MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 2 : PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : ......................................................
Nama Penyusun : ......................................................
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase / Semester : II (Dua) / A / 1 (Ganjil)
Alokasi Waktu : 8 JP (4 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 20.. / 20..
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal : Peserta didik telah mampu membilang dan menulis lambang
bilangan cacah sampai dengan 50.
● Minat : Peserta didik menunjukkan antusiasme dalam kegiatan belajar yang bersifat
interaktif, seperti permainan peran (jual-beli), penggunaan alat peraga, dan cerita.
● Latar Belakang : Peserta didik memiliki pemahaman awal tentang konsep "bertambah"
dan "berkurang" dari pengalaman sehari-hari, namun belum terformalkan secara
matematis.
● Kebutuhan Belajar :
○ Visual: Membutuhkan visualisasi konsep melalui gambar, diagram sederhana, dan
peragaan menggunakan benda-benda berwarna.
○ Auditori: Memahami konsep melalui cerita, penjelasan lisan yang jelas, dan diskusi
untuk memecahkan masalah.
○ Kinestetik: Perlu pengalaman langsung dalam mempraktikkan penjumlahan dan
pengurangan dengan memindahkan, menggabungkan, dan memisahkan benda-benda
konkret.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami makna operasi penjumlahan sebagai proses
menggabungkan dua atau lebih kelompok benda, dan pengurangan sebagai proses
mengambil sebagian benda dari suatu kelompok atau mencari selisih. Memahami
makna simbol tambah (+), kurang (-), dan sama dengan (=).
○ Prosedural: Mampu melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan
bilangan cacah (khususnya sampai 20 sesuai CP Fase A) dan mampu menerapkan
prosedur tersebut untuk menyelesaikan soal cerita.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Konsep penjumlahan dan
pengurangan sangat esensial dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat menghitung total
mainan, berbagi makanan dengan teman, menghitung uang saku, atau mengetahui sisa
kue.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Transisi dari operasi hitung konkret ke soal cerita abstrak
seringkali menjadi tantangan bagi peserta didik.
● Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan konsep dan operasi penjumlahan,
dilanjutkan dengan konsep dan operasi pengurangan, dan diakhiri dengan penerapan
kedua konsep tersebut dalam pemecahan masalah (soal cerita).
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mendorong nilai-nilai seperti kedermawanan (berbagi),
kejujuran (menghitung kembalian), ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mengajarkan konsep berbagi kepada sesama sebagai bentuk rasa syukur.
● Kewargaan: Memahami pentingnya keadilan saat membagi sesuatu secara merata
dengan teman.
● Penalaran Kritis: Menganalisis informasi dalam soal cerita untuk menentukan operasi
hitung yang tepat (apakah harus ditambah atau dikurang).
● Kreativitas: Mampu menyusun atau membuat soal cerita sederhana berdasarkan gambar
atau situasi yang diberikan.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah matematika
atau bermain peran jual-beli.
● Kemandirian: Percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal latihan penjumlahan dan
pengurangan secara individu.
● Kesehatan: Menghitung jumlah asupan makanan sehat atau jumlah langkah saat
berolahraga.
● Komunikasi: Mampu menjelaskan proses penghitungan dan jawaban dari sebuah soal
cerita menggunakan bahasa yang sederhana dan tepat.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase A, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
Aljabar
Menunjukan pemahaman makna simbolmatematika "=" dalam suatu kalimat matematika
yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20
menggunakan gambar. Contoh:
Murid dapat mengenali, meniru, dan melanjutkan pola bukan bilangan (misalnya,
gambar, warna, bunyi/suara).
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
● Bahasa Indonesia: Membaca dan memahami kalimat dalam soal cerita, serta
menceritakan kembali proses pemecahan masalah.
● Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Menggambarkan situasi penjumlahan atau
pengurangan dalam sebuah karya gambar sederhana.
● Pendidikan Pancasila: Mengaitkan konsep berbagi dengan sila-sila Pancasila,
khususnya keadilan sosial.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1 & 2: Peserta didik mampu memahami konsep dan melakukan operasi
penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan berbagai cara. (4 JP)
● Pertemuan 3 & 4: Peserta didik mampu memahami konsep, melakukan operasi
pengurangan bilangan cacah sampai 20, dan menyelesaikan soal cerita sederhana yang
berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan. (4 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan makna penjumlahan sebagai penggabungan.
2. Menjumlahkan dua bilangan cacah dengan hasil tidak lebih dari 20.
3. Menjelaskan makna pengurangan sebagai pengambilan atau pencarian selisih.
4. Mengurangkan dua bilangan cacah (bilangan pertama tidak lebih dari 20).
5. Menggunakan simbol +, -, dan = dengan benar dalam kalimat matematika.
6. Mengidentifikasi masalah penjumlahan dalam soal cerita.
7. Mengidentifikasi masalah pengurangan dalam soal cerita.
8. Menyelesaikan soal cerita sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
"Asyiknya Berbagi dan Bermain": Menggunakan konteks kegiatan berbagi bekal, bermain
kelereng, membeli jajanan di kantin, dan aktivitas sehari-hari lainnya untuk mengenalkan
konsep penjumlahan dan pengurangan.
F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Discovery Learning (Belajar Penemuan) & Role Playing
(Bermain Peran).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus memahami kata kunci dalam
soal cerita untuk menentukan operasi yang benar.
○ Meaningful Learning: Peserta didik memecahkan masalah matematika yang
diambil langsung dari pengalaman mereka (misal: menghitung sisa uang jajan),
sehingga terasa lebih bermakna.
○ Joyful Learning: Pembelajaran dilakukan melalui permainan peran (simulasi kantin
sekolah) dan aktivitas kelompok yang dinamis dan menyenangkan.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, simulasi, tanya jawab, diskusi, penugasan.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan soal cerita dengan tingkat kompleksitas yang
berbeda. Menggunakan benda konkret bagi yang membutuhkan dan angka abstrak
bagi yang sudah mahir.
○ Diferensiasi Proses: Memberikan scaffolding (bantuan bertahap) dalam
memecahkan soal cerita. Peserta didik dapat bekerja secara individu, berpasangan,
atau kelompok.
○ Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menunjukkan pemahamannya dengan cara
menceritakan jawabannya, menuliskan kalimat matematikanya, atau
memeragakannya.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan pengelola kantin untuk melakukan kegiatan
simulasi jual-beli secara nyata (jika memungkinkan).
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan peserta didik untuk
mempraktikkan jual-beli sederhana dengan orang tua di rumah atau di warung terdekat.
● Mitra Digital: Menggunakan aplikasi kasir sederhana atau permainan jual-beli digital
untuk pengayaan.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik:
○ Menata ruang kelas menyerupai "warung" atau "kantin" kecil saat kegiatan bermain
peran.
○ Menyediakan area untuk kerja kelompok dan area tenang untuk kerja individu.
● Ruang Virtual:
○ Menayangkan video animasi pendek tentang cerita penjumlahan dan pengurangan.
● Budaya Belajar:
○ Membangun kepercayaan diri peserta didik bahwa setiap orang bisa belajar
matematika.
○ Menghargai setiap proses berpikir dan strategi yang digunakan peserta didik,
meskipun hasilnya belum sempurna.
○ Mendorong budaya bertanya dan tidak takut salah.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Video lagu anak-anak tentang penjumlahan dan pengurangan.
● Aplikasi game edukasi tentang berhitung dan jual-beli.
● Penggunaan papan tulis interaktif untuk memvisualisasikan pemecahan soal cerita.
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Konsep Penjumlahan (Menggabungkan)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Guru menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran.
● Apersepsi: Guru meminta 3 anak maju ke depan, lalu memanggil 2 anak lagi untuk
bergabung. Guru bertanya, "Sekarang ada berapa anak di depan?" (Meaningful
Learning).
● Motivasi: Guru bercerita tentang pentingnya saling berbagi dan bagaimana matematika
membantu kita untuk berbuat adil.
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan belajar tentang
"penjumlahan" agar bisa menghitung total benda jika digabungkan.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Eksplorasi: Peserta didik dalam kelompok diberi dua wadah berisi benda (misal: 5
kancing dan 4 manik-manik). Mereka diminta untuk menggabungkan isi kedua wadah
dan menghitung jumlah totalnya.
● Demonstrasi: Guru memperkenalkan simbol tambah (+) dan sama dengan (=). Guru
menuliskan kalimat matematika di papan tulis: 5 + 4 = 9.
● Mindful Learning: Guru menekankan bahwa simbol '+' artinya "ditambah" atau
"digabungkan".
● Latihan: Peserta didik mengerjakan latihan menjumlahkan gambar benda.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang kesulitan tetap menggunakan benda konkret. Peserta
didik yang cepat paham diberi tantangan menjumlahkan tiga kelompok benda.
○ Produk: Peserta didik menggambar sebuah situasi penjumlahan (misal: 2 apel
ditambah 3 apel) dan menuliskan kalimat matematikanya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang terjadi pada jumlah benda jika kita melakukan penjumlahan?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa penjumlahan membuat jumlah benda menjadi lebih
banyak.
● Tindak Lanjut: Tugas sederhana: menghitung total sendok dan garpu di meja makan
rumah.
● Penutup: Doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Konsep Pengurangan (Mengambil)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.
● Apersepsi: Mengingat kembali tentang penjumlahan dengan tebak-tebakan cepat.
● Motivasi: Guru membawa 7 buah pensil dan memberikan 2 pensil kepada seorang
peserta didik. Guru bertanya, "Berapa sisa pensil yang ibu pegang sekarang?"
(Meaningful Learning).
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan akan belajar "pengurangan" untuk bisa
menghitung sisa.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Eksplorasi: Peserta didik diberi sejumlah benda (misal: 10 stik es krim). Guru
menginstruksikan untuk "mengambil" atau "memisahkan" sejumlah stik (misal: 4 stik),
lalu menghitung sisanya.
● Demonstrasi: Guru memperkenalkan simbol kurang (-). Guru menuliskan kalimat
matematika: 10 - 4 = 6.
● Mindful Learning: Guru menekankan bahwa simbol '-' artinya "diambil", "dikurangi",
atau menunjukkan "sisa".
● Permainan "Ambil Kue": Guru menggambar sejumlah kue di papan tulis. Peserta didik
maju satu per satu untuk "memakan" (menghapus) beberapa kue dan menuliskan kalimat
pengurangannya. (Joyful Learning).
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Menggunakan garis bilangan untuk memvisualisasikan pengurangan
(bergerak mundur).
○ Produk: Peserta didik membuat gambar cerita tentang pengurangan (misal: ada 5
balon, 2 meletus, sisa 3).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Jika kita melakukan pengurangan, jumlah benda menjadi lebih banyak atau
lebih sedikit?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa pengurangan membuat jumlah benda menjadi lebih
sedikit.
● Tindak Lanjut: Latihan soal pengurangan sederhana.
● Penutup: Doa dan salam.
PERTEMUAN 3 & 4 (4 JP : 140 MENIT)
Topik : Soal Cerita dan Bermain Peran Jual-Beli
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru menunjukkan kartu simbol '+' dan '-', peserta didik menyebutkan
artinya.
● Motivasi: "Siapa yang suka jajan di kantin? Hari ini, kelas kita akan menjadi kantin!"
(Joyful Learning).
● Penyampaian Tujuan: Hari ini akan belajar memecahkan masalah sehari-hari
menggunakan penjumlahan dan pengurangan melalui permainan.
KEGIATAN INTI (110 MENIT)
● Demonstrasi (Pertemuan 3): Guru menyajikan sebuah soal cerita sederhana di papan
tulis. Guru membimbing peserta didik untuk:
1. Membaca soal dengan teliti.
2. Menemukan angka-angka penting.
3. Mencari kata kunci (misal: "membeli lagi" berarti ditambah, "diberikan kepada adik"
berarti dikurang). (Mindful Learning).
4. Menuliskan kalimat matematika dan menyelesaikannya.
● Latihan Terbimbing: Memecahkan 2-3 soal cerita bersama-sama di papan tulis.
● Persiapan Bermain Peran (Akhir Pertemuan 3): Guru dan peserta didik menyiapkan
"Kantin Kelas". Ada yang menjadi penjual, ada yang menjadi pembeli. Menyiapkan
"uang" mainan dan "barang dagangan" (alat tulis, makanan mainan) dengan label harga
sederhana (misal: 5, 10, 15).
● Bermain Peran (Pertemuan 4):
○ Peserta didik melakukan simulasi jual-beli.
○ Pembeli harus menghitung total harga (penjumlahan) jika membeli lebih dari satu
barang.
○ Penjual harus menghitung uang kembalian (pengurangan). (Meaningful Learning).
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru mendampingi setiap transaksi, membantu peserta didik yang kesulitan
menghitung. Harga barang dan jumlah uang bisa disesuaikan dengan kemampuan
peserta didik.
○ Produk: Setelah bermain, setiap peserta didik menuliskan minimal satu transaksi
yang mereka lakukan (contoh: "Aku membeli pensil harga 5 dan penghapus harga 3.
Totalnya 8.").
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang kamu pelajari dari kegiatan jual-beli hari ini? Apakah
menyenangkan?"
● Rangkuman: Menyimpulkan bahwa penjumlahan dan pengurangan sangat berguna saat
kita berbelanja.
● Tindak Lanjut: Guru memberikan beberapa soal cerita sederhana sebagai asesmen
sumatif.
● Penutup: Membereskan kembali "Kantin Kelas" bersama-sama, ditutup doa dan salam.
H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, guru bertanya: "Jika kakak punya 3 permen dan adik punya
2 permen, permen siapa yang lebih banyak?"
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Selama proses belajar, misalnya "Jika 5 ditambah 3, hasilnya berapa?".
● Observasi: Mengamati kemampuan peserta didik saat berdiskusi kelompok, melakukan
permainan, dan bermain peran (kemampuan menghitung, kejujuran, kerja sama).
● Latihan Soal/LKPD:
○ Soal menjodohkan kalimat matematika dengan gambar yang sesuai.
○ Soal isian singkat untuk operasi penjumlahan dan pengurangan.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Buku Cerita Matematika: Peserta didik membuat satu halaman cerita bergambar
yang mengandung soal penjumlahan atau pengurangan, lengkap dengan kalimat
matematika dan jawabannya.
● Praktik (Kinerja):
○ Simulasi: Penilaian saat kegiatan bermain peran jual-beli, fokus pada kemampuan
menghitung total belanja dan kembalian.
● Tes Tertulis: Serangkaian soal (5-10 soal) yang terdiri dari soal hitung penjumlahan,
pengurangan, dan soal cerita sederhana.
Mengetahui, CIBITUNG, .JULI 2025
Kepala Sekolah Guru Kelas
TRISUNARSIH, [Link] ROCHAYATI, S.E
NIP. 19850705201492001 NIP. 198309022024212005