RISIKO PROYEK
187
Where We Are Now
188
13–188
Sasaran Belajar
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat:
• Mengetahui dan mampu mengidentifikasi macam-
macam resiko dan sumbernya dalam dan pada
proyek.
• Mengetahui prinsip dasar dan teknik dalam
menilai, menganalisa dan mengevaluasi signifikansi
resiko pada proyek.
• Mengetahui cara pembuatan rencana kontigensi
dan cadangan kontigensi.
• Mengetahui prinsip dasar dalam pendelegasian
pertanggungjawaban resiko proyek.
• Memahami prosedur manajemen resko
189
Materi
• Konsep dasar resiko
• Prosedur manajemen resiko
• Teknik identifikasi resiko
• Teknik kualifikasi dan kuantifikasi resiko
• Teknik penanganan resiko
190
Session Objectives
• Understand the significance of risk
impacting project
• Know the methods used in analizing
and calculating risks’ impact followed
by generating alternatives of risks’
responses
• Be familiar with risk tools and
techniques used in PMBOK
• Understand risk control function
throughout the project
191
Resiko
• Kemungkinan terjadinya kejadian
yang tidak menguntungkan.
• Ketidakpastian kejadian yang
merugikan.
• Kombinasi faktor – faktor yang
berpengaruh buruk pada hasil.
• Kemungkinan terjadinya kerugian.
192
Ketidakpastian vs Resiko
• Resiko terdapat pada situasi yang penuh
dengan ketidakpastian.
• Resiko adalah situasi yang buruk menimpa
seseorang/lembaga dan merupakan hasil
dari suatu ketidakpastian.
193
Risiko Proyek
Setiap kejadian potensial yang mungkin
menunda proyek, menaikkan biaya,
atau bahkan membahayakan proyek.
194
Kategori Resiko Penyelesaian Proyek :
• Resiko dari proyek / resiko portofolio.
Kategori resiko sebagai bagian dari
diskusi feasibilitas pada saat inisiasi
proyek.
• Resiko pada proyek = Kejadian spesifik
yang dapat merintangi/ menunda
penyelesaian proyek.
195
Contoh Resiko dari Proyek
• Resiko feasibility study
• Resiko kenaikan kurs rupiah
• Resiko konstruksi
• Resiko permintaan produk
• Resiko sumber pendanaan
• Resiko procurement/supply
• Resiko regulasi
• Resiko engineering design
196
Contoh Resiko pada Proyek
• Resiko teknologi/material tidak tersedia
• Resiko anggaran proyek dikurangi
• Resiko anggota kunci meninggalkan proyek
• Resiko cuaca buruk
• Resiko sponsor proyek meninggalkan
organisasi
• Resiko kontrak
• Resiko keselamatan pekerja
197
Project Risk Management
• Project risk management is the
systematic process of identifying,
analyzing, and responding to project
risk.
• The objectives of project risk
management are to decrease the
probability and impact of events
adverse to project objectives.
198
Risk Management Procedure
Risk Awareness Indetifikasi Resiko
Evaluasi Resiko Assessment Resiko
Manajemen Resiko
199
Risk Awareness
• Ini adalah tahap kesadaran/apresiasi tim
proyek, bahwa dalam proyek terdapat
resiko.
• Pemikiran adanya potensi resiko, dapat
diperoleh dari luar tim maupun dari
pengalaman kolektif tim proyek.
• Hal terpenting ketika kesadaran akan
potensi resiko dalam proyek, adalah
terbentuk sikap mental yang akan
memudahkan kita dalam
mengidentifikasikannya. 201
Risk Identification
• Ini merupakan langkah esensial tim proyek
untuk menginvestigasi semua resiko yang
mungkin dalam proyek; seperti dalam ruang
lingkup proyek, kontrak dan WBS.
• Outputnya = daftar aktivitas/kejadian
dalam proyek yang disebabkan oleh
satu/lebih situasi yang tidak diharapkan.
• Pada tahap dapat juga kita identifikasikan
penanggungjawab resiko (risk owner).
202
Macam bidang resiko yang umumnya di pertimbangkan :
Teknis Tekonologi/material baru.
Lingkungan Kondisi cuaca, isu sosial.
Operasional Sistem dan prosedur baru.
Cultural Keyakinan dan budaya yang ada.
Finansial Pencairan modal yang sulit (freeze on
capital), kebangkrutan stakeholder,
fluktuasi nilai mata uang.
Legalitas Sistem hukum setempat, kurang kejelasan
kontrak.
Komersial Perubahan kondisi pasar dan
pelanggan/konsumen; sumberdaya;
kekurangan staff, material.
Ekonomi Perubahan harga komoditas,
penurunan(slow down) ekonomi.
Politik Perubahan regulasi pemerintah, perang
dll.
Keamanan Keselamatan kerja, pencurian,
(security) perusakan.
203
Macam teknik yang biasa digunakan :
• Brainstorming
• Check List
• WBS
• Delphi
• Konsultasi ahli
204
Studi Kasus Risk Awarness & Risk Identification
Sebuah perusahaan manufaktur mobil ingin
meluncurkan sebuah produk baru.
Proyek peluncuran produk baru dimulai
dengan pembuatan prototipe mobil, mulai
dari tahap desain, manufaktur, dan
distribusinya.
– Investasi awal US$ 60 Juta.
– Dalam periode 5 tahun ke depan diproduksi
60.000 unit.
– Biaya = US$ 5000/unit.
205
Risk Awarness Peluncuran Mobil Baru
Proyek disadari mengandung resiko
yang potensial terjadi. Resiko
diindikasikan dapat bersumber dari :
– Manufaktur
– Teknis Mesin
– Teknis Komponen Elektronik
– Pasar
– Legalitas (emisi, pekerja, pajak)
206
Risk Identification Peluncuran Mobil Baru
Tipe Resiko
Biaya Penjualan Reabili Perfor- Performansi Pera- Lega- Kuali-
Resiko Yang Mungkin Manufak- dan tas mansi komponen watan lisasi tas
tur Pemasa- Mesin Elektronik
ran
Penjualan dibawah prediksi √ √
Biaya perawatan
Biaya manufaktur √
Biaya peralatan √
Biaya pabrik baru
Penyelesaian pabrik baru terlambat √
Masalah di pelatihan √ √
Supplier tidak reliable
Masalah performansi mesin √
Tingkat emisi mobil √ √ √
Kompetisi pasar sangat besar √
Mobil tidak siap saat peluncuran √
Syarat keselamatan( kemungkinan √ √
kantong udara meletus)
Fluktuasi mata uang √
Mekanikasi jendela mobil gagal √ √ √
207
Risk Assessment
• Tahap kualitatif resiko dalam mempertimbangkan
tingkat probabilitas dan impact (akibatnya).
• Tiap resiko dapat diberi rating probabilitas (High,
Medium, Low) dan impactnya (Severe, Medium,
Low).
• Teknik pemetaan resiko untuk pertimbangan bila
resiko tersebut, perlu untuk tindakan lebih lanjut
dapat dimulai dengan membuat matrik hubungan
sederhana (Gambar 1 ).
208
Risk Assessment
Severe
Impact
Medium
Low
Nil
Low Medium High
Probability
Tabel 1
Tiap resiko dapat kita beri nomor resiko, deskripsi, kategorinya, tingkat probabilitas dan
akibatnya secara kualitatif, dan siapa penanggungjawabnya, seperti pada tabel 2.
209
Risk Assessment
Risk Summary Chart
Risk No. Description Probability Impact Risk Owner
Rating Rating
210
Risk Evaluation
• Merupakan tahap analisa kuantitatif resiko.
• Dengan memberikan nilai perbandingan
resiko pada tingkat kuantitatif dan
kualitatifnya (biasanya antara 1 – 10).
• Prioritas penanganan resiko dapat dilihat
dari perkalian rating probabilitas dan
impactnya (exposure rating).
• Hasil perhitungan sebaik asumsi dan akurasi
input data, dan manajer proyek harus
mengukur efektivitas biaya pemilihan
metode evaluasi yang dipilih terhadap
proyek tertentu. 211
Beberapa Teknis Evaluasi Resiko
• Matrik probabilitas nilai.
• Matrik nilai rating.
• Simulasi Monte Carlo.
• Tornado diagram.
• Decision Tree.
• Influence Diagram.
212
Matrik Probabilitas Nilai
Exposure Table
Probability
Rating Very Low Medi High Very
Low um High
Very Value 0.1 0.2 0.5 0.7 0.9
High
0.8
High 0.5
Impact
Mediu 0.2
m
Low 0.1
Very 0.05
Low
213
Matrik Nilai Rating
5
4 Example :
Impact
Risk A
3 B A Impact = 3
Probability = 5
Risk rating = 3 x 5 = 15
2
Risk B
Impact = 3
1 Probability = 3
1 2 3 4 5 Risk Rating = 3x3=9
Probability
214
Simulasi Monte Carlo
• Pengaruh nilai objektif / outcome proyek
dipengaruhi kombinasi kemungkinan
terjadinya resiko, dan tiap resiko
mempunyai distribusi proabilitas kejadian
masing-masing.
•Melakukan ratusan hingga ribuan kali
perhitungan iterasi sampling untuk
mendapatkan probabilitas nilai outcome.
215
100
Probability
Frequency
50
%
0
Time
Contoh aplikasi :
Perhitungan probabilitas kegiatan proyek pada WBS memenuhi
target waktu penyelesaian proyek.
Program perhitungan Monte Carlo menghasilkan frekuensi/
histrogram waktu dan kumulatifnya berupa kurva S. Sehingga
probabilitas penyelesaian proyek/kegiatan pada proyek mencapai
target waktu, dapat diketahui.
216
Tornado Diagram
A
B
C
D
ACTIVITIES
E
F
G
H
I
J
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60
% SENSITIVITY
Tornado diagram dapat dibuat untuk mengetahui sensitifitas tiap
tahap aktivitas pada proyek dalam pengaruhnya terhadap
penyelesaian proyek tepat waktu.
217
Risk Management
• Memutuskan langkah memanajemeni
resiko.
• Langkah / tindakan apa yang harus
diambil dan siapa yang
bertanggungjawab.
218
Beberapa langkah yang biasa dilakukan:
Avoidance Menghindari melakukan tindakan penyebab resiko.
Reduction Mengurangi tingkat probabilitas kejadian dan atau akibat resiko.
Sharing Resiko – dan juga keuntungannya , ditanggung oleh lebih dari 1
individu / lembaga dengan mekanisme yang telah disepakati.
Transfer Resiko di tanggung pihak lain sesuai kontrak.
Mitigation Pemberian fasilitas untuk upaya pencegahan resiko
Contigency Rencana untuk mengatasi peristiwa yang tidak menentu dan hasil
yang tidak terduga.
Insurance Sistem pembiayaan resiko yang ditanggung badan asuransi pada
saat terjadi resiko, dengan kewajiban pembayaran premi
perperiode.
Acceptance Resiko diterima dengan level tertentu
219
Risk Management : Monitoring Form
Project : Reference : Prepared by :
Key : H = High; M = Medium; L Date
= Low
Type Description of Risk Probabili Impact Risk Reduction Conting Risk
of ty Strategy ency Own
Risk Plans er
220
Risk Handling Techniques – four main categories
Risk Handling
Techniques
risk avoidance risk mitigation risk transfer risk retention
modify objectives or reduce likelihood contract contingency funds
performance targets reduce impact insurance contingency plans
modify approach partnerships/ fix-on-fail
joint ventures crisis management
proactive reactive
Risk Plans Risk Plans
221