0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan12 halaman

Format RPM Pai

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK Telkom 1 Medan, yang bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang kesuksesan dalam perspektif Islam, etos kerja, dan nilai-nilai kebaikan. Pembelajaran melibatkan berbagai metode aktif dan interaktif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk orang tua dan komunitas. Siswa diharapkan dapat menerapkan konsep kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja dalam kehidupan sehari-hari dan meraih kesuksesan di dunia serta akhirat.

Diunggah oleh

Rizqi Hamdani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan12 halaman

Format RPM Pai

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK Telkom 1 Medan, yang bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang kesuksesan dalam perspektif Islam, etos kerja, dan nilai-nilai kebaikan. Pembelajaran melibatkan berbagai metode aktif dan interaktif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk orang tua dan komunitas. Siswa diharapkan dapat menerapkan konsep kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja dalam kehidupan sehari-hari dan meraih kesuksesan di dunia serta akhirat.

Diunggah oleh

Rizqi Hamdani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM

SMK TELKOM 1 MEDAN


(MERAIH KESUKSESAN DENGAN KOMPETISI DALAM KEBAIKAN DAN ETOS
KERJA)

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti


Kelas : X (Sepuluh)
Semester : Ganjil
Jumlah Pertemuan : 16 Pertemuan

IDENTIFIKASI
Peserta Didik Sebagian besar peserta didik telah memahami makna dasar kesuksesan
(opsional): dalam perspektif umum, seperti keberhasilan akademik dan pencapaian
pribadi. Namun, belum semua siswa memahami bahwa dalam Islam
kesuksesan juga berkaitan erat dengan nilai spiritual, keikhlasan, dan
amal saleh. Pengetahuan mereka tentang konsep fastabiqul khairat
(berlomba-lomba dalam kebaikan) juga masih perlu diperdalam,
termasuk pemahaman tentang etos kerja Islami seperti disiplin, amanah,
dan tanggung jawab.
Materi Pelajaran Mayoritas siswa menunjukkan antusiasme terhadap materi yang relevan
(opsional): dengan kehidupan mereka, terutama topik mengenai kesuksesan,
kompetisi, dan masa depan. Mereka cenderung lebih tertarik pada
kegiatan pembelajaran yang bersifat aktif, interaktif, dan terkait dengan
pengalaman sehari-hari, seperti diskusi, permainan edukatif, serta studi
kasus nyata.

Dimensi Profil Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran:
Lulusan:  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Komunikasi

DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pada akhir Fase E, dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis, peserta didik
Pembelajaran mampu menganalisis ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang perintah untuk
(opsional) berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta larangan pergaulan
bebas dan zina; dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil, menghafal
dengan fasih dan lancar ayat Al-Qur’an serta Hadis tentang perintah
untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta bahaya dari
pergaulan bebas dan zina; dapat menyajikan konten dan paparan tentang
perintah untuk berkompetisi dalam kebaikan dan etos kerja serta
larangan pergaulan bebas dan zina; meyakini bahwa sikap kompetitif
dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan bebas dan
perbuatan zina adalah perintah agama; dan membiasakan sikap
kompetitif dalam kebaikan dan etos kerja serta menghindari pergaulan
bebas dan perbuatan zina dengan lebih berhati-hati dan menjaga
kehormatan diri.
Dalam elemen aqidah, peserta didik menganalisis makna syu‘ab alīmān
(cabang-cabang iman), pengertian, dalil, macam dan manfaatnya;
mempresentasikan makna syu‘ab al-īmān (cabangcabang iman),
pengertian, dalil, macam dan manfaatnya; meyakini bahwa dalam iman
terdapat banyak cabang-cabangnya; serta menerapkan beberapa sikap
dan karakter sebagai cerminan cabang iman dalam kehidupan.
Dari elemen akhlak, peserta didik menganalisis manfaat menghindari
akhlak mażmūmah; membuat karya yang mengandung konten manfaat
menghindari sikap mażmūmah; meyakini bahwa akhlak mażmūmah
adalah larangan dan akhlak mahmūdah adalah perintah agama; serta
membiasakan diri untuk menghindari akhlak mażmūmah dan
menampilkan akhlak mahmūdah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam elemen fikih, peserta didik mampu menganalisis implementasi
fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt al-khamsah (lima prinsip dasar hukum
Islam; menyajikan paparan tentang fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt al-
khamsah meyakini bahwa ketentuan fikih mu‘āmalah dan al-kulliyyāt
al-khamsah adalah ajaran agama; serta menumbuhkan jiwa
kewirausahaan, kepedulian, dan kepekaan sosial.
Dalam elemen sejarah peradaban Islam, peserta didik mampu
menganalisis sejarah dan peran tokoh ulama penyebar ajaran Islam di
Indonesia; dapat membuat bagan timeline sejarah tokoh ulama penyebar
ajaran Islam di Indonesia dan memaparkannya; meyakini bahwa
perkembangan peradaban di Indonesia adalah sunatullah dan metode
dakwah yang santun, moderat, bi al-ḥikmah wa almau‘iẓat al-ḥasanah
adalah perintah Allah SWT; membiasakan sikap kesederhanaan dan
kesungguhan mencari ilmu, tekun, damai, serta semangat menghargai
adat istiadat dan perbedaan keyakinan orang lain.
Lintas Disiplin Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Ilmu (opsional) Relevan dalam konteks:
 Perilaku warga negara yang baik
 Moral publik
 Tanggung jawab dan disiplin
 Etika berkompetisi di masyarakat
Pendidikan Jasmani & Olahraga (PJOK)
Sangat relevan untuk:
 Sportivitas
 Kompetisi sehat
 Disiplin dan kerja keras
 Kerja sama dalam tim
Bahasa Indonesia
Terhubung melalui:
 Penyampaian gagasan tentang kesuksesan
 Teks motivasi / teks eksposisi
 Diskusi atau presentasi tentang etos kerja
 Analisis cerita inspiratif tokoh sukses
Tujuan Setelah kegiatan pembelajaran:
Pembelajaran  Siswa diharapkan dapat menjelaskan makna berlomba-lomba
dalam kebaikan berdasarkan ayat Al-Quran dan hadis, serta
contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
 Siswa diajak untuk memahami pentingnya etos kerja yang kuat,
yaitu semangat bekerja keras, disiplin, dan ikhlas dalam
melakukan segala sesuatu, termasuk dalam beribadah.
 Siswa diharapkan dapat mengaplikasikan konsep kompetisi
dalam kebaikan dan etos kerja dalam berbagai aspek kehidupan,
seperti belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain.
 Siswa diharapkan dapat meraih kesuksesan di dunia dan
mendapatkan ridha Allah di akhirat.
Topik  Makna Kesuksesan Islami
Pembelajaran  Fastabiqul Khairat dan Ayat Terkait
(opsional)  Nilai Etos Kerja Islami
 Keteladanan Tokoh Muslim
 Praktik Etos Kerja di Sekolah
Praktik Pedagogis Model:
 Problem Based Learning (PBL): menuntut analisis, pemecahan
masalah nyata, dan penerapan etos kerja dalam kehidupan.
 Project Based Learning (PJBL): membentuk keterampilan nyata
seperti membuat action plan, kampanye fastabiqul khairat, atau
proyek etos kerja.
Metode:
 Diskusi kelompok
 Studi kasus
 Presentasi
Kemitraan Kemitraan di Lingkungan Sekolah
Pembelajaran 1. Guru BK: Membantu memberikan motivasi belajar, etos kerja,
(opsional) dan manajemen waktu.
2. Guru Produktif / Kejuruan: Memberikan contoh etos kerja dalam
bidang keahlian siswa.
3. Wali Kelas: Menguatkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan
kerja sama.
4. Tim Kesiswaan / OSIS: Mengadakan program kompetisi sehat
dan kegiatan fastabiqul khairat.
5. Perpustakaan Sekolah: Menyediakan sumber bacaan tentang
tokoh sukses dan akhlak kerja keras.
Kemitraan dengan Orang Tua / Keluarga
1. Memberi dukungan semangat dan pengawasan dalam
pembiasaan etos kerja di rumah.
2. Membantu membimbing tugas proyek seperti action plan atau
jurnal etos kerja.
3. Mendorong kebiasaan disiplin seperti bangun pagi, shalat tepat
waktu, belajar teratur.
Kemitraan dengan Komunitas atau Masyarakat
1. Tokoh agama lokal (ustadz, imam masjid): Mengisi motivasi
tentang fastabiqul khairat dan disiplin ibadah.
2. Komunitas pemuda / karang taruna: Menyelenggarakan kegiatan
bakti sosial sebagai praktik berlomba dalam kebaikan.
3. Lembaga dakwah atau majelis ta’lim: Memberikan wawasan
tentang akhlak kerja keras dan tanggung jawab.
Lingkungan Lingkungan Fisik Kelas yang Kondusif
Pembelajaran  Penataan ruang kelas yang nyaman, bersih, dan tertib untuk
mendukung fokus dan disiplin.
 Terdapat papan motivasi berisi kutipan ayat/hadis tentang kerja
keras dan fastabiqul khairat.
 Sudut literasi kecil berisi buku tokoh sukses dalam Islam.
 Alat belajar (LCD, papan tulis, kertas, post-it, dll.) mudah
diakses untuk mendukung pembelajaran aktif.
Lingkungan Digital yang Mendukung Inovasi
 Pemanfaatan media digital seperti Kahoot, Quizizz atau Canva.
 Digi TS. My LMS, Platform berbagi video Youtube
Pemanfaatan Menciptakan Pembelajaran Interaktif
Digital Teknologi dipakai untuk meningkatkan pengalaman belajar melalui
aktivitas dua arah yang menarik dan menyenangkan.
1. Kahoot / Quizizz
 Membuat interactive quiz tentang etos kerja, makna
kesuksesan, dan ayat/hadis fastabiqul khairat.
 Menumbuhkan minat belajar dan kompetisi sehat.
2. Video Interaktif
 Guru menggunakan video YouTube tentang tokoh sukses
muslim untuk memicu diskusi studi kasus.
Membuat Pembelajaran Kolaboratif
Teknologi membantu siswa belajar secara bersama, berbagi ide, dan
menyelesaikan tugas berbasis proyek.
1. Google Docs / Microsoft 365
 Digunakan untuk membuat action plan etos kerja secara
kelompok.
 Semua anggota dapat mengedit secara real time.
2. Canva
 Untuk membuat poster digital tentang "Kompetisi Dalam
Kebaikan" atau "Etos Kerja Islami".
3. Google Classroom / LMS sekolah
 Berfungsi sebagai pusat pembelajaran: mengunggah
materi, menilai tugas, memberikan umpan balik cepat.
Mewujudkan Pembelajaran Kontekstual
Teknologi membantu menghubungkan konsep materi dengan kehidupan
nyata.
1. Pencarian Informasi dari Sumber Tepercaya
Siswa diminta mencari:
 kisah tokoh muslim sukses,
 praktik etos kerja di dunia industri,
 video motivasi Islami tentang kerja keras.
2. Simulasi dan Studi Kasus Digital
 Guru memberikan scenario card berbentuk PDF interaktif atau
slide digital.
 Siswa menganalisis dan menuliskan solusi sesuai nilai Islam.
Mendorong Kompetisi Sehat dalam Kebaikan
Teknologi dimanfaatkan untuk memunculkan semangat fastabiqul
khairat.
1. Leaderboard Digital
Melalui:
 ClassDojo
 Quizizz
 Google Sheets (manual)
Siswa mendapat poin untuk:
 tugas tepat waktu,
 kejujuran dalam kuis,
 membantu teman,
 kerapian kerja,
 ide kreatif.
2. Tantangan Digital (Digital Challenge)
Contoh:
 “One Good Deed Challenge” — siswa mengunggah bukti
tindakan kebaikan (tanpa menyinggung/riya).
 “Discipline Tracker” — siswa melaporkan kesesuaian jadwal
belajar selama sepekan.

PENGALAMAN BELAJAR
Pengalaman AWAL
Belajar Pada tahap ini guru membangun kesiapan mental, emosional, dan
pengetahuan awal siswa.
1. Apersepsi dan Pengkaitan Konteks
 Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
“Mengapa Islam mendorong kita untuk berlomba dalam
kebaikan? Apakah semua kompetisi itu baik?”
2. Identifikasi Pengetahuan Awal
 Siswa menjawab pertanyaan pre-test menggunakan LMS
sekolah mengenai pemahaman mereka tentang kompetisi
dalam kebaikan (fastabiqul khairat) dan etos kerja.
 Guru menyimpulkan gambaran awal pemahaman siswa.

3. Motivasi dan Pembentukan Mindset


 Guru menyampaikan pentingnya nilai fastabiqul khairat
dan etos kerja dalam kehidupan di dunia kerja, keluarga,
dan ibadah.
 Siswa diajak menyadari relevansi materi dengan
kehidupan mereka sebagai calon tenaga kerja profesional.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran
 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran secara jelas,
termasuk keterampilan yang akan dilatih: kerja keras,
disiplin, tanggung jawab, dan kompetisi positif.
INTI
1. Memahami (Understanding)
Fokus pada memahami konsep, nilai, dan dasar ajaran Islam.
Pengalaman Belajar:
 Siswa membaca potongan ayat Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 148,
Al-Mu’minun: 61) tentang fastabiqul khairat.
 Guru memandu diskusi untuk menemukan makna berlomba
dalam kebaikan menurut Islam.
 Kelompok siswa mengidentifikasi nilai etos kerja (disiplin,
tanggung jawab, kerja keras, jujur, amanah) dari kasus nyata
yang diberikan oleh guru.
 Siswa membuat peta konsep (mind map) digital atau manual
tentang hubungan antara kesuksesan, etos kerja, dan kompetisi
dalam kebaikan.
 Guru memberikan klarifikasi konsep dan contoh nyata dari dunia
kerja.
2. Mengaplikasi (Applying)
Siswa menerapkan pemahamannya melalui aktivitas, proyek kecil, dan
penyelesaian masalah nyata.
Pengalaman Belajar:
 Siswa dibagi kelompok untuk menganalisis studi kasus, contoh:
“Seorang siswa sering telat, kurang disiplin, tetapi ingin sukses
bekerja. Bagaimana solusi Islami berdasarkan etos kerja?”
 Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusinya.
 Siswa mengikuti Fastabiqul Khairat Challenge: melakukan aksi
kebaikan kecil di sekolah, dicatat secara digital (tanpa
menyinggung unsur ria).
 Siswa membuat poster digital di Canva tentang “Etos Kerja
Islami untuk Meraih Kesuksesan”.
3. Merefleksi (Reflecting)
Tahap mendalam untuk melihat perkembangan diri, nilai, dan efek
belajar.
Pengalaman Belajar:
 Guru meminta siswa menuliskan refleksi harian di kertas
selembar:
“Kebaikan apa yang kamu lakukan hari ini? Etos kerja apa
yang sudah kamu terapkan?”
 Siswa berdiskusi dalam lingkaran kecil (sharing circle) untuk
membagikan pengalaman dan tantangan.
 Guru memberi umpan balik, menguatkan perilaku baik, dan
memberikan saran untuk peningkatan.
 Siswa menyimpulkan makna kompetisi dalam kebaikan dan
bagaimana etos kerja berdampak pada masa depan mereka.
PENUTUP
Pengalaman Belajar:
1. Kesimpulan Bersama
 Siswa dan guru menyimpulkan konsep utama: definisi
fastabiqul khairat, etos kerja Islami, dan kaitannya
dengan kesuksesan.
2. Umpan Balik (Feedback)
 Guru memberikan apresiasi kepada siswa dan kelompok
dengan disiplin, kerja sama, dan inisiatif terbaik.
3. Evaluasi Singkat
 Siswa mengerjakan kuis akhir melalui LMS sekolah
sebagai evaluasi formatif.
4. Doa dan Penguatan Akhir
 Guru menutup dengan doa dan motivasi bahwa
kesuksesan membutuhkan usaha, doa, dan kompetisi
positif dalam kebaikan.
5. Informasi Kegiatan Lanjutan
 Guru memberi arahan tentang tugas lanjutan.

ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen pada awal A. Teknik Penilaian
pembelajaran  Kuis diagnostik
(assessment as  Observasi awal
learning)  Tanya jawab lisan / aktifitas apersepsi
B. Instrumen Penilaian
1. Kuis digital awal
Berisi 5 soal untuk mengetahui pemahaman awal tentang:
 fastabiqul khairat,
 makna kesuksesan,
 etos kerja.
2. Lembar Observasi Kesiapan Siswa
Mengukur hal-hal seperti:
 membawa perlengkapan,
 kesiapan fisik & mental,
 partisipasi awal,
 sikap selama apersepsi.

3. Pertanyaan pemantik
Guru mencatat jawaban siswa pada lembar catatan guru.
Asesmen pada A. Teknik Penilaian
proses  Observasi sikap dan perilaku (etos kerja, disiplin, kerja sama)
pembelajaran  Penilaian proyek (action plan, poster etos kerja, studi kasus)
(assessment fior  Penilaian diskusi & presentasi
learning)  Penilaian refleksi
B. Instrumen Penilaian
1. Rubrik Observasi Sikap/Ekos Kerja
Mengukur indikator:
 tanggung jawab,
 ketepatan waktu,
 kerja sama,
 kejujuran,
 inisiatif.
2. Rubrik Penilaian Proyek
Untuk tugas seperti:
 membuat mind map,
 poster digital,
 action plan etos kerja.
3. Lembar Observasi Diskusi/Presentasi
Menilai:
 partisipasi,
 kemampuan berpendapat,
 argumentasi berdasarkan ajaran Islam.
4. Lembar Penilaian Studi Kasus
Menilai kemampuan siswa menyelesaikan permasalahan
dengan mengacu pada ayat/hadis dan nilai etos kerja.

Asesmen pada A. Teknik Penilaian


akhir  Tes pengetahuan (kuis/essay)
pembelajaran  Tes kinerja (presentasi hasil proyek)
assessment of  Penilaian sikap (rekapitulasi observasi + refleksi)
learning) B. Instrumen Penilaian
1. Tes Sumatif
Berisi 20 soal pilihan ganda
2. Rubrik Presentasi Proyek
Menilai:
 kualitas isi,
 ketepatan materi,
 penggunaan dalil,
 kemampuan komunikasi.
3. Portofolio Karya Siswa
Berisi:
 poster etos kerja,
 mind map,
 action plan,
 refleksi harian,
 dokumentasi tantangan kebaikan.

Mengetahui,
Kepala SMK Telkom 1 Medan Guru Mapel PAI

Fadliansyah Nasution, [Link] M. Rizqi Febri Hamdani, [Link]


LKPD

Judul : Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : X / Ganjil
Alokasi Waktu : 3 x 30 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Memahami makna kompetisi dalam kebaikan berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.
2. Menjelaskan pentingnya etos kerja dalam Islam sebagai jalan menuju kesuksesan.
3. Menunjukkan sikap semangat, disiplin, dan tanggung jawab dalam belajar maupun
bekerja.
4. Menyajikan hasil diskusi mengenai bentuk kompetisi sehat dalam kebaikan dan
penerapan etos kerja di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

B. Kompetensi yang Dikembangkan


 Dimensi Spiritual: Memperkuat iman melalui semangat beramal baik.

 Dimensi Sosial: Meningkatkan sikap kompetitif yang sehat, disiplin, dan kerja sama.
 Dimensi Akademik: Melatih berpikir kritis, analitis, dan komunikatif.

C. Petunjuk Kerja
1. Bacalah dengan saksama ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang disajikan.
2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menjawab pertanyaan yang tersedia.
3. Tuliskan hasil diskusi pada kolom jawaban yang tersedia.
4. Sajikan hasil diskusi di depan kelas dengan percaya diri.

D. Materi Singkat
1. Kompetisi dalam Kebaikan
o Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 148: “Maka berlomba-lombalah dalam
kebaikan...”
o Islam mendorong umatnya untuk berkompetisi dalam amal shalih, bukan dalam
hal yang merusak.
2. Etos Kerja dalam Islam
o Hadis Nabi SAW: “Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang
bekerja...” (HR. Thabrani).
o Etos kerja mencakup: disiplin, tanggung jawab, kerja keras, jujur, dan ikhlas.

E. Aktivitas Peserta Didik


Tugas 1: Analisis Ayat dan Hadis
Bacalah ayat dan hadis berikut, lalu jawab pertanyaannya!
1. QS. Al-Baqarah:148
o Apa pesan utama ayat tersebut tentang kompetisi dalam kehidupan?
o Bagaimana cara menerapkannya di lingkungan sekolah?
2. Hadis tentang etos kerja
o Mengapa Allah mencintai seorang mukmin yang bekerja?
o Bagaimana etos kerja bisa menjadi jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat?

Tugas 2: Studi Kasus


Perhatikan ilustrasi berikut:
Seorang siswa SMK rajin belajar, disiplin, dan gemar membantu temannya yang kesulitan.
Namun, ada juga siswa lain yang suka bersaing tidak sehat, mencontek, bahkan meremehkan
usaha orang lain.
Pertanyaan Diskusi:
1. Menurutmu, siapa yang lebih sesuai dengan ajaran Islam dalam berkompetisi?
2. Apa akibat dari kompetisi tidak sehat bagi diri sendiri dan lingkungan?
3. Bagaimana cara menumbuhkan etos kerja yang baik sejak dini?

Tugas 3: Refleksi Pribadi


Tuliskan minimal 5 bentuk nyata kompetisi dalam kebaikan dan 3 sikap etos kerja yang bisa
kamu lakukan di sekolah atau rumah.

F. Penilaian
 Keaktifan diskusi : …/30

 Ketepatan jawaban : …/30


 Presentasi kelompok : …/20
 Refleksi pribadi : …/20
Total : …/100
G. Kesimpulan
 Kompetisi dalam Islam adalah berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan kesombongan

atau merugikan orang lain.


 Etos kerja yang baik (disiplin, kerja keras, jujur, ikhlas) adalah kunci meraih kesuksesan
dunia dan akhirat.

Anda mungkin juga menyukai