti setelah bangun dari tidur)
14. Otot Jaringan kenyal dalam tubuh manusia dan hewan yang
berfungsi menggerakkan organ tubuh
15. Pendukung Penyokong; pembantu; penunjang
16. Perhatikan, memperhatikan Mengamati; mencermati; mengawasi
17. Persendian sendi; sekeri; engsel
18. Pokok yang terutama; yang sangat penting
19. Sehat baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari
sakit); (yang) mendatangkan kebaikan pada badan
(misalnya makanan sehat)
20. Sendi hubungan yang terbentuk antara tulang; sendi tulang;
tulang sendi
21. Simak, menyimak mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang
diucapkan atau dibaca orang
22. Waspada berhati-hati dan berjaga-jaga; bersiap siaga
23. ……………..
E. DAFTAR PUSTAKA
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III. Jakarta
Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk
SD/MI Kelas III. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
PENYUSUN
ABDUL MUID, [Link]
I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : ABDUL MUID, [Link]
Instansi : SDN 3 WORO
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : [Link]
Fase / Kelas : B/3
Bab 1 : Kawan Seiring
Alokasi Waktu : 28 JP
B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik dapat mengetahui cara menulis cerita dengan struktur awal, tengah, akhir.
2. Peserta didik dapat menyebutkan maksud sebuah gambar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1 : Think Pair Share
3. Pertemuan 2: Experiential Learning
4. Pertemuan 3, 6: Game Based Learning
5. Pertemuan 4: Activity Based Learning
6. Pertemuan 5 dan 7: Cooperative Learning
7. Pertemuan 8: Discovery learning
8. Pertemuan 9: Problem Based Learning
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Literasi Mendengar, Diskusi Pasangan, Presentasi Kelompok dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 2: Mengingat & Membagikan Pengalaman Kerja Sama, Menjawab Pertanyaan
Refleksi, Menjawab Pertanyaan Refleksi, Menulis cerita dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 3: Pengenalan interaktif, Diskusi dan Refleksi Hasil Permainan, Belajar Struktur
Kalimat Tunggal, Membuat Kalimat Sendiri Dari Pengalaman dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 4: Demonstrasi Visual, Stimulasi, Latihan Terbimbing, Demonstrasi Siswa, Penilaian
Formatif dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 5: Pembelajaran Kooperatif (Kelompok Heterogen), Menganalisis dan Menjawab
Pertanyaan Reflektif, Simulasi Interaktif, Presentasi Kelompok, Reflektif
Terbimbing dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 6: Simulasi Interaktif, Permainan, Diskusi Terbimbing, Simulasi Interaktif dan
Pembelajaran Interaktif.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan tentang ide pokok puisi dan arti kosakata dengan tepat.
2. Peserta didik dapat berpendapat dengan tepat tentang ilustrasi pada puisi “lagu istimewa”.
3. Peserta didik dapat menulis teks naratif dengan struktur awal, tengah, akhir secara sederhana.
4. Pesertadidik dapat menemukan kosakata yang berhubungan dengan bekerja sama.
5. Peserta didik dapat menulis kalimat dengan struktur spok—subjek, predikat, objek, keterangan.
6. Peserta didik dapat menebalkan garis-garis lengkung dengan tepat.
7. Peserta didik dapat menyebutkan maksud gambar tersebut dengan tepat.
8. Peserta didik mampu berbicara dan berpendapat dengan antusias.
9. Peserta didik mampu menyimak dan mengikuti instruksi guru dengan benar.
10. Peserta didik dapat membaca nyaring teks “istana kue” dengan tepat.
11. Peserta didik dapat melengkapinya dengan kata yang tepat.
12. Peserta didik dapat menyebutkan informasi yang bersifat fakta dan fiksi dengan benar.
13. Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa secara berurutan.
14. Peserta didik mampu menempatkan tanda baca dan huruf kapital dengan tepat.
15. Peserta didik mencermati contoh kemudian menulis teks prosedur sesuai ide sendiri.
16. Peserta didik mengamati gambar tentang “cara bermain bersama” dan mengungkapkan pendapat
secara lisan.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berbahasa secara
menyeluruh, baik dalam aspek menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis. Peserta didik dilatih
untuk memahami isi puisi, menjawab pertanyaan tentang ide pokok dan makna kosakata, serta
menyampaikan pendapat terhadap ilustrasi secara tepat. Hal ini mendorong mereka untuk
mengapresiasi karya sastra secara utuh.
Melalui kegiatan menulis teks naratif dengan struktur awal, tengah, dan akhir, serta menulis teks
prosedur berdasarkan ide sendiri, peserta didik belajar menuangkan ide secara runtut, sistematis, dan
sesuai kaidah bahasa. Kegiatan ini memperkuat kemampuan berpikir terstruktur dan ekspresif.
Peserta didik juga diajak menemukan dan menggunakan kosakata yang berkaitan dengan kerja sama,
melatih keterampilan sosial dan empati melalui bahasa. Kemampuan menyusun kalimat berpola SPOK,
menempatkan huruf kapital dan tanda baca, serta melengkapi kalimat dengan kata tepat, membentuk
keterampilan menulis yang rapi dan sesuai aturan.
Dalam hal menyimak dan berbicara, peserta didik dilatih untuk menyimak instruksi guru dengan benar,
membaca nyaring teks secara tepat, dan berpendapat secara lisan dengan antusias, sehingga tumbuh
menjadi komunikator yang percaya diri dan aktif.
Melalui kegiatan seperti mengamati gambar, menebalkan garis, dan menyebutkan maksud gambar,
peserta didik mengembangkan kepekaan visual dan kemampuan berpikir kritis. Mereka juga dilatih
untuk membedakan fakta dan fiksi serta menjelaskan peristiwa secara berurutan, membangun dasar
kemampuan berpikir logis dan literasi informasi.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini membentuk peserta didik menjadi penyimak yang baik, pembaca
yang cermat, penulis yang tertib, dan pembicara yang percaya diri, serta mengasah kepekaan sosial
melalui bahasa.
D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
1. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada hal istimewa
yang kamu pelajari dari permainan itu?
2. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bekerja sama dengan teman? Apakah ada hal
istimewa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
3. Coba pikirkan, apa saja kegiatan yang bisa kamu lakukan bersama teman? Bagaimana cara kerja
sama membuat pekerjaan lebih mudah?
4. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan saat menulis? Apakah tanganmu merasa lelah atau lincah?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat berteman dengan seseorang? Bagaimana cara kamu
menunjukkan sikap persahabatan?
6. Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap baik kepada teman?
7. Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk dibaca? Apakah ada bagian
tertentu yang paling kamu sukai?
8. Apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan teman? Apakah ada hal istimewa yang kamu
pelajari dari pengalaman itu?
E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, Buku cerita anak,
dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.
G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai.
1. Diagnostik
Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan dan
2. Formatif
pengetahuan selama peserta didik mempelajari bab 2,
yaitu kawan seiring.
3. Sumatif Tertulis (Soal Pilihan Ganda)
A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal
meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama
belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan
minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?
b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada
1.
hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?
Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bekerja sama dengan teman? Apakah
2.
ada hal istimewa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
Coba pikirkan, apa saja kegiatan yang bisa kamu lakukan bersama teman?
3.
Bagaimana cara kerja sama membuat pekerjaan lebih mudah?
Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan saat menulis? Apakah tanganmu merasa
4.
lelah atau lincah?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat berteman dengan seseorang?
5.
Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap persahabatan?
6. Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap baik kepada teman?
Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk dibaca? Apakah ada
7.
bagian tertentu yang paling kamu sukai?
Apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan teman? Apakah ada hal istimewa
8.
yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat ingin bermain bersama teman? Apakah
9.
ada hal yang sulit dilakukan?
Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita
10.
dengan teman?
Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
11.
teman?
Mengapa kita perlu memahami kalimat tunggal? Apa manfaatnya dalam kehidupan
12.
sehari-hari?
Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
13.
teman?
Mengapa kita perlu bekerja sama dengan teman? Apa manfaatnya bagi hubungan
14.
kita dengan orang lain?
Mengapa kita perlu bersikap baik kepada teman? Apa manfaatnya bagi hubungan
15.
kita dengan orang lain?
Mengapa kita perlu membedakan fakta dan fiksi dalam sebuah cerita? Apa
16.
manfaatnya bagi pemahaman kita?
Mengapa kita perlu menggunakan huruf kapital dengan benar dalam sebuah cerita?
17.
Apa manfaatnya bagi komunikasi?
2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Nama Aspek Penilaian
No Peserta Tanggung
Religius Komunikatif Demokratis
Didik Jawab
1.
2.
3.
4.
5.
Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah menunjukan
sikap/perilaku tersebut.
3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta
didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi
dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Terdiri atas satu subjek dan satu predikat disebut ….
a. Kalimat tunggal b. Kalimat tanya
c. Lapangan d. Di
c. Ayah d. SD
c. Rapi d. Menjahit
6. Perhatikan kalimat berikut!
Dinda menulis surat dengan mesin tik
Predikat pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
a. Menulis b. Dengan
c. Dinda d. Surat
7. Yang dimaksud dengan fakta adalah ….
a. Berisi khayalan atau sesuatu yang tidak b. Berisi hal atau peristiwa yang benar-
nyata benar terjadi
Kunci Jawaban
1. A 6. A
2. B 7. B
3. B 8. A
4. C 9. D
5. D 10. C
Pedoman Penilaian:
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Nilai: × 100
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :
C. Instruksi Kerja
1. Buatlah kartu ucapan terima kasih untuk salah satu teman.
2. Gunakan kardus bekas kemasan makanan.
3. Kerjakan di rumah, jadikan kejutan.
D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Antrean deretan orang, barang olahan, atau unit yang sedang
menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dan sebagainya
2. Bersuara mengeluarkan suara; dihasilkan dengan getaran pita
suara, misalnya bunyi
3. Gagasan hasil pemikiran; ide
4. Istimewa khas; khusus; lain daripada yang lain
5. Kegembiraan kesenangan hati; perasaan senang (bangga) yang
menimbulkan kegiatan
6. Kerja sama kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang
untuk mencapai tujuan bersama
7. ……………..
8. ……………..
E. DAFTAR PUSTAKA
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III. Jakarta
Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk
SD/MI Kelas III. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
PENYUSUN
ABDUL MUID, [Link]
I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : ABDUL MUID, [Link]
Instansi : SDN 3 WORO
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : [Link]
Fase / Kelas : B/3
Bab : Pengobar Semangat
Alokasi Waktu : 22 JP
B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik dapat memahami isi cerita pendek yang mengandung pesan tentang menerima
kegagalan dan bangkit kembali.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh dan pesan moral dalam cerita yang dibacakan.
3. Peserta didik dapat menceritakan kembali pengalaman pribadi saat mengalami kegagalan dan
bagaimana mereka bangkit.
4. Peserta didik dapat menuliskan pesan semangat atau motivasi kepada teman yang mengalami
kegagalan.
F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1, 2, 7, 8: Cooperative Learning
3. Pertemuan 3: Game Based Learning
4. Pertemuan 4: Problem Based Learning
5. Pertemuan 5: Project Based Learning
6. Pertemuan 6: Discovery Learning
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pembelajaran Kolaboratif, Instruksi Langsung, Diskusi Terpandu, Presentasi
Multimodal dengan Umpan Balik Interaktif, Refleksi Metakognitif.
Pertemuan 2: Pembelajaran Kolaboratif, Ceramah Pendek Bervariasi, Role Playing (Bermain
Peran), Simulasi Interaktif, Presentasi Kelompok, Penilaian Formatif dan
Pembelajaran Interaktif.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menyimpulkan ide pokoknya dengan tepat.
2. Peserta didik bisa menyebutkan arti kata dan melafalkannya dengan benar.
3. Peserta didik memilih ekspresi yang mewakili perasaan tokoh dengan tepat
4. Peserta didik dapat berbicara dengan sopan saat meminta tolong kepada orang lain.
5. Peserta didik dapat mencari informasi melalui internet dengan menggunakan kata kunci yang tepat.
6. Peserta didik dapat menyampaikan pendapat dengan volume suara dan intonasi yang jelas
7. Peserta didik dapat menuliskan isi cerita secara berurutan dengan menggunakan bagan.
8. Peserta didik dapat menunjukkan penggunaan tanda kutip secara tepat.
9. Peserta didik mampu menyebutkan makna kalimat yang menggunakan majas hiperbol dengan
benar.
10. Peserta didik mampu menulis teks naratif dengan struktur awal, tengah, akhir dengan benar.
11. Peserta didik mampu menyebutkan permasalahan yang dialami tokoh dengan tepat.
12. Peserta didik mampu menulis ucapan penyemangat kepada teman dengan benar.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Dengan mempelajari bab “Pengobar Semangat,” peserta didik memahami bahwa kata-kata dan
tindakan positif dapat membangkitkan semangat diri sendiri dan orang lain dalam menghadapi
tantangan. Melalui teks cerita, puisi, atau percakapan yang membangkitkan motivasi, peserta didik
belajar mengenali nilai-nilai keberanian, kerja keras, dan pantang menyerah. Melalui kegiatan ini,
peserta didik menyadari bahwa semangat adalah kekuatan yang dapat tumbuh dari dalam diri maupun
dari dukungan sekitar, dan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa percaya
diri, harapan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
1. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada hal istimewa
yang kamu pelajari dari permainan itu?”
2. Coba pikirkan, bagaimana cara kamu meminta bantuan kepada orang lain? Apakah ada kata-kata
tertentu yang membuat permintaanmu lebih sopan?
3. Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk disimak? Apakah ada bagian
tertentu yang paling kamu sukai?
4. Coba pikirkan, bagaimana cara kalian mencari informasi ketika tidak tahu sesuatu? Apakah ada
langkah-langkah tertentu yang kalian ikuti?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika membaca sebuah cerita? Apakah ada bagian
tertentu yang paling kamu ingat?
6. Coba pikirkan, apakah Raini benar-benar membaca puisi hingga seratus kali? Apa makna dari
kalimat itu?
7. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika mengalami kesulitan belajar? Apakah ada orang
yang pernah membantu kamu?
8. Coba pikirkan, bagaimana rasanya ketika kamu mendapatkan ucapan penyemangat dari teman?
Apakah ada kalimat tertentu yang membuatmu merasa lebih baik?
Meaningful Learning
9. Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
teman?
10. Mengapa kita perlu menggunakan kata-kata seperti ‘maaf’, ‘tolong’, dan ‘terima kasih’ saat
berbicara? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan orang lain?
11. Mengapa kita perlu mencoba berkali-kali saat menghadapi tantangan, seperti bermain labirin? Apa
pelajaran yang bisa kita ambil dari itu?
12. Mengapa kita perlu menggunakan kata kunci saat mencari informasi di internet? Apa manfaatnya
bagi pemecahan masalah?
13. Mengapa kita perlu memperhatikan tanda baca saat membaca? Apa manfaatnya bagi pemahaman
kita?
E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, Buku cerita anak,
dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (3 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah
ada hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?”
Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan
kita dengan teman?”
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
teknologi adalah ciptaan Tuhan.
Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam menggunakan teknologi untuk
mencari informasi.
Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat cerita atau
langkah-langkah baru.
Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis langkah-langkah sederhana untuk
mencari informasi di internet.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.
G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
1. Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai.
4. Diagnostik
2. Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan dan
5. Formatif
pengetahuan selama peserta didik mempelajari bab 3,
yaitu pengobar semangat.
6. Sumatif Tertulis (Soal Pilihan Ganda)
A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal
meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama
belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan
minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?
b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
1. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada
hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?”
2. Coba pikirkan, bagaimana cara kamu meminta bantuan kepada orang lain? Apakah
ada kata-kata tertentu yang membuat permintaanmu lebih sopan?
3. Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk disimak? Apakah ada
bagian tertentu yang paling kamu sukai?
4. Coba pikirkan, bagaimana cara kalian mencari informasi ketika tidak tahu sesuatu?
Apakah ada langkah-langkah tertentu yang kalian ikuti?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika membaca sebuah cerita? Apakah ada
bagian tertentu yang paling kamu ingat?
6. Coba pikirkan, apakah Raini benar-benar membaca puisi hingga seratus kali? Apa
makna dari kalimat itu?
7. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika mengalami kesulitan belajar? Apakah
ada orang yang pernah membantu kamu?
8. Coba pikirkan, bagaimana rasanya ketika kamu mendapatkan ucapan penyemangat
dari teman? Apakah ada kalimat tertentu yang membuatmu merasa lebih baik?
9. Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita
dengan teman?
10. Mengapa kita perlu menggunakan kata-kata seperti ‘maaf’, ‘tolong’, dan ‘terima kasih’
saat berbicara? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan orang lain?
11. Mengapa kita perlu mencoba berkali-kali saat menghadapi tantangan, seperti
bermain labirin? Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari itu?
12. Mengapa kita perlu menggunakan kata kunci saat mencari informasi di internet? Apa
manfaatnya bagi pemecahan masalah?
13. Mengapa kita perlu memperhatikan tanda baca saat membaca? Apa manfaatnya
bagi pemahaman kita?
14. Mengapa orang menggunakan ungkapan berlebih-lebihan seperti ‘beratnya satu
ton’? Apa manfaatnya bagi cerita?
15. Mengapa kita perlu saling membantu saat teman mengalami kesulitan? Apa
manfaatnya bagi hubungan persahabatan?
16. Mengapa kita perlu memberikan semangat kepada orang lain? Apa manfaatnya bagi
hubungan persahabatan?
17. Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang
membuat permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama.
2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Nama Aspek Penilaian
No Peserta Tanggung
Religius Komunikatif Demokratis
Didik Jawab
1.
2.
3.
4.
5.
Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah menunjukan
sikap/perilaku tersebut.
3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta
didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi
dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Amatilah bacaan berikut!
Memainkan alat musik sasando tidaklah mudah. Dibutuhkan harmonisasi perasaan dan teknik
sehingga tercipta alunan nada merdu. Selain itu, diperlukan keterampilan jari-jemari untuk
memetik dawai seperti pada harpa.
Ide pokok bacaan di atas adalah ….
a. Memainkan sasando itu sulit b. Memainkan sasando tidak sulit
c. Maaf d. Sama-sama
c. Komputer d. Monitor
c. Berita d. Televisi
Kunci Jawaban
1. A 6. A
2. C 7. D
3. D 8. B
4. B 9. D
5. D 10. A
Pedoman Penilaian:
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Nilai: × 100
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :
Bermain Labirin
A. Tujuan
Melalui kegiatan projek, peserta didik dapat menemukan sebuah kata yang tersusun dari huruf-huruf dalam
permainan labirin dengan baik dan benar.
C. Instruksi Kerja
1. Buatlah sebuah labirin.
2. Mintalah seorang teman bermain.
Berapa kali dia harus mencoba?
Jika kalian mengambil jalur yang benar, ada sebuah kata yang tersusun dari huruf-huruf yang kalian
temukan.
Kata apakah itu?
D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Berapi-api bersemangat sekali
2. Hiperbol ucapan (ungkapan, pernyataan) kiasan yang dibesar-
besarkan (berlebih-lebihan), dimaksud-kan untuk
memperoleh efek tertentu.
3. Hiperbola dua lengkungan terpisah yang merupakan perpotongan
permukaan kerucut lingkar dengan bidang datar; himpunan
titik-titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tetap
adalah konstan.
4. Mengobarkan membangkitkan semangat hingga berapi-api
5. Pengobar orang yang mengobarkan
6. ……………..
7. ……………..
E. DAFTAR PUSTAKA
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III. Jakarta
Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk
SD/MI Kelas III. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Bola-Bola Cokelat
Materi Pokok : Menyimak Teks yang Dibacakan,Membuat Poster Promosi,Melafalkan Kosakata yang
Memuat Konsonan “Z” dan Alat Ucapku
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
Prasyarat Pengetahuan:
Prasyarat Keterampilan:
1. Mampu aktif dalam kegiatan menyimak teks yang dibacakan dengan pemahaman yang baik.
2. Berkompeten dalam merancang dan membuat poster promosi yang menarik dan informatif.
3. Cakap melafalkan kosakata dengan konsonan "Z" secara jelas dan tepat.
4. Mampu menggunakan alat ucap dengan baik untuk meningkatkan kemampuan berbicara.
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Sumber Belajar
Buku Siswa, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui menyimak
informasi, peserta didik dapat menyebutkan arti kosakata dengan tepat.
Melalui praktik
langsung, peserta didik mampu membuat poster promosi yang tepat.
Melalui metode
demonstrasi, peserta didik melafalkan kosakata dengan tepat
Melalui
memperhatikan alat ucap, peserta didik mengucapkan kosakata dengan pelafalan yang tepat.
Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada peserta didik, sehingga mereka
tidak hanya memahami konsep-konsep pembelajaran, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi merujuk pada proses pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sebelum menghadapi
suatu informasi baru. Dalam konteks psikologi dan pendidikan, apersepsi melibatkan cara individu
menginterpretasikan dan memahami informasi baru berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan konsep yang
sudah dimilikinya sebelumnya.
Apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menerima dan memproses informasi baru. Semakin kaya dan
bervariasi apersepsi seseorang, semakin kompleks dan mendalam pemahaman mereka terhadap informasi baru.
Apersepsi juga dapat memengaruhi sikap dan respon individu terhadap situasi atau stimuli tertentu.
Dalam konteks pendidikan, guru sering berupaya memahami apersepsi siswa agar dapat menyajikan materi
pembelajaran dengan cara yang sesuai dan dapat diterima oleh siswa. Memahami apersepsi membantu
menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap individu.
E. Pertanyaan Pemantik
Bagaimana pengalaman Anda ketika mendengarkan teks yang dibacakan? Apa kesan dan pemahaman yang
Anda dapatkan dari pengalaman tersebut?
Jika Anda diberi kesempatan untuk membuat poster promosi, ide apa yang akan Anda sertakan untuk membuat
poster tersebut menarik dan efektif?
Bagaimana Anda merasa saat melafalkan kosakata yang memuat konsonan "Z"? Apakah ada kata-kata tertentu
yang menarik perhatian Anda?
Mengapa penting bagi kita untuk bergotong royong dalam kehidupan sehari-hari? Bagikan pengalaman Anda atau
contoh konkret yang dapat menjelaskan konsep bergotong royong.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam membuat poster promosi?
Berikan ide atau strategi yang dapat Anda terapkan.
Bagaimana peran beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dapat memengaruhi sikap dan tindakan
kita sehari-hari? Berikan contoh konkret yang relevan.
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Biasanya, setiap daerah memiliki bazar atau pasar malam. Guru bisa memanfaatkannya sebagai bahan
diskusi. Pertanyaan pemantik di Buku Siswa bisa dikembangkan, misalnya:
• Kapan biasanya bazar di daerah kalian diadakan?
• Apa barang yang paling menarik dan selalu ingin kalian beli?
• Pernahkah kalian mengalami hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan selama mengunjungi
bazar?
• Seandainya kalian berjualan, barang apa yang akan kalian jual?
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Pengayaan
Jika peserta didik bisa dengan cepat menemukan ide pokok teks yang dibacakan, berikan kepada
mereka pertanyaan lain, misalnya:
• Jika Bu Tatia sedang tidak ada di sekolah, kepada siapa lagi empat sekawan itu bisa bertanya?
• Jika kelompok lain ingin menjual mainan, saran apa yang bisa kalian berikan? Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum mampu menemukan ide pokok bisa dibantu dengan pertanyaan yang lebih
sederhana, misalnya:
• Apakah Ardi, Edo, Rahman, dan Sugeng sudah setuju jenis makanan yang akan dijual?
• Menurut kalian, harga makanan yang cocok untuk bazar itu sebaiknya mahal atau murah? Apa alasan
kalian?
Kreativitas
Membuat Poster Promosi
Dalam kegiatan ini, peserta didik membuat poster promosi yang memuat informasi penting seperti foto atau
gambar barang, nama barang, harga barang, berbagai keunggulan barang, alamat atau nomor telepon atau
media sosial penjual, dan informasi lain yang dianggap penting. Contoh poster dan informasi yang harus
dicantumkan ada di Buku Siswa. Aspek yang dinilai dalam asesmen formatif adalah jumlah informasi yang
dicantumkan oleh peserta didik di dalam poster.
Tip Pembelajaran
• Dalam kegiatan sebelumnya, poster dibuat berkelompok. Dalam kegiatan ini, peserta didik membuat
poster secara individual. Tema poster adalah promosi barang yang hendak dijual.
• Peserta didik bisa menggunakan kertas dan berbagai alat warna.
• Jika memungkinkan, peserta didik bisa menggunakan gawai dengan aplikasi pembuat poster. Kegiatan
dapat dilakukan di rumah dengan pendampingan orang tua.
• Fokus kegiatan ini adalah informasi dan gambar yang wajib dicantumkan dalam poster. Sampaikan hal
ini beberapa kali pada peserta didik.
• Peserta didik bisa memilih membuat poster dengan lebih banyak gambar atau lebih banyak tulisan
sesuai minat dan kemampuan.
• Jika memungkinkan berikan kepada peserta didik contoh poster yang imajinatif dari berbagai sumber
Inspirasi Kegiatan
• Peserta didik bisa membuatkan poster untuk penjual di sekitar sekolah atau pemilik warung yang mereka
kenal. Setelah dinilai, poster itu bisa diserahkan pada pemilik warung.
• Minta peserta didik membuat lembar ceklis informasi apa saja yang harus termuat di poster.
• Peserta didik bisa mempromosikan barang khayalan sebebas apa pun selama informasi wajib tercantum
pada poster.
Kesalahan Umum
Guru memuji karya tertentu dan mengabaikan yang lain. Setelah aspek yang dinilai dicatat, guru bisa
mengapresiasi setiap karya dengan melihat sisi uniknya: pilihan warna dan warna gambar, kesungguhan
peserta didik dalam mengerjakan tugas, atau keberanian mereka berekspresi. Sebisa mungkin semua dapat
apresiasi sesederhana apa pun. Pujian dari guru di hadapan teman-teman maupun personal akan
mengungkit rasa percaya diri peserta didik dalam berkarya.
Instrumen Penilaian
Isi kolom dengan nama peserta didik.
Tip Pembelajaran
• Biasanya ada anak yang enggan membuka mulut ketika berbicara karena malu atau kebiasaan.
Akibatnya, volume suara kurang, pembicaraan pun tidak jelas. Berikan dukungan dengan memberikan
contoh dan apresiasi saat dia bersedia mencoba.
• Sambil bermain, ajak peserta didik melakukan berbagai eksperimen dengan alat ucap, misalnya
melafalkan alfabet dengan berbagai bentuk bibir, dengan bibir tertutup, rahang terkatup, lidah tak
bergerak, dan sebagainya.
• Sampaikan pada peserta didik bahwa mereka bisa berbicara dengan jelas jika alat ucap difungsikan
dengan benar.
• Perhatikan anak yang mengalami kendala dengan alat ucapnya. Jika guru tidak bisa menanganinya,
konsultasikan dengan kepala sekolah atau orang tua.
• Kegiatan ini bisa menjadi permainan yang sangat menarik, ikutlah bergembira.
Salam hormat,
............................
Bahas Bahasa
Alat Ucapku
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Membaca dan mengucapkan kata-kata dengan tiga suku kata atau lebih menggunakan pengetahuan
terhadap kombinasi huruf.
Tip Pembelajaran
Ajak peserta didik menyadari fungsi alat ucap agar mereka mampu dan mau menggunakannya secara
optimal dalam aktivitas berbicara.
• Setelah mencuci tangan, minta peserta didik menyentuh wajah dan leher.
• Minta mereka mengucapkan alfabet sambil menyentuh leher dan merasakan getarannya.
• Minta peserta didik menyentuh wajah (pipi dan bibir) saat berbicara.
• Ajak peserta didik bereksperimen mengucapkan alfabet dan membaca teks dengan bentuk bibir yang
berbedabeda. Tanyakan kepada mereka apakah terasa ada perbedaan.
• Tanyakan kepada mereka apa kesan yang diperoleh dari kegiatan ini.
alat ucap: organ tubuh manusia yang berfungsi dalam pengujaran bunyi bahasa, seperti paru-paru, laring,
faring (hulu kerongkongan), rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum (bagian mulut yang
keras di belakang gigi atas), palatum (tulang yang terdapat pada langit-langit mulut), velum (bagian belakang
dari langit-langit lembut)
Inspirasi Kegiatan
• Menonton video film pendek dan mencermati cara pemerannya berbicara.
• Menebak kata yang diucapkan teman (tanpa suara, dengan gerakan bibir yang tepat).
• Merekam suara sendiri membacakan teks atau menyanyi dan mendengarkan cara pengucapannya.
• Menyanyi bersama dengan pengucapan yang benar.
• Merekam suara di keramaian, misalnya di kantin atau pasar, dan berusaha menangkap pesannya.
• Menirukan 10 kata yang diucapkan teman dalam posisi saling membelakangi. Jika pengucapan benar,
besar kemungkinan temannya akan menebak dengan benar pula.
Kesalahan Umum
Membiarkan peserta didik dengan dalih proses. Dalam banyak kondisi, guru perlu melakukan intervensi agar
kemampuan berbahasa peserta didik berkembang.
Ada peserta didik yang kurang bisa berekspresi di rumah, tidak mau “buka mulut” karena malu, kebiasaan,
atau memang tidak tahu bahwa kualitas pelafalan mereka turut ditentukan oleh penggunaan alat ucap
secara benar. Dengan dukungan yang baik, peserta didik akan terpandu untuk menggunakan alat ucapnya
dengan benar dan tetap gembira.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
hari ini. Apresiasi untuk usaha keras dan kreativitas yang telah ditunjukkan.
2. Evaluasi: Mari kita evaluasi bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Adakah yang ingin
dibagikan atau ditanyakan terkait materi atau kegiatan yang telah dilakukan?
3. Konsolidasi: Mari kita konsolidasikan pemahaman kita. Bagikan satu hal yang paling berharga
atau bermanfaat yang Anda peroleh dari kegiatan ini kepada teman-teman.
4. Penutup (doa, salam): Sebagai penutup, mari kita bersama-sama mengucapkan doa untuk 10
keselamatan dan keberkahan. Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini memberikan manfaat menit
dan meningkatkan pengetahuan kita. Salam untuk kita semua.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan:
Teknik:
Observasi
Tes lisan
Rubrik Penilaian:
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan:
Diskusi kelompok mengenai tema teks yang lebih kompleks.
Pemberian tugas tambahan berupa menyusun cerita dengan kosakata baru.
Remedial:
Refleksi Guru:
1. Apakah teknik observasi dan tes lisan berhasil mencakup semua aspek penilaian?
2. Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan menyimak?
3. Apa strategi yang efektif untuk membantu peserta didik menjelaskan arti kosakata?
Refleksi Siswa:
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Judul: Peningkatan Kosakata dan Keterampilan Berbicara melalui Metode Pembelajaran Beragam
Pendahuluan: Pembelajaran bahasa memerlukan beragam metode agar peserta didik dapat menguasai kosakata dan
keterampilan berbicara dengan baik. Dalam kegiatan ini, kita akan fokus pada meningkatkan pemahaman kosakata dan
kemampuan berbicara melalui berbagai metode pembelajaran yang melibatkan mendengarkan, berbicara, dan berlatih
langsung.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menyebutkan arti kosakata dengan tepat melalui menyimak informasi.
2. Peserta didik mampu membuat poster promosi yang tepat melalui praktik langsung.
3. Peserta didik dapat melafalkan kosakata dengan tepat melalui metode demonstrasi.
4. Peserta didik dapat mengucapkan kosakata dengan pelafalan yang tepat melalui memperhatikan alat ucap.
Langkah-langkah:
Pertanyaan:
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Bola-Bola Cokelat: Produk kudapan yang terbuat dari campuran cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya yang
dicetak dalam bentuk bulat. Bola-bola cokelat umumnya memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
2. Truf Cokelat: Jenis bola-bola cokelat yang terbuat dari campuran cokelat berkualitas tinggi, mentega, dan krim.
Truf cokelat seringkali diberi lapisan pelapis seperti bubuk kakao atau gula bubuk untuk memberikan sentuhan
finishing.
3. Bola-Bola Cokelat Berlapis: Bola-bola cokelat yang memiliki lapisan tambahan di luar cokelat, seperti kelapa
parut, kacang-kacangan cincang, atau serbuk rempah-rempah. Lapisan tambahan ini dapat menambah tekstur dan
rasa pada bola-bola cokelat.
4. Bola-Bola Cokelat dengan Isi: Varian bola-bola cokelat yang memiliki isi tambahan, seperti kacang-kacangan,
buah kering, atau selai. Isi ini memberikan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
5. Cokelat Putih: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat putih, yang tidak mengandung bubuk kakao. Cokelat
putih memberikan warna yang berbeda dan rasa manis yang khas.
6. Cokelat Hitam: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat hitam, yang memiliki kandungan kakao yang tinggi.
Cokelat hitam umumnya memiliki rasa lebih kuat dan sedikit pahit dibandingkan cokelat susu.
7. Bola-Bola Cokelat Organik: Bola-bola cokelat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik, tanpa
tambahan bahan kimia atau pewarna sintetis. Produk ini dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan dan
kebersihan lingkungan.
8. Bola-Bola Cokelat Khusus: Varian bola-bola cokelat dengan resep atau bahan-bahan khusus yang memberikan
karakteristik unik, mungkin dari suatu daerah atau tradisi khusus.
9. Paket Hadiah Bola-Bola Cokelat: Kemasan khusus yang berisi beberapa bola-bola cokelat, seringkali dihias
secara menarik, cocok sebagai hadiah untuk berbagai kesempatan.
10. Bola-Bola Cokelat Berbentuk Tema: Varian bola-bola cokelat yang dicetak dalam bentuk tema tertentu, seperti
bola-bola cokelat berbentuk bola sepak, hati, atau karakter lucu, untuk meningkatkan daya tarik visual.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Bola-Bola Cokelat
Materi Pokok : 1. Membaca Teks “Berburu Resep”,2. Menggunakan Kata Kunci,Ayo, Jadi Reporter!
Dan Bermain Peran
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku bacaan sesuai tema
• Alat tulis, alat warna
• Lem, kertas warna-warni, gunting
• Contoh poster promosi
• Kotak bekas kemasan makanan
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, internet, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan
bersama orang tua, peserta didik mampu mencari informasi melalui internet dengan kata kunci yang tepat.
Melalui kegiatan
bersama orang tua, peserta didik mampu mencari informasi melalui internet dengan kata kunci yang tepat
Melalui diskusi
kelompok, peserta didik melaporkanpengamatan terhadap gambar dengan antusias
Melalui metode
bermain peran, peserta didik melakukan simulasi wawancara dengan volume suara dan intonasi yang tepat
Peserta didik akan mendapatkan pengalaman bermakna melalui kegiatan pembelajaran ini. Dengan membaca teks
"Berburu Resep," menggunakan kata kunci, dan bermain peran sebagai reporter kuliner, peserta didik akan dapat:
1. Menemukan makna dalam setiap informasi yang mereka peroleh dari teks "Berburu Resep," sehingga dapat
mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
2. Mengalami langsung proses pencarian informasi yang relevan menggunakan kata kunci, memperkaya
keterampilan membaca, dan memahami pentingnya pemilihan kata kunci yang tepat.
3. Berperan sebagai reporter kuliner akan memberikan peserta didik kesempatan untuk mengembangkan kreativitas,
berbicara di depan umum, dan menyajikan informasi secara menarik. Hal ini akan meningkatkan kemampuan
komunikasi mereka.
Pemahaman bermakna melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya
memahami konsep-konsep teoretis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan
pemahaman dan keterampilan peserta didik.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi merujuk pada proses pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sebelum menghadapi
suatu informasi baru. Dalam konteks psikologi dan pendidikan, apersepsi melibatkan cara individu
menginterpretasikan dan memahami informasi baru berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan konsep yang
sudah dimilikinya sebelumnya.
Apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menerima dan memproses informasi baru. Semakin kaya dan
bervariasi apersepsi seseorang, semakin kompleks dan mendalam pemahaman mereka terhadap informasi baru.
Apersepsi juga dapat memengaruhi sikap dan respon individu terhadap situasi atau stimuli tertentu.
Dalam konteks pendidikan, guru sering berupaya memahami apersepsi siswa agar dapat menyajikan materi
pembelajaran dengan cara yang sesuai dan dapat diterima oleh siswa. Memahami apersepsi membantu
menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap individu.
E. Pertanyaan Pemantik
Apa yang dapat dipelajari dari teks "Berburu Resep"?
Bagaimana penggunaan kata kunci dapat membantu dalam mencari informasi resep masakan?
Bagaimana peserta didik dapat menyampaikan informasi kuliner dengan menarik saat berperan sebagai reporter?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Biasanya, setiap daerah memiliki bazar atau pasar malam. Guru bisa memanfaatkannya sebagai bahan
diskusi. Pertanyaan pemantik di Buku Siswa bisa dikembangkan, misalnya:
• Kapan biasanya bazar di daerah kalian diadakan?
• Apa barang yang paling menarik dan selalu ingin kalian beli?
• Pernahkah kalian mengalami hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan selama mengunjungi
bazar?
• Seandainya kalian berjualan, barang apa yang akan kalian jual?
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah
Jika tidak ada akses internet, atau peserta didik belum menguasai penggunaan internet, kegiatan mencari
kata kunci bisa dilakukan dengan menuliskan informasi yang hendak dicari di papan tulis dan peserta didik
diminta memilih katakata utamanya.
Misalnya: Aku ingin tahu cara membuat poster. Aku ingin tahu harga bahan kue bola-bola cokelat. Aku ingin
tahu bagaimana cara promosi yang benar.
[Link]
akurat: teliti; saksama; cermat; tepat benar
Mesin pencari atau search engine adalah program yang mengumpulkan berbagai informasi dalam jaringan
internet. Merek yang lazim digunakan di Indonesia adalah Google, Bing, Baidu, DuckDuckGo, Yahoo, dan
sebagainya.
Mengamati
Ayo, Jadi Reporter!
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif atau gambar yang sesuai jenjangnya.
Tip Pembelajaran
• Peserta didik bisa mencatat barang yang menarik perhatian, tingkah lucu penjual atau pembeli, juga
penjual atau pembeli lain yang menarik perhatian, kemudian membandingkan catatannya dengan
teman lain.
• Peserta didik juga bisa memberi masukan objek apa yang seharusnya ada dalam gambar.
[Link]
reporter: orang yang pekerjaannya melaporkan (berita, peristiwa, dan sebagainya); penyusun laporan;
wartawan
Inspirasi Kegiatan
Peserta didik bisa menjadi reporter sungguhan dan melaporkan pengamatannya di pasar atau bazar. Guru
bisa berkomunikasi dengan orang tua untuk menemani peserta didik. Laporan bisa berupa tulisan,
presentasi, foto, atau video.
Bermain Peran
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mempresentasikan sebuah topik yang diminati dengan memperhatikan intonasi untuk menarik minat
pendengar.
Tip Pembelajaran
• Peserta didik bisa menyiapkan topi koki dan kamera dari barang bekas dari rumah agar akting saat
wawancara lebih mengasyikkan.
• Ketika melakukan wawancara, peserta didik mempraktikkan penggunaan kata keterangan waktu “akan,
sering, jarang, belum, sudah”. Ajak peserta didik menggunakan kata tersebut dalam kalimat lain.
• Kata keterangan waktu dikuasai peserta didik melalui latihan dengan berbagai kalimat.
Catatan:
Antusiasme dan rasa percaya diri peserta didik tidak selalu diwujudkan dalam intonasi yang tinggi untuk
menarik minat pendengar. Guru bisa melihat keseriusan peserta didik dalam menyiapkan presentasi, dan
mengamati ekspresi wajah peserta didik saat melakukan presentasi sebagai indikator tercapainya tujuan
pembelajaran.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Sebelum kita mengakhiri kegiatan kita hari ini, mari kita tunjukkan apresiasi kepada
teman-teman yang telah berpartisipasi aktif. Terima kasih atas kontribusi dan ide-ide yang telah
diberikan dalam pembacaan teks "Berburu Resep."
2. Evaluasi: Untuk memastikan pemahaman dan kesan yang didapat, mari kita lakukan evaluasi
singkat. Apa yang menjadi hal menarik bagi kalian dalam kegiatan mencari resep ini? Adakah
tantangan atau hal yang perlu diperbaiki untuk kegiatan serupa di masa depan?
3. Konsolidasi: Selanjutnya, mari kita konsolidasikan pengetahuan yang telah kita dapatkan. Bagikan 10
pengalaman kalian dalam menggunakan kata kunci saat mencari informasi. Apakah ada tips atau menit
trik yang ingin kalian bagikan kepada teman-teman?
4. Penutup (Doa, Salam): Sebelum kita berpisah, mari kita tutup kegiatan kita dengan doa. Semoga
ilmu yang telah kita peroleh hari ini bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa di kegiatan
selanjutnya. Salam sejahtera untuk kita semua.
G. Asesmen/Penilaian
1. Peserta didik dapat mencari informasi dalam teks lain (cetak maupun digital) menggunakan kata kunci yang
relevan dengan topik pada teks yang dibaca.
2. Peserta didik dapat menggunakan kata kunci dengan benar saat mencari informasi di internet.
Teknik:
Rubrik Penilaian:
Penilaian Sikap:
Penilaian Pengetahuan:
Penilaian Keterampilan:
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Peserta didik yang telah mahir dapat mencari informasi lebih lanjut dan membuat proyek lebih
kompleks.
Remedial: Peserta didik yang kesulitan dapat diberikan bimbingan khusus mengenai penggunaan kata kunci.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Guru dapat berkomunikasi dengan orang tua mengenai hasil asesmen dan
memberikan saran untuk dukungan di rumah.
Refleksi Guru:
Refleksi Siswa:
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi dan
penelusuran informasi. Dalam kegiatan ini, peserta didik akan diajak untuk berinteraksi dengan orang tua, melakukan
diskusi kelompok, dan menggunakan metode bermain peran.
Bahan/Alat/Sumber:
1. Peserta didik mampu mencari informasi melalui internet dengan kata kunci yang tepat.
2. Peserta didik dapat melaporkan pengamatan terhadap gambar dengan antusias melalui diskusi kelompok.
3. Peserta didik mampu melakukan simulasi wawancara dengan volume suara dan intonasi yang tepat melalui
metode bermain peran.
Langkah-langkah:
1. Kegiatan Penelusuran Informasi: a. Peserta didik berkolaborasi dengan orang tua untuk mencari informasi
melalui internet. b. Peserta didik mencatat kata kunci yang digunakan dan hasil penelusuran.
2. Diskusi Kelompok: a. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. b. Setiap kelompok diberikan
gambar untuk diamati. c. Peserta didik berdiskusi mengenai pengamatan mereka terhadap gambar tersebut. d.
Masing-masing kelompok menyajikan laporan hasil diskusi.
3. Simulasi Wawancara: a. Peserta didik mempersiapkan skrip wawancara. b. Melalui metode bermain peran,
peserta didik melakukan simulasi wawancara dengan partner mereka. c. Fokus pada penggunaan volume suara
dan intonasi yang tepat.
Pertanyaan:
1. Bagaimana pengalaman peserta didik dalam mencari informasi bersama orang tua melalui internet?
2. Apa saja hasil pengamatan peserta didik terhadap gambar dalam diskusi kelompok?
3. Bagaimana peserta didik menilai keefektifan simulasi wawancara yang dilakukan dengan metode bermain peran?
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Bola-Bola Cokelat: Produk kudapan yang terbuat dari campuran cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya yang
dicetak dalam bentuk bulat. Bola-bola cokelat umumnya memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
2. Truf Cokelat: Jenis bola-bola cokelat yang terbuat dari campuran cokelat berkualitas tinggi, mentega, dan krim.
Truf cokelat seringkali diberi lapisan pelapis seperti bubuk kakao atau gula bubuk untuk memberikan sentuhan
finishing.
3. Bola-Bola Cokelat Berlapis: Bola-bola cokelat yang memiliki lapisan tambahan di luar cokelat, seperti kelapa
parut, kacang-kacangan cincang, atau serbuk rempah-rempah. Lapisan tambahan ini dapat menambah tekstur dan
rasa pada bola-bola cokelat.
4. Bola-Bola Cokelat dengan Isi: Varian bola-bola cokelat yang memiliki isi tambahan, seperti kacang-kacangan,
buah kering, atau selai. Isi ini memberikan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
5. Cokelat Putih: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat putih, yang tidak mengandung bubuk kakao. Cokelat
putih memberikan warna yang berbeda dan rasa manis yang khas.
6. Cokelat Hitam: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat hitam, yang memiliki kandungan kakao yang tinggi.
Cokelat hitam umumnya memiliki rasa lebih kuat dan sedikit pahit dibandingkan cokelat susu.
7. Bola-Bola Cokelat Organik: Bola-bola cokelat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik, tanpa
tambahan bahan kimia atau pewarna sintetis. Produk ini dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan dan
kebersihan lingkungan.
8. Bola-Bola Cokelat Khusus: Varian bola-bola cokelat dengan resep atau bahan-bahan khusus yang memberikan
karakteristik unik, mungkin dari suatu daerah atau tradisi khusus.
9. Paket Hadiah Bola-Bola Cokelat: Kemasan khusus yang berisi beberapa bola-bola cokelat, seringkali dihias
secara menarik, cocok sebagai hadiah untuk berbagai kesempatan.
10. Bola-Bola Cokelat Berbentuk Tema: Varian bola-bola cokelat yang dicetak dalam bentuk tema tertentu, seperti
bola-bola cokelat berbentuk bola sepak, hati, atau karakter lucu, untuk meningkatkan daya tarik visual.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Bola-Bola Cokelat
Materi Pokok : Menulis Reportase,Menghitung Pendapatan Hari Pasar,Memilih Buku Bacaan yang
Sesuai dan Pembatas Buku
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
Prasyarat Pengetahuan:
Prasyarat Keterampilan:
1. Kemampuan menulis reportase dengan gaya bahasa yang sesuai dan informatif.
2. Kemampuan menghitung pendapatan harian pasar dengan menggunakan metode yang tepat.
3. Kemampuan memilih buku bacaan yang sesuai dengan preferensi dan tujuan pembaca.
4. Keterampilan menggunakan pembatas buku dengan benar dan efektif.
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku bacaan sesuai tema
• Alat tulis, alat warna
• Lem, kertas warna-warni, gunting
• Contoh poster promosi
• Kotak bekas kemasan makanan
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan
mandiri, peserta didik dapat menulis laporan/cerita dengan struktur awal, tengah, akhir yang tepat.
Melalui kegiatan
berkelompok, peserta didik mampu berpendapat dan mengambil kesimpulan dengan benar.
Melalui kegiatan
mandiri, peserta didik dapat memberikan penilaian terhadap gambar atau cerita sesuai pengalaman pribadinya.
Melalui kegiatan
menulis dengan huruf tegak bersambung, peserta didik dapat menuliskan ucapan terima kasih dengan antusias.
Peserta didik akan mendapatkan pengalaman bermakna melalui kegiatan pembelajaran ini. Dengan membaca teks
"Berburu Resep," menggunakan kata kunci, dan bermain peran sebagai reporter kuliner, peserta didik akan dapat:
1. Menemukan makna dalam setiap informasi yang mereka peroleh dari teks "Berburu Resep," sehingga dapat
mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
2. Mengalami langsung proses pencarian informasi yang relevan menggunakan kata kunci, memperkaya
keterampilan membaca, dan memahami pentingnya pemilihan kata kunci yang tepat.
3. Berperan sebagai reporter kuliner akan memberikan peserta didik kesempatan untuk mengembangkan kreativitas,
berbicara di depan umum, dan menyajikan informasi secara menarik. Hal ini akan meningkatkan kemampuan
komunikasi mereka.
Pemahaman bermakna melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya
memahami konsep-konsep teoretis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan
pemahaman dan keterampilan peserta didik.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi merujuk pada proses pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sebelum menghadapi
suatu informasi baru. Dalam konteks psikologi dan pendidikan, apersepsi melibatkan cara individu
menginterpretasikan dan memahami informasi baru berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan konsep yang
sudah dimilikinya sebelumnya.
Apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menerima dan memproses informasi baru. Semakin kaya dan
bervariasi apersepsi seseorang, semakin kompleks dan mendalam pemahaman mereka terhadap informasi baru.
Apersepsi juga dapat memengaruhi sikap dan respon individu terhadap situasi atau stimuli tertentu.
Dalam konteks pendidikan, guru sering berupaya memahami apersepsi siswa agar dapat menyajikan materi
pembelajaran dengan cara yang sesuai dan dapat diterima oleh siswa. Memahami apersepsi membantu
menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap individu.
E. Pertanyaan Pemantik
Apa yang dapat dipelajari dari teks "Berburu Resep"?
Bagaimana penggunaan kata kunci dapat membantu dalam mencari informasi resep masakan?
Bagaimana peserta didik dapat menyampaikan informasi kuliner dengan menarik saat berperan sebagai reporter?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Biasanya, setiap daerah memiliki bazar atau pasar malam. Guru bisa memanfaatkannya sebagai bahan
diskusi. Pertanyaan pemantik di Buku Siswa bisa dikembangkan, misalnya:
• Kapan biasanya bazar di daerah kalian diadakan?
• Apa barang yang paling menarik dan selalu ingin kalian beli?
• Pernahkah kalian mengalami hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan selama mengunjungi
bazar?
• Seandainya kalian berjualan, barang apa yang akan kalian jual?
Inspirasi Kegiatan
• Bagikan potongan kertas kecil-kecil pada peserta didik.
• Minta mereka menuliskan atau menggambarkan satu informasi dari poster “Hari Pasar Merdeka”,
misalnya: tanggal pelaksanaan, lokasi, peraturan, peserta, dan sebagainya.
• Kocok potongan kertas, bagikan secara acak.
• Siapkan beberapa potongan kertas dengan kalimat serupa.
• Minta peserta didik berkelompok 3―5 orang. Berdasarkan potongan kertas yang mereka peroleh,
minta mereka membuat rancangan posternya.
• Nantikan “keributan kecil” karena informasi yang mereka miliki tidak berkaitan dan acak, serta poster
yang dihasilkan pun akan lucu.
• Simpulkan kegiatan dengan menjelaskan kembali tentang kriteria poster yang menarik dan benar.
Berdiskusi
Menghitung Pendapatan Hari Pasar
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menemukan penyebab terjadinya suatu masalah atau kejadian, dan hubungan sebabakibat yang lebih
kompleks.
Tip Pembelajaran
• Minta peserta didik mencermati catatan penjualan Ardi, Edo, Rahman, Sugeng.
• Minta peserta didik memperkirakan penyebab produk empat sekawan ini tidak laku.
• Minta mereka menggunakan kata kunci. Jelaskan bahwa kata kunci memastikan pendapat yang
disampaikan sesuai dengan topik yang sedang dibahas.
• Contoh kalimat: Menurutku, kue ini tidak laku karena .... Menurutku, hal yang harus dilakukan oleh
empat sekawan itu adalah ....
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum lancar menyampaikan pendapat bisa menuliskan kata kunci ke dalam kartu-kartu.
Mereka bisa melihatnya sebagai panduan saat berbicara:
Jurnal Membaca
Memilih Buku Bacaan yang Sesuai
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks atau gambar sesuai jenjangnya dan mengaitkannya dengan
pengalaman pribadi.
Buku-buku ini bisa diperoleh secara gratis. Alamat website ada di lampiran buku ini.
Guru bisa mengeksplorasi berbagai judul lain sebagai bahan bacaan peserta didik
Inspirasi Kegiatan
Peserta didik bisa menyampaikan pengalamannya secara lisan atau tertulis.
Kegiatan Perancah:
Peserta didik yang mengalami kesulitan mengaitkan isi bacaan dengan pengalamannya bisa dipandu
dengan pertanyaan semacam ini:
• Bacaan ini bercerita tentang apa?
• Siapakah tokohnya?
• Apa yang dilakukan tokoh tersebut?
• Apakah kalian pernah mengalami hal yang sama?
• Bagaimana perasaan kalian saat itu?
• ...............................
Kesalahan Umum
Guru menggegas pemahaman peserta didik. Setiap peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang berbeda
terhadap bacaan. Bacaan tentang laut lebih mudah dipahami oleh peserta didik yang tinggal di pesisir.
Peserta didik yang tinggal di pantai memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna bacaan bertema stasiun
kereta api. Pengalaman sangat berperan dalam proses pemahaman bacaan. Karena itu, guru diharapkan
memberikan ruang yang proporsional bagi peserta didik untuk mencerna bacaan yang berbeda-beda.
Menulis
Pembatas Buku
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengenal dasar-dasar menulis dengan huruf tegak bersambung.
Tip Pembelajaran
Pada bagian sebelumnya, peserta didik membuat kartu ucapan terima kasih kepada teman. Kali ini mereka
membuat pembatas buku sebagai ucapan terima kasih pada pelanggan.
• Peserta didik bisa menggunting kertas dengan bentuk sesuai selera, menulisinya, dan menghiasnya.
• Pesan utamanya adalah membangun budaya berterima kasih. Sampaikan kepada peserta didik bahwa
mengucapkan terima kasih adalah perilaku mulia.
• Tujuan berikutnya adalah melatih kemampuan menulis dengan huruf tegak bersambung dan kreativitas
peserta didik.
• Peserta didik bisa menjadikan pembatas buku sebagai koleksi atau hadiah.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada seluruh peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
hari ini. Apresiasi juga untuk kerjasama dan kreativitas yang ditunjukkan dalam setiap kegiatan.
2. Evaluasi: Mari kita refleksikan bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Bagaimana
pengalaman kalian dalam kegiatan menulis, berdiskusi, dan membaca? Apakah ada hal yang bisa
ditingkatkan di kegiatan mendatang?
3. Konsolidasi: Untuk memastikan pemahaman yang baik, kita akan mengkonsolidasikan
pembelajaran dengan merangkum poin-poin penting yang telah kita pelajari hari ini. Mari kita 10
pastikan bahwa setiap peserta didik dapat membawa pulang pengetahuan baru. menit
4. Penutup (Doa, Salam): Sebagai penutup, mari kita panjatkan doa bersama sebagai ungkapan
terima kasih atas nikmat dan kesempatan belajar. Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Salam sejahtera untuk kita semua.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan: Mampu menulis teks naratif sederhana dengan struktur awal, tengah, akhir.
Teknik: Observasi
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Memberikan materi dan contoh lebih lanjut tentang penulisan reportase yang lebih kompleks.
Remedial: Memberikan latihan tambahan kepada peserta didik yang masih kesulitan dalam menyusun alur cerita.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Melakukan pertemuan dengan orang tua untuk memberikan pemahaman
tentang perkembangan kemampuan menulis reportase.
Refleksi Guru:
Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan ini?
Apakah ada aspek tertentu yang perlu diperbaiki dalam penyampaian materi?
Refleksi Siswa:
Apa yang paling sulit dalam menulis reportase?
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis reportase?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Keterampilan menulis dan berpendapat merupakan aspek penting dalam pengembangan kemampuan
berbahasa. Dengan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan tersebut
secara mandiri maupun berkelompok.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menulis laporan/cerita dengan struktur awal, tengah, akhir yang tepat melalui kegiatan mandiri.
2. Peserta didik mampu berpendapat dan mengambil kesimpulan dengan benar melalui kegiatan berkelompok.
3. Peserta didik dapat memberikan penilaian terhadap gambar atau cerita sesuai pengalaman pribadinya melalui
kegiatan mandiri.
4. Peserta didik dapat menuliskan ucapan terima kasih dengan antusias menggunakan huruf tegak bersambung
melalui kegiatan menulis.
Langkah-langkah:
1. Kegiatan Mandiri Menulis Laporan/Cerita: a. Pilih sebuah topik atau cerita pendek yang menarik. b. Tentukan
struktur awal, tengah, dan akhir dari cerita tersebut. c. Tulis cerita dengan menggunakan bahasa yang jelas dan
padat.
2. Kegiatan Berkelompok Berpendapat: a. Dalam kelompok, diskusikan topik atau permasalahan yang diberikan.
b. Masing-masing anggota kelompok menyampaikan pendapatnya. c. Buat kesimpulan bersama berdasarkan
diskusi yang dilakukan.
3. Kegiatan Mandiri Memberikan Penilaian: a. Amati gambar atau baca cerita yang diberikan. b. Berikan penilaian
berdasarkan pengalaman pribadi dan pandangan masing-masing.
4. Kegiatan Menulis Ucapan Terima Kasih: a. Pilih situasi atau pengalaman yang ingin disampaikan ucapan terima
kasih. b. Gunakan huruf tegak bersambung dalam menuliskan ucapan terima kasih.
Pertanyaan:
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Bola-Bola Cokelat: Produk kudapan yang terbuat dari campuran cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya yang
dicetak dalam bentuk bulat. Bola-bola cokelat umumnya memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
2. Truf Cokelat: Jenis bola-bola cokelat yang terbuat dari campuran cokelat berkualitas tinggi, mentega, dan krim.
Truf cokelat seringkali diberi lapisan pelapis seperti bubuk kakao atau gula bubuk untuk memberikan sentuhan
finishing.
3. Bola-Bola Cokelat Berlapis: Bola-bola cokelat yang memiliki lapisan tambahan di luar cokelat, seperti kelapa
parut, kacang-kacangan cincang, atau serbuk rempah-rempah. Lapisan tambahan ini dapat menambah tekstur dan
rasa pada bola-bola cokelat.
4. Bola-Bola Cokelat dengan Isi: Varian bola-bola cokelat yang memiliki isi tambahan, seperti kacang-kacangan,
buah kering, atau selai. Isi ini memberikan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
5. Cokelat Putih: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat putih, yang tidak mengandung bubuk kakao. Cokelat
putih memberikan warna yang berbeda dan rasa manis yang khas.
6. Cokelat Hitam: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat hitam, yang memiliki kandungan kakao yang tinggi.
Cokelat hitam umumnya memiliki rasa lebih kuat dan sedikit pahit dibandingkan cokelat susu.
7. Bola-Bola Cokelat Organik: Bola-bola cokelat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik, tanpa
tambahan bahan kimia atau pewarna sintetis. Produk ini dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan dan
kebersihan lingkungan.
8. Bola-Bola Cokelat Khusus: Varian bola-bola cokelat dengan resep atau bahan-bahan khusus yang memberikan
karakteristik unik, mungkin dari suatu daerah atau tradisi khusus.
9. Paket Hadiah Bola-Bola Cokelat: Kemasan khusus yang berisi beberapa bola-bola cokelat, seringkali dihias
secara menarik, cocok sebagai hadiah untuk berbagai kesempatan.
10. Bola-Bola Cokelat Berbentuk Tema: Varian bola-bola cokelat yang dicetak dalam bentuk tema tertentu, seperti
bola-bola cokelat berbentuk bola sepak, hati, atau karakter lucu, untuk meningkatkan daya tarik visual.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Tersesat
Materi Pokok : Menyimak Pengumuman di Stasiun Kereta Api,Memahami Cerita “Di Stasiun Kereta
Api”,Berdiskusi tentang Persiapan Bepergian dan Mencermati Teks “Di Mana Aku?”
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Sumber Belajar
Buku Siswa, rekaman pengumuman, sumber belajar lain
Buku Siswa, gambar atau video suasana stasiun kereta api, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui menyimak
pengumuman, peserta didik dapat memahami ide pokoknya dengan tepat
Melalui membaca
teks, peserta didik berpendapat tentang isi cerita dengan tepat
Melalui kegiatan
diskusi kelompok, peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan perasaan dengan antusias
Melalui membaca
teks narasi, peserta didik mampu menyebutkan permasalahan tokoh dengan benar.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses atau hasil dari penafsiran dan pemahaman seseorang terhadap suatu informasi baru
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Apersepsi melibatkan kerangka
pikiran individu dalam memahami, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterima. Ini
merupakan konsep psikologi yang menyoroti peran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam membentuk
pemahaman seseorang terhadap lingkungannya. Apersepsi dapat mempengaruhi cara seseorang memahami dan
merespons stimulus baru berdasarkan filter pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
E. Pertanyaan Pemantik
Bagaimana pengumuman di stasiun kereta api dapat membantu perjalanan kita?
Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita “Di Stasiun Kereta Api”?
Bagaimana persiapan bepergian dapat meminimalkan risiko dan kesalahan?
Apa yang dapat dipahami dari teks “Di Mana Aku?” dan bagaimana hal itu relevan dengan kehidupan sehari-hari?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan menemani peserta didik berdiskusi tentang pengalaman mereka bepergian ke tempat
umum, atau dengan kendaraan umum. Pertanyaan pemantik dalam Buku Siswa bisa digunakan.
Pengalaman serupa yang dialami guru ketika kecil juga bisa diceritakan untuk membuat suasana lebih
akrab. Petunjuk Khusus: Materi ini memuat cerita dan informasi yang mungkin membuat sebagian peserta
didik cemas. Guru diharapkan mendampingi peserta didik belajar tentang panduan keselamatan di tempat
umum agar peserta didik waspada dan berhati-hati, bukan takut.
Kegiatan Inti
Menyimak
Menyimak Pengumuman di Stasiun Kereta Api
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyimak dengan saksama, memahami instruksi yang lebih kompleks, memahami ide pokok dalam teks
audio atau teks aural (teks yang dibacakan) yang sesuai jenjangnya.
510
Tip Pembelajaran menit
• Perlihatkan gambar tempat umum yang lain kepada peserta didik, misalnya pelabuhan, terminal, atau
bandara, sebagai bahan perbandingan. Jika peserta didik belum pernah melihat stasiun kereta api,
gambar atau video akan memberikan gambaran.
• Melalui internet, guru bisa mencari rekaman suara atau video pengumuman di terminal, stasiun,
pelabuhan, atau bandara.
• Guru bisa juga merekam suara sendiri dan memperdengarkannya pada peserta didik.
• Jika tidak ada akses internet atau alat rekam, bacakan teks pengumuman di Buku Siswa dengan penuh
gaya layaknya seorang penyiar.
• Perhatikan intonasi, jeda, dan pelafalan saat membacakan pengumuman.
• Pergunakan mikrofon (mainan) untuk membuat suasana ceria.
• Pastikan peserta didik tenang dulu sebelum pengumuman diperdengarkan.
Inspirasi Kegiatan
Untuk meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik, kegiatan ini bisa menjadi pilihan:
• Membaca nyaring. Guru bisa membacakan buku cerita dengan nyaring, peserta didik menyimak.
Kegiatan ini bisa diikuti dengan diskusi ringan tentang cerita yang dibacakan.
• Bermain cerita berulang. Guru menceritakan sebuah cerita singkat. Peserta didik menceritakannya
kembali kepada temannya. Teman lainnya mencermati apakah ceritanya sama atau tidak.
• Contoh cerita: Kemarin, Radit ikut ayahnya mengantar paman Radit yang hendak berlayar. Di
perjalanan, ban sepeda motor mereka meletus. Mereka harus menunggu tukang tambal ban
memperbaikinya. Mereka hampir terlambat tiba di pelabuhan.
Kesalahan Umum
Guru mengabaikan kegiatan menyimak. Kemampuan menyimak dan memahami informasi aural (yang
bersangkutan dengan indra pendengaran) sangat penting bagi peserta didik. Dengan keterampilan
menyimak yang baik, peserta didik bisa menyerap struktur bahasa, menceritakan kembali informasi yang
didengarnya, kemudian menggunakannya dalam berbicara. Dalam kehidupan seharihari, kemampuan
menyimak merupakan salah satu syarat penting dalam mengambil keputusan yang tepat.
[Link]
melintas: berlalu dengan cepat; menempuh jalan yang tersingkat; memintas; menyeberang (jalan dan
sebagainya)
jalur: kolom yang lurus; garis lebar; re
Membaca
Memahami Cerita “Di Stasiun Kereta Api”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif atau informasi yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan
ide pokok atau pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.
Tip Pembelajaran
• Walau bertema sederhana, teks ini cukup panjang. Beri kesempatan kepada peserta didik untuk
membacanya beberapa kali.
• Jika diperlukan, beri waktu kepada peserta didik untuk membaca nyaring bergantian dengan teman.
• Ajak peserta didik membahas gambar dan peristiwa apa saja yang mereka lihat.
• Dampingi peserta didik membahas pertanyaan pemantik di Buku Siswa.
• Tambahkan pertanyaan yang sesuai dengan kondisi tempat umum di dekat lingkungan peserta didik.
[Link]
arloji: jam kecil, biasa dipakai pada pergelangan tangan atau ditaruh dalam saku
gerbong: kereta api (untuk orang atau barang)
tiket: karcis kapal, pesawat terbang, dan sebagainya
Kesalahan Umum
Guru mengunci jawaban. Pertanyaan bacaan bukan sekadar untuk dijawab dengan satu dua kalimat
kemudian selesai. Pertanyaan bacaan mengawali diskusi untuk membuka wawasan peserta didik tentang
tema yang sedang dibahas. Pertanyaan bacaan membantu guru menciptakan pertanyaan yang kontekstual,
sesuai kondisi peserta didik. Guru bisa mengembangkan diskusi tanpa terpaku pada pertanyaan di buku,
termasuk memperluas bahasan atau mengembalikan diskusi pada topik ketika bahasan mulai menjauh dari
Alur Konten Capaian Pembelajaran. Tema keselamatan di stasiun bisa dikembangkan menjadi keselamatan
di terminal, pelabuhan, bandara, pasar, atau tempat-tempat lain yang dekat dengan keseharian peserta didik
Berdiskusi
Berdiskusi tentang Persiapan Bepergian
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menemukan penyebab terjadinya suatu masalah atau kejadian, kemudian mengelaborasi perasaan diri
sendiri dan orang lain.
Tip Pembelajaran
• Bagi kelompok terdiri dari 5―7 peserta didik.
• Minta peserta didik membahas persiapan ketika hendak bepergian.
• Pastikan peserta didik berbicara bergantian dengan teman.
• Beri peluang kepada peserta didik untuk menceritakan perasaannya pada saat hendak bepergian.
• Berikan satu pertanyaan untuk masing-masing peserta didik tentang pengalamannya sendiri.
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Pengayaan Untuk mengantisipasi peserta didik yang belum pernah bepergian, ajak mereka
merancang kegiatan “bepergian ke dunia imajinasi”, misalnya ke tengah hutan di pulau terpencil, ke bulan,
ke negara yang sangat jauh, ke gunung es, ke dunia binatang, atau tempat-tempat lain yang menarik minat
mereka. Minta mereka membahas persiapan apa yang harus dilakukan. Karena tempat yang dituju sangat
imajinatif, persiapan pun akan imajinatif. Izinkan peserta didik meluaskan imajinasi mereka. Kegiatan juga
bisa diawali dengan dongeng atau pembacaan buku cerita untuk memantik imajinasi peserta didik.
Catatan Khusus
Fokus kegiatan ini adalah melatih kemampuan peserta didik menerima perbedaan pendapat. Guru bisa
melatih kemampuan peserta didik misalnya dengan berkata:
• Wah, pengalaman Adit berbeda, ya! Menarik juga.
• Oh, persiapan yang dilakukan Ruri berbeda! Cara itu juga bagus. Menurut kalian bagaimana?
Membaca
Mencermati Teks “Di Mana Aku?”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita pada teks naratif yang sesuai
jenjangnya.
Tip Pembelajaran
• Awali cerita dengan bertanya kepada peserta didik, “Pernahkah kalian sangat ingin buang air kecil atau
buang air besar di tempat umum?”
• Pertanyaan semacam itu bisa mendatangkan berbagai reaksi peserta didik: tertawa senang, malu-
malu, bahkan sedih. Perhatikan apakah ada peserta didik yang memiliki pengalaman buruk dengan
peristiwa tersebut.
• Melalui diskusi pembuka ini, peserta didik akan memahami mengapa tokoh dalam cerita ini (Nina) pergi
ke kamar mandi sendiri—ibunya sibuk dengan barang bawaan dan dia sudah sangat ingin ke kamar
mandi.
• Dengan demikian, peserta didik bisa menyelami perasaan Nina dan ikut berempati ketika tokoh
mengalami masalah.
[Link]
bawaan: barang-barang yang dibawa; buah tangan; oleh-oleh
menoleh: melihat dengan memalingkan muka ke kiri, ke kanan, ke belakang
Inspirasi Kegiatan
Setelah menjawab pertanyaan pemahaman, minta peserta didik mengamati ilustrasi teks “Di Mana Aku?”.
Berikan arahan seperti ini kepada peserta didik:
• Gambarkan rute perjalanan Nina menuju kamar mandi.
• Gambarkan rute perjalanan Nina dari kamar mandi menuju tempat ibunya menunggu.
• Minta peserta didik memperhatikan tempat atau tanda yang bisa dijadikan petunjuk agar Nina ingat
rutenya (misalnya toko mainan, bangku berwarna merah, atau yang lain).
Kegiatan Perancah Peserta didik yang masih mengalami kesulitan membaca bisa diminta mengamati
ilustrasi dan menyebutkan benda yang mereka lihat dan mencatatnya di buku tulis.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
ini. Apresiasi juga disampaikan kepada mereka yang telah berbagi pengalaman dan pemikiran
dengan teman-teman.
2. Evaluasi: Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana peserta didik memahami materi tentang
menyimak pengumuman di stasiun kereta api. Guru dapat memberikan umpan balik positif dan
konstruktif untuk membantu peserta didik meningkatkan kemampuan mereka.
3. Konsolidasi: Berikan ringkasan singkat mengenai pembelajaran hari ini. Pastikan peserta didik 10
memahami pentingnya kemampuan menyimak, terutama dalam situasi umum seperti di stasiun menit
kereta api.
4. Penutup (Doa, Salam): Sebelum mengakhiri kegiatan, kita bersama-sama mengucapkan doa
untuk keselamatan dan keberhasilan peserta didik. Salam hangat disampaikan sebagai tanda akhir
pertemuan.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menyimak pengumuman di stasiun kereta api dengan saksama.
2. Peserta didik dapat memahami instruksi yang lebih kompleks.
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok dalam teks audio atau teks aural.
Teknik: Observasi
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Mengadakan kegiatan "Simulasi Perjalanan" dengan memanfaatkan media imajinatif untuk
meningkatkan kemampuan menyimak.
Remedial: Menyediakan materi tambahan dan latihan soal kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
menyimak pengumuman.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan orang tua untuk berdiskusi tentang
perkembangan menyimak anak di rumah.
Refleksi Guru:
1. Apakah strategi yang saya gunakan efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik?
2. Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan menyimak?
3. Apakah metode observasi dapat memberikan gambaran yang akurat tentang sikap peserta didik?
Refleksi Siswa:
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Judul
Mengembangkan Kemampuan Memahami dan Menafsirkan Teks Melalui Berbagai Kegiatan
Pendahuluan
Pada kegiatan ini, kita akan fokus untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan menafsirkan teks
melalui beberapa kegiatan yang melibatkan pengumuman, membaca teks, diskusi kelompok, dan pemahaman terhadap
teks narasi.
Bahan/Alat/Sumber
1. Pengumuman terkini
2. Teks cerita pendek
3. Materi diskusi kelompok
4. Teks narasi mengenai pengalaman tokoh
Tujuan
1. Peserta didik dapat memahami ide pokok pengumuman dengan tepat melalui kegiatan menyimak.
2. Peserta didik dapat berpendapat tentang isi cerita dengan tepat melalui kegiatan membaca teks.
3. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan perasaan dengan antusias melalui kegiatan diskusi
kelompok.
4. Peserta didik mampu menyebutkan permasalahan tokoh dengan benar melalui kegiatan membaca teks narasi.
Langkah-langkah
1. Menyimak Pengumuman
Peserta didik mendengarkan pengumuman dengan seksama.
Catat ide pokok pengumuman yang dapat dipahami.
2. Membaca Teks Cerita Pendek
Peserta didik membaca teks cerita pendek yang telah disediakan.
Buatlah pendapat pribadi tentang isi cerita.
3. Diskusi Kelompok Mengenai Pengalaman dan Perasaan
Peserta didik membentuk kelompok kecil.
Diskusikan pengalaman dan perasaan masing-masing terkait dengan topik yang diberikan.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara antusias.
4. Membaca Teks Narasi dan Menyebutkan Permasalahan Tokoh
Peserta didik membaca teks narasi tentang tokoh yang disediakan.
Identifikasi permasalahan yang dihadapi tokoh dalam cerita.
Pertanyaan
1. Apa ide pokok yang dapat Anda pahami dari pengumuman yang disampaikan?
2. Bagaimana pendapat Anda tentang isi cerita pendek yang telah Anda baca?
3. Apa pengalaman dan perasaan yang dapat Anda bagikan dalam diskusi kelompok?
4. Apa permasalahan yang dihadapi tokoh dalam teks narasi yang telah Anda baca?
Semoga kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan memahami dan menafsirkan teks peserta didik.
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Navigasi:
Navigasi: Proses menentukan arah dan lokasi untuk menghindari kesesatan.
Peta: Representasi visual dari area yang membantu dalam navigasi.
2. Alat Navigasi:
Kompass: Alat magnetik untuk menentukan arah utara.
GPS (Global Positioning System): Sistem satelit untuk menentukan lokasi dengan tepat.
Peta Offline: Peta yang dapat diakses tanpa koneksi internet.
3. Lokasi dan Orientasi:
Koordinat: Titik lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur.
Arah Utara: Poin referensi utama dalam navigasi.
4. Bahaya Tersesat:
Hypothermia: Kondisi suhu tubuh rendah karena kehilangan panas berlebihan.
Dehidrasi: Kekurangan cairan yang dapat terjadi saat tersesat.
5. Survival:
Shelter: Tempat perlindungan sementara dari cuaca buruk.
Sinyal Darurat: Metode untuk menarik perhatian penyelamat.
Pertolongan Pertama: Tindakan medis sederhana untuk merawat cedera ringan.
6. Komunikasi:
Walkie-Talkie: Alat komunikasi jarak dekat untuk tim tersesat.
Emergency Whistle: Alat penghasil suara keras untuk menarik perhatian.
7. Keterampilan Bertahan Hidup:
Mengumpulkan Makanan: Keterampilan memanfaatkan sumber daya alam untuk makanan.
Menemukan Air: Keterampilan menemukan sumber air yang aman untuk dikonsumsi.
8. Psikologi Tersesat:
Mengatasi Ketakutan: Strategi untuk menjaga ketenangan dan fokus mental.
Optimisme: Sikap positif untuk meningkatkan semangat bertahan hidup.
9. Evakuasi:
Helikopter Evakuasi: Proses penyelamatan dengan menggunakan helikopter.
Sarana Transportasi Darurat: Alternatif untuk keluar dari area yang terpencil.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Tersesat
Materi Pokok : Mencermati Infografik “Tersesat?”,Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat,Membuat
Kartu Nama Spesial dan Berserulah!
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
Prasyarat Pengetahuan:
1. Pemahaman tentang infografik "Tersesat?" dan kemampuan untuk menganalisis informasi yang terkandung di
dalamnya.
2. Pengetahuan dasar tentang sikap yang tepat saat menghadapi situasi tersesat.
3. Kemampuan memilih dan menerapkan sikap yang sesuai dengan kondisi tertentu.
4. Pemahaman tentang langkah-langkah membuat kartu nama spesial.
Prasyarat Keterampilan:
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, poster sejenis, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui mengamati
poster, peserta didik bisa menyebutkan manfaat poster dengan tepat.
Melalui kegiatan
diskusi kelompok, peserta didik berpendapat tentang keselamatan di tempat umum dengan benar.
Melalui metode
klasikal, peserta didik dapat menulis identitas pribadi dengan tepat.
Melalui kegiatan
simulasi, peserta didik dapat berbicara dengan volume suara dan intonasi yang tepat
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses atau hasil dari penafsiran dan pemahaman seseorang terhadap suatu informasi baru
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Apersepsi melibatkan kerangka
pikiran individu dalam memahami, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterima. Ini
merupakan konsep psikologi yang menyoroti peran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam membentuk
pemahaman seseorang terhadap lingkungannya. Apersepsi dapat mempengaruhi cara seseorang memahami dan
merespons stimulus baru berdasarkan filter pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
E. Pertanyaan Pemantik
Bagaimana infografik "Tersesat?" dapat membantu kita mengatasi situasi tersesat dengan baik?
Apa saja sikap yang sebaiknya diambil saat mengalami kebingungan atau tersesat?
Bagaimana kartu nama spesial dapat mencerminkan identitas diri dan memberikan kesan positif?
Mengapa berserulah penting dalam kehidupan sehari-hari?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan menemani peserta didik berdiskusi tentang pengalaman mereka bepergian ke tempat
umum, atau dengan kendaraan umum. Pertanyaan pemantik dalam Buku Siswa bisa digunakan.
Pengalaman serupa yang dialami guru ketika kecil juga bisa diceritakan untuk membuat suasana lebih
akrab. Petunjuk Khusus: Materi ini memuat cerita dan informasi yang mungkin membuat sebagian peserta
didik cemas. Guru diharapkan mendampingi peserta didik belajar tentang panduan keselamatan di tempat
umum agar peserta didik waspada dan berhati-hati, bukan takut.
Kegiatan Inti
Mengamati
Mencermati Infografik “Tersesat?”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengenali tujuan penulis dalam menyajikan data untuk mendukung ide pokok pada teks atau gambar yang
sesuai jenjangnya.
510
Tip Pembelajaran menit
• Infografik “Tersesat?” akan dipergunakan dalam beberapa kegiatan. Oleh karenanya, berikan waktu
yang leluasa kepada peserta didik untuk memahami dan mengamatinya baik secara mandiri maupun
berkelompok.
• Selain mendapatkan informasi keselamatan, peserta didik juga belajar menuangkan dan menata ide
secara visual. Arahkan mereka untuk mengamati detail gambar, warna, dan teks pada infografik.
• Diskusikan setiap informasi hingga semua petunjuk dipahami. Jika diperlukan, izinkan peserta didik
membaca isi infografik dengan nyaring.
• Jika memungkinkan dan diperlukan, infografik bisa difotokopi dan diperbesar, kemudian ditempel di
papan tulis untuk didiskusikan bersama.
• Ukuran yang besar akan membuat efek posternya lebih terasa.
• Jika tersedia, proyektor juga bisa digunakan untuk menampilkan berbagai jenis poster.
Inspirasi Kegiatan
• Beri ide kepada peserta didik untuk menggambar infografik seperti ini dengan tema lain, misalnya apa
yang dilakukan jika:
• jatuh dan terluka;
• terkena air panas;
• lampu mati;
• tersedak; atau berbagai peristiwa darurat lain yang biasa terjadi pada anak-anak.
Kegiatan Perancah
Untuk peserta didik yang memiliki kesulitan memahami teks visual atau mengembangkan ide bisa
dibantu dengan tema-tema seharihari, misalnya apa yang harus disiapkan dan dilakukan ketika:
• mencari kaus kaki yang hilang;
• menyapu lantai yang kotor; dan
• belajar menulis dengan huruf tegak bersambung.
Kegiatan sehari-hari bisa disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Peserta didik di daerah pertanian
memiliki kegiatan yang berbeda dengan peserta didik di perkotaan, misalnya.
Berdiskusi
Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas
sehingga dipahami oleh lawan bicara.
Tip Pembelajaran
Pada bagian ini, peserta didik diajak mempraktikkan kembali cara melafalkan kata-kata dengan volume
yang tepat—saat ini konteksnya adalah berseru untuk minta tolong.
• Awali dengan pertanyaan kapan peserta didik berbicara dengan suara perlahan, sedang, dan lantang
bahkan berseru kencang.
• Dampingi peserta didik ketika membahas pertanyaan di Buku Siswa tentang kaidah keselamatan di
tempat umum.
• Berikan penguatan tentang pentingnya bersikap tenang, berseru lantang saat memanggil nama orang
tua, tetap diam di tempat ramai, dan menolak ajakan orang yang tidak dikenal.
Menulis
Membuat Kartu Nama Spesial
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menulis kata-kata yang sering ditemui menggunakan pengetahuan tentang kombinasi semua huruf
Tip Pembelajaran
• Kegiatan ini bisa dikerjakan di rumah karena peserta didik bisa bertanya kepada orang tua atau orang
dewasa lain.
• Ada kemungkinan beberapa peserta didik tidak tahu nama orang tua, alamat rumah, dan nomor telepon.
• Ada kemungkinan peserta didik tidak memiliki orang tua—guru bisa mengantisipasi dengan melihat data
peserta didik lebih dulu.
• Pastikan peserta didik tahu bahwa mereka tidak boleh memperlihatkan kartu nama tersebut kepada orang
yang tidak dikenal. Mereka boleh memperlihatkannya pada petugas keamanan yang biasanya berseragam
dinas.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka harus menyimpan kartu tersebut dengan baik agar tidak
tercecer atau tertinggal kemudian digunakan orang yang tidak bertanggung jawab.
[Link]
spesial: khusus, istimewa, khas
wali: orang yang menjadi penjamin dalam pengurusan dan pengasuhan anak
Inspirasi Kegiatan
Peserta didik juga bisa menuliskan nama dan alamat orang yang hendak dituju.
Jika peserta didik memiliki penyakit atau alergi tertentu, informasi tersebut juga bisa dituliskan dalam kartu.
Kesalahan Umum
Guru tidak memberi makna pada kegiatan. Kegiatan ini terlihat sederhana, padahal krusial. Menuliskan dan
hafal identitas pribadi merupakan kecakapan hidup yang harus dikuasai peserta didik sejak dini. Peserta
didik perlu memaknai mengapa mereka diminta menuliskan identitas diri dan cara menggunakannya pada
saat darurat, dan memahami bahwa mereka tidak boleh memperlihatkan kartu tersebut kepada orang yang
tidak dikenal. Peserta didik juga harus menyimpan kartu tersebut dengan baik agar tidak tercecer atau
tertinggal kemudian digunakan orang yang tidak bertanggung jawab.
Tip Pembelajaran
• Kegiatan ini bisa bertujuan melatih kemampuan peserta didik untuk mengenali saat-saat darurat.
Guru bisa menjelaskan apa saja situasi darurat selain tersesat, misalnya ada bencana, kecelakaan,
atau musibah tak terduga lainnya.
• Kegiatan ini bisa menjadi permainan yang menarik.
• Bersiaplah, besar kemungkinan kelas akan riuh. Ikutlah bergembira bersama peserta didik.
• Jelaskan terlebih dulu bahwa bersuara lantang berbeda dengan berteriak dalam arti membuat
keributan.
• Sediakan kursi yang kuat, letakkan pada empat sudut kelas.
• Secara bergiliran, minta peserta didik berdiri di kursi tersebut.
• Tetapkan aturan bahwa hanya yang sedang berdiri di kursi yang boleh berseru lantang.
• Minta mereka berdiri tegak, pastikan posisi mereka aman.
• Minta mereka berseru seperti yang dicontohkan dalam Buku Siswa, menyebutkan nama dan orang
tua masing-masing.
• Untuk menguji apakah seruan cukup lantang, minta peserta didik yang berdiri di sudut yang
berlawanan mengulangi seruan tersebut.
• Berikan apresiasi dengan memuji keberanian dan antusiasme peserta didik mengikuti kegiatan.
• Jelaskan kepada peserta didik bahwa keterampilan ini perlu dilatih agar mereka memiliki pengalaman
ketika terjadi kondisi darurat.
Catatan:
Dalam kondisi yang sesungguhnya, peserta didik mungkin merasa takut sehingga tidak dapat bersuara.
Karena itu, ajak peserta didik berlatih menarik napas dulu sambil berhitung 1—10 untuk menenangkan diri
sebelum berseru.
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah:
Antisipasi jika ada peserta didik yang tidak bersedia berseru lantang. Berikan dorongan seperlunya, tetapi
jangan dipaksa. Peserta didik yang malu-malu atau punya kendala berbicara bisa diminta menyebutkan
namanya dan nama orang tua kepada salah satu teman yang ada di dekatnya. Teman yang ada di dekatnya
itu mengulangi informasi yang disebutkan tadi. Guru bisa menelusuri mengapa peserta didik tersebut tidak
bersedia bersuara lantang dan melakukan tindak lanjut yang diperlukan
Kesalahan Umum
Guru menghindari risiko.
Kegiatan semacam ini berisiko membuat kelas gaduh dan peserta didik lepas kendali. Seruan bisa
berkembang menjadi teriakan, peserta didik bisa penasaran ingin naik kursi lebih cepat, lebih-lebih jika
jumlah peserta didik banyak. Meski demikian, risiko semacam ini perlu dijajal untuk memberi pengalaman
kepada peserta didik dan guru. Dengan mengalaminya, guru akan tahu bagaimana bersikap ketika
menerapkan metode ini di kemudian hari. Selain untuk mengetahui capaian peserta didik, permainan ini juga
bisa menjadi bahan evaluasi bagi guru tentang manajemen kelas yang diterapkannya.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi:
Sampaikan apresiasi kepada peserta didik atas partisipasi aktif dan keterlibatan mereka
dalam kegiatan pembelajaran hari ini. Berikan pujian khusus bagi mereka yang telah
berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.
2. Evaluasi:
Adakan sesi evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi
yang telah disampaikan. Berikan kesempatan bagi mereka untuk berbagi pendapat, 10
pertanyaan, atau kesulitan yang mungkin mereka alami. menit
3. Konsolidasi:
Ringkas kembali poin-poin penting dari kegiatan pembelajaran hari ini. Pastikan peserta
didik memahami konsep-konsep utama yang telah diajarkan dan dapat mengaitkannya
dengan pengalaman sehari-hari mereka.
4. Penutup (Doa, Salam):
Tutup sesi dengan doa bersama, memohon keberkahan dan perlindungan untuk semua
peserta didik. Sampaikan salam persahabatan dan semangat untuk bertemu kembali di
kesempatan berikutnya.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menyimak pengumuman di stasiun kereta api dengan saksama.
2. Peserta didik dapat memahami instruksi yang lebih kompleks.
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok dalam teks audio atau teks aural.
Teknik: Observasi
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan:
Remedial:
Sesi tambahan untuk peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami infografik.
Latihan khusus untuk peserta didik yang belum dapat berseru dengan volume yang cukup.
Sosialisasi kepada orang tua mengenai materi pembelajaran dan cara mendukung anak dalam kegiatan di rumah.
Refleksi Guru:
1. Apakah teknik observasi cukup efektif untuk menilai sikap peserta didik?
2. Bagaimana respons peserta didik terhadap penggunaan infografik sebagai media pembelajaran?
Refleksi Siswa:
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Pengembangan keterampilan komunikasi merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam
lembar kerja ini, peserta didik akan terlibat dalam beberapa kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan
komunikasi mereka melalui berbagai metode pembelajaran.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menyebutkan manfaat poster dengan tepat melalui pengamatan terhadap poster yang
disediakan.
2. Peserta didik mampu berpendapat tentang keselamatan di tempat umum dengan benar melalui kegiatan diskusi
kelompok.
3. Peserta didik dapat menulis identitas pribadi dengan tepat melalui metode klasikal.
4. Peserta didik dapat berbicara dengan volume suara dan intonasi yang tepat melalui kegiatan simulasi.
Langkah-langkah:
Pertanyaan:
1. Apa manfaat poster yang dapat Anda identifikasi setelah mengamati poster?
2. Bagaimana keselamatan di tempat umum dapat ditingkatkan menurut pendapat kelompok Anda?
3. Apa kesulitan yang Anda hadapi ketika menulis identitas pribadi? Bagaimana Anda mengatasi itu?
4. Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman berbicara dalam kegiatan simulasi? Bagaimana Anda
meningkatkan kemampuan berbicara Anda?
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Navigasi:
Navigasi: Proses menentukan arah dan lokasi untuk menghindari kesesatan.
Peta: Representasi visual dari area yang membantu dalam navigasi.
2. Alat Navigasi:
Kompass: Alat magnetik untuk menentukan arah utara.
GPS (Global Positioning System): Sistem satelit untuk menentukan lokasi dengan tepat.
Peta Offline: Peta yang dapat diakses tanpa koneksi internet.
3. Lokasi dan Orientasi:
Koordinat: Titik lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur.
Arah Utara: Poin referensi utama dalam navigasi.
4. Bahaya Tersesat:
Hypothermia: Kondisi suhu tubuh rendah karena kehilangan panas berlebihan.
Dehidrasi: Kekurangan cairan yang dapat terjadi saat tersesat.
5. Survival:
Shelter: Tempat perlindungan sementara dari cuaca buruk.
Sinyal Darurat: Metode untuk menarik perhatian penyelamat.
Pertolongan Pertama: Tindakan medis sederhana untuk merawat cedera ringan.
6. Komunikasi:
Walkie-Talkie: Alat komunikasi jarak dekat untuk tim tersesat.
Emergency Whistle: Alat penghasil suara keras untuk menarik perhatian.
7. Keterampilan Bertahan Hidup:
Mengumpulkan Makanan: Keterampilan memanfaatkan sumber daya alam untuk makanan.
Menemukan Air: Keterampilan menemukan sumber air yang aman untuk dikonsumsi.
8. Psikologi Tersesat:
Mengatasi Ketakutan: Strategi untuk menjaga ketenangan dan fokus mental.
Optimisme: Sikap positif untuk meningkatkan semangat bertahan hidup.
9. Evakuasi:
Helikopter Evakuasi: Proses penyelamatan dengan menggunakan helikopter.
Sarana Transportasi Darurat: Alternatif untuk keluar dari area yang terpencil.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Tersesat
Materi Pokok : Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum,Menemukan Lima
Hal yang Sama dan Menulis Papan Pengumuman
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, gambar atau video tentang fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui mengamati
gambar, peserta didik mampu menuliskan pendapat dengan benar
Melalui kegiatan
menulis tegak bersambung, peserta didik dapat menuliskan pengumuman dengan tepat.
Dalam pembelajaran ini, siswa akan mendapatkan pengalaman bermakna melalui pendekatan yang melibatkan mereka
secara aktif dalam proses pembelajaran. Berikut adalah deskripsi bagaimana siswa akan mendapatkan pengalaman
bermakna:
Dengan menggabungkan kegiatan diskusi, aktivitas kelompok, dan simulasi, diharapkan siswa tidak hanya memahami
konsep-konsep teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari
mereka. Pengalaman bermakna ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dan berkomitmen dalam proses
pembelajaran.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses atau hasil dari penafsiran dan pemahaman seseorang terhadap suatu informasi baru
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Apersepsi melibatkan kerangka
pikiran individu dalam memahami, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterima. Ini
merupakan konsep psikologi yang menyoroti peran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam membentuk
pemahaman seseorang terhadap lingkungannya. Apersepsi dapat mempengaruhi cara seseorang memahami dan
merespons stimulus baru berdasarkan filter pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.
E. Pertanyaan Pemantik
Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum: a. "Menurutmu, apakah penting adanya
tempat duduk khusus di fasilitas umum? Mengapa atau mengapa tidak?" b. "Bagaimana pandanganmu terkait
keadilan dalam penggunaan tempat duduk khusus? Berikan argumentasi untuk mendukung pendapatmu."
Menemukan Lima Hal yang Sama: a. "Apa pentingnya kemampuan menemukan kesamaan dalam situasi
tertentu dalam kehidupan sehari-hari?" b. "Bagaimana kamu bisa memastikan bahwa lima hal yang kamu temukan
benar-benar sama? Berikan contoh situasi konkret."
Menulis Papan Pengumuman: a. "Mengapa papan pengumuman dianggap sebagai alat komunikasi yang
penting? Berikan argumentasi dan contoh pengalamanmu." b. "Apa yang harus diperhatikan dalam menyusun
papan pengumuman agar informasinya dapat disampaikan dengan jelas dan efektif?"
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan menemani peserta didik berdiskusi tentang pengalaman mereka bepergian ke tempat
umum, atau dengan kendaraan umum. Pertanyaan pemantik dalam Buku Siswa bisa digunakan.
Pengalaman serupa yang dialami guru ketika kecil juga bisa diceritakan untuk membuat suasana lebih
akrab. Petunjuk Khusus: Materi ini memuat cerita dan informasi yang mungkin membuat sebagian peserta
didik cemas. Guru diharapkan mendampingi peserta didik belajar tentang panduan keselamatan di tempat
umum agar peserta didik waspada dan berhati-hati, bukan takut.
Kegiatan Inti
Menulis
Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyimpulkan dan menuliskan gagasan atau konsep berdasarkan informasi terperinci di dalam teks atau
gambar yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
510
Tip Pembelajaran menit
• Selain gambar kursi khusus yang ada di Buku Siswa, guru bisa memperlihatkan gambar lain, misalnya,
lift, trotoar, bahkan kamar mandi yang didesain untuk lansia atau penyandang disabilitas.
• Awali dengan diskusi untuk memberi pemahaman bahwa orang-orang berkebutuhan khusus ini wajib
dihargai dan dibantu.
• Tanyakan kepada peserta didik apakah mereka pernah sakit sehingga memerlukan perlakuan khusus,
misalnya mandi sambil duduk di kursi.
• Membahas pengalaman seperti ini akan membantu peserta didik memahami mengapa fasilitas khusus
diperlukan.
• Doronglah peserta didik untuk selalu menggunakan kursi selain kursi khusus di tempat/fasilitas umum.
Inspirasi Kegiatan
• Peserta didik yang memiliki keluarga dengan kebutuhan khusus bisa diminta berbagi pengalaman.
• Peserta didik yang pernah membantu orang lain yang berkebutuhan khusus juga bisa berbagi cerita.
• Peserta didik bisa berdiskusi dan mengusulkan fasilitas apa yang sebaiknya ada di sekolah mereka
agar bisa membantu guru atau peserta didik yang berkebutuhan khusus.
disabilitas: keadaan (seperti sakit atau cedera) yang merusak atau membatasi kemampuan mental dan fisik
seseorang; keadaan tidak mampu melakukan halhal dengan cara yang biasa
lansia, lanjut usia: berusia tua
Kreativitas
Menemukan Lima Hal yang Sama
Tip Pembelajaran
• Tujuan permainan ini adalah mengajak peserta didik mengamati peristiwa yang terjadi di dua stasiun.
• Awali kegiatan dengan mengajak peserta didik menemukan hal atau kejadian yang sama. Misalnya,
peserta didik menjawab ada papan pengumuman yang sama. Tanyakan, “Menurut pendapat kalian,
mengapa di stasiun yang berbeda ada papan pengumuman yang sama? Kira-kira apakah semua
stasiun kereta api memiliki papan pengumuman seperti itu? Mengapa?”
• Setelah itu, peserta didik diminta membuat dua gambar yang mirip dan peserta didik lain bertugas
mencari hal yang berbeda. Selain stasiun, peserta didik bisa menggambar tempat umum lain sesuai
minat masing-masing.
Inspirasi Kegiatan
Selain menggambar, peserta didik bisa membuat kolase bertema tempat umum. Mereka bisa menggunting
tempel gambar. Dengan demikian, peserta didik yang tidak mahir atau tidak suka menggambar tetap bisa
berkegiatan.
Surat untuk Orang Tua
Bapak dan Ibu Orang Tua
Peserta Didik, Pada minggu ini peserta didik kelas tiga belajar tentang keselamatan di muka umum. Salah
satu kegiatan yang kami lakukan adalah membuat kartu nama berisi identitas pribadi. Oleh karena itu, Bapak
Ibu diharapkan berkenan mendampingi peserta didik, misalnya saat menuliskan alamat rumah dan identitas
lain, juga saat menyebutkan nama sendiri dan nama orang tua. Orang tua juga diharapkan menyampaikan
dengan jelas bahwa peserta didik tidak boleh memperlihatkan kartu tersebut kepada orang selain petugas
yang berseragam dinas. Terima kasih atas bantuan Bapak dan Ibu. Salam hormat, ..........................
Jurnal Membaca
Membaca buku atau cerita tentang rasa cemas, kecewa, takut, sakit, atau perasaan yang tak menyenangkan
lainnya.
Tip Pembelajaran
• Contoh sumber bacaan ada pada halaman lampiran Buku Guru.
• Guru juga bisa memanfaatkan berita bertema sejenis di media massa. Sesuaikan penyampaiannya
dengan usia peserta didik.
• Perasaan tidak nyaman bisa datang kapan pun, termasuk ketika peserta didik berada di tempat umum.
Membaca buku atau cerita bisa membantu peserta didik memahami perasaan semacam ini.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa merasa takut atau cemas itu wajar. Tak perlu malu. Yang lebih
penting adalah apa yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.
• Guru bisa menyediakan buku cetak maupun digital sebagai bahan bacaan peserta didik. Cerita bisa
dibahas di kelompok kecil kemudian dipresentasikan di kelas.
• Melalui membaca dan berdiskusi, diharapkan peserta didik belajar bahwa hal yang membuat cemas
seseorang bisa berbeda-beda.
Menulis
Menulis Papan Pengumuman
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengenal dasar-dasar menulis dengan huruf tegak bersambung.
Inspirasi Kegiatan
• Selain menyalin pengumuman, peserta didik bisa menuliskan perasaannya seperti: Jika aku cemas,
aku akan .... Jika aku takut, aku akan .... Jika aku gembira, aku akan ....
• Jika ada akses internet, setelah menulis dengan huruf tegak bersambung di buku, peserta didik bisa
membuat papan pengumuman menggunakan aplikasi pembuat poster.
• Dampingi peserta didik ketika mereka menggunakan internet. Bahas Bahasa
Tip Pembelajaran
Awali kegiatan dengan permainan “dengarkan anjuran atau larangan”. Minta peserta didik melakukan
sesuai perintah:
• Berdirilah pada hitungan kedua.
• Satu ... dua!
• Tersenyumlah pada teman di sebelahmu.
• Jangan duduk dulu.
• Jangan angkat tangan kananmu. Perintah bisa diacak. Ciptakan suasana gembira, tak perlu ada
hukuman. Peserta didik yang salah memahami perintah bisa ditanya apa sebabnya.
Inspirasi Kegiatan
• Perlihatkan kepada peserta didik berbagai papan larangan dan anjuran di berbagai tempat sebagai
inspirasi.
• Ajak peserta didik membuat atau menggambar papan anjuran atau larangan dengan tema yang unik,
misalnya: Dilarang Cemberut di Kelas Perhatikan Kerapian Rambutmu
• Temani peserta didik membaca buku atau menonton film. Pilihlah film yang menarik dan sesuai dengan
usia peserta didik. Ajak mereka memperhatikan apakah ada kalimat anjuran dan larangan di dalamnya.
Kosakata Baru
Tip Pembelajaran
• Tanyakan kepada peserta didik, mana yang lebih mereka sukai: kalimat anjuran atau larangan.
• Minta mereka menyebutkan alasannya.
• Minta mereka mencermati kalimat anjuran atau larangan yang ada di Bab VI ini.
• Minta mereka mengubah kalimat larangan menjadi anjuran dan sebaliknya
Contoh:
Ada Perbaikan Jalan
Mohon Berhati-hati
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
Apresiasi:
Terima kasih kepada seluruh peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semangat dan
antusiasme kalian membuat acara ini menjadi lebih berarti.
Evaluasi:
Mari kita refleksikan bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Adakah hal-hal yang masih kurang 10
dipahami atau perlu diperjelas? Bagikan pengalaman dan pandangan kalian terkait topik ini. menit
Konsolidasi:
Mari kita rangkum kembali ide-ide utama yang telah diungkapkan selama kegiatan ini. Dengan pemahaman
yang diperoleh, kita dapat lebih menyatu dalam menghargai keberagaman dan kebutuhan khusus di sekitar
kita.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan: Mampu menyimpulkan dan menuliskan gagasan atau konsep berdasarkan informasi terperinci di dalam teks atau
gambar yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
markdownCopy code
| No | Kegiatan Inti | Penilaian Pengetahuan | |----|----------------------------------------------------|-----------------------| | 1 | Menulis
Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus | | | | di Fasilitas Umum | Skor: |
markdownCopy code
| No | Kegiatan Inti | Penilaian Sikap | |----|----------------------------------------------------|-----------------------| | 1 | Menulis Pendapat
tentang Tempat Duduk Khusus | | | | di Fasilitas Umum | Skor: |
markdownCopy code
| No | Kegiatan Inti | Penilaian Keterampilan| |----|----------------------------------------------------|------------------------| | 1 | Menulis
Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus | | | | di Fasilitas Umum | Skor: |
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Refleksi Siswa:
1. Apakah kamu merasa kegiatan menulis tentang tempat duduk khusus bermanfaat?
2. Bagaimana perasaanmu selama proses penilaian?
3. Apa yang bisa kamu perbaiki untuk meningkatkan hasil penilaianmu?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Dalam kegiatan ini, peserta didik akan fokus pada pengembangan kemampuan menulis pendapat dan
pengumuman. Melalui pengamatan gambar dan kegiatan menulis tegak bersambung, diharapkan peserta didik dapat
meningkatkan keterampilan menulisnya dengan benar dan tepat.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
1. Peserta didik mampu menuliskan pendapat dengan benar melalui pengamatan gambar.
2. Peserta didik dapat menuliskan pengumuman secara tepat dengan menggunakan teknik menulis tegak
bersambung.
Langkah-langkah:
1. Observasi Gambar:
Peserta didik akan diberikan beberapa gambar.
Amati setiap gambar dengan seksama dan perhatikan detailnya.
2. Menulis Pendapat:
Peserta didik diminta untuk menuliskan pendapatnya berdasarkan gambar yang diamati.
Gunakan bahasa yang jelas dan benar.
3. Kegiatan Menulis Tegak Bersambung:
Peserta didik akan diajak untuk berlatih menulis tegak bersambung.
Perhatikan pola penulisan yang benar dan ikuti instruksi dengan teliti.
4. Menulis Pengumuman:
Setelah latihan menulis tegak bersambung, peserta didik diminta menuliskan pengumuman menggunakan
keterampilan yang baru diperoleh.
Gunakan struktur pengumuman yang tepat.
Pertanyaan:
1. Apa saja yang diperhatikan saat menuliskan pendapat berdasarkan gambar yang diamati?
2. Bagaimana teknik menulis tegak bersambung dapat membantu dalam menyusun pengumuman secara tepat?
3. Apa yang dapat diperbaiki dalam menulis pendapat atau pengumuman setelah mendapatkan umpan balik?
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Navigasi:
Navigasi: Proses menentukan arah dan lokasi untuk menghindari kesesatan.
Peta: Representasi visual dari area yang membantu dalam navigasi.
2. Alat Navigasi:
Kompass: Alat magnetik untuk menentukan arah utara.
GPS (Global Positioning System): Sistem satelit untuk menentukan lokasi dengan tepat.
Peta Offline: Peta yang dapat diakses tanpa koneksi internet.
3. Lokasi dan Orientasi:
Koordinat: Titik lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur.
Arah Utara: Poin referensi utama dalam navigasi.
4. Bahaya Tersesat:
Hypothermia: Kondisi suhu tubuh rendah karena kehilangan panas berlebihan.
Dehidrasi: Kekurangan cairan yang dapat terjadi saat tersesat.
5. Survival:
Shelter: Tempat perlindungan sementara dari cuaca buruk.
Sinyal Darurat: Metode untuk menarik perhatian penyelamat.
Pertolongan Pertama: Tindakan medis sederhana untuk merawat cedera ringan.
6. Komunikasi:
Walkie-Talkie: Alat komunikasi jarak dekat untuk tim tersesat.
Emergency Whistle: Alat penghasil suara keras untuk menarik perhatian.
7. Keterampilan Bertahan Hidup:
Mengumpulkan Makanan: Keterampilan memanfaatkan sumber daya alam untuk makanan.
Menemukan Air: Keterampilan menemukan sumber air yang aman untuk dikonsumsi.
8. Psikologi Tersesat:
Mengatasi Ketakutan: Strategi untuk menjaga ketenangan dan fokus mental.
Optimisme: Sikap positif untuk meningkatkan semangat bertahan hidup.
9. Evakuasi:
Helikopter Evakuasi: Proses penyelamatan dengan menggunakan helikopter.
Sarana Transportasi Darurat: Alternatif untuk keluar dari area yang terpencil.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Aku dan si Merah
Materi Pokok : Membaca Teks Naratif “Milo”,Menyalin Berita dengan Kata Depan,Mengamati Ilustrasi
dan Memberikan Pendapat dan Adjektiva dan Verba
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Sumber Belajar
Buku Siswa, buku cerita tentang hewan, sumber belajar lain
Buku Siswa, berita dari berbagai media tentang hewan, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui membaca
teks, peserta didik dapat menjawab pertanyaan dengan benar
Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menuliskan kalimat dengan kata depan yang tepat.
Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat memberikan pendapat dengan benar.
Melalui metode
klasikal, peserta didik dapat menemukan arti kosakata dengan tepat.
Selain itu, dalam kegiatan menyalin berita dengan kata depan, siswa akan diajak untuk terlibat secara aktif dalam
menciptakan informasi. Proses menyalin akan meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur berita dan
penggunaan kata depan dalam konteks berita. Hal ini juga dapat mengembangkan keterampilan menulis dan
pemikiran analitis mereka.
Mengamati ilustrasi dan memberikan pendapat akan menjadi momen di mana siswa dapat mengekspresikan ide
dan persepsi mereka. Hal ini tidak hanya merangsang kreativitas, tetapi juga mengembangkan kemampuan verbal
dan kemampuan berargumentasi. Siswa akan belajar untuk menyampaikan pendapat mereka dengan jelas dan
meyakinkan, membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Terakhir, dalam mengenali dan menggunakan adjektiva dan verba, siswa akan terlibat dalam kegiatan yang
mendorong mereka untuk menggali lebih dalam makna kata dan meningkatkan kekayaan kosakata mereka.
Dengan demikian, pengalaman bermakna dalam pemahaman ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif,
tetapi juga membentuk sikap positif terhadap pembelajaran dan pengembangan diri.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah suatu proses mental di mana seseorang memberikan makna atau interpretasi terhadap informasi
baru berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahamannya yang telah ada sebelumnya. Apersepsi
memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman seseorang terhadap dunia sekitarnya. Proses ini
melibatkan penggabungan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk membentuk pemahaman
yang lebih lengkap. Apersepsi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai, keyakinan, dan emosi
individu. Dengan demikian, apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menyikapi dan merespons informasi
yang diterimanya.
E. Pertanyaan Pemantik
Bagaimana pengalaman membaca teks naratif "Milo" memengaruhi pemahamanmu terhadap nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya?
Apa yang dapat kita pelajari dari kegiatan menyalin berita dengan kata depan? Bagaimana proses ini dapat
membantu memahami struktur berita dengan lebih baik?
Bagaimana ilustrasi dalam materi membantu kamu memahami konten secara visual? Apakah ilustrasi tersebut
mempengaruhi interpretasi personalmu terhadap cerita?
Berikan pendapatmu tentang penggunaan adjektiva dan verba dalam teks pembelajaran ini. Bagaimana
penggunaan kata-kata ini memperkaya pemahamanmu terhadap materi?
Bagaimana pengalaman pembelajaran hari ini dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari atau pengalaman
pribadi kamu?
Sebutkan satu hal baru yang kamu pelajari dari kegiatan ini dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari atau kegiatan belajar kamu selanjutnya.
Apakah ada aspek tertentu dari materi yang masih membingungkan atau perlu dijelaskan lebih lanjut? Bagaimana
kita dapat membantu satu sama lain untuk lebih memahami hal tersebut?
Bagaimana kamu merasa setelah menyelesaikan kegiatan ini? Apakah ada tantangan atau kesulitan yang kamu
alami, dan bagaimana kita dapat mengatasinya bersama-sama?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mengajak peserta didik berdiskusi tentang merawat tanaman dan binatang. Pertanyaan
pemantik pada Buku Siswa bisa digunakan. Perhatikan apakah ada peserta didik yang tidak antusias bahkan
takut (hingga fobia) pada binatang atau tumbuhan tertentu. Jika memungkinkan, diskusi bisa dikembangkan
ke arah binatang apa yang boleh dan tidak boleh dipelihara—misalnya binatang yang dilindungi.
Kegiatan Inti
Membaca
Membaca Teks Naratif “Milo”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan ide pokok atau
pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.
510
Tip Pembelajaran menit
• Minta peserta didik membaca secara mandiri satu kali.
• Minta peserta didik menutup buku lantas menjawab pertanyaan tanpa melihat ke teks lagi.
• Jawaban ditulis di buku tulis.
• Setelah itu, minta mereka membaca ulang bacaan.
• Tanyakan pengalaman mereka saat menjawab pertanyaan tanpa melihat bacaan.
Catatan: Jika memungkinkan, guru bisa bertanya kepada peserta didik mengapa Aida tidak mengusap Milo.
Guru bisa memantik pemahaman peserta didik bahwa ada anak yang tidak suka kucing atau binatang lain
dan hal itu tidak menghalangi pertemanan. Guru juga bisa mengajak peserta didik berdiskusi bahwa
perbedaan suku atau agama pun tidak menghalangi pertemanan.
Mengamati
Inspirasi Kegiatan
• Minta peserta didik bekerja berpasangan.
• Sediakan beberapa teks pendek untuk dibaca secara cepat.
• Tutup teks.
• Ajukan beberapa pertanyaan.
• Tanyakan apakah mereka langsung memahami isi teks tanpa membaca ulang.
Kesalahan Umum
Guru sekadar memberikan jawaban yang benar. Prioritas kegiatan ini adalah terbangunnya kesadaran
peserta didik untuk mengecek ulang setiap informasi sebelum menjawab atau berkomentar, bukan pada
benar salahnya jawaban. Kebiasaan cek ulang wajib dibangun sejak dini.
[Link]
setia: berpegang teguh pada janji, patuh, taat membelai: mengusap-usap disertai kata-kata manis dan
sebagainya untuk membujuk
Ingatkan peserta didik untuk menulis kosakata dan memasukkannya ke Kamus Kotak
Menulis
Menyalin Berita dengan Kata Depan
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menuliskan kalimat dengan kombinasi subjek dan predikat, kata depan, dan kombinasi kata benda dan kata
sifat yang sesuai dengan konteks topik tertentu (cuaca, lingkungan, dan lain-lain).
Tip Pembelajaran
• Ajak peserta didik mengamati potongan berita di Buku Siswa.
• Minta mereka mengisi teks rumpang secara mandiri.
• Selain teks berita pada Buku Siswa, guru bisa mencari teks yang lain.
• Contoh-contoh teks berita daring (online) dan cetak akan memberikan wawasan pada peserta didik.
Guru bisa menggunakan kedua jenis teks atau memilih salah satu yang lebih mudah diperoleh.
• Ambil bagian teks yang memuat kata depan.
• Minta peserta didik menulis 5 kalimat dari salah satu berita tersebut dan melingkari kata depannya.
Kunci Jawaban
Bima pergi ke toko hewan.
Alika mendapat anak kucing dari Paman Abi.
Banyak anak kelinci yang baru lahir di rumah Kika.
Mengamati
Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap gambar, warna, tata letak pada teks yang sesuai jenjangnya.
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah:
Guru bisa menjelaskan instruksi lisan kepada peserta didik yang belum terampil membaca. Minta mereka
berpendapat tentang gambar secara lisan. Mereka juga bisa mendengarkan pendapat teman lain dan
melakukan hal yang sama sesudahnya.
Catatan:
Pada Bab VII, seharusnya peserta didik lancar membaca teks pendek. Jika ada peserta didik yang
mengalami kendala, guru perlu melakukan komunikasi khusus dengan kepala sekolah dan orang tua.
Kosakata Baru
Adjektiva dan Verba
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi dan memahami kata-kata yang sering digunakan sehari-hari dan katakata baru pada teks
sesuai jenjangnya dengan menggunakan petunjuk visual dan konteks kalimat yang mendukung.
Tip Pembelajaran
Pada bagian ini, peserta didik diperkenalkan pada adverbia (kata yang menerangkan kata kerja) dan pada
adjektiva (kata yang menerangkan kata benda). Beri petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan kata
“secara” dan “dengan” pada kalimat yang ada di dalam kotak.
Kesamaan kata yang ditandai kuning adalah menjelaskan cara atau bagaimana suatu kegiatan dilakukan.
Dengan cara seperti apa kalian memberi makan hewan? Dengan tertib.
Dengan cara seperti apa kalian membersihkan kandang? Dengan cermat.
Teori tentang adjektiva dan adverbia belum disampaikan di kelas tiga. Peserta didik cukup dibiasakan
menggunakannya dalam kalimat.
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
membaca dan mengevaluasi teks naratif "Milo". Apresiasi juga diberikan kepada peserta didik yang
telah berbagi pengalaman pribadi mereka terkait teks tersebut.
2. Evaluasi: Mari kita evaluasi bersama bagaimana kegiatan membaca dan diskusi berpasangan
telah berlangsung. Adakah kesulitan atau pertanyaan yang ingin dibagikan kepada teman-teman?
Evaluasi ini dapat membantu kita untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
3. Konsolidasi: Sampaikan kepada peserta didik bahwa semua pengetahuan dan keterampilan yang 10
didapat hari ini merupakan langkah konsolidasi dalam pengembangan kemampuan membaca dan menit
mengekspresikan pendapat. Mereka diharapkan dapat mengaplikasikan hal-hal yang dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Penutup (Doa, Salam): Sebelum kita berpisah, mari kita bersama-sama mengucapkan doa untuk
memohon perlindungan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah kita. Salam hangat
juga diberikan kepada teman-teman serta guru yang telah mendampingi kegiatan ini.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan: Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan ide pokok atau pesan
pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.
Teknik:
Observasi
Tes tertulis (Soal HOTS)
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Keterampilan
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Memberikan bahan tambahan berupa teks naratif lain dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Remedial: Melakukan sesi tambahan bagi peserta didik yang memerlukan bantuan ekstra dalam memahami teks
naratif dan menyampaikan pendapat.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk berdiskusi tentang
kemajuan anak dan memberikan saran.
Refleksi Guru
1. Apakah metode pembelajaran efektif untuk mengaitkan pengalaman pribadi peserta didik dengan teks naratif
"Milo"?
2. Bagaimana respons kelas terhadap kegiatan observasi dan penilaian diri? Apakah ada area yang perlu diperbaiki?
Refleksi Siswa
1. Apa yang peserta didik pelajari dari kegiatan ini dan bagaimana pengalaman mereka dalam menyampaikan
pendapat terhadap teks naratif?
2. Bagaimana perasaan peserta didik terkait penilaian diri dan antar teman? Apakah mereka merasa dapat
meningkatkan sikap dan pengetahuan mereka?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Pada kegiatan ini, kita akan membaca teks naratif yang berjudul "Milo" dan menyampaikan pendapat kita
terhadap teks tersebut. Kegiatan ini akan membantu kita mengaitkan ide pokok atau pesan pada teks dengan pengalaman
pribadi.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
Langkah-langkah:
Pertanyaan:
1. Apa pesan atau ide pokok yang dapat kamu tarik dari teks "Milo"?
2. Mengapa Aida tidak mengusap Milo? Apakah kamu pernah mengalami situasi serupa?
Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat
Pendahuluan: Pada kegiatan ini, kita akan menyampaikan pendapat terhadap gambar, warna, dan tata letak pada teks
yang sesuai jenjang kita.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
1. Menyampaikan pendapat terhadap gambar, warna, dan tata letak pada teks sesuai jenjang kita.
Langkah-langkah:
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Aku dan si Merah
Materi Pokok : 1. Membaca Teks “Tingkah Unik Hewan Peliharaan”,2. Hewan Apakah Ini?,Di Toko
Hewan Peliharaan danWawancara tentang Hewan Peliharaan Teman
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Sumber Belajar
Media Pembelajaran Buku Siswa, buku cerita tentang hewan, sumber belajar lain
Buku Siswa, berita dari berbagai media tentang hewan, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui membaca
teks, peserta didik dapat menemukan informasi dengan tepat.
Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menyebutkan arti potongan gambar dengan tepat
Melalui metode
demonstrasi, peserta didik dapat mempraktikkan dialog dengan volume suara dan intonasi yang jelas,
menggunakan kata tanya yang tepat.
Melalui metode
demonstrasi, peserta didik dapat mempraktikkan wawancara dengan kalimat yang benar
Pengalaman langsung ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap karakteristik dan keunikan
hewan peliharaan, serta memberikan gambaran yang lebih nyata tentang peran dan tanggung jawab sebagai
pemilik hewan peliharaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mengaitkan teori yang mereka pelajari
dengan pengalaman praktis, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi mereka.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah suatu proses mental di mana seseorang memberikan makna atau interpretasi terhadap informasi
baru berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahamannya yang telah ada sebelumnya. Apersepsi
memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman seseorang terhadap dunia sekitarnya. Proses ini
melibatkan penggabungan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk membentuk pemahaman
yang lebih lengkap. Apersepsi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai, keyakinan, dan emosi
individu. Dengan demikian, apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menyikapi dan merespons informasi
yang diterimanya.
E. Pertanyaan Pemantik
Bagaimana perasaanmu ketika pertama kali membaca teks "Tingkah Unik Hewan Peliharaan"? Apa yang menarik
perhatianmu?
Berdasarkan teks "Hewan Apakah Ini?", apa ciri-ciri yang dapat membantu kita mengidentifikasi jenis hewan
peliharaan?
Apa yang dapat kita pelajari dari kunjungan ke toko hewan peliharaan? Bagaimana pengalaman tersebut dapat
menambah pemahaman kita tentang hewan peliharaan?
Bagaimana wawancara dengan teman yang memiliki hewan peliharaan dapat memperkaya pemahaman kita
tentang tanggung jawab sebagai pemilik hewan?
Mengapa bergotong royong penting dalam merawat hewan peliharaan? Bagaimana konsep ini dapat diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Aloka
si
Wakt
u
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran.
menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mengajak peserta didik berdiskusi tentang merawat tanaman dan binatang. Pertanyaan
pemantik pada Buku Siswa bisa digunakan. Perhatikan apakah ada peserta didik yang tidak antusias bahkan takut
(hingga fobia) pada binatang atau tumbuhan tertentu. Jika memungkinkan, diskusi bisa dikembangkan ke arah
binatang apa yang boleh dan tidak boleh dipelihara—misalnya binatang yang dilindungi.
Kegiatan Inti
Membaca
1. Membaca Teks “Tingkah Unik Hewan Peliharaan”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada beberapa kalimat yang berhubungan.
Inspirasi Kegiatan
3. Jika memungkinkan, setelah
berkomunikasi dengan orang tua dan
kepala sekolah, hadirkan hewan
peliharaan di kelas untuk sehari saja.
4. Peserta didik yang tidak punya hewan
peliharaan bisa merasakan sensasinya.
5. Pastikan hewan yang dibawa aman dari
penyakit dan bukan hewan berbisa.
Perhatikan siapa tahu ada peserta didik
yang takut atau alergi pada hewan
tertentu.
6. Pastikan hewan yang dibawa ke sekolah
juga terjaga dari stres, tidak disentuh
berlebihan, dan tidak diberi makan
sembarangan.
7. Pastikan kandang dalam kondisi aman,
terkunci, dan nyaman. Beri hewan
makanan dan minuman yang cukup
selama di sekolah.
8. Peternak, dokter hewan, atau orang yang
bertugas memelihara hewan bisa diundang
untuk menjadi guru tamu.
Kesalahan Umum
Guru takut kehabisan waktu. Menghadirkan binatang di kelas akan menyita perhatian. Konsentrasi peserta didik
akan tertuju pada hewan yang ada di kelas. Meski begitu, pengalaman unik ini akan membangun cara pandang
peserta didik bahwa belajar itu bisa menyenangkan. Peserta didik juga perlu diberi waktu lebih leluasa untuk
meresapi pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini.
Inspirasi Kegiatan
Ajak peserta didik membuat beberapa gambar binatang pada kardus bekas kotak makanan. Setelah itu, gunting
menjadi beberapa bagian. Tukarkan dengan teman untuk ditebak. Hewan apakah itu?
Bahas Bahasa
Di Toko Hewan Peliharaan
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas sehingga
dipahami oleh lawan bicara.
Inspirasi Kegiatan
9. Tujuan kegiatan ini adalah peserta didik
mampu berbicara dengan volume suara
yang jelas dan menggunakan kata tanya
yang tepat.
10. Minta semua peserta didik berhitung.
Nomor ganjil jadi pemilik toko, nomor
genap jadi pembeli.
11. Pembeli bisa menginginkan hewan lain.
12. Jawaban penjaga disesuaikan dengan
jenis hewan yang diinginkan.
13. Untuk kelas dengan peserta didik banyak,
awali dengan berlatih sambil berbisik.
14. Praktik dilakukan bergiliran, sepasang
demi sepasang, peserta didik lain
mendengarkan.
15. Setelah selesai, minta peserta didik
berganti peran. Berdiskusi Wawancara
tentang Hewan Peliharaan Teman Alur
Konten Capaian Pembelajaran
Menggunakan kata kunci yang relevan
dengan topik bahasan diskusi.
Menanyakan pertanyaan dengan kalimat
yang jelas sehingga dipahami oleh lawan
bicara.
Tip Pembelajaran
16. Minta peserta didik menyiapkan tabel di
buku tulisnya.
17. Pada kegiatan sebelumnya, peserta didik
telah berlatih dialog. Beri semangat pada
peserta didik untuk melakukan wawancara
dengan lebih baik.
18. Target mereka adalah mendapatkan
informasi dari tiga teman—atau
disesuaikan dengan jumlah peserta didik.
19. Peserta didik tak perlu tahu bahwa
kegiatan ini dijadikan asesmen formatif
agar suasana tetap nyaman.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan: Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada beberapa kalimat yang berhubungan.
Teknik: Observasi
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Pengayaan: Menyediakan materi tambahan tentang tingkah unik hewan peliharaan untuk peserta didik yang
menunjukkan minat lebih.
Remedial: Memberikan ulang pelajaran dan mengadakan diskusi khusus untuk peserta didik yang memerlukan
pemahaman tambahan.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Menyelenggarakan pertemuan dengan orang tua untuk berbagi
pengalaman dan mendiskusikan dampak kegiatan pada anak-anak.
Refleksi Guru:
Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan ini?
Apakah penggunaan gambar atau video efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
Apakah ada aspek kegiatan yang perlu diperbaiki atau disempurnakan?
Refleksi Siswa:
Apa yang paling menarik dari kegiatan ini?
Bagaimana pengalaman melihat hewan peliharaan di kelas?
Apakah kegiatan ini membantu pemahaman tentang tingkah unik hewan peliharaan?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik akan fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi
mereka. Keterampilan ini mencakup kemampuan membaca teks dengan tepat, mengamati gambar, dan mempraktikkan
dialog serta wawancara dengan menggunakan volume suara dan intonasi yang jelas.
Bahan/Alat/Sumber:
1. Teks bacaan terkait
2. Gambar ilustratif
3. Papan tulis dan spidol
4. Rekaman audio sebagai contoh dialog dan wawancara
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menemukan informasi dengan tepat melalui membaca teks.
2. Peserta didik dapat menyebutkan arti potongan gambar dengan tepat melalui pengamatan.
3. Peserta didik dapat mempraktikkan dialog dengan volume suara dan intonasi yang jelas menggunakan kata tanya
yang tepat.
4. Peserta didik dapat mempraktikkan wawancara dengan kalimat yang benar melalui metode demonstrasi.
Langkah-langkah:
1. Membaca Teks:
Peserta didik membaca teks yang disediakan dengan cermat.
Identifikasi informasi penting yang terkandung dalam teks.
2. Mengamati Gambar:
Peserta didik diberikan gambar ilustratif.
Peserta didik menyebutkan arti potongan gambar secara tertulis.
3. Praktik Dialog:
Metode demonstrasi dilakukan dengan contoh dialog.
Peserta didik mempraktikkan dialog dalam kelompok dengan memperhatikan volume suara, intonasi, dan
penggunaan kata tanya yang tepat.
4. Praktik Wawancara:
Metode demonstrasi dilakukan dengan contoh wawancara.
Peserta didik mempraktikkan wawancara dalam kelompok, memperhatikan kalimat yang benar dan
ekspresi verbal.
Pertanyaan:
1. Apa langkah-langkah yang perlu diambil peserta didik dalam membaca teks dengan tepat?
2. Bagaimana cara peserta didik menyebutkan arti potongan gambar dengan tepat?
3. Apa yang perlu diperhatikan peserta didik dalam mempraktikkan dialog untuk meningkatkan keterampilan
komunikasi?
4. Mengapa penting bagi peserta didik untuk mempraktikkan wawancara dengan menggunakan kalimat yang benar?
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Aku dan si Merah
Materi Pokok : 1. Cara Merawat Tanaman,2. Cara Menanam Bayam Merah,Menjadi Petani Cilik,Surat
tentang Pohon dan Benda Mana yang Merah?
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, poster atau video cara bertanam, sumber belajar lain
Buku Siswa, sumber belajar lain
Buku Siswa, buku cerita bergambar, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menyebutkan informasi secara tepat
Melalui kegiatan
mandiri, peserta didik dapat menulis surat dengan benar
Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menemukan gambar sesuai instruksi tertulis.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah suatu proses mental di mana seseorang memberikan makna atau interpretasi terhadap informasi
baru berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahamannya yang telah ada sebelumnya. Apersepsi
memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman seseorang terhadap dunia sekitarnya. Proses ini
melibatkan penggabungan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk membentuk pemahaman
yang lebih lengkap. Apersepsi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai, keyakinan, dan emosi
individu. Dengan demikian, apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menyikapi dan merespons informasi
yang diterimanya.
E. Pertanyaan Pemantik
Mengapa penting untuk merawat tanaman dengan baik?
Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menanam bayam merah?
Bagaimana kamu bisa menjadi petani cilik yang mandiri?
Jelaskan ide kreatifmu tentang pohon dan benda mana yang berwarna merah dalam surat yang akan kamu tulis.
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mengajak peserta didik berdiskusi tentang merawat tanaman dan binatang. Pertanyaan
pemantik pada Buku Siswa bisa digunakan. Perhatikan apakah ada peserta didik yang tidak antusias bahkan
takut (hingga fobia) pada binatang atau tumbuhan tertentu. Jika memungkinkan, diskusi bisa dikembangkan
ke arah binatang apa yang boleh dan tidak boleh dipelihara—misalnya binatang yang dilindungi.
Kegiatan Inti
Mengamati
1. Cara Merawat Tanaman
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks yang sesuai jenjangnya.
Tip Pembelajaran
3. Bayam merah diperkenalkan bersama dengan bayam hijau.
4. Kedua jenis diperkenalkan sebagai kekayaan hayati. Pesan kebinekaan bisa pula disampaikan
bahwa manusia pun beraneka.
5. Ajak peserta didik mengamati gambar dan menentukan kegiatan mana yang bisa dilakukan sendiri
dan mana yang perlu bantuan orang tua.
6. Gambar pot dari barang bekas kemasan bisa menjadi ide diskusi dan praktik.
Kreativitas
Menjadi Petani Cilik
Inspirasi Kegiatan
• Kegiatan dilakukan peserta didik bersama orang tua—pada kegiatan sebelumnya peserta didik sudah
menentukan tugas mana yang bisa dia lakukan sendiri.
• Jenis tanaman bisa dipilih sesuai kondisi.
• Media tanam bisa dipilih: tanah di kebun, pot dari bahan bekas, atau hidroponik.
• Pot dari barang bekas disarankan agar nanti peserta didik bisa membawa hasil menanamnya ke sekolah. •
Laporan bisa berupa tulisan, foto, maupun video.
• Pada akhir minggu kedua, tanaman dalam pot bisa dibawa ke sekolah untuk menjadi bahan diskusi.
Kesalahan Umum
Orang tua terlibat terlalu banyak. Guru bisa mengingatkan sejak awal bahwa kreativitas ini utamanya adalah
proyek anak dan orang tua bertugas mendampingi.
Bagi peserta didik yang jarang berinteraksi dengan tanaman, kegiatan menanam ini sangat bermanfaat.
Karenanya, berikan ruang pada mereka untuk mencoba, untuk gagal, dan mencoba lagi.
Surat untuk Orang Tua
Bapak dan Ibu Orang Tua Peserta Didik,
Minggu ini peserta didik kelas tiga sedang belajar mengenal cara menanam dan merawat tanaman. Salah
satu kegiatan yang dilakukan di rumah adalah belajar menanam sesuai instruksi di Buku Siswa. Harapan
kita, mereka dapat menikmati proses merawat tanaman sendiri, mulai dari benih hingga tanaman berusia
dua minggu. Bapak dan Ibu bisa mengingatkan peserta didik tentang tanggung jawabnya terhadap
tanamannya. Pada tanggal .......... peserta didik diharapkan menyerahkan laporan pengamatan dan
membawa tanamannya ke sekolah jika memungkinkan, atau membawa foto tanaman tersebut. Terima kasih.
Salam hormat,
........................
Menulis
Surat tentang Pohon
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menulis atau menggambarkan sebuah topik dengan struktur naratif atau deskripsi sederhana untuk beragam
konteks dan tujuan.
Tip Pembelajaran
• Surat ini bertema pohon atau tanaman.
• Akan menyenangkan jika surat ini benarbenar dikirimkan. Guru bisa berkomunikasi dengan orang tua.
• Surat ditulis pada selembar kertas dan bisa dihias.
• Peserta didik bisa menggunakan huruf tegak bersambung.
Kesalahan Umum
Guru memberikan struktur baku.
Perlu diingat bahwa surat pribadi adalah tulisan personal. Selama pesan tersampaikan, peserta didik bebas
memilih struktur narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks prosedur, atau bentuk lain seperti puisi atau
gambar.
Mengamati
Benda Mana yang Merah?
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi perbedaan dalam elemen visual (misalnya foto dan ilustrasi).
Tip Pembelajaran
7. Kegiatan ini memberikan pengalaman pada peserta didik bahwa warna yang mencolok akan
memudahkan identifikasi.
8. Minta mereka menggambar berbagai warna berbeda.
9. Minta mereka menukarkan gambar dengan teman.
10. Minta mereka bertanya, benda apa yang paling cepat terlihat (warna apa yang terlihat paling
mencolok).
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:
11. Diferensiasi Konten:
Peserta didik diberikan materi tambahan tentang jenis-jenis tanaman dan cara merawatnya
yang berbeda, sesuai dengan minat dan tingkat pemahaman masing-masing.
Materi tambahan tentang perbedaan metode perawatan tanaman dalam berbagai
lingkungan (misalnya, di dalam ruangan vs. di luar ruangan) dapat disediakan.
12. Diferensiasi Proses:
Siswa-siswa diberi pilihan untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya
belajar mereka, misalnya, melalui eksperimen langsung, penelitian online, atau diskusi
kelompok.
Pembelajaran berbasis proyek dapat diimplementasikan, di mana setiap siswa memiliki
tugas yang berbeda sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, seperti membuat
video tutorial, menulis artikel, atau merancang rencana perawatan tanaman.
13. Diferensiasi Produk:
Peserta didik dapat menghasilkan produk akhir yang berbeda, seperti laporan tertulis,
presentasi visual, atau video dokumenter, yang mencerminkan pemahaman dan eksplorasi
mereka tentang topik "Cara Merawat Tanaman".
Untuk siswa yang lebih kreatif, mereka dapat membuat produk-produk seni seperti lukisan,
patung, atau instalasi berbasis tanaman untuk mengekspresikan pemahaman mereka
tentang perawatan tanaman.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik dan orang tua yang telah aktif berpartisipasi dalam
kegiatan hari ini. Kita telah mengambil langkah bersama untuk belajar tentang cara merawat tanaman dan
menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Evaluasi: Mari kita refleksikan apa yang telah kita pelajari hari ini. Apakah ada yang ingin dibagikan atau
dipertanyakan seputar pengalaman menanam dan merawat tanaman? 10
menit
Konsolidasi: Sebelum kita berpisah, mari kita pahami bahwa kegiatan hari ini bukanlah akhir dari
pembelajaran. Mari terus rawat tanaman kita dengan penuh perhatian dan berbagi pengetahuan yang kita
peroleh dengan orang lain.
Penutup (doa, salam): Sebagai penutup, mari kita bersama-sama mengucapkan doa untuk keselamatan dan
kelancaran kita semua dalam perjalanan pulang. Semoga kita semua selalu diberikan keberkahan.
Assalamu'alaikum wr. wb.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan:
Mengevaluasi kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan cara merawat tanaman.
Mengidentifikasi kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks yang sesuai dengan jenjangnya.
Teknik: Observasi
Rubrik Penilaian:
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Memberikan materi tambahan tentang jenis-jenis tanaman dan cara merawatnya secara lebih
mendalam kepada siswa yang menunjukkan minat dan kemampuan yang tinggi.
Remedial: Melakukan pembelajaran ulang terhadap siswa yang belum mencapai pemahaman yang memadai
tentang cara merawat tanaman.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Berkomunikasi dengan orang tua untuk memastikan mereka terlibat secara
positif dalam mendukung kegiatan pertanian siswa di rumah.
Refleksi Guru:
1. Bagaimana efektivitas metode pengajaran dalam membantu siswa memahami cara merawat tanaman?
2. Apa yang bisa ditingkatkan dalam penggunaan teknik observasi untuk meningkatkan partisipasi siswa?
Refleksi Siswa:
1. Apa yang telah saya pelajari tentang cara merawat tanaman dari kegiatan ini?
2. Bagaimana pengalaman saya dalam menanam dan merawat tanaman di rumah? Apa yang bisa saya perbaiki?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Dalam kegiatan ini, peserta didik akan melakukan pengamatan terhadap gambar-gambar serta
melaksanakan kegiatan menulis surat dengan benar. Pengamatan gambar akan membantu peserta didik untuk
mengidentifikasi informasi secara tepat, sedangkan kegiatan menulis surat akan melatih keterampilan menulis mereka.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menyebutkan informasi secara tepat melalui mengamati gambar.
2. Peserta didik dapat menulis surat dengan benar melalui kegiatan mandiri.
3. Peserta didik dapat menemukan gambar sesuai instruksi tertulis melalui pengamatan gambar.
Langkah-langkah:
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Sahabat dari Seberang
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Berita-berita di media massa
• Media cetak dan elektronik
• Brosur dan poster tentang internet aman
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, buku cerita lain, internet, sumber belajar lain
Buku Siswa, video contoh diskusi atau presentasi, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui membaca
teks, peserta didik dapat menjawab secara mandiri pertanyaan yang memantik keinginan berpendapat
Melalui menyimak
teks percakapan yang dibacakan, peserta didik mampu menceritakan kembali isi percakapan tersebut.
Melalui mengamati
teks informasi, peserta didik mampu berpendapat tentang topik dengan tepat.
Melalui mengamati
poster, peserta didik dapat mengisi tabel berdasarkan pengalaman sendiri dengan tepat.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses mental di mana seseorang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan atau
pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Ini merupakan kerangka kerja kognitif yang digunakan seseorang
untuk memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Apersepsi memungkinkan individu untuk memberi makna pada informasi baru dengan merujuk pada pengalaman
dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran mereka. Proses ini sangat penting dalam pembelajaran dan
pemahaman, karena membantu individu untuk membangun hubungan antara konsep-konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga memudahkan dalam memahami dan mengingat informasi tersebut.
E. Pertanyaan Pemantik
- Bagaimana cara kita memperkenalkan diri kepada orang lain secara tepat?
- Apa manfaat memahami berbagai jenis percakapan dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa penting untuk memahami prinsip-prinsip keamanan internet?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mendampingi peserta didik mengamati gambar pembuka bab. Jika memungkinkan,
tunjukkan kepada peserta didik berbagai macam gawai yang biasa digunakan untuk online, misalnya
komputer, telepon cerdas (smart phone), tablet, atau laptop.
Ajak peserta didik berbagi pengalaman di mana, dan kapan mereka menggunakan gawai dan internet.
Tanyakan apa yang terjadi ketika mereka menggunakan internet.
Jika peserta didik belum pernah menggunakan internet, sampaikan kepada mereka bahwa internet adalah
jaringan komputer seluruh dunia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Walau belum bisa
menggunakannya secara langsung, mereka tahu bahwa teknologi ini ada.
Jelaskan kepada peserta didik dengan ilustrasi gambar ini. Secara sederhana ada sistem yang
mengumpulkan berbagai jenis informasi dan menyebarkannya kepada semua orang di seluruh dunia melalui
perangkat seperti komputer, telepon cerdas, dan lain-lain. Ada juga kemungkinan bahwa sebagian peserta
didik lebih terbiasa dengan istilah gadget dan online. Pada bab ini, kata yang sering digunakan adalah gawai
dan internet. Kata daring atau dalam jaringan juga bisa mulai diperkenalkan kepada peserta didik sebagai
pengganti kata online. Jika dirasa perlu, guru bisa menjelaskan makna istilahistilah ini terlebih dulu. Jika guru
pun belum mengenal internet dengan baik, kini saatnya belajar bersama dengan peserta didik.
Hal terpenting yang mesti disampaikan kepada peserta didik adalah bahwa internet menghubungkan
berbagai informasi dengan segala macam manusia dari berbagai usia dan latar belakang. Tanpa menakut-
nakuti, jelaskan kepada peserta didik bahwa ada pula orang yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang
tidak bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
Membaca
Memahami Teks “Awal Perkenalan”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.
[Link]
sebaya: sama umurnya; hampir sama (kekayaannya, kepandaiannya, dsb); seimbang; sejajar
menyapa: mengajak bercakapcakap; menegur
berpandangan: saling memandang, memiliki pandangan atau pengetahuan
Catatan Khusus:
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menetapkan bahwa batasan umur untuk bisa
membuat akun pribadi dan menggunakan internet khususnya media sosial adalah 13 tahun. Oleh karena itu,
guru perlu menekankan kepada orang tua dan peserta didik bahwa peserta didik kelas tiga masih di bawah
umur. Peserta didik kelas tiga belum boleh mempunyai akun pribadi dan perlu pendampingan orang tua atau
orang dewasa lain yang dapat dipercaya ketika menggunakan internet.
Inspirasi Kegiatan
Untuk kelas besar, peserta didik bisa diminta berbaris berhadapan, lantas melakukan simulasi perkenalan
bergantian. Praktik perkenalan dengan peserta didik kelas lain (walau mungkin mereka sudah saling kenal)
juga akan menarik dan memberikan suasana segar.
Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum percaya diri bisa menggunakan Buku Siswa dan membaca pertanyaan panduan.
Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca pada bab terakhir kelas tiga, guru harus berkomunikasi
dengan kepala sekolah dan orang tua untuk melakukan tindak lanjut.
Menyimak
Menyimak Berbagai Jenis Percakapan
Tip Pembelajaran
• Perdengarkan berbagai jenis rekaman percakapan kepada peserta didik. Guru bisa membawa radio atau
rekaman percakapan penyiar radio dan televisi. Simulasi panggilan video bisa dilakukan. Percakapan
langsung antara dua peserta didik di kelas juga bisa diperdengarkan.
• Setelah mendengarkan bersama-sama berbagai jenis percakapan, minta mereka menjawab pertanyaan di
Buku Siswa. Jika jumlah peserta didik banyak, minta peserta didik menuliskan jawaban di buku.
• Jika peserta didik tidak mau memilih percakapan, pilihkan selain percakapan langsung.
Inspirasi Kegiatan
Pada Bab V peserta didik belajar tentang alat ucap.
Ajak kembali peserta didik mengamati gambar alat ucap. Pada kegiatan ini peserta didik melakukan praktik
mengucapkan kalimat dengan pengucapan, intonasi, dan volume yang tepat. Tujuannya adalah pendengar
bisa menyimak dan menangkap maknanya dengan tepat. Tujuan lainnya adalah memberikan pesan kepada
peserta didik bahwa pelajaran yang telah lalu perlu diulang kembali, bisa dirujuk kembali.
Mengamati
Memahami Infografik “Internet Aman”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks informasi atau gambar yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan
ide pokok atau pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.
Tip Pembelajaran
Tanyakan kembali kepada peserta didik apakah mereka pernah berkenalan dengan
seseorang melalui internet.
Jika pernah, minta peserta didik bercerita tentang pengalaman perkenalan tersebut. • Ajak
peserta didik mengamati infografik atau poster “Internet Aman”.
Minta peserta didik berkomentar tentang tulisan dan gambarnya, misalnya adakah kata
yang tidak mereka pahami atau gambar apakah yang paling menarik.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi:
Berikan apresiasi kepada peserta didik atas partisipasi dan keterlibatan mereka dalam
kegiatan pembelajaran hari ini. Sebutkan hal-hal positif yang telah mereka tunjukkan
selama sesi.
2. Evaluasi:
Lakukan evaluasi bersama peserta didik mengenai pemahaman mereka terhadap materi
yang telah dipelajari. Berikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya jika masih ada hal 10
yang belum jelas. menit
3. Konsolidasi:
Tinjau kembali pokok-pokok pembelajaran yang telah disampaikan hari ini. Pastikan
peserta didik memahami dengan baik konsep-konsep tersebut sebelum melanjutkan ke
materi selanjutnya.
4. Penutup (doa, salam):
Tutup sesi dengan doa untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi semua peserta
didik dan guru. Sampaikan salam kepada semua peserta didik sebagai tanda akhir dari
kegiatan hari ini.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan:
Teknik:
1. Observasi
2. Kinerja
3. Tes lisan
4. Tes tertulis (Soal Hots)
Rubrik Penilaian:
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Menyediakan materi tambahan tentang keamanan internet dan literasi digital.
Remedial: Melakukan sesi tambahan untuk peserta didik yang kesulitan dalam praktik perkenalan atau
pemahaman teks.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk membahas pentingnya
pendampingan dalam penggunaan internet bagi peserta didik.
Refleksi Guru:
Refleksi Siswa:
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Judul: Meningkatkan Kemampuan Berpendapat dan Menyimak Melalui Berbagai Media Teks
Pendahuluan: Dalam kegiatan pembelajaran ini, kita akan fokus pada meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
berpendapat dan menyimak melalui berbagai media teks. Hal ini akan membantu peserta didik untuk lebih aktif dan terlibat
dalam proses pembelajaran.
Bahan/Alat/Sumber:
1. Teks bacaan
2. Teks percakapan
3. Teks informasi
4. Poster
5. Tabel pengalaman
Tujuan:
1. Peserta didik dapat menjawab secara mandiri pertanyaan yang memantik keinginan berpendapat setelah
membaca teks.
2. Peserta didik mampu menceritakan kembali isi percakapan yang didengarkan.
3. Peserta didik dapat berpendapat tentang topik dengan tepat setelah mengamati teks informasi.
4. Peserta didik dapat mengisi tabel berdasarkan pengalaman sendiri dengan tepat setelah mengamati poster.
Langkah-langkah:
1. Peserta didik akan diberikan teks bacaan untuk dibaca secara mandiri.
2. Setelah membaca, peserta didik diminta untuk menuliskan pendapat mereka terkait dengan teks tersebut.
3. Peserta didik akan mendengarkan percakapan yang dibacakan oleh guru.
4. Setelah itu, mereka diminta untuk menceritakan kembali isi percakapan tersebut.
5. Peserta didik akan diberikan teks informasi untuk diamati.
6. Mereka akan diminta untuk memberikan pendapat mereka tentang topik yang disajikan dalam teks tersebut.
7. Selanjutnya, peserta didik akan mengamati sebuah poster.
8. Dengan menggunakan pengalaman mereka sendiri, mereka diminta untuk mengisi tabel yang terkait dengan
poster tersebut.
Pertanyaan:
1. Bagaimana pendapatmu tentang teks yang telah kamu baca? Apakah kamu setuju atau tidak? Berikan alasanmu!
2. Bisakah kamu menceritakan kembali isi percakapan yang telah kamu dengarkan?
3. Apa pendapatmu tentang topik yang disajikan dalam teks informasi yang telah kamu baca?
4. Berdasarkan pengalamanmu sendiri, bagaimana kamu mengisi tabel yang terkait dengan poster yang telah kamu
amati?
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Sahabat dari Seberang
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
Prasyarat Pengetahuan:
Prasyarat Keterampilan:
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Berita-berita di media massa
• Media cetak dan elektronik
• Brosur dan poster tentang internet aman
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, media cetak, media digital, buku atau tulisan lain tentang internet aman, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui diskusi
kelompok, peserta didik mampu berbicara dengan sopan.
Melalui
permainan, peserta didik dapat menemukan arti kosakata secara tepat.
Melalui
pengamatan gambar, peserta didik mampu berpendapat dan melengkapi kalimat rumpang dengan benar.
Melalui
pengamatan gambar, peserta didik mampu menulis pendapat dengan kaidah yang tepat.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses mental di mana seseorang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan atau
pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Ini merupakan kerangka kerja kognitif yang digunakan seseorang
untuk memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Apersepsi memungkinkan individu untuk memberi makna pada informasi baru dengan merujuk pada pengalaman
dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran mereka. Proses ini sangat penting dalam pembelajaran dan
pemahaman, karena membantu individu untuk membangun hubungan antara konsep-konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga memudahkan dalam memahami dan mengingat informasi tersebut.
E. Pertanyaan Pemantik
Apa yang kamu lakukan ketika menggunakan internet?
Mengapa penting untuk merahasiakan informasi pribadi saat berinternet?
Apa yang harus kamu lakukan jika menemukan infografik "Rahasiakan Informasi Pribadi"?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mendampingi peserta didik mengamati gambar pembuka bab. Jika memungkinkan,
tunjukkan kepada peserta didik berbagai macam gawai yang biasa digunakan untuk online, misalnya
komputer, telepon cerdas (smart phone), tablet, atau laptop.
Ajak peserta didik berbagi pengalaman di mana, dan kapan mereka menggunakan gawai dan internet.
Tanyakan apa yang terjadi ketika mereka menggunakan internet.
Jika peserta didik belum pernah menggunakan internet, sampaikan kepada mereka bahwa internet adalah
jaringan komputer seluruh dunia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Walau belum bisa
menggunakannya secara langsung, mereka tahu bahwa teknologi ini ada.
Jelaskan kepada peserta didik dengan ilustrasi gambar ini. Secara sederhana ada sistem yang
mengumpulkan berbagai jenis informasi dan menyebarkannya kepada semua orang di seluruh dunia melalui
perangkat seperti komputer, telepon cerdas, dan lain-lain. Ada juga kemungkinan bahwa sebagian peserta
didik lebih terbiasa dengan istilah gadget dan online. Pada bab ini, kata yang sering digunakan adalah gawai
dan internet. Kata daring atau dalam jaringan juga bisa mulai diperkenalkan kepada peserta didik sebagai
pengganti kata online. Jika dirasa perlu, guru bisa menjelaskan makna istilahistilah ini terlebih dulu. Jika guru
pun belum mengenal internet dengan baik, kini saatnya belajar bersama dengan peserta didik.
Hal terpenting yang mesti disampaikan kepada peserta didik adalah bahwa internet menghubungkan
berbagai informasi dengan segala macam manusia dari berbagai usia dan latar belakang. Tanpa menakut-
nakuti, jelaskan kepada peserta didik bahwa ada pula orang yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang
tidak bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
Membaca
Memahami Teks “Awal Perkenalan”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.
[Link]
sebaya: sama umurnya; hampir sama (kekayaannya, kepandaiannya, dsb); seimbang; sejajar
menyapa: mengajak bercakapcakap; menegur
berpandangan: saling memandang, memiliki pandangan atau pengetahuan
Catatan Khusus:
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menetapkan bahwa batasan umur untuk bisa
membuat akun pribadi dan menggunakan internet khususnya media sosial adalah 13 tahun. Oleh karena itu,
guru perlu menekankan kepada orang tua dan peserta didik bahwa peserta didik kelas tiga masih di bawah
umur. Peserta didik kelas tiga belum boleh mempunyai akun pribadi dan perlu pendampingan orang tua atau
orang dewasa lain yang dapat dipercaya ketika menggunakan internet.
Untuk kelas besar, peserta didik bisa diminta berbaris berhadapan, lantas melakukan simulasi perkenalan
bergantian. Praktik perkenalan dengan peserta didik kelas lain (walau mungkin mereka sudah saling kenal)
juga akan menarik dan memberikan suasana segar.
Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum percaya diri bisa menggunakan Buku Siswa dan membaca pertanyaan panduan.
Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca pada bab terakhir kelas tiga, guru harus berkomunikasi
dengan kepala sekolah dan orang tua untuk melakukan tindak lanjut.
Menyimak
Menyimak Berbagai Jenis Percakapan
Tip Pembelajaran
• Perdengarkan berbagai jenis rekaman percakapan kepada peserta didik. Guru bisa membawa radio atau
rekaman percakapan penyiar radio dan televisi. Simulasi panggilan video bisa dilakukan. Percakapan
langsung antara dua peserta didik di kelas juga bisa diperdengarkan.
• Setelah mendengarkan bersama-sama berbagai jenis percakapan, minta mereka menjawab pertanyaan di
Buku Siswa. Jika jumlah peserta didik banyak, minta peserta didik menuliskan jawaban di buku.
• Jika peserta didik tidak mau memilih percakapan, pilihkan selain percakapan langsung.
Inspirasi Kegiatan
Pada Bab V peserta didik belajar tentang alat ucap.
Ajak kembali peserta didik mengamati gambar alat ucap. Pada kegiatan ini peserta didik melakukan praktik
mengucapkan kalimat dengan pengucapan, intonasi, dan volume yang tepat. Tujuannya adalah pendengar
bisa menyimak dan menangkap maknanya dengan tepat. Tujuan lainnya adalah memberikan pesan kepada
peserta didik bahwa pelajaran yang telah lalu perlu diulang kembali, bisa dirujuk kembali.
Mengamati
Memahami Infografik “Internet Aman”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks informasi atau gambar yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan
ide pokok atau pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.
Tip Pembelajaran
Tanyakan kembali kepada peserta didik apakah mereka pernah berkenalan dengan seseorang melalui
internet.
Jika pernah, minta peserta didik bercerita tentang pengalaman perkenalan tersebut.
Ajak peserta didik mengamati infografik atau poster “Internet Aman”.
Minta peserta didik berkomentar tentang tulisan dan gambarnya, misalnya adakah kata yang tidak
mereka pahami atau gambar apakah yang paling menarik.
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Pengayaan
Untuk peserta didik yang sudah terbiasa menggunakan gawai, minta mereka membuat video rekaman
wawancara dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain dengan tema: agar tetap aman saat
menggunakan internet. Hasil wawancara ditayangkan di kelas dan dibahas bersama. Dengan kegiatan ini,
peserta didik akan memperoleh berbagai tip aman berinternet. Berdiskusi Untuk Apa Kita Menggunakan
Internet?
Tip Pembelajaran
• Minta peserta didik berdiskusi tentang kerugian dan manfaat menggunakan internet.
• Tuliskan pendapat peserta didik ke dalam tabel di papan tulis agar mereka bisa saling membaca
pendapat teman.
• Sampaikan materi inti, yaitu bahwa internet adalah sarana berkomunikasi dan sarana mencari
informasi. Sampaikan bahwa peserta didik kelas tiga masih di bawah umur dan wajib mendapatkan
pendampingan dari orang tua saat menggunakan internet.
• Sampaikan kepada peserta didik untuk bijak memilah dan memilih informasi yang diperoleh melalui
internet.
• Pastikan bahwa peserta didik memahami bahwa internet merupakan sarana komunikasi yang bisa
digunakan oleh siapa pun, ada yang berniat baik dan ada yang berniat buruk. Peserta didik wajib
mewaspadai informasi yang bermuatan buruk, misalnya berita bohong, materi pornografi, maupun
kejahatan online.
• Guru bisa mendapatkan informasi dan referensi tentang cara mendampingi peserta didik kelas tiga
menggunakan internet melalui pelatihan atau sumber lain.
• Guru bisa berkomunikasi dengan orang tua peserta didik berkaitan dengan hal ini.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
Apresiasi: Sebelum kita mengakhiri sesi kita hari ini, saya ingin mengucapkan apresiasi kepada semua
peserta didik atas partisipasi aktif mereka dalam kegiatan pembelajaran. Terima kasih atas perhatian dan
kerja keras kalian.
Evaluasi: Sekarang, mari kita evaluasi apa yang telah kita pelajari hari ini. Ada yang ingin berbagi
pengalaman atau pemahaman baru setelah membaca teks "Awal Perkenalan" dan mendiskusikan 10
penggunaan internet? menit
Konsolidasi: Saat kita menutup sesi hari ini, mari kita konsolidasi apa yang telah kita pelajari. Ingatlah bahwa
penggunaan internet membutuhkan pengawasan dan pendampingan dari orang tua atau orang dewasa yang
dipercayai. Mari kita jaga keamanan dan kebijaksanaan kita dalam menggunakan teknologi.
Penutup: Sebelum kita berpisah, mari kita tutup dengan doa bersama. Semoga kita semua selalu dalam
lindungan dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah yang kita ambil. Salam sejahtera untuk kita
semua.
G. Asesmen/Penilaian
Judul: Memahami dan Mengamati Konten Teks Bermuatan Internet Tujuan: Menguji pemahaman dan keterampilan peserta
didik dalam membaca, memahami, dan mengamati teks bermuatan internet, serta meningkatkan kesadaran akan
keamanan berinternet. Teknik: Tes tertulis (Soal HOTS), Observasi, Diskusi kelompok, Tes penugasan Rubrik Penilaian:
1. Penilaian Pengetahuan
Tes Tertulis (Soal HOTS)
Kriteria Skor
Memahami ide pokok
Menjelaskan kosakata baru
Mengaitkan pesan dengan
pengalaman pribadi
2. Penilaian Sikap
Observasi Kelas
Kriteria Skor
Keterlibatan dalam diskusi kelompok
Kesiapan dalam memberikan pendapat
Kesadaran akan keamanan berinternet
3. Penilaian Keterampilan
Tes Penugasan
Kriteria Skor
Kemampuan dalam mengamati infografik
Kualitas diskusi wawancara tentang
keamanan berinternet
?
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan:
Mengadakan sesi khusus tentang praktik aman berinternet, mungkin dengan mengundang ahli keamanan
cyber.
Remedial:
Melakukan sesi khusus untuk peserta didik yang perlu pemahaman tambahan tentang penggunaan
internet yang aman.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid:
Melakukan pertemuan khusus dengan orang tua untuk membahas peran mereka dalam mendampingi
anak-anak saat menggunakan internet.
Refleksi Guru:
Apakah metode pembelajaran telah efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang
keamanan berinternet?
Refleksi Siswa:
Bagaimana pengalaman belajar tentang internet dan keamanannya? Apakah ada hal yang baru dipelajari atau
membuat Anda lebih sadar akan risiko berinternet
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Judul: Meningkatkan Kemampuan Berbicara, Menemukan Arti Kosakata, dan Menulis Pendapat dengan Menggunakan
Pengamatan Gambar
Pendahuluan: Pada sesi ini, kita akan melaksanakan beberapa aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
berbicara, menemukan arti kosakata, serta menulis pendapat dengan menggunakan pengamatan gambar.
Bahan/Alat/Sumber:
Tujuan:
Langkah-langkah:
Pertanyaan:
Tugas Anda:
1. Diskusikan dengan anggota kelompok tentang pengalaman berbicara yang baik dan sopan.
2. Coba temukan arti kosakata baru melalui permainan dengan teman-temanmu di luar kelas.
3. Amati beberapa gambar di sekitarmu dan coba tuliskan pendapat serta lengkapi kalimat rumpang yang terdapat di
dalamnya.
4. Tulislah pendapatmu tentang gambar-gambar yang telah kamu amati, pastikan untuk menggunakan kaidah-kaidah
yang tepat dalam penulisanmu.
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Sahabat dari Seberang
Materi Pokok : Mencermati Huruf Kapital dan Tanda Baca,Membaca Nyaring Teks “Tanda
Marah”,Berdiskusi,Memahami Teks Informasi “Internet yang Bermanfaat”,Jurnal
Membaca danKreativitas
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.
8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Berita-berita di media massa
• Media cetak dan elektronik
• Brosur dan poster tentang internet aman
• Internet
Sumber Belajar
Buku Siswa, buku cerita anak, sumber belajar lain
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 35 Siswa
G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).
Teknik
Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui membaca nyaring, peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan tokoh dengan tepat.
Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengemukakan pendapat dengan antusias.
Melalui membaca berbagai sumber informasi, peserta didik dapat mendiskusikan materi dengan benar.
Melalui membaca buku, peserta didik mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Melalui membaca nyaring, peserta didik dapat mengucapkan kosakata dengan tepat.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses mental di mana seseorang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan atau
pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Ini merupakan kerangka kerja kognitif yang digunakan seseorang
untuk memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Apersepsi memungkinkan individu untuk memberi makna pada informasi baru dengan merujuk pada pengalaman
dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran mereka. Proses ini sangat penting dalam pembelajaran dan
pemahaman, karena membantu individu untuk membangun hubungan antara konsep-konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga memudahkan dalam memahami dan mengingat informasi tersebut.
E. Pertanyaan Pemantik
Mengapa penting untuk memahami dan menggunakan huruf kapital dan tanda baca dengan benar?
Bagaimana kita dapat mengekspresikan emosi dan perasaan melalui teks yang kita baca atau tulis?
Bagaimana internet dapat digunakan secara bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mendampingi peserta didik mengamati gambar pembuka bab. Jika memungkinkan,
tunjukkan kepada peserta didik berbagai macam gawai yang biasa digunakan untuk online, misalnya
komputer, telepon cerdas (smart phone), tablet, atau laptop.
Ajak peserta didik berbagi pengalaman di mana, dan kapan mereka menggunakan gawai dan internet.
Tanyakan apa yang terjadi ketika mereka menggunakan internet.
Jika peserta didik belum pernah menggunakan internet, sampaikan kepada mereka bahwa internet adalah
jaringan komputer seluruh dunia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Walau belum bisa
menggunakannya secara langsung, mereka tahu bahwa teknologi ini ada.
Jelaskan kepada peserta didik dengan ilustrasi gambar ini. Secara sederhana ada sistem yang
mengumpulkan berbagai jenis informasi dan menyebarkannya kepada semua orang di seluruh dunia melalui
perangkat seperti komputer, telepon cerdas, dan lain-lain. Ada juga kemungkinan bahwa sebagian peserta
didik lebih terbiasa dengan istilah gadget dan online. Pada bab ini, kata yang sering digunakan adalah gawai
dan internet. Kata daring atau dalam jaringan juga bisa mulai diperkenalkan kepada peserta didik sebagai
pengganti kata online. Jika dirasa perlu, guru bisa menjelaskan makna istilahistilah ini terlebih dulu. Jika guru
pun belum mengenal internet dengan baik, kini saatnya belajar bersama dengan peserta didik.
Hal terpenting yang mesti disampaikan kepada peserta didik adalah bahwa internet menghubungkan
berbagai informasi dengan segala macam manusia dari berbagai usia dan latar belakang. Tanpa menakut-
nakuti, jelaskan kepada peserta didik bahwa ada pula orang yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang
tidak bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
Bahas Bahasa
Mencermati Huruf Kapital dan Tanda Baca
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menuliskan kalimat dengan tanda baca, spasi di antara kata, dan huruf kapital yang tepat.
Suasana gembira akan hadir karena ketika tanda baca yang digunakan salah, percakapan yang lucu akan
terjadi. Dari sini peserta didik belajar bahwa menempatkan tanda baca yang benar adalah aspek penting
dalam percakapan tertulis (termasuk dalam percakapan (chat) melalui media sosial).
wayang: boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat
dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan
sebagainya), biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang
Inspirasi Kegiatan
Bermain Kotak Percakapan
Alat dan bahan:
• Lem
• Kertas bekas Cara bermain:
• Gunting kertas bekas menjadi potongan kecil, kira-kira 10 cm x 10 cm.
• Bagikan 5 potongan kertas tersebut pada masing-masing peserta didik.
• Jadikan potongan kertas tersebut kotak percakapan.
• Peserta didik bisa menulis teks percakapan dengan teman dan menempelkannya di buku tulis masing-
masing.
• Peserta didik bisa membentuk, mewarnai, dan menghias kotak percakapannya sesuai selera.
• Minta peserta didik untuk tetap memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda baca
Membaca
Tip Pembelajaran
• Awali pembelajaran dengan memperlihatkan kepada peserta didik berbagai macam emotikon. Guru
bisa mengunduhnya melalui internet atau menggambar sendiri.
• Ajak peserta didik membahas artinya sesuai pendapat masing-masing.
• Biarkan jika ada perbedaan, misalnya ada peserta didik yang mengartikan ikon sebagai
sedih/kecewa/kesal/atau takut.
• Perhatikan pelafalan peserta didik ketika membaca nyaring teks “Tanda Marah”.
• Minta mereka membaca ulang dengan intonasi yang tepat sesuai tanda bacanya.
• Dengan memperhatikan tanda baca, peserta didik bisa menyampaikan maksud pembicaraannya
dengan jelas.
Catatan Khusus
Setelah menjawab pertanyaan pemahaman, kembali arahkan diskusi pada wawasan bahwa
percakapan melalui pesan di media sosial bisa dilakukan oleh siapa pun.
Ratna mengira bahwa yang memasang emotikon marah adalah Wulan, padahal yang melakukannya
adalah adiknya. Artinya, siapa pun (termasuk orang yang tidak bertanggung jawab) bisa berada di balik
percakapan ini. Informasi ini perlu diulang-ulang tetapi tanpa menakut-nakuti peserta didik.
[Link]
menggerutu: mengomel; marah dengan banyak mengeluarkan kata-kata menelepon: bercakapcakap
(memanggil) melalui pesawat telepon
Inspirasi Kegiatan
• Ulangi permainan “Bermain Kotak Percakapan”.
• Minta peserta didik membuat percakapan dengan teman. Ketentuannya, salah satu hanya boleh
membalas dengan emotikon.
• Minta mereka bergantian dan saling menebak apa maknanya.
• Tanyakan kepada peserta didik apakah percakapan dengan menggunakan emotikon saja itu
menyenangkan atau justru merepotkan.
Berdiskusi
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri dalam mempresentasikan sebuah topik yang diminati
dengan memperhatikan intonasi untuk menarik minat pendengar.
Tip Pembelajaran
• Setelah peserta didik membahas tentang masalah yang dialami Wulan dan Ratna, ajak mereka
memberi saran kepada dua sahabat itu.
• Minta peserta didik berpendapat apa yang seharusnya dilakukan Ratna dan Wulan agar tidak terjadi
kesalahpahaman lagi.
• Beri peserta didik kebebasan berpendapat, karena target kegiatan ini adalah berbicara dengan percaya
diri dan antusias.
• Atur giliran agar semua peserta didik bisa berpendapat.
• Bagi kelas ke dalam kelompok jika diperlukan.
Membaca
Memahami Teks Informasi “Internet yang Bermanfaat”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mencari informasi untuk mendukung presentasinya menggunakan mesin pencari pada internet yang telah
diverifikasi keamanannya
Tip Pembelajaran
• Jika akses internet tersedia, dampingi peserta didik mencari informasi tentang cara menggunakan
internet secara aman bagi anak-anak. Awali dengan penjelasan umum secara klasikal, lantas peserta
didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, guru berkeliling memantau aktivitas pencarian informasi.
• Jika tidak ada akses internet, peserta didik bisa membaca bersama-sama teks “Internet yang
Bermanfaat” dan guru membahas isinya.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa informasi seperti itu bisa diperoleh melalui situs yang aman.
Guru bisa mengarahkan peserta didik mengeksplorasi situs yang dikeluarkan oleh pemerintah,
misalnya. Karena umumnya peserta didik belum mampu menentukan keamanan situs yang diakses,
mereka perlu didampingi orang dewasa yang dapat dipercaya.
• Dengan informasi yang telah diperoleh, peserta didik bisa mempresentasikan pemahaman mereka.
Jurnal Membaca
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mencari informasi untuk mendukung presentasinya menggunakan mesin pencari pada internet yang telah
diverifikasi keamanannya.
Tip Pembelajaran
• Bagi peserta didik menjadi kelompok 5―7 orang.
• Dampingi peserta didik mempresentasikan temuan mereka setelah membaca buku atau artikel melalui
internet.
• Jika tidak ada buku dengan tema internet aman atau internet, lembar “Jurnal Membaca” bisa dijadikan
panduan presentasi.
• Berikan kesempatan dan dukungan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapat sendiri
tentang cara menggunakan internet secara aman.
• Minta peserta didik menilai apakah sumber yang dibaca memuat informasi yang baik—misalnya
apakah ada iklan yang tidak bagus, apakah tulisan dan gambarnya mudah dipahami, dan sebagainya.
Inspirasi Kegiatan
Panduan mendampingi anak menggunakan internet bisa diunduh melalui: Cerita anak
[Link] read/44505f15-37e9-4057-a4c1- 31a7bdfd3618 Internet Sehat: Pedoman
Berinternet Sehat, Aman, Nyaman dan Bertanggung Jawab:
[Link] slims/[Link]?p=show_detail&id=2548
Instrumen Penilaian
Isi kolom dengan nama peserta didik.
Kreativitas
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Membaca dan mengucapkan kata-kata dengan tiga suku kata atau lebih, menggunakan pengetahuan
terhadap kombinasi huruf.
Tip Pembelajaran
• Kegiatan ini menutup pembelajaran di kelas tiga. Oleh karena itu, hadirkan keceriaan dan semangat di
kelas.
• Awali kegiatan dengan meminta peserta didik memilih 3―5 kosakata yang paling mereka sukai dari
Kamus Kotak.
• Minta mereka membacakan kosakata tersebut beserta artinya secara nyaring.
• Lanjutkan kegiatan dengan mengurutkan kartu kosakata sesuai alfabet/abjad.
• Kegiatan menjahit kamus bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah dengan bantuan orang tua.
• Kamus bisa diberi sampul dari kertas karton tebal pada bagian depan dan belakang, diberi nama, dan
dihias sesuai kreativitas peserta didik.
Inspirasi Kegiatan
Pesta Kamus!
Setelah mengumpulkan kosakata selama setahun, proses menjahit kamus ini layak dirayakan. Guru bisa
bekerja sama dengan orang tua untuk membuat pesta sederhana. Setelah proses menjahit selesai, peserta
didik bisa makan bersama, saling memberi ucapan selamat, atau berfoto bersama dengan kamus karya
mereka. Berikan apresiasi, ucapkan selamat dan terima kasih atas ketekunan mereka.
Catatan:
Hindari membandingkan jumlah kata yang dikumpulkan peserta didik satu dengan yang lain. Rayakan saja
dan bergembiralah bersama.
Diferensiasi Konten:
Untuk diferensiasi konten, guru dapat menyediakan materi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan
tingkat pemahaman dan minat peserta didik. Contohnya, jika ada peserta didik yang lebih mahir dalam
membaca, mereka bisa diberikan teks dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, sementara peserta didik
lain yang membutuhkan bantuan ekstra bisa diberikan teks dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.
Diferensiasi Proses:
Dalam diferensiasi proses, guru dapat menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mengakomodasi
gaya belajar yang berbeda. Misalnya, peserta didik yang lebih suka belajar secara visual dapat diberikan
materi yang disajikan dalam bentuk gambar atau diagram, sementara peserta didik yang lebih suka belajar
secara auditif dapat mendengarkan rekaman suara atau wawancara.
Diferensiasi Produk:
Dalam diferensiasi produk, peserta didik diberi pilihan untuk menunjukkan pemahaman mereka melalui
berbagai hasil akhir. Contohnya, peserta didik dapat memilih untuk menulis esai, membuat presentasi, atau
membuat proyek kreatif berdasarkan materi yang dipelajari.
Dengan menerapkan opsi pembelajaran berdiferensiasi ini, guru dapat memastikan bahwa setiap peserta
didik mendapatkan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-
masing. Ini akan membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
Apresiasi: Mari kita mengapresiasi semua upaya dan partisipasi yang telah diberikan oleh peserta didik hari
ini. Terima kasih atas keaktifan dan keterlibatan kalian dalam kegiatan ini.
Evaluasi: Sekarang, mari kita evaluasi bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Bagaimana perasaan
kalian tentang kegiatan ini? Apa yang paling menarik atau bermanfaat bagi kalian? Adakah hal yang masih
membingungkan atau perlu dipahami lebih lanjut? 10
menit
Konsolidasi: Untuk memastikan pemahaman kita semakin kokoh, mari kita konsolidasi pengetahuan yang
telah kita dapatkan. Mari terus berlatih menggunakan tanda baca dan huruf kapital dengan tepat dalam
menulis.
Penutup (doa, salam): Sebelum kita berpisah, mari kita tutup kegiatan kita hari ini dengan doa bersama.
Semoga apa yang telah kita pelajari hari ini bermanfaat bagi kita semua. Assalamu'alaikum wr. wb.
G. Asesmen/Penilaian
Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam menggunakan tanda baca yang tepat dalam
percakapan tertulis.
Rubrik Penilaian:
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN
Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.
Tes Tertulis
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?
Pengayaan: Melakukan latihan tambahan dengan memberikan teks percakapan yang berbeda untuk dianalisis dan
diperbaiki penggunaan tanda baca dan huruf kapitalnya.
Remedial: Melakukan review intensif mengenai aturan tanda baca dan huruf kapital, serta memberikan latihan
tambahan kepada peserta didik yang kesulitan.
Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan orang tua untuk membahas kemajuan peserta didik
dan memberikan tips kepada orang tua untuk mendukung pembelajaran di rumah.
Refleksi Guru:
Bagaimana efektivitas penggunaan teknik "Bermain Kotak Percakapan" dalam meningkatkan pemahaman
peserta didik tentang tanda baca?
Apakah terdapat aspek-aspek tertentu dalam pembelajaran ini yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan?
Refleksi Siswa:
Apa yang telah Anda pelajari tentang penggunaan tanda baca setelah melalui kegiatan ini?
Bagaimana perasaan Anda dalam mengikuti kegiatan "Pesta Kamus" dan proses pembelajaran yang
berlangsung sepanjang tahun ini?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Pendahuluan: Dalam kegiatan pembelajaran ini, kita akan fokus pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam
berpendapat melalui kegiatan membaca dan diskusi. Tujuan utamanya adalah agar peserta didik mampu mengidentifikasi
permasalahan tokoh, mengucapkan kosakata dengan tepat, serta menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
Bahan/Alat/Sumber:
1. Buku atau teks yang relevan dengan topik yang akan dibahas.
2. Materi pembelajaran yang telah disiapkan.
3. Ruang diskusi atau tempat yang nyaman untuk berdiskusi.
Tujuan:
1. Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan tokoh dengan tepat melalui kegiatan membaca nyaring.
2. Peserta didik dapat mengemukakan pendapat dengan antusias melalui kegiatan diskusi kelompok.
3. Peserta didik dapat mendiskusikan materi dengan benar melalui membaca berbagai sumber informasi.
4. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri setelah membaca buku.
Langkah-langkah:
1. Membaca Nyaring:
Peserta didik membaca teks atau buku yang relevan dengan topik pembelajaran secara nyaring.
Peserta didik mencatat permasalahan tokoh yang diidentifikasi dalam teks.
2. Diskusi Kelompok:
Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan tokoh yang telah diidentifikasi.
Peserta didik mengemukakan pendapat masing-masing dengan antusias.
3. Membaca Berbagai Sumber Informasi:
Peserta didik mencari dan membaca berbagai sumber informasi terkait topik pembelajaran.
Peserta didik mengumpulkan informasi tambahan untuk mendukung diskusi.
4. Membaca Buku:
Peserta didik membaca buku yang relevan dengan topik pembelajaran.
Peserta didik mencatat pendapat-pendapat yang ingin disampaikan dengan percaya diri.
Pertanyaan:
1. Apa permasalahan tokoh utama yang kamu identifikasi setelah membaca nyaring?
2. Bagaimana pendapatmu tentang permasalahan tersebut setelah melakukan diskusi kelompok?
3. Apa yang kamu pelajari dari berbagai sumber informasi yang telah kamu baca terkait dengan topik ini?
4. Bagaimana perasaanmu setelah membaca buku dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri?
Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA
Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.
Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan:
1. kemampuan berkomunikasi secara efektif dan santun;
2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasasi. Indonesia sebagai bahasa resmi
negara Republik Indonesia;
3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio dan
audiovisual) untuk berbagai tujuan dan konteks;
4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar) dalam belajar dan bekerja;
5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, sehat mental dan fisik,
mandiri, bergotong-royong, serta bertanggung jawab;
6. pemahaman tentang kaidah tata bahasa, kosakata, sastra, dan budaya Indonesia;
7. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
8. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia
C. Karakteristik
Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (me nyimak,
membaca, dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan,
serta menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan
saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi murid, yaitu bahasa (mengembangkan
kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami, mengapresiasi, menanggapi,
menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif).
Kemampuan reseptif dan produktif dikembangkan saling berkaitan. Keterkaitan ini dikembangkan
dalam proses pembelajaran dengan gambaran sebagai berikut: (1) murid perlu dilibatkan dalam
interaksi verbal (percakapan dan diskusi) yang didasarkan pada pemahamannya tentang teks,
mengapresiasi estetika teks dan nilai budayanya, serta proses, mencipta teks; (2) murid juga perlu
diberi kesempatan untuk membaca teks dalam beragam format (atau yang dikenal dengan teks
multimodal (teks tertulis, teks audio, teks audiovisual, teks digital, dan teks kinestetik) serta
beragam konten dan genre; dan (3) murid memiliki pengetahuan tentang tata bahasa bahasa
Indonesia dengan baik dan benar serta cara penggunaannya yang efektif untuk mendukung
kompetensi berbahasa. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan pembelajaran
mendalam melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal.
.
Elemen Deskripsi
Menyimak Kemampuan murid dalam menerima, memahami informasi yang
didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk
memberikan apresiasi kepada mitra tutur. Proses yang terjadi dalam
menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan,
mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi tuturan bahasa,
memaknai, dan/atau menyiapkan tanggapan terhadap mitra tutur.
Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di
antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata,
struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Membaca dan Memirsa Membaca merupakan kemampuan murid untuk memahami,
memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan
kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan,
dan potensi. Memirsa merupakan kemampuan untuk memahami,
memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian visual dan/atau
audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan
pengetahuan, keterampilan, dan potensi murid. Komponen-komponen
yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya
kepekaan terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata, struktur
bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Elemen Deskripsi
Berbicara dan Berbicara merupakan kemampuan menyampaikan gagasan,
Mempresentasikan tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan. Mempresentasikan
merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan
secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan
perasaan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif melalui
beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual). Komponen-
komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan
mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa,
sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan
metakognisi.i.
Menulis Kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan
dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan
sesuai konteks. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan
dalam menulis di antaranya menerapkan penggunaan ejaan, kata,
kalimat, dan paragraf, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan
metakognisi dalam beragam tipe teks.
D. Capaian Pembelajaran
Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai beriku
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Memirsa Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasikan menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks
JURNAL HARIAN BAHASA INDONESIA
Hari /
Pertemua ATP yang Ringkasan Penilaia Refleksi
Tangga Bab / Topik Materi Pokok
n Dituju Kegiatan Inti n Guru
l
Guru
Mengidentifika
memperdengarka Beberapa
si isi
Senin, 6 Mengenal n percakapan Observas siswa masih
Bab 5: Teks percakapan
1 Jan bentuk dan isi sederhana; siswa i dan membaca
Percakapan sederhana yang
2026 percakapan menjawab lisan dengan suara
didengar atau
pertanyaan isi pelan
dibaca
percakapan
Siswa
Menyusun dan berpasangan
Rabu, 8 Membuat Unjuk Siswa
Bab 5: Teks memerankan membuat
2 Jan percakapan dua kerja & antusias dan
Percakapan percakapan percakapan dan
2026 tokoh sikap percaya diri
sederhana memerankan di
depan kelas
Membaca teks
Mengidentifika Siswa
“Cara Menanam Lembar
Senin, si langkah- Mengenal memahami
Bab 6: Teks Biji Kacang kerja &
3 13 Jan langkah dalam struktur teks urutan
Prosedur Hijau”; tanya
2026 teks prosedur prosedur langkah
menjawab isi jawab
sederhana dengan baik
bacaan
Menulis teks Siswa cukup
Rabu, Menulis teks Menulis urutan
Bab 6: Teks “Cara Mencuci Hasil baik menulis
4 15 Jan prosedur kegiatan
Prosedur Tangan yang tulisan kalimat
2026 sederhana sehari-hari
Benar” berurutan
Guru
Siswa
Mengenal teks membacakan Lisan
Senin, Mengidentifika menikmati
Bab 7: Teks yang teks deskripsi; dan
5 20 Jan si ciri-ciri teks kegiatan
Deskripsi menggambarka siswa menebak observas
2026 deskripsi tebak-
n benda/tempat objek yang i
tebakan
dimaksud
Beberapa
Rabu, Menulis teks Menulis Siswa menulis siswa perlu
Bab 7: Teks Tulisan
6 22 Jan deskripsi deskripsi benda tentang “Meja bimbingan
Deskripsi individu
2026 sederhana di kelas Belajarku” penggunaan
kata sifat
Membaca cerita
Mengidentifika
Senin, “Kelinci dan Sebagian
Bab 8: Teks si tokoh, latar, Mengenal
7 27 Jan Kura-kura”; Tes lisan siswa aktif
Narasi dan kejadian unsur cerita
2026 berdiskusi unsur berdiskusi
dalam cerita
cerita
Menyusun Menyusun Siswa
Rabu, Urutan
Bab 8: Teks kembali cerita potongan Unjuk memahami
8 29 Jan peristiwa
Narasi dengan urutan paragraf menjadi kerja urutan logis
2026 dalam cerita
benar cerita utuh cerita
Mengidentifika Siswa
Senin, 3 Bab 9: Teks Membaca teks
si informasi Mengenal teks Lembar tertarik
9 Feb Laporan “Hewan di
penting dalam laporan kerja dengan topik
2026 Pengamatan Kebun Sekolah”
teks laporan lingkungan
Rabu, 5 Bab 9: Teks Menulis Mengamati Siswa
Laporan hasil Hasil
10 Feb Laporan laporan tumbuhan di mampu
pengamatan tulisan
2026 Pengamatan sederhana dari halaman sekolah menulis
Hari /
Pertemua ATP yang Ringkasan Penilaia Refleksi
Tangga Bab / Topik Materi Pokok
n Dituju Kegiatan Inti n Guru
l
hasil dan menulis laporan
pengamatan laporan dengan
bimbingan
Sebagian
Guru siswa masih
Senin, Mengidentifika
Bab 10: Teks Mengenal ciri membacakan bingung
11 10 Feb si isi dan tujuan Tes lisan
Pengumuman pengumuman beberapa contoh membedakan
2026 pengumuman
pengumuman pengumuman
dan ajakan
Menulis Siswa menulis Tulisan
Rabu, Menulis teks
Bab 10: Teks pengumuman pengumuman Lembar cukup baik
12 12 Feb pengumuman
Pengumuman kegiatan lomba kerja dan sesuai
2026 sederhana
sekolah kebersihan kelas format
Guru
Siswa senang
Senin, Ciri-ciri puisi membacakan
Bab 11: Teks Mengenal puisi Unjuk berlatih
13 17 Feb dan rima puisi “Pelangi”;
Puisi anak kerja membaca
2026 sederhana siswa menirukan
puisi
dengan ekspresi
Rabu, Siswa menulis Tulisan Siswa kreatif
Bab 11: Teks Menulis puisi Menulis puisi
14 19 Feb puisi bertema & menggunaka
Puisi sederhana bertema alam
2026 “Matahari Pagi” ekspresi n kata sifat
Latihan Sebagian
Mengambil
Senin, Bab 12: Menemukan membaca siswa masih
informasi Lembar
15 24 Feb Membaca ide pokok paragraf dan menyalin
penting dari kerja
2026 Intensif paragraf menentukan ide kalimat
teks bacaan
pokok penuh
Rabu, Bab 12: Menjawab Diskusi isi
Pemahaman isi Pemahaman
16 26 Feb Membaca pertanyaan isi bacaan cerita Tes lisan
teks meningkat
2026 Intensif bacaan moral
Guru
Menyimak dan Siswa
Senin, 3 Bab 13: membacakan Observas
memahami isi Cerita rakyat antusias
17 Mar Menyimak cerita rakyat; i & tanya
cerita yang daerah mendengarka
2026 Cerita siswa menjawab jawab
didengar n
pertanyaan isi
Siswa
Menceritakan
Rabu, 5 Bab 13: Menyusun Siswa bercerita percaya diri
kembali isi Unjuk
18 Mar Menyimak kembali alur kembali dengan namun masih
cerita yang kerja
2026 Cerita cerita kata-kata sendiri perlu latihan
disimak
kosa kata
Senin, Bab 14: Mengungkapka Menyampaikan Diskusi ringan Siswa belajar
Sikap &
19 10 Mar Berbicara n pendapat pendapat tentang berbicara
lisan
2026 Efektif sederhana dalam diskusi kebersihan kelas bergiliran
Perlu
Rabu, Review Penilaian
Evaluasi Bab Tes tertulis dan Tes penguatan
20 12 Mar Tengah tengah
5–14 lisan sumatif menulis teks
2026 Semester semester
prosedur
Siswa
Senin, 7 Bab 15: Mengenal Menganalisis
Struktur surat Lembar memahami
21 Apr Menulis Surat bagian surat contoh surat
sederhana kerja isi surat
2026 Pribadi pribadi untuk teman
pribadi
Menulis dan Siswa
Rabu, 9 Bab 15: Menulis surat Menulis surat
membacakan Tulisan menulis
22 Apr Menulis Surat pribadi kepada dengan bahasa
surat untuk individu dengan
2026 Pribadi teman santun
teman sebangku antusias
Siswa
Senin, Mengenal ciri Iklan Menganalisis Lembar
Bab 16: Teks tertarik
23 14 Apr dan tujuan sederhana iklan di majalah observas
Iklan dengan
2026 iklan produk anak anak i
gambar iklan
24 Rabu, Bab 16: Teks Membuat iklan Menulis iklan Membuat poster Unjuk Siswa kreatif
Hari /
Pertemua ATP yang Ringkasan Penilaia Refleksi
Tangga Bab / Topik Materi Pokok
n Dituju Kegiatan Inti n Guru
l
16 Apr Iklan sederhana produk iklan “Buah kerja menggunaka
2026 makanan sehat Favoritku” n warna dan
kata-kata
Bab 17: Siswa cukup
Senin, 5 Menyusun Kalimat pokok Menata kalimat
Menulis Lembar memahami
25 Mei kalimat dan kalimat acak menjadi
Kalimat kerja struktur
2026 sederhana penjelas paragraf
Efektif kalimat
Bab 17:
Rabu, 7 Menyunting Penggunaan Latihan Masih perlu
Menulis
26 Mei kalimat huruf kapital memperbaiki Tes tulis penguatan
Kalimat
2026 sederhana dan tanda baca kalimat salah ejaan
Efektif
Membaca teks
Senin, Bab 18: Mengambil Informasi
berita anak dan Pemahaman
27 19 Mei Menyimpulka kesimpulan isi penting dari Tes tulis
menyimpulkann cukup baik
2026 n Bacaan teks bacaan
ya
Menyampaikan
Rabu, Bab 18: Siswa
hasil Laporan hasil Unjuk Siswa tampil
28 21 Mei Menyimpulka membacakan
kesimpulan membaca kerja percaya diri
2026 n Bacaan hasil simpulan
bacaan
Senin, 2 Evaluasi Sebagian
Review Akhir Ulangan akhir Tes tertulis & Tes
29 Juni keseluruhan besar hasil
Semester semester wawancara sumatif
2026 Bab 5–18 sangat baik
Rabu, 4 Menyusun Menampilkan
Refleksi Penguatan
30 Juni portofolio hasil hasil karya tulis
Semester 2 karakter literasi
2026 karya semester ini
PROGRAM TAHUNAN
KURIKULUM MERDEKA
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Bab I Ayo, Main!
Mengoreksi Tanda
Baca Teks “Main
Egrang”
2. Menuliskan I (Ganjil)
Alasan Sesuai
Petunjuk
Kamus Kotak
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
1. Membaca Nyaring
Teks “Pemain
Akrobat”
2. Mengamati 192 menit
Gambar Latihan
Otot
Mencari Informasi
dan
Mempresentasikan
Manfaat Otot dalam
Tubuh
I (Ganjil)
Membaca Buku
tentang Permainan
Menyimak Aba-Aba
dan Menirukan
Gerakan
Pemanasan
2. Mengamati
Denah dan
Mengikuti Petunjuk
Menandai Denah
I (Ganjil)
dan Menyampaikan
Alasan
Teka-Teki Silang
“Temukan Kosakata
Baru”
Menulis Cerita
tentang Permainan
Kesukaan
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi Alokasi Semester
Waktu
BAB II Kawan Seiring
Menyimak Teks
192 menit
Berita I (Ganjil)
Memberi Tanggapan
192 menit
terhadap Teks
I (Ganjil)
Berita
Sinonim dan
192 menit
Antonim I (Ganjil)
Membaca dan
192 menit
Memahami
I (Ganjil)
Infografik
Menyampaikan
192 menit II(GENAP)
Pendapat
Membaca Nyaring
192 menit II(GENAP)
Memahami Kata-
192 menit II(GENAP)
Kata Mutiara Tokoh
Memirsa dan
192 menit II(GENAP)
Mendiskusikan Foto
Menyampaikan
192 menit II(GENAP)
Pendapat
Menyimak Transkrip
192 menit II(GENAP)
Pidato
Menulis Naskah
192 menit II(GENAP)
Pidato
Berpidato
192 menit II(GENAP)
BAB VI Tersesat
Membaca Cerpen
Melalui kegiatan berkelompok atau 192 menit II(GENAP)
“Liburan Perpisahan
mandiri, peserta didik mampu
Kelas”
berpendapat dalam diskusi,
menyebutkan permasalahan yang Debat: Liburan ke
dialami tokoh, berbicara dengan 192 menit II(GENAP)
Luar Kota, Penting
volume suara yang tepat, dan atau Tidak Penting?
menuliskan pendapat dengan benar
Skala Prioritas dan
192 menit II(GENAP)
Merancang
Anggaran
Mempelajari Iklan
192 menit II(GENAP)
Menulis Kuitansi
192 menit II(GENAP)
Membaca Teks
192 menit II(GENAP)
“Uang Elektronik
dan Otomatisasi”
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Menulis Fiksi Ilmiah
192 menit II(GENAP)
Apresiasi Puisi
192 menit II(GENAP)
Membaca artikel
192 menit II(GENAP)
“Menyesap Sepi di
Kafe Sunyi”
Kalimat Majemuk
192 menit II(GENAP)
Bertingkat
Menulis Resensi
192 menit II(GENAP)
Buku
Membedakan Teks
192 menit II(GENAP)
Fiksi dan Nonfiksi
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Membaca Tip Aman
192 menit II(GENAP)
di Dunia Maya
Menulis Esai
192 menit II(GENAP)
Argumentatif Tahap
3 dan 4: Melakukan
Riset dan Menulis
Draf
Menulis Esai
192 menit II(GENAP)
Argumentatif Tahap
5: Menyunting
Naskah