0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Program Kerja Humas Fix

Dokumen ini adalah program kerja Humas SMP Islam As Syafiah untuk tahun pelajaran 2024/2025, yang bertujuan meningkatkan kerjasama antara sekolah dan masyarakat serta mengoptimalkan komunikasi antara berbagai pihak. Program ini mencakup berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal, untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling pengertian. Selain itu, dokumen ini juga menetapkan landasan hukum dan manfaat dari program kehumasan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Diunggah oleh

Wasikatur Rohmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Program Kerja Humas Fix

Dokumen ini adalah program kerja Humas SMP Islam As Syafiah untuk tahun pelajaran 2024/2025, yang bertujuan meningkatkan kerjasama antara sekolah dan masyarakat serta mengoptimalkan komunikasi antara berbagai pihak. Program ini mencakup berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal, untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling pengertian. Selain itu, dokumen ini juga menetapkan landasan hukum dan manfaat dari program kehumasan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Diunggah oleh

Wasikatur Rohmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA HUMAS

Disusun sebagai Pedoman untuk Melaksanakan


Kegiatan Tahun Pelajaran 2024/2025

Disusun oleh:
WAKA HUMAS

SMP ISLAM AS SYAFIAH


Pondok Pesantren Mojosari Desa Ngepeh Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk

PROGRAM HUMAS
SMP ISLAM AS SYAFIAH
A. Latar Belakang
Dengan semakin kompleksnya manajemen Sekolah yang selalu berkembang dan
padatnya kegiatan kepemimpinan di Sekolah, maka semakin banyak pula masalah-masalah yang
perlu penanganan, dan melibatkan warga sekolah, baik guru, orang tua, siswa mapun pemerintah
setempat sama-sama menyadari perlunya terobosan-terobosan yang positif agar mampu
meningkatkan nilai jual Sekolah, meningkatnya kepercayaan masyarakat dan semakin kondusifnya
kegiatan belajar mengajar sehingga akan menghasilkan lulusan yang baik dan bisa melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi.
Keterlibatan seluruh warga sekolah dan masyarakat yang peduli akan pendidikan, serta
saling mengisi diantara kelebihan dan kekurangan yang ada akan menjadikan kegiatan proses
belajar mengajar akan berlangsung dengan baik dan efektif. Masyarakat merasa memiliki dan
merasakan manfaat dengan adanya Sekolah yang berada dilingkungannya.
Dalam hal ini wakil kepala sekolah sebagai perantara hubungan dengan masyarakat tidak
mungkin dapat bekerja sendiri tanpa ada kerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan
kepala pemerintahan daerah. Humas menjadi unsur penyambung komunikasi dengan berbagai
pihak dan berbagai kegiatan informasi-infirmasi yang berhubungan dengan kinerja guru, hubungan
sekolah dengan orang tua siswa, dengan dinas instansi yang lain, dengan lembaga pondok
pesantren dan dengan masyarakat secara luas.
Bagaimanapun juga sekolah tidak bisa terlepas dari lingkungan masyarakat dimana
sekolah tersebut berada, hubungan harus tetap dibina dengan baik, kultur dan budaya masyarakat
tidak boleh bersinggungan. Bantuan dan silaturahmi dengan warga setempat harus terus dibina,
sumbangan dan santunan bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu, adanya musibah, kematian
dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya terus dibina sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh
sekolah. Kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat, RT, RW, Kepala Kelurahan sangat diperlukan
dan ditingkatkan lagi karena dengan kerjasama yang baik dan saling pengertian maka akan
terciptanya kondisi yang tertib, keamanan terjaga dan situasi selalu kondusif karena masyarakat
merasa ikut memiliki dan peduli dengan keberadaan sadrasah tersebut.
Bekerja sama dengan komite sekolah untuk mencari solusi-solusi yang terbaik bagi
peningkatan mutu Pendidikan. Sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu
bersaing di era globalisasi. Pentingnya menjalain hubungan dengan sekolah-sekolah lanjutan atas
termasuk dengan lembaga perguruan tinggi hendaknya terus ditingkatkan agar mampu menambah
wawasan yang luas bagi peserta didik, penempatan mahasiswa PPL dari perguruan tinggi,
melakukan kunjungan-kunjungan atau studi banding perlu dilakukan jika memang dibutuhkan.
MOU dengan istansi/lembaga-lembaga lain merupakan bentuk kerjasama yang harus terus
ditingkatkan sehingga mampu menciptakan generasi yang berpikir rasional dan ilmiah dalam
kehidupan dimasyarakat nantinya.

B. Landasan Program
1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional,
2) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
3) Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang standar Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan,
4) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 135/U/2004 Tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Pendidikan,
5) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan
Komite Sekolah,
6) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Organisasi Tata Kerja
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah,
7) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22, 23, dan 24 tahun 2006 tentang Standar
Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Petunjuk pelaksanaannya serta Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional RI Nomor Nomor 6 Tahun 2007 Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional RI Nomor No 24 Tahun 2006,
8) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 22, dan 23 Tahun 2006 tentang Standar
Kompetensi Lulusan dan Pelaksanannya, dan telah diubah dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nomor: 47 Tahun 2008,
9) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Organisasi Dan Tata
Kerja Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
10) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Kepala Sekolah,
11) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru,
12) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 18 tahun 2007 Tentang Sertifikasi Guru Dalam
Jabatan,
13) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan,
14) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
Pendidikan
15) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan
Prasarana,
16) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses,
17) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 48 Tahun 2007 tentang Standar Pendanaan,
18) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 50 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan
oleh Pemerintah Daerah,
19) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga
Administrasi Sekolah,
20) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga
Perpustakaan Sekolah,
21) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga
Laboratorium Sekolah,
22) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 12 Tahun 2009 tentang Kriteria dan
Perangkat Akreditasi SMP/Mts
23) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 69 tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
24) Keputusan Rapat Kerja Guru, Staf Tata Usaha Sekolah.......... bulan ........tahun ...................
25) Keputusan Rapat Komite Sekolah tanggal .................. bulan ................tahun.............
C. Tujuan dan Sasaran Program
Ruslan (2006) mengatakan bahwa humas merupakan mediator yang berada di antara
pimpinan organisasi dengan publiknya. Selanjutnya, ia mengatakan bahwa aktivitas tugas humas
adalah mengelola komunikasi antara organisasi dengan publiknya. Jadi dapat dikatakan bahwa
humas (public relation) adalah aktivitas yang menghubungkan antara organisasi dengan masyarakat
(public) demi tercapaianya tujuan organisasi dan harapan masyarakat dengan produk yang
dihasilkan.
Berdasar pengertian tersebut, maka maksud disusunnya program kerja Wakil Kepala
Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat adalah mampu untuk menjembatani keterlibatan seluruh
anggota masyarakat Sekolah, guru, siswa, orang tua, lingkungan, perguruan tinggi dan lembaga
pemerintah dan swasta untuk ikut peduli dalam mengoptimalkan kemampuan dan kerja sama
sesuai dengan kemampuannya masing-masing, dan membantu kepala Sekolah dalam kegiatan
pengelolaan Sekolah.
Adapun tujuan dari program kerja Wakil Kepala Sekolah urusan hubungan masyarakat
Adalah:
1) Meningkatkan kerja sama antar warga sekolah.
2) Meningkatkan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat sekitar sehingga masyarakat
merasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberadaan sekolah.
3) Meningkatkan kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat, komite sekolah sehingga memiliki
peran aktif dengan maju mundurnya sekolah.
4) Menjalin kerjasama dengan alumni.
5) Menjaga keharmonisan hubungan dengan masyarakat sekitar sehingga keamanan sekolah
dapat terpelihara dengan baik.
6) Meningkatkan dan menumbuhkembangkan jiwa persatuan,persaudaraan, dan kebangsaan
7) Bersama dengan kesiswaan dan BP/BK menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga lain
termasuk perguruan-perguruan tinggi untuk meningkatkan wawasan peserta didik.
Adapun sasaran yang ingin dicapai dari program ini adalah terjalinnya hubungan baik antar anggota
masyarakat sekolah, masyarakat umum, lingkungan, komite, Lembaga-lembaga lain di luar
Kedinasan termasuk perguruan tinggi, Dunia usaha dan Industri, tokoh-tokoh masyarakat, alumni
dan media massa sehingga terciptanya hubungan yang harmonis dan terjalin rapi serta saling
pengertian.

D. Manfaat Program
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penyusunan program kehumasan yang ada di Sekolah
sebagai berikut;
1. Dapat digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan tugas oleh bagian kehumasan di Sekolah.
2. Sebagai panduan yang menuntut untuk dilaksanakan dalam mencapai target sesuai dengan apa
yang telah diprogramkan.
3. Sebagai barometer untuk mengetahui seberapa jauh agenda-agenda yang direncanakan sudah
dilaksanakan dan bisa tercapai.
4. Sebagai alat evaluasi untuk mengetahui dan mengukur keberhasilan kegiatan di Sekolah.
5. Sebagai sarana untuk menjembatani hubungan antar warga sekolah, antar lembaga/instansi,
orang tua/ wali siswa, masyarakat secara umum, Pondok Pesantren, dan pemerintah daerah.
6. Sebagai wadah untuk mengagendakan, menjembatani, dan menyampaikan usulan – usulan
berkenaan dengan kemajuan sekolah.
7. Sebagai salah satu tempat sumber informasi dari sekolah.
8. Sebagai sarana menyampaikan informasi dari sekolah (Program-program Sekolah, kebijakan
Sekolah, Prestasi guru, prestasi siswa dan lain-lain yang ada kaitannya dengan Sekolah.
9. Membantu mempercepat sosialisasi program-program Sekolah kepada masyarakat.
10. Sebagai mediator dalam menyampaikan komunikasi secara langsung (tatap muka) dan
komunikasi tidak langsung (media pers) kepada pimpinan lembaga dan publik intern (guru,
karyawan dan peserta didik).
[Link] menciptakan suatu citra yang positif terhadap lembaga pendidikannya.
[Link] manfaat-manfaat lain yang akan ditambahkan berikutnya.

E. Tugas Pokok Humas


Bidang hubungan masyarakat mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan
sebagai berikut:
1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-
pihak lain yang membutuhkannya.
2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi
kepada masyarakat atau pihak-pihak tertentu yang memerlukannya.
3. Membantu Kepala Sekolah mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi
yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu.
4. Membantu Kepala Sekolah dalam mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan yang
berhubungan dengan pelaksanaan kepada masyarakat dan pihak tertentu sebagai akibat dari
komunikasi timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan untuk
penyempurnaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.
5. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah
pendidikan.

F. Beberapa Jenis Kegiatan Program Humas


Program Humas Sekolah meliputi beberapa kegiatan anatara lain:
a. Kegiatan Eksternal
Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan Masyarakat di luar
sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yaitu:
1. Indirect act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan Masyarakat melalui perantara media
tertentu seperti, informasi melalui internet/website sekolah serta penyebaran informasi
melalui kegiatan pameran karya anak.

Pameran karya anak agenda MKKS SMP di Pendopo Nganjuk dalam rangka Hardiknas
2. Direct act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan Masyarakat melalui tatap muka,
misalnya: rapat bersama dengan kepala sekolah atau instansi lain, konsultasi dengan tokoh
asyarakat, melayani kunjungan tamu dan sebagainya.
b. Kegiatan Internal
Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga sekolah SMP Islam As
Syafiah dan SMPI Excellent As Syafiah yang bersangkutan yaitu para Guru, staf Tata Usaha,
Pengurus Pondok, Pembantu Pelaksana dan semua santri/siswa. Kegiatan ini juga dapat
dilaksanakan dengan dua kemungkinan, yaitu:
1. Indirect act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat edaran,
penggunaan papan pengumuman di sekolah, penyelenggaran majalah dinding,
menerbitkan kalender sekolah/pondok untuk dibagikan pada warga sekolah serta kegiatan
pentas seni dalam rangka PHBI.
2. Direct act adalah kegiatan internal yang dapat berupa rapat dewan guru dengan kepala
sekolah dan Yayasan, upacara bendera di sekolah, kegiatan rekreasi sekolah.

G. Rincian Tugas Pokok Humas


Sebagaimana telah diuraikan dalam rincian tugas. Beberapa tugas pokok Humas terbagi ke dalam
beberapa bagian meliputi:
a. Hubungan sekolah dengan orang tua
1. Memberikan pengertian tentang tugas komite sekolah kepada seluruh orang tua siswa
2. Penjelasan kebijakan sekolah
3. Penjelasan tanggung jawab pendidikan orang tua siswa
b. Hubungan sekolah dengan Masyarakat
1. Memberikan pengertian komite sekolah tentang tanggung jawabnya
2. Pemeliharaan hubungan yang baik antara sekolah dengan komite sekolah
3. Menampung saran dan pendapat komite sekolah untuk kemajuan sekolah
c. Hubungan sekolah dengan komite sekolah
1. Memberikan pengertian masyarakat sekitar sekolah tentang fungsi sekolah
2. Melaksanakan pengabdian masyarakat
3. Menimbulkan cinta lingkungan bagi guru dan siswa
4. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa
5. Menampung saran dan pendapat masyarakat untuk kemajuan sekolah
d. Hubungan sekolah dengan instansi lainnya
1. Menjalin kerjasama dengan instansi lainnya, baik instansi pemerintah maupun swasta
2. Mengkoordinasikan kepentingan sekolah dengan pihak lainnya
3. Ikut menyukseskan program-program pemerintah

H. Bentuk Operasional Humas


a. Program Umum
1. Koordinasi dengan instansi pemerintah
2. Koordinasi dengan Ketua Yayasan Al Mardliyah Ponpes Mojosari
3. Koordinasi dengan Kepala Sekolah
4. Koordinasi dengan para Wakil kepala Sekolah (Waka Kur, Waka Sis, dan Waka Saspras)
5. Koordinasi dengan KTU dan bendahara Sekolah
6. Koordinasi dengan pengurus pondok pesantren yang ada di sekolah
7. Koordinasi dengan tokoh masyarakat di sekitar Sekolah
8. Koordinasi dengan wali santri/siswa jika dibutuhkan dan komite sekolah

b. Program Khusus
1. Melaksanakan rapat koordinasi dengan wali siswa/santri baru bersama dengan komite
sekolah, kepala sekolah dan ketua Yayasan ketika kedatangan santri baru untuk menetapkan
program sekolah, tata tertib sekolah dan pondok secara umum.
2. Melaksanakan rapat koordinasi/pengarahan sebelum pengambilan rapot hasil belajar siswa
selama 1 semester dengan wali siswa/santri kelas 7,8, dan 9 bersama dengan komite
sekolah, kepala sekolah, dan guru.
3. Rapat koordinasi pengurus komite dalam penyusunan RKAS.
4. Melaksanakan rapat dinas tiap bulan sekali.
5. Kerjasama dengan kesiswaan dan BP/BK dalam menangani masalah kemampuan, minat dan
kekeluargaan.
6. Bekerjasama dengan kesiswaan untuk melakukan kegiatan sabtu sehat dan sabtu bersih
dilingkungan sekolah setiap 1 bulan sekali di akhir pekan.
7. Mengadakan Kerjasama dengan kesiswaan dalam memperingati Hari Besar Nasional
maupun hari Besar Agama.
8. Kerjasama dengan segenap Bapak/Ibu guru dan karyawan sekolah.
9. Kerjasama dengan Puskesmas Loceret terkait pemeriksaan rutin siswa.
10. Kerjasama dengan Dinas Kesehatan terkait antisipasi/pencegahan sejak dini penyakit DB
dengan kegiatan fogging.
11. Kerjasama dengan aparat pemerintahan desa Ngepeh Loceret serta menjalin silaturahmi
antar Alumni.
12. Kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan lain, termasuk dengan perguruan tinggi
tentang kemajuan Pendidikan.
13. Kerjasama dengan dunia usaha seperti Bank BRI dan BTN terkait pembayaran bulanan
siswa.
14. Menjalin kerjasama dengan Mojosari Mart terkait dengan kantin sekolah dan Toko Mafaza
terkait penyediaan seragam dan kelengkapan ATK.
15. Mengadakan kunjungan dan bantuan kepada warga sekolah yang sedang sakit.
16. Mengadakan kunjungan dan bantuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan.
17. Mengadakan koordinasi untuk memberikan bantuan siswa miskin/dan yatim piatu.
18. Mengadakan koordinasi dengan wali kelas untuk memberikan bantuan dan kunjungan
terhadap siswa yang sedang sakit.
19. Mengadakan koordinasi dengan wali kelas jika ada wali siswa/santri yang terkena musibah
kematian untuk ta’ziah.

I. Bidang Tugas Pokok Humas


Tugas pokok Humas meliputi beberapa bidang diantaranya:
1. Bidang Sarana Prasarana
Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian, jumlah dan tingkat
kesarjanaan pendidiknya, sarana dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan
perpustakaan serta media teknologi yang mendukung PBM.
2. Bidang Sarana Pendidikan
Gedung dan bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum, kantor, perabot atau
mebelar yang memadai akan memiliki daya tarik tersendiri bagi popularitas sekolah.
3. Bidang Sosial
Partisipasi sekolah dengan masyarakat sekitarnya seperti kerja bakti, perayaan-perayaan hari
besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya akan menambah kesan masyarakat
sekitar akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang
senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat.

J. Jadwal Kegiatan/Program Humas


No Jenis Kegiatan/Program Waktu Sasaran Materi/Keterangan
Pelaksanaan
1 Rapat koordinasi dengan wali Minggu ke 3 bulan Kelas 7 Kedatangan siswa/santri
siswa/santri Juli 2024 siswa/santri baru ke pondok dan
baru Pengenalan program
sekolah dan pondok serta
penyampaian tata tertib
sekolah dan pondok
Minggu ke 3 bulan Kelas 8 Kedatangan siswa/santri
Juli 2024 ke pondok setelah liburan
sekolah dan penyampaian
program belajar kelas 8
Minggu ke 3 bulan Kelas 9 Kedatangan siswa/santri
Juli 2024 ke pondok setelah liburan
sekolah dan penyampaian
program belajar kelas 9
Minggu ke 3 atau Kelas 7, 8, dan Pengambilan rapot hasil
ke 4 bukan 9 belajar siswa semester
Desember 2024 ganjil
Minggu ke 3 bulan Kelas 7, 8, dan Kedatangan siswa/santri
Juni 9 ke pondok setelah liburan
dan pengambilan rapot
hasil belajar siswa
semester genap
2 Rapat Dinas Dilaksanakan Semua guru - Disiplin kerja
setiap bulan sekali beserta kepala - Evaluasi kegiatan
sekolah dan sekolah dan KBM
yayasan - Informasi tentang
kedinasan dll
3 Rapat koordinasi dengan komite Minggu ke 1 bulan Pengurus Menyusun RKAS dan
sekolah dan yayasan Agustus 2024 dan komite revisi pada bulan Januari
bulan Januari 2025 sekolah
minggu ke 2
4 Pertemuan Paguyuban Dilakukan setiap 1 Warga sekolah Silaturahmi, tahlil dan
(Keluarga besar Ponpes tahun sekali doa bersama, serta
Mojosari) agenda buka puasa
bersama
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Program kegiatan sebagaimana tersebut di atas, maka dapat disimpulan bahwa:
1. Program kegiatan ini dibuat dalam rangka sebagai pedoman atau arahan untuk melaksanakan
kegiatan agar terarah dan dapat mencapai hasil yang maksimal.
2. Program kegiatan ini menitik beratkan pada, kerjasama dan partisipasi wali siswa/santri dan
instansi lain yang terkait.

B. Saran
Dari simpulan tersebut, dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
1. Hendaknya masyarakat ataupun wali siswa/santri mau meningkatkan partisipasinya terhadap
upaya peningkatan mutu Pendidikan di sekolah.
2. Hendaknya pengurus komite, pengurus pondok dan instansi terkait mendukung semua kegiatan
yang sudah terprogram.

Mengetahui, Loceret, 17 Juli 2024


Kepala Sekolah SMPI As Syafiah Waka Humas 1

Ning Namira Fauziya, Lc. Moh. Muflih Mukafi, S.E.

Kepala Sekolah SMPI Excellent As Syafiah Waka Humas 2

Munif, [Link]. I, Gr. Anjarwati Eka Rukmana, [Link]., Gr.

Anda mungkin juga menyukai