1 Activity Based Management
A. Definisi Activity Based Management
Activity–Based Management (ABM) adalah suatu pendekatan di seluruh sistem dan
terintegrasi, yang memfokuskan perhatian manajemen pada berbagai aktivitas, dengan tujuan
meningkatkan nilai untuk pelanggan dan laba sebagai hasilnya. Menurut Mulyadi (2007; 731),
Activity-Based Management (ABM) merupakan pendekatan manajemen yang memusatkan
pengelolaan pada aktivitas dengan tujuan untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap
value yang dihasilkan bagi customer, dan laba yang dihasilkan dari penyedia value tersebut.
Sedangkan menurut Blocher (2007; 239), Activity–Based Management (ABM) analisis aktivitas
yang digunakan untuk memperbaiki nilai produk atau jasa bagi pelanggan dan meningkatkan
keuntungan perusahaan.
Menurut Cooper dan Kaplan (1999), informasi activity based costing dapat
dipergunakan untuk dua hal. Hal pertama disebut dengan operating activity based management,
dimana informasi ABC tersebut dipergunakan untuk menunjukkan aktivitas-aktivitas apa saja yang
dilakukan perusahaan secara tidak effisien, yang menimbulkan biaya yang tinggi, yang pada
akhirnya mengurangi profitabilitas produk atau pelanggan perusahaan. Dengan informasi ABC,
perusahaan dapat melakukan tindakan-tindakan terhadap aktivitas tersebut, sehingga kegiatan
operasional perusahaan dapat dilakukan dengain lebih effisien dan meningkatkan profitabilitas
perusahaan. Hal kedua disebut dengan strategic activity based management. Dalam hal ini sistem
informasi ABC dipergunakan untuk melakukan pengambilan keputusan stratejik yang lebih baik
bagi perusahaan. Sistem ABC akan menghasilkan informasi yang akurat, yang menyebabkan
perusahaan dapat mengetahui produk atau pelanggan yang mana yang merugikan ataupun yang
menguntungkan, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih akurat mengenai
tindakan-tindakan yang harus dilakukan terhadap produk atau pelanggan tersebut. Contoh-contoh
terhadap tindakan yang dapat dilakukan perusahaan terhadap suatu produk telah dibahas dalam
modul mengenai activity based costing, sedangkan analisis ABC untuk pelanggan akan dibahas
dalam modul mengenai strategic activity based managment untuk pelanggan.
Berdasarkan definisi-definisi diatas, ABM mempunyai dua frasa penting, yaitu manajemen
berbasis aktivitas berfokus pada pengelolaan aktivitas untuk meningkatkan nilai yang diterima oleh
konsumen, dan pemusatan pengelolaan pada aktivitas untuk menghasilkan laba dari penyedia nilai
tersebut.
B. Tujuan dan Manfaat Activity Based Management
ABM bertujuan untuk meningkatkan nilai produk atau jasa yang diterima oleh para konsumen,
dan oleh karena itu dapat digunakan untuk mencapai laba dengan menyediakan nilai tambah bagi
konsumennya. Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan ABM adalah manajemen dapat
menentukan wilayah untuk melakukan perbaikan operasi, mengurangi biaya, atau meninggkatkan
nilai bagi pelanggan. Dengan mengidentifikasi sumber daya yang dipakai konsumen, produk, dan
2 Activity Based Management
aktivitas, ABM memperbaiki fokus manajemen atas faktor-faktor kunci perusahaan dan meningkatkan
keunggulan kompetitif.
C. Faktor-faktor yang Mendorong Keberhasilan Penerapan ABM Dalam Suatu Organisasi
Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penerapan activity based management dalam
suatu organisasi adalah sebagai berikut:
1. Budaya Organisasi
Budaya organisasi mencerminkan kerangka berpikir dari karyawan termasuk
perilaku, nilai, keyakinan yang dianut oleh karyawan. Budaya organisasi menunjukkan
keterlibatan, kerja sama serta partisipasi yang tinggi dari seluruh karyawan. Budaya
organisasi sangatlah mendukung keberhasilan dari penerapan ABM di suatu organisasi.
2. Top management support and commitment
Penerapan suatu system manajemen biaya yang baru seperti ABM dan ABC
membutuhkan waktu dan sumber daya, oleh karena itu dukungan dan peran serta top
manajer sangatlah diperlukan untuk keberhasilan penerapannya.
3. Change process
Perubahan bisa terjadi apabila diterapkannya suatu proses yang sudah dirancang
untuk menghasilkan perubahan tersebut. Perbaikan dari proses yang sudah ada sangat
mendukung keberhasilan penerapannya. Elemen-elemen dari proses diantaranya adalah
daftar dari aktivitas, sekumpulan tujuan, dan tindakan lanjutan.
4. Continuing education
Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan serta meningkatkan
keahlian mereka terhadap lingkungan kerja yang cepat sangatlah penting. Keberhasilan
penerapan dari program manajemen biaya yang baru membutuhkan keahlian, peran serta
dan kerja sama dari karyawan suatu organisasi.
D. Model Dimensi dan Penerapan Activity Based Manajemen
a. Model Dimensi Activity Based Management
Activity based management menekankan pada biaya berdasarkan aktivitas atau Activity-
Based Costing (ABC) dan analisis nilai proses. Jadi, Activity–Based Management memiliki dua
dimensi, yaitu dimensi biaya dan dimensi proses.
a. Dimensi Biaya
Dimensi biaya merupakan dimensi ABM yang memberikan informasi biaya
mengenai sumber, aktivitas, produk, dan pelanggan. Dimensi biaya ini bertujuan
untuk memperbaiki keakuratan pembebanan biaya. Sebagaimana sumber biaya
ditelusuri pada aktivitas dan kemudian biaya dibebankan pada produk dan
pelanggan.
3 Activity Based Management
b. Dimensi Proses
Dimensi proses atau analisis nilai proses adalah dimensi ABM yang memberikan
informasi tentang aktivitas apa yang dikerjakan, mengapa dikerjakan dan seberapa
baik dikerjakannya. Tujuan dimensi proses adalah pengurangan biaya. Dimensi
inilah yang memberikan kemampuan untuk mengukur perbaikan berkelanjutan.
Dimensi proses adalah dimensi model ABM yang berisi informasi kinerja mengenai
pekerjaan yang dilaksanakan dalam organisasi sehingga mencakup analisis
penyebab biaya, analisis aktivitas-aktivitas dan evaluasi
b. Penerapan Activity Based Manajemen
Activity based Management lebih komprehensive dibandingakn ABC. ABM dapat dipandang
sebagai suatu sistem yang memliki 2 tujuan utama, yaitu:
a. Meningkatkan kualitas pengambilan keputuan dengan menyajikan informasi biaya
yang lebih akurat.
b. Melakukan pengurangan biaya dengan mendorong dilakukannya program-program
pengurangan biaya.
Berikut adalah lima langkah yang menyediakan strategi untuk menghilangkan biaya tak
bernilai tambah pada perusahaan manufaktur dan jasa, yaitu:
a. Mengidentifikasi aktivitas, langkah pertama adalah analisis aktivitas, yang
mengidentifikasi semua aktivitas penting organisasi.
b. Mengidentifikasi aktivitas tak bernilai tambah, tiga kriteria untuk menentukan aktivitas
yang bernilai tambah adalah:
Apakah aktivitas tersebut perlu ?
Apakah aktivitas tersebut efisien ?
Apakah aktivitas tersebut kadang bernilai tambah, kadang tidak ?
c. Memahami rantai aktivitas, akar masalah, dan pemicunya, dalam mengidentifikasi
aktivitas yang tidak bernilai tambah, sangat penting untuk memahami jalan dimana
aktivitas terhubung bersama.
d. Menetapkan ukuran kinerja, dengan pengukuran kenerja secara terus-menerus dan
membandingkan kinerja dengan tolak ukur, perhatian manajemen mungkin terarah
pada aktivitas yang tidak perlu dan tidak efisien.
e. Melaporkan biaya yang tidak bernilai tambah, biaya tak bernilai tambah harus
disoroti pada laporan pusat biaya. Dengan mengedintifikasi akktivitas tak bernilai
tambah, dan melaporkan biayanya, manajemen dapat bekerja keras untuk
mengembangkan proses dan menghilangkan biaya tak bernilai tambah.
.
4 Activity Based Management
Review Riset Penelitian
No. : 13 (2017) 932–939
Judul Penelitian : The Implementation of an Activity-Based Costing (ABC) System in a
Manufacturing Company
Author : A. Almeida dan J. Cunha
Penerbit : Elsevier B.V.
Tahun Terbit : 2017
Latar Belakang Penelitian
Persaingan ketat pada tingkat global membuat perusahaan harus meningkatkan produktivitas dan
menurunkan biaya produksi untuk dapat tetap bertahan. Sehingga digunakan suatu metode untuk
mengestimasi biaya produk perusahaan yaitu metodologi ABC yang menetapkan bahwa sumber daya
dikonsumsi oleh aktivitas dan produk/jasa
Masalah Penelitian
Masalah dalam penelitian ini yaitu
1. bagaimana analisis dari biaya yang terkait dengan produksi produk kapsul kopi dengan
menggunakan metode ABC?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikani implementasi dan hasil yang diperoleh
dengan model biaya industri yang menggunakan dasar prinsip ABC pada perusahaan produksi kopi
Portugis sesuai dengan kenyataan perusahaan yang mencerminkan cara operasionalnya.
5 Activity Based Management
Landasan Teori
Adapun landasan teori dalam penelitian ini, yaitu :
1. ABC merupakan cara untuk mengatasi masalah peningkapatan pangsa biaya tetap tidak langsung
pada struktur biaya produk yang berasal dari proses industrualisasi dan otomatisasi dalam proses
produksi.
2. Sistem penetapan biaya pada Activity based costing merupakan perkiraan biaya sumber daya yang
digunakan dalam proses tertentu dengan serangkaian aktivitas guna menghasilkan suatu produk.
3. Cooper dan Kaplan berpendapat bahwa dua sistem pelaporan yaitu sistem pelaporan keuangan
tradisional dan sistem penetapan biaya ABC harus terus berdampingan dalam perusahaan.
Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Activity Based Costing (ABC) yaitu
metode yang mengukur biaya dan kinerja kegiatan dan objek biaya. Yang didasarkan pada tiga premis ,
yaitu: produk memerlukan aktivitas, aktivitas mengonsumsi sumber daya, dan sumber daya membutuhkan
uang. Sehingga dalam prosesnya dilakukan analisa penyebab biaya terkait kegiatan dan ukuran
kinerjanya, serta mewakili value added dalam sudut pandang manajemen.
Hasil Penelitian & Pembahasan
Aktivitas yang dilakukan perusahaan memungkinkan analisis biaya manufaktur umum dengan
kegiatan utama yang berbeda. Berikut diagram yang menunjukkan relevansi setiap kegiatan dalam
struktur biaya akhir.
6 Activity Based Management
Pada gambar 3 diatas, kegiatan utama produksi yaitu pengemasan MA8 (23,8%) dan kemasan
setengah jadi MA9 (18,5%) merupakan pangsa distribusi terbesar.
Dari pekerjaan sebelumnya yaitu penentuan distribusi aktivitas utama yang telah dianalisis secara
mendetail, maka sebagian besar informasi yang dapat digunakan dalam menentukan komponen biaya
produk industri dapat diketahui.
Pada gambar 4 menggambarkan mengenai pembagian biaya dalam kopi kapsul dimana kompenen
biaya terbesar ada pada kopi hijau sebesar 28,9%, kapsul kosong sebesar 28,7% dan bahan kemasan
24,8%. dan pada gambar 5 diatas, menunjukkan informasi mengenai bahan kemasan kopi kapsul yang
mewakili berat vs biaya keseluruhan, ini menunjukan hubungan biaya yang terkait dengan kapsul kosong
lebih dari 50%
7 Activity Based Management
Kesimpulan, Critical Review dan Riset Selanjutnya
Kesimpulan : Aktivitas yang dilakukan perusahaan memungkinkan analisis biaya manufaktur umum
dengan kegiatan utama yang berbeda. Berikut diagram yang menunjukkan relevansi setiap kegiatan
dalam struktur biaya akhir. kegiatan utama produksi yaitu pengemasan MA8 (23,8%) dan kemasan
setengah jadi MA9 (18,5%) merupakan pangsa distribusi terbesar. Dari pekerjaan sebelumnya yaitu
penentuan distribusi aktivitas utama yang telah dianalisis secara mendetail, kompenen biaya terbesar ada
pada kopi hijau sebesar 28,9%, kapsul kosong sebesar 28,7% dan bahan kemasan 24,8%. dan pada
gambar 5 diatas, menunjukkan informasi mengenai bahan kemasan kopi kapsul yang mewakili berat vs
biaya keseluruhan, ini menunjukan hubungan biaya yang terkait dengan kapsul kosong lebih dari 50%.
Critical Review :
1. Tidak adanya perbandingan antara pemakaian metode ABC dan Non – ABC
2. Jurnal penelitian ini secara sistematis cukup bagus dan bagian penutup sudah memuat
kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selain itu teori yang digunakan juga telah
dijabarkan dengan baik.
3. Sumber pustaka yang digunakan juga tidak hanya bersumber dari buku tetapi juga ada dari jurnal
dan pers.
Riset selanjutnya :
1. Akan lebih baik jika penelitian berikutnya menambahkan literatur-literatur sebagai bahan
pembanding antara penelitian sebelumnya.