0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan42 halaman

RAMA 62201 01031282025075 0018089301 01 Front Ref

Skripsi ini membahas penggunaan Fraud Hexagon Theory untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan dengan komite audit sebagai variabel moderasi pada Badan Usaha Milik Negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai faktor terhadap kecurangan laporan keuangan dan peran komite audit dalam memoderasi pengaruh tersebut. Penulis berharap skripsi ini dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang kecurangan keuangan dan pentingnya pengawasan audit.

Diunggah oleh

Remiii
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan42 halaman

RAMA 62201 01031282025075 0018089301 01 Front Ref

Skripsi ini membahas penggunaan Fraud Hexagon Theory untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan dengan komite audit sebagai variabel moderasi pada Badan Usaha Milik Negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai faktor terhadap kecurangan laporan keuangan dan peran komite audit dalam memoderasi pengaruh tersebut. Penulis berharap skripsi ini dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang kecurangan keuangan dan pentingnya pengawasan audit.

Diunggah oleh

Remiii
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGGUNAAN FRAUD HEXAGON THEORY DALAM MENDETEKSI

KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN KOMITE AUDIT


SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(Studi Pada Badan Usaha Milik Negara yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)

Skrispi Oleh:
VINI ADI TESALONIKA
01031282025075
AKUNTANSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI
2024
LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN KOMPREHENSIF

i
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

ii
SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH

iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“But seek first his kingdom and his righteousness, and all these things will be

given to you as well. Therefore do not worry about tomorrow, for tomorrow will

worry about itself. Each day has enough trouble of its own.”

- Matthew 6 : 33-34 -

“Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kau kehendaki dan dijadikan-Nya

berhasil apa yang kau rancangkan.”

- Mazmur 20 : 4 -

Skripsi ini dipersembahkan untuk :

 Tuhan Yesus Kristus

 Papa dan Mama

 Adik dan Kakakku

 Keponakanku

 Keluarga Besarku

 Sahabat dan Teman-temanku

 Almamaterku

iv
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa

yang telah memberikan pertolongan dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penggunaan Fraud Hexagon Theory Dalam

Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Dengan Komite Audit Sebagai

Variabel Moderasi (Studi Pada Badan Usaha Milik Negara yang Terdaftar di

Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)”. Penulisan skripsi ini ditujukan untuk

memenuhi salah satu persyaratan dalam meraih gelar Sarjana Ekonomi program

Strata Satu (S-1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun skripsi ini tidak terlepas dari

keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman. Oleh karena itu, penulis

sangat mengharapkan masukan, kritik, serta saran yang bersifat membangun dari

berbagai pihak. Akhir kata dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, penulis

memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekurangan yang mungkin ada

dalam skripsi ini. Penulis juga berharap kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi

banyak orang.

Inderalaya, 13 Juni 2024


Penulis,

Vini Adi Tesalonika


NIM. 01031282025075

v
UCAPAN TERIMA KASIH

Selama melakukan penelitian dalam menulis skripsi ini, tentunya penulis

menghadapi berbagai rintangan dan kendala. Namun, berkat bantuan serta

dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung,

skripsi ini berhasil diselesaikan dengan baik. Dengan penuh rasa hormat dan

kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai dan memberikan pertolongan.

2. Bapak Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., [Link]. selaku Rektor Universitas

Sriwijaya.

3. Bapak Prof. Dr. Mohamad Adam, S.E., M.E. selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Sriwijaya.

4. Bapak Arista Hakiki, S.E., [Link]., Ak., CA. selaku Ketua Jurusan

Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya dan Ibu Dr. E.

Yusnaini, S.E., [Link]., Ak. Selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Fakultas

Ekonomi Universitas Sriwijaya.

5. Ibu Nur Khamisah, S.E., [Link]. selaku dosen pembimbing yang telah

bersedia meluangkan waktu untuk membimbing serta memberikan ilmu dan

arahan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.

6. Ibu Umi Kalsum, S.E., [Link]., Ak. selaku Dosen Penuji Ujian Seminar

Proposal dan Ujian Komprehensif yang telah memberikan saran serta

masukan kepada penulis terkait penulisan skripsi ini.

7. Ibu Rika Henda Safitri, S.E., [Link]., Ak. selaku Dosen Pembimbing

Akademik yang telah membimbing penulis dari awal perkuliahan.

vi
8. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya yang telah

memberikan ilmu pengetahuan selama penulis mengikuti perkuliahan, serta

segenap karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya yang telah

banyak membantu dalam hal akademik selama masa perkuliahan.

9. Kedua orang tua hebatku, Papa dan Mama yang senantiasa memberikan

kasih sayang, doa yang tulus, motivasi, serta dukungan baik berupa materi

maupun non-materi.

10. Adik kebanggaanku, Timothy Otniel Adi Kristara yang selalu bersedia

mendengarkan penulis, dan Kakakku tersayang, Aisyah Dewi Pelita yang

selalu menemani penulis dalam keadaan susah dan senang.

11. Ketiga adik kecilku, Deanes Copie, Cipie Ochi (†), Joy Abraham serta

kedua keponakanku tersayang, Greta Fidelia Nalta S. dan Kerenhapukh

El Auriel Sulaksono yang mewarnai hari-hari penulis saat menyusun

skripsi. Terima kasih telah menjadi tempat bercerita terbaik dan ternyaman

di sepanjang kehidupan penulis.

12. Jajaran persepupuan dan barisan keponakan dari keluarga besar Mbah

Soekijanto, terima kasih telah mendukung secara langsung maupun tidak

langsung dalam proses penulisan skripsi ini. Kiranya kita semua selalu

dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan Yesus Kristus.

13. Pomparan Opung Edison Manik, terima kasih senantiasa memberikan

semangat dan mendukung Kak Tesa di dalam doa. Tuhan Yesus memberkati

setiap pekerjaan dan cita-cita kita semua.

vii
14. Sahabatku sejak satu dekade yang lalu, Valencia Aneira Maxine, Gracia

Mianda Caroline Batubara, Regina Eunike Brimilana, Felik Sukimin,

dan Gregorius Dhanu Dewa Wiceca, terima kasih selalu bersedia menjadi

tempat berkeluh kesah dan memberikan semangat tiada henti kepada

penulis.

15. Inner Circle (Alexander Ronald Suhendar, Nelsita Elshaday Sianipar,

Dian Febe Anggini Manurung, Ghina Durrotul Hikmah Afrizal,

Talitha Amanda Permata Wijaya, Shelly Adelia, Natasya Ayu Savira,

Lisa Habsyari), teman seperjuangan semasa perkuliahan dan penulisan

skripsi. Terima kasih untuk segala bentuk kerja sama, kenangan, serta tawa

dan tangis yang telah dilalui.

16. Sahabat rohaniku, Indri Giani Putri Sibarani, Putri Sondang Nauli,

Anggi Yulianti Ningsi, Nicholas Nandiwardhana Pratisara, Cahya Vega

Anjaswara, Maria Alfa Christianti serta teman-teman Komisi Pemuda

GKSBS Palembang Siloam yang senantiasa menjadi teman berbagi cerita

selama proses pembuatan skripsi penulis.

17. Sahabatku semasa SMA, Stefanny Flourensia dan Maria Jessica Putri

Aprilia Adhi, terima kasih senantiasa memberikan semangat dan motivasi

kepada penulis.

18. Teman baikku, Ajeng Noverli Windi Prawesti, Dyang Ramadhanty Irmi,

Adelia Diva Andini, Altia Paradila Sapari, Rom Asia Asma Dara,

Syarifah Ainiah, Aisyah Azzahra, Kharisma Anggun Sari, Nadya Nur

Hatina, Tri Syahputera yang selalu ada walaupun tidak selalu terlihat.

viii
Terima kasih telah membantu dan mewarnai masa perkuliahan penulis baik

pada saat di kelas maupun organisasi.

19. Teman seperjuangan satu bimbingan, Dian Febe, Yolanda Anggia Sari, M.

Rifqi Farumi, Daffa Hanifah Hanaka Putri, Maudiffa Izzahra Fadilah

terima kasih telah membersamai perjuangan ini.

20. Organisasi IMA FE UNSRI Kabinet Trisula, Arunika, dan Gana Kagendra

yang telah mengajarkan berbagai macam hal baru yang penuh makna.

21. Temanku terkasih, M. R. Hutahaean yang bercita-cita menjadi sintua ruas

ni huria. Terima kasih telah berperan di belakang layar kehidupan penulis.

Jalo asi di sasude. Sai di ramoti Debata ma ho siganup ari, marganda-

ganda ma doharmu tujolona on.

22. Terima kasih kepada Teman-teman Akuntansi Angkatan 2020 Kampus

Indralaya atas kenangan, pengalaman, dan kebersamaan semasa kuliah.

23. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik secara

langsung maupun tidak langsung, yang tidak dapat penulis sebutkan satu

persatu.

Tuhan yang akan membalas segala kebaikan yang telah diberikan kepada

penulis sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.

Indralaya, 13 Juni 2024


Penulis,

Vini Adi Tesalonika


NIM. 01031282025075

ix
SURAT PERNYATAAN ABSTRAK

x
ABSTRAK

xi
ABSTRACT

xii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama : Vini Adi Tesalonika
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat/Tanggal Lahir : Palembang, 21 September 2002
Agama : Kristen Protestan
Status : Belum Menikah
Alamat Rumah : Jl. Naskah III Lr. Melinjo 1 No. 699 H
Sukarami, Palembang.
Email : viniadi21@[Link]

PENDIDIKAN FORMAL
1. Tahun 2008 – 2014 : SD Baptis Palembang
2. Tahun 2014 – 2017 : SMPK Frater Xaverius 1 Palembang
3. Tahun 2017 – 2020 : SMA Xaverius 1 Palembang
4. Tahun 2020 – 2024 : S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi,
Universitas Sriwijaya

PENGALAMAN ORGANISASI
1. Tahun 2021 : Anggota Divisi Administrasi dan Kesekretariatan
IMA FE UNSRI
2. Tahun 2022 : Sekretaris Divisi Administrasi dan Kesekretariatan
IMA FE UNSRI
3. Tahun 2023 : Kepala Divisi Administrasi dan Kesekretariatan
IMA FE UNSRI

xiii
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN KOMPREHENSIF .................................. i


LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI .............................................................. ii
SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH .......................... iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................ v
UCAPAN TERIMA KASIH ............................................................................. vi
SURAT PERNYATAAN ABSTRAK ................................................................ x
ABSTRAK......................................................................................................... xi
ABSTRACT....................................................................................................... xii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................ xiii
DAFTAR ISI ................................................................................................... xiv
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xviii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xix
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ................................................................................ 10
1.3. Tujuan Penelitian ................................................................................. 12
1.4. Manfaat Penelitian ............................................................................... 13
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 15
2.1. Fraud Hexagon Theory ......................................................................... 15
2.2. Teori Keagenan .................................................................................... 18
2.3. Konsep Kecurangan (Fraud) ................................................................ 19
2.4. Kecurangan Laporan Keuangan ............................................................ 21
2.5. Komite Audit ....................................................................................... 22
2.6. Penelitian Terdahulu ............................................................................ 24
2.7. Kerangka Pemikiran ............................................................................. 29
2.8. Pengembangan Hipotesis Penelitian ..................................................... 30
2.8.1. Pengaruh Stimulus terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ......... 30
2.8.2. Pengaruh Opportunity terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ... 31

xiv
2.8.3. Pengaruh Rationalization terhadap Kecurangan Laporan
Keuangan ...................................................................................... 31
2.8.4. Pengaruh Capability terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ...... 32
2.8.5. Pengaruh Ego terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ................ 33
2.8.6. Pengaruh Collusion terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ....... 33
2.8.7. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Stimulus terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 34
2.8.8. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Opportunity terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 35
2.8.9. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Rationalization terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 36
2.8.10. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Capability terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 37
2.8.11. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Ego terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 38
2.8.12. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Collusion terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 38
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 40
3.1. Ruang Lingkup Penelitian .................................................................... 40
3.2. Rancangan Penelitian ........................................................................... 40
3.3. Jenis dan Sumber Data ......................................................................... 41
3.4. Populasi dan Sampel ............................................................................ 41
3.4.1. Populasi......................................................................................... 41
3.4.2. Sampel .......................................................................................... 42
3.5. Teknik Analisis Data ............................................................................ 42
3.5.1. Statistik Deskriptif ......................................................................... 44
3.5.2. Model Regresi Data Panel ............................................................. 45
[Link]. Common Effect Model (CEM) .............................................. 45
[Link]. Fixed Effect Model (FEM) .................................................... 45
[Link]. Random Effect Model (REM) ................................................ 46
3.5.3. Uji Pemilihan Model ..................................................................... 46

xv
[Link]. Uji Chow ............................................................................... 46
[Link]. Uji Hausman.......................................................................... 46
[Link]. Uji Lagrange Multiplier ......................................................... 47
3.5.4. Uji Asumsi Klasik ......................................................................... 47
[Link]. Uji Normalitas ....................................................................... 47
[Link]. Uji Multikolinearitas .............................................................. 48
[Link]. Uji Autokorelasi .................................................................... 48
[Link]. Uji Heteroskedastisitas .......................................................... 48
3.5.5. Uji Hipotesis ................................................................................. 49
[Link]. Uji Kelayakan Model (Uji F) ................................................. 49
[Link]. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) ............ 49
[Link]. Uji Koefisien Determinasi ..................................................... 50
3.6. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ..................................... 50
3.6.1. Variabel Dependen ........................................................................ 50
3.6.2. Variabel Independen ...................................................................... 52
3.6.3. Variabel Moderasi ......................................................................... 54
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................. 56
4.1. Hasil Penelitian .................................................................................... 56
4.1.1. Gambaran Umum Penelitian .......................................................... 56
4.1.2. Analisis Statistik Deskriptif ........................................................... 56
4.1.3. Uji Pemilihan Model ..................................................................... 61
[Link]. Uji Chow ............................................................................... 61
[Link]. Uji Lagrange Multiplier ......................................................... 61
4.1.4. Uji Asumsi Klasik ......................................................................... 62
[Link]. Uji Normalitas ....................................................................... 62
[Link]. Uji Multikolinearitas .............................................................. 63
[Link]. Uji Autokorelasi .................................................................... 64
[Link]. Uji Heteroskedastisitas .......................................................... 65
4.1.5. Pengujian Hipotesis ....................................................................... 65
[Link]. Analisis Regresi Berganda ..................................................... 65
[Link]. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) ............ 68

xvi
[Link]. Uji F ...................................................................................... 69
[Link]. Uji Koefisien Determinasi (R2) .............................................. 70
[Link]. Moderated Regression Analysis (MRA) ................................. 70
4.2. Pembahasan ......................................................................................... 73
4.2.1. Pengaruh Stimulus terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ......... 73
4.2.2. Pengaruh Opportunity terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ... 74
4.2.3. Pengaruh Rationalization terhadap Kecurangan Laporan
Keuangan ...................................................................................... 76
4.2.4. Pengaruh Capability terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ...... 78
4.2.5. Pengaruh Ego terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ................ 79
4.2.6. Pengaruh Collusion terhadap Kecurangan Laporan Keuangan ....... 81
4.2.7. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Stimulus terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 82
4.2.8. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Opportunity terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 84
4.2.9. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Rationalization terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 85
4.2.10. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Capability terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 87
4.2.11. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Ego terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 89
4.2.12. Peran Komite Audit Memoderasi Pengaruh Collusion terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan ..................................................... 90
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 92
5.1. Kesimpulan .......................................................................................... 92
5.2. Keterbatasan......................................................................................... 93
5.3. Saran .................................................................................................... 94
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 96
LAMPIRAN ................................................................................................... 104

xvii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ........................................................................... 24


Tabel 3.1 Hasil Seleksi Sampel Penelitian .......................................................... 42
Tabel 3.2 Pengukuran Variabel .......................................................................... 54
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif.............................................................................. 57
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Rationalization ..................................................... 58
Tabel 4.3 Statistik Deskriptif Capability ............................................................ 59
Tabel 4.4 Hasil Statistik Uji Chow ..................................................................... 61
Tabel 4.5 Hasil Statistik Uji Lagrange Multiplier ............................................... 62
Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas ........................................................................... 62
Tabel 4.7 Hasil Uji Multikolinearitas ................................................................. 63
Tabel 4.8 Hasil Uji Autokorelasi ........................................................................ 64
Tabel 4.9 Keterangan Uji Autokorelasi .............................................................. 64
Tabel 4.10 Hasil Uji Heteroskedastisitas ............................................................ 65
Tabel 4.11 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ................................................... 66
Tabel 4.12 Hasil Uji t Pada Regresi Linear Berganda ......................................... 68
Tabel 4.13 Hasil Uji F Regresi Linear Berganda ................................................ 69
Tabel 4.14 Hasil Uji Koefisien Determinasi Regresi Linear Berganda ................ 70
Tabel 4.15 Hasil Uji MRA Variabel Stimulus ..................................................... 71
Tabel 4.16 Hasil Uji MRA Variabel Opportunity ............................................... 71
Tabel 4.17 Hasil Uji MRA Variabel Rationalization .......................................... 71
Tabel 4.18 Hasil Uji MRA Variabel Capability .................................................. 72
Tabel 4.19 Hasil Uji MRA Variabel Ego ............................................................ 72
Tabel 4.20 Hasil Uji MRA Variabel Collusion ................................................... 72

xviii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Triangle Fraud ............................................................................... 15


Gambar 2.2 Diamond Fraud .............................................................................. 16
Gambar 2.3 Pentagon Fraud .............................................................................. 16
Gambar 2.4 Hexagon Fraud ............................................................................... 17
Gambar 2.5 Kerangka Pemikiran ....................................................................... 29

xix
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Laporan keuangan memiliki fungsi sebagai suatu instrumen untuk

berkomunikasi antara perusahaan dengan berbagai pihak yang memerlukan

informasi keuangan, termasuk pihak internal juga eksternal diantaranya berupa

kreditor, investor, dan pemangku kepentingan lain (Herawati, 2019). Laporan

keuangan mempunyai peranan penting bagi perusahaan karena berperan sebagai

gambaran kinerja dan prestasi perusahaan selama periode tertentu sehingga

menjadi pertimbangan bagi manajemen dalam proses pengambilan keputusan

(Najib et al., 2023). Kemampuan perusahaan untuk bertahan dan tumbuh dalam

mencapai tujuannya sangat tergantung pada kondisi keuangan perusahaan yang

baik (Siregar et al., 2022).

Perusahaan terdorong untuk memberikan informasi keuangan yang

berkualitas tinggi dengan menyadari pentingnya pelaporan keuangan sehingga

dapat mendukung pengambilan keputusan ekonomi. Namun, dorongan untuk

menyajikan informasi yang baik ini juga dapat membawa risiko besar terkait

dengan potensi tindakan kecurangan atau yang biasa disebut sebagai fraud

(Faradiza, 2018). Standar Audit (SA) 240 Tahun 2021 menjelaskan bahwa

tindakan fraud merupakan perilaku tidak jujur yang dilakukan oleh orang tertentu

atau sekelompok orang yang bekerja di dalam sebuah manajemen, karyawan, atau

pihak lain yang terlibat dalam penggunaan taktik menipu guna mendapatkan

keuntungan yang tidak dapat dibenarkan atau melanggar hukum.

1
Kecurangan atau fraud dalam ranah akuntansi adalah tindakan kecurangan

yang melibatkan manipulasi data, pencurian aset, atau pelanggaran prinsip etika

bisnis (Unggul, 2023). Praktik penipuan yang melibatkan manipulasi laporan

keuangan dikenal sebagai Financial Statement Fraud. Kecurangan ini mengacu

pada perilaku yang direncanakan oleh manajemen perusahaan bertujuan untuk

mengelabuhi berbagai pihak yang membutuhkan informasi laporan keuangan

dengan memanipulasi serta merancang nilai material dalam laporan keuangan.

Menurut Association of Certified Fraud Examiner (ACFE) tahun 2018,

penggelapan pada laporan keuangan berkaitan dengan kesalahan penyajian

informasi atau menghilangkan informasi material secara sengaja serta

memberikan informasi akuntansi yang menyesatkan. Motivasi di balik tindakan

ini seringkali terkait dengan upaya membuat kondisi keuangan perusahaan tampak

lebih menguntungkan di mata pengguna laporan keuangan (Putra, 2022).

ACFE Indonesia (2018) menjelaskan bahwa fraud adalah ancaman laten

yang signifikan di seluruh dunia. Penelitian global yang dilakukan oleh ACFE

mengungkapkan bahwa rata-rata 5% dari pendapatan organisasi setiap tahunnya

menjadi sasaran tindakan penipuan. Fenomena penipuan juga terus berkembang

seiring berjalannya waktu. Saat ini, partisipan penipuan tidak hanya terbatas pada

kalangan elit, namun juga telah menyusup hingga ke lapisan bawah pegawai. Hal

ini menjadi sebuah perhatian yang mendalam, dan kita semua harus mengambil

tindakan pencegahan dan memperhatikan lingkungan di tempat kerja. ACFE

Indonesia (2019) melakukan survei yang hasilnya menunjukkan jenis kecurangan

yang umumnya terjadi di Indonesia adalah korupsi dengan persentase sebesar

2
64,4% dari seluruh kasus penipuan. Lalu, terdapat jenis fraud berupa

penyelewengan kekayaan atau aset perusahaan maupun negara sekitar 28,9%.

Kasus kecurangan terakhir terkait dengan laporan keuangan turut andil dengan

persentase sekitar 6,7%.

Harapan dari setiap perusahaan yang telah didirikan adalah memiliki

pertumbuhan yang cepat, mampu berdaya saing dalam jangka panjang, dan

kelangsungan usaha yang kokoh. Selain mendapatkan dana melalui pinjaman,

perusahaan sering kali membutuhkan tambahan modal saham untuk membangun

struktur modal yang kuat. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Imam

Rachman mengatakan bahwasannya semua perusahaan pada dasarnya dapat

menjadi perusahaan go public dan memperjualbelikan sahamnya secara terbuka

pada BEI. Seluruh perusahaan yang tercantum di BEI diharuskan mengungkapkan

laporan keuangan tahunan mereka agar informasinya dapat diakses oleh

masyarakat secara umum.

Perusahaan yang terdaftar pada BEI tidak hanya perusahaan swasta saja,

tetapi juga terdapat beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebagian

besar kepemilikannya dijalankan oleh sebuah negara. Oleh karena itu, Badan

Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (2022) menyebutkan bahwa

BUMN memiliki karakteristik nirlaba. Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN menjelaskan bahwa keberadaan BUMN

bertujuan untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari

peran pemerintah sebagai salah satu aktor dalam perekonomian. Saat ini, terdapat

115 perusahaan BUMN yang beroperasi dalam 13 sektor berbeda, dan dari jumlah

3
tersebut, 27 perusahaan yang sudah terdaftar di BEI yang sahamnya

diperdagangkan secara terbuka di pasar modal (Awal, 2022).

Erick Thohir sebagai Menteri BUMN menyatakan semakin banyak BUMN

terlibat dalam praktik window dressing atau mempercantik laporan keuangan.

Tindakan semacam window dressing dilarang karena dapat dikategorikan sebagai

penipuan (Sandi, 2020). Bagian laba bersih dalam laporan keuangan tampak

menguntungkan dengan adanya penerapan window dressing, meskipun

kenyataannya ini bersifat sementara karena perusahaan sebenarnya tidak memiliki

kas yang mencukupi. Konsep window dressing memiliki dua makna. Pertama,

window dressing terjadi pada saat akhir tahun saat harga saham sedang naik.

Kedua, window dressing menjadi strategi yang dilakukan oleh perusahaan

terutama manajer portofolio guna menyempurnakan hasil laporan keuangan

tahunan mereka sehingga pada akhirnya akan menarik investor untuk berinvestasi

(Alamsyah, 2023).

Praktik window dressing dalam laporan keuangan perusahaan sering kali

memiliki konotasi negatif karena dapat membuka potensi manipulasi angka dan

data yang membuat kondisi perusahaan terlihat lebih baik daripada yang

sebenarnya. Kasus fraud BUMN terjadi pada sektor transportasi dan logistik,

yaitu PT Garuda Indonesia. BUMN seharusnya turut menjadi agen pembangunan

negara justru diketahui melakukan praktik keuangan yang tidak sehat, dan

merusak kepercayaan masyarakat (Abriatika & Mutmainah, 2022). PT Garuda

Indonesia pada tahun 2018 terjerumus dalam kasus kecurangan laporan keuangan

yang diawali dengan mencatatkan pendapatan sebesar US$239,940,000 dari

4
perjanjian kontrak dengan Mahata dan GIAA membukukan laba bersihnya

sebesar US$5,020,000. Jika tidak ada kontrak itu, perusahaan dapat mencatatkan

rugi sebesar US$244,000,000. Laba tersebut dihasilkan dari pendapatan GIAA

yang seharusnya diakui selama 15 tahun hanya diakui pada 1 tahun buku,

sehingga menjadi pelaporan yang tidak wajar (Abriatika & Mutmainah, 2022).

Beragam kasus kecurangan berupa korupsi seperti penyalahgunaan fasilitas

pembiayaan juga kerap terjadi di BUMN, contohnya seperti kasus yang terjadi

pada PT Waskita Karya dan PT Waskita Beton Precast. Keduanya merupakan

BUMN yang beroperasi di sektor infrastruktur (Klausa, 2023). Fasilitas

pembiayaan ini dikenal dengan Supply Chain Financing yang merupakan struktur

pembiayaan yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh dana yang berasal

dari sebuah bank dengan menggunakan invoice bisa juga tagihan dari proyek yang

sedang berjalan. Salah satu faktor yang turut andil dalam mendorong timbulnya

tindakan korupsi adalah bahwa pemilihan kepemimpinan di BUMN sering kali

dipengaruhi oleh pertimbangan politis (Yulianto, 2021).

Munculnya berbagai kasus kecurangan dalam laporan keuangan mendorong

perusahaan untuk melakukan perencanaan terkait pengawasan fraud (Sari &

Nugroho, 2020). Berbagai macam komponen yang mempengaruhi kasus

kecurangan telah dipelajari melalui beberapa model pendeteksian fraud. Teori

pertama, fraud triangle disusulkan oleh Cressey pada tahun 1953. Teori ini

dikembangkan menjadi fraud diamond theory yang diteliti oleh Wolfe &

Hermanson pada tahun 2004. Selanjutnya pada tahun 2012, Horwath

mengemukakan teori fraud pentagon yang dilandaskan dari teori sebelumnya.

5
Pada tahun 2019, Vousinas menyempurnakan pengembangan teori-teori

sebelumnya sehingga berhasil merumuskan model S.C.C.O.R.E. yang dikenal

dengan fraud hexagon theory.

Teori fraud hexagon dikembangkan menjadi enam komponen, yaitu

Stimulus, Capabiliy, Collusion, Opportunity, Rationalization, dan Ego merupakan

penjabaran dari model S.C.C.O.R.E. (Vousinas, 2019). Komponen stimulus

memiliki potensi untuk mempengaruhi terjadinya kecurangan laporan keuangan,

terutama jika terjadi tekanan dari pihak internal atau eksternal perusahaan,

sehingga mendorong manajemen untuk melakukan segala yang diperlukan untuk

memenuhi keinginan pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Komponen

stimulus dapat diteliti dengan menggunakan beberapa proksi, seperti external

pressure (Imtikhani & Sukirman, 2021), financial stability (Sagala & Siagian,

2021), financial target (Handoko, 2021), dan personal financial need (Maryani et

al., 2022).

Komponen kedua pada fraud hexagon theory, yaitu opportunity.

Manajemen memiliki banyak peluang atau kesempatan untuk melakukan

manipulasi transaksi ketika pengendalian internal perusahaan sedang berada

dalam kondisi lemah (Sari & Nugroho, 2020). Komponen opportunity dapat

diteliti dengan menggunakan beberapa proksi, seperti pergantian ketua auditor

internal (Maryani et al., 2022), effective monitoring (Siregar et al., 2022), change

in audit committee (Aviantara, 2021), dan whistleblowing system (Aviantara,

2021). Effective monitoring menjadi proksi dari komponen opportunity dalam

penelitian ini.

6
Komponen ketiga pada fraud hexagon theory adalah rationalization yang

merupakan upaya pembenaran terhadap tindak penggelapan laporan keuangan.

Hal ini terjadi ketika manajemen beranggapan bahwa tindakan fraud yang mereka

lakukan merupakan sesuatu yang dapat dibenarkan atau dianggap wajar

(Mukaromah & Budiwitjaksono, 2021). Rationalization dapat diukur

menggunakan beberapa beberapa proksi, seperti pergantian Kantor Akuntan

Publik (KAP) (Wicaksono & Suryandari, 2021), historical restate frequency

(Siregar et al., 2022), dan government ownership (Aviantara, 2021). Pergantian

KAP digunakan sebagai proksi dari komponen rationalization dalam penelitian

ini.

Perkembangan selanjutnya dalam fraud hexagon theory adalah komponen

capability. Komponen ini mencerminkan kemampuan atau kapibilitas yang

dimiliki oleh individu dalam suatu perusahaan sehingga dapat dimanfaatkan

secara tidak benar guna melakukan tindakan kecurangan (Mukaromah &

Budiwitjaksono, 2021). Rationalization dapat diukur menggunakan beberapa

proksi, seperti director change (Aviantara, 2021), masa jabatan direksi (Lastanti

et al., 2022), CEO education (Siregar et al., 2022) dan working experience

(Siregar et al., 2022). Penelitian ini menggunakan director change sebagai proksi

dari kapabilitas.

Komponen fraud selanjutnya adalah ego. Sikap ini merujuk pada

keangkuhan seseorang yang percaya bahwa mereka mampu melakukan

kecurangan (Faradiza, 2018). Sikap arogan ini mendasarkan diri pada keyakinan

bahwa perilaku kecurangan laporan keuangan yang diekseskusi oleh individu

7
tersebut tidak mungkin terbongkar sehingga mereka menganggap akan selalu

terhindar dari konsekuensi yang akan terjadi (Aprilia, 2017). Ego dapat diukur

menggunakan beberapa proksi, seperti jumlah foto CEO dalam laporan keuangan

(Kirana et al., 2023), CEO education (Aviantara, 2021), CEO duality (Imtikhani

& Sukirman, 2021), CEO military (Aviantara, 2021), dan eksistensi perusahaan

(Siregar et al., 2022). Jumlah foto CEO yang terdapat dalam laporan keuangan

digunakan sebagai proksi dari ego pada penelitian ini.

Komponen terbaru dalam teori kecurangan, yaitu collusion atau kolusi yang

merujuk pada perbuatan yang dilaksanakan oleh satu individu atau lebih dengan

bekerja sama guna mendapatkan target yang sebenarnya tidak etis. Salah satu

contoh dari tindakan tersebut adalah menipu pihak ketiga (Vousinas, 2019).

Collusion dapat diukur menggunakan beberapa proksi, seperti E-procurement

(Aviantara, 2021), political connection (Wicaksono & Suryandari, 2021), audit

fee (Aviantara, 2021), kinerja perusahaan (Jannah et al., 2021), state-owned

enterprise (Wicaksono & Suryandari, 2021), dan kerja sama dengan proyek

pemerintah (Handoko, 2021). Kinerja perusahaan digunakan sebagai proksi dari

collusion pada riset ini.

Berdasarkan penjelasan latar belakang tersebut, terlihat bahwa perusahaan

memiliki masalah yang serius apabila terkait dengan tindakan penggelapan

laporan keuangan. Penggelapan dalam laporan keuangan dapat berpontensi terjadi

di berbagai jenis bisnis, salah satunya pada BUMN meskipun telah tercatat dalam

BEI. Maka dari itu, sangat krusial untuk menyelidiki faktor pemicu penggelapan

yang terjadi dalam laporan keuangan perusahaan. Diharapkan penelitian yang

8
penulis buat dapat memberikan kontribusi dalam upaya perusahaan untuk

mencegah penggelapan atau fraud yang terjadi pada laporan keuangan di masa

yang akan datang.

Topik ini telah dipelajari beberapa kali oleh peneliti lain dengan berbagai

variabel untuk mewakili faktor-faktor dalam Fraud Hexagon Theory. Penulis

menggabungkan beberapa variabel dari studi penelitian terdahulu yang menurut

penulis jarang digunakan pada penelitian sebelumnya. Peneliti menggunakan

penelitian dari Nugroho & Diyanty (2022) sebagai acuan utama dan

mengembangkan penelitian dengan menambahkan proksi baru dan model

penghitungan penggelapan laporan keuangan yang berbeda dari penelitian

sebelumnya. Berbeda dengan Siregar et al. (2022), penulis menggunakan Model

F-Score untuk mengetahui penggelapan laporan keuangan yang sudah didukung

oleh penelitian terdahulu Wicaksono & Suryandari (2021), Aviantara (2021), dan

Sagala & Siagian (2021) yang menagatakan bahwa model tersebut berhasil

memberikan hasil yang lebih akurat dalam mendeteksi kesalahan yang disengaja

yang dilakukan oleh manajemen untuk menyesatkan pembaca.

Penelitian yang penulis teliti terdapat beberapa aspek perbedaan dengan

riset lainnya yang pernah diteliti sebelumnya. Perbedaan pertama berada pada

sampel yang digunakan. Nugroho & Diyanty (2022) menggunakan sampel

perusaaan non-keuangan di Indonesia dengan periode tahun 2016 sampai dengan

tahun 2020 yang datanya didapatkan dari laporan tahunan perusahaan dan

Thomson Reuters. Sedangkan, penelitian yang dilakukan oleh penulis

menggunakan BUMN yang telah tercatat pada BEI.

9
Perbedaan kedua terletak pada metode pengukuran fraud laporan keuangan.

Penelitian sebelumnya, Nugroho & Diyanty (2022) menggunakan perhitungan

Beneish M-Score. Penulis mengaplikasikan fraud hexagon theory untuk

mengetahui kecurangan pada laporan keuangan sebab teori ini adalah hasil

pengembangan dari teori sebelumnya serta merupakan teori terbaru pada saat

penulis melakukan penelitian. Penelitian ini juga memasukkan variabel moderasi,

yaitu komite audit guna mengetahui apakah komite audit memiliki keterlibatan

dalam menjaga kualitas laporan keuangan.

Berangkat dari uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, peneliti

berminat untuk melakukan kajian lebih lanjut yang berjudul “Penggunaan Fraud

Hexagon Theory dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan Dengan

Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Badan Usaha Milik

Negara yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2022)”.

1.2. Rumusan Masalah

Seperti yang sudah dijelaskan dalam latar belakang penelitian yang menjadi

dasar penulis untuk menentukan rumusan masalah. Berikut merupakan rumusan

masalah yang akan penulis bahas dalam penelitian ini :

1. Apakah stimulus memberikan pengaruh dalam mendeteksi kecurangan pada

laporan keuangan?

2. Apakah opportunity memberikan pengaruh dalam mendeteksi kecurangan

pada laporan keuangan?

10
3. Apakah rationalization memberikan pengaruh dalam mendeteksi kecurangan

pada laporan keuangan?

4. Apakah capability memberikan pengaruh dalam mendeteksi kecurangan pada

laporan keuangan?

5. Apakah ego memberikan pengaruh dalam mendeteksi kecurangan pada

laporan keuangan?

6. Apakah collusion memberikan pengaruh dalam mendeteksi kecurangan pada

laporan keuangan?

7. Apakah komite audit memoderasi pengaruh stimulus dalam mendeteksi

kecurangan pada laporan keuangan?

8. Apakah komite audit memoderasi pengaruh opportunity dalam mendeteksi

kecurangan pada laporan keuangan?

9. Apakah komite audit memoderasi pengaruh rationalization dalam mendeteksi

kecurangan pada laporan keuangan?

10. Apakah komite audit memoderasi pengaruh capability dalam mendeteksi

kecurangan pada laporan keuangan?

11. Apakah komite audit memoderasi pengaruh ego dalam mendeteksi

kecurangan pada laporan keuangan?

12. Apakah komite audit memoderasi pengaruh collusion dalam mendeteksi

kecurangan pada laporan keuangan?

11
1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami

pengaplikasian fraud hexagon theory guna mengungkapkan fraud pada laporan

keuangan dengan komite audit yang berperan sebagai variabel moderasi. Berikut

merupakan tujuan penelitian ini :

1. Menguji fenomena tentang pengaruh komponen stimulus dalam mendeteksi

kecurangan laporan keuangan secara empiris.

2. Menguji fenomena tentang pengaruh komponen opportunity dalam

mendeteksi kecurangan laporan keuangan secara empiris.

3. Menguji fenomena tentang pengaruh komponen rationalization dalam

mendeteksi kecurangan laporan keuangan secara empiris.

4. Menguji fenomena tentang pengaruh komponen capability dalam mendeteksi

kecurangan laporan keuangan secara empiris.

5. Menguji fenomena tentang pengaruh komponen ego dalam mendeteksi

kecurangan laporan keuangan secara empiris.

6. Menguji fenomena tentang pengaruh komponen collusion dalam mendeteksi

kecurangan laporan keuangan secara empiris.

7. Menguji kemampuan komite audit secara empiris dalam memoderasi

pengaruh komponen stimulus terhadap pendeteksian kecurangan laporan

keuangan.

8. Menguji kemampuan komite audit secara empiris dalam memoderasi

pengaruh komponen opportunity terhadap pendeteksian kecurangan laporan

keuangan.

12
9. Menguji kemampuan komite audit secara empiris dalam memoderasi

pengaruh komponen rationalization terhadap pendeteksian kecurangan

laporan keuangan.

10. Menguji kemampuan komite audit secara empiris dalam memoderasi

pengaruh komponen capability terhadap pendeteksian kecurangan laporan

keuangan.

11. Menguji kemampuan komite audit secara empiris dalam memoderasi

pengaruh komponen ego terhadap pendeteksian kecurangan laporan

keuangan.

12. Menguji kemampuan komite audit secara empiris dalam memoderasi

pengaruh komponen collusion terhadap pendeteksian kecurangan laporan

keuangan.

1.4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini mempunyai manfaat teoritis berupa memperluas literatur

pada bidang akuntansi dengan mengidentifikasi beragam hal terkait. Adapun

pemicu yang menjadi penyebab terjadinya penggelepan atau kecurangan

dalam laporan keuangan perusahaan, khususnya pada Badan Usaha Milik

Negara. Maka, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi

untuk peneliti selanjutnya dengan pertimbangan pengukuran baru lainnya

yang masih memerlukan pengujian lebih lanjut. Diharapkan juga penelitian

ini akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan tentang

13
beragam faktor yang menjadi pemicu timbulnya kecuarangan pada laporan

keuangan perusahaan.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini bermanfaat untuk menyediakan informasi dan pengetahuan

terkait berbagai pemicu memungkinkan munculnya kecurangan laporan

keuangan perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan bahwa

perusahaan akan mampu merancang kebijakan yang memungkinkan

pengembangan pengendalian internal perusahaan secara efektif guna

meminimalkan timbulnya kasus kecurangan pada laporan keuangan

perusahaan. Selain itu, hasil kajian riset ini diharapkan mampu menjadi

landasan tinjauan bagi investor yang hendak melakukan penanaman modal,

khususnya pada Badan Usaha Milik Negara, sehingga para investor menjadi

lebih waspada dalam menyeleksi perusahaan yang hendak mereka

investasikan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Abriatika, F. N., & Mutmainah, S. (2022). Faktor yang Mempengaruhi


Kecurangan Laporan Keuangan di Badan Usaha Milik Negara Indonesia. E-
Jurnal Akuntansi, 32(12), 3567.
[Link]
ACFE. (2018). Sewindu ACFE Indonesia. In Acfe (Vol. 21, Issue September, pp.
50–58). [Link]
ACFE. (2019). Survei Fraud Indonesia 2019. Indonesia Chapter #111, 53(9), 1–
76. [Link]
ACFE. (2021). Fraud Examiners Manual.
ACFE Global. (2020). Report to the Nations on Occupational Fraud and Abuse:
2020 Global Fraud Study. In Association of Certified Fraud Examiners, Inc.
[Link]
Statement of Auditing Standards (SAS) No. 99, (2002). [Link]
[Link]/
Fraud detection in a GAAS audit: SAS No. 99 implementation guide, American
Institute of Certified Public Accountants, Inc. 1 (2003).
[Link]
Alamsyah, S. A. L. (2023). Window Dressing Dalam Akuntansi, Pengertian dan
Dampaknya Bagi Investor. Binus University.
[Link]
pengertian-dan-dampaknya-bagi-investor/#:~:text=Window dressing dalam
akuntansi adalah,hasil bisnis yang lebih menguntungkan.
Albrect, C. O., Holland, D. V., Skousen, B. R., & Skousen, C. J. (2018). The
Significance of Whistleblowing as an Anti-Fraud Measure. Journal of
Forensic & Investigative Accounting, 10(1), 1–13.
Amalia, N. P., & Suryono, B. (2016). Efektivitas Komite Audit Dalam Sudut
Pandang Auditor Internal. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 5(1), 1–19.
Amalina, S., & Havidz, H. (2022). Tipe Data: Cross Section Vs. Time Series Vs.
Panel Data. Binus University. [Link]
cross-section-vs-time-series-vs-panel-data/#:~:text=Sedangkan
penggabungan antara cross section dan time series disebut dengan panel data.
Angelina, & Suhartono, S. (2023). PENGARUH FRAUD HEXAGON
TERHADAP POTENSI KECURANGAN: PEMODERASI KOMITE
AUDIT. GREBUCI. [Link]
Angkawidjaja, K., Tjendra, H., Sukrisnadi, D., Fahmi, Panjaitan, G. P.,
Runtuwene, J. E., Siregar, L. R., Feriana, R., & Fauzan, Y. (2014). Standar
Audit (“SA”) 240 (p. 41). [Link] 200/SA [Link]
Aprilia. (2017). Analisis Pengaruh Fraud Pentagon Terhadap Kecurangan Laporan
Keuangan Menggunakan Beneish Model Pada Perusahaan Yang Menerapkan
Asean Corporate Governance Scorecard. Jurnal ASET (Akuntansi Riset),
9(1), 101. [Link]
Ardista, R. (2021). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan
PT. Langit Membiru Wisata Bogor. Parameter, 6(1), 38–49.
[Link]

96
Arens, A. A., & Loebbecke, J. K. (1997). Auditing : An Integrated Approach (7th
ed.). Prentice-Hall International.
[Link]
Asni, N., & Heniwati, E. (2023). Moderasi Komite Audit Pada Determinan
Kecurangan Laporan Keuangan. Abdi Equator, 2(2), 48.
[Link]
Aviantara, R. (2021). The Association Between Fraud Hexagon and
Government’s Fraudulent Financial Report. 6, 26–42.
[Link]
Awal, S. (2022). 27 Daftar Saham BUMN dan BUMD Di Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan Sektornya. Stockbit. [Link]
saham-bumn
Beasley, M. S., Carcello, J. V., Hermanson, D. R., & Lapides, P. D. (2000).
Fraudulent financial reporting: Consideration of industry traits and corporate
governance mechanisms. Accounting Horizons, 14(4), 441–454.
[Link]
Bougie, R., & Sekaran, U. (2019). Research Methods For Business: A Skill
Building Approach (L. Johnson (ed.); 8th editio).
BPSDMI. (2022). BUMN Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
[Link]
tujuan-dan-contohnya
Bursa Efek Indonesia. (2023). Panduan IPO Revisi 2021.
Bursa Efek Jakarta. (2000). Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor
Kep-315/BEJ/062000 perihal Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-A tentang
Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa. In PT Bursa
Efek Jakarta (Issue 2000, pp. 1–11).
Cressey, D. R. (1953). Other People’s Money: A Study in the Social Psychology
of Embezzlement. Free Press.
[Link]
id=FgAFAAAAMAAJ&redir_esc=y
Dechow, P. M., Ge, W., Larson, C. R., & Sloan, R. G. (2011). Predicting Material
Accounting Misstatements. Contemporary Accounting Research, 28(1), 17–
82. [Link]
Desviana, Basri, Y. M., & Nasrizal. (2020). Analisis Kecurangan pada
Pengelolaan Dana Desa dalam Perspektif Fraud Hexagon. Studi Akuntansi
Dan Keuangan Indonesia, 3(1), 50–73. [Link]
73
Dewanto, I. G. A., & Dwirandra, A. A. N. B. (2018). Opini Auditor dan
Solvabilitas Sebagai Pemoderasi Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit
Delay Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana , Bali , Indonesia
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana , Bali , Indonesia
ABSTRAK 1799 Laporan keuan. E-Jurnal Akuntansi, 24(3), 1799–1827.
Dewi, K., & Anisykurlillah, I. (2021). Analysis of the Effect of Fraud Pentagon
Factors on Fraudulent Financial Statement with Audit Committee as
Moderating Variable. Accounting Analysis Journal, 10(1), 39–46.

97
[Link]
Dewi, N. A. (2019). Corporate governance, profitabilitas, leverage, dan
pengaruhnya terhadap pengungkapan sosial dan lingkungan. JIFA (Journal
of Islamic Finance and Accounting), 2(2), 39–62.
[Link]
Faradiza, S. A. (2018). Fraud Pentagon dan Kecurangan Laporan Keuangan.
EkBis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2(1), 1–22.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
[Link]
Hadi, M. S. W., Kirana, D. J., & Wijayanti, A. (2021). Pendeteksian Fraudulent
Financial Reporting Dengan Fraud Hexagon Pada Perusahaan Di Indonesia.
PROSIDING BIEMA Business Management, Economic, and Accounting
National Seminar, 2, 1036–1052.
Handoko, B. L. (2021). Fraud Hexagon dalam Mendeteksi Financial Statement
Fraud Perusahaan Perbankan di Indonesia. Jurnal Kajian Akuntansi, 5(2),
176. [Link]
Herawati, H. (2019). Pentingnya Laporan Keuangan untuk Menilai Kinerja Suatu
Perusahaan. Jurnal Akuntansi Unihaz - JAZ, 2(1), 16–25.
[Link]
Hidayat, A. (2014). Tutorial Cara Regresi Data Panel dengan STATA.
Statistikian. [Link]
[Link]
Hildayani, R., & Serly, V. (2021). Pengaruh Tekanan, Peluang, Rasionalisasi dan
Nilai Etika terhadap Intensi Kecurangan Karyawan: Studi Kasus pada
Perusahaan BUMN. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 3(4), 734–748.
[Link]
Himawan, F. A., & Venda. (2020). Analisis Pengaruh Financial Distress,
Leverage, prifitabilitas, dan Likuiditas terhadap Audit Report Lag pada
Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018. Jurnal Manajemen Bisnis, 23(1), 1–
22. [Link]
Horwath, C. (2012). The Mind Behind the Fraudsters Crime: Key Behavioral and
Environmental Elements. United States of America: Crowe Horwath LLP, 1–
62. [Link]
IKAI. (2023). Tentang IKAI. Indonesian Institute of Audit Committee.
[Link]
Imtikhani, L., & Sukirman, S. (2021). Determinan Fraudulent Financial Statement
Melalui Perspektif Fraud Hexagon Theory Pada Perusahaan Pertambangan.
Jurnal Akuntansi Bisnis, 19(1), 96. [Link]
Standar Audit 240 (Revisi 2021), 52 (2021).
[Link]
j702Yrv9t_2x90bd/preview
Iqbal, M. (2015). Regresi Data Panel (2) “Tahap Analisis.” Perbanas Institute.
[Link]

98
Jannah, V. M., Andreas, & Rasuli, M. (2021). Pendekatan Vousinas Fraud
Hexagon Model dalam Mendeteksi Kecurangan Pelaporan Keuangan. Studi
Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 4(1), 1–16.
[Link]
Jasni. (2020). Manajemen Risiko Dalam Meminimalisir Fraud Pada PT. Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Parepare Unit Lero (Analisis
Manajemen Syariah) (Vol. 2507, Issue February).
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of The Firm: Managerial
Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial
Economics 3, 3(4), 305–360. [Link]
Kamila, F. T., & Parinduri, A. Z. (2023). Pengaruh Fraud Hexagon Terhadap
Fraudulent Financial Reporting Dengan Komite Audit Sebagai Variabel
Moderasi. Jurnal Ekonomi Trisakti, 3(1), 1407–1416.
[Link]
Khotimah, S. N., Mustikowati, R. I., & Sari, A. R. (2020). Pengaruh Ukuran
Perusahaan dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas
sebagai Variabel Intervening. Jurnal Riset Inspirasi Manajemen Dan
Kewirausahaan, 8(2), 1–13. [Link]
Kirana, M., Toni, N., Afiezan, A., & Simorangkir, E. N. (2023). Apakah Teori
Kecurangan Hexagon Efektif Mencegah Manipulasi Laporan Keuangan
Perusahaan Bumn? Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(1), 87–97.
[Link]
Klausa, M. (2023). Dirut Waskita Karya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Kronologi
dan Perannya. Klausa Media Indonesia. [Link]
karya-jadi-tersangka-korupsi-ini-kronologi-dan-perannya/
Kurniawati, D., & Nurmala, P. (2020). EFEKTIFITAS PENGAWASAN AUDIT
TERHADAP FINANCIAL ( Studi Empiris Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2013 - 2017 ). EkoPreneur,
1(2), 257–276.
Larasati, T., Aniek Wijayanti, & Agus Maulana. (2020). Keahlian Keuangan
Komite Audit Dalam Memoderasi Pengaruh Fraud Triangle Terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan. Jurnal Syntax Transformation, 1(8), 541–
553. [Link]
Lastanti, H. S., Murwaningsari, E., & Umar, H. (2022). PENGARUH HEXAGON
FRAUD TERHADAP FRAUD FINANCIAL PERNYATAAN DENGAN TATA
KELOLA DAN BUDAYA SEBAGAI. 22(1), 143–156.
Liana, L. (2009). Mra Dengan Spss. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK,
XIV(2), 90–97.
Luhri, A. S. R. N., Mashuri, A. A. S., & Ermaya, H. N. L. (2021). Pengaruh Fraud
Pentagon terhadap Kecurangan Laporan Keuangan dengan Komite Audit
sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi, Keuangan, Dan Manajemen,
3(1), 15–30. [Link]
Madany, N., & Rais, Z. (2022). Regresi Data Panel dan Aplikasinya dalam
Kinerja Keuangan terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Idx Lq45 Bursa
Efek Indonesia. VARIANSI: Journal of Statistics and Its Application on
Teaching and Research, 4(2), 79–94. [Link]

99
Mardiani, S., Sukarmanto, E., & Maemunah, M. (2017). Pengaruh Fraud
Diamond Terhadap Pendeteksian Financial Statement Fraud dengan Komite
Audit Sebagai Variabel Moderasi (pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Prosiding Akuntansi, 3(2), 476–484.
Maryani, N., Kusuma Natita, R., & Herawati, T. (2022). Fraud Hexagon Elements
as a Determination of Fraudulent Financial Reporting in Financial Sector
Services. Budapest International Research and Critics Institute Journal,
5(1), 4300–4314. [Link]
Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor: PER-
01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good
Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara, Menteri Negara
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 1 (2011).
[Link]
Mukaromah, I., & Budiwitjaksono, G. S. (2021). Fraud Hexagon Theory dalam
Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan pada Perbankan yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Jurnal Ilmiah Komputerisasi
Akuntansi, 14(1), 61–72.
[Link] page61
Muliantari, N. P. I. A., & Latrini, M. Y. (2018). Ukuran Perusahaan Sebagai
Pemoderasi Pengaruh Profitabilitas Dan Financial Distress Terhadap Audit
Delay Pada Perusahaan Manufaktur. E-Jurnal Akuntansi Universitas
Udayana, 20(3), 1875–1903.
Munirah, A., & Nurkhin, A. (2018). Pengaruh Faktor-Faktor Fraud Diamond dan
Gone Theory Terhadap Kecurangan Akademik. Economic Education
Analysis Journal, 7(1), 120–139.
[Link]
Murtanto, M., & Sandra, D. (2019). Pengaruh Fraud Diamond Dalam Mendeteksi
Tingkat Accounting Irregularities Dengan Komite Audit Sebagai Variabel
Moderating. Media Riset Akuntansi, Auditing & Informasi, 19(2), 209–226.
[Link]
Najib, M. A., Zaimah, & Kusumastuti, R. (2023). Analisis Laporan Keuangan
Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada Pt. Hanjaya Mandala Sampoerna
Tbk. POPULER: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 2(2), 32–46.
[Link]
Novarina, D., & Triyanto, D. N. (2022). Pengaruh Fraud Hexagon Terhadap
Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan,
10(2), 183. [Link]
Nugroho, D., & Diyanty, V. (2022). Hexagon Fraud in Fraudulent Financial
Statements: the Moderating Role of Audit Committee. Jurnal Akuntansi Dan
Keuangan Indonesia, 19(1), 46–67. [Link]
Nurhayati, N., Muliani, M., & Septian, D. (2022). Analisis Pengaruh Fraud
Diamond terhadap Kecurangan Laporan Keuangan. Riset, Ekonomi,
Akuntansi Dan Perpajakan (Rekan), 3(1), 55–70.
[Link]
Octani, J., Dwiharyadi, A., & Djefris, D. (2021). Analisis Pengaruh Fraud

100
Hexagon Terhadap Fraudulent Financial Reporting Pada Perusahaan Sektor
Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Tahun 2017-2020.
Jabei, 1(1), 36–49. [Link]
Oktaviany, F., & Reskino. (2023). Financial Statement Fraud: Pengujian Fraud
Hexagon Dengan Moderasi Audit Committee. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi,
25(1), 91–118. [Link]
Owusu, G. M. Y., Koomson, T. A. A., Alipoe, S. A., & Kani, Y. A. (2022).
Examining the predictors of fraud in state-owned enterprises: an application
of the fraud triangle theory. Journal of Money Laundering Control, 25(2),
427–444. [Link]
Permatasari, D., & Unsa, L. (2021). Deteksi kecurangan laporan keuangan dengan
analisis fraud diamond. Jurnal Akuntabilitas, 15(2), 1–12.
Pertiwi, D. E., & Husaini, H. (2021). Ukuran Komite Komite Audit Dan
Penerapan Manajemen Risiko. Jurnal Fairness, 7(3), 169–180.
[Link]
Putra, Y. P. (2022). Analisis Fraud Pentagon dalam Mendeteksi Kecurangan
Laporan Keuangan dengan Menggunakan Fraud Score Model. EKOMBIS
REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 10(1), 1–30.
[Link]
Rifkhan. (2022). Membaca Hasil Regresi Data Panel. Cipta Media Nusantara.
Sagala, S. G., & Siagian, V. (2021). Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap
Fraudulent Laporan Keuangan pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan
Minuman yang Terdaftar di BEI Tahun 2016-2019. Jurnal Akuntansi, 13(2),
245–259. [Link]
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan
Usaha Milik Negara, 2004 CWL Publishing Enterprises, Inc., Madison 9
(2004). [Link]
Sandi, F. (2020). Erick Thohir Akhirnya Ungkap Modus BUMN Vermak Lapkeu,
Duh! CNBC Indonesia.
[Link]
thohir-akhirnya-ungkap-modus-bumn-vermak-lapkeu-duh
Santoso, S. H. (2019). Pengaruh Financial Target, Ketidakefektifan Pengawasan,
Perubahan Auditor, Perubahan Direksi Dan Arogansi Terhadap Kecurangan
Laporan Keuangan Dengan Komite Audit Sebagai Variabel Moderasi. In
Jurnal Magister Akuntansi Trisakti (Vol. 6, Issue 2, pp. 173–200).
[Link]
Sari, R. P., Hendrawati, D., Sivi, N. A., & Mualim, I. (2023). Analisis Data Panel
Pertumbuhan Penduduk Terhadap Fertilitas , Mortalitas dan Migrasi
Menggunakan Metode Random Effect Model Tahun 2017-2020. Jurnal
Matematika Dan Statistika Serta Aplikasinya, 11(2), 46–56.
Sari, S. P., & Nugroho, N. K. (2020). Financial Statements Fraud dengan
Pendekatan Vousinas Fraud Hexagon Model: Tinjauan pada Perusahaan
Terbuka di Indonesia 26. Proceedings of 1st Annual Conference on
IHTIFAZ: Islamic Economics, Finance, and Banking (ACI-IJIEFB) 2020 ,
409–430.
Sholihin, M., & Anggraini, P. G. (2021). Analisis Data Penelitian Menggunakan

101
Software STATA (A. Prabawati (ed.); Pertama). Andi.
[Link]
Sihombing, K. S., & Rahardjo, S. N. (2014). Analisis Fraud Diamond dalam
Mendeteksi Financial Statement Fraud (Studi Empiris pada Perusahaan
manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 – 2012).
Diponegoro Journal of Accounting, 3(2), 1–12. [Link]
[Link]/[Link]/accounting
Sihombing, T., & Eirene Panggulu, G. (2022). Fraud Hexagon Theory And
Fraudulent Financial Statement In IT Industry In Asean. Jurnal Reviu
Akuntansi Dan Keuangan, 12(3), 524–544.
[Link]
Sijabat, J., & Tamba, R. A. (2021). Empirical Study Of The Effect Of The Audit
Committee Characteristics On Fraudulent Financial Reporting. International
Journal Reglement & Society (IJRS, 2(3), 125–135.
[Link]
Siregar, A., Murwaningsari, E., Akuntansi, P. S., Katolik, U., Atma, I., Akuntansi,
P. S., & Trisakti, U. (2022). PENGARUH DIMENSI FRAUD HEXAGON
PENDAHULUAN Fraud telah berkembang dan dengan bentuk yang
beragam ( Shonhadji dan Maulidi , 2021 ) , Association of Certified Fraud
Examiners / ACFE ( 2020 ) menyebutkan bahwa dari hasil survey yang
mereka lakukan dan dilapo. 6(2), 211–228.
Siregar, M. I., Cahyadi, A., Igamo, A. M., Nurdiawansyah, N., & Saggaf, A.
(2022). Analisis Kinerja Keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Se-
Kota Palembang. Owner, 6(3), 1479–1489.
[Link]
Skousen, C. J., Smith, K. R., & Wright, C. J. (2008). Detecting and Predicting
Financial Statement Fraud: The Effectiveness of The Fraud Traingle and
SAS N0. 99. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 6(2),
173–188.
Sorunke, & Abayomi, O. (2016). Personal Ethics and Fraudster Motivation: The
Missing Link in Fraud Triangle and Fraud Diamond Theories. International
Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 6(2), 159–
165.
[Link]
Fraudster_Motivation_The_Missing_Link_in_Fraud_Triangle_and_Fraud_D
iamond_Theories
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif (Pertama). Alfabeta.
[Link]
Tambunan, L., & Tambunan, B. H. (2021). Peran Komite Audit Dalam Good
Corporate Governance. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 21(1), 119–128.
[Link]
Teguh, M. (2014). Metode Kuantitatif Untuk Analisis Ekonomi dan Bisnis
(Pertama). Rajawali Pers.
[Link]
Universitas Esa Unggul. (2023). No Title. Universitas Esa Unggul Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis. [Link]

102
fraud-dalam-keuangan/
Vousinas, G. L. (2019). Fraud-The human face of fraud: Understanding the
suspect is vital to any investigation. CA Magazine-Chartered Accountant,
136(4), 1–18.
Wicaksono, A., & Suryandari, D. (2021). The Analysis of Fraudulent Financial
Reports Through Fraud Hexagon on Public Mining Companies. Accounting
Analysis Journal, 10(3), 220–228. [Link]
Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The Fraud Diamond: Considering the
Four Elements of Fraud. The CPA Journal, 74(12), 38–42.
Yulianto, A. (2021). Pakar Hukum Ungkap Penyebab Korupsi di Pusaran BUMN.
Republika. [Link]
ungkap-penyebab-korupsi-di-pusaran-bumn
Yulita, V. (2022). Landasan Teori Financial Stability. July, 1–23.

103

Anda mungkin juga menyukai