0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan13 halaman

Modul Ajar Deep Learning Fase e

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas X di SMAN 1 Batang Gasan, fokus pada pengolahan bahan pangan nabati yang sehat dan ramah lingkungan. Peserta didik akan belajar tentang nilai gizi, teknik pengolahan, dan pemasaran produk, serta mengembangkan keterampilan praktis melalui proyek berbasis pembelajaran. Materi ini relevan dengan isu kesehatan dan kewirausahaan, serta mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan produk inovatif.

Diunggah oleh

angelia.firnanda39
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan13 halaman

Modul Ajar Deep Learning Fase e

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas X di SMAN 1 Batang Gasan, fokus pada pengolahan bahan pangan nabati yang sehat dan ramah lingkungan. Peserta didik akan belajar tentang nilai gizi, teknik pengolahan, dan pemasaran produk, serta mengembangkan keterampilan praktis melalui proyek berbasis pembelajaran. Materi ini relevan dengan isu kesehatan dan kewirausahaan, serta mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan produk inovatif.

Diunggah oleh

angelia.firnanda39
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : PRAKARYA ( PENGOLAHAN)


UNIT 1 BAHAN PANGAN NABATI LEBIH SEHAT DAN RAMAH

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 1 Batang Gasan
Nama Penyusun : Angelia Firnanda, [Link]
Mata Pelajaran : Prakarya ( Pengolahan)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 Pertemuan (8 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik kemungkinan besar memiliki pengalaman
mengonsumsi berbagai makanan dari bahan nabati. Beberapa mungkin pernah
membantu orang tua di dapur, atau bahkan mencoba membuat makanan sederhana
sendiri. Mereka mungkin memiliki pemahaman dasar tentang "makanan sehat"
namun belum tentu memahami secara mendalam nilai gizi spesifik bahan pangan
nabati atau konsep "ramah lingkungan" dalam pengolahan pangan.
● Minat: Minat peserta didik bisa sangat bervariasi. Ada yang tertarik pada dunia
kuliner, ada yang peduli dengan isu kesehatan dan gizi, ada pula yang memiliki minat
pada kewirausahaan atau gaya hidup berkelanjutan. Mengaitkan materi dengan tren
makanan sehat, vegan/vegetarian lifestyle, atau potensi bisnis kuliner dapat menarik
minat mereka.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari berbagai latar belakang budaya dan
daerah, yang kaya akan keragaman bahan pangan nabati dan resep olahan tradisional.
Hal ini dapat menjadi modal berharga untuk eksplorasi dan pengembangan ide
produk. Lingkungan tempat tinggal (perkotaan/pedesaan) juga akan memengaruhi
akses mereka terhadap bahan baku dan jenis produk yang familiar.
● Kebutuhan Belajar:
○ Peserta didik visual akan terbantu dengan tayangan video resep, infografis nilai
gizi, atau contoh-contoh produk olahan nabati.
○ Peserta didik auditori akan diuntungkan dengan diskusi tentang tren makanan
sehat, penjelasan tentang manfaat gizi, atau sharing session dari chef atau
pengusaha kuliner.
○ Peserta didik kinestetik akan sangat membutuhkan kegiatan praktik langsung,
seperti memotong, mencampur, memasak, dan mengemas produk.
○ Diferensiasi diperlukan untuk mengakomodasi peserta didik dengan preferensi
diet tertentu (misalnya, alergi), bagi yang memiliki bakat memasak yang
menonjol, atau bagi mereka yang ingin mendalami aspek kewirausahaan dari
produk olahan nabati.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai: Pengetahuan konseptual (memahami jenis,
karakteristik, dan nilai gizi bahan pangan nabati, prinsip pengolahan higienis, konsep
ramah lingkungan), pengetahuan prosedural (mampu melakukan observasi pasar,
merancang resep, mengolah bahan pangan nabati secara higienis, mengemas, dan
mempromosikan produk), dan pengetahuan metakognitif (mampu mengevaluasi mutu
produk, merefleksikan dampak sosial/lingkungan/ekonomi dari produk pangan nabati,
dan merencanakan pengembangan usaha).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan
dengan isu kesehatan, gizi seimbang, gaya hidup berkelanjutan, dan potensi
kewirausahaan di bidang kuliner. Peserta didik dapat menerapkan pengetahuan ini
untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat, mengembangkan keterampilan
memasak, dan bahkan menciptakan usaha kuliner yang inovatif dan ramah
lingkungan.
● Tingkat Kesulitan: Cukup menantang karena melibatkan kombinasi teori gizi,
praktik pengolahan yang higienis, kreativitas dalam resep dan kemasan, serta
pemahaman dasar pemasaran. Aspek "ramah lingkungan" juga memerlukan
pemikiran kritis.
● Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan ruang lingkup, pengertian, jenis, dan
karakteristik bahan pangan nabati, termasuk nilai gizinya. Dilanjutkan dengan teknik
pembuatan produk olahan higienis, desain kemasan, dan diakhiri dengan strategi
promosi dan pemasaran produk olahan pangan nabati.
● Integrasi Nilai dan Karakter (Profil Pelajar Pancasila):
○ Bernalar Kritis: Menganalisis nilai gizi bahan pangan nabati, mengevaluasi
proses pengolahan yang higienis, dan merumuskan strategi pemasaran yang
efektif.
○ Kreativitas: Merancang resep inovatif, desain kemasan menarik, dan ide
promosi unik.
○ Kolaborasi: Bekerja sama dalam tim untuk merancang dan memproduksi produk
olahan nabati.
○ Kemandirian: Merencanakan dan melaksanakan tahapan produksi secara
bertanggung jawab.
○ Gotong Royong: Berbagi tugas dan membantu sesama dalam kegiatan praktik.
○ Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Mensyukuri
karunia bahan pangan dari alam dan menjaga kebersihan dalam pengolahan.
○ Kesehatan: Memahami pentingnya konsumsi pangan nabati untuk kesehatan dan
menerapkan prinsip higienis.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Bernalar Kritis: Peserta didik mampu menganalisis karakteristik bahan pangan
nabati, prinsip pengolahan higienis, dan kelayakan pasar produk olahan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu merancang dan menghasilkan produk olahan
pangan nabati yang inovatif, sehat, dan memiliki nilai jual.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam tim untuk melaksanakan
seluruh tahapan proyek pengolahan pangan nabati.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam
merencanakan, memproduksi, dan mempromosikan produk olahan nabati.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mempresentasikan ide produk, proses pembuatan,
dan strategi pemasaran secara jelas dan meyakinkan.
● Kesehatan: Peserta didik memahami dan mengaplikasikan prinsip makanan sehat
dari bahan nabati.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengembangkan produk olahan pangan
nusantara atau nonpangan berdasarkan analisis kebutuhan dan kelayakan pasar melalui
eksplorasi bahan, alat, dan teknik, serta mempresentasikannya. Pada fase ini, peserta
didik mampu mengevaluasi dan memberikan saran produk olahan pangan nusantara dan
nonpangan berdasarkan dampak lingkungan/budaya/teknologi tepat guna.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu mengeksplorasi produk olahan pangan
Eksplorasi nusantara atau produk nonpangan yang bernilai ekonomis dari
berbagai sumber, menganalisis karakteristik bahan, alat,
teknik, dan prosedur pengolahan, serta penyajian dan
kemasan. Peserta didik mengomunikasikan hasil observasi
produk olahan pangan nusantara atau produk nonpangan
melalui berbagai cara.
Desain/ Perencanaan Peserta didik mampu menyusun rencana pembuatan produk
olahan pangan nusantara atau produk nonpangan berdasarkan
analisis kebutuhan pasar, ketersediaan bahan, peralatan,
bentuk, serta tampilan sesuai potensi nusantara dan hasil
eksplorasi.
Produksi Peserta didik mampu mengembangkan produk olahan pangan
nusantara atau produk nonpangan berbasis usaha, serta
menampilkan dalam bentuk penyajian dan pengemasan secara
kreatif-inovatif dan dipromosikan melalui berbagai media
informasi dan komunikasi yang tersedia.
Refleksi dan Evaluasi Peserta didik mampu menggunakan hasil refleksi dari
observasi, eksplorasi, desain, dan produksi untuk
mengevaluasi pengembangan produk olahan pangan nusantara
atau produk nonpangan berdasarkan kajian mutu, pemanfaatan
teknologi pangan, dan ekonomi, serta dampak
lingkungan/budaya. Peserta didik menetapkan saran perbaikan
dan merencanakan tindak lanjut.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Biologi: Memahami klasifikasi tumbuhan, nilai gizi, proses fotosintesis, dan
mikroorganisme dalam pengolahan pangan.
● Kimia: Memahami komposisi nutrisi bahan pangan, reaksi kimia dalam proses
memasak, dan prinsip pengawetan alami.
● Matematika: Perhitungan proporsi bahan, biaya produksi, harga jual, dan analisis
keuntungan.
● Ekonomi/Kewirausahaan: Memahami konsep bisnis, studi kelayakan usaha, strategi
pemasaran, dan manajemen keuangan sederhana.
● Desain Komunikasi Visual/Seni Rupa: Desain kemasan yang menarik, promosi
visual produk.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan menulis resep, deskripsi produk, promosi, dan
presentasi lisan.
● Pendidikan Lingkungan Hidup: Kesadaran akan pentingnya mengurangi limbah
pangan, food waste, dan praktik pengolahan yang ramah lingkungan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Mengenal Bahan Pangan Nabati dan Prinsip Pengolahan Higienis
● Melalui diskusi dan pengamatan visual (gambar/video), peserta didik mampu
mengidentifikasi minimal tiga jenis bahan pangan nabati beserta karakteristik dan
kandungan gizinya, dengan tepat.
● Setelah mengenal bahan pangan nabati, peserta didik mampu menjelaskan prinsip-
prinsip dasar pengolahan pangan yang higienis (kebersihan bahan, alat, diri, dan
proses) dan pentingnya keamanan pangan.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi ide produk olahan pangan nabati yang
sehat dan ramah lingkungan berdasarkan ketersediaan bahan di lingkungan sekitar.
Pertemuan 2: Merancang Produk Olahan Nabati dan Kemasan yang Inovatif
● Melalui studi kasus dan diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis teknik
pembuatan produk olahan pangan nabati yang berbeda (misalnya, fermentasi,
pengeringan, perebusan) dan menentukan teknik yang paling sesuai untuk ide
produk mereka.
● Setelah analisis teknik, peserta didik mampu merancang resep produk olahan pangan
nabati higienis yang kreatif, sehat, dan ramah lingkungan (minimalisir limbah,
kemasan sederhana), dengan lengkap (bahan, alat, langkah kerja).
● Peserta didik mampu mendesain konsep kemasan produk olahan nabati mereka yang
menarik, informatif, dan mendukung aspek ramah lingkungan (misalnya,
menggunakan bahan daur ulang atau mudah terurai).
Pertemuan 3 & 4: Produksi, Promosi, dan Evaluasi Produk Olahan Nabati
● Dengan mengikuti resep yang telah dirancang, peserta didik mampu melaksanakan
praktik produksi produk olahan pangan nabati secara higienis, aman, dan efisien.
● Setelah produk jadi, peserta didik mampu melakukan pengemasan produk olahan
nabati mereka sesuai dengan desain yang telah dibuat.
● Peserta didik mampu merancang dan melaksanakan strategi promosi sederhana
(misalnya, menggunakan media sosial, poster) untuk memperkenalkan produk
olahan nabati mereka kepada target pasar.
● Peserta didik mampu mengevaluasi produk olahan nabati yang telah dibuat
berdasarkan aspek mutu, rasa, penampilan, dan potensi pengembangan/perbaikan.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Pembuatan smoothie bowl dari buah-buahan lokal dan biji-bijian.
● Pengolahan tahu/tempe menjadi lauk inovatif (misalnya, nugget tempe, burger patty
tahu).
● Pembuatan keripik sayuran atau buah yang sehat.
● Olahan roti/kue dari tepung singkong atau ubi.
● Pembuatan minuman herbal dari rempah-rempah nabati.
● Produksi vegan/vegetarian snack untuk dijual di kantin sekolah.
● Penggunaan kemasan ramah lingkungan dari bahan alami (daun, kertas daur ulang)
atau wadah reusable.
● Pemanfaatan sisa bahan olahan (misalnya, ampas kedelai menjadi oncom, kulit buah
menjadi manisan/selai).
● Food plating sederhana untuk presentasi produk.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
Praktik Pedagogik (Model, Strategi, Metode):
○ Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) (proyek pengolahan produk
nabati), Inquiry-Based Learning (menyelidiki bahan nabati dan teknik pengolahan).
○ Strategi Pembelajaran: Hands-on activity (praktik masak), Kontekstual
(menghubungkan dengan kebiasaan makan dan tren), Berbasis Lingkungan
(mengurangi food waste dan kemasan plastik), dan Kewirausahaan (melihat peluang
bisnis).
○ Metode Pembelajaran: Diskusi, studi kasus (video/artikel resep), demonstrasi,
praktik mandiri/kelompok, brainstorming ide resep dan kemasan, sesi sharing
produk, presentasi.
Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran Biologi/Kimia (untuk aspek gizi dan
reaksi kimia), pengelola kantin sekolah (untuk riset pasar atau penjualan produk),
program kesehatan sekolah, petugas kebersihan (untuk aspek limbah).
○ Lingkungan Luar Sekolah: Chef lokal, pengusaha kuliner sehat/vegan, ahli gizi,
komunitas pecinta gaya hidup sehat, produsen kemasan ramah lingkungan, pasar
tradisional/supermarket (untuk observasi bahan baku dan produk).
○ Masyarakat: Keluarga (sebagai tester produk atau sumber ide resep), pedagang
bahan pangan lokal.
Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Dapur praktek atau ruang kelas yang dilengkapi sarana memasak
sederhana (kompor portable, meja, wastafel). Area untuk demonstrasi dan presentasi
produk.
○ Ruang Virtual: Pemanfaatan Google Classroom untuk berbagi materi, tautan
resep/tutorial, forum diskusi online, dan pengumpulan laporan/foto produk. Grup
chat (WhatsApp) untuk koordinasi kelompok dan berbagi progres.
○ Budaya Belajar (Deep Learning):
■ Mindful Learning: Mengawali kegiatan memasak dengan fokus pada bahan
pangan (warna, tekstur, aroma), proses pemotongan yang presisi, dan kesadaran
akan kebersihan. Refleksi singkat tentang sumber makanan dan rasa syukur.
■ Meaningful Learning: Mengaitkan setiap tahapan pengolahan dengan manfaat
kesehatan atau dampaknya pada lingkungan. Mendorong peserta didik untuk
"merasakan" proses penciptaan makanan yang sehat dan bergizi.
■ Joyful Learning: Mengadakan sesi cooking challenge sederhana, kompetisi
desain kemasan, sesi food tasting (icip-icip) produk, dan memberikan apresiasi
tinggi terhadap kreativitas dan hasil karya mereka. Suasana dapur yang
kolaboratif dan menyenangkan.
Pemanfaatan Digital:
○ Perpustakaan Digital: Mencari e-book resep sehat, artikel ilmiah tentang gizi
bahan nabati, atau tutorial video teknik pengolahan dari situs terpercaya (misalnya,
situs kesehatan, food blogger yang kredibel).
○ Forum Diskusi Daring: Google Classroom untuk sesi tanya jawab mengenai resep,
kendala praktik, berbagi tips, dan memberikan masukan atas ide kemasan/promosi.
○ Penilaian Daring: Kuis formatif menggunakan Kahoot! atau Mentimeter untuk
menguji pemahaman konsep. Pengumpulan laporan proyek, foto, dan video produk
melalui Google Drive atau Google Classroom.
○ Aplikasi Pendukung: Smartphone dengan kamera untuk dokumentasi (foto/video
proses memasak dan hasil produk), aplikasi editing foto/video sederhana, aplikasi
desain grafis (Canva) untuk desain kemasan dan materi promosi, media sosial
(Instagram, TikTok) untuk promosi produk.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


Pertemuan 1: Mengenal Bahan Pangan Nabati dan Prinsip Pengolahan Higienis
(Fokus: Mindful Learning, Meaningful Learning)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
○ Pembukaan & Mindful Learning: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran. Guru memulai dengan kegiatan "Detektor Rasa": meminta peserta didik
untuk membawa satu jenis buah atau sayur favorit mereka. Secara bergantian,
mereka diminta untuk mendeskripsikan tekstur, warna, aroma, dan rasa (tanpa
dimakan) dari bahan tersebut. Guru bertanya: "Apa yang membuat bahan ini
menarik? Apa manfaatnya untuk tubuh kita?"
○ Apersepsi & Meaningful Learning: Guru bertanya: "Apakah semua makanan yang
kita makan sehat? Apa bedanya makanan sehat dan tidak sehat? Mengapa banyak
ahli gizi menyarankan kita makan lebih banyak sayur dan buah?" Guru mengaitkan
dengan pentingnya bahan pangan nabati dan konsep "lebih sehat dan ramah
lingkungan".
○ Motivasi & Joyful Learning: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: "Hari ini
kita akan menjadi 'penjelajah nutrisi' dan 'detektif pangan'! Kita akan menggali
rahasia di balik bahan-bahan nabati yang kita makan, dan belajar cara mengolahnya
agar lebih sehat dan ramah lingkungan. Siapa tahu, kalian bisa jadi chef atau
pengusaha makanan sehat masa depan!"

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


○ Eksplorasi & Identifikasi Bahan Nabati (Memahami - Diferensiasi Konten):
■ Guru menayangkan video atau gambar berbagai jenis bahan pangan nabati
(sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian) dan
menjelaskan karakteristik, kandungan gizi utama, dan potensi penggunaannya.
■ Guru memfasilitasi diskusi tentang bahan pangan nabati lokal yang mudah
ditemukan di daerah peserta didik.
■ Guru memperkenalkan prinsip-prinsip pengolahan pangan yang higienis
(mencuci tangan, membersihkan alat, mencuci bahan, penyimpanan yang benar,
suhu yang tepat).
■ (Diferensiasi Konten: Beberapa siswa dapat diberikan artikel ilmiah singkat
tentang manfaat antioksidan dalam buah, sementara yang lain fokus pada daftar
bahan pangan nabati kaya serat).
○ Identifikasi Potensi & Ide Awal (Mengaplikasi - Diferensiasi Proses & Produk):
■ Guru membagi peserta didik menjadi kelompok kecil (4-5 orang). Setiap
kelompok diberikan lembar kerja berisi daftar bahan pangan nabati atau gambar-
gambar produk olahan nabati.
■ Tugas kelompok: "Pilihlah 2-3 jenis bahan pangan nabati. Diskusikan, ide
produk olahan apa yang bisa dibuat dari bahan tersebut agar sehat dan ramah
lingkungan? Pertimbangkan juga kemasan yang mungkin digunakan. Apa saja
prinsip higienis yang harus diterapkan?"
■ Guru menyediakan template tabel ide produk. (Diferensiasi Proses: Kelompok
yang membutuhkan bimbingan lebih dapat diberikan daftar ide produk yang
lebih terarah, atau guru memberikan prompt pertanyaan spesifik tentang efisiensi
bahan).
○ Diskusi & Konfirmasi (Merefleksi):
■ Setiap kelompok mempresentasikan ide-ide awal produk mereka.
■ Guru memfasilitasi diskusi kelas, mengkonfirmasi pemahaman tentang bahan
nabati, prinsip higienis, dan potensi produk. Guru bertanya: "Mengapa penting
bagi kita untuk peduli pada kebersihan saat mengolah makanan?"

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


○ Refleksi & Umpan Balik: Guru meminta peserta didik menuliskan di sticky note
atau Google Form: "Satu hal baru yang saya pelajari tentang bahan pangan nabati
adalah...". "Satu prinsip higienis yang paling penting menurut saya adalah...".
○ Penyimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya mengenal
bahan pangan nabati dan menerapkan prinsip higienis dalam pengolahannya.
○ Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan topik pertemuan
berikutnya (merancang resep dan kemasan). Guru memberikan tugas rumah: "Mulai
cari ide resep masakan/minuman sehat dari bahan nabati yang kalian suka, dan
bayangkan bagaimana kemasannya nanti."

Pertemuan 2: Merancang Produk Olahan Nabati dan Kemasan yang Inovatif


(Fokus: Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
○ Pembukaan & Mindful Learning: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran. Guru memutarkan video singkat tentang proses pembuatan makanan di
dapur (misalnya, membuat roti atau kue). Guru meminta peserta didik fokus pada
setiap gerakan tangan, alat yang digunakan, dan kebersihan lingkungan dapur. Guru
bertanya: "Apa yang membuat proses ini terlihat rapi dan bersih?"
○ Apersepsi & Meaningful Learning: Guru bertanya: "Setelah punya ide produk, apa
langkah selanjutnya yang harus kita lakukan sebelum mulai memasak? Mengapa
resep dan kemasan itu penting?" Guru mengaitkan dengan aspek desain dan
perencanaan dalam pengolahan pangan.
○ Motivasi & Joyful Learning: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: "Hari ini
kita akan menjadi 'desainer kuliner' dan 'perencana produk'! Kita akan belajar cara
merancang resep yang pas, dan mendesain kemasan yang tidak hanya cantik tapi
juga ramah lingkungan. Bayangkan, produk kalian bisa jadi tren di masa depan!"

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


○ Analisis Teknik Pengolahan (Memahami - Diferensiasi Konten):
■ Guru menjelaskan berbagai teknik pengolahan pangan nabati (merebus,
mengukus, menggoreng, memanggang, fermentasi, pengeringan, dsb.) dan
kelebihan/kekurangan masing-masing, terutama dari aspek kesehatan dan
lingkungan.
■ Guru memfasilitasi diskusi tentang teknik yang paling cocok untuk berbagai
jenis bahan pangan nabati.
■ (Diferensiasi Konten: Beberapa siswa dapat diberikan artikel tentang makanan
fermentasi dan manfaat probiotik, sementara yang lain fokus pada teknik
pengawetan sederhana).
○ Perancangan Resep dan Desain Kemasan (Mengaplikasi - Diferensiasi Proses &
Produk):
■ Peserta didik kembali ke kelompok yang sama. Setiap kelompok memilih satu
ide produk olahan nabati dari pertemuan sebelumnya (atau ide baru yang lebih
matang).
■ Tugas kelompok:
1. "Rancanglah resep lengkap produk olahan nabati kalian. Pastikan resep itu
sehat, higienis, dan ramah lingkungan. Tuliskan bahan, alat, dan langkah
kerja yang detail."
2. "Desainlah konsep kemasan untuk produk kalian. Gambar sketsa atau buat
desain digital sederhana. Pertimbangkan aspek menarik, informatif (nilai
gizi, tanggal kedaluwarsa), dan ramah lingkungan (bahan kemasan, cara
daur ulang)."
■ Guru membimbing kelompok, memberikan masukan tentang proporsi bahan,
keamanan pangan, dan kreativitas desain. (Diferensiasi Proses: Kelompok yang
kesulitan dapat diberikan template resep yang lebih terstruktur; yang lain
didorong untuk berinovasi pada bahan dan teknik. Untuk desain, beberapa bisa
menggambar manual, yang lain menggunakan aplikasi desain).
○ Presentasi Konsep (Merefleksi):
■ Setiap kelompok mempresentasikan resep dan konsep desain kemasan mereka.
■ Guru memfasilitasi diskusi dan umpan balik antar kelompok. Guru bertanya:
"Apakah resep kalian sudah memperhitungkan kesehatan? Apakah kemasan
kalian sudah menarik dan informatif? Apakah ada yang perlu diperbaiki?"

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


○ Refleksi & Umpan Balik: Guru meminta peserta didik menuliskan di jurnal pribadi
atau Google Form: "Bagian mana dari proses merancang resep atau kemasan yang
paling menantang bagi saya? Mengapa?" "Ide apa yang saya dapatkan dari kelompok
lain?"
○ Penyimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya perencanaan
resep dan desain kemasan yang matang sebelum produksi, serta pentingnya inovasi
dan aspek ramah lingkungan.
○ Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menjelaskan bahwa dua pertemuan
berikutnya adalah saatnya "action" yaitu praktik produksi. Guru meminta peserta
didik untuk mulai menyiapkan bahan baku dan alat yang dibutuhkan sesuai resep.

Pertemuan 3 & 4: Produksi, Promosi, dan Evaluasi Produk Olahan Nabati (Fokus:
Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
○ Pembukaan & Mindful Learning: Guru menyapa peserta didik, memeriksa
kehadiran. Guru meminta peserta didik untuk fokus pada tujuan mereka membuat
produk: "Apa yang ingin kalian capai dengan produk ini? Siapa yang akan
menikmatinya? Apa pesan yang ingin disampaikan?" Guru mengingatkan
pentingnya kebersihan dan keamanan dalam praktik.
○ Apersepsi & Meaningful Learning: Guru bertanya: "Mengapa kita perlu
mempromosikan produk kita? Apakah hanya rasa yang enak sudah cukup?" Guru
mengaitkan dengan aspek kewirausahaan.
○ Motivasi & Joyful Learning: Guru menyampaikan: "Hari ini kita akan menjadi
'produsen profesional' dan 'marketing genius'! Kita akan mewujudkan resep kita
menjadi makanan yang lezat, mengemasnya dengan apik, dan membuatnya dikenal
banyak orang! Ini akan jadi pengalaman yang sangat seru dan mengesankan!"

KEGIATAN INTI (120 MENIT - BISA DIBAGI DUA PERTEMUAN)


○ Produksi Produk Olahan Nabati (Mengaplikasi - Diferensiasi Proses &
Produk):
■ Setiap kelompok menyiapkan area kerja mereka (dapur/kelas) dengan higienis.
■ Guru memandu singkat tahapan praktik (misalnya, demonstrasi singkat teknik
memotong sayur yang aman, penggunaan kompor yang benar).
■ Peserta didik melaksanakan praktik produksi produk olahan nabati sesuai resep
yang telah mereka buat. Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis,
memastikan keamanan, kebersihan, dan efisiensi kerja.
■ Peserta didik mendokumentasikan setiap tahapan produksi dengan foto/video.
■ (Diferensiasi Proses: Guru dapat memberikan bantuan lebih kepada kelompok
yang memilih resep kompleks atau alat yang baru bagi mereka. Kelompok yang
sudah mahir dapat diberikan kebebasan untuk mengembangkan resep).
○ Pengemasan dan Promosi Awal (Mengaplikasi - Diferensiasi Produk):
■ Setelah produk selesai diolah, setiap kelompok melakukan pengemasan produk
sesuai dengan desain yang telah dirancang.
■ Kelompok mulai merancang materi promosi sederhana (misalnya, caption untuk
media sosial, poster kecil, tagline produk).
■ (Diferensiasi Produk: Beberapa kelompok dapat membuat video promosi
singkat, yang lain fokus pada desain poster digital yang menarik).
○ Presentasi Produk dan Promosi (Merefleksi):
■ Setiap kelompok memamerkan produk olahan nabati mereka (misalnya, di meja
pameran kecil).
■ Setiap kelompok mempresentasikan produk mereka, menjelaskan proses
pembuatan, nilai gizi, keunggulan produk, dan konsep promosinya. Mereka juga
bisa menawarkan food tasting sederhana.
■ Sesi tanya jawab dan umpan balik dari guru dan antar kelompok. Guru bertanya:
"Apa kekuatan utama produk kalian? Jika kalian ingin menjualnya, berapa
harganya? Bagaimana cara kalian akan meningkatkan penjualan?"

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


○ Refleksi & Umpan Balik: Guru meminta peserta didik untuk menuliskan di buku
catatan proyek: "Apa tantangan terbesar saat proses produksi? Bagaimana saya akan
mengembangkan produk ini jika saya ingin menjualnya?"
○ Penyimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan bahwa pengolahan bahan
pangan nabati menjadi produk sehat dan ramah lingkungan merupakan kegiatan yang
kreatif, bermanfaat, dan memiliki potensi kewirausahaan yang besar.
○ Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan apresiasi atas semua
upaya dan hasil karya. Guru dapat memberikan tantangan bagi peserta didik untuk
mencoba menjual produk mereka di acara sekolah atau mengembangkan ide bisnis
lebih lanjut.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostik)
● Format: Tes Lisan (Tanya Jawab Klasikal) dan Kuesioner Minat/Pengalaman.
● Waktu: Awal Pertemuan 1.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang pangan nabati,
kebiasaan makan sehat, dan minat memasak/berwirausaha.
● Pertanyaan/Tugas:
○ "Apa saja sayur dan buah yang sering kalian makan?"
○ "Menurut kalian, apa itu 'makanan sehat'?"
○ "Apakah kalian suka memasak? Makanan apa yang paling sering kalian buat?"
○ Kuesioner: "Seberapa penting menjaga kebersihan saat memasak? (skala 1-5)"
"Apakah kalian tertarik untuk mencoba membuat produk makanan sendiri?"
B. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)
● Observasi Selama Diskusi, Perancangan, dan Praktik:
○ Format: Observasi Langsung (Ceklist/Catatan Anekdot).
○ Tujuan: Mengukur partisipasi aktif, kemampuan bernalar kritis, kreativitas,
kolaborasi, kemandirian, dan penerapan prinsip higienis.
○ Aspek yang diamati: Keaktifan dalam identifikasi bahan/teknik, kontribusi ide
resep/kemasan, kerjasama tim, inisiatif dalam praktik, penerapan kebersihan dan
keamanan kerja.
● Produk Kelompok (Konsep Resep, Desain Kemasan):
○ Format: Penilaian Produk (Rubrik).
○ Tujuan: Mengukur kemampuan perencanaan dan kreativitas.
○ Kriteria Penilaian (Contoh):
■ Konsep Resep: Kelengkapan bahan/alat/langkah, kreativitas resep, aspek
kesehatan.
■ Desain Kemasan: Daya tarik visual, informasi yang jelas, aspek ramah
lingkungan.
● Kuis Singkat (Kahoot!/Mentimeter):
○ Format: Tes Pilihan Ganda/Isian Singkat Daring.
○ Tujuan: Menguji pemahaman konsep dasar bahan nabati, prinsip higienis, dan
teknik pengolahan.
○ Contoh Pertanyaan:
■ "Protein nabati dapat ditemukan pada..."
■ "Salah satu cara menjaga higienitas dapur adalah..."
■ "Teknik pengolahan pangan yang menggunakan suhu tinggi tanpa minyak
adalah..."
● Jurnal Refleksi/Exit Ticket:
○ Format: Tulisan Singkat.
○ Tujuan: Mengukur pemahaman personal, kemampuan merefleksi, dan
memberikan umpan balik kepada guru.
○ Contoh Pertanyaan:
■ "Apa yang paling saya pelajari tentang pentingnya kemasan produk?"
■ "Apa hal tersulit dalam merancang resep yang sehat dan enak?"
C. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif)
● Format: Penilaian Proyek (Produk Olahan Nabati) dan Presentasi.
● Waktu: Akhir Pertemuan 4 (atau setelah seluruh materi bab selesai).
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif, khususnya
kemampuan menghasilkan produk olahan nabati yang sehat, ramah lingkungan, dan
memiliki potensi kewirausahaan.
● Penilaian Proyek (Produk Olahan Nabati - Kelompok):
○ Tugas Proyek: "Setiap kelompok mempresentasikan produk olahan pangan
nabati yang telah mereka buat. Presentasi harus mencakup: (1) nama produk dan
deskripsi singkat, (2) bahan dan alat yang digunakan, (3) proses pembuatan
(dengan dokumentasi foto/video), (4) keunggulan produk (misalnya, nilai gizi,
rasa, ramah lingkungan), (5) analisis potensi pasar dan strategi pemasaran, dan
(6) refleksi terhadap proses dan hasil proyek."
○ Rubrik Penilaian Proyek/Produk:
■ Kualitas Produk: Rasa, tekstur, penampilan, aroma, keamanan pangan.
(Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Kreativitas & Inovasi: Orisinalitas resep, penggunaan bahan, ide baru.
(Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Higienitas Proses: Kebersihan dalam seluruh tahapan produksi. (Sangat
Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Aspek Ramah Lingkungan: Penggunaan bahan, kemasan, atau minimalisasi
limbah. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Desain & Fungsionalitas Kemasan: Daya tarik, informasi produk,
keamanan kemasan. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
● Presentasi Proyek (Kelompok):
○ Format: Presentasi Lisan dengan Media Visual (Google Slides/Canva).
○ Tujuan: Mengukur kemampuan komunikasi, penguasaan materi, dan pemikiran
kewirausahaan.
○ Rubrik Penilaian Presentasi:
■ Kejelasan Penyampaian: Struktur presentasi yang logis, penggunaan bahasa
yang mudah dipahami. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Penguasaan Materi: Mampu menjelaskan proses produksi, keunggulan
produk, dan strategi pemasaran. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang:
1)
■ Analisis Kewirausahaan: Mampu mengidentifikasi target pasar, harga jual,
dan potensi bisnis. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)
■ Sikap Presentasi: Kontak mata, intonasi suara, ekspresi yang sesuai,
kepercayaan diri. (Sangat Baik: 4, Baik: 3, Cukup: 2, Kurang: 1)

Anda mungkin juga menyukai