0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan28 halaman

Program BK

Dokumen ini adalah program bimbingan dan konseling untuk kelas X di SMA Negeri 1 Ende tahun pelajaran 2022/2023, yang bertujuan untuk membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, dan merencanakan karir. Program ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan siswa dan mengacu pada berbagai peraturan pendidikan yang berlaku. Terdapat empat komponen utama dalam program ini, yaitu layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, pelayanan responsif, dan dukungan sistem.

Diunggah oleh

naroreyneldis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan28 halaman

Program BK

Dokumen ini adalah program bimbingan dan konseling untuk kelas X di SMA Negeri 1 Ende tahun pelajaran 2022/2023, yang bertujuan untuk membantu siswa memahami diri, mengembangkan potensi, dan merencanakan karir. Program ini disusun berdasarkan analisis kebutuhan siswa dan mengacu pada berbagai peraturan pendidikan yang berlaku. Terdapat empat komponen utama dalam program ini, yaitu layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, pelayanan responsif, dan dukungan sistem.

Diunggah oleh

naroreyneldis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

BIMBINGAN DAN KONSELING


KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
KELAS X
TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Disusun Oleh :
Tim Guru Bimbingan dan Konseling

SMA NEGERI 1 ENDE


Program Bimbingan dan Konseling Kelas X
Tahun Pelajaran 2022/2023 ini telah disetujui dan disahkan pada :

Hari :
Tanggal : Juli 2022

Mengetahui :

Kepala Sekolah

Tobias Dawi,[Link], [Link]

NIP.196407061988031021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasional
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah
memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran. Pelayanan bimbingan dan konseling
membantu peserta didik mencapai tugas perkembangannya. Dengan demikian capain pelayanan
bimbingan dan konseling (BK) mengacu pada Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik
(SKKPD) yang telah dirumuskan dalam Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, dengan rujukan
implementasinya melalui Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling
(POP BK) di setiap satuan pendidikan. Capaian pelayanan BK merupakan dokumen utama
dalam rangka bagian dari pengembangan kurikulum satuan pendidikan.
Dalam upaya memperoleh capaian pembelajaran yang memiliki makna luas, membutuhkan
kerjasama dari berbagai pihak yaitu guru, konselor, dan tenaga pendidik lainnya sebagai mitra
kerja. Guru mengupayakan tercapainya capaian pembelajaran melalui kegiatan belajar mengajar,
konselor mengupayakan tercapainya tugas perkembangan melalui kegiatan bimbingan dan
konseling yang memandirikan, sedangkan tenaga pendidik membantu menyediakan sarana
prasarana demi lancarnya proses belajar mengajar.
Melalui progam bimbingan dan konseling yang disusun ini diharapkan dapat membantu
peserta didik dalam menjalani masa pendidikan di sekolah dengan pemilihan mata pelajaran
yang sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya sehingga akan merasa bahagia mengikuti
setiap proses belajar dan ikhlas dalam menerima setiap upaya pendidikan di sekolah. Serta
program ini disusun untuk dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk
peserta didik untuk mencapai tugas perkembangan secara matang, mandiri, berbudi pekerti yang
baik dan menampilkan profil pelajar Pancasila dan memiliki wawasan global mengenai karir
yang akan direncanakan serta dicapainya nanti.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut.
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Konselor
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A tahun 2013
tentang Implementasi Kurikulum
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 tahun 2014
tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 tahun 2014
tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan dasar dan Menengah
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016
tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016
tentang Standar Penilaian Pendidikan
13. Surat Keputusan Kepala Sekolah
C. VISI dan MISI
1. Visi dan Misi sekolah
2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling
a. Visi :
Terwujudnya layanan bimbingan dan konseling yang profesional untuk membantu
peserta didik dalam mengaktualisasikan diri untuk menjadi individu yang unggul dalam
iptek dan imtaq
b. Misi :
1) Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang dapat memotivasi peserta
didik untuk memiliki wawasan global dalam meraih cita-cita di masa depan dengan
daya juang yang tinggi
2) Menyelenggarakan kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang memfasilitasi
peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat dan potensi dirinya
3) Menjalin komunikasi yang baik dengan organisasi profesi dan juga berbagai lembaga
terkait untuk meningkatkan kompetensi keilmuan melalui kegiatan keprofesian
berkelanjutan
4) Membangun budaya tertib dalam penataan administrasi dan manajemen organisasi
bimbingan dan konseling di madrasah yang berwawasan lingkungan
5) Menyelenggarakan kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang
mengikutsertakan/mengundang sekolah lain

D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Salah satu upaya untuk memfasilitasi seluruh siswa dengan layanan bimbingan dan
konseling adalah dengan menyusun program bimbingan dan konseling, sehingga bimbingan
dan konseling menjadi kegiatan yang terencana serta teruji akuntabilitasnya. Agar program
bimbingan dan konseling yang disusun sesuai dengan kebutuhan siswa, need assessment
(analisis kebutuhan) merupakan salah satu langkah awal dalam menyusun program
bimbingan dan konseling. Untuk itulah, analisis kebutuhan yang telah dilakukan di kelas X
dengan menggunakan Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD), hasil psikotes, tes
diagnostik belajar dan observasi.
1. Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD)
Gambaran kebutuhan peserta didik terhadap layanan bimbingan dan konseling untuk
tahun pelajaran 2022-2023 melalui proses pengolahan data dari alat ukur AKPD
(Angket Kebutuhan Peserta Didik) dapat dijabarkan dalam tabel berikut.
Tabel 1
Aspek Kebutuhan Peserta Didik dari 8 Butir Tertinggi AKPD kelas X
Jml
No Prosentase Butir Aspek Kebutuhan Peserta Didik
Responden
1
7% 35 Saya belum memahami potensi diri
2 5% 25 Saya belum memahami bakat yang dimiliki
3 4% 20 Saya masih bingung jurusan peminatan yang akan dipilih saat SMA
4 3% 15 Saya kurang mampu mengendalikan emosi
5 2% 10 saya merasa belum mampu menyelesikan masalah
6 1,6% 8 Saya belum cukup mampu mengatur waktu di rumah
7 0,8% 4 Saya merasa belum disiplin dalam beribadah pada Tuhan YME
8 0,6% 3 Saya belum tau arah rencana karir

2. Hasil Observasi dan wawancara


Gambaran dari hasil wawancara dan observasi mengenain permasalahan yang ada
pada siswa kelas X dapat di deskripsikan sebagai berikut :
Table 2
Hasil Assesmen Wawancara kelas X
Bidang Layanan Rumusan Kebutuhan
Belum tau potensi yang dimiliki
Pribadi Belum mampu menyelesaikan permasalahan
remaja

Belajar Sulit membagi waktu belajar di rumah

Sosial Susah untuk mengendalikan emosi

Karir Belum tau menetukan karir kedepan


Berdasarkan hasil asesmen menggunakan instrumen AKPD, angket di kelas, observasi
dan wawancara kepada siswa maupun guru di sekolah, maka identifikasi kebutuhan siswa kelas
X dapat di deskripsikan sebagai berikut

Tabel. 3
Identifikasi Kebutuhan Siswa Kelas X
Bidang Layanan Rumusan Kebutuhan
Meningkatkan kesadaran dan disiplim dalam beribadah kepada
Tuhan YME.
Memahami potensi dalam diri
Pribadi
Memecahkan sebuah permasalahan sesuai usia perkembangan
remaja
Menemukan hal yang positif untuk diterapkan dalam kehidupan
Sosial sehari-hari
Mengarahkan sikap dan perilaku lebih bermanfaat
Menemukan gaya belajar yang sesuai dengan pribadi diri
sendiri
Belajar
Mengoptimalkan waktu sesuai dengan kondisi yang efektif
Bidang Layanan Rumusan Kebutuhan
Memutuskan pilihan jurusan di jenjang sma
Karir
Menemukan rencana karir seusai lulus SMA

E. TUJUAN
1. Tujuan Penyusunan Program
a. Sebagai pedoman dan acuan dalam melaksanakan kegiatan layanan bimbingan dan
konseling
b. Sebagai konsep dasar dalam pelaksanaan layanan bimbingan
c. Untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh sistem yang ada di
sekolah
d. Dapat dipelajari secara terbuka sehingga memudahkan dilakukan evaluasi dan tindak
lanjut oleh pihak manajemen madrasah dan pihak lain yang terkait
2. Tujuan Layanan
Seluruh layanan yang diberikan kepada peserta didik ditujukan untuk :
a. Membantu siswa untuk memahami diri
b. Membentuk siswa untuk mandiri
c. Membentuk siswa memiliki sikap religi
d. Membantu siswa mau dan mampu belajar
e. Membantu siswa mampu berkomunikasi, bersosialisasi serta memiliki kepatuhan
dinamis terhadap norma dan aturan
f. Membantu siswa mampu memahami lingkungannya (asrama dan sekolah)
g. Membantu siswa agar memiliki kompetensi untuk mengaktualisasikan potensi
h. Membantu siswa dalam merencanakan karir yang realistik dan prospektif
Dengan memperhatikan hasil dari AKPD, observasi, wawancara dan kuesioner, maka
tujuan layanan bimbingan dan konseling adalah untuk memenuhi kebutuhan peserta didik
dalam aspek yang telah diungkap. Dapat dipaparkan melalui tabel dibawah ini.
Tabel. 4
Rumusan Tujuan Kebutuhan Peserta didik Kelas X
Bidang
Rumusan Kebutuhan Rumusan Tujuan Khusus
Layanan
Pribadi Meningkatkan kesadaran Siswa meningkatkan kesadaran dan
dan disiplim dalam kedisiplinan dalam beribadah kepada Tuhan
beribadah kepada Tuhan YME.
YME.
Memahami potensi dalam Siswa dapat menyalurkan potensi sesuai dengan
diri bakat yang ada
Memecahkan sebuah Siswa dapat mengarahkan permasalahn remaja
permasalahan sesuai usia kearah yang lebih positif
perkembangan remaja
Menemukan hal yang Siswa dapat memperbaiki sikap dan pola
positif untuk diterapkan berpikir untuk lebih menghargai keadaan
dalam kehidupan sehari- lingkungan sekitar
hari
Sosial Mengarahkan sikap dan Siswa akan Mengubah pemikiran negative
perilaku lebih bermanfaat menjadi positif
Menemukan hal yang Siswa dapat memperbaiki sikap dan pola
positif untuk diterapkan berpikir untuk lebih menghargai keadaan
dalam kehidupan sehari- lingkungan sekitar
hari
Belajar Menemukan gaya belajar Siswa mampu memaksimalkan proses belajar
yang sesuai dengan pribadi yang sesuai
diri sendiri
Mengoptimalkan waktu Siswa dapat mengoptimalkan dalam
sesuai dengan kondisi menggunakan waktu yang efesien
yang efektif

Karir Memutuskan pilihan Siswa dapat menentukan pemilihan jurusan


jurusan di jenjang SMA sesuai dengan bakat minat dalam diri

Menemukan rencana karir Siswa dapat mengembangkan potensi diri guna


seusai lulus SMA untuk perencanaan karir kedepannya

F. KOMPONEN PROGRAM
Program bimbingan konseling yang disusun mengacu pada penerapan kurikulum
yang diberlakukan di sekolah yang disesuaikan dengan standar kebutuhan peserta didik
dengan didukung oleh fasilitas sekolah yang memberikan kemudahan untuk tercapainya
proses aktualisasi diri peserta didik sesuai dengan tahap pada tugas perkembangan usia
sekolah menengah atas 16 – 18 tahun. Setiap tahun selalu ada modifikasi terhadap rencana
kegiatan, hal ini sebagai hasil evaluasi dari pelaksanaan layanan pada tahun-tahun
sebelumnya, yang diharapkan pada tahun mendatang akan semakin lebih efektif dan optimal
dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik. Seluruh layanan mengacu pada kebutuhan
peserta didik, dengan tujuan yang sama yaitu agar mereka memiliki kemampuan untuk
mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan bakat, minat dan potensi yang
dimiliki serta mampu menjalani kehidupannya dengan mengembangkan keterampilan hidup
yang bisa membantu mereka dalam mengatasi persoalan yang dihadapinya. Diharapkan dari
kurikulum berbasis life skills akan membantu guru bimbingan dan konseling dalam
merancang dan mengembangkan peta konsep layanan bimbingan dan konseling yang kreatif,
inovatif dan realistik dengan melihat pada kondisi peserta didik. Dengan demikian program
yang disusun dapat memenuhi kebutuhan individu secara maksimal berdasarkan potensi,
bakat, minat yang mereka miliki.
Ada empat komponen program layanan bimbingan dan konseling yang diberikan
kepada peserta didik melalui berbagai jenis kegiatan, yaitu :

1. Layanan Dasar, meliputi :


a. Bimbingan di kelas secara klasikal
b. Pelayanan Orientasi
c. Pelayanan Informasi
d. Bimbingan kelompok
e. Pelayanan pengumpulan data/aplikasi instrumentasi
2. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual, meliputi :
a. Pemilihan kelompok bidang peminatan MIPA atau IPS
b. Pemilihan lintas minat dan pendalaman
c. Pelayanan matrikulasi
d. Pemilihan ekstra kurikuler
e. Rencana sekolah lanjutan
f. Diagnostik kesulitan belajar

3. Pelayanan Responsif, meliputi :


a. Konseling Individu dan Kelompok
b. Referal /Alih tangan
c. Kolaborasi dengan guru mata pelajaran/ wali kelas.
d. Kolaborasi dengan Orang Tua Siswa
e. Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait
f. Konsultasi
g. Bimbingan siswa asuh
h. Konferensi Kasus
i. Kunjungan asrama
4. Dukungan sistem, meliputi :
a. Manajemen Program
b. Pengembangan Jejaring
c. Akses Informasi dan Teknologi
d. Pengembangan Profesi
e. Pengembangan Media Informasi
f. Konsultasi dan kolaborasi
Keempat komponen program tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1.
Komponen program BK

Pelayanan Peserta
Dasar Didik
Komponen
Program BK

Pelayanan
Peminatan dan
responsif
Pengembangan
Profesional
Konsultasi
Pelayanan Kolaborasi
Perencanaan Kegiatan
Individual
manajemen

Dukungan
sistem

1. Pelayanan Dasar
a. Pengertian
Pelayanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli
melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang
disajikan secara sistematis dalam rangka mengambangkan prilaku jangka panjang sesuai
dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan
kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam kehidupannya.
b. Tujuan
Pelayanan ini bertujuan untuk membantu semua konseli agar memperoleh
perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat dan memperoleh keretampilan
dasar hidupnya.
c. Fokus Pengembangan
Materi pelayanan dasar yang dirumuskan dan dikemas atas dasar standar kompetensi
kemandirian antara lain mencakup pengembangan : (1) self esteem, (2) motivasi
berprestasi, (3) keterampilan pengambilan keputusan, (4) keterampilan pemecahan
masalah, (5) keteranpila hubungan antar pribadi atau berkomunikasi, (6) penyadaran
keragaman budaya, (7) perilaku bertanggung jawab
2. Pelayanan Peminatan dan Perencanaan Individual
a. Pengertian
Pengertian Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi
pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik/konseli dengan orientasi
pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan.
Peminatan peserta didik dalam Kurikulum 2013 mengandung makna: (1) suatu
pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam
satuan pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan belajar yang
ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) merupakan suatu proses pengambilan pilihan
dan keputusan oleh peserta didik tentang peminatan belajar yang didasarkan atas
pemahaman potensi diri dan pilihan yang tersedia pada satuan pendidikan serta prospek
peminatannya; (4)merupakan proses yang berkesinambungan untuk memfasilitasi
peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan
optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional; dan (5) layanan peminatan
peserta didik merupakan wilayah garapan profesi bimbingan dan konseling, yang
tercakup pada layanan perencanaan individual. Layanan Perencanaan individual adalah
bantuan kepada peserta didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan
aktivitas-aktivitas sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan
berdasarkan pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman
terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman konseli
secara mendalam, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi yang akurat
sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan sehingga
peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat di dalam
mengembangkan potensinya secara optimal, termasuk keberbakatan dan kebutuhan
khusus peserta didik/konseli.
b. Tujuan
Peminatan dan perencanaan individual secara umum bertujuan untuk membantu peserta
didik/konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu
merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya,
baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan
kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya.
Tujuan peminatan dan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya
memfasilitasi peserta didik/konseli untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola
rencana pendidikan, karir, dan pengembangan pribadi-sosial oleh dirinya sendiri. Isi
layanan perencanaan individual meliputi memahami secara khusus tentang potensi dan
keunikan perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun peminatan dan
perencanaan individual ditujukan untuk seluruh peserta didik/konseli, layanan yang
diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan dan
keputusan yang ditentukan oleh masing-masing peserta didik/konseli. Layanan
peminatan peserta didik secara khusus ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada
peserta didik mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan
kompetensi keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan
akademik dalam sekelompok mata pelajaran keilmuan, maupun kemampuan dalam
bidang keahlian, program keahlian, dan paket keahlian.
c. Fokus Pengembangan
Fokus pengembangan layanan peminatan peserta didik diarahkan pada kegiatan
meliputi; (1) pemberian informasi program peminatan; (2) melakukan pemetaan dan
penetapan peminatan peserta didik (pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil
analisis data dan penetapan peminatan peserta didik); (3) layanan lintas minat; (4)
layanan pendalaman minat; (5) layanan pindah minat; (6) pendampingan dilakukan
melalui bimbingan klasikal, bimbingankelompok, konseling individual, konseling
kelompok, dan konsultasi, (7) pengembangan dan penyaluran; (8) evaluasi dan tindak
lanjut. Konselor atau guru bimbingan dan konseling berperan penting dalam layanan
peminatan peserta didik dalam implementasi kurikulum 2013 dengan cara
merealisasikan 8 (delapan) kegiatan tersebut. Dalam penetapan peminatan peserta
didik/konseli SMTA memperhatikan data tentangnilai rapor SMP/MTs atau yang
sederajat, nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau yang sederajat, minat peserta didik
dengan persetujuan orang tua/wali, dan rekomendasi guru Bimbingan dan
Konseling/Konselor SMP/MTs atau yang sederajat. Untuk menuju peminatan peserta
didik/konseli yang tepat memerlukan arahan semenjak usia dini, dan secara sistematis
dapat dimulai semenjak menempuh pendidikan formal. Fokus perencanaan individual
berkaitan erat dengan pengembangan aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Secara
rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan aspek:(1) pribadi
yaitu tercapainya pemahaman diri dan pengembangan konsep diri yang positif, (2)
sosial yaitu tercapainya pemahaman lingkungan dan pengembangan keterampilan sosial
yang efektif, (3) belajar yaitu tercapainya efisiensi dan efektivitas belajar, keterampilan
belajar, dan peminatan peserta didik/konseli secara tepat, dan (4) karir yaitu tercapainya
kemampuan mengeksplorasi peluang- peluang karir, mengeksplorasi latihan pekerjaan,
memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif.
3. Pelayanan Responsif
a. Pengertian
Layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta didik/konseli yang
menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan segera, agar peserta
didik/konseli tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas-tugas
perkembangannya. Strategi layanan responsif diantaranya konseling individual,
konseling kelompok, konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus
(referral).
b. Tujuan
Layanan responsif bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli yang sedang
mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan
karir. Bantuan yang diberikan bersifat segera, karena dikhawatirkan dapat menghambat
perkembangan dirinya dan berlanjut ke tingkat yang lebih serius. Konselor atau Guru
Bimbingan dan Konseling hendaknya membantu peserta didik/konseli untuk memahami
hakikat dan ruang lingkup masalah, mengeksplorasi dan menentukan alternatif
pemecahan masalah yang terbaik melalui proses interaksi yang unik. Hasil dari layanan
ini, peserta didik/konseli diharapkan dapat mengalami perubahan pikiran, perasaa,
kehendak, atau perilaku yang terkait dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan
karir.
c. Fokus Pengembangan
Fokus layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta didik/konseli yang
secara nyata mengalami masalah yang mengganggu perkembangan diri dan secara
potensial menghadapi masalah tertentu namun dia tidak menyadari bahwa dirinya
memiliki masalah. Masalah yang dihadapi dapat menyangkut ranah pribadi, sosial,
belajar, atau karir. Jika tidak mendapatkan layanan segera dari Konselor atau Guru
Bimbingan dan Konseling maka dapat menyebabkan peserta didik/konseli mengalami
penderitaan, kegagalan, bahkan mengalami gangguan yang lebih serius atau lebih
kompleks. Masalah peserta didik/konseli dapat berkaitan dengan berbagai hal yang
dirasakan mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat perkembangan diri
konseli, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas
perkembangan. Untuk memahami kebutuhan dan masalah peserta didik/konseli dapat
diperoleh melalui asesmen kebutuhan dan analisis perkembangan peserta didik/konseli,
dengan menggunakan berbagai instrumen, misalnya angket konseli, pedoman
wawancara, pedoman observasi, angket sosiometri, daftar hadir peserta didik/konseli,
psikotes dan Angket Kebutuhan Peserta didik (AKPD)
4. Dukungan Sistem
a. Pengertian
Ketiga komponen program (layanan dasar, layanan peminatan dan perencanan
individual, dan responsif) sebagaimana telah disebutkan sebelumnya merupakan
pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik/konseli secara
langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan
manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi),
dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau guru bimbingan dan
konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada
peserta didik/konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik/konseli
dan mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
b. Tujuan
Komponen program dukungan sistem bertujuan memberikan dukungan kepada konselor
atau guru bimbingan dan konseling dalam memperlancar penyelenggaraan komponen-
komponen layanan sebelumnya dan mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan
layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah
untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan pada satuan pendidikan.
Dukungan sistem meliputi kegiatan pengembangan jejaring, kegiatan manajemen,
pengembangan keprofesian secara berkelanjutan.
c. Fokus Pengembangan
Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor atau guru bimbingan dan
konseling yang meliputi (1) konsultasi, (2) menyelenggarakan program kerjasama, (3)
berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan satuan pendidikan, (4)
melakukan penelitian dan pengembangan. Suatu program layanan bimbingan dan
konseling tidak mungkin akan terselenggara dan tujuannya tercapai bila tidak memiliki
suatu sistem pengelolaan yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis,
dan terarah. Pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai bagian integral dari
sistem pendidikan secara utuh diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada
Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan kapasitas dan
kompetensi melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan dalam jabatan maupun
kegiatan-kegiatan pengembangan dalam organisasi profesi Bimbingan dan Konseling,
baik di tingkat pusat, daerah, dan kelompok musyawarah Guru Bimbingan dan
Konseling. Melalui kegiatan tersebut, peningkatan kapasitas dan kompetensi Konselor
atau Guru Bimbingan dan Konseling dapat mendorong meningkatnya kualitas layanan
bimbingan dan konseling.
G. BIDANG LAYANAN
Materi layanan bimbingan yang disajikan untuk peserta didik pada MAN Insan
Cendekia Serpong, meliputi empat bidang bimbingan, yang saling terintegrasi untuk
memenuhi kebutuhan peserta didik. Empat bidang bimbingan tersebut tertuang dalam
Permendikbud nomor 111 tahun 2014, tentang Bimbingan dan Konseling pada Sekolah
dasar dan Menengah, yaitu :
1. Bimbingan Pribadi
a. memberikan pemahaman tentang potensi diri, memahami tentang kelebihan dan
kekurangannya, baik kondisi fisik maupun psikis
b. mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya
c. menerima kelemahan diri dan dapat mengatasi dengan baik
d. mencapai keselarasan antara cipta-rasa-karsa
e. mencapai kematangan dalam cipta-rasa-karsa secara tepat dalam kehidupannya
sesuai nilai-nilai luhur
f. mengaktualisasikan diri sesuai dengan potensi diri secara optimal berdasarkan nilai-
nilai budaya dan agama
2. Bimbingan Sosial
a. Berempati terhadap kondisi orang lain
b. Memahami keragaman latar sosial budaya
c. Menghormati dan menghargai orang lain
d. Menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku
e. Berinteraksi sosial yang efektif
f. Bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab
g. Mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan
3. Bimbingan Belajar
a. Memahami potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
daalam belajar
b. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
c. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
d. Memiliki keterampilan belajar yang efektif
e. Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan lanjutan
f. Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Bimbingan Karir
a. Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan
studi lanjutan dan pekerjaan.
b. Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang
kematangan kompetensi karir
c. Memiliki sikap positif terhadap studi lanjutan
d. Memahami relevansi kemampuan menguasai pelajaran dengan persyaratan keahlian
atau keterampilan bidang yang menjadi cita cita profesi di masa depan.
e. Memiliki pemahaman lingkungan perguruan tinggi dan mempersiapkan diri
menghadapinya di masa depn.
f. Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, membentuk pola karir, mengenal
keterampilan, kemampuan dan minat, memiliki kemampuan atau kematangan untuk
mengambil keputusan karir
H. RENCANA EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT
1. Evaluasi
Evaluasi program didasarkan pada rumusan tujuan yang ingin dicapai dari
layanan yang dilakukan. Evaluasi adalah segala upaya, tindakan atau proses untuk
menentukan derajat kualitas kemajuan kegiatan bimbingan dan konseling dengan
mengacu pada kriteria atau patokan-patokan tertentu sesuai dengan program bimbingan
dan konseling yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan evaluasi, upaya atau proses yang
dilakukan mencakup mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi,
efektivitas, dan dampak dari program dankegiatan layanan bimbingan dan konseling
terhadap perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir peserta didik. Dari hasil
evaluasi akan diketahui dan diidentifikasi keberhasilan keterlaksanaan program
dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling , terdapat 2 jenis evaluasi
yaitu: 1) evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil
penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling berlangsung.
Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan
dan konseling. Dalam evaluasi ini, guru bimbingan dan konseling atau konselor juga
membandingkan keberhasilan pelaksanaan program dengan standarstandar program
yang telah ditetapkan sebelumnya; 2) Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang
dilakukan untuk memperoleh informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan
konseling dilihat dari hasilnya. Evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling
ditujukan pada hasil yang dicapai oleh peserta didik yang menjalani pelayanan
bimbingan dan konseling. Pencapaian ini diorientasikan pada tingkat pengentasan
masalah dan tugas perkembangan peserta didik/konseli. Instrumen evaluasi proses untuk
kelas X (terlampir).
2. Pelaporan
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam evaluasi
proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi kepada
seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program
bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan,
yaitu; a) sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami, b) deskripsi laporan
yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan kebahasaan yang telah
dibakukan, dan c) laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus
dilaporkan secara akurat dan tepat waktu. Akurasi laporan yang dibuat menggambarkan
detil keseluruhan layanan yang telah dilakukan. Bersifat tepat waktu berarti laporan
harus diserahkan kepada pihak terlibat dan berkepentingan sesuai dengan waktu yang
telah disepakati bersama.
Langkah-langkah penyusunan laporan pelaksanaan program bimbingan dan
konseling dibagi dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pengumpulan dan penyajian data, dan
penulisan laporan.
a. Tahap Persiapan. Pada tahap persiapan ini guru bimbingan dan konseling atau
konselor menetapkan informasi yang akan dilaporkan, alasan penyusunan laporan,
waktu pelaporan.
b. Penyajian Data. Langkah berikutnya dalam penyusunan laporan penyelenggaraan
program bimbingan dan konseling adalah penyajian [Link] yang sajikan adalah
data dan informasimengenai keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan program
bimbingan dan konseling. Data yang disajikan adalah data yang diperoleh dari hasil
evaluasi.
c. Penulisan Laporan. penyelenggaraan program bimbingan dan konseling harus
mengacu pada sistematika yang telah ditetapkan sehingga laporan tersebut dapat
tersaji secara runtut dan mudah dipahami.
3. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru bimbingan dan konseling
atau konselor dapat memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan
dengan cara membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian
dari program yang dianggap belum begitu efektif. Jika hasil evaluasi secara keseluruhan
disimpulkan baik, maka tindak lanjut dapat dilakukan dalam bentuk pengembangan atau
peningkatan program menuju pencapaian tujuan dengan target yang lebih tinggi dan
kompleks.
Tindak lanjut pelaksanaan program bimbingan dan konseling akan menjadi alat
penting untuk mengambil keputusan apakah program dilanjutkan, direvisi, atau
dihentikan, meningkatkan program, serta digunakan untuk mendukung perubahan-
perubahan dalam sistem sekolah. Adapun langkah-langkah dalam kegiatan tindak lanjut
sebagai berikut:
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
Perbaikan dan peningkatan sangat tergantung pada hasil evaluasi. Aspek-aspek
dimaksud dapat mencakup; perbaikan/pengembangan terhadap standar
perkembangan peserta didik, perbaikan/pengembangan layanan-layanan yang
diberikan, dan perbaikan/ pengembangan isi materi dari layanan bimbingan dan
konseling
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan. Penyusunan ulang
ini dapat dilakukan seperti ketika merencanakan program bimbingan dan konseling.
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan. Tindak
lanjut yang dilakukan juga perlu memperhatikan pihak-pihak yang akan dilibatkan.
Keterlibatan pihak lain dapat memberikan jaminan kepercayaan yang tinggi bagi
guru bimbingan dan konseling atau konselor bahwa program dan kegiatan layanan
yang dilakukan telah dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

PENILAIAN PROSES PERKEMBANGAN SISWA

Evaluasi merupakan segala upaya, tindakan atau proses untuk menentukan derajat
kualitas kemajuan kegiatan bimbingan dan konseling dengan mengacu pada kriteria
tertentu sesuai dengan kegaiatan yang dilaksanakan tersebut. Evaluasi ini juga menjadi
sebuah proses yang sangat penting dalam manajemen layanan bimbingan dan konseling
karena akan menentukan perencanaan program dan kegiatan pada tahun berikutnya.
Evaluasi layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan saat ini adalah
evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses dimaksudkan untuk mengetahui
efektifitas layanan bimbingan dan konseling dilihat dari prosesnya, sedangkan evaluasi
hasil dimaksudkan untuk memperoleh informasi keberhasilan layanan bimbingan dalam
hasilnya.

Penilaian proses dilakukan melalui observasi, angket dan hasil psikotes untuk
melihat beberapa perubahan positif pada siswa setelah mendapatkan pelayanan
Bimbingan dan Konseling. Sebagai data mengenai perkembangan siswa maka dibuat
porto folio yang setiap semester dapat diisi oleh guru bimbingan namun jika tidak terlalu
penting untuk diketahui oleh pihak lain, maka sebaiknya data tersebut hanya berada di file
BK saja untuk menjaga kerahasiaan. Namun jika pihak lain yang terkait dianggap perlu
mengetahui, maka silakan diberikan namun tetap dijaga kerahasiaannya. Penilaian yang
bisa diketahui oleh semua pihak adalah berkenaan dengan prilaku dan tata tertib ( yang
tampak secara fisik ), untuk masalah yang berkaitan dengan emosi sebaiknya di simpan
saja di file BK.

Proses penilaian juga dilakukan terhadap perkembangan prestasi belajar setiap usai
ulangan harian. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Wakil kepala Sekolah
bidang kurikulum serta para wali kelas dan guru bidang studi. Melalui perkembangan
prestasi belajar yang diperoleh siswa maka dapat pula dilihat seberapa mampu siswa
menyerap pelajaran di [Link] prestasi belajar juga dapat dijadikan sebagai
indikator masalah yang dialami siswa dalam mengikuti pendidikan ataupun menerapkan
teknik belajar di MAN Insan Cendekia Serpong

PENILAIAN TERHADAP HASIL PELAKSANAAN PROGRAM

Adalah prosedur yang digunakan untuk mengukur dampak program bimbingan dan
konseling terhadap siswa atau stakeholders lainnya serta mengukur apakah program telah
ditempatkan dan difungsikan secara utuh sebagimana yang telah ditetapkan pemerintah /
ABKIN. Evaluasi juga harus dapat menjawab pertanyaan apa dampak dari aktivitas dan
layanan program bimbingan dan konseling komprehensif terhadap kesuksesan siswa
khususnya pencapaian prestasi siswa. Hasil evaluasi (outcomes) hasil ditunjukkan dengan
kehadiran, kedisiplinan, rata-rata nilai ujian nasional, sebaran alumni di perguruan tinggi
terbaik, prilaku efektif siswa di kelas dan di luar lingkungan madrasah. Perubahan positif
siswa adalah merupakan indikator keberhasilan program bimbingan dan konseling
komprehensif di madrasah.

Evaluasi program dilakukan pada setiap akhir semester untuk melihat ketercapaian
tujuan dari program yang telah disusun dengan realita yang bisa dilakukan. Aspek yang
dievaluasi adalah masing-masing kegiatan yang tertuang dalam program apakah dapat
dilaksanakan atau harus ditiadakan atau ditunda. Evaluasi juga dilakukan pada proses
pelaksanaan layanan apakah terdapat hambatan yang akan dijadikan sebagai
bahan/catatan untuk perbaikan di tahun mendatang ataukah dapat berjalan baik sesuai
rencana tanpa hambatan yang berarti. Personil yang terlibat dalam setiap pelaksanaan
kegiatan layanan menjadi salah satu aspek yang penting untuk dievaluasi karena akan
menyangkut produktivitas dan efisiensi dari seluruh rangkaian kegiatan yang tertuang
dalam program. Personil juga akan dapat menjadi pendukung atau bahkan penghambat
dalam suatu kegiatan layanan, maka aspek personil ini menjadi sangat urgent untuk di
evaluasi pada setiap akhir pelaksanaan program.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dapat dibuat sebuah kesimpulan yang berkaitan
dengan rencana penyusunan program pada tahun mendatang, untuk ditindaklanjuti.
Pertama, jika program ini efektif maka akan direkomendasikan untuk digunakan sebagai
salah satu rujukan sumber program bimbingan dan konseling pada SMA ... untuk tahun
pelajaran yang akan datang. Kedua, jika program bimbingan dan konseling ini kurang
efektif, akan direvisi ulang dan dianalisis ulang dari aspek kekuatan (strength),
kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan tantangan/ ancaman (threats). ketiga,
jika program yang disusun ternyata efektif untuk membantu sisw namun beberapa
kendala terjadi karena kurangnya waktu yang tersedia, maka akan dibuat suatu solusi lain
yang memungkinkan kegiatan berlangsung dengan waktu yang tersedia atau
berkoordinasi dengan wakamad kurikulum.
I. SARANA DAN PRASARANA
N URAIAN KEGIATAN/ SPESIFIKASI VOLUME MANFAAT KETERANGAN
O KEBUTUHAN
1 Ruang bimbingan Ruangan 1 ruangan Menerima tamu dan
konseling (beserta pemberian layanan
isinya ) bimbingan konseling
2 ruangan Ruang / meja guru bk
(sebelahnya )
Lemari arsip 2 buah Menyimpan arsip, berkas ,
program bimbingan
konseling Prasarana
Kegiatan
sofa 1 set Ruang tamu
Printer 1 set Mencetak berkas
( program, surat, arsip dan
lain-lain )
Jam dinding 1 buah Alat pendukung
Dispenser 1 buah Alat pendukung
Kipas angin 1 buah Alat pendukung
Taplak meja 8 buah Alat pendukung
2 Alat tulis kantor Papan tulis 1 buah Alat pendukung Sarana
Box file 7 buah Alat pendukung Kegiatan
Map platik 7 buat Alat pendukung
Buku agenda 4 buah Alat pendukung
Spidol 7buah Alat pendukung
Buku tulis 7 buah Alat pendukung
Tinta spidol 7 buah Alat pendukung
Tinta printer 4 buah Alat pendukung
Bolpoint 7 buah Alat pendukung
Catridg 2 buah Alat pendukung
Penggaris 7 buah Alat pendukung
Kertas HVS 3 dos Alat pendukung
Isolasi 3 buah Alat pendukung
Amplop 3 dos Alat pendukung
Map teka 20 buah Alat pendukung
Hekter dan 3 buah Alat pendukung
anakan
hekter
3 Alat kebersihan Tempat 2 buah Alat pendukung Prasarana
sampah kegiatan
Sapu 2 buah Alat pendukung
Alat pel 1 buah Alat pendukung
Kemucing 2 buah Alat pendukung
Ember 1 buah Alat pendukung
4 Bimbingan Papan 1 buah Memberikan informasi Media
konseling dengan informasi bagi peserta didik untuk bimbingan dan
menggunakan mendapatkan informasik konseling
media perguruan tinggi ataupun
informasi lainnya
Papan data 2 buah Mencatat jumlah siswa
dan alur bimbingan
penanganan siswa
Poster / 2 buah Pohon karir dan peminatan
baliho pilihan jurusan
5 Instrument Akpd 1 paket Angket data diri siswa, Instrumen
angket pemilihan jurusan Bimbingan dan
Konseling

J. ANGGARAN BIAYA LAYANAN


Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan untuk
kegiatan bimbingan dan Konseling secara keseluruhan baik kegiatan layanan kelas X, XII
maupun kelas XII dengan rincian kebutuhan sebagai berikut :
Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang
dibutuhkan. Jumlah besar anggaran menunjukkan kebutuhan besaran anggaran untuk
mendukung keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Rencana anggaran disusun
untuk mendukung implementasi program secara cermat, rasional dan realistik.

Tabel 8.
Anggaran Biaya
Uraian Harga Jumlah
Keterang
No Kegiatan/ Spesifikasi Vol Satuan Harga Manfaat
an
Kebutuhan (Rp.) (Rp.)
1. ATK (Alat Papan tulis 1 buah Kegiatan tulis ATK (Alat
100.000 100.000
Tulis menulis Tulis
Kantor) Box file 7 buah Penyimpanan Kantor)
25.000 175.000
berkas
Map platik 7 buat Penyimpanan
5000 35.000
berkas
Buku agenda 6 buah Kegiatan
25.000 150.000
tulis-menulis
Spidol 6 buah 10.000 60.000 Kegiatan
tulis-menulis
Buku tulis 7 buah Kegiatan
5000 35.000
tulis-menulis
Tinta spidol 7 buah Mencetak
50.000 250.000
berkas
Tinta printer 4 buah Mencetak
100.000 400.000
berkas
Bolpoint 7 buah Kegiatan tulis
5000 35.000
menulis
Catridg 2 buah Mencetak
300.000 600.000
berkas
Penggaris 7 buah Kegiatan tulis
5000 35.000
menulis
Kertas HVS 3 dos Mencetak
300.000 900.000
kertas
Isolasi 3 buah Alat
15.000 45.000
pendukung
Amplop 3 dos Alat
25.000 75.000
pendukung
Map teka 20 Alat
30.000 600.000
buah pendukung
Hekter dan anakan 3 buah Alat
25.000 75.000
hekter pendukung
Bimbingan 1 Media
Lcd 7.000.000 7.000.000
dan buah elektronik Media
Konseling 1 Media Bimbinga
2. Printer 1000.000 1.000.000
dengan buah elektronik n dan
menggunak 1 Media Konseling
Laptop 7.000.000 7.000.000
an media buah elektronik

Jumlah Rp. 18.570.000,-


K. PENUTUP

Anda mungkin juga menyukai