0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Pengertian Supervisi Pendidikan Makalah

Dokumen ini membahas pengertian, tujuan, ruang lingkup, prinsip, fungsi, tipe, dan teknik supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran melalui pembinaan dan bimbingan kepada guru. Terdapat berbagai tipe supervisi seperti inspeksi, demokratis, dan pelatihan, serta teknik yang digunakan dalam pelaksanaannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Pengertian Supervisi Pendidikan Makalah

Dokumen ini membahas pengertian, tujuan, ruang lingkup, prinsip, fungsi, tipe, dan teknik supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan bertujuan untuk meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran melalui pembinaan dan bimbingan kepada guru. Terdapat berbagai tipe supervisi seperti inspeksi, demokratis, dan pelatihan, serta teknik yang digunakan dalam pelaksanaannya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Supervisi Pendidikan Makalah, Tujuan, Ruang Lingkup

1. Pengertian supervisi Menurut Beberapa hal :

Arti Supervisi menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun
isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).
 Secara morfologis, Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan
vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi,
pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh
atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan – terhadap hal-hal yang ada dibawahnya.
Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi.
Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur
pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui
kekurangannya (bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian
yang perlu diperbaiki
 Secara sematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa
bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan
peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
 Secara Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “
Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan.
Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.

2. Pengertian Supervisi Menurut Pendapat Para Ahli :


a. Good Carter, Memberi pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas
sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki
pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan
guru-guru dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran,
dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran. God Carter melihatnya sebagai usaha
memimpin guru-guru dalam jabatan mengajar,
b. Boardman. Menyebutkan Supervisi adalah salah satu usaha menstimulir,
mengkoordinir dan membimbing secarr kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah
baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif
dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat
menstmulir dan membimbing pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta mampu
dan lebih cakap berpartsipasi dlm masyarakat demokrasi modern. Boardman. Melihat
supervisi sebagai lebih sanggup berpartisipasi dlm masyarakat modern.
c. Wilem Mantja (2007) Mengatakan bahwa, supervisi diartikan sebagai kegiatan
supervisor (jabatan resmi) yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar
(PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda) yang harus diwujudkan oleh supervisi, yaitu;
perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan. Willem Mantja memandang
supervisi sebagai kegiatan untuk perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu
pendidikan
d. Kimball Wiles (1967) Konsep supervisi modern dirumuskan sebagai berikut :
“Supervision is assistance in the development of a better teaching learning situation”.
Kimball Wiles beranggapan bahwa faktor manusia yg memiliki kecakapan (skill) sangat
penting untuk menciptakan suasana belajar mengajar yg lebih baik.
e. Mulyasa (2006) supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah
yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan
supervisor khusus yang lebih independent, dan dapat meningkatkan obyektivitas dalam
pembinaan dan pelaksanaan tugas.

f. Ross L (1980), mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-


guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum.
Ross L memandang supervisi sebagai pelayanan kapada guru – guru yang bertujuan
menghasilkan perbaikan.
g. Purwanto (1987), supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan
untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara
efektif.
Kegiatan supervisi dahulu banyak dilakukan adalah Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan
atau penilikan. Supervisi masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan
pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan –orang yang
berposisi diatas, pimpinan-- terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Inspeksi : inspectie
(belanda) yang artinya memeriksa dalam arti melihat untuk mencari kesalahan. Orang
yang menginsipeksi disebut inspektur. Inspektur dalam hal ini mengadakan :
1. Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya
2. Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah
ditetapkan/digariskan
3. Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak
4. Directing : pengarahan, menentukan ketetapan/garis
5. Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik

Pemeriksaan artinya melihat apa yg terjadi dlm kegiatan sedangkan Pengawasan adalah
Melihat apa yg positif & negatif. Adapun Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan
tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervisi bukan mencari - cari
kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan
yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata
kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki. Supervisi dilakukan
untuk melihat bagian mana dari kegiatan sekolah yg masih negatif untuk diupayakan
menjadi positif, & melihat mana yang sudah positif untuk ditingkatkan menjadi lebih
positif lagi dan yang terpenting adalah pembinaannya

Orang yang melakukan supervise disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut


supervisor pendidikan. Menurut keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor
0134/0/1977, temasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah,
penelik sekolah, dan para pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di
kantor bidang yang ada di tiap provinsi.

Jika supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah, maka ia harus mampu melakukan
berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga
kependidikan. Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan
pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan
pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga
kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam
melaksanakan pekerjaannya.

B. Tujuan dan sasaran Supervisi


a. Tujuan Supervisi

Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran (Neagly & Evans, 1980; Oliva,
1984; Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990). Tujuan umum
Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar
personil tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas
dan melaksanakan proses belajar mengajar .

Secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi


pendidikan yaitu :
1. Meningkatkan mutu kinerja guru
 Membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah
dalam mencapai tujuan tersebut
 Membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan
kebutuhan siswanya.
 Membentuk moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim
yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu
dengan lainnya.
 Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan
prestasi belajar siswa.
 Meningkatkan kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan
alat pengajaran.
 Menyediakan sebuah sistim yang berupa penggunaan teknologi yang dapat
membantu guru dalam pengajaran.
 Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk
reposisi guru.

2. Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan


baik
3. Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana yang ada untuk
dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan
siswa
4. Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung
terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai
prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan.
5. Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang
dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang
menunjukkan keberhasilan lulusan.

b. Sasaran Supervisi

Adapun sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut adalah


peningkatan kemampuan profesional guru (Depdiknas, 1986; 1994 & 1995).
Sasaran Supervisi Ditinjau dari objek yang disupervisi, ada 3 macam bentuk supervisi :
1. Supervisi Akademik, Menitikberatkan pengamatan supervisor pada masalah-
masalah akademik, yaitu hal-hal yang berlangsung berada dalam lingkungan
kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu
2. Supervisi Administrasi, Menitikberatkan pengamatan supervisor pada aspek-
aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan pelancar
terlaksananya pembelajaran.
3. Supervisi Lembaga, Menyebarkan objek pengamatan supervisor pada aspek-
aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini dimaksudskan untuk meningkatkan nama
baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan. Misalnya: Ruang UKS (Unit
Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan lain-lain.

C. Prinsip-prinsip Supervisi

Secara sederhana prinsip-prinsip Supervisi adalah sebagai berikut :


 Supervisi hendaknya memberikan rasa aman kepada pihak yang disupervisi.
 Supervisi hendaknya bersifat Kontrukstif dan Kreatif
 Supervisi hendaknya realistis didasarkan pada keadaan dan kenyataan
sebenarnya.
 Kegiatan supervisi hendaknya terlaksana dengan sederhana.
 Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin hubungan profesional, bukan
didasarkan atas hubungan pribadi.
 Supervisi hendaknya didasarkan pada kemampuan, kesanggupan, kondisi dan
sikap pihak yang disupervisi.
 Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung
pada kepala sekolah

Pendapat lain mengenai Prinsip-prinsip Supervisi adalah :


1. Supervisi bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru
dan staf sekolah lain untuk mengatasi masalah dan mengatasi kesulitan dan bukan
mencari-cari kesalahan.
2. Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara langsung, artinya bahwa
pihak yang mendapat bantuan dan bimbingan tersebut tanpa dipaksa atau dibukakan
hatinya dapat merasa sendiri serta sepadan dengan kemampuan untuk dapat mengatasi
sendiri.
3. Apabila supervisor merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik,
sebaiknya disampaikan sesegera mungkin agar tidak lupa. Sebaiknya supervisor
memberikan kesempatan kepada pihak yang disupervisi untuk mengajukan pertanyaan
atau tanggapan.
4. Kegiatan supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan sekali,
bukan menurut minat dan kesempatan yang dimiliki oleh supervisor.
5. Suasana yang terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan
adanya hubungan yang baik antara supervisor dan yang disupervisi tercipta suasana
kemitraan yang akrab. Hal ini bertujuan agar pihak yang disupervisi tidak akan segan-
segan mengemukakan pendapat tentang kesulitan yang dihadapi atau kekurangan yang
dimiliki.
6. Untuk menjaga agar apa yang dilakukan dan yang ditemukan tidak hilang atau
terlupakan, sebaiknya supervisor membuat catatan singkat, berisi hal – hal penting yang
diperlukan untuk membuat laporan.

Sedangkan menurut Tahalele dan Indrafachrudi (1975) prinsip-prinsip supervisi sebagai


berikut :
 Supervisi harus dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif,
 Supervisi harus kreatif dan konstruktif,
 Supervisi harus ”scientific” dan efektif,
 Supervisi harus dapat memberi perasaan aman pada guru-guru,
 Supervisi harus berdasarkan kenyataan,
 Supervisi harus memberi kesempatan kepada supervisor dan guru-guru untuk
mengadakan “self evaluation”

Karena prinsip-prinsip supervisi di atas merupakan kaidah-kaidah yang harus dipedomani


atau dijadikan landasan di dalam melakukan supervisi, maka hal itu mendapat perhatian
yang sungguh - sungguh dari para supervisor, baik dalam konteks hubungan supervisor -
guru, maupun di dalam proses pelaksanaan supervisi.

D. Fungsi Supervisi
1. Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran Ruang lingkupnya sempit, hanya tertuju
pada aspek akademik, khususnya yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang
memberikan bantuan dan arahan kepada siswa.
2. Fungsi Memicu Unsur yang Terkait dengan Pembelajaran Lebih dikenal dengan
nama Supervisi Administrasi
3. Fungsi Membina dan Memimpin

E. Tipe-tipe Supervisi

Tipe seperti ini biasanya terjadi dalam administrasi dan model kepemimpinan yang
otokratis, mengutamakan pada upaya mencari kesalahan orang lain, bertindak sebagai
“Inspektur” yang bertugas mengawasi pekerjaan guru. Supervisi ini dijalankan terutama
untuk mengawasi, meneliti dan mencermati apakah guru dan petugas di sekolah sudah
melaksanakan seluruh tugas yang diperintahkan serta ditentukan oleh atasannya.
2. Tipe Laisses Faire
Tipe ini kebalikan dari tipe sebelumnya. Kalau dalam supervisi inspeksi bawahan diawasi
secara ketat dan harus menurut perintah atasan, pada supervisi Laisses Faire para
pegawai dibiarkan saja bekerja sekehendaknya tanpa diberi petunjuk yang benar.
Misalnya: guru boleh mengajar sebagaimana yang mereka inginkan baik pengembangan
materi, pemilihan metode ataupun alat pelajaran.
3. Tipe Coersive
Tipe ini tidak jauh berbeda dengan tipe inspeksi. Sifatnya memaksakan kehendaknya.
Apa yang diperkirakannya sebagai sesuatu yang baik, meskipun tidak cocok dengan
kondisi atau kemampuan pihak yang disupervisi tetap saja dipaksakan berlakunya. Guru
sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bertanya mengapa harus demikian. Supervisi
ini mungkin masih bisa diterapkan secara tepat untuk hal-hal yang bersifat awal. Contoh
supervisi yang dilakukan kepada guru yang baru mulai mengajar. Dalam keadaan
demikian, apabila supervisor tidak bertindak tegas, yang disupervisi mungkin menjadi
ragu-ragu dan bahkan kehilangan arah yang pasti.
4. Tipe Training dan Guidance
Tipe ini diartikan sebagai memberikan latihan dan bimbingan. Hal yang positif dari
supervisi ini yaitu guru dan staf tata usaha selalu mendapatkan latihan dan bimbingan
dari kepala sekolah. Sedangkan dari sisi negatifnya kurang adanya kepercayaan pada
guru dan karyawan bahwa mereka mampu mengembangkan diri tanpa selalu diawasi,
dilatih dan dibimbing oleh atasannya.
5. Tipe Demokratis
Selain kepemimpinan yang bersifat demokratis, tipe ini juga memerlukan kondisi dan
situasi yang khusus. Tanggung jawab bukan hanya seorang pemimpin saja yang
memegangnya, tetapi didistribusikan atau didelegasikan kepada para anggota atau
warga sekolah sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

F. Teknik-Teknik Yang Digunakan Dalam Pelaksanaan Supervisi

Teknik supervisi Pendidikan adalah atat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai
tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang
sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, sebagai
supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam
supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu
guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara
perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung
bertatap muka atau melalui media komunikasi (Sagala 2010 : 210). Adapun teknik –
teknik Supervisi adalah sebagai berikut :
1. Teknik Supervisi yang bersifat kelompok

Teknik Supervisi yang bersifat kelompok ialah teknik supervisi yang dilaksanakan dalam
pembinaan guru secara bersama – sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam
satu kelompok (Sahertian 2008 : 86).

Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain : (Sagala 2010 : 210 - 227)
a. Pertemuan Orientasi bagi guru baru.
Pertmuan orientasi adalah pertemuan anatar supervisor dengan supervisee (Terutama
guru baru) yang bertujuan menghantar supervisee memasuki suasana kerja yang baru
dikutip menurut pendapat Sagala (2010 : 210) dan Sahertian (2008 : 86). Pada
pertemuan Orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan
kepada supervisee hal – hal sebagai berikut (Sahertian 2008 : 86) :
 Sistem kerja yang berlaku di sekolah itu.
 Proses dan mekanisme administrasi dan organisasi sekolah.
 Biasanya diiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi
sekolah.
 Sering juga pertemuan orientasi ini juga diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk
diskusi kelompok dan lokakarya.
 Ada juga melalui perkunjungan ke tempat – tempat tertentu yang berkaitan atau
berhubungan dengan sumber belajar.
 Salah satu ciri yang sangat berkesan bagi pembinaan segi sosial dalam orientasi
ini adalah makan bersama.
 Aspek lain yang membantu terciptanya suasana kerja ialah bahwa guru baru tidak
merasa asing tetapi guru baru merasa diterima dalam kelompok guru lain.

b. Rapat guru

Rapat Guru adalah teknik supervisi kelompok melalui rapat guru yang dilakukan untuk
membicarakan proses pembelajaan, dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru.
(Pidarta 2009 : 71). Tujuan teknik supervisi rapat guru yang dikutip menurut pendapat
Sagala (2010 : 212) dan Pidarta (2009 : 171) adalah sebagai berikut :
 Menyatukan pandangan – pandangan guru tentang masalah – masalah dalam
mencapai makna dan tujuan pendidikan.
 Memberikan motivasi kepada guru untuk menerima dan melaksanakan tugas –
tugasnya dengan baik serta dapat mengembangkan diri dan jabatan mereka secara
maksimal.
 Menyatukan pendapat tentang metode kerja yang baik guna pencapaian
pengajaran yang maksimal.
 Membicarakan sesuatu melalui rapat guru yang bertalian dengan
proses pembelajaran.
 Menyampaikan informasi baru seputar belajar dan pembelajaran, kesulitan –
kesulitan mengajar, dan cara mengatasi kesulitan mengajar secara bersama dengan
semua guru disekolah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam suatu rapat guru yang dikutip menurut
pendapat Sagala (2010 : 211), antara lain :
1. Tujuan – tujuan yang hendak dicapai harus jelas dan konkrit.
2. Masalah – masalah yang akan menjadi bahan rapat harus merupakan masalah
yang timbul dari guru – guru yang dianggap penting dan sesuai dengan kebutuhan
mereka.
3. Masalah pribadi yang menyangkut guru di lembaga pendidikan tersebut perlu
mendapat perhatian.
4. Pengalaman – pengalaman baru yang diperoleh dalam rapat tersebut harus
membawa mereka pada peningkatan pembelajaran terhadap siswa.
5. Partisipasi guru pada pelaksanaan rapat hendaknya dipikirkan dengan sebaik –
baiknya.
6. Persoalan kondisi setempa, waktu, dan tempat rapat menjadi bahan
pertimbangan dalam perencanaan rapat guru.
c. Studi kelompok antar guru

Studi kelompok antara guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah guru
yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu, seperti MIPA, Bahasa, IPS dan
sebagainya, dan dikontrol oleh supervisor agar kegiatan dimaksud tidak berubah menjadi
ngobrol hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan materi. Topik yang akan dibahas
dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan disepakati terlebih dahulu. Tujuan pelaksanaan
teknik supervisi ini adalah sebagai berikut :
 Meningkatkan kualitas penguasaan materi dan kualitas dalam memberi layanan
belajar.
 Memberi kemudahan bagi guru – guru untuk mendapatkan bantuan pemechan
masalah pada materi pengajaran.
 Bertukar pikiran dan berbicara dengan sesama guru pada satu bidang studi atau
bidang – bidang studi yang serumpun.

d. Diskusi

Diskusi adalah pertukaran pikiran atau pendapat melalui suatu percakapan tentang
suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Diskusi merupakan salah satu
teknik supervisi kelompok yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai
ketrampilan pada diri para guru dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitan
dengan cara melakukan tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Melalui teknik ini
supervisor dapat membantu para guru untuk saling mengetahui, memahami, atau
mendalami suatu permasalahan, sehingga secara bersama – sama akan berusaha
mencari alternatif pemecahan masalah tersebut (Sagala 2010 : 213). Tujuan
pelaksanaan supervisi diskusi adalah untuk memecahkan masalah – masalah yang
dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari – hari dan upaya meningkatkan profesi melaluii
diskusi.

Hal – hal yang harus diperhatikan supervisor sebagai pemimpin diskusi sehingga setiap
anggota mau berpartisipasi selama diskusi berlangsung supervisor harus mampu :
 Menentukan tema perbincangan yang lebih spesifik ;
 Melihat bahwa setiap anggota diskusi senang dengan keadaan dan topik yang
dibahas dalam diskusi.
 Melihat bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua anggota dan
dapat memecahkan masalah dalam pengajaran.
 Melihat bahwa kelompok merasa diperlukan dan diikutsertakan untuk mencapai
hasil bersama.
 Mengakui pentingnya peranan setiap anggota yang dipimpinnya.

e. Workshop

Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik
yang sedang memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok.
Hal – hal yang perlu diperhatikan pada waktu pelaksanaan workshop antara lain :
1. Masalah yang dibahas bersifat “Life cntred” dan muncul dari guru tersebut,
2. Selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental dan fisik dalam kegiatan
sehingga tercapai perubahan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik.

f. Tukar menukar pengalaman Tukar menukar pengalaman “Sharing of Experince”


suatu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman masing-masing
dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diajarkan, saling memberi dan
menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain. Langkah – langkah
melakukang sharing antara lain :
 Menentukan tujuan yang akan dicapai.
 Menentukan pokok masalah yang akan dibahas.
 Memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat
pendapat mereka
 Merumuskan kesimpulan.

2. Teknik Individual dalam Supervisi

Teknik Individual Menurut Sahertian yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216) adalah teknik
pelaksanaan supervisi yang digunakan supervisor kepada pribadi – pribadi guru guna
peningkatan kualitas pengajaran disekolah. Teknik – teknik individual dalam pelaksanaan
supervisi antara lain :
a. Teknik Kunjungan kelas.
Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor ke
dalam satu kelas pada saat guru sedang mengajar dengan tujuan untuk membantu guru
menghadapi masalah/kesulitan mengajar selama melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Kunjungan kelas dilakukan dalam upaya supervisor memperoleh data tentang keadaan
sebenarnya mengenai kemampuan dan ketrampilan guru mengajar. Kemudian dengan
yang ada kemudian melakukan perbincangan untuk mencari pemecahan atas kesulitan –
kesulitan yang dihadapi oleh guru. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat ditingkatkan.
Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan 3 cara, yatiu :
 Kunjungan kelas tanpa diberitahu,
 Kunjungan kelas dengan pemberitahuan,
 Kunjungan kelas atas undangan guru,
 Saling mengunjungi kelas.

b. Teknik Observasi Kelas


Teknik observasi kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi
kelas dengan tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses
belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap
guru yang diobservasi. Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang
diberitahu dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya, tetapi setelah melalui izin supaya
tidak mengganggu proses belajar mengajar. Selama berada dikelas supervisor
melakukan pengamatan dengan teliti, dan menggunakan instrumen yang ada terhada
lingkungan kelas yang diciptakan oleh guru selama jam pelajaran.

c. Percakapan Pribadi
Percakapan pribadi merupakan Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya,
yang membahas tentang keluhan – keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru
dalam bidang mengajar, di mana di sini supervisor dapat memberikan jalan keluarnya.
Dalam percakapan ini supervisor berusaha menyadarkan guru akan kelebihan dan
kekurangannya. mendorong agar yang sudah baik lebih di tingkatkan dan yang masih
kurang atau keliru agar diupayakan untuk memperbaikinya.

d. Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)


Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh
beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju
dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat – kiat yang telah diambil sampai seekolah
tersebut maju. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah dapat saling
membandingkan dan belajar atas kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman
masing – masing. Sehingga masing – masing guru dapat memperbaiki kualitasnya dalam
memberi layanan belajar kepada peserta didiknya.

e. Penyeleksi berbagai sumber materi untuk mengajar.


Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek – aspek belajar mengajar.
Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan
akan menaruh perhatian terhadap aspek – aspek proses belajar mengajar sehingga
diperoleh hasil yang efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi
berbagai sumber materi yang digunakan guru untuk mengajar. Adapun cara untuk
mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti
perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional
reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi
belajar mengajar yang lebih baik. Hal ini menyatakan bahwa teknik penyeleksian
berbagai suber materi untuk mengajar memiliki arti bahwa Teknik ini yang menitik
beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku yang dimiliki
oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.

f. Menilai diri sendiri


Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat
memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya
akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri
sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik
karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. Ada beberapa cara atau alat yang
dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain membuat daftar pandangan atau
pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaan atau suatu
aktivitas guru di muka kelas. Yaitu dengan menyususun pertanyaan yang tertutup
maupun terbuka, tanpa perlu menyebutkan nama siswa.

3. Diskusi Panel

Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudut ilmu dan
pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Mereka akan melihat suatu
masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing
sehingga guru dapat masukan yang sangat lengkap dalam menghadapi atau
memecahkan suatu masalah. Manfaat dari kegiatan ini adalah lahirnya sifat cekatan
dalam memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang ahli.

4. Seminar

Seminar adalah suatu rangkaian kajian yang diikuti oleh suatu kelompok untuk
mendiskusikan, membahas dan memperdebatkan suatu masalah yang berhubungan
dengan topik. Berkaitan dengan pelaksanaan supervisi, dalam seminar ini dapat dibahas
seperti bagaimana menyusun silabus sesuai standar isi, bagaimana mengatasi masalah
disiplin sebagai aspek moral sekolah, bagaimana mengatasi anak – anak yang selalu
membuat keributan dikelas, dll. Pada waktu pelaksanaan seminar kelompok
mendengarkan laporan atau ide – ide menyangkut permasalahan pendidikan dari salah
seorang anggotanya.

5. Simposium

Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahas masalah pendidikan.


Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-
aspek yang berbeda. Penyuguh pidato biasanya tiga orang dimana guru sebagai
pengikut diharapkan dapat mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato
tersebut.

6. Demonstrasi mengajar

Usaha peningkatan belajar mengajar dengan cara mendemonstrasikan cara mengajar


dihadapan guru dalam mengenalkan berbagai aspek dalam mengajar di kelas oleh
supervisor.

7. Buletin supervisi

Suatu media yang bersifat cetak dimana disana didapati peristiwaperistiwa pendidikan
yang berkaitan dengan cara-cara mengajar,tingkah laku siswa,dan
[Link] ini dapat membantu guru untuk menjadi lebih baik.

G. Kelemahan Dan Kelebihan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi

1. Kelemahan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi


 Perlu biaya yang banyak, waktu yang tepat, sekolah jadi kurang efektif.
 Perlu penyediaan waktu yang tepat
 Tidak mencerminkan keadaan sehari-hari
 Kurang demokratis
 Mengganggu kelas lain dalam KBM, kelas sendiri ditinggalkan
 Agak sulit menentukan dan cukup menyita waktu
 Agak sulit menemukan waktu
 Guru merasa canggung dan kurang bebas

2. Kelebihan Teknik – Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi


 Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan
untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan
 Bantuan diberikan kepada seluruh guru dalam satu kali pertemuan, pertukaran
pikiran secara umum
 Hal-hal yang baik dapat dijadikan contoh, hal yang kurang dapat didiskusikan
 Dapat memberikan bimbingan aktual
 Guru dapat menunjukan hasil usahanya
 Dapat melayani kebutuhan khusus setempat
 Dapat mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan
untuk perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan.

H. PERANGKAT SUPERVISI

Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksankan supervisi ialah instrument
observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis,
dengan demikian diharapkan indicator yang diamati untuk setiap unsure yang diamati,
antara lain
1. Persiapan dan aperisepsi
2. Relevansi materi dengan tujuan instruksional
3. Penguasaan materi
4. Strategi
5. Metode
6. Manajemen kelas
7. Pemberian metivasi kepada siswa
8. Nada dan suara
9. Penggunaan bahasa
10. Gaya dan sikap perilaku.

Demikian tentang Pengertian Supervisi Pendidikan Makalah, Tujuan, Ruang


Lingkup yang dapat saya berikan mudah mudahan bermanfaat bagi anda semua,
0
inShare
RELATED POSTS :

 Merancang Program Pengajaran BahasaSesungguhnya materi kurikulum


menduduki posisi paling penting dalam program persiapan guru. Materi … Read More...

 TELL ME MORETELL ME MORE adalah suatu metode pembelajaran yang sangat


produktif untuk meningkatkan kinerja belaj… Read More...

 Kesulitan Belajar SiswaKesulitan belajar yang didefenisikan oleh The United


States Office of Education (USOE) yang dikutip… Read More...

 Karakteristik Mutu PendidikanA. Pengertian, Karakteristik Mutu Pendidikan 1.


Pengertian Mutu Pendidikan Defenisi mutu memi… Read More...
 Metodologi PenelitianMETODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian | Metodologi
Penelitian Dalam penelitian ini pene… Read More...
NEWER POSTOLDER POSTHOME

POPULAR POSTS

 Makna Setiap Alinea Dalam Pembukaan UUD 1945


1. Alinea Pertama, Dari pembukaan UUD 1945 , yang berbunyi :”Bahwa kemerdekaan itu ialah hal segala bangsa,
oleh sebab itu maka pen...


Contoh Pendahuluan Makalah | Karya Tulis
Sebelumnya saya sudah menulis tentang contoh latar belakang skripsi maupun contoh kata pengatar pada makalah,
kembali saya menulis lagi seb...


Pokok - Pokok Pikiran Dalam Pembukaan UUD 1945
Berdasarkan penjelasan Undang-Undang Dasar 1945, pokok-pokok pikiran tersebuta dalah : 1. Pokok pikiran
pertama: Negara beg...
 Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila Sebagai Ideologi Negara Pengertian Ideologi - Ideologi berasal dari kata yunani yaitu iden yang berarti
melihat, atau idea yan...


Contoh Kata Pengantar Makalah Pendidikan Yang Baik dan Benar
Contoh Kata Pengantar Makalah - Kata pengantar merupakan bagian dari makalah, skripsi , maupun karya ilmiah yang
lainnya. kata pengatar ad...
 Pengertian Problem Solving
1. Pengertian Problem Solving Problem solving adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan
masalah dan memecahkan berdasar...
 Pendidikan Agama Islam > Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup
1. Pendidikan Agama Islam 1.1 Pengertian dan Tujuan Pendidikan Agama Islam a) Pengertian Pendidikan Agama
Islam Pengertian pe...
Copyright 2016 [Link]
Mutiara Lombok - Landasan Teori
[Link]

[Link]

Anda mungkin juga menyukai