0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan547 halaman

Modul Ajar Bab 1 Ayo, Main !: (Pembelajaran Dengan Pendekatan)

Modul ajar ini disusun oleh Abdul Muid untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI dengan pendekatan Deep Learning. Fokus pembelajaran adalah mengenalkan penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan menyampaikan gagasan, serta melatih delapan dimensi profil lulusan. Metode pembelajaran mencakup tatap muka, discovery learning, think-pair-share, dan project-based learning, dengan tujuan mengembangkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas peserta didik.

Diunggah oleh

atarmubarok902
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan547 halaman

Modul Ajar Bab 1 Ayo, Main !: (Pembelajaran Dengan Pendekatan)

Modul ajar ini disusun oleh Abdul Muid untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI dengan pendekatan Deep Learning. Fokus pembelajaran adalah mengenalkan penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan menyampaikan gagasan, serta melatih delapan dimensi profil lulusan. Metode pembelajaran mencakup tatap muka, discovery learning, think-pair-share, dan project-based learning, dengan tujuan mengembangkan keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kreativitas peserta didik.

Diunggah oleh

atarmubarok902
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAB 1

Ayo , Main !
(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)

PENYUSUN

ABDUL MUID, [Link]

BAB I | Ayo, Main!


MODUL AJAR BAHASA INDONESIA

I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Abdul Muid, [Link]
Instansi : SDN 3 WORO
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : [Link]
Fase / Kelas : B/3
Bab 1 : Ayo , Main !
Alokasi Waktu : 22 JP

B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik dapat mengenal penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan spasi.
2. Peserta didik dapat menyampaikan gagasan dengan penuh semangat.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak.
Melalui pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk
ekspresi keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar
menghormati budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau
cerita. Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk
memilih gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih
mereka untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau
cerita.
5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola
diri secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari
berdasarkan rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang
menyenangkan.
8. Komunikasi

BAB I | Ayo, Main!


Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan
komunikasi nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar
menyesuaikan ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. SARANA DAN PRASARANA/ALAT DAN BAHAN


1. Ruang Kelas
2. LCD Projector
3. Laptop
4. Jaringan Internet/Wifi
5. Buku Guru dan Buku Peserta didik Bahasa Indonesia kelas III, KBBI, serta sumber belajar lain
6. Mainan sesuai kegiatan
7. Karet gelang
8. Alat tulis dan alat warna
9. Kardus bekas kemasan makanan
10. Lem, gunting, dan kertas warna
11. Buku-buku bacaan

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus)

F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1 dan 4: Discovery Learning
3. Pertemuan 2 dan 5: Think-Pair-Share
4. Pertemuan 3 dan 6: Project Based Learning

G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Visualisasi, Simulasi Imajinatif dan Refleksi, Membaca Cerita, Analisis Isi Teks,
Umpan balik dan Pembelajaran Interakitf.
Pertemuan 2: Membaca Individu, Diskusi Berpasangan, Presentasi dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 3: Orientasi Proyek, Instruksi Langsung, Aktivitas Proyek Individu atau
Berpasangan, Observasi, Presentasi Hasil Proyek, Refleksi dan Penilaian
Formatif Proyek dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 4: Pembelajaran Berbasis Teks, Pertanyaan Pemantik, Penelitian Sederhana,
Diskusi Terstruktur, Presentasi, Refleksi Terbimbing dan Pembelajaran Interaktif.

BAB I | Ayo, Main!


Pertemuan 5: Membaca teks, Diskusi Berpasangan, Presentasi Hasil Pasangan dan
Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 6: Eksplorasi Topik Sesuai Minat, Perencanaan Bertahap, Kombinasi Aktivitas
Eksploratif, Pendampingan & Umpan Balik, Presentasi kelompok besar, Apresiasi
dan Evaluasi Guru dan Pembelajaran Interaktif.

KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat melakukan instruksi secara tepat dan antusias.
2. Peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dengan
benar.
3. Peserta didik mampu memilih ide pokok bacaan dengan tepat.
4. Peserta didik dapat menyebutkan perasaan tokoh dan menyebutkan perasaan sendiri tentang teks
tersebut dengan percaya diri.
5. Peserta didik dapat mengelompokkan benda sesuai kategori.
6. Peserta didik mampu menyebutkan nama dan fungsi tanda baca dengan benar.
7. Peserta didik dapat mengoreksi penggunaan spasi, huruf kapital, dan tanda baca secara tepat.
8. Peserta didik menuliskan pendapat tentang permainan yang disukai sesuai petunjuk yang diberikan
oleh guru.
9. Peserta didik dapat membuat kamus kotak dengan baik dan kreatif.
10. Peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang disebutkan dengan tepat.
11. Pesertadidik dapat menemukan kata-kata dengan bantuan gambar dan menyebutkan artinya
dengan tepat
12. Peserta didik dapat menyimak contoh dan melakukan praktik gerakan pemanasan sesuai instruksi.
13. Peserta didik dapat melengkapi kalimat rumpang dengan kata yang tepat.
14. Peserta didik dapat menunjukkan dengan tepat tempat yang aman dan tidak aman untuk bermain.
15. Peserta didik dapat berpartisipasi dalam diskusi secara aktif.
16. Peserta didik mampu menulis cerita singkat secara tepat.
17. Peserta didik dapat menuliskan teks eksposisi sederhana.

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi diskusi
an sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai
tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;

BAB I | Ayo, Main!


Elemen Capaian Pembelajaran
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diarahkan untuk menjadi komunikator yang baik, baik secara
lisan maupun tulisan. Mereka belajar menyimak dan melaksanakan instruksi dengan tepat, serta
mengucapkan kata-kata dengan artikulasi yang benar, termasuk kata-kata panjang yang terdiri dari tiga
suku kata atau lebih.
Peserta didik juga dilatih untuk memahami isi bacaan dengan mencari ide pokok secara tepat, serta
menumbuhkan empati dan kepercayaan diri dengan cara mengidentifikasi dan menyampaikan
perasaan tokoh serta perasaan mereka sendiri terhadap isi teks.
Kemampuan berpikir logis dan kritis diasah melalui kegiatan mengelompokkan benda berdasarkan
kategori, menggunakan tanda baca dan ejaan dengan benar, serta mengoreksi kesalahan dalam
tulisan. Hal ini membentuk dasar keterampilan menulis yang baik.
Peserta didik juga diajak menyampaikan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis, termasuk menulis
cerita singkat dan teks eksposisi sederhana sesuai struktur dan kaidah bahasa. Aktivitas seperti
membuat kamus kotak dan melengkapi kalimat rumpang menjadi sarana pengayaan kosakata dan
kreativitas.
Dengan bantuan gambar, peserta didik belajar menemukan dan memahami makna kata, serta
memperkuat pemahaman melalui praktik langsung seperti mengikuti instruksi gerakan dan
menunjukkan tempat bermain yang aman. Mereka juga dilatih untuk berdiskusi secara aktif,
membangun kemampuan berbicara, mendengarkan, dan menghargai pendapat orang lain.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini membantu peserta didik menjadi pribadi yang komunikatif, kritis,
percaya diri, tertib berbahasa, serta memiliki empati dan keterampilan literasi dasar yang kuat, baik
dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran lintas mata pelajaran.

D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning:
1. Apa yang kamu pikirkan ketika melihat teman-temanmu sedang bermain? Apakah kamu pernah
mencoba mengamati aturan dalam permainan itu? Bagaimana cara kamu memahaminya?
2. Coba pikirkan, apa permainan tradisional yang sering kamu lihat? Apakah ada aturan yang harus
diikuti dalam permainan itu?
3. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan jika menemukan kata baru yang belum kamu pahami?
Bagaimana cara kamu mencari artinya?”
4. Apa yang kamu rasakan ketika bermain permainan fisik seperti lompat tali atau akrobat? Apakah
tubuhmu merasakan sesuatu yang berbeda?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat bermain petak umpet? Bagaimana cara kamu memilih
tempat untuk bersembunyi?
6. Coba pikirkan, apa permainan kesukaanmu? Bagaimana cara kamu memainkannya?
Meaningful Learning:
7. Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari?
8. Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari?

BAB I | Ayo, Main!


9. Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari?”
10. Mengapa kita perlu pemanasan sebelum bermain atau berolahraga? Apa manfaatnya bagi tubuh
kita?
11. Mengapa kita harus bersembunyi di tempat yang aman? Apa manfaatnya bagi keselamatan kita?
12. Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari?
Joyful Learning:
13. Ayo tebak, berapa jumlah pemain dalam permainan lompat tali? Berapa jumlah kursi dalam
permainan pulau kursi jika ada 5 anak yang bermain?
14. Bayangkan kamu sedang bermain egrang. Apa yang kamu rasakan saat naik perlahan-lahan?
Bagaimana cara menjaga keseimbangan?
15. Bayangkan kamu punya kotak ajaib yang bisa menyimpan semua kata-kata baru. Apa nama kotak
itu? Apa saja yang akan kamu simpan di dalamnya?
16. Bayangkan kamu sedang menjadi pemain akrobat di sirkus. Gerakan apa yang akan kamu
lakukan? Bagaimana cara kamu melakukannya?
17. Bayangkan kamu sedang bermain petak umpet di sekolah. Di mana tempat favoritmu untuk
bersembunyi? Mengapa kamu memilih tempat itu?
18. Bayangkan kamu sedang bermain petak umpet atau lompat tali. Apa yang kamu rasakan saat
bermain? Apakah ada kata-kata baru yang kamu pelajari dari permainan itu?

E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, Buku cerita anak,
dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (4 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Apa yang kamu pikirkan ketika melihat teman-temanmu sedang bermain? Apakah
kamu pernah mencoba mengamati aturan dalam permainan itu? Bagaimana cara
kamu memahaminya?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari?”
 Joyful Learning:
“Ayo tebak, berapa jumlah pemain dalam permainan lompat tali? Berapa jumlah
kursi dalam permainan pulau kursi jika ada 5 anak yang bermain?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 "Adakah permainan yang kalian sukai? Mengapa kalian suka permainan itu?"
 "Bagaimana rasanya ketika bermain bersama teman-teman?"
 “Apakah kalian pernah gagal dalam permainan? Bagaimana perasaan kalian saat
itu?”
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Stimulation (15 menit) menit
Metode: Visualisasi
Siap Siap Belajar
1. Guru menampilkan gambar berbagai permainan tradisional, seperti lompat tali, congklak,
dan pulau kursi.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk mengamati gambar dengan cermat
dan mencatat permainan yang mereka kenali.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan konsep permainan tradisional dengan
pengalaman nyata peserta didik.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar) dan simulasi
sederhana (permainan pulau kursi) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif
dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: "Adakah permainan
yang kalian sukai? Mengapa kalian suka permainan itu?"
 Guru juga mengajak peserta didik bermain "Pulau Kursi" secara singkat untuk
membangun suasana belajar yang menyenangkan.

Sintaks 2: Problem Statement (20 menit)


Metode: Simulasi Imajinatif dan Refleksi
Menyimak
2. Guru memberikan petunjuk untuk permainan "Pulau Kursi":
 Duduklah di sebuah kursi dan bayangkan kalian tinggal di pulau sebesar kursi.
 Jangan bergerak selama 30 detik. Waspadalah, di sekeliling kursi adalah lautan.
 Setelah waktu habis, peserta didik diminta menjawab: "Mana yang lebih kalian sukai,
bergerak bebas atau diam seperti di pulau kursi? Mengapa?"
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat memahami, guru memberikan pertanyaan
tambahan seperti: "Bagaimana cara kalian bertahan jika kalian benar-benar hidup
di pulau kecil?"

Sintaks 3: Data Collection (30 menit)


Metode: Membaca Cerita
Membaca
3. Guru meminta peserta didik membaca teks "Lompat Tali" dengan cermat.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk mencatat kosakata baru dan
maknanya.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan cerita dengan pengalaman peserta didik
saat bermain lompat tali.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar ilustrasi) untuk
membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Proses: Peserta didik dibagi menjadi kelompok heterogen untuk
mendiskusikan:
 "Bagaimana perasaan Tio ketika gagal dalam permainan? Apakah kalian pernah
merasakan hal serupa?"
 "Apa yang kalian lihat dalam gambar ilustrasi cerita 'Lompat Tali'?"

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Sintaks 4: Data Processing (35 menit)


Metode: Analisis Isi Teks
Bahas Bahasa
4. Guru memandu peserta didik untuk:
a. Mengidentifikasi ide pokok cerita "Lompat Tali".
b. Memilih jawaban yang tepat tentang isi cerita.
c. Mengamati tanda baca dalam cerita dan memasangkannya dengan fungsinya.
d. Menyalin cerita "Congklak" dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan Diskusi Terbuka, misalnya: "Apa yang kalian pelajari tentang
tanda baca dalam cerita ini?"
 Guru juga menggunakan Role Play, di mana beberapa peserta didik diminta untuk
memerankan karakter dalam cerita "Lompat Tali".
Diferensiasi Produk:
 Peserta didik diberi pilihan untuk menyelesaikan tugas dalam bentuk lisan
(ceritakan isi cerita), tulisan (salin cerita dengan huruf kapital), atau gambar (buat
ilustrasi cerita).

Sintaks 5: Verification & Generalization (10 menit)


Metode: Umpan balik
Refleksi
5. Guru membahas hasil pekerjaan peserta didik dan memberikan umpan balik.
6. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan bahwa membaca cerita dapat
membantu kita memahami perasaan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
permainan tradisional adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dan sistematis dalam memahami isi
cerita.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat ilustrasi cerita atau
menciptakan permainan baru.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa membaca cerita pendek lainnya dan mencatat
ide pokok cerita tersebut.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kedua (3 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa permainan tradisional yang sering kamu lihat? Apakah ada
aturan yang harus diikuti dalam permainan itu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain egrang. Apa yang kamu rasakan saat naik
perlahan-lahan? Bagaimana cara menjaga keseimbangan?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Adakah permainan yang kalian sukai? Mengapa kalian suka permainan itu?"
 "Apakah kalian pernah melihat orang bermain catur? Apa pendapat kalian tentang
permainan ini?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 75 menit
Sintaks 1: Think (Berpikir) (20 menit)
Metode: Membaca Individu
1. Guru meminta peserta didik membaca teks “Main Egrang” secara individu.
2. Peserta didik diminta mencatat penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang kurang
tepat dalam teks tersebut.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail teks, seperti
penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya menulis
teks yang jelas dan rapi agar mudah dipahami oleh pembaca.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar anak-anak bermain
egrang) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat memahami, guru memberikan tambahan
tugas seperti mencatat kosakata baru dalam teks.

Sintaks 2: Pair (Berbagi Pasangan) (25 menit)


Metode: Diskusi Berpasangan
3. Peserta didik berpasangan untuk mendiskusikan catatan mereka tentang teks “Main
Egrang”.
4. Setiap pasangan diminta untuk memperbaiki teks bersama-sama, termasuk penggunaan
huruf kapital dan tanda baca
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Diskusi Terbuka, misalnya: “Apa yang kalian temukan
dalam teks ini? Bagaimana cara memperbaikinya?”
 Guru juga menggunakan Role Play, di mana beberapa pasangan diminta untuk
memerankan bagaimana cara bermain egrang sesuai teks yang telah diperbaiki.
Diferensiasi Proses
 Peserta didik dibagi menjadi pasangan heterogen untuk memastikan kolaborasi
antara peserta didik yang berbeda kemampuan.

Sintaks 3: Share (Berbagi Kelompok) (30 menit)


Metode: Presentasi
5. Setiap pasangan mempresentasikan hasil perbaikan teks mereka kepada kelompok
besar.
6. Guru memandu peserta didik untuk:

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
a. Membuat daftar permainan yang disukai dan tidak disukai, serta alasan di balik
pilihan mereka.
b. Menulis kalimat sederhana seperti:
“Aku suka bermain [nama permainan] karena [alasan].”
“Aku tidak suka bermain [nama permainan] karena [alasan].
c. Mendiskusikan apakah catur adalah olahraga, kemudian mencatat kesimpulan
diskusi tersebut.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Menurut kalian, apakah
catur termasuk olahraga? Mengapa?”
 Guru juga menggunakan Game Interaktif, seperti meminta peserta didik menebak
permainan tradisional berdasarkan deskripsi singkat.
Diferensiasi Produk:
 Peserta didik diberi pilihan untuk menyelesaikan tugas dalam bentuk lisan
(ceritakan alasan pilihan permainan), tulisan (buat daftar permainan favorit), atau
gambar (ilustrasikan permainan yang disukai).
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengakitkan pembelajaran dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
permainan tradisional adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dan sistematis dalam memperbaiki teks
serta mendiskusikan pendapat tentang permainan catur.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat daftar permainan
favorit atau menggambarkan permainan.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi pasangan dan
kelompok.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita pendek tentang permainan
tradisional favorit mereka.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Ketiga (3 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan jika menemukan kata baru yang belum
kamu pahami? Bagaimana cara kamu mencari artinya?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari?”

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu punya kotak ajaib yang bisa menyimpan semua kata-kata baru.
Apa nama kotak itu? Apa saja yang akan kamu simpan di dalamnya?”
4. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar dua kotak bekas kemasan
makanan. Kemudian bertanya kepada peserta didik:
 "Apa yang bisa kita buat dari kotak bekas ini?"
 "Jika kita ingin membuat sesuatu yang berguna untuk belajar bahasa, apa ide
kalian?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 75 menit
Sintaks 1: Memilih Topik/Proyek (10 menit)
Metode: Orientasi Proyek
1. Guru memperkenalkan proyek “Kamus Kotak” sebagai media untuk menyimpan
kosakata baru.
2. Guru menjelaskan bahwa setiap peserta didik akan membuat Kamus Kotak sendiri
menggunakan bahan daur ulang seperti kotak bekas kemasan makanan.

Sintaks 2: Merencanakan Proyek (10 menit)


Metode: Instruksi Langsung
3. Guru membagikan langkah-langkah pembuatan Kamus Kotak kepada peserta didik:
 Ambil satu kotak, gunting menjadi kartu berukuran 10 x 10 cm.
 Ambil kotak yang satu lagi, buang bagian atasnya.
 Tuliskan “KAMUS KOTAK” dan nama masing-masing peserta didik pada selembar
kertas.
 Tempelkan tulisan tersebut pada kotak.
 Masukkan kartu-kartu kosakata ke dalam Kamus Kotak.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap langkah pembuatan
Kamus Kotak dan mencatat kosakata baru yang akan disimpan.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya belajar
kosakata baru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar hasil akhir Kamus
Kotak) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 3: Melaksanakan Proyek (30 menit)


Metode: Aktivitas Proyek Individu atau Berpasangan
4. Peserta didik mulai membuat Kamus Kotak secara individu atau berpasangan.
5. Guru membimbing peserta didik dalam setiap langkah, termasuk cara menggunakan
gunting dengan aman dan rapi.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa kata baru yang
ingin kamu simpan di Kamus Kotak-mu?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara menyimpan kartu kosakata ke dalam Kamus Kotak.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menulis kalimat sederhana menggunakan kosakata baru.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah secara langsung.

Sintaks 4: Memonitor Proyek (10 menit)


Metode: Observasi
6. Guru memantau perkembangan proyek peserta didik dan memberikan umpan balik.

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
7. Guru memastikan setiap peserta didik telah menyelesaikan Kamus Kotak mereka
dengan baik.

Sintaks 5: Menyajikan Hasil Proyek (10 menit)


Metode: Presentasi Hasil Proyek
8. Setiap peserta didik mempresentasikan Kamus Kotak mereka kepada teman-teman
sekelas.
9. Peserta didik diminta untuk menunjukkan beberapa kartu kosakata yang telah mereka
simpan dan menjelaskan artinya.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Role Play, di mana beberapa peserta didik diminta untuk
memerankan cara menggunakan kosakata baru dalam percakapan sehari-hari.

Sintaks 6: Mengevaluasi Proyek (5 menit)


Metode: Refleksi dan Penilaian Formatif Proyek
10. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik atas usaha mereka dalam
menyelesaikan proyek Kamus Kotak.
11. Guru mengevaluasi hasil proyek berdasarkan kerapihan, kreativitas, dan jumlah
kosakata yang berhasil dikumpulkan.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Kaitan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk bahan
daur ulang adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memilih kosakata baru yang
bermanfaat.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam mendesain Kamus Kotak
mereka.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Kemandirian
Guru mengapresiasi peserta didik yang mampu menyelesaikan proyek secara
mandiri.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa mencari 3 kosakata baru di rumah dan
menuliskannya di kartu untuk disimpan di Kamus Kotak.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Keempat (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
“Apa yang kamu rasakan ketika bermain permainan fisik seperti lompat tali atau
akrobat? Apakah tubuhmu merasakan sesuatu yang berbeda?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu pemanasan sebelum bermain atau berolahraga? Apa
manfaatnya bagi tubuh kita?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang menjadi pemain akrobat di sirkus. Gerakan apa yang
akan kamu lakukan? Bagaimana cara kamu melakukannya?”
4. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah mencoba gerakan seperti akrobat atau pemanasan? Apa
yang kalian rasakan?"
 "Jika kalian ingin menjadi pemain akrobat, apa yang harus kalian lakukan untuk
mencapainya?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Stimulation (15 menit) menit
Metode: Pembelajaran Berbasis Teks
1. Guru menampilkan teks bacaan tentang akrobat dan gambar anak-anak melakukan
gerakan pemanasan.
2. Peserta didik diminta membaca teks dengan nyaring dan memperhatikan kata-kata yang
diberi tanda kuning.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail teks, seperti
arti kata-kata yang diberi tanda kuning.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya
memahami tubuh kita saat bermain atau berolahraga.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar akrobat dan
pemanasan) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa kesamaan kata-
kata yang diberi tanda kuning?
Diferensiasi Konten
 Guru menyediakan variasi konten dengan tema berbeda sesuai minat peserta
didik, seperti "Gerakan Senam" atau "Aktivitas Fisik di Sekolah."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih topik alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan teks tentang akrobat.

Sintaks 2: Problem Statement (15 menit)


Metode: Pertanyaan Pemantik
3. Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi masalah yang muncul dalam teks,
seperti:
 "Mengapa otot bisa cedera jika tidak melakukan pemanasan?"
 "Bagaimana cara menghindari cedera otot saat bermain?"
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat memahami, guru memberikan pertanyaan
tambahan seperti: “Apa manfaat otot dalam tubuh kita?”
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk memahami teks.

Sintaks 3: Data Collection (30 menit)


Metode: Penelitian Sederhana
4. Guru memandu peserta didik untuk mencari informasi tambahan tentang otot dan
manfaatnya melalui buku, majalah, poster, atau internet (jika tersedia).
5. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan:

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Apa manfaat otot dalam tubuh?
 Apakah bermain juga bermanfaat bagi otot?
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk mencatat informasi penting yang
mereka temukan.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya menjaga
kesehatan tubuh saat bermain.
 Joyful Learning: Guru menggunakan simulasi sederhana, seperti meminta
peserta didik melakukan gerakan pemanasan ringan di kelas.
Diferensiasi Proses:
 Peserta didik dibagi menjadi kelompok heterogen untuk memastikan kolaborasi
antara peserta didik yang berbeda kemampuan.

Sintaks 4: Data Processing (25 menit)


Metode: Diskusi Terstruktur
6. Setiap kelompok diminta untuk menyusun gagasan dari informasi yang telah
dikumpulkan.
7. Guru membimbing peserta didik untuk menjawab pertanyaan
 “Apa manfaat otot dalam tubuh?”
 “Bagaimana cara menghindari cedera otot?”
 Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Diskusi Terbuka, misalnya: “Apa yang kalian pelajari
tentang otot dari pencarian informasi ini?”
 Guru juga menggunakan Role Play, di mana beberapa peserta didik diminta
untuk memerankan cara melakukan pemanasan sebelum bermain.

Sintaks 5: Verification (15 menit)


Metode: Presentasi
8. Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada
kelompok besar.
9. Guru memberikan umpan balik dan memastikan semua peserta didik memahami materi.

Sintaks 6: Generalization (10 menit)


Metode: Refleksi Terbimbing
10. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan bahwa:
 Otot adalah bagian penting tubuh yang membantu kita bergerak.
 Pemanasan sebelum bermain atau berolahraga sangat penting untuk menghindari
cedera.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Kaitan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk tubuh
kita adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami manfaat otot dan cara
menjaganya.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam menyusun gagasan tentang
otot.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa berupa membuat catatan jurnal membaca
tentang sebuah buku yang bercerita tentang permainan.

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kelima (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat bermain petak umpet? Bagaimana
cara kamu memilih tempat untuk bersembunyi?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita harus bersembunyi di tempat yang aman? Apa manfaatnya bagi
keselamatan kita?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain petak umpet di sekolah. Di mana tempat
favoritmu untuk bersembunyi? Mengapa kamu memilih tempat itu?”
4. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar dua kotak bekas kemasan
makanan. Kemudian bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah bermain petak umpet? Di mana biasanya kalian
bersembunyi?"
 "Bagaimana rasanya ketika berhasil menemukan temanmu yang bersembunyi?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Think (berpikir) (25 menit) menit
Metode: Membaca teks
1. Guru meminta peserta didik membaca teks “Petak Umpet” dan memperhatikan denah
yang disajikan.
2. Peserta didik diminta melengkapi kalimat-kalimat berikut dengan kata-kata yang tersedia
dalam kotak:
 “Semua pemain melakukan hom pim pah.”
 “Pemain yang kalah jadi .......................”
 “Penjaga menutup .......................”
 “Satu, dua, tiga ... dia berhitung sampai sepuluh.”
 “....................... lain bersembunyi.”
 “Setelah itu, penjaga ....................... pemain yang lain.”
3. Setelah melengkapi kalimat, peserta didik mencatat semua kalimat tersebut dalam buku
tulis mereka.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail teks dan
denah untuk memahami cara bermain petak umpet.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya memilih
tempat yang aman saat bermain.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar denah) untuk
membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Konten:

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Untuk peserta didik yang lebih cepat memahami, guru memberikan tugas
tambahan seperti menulis cerita singkat tentang pengalaman mereka bermain
petak umpet.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk melengkapi kalimat.

Sintaks 2: (Berbagi Pasangan) (35 menit)


Metode: Diskusi berpasangan
4. Peserta didik berpasangan untuk mendiskusikan jawaban mereka tentang kalimat yang
telah dilengkapi.
5. Pasangan juga diminta untuk menandai denah dengan memberi tanda (✓) pada tempat
yang aman dan tanda (x) pada tempat yang berbahaya.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Diskusi Terbuka, misalnya: “Mengapa tempat ini
aman/tidak aman untuk bersembunyi?”
 Guru juga menggunakan Role Play, di mana beberapa pasangan diminta untuk
memerankan cara bermain petak umpet sesuai aturan.
Diferensiasi Proses:
 Peserta didik dibagi menjadi pasangan heterogen untuk memastikan kolaborasi
antara peserta didik yang berbeda kemampuan.

Sintaks 3: Share (Berbagi Kelompok) (50 menit)


Metode: Presentasi Hasil Pasangan
6. Setiap pasangan mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok besar,
termasuk alasan mereka memilih tempat yang aman atau berbahaya.
7. Guru memandu peserta didik untuk membuat tabel “Pendapat Teman-temanku” di buku
tulis mereka.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk mencatat pendapat teman-teman
mereka tentang tempat yang aman dan berbahaya.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya menjaga
keselamatan saat bermain.
 Joyful Learning: Guru menggunakan simulasi sederhana, seperti meminta
peserta didik mendemonstrasikan cara bersembunyi di tempat yang aman.
Diferensiasi Produk:
 Peserta didik diberi pilihan untuk menyelesaikan tugas dalam bentuk lisan
(ceritakan alasan memilih tempat), tulisan (buat tabel pendapat), atau gambar
(ilustrasikan tempat yang aman).
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Kaitan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
permainan tradisional adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memilih tempat yang aman saat
bermain
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam mendeskripsikan tempat
yang aman atau berbahaya..
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa berupa membuat catatan jurnal membaca
tentang sebuah buku yang bercerita tentang permainan.

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Keenam (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa permainan kesukaanmu? Bagaimana cara kamu
memainkannya?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain petak umpet atau lompat tali. Apa yang kamu
rasakan saat bermain? Apakah ada kata-kata baru yang kamu pelajari dari
permainan itu?”
4. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah menyelesaikan teka-teki silang? Apa yang kalian temukan
di dalamnya?"
 “Jika kalian bisa membuat kamus sendiri, apa nama kamus itu? Apa saja yang akan
kalian simpan di dalamnya?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Memilih Topik/Proyek (10 menit) menit
Metode: Eksplorasi Topik Sesuai Minat
1. Guru memperkenalkan proyek “Kamus Kotak dan Menulis Cerita Permainan.”
2. Guru menjelaskan bahwa setiap peserta didik akan:
a. Menyelesaikan teka-teki silang untuk menemukan kosakata baru.
b. Membuat cerita singkat tentang permainan kesukaan mereka.
c. Memasukkan kosakata baru ke dalam Kamus Kotak yang telah dibuat sebelumnya.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi konten dengan tema berbeda sesuai minat peserta
didik, seperti "Permainan Tradisional" atau "Aktivitas di Sekolah."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih topik alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan permainan modern.

Sintaks 2: Merencanakan Proyek (10 menit)


Metode: Perencanaan Bertahap
3. Guru membagikan langkah-langkah proyek kepada peserta didik
a. Selesaikan teka-teki silang untuk menemukan kosakata baru.
b. Tuliskan arti setiap kosakata baru ke dalam Kamus Kotak.
c. Tulis cerita singkat tentang permainan kesukaan kalian menggunakan panduan
yang diberikan.
d. Tukarkan cerita dengan teman dan buat catatan tentang cerita teman.
Deep Learning:

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail teka-teki
silang dan mencatat kosakata baru.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya belajar
kosakata baru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar teka-teki silang dan
Kamus Kotak) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti mencari kosakata baru dari sumber lain (buku, internet, atau kamus).
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menyelesaikan teka-teki silang atau menulis
cerita.

Sintaks 3: Melaksanakan Proyek (50 menit)


Metode: Kombinasi Aktivitas Eksploratif
Teka-Teki Silang Kosakata Baru (20 menit)
4. Peserta didik diminta menyelesaikan teka-teki silang untuk menemukan kosakata baru.
5. Setelah menyelesaikan teka-teki silang, peserta didik mencatat kosakata baru dan
artinya ke dalam Kamus Kotak.
Menulis Cerita Permainan (30 menit)
6. Peserta didik diminta menulis cerita singkat tentang permainan kesukaan mereka
menggunakan panduan:
a. Nama permainan kesukaan:
b. Mengapa kalian suka permainan itu?
c. Dengan siapa kalian memainkannya?
d. Di mana kalian memainkannya?
e. Bagaimana cara memainkannya?
f. Apa yang harus kalian lakukan untuk memainkannya dengan aman?
g. Apa manfaat yang kalian rasakan setelah bermain?
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa permainan
kesukaanmu? Bagaimana cara kamu memainkannya?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara bermain permainan kesukaan mereka.

Sintaks 4: Memonitor Proyek (15 menit)


Metode: Pendampingan & Umpan Balik
7. Guru memantau perkembangan proyek peserta didik dan memberikan umpan balik.
8. Guru memastikan setiap peserta didik telah menyelesaikan teka-teki silang, menulis
cerita, dan memasukkan kosakata baru ke dalam Kamus Kotak.

Sintaks 5: Menyajikan Hasil Proyek (15 menit)


Metode: Presentasi kelompok besar
9. Setiap peserta didik mempresentasikan cerita mereka kepada kelompok besar.
10. Teman-teman diminta untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan tentang cerita
tersebut.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menggambar ilustrasi cerita mereka.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah secara langsung.

Sintaks 6: Mengevaluasi Proyek (10 menit)


Metode: Apresiasi dan Evaluasi Guru
11. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik atas usaha mereka dalam
menyelesaikan proyek.

BAB I | Ayo, Main!


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
12. Guru mengevaluasi hasil proyek berdasarkan kerapihan, kreativitas, dan jumlah
kosakata yang berhasil dikumpulkan.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Kaitan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
permainan tradisional adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam menulis cerita dan memilih
kosakata baru.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam menulis cerita dan
mendesain Kamus Kotak mereka.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa berupa membuat catatan jurnal membaca
tentang sebuah buku yang bercerita tentang permainan.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
 Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai.
1. Diagnostik
 Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan dan
2. Formatif
pengetahuan selama peserta didik mempelajari bab 1,
yaitu ayo, bemain!
3. Sumatif Tertulis (Soal Pilihan Ganda)

H. KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Kegiatan Remedial:
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan materi
dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk
memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
2. Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru memberikan
kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya terhadap materi yang
telah dipelajari.

I. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


1. Refleksi Guru
No Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa
yang saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?

BAB I | Ayo, Main!


No Pertanyaan Jawaban
2. Pelajaran apa yang saya dapatkan selama
pembelajaran?
3. Apa yang ingin saya ubah untuk
meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/
hasil pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki
sekarang, apa yang akan saya
lakukan jika harus mengajar kegiatan yang sama
di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif
ketika mengajar, dan mengapa menurut guru?
6. Pada langkah ke berapa peserta didik paling
belajar banyak?
7. Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan
saat mengerjakan tugas akhir mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut
dan apa peran saya pada saat itu?
9. ……………….
10. ……………….

2. Refleksi Peserta Didik


Isi dengan tanda centang (✓), ya, sesuai dengan apa saja yang sudah kalian pelajari!
Sudah Masih Perlu
Tentang Bab “Ayo, Main!”
Dapat Belajar Lagi
1. Saya dapat menemukan dan mengelompokkan gambar
benda.
2. Saya dapat memeriksa penggunaan huruf kapital, tanda
baca, dan spasi.
3. Saya dapat menyampaikan gagasan dengan penuh
semangat.
4. Saya dapat memahami dan mengikuti instruksi guru.
5. Saya dapat menyebutkan cara bermain dengan aman.
6. Saya dapat memilih tempat bermain yang aman.
Jawablah dalam buku tulis.
1. Apakah menurut kalian bermain itu bermanfaat?
□ Tidak □ Ya
2. Tuliskan alasannya.
………………………………………………………………………..

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001NIP. -

BAB I | Ayo, Main!


LAMPIRAN

A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal
meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama
belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan
minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?

b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
Apa yang kamu pikirkan ketika melihat teman-temanmu sedang bermain? Apakah
1. kamu pernah mencoba mengamati aturan dalam permainan itu? Bagaimana cara
kamu memahaminya?
Coba pikirkan, apa permainan tradisional yang sering kamu lihat? Apakah ada
2.
aturan yang harus diikuti dalam permainan itu?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan jika menemukan kata baru yang belum
3.
kamu pahami? Bagaimana cara kamu mencari artinya?”
Apa yang kamu rasakan ketika bermain permainan fisik seperti lompat tali atau
4.
akrobat? Apakah tubuhmu merasakan sesuatu yang berbeda?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat bermain petak umpet? Bagaimana
5.
cara kamu memilih tempat untuk bersembunyi?
Coba pikirkan, apa permainan kesukaanmu? Bagaimana cara kamu
6.
memainkannya?
Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
7.
kehidupan sehari-hari?
Mengapa kita perlu belajar tentang permainan tradisional? Apa manfaatnya dalam
8.
kehidupan sehari-hari?
Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan
9.
sehari-hari?”
Mengapa kita perlu pemanasan sebelum bermain atau berolahraga? Apa
10.
manfaatnya bagi tubuh kita?
Mengapa kita harus bersembunyi di tempat yang aman? Apa manfaatnya bagi
11.
keselamatan kita?
Mengapa kita perlu belajar kosakata baru? Apa manfaatnya dalam kehidupan
12.
sehari-hari?
Ayo tebak, berapa jumlah pemain dalam permainan lompat tali? Berapa jumlah
13.
kursi dalam permainan pulau kursi jika ada 5 anak yang bermain?
Bayangkan kamu sedang bermain egrang. Apa yang kamu rasakan saat naik
14.
perlahan-lahan? Bagaimana cara menjaga keseimbangan?
Bayangkan kamu punya kotak ajaib yang bisa menyimpan semua kata-kata baru.
15.
Apa nama kotak itu? Apa saja yang akan kamu simpan di dalamnya?
Bayangkan kamu sedang menjadi pemain akrobat di sirkus. Gerakan apa yang
16.
akan kamu lakukan? Bagaimana cara kamu melakukannya?

BAB I | Ayo, Main!


No Pertanyaan
Bayangkan kamu sedang bermain petak umpet di sekolah. Di mana tempat
17.
favoritmu untuk bersembunyi? Mengapa kamu memilih tempat itu?
Bayangkan kamu sedang bermain petak umpet atau lompat tali. Apa yang kamu
18. rasakan saat bermain? Apakah ada kata-kata baru yang kamu pelajari dari
permainan itu?

2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Nama Aspek Penilaian
No Peserta Tanggung
Religius Komunikatif Demokratis
Didik Jawab
1.
2.
3.
4.
5.
Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah menunjukan
sikap/perilaku tersebut.

b. Instrumen Penilaian Observasi dan Tanya Jawab


Observasi Terhadap Diskusi dan Tanya Jawab
Pernyataan
Pengungkapan Ketepatan
Nama Peserta Kebenaran
No Gagasan yang Penggunaan Skor
Didik Konsep
Orisinil Istilah
1 2 1 2 1 2
1.
2.
3.
4.
5.
Keterangan: 1 = tidak, 2 = ya
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus berikut

c. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan


Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan
Aspek Penilaian
No Nama Peserta Didik Jumlah Nilai
1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.

BAB I | Ayo, Main!


Aspek dan Rubrik Penilaian
No Aspek Penilaian Nilai Perolehan Nilai
1. Kejelasan dan kedalaman informasi
a. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap, dan
30
relevan dengan topik/tema yang didiskusikan.
b. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap,
tetapi kurang relevan dengan topik/tema yang 20
didiskusikan.
c. Informasi disampaikan secara jelas, tetapi kurang
10
lengkap.
2. Keaktifan dalam berdiskusi
a. Sangat aktif dalam diskusi. 30
b. Cukup aktif dalam diskusi. 20
c. Kurang aktif dalam diskusi. 20
3. Kejelasan dan kerapian dalam presentasi
a. Presentasi sangat jelas dan rapi. 40
b. Presentasi cukup jelas dan rapi. 30
c. Presentasi dengan jelas tetapi kurang rapi. 20
d. Presentasi dengan kurang jelas dan kurang rapi. 10

Perhitungan Perolehan nilai


Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi dari perolehan nilai untuk setiap aspek dengan
ketentuan sebagai berikut :
Jika peserta didik pada aspek pertama memperoleh nilai 20, aspek kedua 30, aspek keempat 40, maka
total perolehan nilainya adalah 90.

d. Instrumen Penilaian Kompetensi Pengetahuan


1) Penilaian kognitif pertemuan pertama
Soal
Pasangkan dengan tanda baca yang tepat!

2) Penilaian kognitif pertemuan kedua


Soal
Lengkapi kalimat ini dan catatlah dalam buku tulis.
Kalian dapat menulis tiga hingga lima jenis permainan.
Aku suka bermain .................................. karena .................................
Aku tidak suka bermain .............................. karena ..............................

3) Penilaian kognitif pertemuan kelima


Soal
Lengkapi kalimat-kalimat ini dengan kata-kata di dalam kotak.

BAB I | Ayo, Main!


Soal

4) Penilaian kognitif pertemuan keenam


Soal
Temukan kosakata baru.

Mendatar Menurun
2. Meregangkan badan 1. Olahraga tanpa pemanasan dapat menyebabkan
setelah bangun tidur ..........
4. Rajin, bersemangat 2. Melilit, mengikat, melingkari
3. Ada aksi melompat dan berjalan di atas tali

3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta
didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi
dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Tanda baca untuk mengakhiri kalimat tanya yaitu ….
a. Tanda tanya b. Tanda seru

c. Tanda titik d. Tanda koma

2. Tanda baca untuk mengakhiri kalimat perintah atau seruan yaitu ….


a. Tanda tanya b. Tanda seru
c. Tanda titik d. Tanda koma
3. Tanda baca untuk mengakhiri kalimat berita yaitu ….
a. Tanda tanya b. Tanda seru

c. Tanda titik d. Tanda koma

4. Awal kalimat selalu diawali dengan huruf ….

BAB I | Ayo, Main!


a. Hijaiyah b. Kecil

c. Tegak bersambung d. Kapital


5. Penulisan kalimat tanya yang tepat adalah ....
a. Kenapa Faza tinggal kelas? b. Kenapa Faza tinggal kelas!

c. Kenapa Faza tinggal kelas, d. Kenapa Faza tinggal kelas.


6. Perhatikan kalimat berikut!
Jaka membeli buah durian
Tanda titik yang tepat diletakkan setelah kata ....
a. Membeli b. Buah

c. Durian d. Jaka

7. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!


1) Pisang ambon bukanlah pisang yang berasal dari Ambon.
2) Di Kalimantan terdapat Suku Dayak yang masih memegang teguh budaya leluhurnya.
3) Orang dari Timur Tengah itu pandai menggunakan Bahasa Jawa.
4) Taman itu ditanami bunga mawar, melati, dan tulip.
Kalimat yang menggunakan huruf kapital secara tepat ditunjukkan oleh nomor ….
a. (1) dan (2) b. (2) dan (3)

c. (1) dan (4) d. (3) dan (4)

8. Huruf kapital digunakan pada nama ....


a. Hewan b. Orang

c. Tumbuhan d. Angka

9. Perhatikan kalimat berikut!


Tegar membaca novel orang-orang proyek karya ahmad tohari.
Perbaikan penggunaan huruf kapital dalam kalimat di atas yang tepat adalah ….
a. Tegar Membaca novel Orang-orang b. Tegar membaca novel orang-orang
Proyek karya Ahmad Tohari. proyek karya Ahmad Tohari.
c. Tegar membaca novel Orang-Orang d. Tegar membaca novel Orang-orang
Proyek karya Ahmad Tohari. Proyek karya ahmad tohari.
10. Perhatikan kalimat berikut!
Aku lahir pada hari jumat di kota brebes.
Perbaikan penggunaan huruf kapital dalam kalimat di atas yang tepat adalah ….
a. Aku lahir Pada hari jumat di Kota brebes. b. Aku lahir pada Hari Jumat di Kota
Brebes.
c. Aku lahir pada hari jumat di kota brebes. d. Aku lahir pada hari Jumat di Kota
Brebes.

Kunci Jawaban
1. A 6. B
2. B 7. C
3. C 8. B
4. D 9. C
5. A 10. D

BAB I | Ayo, Main!


Pedoman Penilaian:
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Nilai: × 100
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍

BAB I | Ayo, Main!


B. LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

Kamus Kotak

A. Tujuan
Melalui kegiatan projek, peserta didik dapat membuat kamus kotak dengan baik dan kreatif.

B. Alat dan Bahan


1. Dua kotak bekas kemasan makanan
2. Gunting dan lem
3. Kertas dan beberapa buah spidol
*menyesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik

C. Instruksi Kerja
1. Ambil satu kotak, gunting menjadi kartu berukuran 10 x 10 cm.
2. Ambil kotak yang satu lagi, buang bagian atasnya.
3. Ambil selembar kertas, tuliskan “KAMUS KOTAK” dan nama kalian.
4. Tempelkan tulisan itu pada kotak.
5. Masukkan kartu-kartu kalian ke dalam Kamus Kotak.

BAB I | Ayo, Main!


BAB I | Ayo, Main!
C. BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK GURU
Bahan bacaan untuk peserta didik dan guru diambilkan dari buku siswa dan buku guru Bahasa
Indonesia kelas III dan media ajar guru Indonesia. Serta bisa juga menambahkan dari sumber internet
yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Akrobat Kemahiran dalam melakukan berbagai ketangkasan
(seperti berjalan di atas tali, naik sepeda beroda satu)
2. Ancang-ancang Persiapan hendak berbuat sesuatu; langkah akan
melompat dan sebagainya; anju; n Olr gerakan permulaan
untuk mendapat kecepatan pada waktu akan melakukan
suatu bentuk gerakan (lompat jauh, tolak peluru, lempar
lembing, lempar cakram, menendang bola, dan
sebagainya)
3. Bahaya Yang (mungkin) mendatangkan kecelakaan (bencana,
kesengsaraan, kerugian, dan sebagainya)
4. Berlatih Belajar dan membiasakan diri agar mampu (dapat)
melakukan sesuatu; berbuat agar menjadi biasa
5. Bugar Sehat dan segar (tentang badan)
6. Cedera Cacat (luka) sedikit
7. Giat Rajin, bergairah, dan bersemangat; tangkas dan kuat
8. Hati-hati Ingat-ingat; hemat-hemat; waspada
9. Ide Rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-
cita
10. Kuat Banyak tenaganya (gayanya, dayanya); mampu
mengangkat (mengangkut dan sebagainya) banyak; tahan
(tidak mudah patah, rusak, putus, dan sebagainya); awet;
mempunyai keunggulan (kecakapan dan sebagainya)
dalam suatu pengetahuan (kecakapan)
11. Lentur Mudah dikeluk-kelukkan (tidak kaku, tidak mudah patah); ki
dapat (mudah) disesuaikan dengan keadaan (kebutuhan)
12. Membelit Melilit; melingkar-lingkar; mengikat (membalut) berbelit-
belit
13. Menggeliat Meregang-regang serta menarik-narik tangan dan badan
(seperti setelah bangun dari tidur)
14. Otot Jaringan kenyal dalam tubuh manusia dan hewan yang
berfungsi menggerakkan organ tubuh
15. Pendukung Penyokong; pembantu; penunjang
16. Perhatikan, memperhatikan Mengamati; mencermati; mengawasi
17. Persendian sendi; sekeri; engsel
18. Pokok yang terutama; yang sangat penting
19. Sehat baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari
sakit); (yang) mendatangkan kebaikan pada badan
(misalnya makanan sehat)
20. Sendi hubungan yang terbentuk antara tulang; sendi tulang;
tulang sendi
21. Simak, menyimak mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang
diucapkan atau dibaca orang
22. Waspada berhati-hati dan berjaga-jaga; bersiap siaga
23. ……………..

BAB I | Ayo, Main!


No Istilah Arti
24. ……………..

E. DAFTAR PUSTAKA
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III. Jakarta
Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk
SD/MI Kelas III. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

BAB I | Ayo, Main!


MODUL AJAR BAB 2
Kawan Seiring
(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)

PENYUSUN
ABDUL MUID, [Link]

BAB II | Kawan Seiring


MODUL AJAR BAHASA INDONESIA

I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : ABDUL MUID, [Link]
Instansi : SDN 3 WORO
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : [Link]
Fase / Kelas : B/3
Bab 1 : Kawan Seiring
Alokasi Waktu : 28 JP

B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik dapat mengetahui cara menulis cerita dengan struktur awal, tengah, akhir.
2. Peserta didik dapat menyebutkan maksud sebuah gambar.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan 8 dimensi profil lulusan tentang:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Nilai kerja sama dalam diskusi atau gambar mengajarkan peserta didik untuk saling menghargai
sebagai wujud syukur kepada Tuhan.
2. Kewargaan
Diskusi kelompok melatih peserta didik menghormati pendapat orang lain dan bekerja sama, nilai
penting dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Penalaran Kritis
Menjawab pertanyaan puisi, melengkapi kalimat rumpang, dan menganalisis gambar melatih
kemampuan berpikir logis dan analitis.
4. Kreativitas
Menulis teks naratif, prosedur, atau menyusun ide baru melatih imajinasi dan inovasi peserta didik.
5. Kolaborasi
Diskusi kelompok dan permainan tentang kerja sama mengajarkan peserta didik bekerja bersama
secara efektif.
6. Kemandirian
Menebalkan garis lengkung dan membaca nyaring melatih peserta didik menyelesaikan tugas
secara mandiri.
7. Kesehatan
Permainan yang melibatkan instruksi guru dapat meningkatkan keterlibatan fisik, mendukung
kesehatan tubuh.
8. Komunikasi
Diskusi, menyebutkan maksud gambar, dan mengungkapkan pendapat melatih kemampuan
berbicara dan berinteraksi secara jelas.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?

BAB II | Kawan Seiring


 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. SARANA DAN PRASARANA/ALAT DAN BAHAN


1. Ruang Kelas
2. LCD Projector
3. Laptop
4. Jaringan Internet/Wifi
5. Buku Guru dan Buku Peserta didikBahasa Indonesia kelas III, KBBI, serta sumber belajar lain
6. Video film pendek tentang pertemanan
7. Alat tulis dan alat warna
8. Kardus bekas kemasan makanan
9. Lem, gunting, dan kertas warna
10. Buku-buku bacaan

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus)

F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1 : Think Pair Share
3. Pertemuan 2: Experiential Learning
4. Pertemuan 3, 6: Game Based Learning
5. Pertemuan 4: Activity Based Learning
6. Pertemuan 5 dan 7: Cooperative Learning
7. Pertemuan 8: Discovery learning
8. Pertemuan 9: Problem Based Learning

G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Literasi Mendengar, Diskusi Pasangan, Presentasi Kelompok dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 2: Mengingat & Membagikan Pengalaman Kerja Sama, Menjawab Pertanyaan
Refleksi, Menjawab Pertanyaan Refleksi, Menulis cerita dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 3: Pengenalan interaktif, Diskusi dan Refleksi Hasil Permainan, Belajar Struktur
Kalimat Tunggal, Membuat Kalimat Sendiri Dari Pengalaman dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 4: Demonstrasi Visual, Stimulasi, Latihan Terbimbing, Demonstrasi Siswa, Penilaian
Formatif dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 5: Pembelajaran Kooperatif (Kelompok Heterogen), Menganalisis dan Menjawab
Pertanyaan Reflektif, Simulasi Interaktif, Presentasi Kelompok, Reflektif
Terbimbing dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 6: Simulasi Interaktif, Permainan, Diskusi Terbimbing, Simulasi Interaktif dan
Pembelajaran Interaktif.

BAB II | Kawan Seiring


Pertemuan 7: Tanya Jawab Interaktif dan Pengelompokan, Bimbingan langsung, Diskusi
kelompok, Membaca mandiri dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 8: Membaca Cerita Terpandu, Diskusi dan Analisis Isi Cerita, Penyalinan Teks,
Analisis Isi Cerita, Presentasi Kelompok dan Umpan Balik, Penarikan Kesimpulan
Bersama dan Pembelajaran Interaktif.
Pertemuan 9: Visualisasi Teks, Diskusi Kelompok Kecil, Menulis Refleksi, Presentasi Kelompok,
Diskusi Kelas dan Pembelajaran Interaktif.

KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan tentang ide pokok puisi dan arti kosakata dengan tepat.
2. Peserta didik dapat berpendapat dengan tepat tentang ilustrasi pada puisi “lagu istimewa”.
3. Peserta didik dapat menulis teks naratif dengan struktur awal, tengah, akhir secara sederhana.
4. Pesertadidik dapat menemukan kosakata yang berhubungan dengan bekerja sama.
5. Peserta didik dapat menulis kalimat dengan struktur spok—subjek, predikat, objek, keterangan.
6. Peserta didik dapat menebalkan garis-garis lengkung dengan tepat.
7. Peserta didik dapat menyebutkan maksud gambar tersebut dengan tepat.
8. Peserta didik mampu berbicara dan berpendapat dengan antusias.
9. Peserta didik mampu menyimak dan mengikuti instruksi guru dengan benar.
10. Peserta didik dapat membaca nyaring teks “istana kue” dengan tepat.
11. Peserta didik dapat melengkapinya dengan kata yang tepat.
12. Peserta didik dapat menyebutkan informasi yang bersifat fakta dan fiksi dengan benar.
13. Peserta didik dapat menjelaskan peristiwa secara berurutan.
14. Peserta didik mampu menempatkan tanda baca dan huruf kapital dengan tepat.
15. Peserta didik mencermati contoh kemudian menulis teks prosedur sesuai ide sendiri.
16. Peserta didik mengamati gambar tentang “cara bermain bersama” dan mengungkapkan pendapat
secara lisan.

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Elemen Capaian Pembelajaran


Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi diskusi
an sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai
tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna

BAB II | Kawan Seiring


Elemen Capaian Pembelajaran
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berbahasa secara
menyeluruh, baik dalam aspek menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis. Peserta didik dilatih
untuk memahami isi puisi, menjawab pertanyaan tentang ide pokok dan makna kosakata, serta
menyampaikan pendapat terhadap ilustrasi secara tepat. Hal ini mendorong mereka untuk
mengapresiasi karya sastra secara utuh.

Melalui kegiatan menulis teks naratif dengan struktur awal, tengah, dan akhir, serta menulis teks
prosedur berdasarkan ide sendiri, peserta didik belajar menuangkan ide secara runtut, sistematis, dan
sesuai kaidah bahasa. Kegiatan ini memperkuat kemampuan berpikir terstruktur dan ekspresif.
Peserta didik juga diajak menemukan dan menggunakan kosakata yang berkaitan dengan kerja sama,
melatih keterampilan sosial dan empati melalui bahasa. Kemampuan menyusun kalimat berpola SPOK,
menempatkan huruf kapital dan tanda baca, serta melengkapi kalimat dengan kata tepat, membentuk
keterampilan menulis yang rapi dan sesuai aturan.
Dalam hal menyimak dan berbicara, peserta didik dilatih untuk menyimak instruksi guru dengan benar,
membaca nyaring teks secara tepat, dan berpendapat secara lisan dengan antusias, sehingga tumbuh
menjadi komunikator yang percaya diri dan aktif.
Melalui kegiatan seperti mengamati gambar, menebalkan garis, dan menyebutkan maksud gambar,
peserta didik mengembangkan kepekaan visual dan kemampuan berpikir kritis. Mereka juga dilatih
untuk membedakan fakta dan fiksi serta menjelaskan peristiwa secara berurutan, membangun dasar
kemampuan berpikir logis dan literasi informasi.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini membentuk peserta didik menjadi penyimak yang baik, pembaca
yang cermat, penulis yang tertib, dan pembicara yang percaya diri, serta mengasah kepekaan sosial
melalui bahasa.

D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
1. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada hal istimewa
yang kamu pelajari dari permainan itu?
2. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bekerja sama dengan teman? Apakah ada hal
istimewa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
3. Coba pikirkan, apa saja kegiatan yang bisa kamu lakukan bersama teman? Bagaimana cara kerja
sama membuat pekerjaan lebih mudah?
4. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan saat menulis? Apakah tanganmu merasa lelah atau lincah?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat berteman dengan seseorang? Bagaimana cara kamu
menunjukkan sikap persahabatan?
6. Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap baik kepada teman?
7. Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk dibaca? Apakah ada bagian
tertentu yang paling kamu sukai?
8. Apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan teman? Apakah ada hal istimewa yang kamu
pelajari dari pengalaman itu?

BAB II | Kawan Seiring


9. Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat ingin bermain bersama teman? Apakah ada hal yang
sulit dilakukan?
Meaningful Learning
10. Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
teman?
11. Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan teman?
12. Mengapa kita perlu memahami kalimat tunggal? Apa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari?
13. Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan teman?
14. Mengapa kita perlu bekerja sama dengan teman? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
orang lain?
15. Mengapa kita perlu bersikap baik kepada teman? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
orang lain?
16. Mengapa kita perlu membedakan fakta dan fiksi dalam sebuah cerita? Apa manfaatnya bagi
pemahaman kita?
17. Mengapa kita perlu menggunakan huruf kapital dengan benar dalam sebuah cerita? Apa
manfaatnya bagi komunikasi?
18. Mengapa kita perlu mendiskusikan keinginan jika berbeda dengan teman? Apa manfaatnya bagi
hubungan persahabatan?
Joyful Learning
19. Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang membuat
permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?
20. Bayangkan kamu sedang bekerja sama dengan teman untuk membuat sesuatu yang besar. Apa
yang membuat aktivitas itu menyenangkan?
21. Bayangkan kamu sedang mencari kata-kata di dalam teka-teki silang. Bagaimana rasanya ketika
menemukan kata yang tepat?
22. Bayangkan kamu sedang bekerja sama dengan teman untuk membuat sesuatu yang besar. Apa
yang membuat aktivitas itu menyenangkan?
23. Bayangkan kamu sedang bermain bersama teman di halaman sekolah. Apa yang membuat
aktivitas itu menyenangkan?
24. Bayangkan kamu sedang bermain tebak-tebakan dengan teman. Bagaimana rasanya ketika kamu
bisa menjawab dengan benar?
25. Bayangkan kamu sedang membaca cerita tentang istana kue. Apa yang membuat cerita itu
menyenangkan untuk diikuti?
26. Bayangkan kamu sedang bermain di rumah bersama teman. Apa yang membuat acara itu
menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?
27. Bayangkan kamu sedang bermain bersama teman. Apa yang membuat aktivitas itu
menyenangkan?

E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, Buku cerita anak,
dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.

BAB II | Kawan Seiring


F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (4 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah
ada hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan
kita dengan teman?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang
membuat permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian lebih suka bermain sendiri atau bersama teman? Mengapa?"
 "Siapa nama teman yang paling dekat denganmu di Taman Kanak-Kanak? Apa
yang biasa kalian lakukan bersama?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Think (Berpikir) (25 menit) menit
Metode: Literasi Mendengar
1. Guru membacakan puisi “Lagu Istimewa” untuk pertama kalinya. Peserta didik diminta
mendengarkan dengan cermat.
2. Setelah itu, guru membacakan puisi sekali lagi dan meminta peserta didik mencatat
kosakata baru yang mereka dengar.
3. Peserta didik diminta menjawab pertanyaan berikut secara individu:
a. Bercerita tentang apa puisi yang kalian dengar?
b. Tuliskan kata-kata baru yang kalian dengar.
c. Tebaklah artinya.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail puisi dan
mencatat kosakata baru.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya kerja
sama dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar anak-anak bermain
bersama) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 2: Pair (Berbagi Pasangan) (35 menit)


Metode: Diskusi Pasangan
4. Peserta didik berpasangan untuk mendiskusikan jawaban mereka tentang puisi dan
kosakata baru.
5. Pasangan juga diminta untuk menganalisis gambar pada puisi “Lagu Istimewa”:
a. Cermati gambar anak-anak yang sedang bekerja sama.
b. Diskusikan: Apakah menurut kalian ilustrasi atau gambarnya menarik?
Pembelajaran Interaktif

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Guru menggunakan teknik Diskusi Terbuka, misalnya: “Mengapa kerja sama
penting dalam permainan atau kegiatan sehari-hari?”
 Guru juga menggunakan Role Play, di mana beberapa pasangan diminta untuk
memerankan bagaimana cara bekerja sama dalam sebuah permainan.

Sintaks 3: Share (Berbagi Kelompok) (50 menit)


Metode: Presentasi Kelompok
6. Setiap pasangan mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok besar,
termasuk pendapat mereka tentang puisi, kosakata baru, dan analisis gambar.
7. Guru memandu peserta didik untuk merangkum ide-ide utama dari puisi “Lagu Istimewa”:
a. Puisi tersebut bercerita tentang indahnya kerja sama antar teman.
b. Kosakata baru seperti harmonika dan nada adalah bagian penting dari puisi.
c. Gambar pada puisi melambangkan kebersamaan dan kolaborasi.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menulis cerita singkat tentang pengalaman mereka bekerja sama dengan teman.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menjelaskan makna puisi.
Diferensiasi Konten
 Untuk peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi, guru memberikan tugas
tambahan seperti menganalisis hubungan antara puisi dan gambar secara lebih
mendalam, misalnya: “Bagaimana gambar pada puisi mendukung makna puisi
tersebut?”
Diferensiasi Proses
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menulis cerita singkat tentang pengalaman mereka bekerja sama dengan teman.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan dan kerja sama adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami puisi dan makna
kerja sama.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam menganalisis gambar dan
menulis cerita.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi pasangan dan
kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat tentang pengalaman
mereka bekerja sama dengan teman.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kedua (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bekerja sama dengan teman?
Apakah ada hal istimewa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
teman?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bekerja sama dengan teman untuk membuat sesuatu
yang besar. Apa yang membuat aktivitas itu menyenangkan?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Pernahkah kalian bekerja sama dengan teman? Apakah kalian menyukainya?"
 "Apa yang biasa kalian lakukan saat bekerja sama dengan teman?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Concrete Experience (Pengalaman Nyata) (10 menit)
Metode: Mengingat & Membagikan Pengalaman Kerja Sama
1. Guru meminta peserta didik untuk mengingat pengalaman mereka bekerja sama dengan
teman.
2. Peserta didik diminta berbagi secara singkat dengan teman sebangku tentang
pengalaman tersebut:
a. Kapan terakhir kali kamu bekerja sama dengan teman?
b. Apa yang kamu lakukan bersama temanmu?
c. Bagaimana perasaanmu saat itu?
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada detail pengalaman
mereka.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya kerja
sama dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar anak-anak bekerja
sama) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat memahami, guru memberikan pertanyaan
tambahan seperti, "Bagaimana cara kerja sama membantu mencapai tujuan
besar?"
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan contoh
pengalaman kerja sama sederhana untuk memancing ide mereka.

Sintaks 2: Reflective Observation (Refleksi Pengalaman) (10 menit)


Metode: Menjawab Pertanyaan Refleksi
3. Guru membimbing peserta didik untuk merefleksikan pengalaman mereka melalui
pertanyaan berikut:
a. Apa manfaat yang kamu rasakan dari bekerja sama dengan teman?
b. Apa tantangan yang kamu hadapi saat bekerja sama?
c. Bagaimana cara kamu mengatasi tantangan tersebut?
4. Peserta didik diminta mencatat refleksi mereka di buku tulis menggunakan panduan
berikut:

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
a. Hal yang saya sukai dari bekerja sama adalah ...
b. Hal yang sulit saat bekerja sama adalah ...
c. Saya belajar bahwa bekerja sama itu ...
Diferensiasi Proses
 Peserta didik dibagi menjadi kelompok heterogen untuk mendiskusikan refleksi
mereka, sehingga mereka dapat saling berbagi perspektif.
 Untuk peserta didik yang lebih mandiri, mereka diberi waktu untuk menulis refleksi
secara individu tanpa diskusi kelompok

Sintaks 3: Abstract Conceptualization (Konseptualisasi Abstrak) (10 menit)


Metode: Menyimpulkan makna kerja sama
5. Guru membantu peserta didik merangkum hasil refleksi menjadi konsep umum tentang
kerja sama.
6. Guru memberikan contoh cerita sederhana tentang kerja sama untuk memperjelas
konsep:
“Alva dan Bella bekerja sama untuk membersihkan kelas. Alva menyapu lantai,
sedangkan Bella mengelap meja. Mereka merasa senang karena pekerjaan selesai lebih
cepat.”

Sintaks 4: Active Experimentation (Eksperimen Aktif): (20 menit)


Metode: Menulis cerita
7. Peserta didik diminta menulis cerita tentang pengalaman mereka bekerja sama dengan
teman menggunakan panduan berikut:
a. Awal: Siapa temanmu? Di mana dan kapan kejadian itu terjadi?
b. Tengah: Apa yang kamu dan temanmu lakukan? Bagaimana cara kalian bekerja
sama?
c. Akhir: Apa hasil dari kerja samamu? Bagaimana perasaanmu setelahnya?
Contoh format cerita:
a. Aku bekerja sama dengan teman ketika ...
b. Aku bekerja sama dengan ...
c. Hal yang kulakukan adalah ...
d. Hal yang dilakukan temanku adalah ...
e. Aku merasa ...
f. Menurutku, bekerja sama dengan teman itu ...
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Bagaimana cara
kamu dan temanmu membagi tugas saat bekerja sama?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara bekerja sama dalam kelompok kecil.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menggambar ilustrasi cerita mereka.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menulis cerita.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan dan kerja sama adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami manfaat kerja sama.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam menulis cerita.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi pasangan dan
kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat tentang pengalaman
mereka bekerja sama dengan teman.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Ketiga (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa saja kegiatan yang bisa kamu lakukan bersama teman?
Bagaimana cara kerja sama membuat pekerjaan lebih mudah?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu memahami kalimat tunggal? Apa manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang mencari kata-kata di dalam teka-teki silang. Bagaimana
rasanya ketika menemukan kata yang tepat?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Pernahkah kalian bekerja sama dengan teman? Apakah kalian menyukainya?"
 "Apa yang biasa kalian lakukan saat bekerja sama dengan teman?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Introduction to the Game (Pengenalan Permainan) (10 menit)
Metode: Pengenalan interaktif
1. Guru memperkenalkan permainan “Cari Kata” tentang kegiatan kerja sama.
a. Peserta didik diminta mencari kata-kata seperti bersih-bersih, bermain, belajar,
membuat prakarya, dll., dalam kotak teka-teki silang.
b. Satu kata telah ditemukan sebagai contoh (misalnya, bersih-bersih).
2. Guru juga menjelaskan bahwa setelah permainan, mereka akan belajar tentang kalimat
tunggal melalui refleksi hasil permainan.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat memahami, guru memberikan tambahan kata
yang lebih kompleks atau terkait dengan tema lain (misalnya, kata-kata tentang
profesi).
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
petunjuk tambahan seperti arah kata (horizontal/vertikal) atau huruf awal dari kata
yang dicari.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Sintaks 2: Game Play (Pelaksanaan Permainan) (20 menit)
Metode: Diskusi dan Refleksi Hasil Permainan
3. Peserta didik bermain “Cari Kata” secara individu atau berpasangan.
4. Setelah menemukan semua kata, peserta didik diminta untuk:
a. Menandai kata-kata yang mereka temukan.
b. Menulis ulang kata-kata tersebut di buku tulis.
c. Diskusikan dengan teman sebangku: “Apa yang kamu lakukan dalam kegiatan ini?”
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail huruf dan
kata dalam teka-teki silang.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya kerja
sama dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (teka-teki silang) untuk
membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Proses:
 Peserta didik dapat memilih apakah mereka ingin bermain secara individu atau
berkolaborasi dengan teman sebangku.
 Untuk peserta didik yang lebih mandiri, mereka diberi waktu untuk menyelesaikan
teka-teki sendiri tanpa diskusi.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan kolaborasi, mereka diminta untuk bekerja
sama dalam pasangan untuk menyelesaikan teka-teki.

Sintaks 3: Reflection (Refleksi) (10 menit)


Metode: Belajar Struktur Kalimat Tunggal
5. Guru membimbing peserta didik untuk merefleksikan hasil permainan:
a. “Apa yang kamu pelajari dari permainan ini?”
b. “Bagaimana kerja sama dapat membantu dalam kegiatan sehari-hari?”
6. Guru juga memperkenalkan konsep kalimat tunggal melalui diskusi sederhana:
a. Subjek: Siapa yang melakukan kegiatan?
b. Predikat: Apa yang dilakukan?

Sintaks 4: Application (Penerapan) (10 menit)


Metode: Membuat Kalimat Sendiri Dari Pengalaman
7. Peserta didik diminta untuk membuat kalimat tunggal berdasarkan pengalaman mereka
bekerja sama dengan teman.
8. Contoh format kalimat:
a. Subjek (S): Nama saya/Nama teman saya.
b. Predikat (P): Melakukan sesuatu.
c. Objek (O): Sesuatu yang dikerjakan.
d. Keterangan (K): Waktu atau tempat.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Siapa subjek dalam
kalimatmu? Apa predikatnya?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara membuat kalimat tunggal.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
membuat kalimat majemuk.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk membuat kalimat tunggal.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan dan kerja sama adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami struktur kalimat
tunggal.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat kalimat.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi pasangan dan
kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan
pendapat orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa membuat dua kalimat tunggal tentang
pengalaman kerja sama di rumah.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Keempat (3 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan saat menulis? Apakah tanganmu merasa
lelah atau lincah?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu belajar menulis huruf tegak bersambung? Apa manfaatnya bagi
kemampuan berbahasa kita?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang menulis dengan huruf tegak bersambung. Apa yang
membuat tulisanmu terlihat rapi dan indah?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah menulis dengan huruf tegak bersambung? Bagaimana
rasanya?"
 "Menurut kalian, apa yang membuat tulisan seseorang terlihat rapi?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 75 menit
Sintaks 1: Perencanaan dan Penentuan Tujuan (10 menit)
Metode: Demonstrasi Visual
1. Guru menyiapkan alat dan materi yang diperlukan untuk demonstrasi:
a. Buku latihan menulis dengan garis lengkung dan huruf.
b. Contoh tulisan huruf tegak bersambung.
c. Alat tulis seperti pensil dan penghapus.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
2. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan belajar menulis huruf tegak bersambung
melalui tahap-tahap latihan yang dimulai dari menebalkan garis lengkung hingga menulis
huruf secara utuh.

Sintaks 2: Pengantar dan Orientasi (15 menit)


Metode: Stimulasi
3. Guru mendemonstrasikan cara menulis dengan huruf tegak bersambung:
 Latihan garis lengkung: Guru menunjukkan cara menebalkan garis lengkung di
papan tulis atau media visual.
 Latihan menebalkan huruf: Guru menunjukkan cara menebalkan huruf tunggal
(misalnya, huruf "a") dengan gerakan yang benar.
 Penekanan pada teknik: Guru menjelaskan pentingnya posisi duduk, pegangan
pensil, dan kelenturan tangan saat menulis.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap gerakan tangan
saat menulis.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya menulis
rapi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (contoh tulisan dan gambar)
untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 3: Pelaksanaan Aktivitas (30 menit)


Metode: Latihan Terbimbing
4. Peserta didik mulai mencoba kegiatan di bawah bimbingan guru:
a. Latihan garis lengkung: Peserta didik menebalkan garis lengkung di buku mereka.
Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan langsung.
b. Latihan menebalkan huruf: Peserta didik menebalkan huruf tunggal (misalnya, huruf
"a," "b," "c") sesuai contoh yang diberikan.
c. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki teknik menulis peserta
didik.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Bagaimana cara
kalian memegang pensil agar tulisan terlihat rapi?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara menulis di depan kelas.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti menulis kata sederhana (misalnya, nama sendiri).
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah secara langsung.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan materi tambahan untuk peserta didik yang memiliki minat
khusus, seperti lembar kerja dengan pola huruf artistik atau huruf tegak
bersambung dalam berbagai gaya tulisan.
 Guru juga memberikan pilihan kepada peserta didik untuk memilih tema latihan
tulisan, seperti menulis nama hewan, nama teman, atau kata-kata favorit mereka.
Diferensiasi Produk:
 Peserta didik diberi kebebasan untuk menampilkan hasil akhir tulisan mereka
dalam berbagai format, seperti membuat kartu ucapan, poster kecil, atau jurnal
harian.
 Guru memberikan apresiasi pada setiap format produk yang dihasilkan, baik itu
tulisan di buku latihan maupun karya kreatif lainnya.
5. Peserta didik melanjutkan latihan secara mandiri
 Menulis huruf tunggal secara berulang-ulang.
 Menggabungkan huruf menjadi kata sederhana (misalnya, "aku," "ada").
 Memeriksa hasil tulisan mereka sendiri dan memperbaiki jika ada kesalahan.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada konsistensi bentuk huruf
dan keindahan tulisan.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya tulisan rapi
dalam komunikasi tertulis.
 Joyful Learning: Guru memberikan pujian dan apresiasi untuk tulisan yang rapi dan
indah.

Sintaks 4: Refleksi dan Klarifikasi (10 menit)


Metode: Demonstrasi Peserta Didik
6. Peserta didik yang mau bisa menunjukkan hasil latihan mereka kepada teman di depan
kelas. Guru bisa memuji usaha dan progres yang terlihat.

Sintaks 5: Evaluasi dan Umpan Balik (10 menit)


Metode: Penilaian Formatif
7. Guru memberikan umpan balik konstruktif secara individual atau kepada seluruh kelas
mengenai teknik dan kerapian tulisan. Guru bisa menyoroti beberapa contoh tulisan yang
bagus dan memberikan saran perbaikan umum.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
kemampuan menulis adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memperbaiki tulisan agar lebih
rapi.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat tulisan yang unik
dan indah.
 Kemandirian
Guru mengapresiasi peserta didik yang mampu menyelesaikan latihan secara
mandiri.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya tulisan rapi dalam menyampaikan pesan secara
tertulis.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis kalimat sederhana dengan huruf tegak
bersambung di buku tulis.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kelima (3 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
“Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat berteman dengan seseorang?
Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap persahabatan?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu bekerja sama dengan teman? Apa manfaatnya bagi hubungan
kita dengan orang lain?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain bersama teman di halaman sekolah. Apa yang
membuat aktivitas itu menyenangkan?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Bagaimana cara kalian menunjukkan sikap teman yang baik?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 75 menit
Sintaks 1: Pembentukan Kelompok (10 menit)
Metode: Pembelajaran Kooperatif (Kelompok Heterogen)
1. Guru membentuk kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
2. Guru memastikan setiap kelompok memiliki kombinasi kemampuan yang berbeda
untuk mendukung kolaborasi.
Diferensiasi Proses:
 Guru memberikan panduan tambahan kepada kelompok yang membutuhkan
bimbingan lebih, seperti langkah-langkah detail untuk mengisi tabel pendapat.
 Untuk kelompok yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan, seperti
mencari contoh lain dari nilai persahabatan di luar gambar yang diberikan.

Sintaks 2: Penjelasan Tugas: (10 menit)


Metode: Menganalisis dan Menjawab Pertanyaan Reflektif
3. Guru menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh setiap kelompok:
a. Amati gambar yang disajikan (berbagi, main bersama, saling menghargai, mau
mendengarkan).
b. Isi tabel pendapat dengan menandai jawaban yang tepat:
 Setuju/Tidak Setuju: Apakah gambar menunjukkan sikap teman yang baik?
 Alasan: Jelaskan alasan pilihan kalian
c. Jawab pertanyaan tambahan:
 Apakah gambar menunjukkan manfaat kerja sama dengan teman?
 Apakah gambar menunjukkan cara berteman?
d. Diskusikan tujuan gambar ini dibuat.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi gambar dengan tema yang berbeda sesuai minat
peserta didik, seperti gambar tentang kegiatan sekolah, keluarga, atau lingkungan
sekitar.
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih gambar yang paling
menarik bagi mereka untuk didiskusikan.

Sintaks 3: Diskusi Kelompok (35 menit)


Metode: Simulasi Interaktif
4. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas:
a. Mengisi tabel pendapat secara kolaboratif.
b. Mendiskusikan tujuan gambar ini dibuat.
c. Berbagi cerita tentang seorang teman menggunakan panduan pertanyaan berikut:
 Berapa jumlah anggota kelompok kalian?
 Siapa nama teman yang duduk di sebelah kanan kalian?
 Apakah rumah kalian berdekatan?
 Kegiatan apa yang paling sering kalian lakukan bersama di sekolah atau di
rumah?

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail gambar dan
pertanyaan yang diajukan.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya nilai-nilai
persahabatan dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar) untuk membuat
pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang kalian
pelajari dari gambar ini tentang persahabatan?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara bekerja sama dalam kelompok.
Diferensiasi Produk:
 Guru memberikan kebebasan kepada setiap kelompok untuk menampilkan hasil
diskusi mereka dalam format yang berbeda, seperti presentasi lisan, poster
sederhana, atau cerita pendek.
 Peserta didik juga diberi opsi untuk menulis refleksi singkat tentang pengalaman
mereka dalam berdiskusi dan belajar tentang persahabatan.

Sintaks 4: Presentasi Hasil (15 menit)


Metode: Presentasi Kelompok
5. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok besar.
6. Guru memandu peserta didik untuk merangkum ide-ide utama dari diskusi kelompok:
 Gambar menunjukkan nilai-nilai persahabatan seperti berbagi, main bersama, saling
menghargai, dan mau mendengarkan.
 Kerja sama dengan teman membuat pekerjaan lebih mudah dan menyenangkan.
 Cara berteman yang baik adalah saling menghormati dan mendukung satu sama
lain.

Sintaks 5: Refleksi dan Evaluasi (5 menit)


Metode: Reflektif Terbimbing
7. Guru memberikan umpan balik kepada setiap kelompok atas hasil diskusi mereka.
8. Guru mengevaluasi hasil diskusi berdasarkan partisipasi, kerjasama, dan pemahaman
konsep.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami nilai-nilai
persahabatan.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam mendiskusikan gambar dan
cerita tentang persahabatan.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat tentang pengalaman
berteman dengan seseorang.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Keenam (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap baik kepada teman?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu bersikap baik kepada teman? Apa manfaatnya bagi hubungan
kita dengan orang lain?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain tebak-tebakan dengan teman. Bagaimana
rasanya ketika kamu bisa menjawab dengan benar?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah membantu teman? Bagaimana rasanya?"
 “Apa yang biasa kalian lakukan saat ingin menunjukkan rasa terima kasih kepada
teman”
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Introduction to the Game (Pengenalan Permainan) (10 menit) menit
Metode: Simulasi Interaktif
1. Guru memperkenalkan permainan “Tebak-Tebakan Sikap Teman yang Baik.”
a. Guru menjelaskan aturan permainan:
1) Peserta didik harus mendengarkan kalimat-kalimat yang dibacakan oleh guru.
2) Acungkan tangan kanan jika jawabannya adalah “teman yang baik.”
3) Acungkan tangan kiri jika jawabannya adalah “bukan teman yang baik.”
b. Guru memberikan contoh kalimat dan meminta peserta didik mencoba gerakan
tangan.
Diferensiasi Proses:
 Guru memberikan panduan tambahan kepada peserta didik yang kesulitan
memahami aturan permainan, seperti mengulangi penjelasan secara perlahan atau
memberikan demonstrasi langsung.
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan,
seperti menciptakan kalimat baru untuk dimainkan di akhir permainan.

Sintaks 2: Game Play (Pelaksanaan Permainan) (25 menit)


Metode: Permainan
2. Guru membacakan kalimat-kalimat berikut secara bergantian:
a. Mau membantu saat teman perlu bantuan → Tangan kanan (teman yang baik).
b. Meminta izin saat meminjam pensil → Tangan kanan (teman yang baik).
c. Berterima kasih setelah dibantu → Tangan kanan (teman yang baik).
d. Berbuat iseng sehingga membuat teman kesal → Tangan kiri (bukan teman yang
baik).

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
e. Mengucapkan “tolong” ketika meminta bantuan → Tangan kanan (teman yang
baik).
f. Berbuat curang saat bermain → Tangan kiri (bukan teman yang baik).
g. Meminta maaf saat melakukan kesalahan → Tangan kanan (teman yang baik).
3. Guru meminta peserta didik untuk menambahkan kalimat sendiri dan meminta teman
lain menebak apakah itu perilaku teman yang baik atau tidak.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap kalimat dan
memahami artinya.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya nilai-nilai
persahabatan dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar anak-anak
berinteraksi) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi kalimat dengan tema yang berbeda sesuai minat
peserta didik, seperti kalimat tentang keluarga, sekolah, atau lingkungan sekitar.
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih tema kalimat yang
paling relevan bagi mereka.

Sintaks 3: Reflection (Refleksi) (15 menit)


Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru membimbing peserta didik untuk merefleksikan hasil permainan:
a. “Apa yang kamu pelajari dari permainan ini tentang sikap teman yang baik?”
b. “Bagaimana cara kamu menunjukkan rasa terima kasih kepada teman?”
5. Guru juga memperkenalkan konsep tentang pentingnya mengucapkan terima kasih
melalui diskusi singkat:
a. “Berterima kasih adalah perilaku terpuji karena itu menunjukkan rasa hormat dan
penghargaan kepada orang lain.”
Diferensiasi Produk:
 Guru memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menampilkan hasil
refleksi mereka dalam format yang berbeda, seperti tulisan pendek, gambar, atau
cerita sederhana.
 Peserta didik juga diberi opsi untuk berbagi refleksi mereka secara lisan di depan
kelas jika mereka merasa nyaman.

Sintaks 4: Application (Penerapan) (25 menit)


Metode: Simulasi Interaktif
6. Peserta didik diminta untuk membuat kartu ucapan terima kasih untuk salah satu teman
mereka:
a. Gunakan kardus bekas kemasan makanan sebagai bahan dasar.
b. Hiasi kartu dengan gambar, warna, atau tulisan yang menarik.
c. Tuliskan ucapan terima kasih di dalam kartu.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Siapa teman yang
ingin kamu berikan kartu ini? Mengapa?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara memberikan kartu ucapan kepada teman.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti menulis cerita singkat tentang pengalaman mereka mengucapkan terima
kasih.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk membuat kartu ucapan.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam membedakan sikap teman yang
baik dan tidak baik.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat kartu ucapan.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis ucapan terima kasih kepada anggota
keluarga di rumah.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Ketujuh (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk dibaca? Apakah
ada bagian tertentu yang paling kamu sukai?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu membedakan fakta dan fiksi dalam sebuah cerita? Apa
manfaatnya bagi pemahaman kita?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang membaca cerita tentang istana kue. Apa yang membuat
cerita itu menyenangkan untuk diikuti?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian suka membaca cerita? Apa judul cerita favoritmu?"
 “Bagaimana cara kalian mengetahui bahwa cerita itu menarik?”
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Orientasi dan Pembentukan Kelompok (15 menit) menit
Metode: Tanya Jawab Interaktif dan Pengelompokan
1. Guru memperkenalkan cerita “Istana Kue” kepada peserta didik:
a. Guru membacakan cerita secara nyaring sambil menunjukkan gambar-gambar
yang relevan.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
b. Guru menjelaskan bahwa cerita ini akan digunakan untuk mempelajari kosakata
baru, membedakan fakta dan fiksi, serta memahami urutan cerita (awal, tengah,
akhir).
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi cerita lain dengan tema berbeda sesuai minat peserta
didik, seperti cerita tentang binatang, petualangan, atau kehidupan sehari-hari.
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih cerita alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan cerita "Istana Kue."
2. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang).

Sintaks 2: Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan (40 menit)


Metode: Bimbingan langsung
3. Setiap kelompok diminta membaca cerita “Istana Kue” secara nyaring bergantian.
4. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan jika ada kata-kata yang sulit dibaca.
5. Peserta didik diminta melengkapi kalimat rumpang menggunakan kosakata yang
diberikan.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail cerita dan
kosakata baru.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya
memahami kosakata untuk meningkatkan kemampuan membaca.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar cerita) untuk membuat
pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 3: Aplikasi dan Peningkatan Pemahaman (35 menit)


Metode: Diskusi kelompok
6. Guru membagikan tabel kosong kepada peserta didik untuk membedakan fakta dan fiksi
dalam cerita “Istana Kue.”
7. Peserta didik diminta mengamati gambar dalam cerita dan mencatat urutan cerita:
a. Awal: Sali ingin membuat istana, Mina ingin menjual kue.
b. Tengah: Sali membangun istana balok, Mina membuat kue aneka rasa.
c. Akhir: Ada antrean pembeli, mereka menyambut dengan gembira.
8. Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang membuat cerita
ini unik menurutmu?”
9. Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara membaca cerita dengan ekspresi.
Diferensiasi Proses
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat cerita pendek sendiri dengan urutan awal, tengah, akhir.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk memahami cerita.

Sintaks 4: Jurnal Membaca dan Apresiasi (20 menit)


Metode: Membaca mandiri
Jurnal Membaca:
10. Peserta didik diminta membaca buku cerita lain yang telah disediakan oleh guru
(misalnya, cerita fabel atau dongeng).
11. Setelah membaca, peserta didik mencatat urutan cerita dalam jurnal membaca:
a. Judul Buku: ……………………
b. Nama Penulis: …………………
c. Nama Ilustrator: ……………….
d. Awal: ………………………………
e. Tengah: ……………………………
f. Akhir: ………………………………
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menggambar ilustrasi cerita.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan contoh
format jurnal membaca yang sudah jadi.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk cerita
adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam membedakan fakta dan fiksi.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat cerita dan ilustrasi.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa membaca buku cerita lain dan menulis jurnal
membaca di rumah.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kedelapan (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan teman? Apakah
ada hal istimewa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu menggunakan huruf kapital dengan benar dalam sebuah cerita?
Apa manfaatnya bagi komunikasi?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain di rumah bersama teman. Apa yang membuat
acara itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah bekerja sama dengan teman? Apakah kalian menyukainya?"
 “Apa yang biasa kalian lakukan saat bermain atau bekerja sama dengan teman?”
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (15 menit) menit
Metode: Membaca Cerita Terpandu
1. Guru menampilkan teks cerita singkat tentang kerja sama.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
2. Guru meminta peserta didik memperhatikan penggunaan huruf kapital dalam cerita
tersebut.
3. Guru memberikan pertanyaan pemicu: “Kenapa huruf kapital digunakan di awal kalimat
dan nama orang?”
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi cerita dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti cerita tentang keluarga, sekolah, atau hewan.
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih cerita alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan cerita tentang kerja sama.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 menit)


Metode: Diskusi dan Analisis Isi Cerita
4. Peserta didik diminta mengidentifikasi masalah dalam cerita:
a. Mengapa Yogi awalnya ragu untuk bermain bola?
b. Bagaimana Fajar menyelesaikan masalah tersebut?
5. Guru juga menanyakan: “Bagaimana cara kita merencanakan kegiatan agar semua
teman bisa ikut serta dan merasa nyaman?”
Diferensiasi Proses:
 Guru memberikan panduan tambahan kepada peserta didik yang kesulitan
mengidentifikasi masalah, seperti memberikan contoh masalah lain dari cerita
serupa.
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan,
seperti menciptakan masalah baru dalam cerita dan menemukan solusinya.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (25 menit)


Metode: Penyalinan Teks
6. Peserta didik diminta menyalin cerita ke buku tulis mereka sambil memperhatikan
penggunaan huruf kapital yang benar.
7. Guru berkeliling untuk memastikan peserta didik memahami aturan penggunaan huruf
kapital.
8. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan kegiatan yang bisa
dilakukan bersama teman di rumah.
9. Contoh kegiatan: membuat es buah, bermain bola, atau bermain kartu.
10. Setiap kelompok diminta mencatat langkah-langkah yang perlu dilakukan agar acara
berjalan lancar.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail cerita dan
rencana kegiatan.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya kerja
sama dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar cerita) untuk membuat
pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 4: Pengolahan Data (25 menit)


Metode: Analisis Isi Cerita
11. Peserta didik diminta menganalisis cerita tentang kerja sama:
a. Bagaimana Fajar membantu Yogi?
b. Apa yang membuat Yogi akhirnya setuju untuk bermain bola?
12. Peserta didik mencatat kesimpulan mereka di buku tulis.
13. Setiap kelompok diminta membuat daftar kegiatan yang akan dilakukan bersama teman
di rumah.
14. Contoh daftar kegiatan:
a. Mengeluarkan mangkuk dari lemari.
b. Menggelar tikar di dapur.
c. Merapikan kamarku.
d. Menyiapkan mukena tambahan.
e. Memasukkan kucing ke kandang.

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
15. Peserta didik juga diminta memperhatikan teman yang perlu perhatian khusus (misalnya,
Tiana tidak suka kucing).
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang harus
dilakukan jika ada teman yang tidak suka dengan hewan peliharaanmu?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara merencanakan kegiatan bersama.

Sintaks 5: Verifikasi (20 menit)


Metode: Presentasi Kelompok dan Umpan Balik
16. Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka.
17. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan atau melengkapi
jawaban.

Sintaks 6: Generalisasi: (15 menit)


Metode: Penarikan Kesimpulan Bersama
18. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat cerita pendek tentang kerja sama dengan teman.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk membuat daftar kegiatan.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan dan kerja sama adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memecahkan masalah saat
bekerja sama.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam merencanakan kegiatan
bersama.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita pendek tentang pengalaman
bekerja sama dengan teman di rumah.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kesembilan (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat ingin bermain bersama teman? Apakah
ada hal yang sulit dilakukan?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu mendiskusikan keinginan jika berbeda dengan teman? Apa
manfaatnya bagi hubungan persahabatan?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain bersama teman. Apa yang membuat aktivitas itu
menyenangkan?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal.
5. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah bekerja sama dengan teman? Apakah kalian menyukainya?"
 “Apa yang biasa kalian lakukan saat bermain atau bekerja sama dengan teman?”
6. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Orientasi Masalah: (10 menit)
Metode: Visualisasi Teks
1. Guru menampilkan gambar dengan teks "Cara Bermain Bersama" dan membacakan
langkah-langkahnya:
a. Mulailah dengan senyum.
b. Sapa teman dengan santun.
c. Sebutkan keinginanmu.
d. Tanyakan keinginannya.
e. Diskusikan jika keinginan kalian berbeda.
f. Bermainlah bersama.
g. Ucapkan terima kasih.
2. Guru memberikan masalah untuk dipecahkan:
a. "Menurut kalian, tindakan nomor mana yang paling sulit dilakukan? Mengapa?"
b. "Apa yang kalian rasakan saat bermain bersama teman?"
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi materi dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti "Cara Belajar Bersama" atau "Cara Bekerja dalam Kelompok."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih tema alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan tema "Bermain Bersama."

Sintaks 2: Mengorganisasi untuk Belajar (10 menit)


Metode: Diskusi Kelompok Kecil
3. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (3-4 orang).
4. Setiap kelompok diminta mendiskusikan pertanyaan berikut
a. Tindakan nomor berapa yang paling sulit dilakukan? Jelaskan alasannya.
b. Saat bersama teman, aku merasa ... karena ...
c. Tindakan nomor berapa yang paling sering kulakukan? Jelaskan alasannya.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap langkah bermain
bersama.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya
komunikasi dan kerja sama dalam persahabatan.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar) untuk membuat
pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu/Kelompok (15 menit)

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Metode: Menulis Refleksi
5. Guru membimbing peserta didik untuk mencari jawaban melalui diskusi:
a. Peserta didik diminta mencatat jawaban mereka di buku tulis menggunakan format
berikut:
1) Tindakan nomor ... paling sulit dilakukan karena ...
2) Saat bersama teman, aku merasa ... karena ...
3) Tindakan nomor ... paling sering kulakukan karena ...
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang kamu
lakukan jika keinginanmu berbeda dengan temanmu?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara bermain bersama dengan teman.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat cerita pendek tentang pengalaman bermain bersama.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menjawab pertanyaan.

Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 menit)


Metode: Presentasi Kelompok
6. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok besar.
7. Contoh presentasi:
a. "Menurut kami, tindakan nomor 5 (diskusikan jika keinginan kalian berbeda) adalah
yang paling sulit dilakukan karena kadang-kadang kita tidak mau mengalah."
b. "Saat bersama teman, aku merasa bahagia karena kita bisa tertawa bersama."
c. "Tindakan nomor 1 (mulailah dengan senyum) paling sering kulakukan karena itu
mudah dan membuat teman merasa disambut."

Sintaks 5: Menganalisis dan Menyimpulkan Proses Pemecahan Masalah (5 menit)


Metode: Diskusi Kelas
8. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran:
a. Diskusi adalah cara penting untuk menyelesaikan perbedaan saat bermain
bersama.
b. Senyum dan sapaan santun membantu menciptakan suasana yang nyaman.
c. Mengucapkan terima kasih menunjukkan rasa hormat kepada teman.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menggambar ilustrasi cara bermain bersama.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
jawaban yang sudah jadi.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memecahkan masalah saat
bermain bersama.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam menjawab pertanyaan.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi

BAB II | Kawan Seiring


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat tentang pengalaman
bermain bersama teman di rumah.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
 Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai.
1. Diagnostik
 Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan dan
2. Formatif
pengetahuan selama peserta didik mempelajari bab 2,
yaitu kawan seiring.
3. Sumatif Tertulis (Soal Pilihan Ganda)

H. KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Kegiatan Remedial:
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan materi
dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk
memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
2. Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru memberikan
kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya terhadap materi yang
telah dipelajari.

I. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


1. Refleksi Guru
No Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa yang
saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?
2. Pelajaran apa yang saya dapatkan selama
pembelajaran?
3. Apa yang ingin saya ubah untuk
meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/
hasil pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki sekarang,
apa yang akan saya
lakukan jika harus mengajar kegiatan yang sama di
kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif
ketika mengajar, dan mengapa menurut guru?
6. Pada langkah ke berapa peserta didik paling belajar
banyak?
7. Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan saat
mengerjakan tugas akhir mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan
apa peran saya pada saat itu?
9. ……………….

BAB II | Kawan Seiring


No Pertanyaan Jawaban
10. ……………….

2. Refleksi Peserta Didik


Isi dengan tanda centang (✓), ya, sesuai dengan apa saja yang sudah kalian pelajari!
Sudah Masih Perlu
Tentang Bab “Kawan Seiring”
Dapat Belajar Lagi
1. Saya dapat menulis cerita dengan struktur awal, tengah,
akhir.
2. Saya dapat menyebutkan maksud sebuah gambar.
3. Saya dapat menyimak dan mengikuti instruksi guru.
4. Saya dapat menjelaskan cara berteman dengan benar.
5. Saya dapat membedakan gambar fakta dan fiksi.
6. Saya dapat membuat kalimat dengan urutan SPOK (Subjek
– Predikat – Objek – Keterangan).
Jawablah dalam buku tulis.
1. Apakah menurut kalian bekerja sama dengan teman itu menyenangkan?
□ Tidak □ Ya
2. Tuliskan alasannya.
………………………………………………………………………..

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001

BAB II | Kawan Seiring


LAMPIRAN

A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal
meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama
belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan
minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?

b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada
1.
hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?
Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bekerja sama dengan teman? Apakah
2.
ada hal istimewa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
Coba pikirkan, apa saja kegiatan yang bisa kamu lakukan bersama teman?
3.
Bagaimana cara kerja sama membuat pekerjaan lebih mudah?
Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan saat menulis? Apakah tanganmu merasa
4.
lelah atau lincah?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat berteman dengan seseorang?
5.
Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap persahabatan?
6. Bagaimana cara kamu menunjukkan sikap baik kepada teman?
Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk dibaca? Apakah ada
7.
bagian tertentu yang paling kamu sukai?
Apa yang kamu lakukan saat bekerja sama dengan teman? Apakah ada hal istimewa
8.
yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
Coba pikirkan, apa yang kamu lakukan saat ingin bermain bersama teman? Apakah
9.
ada hal yang sulit dilakukan?
Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita
10.
dengan teman?
Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
11.
teman?
Mengapa kita perlu memahami kalimat tunggal? Apa manfaatnya dalam kehidupan
12.
sehari-hari?
Mengapa kita perlu bekerja sama? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
13.
teman?
Mengapa kita perlu bekerja sama dengan teman? Apa manfaatnya bagi hubungan
14.
kita dengan orang lain?
Mengapa kita perlu bersikap baik kepada teman? Apa manfaatnya bagi hubungan
15.
kita dengan orang lain?
Mengapa kita perlu membedakan fakta dan fiksi dalam sebuah cerita? Apa
16.
manfaatnya bagi pemahaman kita?
Mengapa kita perlu menggunakan huruf kapital dengan benar dalam sebuah cerita?
17.
Apa manfaatnya bagi komunikasi?

BAB II | Kawan Seiring


No Pertanyaan
Mengapa kita perlu mendiskusikan keinginan jika berbeda dengan teman? Apa
18.
manfaatnya bagi hubungan persahabatan?
Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang
19.
membuat permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?
Bayangkan kamu sedang bekerja sama dengan teman untuk membuat sesuatu yang
20.
besar. Apa yang membuat aktivitas itu menyenangkan?
Bayangkan kamu sedang mencari kata-kata di dalam teka-teki silang. Bagaimana
21.
rasanya ketika menemukan kata yang tepat?
Bayangkan kamu sedang bekerja sama dengan teman untuk membuat sesuatu yang
22.
besar. Apa yang membuat aktivitas itu menyenangkan?
Bayangkan kamu sedang bermain bersama teman di halaman sekolah. Apa yang
23.
membuat aktivitas itu menyenangkan?
Bayangkan kamu sedang bermain tebak-tebakan dengan teman. Bagaimana
24.
rasanya ketika kamu bisa menjawab dengan benar?
Bayangkan kamu sedang membaca cerita tentang istana kue. Apa yang membuat
25.
cerita itu menyenangkan untuk diikuti?
Bayangkan kamu sedang bermain di rumah bersama teman. Apa yang membuat
26.
acara itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?
Bayangkan kamu sedang bermain bersama teman. Apa yang membuat aktivitas itu
27. menyenangkan?

2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Nama Aspek Penilaian
No Peserta Tanggung
Religius Komunikatif Demokratis
Didik Jawab
1.
2.
3.
4.
5.
Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah menunjukan
sikap/perilaku tersebut.

b. Instrumen Penilaian Observasi dan Tanya Jawab


Observasi Terhadap Diskusi dan Tanya Jawab
Pernyataan
Pengungkapan Ketepatan
Nama Peserta Kebenaran
No Gagasan yang Penggunaan Skor
Didik Konsep
Orisinil Istilah
1 2 1 2 1 2
1.
2.
3.
4.
5.
Keterangan: 1 = tidak, 2 = ya
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus berikut

BAB II | Kawan Seiring


c. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan
Aspek Penilaian
No Nama Peserta Didik Jumlah Nilai
1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.

Aspek dan Rubrik Penilaian


No Aspek Penilaian Nilai Perolehan Nilai
1. Kejelasan dan kedalaman informasi
a. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap, dan
30
relevan dengan topik/tema yang didiskusikan.
b. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap,
tetapi kurang relevan dengan topik/tema yang 20
didiskusikan.
c. Informasi disampaikan secara jelas, tetapi kurang
10
lengkap.
2. Keaktifan dalam berdiskusi
a. Sangat aktif dalam diskusi. 30
b. Cukup aktif dalam diskusi. 20
c. Kurang aktif dalam diskusi. 20
3. Kejelasan dan kerapian dalam presentasi
a. Presentasi sangat jelas dan rapi. 40
b. Presentasi cukup jelas dan rapi. 30
c. Presentasi dengan jelas tetapi kurang rapi. 20
d. Presentasi dengan kurang jelas dan kurang rapi. 10

Perhitungan Perolehan nilai


Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi dari perolehan nilai untuk setiap aspek dengan
ketentuan sebagai berikut:
Jika peserta didik pada aspek pertama memperoleh nilai 20, aspek kedua 30, aspek keempat 40, maka
total perolehan nilainya adalah 90.

d. Instrumen Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Penilaian kognitif pertemuan ketujuh
Soal
Lengkapi kalimat rumpang di bawah ini dengan kosakata yang tepat.
Ardi dan teman-temannya hendak menonton pertandingan.
Di luar lapangan futsal ada .................... penonton.
Mereka merasa lelah dan gerah.
Tiba-tiba ada yang punya ...................... menampilkan hiburan.
Penonton pun mendapatkan ...........................

BAB II | Kawan Seiring


Soal

3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta
didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi
dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Terdiri atas satu subjek dan satu predikat disebut ….
a. Kalimat tunggal b. Kalimat tanya

c. Kalimat majemuk bertingkat d. Kalimat majemuk setara

2. Perhatikan kalimat berikut!


Tegar bermain bulu tangkis di lapangan
Subyek pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
a. Bermain b. Tegar

c. Lapangan d. Di

3. Perhatikan kalimat berikut!


Ibuku seorang dokter
Subyek pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
a. Dokter b. Ibu
c. Seorang d. Ku
4. Perhatikan kalimat berikut!
Ayah seorang guru SD
Subyek pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
a. Guru b. Seorang

c. Ayah d. SD

5. Perhatikan kalimat berikut!


Fatmawati menjahit pakaian dengan rapi.
Predikat pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
a. Pakaian b. Dengan

c. Rapi d. Menjahit
6. Perhatikan kalimat berikut!
Dinda menulis surat dengan mesin tik
Predikat pada kalimat di atas terdapat pada kata ….
a. Menulis b. Dengan

c. Dinda d. Surat
7. Yang dimaksud dengan fakta adalah ….
a. Berisi khayalan atau sesuatu yang tidak b. Berisi hal atau peristiwa yang benar-
nyata benar terjadi

BAB II | Kawan Seiring


c. Kalimat yang hanya terdiri atas satu inti d. Kalimat yang terdiri dari dua klausa
kalimat atau satu klausa utama atau lebih
8. Yang dimaksud dengan fiksi adalah ….
a. Berisi khayalan atau sesuatu yang tidak b. Berisi hal atau peristiwa yang benar-
nyata benar terjadi
c. Kalimat yang hanya terdiri atas satu inti d. Kalimat yang terdiri dari dua klausa
kalimat atau satu klausa utama atau lebih
9. Berikut ini contoh kalimat fakta, kecuali ….
a. Indonesia terletak di benua Asia b. Kubus memiliki bentuk kotak
c. Warna hitam termasuk dalam warna d. Ketika aku berada di sisinya, serasa
gelap seperti berada di surga
10. Berikut ini contoh kalimat fiksi, kecuali ….
a. Dia melihat ke arahku dengan tatapan b. Di luasnya alam semesta ini, kita hanya
yang penuh arti seperti butiran debu
d. Ketika dia memandangku dengan
c. Jakarta adalah ibukota negara Indonesia
tatapan sayu itu

Kunci Jawaban
1. A 6. A
2. B 7. B
3. B 8. A
4. C 9. D
5. D 10. C

Pedoman Penilaian:
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Nilai: × 100
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍

BAB II | Kawan Seiring


A. LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

Kartu Ucapan Terima Kasih


A. Tujuan
Melalui kegiatan projek, peserta didik dapat membuat kartu ucapan terima kasih dengan baik dan kreatif.

B. Alat dan Bahan


1. Alat tulis
2. Crayon/pensil warna/spidol warna
3. Kertas warna
4. Gunting dan lem
5. Kardus bekas kemasan makanan
*menyesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik

C. Instruksi Kerja
1. Buatlah kartu ucapan terima kasih untuk salah satu teman.
2. Gunakan kardus bekas kemasan makanan.
3. Kerjakan di rumah, jadikan kejutan.

C. BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK DAN GURU

BAB II | Kawan Seiring


Bahan bacaan untuk peserta didik dan guru diambilkan dari buku siswa dan buku guru Bahasa
Indonesia kelas III dan media ajar guru Indonesia. Serta bisa juga menambahkan dari sumber internet
yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Antrean deretan orang, barang olahan, atau unit yang sedang
menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dan sebagainya
2. Bersuara mengeluarkan suara; dihasilkan dengan getaran pita
suara, misalnya bunyi
3. Gagasan hasil pemikiran; ide
4. Istimewa khas; khusus; lain daripada yang lain
5. Kegembiraan kesenangan hati; perasaan senang (bangga) yang
menimbulkan kegiatan
6. Kerja sama kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang
untuk mencapai tujuan bersama
7. ……………..
8. ……………..

E. DAFTAR PUSTAKA

Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III. Jakarta
Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk
SD/MI Kelas III. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

BAB II | Kawan Seiring


MODUL AJAR BAB 3
Pengobar Semangat
(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)

PENYUSUN
ABDUL MUID, [Link]

BAB III | Pengobar Semangat


MODUL AJAR BAHASA INDONESIA

I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : ABDUL MUID, [Link]
Instansi : SDN 3 WORO
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : [Link]
Fase / Kelas : B/3
Bab : Pengobar Semangat
Alokasi Waktu : 22 JP

B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik dapat memahami isi cerita pendek yang mengandung pesan tentang menerima
kegagalan dan bangkit kembali.
2. Peserta didik mampu mengidentifikasi tokoh dan pesan moral dalam cerita yang dibacakan.
3. Peserta didik dapat menceritakan kembali pengalaman pribadi saat mengalami kegagalan dan
bagaimana mereka bangkit.
4. Peserta didik dapat menuliskan pesan semangat atau motivasi kepada teman yang mengalami
kegagalan.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan 8 Dimensi Profil Lulusan:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik menunjukkan sikap jujur, menghargai usaha diri sendiri dan orang lain, serta
bersyukur atas kemampuan yang dimiliki dalam memahami dan menyampaikan informasi melalui
kegiatan membaca, menulis, dan berbicara.
2. Kewargaan
Peserta didik menunjukkan sikap jujur, menghargai usaha diri sendiri dan orang lain, serta
bersyukur atas kemampuan yang dimiliki dalam memahami dan menyampaikan informasi melalui
kegiatan membaca, menulis, dan berbicara.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik mampu menyimpulkan ide pokok dari teks yang dibaca, mengidentifikasi
permasalahan yang dihadapi tokoh dalam cerita, serta menganalisis makna ungkapan atau majas
hiperbol yang digunakan dalam sebuah teks.
4. Kreativitas
Peserta didik dapat mengekspresikan pemikiran melalui tulisan, cerita, atau permainan peran, serta
menciptakan cara inovatif dalam memahami dan menghafalkan teks, seperti menggunakan bagan,
mind map, atau metode permainan.
5. Kolaborasi
Peserta didik terbiasa bekerja sama dengan teman dalam kegiatan bermain peran, berdiskusi
dalam kelompok, serta menyampaikan pendapat dengan jelas dan menghargai pendapat orang
lain dalam diskusi kelompok.
6. Kemandirian
Peserta didik memiliki kebiasaan mencari informasi secara mandiri melalui berbagai sumber,
seperti kamus cetak maupun daring, serta berani mencoba berbagai cara untuk memahami dan
menyelesaikan tantangan dalam pembelajaran.

BAB III | Pengobar Semangat


7. Kesehatan
Peserta didik memahami pentingnya keseimbangan antara usaha dan istirahat dalam belajar,
menjaga kesehatan mata saat membaca atau menggunakan komputer, serta memiliki semangat
dan motivasi dalam menghadapi tantangan belajar.
8. Komunikasi
Peserta didik mampu menyampaikan ide, cerita, dan pendapat dengan jelas, baik secara lisan
maupun tulisan, menggunakan ekspresi yang sesuai dalam bermain peran, serta menulis dengan
struktur yang benar menggunakan huruf tegak bersambung.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. SARANA DAN PRASARANA/ALAT DAN BAHAN


1. Ruang Kelas
2. LCD Projector
3. Laptop
4. Jaringan Internet/Wifi
5. Buku Guru dan Buku Siswa Bahasa Indonesia kelas III, KBBI, serta sumber belajar lain
6. Buku atau video bertema kegagalan dan pantang menyerah
7. Karton manila
8. Alat tulis dan alat warna

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus)

F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1, 2, 7, 8: Cooperative Learning
3. Pertemuan 3: Game Based Learning
4. Pertemuan 4: Problem Based Learning
5. Pertemuan 5: Project Based Learning
6. Pertemuan 6: Discovery Learning

G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Pembelajaran Kolaboratif, Instruksi Langsung, Diskusi Terpandu, Presentasi
Multimodal dengan Umpan Balik Interaktif, Refleksi Metakognitif.
Pertemuan 2: Pembelajaran Kolaboratif, Ceramah Pendek Bervariasi, Role Playing (Bermain
Peran), Simulasi Interaktif, Presentasi Kelompok, Penilaian Formatif dan
Pembelajaran Interaktif.

BAB III | Pengobar Semangat


Pertemuan 3: Stimulasi, Menyimak Cerita, Refleksi Diri, Diskusi Singkat dan Pembelajaran
Interaktif.
Pertemuan 4: Teks Stimulus, Diskusi Kelompok Terstruktur, Belajar dengan Kartu, Tanya
Jawab Interaktif, Umpan Balik dari Guru,
Pertemuan 5: Tanya Jawab Interaktif, Diskusi Kelompok Terarah, Penugasan Terstruktur,
Observasi Langsung, Presentasi Kelompok
Pertemuan 6: Observasi dan Tanya Jawab Kontekstual, Diskusi Kelas dan Refleksi Individu,
Analisis Teks, Diskusi Kelompok Kecil, Presentasi dan Umpan Balik Langsung,
Refleksi Terbimbing
Pertemuan 7: Berkelompok Heterogen, Pengenalan Tugas, Diskusi Kelompok Terstruktur,
Presentasi Kelompok, Reflektif dan Evaluatif
Pertemuan 8: Pembentukan Kelompok, Ekspositori Interaktif, Simulasi dan Tanya Jawab dan
Simulasi Interaktif, Presentasi Kelompok, Reflektif dan Evaluatif.

KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menyimpulkan ide pokoknya dengan tepat.
2. Peserta didik bisa menyebutkan arti kata dan melafalkannya dengan benar.
3. Peserta didik memilih ekspresi yang mewakili perasaan tokoh dengan tepat
4. Peserta didik dapat berbicara dengan sopan saat meminta tolong kepada orang lain.
5. Peserta didik dapat mencari informasi melalui internet dengan menggunakan kata kunci yang tepat.
6. Peserta didik dapat menyampaikan pendapat dengan volume suara dan intonasi yang jelas
7. Peserta didik dapat menuliskan isi cerita secara berurutan dengan menggunakan bagan.
8. Peserta didik dapat menunjukkan penggunaan tanda kutip secara tepat.
9. Peserta didik mampu menyebutkan makna kalimat yang menggunakan majas hiperbol dengan
benar.
10. Peserta didik mampu menulis teks naratif dengan struktur awal, tengah, akhir dengan benar.
11. Peserta didik mampu menyebutkan permasalahan yang dialami tokoh dengan tepat.
12. Peserta didik mampu menulis ucapan penyemangat kepada teman dengan benar.

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN

Elemen Capaian Pembelajaran


Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi diskusi
an sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai
tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna

BAB III | Pengobar Semangat


Elemen Capaian Pembelajaran
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Dengan mempelajari bab “Pengobar Semangat,” peserta didik memahami bahwa kata-kata dan
tindakan positif dapat membangkitkan semangat diri sendiri dan orang lain dalam menghadapi
tantangan. Melalui teks cerita, puisi, atau percakapan yang membangkitkan motivasi, peserta didik
belajar mengenali nilai-nilai keberanian, kerja keras, dan pantang menyerah. Melalui kegiatan ini,
peserta didik menyadari bahwa semangat adalah kekuatan yang dapat tumbuh dari dalam diri maupun
dari dukungan sekitar, dan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa percaya
diri, harapan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
1. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada hal istimewa
yang kamu pelajari dari permainan itu?”
2. Coba pikirkan, bagaimana cara kamu meminta bantuan kepada orang lain? Apakah ada kata-kata
tertentu yang membuat permintaanmu lebih sopan?
3. Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk disimak? Apakah ada bagian
tertentu yang paling kamu sukai?
4. Coba pikirkan, bagaimana cara kalian mencari informasi ketika tidak tahu sesuatu? Apakah ada
langkah-langkah tertentu yang kalian ikuti?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika membaca sebuah cerita? Apakah ada bagian
tertentu yang paling kamu ingat?
6. Coba pikirkan, apakah Raini benar-benar membaca puisi hingga seratus kali? Apa makna dari
kalimat itu?
7. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika mengalami kesulitan belajar? Apakah ada orang
yang pernah membantu kamu?
8. Coba pikirkan, bagaimana rasanya ketika kamu mendapatkan ucapan penyemangat dari teman?
Apakah ada kalimat tertentu yang membuatmu merasa lebih baik?
Meaningful Learning
9. Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan
teman?
10. Mengapa kita perlu menggunakan kata-kata seperti ‘maaf’, ‘tolong’, dan ‘terima kasih’ saat
berbicara? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan orang lain?
11. Mengapa kita perlu mencoba berkali-kali saat menghadapi tantangan, seperti bermain labirin? Apa
pelajaran yang bisa kita ambil dari itu?
12. Mengapa kita perlu menggunakan kata kunci saat mencari informasi di internet? Apa manfaatnya
bagi pemecahan masalah?
13. Mengapa kita perlu memperhatikan tanda baca saat membaca? Apa manfaatnya bagi pemahaman
kita?

BAB III | Pengobar Semangat


14. Mengapa orang menggunakan ungkapan berlebih-lebihan seperti ‘beratnya satu ton’? Apa
manfaatnya bagi cerita?
15. Mengapa kita perlu saling membantu saat teman mengalami kesulitan? Apa manfaatnya bagi
hubungan persahabatan?
16. Mengapa kita perlu memberikan semangat kepada orang lain? Apa manfaatnya bagi hubungan
persahabatan?
Joyful Learning
17. Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang membuat
permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama.
18. Bayangkan kamu sedang bermain peran sebagai Raini. Bagaimana rasanya ketika kamu berhasil
menghafal puisi dengan bantuan temanmu?
19. Bayangkan kamu sedang bermain labirin bersama teman. Bagaimana rasanya ketika kamu
berhasil menemukan jalan keluar?
20. Bayangkan kamu sedang mencari cara menghafal puisi seperti Raini. Bagaimana rasanya ketika
akhirnya menemukan informasi yang dicari?
21. Bayangkan kamu sedang membaca cerita tentang Raini. Bagaimana rasanya ketika Raini akhirnya
berhasil menghafalkan puisi?
22. Bayangkan kamu sedang belajar memanah seperti tokoh dalam gambar. Bagaimana rasanya
ketika kamu berhasil memanah dengan baik?
23. Bayangkan kamu adalah Raini. Bagaimana rasanya ketika kamu bisa membantu teman yang
sedang kesulitan?
24. Bayangkan kamu sedang menciptakan tepuk semangat bersama teman. Bagaimana rasanya
ketika tepuk semangat itu berhasil menghibur orang lain?

E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, Buku cerita anak,
dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (3 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah
ada hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan
kita dengan teman?”

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang
membuat permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian lebih suka bermain sendiri atau bersama teman? Mengapa?"
 "Siapa nama teman yang paling dekat denganmu di Taman Kanak-Kanak? Apa
yang biasa kalian lakukan bersama?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 75 menit
Sintaks 1: Pembentukan Kelompok (10 menit)
Metode: Pembelajaran Kolaboratif
1. Guru membentuk kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
2. Guru memastikan setiap kelompok memiliki kombinasi kemampuan yang berbeda untuk
mendukung kolaborasi.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi cerita dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti "Kesuksesan Setelah Kegagalan" atau "Belajar dari Kesalahan."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih cerita alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan cerita "Gagal Lagi."

Sintaks 2: Penjelasan Tugas (10 menit)


Metode: Instruksi Langsung
3. Guru menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh setiap kelompok:
a. Diskusikan pengalaman gagal menggunakan panduan berikut:
 Aku pernah gagal ketika ...
 Perasaanku sekarang ...
 Perasaanku saat itu ...
 Yang kulakukan saat itu ...
b. Bacalah cerita “Gagal Lagi” secara bersama-sama. Temukan ide pokok cerita.
c. Beri tanda centang (✓) pada kalimat-kalimat yang benar tentang cerita Raini.
d. Cari arti kosakata baru dalam cerita melalui kamus daring.
e. Diskusikan mana yang lebih sulit diucapkan: “mengabaikan” atau “menghafalkan.”

Sintaks 3: Diskusi Kelompok (35 menit)


Metode: Diskusi Terpandu
Aktivitas 1: Diskusi Pengalaman Gagal
4. Setiap anggota kelompok diminta berbagi pengalaman gagal mereka menggunakan
panduan yang diberikan.
5. Contoh jawaban:
 Aku pernah gagal ketika mencoba naik sepeda tanpa bantuan.
 Perasaanku sekarang sudah tidak sedih lagi.
 Perasaanku saat itu sangat kecewa.
 Yang kulakukan saat itu adalah mencoba lagi esok hari.
Aktivitas 2: Membaca Cerita dan Menemukan Ide Pokok
6. Peserta didik diminta membaca cerita “Gagal Lagi” secara bergantian dalam kelompok.
7. Ide pokok cerita: Raini merasa kecewa karena gagal menghafalkan puisi dan ingin
sendiri, tetapi Bu Guru memberinya semangat untuk mencoba lagi.
Aktivitas 3: Menjawab Pertanyaan tentang Cerita
8. Peserta didik diminta menyalin kalimat-kalimat berikut ke buku tulis dan memberi tanda
centang (✓) pada jawaban yang benar.
Aktivitas 4: Mencari Arti Kosakata Baru
9. Peserta didik diminta menggunakan kamus daring untuk mencari arti kata-kata baru
dalam cerita, seperti “mengabaikan” dan “menghafalkan.”

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Contoh:
 Mengabaikan: Tidak memperhatikan.
 Menghafalkan: Belajar hingga hapal.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail cerita dan
kosakata baru.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya belajar dari
kegagalan.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar dan handphone
membuka kamus daring) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan
menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang akan kamu
katakan jika bertemu dengan Raini?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara menggunakan kamus daring.
Diferensiasi Proses
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat cerita pendek tentang kegagalan yang dialami tokoh imajiner.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menjawab pertanyaan.

Sintaks 4: Presentasi Hasil (15 menit)


Metode: Presentasi Multimodal dengan Umpan Balik Interaktif
10. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok besar.
11. Guru memandu peserta didik untuk merangkum ide-ide utama dari diskusi kelompok:
 Kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
 Kamus daring dapat digunakan untuk mencari arti kata dengan mudah.
 Kata “mengabaikan” lebih sulit diucapkan daripada “menghafalkan” karena jumlah
suku katanya lebih banyak.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
membuat poster motivasi tentang kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
presentasi yang sudah jadi agar mereka dapat lebih mudah menyampaikan hasil
diskusi.

Sintaks 5: Refleksi dan Evaluasi (5 menit)


Metode: Refleksi Metakognitif
12. Guru memberikan umpan balik kepada setiap kelompok atas hasil diskusi mereka.
13. Guru mengevaluasi hasil diskusi berdasarkan partisipasi, kerjasama, dan pemahaman
konsep.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
kegagalan adalah ujian dari Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memecahkan masalah saat
menghadapi kegagalan.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam berbagi pengalaman gagal.
 Kolaborasi

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat tentang pengalaman gagal
dan solusi yang ditempuh untuk mengatasinya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kedua (3 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, bagaimana cara kamu meminta bantuan kepada orang lain? Apakah
ada kata-kata tertentu yang membuat permintaanmu lebih sopan?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu menggunakan kata-kata seperti ‘maaf’, ‘tolong’, dan ‘terima
kasih’ saat berbicara? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan orang lain?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain peran sebagai Raini. Bagaimana rasanya ketika
kamu berhasil menghafal puisi dengan bantuan temanmu?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah kesulitan menghafal pelajaran? Bagaimana cara kalian
mengatasinya?"
 "Apa yang biasa kalian lakukan jika ingin meminta bantuan kepada orang lain?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 75 menit
Sintaks 1: Pembentukan Kelompok Heterogen (5 menit)
Metode: Pembelajaran Kolaboratif
1. Peserta didik dibagi menjadi pasangan-pasangan heterogen (berdasarkan kemampuan,
minat, atau acak).
2. Setiap pasangan akan memerankan tokoh dalam cerita: Raini dan ibunya.

Sintaks 2: Penyampaian Informasi dan Tujuan (5 menit)


Metode: Ceramah Pendek Bervariasi
3. Guru membacakan cerita pendek tentang Raini.
4. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan bermain peran sebagai Raini dan ibunya
untuk mempelajari cara berbicara dengan sopan menggunakan tiga kata ajaib: maaf,
tolong, dan terima kasih.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi cerita dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti "Raini Membantu Teman" atau "Raini di Sekolah."

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih konteks percakapan
alternatif jika mereka merasa kurang tertarik dengan cerita tentang Raini dan
ibunya.

Sintaks 3: Pelatihan Kolaboratif / Pemberian Tugas (15 menit)


Metode: Role Playing (Bermain Peran)
5. Guru menjelaskan tugas role-playing:
a. Setiap pasangan akan memerankan Raini dan ibunya.
b. Gunakan tiga kata ajaib (maaf, tolong, terima kasih) dalam percakapan.
c. Pastikan percakapan dilakukan dengan sopan dan jelas agar mudah dipahami.
6. Contoh dialog awal diberikan oleh guru:
 Raini: “Maaf, Bu. Bolehkah aku minta tolong?”
 Ibu: “Tentu, Raini. Ada apa?”
 Raini: “Aku kesulitan menghafal puisi. Bisakah Ibu membantu?”
 Ibu: “Tentu. Terima kasih sudah meminta dengan sopan.”

Sintaks 4: Bimbingan Pelaksanaan Tugas (10 menit)


Metode: Simulasi Interaktif
Pembagian Peran
7. Peserta didik dibagi menjadi pasangan (satu berperan sebagai Raini, satu lagi sebagai
ibunya).
8. Guru memastikan setiap peserta didik mendapatkan giliran untuk berperan.
Latihan Role Playing
9. Setiap pasangan berlatih dialog mereka di tempat duduk masing-masing.
10. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan langsung jika ada kesulitan.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail percakapan
dan penggunaan kata-kata ajaib.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya
komunikasi sopan dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar cerita) untuk membuat
pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Bagaimana cara
kalian merasa nyaman saat meminta bantuan kepada orang lain?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan percakapan di depan kelas.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat dialog baru dengan tema lain (misalnya, meminta bantuan kepada
guru).
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk membuat dialog.

Sintaks 5: Presentasi Hasil Kerja Kelompok (15 menit)


Metode: Presentasi Kelompok
9. Guru meminta beberapa pasangan untuk mempresentasikan hasil role-playing mereka
di depan kelas.

Sintaks 6: Refleksi dan Umpan Balik (15 menit)


Metode: Penilaian Formatif
10. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan atau melengkapi
jawaban.
11. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran:
 Komunikasi sopan penting untuk menciptakan hubungan yang baik dengan orang
lain.

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Kata-kata ajaib seperti maaf, tolong, dan terima kasih membantu membuat
percakapan lebih nyaman.
 Berbicara dengan sopan dapat membantu kita mendapatkan bantuan dari orang
lain.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menulis cerita pendek tentang pengalaman meminta bantuan.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
dialog yang sudah jadi.
Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
kemampuan belajar adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memecahkan masalah saat
menghadapi kesulitan.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat dialog baru.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi pasangan.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdialog.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis dialog singkat tentang meminta bantuan
kepada guru menggunakan tiga kata ajaib.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Ketiga (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk disimak? Apakah
ada bagian tertentu yang paling kamu sukai?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu mencoba berkali-kali saat menghadapi tantangan, seperti
bermain labirin? Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari itu?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang bermain labirin bersama teman. Bagaimana rasanya
ketika kamu berhasil menemukan jalan keluar?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 "Apakah kalian pernah mendengarkan cerita? Apa yang paling kalian ingat dari
cerita tersebut?"
 "Apa yang biasa kalian lakukan saat bermain labirin atau teka-teki?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Introduction to the Game (Pengenalan Permainan) (10 menit)
Metode: Stimulasi
1. Guru memperkenalkan dua aktivitas utama pada hari ini:
a. Menyimak Cerita: Guru akan membacakan sebuah cerita pendek, dan peserta didik
diminta mengisi kotak-kotak berdasarkan cerita tersebut.
b. Bermain Labirin: Peserta didik akan membuat labirin sendiri dan mengajak teman
bermain.
2. Guru menjelaskan bahwa kedua aktivitas ini dirancang untuk melatih kemampuan
menyimak, berpikir kritis, dan kreativitas.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi cerita dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti "Petualangan di Hutan" atau "Kehidupan di Kota."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih cerita alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan cerita tentang merawat hewan.

Sintaks 2: Game Play (Pelaksanaan Permainan) (30 menit)


Metode: Menyimak Cerita
Menyimak Cerita (15 menit)
3. Guru membacakan cerita pendek dengan ekspresi yang menarik.
4. Peserta didik diminta mengisi kotak-kotak berdasarkan cerita yang didengar:
a. Ini adalah cerita tentang …… (merawat hewan).
b. Nama tokoh cerita …… (Lina).
c. Tempat terjadinya cerita …… (desa kecil).
d. Peristiwa yang kusukai dari cerita ini …… (Lina merawat burung kecil).
e. Peristiwa yang tidak kusukai dari cerita ini …… (burung kecil terluka).
f. Peristiwa yang seharusnya dihapus dari cerita ini …… (tidak ada, karena semua
bagian cerita bermakna).
g. Aku suka/tidak suka cerita itu karena …… (saya suka karena ceritanya mengajarkan
kasih sayang terhadap hewan).
Bermain Labirin (15 menit)
5. Guru membagikan lembar kerja berisi labirin yang sudah disiapkan.
6. Peserta didik diminta mencoba menyelesaikan labirin. Jika berhasil, mereka akan
menemukan kata rahasia yang tersusun dari huruf-huruf di sepanjang jalur benar.
7. Contoh kata rahasia: “BERSAMA.”
Membuat Labirin Sendiri:
a. Peserta didik diminta membuat labirin sederhana di buku tulis mereka.
b. Mereka dapat menambahkan huruf-huruf di sepanjang jalur untuk membentuk kata
rahasia.
c. Setelah selesai, mereka mengajak teman bermain labirin yang telah dibuat.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail cerita dan
labirin.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya kerja
sama dan ketekunan dalam menghadapi tantangan.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar labirin) untuk
membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Bagaimana cara
kalian menemukan jalan keluar labirin?”

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara membuat labirin.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat labirin dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menyelesaikan labirin.

Sintaks 3: Reflection (Refleksi) (5 menit)


Metode: Refleksi Diri
8. Guru membimbing peserta didik untuk merefleksikan hasil aktivitas.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tugas tambahan seperti
menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman mereka saat bermain labirin.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
refleksi yang sudah jadi dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana.

Sintaks 4: Application (Penerapan) (5 menit)


Metode: Diskusi Singkat
9. Peserta didik diminta menerapkan pelajaran yang dipetik dari cerita dan labirin dalam
kehidupan sehari-hari:
Misalnya, belajar sabar dan tekun saat menghadapi masalah.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam menyelesaikan labirin.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat labirin.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam bermain labirin bersama teman.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa membuat cerita singkat tentang pengalaman
merawat hewan peliharaan atau membuat labirin baru.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Keempat (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, bagaimana cara kalian mencari informasi ketika tidak tahu sesuatu?
Apakah ada langkah-langkah tertentu yang kalian ikuti?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu menggunakan kata kunci saat mencari informasi di internet?
Apa manfaatnya bagi pemecahan masalah?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang mencari cara menghafal puisi seperti Raini. Bagaimana
rasanya ketika akhirnya menemukan informasi yang dicari?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah menggunakan internet untuk mencari informasi? Apa yang
biasa kalian cari?"
 "Bagaimana cara kalian memastikan informasi yang ditemukan benar?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintaks 1: Orientasi Masalah (10 menit) menit
Metode: Teks Stimulus
1. Guru menampilkan teks pendek tentang Raini.
2. Guru memberikan masalah untuk dipecahkan:
 “Bagaimana cara Raini mendapatkan informasi tentang menghafal puisi?”
 “Apa saja kosakata baru yang kalian temui dalam cerita ini? Apa artinya?”
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi teks dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti "Raini Belajar Memasak" atau "Raini Mencari Informasi Tentang Kesehatan."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih teks alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan cerita tentang menghafal puisi.

Sintaks 2: Mengorganisasi untuk Belajar (15 menit)


Metode: Diskusi Kelompok Terstruktur
3. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (3-5 orang).
4. Setiap kelompok diminta mendiskusikan pertanyaan berikut:
 Apa yang dilakukan Raini untuk mendapatkan informasi?
 Kosakata baru apa yang ditemukan dalam cerita? Coba tebak artinya.
 Jika kalian ingin mencari informasi serupa, langkah apa yang akan kalian lakukan?
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan seperti
membuat daftar ide lain tentang cara mencari informasi selain menggunakan
internet.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan panduan
langkah demi langkah untuk menjawab pertanyaan.

Sintaks 3: Investigasi Mandiri(30 menit)


Metode: Belajar dengan Kartu
Memahami Kosakata Baru (15 menit)
5. Guru membagikan kartu kosong kepada setiap pasangan.
6. Peserta didik diminta memasangkan kata-kata baru dengan artinya:
 Internet: jaringan komputer di seluruh dunia.
 Mengetik: menulis dengan menggunakan papan tik.
 Kata kunci: istilah yang digunakan untuk mencari informasi.
 Klik: perintah yang dikenali oleh komputer.
 Informasi: berita tentang sesuatu.
 Monitor: alat untuk menampilkan gambar.

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
7. Setelah itu, peserta didik menulis kata dan artinya pada kartu, kemudian
memasukkannya ke dalam “Kamus Kotak.”
Menulis Langkah-Langkah (15 menit)
8. Peserta didik diminta membuat bagan urutan langkah-langkah yang dilakukan Raini
untuk mendapatkan informasi:
a. Raini meminjam komputer.
b. Raini membuka internet.
c. Raini mengetikkan kata kunci “Cara Menghafal Puisi.”
d. Raini mengeklik tombol untuk membuka informasi.
e. Raini mendapatkan informasi tentang cara menghafal puisi.
Deep Learning
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail cerita dan
langkah-langkah yang dilakukan Raini.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya teknologi
dalam mencari informasi.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar komputer dan monitor)
untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Sintaks 4: Pengembangan dan Penyajian Solusi (35 menit)


Metode: Tanya Jawab Interaktif
Diskusi Kelompok (15 menit)
9. Setiap kelompok mendiskusikan hasil analisis mereka:
 Apa yang Raini lakukan untuk mendapatkan informasi?
 Kosakata baru apa yang ditemukan dan bagaimana artinya?
 Apa ide pokok, ide pendukung, dan kesimpulan dari cerita ini?
Bercerita (20 menit)
10. Setiap kelompok diminta menceritakan kembali cerita Raini kepada teman-teman:
a. Pastikan berbicara dengan jelas agar teman-teman mendengar dengan baik.
b. Gunakan tips berbicara yang diberikan:
 Catat hal-hal yang hendak dibicarakan.
 Tunggu teman-teman tenang.
 Tarik napas, tahan, lepaskan.
 Berbicaralah dengan tenang.
Metode Pembelajaran Interaktif
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang kalian
pelajari dari cerita Raini?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara mengetik kata kunci di komputer.

Sintaks 5: Refleksi dan Evaluasi (20 menit)


Metode: Umpan Balik dari Guru
11. Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka:
 Langkah-langkah yang dilakukan Raini.
 Kosakata baru dan artinya.
 Ide pokok, ide pendukung, dan kesimpulan cerita.
12. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan atau melengkapi
jawaban.
13. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran:
 Internet adalah alat yang berguna untuk mencari informasi.
 Kata kunci membantu kita menemukan informasi yang spesifik.
 Teknologi harus digunakan dengan bijak, dan mintalah bantuan orang tua saat
menggunakan internet.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan seperti
membuat cerita baru tentang penggunaan internet.

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
bagan yang sudah jadi.

Penutup 15 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
teknologi adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam menggunakan teknologi untuk
mencari informasi.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat cerita atau
langkah-langkah baru.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis langkah-langkah sederhana untuk
mencari informasi di internet.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kelima (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika membaca sebuah cerita? Apakah
ada bagian tertentu yang paling kamu ingat?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu memperhatikan tanda baca saat membaca? Apa manfaatnya
bagi pemahaman kita?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang membaca cerita tentang Raini. Bagaimana rasanya
ketika Raini akhirnya berhasil menghafalkan puisi?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah membaca buku cerita? Apa judul cerita favoritmu?"
 "Bagaimana cara kalian mencatat hal-hal penting dari cerita yang dibaca?"

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Penyampaian Pertanyaan atau Masalah Utama (5 menit)
Metode: Tanya Jawab Interaktif
1. Guru memperkenalkan masalah utama:
a. "Bagaimana cara membuat Jurnal Membaca yang baik dan benar?"
b. "Bagaimana tanda baca membantu kita memahami isi cerita?"
2. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan membaca cerita singkat "Bisa Bantu Aku?"
dan membuat catatan Jurnal Membaca berdasarkan cerita tersebut.
Diferensiasi Konten:
 Guru menyediakan variasi cerita dengan tema berbeda sesuai minat peserta didik,
seperti "Petualangan di Hutan" atau "Kehidupan di Sekolah."
 Guru juga memberikan opsi bagi peserta didik untuk memilih cerita alternatif jika
mereka merasa kurang tertarik dengan cerita "Bisa Bantu Aku?"

Sintaks 2: Perencanaan Proyek (5 menit)


Metode: Diskusi Kelompok Terarah
3. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (3-4 orang).
4. Setiap kelompok diminta merencanakan langkah-langkah untuk menyelesaikan proyek:
a. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (3-4 orang).
b. Setiap kelompok diminta merencanakan langkah-langkah untuk menyelesaikan
proyek:
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan seperti
membuat daftar pertanyaan baru yang dapat diajukan kepada tokoh cerita.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan panduan
langkah demi langkah untuk merencanakan proyek, seperti format checklist
sederhana.

Sintaks 3: Pelaksanaan Proyek (30 menit)


Metode: Penugasan Terstruktur
Membaca Cerita (10 menit)
5. Guru membacakan cerita "Bisa Bantu Aku?" dengan ekspresi yang menarik.
6. Peserta didik diminta membaca ulang cerita secara mandiri atau berpasangan
Membuat Jurnal Membaca (10 menit)
7. Peserta didik diminta membuat catatan Jurnal Membaca berdasarkan cerita.
Mengidentifikasi Tanda Baca (10 menit)
8. Peserta didik diminta mengidentifikasi penggunaan tanda baca dalam cerita:
a. Tanda titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat.
b. Tanda seru (!) digunakan untuk menunjukkan rasa semangat atau antusiasme.
c. Tanda tanya (?) digunakan untuk menunjukkan pertanyaan.
d. Tanda kutip (“ ”) digunakan untuk mengapit judul puisi dan kalimat langsung.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail cerita dan
penggunaan tanda baca.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya membaca
dan memahami cerita dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar cerita) untuk membuat
pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Mengapa Raini
meminta bantuan Intan? Apa yang bisa kita pelajari dari sikap Raini?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara membaca cerita dengan ekspresi.

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Sintaks 4: Monitoring (5 menit)


Metode: Observasi Langsung
9. Guru berkeliling untuk memantau kemajuan peserta didik selama pelaksanaan proyek.
10. Guru memberikan bimbingan langsung jika ada kesulitan.

Sintaks 5: Evaluasi dan Refleksi (40 menit)


Metode: Presentasi Kelompok
11. Guru meminta beberapa kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka:
 Catatan Jurnal Membaca.
 Identifikasi tanda baca dalam cerita.
12. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan atau melengkapi
jawaban.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat poster edukatif tentang pentingnya tanda baca dalam cerita.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
Jurnal Membaca yang sudah jadi dengan petunjuk pengisian.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
kemampuan membaca adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami cerita dan tanda
baca.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat catatan Jurnal
Membaca.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa membaca buku cerita lain dan membuat Jurnal
Membaca di rumah.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Keenam (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
“Coba pikirkan, apakah Raini benar-benar membaca puisi hingga seratus kali? Apa
makna dari kalimat itu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa orang menggunakan ungkapan berlebih-lebihan seperti ‘beratnya satu
ton’? Apa manfaatnya bagi cerita?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu sedang belajar memanah seperti tokoh dalam gambar.
Bagaimana rasanya ketika kamu berhasil memanah dengan baik?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal.
5. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah mendengar ungkapan berlebih-lebihan seperti ‘beratnya satu
ton’? Apa artinya?”
 "Bagaimana cara kalian membuat cerita dari sebuah gambar?"
6. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (5 menit)
Metode: Observasi dan Tanya Jawab Kontekstual
1. Guru menampilkan kalimat-kalimat berikut kepada peserta didik:
a. “Dia sudah membacanya seratus kali untuk memahami maknanya.”
b. “Tasku penuh buku. Beratnya satu ton!”
c. “Pohon itu cepat tumbuh, pucuknya sampai ke langit.”
d. “Haus sekali. Aku bisa minum seember air sekaligus.”
2. Guru bertanya:
a. “Apakah Raini benar-benar membaca puisi hingga seratus kali? Mengapa orang
menggunakan ungkapan seperti ini?”

Sintaks 2: Identifikasi Masalah: (5 menit)


Metode: Diskusi Kelas dan Refleksi Individu
3. Peserta didik diminta mengidentifikasi masalah:
a. Apa makna dari kalimat-kalimat tersebut?
b. Mengapa orang menggunakan ungkapan berlebih-lebihan?

Sintaks 3: Pengumpulan Data (15 menit)


Metode: Analisis Teks
Aktivitas 1: Memahami Majas Hiperbol (10 menit)
4. Guru menjelaskan bahwa ungkapan berlebih-lebihan disebut majas hiperbol.
5. Peserta didik diminta menganalisis kalimat-kalimat berikut:
a. “Tasku penuh buku. Beratnya satu ton!” → Maknanya: Tas sangat berat.
b. “Pohon itu cepat tumbuh, pucuknya sampai ke langit.” → Maknanya: Pohon tumbuh
sangat tinggi.
c. “Haus sekali. Aku bisa minum seember air sekaligus.” → Maknanya: Sangat haus.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail kalimat dan
maknanya.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya
memahami majas dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar tas, pohon, dan gelas
air) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tambahan contoh majas
hiperbol dari cerita fiksi atau puisi.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan contoh
kalimat sederhana tanpa variasi bahasa yang kompleks.
Aktivitas 2: Menulis Cerita Berdasarkan Gambar (5 menit)

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
6. Guru menampilkan gambar seseorang yang sedang belajar memanah.
7. Peserta didik diminta mengamati gambar dan memikirkan cerita yang dapat dibuat.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti memasukkan majas hiperbol ke dalam cerita mereka.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk membuat cerita.

Sintaks 4: Pengolahan Data (15 menit)


Metode: Diskusi Kelompok Kecil
Aktivitas 1: Diskusi Kelompok (10 menit)
8. Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang).
9. Setiap kelompok diminta membuat cerita berdasarkan gambar menggunakan panduan
berikut:
a. Awal: Aku melihat seseorang sedang belajar memanah.
b. Tengah: Menurutku, dia sedang berlatih keras.
 Dia berkali-kali gagal, tetapi tidak menyerah.
 Dia melakukannya karena ingin menjadi ahli memanah.
c. Akhir: Setelah berkali-kali mencoba, dia akhirnya berhasil memanah dengan tepat.
Aktivitas 2: Menulis Cerita (5 menit)
10. Setiap kelompok diminta menulis cerita mereka di buku tulis.
Metode Pembelajaran Interaktif
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang membuat
cerita ini menarik?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara memanah.

Sintaks 5: Verifikasi (5 menit)


Metode: Presentasi dan Umpan Balik Langsung
11. Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka:
a. Analisis majas hiperbol.
b. Cerita berdasarkan gambar.
12. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan atau melengkapi
jawaban.

Sintaks 6: Generalisasi (5 menit)


Metode: Refleksi Terbimbing
13. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran:
a. Majas hiperbol adalah ungkapan berlebih-lebihan yang digunakan untuk
memperjelas makna.
b. Gambar dapat dijadikan inspirasi untuk membuat cerita.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti membuat cerita baru dengan majas hiperbol dan menggambarkan cerita
dalam bentuk komik.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
cerita yang sudah jadi atau template komik sederhana.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
kemampuan belajar adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memahami majas hiperbol.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam membuat cerita.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat menggunakan majas
hiperbol.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Ketujuh (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika mengalami kesulitan belajar? Apakah
ada orang yang pernah membantu kamu?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu saling membantu saat teman mengalami kesulitan? Apa
manfaatnya bagi hubungan persahabatan?”
 Joyful Learning:
“Bayangkan kamu adalah Raini. Bagaimana rasanya ketika kamu bisa membantu
teman yang sedang kesulitan?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Bagaimana cara kalian meminta bantuan kepada teman atau guru?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 50 menit
Sintaks 1: Pembentukan Kelompok (5 menit)
Metode: Berkelompok Heterogen
1. Guru membentuk kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
2. Guru memastikan setiap kelompok memiliki kombinasi kemampuan yang berbeda untuk
mendukung kolaborasi.
Diferensiasi Proses:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan seperti
memimpin diskusi kelompok atau menjelaskan jawaban kepada teman lainnya.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan panduan
langkah demi langkah untuk memahami teks dan menjawab pertanyaan.

Sintaks 2: Penjelasan Tugas (5 menit)


Metode: Pengenalan Tugas
3. Guru menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh setiap kelompok:
a. Baca kembali teks “Giliranku Membantumu” secara bersama-sama.

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
b. Jawablah pertanyaan berikut:
1) Percakapan ini terjadi di mana? Berikan alasanmu.
2) Apa yang dialami Intan? Berikan alasanmu.
3) Bagaimana perasaan Intan? Berikan alasanmu.
4) Menurut kalian, apa yang seharusnya dilakukan Intan? Berikan alasanmu.
5) Diskusikan masalah yang dihadapi tokoh cerita (Intan) dan bagaimana cara
menyelesaikannya.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tambahan teks pendek
lainnya tentang kerja sama untuk dianalisis.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan panduan
langkah demi langkah dalam menjawab pertanyaan.

Sintaks 3: Diskusi Kelompok (30 menit)


Metode: Diskusi Kelompok Terstruktur
Aktivitas 1: Membaca dan Memahami Teks (10 menit)
4. Setiap kelompok diminta membaca teks “Giliranku Membantumu” secara bergantian.
Aktivitas 2: Menjawab Pertanyaan (10 menit)
5. Peserta didik diminta menjawab pertanyaan berdasarkan teks:
a. Percakapan ini terjadi di mana?
Jawaban: Sekolah.
Alasan: Karena Intan mengalami kesulitan menghitung luas dan keliling, yang
biasanya dipelajari di sekolah.
b. Apa yang dialami Intan?
Jawaban: Intan tidak bisa menghitung luas dan keliling persegi panjang.
Alasan: Ini disebutkan langsung dalam teks.
c. Bagaimana perasaan Intan?
Jawaban: Sedih dan cemas.
Alasan: Intan menangis karena merasa kesulitan.
d. Menurut kalian, apa yang seharusnya dilakukan Intan?
Jawaban: Meminta bantuan kepada teman atau guru.
Alasan: Dengan bantuan, masalah Intan dapat diselesaikan lebih cepat.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail teks dan
masalah yang dihadapi tokoh.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya kerja sama
dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar anak-anak belajar
bersama) untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Bagaimana perasaan
kalian jika menjadi Intan?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara meminta bantuan kepada teman.
Aktivitas 3: Diskusi Masalah Tokoh (10 menit)
6. Setiap kelompok diminta mendiskusikan masalah yang dihadapi Intan dan cara
menyelesaikannya.
Contoh jawaban:
a. Masalah: Intan tidak bisa menghitung luas dan keliling persegi panjang.
b. Solusi: Intan dapat meminta bantuan kepada teman atau guru.
Diferensiasi Produk:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru meminta mereka membuat cerita baru
tentang kerja sama antarteman.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
cerita yang sudah jadi untuk diisi dengan kalimat sederhana.

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Sintaks 4: Presentasi Hasil (5 menit)
Metode: Presentasi Kelompok
7. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada kelompok besar.
8. Guru memandu peserta didik untuk merangkum ide-ide utama dari diskusi kelompok:
a. Saling membantu adalah cara yang baik untuk menyelesaikan masalah.
b. Meminta bantuan bukanlah hal yang memalukan.

Sintaks 5: Refleksi dan Evaluasi (5 menit)


Metode: Reflektif dan Evaluatif
9. Guru memberikan umpan balik kepada setiap kelompok atas hasil diskusi mereka.
10. Guru mengevaluasi hasil diskusi berdasarkan partisipasi, kerjasama, dan pemahaman
konsep.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam memecahkan masalah saat
menghadapi kesulitan.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam mencari solusi untuk
membantu Intan.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis cerita singkat tentang pengalaman saling
membantu dengan teman.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

Pertemuan Kedelapan (4 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10 menit
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
“Coba pikirkan, bagaimana rasanya ketika kamu mendapatkan ucapan
penyemangat dari teman? Apakah ada kalimat tertentu yang membuatmu merasa
lebih baik?”
 Meaningful Learning:
“Mengapa kita perlu memberikan semangat kepada orang lain? Apa manfaatnya
bagi hubungan persahabatan?”
 Joyful Learning:

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
“Bayangkan kamu sedang menciptakan tepuk semangat bersama teman.
Bagaimana rasanya ketika tepuk semangat itu berhasil menghibur orang lain?”
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awalGuru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
 "Apakah kalian pernah mengalami kesulitan seperti Intan? Apa yang kalian
lakukan?”
 "Bagaimana cara kalian meminta bantuan kepada teman atau guru?"
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan Inti 120
Sintaks 1: Pembentukan Kelompok (10 menit) menit
Metode: Pembentukan Kelompok
1. Guru membentuk kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
2. Guru memastikan setiap kelompok memiliki kombinasi kemampuan yang berbeda untuk
mendukung kolaborasi.

Sintaks 2: Penjelasan Tugas (10 menit)


Metode: Ekspositori Interaktif
3. Guru menjelaskan tugas yang harus dilakukan oleh setiap kelompok:
a. Menulis Ucapan Penyemangat
 Tuliskan ucapan penyemangat untuk teman menggunakan huruf tegak
bersambung.
 Berikan alasan mengapa ucapan tersebut penting.
b. Tepuk Semangat
 Tirukan tepuk semangat yang diperagakan oleh guru.
 Ciptakan tepuk semangat baru bersama kelompok.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan
seperti menulis ucapan penyemangat dalam bentuk puisi.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
contoh ucapan penyemangat yang dapat ditiru.

Sintaks 3: Diskusi Kelompok: (80 menit)


Metode: Simulasi dan Tanya Jawab dan Simulasi Interaktif
Aktivitas 1: Menulis Ucapan Penyemangat (35 menit)
4. Peserta didik diminta menulis ucapan penyemangat untuk teman menggunakan huruf
tegak bersambung.
5. Contoh ucapan penyemangat:
 “Kamu pasti bisa! Jangan menyerah!”
 “Teruslah berjuang, aku yakin kamu hebat!”
 “Semangat ya, aku selalu mendukungmu!”
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap detail tulisan dan
makna ucapan.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya
memberikan dukungan moral kepada orang lain.
 Joyful Learning: Guru menggunakan media visual (gambar anak menulis) untuk
membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif:
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif, misalnya: “Apa yang membuat
ucapan penyemangat ini bermakna bagi penerimanya?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif, seperti meminta peserta didik
mendemonstrasikan cara menulis huruf tegak bersambung.
Diferensiasi Proses

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru meminta mereka menambahkan gambar
ilustrasi di samping tulisan.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan
panduan langkah demi langkah untuk menulis huruf tegak bersambung.
Aktivitas 2: Tepuk Semangat (45 menit)
6. Guru memperagakan tepuk semangat sederhana.
7. Peserta didik menirukan tepuk semangat secara bersama-sama.
8. Setiap kelompok diminta menciptakan tepuk semangat baru.
Deep Learning:
 Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada irama dan makna tepuk.
 Meaningful Learning: Guru mengaitkan aktivitas ini dengan pentingnya semangat
tim dalam acara-acara sekolah.
 Joyful Learning: Guru menggunakan musik atau tepuk bergaya ceria untuk
membuat suasana lebih menyenangkan.
Metode Pembelajaran Interaktif
 Guru menggunakan teknik Tanya Jawab Interaktif , misalnya: “Bagaimana cara
kalian memilih kata-kata untuk tepuk semangat?”
 Guru juga menggunakan Simulasi Interaktif , seperti meminta setiap kelompok
memperagakan tepuk semangat mereka di depan kelas.
Diferensiasi Produk
 Untuk peserta didik yang lebih cepat, guru meminta mereka mencatat langkah-
langkah tepuk semangat baru dalam bentuk diagram.
 Untuk peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih, guru memberikan format
tepuk semangat yang sudah jadi untuk diisi dengan kata-kata sederhana.

Sintaks 4: Presentasi Hasil (10 menit)


Metode: Presentasi Kelompok
9. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka:
 Ucapan penyemangat yang telah ditulis.
 Tepuk semangat yang telah diciptakan.
10. Guru memandu peserta didik untuk merangkum ide-ide utama dari diskusi kelompok:
 Memberikan semangat adalah cara yang baik untuk mendukung teman.
 Tepuk semangat dapat meningkatkan suasana positif dalam acara sekolah.

Sintaks 5: Refleksi dan Evaluasi (10 menit)


Metode: Reflektif dan Evaluatif
11. Guru memberikan umpan balik kepada setiap kelompok atas hasil diskusi mereka.
12. Guru mengevaluasi hasil diskusi berdasarkan partisipasi, kerjasama, dan pemahaman
konsep.
Penutup 10 menit
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Guru mengingatkan peserta didik bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk
persahabatan adalah ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis
Guru menekankan pentingnya berpikir logis dalam menciptakan tepuk semangat
yang bermakna.
 Kreativitas
Guru mengapresiasi ide-ide kreatif peserta didik dalam menulis ucapan
penyemangat dan menciptakan tepuk semangat.
 Kolaborasi
Guru mengapresiasi kerja sama peserta didik dalam diskusi kelompok.
 Komunikasi

BAB III | Pengobar Semangat


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Guru menekankan pentingnya berbicara dengan jelas dan mendengarkan pendapat
orang lain saat berdiskusi.
4. Guru memberikan tugas rumah berupa menulis ucapan penyemangat untuk keluarga di
rumah menggunakan huruf tegak bersambung.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa, mengucapkan salam.

G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
1. Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai.
4. Diagnostik
2. Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan dan
5. Formatif
pengetahuan selama peserta didik mempelajari bab 3,
yaitu pengobar semangat.
6. Sumatif Tertulis (Soal Pilihan Ganda)

H. KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


a. Kegiatan Remedial:
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan materi
dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk
memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
b. Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru memberikan
kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya terhadap materi yang
telah dipelajari.

I. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


a. Refleksi Guru
No Pertanyaan Jawaban
1. Apa yang sudah berjalan baik di dalam kelas? Apa
yang saya sukai dari kegiatan
pembelajaran kali ini? Apa yang tidak saya sukai?
2. Pelajaran apa yang saya dapatkan selama
pembelajaran?
3. Apa yang ingin saya ubah untuk
meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan/
hasil pembelajaran?
4. Dengan pengetahuan yang saya dapat/miliki
sekarang, apa yang akan saya
lakukan jika harus mengajar kegiatan yang sama
di kemudian hari?
5. Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif
ketika mengajar, dan mengapa menurut guru?
6. Pada langkah ke berapa peserta didik paling
belajar banyak?
7. Pada momen apa peserta didik menemui kesulitan
saat mengerjakan tugas akhir mereka?
8. Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut
dan apa peran saya pada saat itu?
9. ……………….
10. ……………….

BAB III | Pengobar Semangat


b. Refleksi Peserta Didik
Isi dengan tanda centang (✓), ya, sesuai dengan apa saja yang sudah kalian pelajari!
Sudah Masih Perlu
Tentang Bab “Pengobar Semangat”
Dapat Belajar Lagi
1. Saya dapat berbicara dengan sopan dan tepat.
2. Saya dapat menemukan ide pokok cerita.
3. Saya dapat menyebutkan masalah yang dihadapi tokoh
cerita.
4. Saya dapat menulis cerita dengan urutan awal, tengah,
akhir.
5. Saya bisa menemukan majas hiperbol dalam kalimat.

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001

BAB III | Pengobar Semangat


LAMPIRAN

A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal
meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama
belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan
minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?

b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
1. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama teman? Apakah ada
hal istimewa yang kamu pelajari dari permainan itu?”
2. Coba pikirkan, bagaimana cara kamu meminta bantuan kepada orang lain? Apakah
ada kata-kata tertentu yang membuat permintaanmu lebih sopan?
3. Coba pikirkan, apa yang membuat sebuah cerita menarik untuk disimak? Apakah ada
bagian tertentu yang paling kamu sukai?
4. Coba pikirkan, bagaimana cara kalian mencari informasi ketika tidak tahu sesuatu?
Apakah ada langkah-langkah tertentu yang kalian ikuti?
5. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika membaca sebuah cerita? Apakah ada
bagian tertentu yang paling kamu ingat?
6. Coba pikirkan, apakah Raini benar-benar membaca puisi hingga seratus kali? Apa
makna dari kalimat itu?
7. Coba pikirkan, apa yang kamu rasakan ketika mengalami kesulitan belajar? Apakah
ada orang yang pernah membantu kamu?
8. Coba pikirkan, bagaimana rasanya ketika kamu mendapatkan ucapan penyemangat
dari teman? Apakah ada kalimat tertentu yang membuatmu merasa lebih baik?
9. Mengapa kita perlu bekerja sama saat bermain? Apa manfaatnya bagi hubungan kita
dengan teman?
10. Mengapa kita perlu menggunakan kata-kata seperti ‘maaf’, ‘tolong’, dan ‘terima kasih’
saat berbicara? Apa manfaatnya bagi hubungan kita dengan orang lain?
11. Mengapa kita perlu mencoba berkali-kali saat menghadapi tantangan, seperti
bermain labirin? Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari itu?
12. Mengapa kita perlu menggunakan kata kunci saat mencari informasi di internet? Apa
manfaatnya bagi pemecahan masalah?
13. Mengapa kita perlu memperhatikan tanda baca saat membaca? Apa manfaatnya
bagi pemahaman kita?
14. Mengapa orang menggunakan ungkapan berlebih-lebihan seperti ‘beratnya satu
ton’? Apa manfaatnya bagi cerita?
15. Mengapa kita perlu saling membantu saat teman mengalami kesulitan? Apa
manfaatnya bagi hubungan persahabatan?
16. Mengapa kita perlu memberikan semangat kepada orang lain? Apa manfaatnya bagi
hubungan persahabatan?
17. Bayangkan kamu sedang bermain harmonika bersama teman-temanmu. Apa yang
membuat permainan itu menyenangkan? Bagaimana cara kalian bekerja sama.

BAB III | Pengobar Semangat


No Pertanyaan
18. Bayangkan kamu sedang bermain peran sebagai Raini. Bagaimana rasanya ketika
kamu berhasil menghafal puisi dengan bantuan temanmu?
19. Bayangkan kamu sedang bermain labirin bersama teman. Bagaimana rasanya ketika
kamu berhasil menemukan jalan keluar?
20. Bayangkan kamu sedang mencari cara menghafal puisi seperti Raini. Bagaimana
rasanya ketika akhirnya menemukan informasi yang dicari?
21. Bayangkan kamu sedang membaca cerita tentang Raini. Bagaimana rasanya ketika
Raini akhirnya berhasil menghafalkan puisi?
22. Bayangkan kamu sedang belajar memanah seperti tokoh dalam gambar. Bagaimana
rasanya ketika kamu berhasil memanah dengan baik?
23. Bayangkan kamu adalah Raini. Bagaimana rasanya ketika kamu bisa membantu
teman yang sedang kesulitan?
24. Bayangkan kamu sedang menciptakan tepuk semangat bersama teman. Bagaimana
rasanya ketika tepuk semangat itu berhasil menghibur orang lain?

2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Nama Aspek Penilaian
No Peserta Tanggung
Religius Komunikatif Demokratis
Didik Jawab
1.
2.
3.
4.
5.
Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah menunjukan
sikap/perilaku tersebut.

b. Instrumen Penilaian Observasi dan Tanya Jawab


Observasi Terhadap Diskusi dan Tanya Jawab
Pernyataan
Pengungkapan Ketepatan
Nama Peserta Kebenaran
No Gagasan yang Penggunaan Skor
Didik Konsep
Orisinil Istilah
1 2 1 2 1 2
1.
2.
3.
4.
5.
Keterangan: 1 = tidak, 2 = ya
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus berikut

c. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan

BAB III | Pengobar Semangat


Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan
Aspek Penilaian
No Nama Peserta Didik Jumlah Nilai
1 2 3
1.
2.
3.
4.
5.

Aspek dan Rubrik Penilaian


No Aspek Penilaian Nilai Perolehan Nilai
1. Kejelasan dan kedalaman informasi
1. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap, dan
30
relevan dengan topik/tema yang didiskusikan.
a. Informasi disampaikan secara jelas, lengkap,
tetapi kurang relevan dengan topik/tema yang 20
didiskusikan.
b. Informasi disampaikan secara jelas, tetapi kurang
10
lengkap.
2. Keaktifan dalam berdiskusi
1. Sangat aktif dalam diskusi. 30
2. Cukup aktif dalam diskusi. 20
3. Kurang aktif dalam diskusi. 20
3. Kejelasan dan kerapian dalam presentasi
1. Presentasi sangat jelas dan rapi. 40
2. Presentasi cukup jelas dan rapi. 30
3. Presentasi dengan jelas tetapi kurang rapi. 20
4. Presentasi dengan kurang jelas dan kurang rapi. 10

Perhitungan Perolehan nilai


Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi dari perolehan nilai untuk setiap aspek dengan
ketentuan sebagai berikut :
Jika peserta didik pada aspek pertama memperoleh nilai 20, aspek kedua 30, aspek keempat 40, maka
total perolehan nilainya adalah 90.

d. Instrumen Penilaian Kompetensi Pengetahuan


1. Penilaian kognitif pertemuan keempat
Soal
Hubungkan kata dan artinya

2. Penilaian kognitif pertemuan ketujuh

BAB III | Pengobar Semangat


Soal
Bacalah teks berikut!

Jawabalah pertanyaan berikut ini.

3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta
didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi
dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Amatilah bacaan berikut!
Memainkan alat musik sasando tidaklah mudah. Dibutuhkan harmonisasi perasaan dan teknik
sehingga tercipta alunan nada merdu. Selain itu, diperlukan keterampilan jari-jemari untuk
memetik dawai seperti pada harpa.
Ide pokok bacaan di atas adalah ….
a. Memainkan sasando itu sulit b. Memainkan sasando tidak sulit

c. Ciri-ciri alat musik sasando d. Teknik memainkan sasando

2. Perhatikan bacaan berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 2-4!

BAB III | Pengobar Semangat


Andi menemukan sebuah dompet di jalan ketika ia berjalan pulang dari sekolah. Ia mengambil
dompet tersebut kemudian membawanya pulang ke rumah dan menceritakan hal itu pada
ibunya. Ibu Andi menemukan kartu nama dan menelpon nomor yang tercantum di dalamnya.
Pemilik dompet akhirnya datang ke rumah Andi dan mengucapkan terimakasih. Andi pun
mengembalikan dompet tersebut. Ibu Andi pun merasa bangga padanya.
Ide pokok paragraf di atas adalah….
a. Pemilik dompet datang ke rumah Andi b. Andi mengembalikan dompet

c. Andi menemukan sebuah dompet d. Ibu Andi menelpon pemilik dompet

3. Andi adalah anak yang ….


a. Rajin b. Malas
c. Nakal d. Jujur
4. Andi menemukan dompet saat ia ….
a. Berangkat ke sekolah b. Pulang dari sekolah

c. Bermain bola d. Pergi ke rumah teman

5. Perhatikan bacaan berikut!


Pelestarian hutan Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo semakin terancam. Alasannya adalah
sekarang ada penambang ilegal. Mereka mencari emas. Ada ratusan penambang ilegal.
Gagasan utama dari bacaan di atas adalah ….
a. Penambangan illegal di hutan Suaka b. Cegah penambangan illegal di hutan
Margasatwa Nantu Suaka Margasatwa Nantu
c. Penyebab penambangan illegal di hutan d. Ancaman terhadap pelestarian hutan di
Suaka Margasatwa Nantu Suaka Margasatwa Nantu
6. Yeni meminta bantuan kepada Ibunya.
Hal yang perlu diucapkan adalah ….
a. Tolong b. Terima kasih

c. Maaf d. Sama-sama

7. Informasi dari internet akan tampil pada ….


a. Poster b. Televisi

c. Komputer d. Monitor

8. Surya mencari informasi “Cara Menghafal Puisi” melalui ....


a. Koran b. Internet

c. Berita d. Televisi

9. Semangat pria itu seperti baja.


Kalimat di atas mempunyai makna …

a. Bekerja selalu mengeluh b. Bekerja keras

c. Bekerja selalu semangat d. Semangat pantang menyerah

10. Tumpukan pekerjaan ini seberat gunung.


Kalimat di atas mempunyai makna ….
b. Tumpukan pekerjaan berat namun bisa
a. Tumpukan pekerjaan sangat banyak
diselesaikan

BAB III | Pengobar Semangat


c. Pekerjaan sangat berat d. Pekerjaan sangat ringan

Kunci Jawaban
1. A 6. A
2. C 7. D
3. D 8. B
4. B 9. D
5. D 10. A

Pedoman Penilaian:
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
Nilai: × 100
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝑴𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍

BAB III | Pengobar Semangat


B. LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

Bermain Labirin
A. Tujuan
Melalui kegiatan projek, peserta didik dapat menemukan sebuah kata yang tersusun dari huruf-huruf dalam
permainan labirin dengan baik dan benar.

B. Alat dan Bahan


1. Alat tulis
2. Crayon/pensil warna/spidol warna
3. Kertas karton/kertas HVS
*menyesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik

C. Instruksi Kerja
1. Buatlah sebuah labirin.
2. Mintalah seorang teman bermain.
Berapa kali dia harus mencoba?
Jika kalian mengambil jalur yang benar, ada sebuah kata yang tersusun dari huruf-huruf yang kalian
temukan.
Kata apakah itu?

BAB III | Pengobar Semangat


C. BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK DAN GURU
Bahan bacaan untuk peserta didik dan guru diambilkan dari buku siswa dan buku guru Bahasa
Indonesia kelas III dan media ajar guru Indonesia. Serta bisa juga menambahkan dari sumber internet
yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Berapi-api bersemangat sekali
2. Hiperbol ucapan (ungkapan, pernyataan) kiasan yang dibesar-
besarkan (berlebih-lebihan), dimaksud-kan untuk
memperoleh efek tertentu.
3. Hiperbola dua lengkungan terpisah yang merupakan perpotongan
permukaan kerucut lingkar dengan bidang datar; himpunan
titik-titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tetap
adalah konstan.
4. Mengobarkan membangkitkan semangat hingga berapi-api
5. Pengobar orang yang mengobarkan
6. ……………..
7. ……………..

E. DAFTAR PUSTAKA

Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III. Jakarta
Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Farida K., A., & Nurhidayah, H. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk
SD/MI Kelas III. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

BAB III | Pengobar Semangat


MODUL AJAR BAB 5
PERTEMUAN KE – 2

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Bola-Bola Cokelat

Materi Pokok : Menyimak Teks yang Dibacakan,Membuat Poster Promosi,Melafalkan Kosakata yang
Memuat Konsonan “Z” dan Alat Ucapku
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Elemen Capaian Pembelajaran


Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)

Prasyarat Pengetahuan:

1. Memahami dasar-dasar menyimak teks dengan baik.


2. Memiliki pengetahuan dasar dalam membuat poster promosi.
3. Mampu mengidentifikasi kosakata yang mengandung konsonan "Z".
4. Memahami teknik melafalkan kosakata dengan benar.

Prasyarat Keterampilan:

1. Mampu aktif dalam kegiatan menyimak teks yang dibacakan dengan pemahaman yang baik.
2. Berkompeten dalam merancang dan membuat poster promosi yang menarik dan informatif.
3. Cakap melafalkan kosakata dengan konsonan "Z" secara jelas dan tepat.
4. Mampu menggunakan alat ucap dengan baik untuk meningkatkan kemampuan berbicara.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
 Mempersiapkan materi yang relevan dengan tema "Hari Pasar Merdeka," seperti sejarah pasar, peran pasar dalam
perekonomian, dan peran masyarakat dalam menjaga kemerdekaan pasar.
 Menyusun materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik, mulai dari informasi dasar hingga analisis
yang lebih mendalam.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku bacaan sesuai tema
• Alat tulis, alat warna
• Lem, kertas warna-warni, gunting
• Contoh poster promosi
• Kotak bekas kemasan makanan
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, sumber belajar lain

 Buku Siswa, contoh poster, sumber belajar lain

 Buku Siswa, buku bacaan anak, sumber belajar lain

 Buku Siswa, buku bacaan anak, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui menyimak
informasi, peserta didik dapat menyebutkan arti kosakata dengan tepat.

 Melalui praktik
langsung, peserta didik mampu membuat poster promosi yang tepat.

 Melalui metode
demonstrasi, peserta didik melafalkan kosakata dengan tepat

 Melalui
memperhatikan alat ucap, peserta didik mengucapkan kosakata dengan pelafalan yang tepat.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


Dalam konteks pengalaman bermakna, peserta didik akan diundang untuk terlibat dalam kegiatan yang memberikan
pengalaman langsung dan mendalam terhadap materi pembelajaran. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat
diadopsi:
1. Simulasi Menyimak Teks: Peserta didik dapat terlibat dalam simulasi menyimak teks yang dibacakan dengan
mendengarkan rekaman audio atau memainkan peran sebagai pembaca. Hal ini akan membantu mereka
mengalami proses menyimak secara langsung.
2. Proyek Pembuatan Poster: Melibatkan peserta didik dalam proyek pembuatan poster promosi akan memberikan
pengalaman kreatif dan inovatif. Mereka dapat bekerja dalam kelompok atau secara individu untuk merancang
poster yang menarik sesuai dengan materi pembelajaran.
3. Latihan Melafalkan Kosakata "Z": Peserta didik dapat melakukan latihan melafalkan kosakata yang memuat
konsonan "Z" dengan bantuan alat ucapku. Hal ini akan memberikan pengalaman langsung dalam pengucapan
kata-kata yang memiliki konsonan "Z."

Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada peserta didik, sehingga mereka
tidak hanya memahami konsep-konsep pembelajaran, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi merujuk pada proses pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sebelum menghadapi
suatu informasi baru. Dalam konteks psikologi dan pendidikan, apersepsi melibatkan cara individu
menginterpretasikan dan memahami informasi baru berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan konsep yang
sudah dimilikinya sebelumnya.

Apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menerima dan memproses informasi baru. Semakin kaya dan
bervariasi apersepsi seseorang, semakin kompleks dan mendalam pemahaman mereka terhadap informasi baru.
Apersepsi juga dapat memengaruhi sikap dan respon individu terhadap situasi atau stimuli tertentu.

Dalam konteks pendidikan, guru sering berupaya memahami apersepsi siswa agar dapat menyajikan materi
pembelajaran dengan cara yang sesuai dan dapat diterima oleh siswa. Memahami apersepsi membantu
menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap individu.

E. Pertanyaan Pemantik
 Bagaimana pengalaman Anda ketika mendengarkan teks yang dibacakan? Apa kesan dan pemahaman yang
Anda dapatkan dari pengalaman tersebut?
 Jika Anda diberi kesempatan untuk membuat poster promosi, ide apa yang akan Anda sertakan untuk membuat
poster tersebut menarik dan efektif?
 Bagaimana Anda merasa saat melafalkan kosakata yang memuat konsonan "Z"? Apakah ada kata-kata tertentu
yang menarik perhatian Anda?
 Mengapa penting bagi kita untuk bergotong royong dalam kehidupan sehari-hari? Bagikan pengalaman Anda atau
contoh konkret yang dapat menjelaskan konsep bergotong royong.
 Apa yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam membuat poster promosi?
Berikan ide atau strategi yang dapat Anda terapkan.
 Bagaimana peran beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dapat memengaruhi sikap dan tindakan
kita sehari-hari? Berikan contoh konkret yang relevan.

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Biasanya, setiap daerah memiliki bazar atau pasar malam. Guru bisa memanfaatkannya sebagai bahan
diskusi. Pertanyaan pemantik di Buku Siswa bisa dikembangkan, misalnya:
• Kapan biasanya bazar di daerah kalian diadakan?
• Apa barang yang paling menarik dan selalu ingin kalian beli?
• Pernahkah kalian mengalami hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan selama mengunjungi
bazar?
• Seandainya kalian berjualan, barang apa yang akan kalian jual?

Jawaban Menyusun Huruf Menjadi Kata:


1. Ember
2. Balon
3. Makanan
4. Pakaian
5. Mainan
6. Sepatu
Kegiatan Inti
Menyimak
Menyimak Teks yang Dibacakan
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menjelaskan arti kosakata baru pada teks yang dibacakan.

Tip Pembelajaran 510


• Sebelum bertanya “Siapakah Bu Tatia?” ajak peserta didik menjelaskan kembali isi teks yang menit
dibacakan. Tanyakan apa tujuan Ardi, Edo, Rahman, dan Sugeng menemui Bu Tatia.
• Tanyakan, apa masukan yang diberikan oleh Bu Tatia.
• Kemungkinan besar peserta didik akan menjawab bahwa Bu Tatia adalah guru. Meski begitu, ada
kemungkinan jawaban lain, misalnya kepala sekolah, orang tua murid yang punya usaha katering,
misalnya.
• Minta peserta didik memberikan alasannya.

Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Pengayaan
Jika peserta didik bisa dengan cepat menemukan ide pokok teks yang dibacakan, berikan kepada
mereka pertanyaan lain, misalnya:
• Jika Bu Tatia sedang tidak ada di sekolah, kepada siapa lagi empat sekawan itu bisa bertanya?
• Jika kelompok lain ingin menjual mainan, saran apa yang bisa kalian berikan? Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum mampu menemukan ide pokok bisa dibantu dengan pertanyaan yang lebih
sederhana, misalnya:
• Apakah Ardi, Edo, Rahman, dan Sugeng sudah setuju jenis makanan yang akan dijual?
• Menurut kalian, harga makanan yang cocok untuk bazar itu sebaiknya mahal atau murah? Apa alasan
kalian?

Kreativitas
Membuat Poster Promosi
Dalam kegiatan ini, peserta didik membuat poster promosi yang memuat informasi penting seperti foto atau
gambar barang, nama barang, harga barang, berbagai keunggulan barang, alamat atau nomor telepon atau
media sosial penjual, dan informasi lain yang dianggap penting. Contoh poster dan informasi yang harus
dicantumkan ada di Buku Siswa. Aspek yang dinilai dalam asesmen formatif adalah jumlah informasi yang
dicantumkan oleh peserta didik di dalam poster.

Alur Konten Capaian Pembelajaran


Menulis atau menggambarkan sebuah topik dengan struktur eksposisi sederhana untuk beragam konteks
dan tujuan.

Tip Pembelajaran
• Dalam kegiatan sebelumnya, poster dibuat berkelompok. Dalam kegiatan ini, peserta didik membuat
poster secara individual. Tema poster adalah promosi barang yang hendak dijual.
• Peserta didik bisa menggunakan kertas dan berbagai alat warna.
• Jika memungkinkan, peserta didik bisa menggunakan gawai dengan aplikasi pembuat poster. Kegiatan
dapat dilakukan di rumah dengan pendampingan orang tua.
• Fokus kegiatan ini adalah informasi dan gambar yang wajib dicantumkan dalam poster. Sampaikan hal
ini beberapa kali pada peserta didik.
• Peserta didik bisa memilih membuat poster dengan lebih banyak gambar atau lebih banyak tulisan
sesuai minat dan kemampuan.
• Jika memungkinkan berikan kepada peserta didik contoh poster yang imajinatif dari berbagai sumber

Inspirasi Kegiatan
• Peserta didik bisa membuatkan poster untuk penjual di sekitar sekolah atau pemilik warung yang mereka
kenal. Setelah dinilai, poster itu bisa diserahkan pada pemilik warung.
• Minta peserta didik membuat lembar ceklis informasi apa saja yang harus termuat di poster.
• Peserta didik bisa mempromosikan barang khayalan sebebas apa pun selama informasi wajib tercantum
pada poster.

Kesalahan Umum
Guru memuji karya tertentu dan mengabaikan yang lain. Setelah aspek yang dinilai dicatat, guru bisa
mengapresiasi setiap karya dengan melihat sisi uniknya: pilihan warna dan warna gambar, kesungguhan
peserta didik dalam mengerjakan tugas, atau keberanian mereka berekspresi. Sebisa mungkin semua dapat
apresiasi sesederhana apa pun. Pujian dari guru di hadapan teman-teman maupun personal akan
mengungkit rasa percaya diri peserta didik dalam berkarya.

Instrumen Penilaian
Isi kolom dengan nama peserta didik.

Menirukan dan Melakukan


Melafalkan Kosakata yang Memuat Konsonan “Z”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Membaca dan mengucapkan kata-kata dengan tiga suku kata atau lebih menggunakan pengetahuan
terhadap kombinasi huruf.

Tip Pembelajaran
• Biasanya ada anak yang enggan membuka mulut ketika berbicara karena malu atau kebiasaan.
Akibatnya, volume suara kurang, pembicaraan pun tidak jelas. Berikan dukungan dengan memberikan
contoh dan apresiasi saat dia bersedia mencoba.
• Sambil bermain, ajak peserta didik melakukan berbagai eksperimen dengan alat ucap, misalnya
melafalkan alfabet dengan berbagai bentuk bibir, dengan bibir tertutup, rahang terkatup, lidah tak
bergerak, dan sebagainya.
• Sampaikan pada peserta didik bahwa mereka bisa berbicara dengan jelas jika alat ucap difungsikan
dengan benar.
• Perhatikan anak yang mengalami kendala dengan alat ucapnya. Jika guru tidak bisa menanganinya,
konsultasikan dengan kepala sekolah atau orang tua.
• Kegiatan ini bisa menjadi permainan yang sangat menarik, ikutlah bergembira.

Surat untuk Orang Tua


Bapak Ibu Orang Tua Peserta Didik,
Minggu ini peserta didik kelas tiga melatih penggunaan alat ucap secara benar. Mohon dukungan Bapak dan
Ibu agar mendampingi peserta didik berlatih berbicara di depan cermin. Tujuannya adalah agar peserta didik
terbiasa berbicara dengan volume suara dan intonasi yang tepat. Contoh latihan yang dapat dicoba bersama
peserta didik di rumah ada di Buku Siswa Bab 5. Terima kasih.

Salam hormat,

............................

Bahas Bahasa
Alat Ucapku
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Membaca dan mengucapkan kata-kata dengan tiga suku kata atau lebih menggunakan pengetahuan
terhadap kombinasi huruf.

Tip Pembelajaran
Ajak peserta didik menyadari fungsi alat ucap agar mereka mampu dan mau menggunakannya secara
optimal dalam aktivitas berbicara.
• Setelah mencuci tangan, minta peserta didik menyentuh wajah dan leher.
• Minta mereka mengucapkan alfabet sambil menyentuh leher dan merasakan getarannya.
• Minta peserta didik menyentuh wajah (pipi dan bibir) saat berbicara.
• Ajak peserta didik bereksperimen mengucapkan alfabet dan membaca teks dengan bentuk bibir yang
berbedabeda. Tanyakan kepada mereka apakah terasa ada perbedaan.
• Tanyakan kepada mereka apa kesan yang diperoleh dari kegiatan ini.

alat ucap: organ tubuh manusia yang berfungsi dalam pengujaran bunyi bahasa, seperti paru-paru, laring,
faring (hulu kerongkongan), rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum (bagian mulut yang
keras di belakang gigi atas), palatum (tulang yang terdapat pada langit-langit mulut), velum (bagian belakang
dari langit-langit lembut)

Inspirasi Kegiatan
• Menonton video film pendek dan mencermati cara pemerannya berbicara.
• Menebak kata yang diucapkan teman (tanpa suara, dengan gerakan bibir yang tepat).
• Merekam suara sendiri membacakan teks atau menyanyi dan mendengarkan cara pengucapannya.
• Menyanyi bersama dengan pengucapan yang benar.
• Merekam suara di keramaian, misalnya di kantin atau pasar, dan berusaha menangkap pesannya.
• Menirukan 10 kata yang diucapkan teman dalam posisi saling membelakangi. Jika pengucapan benar,
besar kemungkinan temannya akan menebak dengan benar pula.

Kesalahan Umum
Membiarkan peserta didik dengan dalih proses. Dalam banyak kondisi, guru perlu melakukan intervensi agar
kemampuan berbahasa peserta didik berkembang.
Ada peserta didik yang kurang bisa berekspresi di rumah, tidak mau “buka mulut” karena malu, kebiasaan,
atau memang tidak tahu bahwa kualitas pelafalan mereka turut ditentukan oleh penggunaan alat ucap
secara benar. Dengan dukungan yang baik, peserta didik akan terpandu untuk menggunakan alat ucapnya
dengan benar dan tetap gembira.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


1. Diferensiasi Konten:
 Sediakan bahan bacaan atau teks dengan tingkat kesulitan yang berbeda sesuai dengan
kemampuan peserta didik.
 Tawarkan variasi sumber informasi, termasuk buku, artikel, video, atau rekaman audio,
agar peserta didik dapat memilih sesuai preferensi belajar mereka.
 Gunakan materi tambahan atau tugas ekstra untuk peserta didik yang lebih cepat
memahami materi.
2. Diferensiasi Proses:
 Berikan pilihan aktivitas atau metode pembelajaran yang berbeda, seperti diskusi
kelompok, proyek individu, atau penugasan kreatif.
 Tetapkan tugas-tugas berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik menunjukkan
pemahaman mereka dengan cara yang unik.
 Gunakan teknologi sebagai alat untuk memfasilitasi pembelajaran, seperti penggunaan
platform pembelajaran online atau aplikasi pembuat poster.
3. Diferensiasi Produk:
 Biarkan peserta didik menunjukkan pemahaman mereka melalui produk akhir yang
berbeda, misalnya esai, presentasi, atau karya seni.
 Atur rubrik penilaian yang jelas untuk setiap produk agar peserta didik memahami
ekspektasi dan fokus pada tujuan pembelajaran.
 Berikan umpan balik individual yang disesuaikan dengan produk akhir masing-masing
peserta didik.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
hari ini. Apresiasi untuk usaha keras dan kreativitas yang telah ditunjukkan.
2. Evaluasi: Mari kita evaluasi bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Adakah yang ingin
dibagikan atau ditanyakan terkait materi atau kegiatan yang telah dilakukan?
3. Konsolidasi: Mari kita konsolidasikan pemahaman kita. Bagikan satu hal yang paling berharga
atau bermanfaat yang Anda peroleh dari kegiatan ini kepada teman-teman.
4. Penutup (doa, salam): Sebagai penutup, mari kita bersama-sama mengucapkan doa untuk 10
keselamatan dan keberkahan. Semoga apa yang telah kita lakukan hari ini memberikan manfaat menit
dan meningkatkan pengetahuan kita. Salam untuk kita semua.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Menyimak Teks yang Dibacakan

Tujuan:

1. Peserta didik mampu menyimak teks yang dibacakan.


2. Peserta didik dapat menjelaskan arti kosakata baru pada teks yang dibacakan.

Teknik:

 Observasi
 Tes lisan

Rubrik Penilaian:

Penilaian Sikap: Observasi kelas

Kegiatan Inti Penilaian Sikap


Menyimak teks Skala 1-5

Penilaian Pengetahuan: Tes lisan


Kegiatan Inti Penilaian Pengetahuan
Arti kosakata Skala 1-5

Penilaian Keterampilan: (Tidak ada dalam contoh kegiatan)

Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok


Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

F. Rencana Tindak Lanjut

Pengayaan:
 Diskusi kelompok mengenai tema teks yang lebih kompleks.
 Pemberian tugas tambahan berupa menyusun cerita dengan kosakata baru.

Remedial:

 Menyediakan bahan bacaan dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.


 Memberikan ulangan untuk mengevaluasi pemahaman kosakata.

Interaksi Guru dan Orang Tua Murid:

 Mengadakan pertemuan orang tua untuk membahas perkembangan menyimak anak.


 Memberikan petunjuk kepada orang tua untuk mendukung latihan menyimak di rumah.

G. Refleksi Guru dan Siswa

Refleksi Guru:

1. Apakah teknik observasi dan tes lisan berhasil mencakup semua aspek penilaian?
2. Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan menyimak?
3. Apa strategi yang efektif untuk membantu peserta didik menjelaskan arti kosakata?

Refleksi Siswa:

1. Apakah peserta didik merasa nyaman dalam kegiatan menyimak?


2. Bagaimana upaya peserta didik dalam menjelaskan arti kosakata?
3. Apakah terdapat kesulitan tertentu yang dihadapi peserta didik dalam kegiatan ini?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Peningkatan Kosakata dan Keterampilan Berbicara melalui Metode Pembelajaran Beragam
Pendahuluan: Pembelajaran bahasa memerlukan beragam metode agar peserta didik dapat menguasai kosakata dan
keterampilan berbicara dengan baik. Dalam kegiatan ini, kita akan fokus pada meningkatkan pemahaman kosakata dan
kemampuan berbicara melalui berbagai metode pembelajaran yang melibatkan mendengarkan, berbicara, dan berlatih
langsung.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Daftar kosakata yang akan dipelajari


2. Poster promosi sebagai contoh
3. Alat ucap untuk pelafalan yang benar
4. Materi pembelajaran terkait kosakata

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menyebutkan arti kosakata dengan tepat melalui menyimak informasi.
2. Peserta didik mampu membuat poster promosi yang tepat melalui praktik langsung.
3. Peserta didik dapat melafalkan kosakata dengan tepat melalui metode demonstrasi.
4. Peserta didik dapat mengucapkan kosakata dengan pelafalan yang tepat melalui memperhatikan alat ucap.

Langkah-langkah:

1. Menyimak dan Menyebutkan Kosakata:


 Peserta didik mendengarkan penjelasan kosakata.
 Menuliskan arti kosakata yang didengarkan.
 Berdiskusi untuk memastikan pemahaman yang benar.
2. Praktik Membuat Poster Promosi:
 Peserta didik diberikan daftar kosakata terkait suatu topik.
 Membuat poster promosi dengan menggunakan kosakata tersebut.
 Presentasi dan diskusi tentang poster masing-masing.
3. Metode Demonstrasi dalam Pelafalan:
 Guru memberikan contoh pelafalan kosakata dengan benar.
 Peserta didik mengamati dan mencoba melafalkan kosakata secara berulang.
 Guru memberikan umpan balik untuk perbaikan.
4. Penggunaan Alat Ucap untuk Pelafalan yang Tepat:
 Peserta didik menggunakan alat ucap untuk berlatih pelafalan kosakata.
 Berpasangan untuk memperhatikan dan memberikan umpan balik terkait pelafalan.
 Sesi latihan mandiri dengan alat ucap.

Pertanyaan:

1. Apa manfaat mendengarkan informasi dalam memahami kosakata?


2. Bagaimana pengalaman membuat poster promosi dapat meningkatkan pemahaman kosakata?
3. Mengapa metode demonstrasi diperlukan untuk melatih pelafalan kosakata?
4. Bagaimana penggunaan alat ucap dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan pelafalan kosakata?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Bola-Bola Cokelat: Produk kudapan yang terbuat dari campuran cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya yang
dicetak dalam bentuk bulat. Bola-bola cokelat umumnya memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
2. Truf Cokelat: Jenis bola-bola cokelat yang terbuat dari campuran cokelat berkualitas tinggi, mentega, dan krim.
Truf cokelat seringkali diberi lapisan pelapis seperti bubuk kakao atau gula bubuk untuk memberikan sentuhan
finishing.
3. Bola-Bola Cokelat Berlapis: Bola-bola cokelat yang memiliki lapisan tambahan di luar cokelat, seperti kelapa
parut, kacang-kacangan cincang, atau serbuk rempah-rempah. Lapisan tambahan ini dapat menambah tekstur dan
rasa pada bola-bola cokelat.
4. Bola-Bola Cokelat dengan Isi: Varian bola-bola cokelat yang memiliki isi tambahan, seperti kacang-kacangan,
buah kering, atau selai. Isi ini memberikan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
5. Cokelat Putih: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat putih, yang tidak mengandung bubuk kakao. Cokelat
putih memberikan warna yang berbeda dan rasa manis yang khas.
6. Cokelat Hitam: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat hitam, yang memiliki kandungan kakao yang tinggi.
Cokelat hitam umumnya memiliki rasa lebih kuat dan sedikit pahit dibandingkan cokelat susu.
7. Bola-Bola Cokelat Organik: Bola-bola cokelat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik, tanpa
tambahan bahan kimia atau pewarna sintetis. Produk ini dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan dan
kebersihan lingkungan.
8. Bola-Bola Cokelat Khusus: Varian bola-bola cokelat dengan resep atau bahan-bahan khusus yang memberikan
karakteristik unik, mungkin dari suatu daerah atau tradisi khusus.
9. Paket Hadiah Bola-Bola Cokelat: Kemasan khusus yang berisi beberapa bola-bola cokelat, seringkali dihias
secara menarik, cocok sebagai hadiah untuk berbagai kesempatan.
10. Bola-Bola Cokelat Berbentuk Tema: Varian bola-bola cokelat yang dicetak dalam bentuk tema tertentu, seperti
bola-bola cokelat berbentuk bola sepak, hati, atau karakter lucu, untuk meningkatkan daya tarik visual.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 5
PERTEMUAN KE – 3

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Bola-Bola Cokelat

Materi Pokok : 1. Membaca Teks “Berburu Resep”,2. Menggunakan Kata Kunci,Ayo, Jadi Reporter!
Dan Bermain Peran
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


 Prasyarat Pengetahuan:
a. Memahami dasar-dasar membaca teks, termasuk pemahaman struktur dan makna teks.
b. Mengetahui konsep dasar tentang resep masakan.
c. Memiliki pengetahuan tentang kata kunci dan cara penggunaannya dalam mencari informasi.
 Prasyarat Keterampilan:
a. Mampu membaca teks dengan pemahaman, termasuk memahami informasi terkait resep masakan.
b. Berkomunikasi secara efektif dalam menggunakan kata kunci untuk mencari informasi yang relevan. c. Memiliki
keterampilan bermain peran, terutama dalam konteks menjadi seorang reporter kuliner.
d. Mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik saat berperan sebagai reporter.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
 Modul "Berburu Resep"
 Buku-buku referensi kuliner
 Bahan bacaan terkait resep masakan
 Contoh-contoh teks berita kuliner

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku bacaan sesuai tema
• Alat tulis, alat warna
• Lem, kertas warna-warni, gunting
• Contoh poster promosi
• Kotak bekas kemasan makanan
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, internet, sumber belajar lain

 Buku Siswa, internet, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar lain

 Buku Siswa, video contoh wawancara, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui kegiatan
bersama orang tua, peserta didik mampu mencari informasi melalui internet dengan kata kunci yang tepat.

 Melalui kegiatan
bersama orang tua, peserta didik mampu mencari informasi melalui internet dengan kata kunci yang tepat

 Melalui diskusi
kelompok, peserta didik melaporkanpengamatan terhadap gambar dengan antusias

 Melalui metode
bermain peran, peserta didik melakukan simulasi wawancara dengan volume suara dan intonasi yang tepat

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna

Peserta didik akan mendapatkan pengalaman bermakna melalui kegiatan pembelajaran ini. Dengan membaca teks
"Berburu Resep," menggunakan kata kunci, dan bermain peran sebagai reporter kuliner, peserta didik akan dapat:

1. Menemukan makna dalam setiap informasi yang mereka peroleh dari teks "Berburu Resep," sehingga dapat
mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
2. Mengalami langsung proses pencarian informasi yang relevan menggunakan kata kunci, memperkaya
keterampilan membaca, dan memahami pentingnya pemilihan kata kunci yang tepat.
3. Berperan sebagai reporter kuliner akan memberikan peserta didik kesempatan untuk mengembangkan kreativitas,
berbicara di depan umum, dan menyajikan informasi secara menarik. Hal ini akan meningkatkan kemampuan
komunikasi mereka.

Pemahaman bermakna melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya
memahami konsep-konsep teoretis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan
pemahaman dan keterampilan peserta didik.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi merujuk pada proses pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sebelum menghadapi
suatu informasi baru. Dalam konteks psikologi dan pendidikan, apersepsi melibatkan cara individu
menginterpretasikan dan memahami informasi baru berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan konsep yang
sudah dimilikinya sebelumnya.

Apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menerima dan memproses informasi baru. Semakin kaya dan
bervariasi apersepsi seseorang, semakin kompleks dan mendalam pemahaman mereka terhadap informasi baru.
Apersepsi juga dapat memengaruhi sikap dan respon individu terhadap situasi atau stimuli tertentu.

Dalam konteks pendidikan, guru sering berupaya memahami apersepsi siswa agar dapat menyajikan materi
pembelajaran dengan cara yang sesuai dan dapat diterima oleh siswa. Memahami apersepsi membantu
menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap individu.

E. Pertanyaan Pemantik
 Apa yang dapat dipelajari dari teks "Berburu Resep"?
 Bagaimana penggunaan kata kunci dapat membantu dalam mencari informasi resep masakan?
 Bagaimana peserta didik dapat menyampaikan informasi kuliner dengan menarik saat berperan sebagai reporter?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Biasanya, setiap daerah memiliki bazar atau pasar malam. Guru bisa memanfaatkannya sebagai bahan
diskusi. Pertanyaan pemantik di Buku Siswa bisa dikembangkan, misalnya:
• Kapan biasanya bazar di daerah kalian diadakan?
• Apa barang yang paling menarik dan selalu ingin kalian beli?
• Pernahkah kalian mengalami hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan selama mengunjungi
bazar?
• Seandainya kalian berjualan, barang apa yang akan kalian jual?

Jawaban Menyusun Huruf Menjadi Kata:


1. Ember
2. Balon
3. Makanan
4. Pakaian
5. Mainan
6. Sepatu
Kegiatan Inti
Membaca
1. Membaca Teks “Berburu Resep”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mencari informasi dalam teks lain (baik cetak maupun digital) menggunakan kata kunci yang relevan dengan
topik pada teks yang dibaca.
510
Tip Pembelajaran menit
• Sediakan beberapa jenis resep (buku resep cetak maupun digital) untuk memberi gambaran pada
peserta didik.
• Setelah mencari resep bola-bola cokelat, beri kesempatan peserta didik mencari resep makanan yang
mereka sukai.
• Peserta didik juga bisa mendapatkan resep dari berbagai sumber—termasuk internet dan orang tua—
menuliskannya, dan membagikan temuan mereka di kelas. Guru dapat berkomunikasi dengan orang
tua mengenai kegiatan ini.

2. Menggunakan Kata Kunci


Tip Pembelajaran
• Pastikan peserta didik dibekali dengan pengetahuan dan perilaku internet sehat. Bahasan tentang
internet sehat akan dibahas lebih jauh dalam Bab VIII.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa mesin pencari itu melayani permintaan kata kunci apa pun,
termasuk informasi yang tidak baik. Karenanya, peserta didik harus memasukkan kata kunci yang
benar, misalnya “resep bolabola cokelat”.
• Ajak peserta didik mencari informasi lain yang berkaitan dengan pembelajaran saat ini atau
pengetahuan lainnya, misalnya tentang bazar di berbagai daerah.

Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah
Jika tidak ada akses internet, atau peserta didik belum menguasai penggunaan internet, kegiatan mencari
kata kunci bisa dilakukan dengan menuliskan informasi yang hendak dicari di papan tulis dan peserta didik
diminta memilih katakata utamanya.
Misalnya: Aku ingin tahu cara membuat poster. Aku ingin tahu harga bahan kue bola-bola cokelat. Aku ingin
tahu bagaimana cara promosi yang benar.

[Link]
akurat: teliti; saksama; cermat; tepat benar

Mesin pencari atau search engine adalah program yang mengumpulkan berbagai informasi dalam jaringan
internet. Merek yang lazim digunakan di Indonesia adalah Google, Bing, Baidu, DuckDuckGo, Yahoo, dan
sebagainya.

Mengamati
Ayo, Jadi Reporter!
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif atau gambar yang sesuai jenjangnya.

Tip Pembelajaran
• Peserta didik bisa mencatat barang yang menarik perhatian, tingkah lucu penjual atau pembeli, juga
penjual atau pembeli lain yang menarik perhatian, kemudian membandingkan catatannya dengan
teman lain.
• Peserta didik juga bisa memberi masukan objek apa yang seharusnya ada dalam gambar.

[Link]
reporter: orang yang pekerjaannya melaporkan (berita, peristiwa, dan sebagainya); penyusun laporan;
wartawan

Inspirasi Kegiatan
Peserta didik bisa menjadi reporter sungguhan dan melaporkan pengamatannya di pasar atau bazar. Guru
bisa berkomunikasi dengan orang tua untuk menemani peserta didik. Laporan bisa berupa tulisan,
presentasi, foto, atau video.

Bermain Peran
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mempresentasikan sebuah topik yang diminati dengan memperhatikan intonasi untuk menarik minat
pendengar.

Tip Pembelajaran
• Peserta didik bisa menyiapkan topi koki dan kamera dari barang bekas dari rumah agar akting saat
wawancara lebih mengasyikkan.
• Ketika melakukan wawancara, peserta didik mempraktikkan penggunaan kata keterangan waktu “akan,
sering, jarang, belum, sudah”. Ajak peserta didik menggunakan kata tersebut dalam kalimat lain.
• Kata keterangan waktu dikuasai peserta didik melalui latihan dengan berbagai kalimat.

Catatan:
Antusiasme dan rasa percaya diri peserta didik tidak selalu diwujudkan dalam intonasi yang tinggi untuk
menarik minat pendengar. Guru bisa melihat keseriusan peserta didik dalam menyiapkan presentasi, dan
mengamati ekspresi wajah peserta didik saat melakukan presentasi sebagai indikator tercapainya tujuan
pembelajaran.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


Diferensiasi Konten:
1. Membaca Teks “Berburu Resep”
 Tip Pembelajaran:
 Sediakan berbagai jenis resep (buku resep cetak maupun digital) untuk
mengakomodasi preferensi peserta didik.
 Berikan kesempatan bagi peserta didik untuk mencari resep makanan favorit
mereka setelah mencari resep bola-bola cokelat.
2. Menggunakan Kata Kunci
 Tip Pembelajaran:
 Berikan pemahaman tentang internet sehat dan pentingnya menggunakan kata
kunci yang tepat.
 Ajak peserta didik untuk mencari informasi terkait dengan pembelajaran atau
topik lain, seperti bazar di berbagai daerah.
3. Mengamati
 Tip Pembelajaran:
 Dukung peserta didik untuk mencatat detail menarik dan memberi masukan objek
yang seharusnya ada dalam gambar.
 Berikan kesempatan peserta didik menjadi reporter sungguhan dengan
melaporkan pengamatannya di pasar atau bazar.
4. Bermain Peran
 Tip Pembelajaran:
 Persiapkan peran dengan menggunakan peralatan sederhana seperti topi koki
dan kamera dari barang bekas.
 Latih peserta didik dalam penggunaan kata keterangan waktu saat melakukan
wawancara, meningkatkan penguasaan melalui latihan dengan berbagai kalimat.
Diferensiasi Proses:
1. Membaca Teks “Berburu Resep”
 Peserta didik dapat memilih jenis resep yang paling sesuai dengan gaya pembelajaran
mereka (misalnya, visual melalui buku gambar atau digital melalui aplikasi).
2. Menggunakan Kata Kunci
 Berikan pilihan kepada peserta didik untuk mencari informasi menggunakan media
berbeda, seperti buku referensi, internet, atau mendiskusikannya dengan teman.
3. Mengamati
 Peserta didik dapat memilih apakah mereka ingin mencatat secara tertulis, membuat
presentasi, atau membuat video untuk melaporkan pengamatannya.
4. Bermain Peran
 Berikan variasi dalam penugasan peran, misalnya, peserta didik dapat memilih peran yang
paling mereka minati atau tantangan berbeda dalam menggunakan kata keterangan
waktu.
Diferensiasi Produk:
1. Membaca Teks “Berburu Resep”
 Peserta didik dapat membagikan hasil temuan resep mereka dengan cara yang berbeda,
seperti menulisnya, membuat video tutorial, atau menyajikannya dalam bentuk presentasi.
2. Menggunakan Kata Kunci
 Produk akhir dapat berupa ringkasan tertulis, presentasi, atau proyek penelitian terkait
bazar di berbagai daerah.
3. Mengamati
 Laporan pengamatan peserta didik dapat berupa tulisan, presentasi, foto, atau video,
memberikan fleksibilitas dalam bentuk ekspresi.
4. Bermain Peran
 Peserta didik dapat memilih cara mereka menyajikan presentasi atau wawancara,
misalnya, menggunakan alat bantu visual atau membuat skenario wawancara yang kreatif.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Sebelum kita mengakhiri kegiatan kita hari ini, mari kita tunjukkan apresiasi kepada
teman-teman yang telah berpartisipasi aktif. Terima kasih atas kontribusi dan ide-ide yang telah
diberikan dalam pembacaan teks "Berburu Resep."
2. Evaluasi: Untuk memastikan pemahaman dan kesan yang didapat, mari kita lakukan evaluasi
singkat. Apa yang menjadi hal menarik bagi kalian dalam kegiatan mencari resep ini? Adakah
tantangan atau hal yang perlu diperbaiki untuk kegiatan serupa di masa depan?
3. Konsolidasi: Selanjutnya, mari kita konsolidasikan pengetahuan yang telah kita dapatkan. Bagikan 10
pengalaman kalian dalam menggunakan kata kunci saat mencari informasi. Apakah ada tips atau menit
trik yang ingin kalian bagikan kepada teman-teman?
4. Penutup (Doa, Salam): Sebelum kita berpisah, mari kita tutup kegiatan kita dengan doa. Semoga
ilmu yang telah kita peroleh hari ini bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa di kegiatan
selanjutnya. Salam sejahtera untuk kita semua.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Membaca Teks "Berburu Resep"


Tujuan:

1. Peserta didik dapat mencari informasi dalam teks lain (cetak maupun digital) menggunakan kata kunci yang
relevan dengan topik pada teks yang dibaca.
2. Peserta didik dapat menggunakan kata kunci dengan benar saat mencari informasi di internet.

Teknik:

 Observasi (Mengamati kegiatan mencari informasi)


 Tes tertulis (Soal HOTS tentang pembacaan dan penggunaan kata kunci)

Rubrik Penilaian:

Penilaian Sikap:

No Kegiatan Inti Observasi Kelas Penilaian Diri Penilaian Antar Teman


1 Mencari informasi dalam teks lain
2 Menggunakan kata kunci secara benar

Penilaian Pengetahuan:

No Kegiatan Inti Penugasan Diskusi Kelompok Tes Tertulis Tes Lisan


1 Mencari informasi dalam teks lain Soal HOTS
2 Menggunakan kata kunci secara benar

Penilaian Keterampilan:

No Kegiatan Inti Proyek Produk Presentasi Study Lapangan


1 Mencari informasi dalam teks lain
2 Menggunakan kata kunci secara benar
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok


Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

F. Rencana Tindak Lanjut:

 Pengayaan: Peserta didik yang telah mahir dapat mencari informasi lebih lanjut dan membuat proyek lebih
kompleks.
 Remedial: Peserta didik yang kesulitan dapat diberikan bimbingan khusus mengenai penggunaan kata kunci.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Guru dapat berkomunikasi dengan orang tua mengenai hasil asesmen dan
memberikan saran untuk dukungan di rumah.

G. Refleksi Guru dan Siswa:

Refleksi Guru:

1. Apakah metode pembelajaran efektif dalam memfasilitasi pencarian informasi?


2. Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan mencari kata kunci?

Refleksi Siswa:

1. Apa yang telah saya pelajari dari kegiatan mencari informasi?


2. Bagaimana pengalaman saya menggunakan kata kunci di internet?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Pengembangan Keterampilan Berkomunikasi dan Penelusuran Informasi

Pendahuluan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi dan
penelusuran informasi. Dalam kegiatan ini, peserta didik akan diajak untuk berinteraksi dengan orang tua, melakukan
diskusi kelompok, dan menggunakan metode bermain peran.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Perangkat elektronik (komputer, laptop, atau smartphone)


2. Koneksi internet
3. Gambar-gambar untuk diskusi kelompok
4. Skrip wawancara untuk simulasi bermain peran
Tujuan:

1. Peserta didik mampu mencari informasi melalui internet dengan kata kunci yang tepat.
2. Peserta didik dapat melaporkan pengamatan terhadap gambar dengan antusias melalui diskusi kelompok.
3. Peserta didik mampu melakukan simulasi wawancara dengan volume suara dan intonasi yang tepat melalui
metode bermain peran.

Langkah-langkah:

1. Kegiatan Penelusuran Informasi: a. Peserta didik berkolaborasi dengan orang tua untuk mencari informasi
melalui internet. b. Peserta didik mencatat kata kunci yang digunakan dan hasil penelusuran.
2. Diskusi Kelompok: a. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. b. Setiap kelompok diberikan
gambar untuk diamati. c. Peserta didik berdiskusi mengenai pengamatan mereka terhadap gambar tersebut. d.
Masing-masing kelompok menyajikan laporan hasil diskusi.
3. Simulasi Wawancara: a. Peserta didik mempersiapkan skrip wawancara. b. Melalui metode bermain peran,
peserta didik melakukan simulasi wawancara dengan partner mereka. c. Fokus pada penggunaan volume suara
dan intonasi yang tepat.

Pertanyaan:

1. Bagaimana pengalaman peserta didik dalam mencari informasi bersama orang tua melalui internet?
2. Apa saja hasil pengamatan peserta didik terhadap gambar dalam diskusi kelompok?
3. Bagaimana peserta didik menilai keefektifan simulasi wawancara yang dilakukan dengan metode bermain peran?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Bola-Bola Cokelat: Produk kudapan yang terbuat dari campuran cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya yang
dicetak dalam bentuk bulat. Bola-bola cokelat umumnya memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
2. Truf Cokelat: Jenis bola-bola cokelat yang terbuat dari campuran cokelat berkualitas tinggi, mentega, dan krim.
Truf cokelat seringkali diberi lapisan pelapis seperti bubuk kakao atau gula bubuk untuk memberikan sentuhan
finishing.
3. Bola-Bola Cokelat Berlapis: Bola-bola cokelat yang memiliki lapisan tambahan di luar cokelat, seperti kelapa
parut, kacang-kacangan cincang, atau serbuk rempah-rempah. Lapisan tambahan ini dapat menambah tekstur dan
rasa pada bola-bola cokelat.
4. Bola-Bola Cokelat dengan Isi: Varian bola-bola cokelat yang memiliki isi tambahan, seperti kacang-kacangan,
buah kering, atau selai. Isi ini memberikan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
5. Cokelat Putih: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat putih, yang tidak mengandung bubuk kakao. Cokelat
putih memberikan warna yang berbeda dan rasa manis yang khas.
6. Cokelat Hitam: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat hitam, yang memiliki kandungan kakao yang tinggi.
Cokelat hitam umumnya memiliki rasa lebih kuat dan sedikit pahit dibandingkan cokelat susu.
7. Bola-Bola Cokelat Organik: Bola-bola cokelat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik, tanpa
tambahan bahan kimia atau pewarna sintetis. Produk ini dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan dan
kebersihan lingkungan.
8. Bola-Bola Cokelat Khusus: Varian bola-bola cokelat dengan resep atau bahan-bahan khusus yang memberikan
karakteristik unik, mungkin dari suatu daerah atau tradisi khusus.
9. Paket Hadiah Bola-Bola Cokelat: Kemasan khusus yang berisi beberapa bola-bola cokelat, seringkali dihias
secara menarik, cocok sebagai hadiah untuk berbagai kesempatan.
10. Bola-Bola Cokelat Berbentuk Tema: Varian bola-bola cokelat yang dicetak dalam bentuk tema tertentu, seperti
bola-bola cokelat berbentuk bola sepak, hati, atau karakter lucu, untuk meningkatkan daya tarik visual.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 5
PERTEMUAN KE – 4

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Bola-Bola Cokelat

Materi Pokok : Menulis Reportase,Menghitung Pendapatan Hari Pasar,Memilih Buku Bacaan yang
Sesuai dan Pembatas Buku
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.

Elemen Capaian Pembelajaran


Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)

Prasyarat Pengetahuan:

1. Memahami dasar-dasar jurnalistik dan struktur reportase.


2. Mengetahui konsep dan metode perhitungan pendapatan harian pasar.
3. Memahami kriteria pemilihan buku bacaan yang sesuai dengan berbagai kebutuhan.
4. Mengetahui berbagai jenis dan fungsi pembatas buku.

Prasyarat Keterampilan:

1. Kemampuan menulis reportase dengan gaya bahasa yang sesuai dan informatif.
2. Kemampuan menghitung pendapatan harian pasar dengan menggunakan metode yang tepat.
3. Kemampuan memilih buku bacaan yang sesuai dengan preferensi dan tujuan pembaca.
4. Keterampilan menggunakan pembatas buku dengan benar dan efektif.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
 Modul "Berburu Resep"
 Buku-buku referensi kuliner
 Bahan bacaan terkait resep masakan
 Contoh-contoh teks berita kuliner

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku bacaan sesuai tema
• Alat tulis, alat warna
• Lem, kertas warna-warni, gunting
• Contoh poster promosi
• Kotak bekas kemasan makanan
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, sumber belajar lain

 Buku Siswa, buku bacaan anak, sumber belajar lain

 Buku Siswa, buku-buku cerita anak, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui kegiatan
mandiri, peserta didik dapat menulis laporan/cerita dengan struktur awal, tengah, akhir yang tepat.

 Melalui kegiatan
berkelompok, peserta didik mampu berpendapat dan mengambil kesimpulan dengan benar.

 Melalui kegiatan
mandiri, peserta didik dapat memberikan penilaian terhadap gambar atau cerita sesuai pengalaman pribadinya.

 Melalui kegiatan
menulis dengan huruf tegak bersambung, peserta didik dapat menuliskan ucapan terima kasih dengan antusias.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna

Peserta didik akan mendapatkan pengalaman bermakna melalui kegiatan pembelajaran ini. Dengan membaca teks
"Berburu Resep," menggunakan kata kunci, dan bermain peran sebagai reporter kuliner, peserta didik akan dapat:
1. Menemukan makna dalam setiap informasi yang mereka peroleh dari teks "Berburu Resep," sehingga dapat
mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
2. Mengalami langsung proses pencarian informasi yang relevan menggunakan kata kunci, memperkaya
keterampilan membaca, dan memahami pentingnya pemilihan kata kunci yang tepat.
3. Berperan sebagai reporter kuliner akan memberikan peserta didik kesempatan untuk mengembangkan kreativitas,
berbicara di depan umum, dan menyajikan informasi secara menarik. Hal ini akan meningkatkan kemampuan
komunikasi mereka.

Pemahaman bermakna melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya
memahami konsep-konsep teoretis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan
pemahaman dan keterampilan peserta didik.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi merujuk pada proses pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang sebelum menghadapi
suatu informasi baru. Dalam konteks psikologi dan pendidikan, apersepsi melibatkan cara individu
menginterpretasikan dan memahami informasi baru berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan konsep yang
sudah dimilikinya sebelumnya.

Apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menerima dan memproses informasi baru. Semakin kaya dan
bervariasi apersepsi seseorang, semakin kompleks dan mendalam pemahaman mereka terhadap informasi baru.
Apersepsi juga dapat memengaruhi sikap dan respon individu terhadap situasi atau stimuli tertentu.

Dalam konteks pendidikan, guru sering berupaya memahami apersepsi siswa agar dapat menyajikan materi
pembelajaran dengan cara yang sesuai dan dapat diterima oleh siswa. Memahami apersepsi membantu
menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna bagi setiap individu.

E. Pertanyaan Pemantik
 Apa yang dapat dipelajari dari teks "Berburu Resep"?
 Bagaimana penggunaan kata kunci dapat membantu dalam mencari informasi resep masakan?
 Bagaimana peserta didik dapat menyampaikan informasi kuliner dengan menarik saat berperan sebagai reporter?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Biasanya, setiap daerah memiliki bazar atau pasar malam. Guru bisa memanfaatkannya sebagai bahan
diskusi. Pertanyaan pemantik di Buku Siswa bisa dikembangkan, misalnya:
• Kapan biasanya bazar di daerah kalian diadakan?
• Apa barang yang paling menarik dan selalu ingin kalian beli?
• Pernahkah kalian mengalami hal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan selama mengunjungi
bazar?
• Seandainya kalian berjualan, barang apa yang akan kalian jual?

Jawaban Menyusun Huruf Menjadi Kata:


1. Ember
2. Balon
3. Makanan
4. Pakaian
5. Mainan
6. Sepatu
Kegiatan Inti
Menulis
Menulis Reportase
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menulis teks naratif sederhana dengan struktur awal, tengah, akhir.

Tip Pembelajaran 510


• Peserta didik sudah belajar tentang struktur awal, tengah, akhir pada bab sebelumnya. menit
• Panduan di Buku Siswa bisa digunakan bagi peserta didik yang masih belajar menuangkan gagasan.
• Peserta didik yang sudah mampu menulis mandiri bisa menuliskan pengamatan dengan cara sendiri
selama semua informasi tercantum.

Inspirasi Kegiatan
• Bagikan potongan kertas kecil-kecil pada peserta didik.
• Minta mereka menuliskan atau menggambarkan satu informasi dari poster “Hari Pasar Merdeka”,
misalnya: tanggal pelaksanaan, lokasi, peraturan, peserta, dan sebagainya.
• Kocok potongan kertas, bagikan secara acak.
• Siapkan beberapa potongan kertas dengan kalimat serupa.
• Minta peserta didik berkelompok 3―5 orang. Berdasarkan potongan kertas yang mereka peroleh,
minta mereka membuat rancangan posternya.
• Nantikan “keributan kecil” karena informasi yang mereka miliki tidak berkaitan dan acak, serta poster
yang dihasilkan pun akan lucu.
• Simpulkan kegiatan dengan menjelaskan kembali tentang kriteria poster yang menarik dan benar.
Berdiskusi
Menghitung Pendapatan Hari Pasar
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menemukan penyebab terjadinya suatu masalah atau kejadian, dan hubungan sebabakibat yang lebih
kompleks.

Tip Pembelajaran
• Minta peserta didik mencermati catatan penjualan Ardi, Edo, Rahman, Sugeng.
• Minta peserta didik memperkirakan penyebab produk empat sekawan ini tidak laku.
• Minta mereka menggunakan kata kunci. Jelaskan bahwa kata kunci memastikan pendapat yang
disampaikan sesuai dengan topik yang sedang dibahas.
• Contoh kalimat: Menurutku, kue ini tidak laku karena .... Menurutku, hal yang harus dilakukan oleh
empat sekawan itu adalah ....
Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum lancar menyampaikan pendapat bisa menuliskan kata kunci ke dalam kartu-kartu.
Mereka bisa melihatnya sebagai panduan saat berbicara:

Jurnal Membaca
Memilih Buku Bacaan yang Sesuai
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks atau gambar sesuai jenjangnya dan mengaitkannya dengan
pengalaman pribadi.

Buku-buku ini bisa diperoleh secara gratis. Alamat website ada di lampiran buku ini.
Guru bisa mengeksplorasi berbagai judul lain sebagai bahan bacaan peserta didik

Inspirasi Kegiatan
Peserta didik bisa menyampaikan pengalamannya secara lisan atau tertulis.

Kegiatan Perancah:
Peserta didik yang mengalami kesulitan mengaitkan isi bacaan dengan pengalamannya bisa dipandu
dengan pertanyaan semacam ini:
• Bacaan ini bercerita tentang apa?
• Siapakah tokohnya?
• Apa yang dilakukan tokoh tersebut?
• Apakah kalian pernah mengalami hal yang sama?
• Bagaimana perasaan kalian saat itu?
• ...............................

Kesalahan Umum
Guru menggegas pemahaman peserta didik. Setiap peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang berbeda
terhadap bacaan. Bacaan tentang laut lebih mudah dipahami oleh peserta didik yang tinggal di pesisir.
Peserta didik yang tinggal di pantai memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna bacaan bertema stasiun
kereta api. Pengalaman sangat berperan dalam proses pemahaman bacaan. Karena itu, guru diharapkan
memberikan ruang yang proporsional bagi peserta didik untuk mencerna bacaan yang berbeda-beda.

Menulis
Pembatas Buku
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengenal dasar-dasar menulis dengan huruf tegak bersambung.

Tip Pembelajaran
Pada bagian sebelumnya, peserta didik membuat kartu ucapan terima kasih kepada teman. Kali ini mereka
membuat pembatas buku sebagai ucapan terima kasih pada pelanggan.
• Peserta didik bisa menggunting kertas dengan bentuk sesuai selera, menulisinya, dan menghiasnya.
• Pesan utamanya adalah membangun budaya berterima kasih. Sampaikan kepada peserta didik bahwa
mengucapkan terima kasih adalah perilaku mulia.
• Tujuan berikutnya adalah melatih kemampuan menulis dengan huruf tegak bersambung dan kreativitas
peserta didik.
• Peserta didik bisa menjadikan pembatas buku sebagai koleksi atau hadiah.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


1. Diferensiasi Konten:
 Peserta didik yang sudah mahir dapat meneliti dan menulis reportase tentang topik yang
lebih kompleks, misalnya peristiwa internasional atau masalah sosial yang mendalam.
 Peserta didik yang masih belajar dapat fokus pada reportase tentang kegiatan sekolah
atau lingkungan sekitar mereka.
2. Diferensiasi Proses:
 Gunakan metode wawancara untuk peserta didik yang lebih mahir dalam meneliti dan
mengumpulkan informasi.
 Peserta didik yang masih belajar dapat menggunakan sumber informasi yang sudah
disediakan, seperti buku atau artikel yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman
mereka.
3. Diferensiasi Produk:
 Peserta didik dapat memilih media berbeda untuk menyampaikan reportase mereka,
misalnya membuat video reportase atau podcast.
 Peserta didik yang lebih kreatif dapat menambahkan elemen visual seperti foto atau
ilustrasi untuk memperkaya reportase mereka.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada seluruh peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
hari ini. Apresiasi juga untuk kerjasama dan kreativitas yang ditunjukkan dalam setiap kegiatan.
2. Evaluasi: Mari kita refleksikan bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Bagaimana
pengalaman kalian dalam kegiatan menulis, berdiskusi, dan membaca? Apakah ada hal yang bisa
ditingkatkan di kegiatan mendatang?
3. Konsolidasi: Untuk memastikan pemahaman yang baik, kita akan mengkonsolidasikan
pembelajaran dengan merangkum poin-poin penting yang telah kita pelajari hari ini. Mari kita 10
pastikan bahwa setiap peserta didik dapat membawa pulang pengetahuan baru. menit
4. Penutup (Doa, Salam): Sebagai penutup, mari kita panjatkan doa bersama sebagai ungkapan
terima kasih atas nikmat dan kesempatan belajar. Semoga kebaikan selalu menyertai kita semua.
Salam sejahtera untuk kita semua.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Menulis Reportase

Tujuan: Mampu menulis teks naratif sederhana dengan struktur awal, tengah, akhir.

Teknik: Observasi

Rubrik Penilaian: Penilaian Keterampilan

No Kegiatan Inti Penilaian Keterampilan (Proyek)


1. Menulis Reportase - Kreativitas dalam menyusun alur cerita
- Kemampuan menampilkan informasi dengan struktur yang jelas
- Keterampilan menggunakan bahasa dengan benar dan menarik
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

Rencana Tindak Lanjut:

 Pengayaan: Memberikan materi dan contoh lebih lanjut tentang penulisan reportase yang lebih kompleks.
 Remedial: Memberikan latihan tambahan kepada peserta didik yang masih kesulitan dalam menyusun alur cerita.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Melakukan pertemuan dengan orang tua untuk memberikan pemahaman
tentang perkembangan kemampuan menulis reportase.

Refleksi Guru dan Siswa:

 Refleksi Guru:
 Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan ini?
 Apakah ada aspek tertentu yang perlu diperbaiki dalam penyampaian materi?
 Refleksi Siswa:
 Apa yang paling sulit dalam menulis reportase?
 Bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis reportase?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Meningkatkan Keterampilan Menulis dan Berpendapat

Pendahuluan: Keterampilan menulis dan berpendapat merupakan aspek penting dalam pengembangan kemampuan
berbahasa. Dengan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan tersebut
secara mandiri maupun berkelompok.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Buku catatan atau laptop


2. Bahan tulis (pensil, pulpen, kertas)
3. Cerita pendek atau gambar yang akan dinilai

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menulis laporan/cerita dengan struktur awal, tengah, akhir yang tepat melalui kegiatan mandiri.
2. Peserta didik mampu berpendapat dan mengambil kesimpulan dengan benar melalui kegiatan berkelompok.
3. Peserta didik dapat memberikan penilaian terhadap gambar atau cerita sesuai pengalaman pribadinya melalui
kegiatan mandiri.
4. Peserta didik dapat menuliskan ucapan terima kasih dengan antusias menggunakan huruf tegak bersambung
melalui kegiatan menulis.

Langkah-langkah:

1. Kegiatan Mandiri Menulis Laporan/Cerita: a. Pilih sebuah topik atau cerita pendek yang menarik. b. Tentukan
struktur awal, tengah, dan akhir dari cerita tersebut. c. Tulis cerita dengan menggunakan bahasa yang jelas dan
padat.
2. Kegiatan Berkelompok Berpendapat: a. Dalam kelompok, diskusikan topik atau permasalahan yang diberikan.
b. Masing-masing anggota kelompok menyampaikan pendapatnya. c. Buat kesimpulan bersama berdasarkan
diskusi yang dilakukan.
3. Kegiatan Mandiri Memberikan Penilaian: a. Amati gambar atau baca cerita yang diberikan. b. Berikan penilaian
berdasarkan pengalaman pribadi dan pandangan masing-masing.
4. Kegiatan Menulis Ucapan Terima Kasih: a. Pilih situasi atau pengalaman yang ingin disampaikan ucapan terima
kasih. b. Gunakan huruf tegak bersambung dalam menuliskan ucapan terima kasih.

Pertanyaan:

1. Apa langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat menulis laporan/cerita?


2. Bagaimana pengalaman berdiskusi dalam kelompok dapat meningkatkan kemampuan berpendapat?
3. Mengapa memberikan penilaian terhadap gambar atau cerita perlu melibatkan pengalaman pribadi?
4. Mengapa penting menggunakan huruf tegak bersambung saat menuliskan ucapan terima kasih?
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Bola-Bola Cokelat: Produk kudapan yang terbuat dari campuran cokelat, gula, dan bahan-bahan lainnya yang
dicetak dalam bentuk bulat. Bola-bola cokelat umumnya memiliki rasa manis dan tekstur lembut.
2. Truf Cokelat: Jenis bola-bola cokelat yang terbuat dari campuran cokelat berkualitas tinggi, mentega, dan krim.
Truf cokelat seringkali diberi lapisan pelapis seperti bubuk kakao atau gula bubuk untuk memberikan sentuhan
finishing.
3. Bola-Bola Cokelat Berlapis: Bola-bola cokelat yang memiliki lapisan tambahan di luar cokelat, seperti kelapa
parut, kacang-kacangan cincang, atau serbuk rempah-rempah. Lapisan tambahan ini dapat menambah tekstur dan
rasa pada bola-bola cokelat.
4. Bola-Bola Cokelat dengan Isi: Varian bola-bola cokelat yang memiliki isi tambahan, seperti kacang-kacangan,
buah kering, atau selai. Isi ini memberikan variasi rasa dan tekstur yang menarik.
5. Cokelat Putih: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat putih, yang tidak mengandung bubuk kakao. Cokelat
putih memberikan warna yang berbeda dan rasa manis yang khas.
6. Cokelat Hitam: Bola-bola cokelat yang terbuat dari cokelat hitam, yang memiliki kandungan kakao yang tinggi.
Cokelat hitam umumnya memiliki rasa lebih kuat dan sedikit pahit dibandingkan cokelat susu.
7. Bola-Bola Cokelat Organik: Bola-bola cokelat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan organik, tanpa
tambahan bahan kimia atau pewarna sintetis. Produk ini dihasilkan dengan memperhatikan keberlanjutan dan
kebersihan lingkungan.
8. Bola-Bola Cokelat Khusus: Varian bola-bola cokelat dengan resep atau bahan-bahan khusus yang memberikan
karakteristik unik, mungkin dari suatu daerah atau tradisi khusus.
9. Paket Hadiah Bola-Bola Cokelat: Kemasan khusus yang berisi beberapa bola-bola cokelat, seringkali dihias
secara menarik, cocok sebagai hadiah untuk berbagai kesempatan.
10. Bola-Bola Cokelat Berbentuk Tema: Varian bola-bola cokelat yang dicetak dalam bentuk tema tertentu, seperti
bola-bola cokelat berbentuk bola sepak, hati, atau karakter lucu, untuk meningkatkan daya tarik visual.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 6
PERTEMUAN KE – 1

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Tersesat

Materi Pokok : Menyimak Pengumuman di Stasiun Kereta Api,Memahami Cerita “Di Stasiun Kereta
Api”,Berdiskusi tentang Persiapan Bepergian dan Mencermati Teks “Di Mana Aku?”

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Memahami pengumuman di stasiun kereta api, termasuk kosakata yang umum digunakan.
b. Memahami isi cerita "Di Stasiun Kereta Api" secara keseluruhan.
c. Mampu mengidentifikasi informasi penting dalam pengumuman dan cerita tersebut.
Prasyarat Keterampilan:
d. Mampu menyimak dengan baik pengumuman di stasiun kereta api dan menangkap informasi yang
relevan.
e. Mampu merangkum isi cerita "Di Stasiun Kereta Api" dengan jelas dan ringkas.
f. Bersedia berpartisipasi dalam diskusi mengenai persiapan bepergian dan dapat menyampaikan pendapat
secara terstruktur.
g. Mampu mencermati teks "Di Mana Aku

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
 Rancanglah materi pembelajaran yang mencakup informasi tentang stasiun kereta api, prosedur keberangkatan,
dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat berada di stasiun.
 Sertakan juga kosakata khusus terkait dengan perjalanan kereta api.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, rekaman pengumuman, sumber belajar lain

 Buku Siswa, gambar atau video suasana stasiun kereta api, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar yang lain

 Buku Siswa, buku cerita anak, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.
KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui menyimak
pengumuman, peserta didik dapat memahami ide pokoknya dengan tepat

 Melalui membaca
teks, peserta didik berpendapat tentang isi cerita dengan tepat

 Melalui kegiatan
diskusi kelompok, peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan perasaan dengan antusias

 Melalui membaca
teks narasi, peserta didik mampu menyebutkan permasalahan tokoh dengan benar.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


 Siswa mengalami pengalaman mendengarkan pengumuman stasiun kereta api.
 Siswa berpartisipasi dalam membaca dan memahami cerita “Di Stasiun Kereta Api.”
 Siswa melakukan simulasi persiapan bepergian dalam diskusi kelompok.
 Siswa mencermati dan menganalisis teks “Di Mana Aku?” melalui kegiatan membaca dan diskusi.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses atau hasil dari penafsiran dan pemahaman seseorang terhadap suatu informasi baru
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Apersepsi melibatkan kerangka
pikiran individu dalam memahami, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterima. Ini
merupakan konsep psikologi yang menyoroti peran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam membentuk
pemahaman seseorang terhadap lingkungannya. Apersepsi dapat mempengaruhi cara seseorang memahami dan
merespons stimulus baru berdasarkan filter pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.

E. Pertanyaan Pemantik
 Bagaimana pengumuman di stasiun kereta api dapat membantu perjalanan kita?
 Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita “Di Stasiun Kereta Api”?
 Bagaimana persiapan bepergian dapat meminimalkan risiko dan kesalahan?
 Apa yang dapat dipahami dari teks “Di Mana Aku?” dan bagaimana hal itu relevan dengan kehidupan sehari-hari?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan menemani peserta didik berdiskusi tentang pengalaman mereka bepergian ke tempat
umum, atau dengan kendaraan umum. Pertanyaan pemantik dalam Buku Siswa bisa digunakan.
Pengalaman serupa yang dialami guru ketika kecil juga bisa diceritakan untuk membuat suasana lebih
akrab. Petunjuk Khusus: Materi ini memuat cerita dan informasi yang mungkin membuat sebagian peserta
didik cemas. Guru diharapkan mendampingi peserta didik belajar tentang panduan keselamatan di tempat
umum agar peserta didik waspada dan berhati-hati, bukan takut.
Kegiatan Inti
Menyimak
Menyimak Pengumuman di Stasiun Kereta Api
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyimak dengan saksama, memahami instruksi yang lebih kompleks, memahami ide pokok dalam teks
audio atau teks aural (teks yang dibacakan) yang sesuai jenjangnya.
510
Tip Pembelajaran menit
• Perlihatkan gambar tempat umum yang lain kepada peserta didik, misalnya pelabuhan, terminal, atau
bandara, sebagai bahan perbandingan. Jika peserta didik belum pernah melihat stasiun kereta api,
gambar atau video akan memberikan gambaran.
• Melalui internet, guru bisa mencari rekaman suara atau video pengumuman di terminal, stasiun,
pelabuhan, atau bandara.
• Guru bisa juga merekam suara sendiri dan memperdengarkannya pada peserta didik.
• Jika tidak ada akses internet atau alat rekam, bacakan teks pengumuman di Buku Siswa dengan penuh
gaya layaknya seorang penyiar.
• Perhatikan intonasi, jeda, dan pelafalan saat membacakan pengumuman.
• Pergunakan mikrofon (mainan) untuk membuat suasana ceria.
• Pastikan peserta didik tenang dulu sebelum pengumuman diperdengarkan.

Inspirasi Kegiatan
Untuk meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik, kegiatan ini bisa menjadi pilihan:
• Membaca nyaring. Guru bisa membacakan buku cerita dengan nyaring, peserta didik menyimak.
Kegiatan ini bisa diikuti dengan diskusi ringan tentang cerita yang dibacakan.
• Bermain cerita berulang. Guru menceritakan sebuah cerita singkat. Peserta didik menceritakannya
kembali kepada temannya. Teman lainnya mencermati apakah ceritanya sama atau tidak.
• Contoh cerita: Kemarin, Radit ikut ayahnya mengantar paman Radit yang hendak berlayar. Di
perjalanan, ban sepeda motor mereka meletus. Mereka harus menunggu tukang tambal ban
memperbaikinya. Mereka hampir terlambat tiba di pelabuhan.

Kesalahan Umum
Guru mengabaikan kegiatan menyimak. Kemampuan menyimak dan memahami informasi aural (yang
bersangkutan dengan indra pendengaran) sangat penting bagi peserta didik. Dengan keterampilan
menyimak yang baik, peserta didik bisa menyerap struktur bahasa, menceritakan kembali informasi yang
didengarnya, kemudian menggunakannya dalam berbicara. Dalam kehidupan seharihari, kemampuan
menyimak merupakan salah satu syarat penting dalam mengambil keputusan yang tepat.

[Link]
melintas: berlalu dengan cepat; menempuh jalan yang tersingkat; memintas; menyeberang (jalan dan
sebagainya)
jalur: kolom yang lurus; garis lebar; re

Membaca
Memahami Cerita “Di Stasiun Kereta Api”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif atau informasi yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan
ide pokok atau pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.

Tip Pembelajaran
• Walau bertema sederhana, teks ini cukup panjang. Beri kesempatan kepada peserta didik untuk
membacanya beberapa kali.
• Jika diperlukan, beri waktu kepada peserta didik untuk membaca nyaring bergantian dengan teman.
• Ajak peserta didik membahas gambar dan peristiwa apa saja yang mereka lihat.
• Dampingi peserta didik membahas pertanyaan pemantik di Buku Siswa.
• Tambahkan pertanyaan yang sesuai dengan kondisi tempat umum di dekat lingkungan peserta didik.

[Link]
arloji: jam kecil, biasa dipakai pada pergelangan tangan atau ditaruh dalam saku
gerbong: kereta api (untuk orang atau barang)
tiket: karcis kapal, pesawat terbang, dan sebagainya

Kesalahan Umum
Guru mengunci jawaban. Pertanyaan bacaan bukan sekadar untuk dijawab dengan satu dua kalimat
kemudian selesai. Pertanyaan bacaan mengawali diskusi untuk membuka wawasan peserta didik tentang
tema yang sedang dibahas. Pertanyaan bacaan membantu guru menciptakan pertanyaan yang kontekstual,
sesuai kondisi peserta didik. Guru bisa mengembangkan diskusi tanpa terpaku pada pertanyaan di buku,
termasuk memperluas bahasan atau mengembalikan diskusi pada topik ketika bahasan mulai menjauh dari
Alur Konten Capaian Pembelajaran. Tema keselamatan di stasiun bisa dikembangkan menjadi keselamatan
di terminal, pelabuhan, bandara, pasar, atau tempat-tempat lain yang dekat dengan keseharian peserta didik

Berdiskusi
Berdiskusi tentang Persiapan Bepergian
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menemukan penyebab terjadinya suatu masalah atau kejadian, kemudian mengelaborasi perasaan diri
sendiri dan orang lain.

Tip Pembelajaran
• Bagi kelompok terdiri dari 5―7 peserta didik.
• Minta peserta didik membahas persiapan ketika hendak bepergian.
• Pastikan peserta didik berbicara bergantian dengan teman.
• Beri peluang kepada peserta didik untuk menceritakan perasaannya pada saat hendak bepergian.
• Berikan satu pertanyaan untuk masing-masing peserta didik tentang pengalamannya sendiri.

Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Pengayaan Untuk mengantisipasi peserta didik yang belum pernah bepergian, ajak mereka
merancang kegiatan “bepergian ke dunia imajinasi”, misalnya ke tengah hutan di pulau terpencil, ke bulan,
ke negara yang sangat jauh, ke gunung es, ke dunia binatang, atau tempat-tempat lain yang menarik minat
mereka. Minta mereka membahas persiapan apa yang harus dilakukan. Karena tempat yang dituju sangat
imajinatif, persiapan pun akan imajinatif. Izinkan peserta didik meluaskan imajinasi mereka. Kegiatan juga
bisa diawali dengan dongeng atau pembacaan buku cerita untuk memantik imajinasi peserta didik.

Catatan Khusus
Fokus kegiatan ini adalah melatih kemampuan peserta didik menerima perbedaan pendapat. Guru bisa
melatih kemampuan peserta didik misalnya dengan berkata:
• Wah, pengalaman Adit berbeda, ya! Menarik juga.
• Oh, persiapan yang dilakukan Ruri berbeda! Cara itu juga bagus. Menurut kalian bagaimana?

Menerima perbedaan pendapat penting dibiasakan sejak dini.

Membaca
Mencermati Teks “Di Mana Aku?”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita pada teks naratif yang sesuai
jenjangnya.

Tip Pembelajaran
• Awali cerita dengan bertanya kepada peserta didik, “Pernahkah kalian sangat ingin buang air kecil atau
buang air besar di tempat umum?”
• Pertanyaan semacam itu bisa mendatangkan berbagai reaksi peserta didik: tertawa senang, malu-
malu, bahkan sedih. Perhatikan apakah ada peserta didik yang memiliki pengalaman buruk dengan
peristiwa tersebut.
• Melalui diskusi pembuka ini, peserta didik akan memahami mengapa tokoh dalam cerita ini (Nina) pergi
ke kamar mandi sendiri—ibunya sibuk dengan barang bawaan dan dia sudah sangat ingin ke kamar
mandi.
• Dengan demikian, peserta didik bisa menyelami perasaan Nina dan ikut berempati ketika tokoh
mengalami masalah.

[Link]
bawaan: barang-barang yang dibawa; buah tangan; oleh-oleh
menoleh: melihat dengan memalingkan muka ke kiri, ke kanan, ke belakang

Inspirasi Kegiatan
Setelah menjawab pertanyaan pemahaman, minta peserta didik mengamati ilustrasi teks “Di Mana Aku?”.
Berikan arahan seperti ini kepada peserta didik:
• Gambarkan rute perjalanan Nina menuju kamar mandi.
• Gambarkan rute perjalanan Nina dari kamar mandi menuju tempat ibunya menunggu.
• Minta peserta didik memperhatikan tempat atau tanda yang bisa dijadikan petunjuk agar Nina ingat
rutenya (misalnya toko mainan, bangku berwarna merah, atau yang lain).

Kegiatan Perancah Peserta didik yang masih mengalami kesulitan membaca bisa diminta mengamati
ilustrasi dan menyebutkan benda yang mereka lihat dan mencatatnya di buku tulis.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


1. Diferensiasi Konten:
 Siapkan beberapa tingkat kesulitan teks pengumuman yang sesuai dengan kemampuan
peserta didik. Ada teks dengan tingkat kesulitan rendah, sedang, dan tinggi.
 Sediakan gambar atau video pengumuman sebagai pendukung bagi peserta didik yang
lebih visual.
 Berikan tautan internet atau media rekaman suara untuk peserta didik yang ingin
mendengarkan pengumuman lebih lanjut.
2. Diferensiasi Proses:
 Beri opsi peserta didik untuk bekerja secara mandiri atau berkolaborasi dalam kelompok
kecil untuk membahas pengumuman.
 Gunakan teknik-modeling, di mana guru mempraktikkan kemampuan menyimak dengan
membacakan pengumuman dan memberikan contoh bagaimana memahaminya.
 Sediakan pilihan berbagai pertanyaan diskusi atau tugas sesuai dengan preferensi belajar
peserta didik.
3. Diferensiasi Produk:
 Beri pilihan format tugas, misalnya membuat ringkasan tertulis, poster visual, atau
rekaman audio dari pengumuman.
 Peserta didik dapat membuat pengumuman imajiner mereka sendiri dan
mempresentasikannya kepada kelas.
 Sediakan kesempatan bagi peserta didik untuk berbagi temuan mereka dengan media
yang berbeda, seperti tulisan, presentasi lisan, atau proyek visual.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
ini. Apresiasi juga disampaikan kepada mereka yang telah berbagi pengalaman dan pemikiran
dengan teman-teman.
2. Evaluasi: Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana peserta didik memahami materi tentang
menyimak pengumuman di stasiun kereta api. Guru dapat memberikan umpan balik positif dan
konstruktif untuk membantu peserta didik meningkatkan kemampuan mereka.
3. Konsolidasi: Berikan ringkasan singkat mengenai pembelajaran hari ini. Pastikan peserta didik 10
memahami pentingnya kemampuan menyimak, terutama dalam situasi umum seperti di stasiun menit
kereta api.
4. Penutup (Doa, Salam): Sebelum mengakhiri kegiatan, kita bersama-sama mengucapkan doa
untuk keselamatan dan keberhasilan peserta didik. Salam hangat disampaikan sebagai tanda akhir
pertemuan.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Menyimak Pengumuman di Stasiun Kereta Api

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menyimak pengumuman di stasiun kereta api dengan saksama.
2. Peserta didik dapat memahami instruksi yang lebih kompleks.
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok dalam teks audio atau teks aural.

Teknik: Observasi

Rubrik Penilaian: Penilaian Sikap

No Kegiatan Inti Observasi Kelas Penilaian Diri Penilaian Antar Teman


1 Menyimak pengumuman
2 Memahami instruksi kompleks

Rubrik Penilaian: Penilaian Pengetahuan

No Kegiatan Inti Penugasan Diskusi Kelompok Tes Tertulis Tes Lisan


1 Menyimak pengumuman X
2 Memahami instruksi kompleks X

Rubrik Penilaian: Penilaian Keterampilan

No Kegiatan Inti Proyek Produk Presentasi Study Lapangan


1 Menyimak pengumuman
2 Memahami instruksi kompleks
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain


Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

[F. Rencana Tindak Lanjut]

 Pengayaan: Mengadakan kegiatan "Simulasi Perjalanan" dengan memanfaatkan media imajinatif untuk
meningkatkan kemampuan menyimak.
 Remedial: Menyediakan materi tambahan dan latihan soal kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
menyimak pengumuman.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan orang tua untuk berdiskusi tentang
perkembangan menyimak anak di rumah.

[G. Refleksi Guru dan Siswa]

Refleksi Guru:
1. Apakah strategi yang saya gunakan efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak peserta didik?
2. Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan menyimak?
3. Apakah metode observasi dapat memberikan gambaran yang akurat tentang sikap peserta didik?

Refleksi Siswa:

1. Bagaimana perasaan saya saat menyimak pengumuman di stasiun kereta api?


2. Apakah saya merasa nyaman dalam berdiskusi kelompok mengenai persiapan bepergian?
3. Apakah saya merasa kemampuan menyimak saya telah meningkat setelah kegiatan ini?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul
Mengembangkan Kemampuan Memahami dan Menafsirkan Teks Melalui Berbagai Kegiatan

Pendahuluan
Pada kegiatan ini, kita akan fokus untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan menafsirkan teks
melalui beberapa kegiatan yang melibatkan pengumuman, membaca teks, diskusi kelompok, dan pemahaman terhadap
teks narasi.

Bahan/Alat/Sumber
1. Pengumuman terkini
2. Teks cerita pendek
3. Materi diskusi kelompok
4. Teks narasi mengenai pengalaman tokoh
Tujuan
1. Peserta didik dapat memahami ide pokok pengumuman dengan tepat melalui kegiatan menyimak.
2. Peserta didik dapat berpendapat tentang isi cerita dengan tepat melalui kegiatan membaca teks.
3. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan perasaan dengan antusias melalui kegiatan diskusi
kelompok.
4. Peserta didik mampu menyebutkan permasalahan tokoh dengan benar melalui kegiatan membaca teks narasi.
Langkah-langkah
1. Menyimak Pengumuman
 Peserta didik mendengarkan pengumuman dengan seksama.
 Catat ide pokok pengumuman yang dapat dipahami.
2. Membaca Teks Cerita Pendek
 Peserta didik membaca teks cerita pendek yang telah disediakan.
 Buatlah pendapat pribadi tentang isi cerita.
3. Diskusi Kelompok Mengenai Pengalaman dan Perasaan
 Peserta didik membentuk kelompok kecil.
 Diskusikan pengalaman dan perasaan masing-masing terkait dengan topik yang diberikan.
 Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara antusias.
4. Membaca Teks Narasi dan Menyebutkan Permasalahan Tokoh
 Peserta didik membaca teks narasi tentang tokoh yang disediakan.
 Identifikasi permasalahan yang dihadapi tokoh dalam cerita.
Pertanyaan
1. Apa ide pokok yang dapat Anda pahami dari pengumuman yang disampaikan?
2. Bagaimana pendapat Anda tentang isi cerita pendek yang telah Anda baca?
3. Apa pengalaman dan perasaan yang dapat Anda bagikan dalam diskusi kelompok?
4. Apa permasalahan yang dihadapi tokoh dalam teks narasi yang telah Anda baca?

Semoga kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan memahami dan menafsirkan teks peserta didik.
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Navigasi:
 Navigasi: Proses menentukan arah dan lokasi untuk menghindari kesesatan.
 Peta: Representasi visual dari area yang membantu dalam navigasi.
2. Alat Navigasi:
 Kompass: Alat magnetik untuk menentukan arah utara.
 GPS (Global Positioning System): Sistem satelit untuk menentukan lokasi dengan tepat.
 Peta Offline: Peta yang dapat diakses tanpa koneksi internet.
3. Lokasi dan Orientasi:
 Koordinat: Titik lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur.
 Arah Utara: Poin referensi utama dalam navigasi.
4. Bahaya Tersesat:
 Hypothermia: Kondisi suhu tubuh rendah karena kehilangan panas berlebihan.
 Dehidrasi: Kekurangan cairan yang dapat terjadi saat tersesat.
5. Survival:
 Shelter: Tempat perlindungan sementara dari cuaca buruk.
 Sinyal Darurat: Metode untuk menarik perhatian penyelamat.
 Pertolongan Pertama: Tindakan medis sederhana untuk merawat cedera ringan.
6. Komunikasi:
 Walkie-Talkie: Alat komunikasi jarak dekat untuk tim tersesat.
 Emergency Whistle: Alat penghasil suara keras untuk menarik perhatian.
7. Keterampilan Bertahan Hidup:
 Mengumpulkan Makanan: Keterampilan memanfaatkan sumber daya alam untuk makanan.
 Menemukan Air: Keterampilan menemukan sumber air yang aman untuk dikonsumsi.
8. Psikologi Tersesat:
 Mengatasi Ketakutan: Strategi untuk menjaga ketenangan dan fokus mental.
 Optimisme: Sikap positif untuk meningkatkan semangat bertahan hidup.
9. Evakuasi:
 Helikopter Evakuasi: Proses penyelamatan dengan menggunakan helikopter.
 Sarana Transportasi Darurat: Alternatif untuk keluar dari area yang terpencil.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 6
PERTEMUAN KE – 2

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Tersesat

Materi Pokok : Mencermati Infografik “Tersesat?”,Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat,Membuat
Kartu Nama Spesial dan Berserulah!

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)

Prasyarat Pengetahuan:

1. Pemahaman tentang infografik "Tersesat?" dan kemampuan untuk menganalisis informasi yang terkandung di
dalamnya.
2. Pengetahuan dasar tentang sikap yang tepat saat menghadapi situasi tersesat.
3. Kemampuan memilih dan menerapkan sikap yang sesuai dengan kondisi tertentu.
4. Pemahaman tentang langkah-langkah membuat kartu nama spesial.

Prasyarat Keterampilan:

1. Keterampilan analisis untuk mengidentifikasi informasi penting dalam infografik "Tersesat?".


2. Kemampuan membuat keputusan dalam memilih sikap yang tepat saat menghadapi kesulitan atau kebingungan.
3. Keterampilan dalam membuat kartu nama spesial dengan kreativitas dan perhatian terhadap detail.
4. Keterampilan berserulah dengan efektif dan berkomunikasi dengan baik saat mengalami kesulitan atau
kehilangan.
C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Kumpulan informasi terkait infografik "Tersesat?" yang mencakup petunjuk, peta, dan langkah-langkah untuk
mengatasi situasi tersesat.

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, poster sejenis, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar lain

 Buku Siswa, contoh kartu nama, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui mengamati
poster, peserta didik bisa menyebutkan manfaat poster dengan tepat.

 Melalui kegiatan
diskusi kelompok, peserta didik berpendapat tentang keselamatan di tempat umum dengan benar.

 Melalui metode
klasikal, peserta didik dapat menulis identitas pribadi dengan tepat.
 Melalui kegiatan
simulasi, peserta didik dapat berbicara dengan volume suara dan intonasi yang tepat

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


Melalui kegiatan mencermati infografik "Tersesat?", pelajar diharapkan dapat mengalami pemahaman bermakna
tentang pentingnya sikap yang tepat saat tersesat. Selain itu, kegiatan membuat kartu nama spesial akan memberikan
pengalaman bermakna tentang ekspresi diri melalui desain kartu nama.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses atau hasil dari penafsiran dan pemahaman seseorang terhadap suatu informasi baru
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Apersepsi melibatkan kerangka
pikiran individu dalam memahami, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterima. Ini
merupakan konsep psikologi yang menyoroti peran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam membentuk
pemahaman seseorang terhadap lingkungannya. Apersepsi dapat mempengaruhi cara seseorang memahami dan
merespons stimulus baru berdasarkan filter pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.

E. Pertanyaan Pemantik
 Bagaimana infografik "Tersesat?" dapat membantu kita mengatasi situasi tersesat dengan baik?
 Apa saja sikap yang sebaiknya diambil saat mengalami kebingungan atau tersesat?
 Bagaimana kartu nama spesial dapat mencerminkan identitas diri dan memberikan kesan positif?
 Mengapa berserulah penting dalam kehidupan sehari-hari?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan menemani peserta didik berdiskusi tentang pengalaman mereka bepergian ke tempat
umum, atau dengan kendaraan umum. Pertanyaan pemantik dalam Buku Siswa bisa digunakan.
Pengalaman serupa yang dialami guru ketika kecil juga bisa diceritakan untuk membuat suasana lebih
akrab. Petunjuk Khusus: Materi ini memuat cerita dan informasi yang mungkin membuat sebagian peserta
didik cemas. Guru diharapkan mendampingi peserta didik belajar tentang panduan keselamatan di tempat
umum agar peserta didik waspada dan berhati-hati, bukan takut.
Kegiatan Inti
Mengamati
Mencermati Infografik “Tersesat?”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengenali tujuan penulis dalam menyajikan data untuk mendukung ide pokok pada teks atau gambar yang
sesuai jenjangnya.
510
Tip Pembelajaran menit
• Infografik “Tersesat?” akan dipergunakan dalam beberapa kegiatan. Oleh karenanya, berikan waktu
yang leluasa kepada peserta didik untuk memahami dan mengamatinya baik secara mandiri maupun
berkelompok.
• Selain mendapatkan informasi keselamatan, peserta didik juga belajar menuangkan dan menata ide
secara visual. Arahkan mereka untuk mengamati detail gambar, warna, dan teks pada infografik.
• Diskusikan setiap informasi hingga semua petunjuk dipahami. Jika diperlukan, izinkan peserta didik
membaca isi infografik dengan nyaring.
• Jika memungkinkan dan diperlukan, infografik bisa difotokopi dan diperbesar, kemudian ditempel di
papan tulis untuk didiskusikan bersama.
• Ukuran yang besar akan membuat efek posternya lebih terasa.
• Jika tersedia, proyektor juga bisa digunakan untuk menampilkan berbagai jenis poster.
Inspirasi Kegiatan
• Beri ide kepada peserta didik untuk menggambar infografik seperti ini dengan tema lain, misalnya apa
yang dilakukan jika:
• jatuh dan terluka;
• terkena air panas;
• lampu mati;
• tersedak; atau berbagai peristiwa darurat lain yang biasa terjadi pada anak-anak.

Kegiatan Perancah
Untuk peserta didik yang memiliki kesulitan memahami teks visual atau mengembangkan ide bisa
dibantu dengan tema-tema seharihari, misalnya apa yang harus disiapkan dan dilakukan ketika:
• mencari kaus kaki yang hilang;
• menyapu lantai yang kotor; dan
• belajar menulis dengan huruf tegak bersambung.

Kegiatan sehari-hari bisa disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Peserta didik di daerah pertanian
memiliki kegiatan yang berbeda dengan peserta didik di perkotaan, misalnya.

Berdiskusi
Memilih Sikap yang Tepat Saat Tersesat
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas
sehingga dipahami oleh lawan bicara.

Tip Pembelajaran
Pada bagian ini, peserta didik diajak mempraktikkan kembali cara melafalkan kata-kata dengan volume
yang tepat—saat ini konteksnya adalah berseru untuk minta tolong.
• Awali dengan pertanyaan kapan peserta didik berbicara dengan suara perlahan, sedang, dan lantang
bahkan berseru kencang.
• Dampingi peserta didik ketika membahas pertanyaan di Buku Siswa tentang kaidah keselamatan di
tempat umum.
• Berikan penguatan tentang pentingnya bersikap tenang, berseru lantang saat memanggil nama orang
tua, tetap diam di tempat ramai, dan menolak ajakan orang yang tidak dikenal.

Menulis
Membuat Kartu Nama Spesial
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menulis kata-kata yang sering ditemui menggunakan pengetahuan tentang kombinasi semua huruf

Tip Pembelajaran
• Kegiatan ini bisa dikerjakan di rumah karena peserta didik bisa bertanya kepada orang tua atau orang
dewasa lain.
• Ada kemungkinan beberapa peserta didik tidak tahu nama orang tua, alamat rumah, dan nomor telepon.
• Ada kemungkinan peserta didik tidak memiliki orang tua—guru bisa mengantisipasi dengan melihat data
peserta didik lebih dulu.
• Pastikan peserta didik tahu bahwa mereka tidak boleh memperlihatkan kartu nama tersebut kepada orang
yang tidak dikenal. Mereka boleh memperlihatkannya pada petugas keamanan yang biasanya berseragam
dinas.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa mereka harus menyimpan kartu tersebut dengan baik agar tidak
tercecer atau tertinggal kemudian digunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

[Link]
spesial: khusus, istimewa, khas
wali: orang yang menjadi penjamin dalam pengurusan dan pengasuhan anak

Inspirasi Kegiatan
Peserta didik juga bisa menuliskan nama dan alamat orang yang hendak dituju.

Jika peserta didik memiliki penyakit atau alergi tertentu, informasi tersebut juga bisa dituliskan dalam kartu.

Kesalahan Umum
Guru tidak memberi makna pada kegiatan. Kegiatan ini terlihat sederhana, padahal krusial. Menuliskan dan
hafal identitas pribadi merupakan kecakapan hidup yang harus dikuasai peserta didik sejak dini. Peserta
didik perlu memaknai mengapa mereka diminta menuliskan identitas diri dan cara menggunakannya pada
saat darurat, dan memahami bahwa mereka tidak boleh memperlihatkan kartu tersebut kepada orang yang
tidak dikenal. Peserta didik juga harus menyimpan kartu tersebut dengan baik agar tidak tercecer atau
tertinggal kemudian digunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Menirukan dan Melakukan


Berserulah!
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas
sehingga dipahami oleh lawan bicara.

Tip Pembelajaran
• Kegiatan ini bisa bertujuan melatih kemampuan peserta didik untuk mengenali saat-saat darurat.
Guru bisa menjelaskan apa saja situasi darurat selain tersesat, misalnya ada bencana, kecelakaan,
atau musibah tak terduga lainnya.
• Kegiatan ini bisa menjadi permainan yang menarik.
• Bersiaplah, besar kemungkinan kelas akan riuh. Ikutlah bergembira bersama peserta didik.
• Jelaskan terlebih dulu bahwa bersuara lantang berbeda dengan berteriak dalam arti membuat
keributan.
• Sediakan kursi yang kuat, letakkan pada empat sudut kelas.
• Secara bergiliran, minta peserta didik berdiri di kursi tersebut.
• Tetapkan aturan bahwa hanya yang sedang berdiri di kursi yang boleh berseru lantang.
• Minta mereka berdiri tegak, pastikan posisi mereka aman.
• Minta mereka berseru seperti yang dicontohkan dalam Buku Siswa, menyebutkan nama dan orang
tua masing-masing.
• Untuk menguji apakah seruan cukup lantang, minta peserta didik yang berdiri di sudut yang
berlawanan mengulangi seruan tersebut.
• Berikan apresiasi dengan memuji keberanian dan antusiasme peserta didik mengikuti kegiatan.
• Jelaskan kepada peserta didik bahwa keterampilan ini perlu dilatih agar mereka memiliki pengalaman
ketika terjadi kondisi darurat.

Catatan:
Dalam kondisi yang sesungguhnya, peserta didik mungkin merasa takut sehingga tidak dapat bersuara.
Karena itu, ajak peserta didik berlatih menarik napas dulu sambil berhitung 1—10 untuk menenangkan diri
sebelum berseru.

Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah:
Antisipasi jika ada peserta didik yang tidak bersedia berseru lantang. Berikan dorongan seperlunya, tetapi
jangan dipaksa. Peserta didik yang malu-malu atau punya kendala berbicara bisa diminta menyebutkan
namanya dan nama orang tua kepada salah satu teman yang ada di dekatnya. Teman yang ada di dekatnya
itu mengulangi informasi yang disebutkan tadi. Guru bisa menelusuri mengapa peserta didik tersebut tidak
bersedia bersuara lantang dan melakukan tindak lanjut yang diperlukan

Kesalahan Umum
Guru menghindari risiko.
Kegiatan semacam ini berisiko membuat kelas gaduh dan peserta didik lepas kendali. Seruan bisa
berkembang menjadi teriakan, peserta didik bisa penasaran ingin naik kursi lebih cepat, lebih-lebih jika
jumlah peserta didik banyak. Meski demikian, risiko semacam ini perlu dijajal untuk memberi pengalaman
kepada peserta didik dan guru. Dengan mengalaminya, guru akan tahu bagaimana bersikap ketika
menerapkan metode ini di kemudian hari. Selain untuk mengetahui capaian peserta didik, permainan ini juga
bisa menjadi bahan evaluasi bagi guru tentang manajemen kelas yang diterapkannya.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


1. Diferensiasi Konten:
 Sesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat pemahaman dan kecepatan belajar
peserta didik. Jika beberapa peserta didik sudah mahir dalam memahami infografik,
berikan tantangan tambahan atau materi ekstra yang lebih kompleks.
 Sediakan sumber daya tambahan, seperti artikel atau video singkat, untuk peserta didik
yang memerlukan pemahaman lebih mendalam tentang topik keselamatan.
2. Diferensiasi Proses:
 Sesuaikan strategi pembelajaran dengan gaya belajar peserta didik. Gunakan pendekatan
visual untuk peserta didik yang lebih responsif terhadap gambar dan infografik. Untuk yang
lebih auditif, adakan diskusi kelompok.
 Berikan pilihan kegiatan, seperti membuat infografik alternatif atau presentasi lisan, untuk
memungkinkan peserta didik mengekspresikan pemahaman mereka sesuai dengan
kekuatan dan minat mereka.
3. Diferensiasi Produk:
 Biarkan peserta didik menunjukkan pemahaman mereka melalui produk akhir yang
berbeda. Misalnya, mereka dapat membuat poster, esai, atau presentasi berbasis
infografik.
 Sediakan panduan yang jelas dan dukungan tambahan bagi peserta didik yang
memerlukan bantuan ekstra dalam menyusun produk akhir mereka.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup
1. Apresiasi:
 Sampaikan apresiasi kepada peserta didik atas partisipasi aktif dan keterlibatan mereka
dalam kegiatan pembelajaran hari ini. Berikan pujian khusus bagi mereka yang telah
berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.
2. Evaluasi:
 Adakan sesi evaluasi singkat untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi
yang telah disampaikan. Berikan kesempatan bagi mereka untuk berbagi pendapat, 10
pertanyaan, atau kesulitan yang mungkin mereka alami. menit
3. Konsolidasi:
 Ringkas kembali poin-poin penting dari kegiatan pembelajaran hari ini. Pastikan peserta
didik memahami konsep-konsep utama yang telah diajarkan dan dapat mengaitkannya
dengan pengalaman sehari-hari mereka.
4. Penutup (Doa, Salam):
 Tutup sesi dengan doa bersama, memohon keberkahan dan perlindungan untuk semua
peserta didik. Sampaikan salam persahabatan dan semangat untuk bertemu kembali di
kesempatan berikutnya.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Menyimak Pengumuman di Stasiun Kereta Api

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menyimak pengumuman di stasiun kereta api dengan saksama.
2. Peserta didik dapat memahami instruksi yang lebih kompleks.
3. Peserta didik dapat mengidentifikasi ide pokok dalam teks audio atau teks aural.

Teknik: Observasi

Rubrik Penilaian: Penilaian Sikap

No Kegiatan Inti Observasi Kelas Penilaian Diri Penilaian Antar Teman


1 Menyimak pengumuman
2 Memahami instruksi kompleks

Rubrik Penilaian: Penilaian Pengetahuan

No Kegiatan Inti Penugasan Diskusi Kelompok Tes Tertulis Tes Lisan


1 Menyimak pengumuman X
2 Memahami instruksi kompleks X

Rubrik Penilaian: Penilaian Keterampilan

No Kegiatan Inti Proyek Produk Presentasi Study Lapangan


1 Menyimak pengumuman
2 Memahami instruksi kompleks
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda
Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

[F. Rencana Tindak Lanjut]

Pengayaan:

 Diskusi mendalam tentang keberagaman situasi darurat yang mungkin terjadi.


 Penugasan membuat infografik dengan tema keamanan dan keselamatan lainnya.

Remedial:

 Sesi tambahan untuk peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami infografik.
 Latihan khusus untuk peserta didik yang belum dapat berseru dengan volume yang cukup.

Interaksi Guru dan Orang Tua Murid:

 Sosialisasi kepada orang tua mengenai materi pembelajaran dan cara mendukung anak dalam kegiatan di rumah.

[G. Refleksi Guru dan Siswa]

Refleksi Guru:

1. Apakah teknik observasi cukup efektif untuk menilai sikap peserta didik?
2. Bagaimana respons peserta didik terhadap penggunaan infografik sebagai media pembelajaran?
Refleksi Siswa:

1. Apa yang paling menarik dari kegiatan mengamati infografik?


2. Bagaimana pengalaman berseru lantang dalam kegiatan menirukan dan melakukan?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Pengembangan Keterampilan Komunikasi

Pendahuluan: Pengembangan keterampilan komunikasi merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam
lembar kerja ini, peserta didik akan terlibat dalam beberapa kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan
komunikasi mereka melalui berbagai metode pembelajaran.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Poster tentang Manfaat Poster


2. Materi Diskusi Kelompok: Keselamatan di Tempat Umum
3. Kertas dan Pulpen untuk Kegiatan Klasikal Menulis Identitas Pribadi
4. Skrip Simulasi untuk Kegiatan Simulasi Berbicara

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menyebutkan manfaat poster dengan tepat melalui pengamatan terhadap poster yang
disediakan.
2. Peserta didik mampu berpendapat tentang keselamatan di tempat umum dengan benar melalui kegiatan diskusi
kelompok.
3. Peserta didik dapat menulis identitas pribadi dengan tepat melalui metode klasikal.
4. Peserta didik dapat berbicara dengan volume suara dan intonasi yang tepat melalui kegiatan simulasi.

Langkah-langkah:

1. Pengamatan Poster (15 menit)


 Peserta didik mengamati poster yang disediakan.
 Catat manfaat-manfaat poster yang dapat diidentifikasi.
2. Diskusi Kelompok (20 menit)
 Peserta didik dibagi menjadi kelompok.
 Setiap kelompok mendiskusikan keselamatan di tempat umum.
 Catat pandangan dan pendapat masing-masing anggota kelompok.
3. Kegiatan Klasikal Menulis Identitas Pribadi (25 menit)
 Peserta didik menulis identitas pribadi mereka (nama, alamat, tanggal lahir, dll.) di kertas yang
disediakan.
 Fasilitator memberikan umpan balik dan bimbingan jika diperlukan.
4. Kegiatan Simulasi Berbicara (30 menit)
 Peserta didik terlibat dalam kegiatan simulasi berbicara.
 Masing-masing peserta didik menggunakan skrip simulasi untuk berbicara dengan volume suara dan
intonasi yang tepat.
 Sesama peserta dan fasilitator memberikan umpan balik konstruktif.

Pertanyaan:

1. Apa manfaat poster yang dapat Anda identifikasi setelah mengamati poster?
2. Bagaimana keselamatan di tempat umum dapat ditingkatkan menurut pendapat kelompok Anda?
3. Apa kesulitan yang Anda hadapi ketika menulis identitas pribadi? Bagaimana Anda mengatasi itu?
4. Apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman berbicara dalam kegiatan simulasi? Bagaimana Anda
meningkatkan kemampuan berbicara Anda?
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Navigasi:
 Navigasi: Proses menentukan arah dan lokasi untuk menghindari kesesatan.
 Peta: Representasi visual dari area yang membantu dalam navigasi.
2. Alat Navigasi:
 Kompass: Alat magnetik untuk menentukan arah utara.
 GPS (Global Positioning System): Sistem satelit untuk menentukan lokasi dengan tepat.
 Peta Offline: Peta yang dapat diakses tanpa koneksi internet.
3. Lokasi dan Orientasi:
 Koordinat: Titik lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur.
 Arah Utara: Poin referensi utama dalam navigasi.
4. Bahaya Tersesat:
 Hypothermia: Kondisi suhu tubuh rendah karena kehilangan panas berlebihan.
 Dehidrasi: Kekurangan cairan yang dapat terjadi saat tersesat.
5. Survival:
 Shelter: Tempat perlindungan sementara dari cuaca buruk.
 Sinyal Darurat: Metode untuk menarik perhatian penyelamat.
 Pertolongan Pertama: Tindakan medis sederhana untuk merawat cedera ringan.
6. Komunikasi:
 Walkie-Talkie: Alat komunikasi jarak dekat untuk tim tersesat.
 Emergency Whistle: Alat penghasil suara keras untuk menarik perhatian.
7. Keterampilan Bertahan Hidup:
 Mengumpulkan Makanan: Keterampilan memanfaatkan sumber daya alam untuk makanan.
 Menemukan Air: Keterampilan menemukan sumber air yang aman untuk dikonsumsi.
8. Psikologi Tersesat:
 Mengatasi Ketakutan: Strategi untuk menjaga ketenangan dan fokus mental.
 Optimisme: Sikap positif untuk meningkatkan semangat bertahan hidup.
9. Evakuasi:
 Helikopter Evakuasi: Proses penyelamatan dengan menggunakan helikopter.
 Sarana Transportasi Darurat: Alternatif untuk keluar dari area yang terpencil.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 6
PERTEMUAN KE – 3

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Tersesat

Materi Pokok : Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum,Menemukan Lima
Hal yang Sama dan Menulis Papan Pengumuman

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Memahami konsep dasar tentang tempat duduk khusus di fasilitas umum.
b. Menguasai kosa kata dan frasa yang berkaitan dengan penulisan pendapat.
c. Memiliki pengetahuan dasar tentang teknik menyusun papan pengumuman.
Prasyarat Keterampilan:
d. Mampu menyusun kalimat dengan tata bahasa yang benar dalam penulisan pendapat.
e. Mampu mengidentifikasi dan menemukan kesamaan dari berbagai objek atau informasi.
f. Memiliki keterampilan dasar dalam menyusun dan merancang papan pengumuman dengan jelas dan
informatif.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
1. Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum:
 Contoh-contoh penilaian dan panduan penulisan pendapat.
 Informasi mengenai etika penulisan pendapat.
2. Menemukan Lima Hal yang Sama:
 Contoh-contoh situasi atau objek untuk ditemukan lima hal yang sama.
 Daftar kata kunci yang relevan dengan tema pencarian.
3. Menulis Papan Pengumuman:
 Panduan format dan struktur penulisan papan pengumuman.
 Contoh-contoh papan pengumuman yang efektif.

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, gambar atau video tentang fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas, sumber belajar lain

 Buku Siswa, gambar pengumuman, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui mengamati
gambar, peserta didik mampu menuliskan pendapat dengan benar

 Melalui kegiatan
menulis tegak bersambung, peserta didik dapat menuliskan pengumuman dengan tepat.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna

Dalam pembelajaran ini, siswa akan mendapatkan pengalaman bermakna melalui pendekatan yang melibatkan mereka
secara aktif dalam proses pembelajaran. Berikut adalah deskripsi bagaimana siswa akan mendapatkan pengalaman
bermakna:

1. Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum:


 Siswa akan diajak untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mereka mengenai tempat duduk khusus di
fasilitas umum.
 Aktivitas kelompok akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengar sudut pandang yang
beragam, sehingga mereka dapat memahami keragaman pendapat.
2. Menemukan Lima Hal yang Sama:
 Siswa akan diberikan tugas mencari lima hal yang sama dalam situasi atau objek tertentu.
 Melalui kegiatan ini, siswa akan mengembangkan kemampuan pengamatan, analisis, dan pencarian
informasi, memberikan pengalaman praktis dalam proses identifikasi kesamaan.
3. Menulis Papan Pengumuman:
 Siswa akan berpartisipasi dalam simulasi menyusun papan pengumuman untuk suatu kegiatan atau
informasi penting.
 Dengan demikian, siswa dapat merasakan secara langsung bagaimana menyampaikan informasi secara
jelas dan efektif melalui media papan pengumuman.

Dengan menggabungkan kegiatan diskusi, aktivitas kelompok, dan simulasi, diharapkan siswa tidak hanya memahami
konsep-konsep teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari
mereka. Pengalaman bermakna ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dan berkomitmen dalam proses
pembelajaran.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses atau hasil dari penafsiran dan pemahaman seseorang terhadap suatu informasi baru
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Apersepsi melibatkan kerangka
pikiran individu dalam memahami, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi yang diterima. Ini
merupakan konsep psikologi yang menyoroti peran pengetahuan dan pengalaman sebelumnya dalam membentuk
pemahaman seseorang terhadap lingkungannya. Apersepsi dapat mempengaruhi cara seseorang memahami dan
merespons stimulus baru berdasarkan filter pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.

E. Pertanyaan Pemantik
 Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum: a. "Menurutmu, apakah penting adanya
tempat duduk khusus di fasilitas umum? Mengapa atau mengapa tidak?" b. "Bagaimana pandanganmu terkait
keadilan dalam penggunaan tempat duduk khusus? Berikan argumentasi untuk mendukung pendapatmu."
 Menemukan Lima Hal yang Sama: a. "Apa pentingnya kemampuan menemukan kesamaan dalam situasi
tertentu dalam kehidupan sehari-hari?" b. "Bagaimana kamu bisa memastikan bahwa lima hal yang kamu temukan
benar-benar sama? Berikan contoh situasi konkret."
 Menulis Papan Pengumuman: a. "Mengapa papan pengumuman dianggap sebagai alat komunikasi yang
penting? Berikan argumentasi dan contoh pengalamanmu." b. "Apa yang harus diperhatikan dalam menyusun
papan pengumuman agar informasinya dapat disampaikan dengan jelas dan efektif?"

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan menemani peserta didik berdiskusi tentang pengalaman mereka bepergian ke tempat
umum, atau dengan kendaraan umum. Pertanyaan pemantik dalam Buku Siswa bisa digunakan.
Pengalaman serupa yang dialami guru ketika kecil juga bisa diceritakan untuk membuat suasana lebih
akrab. Petunjuk Khusus: Materi ini memuat cerita dan informasi yang mungkin membuat sebagian peserta
didik cemas. Guru diharapkan mendampingi peserta didik belajar tentang panduan keselamatan di tempat
umum agar peserta didik waspada dan berhati-hati, bukan takut.
Kegiatan Inti
Menulis
Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyimpulkan dan menuliskan gagasan atau konsep berdasarkan informasi terperinci di dalam teks atau
gambar yang terus meningkat sesuai jenjangnya.
510
Tip Pembelajaran menit
• Selain gambar kursi khusus yang ada di Buku Siswa, guru bisa memperlihatkan gambar lain, misalnya,
lift, trotoar, bahkan kamar mandi yang didesain untuk lansia atau penyandang disabilitas.
• Awali dengan diskusi untuk memberi pemahaman bahwa orang-orang berkebutuhan khusus ini wajib
dihargai dan dibantu.
• Tanyakan kepada peserta didik apakah mereka pernah sakit sehingga memerlukan perlakuan khusus,
misalnya mandi sambil duduk di kursi.
• Membahas pengalaman seperti ini akan membantu peserta didik memahami mengapa fasilitas khusus
diperlukan.
• Doronglah peserta didik untuk selalu menggunakan kursi selain kursi khusus di tempat/fasilitas umum.

Inspirasi Kegiatan
• Peserta didik yang memiliki keluarga dengan kebutuhan khusus bisa diminta berbagi pengalaman.
• Peserta didik yang pernah membantu orang lain yang berkebutuhan khusus juga bisa berbagi cerita.
• Peserta didik bisa berdiskusi dan mengusulkan fasilitas apa yang sebaiknya ada di sekolah mereka
agar bisa membantu guru atau peserta didik yang berkebutuhan khusus.

disabilitas: keadaan (seperti sakit atau cedera) yang merusak atau membatasi kemampuan mental dan fisik
seseorang; keadaan tidak mampu melakukan halhal dengan cara yang biasa
lansia, lanjut usia: berusia tua
Kreativitas
Menemukan Lima Hal yang Sama

Tip Pembelajaran
• Tujuan permainan ini adalah mengajak peserta didik mengamati peristiwa yang terjadi di dua stasiun.
• Awali kegiatan dengan mengajak peserta didik menemukan hal atau kejadian yang sama. Misalnya,
peserta didik menjawab ada papan pengumuman yang sama. Tanyakan, “Menurut pendapat kalian,
mengapa di stasiun yang berbeda ada papan pengumuman yang sama? Kira-kira apakah semua
stasiun kereta api memiliki papan pengumuman seperti itu? Mengapa?”
• Setelah itu, peserta didik diminta membuat dua gambar yang mirip dan peserta didik lain bertugas
mencari hal yang berbeda. Selain stasiun, peserta didik bisa menggambar tempat umum lain sesuai
minat masing-masing.

Inspirasi Kegiatan
Selain menggambar, peserta didik bisa membuat kolase bertema tempat umum. Mereka bisa menggunting
tempel gambar. Dengan demikian, peserta didik yang tidak mahir atau tidak suka menggambar tetap bisa
berkegiatan.
Surat untuk Orang Tua
Bapak dan Ibu Orang Tua
Peserta Didik, Pada minggu ini peserta didik kelas tiga belajar tentang keselamatan di muka umum. Salah
satu kegiatan yang kami lakukan adalah membuat kartu nama berisi identitas pribadi. Oleh karena itu, Bapak
Ibu diharapkan berkenan mendampingi peserta didik, misalnya saat menuliskan alamat rumah dan identitas
lain, juga saat menyebutkan nama sendiri dan nama orang tua. Orang tua juga diharapkan menyampaikan
dengan jelas bahwa peserta didik tidak boleh memperlihatkan kartu tersebut kepada orang selain petugas
yang berseragam dinas. Terima kasih atas bantuan Bapak dan Ibu. Salam hormat, ..........................

Jurnal Membaca
Membaca buku atau cerita tentang rasa cemas, kecewa, takut, sakit, atau perasaan yang tak menyenangkan
lainnya.

Tip Pembelajaran
• Contoh sumber bacaan ada pada halaman lampiran Buku Guru.
• Guru juga bisa memanfaatkan berita bertema sejenis di media massa. Sesuaikan penyampaiannya
dengan usia peserta didik.
• Perasaan tidak nyaman bisa datang kapan pun, termasuk ketika peserta didik berada di tempat umum.
Membaca buku atau cerita bisa membantu peserta didik memahami perasaan semacam ini.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa merasa takut atau cemas itu wajar. Tak perlu malu. Yang lebih
penting adalah apa yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.
• Guru bisa menyediakan buku cetak maupun digital sebagai bahan bacaan peserta didik. Cerita bisa
dibahas di kelompok kecil kemudian dipresentasikan di kelas.
• Melalui membaca dan berdiskusi, diharapkan peserta didik belajar bahwa hal yang membuat cemas
seseorang bisa berbeda-beda.

Menulis
Menulis Papan Pengumuman
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengenal dasar-dasar menulis dengan huruf tegak bersambung.

Inspirasi Kegiatan
• Selain menyalin pengumuman, peserta didik bisa menuliskan perasaannya seperti: Jika aku cemas,
aku akan .... Jika aku takut, aku akan .... Jika aku gembira, aku akan ....
• Jika ada akses internet, setelah menulis dengan huruf tegak bersambung di buku, peserta didik bisa
membuat papan pengumuman menggunakan aplikasi pembuat poster.
• Dampingi peserta didik ketika mereka menggunakan internet. Bahas Bahasa
Tip Pembelajaran
Awali kegiatan dengan permainan “dengarkan anjuran atau larangan”. Minta peserta didik melakukan
sesuai perintah:
• Berdirilah pada hitungan kedua.
• Satu ... dua!
• Tersenyumlah pada teman di sebelahmu.
• Jangan duduk dulu.
• Jangan angkat tangan kananmu. Perintah bisa diacak. Ciptakan suasana gembira, tak perlu ada
hukuman. Peserta didik yang salah memahami perintah bisa ditanya apa sebabnya.

Inspirasi Kegiatan
• Perlihatkan kepada peserta didik berbagai papan larangan dan anjuran di berbagai tempat sebagai
inspirasi.
• Ajak peserta didik membuat atau menggambar papan anjuran atau larangan dengan tema yang unik,
misalnya: Dilarang Cemberut di Kelas Perhatikan Kerapian Rambutmu
• Temani peserta didik membaca buku atau menonton film. Pilihlah film yang menarik dan sesuai dengan
usia peserta didik. Ajak mereka memperhatikan apakah ada kalimat anjuran dan larangan di dalamnya.

Kosakata Baru
Tip Pembelajaran
• Tanyakan kepada peserta didik, mana yang lebih mereka sukai: kalimat anjuran atau larangan.
• Minta mereka menyebutkan alasannya.
• Minta mereka mencermati kalimat anjuran atau larangan yang ada di Bab VI ini.
• Minta mereka mengubah kalimat larangan menjadi anjuran dan sebaliknya

Contoh:
Ada Perbaikan Jalan
Mohon Berhati-hati

Bisa diubah menjadi


Ada Perbaikan Jalan
Jangan Lewat Jalan Ini

anjuran: yang dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan


larangan: perintah (aturan) yang melarang suatu perbuatan
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:
1. Diferensiasi Konten:
Sediakan sumber bacaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Misalnya, artikel dengan

vocab lebih sederhana untuk peserta didik yang memerlukan dukungan lebih.
 Adaptasi konten untuk siswa dengan kebutuhan khusus. Bisa berupa gambar, video, atau
audio untuk mendukung pemahaman mereka.
2. Diferensiasi Proses:
 Gunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Peserta didik dapat membuat
presentasi, poster, atau video pendapat mereka tentang tempat duduk khusus.
 Sediakan opsi pilihan tugas, seperti menulis esai atau membuat sketsa visual tentang
pentingnya tempat duduk khusus.
3. Diferensiasi Produk:
 Peserta didik dapat memilih untuk menyampaikan pendapat mereka dalam bentuk yang
paling sesuai dengan gaya belajar mereka, seperti menulis, berbicara, atau membuat
karya seni.
 Berikan opsi untuk berkolaborasi. Misalnya, siswa dapat bekerja dalam kelompok untuk
menyusun presentasi bersama.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup

Apresiasi:
Terima kasih kepada seluruh peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semangat dan
antusiasme kalian membuat acara ini menjadi lebih berarti.

Evaluasi:
Mari kita refleksikan bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Adakah hal-hal yang masih kurang 10
dipahami atau perlu diperjelas? Bagikan pengalaman dan pandangan kalian terkait topik ini. menit

Konsolidasi:
Mari kita rangkum kembali ide-ide utama yang telah diungkapkan selama kegiatan ini. Dengan pemahaman
yang diperoleh, kita dapat lebih menyatu dalam menghargai keberagaman dan kebutuhan khusus di sekitar
kita.

Penutup (Doa, Salam):


Sebelum kita akhiri kegiatan ini, mari kita bersama-sama mengucapkan doa sebagai ungkapan rasa syukur
atas kesempatan belajar ini. Semoga kebijaksanaan dan pemahaman selalu menyertai kita. Selamat pulang,
dan salam sejahtera untuk kita semua.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Menulis Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus di Fasilitas Umum

Tujuan: Mampu menyimpulkan dan menuliskan gagasan atau konsep berdasarkan informasi terperinci di dalam teks atau
gambar yang terus meningkat sesuai jenjangnya.

Teknik: Tes tertulis (Soal Hots)

Rubrik Penilaian: Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)

markdownCopy code
| No | Kegiatan Inti | Penilaian Pengetahuan | |----|----------------------------------------------------|-----------------------| | 1 | Menulis
Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus | | | | di Fasilitas Umum | Skor: |

Penilaian Sikap (Observasi Kelas, Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman)

markdownCopy code
| No | Kegiatan Inti | Penilaian Sikap | |----|----------------------------------------------------|-----------------------| | 1 | Menulis Pendapat
tentang Tempat Duduk Khusus | | | | di Fasilitas Umum | Skor: |

Penilaian Keterampilan (Proyek, Produk, Presentasi, Studi Lapangan)

markdownCopy code
| No | Kegiatan Inti | Penilaian Keterampilan| |----|----------------------------------------------------|------------------------| | 1 | Menulis
Pendapat tentang Tempat Duduk Khusus | | | | di Fasilitas Umum | Skor: |
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

F. Rencana Tindak Lanjut


 Pengayaan: Menyediakan materi tambahan atau proyek untuk peserta didik yang sudah menguasai materi
dengan baik.
 Remedial: Memberikan bimbingan tambahan atau latihan ekstra kepada peserta didik yang perlu perbaikan.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan atau komunikasi dengan orang tua untuk
membahas perkembangan peserta didik.

G. Refleksi Guru dan Siswa Refleksi Guru:

1. Apakah kegiatan ini sesuai dengan kemampuan peserta didik?


2. Bagaimana respons peserta didik terhadap teknik asesmen yang digunakan?
3. Apakah ada aspek tertentu yang perlu diperbaiki untuk penilaian berikutnya?

Refleksi Siswa:

1. Apakah kamu merasa kegiatan menulis tentang tempat duduk khusus bermanfaat?
2. Bagaimana perasaanmu selama proses penilaian?
3. Apa yang bisa kamu perbaiki untuk meningkatkan hasil penilaianmu?
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Kemampuan Menulis Pendapat dan Pengumuman

Pendahuluan: Dalam kegiatan ini, peserta didik akan fokus pada pengembangan kemampuan menulis pendapat dan
pengumuman. Melalui pengamatan gambar dan kegiatan menulis tegak bersambung, diharapkan peserta didik dapat
meningkatkan keterampilan menulisnya dengan benar dan tepat.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Gambar-gambar yang akan diobservasi.


2. Kertas dan pulpen/pensil.
3. Contoh-contoh pendapat dan pengumuman.

Tujuan:

1. Peserta didik mampu menuliskan pendapat dengan benar melalui pengamatan gambar.
2. Peserta didik dapat menuliskan pengumuman secara tepat dengan menggunakan teknik menulis tegak
bersambung.

Langkah-langkah:

1. Observasi Gambar:
 Peserta didik akan diberikan beberapa gambar.
 Amati setiap gambar dengan seksama dan perhatikan detailnya.
2. Menulis Pendapat:
 Peserta didik diminta untuk menuliskan pendapatnya berdasarkan gambar yang diamati.
 Gunakan bahasa yang jelas dan benar.
3. Kegiatan Menulis Tegak Bersambung:
 Peserta didik akan diajak untuk berlatih menulis tegak bersambung.
 Perhatikan pola penulisan yang benar dan ikuti instruksi dengan teliti.
4. Menulis Pengumuman:
 Setelah latihan menulis tegak bersambung, peserta didik diminta menuliskan pengumuman menggunakan
keterampilan yang baru diperoleh.
 Gunakan struktur pengumuman yang tepat.

Pertanyaan:

1. Apa saja yang diperhatikan saat menuliskan pendapat berdasarkan gambar yang diamati?
2. Bagaimana teknik menulis tegak bersambung dapat membantu dalam menyusun pengumuman secara tepat?
3. Apa yang dapat diperbaiki dalam menulis pendapat atau pengumuman setelah mendapatkan umpan balik?
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Navigasi:
 Navigasi: Proses menentukan arah dan lokasi untuk menghindari kesesatan.
 Peta: Representasi visual dari area yang membantu dalam navigasi.
2. Alat Navigasi:
 Kompass: Alat magnetik untuk menentukan arah utara.
 GPS (Global Positioning System): Sistem satelit untuk menentukan lokasi dengan tepat.
 Peta Offline: Peta yang dapat diakses tanpa koneksi internet.
3. Lokasi dan Orientasi:
 Koordinat: Titik lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan bujur.
 Arah Utara: Poin referensi utama dalam navigasi.
4. Bahaya Tersesat:
 Hypothermia: Kondisi suhu tubuh rendah karena kehilangan panas berlebihan.
 Dehidrasi: Kekurangan cairan yang dapat terjadi saat tersesat.
5. Survival:
 Shelter: Tempat perlindungan sementara dari cuaca buruk.
 Sinyal Darurat: Metode untuk menarik perhatian penyelamat.
 Pertolongan Pertama: Tindakan medis sederhana untuk merawat cedera ringan.
6. Komunikasi:
 Walkie-Talkie: Alat komunikasi jarak dekat untuk tim tersesat.
 Emergency Whistle: Alat penghasil suara keras untuk menarik perhatian.
7. Keterampilan Bertahan Hidup:
 Mengumpulkan Makanan: Keterampilan memanfaatkan sumber daya alam untuk makanan.
 Menemukan Air: Keterampilan menemukan sumber air yang aman untuk dikonsumsi.
8. Psikologi Tersesat:
 Mengatasi Ketakutan: Strategi untuk menjaga ketenangan dan fokus mental.
 Optimisme: Sikap positif untuk meningkatkan semangat bertahan hidup.
9. Evakuasi:
 Helikopter Evakuasi: Proses penyelamatan dengan menggunakan helikopter.
 Sarana Transportasi Darurat: Alternatif untuk keluar dari area yang terpencil.
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 7
PERTEMUAN KE – 1

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Aku dan si Merah

Materi Pokok : Membaca Teks Naratif “Milo”,Menyalin Berita dengan Kata Depan,Mengamati Ilustrasi
dan Memberikan Pendapat dan Adjektiva dan Verba

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Memahami pengumuman di stasiun kereta api, termasuk kosakata yang umum digunakan.
b. Memahami isi cerita "Di Stasiun Kereta Api" secara keseluruhan.
c. Mampu mengidentifikasi informasi penting dalam pengumuman dan cerita tersebut.
Prasyarat Keterampilan:
d. Mampu menyimak dengan baik pengumuman di stasiun kereta api dan menangkap informasi yang
relevan.
e. Mampu merangkum isi cerita "Di Stasiun Kereta Api" dengan jelas dan ringkas.
f. Bersedia berpartisipasi dalam diskusi mengenai persiapan bepergian dan dapat menyampaikan pendapat
secara terstruktur.
g. Mampu mencermati teks "Di Mana Aku

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Pemilihan materi ajar yang sesuai dengan kurikulum dan tingkat pemahaman siswa sangat penting. Materi harus
relevan, up-to-date, dan memotivasi siswa untuk belajar.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, buku cerita tentang hewan, sumber belajar lain

 Buku Siswa, berita dari berbagai media tentang hewan, sumber belajar lain

 Buku Siswa, foto atau gambar, sumber belajar lain

 Buku Siswa, foto atau gambar, video, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui membaca
teks, peserta didik dapat menjawab pertanyaan dengan benar

 Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menuliskan kalimat dengan kata depan yang tepat.

 Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat memberikan pendapat dengan benar.

 Melalui metode
klasikal, peserta didik dapat menemukan arti kosakata dengan tepat.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


Dalam pembelajaran ini, siswa akan dibawa pada pengalaman bermakna melalui kegiatan membaca teks naratif
"Milo". Membaca cerita ini akan menjadi momen yang memungkinkan siswa tidak hanya memahami alur cerita,
tetapi juga merasakan emosi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui diskusi dan refleksi, siswa akan
diajak untuk mengaitkan pengalaman pribadi mereka dengan naratif yang dihadirkan, memberikan ruang bagi
pemahaman yang lebih mendalam.

Selain itu, dalam kegiatan menyalin berita dengan kata depan, siswa akan diajak untuk terlibat secara aktif dalam
menciptakan informasi. Proses menyalin akan meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur berita dan
penggunaan kata depan dalam konteks berita. Hal ini juga dapat mengembangkan keterampilan menulis dan
pemikiran analitis mereka.

Mengamati ilustrasi dan memberikan pendapat akan menjadi momen di mana siswa dapat mengekspresikan ide
dan persepsi mereka. Hal ini tidak hanya merangsang kreativitas, tetapi juga mengembangkan kemampuan verbal
dan kemampuan berargumentasi. Siswa akan belajar untuk menyampaikan pendapat mereka dengan jelas dan
meyakinkan, membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

Terakhir, dalam mengenali dan menggunakan adjektiva dan verba, siswa akan terlibat dalam kegiatan yang
mendorong mereka untuk menggali lebih dalam makna kata dan meningkatkan kekayaan kosakata mereka.
Dengan demikian, pengalaman bermakna dalam pemahaman ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif,
tetapi juga membentuk sikap positif terhadap pembelajaran dan pengembangan diri.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah suatu proses mental di mana seseorang memberikan makna atau interpretasi terhadap informasi
baru berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahamannya yang telah ada sebelumnya. Apersepsi
memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman seseorang terhadap dunia sekitarnya. Proses ini
melibatkan penggabungan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk membentuk pemahaman
yang lebih lengkap. Apersepsi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai, keyakinan, dan emosi
individu. Dengan demikian, apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menyikapi dan merespons informasi
yang diterimanya.

E. Pertanyaan Pemantik
 Bagaimana pengalaman membaca teks naratif "Milo" memengaruhi pemahamanmu terhadap nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya?
 Apa yang dapat kita pelajari dari kegiatan menyalin berita dengan kata depan? Bagaimana proses ini dapat
membantu memahami struktur berita dengan lebih baik?
 Bagaimana ilustrasi dalam materi membantu kamu memahami konten secara visual? Apakah ilustrasi tersebut
mempengaruhi interpretasi personalmu terhadap cerita?
 Berikan pendapatmu tentang penggunaan adjektiva dan verba dalam teks pembelajaran ini. Bagaimana
penggunaan kata-kata ini memperkaya pemahamanmu terhadap materi?
 Bagaimana pengalaman pembelajaran hari ini dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari atau pengalaman
pribadi kamu?
 Sebutkan satu hal baru yang kamu pelajari dari kegiatan ini dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari atau kegiatan belajar kamu selanjutnya.
 Apakah ada aspek tertentu dari materi yang masih membingungkan atau perlu dijelaskan lebih lanjut? Bagaimana
kita dapat membantu satu sama lain untuk lebih memahami hal tersebut?
 Bagaimana kamu merasa setelah menyelesaikan kegiatan ini? Apakah ada tantangan atau kesulitan yang kamu
alami, dan bagaimana kita dapat mengatasinya bersama-sama?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mengajak peserta didik berdiskusi tentang merawat tanaman dan binatang. Pertanyaan
pemantik pada Buku Siswa bisa digunakan. Perhatikan apakah ada peserta didik yang tidak antusias bahkan
takut (hingga fobia) pada binatang atau tumbuhan tertentu. Jika memungkinkan, diskusi bisa dikembangkan
ke arah binatang apa yang boleh dan tidak boleh dipelihara—misalnya binatang yang dilindungi.
Kegiatan Inti
Membaca
Membaca Teks Naratif “Milo”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan ide pokok atau
pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.
510
Tip Pembelajaran menit
• Minta peserta didik membaca secara mandiri satu kali.
• Minta peserta didik menutup buku lantas menjawab pertanyaan tanpa melihat ke teks lagi.
• Jawaban ditulis di buku tulis.
• Setelah itu, minta mereka membaca ulang bacaan.
• Tanyakan pengalaman mereka saat menjawab pertanyaan tanpa melihat bacaan.

Catatan: Jika memungkinkan, guru bisa bertanya kepada peserta didik mengapa Aida tidak mengusap Milo.
Guru bisa memantik pemahaman peserta didik bahwa ada anak yang tidak suka kucing atau binatang lain
dan hal itu tidak menghalangi pertemanan. Guru juga bisa mengajak peserta didik berdiskusi bahwa
perbedaan suku atau agama pun tidak menghalangi pertemanan.

Mengamati
Inspirasi Kegiatan
• Minta peserta didik bekerja berpasangan.
• Sediakan beberapa teks pendek untuk dibaca secara cepat.
• Tutup teks.
• Ajukan beberapa pertanyaan.
• Tanyakan apakah mereka langsung memahami isi teks tanpa membaca ulang.

Kesalahan Umum
Guru sekadar memberikan jawaban yang benar. Prioritas kegiatan ini adalah terbangunnya kesadaran
peserta didik untuk mengecek ulang setiap informasi sebelum menjawab atau berkomentar, bukan pada
benar salahnya jawaban. Kebiasaan cek ulang wajib dibangun sejak dini.

[Link]
setia: berpegang teguh pada janji, patuh, taat membelai: mengusap-usap disertai kata-kata manis dan
sebagainya untuk membujuk

Ingatkan peserta didik untuk menulis kosakata dan memasukkannya ke Kamus Kotak

Menulis
Menyalin Berita dengan Kata Depan
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menuliskan kalimat dengan kombinasi subjek dan predikat, kata depan, dan kombinasi kata benda dan kata
sifat yang sesuai dengan konteks topik tertentu (cuaca, lingkungan, dan lain-lain).

Tip Pembelajaran
• Ajak peserta didik mengamati potongan berita di Buku Siswa.
• Minta mereka mengisi teks rumpang secara mandiri.
• Selain teks berita pada Buku Siswa, guru bisa mencari teks yang lain.
• Contoh-contoh teks berita daring (online) dan cetak akan memberikan wawasan pada peserta didik.
Guru bisa menggunakan kedua jenis teks atau memilih salah satu yang lebih mudah diperoleh.
• Ambil bagian teks yang memuat kata depan.
• Minta peserta didik menulis 5 kalimat dari salah satu berita tersebut dan melingkari kata depannya.

Kunci Jawaban
Bima pergi ke toko hewan.
Alika mendapat anak kucing dari Paman Abi.
Banyak anak kelinci yang baru lahir di rumah Kika.

Mengamati
Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap gambar, warna, tata letak pada teks yang sesuai jenjangnya.

Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Perancah:
Guru bisa menjelaskan instruksi lisan kepada peserta didik yang belum terampil membaca. Minta mereka
berpendapat tentang gambar secara lisan. Mereka juga bisa mendengarkan pendapat teman lain dan
melakukan hal yang sama sesudahnya.

Catatan:
Pada Bab VII, seharusnya peserta didik lancar membaca teks pendek. Jika ada peserta didik yang
mengalami kendala, guru perlu melakukan komunikasi khusus dengan kepala sekolah dan orang tua.

Kosakata Baru
Adjektiva dan Verba
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi dan memahami kata-kata yang sering digunakan sehari-hari dan katakata baru pada teks
sesuai jenjangnya dengan menggunakan petunjuk visual dan konteks kalimat yang mendukung.

Tip Pembelajaran
Pada bagian ini, peserta didik diperkenalkan pada adverbia (kata yang menerangkan kata kerja) dan pada
adjektiva (kata yang menerangkan kata benda). Beri petunjuk pada peserta didik untuk memperhatikan kata
“secara” dan “dengan” pada kalimat yang ada di dalam kotak.
Kesamaan kata yang ditandai kuning adalah menjelaskan cara atau bagaimana suatu kegiatan dilakukan.

Dengan cara seperti apa kalian memberi makan hewan? Dengan tertib.
Dengan cara seperti apa kalian membersihkan kandang? Dengan cermat.

Teori tentang adjektiva dan adverbia belum disampaikan di kelas tiga. Peserta didik cukup dibiasakan
menggunakannya dalam kalimat.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


1. Diferensiasi Konten:
 Membaca Teks Naratif "Milo":
 Peserta didik dapat diberikan pilihan teks naratif dengan tingkat kesulitan yang
berbeda.
 Konten pertanyaan dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman individu
peserta didik.
 Guru dapat menambahkan materi tambahan yang relevan dengan teks untuk
memperkaya pemahaman.
 Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat:
 Sediakan berbagai jenis gambar atau ilustrasi dengan tingkat kompleksitas yang
berbeda.
 Sesuaikan pertanyaan atau instruksi dengan tingkat pemahaman dan kreativitas
peserta didik.
2. Diferensiasi Proses:
 Membaca Teks Naratif "Milo":
 Peserta didik dapat membentuk kelompok berdiskusi untuk saling berbagi
pemahaman.
 Menggunakan teknik berpikir keras (brainstorming) untuk memecahkan masalah
yang mungkin muncul dalam teks.
 Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat:
 Peserta didik dapat melakukan kegiatan berpasangan atau kelompok untuk
berdiskusi dan menyampaikan pendapat mereka.
3. Diferensiasi Produk:
 Menulis Menyalin Berita dengan Kata Depan:
 Berikan variasi teks berita dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
 Persilakan peserta didik memilih topik berita yang mereka minati untuk menarik
perhatian.
 Kosakata Baru Adjektiva dan Verba:
 Biarkan peserta didik menunjukkan pemahaman mereka melalui produk kreatif
seperti membuat kalimat tambahan menggunakan adjektiva dan adverbia.
 Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat:
 Peserta didik dapat mengekspresikan pendapat mereka dalam bentuk presentasi,
poster, atau cerita pendek.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
membaca dan mengevaluasi teks naratif "Milo". Apresiasi juga diberikan kepada peserta didik yang
telah berbagi pengalaman pribadi mereka terkait teks tersebut.
2. Evaluasi: Mari kita evaluasi bersama bagaimana kegiatan membaca dan diskusi berpasangan
telah berlangsung. Adakah kesulitan atau pertanyaan yang ingin dibagikan kepada teman-teman?
Evaluasi ini dapat membantu kita untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
3. Konsolidasi: Sampaikan kepada peserta didik bahwa semua pengetahuan dan keterampilan yang 10
didapat hari ini merupakan langkah konsolidasi dalam pengembangan kemampuan membaca dan menit
mengekspresikan pendapat. Mereka diharapkan dapat mengaplikasikan hal-hal yang dipelajari
dalam kehidupan sehari-hari.
4. Penutup (Doa, Salam): Sebelum kita berpisah, mari kita bersama-sama mengucapkan doa untuk
memohon perlindungan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkah kita. Salam hangat
juga diberikan kepada teman-teman serta guru yang telah mendampingi kegiatan ini.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Membaca Teks Naratif "Milo"

Tujuan: Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan ide pokok atau pesan
pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.

Teknik:

 Observasi
 Tes tertulis (Soal HOTS)

Rubrik Penilaian: Penilaian Sikap

No Kegiatan Inti Penilaian Sikap


1 Observasi kelas Skala 1-5, 5: Sangat Baik
2 Penilaian diri Skala 1-5, 5: Sangat Baik
3 Penilaian antar teman Skala 1-5, 5: Sangat Baik

Penilaian Pengetahuan

No Kegiatan Inti Penilaian Pengetahuan


1 Penugasan Skala 1-10, 10: Sangat Baik
2 Diskusi kelompok Skala 1-10, 10: Sangat Baik
3 Tes tertulis, lisan Skala 1-10, 10: Sangat Baik

Penilaian Keterampilan

No Kegiatan Inti Penilaian Keterampilan


1 Proyek Skala 1-10, 10: Sangat Baik
2 Produk Skala 1-10, 10: Sangat Baik
3 Presentasi Skala 1-10, 10: Sangat Baik
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain


Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

[F. Rencana Tindak Lanjut]

 Pengayaan: Memberikan bahan tambahan berupa teks naratif lain dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
 Remedial: Melakukan sesi tambahan bagi peserta didik yang memerlukan bantuan ekstra dalam memahami teks
naratif dan menyampaikan pendapat.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk berdiskusi tentang
kemajuan anak dan memberikan saran.

[G. Refleksi Guru dan Siswa]

Refleksi Guru
1. Apakah metode pembelajaran efektif untuk mengaitkan pengalaman pribadi peserta didik dengan teks naratif
"Milo"?
2. Bagaimana respons kelas terhadap kegiatan observasi dan penilaian diri? Apakah ada area yang perlu diperbaiki?

Refleksi Siswa

1. Apa yang peserta didik pelajari dari kegiatan ini dan bagaimana pengalaman mereka dalam menyampaikan
pendapat terhadap teks naratif?
2. Bagaimana perasaan peserta didik terkait penilaian diri dan antar teman? Apakah mereka merasa dapat
meningkatkan sikap dan pengetahuan mereka?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Membaca Teks Naratif "Milo"

Pendahuluan: Pada kegiatan ini, kita akan membaca teks naratif yang berjudul "Milo" dan menyampaikan pendapat kita
terhadap teks tersebut. Kegiatan ini akan membantu kita mengaitkan ide pokok atau pesan pada teks dengan pengalaman
pribadi.

Bahan/Alat/Sumber:

 Teks naratif "Milo"


 Buku tulis
 Pensil atau pulpen

Tujuan:

1. Membaca teks naratif "Milo" secara mandiri.


2. Menyampaikan pendapat terhadap teks dengan mengaitkan ide pokok atau pesan pada teks dengan pengalaman
pribadi.

Langkah-langkah:

1. Peserta didik membaca teks "Milo" secara mandiri.


2. Menutup buku setelah membaca dan menjawab pertanyaan tanpa melihat ke teks.
3. Menulis jawaban di buku tulis.
4. Membaca ulang bacaan.
5. Berbagi pengalaman saat menjawab pertanyaan tanpa melihat bacaan.

Pertanyaan:

1. Apa pesan atau ide pokok yang dapat kamu tarik dari teks "Milo"?
2. Mengapa Aida tidak mengusap Milo? Apakah kamu pernah mengalami situasi serupa?
Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat

Judul: Mengamati Ilustrasi dan Memberikan Pendapat

Pendahuluan: Pada kegiatan ini, kita akan menyampaikan pendapat terhadap gambar, warna, dan tata letak pada teks
yang sesuai jenjang kita.

Bahan/Alat/Sumber:

 Ilustrasi atau gambar yang disediakan guru


 Buku tulis
 Pensil atau pulpen

Tujuan:

1. Menyampaikan pendapat terhadap gambar, warna, dan tata letak pada teks sesuai jenjang kita.

Langkah-langkah:

1. Guru memberikan instruksi lisan kepada peserta didik.


2. Peserta didik menyampaikan pendapat tentang gambar secara lisan.
3. Mendengarkan pendapat teman dan menyampaikan pendapat sendiri.
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Aku:
 Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
 Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
 Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
 Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
 Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
 Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
 Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
 Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
 Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
 Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
 Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
 Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 7
PERTEMUAN KE – 2

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Aku dan si Merah

Materi Pokok : 1. Membaca Teks “Tingkah Unik Hewan Peliharaan”,2. Hewan Apakah Ini?,Di Toko
Hewan Peliharaan danWawancara tentang Hewan Peliharaan Teman

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Menguasai kemampuan membaca dengan pemahaman untuk menangkap informasi dari teks "Tingkah
Unik Hewan Peliharaan".
b. Memahami jenis-jenis hewan peliharaan dan karakteristik unik mereka.
c. Memiliki pengetahuan dasar tentang hewan-hewan yang sering dijual di toko hewan peliharaan.
Prasyarat Keterampilan:
d. Mampu mengidentifikasi dan merinci jenis hewan yang dibahas dalam teks "Hewan Apakah Ini?" di toko
hewan peliharaan.
e. Berlatih keterampilan wawancara untuk mendapatkan informasi tentang hewan peliharaan dari teman
atau sumber lainnya.
f. Menguasai keterampilan berkomunikasi secara efektif untuk dapat membagikan informasi tentang hewan
peliharaan, baik secara tertulis maupun lisan.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
 Siapkan teks "Tingkah Unik Hewan Peliharaan" dan "Hewan Apakah Ini?" dalam format yang mudah dibaca dan
dipahami oleh peserta.
 Persiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk wawancara tentang hewan peliharaan teman agar sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet

Sumber Belajar
 Media Pembelajaran Buku Siswa, buku cerita tentang hewan, sumber belajar lain

 Buku Siswa, berita dari berbagai media tentang hewan, sumber belajar lain

 Buku Siswa, foto atau gambar, sumber belajar lain

 Buku Siswa, foto atau gambar, video, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui membaca
teks, peserta didik dapat menemukan informasi dengan tepat.

 Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menyebutkan arti potongan gambar dengan tepat

 Melalui metode
demonstrasi, peserta didik dapat mempraktikkan dialog dengan volume suara dan intonasi yang jelas,
menggunakan kata tanya yang tepat.
 Melalui metode
demonstrasi, peserta didik dapat mempraktikkan wawancara dengan kalimat yang benar

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


Pada tahap ini, siswa akan diajak untuk mengalami materi secara langsung melalui beberapa kegiatan praktis.
Misalnya, mereka akan diajak untuk melakukan kunjungan ke toko hewan peliharaan setempat, memperhatikan
dengan seksama tingkah laku dan ciri-ciri unik dari berbagai hewan peliharaan yang ada. Selain itu, siswa juga
dapat diberikan tugas untuk melakukan wawancara dengan teman-teman mereka yang memiliki hewan peliharaan,
sehingga mereka dapat merasakan pengalaman secara langsung dan mendalam terkait dengan topik
pembelajaran.

Pengalaman langsung ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap karakteristik dan keunikan
hewan peliharaan, serta memberikan gambaran yang lebih nyata tentang peran dan tanggung jawab sebagai
pemilik hewan peliharaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mengaitkan teori yang mereka pelajari
dengan pengalaman praktis, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi mereka.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah suatu proses mental di mana seseorang memberikan makna atau interpretasi terhadap informasi
baru berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahamannya yang telah ada sebelumnya. Apersepsi
memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman seseorang terhadap dunia sekitarnya. Proses ini
melibatkan penggabungan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk membentuk pemahaman
yang lebih lengkap. Apersepsi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai, keyakinan, dan emosi
individu. Dengan demikian, apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menyikapi dan merespons informasi
yang diterimanya.

E. Pertanyaan Pemantik
 Bagaimana perasaanmu ketika pertama kali membaca teks "Tingkah Unik Hewan Peliharaan"? Apa yang menarik
perhatianmu?
 Berdasarkan teks "Hewan Apakah Ini?", apa ciri-ciri yang dapat membantu kita mengidentifikasi jenis hewan
peliharaan?
 Apa yang dapat kita pelajari dari kunjungan ke toko hewan peliharaan? Bagaimana pengalaman tersebut dapat
menambah pemahaman kita tentang hewan peliharaan?
 Bagaimana wawancara dengan teman yang memiliki hewan peliharaan dapat memperkaya pemahaman kita
tentang tanggung jawab sebagai pemilik hewan?
 Mengapa bergotong royong penting dalam merawat hewan peliharaan? Bagaimana konsep ini dapat diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Aloka
si
Wakt
u
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran.
menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mengajak peserta didik berdiskusi tentang merawat tanaman dan binatang. Pertanyaan
pemantik pada Buku Siswa bisa digunakan. Perhatikan apakah ada peserta didik yang tidak antusias bahkan takut
(hingga fobia) pada binatang atau tumbuhan tertentu. Jika memungkinkan, diskusi bisa dikembangkan ke arah
binatang apa yang boleh dan tidak boleh dipelihara—misalnya binatang yang dilindungi.
Kegiatan Inti
Membaca
1. Membaca Teks “Tingkah Unik Hewan Peliharaan”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada beberapa kalimat yang berhubungan.

Tip Pembelajaran 510


1. Bawakan gambar atau video (jika menit
memungkinkan) berisi tingkah unik hewan
peliharaan dan hewan buas.
2. Minta peserta didik membuat catatan
tentang kebiasaan unik hewan peliharaan
maupun hewan buas yang mereka
temukan dalam gambar atau video

Inspirasi Kegiatan
3. Jika memungkinkan, setelah
berkomunikasi dengan orang tua dan
kepala sekolah, hadirkan hewan
peliharaan di kelas untuk sehari saja.
4. Peserta didik yang tidak punya hewan
peliharaan bisa merasakan sensasinya.
5. Pastikan hewan yang dibawa aman dari
penyakit dan bukan hewan berbisa.
Perhatikan siapa tahu ada peserta didik
yang takut atau alergi pada hewan
tertentu.
6. Pastikan hewan yang dibawa ke sekolah
juga terjaga dari stres, tidak disentuh
berlebihan, dan tidak diberi makan
sembarangan.
7. Pastikan kandang dalam kondisi aman,
terkunci, dan nyaman. Beri hewan
makanan dan minuman yang cukup
selama di sekolah.
8. Peternak, dokter hewan, atau orang yang
bertugas memelihara hewan bisa diundang
untuk menjadi guru tamu.

Kesalahan Umum
Guru takut kehabisan waktu. Menghadirkan binatang di kelas akan menyita perhatian. Konsentrasi peserta didik
akan tertuju pada hewan yang ada di kelas. Meski begitu, pengalaman unik ini akan membangun cara pandang
peserta didik bahwa belajar itu bisa menyenangkan. Peserta didik juga perlu diberi waktu lebih leluasa untuk
meresapi pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini.

Contoh Laporan Pengamatan untuk Dilengkapi Peserta Didik


2. Hewan Apakah Ini?
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi perbedaan dalam elemen visual (misalnya foto dan ilustrasi).

Inspirasi Kegiatan
Ajak peserta didik membuat beberapa gambar binatang pada kardus bekas kotak makanan. Setelah itu, gunting
menjadi beberapa bagian. Tukarkan dengan teman untuk ditebak. Hewan apakah itu?

Bahas Bahasa
Di Toko Hewan Peliharaan
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas sehingga
dipahami oleh lawan bicara.

Inspirasi Kegiatan
9. Tujuan kegiatan ini adalah peserta didik
mampu berbicara dengan volume suara
yang jelas dan menggunakan kata tanya
yang tepat.
10. Minta semua peserta didik berhitung.
Nomor ganjil jadi pemilik toko, nomor
genap jadi pembeli.
11. Pembeli bisa menginginkan hewan lain.
12. Jawaban penjaga disesuaikan dengan
jenis hewan yang diinginkan.
13. Untuk kelas dengan peserta didik banyak,
awali dengan berlatih sambil berbisik.
14. Praktik dilakukan bergiliran, sepasang
demi sepasang, peserta didik lain
mendengarkan.
15. Setelah selesai, minta peserta didik
berganti peran. Berdiskusi Wawancara
tentang Hewan Peliharaan Teman Alur
Konten Capaian Pembelajaran
Menggunakan kata kunci yang relevan
dengan topik bahasan diskusi.
Menanyakan pertanyaan dengan kalimat
yang jelas sehingga dipahami oleh lawan
bicara.

Tip Pembelajaran
16. Minta peserta didik menyiapkan tabel di
buku tulisnya.
17. Pada kegiatan sebelumnya, peserta didik
telah berlatih dialog. Beri semangat pada
peserta didik untuk melakukan wawancara
dengan lebih baik.
18. Target mereka adalah mendapatkan
informasi dari tiga teman—atau
disesuaikan dengan jumlah peserta didik.
19. Peserta didik tak perlu tahu bahwa
kegiatan ini dijadikan asesmen formatif
agar suasana tetap nyaman.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


2. Diferensiasi Konten:
 Materi Membaca Teks "Tingkah Unik Hewan Peliharaan" dapat disesuaikan dengan tingkat
kesulitan yang berbeda, misalnya, dengan menyediakan versi teks yang lebih sederhana atau
lebih kompleks sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
 Untuk peserta didik yang lebih mahir, tambahkan informasi tambahan atau tantangan lebih lanjut
terkait tingkah laku hewan.
3. Diferensiasi Proses:
 Peserta didik dapat memilih apakah ingin membaca teks secara individu, berpasangan, atau
dalam kelompok kecil.
 Tersedia pilihan media, seperti video atau gambar, untuk menangkap perhatian visual atau
auditori peserta didik.
4. Diferensiasi Produk:
 Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman mereka melalui berbagai produk akhir. Misalnya,
membuat poster, menggambar ilustrasi, atau menulis cerita pendek tentang pengalaman mereka
dengan hewan.
 Peserta didik dapat memilih cara mereka ingin menyajikan informasi, baik secara lisan, tulisan,
atau dengan membuat presentasi.
Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan
membaca dan berdiskusi. Apresiasi juga untuk guru tamu yang telah berbagi pengetahuan tentang hewan
peliharaan.
2. Evaluasi: Sebagai bagian dari proses pembelajaran, mari kita refleksikan kegiatan ini. Bagaimana
perasaan Anda saat melihat dan mendiskusikan tingkah unik hewan peliharaan? Apakah ada hal yang
dapat ditingkatkan untuk kegiatan serupa di masa depan?
3. Konsolidasi: Mari kita rangkum informasi yang telah kita peroleh tentang tingkah unik hewan peliharaan. 10
Setiap peserta didik diundang untuk berbagi temuan atau pengalaman mereka selama kegiatan ini. menit
4. Penutup (doa, salam): Sebagai penutup, mari kita bersama-sama mengucapkan doa sebagai ungkapan
syukur atas kesempatan belajar hari ini. Semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat bagi kita semua.
Salam penghormatan kami sampaikan kepada seluruh peserta didik dan guru tamu yang telah hadir.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Membaca Teks "Tingkah Unik Hewan Peliharaan"

Tujuan: Menemukan dan mengidentifikasi informasi pada beberapa kalimat yang berhubungan.

Teknik: Observasi

Rubrik Penilaian: Penilaian Sikap

Kegiatan Inti Penilaian Sikap


Observasi kelas Skala 1-5
Penilaian diri Skala 1-5
Penilaian antar teman Skala 1-5
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !


1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

Rencana Tindak Lanjut

 Pengayaan: Menyediakan materi tambahan tentang tingkah unik hewan peliharaan untuk peserta didik yang
menunjukkan minat lebih.
 Remedial: Memberikan ulang pelajaran dan mengadakan diskusi khusus untuk peserta didik yang memerlukan
pemahaman tambahan.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Menyelenggarakan pertemuan dengan orang tua untuk berbagi
pengalaman dan mendiskusikan dampak kegiatan pada anak-anak.

Refleksi Guru dan Siswa

 Refleksi Guru:
 Bagaimana respons peserta didik terhadap kegiatan ini?
 Apakah penggunaan gambar atau video efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
 Apakah ada aspek kegiatan yang perlu diperbaiki atau disempurnakan?
 Refleksi Siswa:
 Apa yang paling menarik dari kegiatan ini?
 Bagaimana pengalaman melihat hewan peliharaan di kelas?
 Apakah kegiatan ini membantu pemahaman tentang tingkah unik hewan peliharaan?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Meningkatkan Keterampilan Komunikasi dengan Metode Demonstrasi

Pendahuluan: Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik akan fokus pada pengembangan keterampilan komunikasi
mereka. Keterampilan ini mencakup kemampuan membaca teks dengan tepat, mengamati gambar, dan mempraktikkan
dialog serta wawancara dengan menggunakan volume suara dan intonasi yang jelas.

Bahan/Alat/Sumber:
1. Teks bacaan terkait
2. Gambar ilustratif
3. Papan tulis dan spidol
4. Rekaman audio sebagai contoh dialog dan wawancara

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menemukan informasi dengan tepat melalui membaca teks.
2. Peserta didik dapat menyebutkan arti potongan gambar dengan tepat melalui pengamatan.
3. Peserta didik dapat mempraktikkan dialog dengan volume suara dan intonasi yang jelas menggunakan kata tanya
yang tepat.
4. Peserta didik dapat mempraktikkan wawancara dengan kalimat yang benar melalui metode demonstrasi.

Langkah-langkah:

1. Membaca Teks:
 Peserta didik membaca teks yang disediakan dengan cermat.
 Identifikasi informasi penting yang terkandung dalam teks.
2. Mengamati Gambar:
 Peserta didik diberikan gambar ilustratif.
 Peserta didik menyebutkan arti potongan gambar secara tertulis.
3. Praktik Dialog:
 Metode demonstrasi dilakukan dengan contoh dialog.
 Peserta didik mempraktikkan dialog dalam kelompok dengan memperhatikan volume suara, intonasi, dan
penggunaan kata tanya yang tepat.
4. Praktik Wawancara:
 Metode demonstrasi dilakukan dengan contoh wawancara.
 Peserta didik mempraktikkan wawancara dalam kelompok, memperhatikan kalimat yang benar dan
ekspresi verbal.

Pertanyaan:

1. Apa langkah-langkah yang perlu diambil peserta didik dalam membaca teks dengan tepat?
2. Bagaimana cara peserta didik menyebutkan arti potongan gambar dengan tepat?
3. Apa yang perlu diperhatikan peserta didik dalam mempraktikkan dialog untuk meningkatkan keterampilan
komunikasi?
4. Mengapa penting bagi peserta didik untuk mempraktikkan wawancara dengan menggunakan kalimat yang benar?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Aku:
 Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
 Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
 Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
 Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
 Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
 Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
 Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
 Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
 Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
 Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
 Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
 Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 7
PERTEMUAN KE – 4

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Aku dan si Merah

Materi Pokok : 1. Cara Merawat Tanaman,2. Cara Menanam Bayam Merah,Menjadi Petani Cilik,Surat
tentang Pohon dan Benda Mana yang Merah?
Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Pengetahuan dasar tentang jenis-jenis tanaman dan kebutuhan masing-masing tanaman terhadap air,
sinar matahari, dan nutrisi.
b. Memahami siklus hidup tanaman dan tahapan pertumbuhannya.
Prasyarat Keterampilan:
c. Keterampilan dalam memilih lokasi yang tepat untuk menanam tanaman.
d. Keterampilan dalam memilih dan menggunakan alat-alat pertanian yang diperlukan.
e. Kemampuan untuk mengamati dan memahami gejala-gejala penyakit atau hama pada tanaman dan cara
mengatasinya.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
 Buku-buku petunjuk tentang cara merawat tanaman, menanam bayam merah, dan menjadi petani cilik.
 Brosur atau pamflet tentang kegiatan pertanian dan budidaya tanaman.
 Materi pelatihan atau workshop tentang pertanian skala kecil.

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Alat tulis dan alat warna
• Poster atau video contoh tempat umum
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, poster atau video cara bertanam, sumber belajar lain
 Buku Siswa, sumber belajar lain
 Buku Siswa, buku cerita bergambar, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menyebutkan informasi secara tepat
 Melalui kegiatan
mandiri, peserta didik dapat menulis surat dengan benar
 Melalui mengamati
gambar, peserta didik dapat menemukan gambar sesuai instruksi tertulis.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


 Siswa akan diajak untuk langsung terlibat dalam praktik merawat tanaman dan menanam bayam merah di
lingkungan sekolah atau rumah.
 Diskusi dan refleksi akan dilakukan untuk memahami pentingnya peran petani cilik dalam ketahanan pangan dan
pelestarian lingkungan.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah suatu proses mental di mana seseorang memberikan makna atau interpretasi terhadap informasi
baru berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pemahamannya yang telah ada sebelumnya. Apersepsi
memainkan peran penting dalam pembentukan pemahaman seseorang terhadap dunia sekitarnya. Proses ini
melibatkan penggabungan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki untuk membentuk pemahaman
yang lebih lengkap. Apersepsi juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti nilai-nilai, keyakinan, dan emosi
individu. Dengan demikian, apersepsi dapat memengaruhi cara seseorang menyikapi dan merespons informasi
yang diterimanya.

E. Pertanyaan Pemantik
 Mengapa penting untuk merawat tanaman dengan baik?
 Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menanam bayam merah?
 Bagaimana kamu bisa menjadi petani cilik yang mandiri?
 Jelaskan ide kreatifmu tentang pohon dan benda mana yang berwarna merah dalam surat yang akan kamu tulis.

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit
Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mengajak peserta didik berdiskusi tentang merawat tanaman dan binatang. Pertanyaan
pemantik pada Buku Siswa bisa digunakan. Perhatikan apakah ada peserta didik yang tidak antusias bahkan
takut (hingga fobia) pada binatang atau tumbuhan tertentu. Jika memungkinkan, diskusi bisa dikembangkan
ke arah binatang apa yang boleh dan tidak boleh dipelihara—misalnya binatang yang dilindungi.
Kegiatan Inti
Mengamati
1. Cara Merawat Tanaman
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menilai kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks yang sesuai jenjangnya.

Tip Pembelajaran 510


1. Pada bagian ini peserta didik belajar memahami rangkaian gambar yang lebih kompleks, dengan menit
ukuran lebih kecil, dan sebagian mirip satu sama lain.
2. Secara bertahap, peserta didik diperkenalkan pada konsep kesesuaian ilustrasi dan teks sebagai
informasi yang saling mendukung

khasiat: faedah (kegunaan) yang bersifat khas, kekuatan yang istimewa

Alur Konten Capaian Pembelajaran


Mencari informasi dalam sumber lain (baik cetak maupun digital) menggunakan kata kunci yang relevan
dengan topik pada teks atau gambar.

Tip Pembelajaran
3. Bayam merah diperkenalkan bersama dengan bayam hijau.
4. Kedua jenis diperkenalkan sebagai kekayaan hayati. Pesan kebinekaan bisa pula disampaikan
bahwa manusia pun beraneka.
5. Ajak peserta didik mengamati gambar dan menentukan kegiatan mana yang bisa dilakukan sendiri
dan mana yang perlu bantuan orang tua.
6. Gambar pot dari barang bekas kemasan bisa menjadi ide diskusi dan praktik.

Kreativitas
Menjadi Petani Cilik
Inspirasi Kegiatan
• Kegiatan dilakukan peserta didik bersama orang tua—pada kegiatan sebelumnya peserta didik sudah
menentukan tugas mana yang bisa dia lakukan sendiri.
• Jenis tanaman bisa dipilih sesuai kondisi.
• Media tanam bisa dipilih: tanah di kebun, pot dari bahan bekas, atau hidroponik.
• Pot dari barang bekas disarankan agar nanti peserta didik bisa membawa hasil menanamnya ke sekolah. •
Laporan bisa berupa tulisan, foto, maupun video.
• Pada akhir minggu kedua, tanaman dalam pot bisa dibawa ke sekolah untuk menjadi bahan diskusi.

Kesalahan Umum
Orang tua terlibat terlalu banyak. Guru bisa mengingatkan sejak awal bahwa kreativitas ini utamanya adalah
proyek anak dan orang tua bertugas mendampingi.
Bagi peserta didik yang jarang berinteraksi dengan tanaman, kegiatan menanam ini sangat bermanfaat.
Karenanya, berikan ruang pada mereka untuk mencoba, untuk gagal, dan mencoba lagi.
Surat untuk Orang Tua
Bapak dan Ibu Orang Tua Peserta Didik,
Minggu ini peserta didik kelas tiga sedang belajar mengenal cara menanam dan merawat tanaman. Salah
satu kegiatan yang dilakukan di rumah adalah belajar menanam sesuai instruksi di Buku Siswa. Harapan
kita, mereka dapat menikmati proses merawat tanaman sendiri, mulai dari benih hingga tanaman berusia
dua minggu. Bapak dan Ibu bisa mengingatkan peserta didik tentang tanggung jawabnya terhadap
tanamannya. Pada tanggal .......... peserta didik diharapkan menyerahkan laporan pengamatan dan
membawa tanamannya ke sekolah jika memungkinkan, atau membawa foto tanaman tersebut. Terima kasih.

Salam hormat,

........................

Menulis
Surat tentang Pohon
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menulis atau menggambarkan sebuah topik dengan struktur naratif atau deskripsi sederhana untuk beragam
konteks dan tujuan.

Tip Pembelajaran
• Surat ini bertema pohon atau tanaman.
• Akan menyenangkan jika surat ini benarbenar dikirimkan. Guru bisa berkomunikasi dengan orang tua.
• Surat ditulis pada selembar kertas dan bisa dihias.
• Peserta didik bisa menggunakan huruf tegak bersambung.

Kesalahan Umum
Guru memberikan struktur baku.
Perlu diingat bahwa surat pribadi adalah tulisan personal. Selama pesan tersampaikan, peserta didik bebas
memilih struktur narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks prosedur, atau bentuk lain seperti puisi atau
gambar.

Mengamati
Benda Mana yang Merah?
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi perbedaan dalam elemen visual (misalnya foto dan ilustrasi).

Tip Pembelajaran
7. Kegiatan ini memberikan pengalaman pada peserta didik bahwa warna yang mencolok akan
memudahkan identifikasi.
8. Minta mereka menggambar berbagai warna berbeda.
9. Minta mereka menukarkan gambar dengan teman.
10. Minta mereka bertanya, benda apa yang paling cepat terlihat (warna apa yang terlihat paling
mencolok).
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:
11. Diferensiasi Konten:
 Peserta didik diberikan materi tambahan tentang jenis-jenis tanaman dan cara merawatnya
yang berbeda, sesuai dengan minat dan tingkat pemahaman masing-masing.
 Materi tambahan tentang perbedaan metode perawatan tanaman dalam berbagai
lingkungan (misalnya, di dalam ruangan vs. di luar ruangan) dapat disediakan.
12. Diferensiasi Proses:
 Siswa-siswa diberi pilihan untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan gaya
belajar mereka, misalnya, melalui eksperimen langsung, penelitian online, atau diskusi
kelompok.
 Pembelajaran berbasis proyek dapat diimplementasikan, di mana setiap siswa memiliki
tugas yang berbeda sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, seperti membuat
video tutorial, menulis artikel, atau merancang rencana perawatan tanaman.
13. Diferensiasi Produk:
 Peserta didik dapat menghasilkan produk akhir yang berbeda, seperti laporan tertulis,
presentasi visual, atau video dokumenter, yang mencerminkan pemahaman dan eksplorasi
mereka tentang topik "Cara Merawat Tanaman".
 Untuk siswa yang lebih kreatif, mereka dapat membuat produk-produk seni seperti lukisan,
patung, atau instalasi berbasis tanaman untuk mengekspresikan pemahaman mereka
tentang perawatan tanaman.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup

Apresiasi: Terima kasih kepada semua peserta didik dan orang tua yang telah aktif berpartisipasi dalam
kegiatan hari ini. Kita telah mengambil langkah bersama untuk belajar tentang cara merawat tanaman dan
menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Evaluasi: Mari kita refleksikan apa yang telah kita pelajari hari ini. Apakah ada yang ingin dibagikan atau
dipertanyakan seputar pengalaman menanam dan merawat tanaman? 10
menit
Konsolidasi: Sebelum kita berpisah, mari kita pahami bahwa kegiatan hari ini bukanlah akhir dari
pembelajaran. Mari terus rawat tanaman kita dengan penuh perhatian dan berbagi pengetahuan yang kita
peroleh dengan orang lain.

Penutup (doa, salam): Sebagai penutup, mari kita bersama-sama mengucapkan doa untuk keselamatan dan
kelancaran kita semua dalam perjalanan pulang. Semoga kita semua selalu diberikan keberkahan.
Assalamu'alaikum wr. wb.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Mengamati Cara Merawat Tanaman

Tujuan:

 Mengevaluasi kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan cara merawat tanaman.
 Mengidentifikasi kesesuaian antara ilustrasi dengan isi teks yang sesuai dengan jenjangnya.

Teknik: Observasi

Rubrik Penilaian:

Kegiatan Inti Penilaian Sikap Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan


Mengamati Observasi kelas Tes tertulis (Soal HOTS) Proyek
Rubrik Penilaian Sikap (Observasi kelas):

 Kemampuan siswa dalam mengikuti instruksi.


 Tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan pengamatan.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes tertulis - Soal HOTS):

 Pemahaman siswa terhadap langkah-langkah merawat tanaman.


 Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi jenis-jenis tanaman.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Proyek):

 Kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan tentang merawat tanaman.


 Kreativitas siswa dalam menanam dan merawat tanaman.
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1
4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0
Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut


F. Rencana Tindak Lanjut:

 Pengayaan: Memberikan materi tambahan tentang jenis-jenis tanaman dan cara merawatnya secara lebih
mendalam kepada siswa yang menunjukkan minat dan kemampuan yang tinggi.
 Remedial: Melakukan pembelajaran ulang terhadap siswa yang belum mencapai pemahaman yang memadai
tentang cara merawat tanaman.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Berkomunikasi dengan orang tua untuk memastikan mereka terlibat secara
positif dalam mendukung kegiatan pertanian siswa di rumah.

G. Refleksi Guru dan Siswa:

Refleksi Guru:

1. Bagaimana efektivitas metode pengajaran dalam membantu siswa memahami cara merawat tanaman?
2. Apa yang bisa ditingkatkan dalam penggunaan teknik observasi untuk meningkatkan partisipasi siswa?

Refleksi Siswa:

1. Apa yang telah saya pelajari tentang cara merawat tanaman dari kegiatan ini?
2. Bagaimana pengalaman saya dalam menanam dan merawat tanaman di rumah? Apa yang bisa saya perbaiki?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Kegiatan Pengamatan dan Penulisan Surat

Pendahuluan: Dalam kegiatan ini, peserta didik akan melakukan pengamatan terhadap gambar-gambar serta
melaksanakan kegiatan menulis surat dengan benar. Pengamatan gambar akan membantu peserta didik untuk
mengidentifikasi informasi secara tepat, sedangkan kegiatan menulis surat akan melatih keterampilan menulis mereka.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Gambar-gambar yang disediakan untuk pengamatan.


2. Contoh-contoh surat yang akan ditulis.
3. Alat tulis (pensil, pena, kertas).

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menyebutkan informasi secara tepat melalui mengamati gambar.
2. Peserta didik dapat menulis surat dengan benar melalui kegiatan mandiri.
3. Peserta didik dapat menemukan gambar sesuai instruksi tertulis melalui pengamatan gambar.

Langkah-langkah:

1. Peserta didik akan diberikan gambar-gambar dengan berbagai informasi.


2. Peserta didik akan diminta untuk mengamati setiap gambar dengan cermat dan mencatat informasi yang
ditemukan.
3. Setelah itu, peserta didik akan diberikan contoh-contoh surat yang harus mereka tulis.
4. Peserta didik akan melaksanakan kegiatan menulis surat dengan memperhatikan struktur dan tata bahasa yang
benar.
5. Selama kegiatan, guru akan memberikan bimbingan dan memantau perkembangan peserta didik.
6. Setelah selesai menulis surat, peserta didik akan diminta untuk saling menukar surat mereka dan memberikan
umpan balik.
Pertanyaan:

1. Apa saja informasi yang kamu dapatkan dari pengamatan gambar?


2. Apa yang perlu diperhatikan saat menulis surat?
3. Bagaimana perasaanmu ketika menukar surat dengan teman dan menerima umpan balik?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Aku:
 Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
 Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
 Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
 Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
 Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
 Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
 Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
 Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
 Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
 Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
 Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
 Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 8
PERTEMUAN KE – 1

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Sahabat dari Seberang

Materi Pokok : Memahami Teks “Awal Perkenalan”,Ayo Berkenalan,Menyimak Berbagai Jenis


Percakapan dan Memahami Infografik “Internet Aman”

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Memahami Teks "Awal Perkenalan"
b. Mampu Berkenalan dengan Teks "Ayo Berkenalan"
c. Mampu Menyimak Berbagai Jenis Percakapan
d. Memahami Infografik "Internet Aman"
Prasyarat Keterampilan:
e. Mampu menganalisis isi Teks "Awal Perkenalan"
f. Berkomunikasi dengan baik menggunakan Teks "Ayo Berkenalan"
g. Memiliki keterampilan mendengarkan yang baik untuk menyimak berbagai jenis percakapan
h. Mampu menafsirkan dan mengaplikasikan informasi yang terkandung dalam Infografik "Internet Aman"

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Berbagai materi yang relevan seperti buku, artikel, dan sumber informasi terkait dengan topik percakapan dan
keamanan internet.

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Berita-berita di media massa
• Media cetak dan elektronik
• Brosur dan poster tentang internet aman
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, buku cerita lain, internet, sumber belajar lain

 Buku Siswa, berbagai audio berita, sumber belajar lain

 Buku Siswa, media cetak dan digital, sumber belajar lain

 Buku Siswa, video contoh diskusi atau presentasi, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui membaca
teks, peserta didik dapat menjawab secara mandiri pertanyaan yang memantik keinginan berpendapat

 Melalui menyimak
teks percakapan yang dibacakan, peserta didik mampu menceritakan kembali isi percakapan tersebut.

 Melalui mengamati
teks informasi, peserta didik mampu berpendapat tentang topik dengan tepat.

 Melalui mengamati
poster, peserta didik dapat mengisi tabel berdasarkan pengalaman sendiri dengan tepat.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


- Siswa akan belajar melalui pengalaman langsung dengan berinteraksi dalam percakapan sehari-hari.
- Pembelajaran akan diarahkan agar siswa dapat mengaitkan pengalaman pribadi dengan konsep-konsep yang
dipelajari.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses mental di mana seseorang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan atau
pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Ini merupakan kerangka kerja kognitif yang digunakan seseorang
untuk memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Apersepsi memungkinkan individu untuk memberi makna pada informasi baru dengan merujuk pada pengalaman
dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran mereka. Proses ini sangat penting dalam pembelajaran dan
pemahaman, karena membantu individu untuk membangun hubungan antara konsep-konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga memudahkan dalam memahami dan mengingat informasi tersebut.

E. Pertanyaan Pemantik
- Bagaimana cara kita memperkenalkan diri kepada orang lain secara tepat?
- Apa manfaat memahami berbagai jenis percakapan dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa penting untuk memahami prinsip-prinsip keamanan internet?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mendampingi peserta didik mengamati gambar pembuka bab. Jika memungkinkan,
tunjukkan kepada peserta didik berbagai macam gawai yang biasa digunakan untuk online, misalnya
komputer, telepon cerdas (smart phone), tablet, atau laptop.
Ajak peserta didik berbagi pengalaman di mana, dan kapan mereka menggunakan gawai dan internet.
Tanyakan apa yang terjadi ketika mereka menggunakan internet.
Jika peserta didik belum pernah menggunakan internet, sampaikan kepada mereka bahwa internet adalah
jaringan komputer seluruh dunia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Walau belum bisa
menggunakannya secara langsung, mereka tahu bahwa teknologi ini ada.
Jelaskan kepada peserta didik dengan ilustrasi gambar ini. Secara sederhana ada sistem yang
mengumpulkan berbagai jenis informasi dan menyebarkannya kepada semua orang di seluruh dunia melalui
perangkat seperti komputer, telepon cerdas, dan lain-lain. Ada juga kemungkinan bahwa sebagian peserta
didik lebih terbiasa dengan istilah gadget dan online. Pada bab ini, kata yang sering digunakan adalah gawai
dan internet. Kata daring atau dalam jaringan juga bisa mulai diperkenalkan kepada peserta didik sebagai
pengganti kata online. Jika dirasa perlu, guru bisa menjelaskan makna istilahistilah ini terlebih dulu. Jika guru
pun belum mengenal internet dengan baik, kini saatnya belajar bersama dengan peserta didik.
Hal terpenting yang mesti disampaikan kepada peserta didik adalah bahwa internet menghubungkan
berbagai informasi dengan segala macam manusia dari berbagai usia dan latar belakang. Tanpa menakut-
nakuti, jelaskan kepada peserta didik bahwa ada pula orang yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang
tidak bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
Membaca
Memahami Teks “Awal Perkenalan”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.

Tip Pembelajaran 510


 Ajak peserta didik membahas tentang panggilan video melalui internet. menit
 Guru bisa meminta tolong orang lain (misalnya rekan guru atau kenalan lain) untuk
melakukan panggilan video dengan peserta didik di kelas. Dengan demikian, peserta didik
belajar melalui praktik langsung.
 Tegaskan bahwa tokoh anak-anak yang ada dalam teks sama-sama ditemani orang tua
ketika melakukan panggilan video.
 Pertanyaan bacaan bisa dibahas dalam diskusi kelompok kecil. Pendapat peserta didik
juga bisa ditulis di dalam buku masing-masing.

[Link]
sebaya: sama umurnya; hampir sama (kekayaannya, kepandaiannya, dsb); seimbang; sejajar
menyapa: mengajak bercakapcakap; menegur
berpandangan: saling memandang, memiliki pandangan atau pengetahuan

Catatan Khusus:
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menetapkan bahwa batasan umur untuk bisa
membuat akun pribadi dan menggunakan internet khususnya media sosial adalah 13 tahun. Oleh karena itu,
guru perlu menekankan kepada orang tua dan peserta didik bahwa peserta didik kelas tiga masih di bawah
umur. Peserta didik kelas tiga belum boleh mempunyai akun pribadi dan perlu pendampingan orang tua atau
orang dewasa lain yang dapat dipercaya ketika menggunakan internet.

Menirukan dan Melakukan


Ayo Berkenalan
Tip Pembelajaran
 Minta salah satu peserta didik untuk membantu guru melakukan praktik.
 Berikan contoh beberapa kali cara berkenalan sesuai petunjuk di Buku Siswa.
 Pastikan peserta didik berbicara bergantian.
 Sampaikan bahwa cara seperti ini digunakan untuk berkenalan secara langsung.
 Berikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan percakapan dalam
perkenalan.

Inspirasi Kegiatan

Untuk kelas besar, peserta didik bisa diminta berbaris berhadapan, lantas melakukan simulasi perkenalan
bergantian. Praktik perkenalan dengan peserta didik kelas lain (walau mungkin mereka sudah saling kenal)
juga akan menarik dan memberikan suasana segar.

Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum percaya diri bisa menggunakan Buku Siswa dan membaca pertanyaan panduan.
Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca pada bab terakhir kelas tiga, guru harus berkomunikasi
dengan kepala sekolah dan orang tua untuk melakukan tindak lanjut.

Menyimak
Menyimak Berbagai Jenis Percakapan

Alur Konten Capaian Pembelajaran


Menjelaskan kembali ide pokok pada teks dan menjelaskan makna kosakata baru pada teks yang dibacakan
berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.

Tip Pembelajaran
• Perdengarkan berbagai jenis rekaman percakapan kepada peserta didik. Guru bisa membawa radio atau
rekaman percakapan penyiar radio dan televisi. Simulasi panggilan video bisa dilakukan. Percakapan
langsung antara dua peserta didik di kelas juga bisa diperdengarkan.
• Setelah mendengarkan bersama-sama berbagai jenis percakapan, minta mereka menjawab pertanyaan di
Buku Siswa. Jika jumlah peserta didik banyak, minta peserta didik menuliskan jawaban di buku.
• Jika peserta didik tidak mau memilih percakapan, pilihkan selain percakapan langsung.
Inspirasi Kegiatan
Pada Bab V peserta didik belajar tentang alat ucap.
Ajak kembali peserta didik mengamati gambar alat ucap. Pada kegiatan ini peserta didik melakukan praktik
mengucapkan kalimat dengan pengucapan, intonasi, dan volume yang tepat. Tujuannya adalah pendengar
bisa menyimak dan menangkap maknanya dengan tepat. Tujuan lainnya adalah memberikan pesan kepada
peserta didik bahwa pelajaran yang telah lalu perlu diulang kembali, bisa dirujuk kembali.

Mengamati
Memahami Infografik “Internet Aman”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks informasi atau gambar yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan
ide pokok atau pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.

Tip Pembelajaran
 Tanyakan kembali kepada peserta didik apakah mereka pernah berkenalan dengan
seseorang melalui internet.
 Jika pernah, minta peserta didik bercerita tentang pengalaman perkenalan tersebut. • Ajak
peserta didik mengamati infografik atau poster “Internet Aman”.
 Minta peserta didik berkomentar tentang tulisan dan gambarnya, misalnya adakah kata
yang tidak mereka pahami atau gambar apakah yang paling menarik.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


2. Diferensiasi Konten:
 Peserta didik yang memiliki tingkat pemahaman yang berbeda terhadap teks naratif dapat
diberikan materi tambahan yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.
 Materi tambahan dapat berupa ringkasan teks, analisis karakter, atau aktivitas peningkatan
keterampilan membaca.
3. Diferensiasi Proses:
 Guru dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai dengan gaya
belajar peserta didik, seperti diskusi kelompok, simulasi, atau pembelajaran berbasis
proyek.
 Peserta didik yang lebih visual dapat diberikan tugas untuk membuat peta konsep tentang
teks tersebut, sementara yang lebih auditif dapat berpartisipasi dalam diskusi kelompok.
4. Diferensiasi Produk:
 Peserta didik dapat diberikan pilihan untuk mengekspresikan pemahaman mereka
terhadap teks melalui berbagai produk akhir, seperti esai, presentasi, atau karya seni.
 Produk akhir dapat disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing peserta didik
untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang
Kegiatan Penutup
1. Apresiasi:
 Berikan apresiasi kepada peserta didik atas partisipasi dan keterlibatan mereka dalam
kegiatan pembelajaran hari ini. Sebutkan hal-hal positif yang telah mereka tunjukkan
selama sesi.
2. Evaluasi:
 Lakukan evaluasi bersama peserta didik mengenai pemahaman mereka terhadap materi
yang telah dipelajari. Berikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya jika masih ada hal 10
yang belum jelas. menit
3. Konsolidasi:
 Tinjau kembali pokok-pokok pembelajaran yang telah disampaikan hari ini. Pastikan
peserta didik memahami dengan baik konsep-konsep tersebut sebelum melanjutkan ke
materi selanjutnya.
4. Penutup (doa, salam):
 Tutup sesi dengan doa untuk memohon keselamatan dan keberkahan bagi semua peserta
didik dan guru. Sampaikan salam kepada semua peserta didik sebagai tanda akhir dari
kegiatan hari ini.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Kemampuan Literasi Digital: Berkenalan dengan Teks dan Internet

Tujuan:

1. Membaca dan memahami teks naratif "Awal Perkenalan".


2. Menirukan dan melakukan praktik perkenalan sesuai petunjuk.
3. Menyimak berbagai jenis percakapan dan menjelaskan kembali ide pokoknya.
4. Memahami infografik "Internet Aman" dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.

Teknik:

1. Observasi
2. Kinerja
3. Tes lisan
4. Tes tertulis (Soal Hots)

Rubrik Penilaian:

A. Membaca dan Memahami Teks "Awal Perkenalan"

Kegiatan Inti Penilaian Sikap Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan


Membaca Teks Observasi kelas Tes tertulis (Soal HOTS) -
Memahami isi teks Penilaian diri Diskusi kelompok -

B. Menirukan dan Melakukan Praktik Perkenalan

Kegiatan Inti Penilaian Sikap Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan


Praktik perkenalan Observasi kelas Tes lisan -
Kemampuan berbicara Penilaian antar teman - -

C. Menyimak Berbagai Jenis Percakapan

Kegiatan Inti Penilaian Sikap Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan


Mendengarkan percakapan Observasi kelas Diskusi kelompok Tes lisan
Menjelaskan ide pokok Penilaian diri - -
D. Memahami Infografik "Internet Aman"

Kegiatan Inti Penilaian Sikap Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan


Menganalisis infografik Observasi kelas Diskusi kelompok Tes tertulis (Soal HOTS)
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok


Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

F. Rencana Tindak Lanjut

 Pengayaan: Menyediakan materi tambahan tentang keamanan internet dan literasi digital.
 Remedial: Melakukan sesi tambahan untuk peserta didik yang kesulitan dalam praktik perkenalan atau
pemahaman teks.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk membahas pentingnya
pendampingan dalam penggunaan internet bagi peserta didik.

G. Refleksi Guru dan Siswa

Refleksi Guru:

1. Bagaimana respon peserta didik terhadap kegiatan praktik perkenalan?


2. Apakah ada kendala yang dialami peserta didik dalam memahami teks atau infografik?

Refleksi Siswa:

1. Bagaimana perasaanmu setelah melakukan praktik perkenalan?


2. Apakah ada pelajaran baru yang kamu dapatkan dari kegiatan membaca teks dan mendengarkan percakapan?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Meningkatkan Kemampuan Berpendapat dan Menyimak Melalui Berbagai Media Teks

Pendahuluan: Dalam kegiatan pembelajaran ini, kita akan fokus pada meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
berpendapat dan menyimak melalui berbagai media teks. Hal ini akan membantu peserta didik untuk lebih aktif dan terlibat
dalam proses pembelajaran.

Bahan/Alat/Sumber:
1. Teks bacaan
2. Teks percakapan
3. Teks informasi
4. Poster
5. Tabel pengalaman

Tujuan:

1. Peserta didik dapat menjawab secara mandiri pertanyaan yang memantik keinginan berpendapat setelah
membaca teks.
2. Peserta didik mampu menceritakan kembali isi percakapan yang didengarkan.
3. Peserta didik dapat berpendapat tentang topik dengan tepat setelah mengamati teks informasi.
4. Peserta didik dapat mengisi tabel berdasarkan pengalaman sendiri dengan tepat setelah mengamati poster.

Langkah-langkah:

1. Peserta didik akan diberikan teks bacaan untuk dibaca secara mandiri.
2. Setelah membaca, peserta didik diminta untuk menuliskan pendapat mereka terkait dengan teks tersebut.
3. Peserta didik akan mendengarkan percakapan yang dibacakan oleh guru.
4. Setelah itu, mereka diminta untuk menceritakan kembali isi percakapan tersebut.
5. Peserta didik akan diberikan teks informasi untuk diamati.
6. Mereka akan diminta untuk memberikan pendapat mereka tentang topik yang disajikan dalam teks tersebut.
7. Selanjutnya, peserta didik akan mengamati sebuah poster.
8. Dengan menggunakan pengalaman mereka sendiri, mereka diminta untuk mengisi tabel yang terkait dengan
poster tersebut.

Pertanyaan:

1. Bagaimana pendapatmu tentang teks yang telah kamu baca? Apakah kamu setuju atau tidak? Berikan alasanmu!
2. Bisakah kamu menceritakan kembali isi percakapan yang telah kamu dengarkan?
3. Apa pendapatmu tentang topik yang disajikan dalam teks informasi yang telah kamu baca?
4. Berdasarkan pengalamanmu sendiri, bagaimana kamu mengisi tabel yang terkait dengan poster yang telah kamu
amati?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Aku:
 Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
 Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
 Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
 Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
 Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
 Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
 Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
 Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
 Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
 Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
 Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
 Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 8
PERTEMUAN KE – 2

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Sahabat dari Seberang

Materi Pokok : Mengisi Tabel Pengalaman Menggunakan Internet,Mendiskusikan Infografik


“Rahasiakan Informasi Pribadi”,Mencari Kosakata tentang Internet,Yang Kulakukan
Ketika Menggunakan Internet dan Apa yang Harus Kulakukan?

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)

Prasyarat Pengetahuan:

1. Memahami dasar-dasar penggunaan internet.


2. Mengerti konsep privasi dan keamanan data pribadi.
3. Mengetahui cara mencari informasi secara efektif di internet.
4. Memahami konsep dasar infografik dan bagaimana cara membacanya.

Prasyarat Keterampilan:

1. Mampu menggunakan perangkat dan aplikasi internet secara efisien.


2. Mampu berpartisipasi dalam diskusi dan berbagi pendapat secara online.
3. Kemampuan untuk mengevaluasi kebenaran dan keandalan informasi yang ditemukan di internet.
4. Mampu mengambil langkah-langkah untuk melindungi informasi pribadi saat beraktivitas online.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Buku, artikel, panduan online tentang penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Berita-berita di media massa
• Media cetak dan elektronik
• Brosur dan poster tentang internet aman
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, media cetak, media digital, buku atau tulisan lain tentang internet aman, sumber belajar lain

 Buku Siswa, poster terkait tema, kamus, sumber belajar lain

 Buku Siswa, internet, sumber belajar lain


 Buku Siswa, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui diskusi
kelompok, peserta didik mampu berbicara dengan sopan.

 Melalui
permainan, peserta didik dapat menemukan arti kosakata secara tepat.

 Melalui
pengamatan gambar, peserta didik mampu berpendapat dan melengkapi kalimat rumpang dengan benar.

 Melalui
pengamatan gambar, peserta didik mampu menulis pendapat dengan kaidah yang tepat.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


Peserta didik akan mengisi tabel pengalaman menggunakan internet dengan mengidentifikasi informasi pribadi yang
telah mereka bagikan secara online.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran

D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses mental di mana seseorang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan atau
pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Ini merupakan kerangka kerja kognitif yang digunakan seseorang
untuk memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Apersepsi memungkinkan individu untuk memberi makna pada informasi baru dengan merujuk pada pengalaman
dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran mereka. Proses ini sangat penting dalam pembelajaran dan
pemahaman, karena membantu individu untuk membangun hubungan antara konsep-konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga memudahkan dalam memahami dan mengingat informasi tersebut.

E. Pertanyaan Pemantik
 Apa yang kamu lakukan ketika menggunakan internet?
 Mengapa penting untuk merahasiakan informasi pribadi saat berinternet?
 Apa yang harus kamu lakukan jika menemukan infografik "Rahasiakan Informasi Pribadi"?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mendampingi peserta didik mengamati gambar pembuka bab. Jika memungkinkan,
tunjukkan kepada peserta didik berbagai macam gawai yang biasa digunakan untuk online, misalnya
komputer, telepon cerdas (smart phone), tablet, atau laptop.
Ajak peserta didik berbagi pengalaman di mana, dan kapan mereka menggunakan gawai dan internet.
Tanyakan apa yang terjadi ketika mereka menggunakan internet.
Jika peserta didik belum pernah menggunakan internet, sampaikan kepada mereka bahwa internet adalah
jaringan komputer seluruh dunia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Walau belum bisa
menggunakannya secara langsung, mereka tahu bahwa teknologi ini ada.
Jelaskan kepada peserta didik dengan ilustrasi gambar ini. Secara sederhana ada sistem yang
mengumpulkan berbagai jenis informasi dan menyebarkannya kepada semua orang di seluruh dunia melalui
perangkat seperti komputer, telepon cerdas, dan lain-lain. Ada juga kemungkinan bahwa sebagian peserta
didik lebih terbiasa dengan istilah gadget dan online. Pada bab ini, kata yang sering digunakan adalah gawai
dan internet. Kata daring atau dalam jaringan juga bisa mulai diperkenalkan kepada peserta didik sebagai
pengganti kata online. Jika dirasa perlu, guru bisa menjelaskan makna istilahistilah ini terlebih dulu. Jika guru
pun belum mengenal internet dengan baik, kini saatnya belajar bersama dengan peserta didik.
Hal terpenting yang mesti disampaikan kepada peserta didik adalah bahwa internet menghubungkan
berbagai informasi dengan segala macam manusia dari berbagai usia dan latar belakang. Tanpa menakut-
nakuti, jelaskan kepada peserta didik bahwa ada pula orang yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang
tidak bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
Membaca
Memahami Teks “Awal Perkenalan”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks naratif yang sesuai jenjangnya.

Tip Pembelajaran 510


 Ajak peserta didik membahas tentang panggilan video melalui internet. menit
 Guru bisa meminta tolong orang lain (misalnya rekan guru atau kenalan lain) untuk
melakukan panggilan video dengan peserta didik di kelas. Dengan demikian, peserta didik
belajar melalui praktik langsung.
 Tegaskan bahwa tokoh anak-anak yang ada dalam teks sama-sama ditemani orang tua
ketika melakukan panggilan video.
 Pertanyaan bacaan bisa dibahas dalam diskusi kelompok kecil. Pendapat peserta didik
juga bisa ditulis di dalam buku masing-masing.

[Link]
sebaya: sama umurnya; hampir sama (kekayaannya, kepandaiannya, dsb); seimbang; sejajar
menyapa: mengajak bercakapcakap; menegur
berpandangan: saling memandang, memiliki pandangan atau pengetahuan

Catatan Khusus:
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menetapkan bahwa batasan umur untuk bisa
membuat akun pribadi dan menggunakan internet khususnya media sosial adalah 13 tahun. Oleh karena itu,
guru perlu menekankan kepada orang tua dan peserta didik bahwa peserta didik kelas tiga masih di bawah
umur. Peserta didik kelas tiga belum boleh mempunyai akun pribadi dan perlu pendampingan orang tua atau
orang dewasa lain yang dapat dipercaya ketika menggunakan internet.

Menirukan dan Melakukan


Ayo Berkenalan
Tip Pembelajaran
 Minta salah satu peserta didik untuk membantu guru melakukan praktik.
 Berikan contoh beberapa kali cara berkenalan sesuai petunjuk di Buku Siswa.
 Pastikan peserta didik berbicara bergantian.
 Sampaikan bahwa cara seperti ini digunakan untuk berkenalan secara langsung.
 Berikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan percakapan dalam
perkenalan.
Inspirasi Kegiatan

Untuk kelas besar, peserta didik bisa diminta berbaris berhadapan, lantas melakukan simulasi perkenalan
bergantian. Praktik perkenalan dengan peserta didik kelas lain (walau mungkin mereka sudah saling kenal)
juga akan menarik dan memberikan suasana segar.

Kegiatan Perancah
Peserta didik yang belum percaya diri bisa menggunakan Buku Siswa dan membaca pertanyaan panduan.
Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca pada bab terakhir kelas tiga, guru harus berkomunikasi
dengan kepala sekolah dan orang tua untuk melakukan tindak lanjut.

Menyimak
Menyimak Berbagai Jenis Percakapan

Alur Konten Capaian Pembelajaran


Menjelaskan kembali ide pokok pada teks dan menjelaskan makna kosakata baru pada teks yang dibacakan
berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.

Tip Pembelajaran
• Perdengarkan berbagai jenis rekaman percakapan kepada peserta didik. Guru bisa membawa radio atau
rekaman percakapan penyiar radio dan televisi. Simulasi panggilan video bisa dilakukan. Percakapan
langsung antara dua peserta didik di kelas juga bisa diperdengarkan.
• Setelah mendengarkan bersama-sama berbagai jenis percakapan, minta mereka menjawab pertanyaan di
Buku Siswa. Jika jumlah peserta didik banyak, minta peserta didik menuliskan jawaban di buku.
• Jika peserta didik tidak mau memilih percakapan, pilihkan selain percakapan langsung.

Inspirasi Kegiatan
Pada Bab V peserta didik belajar tentang alat ucap.
Ajak kembali peserta didik mengamati gambar alat ucap. Pada kegiatan ini peserta didik melakukan praktik
mengucapkan kalimat dengan pengucapan, intonasi, dan volume yang tepat. Tujuannya adalah pendengar
bisa menyimak dan menangkap maknanya dengan tepat. Tujuan lainnya adalah memberikan pesan kepada
peserta didik bahwa pelajaran yang telah lalu perlu diulang kembali, bisa dirujuk kembali.
Mengamati
Memahami Infografik “Internet Aman”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menyampaikan pendapat terhadap teks informasi atau gambar yang sesuai jenjangnya dengan mengaitkan
ide pokok atau pesan pada teks tersebut dengan pengalaman pribadi.

Tip Pembelajaran
 Tanyakan kembali kepada peserta didik apakah mereka pernah berkenalan dengan seseorang melalui
internet.
 Jika pernah, minta peserta didik bercerita tentang pengalaman perkenalan tersebut.
 Ajak peserta didik mengamati infografik atau poster “Internet Aman”.
 Minta peserta didik berkomentar tentang tulisan dan gambarnya, misalnya adakah kata yang tidak
mereka pahami atau gambar apakah yang paling menarik.

Inspirasi Kegiatan
Kegiatan Pengayaan
Untuk peserta didik yang sudah terbiasa menggunakan gawai, minta mereka membuat video rekaman
wawancara dengan orang tua atau anggota keluarga yang lain dengan tema: agar tetap aman saat
menggunakan internet. Hasil wawancara ditayangkan di kelas dan dibahas bersama. Dengan kegiatan ini,
peserta didik akan memperoleh berbagai tip aman berinternet. Berdiskusi Untuk Apa Kita Menggunakan
Internet?

Tip Pembelajaran
• Minta peserta didik berdiskusi tentang kerugian dan manfaat menggunakan internet.
• Tuliskan pendapat peserta didik ke dalam tabel di papan tulis agar mereka bisa saling membaca
pendapat teman.
• Sampaikan materi inti, yaitu bahwa internet adalah sarana berkomunikasi dan sarana mencari
informasi. Sampaikan bahwa peserta didik kelas tiga masih di bawah umur dan wajib mendapatkan
pendampingan dari orang tua saat menggunakan internet.
• Sampaikan kepada peserta didik untuk bijak memilah dan memilih informasi yang diperoleh melalui
internet.
• Pastikan bahwa peserta didik memahami bahwa internet merupakan sarana komunikasi yang bisa
digunakan oleh siapa pun, ada yang berniat baik dan ada yang berniat buruk. Peserta didik wajib
mewaspadai informasi yang bermuatan buruk, misalnya berita bohong, materi pornografi, maupun
kejahatan online.
• Guru bisa mendapatkan informasi dan referensi tentang cara mendampingi peserta didik kelas tiga
menggunakan internet melalui pelatihan atau sumber lain.
• Guru bisa berkomunikasi dengan orang tua peserta didik berkaitan dengan hal ini.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:


1. Diferensiasi Konten:
 Guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan tingkat pemahaman masing-
masing siswa. Misalnya, untuk siswa yang lebih cepat dalam memahami teks, guru dapat
memberikan teks yang lebih kompleks atau menantang. Sedangkan untuk siswa yang
memerlukan pendekatan yang lebih sederhana, guru dapat menyediakan teks yang lebih
ringkas atau disederhanakan.
 Variasi konten seperti menggunakan berbagai jenis teks (naratif, deskriptif, ekspositori)
juga dapat membantu siswa dengan gaya pembelajaran yang berbeda-beda.
2. Diferensiasi Proses:
 Guru dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda, seperti diskusi
kelompok, simulasi, permainan peran, atau pembelajaran berbasis proyek. Hal ini akan
memungkinkan setiap siswa untuk terlibat secara aktif sesuai dengan gaya
pembelajarannya.
 Siswa yang lebih visual dapat diminta untuk membuat diagram atau peta konsep tentang
teks yang dibaca, sementara siswa yang lebih auditif dapat lebih diarahkan pada diskusi
kelompok atau rekaman percakapan.
3. Diferensiasi Produk:
 Guru dapat memberikan pilihan beragam untuk mengekspresikan pemahaman siswa,
seperti membuat cerita pendek, membuat presentasi, atau menulis esai reflektif.
 Siswa yang lebih senang dengan kreativitas bisa diminta untuk membuat sketsa atau
komik yang menggambarkan inti dari teks yang dibaca, sedangkan siswa yang lebih suka
berbicara bisa diminta untuk membuat podcast atau video yang menjelaskan pemahaman
mereka.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup

Apresiasi: Sebelum kita mengakhiri sesi kita hari ini, saya ingin mengucapkan apresiasi kepada semua
peserta didik atas partisipasi aktif mereka dalam kegiatan pembelajaran. Terima kasih atas perhatian dan
kerja keras kalian.

Evaluasi: Sekarang, mari kita evaluasi apa yang telah kita pelajari hari ini. Ada yang ingin berbagi
pengalaman atau pemahaman baru setelah membaca teks "Awal Perkenalan" dan mendiskusikan 10
penggunaan internet? menit

Konsolidasi: Saat kita menutup sesi hari ini, mari kita konsolidasi apa yang telah kita pelajari. Ingatlah bahwa
penggunaan internet membutuhkan pengawasan dan pendampingan dari orang tua atau orang dewasa yang
dipercayai. Mari kita jaga keamanan dan kebijaksanaan kita dalam menggunakan teknologi.

Penutup: Sebelum kita berpisah, mari kita tutup dengan doa bersama. Semoga kita semua selalu dalam
lindungan dan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah yang kita ambil. Salam sejahtera untuk kita
semua.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Memahami dan Mengamati Konten Teks Bermuatan Internet Tujuan: Menguji pemahaman dan keterampilan peserta
didik dalam membaca, memahami, dan mengamati teks bermuatan internet, serta meningkatkan kesadaran akan
keamanan berinternet. Teknik: Tes tertulis (Soal HOTS), Observasi, Diskusi kelompok, Tes penugasan Rubrik Penilaian:

1. Penilaian Pengetahuan
 Tes Tertulis (Soal HOTS)
Kriteria Skor
Memahami ide pokok
Menjelaskan kosakata baru
Mengaitkan pesan dengan
pengalaman pribadi
2. Penilaian Sikap
 Observasi Kelas
Kriteria Skor
Keterlibatan dalam diskusi kelompok
Kesiapan dalam memberikan pendapat
Kesadaran akan keamanan berinternet
3. Penilaian Keterampilan
 Tes Penugasan
Kriteria Skor
Kemampuan dalam mengamati infografik
Kualitas diskusi wawancara tentang
keamanan berinternet
 ?
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya

No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru

PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1
4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0
Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut


F. Rencana Tindak Lanjut

 Pengayaan:
 Mengadakan sesi khusus tentang praktik aman berinternet, mungkin dengan mengundang ahli keamanan
cyber.
 Remedial:
 Melakukan sesi khusus untuk peserta didik yang perlu pemahaman tambahan tentang penggunaan
internet yang aman.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid:
 Melakukan pertemuan khusus dengan orang tua untuk membahas peran mereka dalam mendampingi
anak-anak saat menggunakan internet.

G. Refleksi Guru dan Siswa

 Refleksi Guru:
 Apakah metode pembelajaran telah efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang
keamanan berinternet?
 Refleksi Siswa:
Bagaimana pengalaman belajar tentang internet dan keamanannya? Apakah ada hal yang baru dipelajari atau
membuat Anda lebih sadar akan risiko berinternet

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Meningkatkan Kemampuan Berbicara, Menemukan Arti Kosakata, dan Menulis Pendapat dengan Menggunakan
Pengamatan Gambar

Pendahuluan: Pada sesi ini, kita akan melaksanakan beberapa aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
berbicara, menemukan arti kosakata, serta menulis pendapat dengan menggunakan pengamatan gambar.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Gambar-gambar yang relevan dengan topik yang akan dibahas.


2. Daftar kosakata yang akan diperkenalkan.
3. Lembar kerja untuk mencatat pendapat.

Tujuan:

1. Peserta didik mampu berbicara dengan sopan melalui diskusi kelompok.


2. Peserta didik dapat menemukan arti kosakata secara tepat melalui permainan.
3. Peserta didik mampu berpendapat dan melengkapi kalimat rumpang dengan benar melalui pengamatan gambar.
4. Peserta didik mampu menulis pendapat dengan kaidah yang tepat melalui pengamatan gambar.

Langkah-langkah:

1. Bagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok kecil.


2. Lakukan diskusi kelompok dengan mengajukan topik-topik menarik terkait dengan kehidupan sehari-hari.
3. Selanjutnya, lakukan permainan yang melibatkan pemahaman kosakata. Misalnya, tebak kata atau cerita berantai.
4. Setelah itu, tunjukkan beberapa gambar kepada peserta didik dan mintalah mereka untuk memberikan pendapat
serta melengkapi kalimat rumpang yang terdapat dalam gambar-gambar tersebut.
5. Akhirnya, berikan kesempatan kepada peserta didik untuk menulis pendapat mereka tentang gambar-gambar yang
telah diperlihatkan. Ingatkan mereka untuk menggunakan kaidah yang tepat dalam penulisan.

Pertanyaan:

1. Bagaimana cara kita meningkatkan kemampuan berbicara melalui diskusi kelompok?


2. Apa yang dapat kita lakukan untuk menemukan arti kosakata secara tepat melalui permainan?
3. Mengapa penting bagi kita untuk mampu berpendapat dan melengkapi kalimat rumpang dengan benar melalui
pengamatan gambar?
4. Bagaimana kaidah-kaidah yang tepat dapat membantu kita dalam menulis pendapat melalui pengamatan gambar?

Tugas Anda:

1. Diskusikan dengan anggota kelompok tentang pengalaman berbicara yang baik dan sopan.
2. Coba temukan arti kosakata baru melalui permainan dengan teman-temanmu di luar kelas.
3. Amati beberapa gambar di sekitarmu dan coba tuliskan pendapat serta lengkapi kalimat rumpang yang terdapat di
dalamnya.
4. Tulislah pendapatmu tentang gambar-gambar yang telah kamu amati, pastikan untuk menggunakan kaidah-kaidah
yang tepat dalam penulisanmu.

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM
1. Aku:
 Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
 Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
 Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
 Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
 Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
 Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
 Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
 Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
 Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
 Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
 Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
 Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
MODUL AJAR BAB 8
PERTEMUAN KE – 3

2023
INFORMASI UMUM
A. Identitas Sekolah
Nama Penyusun : ABDUL MUID, [Link] Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pembuatan : 2025 Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI Kelas : III (TIGA) Reguler
Kode : Fase : Fase B
Tema : Sahabat dari Seberang

Materi Pokok : Mencermati Huruf Kapital dan Tanda Baca,Membaca Nyaring Teks “Tanda
Marah”,Berdiskusi,Memahami Teks Informasi “Internet yang Bermanfaat”,Jurnal
Membaca danKreativitas

Alokasi Waktu : 6 JP
Kata Kunci : menjura Berdentang berdegup siang bolong menyanggah menciut membesarkan hati
buah tangancendera matadoktorarsitektur
Capaian :
Pembelajaran

Fase B Berdasarkan Elemen.


Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
Memirsa dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasik menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
an diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks

B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)


Prasyarat Pengetahuan:
a. Mencermati Huruf Kapital dan Tanda Baca.
b. Membaca Nyaring Teks “Tanda Marah”.
c. Memahami Teks Informasi “Internet yang Bermanfaat”.
d. Jurnal Membaca.
Prasyarat Keterampilan:
e. Berdiskusi.
f. Kreativitas.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Peserta didik diajak mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat dan kemampuan bergerak. Melalui
pengenalan berbagai rangsangan gerak tari, mereka memahami seni tari sebagai bentuk ekspresi
keindahan ciptaan Tuhan.
2. Kewargaan
Peserta didik mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional.
Dengan memahami berbagai rangsangan gerak tari (visual, audio, cerita), mereka belajar menghormati
budaya bangsa yang beragam.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih menganalisis dan merespons rangsangan seperti pola gerak, musik, atau cerita.
Saat menilai kemampuan gerak dan membuat gerak sederhana, mereka berpikir kritis untuk memilih
gerakan yang sesuai.
4. Kreativitas
Peserta didik menciptakan gerak tari sederhana berdasarkan berbagai rangsangan, melatih mereka
untuk berpikir kreatif dan mengekspresikan ide secara unik sesuai konteks irama atau cerita.

5. Kolaborasi
Peserta didik belajar bekerja sama saat menari dalam kelompok. Melalui aktivitas ini, mereka
mengembangkan perilaku gotong royong, toleransi, dan kebersamaan untuk menciptakan harmoni
dalam tarian.
6. Kemandirian
Peserta didik dilatih menampilkan gerakan tari secara individu, meningkatkan rasa percaya diri dan
tanggung jawab. Saat menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar mengelola diri
secara mandiri.
7. Kesehatan
Aktivitas tari melatih kebugaran jasmani peserta didik melalui gerakan aktif. Dengan menari berdasarkan
rangsangan, mereka juga menjaga kesehatan mental melalui suasana yang menyenangkan.

8. Komunikasi
Peserta didik menyampaikan pesan atau cerita melalui gerakan tubuh, melatih keterampilan komunikasi
nonverbal. Dengan menunjukkan gerakan berdasarkan rangsangan, mereka belajar menyesuaikan
ekspresi agar pesan tari tersampaikan dengan baik.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)


Materi Pokok
Buku, artikel, panduan online tentang penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.

Media :
Media Pembelajaran
• Buku Siswa
• Buku cerita anak
• Berita-berita di media massa
• Media cetak dan elektronik
• Brosur dan poster tentang internet aman
• Internet

Sumber Belajar
 Buku Siswa, buku cerita anak, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar lain

 Buku Siswa, sumber belajar lain

 Buku Siswa, buku, majalah, koran, internet, sumber belajar lain

 Buku Siswa, kamus, internet, sumber belajar lain

E. Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini dapat digunakan guru untuk mengajar:
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar

F. Jumlah siswa
 Maksimum 25 - 35 Siswa

G. Model Pembelajaran
Metode
Problem-Based Learning (PBL)
Project-Based Learning (PjBL).

Teknik
 Penugasan proyek, presentasi proyek, diskusi kelompok.

KEGIATAN INTI
A. Tujuan Pembelajaran
 Melalui membaca nyaring, peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan tokoh dengan tepat.

 Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengemukakan pendapat dengan antusias.

 Melalui membaca berbagai sumber informasi, peserta didik dapat mendiskusikan materi dengan benar.

 Melalui membaca buku, peserta didik mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri.
 Melalui membaca nyaring, peserta didik dapat mengucapkan kosakata dengan tepat.

B. Pemahaman Bermakna / Pengalaman Bermakna


 Membaca dengan pemahaman mendalam mengenai penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
 Memahami implikasi dan makna teks "Tanda Marah" secara kontekstual.
 Membuat hubungan antara informasi yang diperoleh dari internet dengan kehidupan sehari-hari.

C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja peserta didik
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Apersepsi adalah proses mental di mana seseorang mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan atau
pengalaman yang sudah dimilikinya sebelumnya. Ini merupakan kerangka kerja kognitif yang digunakan seseorang
untuk memahami dan menginterpretasikan informasi baru berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
Apersepsi memungkinkan individu untuk memberi makna pada informasi baru dengan merujuk pada pengalaman
dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikiran mereka. Proses ini sangat penting dalam pembelajaran dan
pemahaman, karena membantu individu untuk membangun hubungan antara konsep-konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki, sehingga memudahkan dalam memahami dan mengingat informasi tersebut.

E. Pertanyaan Pemantik
 Mengapa penting untuk memahami dan menggunakan huruf kapital dan tanda baca dengan benar?
 Bagaimana kita dapat mengekspresikan emosi dan perasaan melalui teks yang kita baca atau tulis?
 Bagaimana internet dapat digunakan secara bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?

F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran pekan ke-1 (12JP x 45 menit) Alokasi
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Pembukaan:
 Mulailah dengan doa pembuka untuk mendapatkan keberkahan dalam pembelajaran.
 Sapaan dan salam kepada semua peserta didik. 20
 Absensi peserta untuk memastikan kehadiran. menit

Siap-Siap Belajar
Awali bab ini dengan mendampingi peserta didik mengamati gambar pembuka bab. Jika memungkinkan,
tunjukkan kepada peserta didik berbagai macam gawai yang biasa digunakan untuk online, misalnya
komputer, telepon cerdas (smart phone), tablet, atau laptop.
Ajak peserta didik berbagi pengalaman di mana, dan kapan mereka menggunakan gawai dan internet.
Tanyakan apa yang terjadi ketika mereka menggunakan internet.
Jika peserta didik belum pernah menggunakan internet, sampaikan kepada mereka bahwa internet adalah
jaringan komputer seluruh dunia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Walau belum bisa
menggunakannya secara langsung, mereka tahu bahwa teknologi ini ada.
Jelaskan kepada peserta didik dengan ilustrasi gambar ini. Secara sederhana ada sistem yang
mengumpulkan berbagai jenis informasi dan menyebarkannya kepada semua orang di seluruh dunia melalui
perangkat seperti komputer, telepon cerdas, dan lain-lain. Ada juga kemungkinan bahwa sebagian peserta
didik lebih terbiasa dengan istilah gadget dan online. Pada bab ini, kata yang sering digunakan adalah gawai
dan internet. Kata daring atau dalam jaringan juga bisa mulai diperkenalkan kepada peserta didik sebagai
pengganti kata online. Jika dirasa perlu, guru bisa menjelaskan makna istilahistilah ini terlebih dulu. Jika guru
pun belum mengenal internet dengan baik, kini saatnya belajar bersama dengan peserta didik.
Hal terpenting yang mesti disampaikan kepada peserta didik adalah bahwa internet menghubungkan
berbagai informasi dengan segala macam manusia dari berbagai usia dan latar belakang. Tanpa menakut-
nakuti, jelaskan kepada peserta didik bahwa ada pula orang yang memanfaatkan internet untuk hal-hal yang
tidak bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
Bahas Bahasa
Mencermati Huruf Kapital dan Tanda Baca
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menuliskan kalimat dengan tanda baca, spasi di antara kata, dan huruf kapital yang tepat.

Tip Pembelajaran 510


• Minta peserta didik menyalin percakapan dalam Buku Siswa ke buku tulis. menit
• Minta peserta didik meletakkan huruf kapital dan tanda baca yang tepat.
• Minta mereka bereksperimen dengan berbagai tanda baca dengan menuliskan teks seperti contoh:
+ Lena sedang menggambar.
+ Lena sedang menggambar?
+ Lena sedang menggambar!
• Minta peserta didik mempraktikkan percakapan dengan berbagai tanda baca itu dengan teman.

Suasana gembira akan hadir karena ketika tanda baca yang digunakan salah, percakapan yang lucu akan
terjadi. Dari sini peserta didik belajar bahwa menempatkan tanda baca yang benar adalah aspek penting
dalam percakapan tertulis (termasuk dalam percakapan (chat) melalui media sosial).

wayang: boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat
dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan
sebagainya), biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang

Inspirasi Kegiatan
Bermain Kotak Percakapan
Alat dan bahan:
• Lem
• Kertas bekas Cara bermain:
• Gunting kertas bekas menjadi potongan kecil, kira-kira 10 cm x 10 cm.
• Bagikan 5 potongan kertas tersebut pada masing-masing peserta didik.
• Jadikan potongan kertas tersebut kotak percakapan.
• Peserta didik bisa menulis teks percakapan dengan teman dan menempelkannya di buku tulis masing-
masing.
• Peserta didik bisa membentuk, mewarnai, dan menghias kotak percakapannya sesuai selera.
• Minta peserta didik untuk tetap memperhatikan penggunaan huruf kapital dan tanda baca

Membaca

Membaca Nyaring Teks “Tanda Marah”


Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mengidentifikasi dan menyebutkan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita pada teks naratif yang sesuai
jenjangnya.

Tip Pembelajaran
• Awali pembelajaran dengan memperlihatkan kepada peserta didik berbagai macam emotikon. Guru
bisa mengunduhnya melalui internet atau menggambar sendiri.
• Ajak peserta didik membahas artinya sesuai pendapat masing-masing.
• Biarkan jika ada perbedaan, misalnya ada peserta didik yang mengartikan ikon sebagai
sedih/kecewa/kesal/atau takut.
• Perhatikan pelafalan peserta didik ketika membaca nyaring teks “Tanda Marah”.
• Minta mereka membaca ulang dengan intonasi yang tepat sesuai tanda bacanya.
• Dengan memperhatikan tanda baca, peserta didik bisa menyampaikan maksud pembicaraannya
dengan jelas.

Catatan Khusus
Setelah menjawab pertanyaan pemahaman, kembali arahkan diskusi pada wawasan bahwa
percakapan melalui pesan di media sosial bisa dilakukan oleh siapa pun.

Ratna mengira bahwa yang memasang emotikon marah adalah Wulan, padahal yang melakukannya
adalah adiknya. Artinya, siapa pun (termasuk orang yang tidak bertanggung jawab) bisa berada di balik
percakapan ini. Informasi ini perlu diulang-ulang tetapi tanpa menakut-nakuti peserta didik.

[Link]
menggerutu: mengomel; marah dengan banyak mengeluarkan kata-kata menelepon: bercakapcakap
(memanggil) melalui pesawat telepon

Inspirasi Kegiatan
• Ulangi permainan “Bermain Kotak Percakapan”.
• Minta peserta didik membuat percakapan dengan teman. Ketentuannya, salah satu hanya boleh
membalas dengan emotikon.
• Minta mereka bergantian dan saling menebak apa maknanya.
• Tanyakan kepada peserta didik apakah percakapan dengan menggunakan emotikon saja itu
menyenangkan atau justru merepotkan.

Berdiskusi
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri dalam mempresentasikan sebuah topik yang diminati
dengan memperhatikan intonasi untuk menarik minat pendengar.

Tip Pembelajaran
• Setelah peserta didik membahas tentang masalah yang dialami Wulan dan Ratna, ajak mereka
memberi saran kepada dua sahabat itu.
• Minta peserta didik berpendapat apa yang seharusnya dilakukan Ratna dan Wulan agar tidak terjadi
kesalahpahaman lagi.
• Beri peserta didik kebebasan berpendapat, karena target kegiatan ini adalah berbicara dengan percaya
diri dan antusias.
• Atur giliran agar semua peserta didik bisa berpendapat.
• Bagi kelas ke dalam kelompok jika diperlukan.

Membaca
Memahami Teks Informasi “Internet yang Bermanfaat”
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mencari informasi untuk mendukung presentasinya menggunakan mesin pencari pada internet yang telah
diverifikasi keamanannya

Tip Pembelajaran
• Jika akses internet tersedia, dampingi peserta didik mencari informasi tentang cara menggunakan
internet secara aman bagi anak-anak. Awali dengan penjelasan umum secara klasikal, lantas peserta
didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, guru berkeliling memantau aktivitas pencarian informasi.
• Jika tidak ada akses internet, peserta didik bisa membaca bersama-sama teks “Internet yang
Bermanfaat” dan guru membahas isinya.
• Sampaikan kepada peserta didik bahwa informasi seperti itu bisa diperoleh melalui situs yang aman.
Guru bisa mengarahkan peserta didik mengeksplorasi situs yang dikeluarkan oleh pemerintah,
misalnya. Karena umumnya peserta didik belum mampu menentukan keamanan situs yang diakses,
mereka perlu didampingi orang dewasa yang dapat dipercaya.
• Dengan informasi yang telah diperoleh, peserta didik bisa mempresentasikan pemahaman mereka.

Jurnal Membaca
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Mencari informasi untuk mendukung presentasinya menggunakan mesin pencari pada internet yang telah
diverifikasi keamanannya.

Tip Pembelajaran
• Bagi peserta didik menjadi kelompok 5―7 orang.
• Dampingi peserta didik mempresentasikan temuan mereka setelah membaca buku atau artikel melalui
internet.
• Jika tidak ada buku dengan tema internet aman atau internet, lembar “Jurnal Membaca” bisa dijadikan
panduan presentasi.
• Berikan kesempatan dan dukungan kepada peserta didik untuk mengemukakan pendapat sendiri
tentang cara menggunakan internet secara aman.
• Minta peserta didik menilai apakah sumber yang dibaca memuat informasi yang baik—misalnya
apakah ada iklan yang tidak bagus, apakah tulisan dan gambarnya mudah dipahami, dan sebagainya.

Inspirasi Kegiatan
Panduan mendampingi anak menggunakan internet bisa diunduh melalui: Cerita anak
[Link] read/44505f15-37e9-4057-a4c1- 31a7bdfd3618 Internet Sehat: Pedoman
Berinternet Sehat, Aman, Nyaman dan Bertanggung Jawab:
[Link] slims/[Link]?p=show_detail&id=2548

Buku Cerita “Di dalam World Wide Web”

Instrumen Penilaian
Isi kolom dengan nama peserta didik.
Kreativitas
Alur Konten Capaian Pembelajaran
Membaca dan mengucapkan kata-kata dengan tiga suku kata atau lebih, menggunakan pengetahuan
terhadap kombinasi huruf.

Tip Pembelajaran
• Kegiatan ini menutup pembelajaran di kelas tiga. Oleh karena itu, hadirkan keceriaan dan semangat di
kelas.
• Awali kegiatan dengan meminta peserta didik memilih 3―5 kosakata yang paling mereka sukai dari
Kamus Kotak.
• Minta mereka membacakan kosakata tersebut beserta artinya secara nyaring.
• Lanjutkan kegiatan dengan mengurutkan kartu kosakata sesuai alfabet/abjad.
• Kegiatan menjahit kamus bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah dengan bantuan orang tua.
• Kamus bisa diberi sampul dari kertas karton tebal pada bagian depan dan belakang, diberi nama, dan
dihias sesuai kreativitas peserta didik.

Inspirasi Kegiatan
Pesta Kamus!

Setelah mengumpulkan kosakata selama setahun, proses menjahit kamus ini layak dirayakan. Guru bisa
bekerja sama dengan orang tua untuk membuat pesta sederhana. Setelah proses menjahit selesai, peserta
didik bisa makan bersama, saling memberi ucapan selamat, atau berfoto bersama dengan kamus karya
mereka. Berikan apresiasi, ucapkan selamat dan terima kasih atas ketekunan mereka.

Catatan:
Hindari membandingkan jumlah kata yang dikumpulkan peserta didik satu dengan yang lain. Rayakan saja
dan bergembiralah bersama.

Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:

Diferensiasi Konten:

Untuk diferensiasi konten, guru dapat menyediakan materi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan
tingkat pemahaman dan minat peserta didik. Contohnya, jika ada peserta didik yang lebih mahir dalam
membaca, mereka bisa diberikan teks dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, sementara peserta didik
lain yang membutuhkan bantuan ekstra bisa diberikan teks dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah.

Diferensiasi Proses:

Dalam diferensiasi proses, guru dapat menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mengakomodasi
gaya belajar yang berbeda. Misalnya, peserta didik yang lebih suka belajar secara visual dapat diberikan
materi yang disajikan dalam bentuk gambar atau diagram, sementara peserta didik yang lebih suka belajar
secara auditif dapat mendengarkan rekaman suara atau wawancara.

Diferensiasi Produk:

Dalam diferensiasi produk, peserta didik diberi pilihan untuk menunjukkan pemahaman mereka melalui
berbagai hasil akhir. Contohnya, peserta didik dapat memilih untuk menulis esai, membuat presentasi, atau
membuat proyek kreatif berdasarkan materi yang dipelajari.

Dengan menerapkan opsi pembelajaran berdiferensiasi ini, guru dapat memastikan bahwa setiap peserta
didik mendapatkan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-
masing. Ini akan membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan.

Catatan: Peserta didik bisa mempunyai jawaban lain selama masih masuk akal atau sesuai dengan konteks. Kreativitas
dalam berpikir dengan sudut pandang yang berbeda akan membuka ruang diskusi dan proses berpikir tingkat tinggi. Guru
kemudian mengembangkan peran membuat kesimpulan terbaik atas permasalahan yang ada berdasarkan sudut pandang

Kegiatan Penutup

Apresiasi: Mari kita mengapresiasi semua upaya dan partisipasi yang telah diberikan oleh peserta didik hari
ini. Terima kasih atas keaktifan dan keterlibatan kalian dalam kegiatan ini.

Evaluasi: Sekarang, mari kita evaluasi bersama apa yang telah kita pelajari hari ini. Bagaimana perasaan
kalian tentang kegiatan ini? Apa yang paling menarik atau bermanfaat bagi kalian? Adakah hal yang masih
membingungkan atau perlu dipahami lebih lanjut? 10
menit
Konsolidasi: Untuk memastikan pemahaman kita semakin kokoh, mari kita konsolidasi pengetahuan yang
telah kita dapatkan. Mari terus berlatih menggunakan tanda baca dan huruf kapital dengan tepat dalam
menulis.

Penutup (doa, salam): Sebelum kita berpisah, mari kita tutup kegiatan kita hari ini dengan doa bersama.
Semoga apa yang telah kita pelajari hari ini bermanfaat bagi kita semua. Assalamu'alaikum wr. wb.

G. Asesmen/Penilaian

Judul: Membaca dan Menulis dengan Tanda Baca yang Tepat

Tujuan: Meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta didik dalam menggunakan tanda baca yang tepat dalam
percakapan tertulis.

Teknik: Tes tertulis (Soal HOTS)

Rubrik Penilaian:

1. Penilaian Pengetahuan (Tes tertulis)


Kriteria Skor
Penggunaan tanda baca yang tepat
Penempatan huruf kapital yang benar
Pemahaman tentang penggunaan tanda baca dalam konteks percakapan tertulis
2. Penilaian Keterampilan (Proyek)
Kriteria Skor
Kreativitas dalam pembuatan kotak percakapan
Ketepatan dalam menyampaikan pesan melalui percakapan tertulis
Kemampuan berkomunikasi secara efektif melalui tulisan
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik

Nama Sekolah :
Kelas/Semester :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai
keadaan kalian yang sebenarnya
No Pernyataan 1 2 3 4
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.

Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok

Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengalami kesulitan mengerjakan tugas √
5 √

Lembar Kerja Kelompok Diskusi

1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………

Kesimpulan Hasil Diskusi Kelompok

Tanggapan Terhadap presentasi kelompok lain

Catatan Guru
PENILAIAN PENGETAHUAN

Pilihan Ganda

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

I. Pilih jawaban yang benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D.

Tes Tertulis

Nama :
Kelas :
Tanggal Kegiatan :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas !

1. Bagaimana peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sistem agribisnis tanaman?
2. Sebutkan langkah-langkah utama dalam perencanaan dan manajemen agribisnis tanaman yang efektif.
3. Apa peran pemerintah dalam mendukung pengembangan dan keberlanjutan sistem agribisnis tanaman?
4. Jelaskan pentingnya analisis pasar dalam pengambilan keputusan dalam agribisnis tanaman.
5. Bagaimana implementasi praktik-praktik berkelanjutan dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan
ekonomi dalam agribisnis tanaman?

Penskoran Soal Uraian


Nomor Penyelesaian/Kunci Jawaban Skor
1 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan, lengkap dan benar. 3
2 Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar, tapi kurang lengkap. 2
3 Siswa dapat menyebutkan jawaban tapi salah sebagian besar. 1

4 Siswa tidak dapat menjawab dengan benar 0


Skor maksimum

H. Rencana Tindak Lanjut

F. Rencana Tindak Lanjut

 Pengayaan: Melakukan latihan tambahan dengan memberikan teks percakapan yang berbeda untuk dianalisis dan
diperbaiki penggunaan tanda baca dan huruf kapitalnya.
 Remedial: Melakukan review intensif mengenai aturan tanda baca dan huruf kapital, serta memberikan latihan
tambahan kepada peserta didik yang kesulitan.
 Interaksi Guru dan Orang Tua Murid: Mengadakan pertemuan orang tua untuk membahas kemajuan peserta didik
dan memberikan tips kepada orang tua untuk mendukung pembelajaran di rumah.

G. Refleksi Guru dan Siswa

 Refleksi Guru:
 Bagaimana efektivitas penggunaan teknik "Bermain Kotak Percakapan" dalam meningkatkan pemahaman
peserta didik tentang tanda baca?
 Apakah terdapat aspek-aspek tertentu dalam pembelajaran ini yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan?
 Refleksi Siswa:
 Apa yang telah Anda pelajari tentang penggunaan tanda baca setelah melalui kegiatan ini?
 Bagaimana perasaan Anda dalam mengikuti kegiatan "Pesta Kamus" dan proses pembelajaran yang
berlangsung sepanjang tahun ini?

LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Judul: Meningkatkan Kemampuan Berpendapat Melalui Membaca dan Diskusi

Pendahuluan: Dalam kegiatan pembelajaran ini, kita akan fokus pada pengembangan kemampuan peserta didik dalam
berpendapat melalui kegiatan membaca dan diskusi. Tujuan utamanya adalah agar peserta didik mampu mengidentifikasi
permasalahan tokoh, mengucapkan kosakata dengan tepat, serta menyampaikan pendapat dengan percaya diri.

Bahan/Alat/Sumber:

1. Buku atau teks yang relevan dengan topik yang akan dibahas.
2. Materi pembelajaran yang telah disiapkan.
3. Ruang diskusi atau tempat yang nyaman untuk berdiskusi.

Tujuan:

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan tokoh dengan tepat melalui kegiatan membaca nyaring.
2. Peserta didik dapat mengemukakan pendapat dengan antusias melalui kegiatan diskusi kelompok.
3. Peserta didik dapat mendiskusikan materi dengan benar melalui membaca berbagai sumber informasi.
4. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dengan percaya diri setelah membaca buku.
Langkah-langkah:

1. Membaca Nyaring:
 Peserta didik membaca teks atau buku yang relevan dengan topik pembelajaran secara nyaring.
 Peserta didik mencatat permasalahan tokoh yang diidentifikasi dalam teks.
2. Diskusi Kelompok:
 Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
 Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan tokoh yang telah diidentifikasi.
 Peserta didik mengemukakan pendapat masing-masing dengan antusias.
3. Membaca Berbagai Sumber Informasi:
 Peserta didik mencari dan membaca berbagai sumber informasi terkait topik pembelajaran.
 Peserta didik mengumpulkan informasi tambahan untuk mendukung diskusi.
4. Membaca Buku:
 Peserta didik membaca buku yang relevan dengan topik pembelajaran.
 Peserta didik mencatat pendapat-pendapat yang ingin disampaikan dengan percaya diri.

Pertanyaan:

1. Apa permasalahan tokoh utama yang kamu identifikasi setelah membaca nyaring?
2. Bagaimana pendapatmu tentang permasalahan tersebut setelah melakukan diskusi kelompok?
3. Apa yang kamu pelajari dari berbagai sumber informasi yang telah kamu baca terkait dengan topik ini?
4. Bagaimana perasaanmu setelah membaca buku dan menyampaikan pendapat dengan percaya diri?

BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA

Buku siswa
GLOSARIUM

1. Aku:
 Definisi: Subjek pertama dalam percakapan atau narasi, merujuk pada diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Aku merasa senang hari ini."
2. Si Merah:
 Definisi: Sebuah karakter atau objek yang memiliki warna merah.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah itu adalah tas favoritku."
3. Harapan Aku:
 Definisi: Perasaan atau cita-cita yang diinginkan oleh diri sendiri.
 Contoh Penggunaan: "Harapanku adalah bisa meraih kesuksesan di masa depan."
4. Si Merah dalam Emosi:
 Definisi: Penggunaan warna merah untuk menyatakan atau menggambarkan emosi tertentu.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah menggambarkan kemarahan atau gairah."
5. Dialog Aku dan Si Merah:
 Definisi: Interaksi atau percakapan antara subjek diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Dialog Aku dan Si Merah membahas perasaan dan pengalaman sehari-hari."
6. Si Merah sebagai Simbolisme:
 Definisi: Penggunaan warna merah sebagai simbol atau representasi dari sesuatu yang memiliki makna
mendalam.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah dalam lukisan tersebut melambangkan keberanian dan semangat."
7. Perjalanan Aku dan Si Merah:
 Definisi: Proses atau pengalaman hidup yang melibatkan diri sendiri dan objek berwarna merah.
 Contoh Penggunaan: "Perjalanan Aku dan Si Merah penuh dengan warna-warni pengalaman."
8. Si Merah dalam Keseharian:
 Definisi: Bagaimana warna merah hadir atau memengaruhi kehidupan sehari-hari.
 Contoh Penggunaan: "Si Merah sering mewarnai pilihan pakaianku setiap hari."
9. Identitas Aku dan Si Merah:
 Definisi: Bagaimana diri sendiri dan objek berwarna merah membentuk identitas atau karakteristik unik.
 Contoh Penggunaan: "Identitas Aku dan Si Merah saling terkait dalam keunikan masing-masing."
10. Kisah Aku dan Si Merah:
 Definisi: Narasi atau cerita tentang perjalanan dan interaksi antara subjek diri sendiri dan objek berwarna
merah.
 Contoh Penggunaan: "Kisah Aku dan Si Merah menceritakan petualangan dan pembelajaran."
DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. 2018: 301. Landasan Pengembangan Sekolah Olahraga, Malang: Penerbit Wineka Media.
Dananjaya, U. 2010. Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Penerbit Nuansa. Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi
di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Farida, A. Rois, S., Ahmad, E.S. 2011. Sekolah yang Menyenangkan: Metode Kreatif Mengajar dan Mengembangkan
Karakter Siswa. Bandung: Penerbit Nuansa. Fisher, Douglas, dkk. This is Balanced Literacy. Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades PreK to 8. Heinemann.
Hancock, Marjorie R. 2004. A Celebration of Literature and Response: Children, Books and Teachers in K-8 Classrooms.
Pearson.
Hernowo. 2003. Andaikan Buku itu Sepotong Pizza: Rangsangan Baru untuk Melejitkan Word Smart. Bandung: Kaifa.
Hidayatno, A., Destyanto, A.R. 2018. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan Sebagai Media Pembelajaran yang
Efektif. Yogyakarta: Leutika Prio.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill
Education.
Oliverio, Donna C. 2007. Painless Junior Writing. Barron’s Educational Series.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran. Pusmenjar Kemendikbud RI.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. Scholastic Teaching Resources.

Situs web:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001
REVISI CAPAIAN PEMBELAJARAN SD/MI
BERDASAR SURAT NOMOR NOMOR 046/H/KR/2025

CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


A. Rasional
Bahasa Indonesia dalam skala internasional diakui sebagai bahasa resmi ke-10 dalam Sidang
Umum UNESCO sejak 20 November 2023. Selain itu, perkembangan pembelajaran Bahasa
Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di luar negeri cukup menggembirakan. BIPA tersebar di 56
negara di dunia. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat,
kemampuan berbahasa dan bernalar menjadi kompetensi kunci yang diperlukan untuk menghadapi
disrupsi dan perubahan sosial budaya. Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi
kompetensi kunci yang sangat diperlukan.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah disiplin ilmu yang mengembangkan kemampuan murid
dalam berkomunikasi secara kritis, kreatif, dan komunikatif baik lisan maupun tertulis dalam
berbagai konteks kehidupan. Mata pelajaran ini juga diharapkan membantu murid mengaplikasikan
keterampilan berbahasa dalam berbagai tujuan dan konteks kehidupan sekaligus mengukuhkan
pengembangan identitas nasional, multilingualisme, dan relevansi global.
Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi.
Semua bidang kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan
literasi. Literasi menjadi kemampuan dan praktik sosial yang digunakan untuk bekerja dan belajar
sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan pembelajaran
yang menguatkan kemampuan literasi dan praktik sosial untuk berbagai tujuan berkomunikasi
dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia
berhubungan dengan semua mata pelajaran lain karena Bahasa Indonesia menjadi penghela untuk
semua mata pelajaran. Integrasi lintas-disiplin (interdisciplinary learning) antara Bahasa Indonesia
dengan mata pelajaran lain semakin nyata. Mata pelajaran Bahasa Indonesia mendukung
pemahaman konsep mata pelajaran lainnya. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa
Indonesia dan pelajaran lainnya sangat diperlukan. Penggunaan teks digital dalam pembelajaran,
literasi media dan informasi di era digital, integrasi teknologi dalam analisis teks dan penulisan
menjadi kajian yang penting saat ini. Keterampilan-berbahasa, apresiasi dan ekspresi seni melalui
sastra, dan komunikasi ilmiah melalui keterampilan menyusun argumen dan laporan akan sangat
mendukung penguatan karakter dan penguasaan IPTEKS.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai dasar filosofi yang terdapat dalam Sum pah Pemuda
butir ketiga (3) yang menyatakan, “menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia“. Hal ini
bermakna bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa utama di Indonesia. Secara implisit, ada
juga pengakuan terhadap keberadaan ratusan bahasa daerah yang memiliki hak hidup dan peluang
penggunaan bahasa asing sesuai dengan keperluannya. Butir ini menegaskan pentingnya
pembelajaran berbahasa dalam pendidikan nasional. Selain itu, Bahasa Indonesia tidak hanya
sebagai alat komunikasi nasional, tetapi juga simbol identitas dan pemersatu bangsa dalam
keragaman budaya dan bahasa daerah. Hal ini menunjukkan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi
yang terkandung dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Secara umum, pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
adalah pembelajaran mendalam. Secara khusus, mata pelajaran Bahasa Indonesia juga
menggunakan pendekatan pedagogi genre. Pendekatan ini memiliki empat tahapan, yaitu yaitu
penjelasan (explaining, building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint
construction), dan pemandirian (independent construction). Di samping Selain pembelajaran
mendalam dan pedagogi genre, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat juga disampaikan dengan
pendekatan lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu.
Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran mendalam
akan membentuk “Delapan Dimensi Profil Lulusan” yang akan dicapai murid yang terdiri atas: (1)
keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, (2) kewargaan, (3) kreativitas, (4) penalaran kritis,
(5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikai.

B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan:
1. kemampuan berkomunikasi secara efektif dan santun;
2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasasi. Indonesia sebagai bahasa resmi
negara Republik Indonesia;
3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio dan
audiovisual) untuk berbagai tujuan dan konteks;
4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar) dalam belajar dan bekerja;
5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, sehat mental dan fisik,
mandiri, bergotong-royong, serta bertanggung jawab;
6. pemahaman tentang kaidah tata bahasa, kosakata, sastra, dan budaya Indonesia;
7. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
8. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia
C. Karakteristik
Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (me nyimak,
membaca, dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan,
serta menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan
saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi murid, yaitu bahasa (mengembangkan
kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami, mengapresiasi, menanggapi,
menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif).
Kemampuan reseptif dan produktif dikembangkan saling berkaitan. Keterkaitan ini dikembangkan
dalam proses pembelajaran dengan gambaran sebagai berikut: (1) murid perlu dilibatkan dalam
interaksi verbal (percakapan dan diskusi) yang didasarkan pada pemahamannya tentang teks,
mengapresiasi estetika teks dan nilai budayanya, serta proses, mencipta teks; (2) murid juga perlu
diberi kesempatan untuk membaca teks dalam beragam format (atau yang dikenal dengan teks
multimodal (teks tertulis, teks audio, teks audiovisual, teks digital, dan teks kinestetik) serta
beragam konten dan genre; dan (3) murid memiliki pengetahuan tentang tata bahasa bahasa
Indonesia dengan baik dan benar serta cara penggunaannya yang efektif untuk mendukung
kompetensi berbahasa. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan pembelajaran
mendalam melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal.
.
Elemen Deskripsi
Menyimak Kemampuan murid dalam menerima, memahami informasi yang
didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk
memberikan apresiasi kepada mitra tutur. Proses yang terjadi dalam
menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan,
mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi tuturan bahasa,
memaknai, dan/atau menyiapkan tanggapan terhadap mitra tutur.
Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di
antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata,
struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Membaca dan Memirsa Membaca merupakan kemampuan murid untuk memahami,
memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan
kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan,
dan potensi. Memirsa merupakan kemampuan untuk memahami,
memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian visual dan/atau
audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan
pengetahuan, keterampilan, dan potensi murid. Komponen-komponen
yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya
kepekaan terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata, struktur
bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Elemen Deskripsi
Berbicara dan Berbicara merupakan kemampuan menyampaikan gagasan,
Mempresentasikan tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan. Mempresentasikan
merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan
secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan
perasaan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif melalui
beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual). Komponen-
komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan
mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa,
sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan
metakognisi.i.
Menulis Kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan
dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan
sesuai konteks. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan
dalam menulis di antaranya menerapkan penggunaan ejaan, kata,
kalimat, dan paragraf, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan
metakognisi dalam beragam tipe teks.

D. Capaian Pembelajaran
Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai beriku
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural
(teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra
berbentuk teks aural.
Membaca dan Memirsa Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang
dipirsa; dan memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam
teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
Mempresentasikan menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi
diskusi sesuai tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari
berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam;
dan menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks
JURNAL HARIAN BAHASA INDONESIA

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Kelas / Fase : III / Fase B
Semester : 2 (Dua)
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Guru : Abdul Muid, [Link]
Satuan Pendidikan : SDN 3 Woro

Hari /
Pertemua ATP yang Ringkasan Penilaia Refleksi
Tangga Bab / Topik Materi Pokok
n Dituju Kegiatan Inti n Guru
l
Guru
Mengidentifika
memperdengarka Beberapa
si isi
Senin, 6 Mengenal n percakapan Observas siswa masih
Bab 5: Teks percakapan
1 Jan bentuk dan isi sederhana; siswa i dan membaca
Percakapan sederhana yang
2026 percakapan menjawab lisan dengan suara
didengar atau
pertanyaan isi pelan
dibaca
percakapan
Siswa
Menyusun dan berpasangan
Rabu, 8 Membuat Unjuk Siswa
Bab 5: Teks memerankan membuat
2 Jan percakapan dua kerja & antusias dan
Percakapan percakapan percakapan dan
2026 tokoh sikap percaya diri
sederhana memerankan di
depan kelas
Membaca teks
Mengidentifika Siswa
“Cara Menanam Lembar
Senin, si langkah- Mengenal memahami
Bab 6: Teks Biji Kacang kerja &
3 13 Jan langkah dalam struktur teks urutan
Prosedur Hijau”; tanya
2026 teks prosedur prosedur langkah
menjawab isi jawab
sederhana dengan baik
bacaan
Menulis teks Siswa cukup
Rabu, Menulis teks Menulis urutan
Bab 6: Teks “Cara Mencuci Hasil baik menulis
4 15 Jan prosedur kegiatan
Prosedur Tangan yang tulisan kalimat
2026 sederhana sehari-hari
Benar” berurutan
Guru
Siswa
Mengenal teks membacakan Lisan
Senin, Mengidentifika menikmati
Bab 7: Teks yang teks deskripsi; dan
5 20 Jan si ciri-ciri teks kegiatan
Deskripsi menggambarka siswa menebak observas
2026 deskripsi tebak-
n benda/tempat objek yang i
tebakan
dimaksud
Beberapa
Rabu, Menulis teks Menulis Siswa menulis siswa perlu
Bab 7: Teks Tulisan
6 22 Jan deskripsi deskripsi benda tentang “Meja bimbingan
Deskripsi individu
2026 sederhana di kelas Belajarku” penggunaan
kata sifat
Membaca cerita
Mengidentifika
Senin, “Kelinci dan Sebagian
Bab 8: Teks si tokoh, latar, Mengenal
7 27 Jan Kura-kura”; Tes lisan siswa aktif
Narasi dan kejadian unsur cerita
2026 berdiskusi unsur berdiskusi
dalam cerita
cerita
Menyusun Menyusun Siswa
Rabu, Urutan
Bab 8: Teks kembali cerita potongan Unjuk memahami
8 29 Jan peristiwa
Narasi dengan urutan paragraf menjadi kerja urutan logis
2026 dalam cerita
benar cerita utuh cerita
Mengidentifika Siswa
Senin, 3 Bab 9: Teks Membaca teks
si informasi Mengenal teks Lembar tertarik
9 Feb Laporan “Hewan di
penting dalam laporan kerja dengan topik
2026 Pengamatan Kebun Sekolah”
teks laporan lingkungan
Rabu, 5 Bab 9: Teks Menulis Mengamati Siswa
Laporan hasil Hasil
10 Feb Laporan laporan tumbuhan di mampu
pengamatan tulisan
2026 Pengamatan sederhana dari halaman sekolah menulis
Hari /
Pertemua ATP yang Ringkasan Penilaia Refleksi
Tangga Bab / Topik Materi Pokok
n Dituju Kegiatan Inti n Guru
l
hasil dan menulis laporan
pengamatan laporan dengan
bimbingan
Sebagian
Guru siswa masih
Senin, Mengidentifika
Bab 10: Teks Mengenal ciri membacakan bingung
11 10 Feb si isi dan tujuan Tes lisan
Pengumuman pengumuman beberapa contoh membedakan
2026 pengumuman
pengumuman pengumuman
dan ajakan
Menulis Siswa menulis Tulisan
Rabu, Menulis teks
Bab 10: Teks pengumuman pengumuman Lembar cukup baik
12 12 Feb pengumuman
Pengumuman kegiatan lomba kerja dan sesuai
2026 sederhana
sekolah kebersihan kelas format
Guru
Siswa senang
Senin, Ciri-ciri puisi membacakan
Bab 11: Teks Mengenal puisi Unjuk berlatih
13 17 Feb dan rima puisi “Pelangi”;
Puisi anak kerja membaca
2026 sederhana siswa menirukan
puisi
dengan ekspresi
Rabu, Siswa menulis Tulisan Siswa kreatif
Bab 11: Teks Menulis puisi Menulis puisi
14 19 Feb puisi bertema & menggunaka
Puisi sederhana bertema alam
2026 “Matahari Pagi” ekspresi n kata sifat
Latihan Sebagian
Mengambil
Senin, Bab 12: Menemukan membaca siswa masih
informasi Lembar
15 24 Feb Membaca ide pokok paragraf dan menyalin
penting dari kerja
2026 Intensif paragraf menentukan ide kalimat
teks bacaan
pokok penuh
Rabu, Bab 12: Menjawab Diskusi isi
Pemahaman isi Pemahaman
16 26 Feb Membaca pertanyaan isi bacaan cerita Tes lisan
teks meningkat
2026 Intensif bacaan moral
Guru
Menyimak dan Siswa
Senin, 3 Bab 13: membacakan Observas
memahami isi Cerita rakyat antusias
17 Mar Menyimak cerita rakyat; i & tanya
cerita yang daerah mendengarka
2026 Cerita siswa menjawab jawab
didengar n
pertanyaan isi
Siswa
Menceritakan
Rabu, 5 Bab 13: Menyusun Siswa bercerita percaya diri
kembali isi Unjuk
18 Mar Menyimak kembali alur kembali dengan namun masih
cerita yang kerja
2026 Cerita cerita kata-kata sendiri perlu latihan
disimak
kosa kata
Senin, Bab 14: Mengungkapka Menyampaikan Diskusi ringan Siswa belajar
Sikap &
19 10 Mar Berbicara n pendapat pendapat tentang berbicara
lisan
2026 Efektif sederhana dalam diskusi kebersihan kelas bergiliran
Perlu
Rabu, Review Penilaian
Evaluasi Bab Tes tertulis dan Tes penguatan
20 12 Mar Tengah tengah
5–14 lisan sumatif menulis teks
2026 Semester semester
prosedur
Siswa
Senin, 7 Bab 15: Mengenal Menganalisis
Struktur surat Lembar memahami
21 Apr Menulis Surat bagian surat contoh surat
sederhana kerja isi surat
2026 Pribadi pribadi untuk teman
pribadi
Menulis dan Siswa
Rabu, 9 Bab 15: Menulis surat Menulis surat
membacakan Tulisan menulis
22 Apr Menulis Surat pribadi kepada dengan bahasa
surat untuk individu dengan
2026 Pribadi teman santun
teman sebangku antusias
Siswa
Senin, Mengenal ciri Iklan Menganalisis Lembar
Bab 16: Teks tertarik
23 14 Apr dan tujuan sederhana iklan di majalah observas
Iklan dengan
2026 iklan produk anak anak i
gambar iklan
24 Rabu, Bab 16: Teks Membuat iklan Menulis iklan Membuat poster Unjuk Siswa kreatif
Hari /
Pertemua ATP yang Ringkasan Penilaia Refleksi
Tangga Bab / Topik Materi Pokok
n Dituju Kegiatan Inti n Guru
l
16 Apr Iklan sederhana produk iklan “Buah kerja menggunaka
2026 makanan sehat Favoritku” n warna dan
kata-kata
Bab 17: Siswa cukup
Senin, 5 Menyusun Kalimat pokok Menata kalimat
Menulis Lembar memahami
25 Mei kalimat dan kalimat acak menjadi
Kalimat kerja struktur
2026 sederhana penjelas paragraf
Efektif kalimat
Bab 17:
Rabu, 7 Menyunting Penggunaan Latihan Masih perlu
Menulis
26 Mei kalimat huruf kapital memperbaiki Tes tulis penguatan
Kalimat
2026 sederhana dan tanda baca kalimat salah ejaan
Efektif
Membaca teks
Senin, Bab 18: Mengambil Informasi
berita anak dan Pemahaman
27 19 Mei Menyimpulka kesimpulan isi penting dari Tes tulis
menyimpulkann cukup baik
2026 n Bacaan teks bacaan
ya
Menyampaikan
Rabu, Bab 18: Siswa
hasil Laporan hasil Unjuk Siswa tampil
28 21 Mei Menyimpulka membacakan
kesimpulan membaca kerja percaya diri
2026 n Bacaan hasil simpulan
bacaan
Senin, 2 Evaluasi Sebagian
Review Akhir Ulangan akhir Tes tertulis & Tes
29 Juni keseluruhan besar hasil
Semester semester wawancara sumatif
2026 Bab 5–18 sangat baik
Rabu, 4 Menyusun Menampilkan
Refleksi Penguatan
30 Juni portofolio hasil hasil karya tulis
Semester 2 karakter literasi
2026 karya semester ini
PROGRAM TAHUNAN
KURIKULUM MERDEKA

Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA


Institusi : SDN 3 WORO
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Fase C Kelas/Semester : III (Tiga) / I ( Ganjil ) & II (Genap)

Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Bab I Ayo, Main!

 Melalui kegiatan berkelompok atau Bermain “Pulau


mandiri, peserta didik dapat Kursi”
menemukan dan mengelompokkan Membaca Teks
gambar benda, memeriksa “Lompat Tali”
penggunaan huruf kapital, tanda baca, Mencari Ide Pokok 192 menit I (Ganjil)
dan spasi, menyampaikan gagasan pada Teks “Lompat
dengan penuh semangat, serta Tali”
memahami dan mengikuti instruksi 1. Memahami
guru dengan tepat. Perasaan Tio dalam
Cerita “Lompat Tali”
2. Mengamati 192 menit
Gambar dalam Teks
“Lompat Tali”
1. Mengamati Tanda
Baca dalam Teks
“Lompat Tali”
2. Mengamati Huruf
Kapital pada Teks I (Ganjil)
“Congklak”

Mengoreksi Tanda
Baca Teks “Main
Egrang”

1. Menulis tentang 192 menit


Permainan yang
Disukai dan Tidak
Disukai

2. Menuliskan I (Ganjil)
Alasan Sesuai
Petunjuk

Kamus Kotak
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu

1. Membaca Nyaring
Teks “Pemain
Akrobat”
2. Mengamati 192 menit
Gambar Latihan
Otot

Mencari Informasi
dan
Mempresentasikan
Manfaat Otot dalam
Tubuh
I (Ganjil)

Membaca Buku
tentang Permainan

Menyimak Aba-Aba
dan Menirukan
Gerakan
Pemanasan

 1. Melengkapi 192 menit


Kalimat Rumpang
dengan Kata yang
Tepat

2. Mengamati
Denah dan
Mengikuti Petunjuk

Menandai Denah
I (Ganjil)
dan Menyampaikan
Alasan

Teka-Teki Silang
“Temukan Kosakata
Baru”

Menulis Cerita
tentang Permainan
Kesukaan
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi Alokasi Semester
Waktu
BAB II Kawan Seiring

 Melalui kegiatan berkelompok atau Menyimak Artikel 192 menit I (Ganjil)


mandiri, peserta didik dapat menulis “Joey Alexander,
cerita dengan struktur awal, tengah, Pianis yang
akhir, menyebutkan maksud sebuah Mendunia”
gambar, serta menyimak dan Membaca Artikel 192 menit
mengikuti instruksi guru dengan tepat. “Seni sebagai
I (Ganjil)
Kekuatan Diplomasi
Budaya”
Peta Pikiran: 192 menit
Diplomasi Lunak I (Ganjil)
Indonesia
Mempelajari 192 menit
Kosakata dalam
Artikel “Seni I (Ganjil)
Sebagai Kekuatan
Diplomasi Budaya”
Membaca Transkrip 192 menit
Wawancara
I (Ganjil)
“Panggung Dunia
Eko Supriyanto”
Melakukan 192 menit
I (Ganjil)
Wawancara
Berdiskusi dan 192 menit
Mengambil
Keputusan: Program I (Ganjil)
Pentas Seni
Sekolah
BAB III Pengobar Semangat
 Melalui kegiatan berkelompok atau Menyimak Kisah 192 menit
mandiri, peserta didik dapat berlatih “Legenda Putri I (Ganjil)
berbicara dengan sopan, menemukan Komodo”
Membaca “Legenda 192 menit
ide pokok, dan menyebutkan masalah
Putri Komodo” dan
yang dihadapi tokoh cerita dengan I (Ganjil)
Membahas Gaya
tepat. Bahasa Majas
Pengukuran Berat 192 menit
dengan Satuan I (Ganjil)
Baku
Mengelompokkan 192 menit
Informasi dari
Catatan Perjalanan I (Ganjil)
“Taman Nasional
Tanjung Puting”
Mengenal Ciri-Ciri 192 menit
dan Mengubah I (Ganjil)
‘Kalimat Langsung’
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Menjadi ‘Kalimat
Tidak Langsung’
dan Sebaliknya
Membaca Grafik 192 menit I (Ganjil)
Kreativitas: Memberi 192 menit
I (Ganjil)
Nama Orang Utan
Membaca dan 192 menit
Membahas Teks
I (Ganjil)
“Museum Manusia
Purba Sangiran”
Menulis Laporan 192 menit II(GENAP)
Hasil Pengamatan
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi Alokasi Semester
Waktu

BAB IV Senyum di Sekitarku


 Melalui kegiatan berkelompok atau Memirsa dan 192 menit
mandiri, peserta didik mampu Mendiskusikan I (Ganjil)
berpendapat dan menanggapi Poster Lingkungan
pendapat teman, menilai gambar dan Membaca Teks 192 menit
warna pada ilustrasi, juga menuliskan Eksplanasi Ilmiah
ide pokok, ide pendukung, dan dan Menentukan I (Ganjil)
kesimpulan bacaan dengan benar. Salah Benarnya
Informasi
Menulis Ringkasan
192 menit
Teks Eksplanasi
I (Ganjil)
Ilmiah

Menyimak Teks
192 menit
Berita I (Ganjil)

Memberi Tanggapan
192 menit
terhadap Teks
I (Ganjil)
Berita

Sinonim dan
192 menit
Antonim I (Ganjil)

Membaca dan
192 menit
Memahami
I (Ganjil)
Infografik

BAB V Bola-Bola Cokelat


Memirsa dan
 Melalui kegiatan berkelompok atau 192 menit II(GENAP)
Membandingkan
mandiri, peserta didik dapat
Foto serta Membuat
menggambar poster promosi,
Peta Pikiran
memperagakan wawancara, dan
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
menilai gambar atau ilustrasi pada Membaca Teks
192 menit II(GENAP)
buku bacaan dengan tepat. Biografi Isabel dan
Melati Wijsen

Menyampaikan
192 menit II(GENAP)
Pendapat

Membaca Nyaring
192 menit II(GENAP)

Memahami Kata-
192 menit II(GENAP)
Kata Mutiara Tokoh

Memirsa dan
192 menit II(GENAP)
Mendiskusikan Foto

Menyampaikan
192 menit II(GENAP)
Pendapat

Menyimak Transkrip
192 menit II(GENAP)
Pidato

Menulis Naskah
192 menit II(GENAP)
Pidato

Berpidato
192 menit II(GENAP)

BAB VI Tersesat

Membaca Cerpen
 Melalui kegiatan berkelompok atau 192 menit II(GENAP)
“Liburan Perpisahan
mandiri, peserta didik mampu
Kelas”
berpendapat dalam diskusi,
menyebutkan permasalahan yang Debat: Liburan ke
dialami tokoh, berbicara dengan 192 menit II(GENAP)
Luar Kota, Penting
volume suara yang tepat, dan atau Tidak Penting?
menuliskan pendapat dengan benar
Skala Prioritas dan
192 menit II(GENAP)
Merancang
Anggaran

Mempelajari Iklan
192 menit II(GENAP)
Menulis Kuitansi
192 menit II(GENAP)
Membaca Teks
192 menit II(GENAP)
“Uang Elektronik
dan Otomatisasi”
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Menulis Fiksi Ilmiah
192 menit II(GENAP)

BAB VII Aku dan si Merah


Membaca Cerita
 Melalui kegiatan berkelompok atau 192 menit II(GENAP)
“Teman Baru Frida”
mandiri, peserta didik dapat
menemukan informasi dalam bacaan, Diskusi: Mitos atau
mengajukan pertanyaan, menyimak 192 menit II(GENAP)
Fakta?
informasi tentang ciri hewan, dan
dapat menulis surat berisi pengalaman Memahami dan
192 menit II(GENAP)
dengan benar Menggunakan
Ungkapan dan
Peribahasa

Bermain Peran dan


192 menit II(GENAP)
Menunjukkan
Empati

Apresiasi Puisi
192 menit II(GENAP)
Membaca artikel
192 menit II(GENAP)
“Menyesap Sepi di
Kafe Sunyi”

Kalimat Majemuk
192 menit II(GENAP)
Bertingkat

Menulis Resensi
192 menit II(GENAP)
Buku

BAB VIII Sahabat dari Seberang


Membaca Esai:
 Melalui kegiatan berkelompok atau 192 menit II(GENAP)
Pada Masa Depan,
mandiri, peserta didik dapat menyimak
Robot akan
berbagai jenis percakapan, membaca
Menggantikan
dan mengisi tabel, menuliskan
Pekerjaan Manusia
pendapat, dan berpendapat dalam
diskusi dengan benar. Menulis Esai
192 menit II(GENAP)
Argumentatif Tahap
1 dan 2: Memilih
Topik dan Membuat
Kerangka

Membedakan Teks
192 menit II(GENAP)
Fiksi dan Nonfiksi
Alokasi Semester
No ATP Alur Tujuan Pembelajaran Materi
Waktu
Membaca Tip Aman
192 menit II(GENAP)
di Dunia Maya

Menulis Esai
192 menit II(GENAP)
Argumentatif Tahap
3 dan 4: Melakukan
Riset dan Menulis
Draf

Menulis Esai
192 menit II(GENAP)
Argumentatif Tahap
5: Menyunting
Naskah

Mengetahui, Woro, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Himmatul Ulyah, [Link] Abdul Muid, [Link]


NIP. 199107172019022001 NIPPPK. 197410172023211001

Anda mungkin juga menyukai