0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Modul 3

Dokumen ini membahas tentang kerugian energi dalam aliran fluida pada sistem perpipaan, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kerugian tersebut seperti gesekan, diameter pipa, dan fitting. Tujuan praktikum adalah untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor terhadap rugi-rugi aliran dan meningkatkan pemahaman tentang mekanika fluida. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan konsep mayor dan minor losses serta metode perhitungan yang relevan.

Diunggah oleh

darmawangsa2702
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Modul 3

Dokumen ini membahas tentang kerugian energi dalam aliran fluida pada sistem perpipaan, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kerugian tersebut seperti gesekan, diameter pipa, dan fitting. Tujuan praktikum adalah untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor terhadap rugi-rugi aliran dan meningkatkan pemahaman tentang mekanika fluida. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan konsep mayor dan minor losses serta metode perhitungan yang relevan.

Diunggah oleh

darmawangsa2702
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bentuk-bentuk kerugian energi pada aliran fluida antara lain dijumpai pada
aliran dalam pipa. Kerugian-kerugian tersebut diakibatkan oleh adanya gesekan
dengan dinding, perubahan luas penampang, sambungan, katup-katup, belokan
pipa, percabangan pipa dan kerugian-kerugian khusus lainnya. Dengan mengetahui
kehilangan atau kerugian energi dalam suatu sistem atau instalasi perpipaan yang
memanfaatkan fluida mengalir sebagai media, efisiensi penggunaan energi dapat
ditingkatkan sehingga diperoleh keuntungan yang maksimal.
Salah satu bagian dari instalasi perpipaan yang dapat menyebabkan kerugian-
kerugian adalah gesekan pada dinding pipa maupun belokan pipa. Kualitas pipa dan
fitting kecuali ditentukan berdasarkan kualitas fisik berupa tampilan warna,
dimensi, sistem koneksi (ulir atau flange) dan lain sebagainya ditentukan pula oleh
head losses apabila dialiri fluida. Semakin besar head losses semakin berkurang
kualitas efisiensi perpipaan dan fitting tersebut. Dalam pendistribusian air yang
melewati sambungan/belokan pipa sangat banyak ditemukan baik di industri
ataupun di perumahan. Kualitas fisik dapat mudah dikenali oleh konsumen, namun
head losses harus dilakukan penelitian laboratoris (Edi Suhariono: 2008).
Besarnya losses pada sambungan maupun belokan pipa tersebut dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis pipa, debit, viskositas, dan sudut
pada sambungan belokan pipa tersebut.
Melalui percobaan mengenai rugi-rugi pipa yang dilakukan dengan
dilaksanakannya praktikum pada kali ini akan menentukan kakrakteristik aliran
fluida, terutama hubungan antara perubahan tekanan dan laju aliran fluida melalui
pipa. Perubahan tekanan yang terjadi erat kaitannya dengan perubahan tekanan
masuk pipa, kecepatan aliran dan resistensi terhadap aliran fluida.

46
47

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan analisis latar belakang, didapatkan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh tekanan terhadap besar debit air?
2. Bagaimana pengaruh perbedaan diameter pipa terhadap besarnya debit air?
3. Seberapa besar kontribusi fitting (belokan, katup) terhadap total rugi-rugi
aliran dalam suatu sistem perpipaan?

1.3 Tujuan dan Manfaat


1.3.1 Tujuan
Ada beberapa tujuan yang akan dicapai dari praktikum rugi-rugi pipa,
yaitu:
a. Menganalisis pengaruh berbagai faktor seperti diameter pipa, jenis fluida, dan
kecepatan aliran terhadap besarnya rugi-rugi aliran.
b. Mempelajari secara langsung fenomena rugi-rugi aliran pada pipa.
c. Mengetahui prosedur dalam praktikum Rugi-rugi pipa.

1.3.2 Manfaat
Ada beberapa manfaat yang akan didapat dari praktikum rugi-rugi pipa,
yaitu:
a. Peningkatan pemahaman mengenai konsep rugi-rugi aliran.
b. Peningkatan kemampuan dalam menganalisis masalah-masalah yang
berkaitan dengan aliran fluida dalam pipa.
c. Pengembangan keterampilan dalam melakukan percobaan dan pengolahan
data.
48

BAB 2. TINJAUN PUSTAKA

2.1 Dasar Teori


Zat cair fluida yang ada di alam mempunyai kekentalan, meskipun demikian
dalam berbagai perhitungan mekanika fluida ada yang dikenal atau dianggap
sebagai thuida ideal Menurut Triadmojo (1996:1). Rugi aliran (Head Losses)
merupakan pengurangan energi persatuan berat fluida pada aliran cairan pada
sistem perpipaan.
Pada aliran fluida di dalam pipa terjadi bermacam-macam rugi-rugi. Rugi-
rugi tersebut dapat disebabkan oleh gesekan yang terjadi antara dinding pipa dan
fluida yang mengalir (mayor losses). Dapat juga terjadi jika dalam alirannya
tersebut terdapat belokan, pembesaran pipa dan sebagainya (minor losses). Dengan
adanya rugi-rugi ini maka energi yang dibutuhkan tentu lebih besar pula. Salah satu
minor losses yang turut menyumbang kerugian energi pada aliran fluida dalam pipa
adalah minor losses yang terjadi pada Sudden Expansion.
Rugi-rugi aliran adalah berkurangnya masa, volume dan kecepatan suatu
fluida yang melewati suatu aliran. Dalam ilmu mekanika fluida kita kenal ada dua
jenis kerugian head yaitu kerugian mayor (mayor head losses) dan kerugian minor
(minor head losses). Pada penelitian ini seksi uji yang digunakan adalah pipa
pvcdan percabangan (dividing) dari kecil ke besar muali dari sudut dan Kofisien
kerugian total adalah penjumlahan antara koefisien kerugian tiap cabang. Nilai
perbandingan hasil penelitian untuk hubungan koefisien kerugian (k total) dengan
perubahan sudut cabang dengan peneliti sebelumnya diberikan peningkatan seiring
dengan kenaikan sudut cabang. Hal ini disebabkan karena semakin besar sudut pada
percabangan maka semakin besar tahanannya. Pada percabangan maka semakin
besar begitu pula nilai koefisien totalnya. Hal ini juga diinformasikan pada hasil
penelitian sebelumnya dengan menggunakan percabangan "Lateral Dividing
Branch" dimana menunjukkan kesimpulan yang sama. Aliran fluida sangat
bergantung dari kecepatan aliran fluida, semakin tinggi kecepatan akan
mempengaruhi pola aliran, kondisi aliran akan berubah dari laminar menjadi
turbulen. Besaran yang dapat menghubungkan antara kecepatan aliran, kondisi

48
49

fluida dan kondisi penampang diameter pipa adalah angka Reynolds (Nefli Yusuf,
Hariadi, 2021). Berikut rumus laju aliran;

Q = A.V…………………………………(2.1)

Keterangan:
Q = Laju aliran
A = Luas penampang (𝑚2 )
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)

2.2 Reynold Number


Bilangan Reynolds merupakan rasio antara gaya inersia (vsρ) terhadap gaya
viskos (μ/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu
kondisi aliran tertentu. Bilangan Reynolds ini dapat digunakan untuk
mengidentikasikan jenis aliran yang berbeda, seperti jenis aliran laminar dan
turbulen. Dimana nama tersebut diambil dari Osborne Reynolds (1842–1912) yang
mengusulkannya di tahun 1883.
Bilangan Reynold merupakan salah satu bilangan yang tidak berdimensi
yang sangat penting dalam mekanika fluida dan dapat digunakan seperti halnya
dengan bilangan yang tidak berdimensi lainnya. Untuk memberikan kriteria dalam
menentukan dynamic similitude. Jika dua pola aliran yang mirip secara geometris,
mungkin pada fluida yang berbeda dan laju alir yang berbeda pula, memiliki nilai
bilangan tidak berdimensi yang relevan dan keduanya disebut mempunyai
kemiripan dinamis. Rumus bilangan Reynolds umumnya diberikan sebagai berikut:

𝜌𝑉𝑑
𝑅𝑒 = …………………………..…(2.2)
µ

49
50

Atau dalam bentuk kinematik:

𝑉𝑑
𝑅𝑒 = …………..…………..……….(2.3)
𝑣

Keterangan :
𝑅𝑒 = Bilangan Reynold
𝜌 = Masa jenis air (kg/𝑚3 )
𝑉 = Kecepatan aliran (m/s)
𝑑 = Diameter pipa
µ = Tabel propertis

2.3 Minor Losses


Minor Losses dalam aliran fluida merupakan penurunan energi atau
hilangnya potensial hidrostatik yang timbul karena gangguan local dalam aliran
fluida. Gangguan-gangguan ini umumnya disebabkan oleh komponen-komponen
seperti belokan, katup, tee, dan fiting-fiting lainnya yang mengubah arah atau
kecepatan aliran fluida. Walaupun namanya "minor" kerugian ini dapat sangat
berpengaruh pada kinerja sistem, terutama dalam sistem dengan banyak fiting atau
aliran berkecepatan tinggi. Rumus minor losses biasanya menggunakan koefisien
hilangnya potensial hidrostatik (K) dan ekspresi terkait dengan kecepatan aliran
(V). Berdasarkan prinsip dasarnya, minor losses dapat dihitung menggunakan
persamaan:

𝐻𝑚 = K (
𝑉2
2𝑔
)…………………….……(2.4)

Keterangan :
𝐻𝑚 = Minor losses
K = Konstanta fiting
𝑉 = Kecepatan aliran (m/s)

50
51

𝑔 = Percepatan gravitasi (m/𝑠 2 )

2.3.1 Koefisien rugi-rugi pipa Bends and Branches


Koefisien rugi pipa bends and branches adalah nilai yang digunakan untuk
menghitung kehilangan energi (atau tekanan) akibat perubahan arah aliran dan
percabangan dalam sistem perpipaan. Kehilangan energi ini terjadi karena adanya
turbulensi dan gesekan tambahan yang timbul saat fluida mengalir melalui tikungan
(bends) atau percabangan (branches) dalam pipa. Koefisien ini digunakan untuk
90° smooth bend dengan Flanged 𝐾𝐿 =0.3 dan Threaded 𝐾𝐿 =0.9.

(Gambar 2.1 Bends and branches)


Sumber : Journal of Physical and Chemical Reference

2.3.2 Koefisien rugi-rugi pipa Tee (branch flow)


Koefisien rugi pipa tee untuk aliran cabang (branch flow) adalah nilai yang
digunakan untuk menghitung kehilangan tekanan atau energi saat fluida mengalir
melalui sambungan berbentuk T. Dalam perpipaan, sambungan T (tee joint)
digunakan untuk membagi aliran fluida menjadi dua arah atau untuk
menggabungkan dua aliran menjadi satu. Kehilangan energi di sambungan T ini
terjadi akibat perubahan arah aliran dan turbulensi yang dihasilkan. Koefisien ini
digunakan untuk Flanged 𝐾𝐿 = 1.0 dan Threaded 𝐾𝐿 = 2.0.

51
52

(Gambar 2.2 Tee (branch flow))


Sumber : Journal of Physical and Chemical Reference

2.3.3 Koefisien rugi-rugi pipa Threaded union


Koefisien rugi pipa threaded union adalah nilai yang digunakan untuk
menghitung kehilangan tekanan atau energi saat fluida mengalir melalui
sambungan berulir dalam sistem perpipaan. Threaded union adalah jenis
sambungan yang menggunakan ulir pada pipa untuk menyambungkan dua bagian
pipa. Kehilangan tekanan di Threaded union disebabkan oleh gangguan aliran
akibat permukaan kasar ulir dan penyempitan pada titik sambungan. Koefisien ini
digunakan untuk 𝐾𝐿 = 0.08.

(Gambar 2.3 Threaded union)


Sumber : Journal of Physical and Chemical Reference

52
53

2.3.4 Koefisien rugi-rugi pipa Pipe exit


Koefisien rugi pipa pada pipe exit (keluaran pipa) adalah nilai yang
digunakan untuk menghitung kehilangan energi atau tekanan saat fluida keluar dari
ujung pipa ke ruang terbuka atau reservoir. Kehilangan energi pada pipe exit terjadi
karena perubahan kondisi aliran, khususnya perubahan dari aliran yang tertekan di
dalam pipa menjadi aliran bebas di lingkungan luar atau ruang terbuka. Koefisien
ini digunakan untuk Reentrant 𝐾𝐿 = α.

(Gambar 2.4 Pipe exit)


Sumber : Journal of Physical and Chemical Reference

2.4 Mayor losses


Mayor Losses adalah kerugian pada aliran dalam pipa yang disebabkan oleh
friction (gesekan) yang terjadi sepanjang aliran fluida yang mengalir terhadap
dinding pipa. Kerugian utama dalam sistem perpipaan merupakan penurunan energi
atau tekanan fluida yang terjadi akibat gesekan antara fluida dengan dinding bagian
dalam pipa. Gesekan ini menyebabkan timbulnya gaya geser yang melawan arah
aliran, sehingga energi kinetik fluida berkurang secara bertahap. Besarnya kerugian
utama dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kekasaran permukaan pipa,
diameter pipa, panjang pipa, kecepatan aliran, dan viskositas fluida. Persamaan
Darcy-Weisbach adalah persamaan yang umum digunakan untuk menghitung
kerugian utama. Persamaan ini memperhitungkan pengaruh kekasaran relatif pipa,
panjang pipa, diameter pipa, dan kecepatan aliran terhadap kerugian
tekanan (Smith 2020). Persamaan Darcy-Weisbach adalah metode paling umum
untuk menghitung mayor losses. Persamaannya adalah:

53
54

𝐻𝑓 = f ( ) ( )………………………..(2.5)
𝐿 𝑉2

𝐷 2𝑔

Keterangan :
𝐻𝑓 = Headloss
f = Faktor grsekan
𝑉 = Kecepatan aliran (m/s)
𝑔 = Percepatan gravitasi (m/𝑠 2 )
L = Panjang pipa
D = Diameter pipa

2.5 Head Loss


Head loss adalah fenomena penurunan energi atau tekanan yang terjadi pada
fluida saat mengalir melalui sistem perpipaan. Penurunan ini disebabkan
oleh gesekan antara fluida dan dinding pipa, serta turbulensi yang dihasilkan oleh
berbagai komponen seperti sambungan, belokan, dan katup. Head loss dapat dibagi
menjadi dua kategori utama: mayor losses (kerugian mayor) dan minor
losses (kerugian minor). Kerugian tekan (head loss) adalah salah satu kerugian
yang tidak dapat dihindari pada satu aliran fluida yang berupa berkurangnya
tekanan pada suatu aliran, sehingga menyebabkan kecepatan aliran mengecil. Salah
satu kerugian yang sering terjadi dan tidak dapat diabaikan pada aliran air yang
menggunakan pipa adalah kerugian tekan akibat gesekan dan perubahan
penampang atau pada belokan pipa yang menggangu aliran normal. Secara umum,
total head loss (H) dalam sistem perpipaan dapat dinyatakan sebagai:

𝐻𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝐻𝑓 + 𝐻𝑚 ………………………….(2.6)

Keterangan :
𝐻𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 = Total losses
𝐻𝑓 = Headloss
𝐻𝑚 = Minor losses

54
55

2.6 Tabel properti air jenuh


Tabel properti air jenuh (saturated water) adalah kumpulan data yang
menunjukkan berbagai sifat fisik air pada kondisi jenuh, yaitu saat air dan uap air
berada dalam keseimbangan.

(Gambar 2.5 Tabel properti air jenuh)


Sumber : Journal of Physical and Chemical Reference

2.7 Diagram Moody


Diagram Moody, atau Moody Chart, adalah grafik yang digunakan dalam
rekayasa fluida untuk menentukan faktor gesekan (friction factor) dalam aliran

55
56

fluida melalui pipa. Faktor gesekan ini penting dalam perhitungan kehilangan
tekanan akibat gesekan di dalam pipa

(Gambar 2.6 Diagram Moody)


Sumber : Journal of Physical and Chemical Reference

56

Anda mungkin juga menyukai