0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Resume

Dokumen ini membahas keterampilan manajemen, fungsi dan tugas manajerial, serta tingkatan manajemen dalam organisasi. Keterampilan manajemen dibagi menjadi keterampilan konseptual, kemanusiaan, dan teknis, yang masing-masing sesuai dengan tingkat manajer. Selain itu, dijelaskan juga bahwa manajemen terdiri dari tiga tingkatan: manajemen tingkat atas, menengah, dan pertama, dengan masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda.

Diunggah oleh

yasinkurnia6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan19 halaman

Resume

Dokumen ini membahas keterampilan manajemen, fungsi dan tugas manajerial, serta tingkatan manajemen dalam organisasi. Keterampilan manajemen dibagi menjadi keterampilan konseptual, kemanusiaan, dan teknis, yang masing-masing sesuai dengan tingkat manajer. Selain itu, dijelaskan juga bahwa manajemen terdiri dari tiga tingkatan: manajemen tingkat atas, menengah, dan pertama, dengan masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda.

Diunggah oleh

yasinkurnia6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME

PENGANTAR MANAJEMEN
KETERAMPILAN DAN TINGKATAN MANEJEMEN SERTA
TEORI KEPEMIMPINAN

KELOMPOK : 5
CICI ZULYANTI (21101774)
MONA MERI ANTIKA (21101808)

Lokal : 7A1

DOSEN PENGAMPU :
WAGE UMAMMI, [Link]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
NASIONAL
2024
[Link] MANAJEMEN

[Link] Keterampilan Manajemen


Keterampilan atau keahlian manajemen sebagai suatu kemampuan
dan pengetahuan dari seorang manajer secara individual, atau pelaku
manajemen yang memenuhi kebutuhan menjalankan mandat atau tugas
tertentu serta melaksanakan fungsi-fungsi manajerialnya. Dalam hal ini,
manajer sebagai pelaksana manajemen tentu mempunyai berbagai peranan
penting pada organisasi atau perusahaannya. Dalam pelaksanan tugasnya
sebagai seorang manajer, sudah seharusnya memiliki berbagai keahlian
atau keterampilan yang bisa mendukung kelancaran aktivitasnya.
Keterampilan manajerial secara umum biasanya disebut dengan
keterampilan manajemen (management skills).

Dengan kemampuan keterampilan manajemen yang baik, akan


menggambarkan kompetensi seorang manajer dalam suatu organisasi,
perusahaan atau lembaga. Sebagaimana dijelaskan oleh Mathis dan
Jackson (2001) yang mengelompokkan aspek kompetensi kinerja seorang
manajer terdiri atas, pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan
kemampuan (abities). Pola konseptual kompetensi kinerja seorang
manajer dapat digambarkan sebagai berikut:

Penjelasan tentang kompetensi kinerja manajemen manajer sebagai berikut:

1. Memiliki pengetahuan (knowledge), sebagai suatu kesadaran dalam


bidang kognitif. Misalnya, seorang manajer mampu memahami cara
melakukan identifikasi pengelolaan manajemen, dan bagaimana
melakukan pengelolaaan manajemen yang baik, sehingga bisa memenuhi
kebutuhan yang ada dalam suatu organisasi, perusahaan atau lembaga
tertentu.

1
2. Mempunyai keterampilan (skill), yaitu kemampuan yang dimiliki oleh
seorang manajer dalam melaksanakan pekerjaaan atau tugas tanggung
jawab yang dibebankan kepadanya sebagai seorang profesional.
Contohnya, perilaku standar para manajer dalam memilih strategi dan
metode manajemen yang dianggap paling efisien dan efektif.

3. Memiliki kemampuan (ability), yaitu kecakapan atau potensi seorang


manajer atau pelaku manajemen yang mempunyai suatu talenta atau
keahlian bawaan sejak lahir atau sebagai hasil dari upaya praktik dan
latihan yang bisa digunakan dalam melaksanakan suatu tugas melalui
tindakan nyata.
4. Mempunyai hikmat yaitu keahlian yang dikaruniakan Tuhan untuk
mengerjakan sesuatu dengan sempurna (Kel. 31:3). Talenta, keunggulan,
dan keahlian sesorang terhadap sesuatu, adalah hikmat yang dikaruniakan
Tuhan kepadanya, dan dengan mengembangkannya, ia akan terkejut
bahwa ternyata ia bisa berhasil. Hikmat adalah keahlian yang
dikaruniakan Tuhan kepada seseorang. Semua orang memiliki jenis
hikmat ini. Itulah sebabnya entah orang berdosa atau orang kudus, bisa
berhasil jika ia menggunakan talenta dan keahliannya. Tuhan telah
memberikan talenta dan keahlian kepada tiap-tiap orang, sesuai
kemampuan kita masing-masing.

2. Fungsi dan Tugas Manajerial Manajemen


Seorang manajerial selalu mempunyai pengetahuan, pengalaman, dan
keterampilan yang sangat baik, mendapat pengakuan oleh organisasi untuk dapat
mengelola, memimpin, mengatur, mengendalikan, dan tentu bisa mengembangkan
organisasi yang dipimpinya kepada pencapaian suatu tujuan. Seorang manajerial
memiliki kapasitas dalam mengarahkan orang lain dan mempunyai kemampuan
untuk bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan atau aktivitas pekerjaanya.

Adapun beberapa fungsi manajerial seorang manajer sebagai berikut:

1. Dapat memimpin suatu organisasi.

2. Dapat mengatur dan organisasi. mengendalikan suatu

3. Dapat mengembangkan suatu organisasi.

4. Dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi suatu organisasi.

5. Dapat mengawasi dan mengendalikan organisasi. suatu


6. Dapat menumbuhkan kepercayaan dalam suatu organisasi.

2
7. Mampu meningkatkan rasa tanggung jawab dalam suatu organisasi.

8. Mampu mengevaluasi kegiatan-aktivitas suatu organisasi.

9. Dapat menggali dan mengembangkan sumber daya yang dimiliki oleh


suatu organisasi.

Tugas-tugas penting seorang manajerial sebagai berikut:

1. Seorang manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.

Term "orang" bukan hanya mencakup para bawahan dan atasan saja,
melainkan juga para manajer lainnya dalam suatu organisasi. Di samping
itu, "orang" juga termasuk individu-individu dari luar organisasi,
langganan, penyedia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus
serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah dan
sebagainya.

2. Seorang manajer menetapkan prioritas-prioritas dan menyeimbangkan


serta memadukan tujuan-tujuan yang saling bertentangan.

Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan


kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk
memperebutkan sumber daya-sumber daya organisasi (manusia, material
atau bahkan waktu manajer). Karena berbagai sumber daya tersebut selalu
terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan di antara berbagai tujuan
dan kebutuhan organisasional.

3. Seorang manajer bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan.


Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan- pekerjaan
tertentu secara sukses. Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa
baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan. Lebih lanjut,
manajer juga bertanggung jawab atas kegiatan- kegiatan para
bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung
sukses atau kegagalan manajer.

4. Seorang manajer harus berpikir secara analisis dan konseptual.

Untuk menjadi pemikir yang analisis, manajer harus mampu merinci


dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen
masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian
mencari penyelesaian yang layak (feasible) dengan akurat. Dan yang
lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konseptual, yang
mampu memandang keseluruhan tugas dan mengaitkan suatu tugas
dengan tugas-tugas lain.

3
5. Seorang manajer sebagai seorang mediator.

Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang- kadang mereka


saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Jika hal itu terjadi dalam
suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurukan semangat kerja dan
produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para
karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian- kejadian
seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).

6. Seorang manajer merupakan seorang politisi.

Seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengampanyekan


program-programnya, manajer harus mengembangkan hubungan-
hubungan baikm untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan- ekgiatan
usulan-usulan atau keputusannya. Setiap manajer yang efektif
"memainkan politik" dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbale
balik dengan para manajer lain dalam organisasi.
7. Seorang manajer merupakan seorang diplomat.

Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (representatif) resmi


kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional. Manajer
juga mungkin mewakili organisasi dalam berurusan dengan kontraktor,
langganan, pejabat pemerintah atau personalia organisasi lain.

8. Seorang manajer mengambil keputusan-keputusan sulit.

Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misalnya, kesulitan


financial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah seorang
yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit
dan mengambil keputusan yang akurat.

[Link] Manajemen
Secara umum, keterampilan manajemen terdiri dalam tiga bagian utama
sesuai tingkatannya, seperti keterampilan konseptual (conceptual skill) pada
tingkatan top manager, keterampilan kemanusiaan (human skill) atau komunikasi
(communication skill) pada tingkatan middle manajer, dan keterampilan teknis
(technical) pada tingkatan lower manajer. Dalam memahami bagian utama
keterampilan manajemen, penulis menguraikannya sebagai berikut:

1. Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill)

Keterampilan konseptual, biasanya disebut juga keterampilan


konsepsional, yang mana konsep ini perlu dimiliki oleh manajer tingkat
atas (top manager). Seeorang manajer yang memiliki keterampilan ini
dapat memelurkan gagasan dan ide serta mampu menciptakan konsep

4
demi kemajuan organisasi. Ide dan gagasan mesti bisa diuraikankan
menjadi suatu rencana kegiatan yang kemudian termanifestasi ke dalam
sebuah konsep. Proses menguraikan ide dan gagasan serta konsep tersebut
menjadi suatu rencana kerja yang konkrit, dan selanjutnya dijadikan
sebagai suatu perencanaan (planning). Dengan demikian, maka
keterampilan konseptual atau konsepsional dikenal sebagai keterampilan
dalam membuat rencana kerja.

2. Keterampilan Kemanusiaan (Human Skill) atau Komunikasi


(Communication Skill)

Untuk keterampilan kemanusiaan (human skill) atau komunikasi


(communication skill), biasanya dimiliki oleh manajer pada tingkat
menengah. Pada keterampilan ini, seorang manajer atau pimpinan dapat
berkomunikasi dan menjalin hubungan kerja yang baik dengan berbagai
pihak, khususnya dalam berkomunikasi dan membangun hubungan
dengan orang yang dipimpinnya. Keterampilan berkomunikasi selalu
disandingkan dalam hubungan antarsatu manusia dengan manusia
lainnya, sebab komunikasi sebagai ujung tombaknya. Dengan
berkomunikasi yang baik, hubungan akan tercipta dengan baik,
sebaliknya apabila komunikasi tidak berjalan baik, maka hubungan
antarmanusia juga tidak bisa baik. Komunikasi yang belum baik, biasanya
sebagai titik awal munculnya rasa saling curiga, dan akan melahirkan rasa
saling tidak percaya yang pada akhirnya bisa muncul perpecahan.
3. Keterampilan Teknis (Technical Skill)

Keterampilan teknis (technical skill) adalah keterampilan dalam


melaksanakan suatu pekerjaan tertentu yang bersifat teknis. Misalnya,
memperbaiki komputer, membuat meja dan kursi, atau merangkai bunga,
mengantarkan surat, dan lain sebagainya. Keterampilan teknis biasaya
sebagai bekal bagi manajer pada level yang lebih rendah. Sehingga
semakin rendah level manajerial seseorang, maka juga akan semakin
besar tuntutan bekal keterampilan teknis yang harus dikuasainya. Hal
tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar, karena pada tingkatan yang
lebih rendah memang mesti lebih bersifat sebagai pelaksana teknis yang
dapat menguasai unsur-unsur teknis tersebut..

Pendapat yang sama dijelaskan oleh Herujito, Yayat M. (2001), bahwa


memperhatikan dari kemampuan berpikir seoarang manajer biasa ada
hubungannya dengan tingkatan dalam manajemen. Semakin tinggi level seseorang
dalam suatu lingkungan manajemen, maka akan semakin dituntut ia terus berpikir
secara:

5
1. Konseptual, yaitu kebiasaan memunculkan gagasan atau ide dan
konsep yang selanjutnya diuraikan dalam proses perencanaan kerja guna
mencapai tujuan organisasi secara efektif.

2. Strategis, yaitu kemampuan menentukan sasaran sebagai tujuan jangka


panjang dan merumuskan langkah-langkah bagaimana сага mencapainya.
Karena sebagai sesuatu yang berjangka panjang, maka perlu dilaksanakan
secara berulang kali, untuk terus meningkat, dan berdasarkan pada cara
pandang tentang apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Sehingga pada prinsipnya, berpikir strategis adalah berpikir untuk selalu
melaksanakan upaya-upaya yang tepat dan sesuai dengan perubahan
yangterjadi dalam mencapai tujuan jangka panjangorganisasi.

3. Makro, yaitu suatu upaya yang dilakukan seseorang untuk


melaksanakan berbagai hal yang bersifat komprehensif, dengan
memperhatikan berbagai faktor yang berhubungan pada keberhasilan
pencapaian tujuan organisasi secara maksimal.

Selain keterampilan konseptual (conceptual skill), konsep kemanusiaan (human


skill) atau berkomunikasi (communication skill), dan keterampilan teknis
(technical skill) yang harus dimiliki oleh seorang manajer, perlu ada keterampilan
tambahan lain seperti keterampilan administratif (administrative skills),
keterampilan manajemen waktu, keterampilan membuat keputusan.

1. Keterampilan Administratif (Administrative Skills) Keterampilan


administratif (administrative skills), adalah kemampuan yang
berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan. Kemampuan ini harus dimiliki seorang manajer agar
mampu mengikuti kebijaksanaan dan prosedur, mengelola dengan
anggaran yang terbatas. Keterampilan ini merupakan perluasan dari
keterampilan konseptual, di mana manajer melaksanakan keputusan
melalui penggunaan keterampilan administratifnya.

2. Keterampilan Manajemen Waktu

Keterampilan manajemen waktu merupakan keterampilan yang


merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan
waktu yang dimilikinya secara bijaksana.

3. Keterampilan Membuat Keputusan

Keterampilan membuat keputusan merupakan kemampuan untuk


mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam
memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang
paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer
atas (top manager) karena manajer pada level tersebut, terlibat dalam

6
pembuatan keputusan- keputusan penting demi kelangsungan
organisasi atau perusahaan.

B. TINGKATAN MANEJEMEN
Dalam suatu organisasi, pada umumnya terdapat tiga level atau tiga tingkatan
manajemen yaitu manajemen tingkat atas (top level management), manajemen
tingkat menengah (middle level management) dan manajemen tingkat pertama
(first level management). Ketiga tingkat utama manajemen ini membentuk,
sebuah hierarki yang digolongkan berdasarkan urutan seberapa pentingnya dalam
suatu organisasi. Jadi, pada dasarnya tingkatan manajemen atau level of
management ini adalah tingkatan yang membedakan wewenang dan beban
pekerjaan yang harus ditanggung oleh para manajer.

Sebagian besar organisasi, jumlah manajer di setiap tingkat manajemen ini


menyerupai sebuah piramida. Manajer di tingkat pertama (first level manajer)
akan berjumlah lebih banyak jika dibandingkan dengan manajer tingkat menengah
(middle level manager) Sedangkan manajer tingkat menengah akan berjumlah
lebih banyak dari manajemen tingkat atas (top level manager), namun berjumlah
sedikit jika dibandingkan dengan manajer tingkat pertama. Jumlah manajer di
manajemen tingkat atas adalah yang paling sedikit.

1. Manajemen Tingkat Atas (Top Level Management)

Manajemen tingkat atas atau sering disebut dengan top management


(manajemen puncak) atau executives (eksekutif) adalah manajer-manajer yang
bertanggung jawab atas kinerja manajemen organisasi secara keseluruhan. Mereka
memegang jabatan-jabatan seperti, CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief

7
Financial Officer), COO (Chief Operational Officer), Presiden Direktur, Wakil
Presiden Direktur, Direktur Utama dan lain sebagainya.

Manajer-manajer yang berada di tingkatan manajemen tingkat atas ini memiliki


tanggung jawab, otoritas dan wewenang maksimum dalam mengendalikan
organisasi atau perusahaannya.

Beberapa tugas dan tanggung jawab manajemen tingkat atas di antaranya adalah:

a. Menentukan tujuan perusahaan. Manajemen tingkat atas ini merumuskan


tujuan utama organisasinya, dapat berupa tujuan jangka panjang maupun
tujuan jangka pendeknya.

b. Membuat kerangka rencana dan kebijakan. Manajemen tingkat atas


membuat kerangka rencana dan kebijakan untuk mencapai tujuan utama yang
telah ditetapkan.
c. Mengorganisir kegiatan dan pekerjaan yang akan dilakukan oleh manajer-
manajer di tingkat menengah.

d. Mengumpulkan dan mengatur sumber daya organisasi atau perusahaan


seperti sumber daya keuangan, aset tetap, tenaga kerja dan lain sebagainya
untuk melakukan kegiatan sehari- hari dalam organisasi.

e. Bertanggung jawab atas kelangsungan dan pertumbuhan hidup


organisasi/perusahaan.

f. Sebagai penghubung dengan dunia luar seperti bertemu dengan pejabat


pemerintah, pemasok, pesaing, pelanggan, media dan lain-lainnya.
2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Level Management)

Manajemen tingkat menengah atau middle level management adalah manajer


yang berada di bawah manajer tingkat atas. Mereka biasanya memegang jabatan
dengan nama jabatannya seperti General Manager, Plant Manager, Factory
Manager, Regional Manager ataupun Division Manager. Manajer-manajer tingkat
menengah ini, bertanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan kebijakan
yang ditetapkan oleh manajemen tingkat atas serta bertindak sebagai penghubung
antara manajemen tingkat atas dan manajemen tingkat bawah.

Manajer-manajer ini juga menjalankan fungsi tingkat atas di departemen atau


unit kerja mereka sendiri seperti membuat perencanaan, membuat kebijakan,
mengumpulkan dan mengatur sumber daya untuk departemen atau divisi mereka
masing-masing.
Beberapa fungsi dan tanggung jawab para manajemen tingkat menengah adalah:

8
a. Menjalankan dan menjelaskan setiap kebijakan yang telah ditentukan
oleh manajemen di atasnya kepada setiap manajemen yang ada di
bawahnya.

b. Berkoordinasi dengan setiap manajemen di bawahnya untuk


melaksanakan kegiatan di departemen masing-masing agar sesuai dengan
yang diharapkan.

c. Melakukan perekrutan dan penyeleksian serta mengatur penempatan


setiap karyawan sesuai kebutuhan di unit kerja masing-masing.

d. Melakukan pengawasan dan mengarahkan karyawan yang dipimpinnya,


sehingga dapat bekerja dengan semaksimal mungkin.
e. Memotivasi karyawan agar dapat bekerja dengan baik dan benar, seperti
memberikan bonus, penghargaan, tiket liburan, dan sebagainya.

f. Melaksanakan rencana kerja yang telah disusun dan bekerjasama dengan


departemen lain untuk menjaga kelancaran setiap kegiatan kerja yang
dilakukan, serta dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

3. Manajemen Tingkat Pertama (First Level Management)

Manajemen tingkat pertama atau disebut juga dengan first level management
atau first line management adalah manajemen yang bertanggung jawab atas
operasional atau pekerjaan harian para karyawan dalam menghasilkan suatu
produk atau layanan. Manajemen tingkat pertama ini biasanya memegang jabatan
seperti Department Manager, Section Manager, Superintendent, Mandor atau
Supervisor. Para manajer di manajemen tingkat pertama ini, memiliki otoritas atau
wewenang yang terbatas.

Adapun tugas dan tanggung jawab para manajer tingkat pertama pada tingkatan
ini adalah:

a. Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi para karyawan.

b. Menjaga pekerjaan yang baik dan menjaga hubungan antara atasan dan
bawahan agar tetap baik.

c. Berkomunikasi setiap saat dengan para karyawan dan menyaring saran-


saran dari karyawan.

d. Mempelajari masalah dan keluhan dari para bawahannya sebelum


disampaikan pada manajemen di atasnya.

e. Bertanggung jawab untuk memberikan semangat dan memberi motivasi


untuk para pekerja agar lebih berinisiatif.

9
f. Menjaga dan meningkatkan standar kualitas serta memastikan tidak ada
pemborosan dalam pemakaian sumber daya.

C. TEORI KEPEMIMPINAN

1. Defenisi Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin mengelola anggota
tim dengan efektif dan efisien, untuk mencapai tujuan perusahaan dengan
baik. Menurut Warren Bennis dan Burt Nanus, penulis buku Leaders:The
Strategies for Taking Charge, kepemimpinan adalah kekuatan yang sangat
berpengaruh di balik kekuasaan suatu organisasi/perusahaan. Untuk
menciptakan organisasi yang efektif, Anda sebagai pemimpin harus mampu
memobilisasi organisasi menuju visi yang telah ditetapkan.

Konsep dasar kepemimpinan dibagi menjadi dua, yaitu ilmu dan seni.
Ilmu kepemimpinan merupakan teori kepemimpinan yang bisa dipelajari dari
berbagai [Link] kepemimpinan adalah metode kepemimpinan atau
teknik-teknik yang diterapkan dalam memimpin suatu tim. Metode ini
diharapkan mampu membentuk karakter dan kinerja yang baik untuk
membangun tim yang solid dalam mewujudkan tujuan perusahaan.
Kepemimpinan itu merupakan fenomena interaksi soSial yang
kompleks, dan seringkali sulit dibaca, berikut ini disajikan beberapa defenisi
(Danim 2003, Nawawi 2003):
[Link] mengemukakan bahwa kepeimpinan adalah suatu proses di
mana pemimpin dilukiskan akan memberi perintah atau pengaruh,
bimbingan atau proses memengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih
dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
[Link] mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah seni
mengoordinasi dan memberi arah kepada induvidu atau kelompok untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Filsafat Ilmu dan Filsafat Kepemimpinan


Setiap manusia adalah pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Oleh
sebab itu, kepemimpinan merupakan urusan setiap orang. Setiap pemimpin
diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pemimpin yang lebih
rendah menyampaikan tanggung jawabnya kepada pemimpin yang lebih
tinggi.

Sebagai pemimpin, idealnya memiliki prasyarat untuk menjadi pemimpin


[Link] tersebut,yaitu harus memiliki head of leadership,heart of
Qaaleadership, dan hand of leadership (Sergiovanni, 1984 & 2006).

Ada delapan 21st Century Skill, yaitu:

(1)leadership,(2)digitalliteracy,(3)communication,(4)emotional

10
intelligence,(5)entrepeneurship,(6)globalcitizenship,
(7)problemsolving,dan(8)team-working(Person-LearningCurve Report,
2014).
Filsafat ilmu kepemimpinan menjelaskan ontologi, aksiologi, dan
epistemologi kepemimpinan. Ontologi kepemimpinan berkenaan dengan
definisi, pengertian, dan ruang lingkup [Link]
kepemimpinan berkenaan dengan tujuan dan manfaat serta nilai-nilai
kepemimpinan. Epistemologi kepemimpinan berkenaa
Dengan cara melaksanakan kepemimpinan.

Filsafat kepemimpinan berasal dari dua orientasi,yaitu orientasi


“keras”terhadap penyelesaian tugas dan aliran“ keras”terhadap hubungan
manusiawi. Uraiannya digambarkan Manning&Curtis(2003)seperti berikut.

[Link]

3. Definisi Pemimpin,Pimpinan,dan Kepemimpinan


Kepemimpinan (leadership) berasal dari memimpin(lead).Lead berasal dari
bahasa Anglo Saxon yang artinya jalur perjalanan kapal yang mengarahkan
awak kapal. Maksudnya adalah,pemimpin ibarat nakhoda kapal yang harus
mampu mengarahkan kapal sebagai organisasi dan awak kapal sebagai
pengikut (bawahan) untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Oleh sebab itu, pemimpin organisasi tidak ada tanpa pengikutnya, imam tidak
ada tanpa [Link] dan pengikut harus memahami posisinya
masing-masing.

Sebagai pemimpin,ia harusmemperhatikan pengikutnya dengan cara jadilah


pemimpin yang pandai merasakan bukan merasa pandai. Jadilah pemimpin
yang pandai menyejahterakan, bukan menyengsarakan pengikutnya. Jadilah
pemimpin yang melindungi,bukan menzalimi.

11
Sebagai pengikut, wajib setia dan patuh selama pemimpinnya taat pada
peraturan yang berlaku.
Kata leader pertama kali digunakanCowley (1920) dalam Manning & Curtis
(2003), bahwa pemimpin adalah orang yang berhasil mengumpulkan orang
lain untuk mengikutinya. Bush (2008) menyatakan bahwa pemimpin adalah
orang yang menentukan tujuan, memotivasi, dan menindak pengikutnya.

Kouzes& Posner (2010) menyatakan pemimpin adalah pelopor,yaitu orang


yang bersedia mengerjakan yang belum diketahuinya, ia berani mengambil
risiko, melakukan inovasi dan percobaan untuk menemukan cara terbaik
mengerjakan beberapa tugas.

Pemimpin adalah orang yang memimpin. Sinonim pemimpin adalah ketua


(dipilih untuk memimpin) dan kepala (ditunjukuntuk memimpin),chief, chief
executiveofficer (CEO), captain, bos, manager,director. Istilah leader dengan
manager sampai sekarang masih terus diperdebatkan dan belum selesai.
Tugas utama pemimpin adalah menginspirasi pengikutnya agar patuh dan
setia kepada dirinya sebagai [Link] ini dilakukan dengan
menggunakan teknik kepemimpinan atau cara memimpin (epistemologi),
yaitu:
a. Memfokuskan diri pada visi, misi, tujuan, sasaran (VMTS)
organisasi.
b. Membantu pengikut memahami dan cara mencapai VMTS
melalui penjelasanan dalam sosialisasi, rapat, dan berbagai
kesempatan.
c. Melakukan komunikasi efektif
d. Memberdayakan pengikut sesuai keahliannya.
e. Melatih serta membimbing pengikut agar tidak ketinggalan
ipteks (Goetsch & Davis, 2015).
Teknik kepemimpinan tersebut, mendukung tencommandements of success
yang dikembangkan oleh Schwab, pemimpin legendaris perusahaan terkenal
dan sukses diCarnegie Steel Company seratus tahun yang lalu. Kesepuluh
perintah suksesnya, yaitu:Sebagai pengikut, wajib setia dan patuh selama
pemimpinnya taat pada peraturan yang berlaku.
[Link] ikhlas, jelas, lugas, keras, cerdas, tangkas, lekas, tuntas, dan
puas(9as), bukan bekerja 3as (malas, culas, dan tewas) karena tidak
patuh keselamatan dan kecelakaan kerja (3K);
[Link] keras;
[Link];
[Link] pekerjaan;
[Link] dalam berkomunikasi;

12
[Link] untuk sukses;
[Link] menjaga nama baik lembaga;
[Link] membantu;
[Link];dan
[Link] yang terbaik(Manning&Curtis,2003).
Seseorang pemimpindipilihkarenaia memiliki kelebihan tertentu
dalamkelompoknya, antara lain lebih dapat dipercaya (jujur), lebih pandai
bergaul, lebih amanah, lebih percaya diri, lebih berwibawa, lebih cerdas,
lebih stabil emosinya, lebih kaya, lebih sehat, lebih kuat, dan sebagainya
(lihat Pendekatan Traits).
Seseorang diangkat sebagai pemimpin oleh kelompoknya menurut
pendekatan traits karena memiliki sifat yang mendukung
kepemimpinannya,misalnya sifat jujur(sidiq) nomor satu, mengajak kebaikan
(tabliq), amanah, dan cerdas(fathonah)atau dalam bahasa Arab disingkat
STAF.

Penelitian Kouzes&Posner(1987-2007) menemukan 20 sifat pemimpin yang


diharapkan pengikut, yaitu:
1. Jujur,
2. Pandangan jauh kedepan,
3. Memberiinspirasi,
4. Cakap,
[Link],
[Link] memberikan dukungan,
[Link] luas,
8. Cerdas,
9. Lugas,
[Link] diandalkan,
[Link],
[Link] bekerja sama,
[Link] majinasi,
[Link],
[Link] kuat,
[Link],
[Link],
[Link],
[Link] mengendalikan diri,dan

13
[Link](Kouzes&Posner,2010).
Kouzesdan Posner (2010) menemukan bahwa jujur adalah ranking satu
karena dengan kejujuran menghasilkan kepercayaan dan kepercayaan
menghasilkan kepemimpinan. Jadi, pemimpin dipercaya karena kejujurannya.
Kepemimpinan adalah hubungan berdasarkan kepercayaan (Kouzes& Posner,
2010). Seseorang dipilih menjadi pemimpin karena kepercayaan yang
diberikan pengikutnya. Orang sulit mempercayai kataataujanji dari
pemimpinyangtidakdapatdipercaya karena sekali saja orang tidak percaya,
seumur hidup tidak akan percaya.

Caramembangunkepercayaan:
[Link],
[Link],
[Link],
[Link],
[Link],
[Link],
[Link],
[Link],
[Link],
[Link] pendengar yang baik,
[Link] memelihara kepercayaan(Robbins,2001&
Manning & Curtis, 2003).
Pemimpin bersifat formal dan nonformal. Pemimpin formal ialah pemimpin
yang diangkat dengan Surat Keputusan (SK), mendapat gaji dan fasilitas,
memiliki kekuasaan, kewajiban, kewewenangan, tugas, dan tanggung jawab.
Sebaliknya, pemimpin tanpa SK disebut pemimpin [Link]
formal disebut juga assigned leadership. Sebaliknya, kepemimpinan
nonformal disebut emergent leadership.
Pemimpin nonformal muncul untuk mengatasi keadaan darurat. Contohnya,
ketika terjadi kebakaran, tiba-tiba muncul seorang pemimpin yang memberi
komando dan mengatur orang lain untuk memadamkan api. Ada kalanya,
pemimpin nonformal lebih berkuasa dan menjadi “dalang” pemimpin formal
sehingga semua keputusan strategis dan sangat penting,pemimpin formal
harus meminta restu terlebih dahulu kepada pemimpin nonformal.

Pemimpin formal yang keputusannya ditentukan oleh pemimpin


nonformalnya disebut juga sebagai pemimpin simbolik atau pemimpin”
boneka”. Seseorang berambisi menjadi pemimpin karena ingin dihargai
(Maslow), ingin bertanggung jawab dan kemajuan (Herzberg), ingin
pertumbuhan (Alderfer),atau ingin berkuasa (McClelland) (Griffin &
Moorhead, 1996).

14
Tiga Paham Pemimpin
Ada tiga paham pemimpin, yaitu (1)nativisme, (2)
empirisme,dan(3)[Link] nativis meyakin bahwa seseorang
dipilih sebagai pemimpin karena memiliki sifat sebagai pemimpin sejak lahir.
Nativ berasal dari kata natal yang artinya „lahir‟. Motonya leader are born
notbuilt, disebut juga sebaga natural leader. Paham ini menghasilkan
pendekatan traits (sifat). Penganut paham ini menolak adanya pelatihan dan
sekolah kepemimpinan karena melatih atau menyekolahkan seseorang untuk
menjadi pemimpin adalah perbuatan yang sia-sia dan pemborosan waktu,
tenaga, dan biaya [Link] paham ini menghasilkan pendekatan traits.

Penganut empris meyakin bahwa seseorang menjadi pemimpin karena dilatih


atau [Link] adalah leader arebuilt not born. Penganut paham ini,
yakin bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dan dilatih. Seseorang diberi
pengalaman berlatih sebagai pemimpin atau diberi pengalaman memimpin,
kelak dia akan menjadi pemimpin yang [Link] paham ini yakin
bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Plato seorang filosof Yunani
Kuno terkenal menyatakan bahwa berilah dia seseorang dan dia dapat
menjadikannya pemimpin yang efektif.
Penganut konvergensi yakin bahwa pemimpin dilahirkan dan [Link]
adalah leader are bornand [Link] paham ini menghasilkan teori
kontingensi dalam mempelajari kepemimpinan. Berkenaan dengan
pemimpin, Presiden Amerika, Rosevelt, menyatakan bahwa jika Anda ingin
mengetahui watak asli seseorang, jadikan dia pemimpin atau berilah dia
kekuasaan.

Pengertian Pimpinan yang Efektif dan Efisien


Pimpinan adalah posisi atau jabatan,orang yang memiliki kedudukan tertinggi
dalam suatu organisasi. Pimpinan sekolah disebut kepala sekolah, principal,
headmasteratauhead teacher. Pimpinan universitas disebut rektor,dan
[Link] ada yang seumur hidup dan ada pula yang dibatasi
waktu [Link] yang efektif Efektif adalah (do the rightthings),
yaitu bekerja yang benar berupa output, Efektif adalah berupa tingkat
pencapaian tujuan tingkat kepuasan, dan daya serap anggaran. Efesien adalah
(do things right) bekerja dengan benar (berupa proses atau prosedur).

Cara Memengaruhi Pengikut


Yukl (2015: 8) memberikan cara memengaruhi pengikut, yaitu:
1. Interpretasi kejadian internal dan eksternal organisasi;
2. Memilih tujuan dan strategi yang tepat;
3. Memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan;
4. Saling percaya dan bekerjasama dengan pengikut;
5. Mengorganisasikan dan mengoordinasikan tugas;

15
6. Mengalokasikan sumber daya untuk melaksanakan kegiatan
dan mencapai tujuan (Yukl, 2015). Arena pengaruh
digambarkan seperti berikut.

Gambar [Link] pengaruh (Bush,Bell,&Middlewood,2010:44)


Tujuan kepemimpinan adalah:

1. Terwujudnya peningkatan mutu proses dan hasil organisasi,


2. Tersedianya visi organisasi dan agen perubahan,
3. Terkoordinasinya pengikut dalam mencapai visi,
4. Terberdayakannya pengikut secara optimal,
5. Terbinanya pengembangan karier pengikut termasuk
kaderisasi, dan
6. Tingginya kinerja organisasi.
Manfaat kepemimpinan adalah:
1. Mampu menilai SWOT kemampuan dirinya yang
diperlukan sebagai kepemimpinan efektif;
2. Menggunakan kekuasaan dengan tepat dan berpengaruh
positif dalam meningkatkan komitmen pengikut;
3. Menguji nilai-nilai personal dan keyakinan dirinya yang
berkaitan dengan asumsi tentang kepemimpinan dan
pengikutnya,
4. Memahami sejumlah peranan kepemimpinan;
5. Mengenal hubungan antara pemimpin berorientasi tugas
dan berorientasi hubungan manusia;

16
6. Mengenal pentingnya tujuan moral dan nilai etika dalam
kepemimpinan (Chance, 2009), dan
7. Leadership is owften regarded as the single most
important factor in the success or failure of institutions
(Hoy & Miskel, 2013).
Kepemimpinan Abad Ke-21
Kepemimpinan abad ke-21menurut Whitehead etal. (2013) adalah
kepemimpinan:
1. Strategis/visionary,
2. Perubahan,
3. Instruksional,
4. Distributed(shared),
5. Era digital,
6. Sistemik,
7. Pelayan,
[Link],dan
9. Kewirausahaan.
Masing-masing kepemimpinan memiliki definisi, tujuan, manfaat,cara
melaksanakan, kelebihan dan kekurangan.

Tipe Pemimpin
Menurut S.P Siagan balima tipe utama pemimpin, yaitu:

1. Tipe yang otokratisasi atau dikatatorial,


2. Tipe yang mileteristis,
3. Tipe yangPaternalistis,
4. Tipe yang Laissez Fire,
5. Tipe yang demokratis atau partisipatif.
Mengenai penjelasan setiap tipe pemimpin Buchari Alma menjelaskan di
bawah ini:
1. Pemimpin otokratis berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan
yang mutlak harus dipenuhi.
2. Tipe miletiristis banyak menggunakan sistem perintah, sitem
komando dan atasan ke bawahan.
3. Tpe yang paternalistis melindungi bawahan seperti saudara atau
orang tua.

17
4. Tipe Laissez Fire ini membiarkan bawahan berbuat semaunya
sendiri semua pekerjaan dan tanggung jawab oleh bawahan.
5. Tipe pemimpin demokratis berorintasi pada manusia dan
memberikan bimbingan kepada bawahannya.

18

Anda mungkin juga menyukai