0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Sop Afp

Dokumen ini menjelaskan prosedur surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) untuk anak di bawah 15 tahun, termasuk tujuan, langkah-langkah, dan kebijakan terkait. Fokus utama adalah menemukan dan melacak kasus AFP serta mengumpulkan spesimen untuk analisis laboratorium. Prosedur ini bertujuan untuk memastikan Indonesia bebas dari polio dan memantau kemajuan program eradikasi polio.

Diunggah oleh

baiqkurrisalah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan4 halaman

Sop Afp

Dokumen ini menjelaskan prosedur surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP) untuk anak di bawah 15 tahun, termasuk tujuan, langkah-langkah, dan kebijakan terkait. Fokus utama adalah menemukan dan melacak kasus AFP serta mengumpulkan spesimen untuk analisis laboratorium. Prosedur ini bertujuan untuk memastikan Indonesia bebas dari polio dan memantau kemajuan program eradikasi polio.

Diunggah oleh

baiqkurrisalah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SURVEILANS ACUTE FLACCID PARALYSIS

No. Dokumen : 111/SOP/PKM/I/2017

SOP No. Revisi


Tanggal Terbit
:
: 18/01/2017
Halaman : 1/2
PUSKESMAS Jalaludin Sayuti,[Link]
LENEK NIP. 19751231 199803 1 013
1. Pengertian Surveilans akut flaccid paralysis adalah kegiatan pengamatan/survei yang dilakukan
secara terus-menerus pada semua anak berusia kurang dari 15 tahun dengan
kelumpuhan yang sifatnya flaccid (layuh),terjadi secara akut (mendadak),bukan
disebabkan oleh ruda paksa
2. Tujuan 1. Menemukan semua kasus AFP yang ada di suatu wilayah
2. Melacak semua kasus AFP yang ditemukan di suatu wilayah
3. Mengumpulkan dua specimen semua kasus AFP sesegera mungkin setelah
kelumpuhan
4. Memeriksa specimen tinja semua kasus AFP yang ditemukan di Laboratorium Polio
Nasional

3. Kebijakan
4. Referensi
5. Prosedur 1. Alat:
a. Alat Tulis
b. Lembar PE AFP
2. Bahan :
a. Kapas Alkohol
b. Handscone
c. Cool box
6. Langkah- 1. Penemuan Kasus AFP
langkah 2. Pelacakan kasus AFP
3. Pengumpulan specimen kasus AFP
4. Survey Status imunisasi Polio
5. Nomor Epid
6. Nomor laboratorium kasus AFP dan kontak
7. Bagan Alir -
8. Hal-hal Yang -
Perlu
Diperhatikan
9. Unit Terkait 1. P2 Imunisasi
2. Surveilans
3. Bidan Desa
10. Dokumen Laporan Hasil Kegiatan
Terkait
11. Rekaman NO Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
Historis
Perubahan

SURVEILANS ACUTE FLACCID PARALYSIS


SOP No. Dokumen : /SOP/PKMLI/2019
No. Revisi :
Tanggal Terbit : 8/01/2019
Halaman : 2/2
PUSKESMAS Jalaludin Sayuti,[Link]
LENEK NIP. 19751231 199803 1 013
1. Pengertian
Pencarian Kasus AFP

2. Tujuan Memastikan apakah kasus yang dilaporkan benar-benar kasus AFP


3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Lenek No. 00../201 tentang Petugas Survailens /
peyelidikan Epidemologi kasus AFP

4. Referensi - Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.


585/MENKES/SK/V/2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi
Kesehatan di Puskesmas
- Buku tentang teknik-teknik Promkes
5. Langkah-langkah 1. Menerima Laporan kasus AFP
2. Lapor pada kepala Puskesmas
3. Berangkat ke lokasi
4. Lapor pada kepala desa
5. Melakukan pelacakan
[Link] pelacakan karena ruda paksa maka stop pelacakan
7. kalau bukan ruda paksa lanjutkan pelacakan
8. Hasil pelacakan ditemukan lumpuh dalam waktu <=14 hari ambil; spesimen
tinja dan isi form .FP1
[Link] pelacakan ditemukan lumpuh dalam waktu > 14 hari s/d <= 2 bulan,ambil
spesimen tinja kasus dan kontak minimal 5 spesimen dan isi form.FP1
[Link] pelacakan ditemukan lumpuh dalam waktu > 2 bulan isi FP1 saja
[Link] ke DKK yang diketahui Kepala Puskesmas

6. Unit Terkait Surveilan,Petugas Imunisasi

7. Dokumen Terkait

8. Rekaman Historis No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
Perubahan

PENCARIAN DAN PELACAKAN KASUS ACUTE FLACCID PARALYSIS (AFP)


No. Dokumen : 111/SOP/UKM/PKM-CM/I/2019

SOP No. Revisi


Tanggal Terbit
:
: 18/01/2019
Halaman : 1/2
PUSKESMAS Jalaludin Sayuti,[Link]
LENEK NIP. 19751231 199803 1 013
1. Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah kelumpuhan atau paralisis secara fokal yang onsetnya
akut tanpa penyebab lain yang nyata seperti trauma. Yang ditandai dengan flaccid dan
mengenai anak kelompok < 15 tahun termasuk didalamnya Sindrom Guillain-Barre. AFP
1. Pengertian disebabkan oleh beberapa agen termasuk enterovirus, echovirus, atau adenovirus.
2. Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah Semua anak yang berusia kurang dari 15 tahun dengan
kelumpuhan yang sifatnya flaccid (layuh), terjadi secara akut (mendadak) termasuk Sindroma
Guillain Barre dan bukan desebabkan oleh ruda paksa.
2. Tujuan Umum :

1. Mengidentifikasikan daerah risiko tinggi


Yang dimaksud dengan daerah resiko tinggi adalah daerah dimana transmisi virus polio
liar masih terjadi, kemungkinan besar terjadi atau kemungkinan besar akan terjadi.

2. Memantau kemajuan program eradikasi polio


Surveilans AFP akan memberikan informasi kepada para pengambil keputusan untuk
melihat keberhasilan program ERAPO

3. Membuktikan Indonesia bebas polio


Untuk menyatakan bahwa Indonesia bebas polio ini, harus dapat dibuktikan bahwa :

A. Tidak ada lagi transmisi virus polio liar di Indonesia,


B. Sistem surveilans terhadap polio mampu mendeteksi memenuhi standar kinerja
WHO
Khusus :

1. Menemukan semua kasus AFP yang ada di suatu wilayah,


2. Melacak semua kasus AFP yang ditemukan di suatu wilayah,
3. Mengumpulkan 2 (dua) specimen semua kasus AFP selambat-lambatnya 14 hari setelah
kelumpuhan, dan dengan tenggang waktu pengumpulan spesimen I dan II ≥ 24 jam,
4. Mengidentifikasikan kemungkinan adanya virus polio liar di suatu wilayah melalui
pemeriksaan specimen tinja (faeces) semua kasus AFP yang ditemukan dalam suatu
wilayah tersebut.
3. Kebijakan Berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPT No 440/176/SK/UPT/2017 tentang penyelenggaraan
kegiatan UKM di Puskesmas Bojongsoang

4. Referensi 1. Permenkes no 45 tahun 2014 tentang surveilans


5. Alat dan Bahan 1. Surat tugas
2. Form penyelidikan

PENCARIAN DAN PELACAKAN KASUS ACUTE FLACCID PARALYSIS (AFP)


No. Dokumen : 111/SOP/UKM/PKM-CM/I/2017

SOP No. Revisi


Tanggal Terbit
:
: 18/01/2017
Halaman : 2/2
PUSKESMAS Jalaludin Sayuti,[Link]
LENEK NIP. 19751231 199803 1 013
6. Prosedur 1. Langkah penemuan kasus
A. Menemukan kasus AFP minimal 1/100.000 penduduk berusia < 15 tahun melalui :
a. Surveilans AFP di rumah sakit
b. Surveilans AFP di masyarakat
B. Mengumpulkan 2 (dua) specimen dari setiap kasus AFP dengan tenggang ≥ 24 jam,
seambat-lambatnya 14 hari sejak kelumpuhan
C. Melakukan pemeriksaan specimen tinja kasus AFP di laboratorium nasional (PT. BIO
FARMA Bandung)
D. Melakukan pemeriksaan residual paralisis setelah 60 hari kelumpuhan
E. Meibatkan DSA (Dokter Spesialis Anak) dan/atau DSS (Dokter Spesialis Syaraf) dalam :
a. Memastikan kasus AFP dan menentukan diagnosa awal
b. Menentukan adanya paralisis residual, serta menentukan diagnosa pada saat
kunjungan ulang 60 hari.
2. Kriteria kasus
Dalam Surveilans AFP (SAFP), diagnosa pasti polio dapat ditegakkan berdasarkan kriteria :
A. Klasifikasi-Klinis
Digunakan pada tahap awal implementasi surveilans AFP dimana surveilans AFP pada
umumnya berjalan dengan baik
B. Klasifikasi-virologis
Digunakan apabila surveilans AFP sudah memenuhi kriteria :
1) AFP rate : 1 per 100.000 pada penduduk usia < 15 tahun
2) Specimen yang adekuat dari kasus AFP ≥ 60%
3. Sampel (specimen)
Specimen disebut adekuat bila memenuhi kriteria berikut :

A. Dua specimen dikumpulkan dalam tenggang waktu ≥ 24 jam, dan diambil ≤ 14 hari
setelah terjadinya kelumpuhan
B. Specimen tiba di laboratorium dalam kondisi baik, yaitu :
1) Beratnya ≥ 8 gram
2) Tidak dalam keadaan kering
3) Suhu dalam kontainer pengiriman 0° - 8°C berdasarkan indikator temperatur
atau masih ada ice pack yang beku dalam specimen carrier
4) Tidak terdapat kebocoran pada pot tinja
5) Disertai formulir pengiriman specimen yang telah diisi lengkap
7. Unit Terkait 1. Lintas program
2. Lintas sektor
8. Dokumen Terkait

9. Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan


Historis

Anda mungkin juga menyukai