0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan31 halaman

Poli Mer

Dokumen ini membahas tentang makromolekul, khususnya polimer, yang terdiri dari berbagai jenis seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Terdapat penjelasan mengenai reaksi pembentukan polimer, penggolongan polimer berdasarkan asal, monomer, sifat, dan reaksi pembentukannya, serta berbagai macam polimer dan kegunaannya. Selain itu, dokumen ini juga mencakup penanganan limbah plastik melalui daur ulang dan incinerasi.

Diunggah oleh

mharyon489
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan31 halaman

Poli Mer

Dokumen ini membahas tentang makromolekul, khususnya polimer, yang terdiri dari berbagai jenis seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Terdapat penjelasan mengenai reaksi pembentukan polimer, penggolongan polimer berdasarkan asal, monomer, sifat, dan reaksi pembentukannya, serta berbagai macam polimer dan kegunaannya. Selain itu, dokumen ini juga mencakup penanganan limbah plastik melalui daur ulang dan incinerasi.

Diunggah oleh

mharyon489
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKROMOLEKUL

SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2025-2026

Yulina Desmita, S. Pd
SMA Negeri 1 Cileunyi
POLIMER

KARBOHIDRAT
MAKROMOLEKUL
PROTEIN

LEMAK
POLIMER

REAKSI PEMBENTUKAN POLIMER

PENGGOLONGAN POLIMER

BERBAGAI MACAM POLIMER


DAN KEGUNAANNYA

PENANGANAN LIMBAH PLASTIK


Reaksi Pembentukan Polimer
a. Polimer terdiri dari molekul-molekul besar, sehingga
disebut juga makromolekul.
b. Molekul polimer dapat diandaikan dengan sebuah
rantai yang setiap mata rantainya mewakili satu unit
pembangun (unit pembangun itu berasal dari molekul
sederhana) yang disebut monomer.
c. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut
polimerisasi.
POLIMERISASI ADISI

REAKSI POLIMERISASI

POLIMERISASI KONDENSASI
Polimerasi Adisi

a. Polimerisasi adisi terjadi pada monomer


yang mempunyai ikatan rangkap.
b. Polimerisasi adisi adalah perkaitan
langsung antar monomer berdasarkan
reaksi adisi.
c. Polimerisasi dapat berlangsung dengan
bantuan suatu katalis.
Contoh
Pembentukan polietilena (polietena).
Polietilena dibentuk oleh monomer-
monomer etena.
Polimerasi Kondensasi

a. Pada polimerisasi kondensasi,


monomer-monomer saling berkaitan
dengan melepas molekul kecil, seperti
H2O dan CH3OH (metanol).
b. Polimerisasi kondensasi terjadi pada
monomer yang mempunyai
setidaknya dua gugus aktif.
Contoh
Pembentukan nilon 6,6
Nilon 6,6 terbentuk dari dua jenis monomer,
yaitu asam adipat (asam 1,6-heksandioat) dan
heksametilendiamina (1,6-diaminoheksana).
BERDASARKAN ASALNYA

BERDASARKAN
PENGGOLONGAN MONOMERNYA
POLIMER
BERDASARKAN SIFATNYA

BERDASARKAN REAKSI
PEMBENTUKANNYA
Penggolongan Polimer
Polimer berdasarkan asalnya
dibedakan menjadi:
1. Polimer alam adalah polimer yang
terdapat di alam;
2. Polimer sintetis adalah polimer yang
dibuat di pabrik dan tidak terdapat di
alam.
3. Polimer Semisintetis adalah polimer yang
diperoleh dari modifikasi polimer alam
dan bahan kimia
Polimer berdasarkan monomernya

a. Berdasarkan jenis monomernya,


polimer dibedakan atas
homopolimer dan kopolimer.
b. Homopolimer terbentuk dari satu
jenis monomer, sedangkan
kopolimer terbentuk dari dua jenis
atau lebih monomer.
c. Contoh homopolimer yaitu
polietilena, polipropilena,
polistirena, PVC, teflon, amilum,
selulosa, dan poliisoprena (karet
alam).
d. Contoh kopolimer yaitu nilon 6,6 dan
dakron.
Polimer berdasarkan sifatnya terhadap
panas

Polimer Termoplastik Polimer Termosetting Elastomer


 Elastomer merupakan
Polimer yang melunak jika Polimer yang tidak melunak polimer yang elastik atau
dipanaskan sehingga dapat jika dipanaskan sehingga dapat mulur jika ditarik,
tetapi kembali ke awal jika
dibentuk ulang tidak dapat dibentuk ulang gaya tarik ditiadakan.
 Contoh: karet sintetis SBR
Contoh polietilena, PVC, dan Contoh bakelit, yaitu plastik
polipropilena yang digunakan untuk
peralatan listrik
Terdiri atas molekul-molekul Terdiri atas ikatan silang
rantai lurus atau bercabang antarrantai sehingga
terbentuk bahan yang keras
dan lebih kaku
BERDASARKAN REAKSI PEMBENTUKANNYA

Berdasarkan jenis reaksi


pembentukannya polimer terdiri dari:
1. polimer adisi
2. polimer kondensasi
BERBAGAI MACAM POLIMER DAN KEGUNAANNYA

Karet Alam
Karet alam adalah polimer dari isoprena.
Struktur karet alam

a. Karet alam bersifat elastis, lunak, dan lengket dalam keadaan panas.
b. Karet dapat dikeraskan jika dimasak dengan belerang.
c. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan silang disulfida antar
rantai.
d. Proses tersebut, yang disebut vulkanisasi, ditemukan oleh Charles
Goodyear.
e. Banyak digunakan untuk ban.
Karet Sintetis
Polibutilena

Polibutadiena dibuat dari butadiena


sebagai monomer.
Polikloropena (Neoprena)

Monomer pembentuknya berupa


kloroprena, yaitu 2-kloro-1,3-butadiena.

Neoprena digunakan sebagai selang


untuk membuat selang oli atau barang
lainnya yang sejenis.
SBR

SBR (Styrene-Butadiene Rubber) adalah


kopolimer dari stirena (25%) dan butadiena
(75%).

Penggunaan utama dari SBR adalah untuk


ban kendaraan bermotor.
Polietilena

Polietilena adalah plastik yang paling


sederhana dan juga paling murah.
Penggunaan polietilena adalah untuk
kantong plastik.
Polipropilena

Polipropilena hampir serupa dengan


polietilena.

Monomernya adalah propena.

Polipropilena lebih kuat dan lebih tahan


dari pada polietilena.
Digunakan untuk karung, botol plastic dll.
Teflon

a. Teflon merupakan nama dagang


dari politetrafluoroetilena (PTFE).
b. Monomer penyusunnya berupa
tetrafluoroetena.
c. Oleh karena ikatan C–F sangat kuat
dan tahan terhadap panas, maka
teflon bersifat kuat, tidak reaktif, dan
tidak dapat terbakar.
d. Teflon banyak dipakai sebagai
gasket, pelapis tangki di pabrik
kimia, dan pelapis panci
antilengket.
PVC

a. Polivinilklorida (PVC) adalah


plastik kedua terbanyak yang
diproduksi setelah polietilena.
b. Monomernya adalah
vinilklorida (ClCH==CH2) dan
merupakan polimer adisi.
c. PVC digunakan untuk
membuat pipa, pelapis lantai,
dan selang.
Akrilat

a. Asam akrilat adalah nama lain untuk asam 2–


propenoat.
b. Polimetilmetakrilat (PMMA) yang dikenal dengan nama
dagang flexiglass, adalah plastik bening keras, tetapi
ringan sehingga banyak digunakan sebagai kaca
jendela pesawat terbang, dan lampu belakang mobil.
c. Plastik ini terbuat dari reaksi adisi turunan asam akrilat,
yaitu ester metilmetakrilat.
d. Serat akrilat seperti orlon yang hampir menyerupai wol
terbuat dari turunan asam akrilat yaitu akrilonitril.
e. Serat akrilat digunakan untuk jaket, kaos kaki, karpet dll.
Terilen

a. Terilen terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu


suatu dialkohol dan suatu dikarboksilat.
b. Ikatan antarmonomernya merupakan ikatan
ester, sehingga terilen disebut juga suatu
poliester.
c. Contohnya adalah dakron, yang terbentuk dari
etilen glikol dan asam terftalat.
d. Dakron banyak digunakan sebagai serat tekstil
e. Polimer ini dikenal digunakan sebagai pita
perekam magnetik dan sebagai bahan balon
cuaca yang dikirim ke stratosfir.
Nilon

a. Nilon adalah polimer kondensasi yang melibatkan


gugus amina (—NH2) dan gugus karboksil (—COOH).
b. Ikatan antarmonomernya disebut ikatan amida,
sehingga nilon disebut juga poliamida.
c. Nilon yang terbentuk dari kondensasi asam tereftalat
dengan heksametilendiamina disebut nilon 6,6
karena masingmasing monomernya mengandung 6
atom karbon.
d. Nilon merupakan polimer yang kuat dan ringan,
dapat ditarik tanpa retak.
e. Nilon digunakan untuk tali, jala, parasut, jas hujan
dan tenda
Bakelit

a. Bakelit adalah suatupolimer kondensasi


dari fenol dan formaldehida.
b. Kondensasi terjadi dengan melepas air.
c. Bakelit tergolong plastik termosetting, tidak
dapat dilelehkan dan dibentuk ulang.
d. Jika dipanaskan pada suhu tinggi, maka
plastik ini akan terurai dan rusak.
e. Bakelit digunakan pada peralatan listrik,
kotak isolator, toilet, cabinet radio,asbak
dll.
Kevlar

a. Kevlar adalah suatu polimer kondensasi


dari asam benzene-1,4dikarboksilat dan
1,4-diaminobenzena.
b. Kevlar digunakan untuk rompi anti peluru.
Polistirena

a. Polistirena adalah polimer adisi dari monomer


stirena.
b. Polistirena digunakan untuk Styrofoam, pernis
kayu, isolasi plastic, gelas plasrik, mainan dll..
Penanganan Limbah Plastik

a. Proses daur ulang melalui tahap-tahap


pengumpulan, pemisahan (sortir),
pelelehan, dan pembentukan ulang.
b. Incinerasi, limbah plastik mempunyai nilai
kalor yang tinggi, sehingga dapat
digunakan sebagai sumber tenaga untuk
pembangkit listrik.
c. Kebanyakan plastik biodegradable
berbahan dasar zat tepung. Sayangnya,
plastik jenis ini lebih mahal.

Anda mungkin juga menyukai