0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Program Literasi

Dokumen ini menjelaskan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri 1 Sugihrejo untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang bertujuan meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa melalui berbagai kegiatan membaca dan menulis. GLS mencakup tiga tahap: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, dengan penekanan pada pentingnya membaca sebagai fondasi pendidikan. Kesuksesan program ini bergantung pada kolaborasi semua pihak terkait dalam mendukung kegiatan literasi di sekolah.

Diunggah oleh

arumismawati23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Program Literasi

Dokumen ini menjelaskan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD Negeri 1 Sugihrejo untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang bertujuan meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa melalui berbagai kegiatan membaca dan menulis. GLS mencakup tiga tahap: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran, dengan penekanan pada pentingnya membaca sebagai fondasi pendidikan. Kesuksesan program ini bergantung pada kolaborasi semua pihak terkait dalam mendukung kegiatan literasi di sekolah.

Diunggah oleh

arumismawati23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

i

PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH

( GLS )
SDN 1 SUGIHREJO
TAHUN ELAJARAN 2025/2026

PEMERINTAH KABUPATEN LAMONGAN


DINAS PENDIDIKAN
SDN SUGIHREJO
SUKODADI - LAMONGAN
2025

i
HALAMAN PENGESAHAN

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


pada SD Negeri 1 Sugihrejo Kecamatan Sukodadi
Tahun Pelajaran 2025/2026
disusun sebagai pedoman pelaksanaan Literasi Sekolah
pada SD Negeri 1 Sugihrejo

Mengetahui:
Ketua Komite Kepala SD Negeri 1 Sugihrejo

NURAMIN ARUM ISMAWATI, [Link]


NIP.19710312 199403 2 002

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia-Nyalah
kami dapat menyelesaikan penyusunan dokumen “Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
pada SD Negeri 1 Sugihrejo Kecamatan Sukodadi Tahun Pelajaran 2025/2026” SD Negeri 1
1 Sugihrejo dapat terselesaikan sesuai dengan rencana.

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada SD Negeri 1 Sugihrejo yang merupakan
pedoman dalam mengimlementasikan keterbacaan warga SD Negeri 1 Sugihrejo menuju
masyarakat literat sehingga mampu menjadi spirit dan motivasi peningkatan kinerja dan prestasi
sekolah.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa program ini, baik dilihat dari isi dan tampilannya
sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran yang bersifat korektif konstruktif dari semua
pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan program sejenis tahun berikutnya.

Sugihrejo , Juli 2025

i
DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... ii

KATA PENGANTAR ..................................................................................... iii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iv

A PENDAHULUAN .............................................................................. 1

B TUJUAN GRAKAN LITERASI SEKOLAH....................................... 2

C PELAKSANAAN GLS DI SDN 3 NEGARI ..................................... 2

D KESIMPULAN............................................................................... 10

i
PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH

A. PENDAHULUAN
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir
menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.
Literasi merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan
bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri
peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan
bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara
menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang
warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal lainnya.
Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik. Melalui membaca peserta
didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi
[Link] memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan
literasi peserta didik. Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di
Indonesia masih rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional. Dari laporkan hasil studi
yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain, diperoleh informasi bahwa
kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei (Jakarta
Post, 2016).
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam
persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa pembiasaan wajib baca sangat penting
diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, karena wajib baca mempunyai tujuan yang sangat
luas dan mendasar yakni : a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta
membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah
pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f ) meningkatkan kreativitas; g)
meningkatkan kemampuan literasi tinggi.

B. TUJUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan:

1. Menumbuh kembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah,


2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat,

i
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar
warga sekolah mampu mengelola pengetahuan,
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan
mewadahi berbagai strategi membaca

C. PELAKSANAAN GLS DI SDN 1 SUGIHREJO


Pelaksanaan GLS di SD Negeri 1 Sugihrejo mempertimbangkan tiga tahap literasi, yakni
(1) pembiasaan (belum ada tagihan), (2) pengembangan (ada tagihan non akademik), dan (3)
pembelajaran (ada tagihan akademik).

[Link] Pembiasaan
a) Membaca lima belas menit setiap hari pada jam ke-0.
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.
1) Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas menit.
2) Guru dan peserta didik membaca selama lima belas menit.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.

b) Mengelola sudut baca.


Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku. Berikut ini salah
satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut baca.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
3) Peserta didik wajib membaca buku untuk dibaca.

c) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan kegemaran
membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap
guru mata pelajaran.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru mata pelajaran membawa peserta didik satu kelas
untuk berkunjung ke perpustakaan.

d) Membacakan cerita.
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/cerita yang bermanfaat dan menarik untuk dibacakan di depan
peserta didik.
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat.

i
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta membaca cerita
menarik lain di hadapan teman sekelas.
5) Diadadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

2. Tahap Pengembangan

a. Mengelola sudut baca


Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan menambahkan
beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola
sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Guru kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Ketua Kelas / Wakil Ketua Kelas bertugas mengelola administrasi peminjaman buku.
3) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
4) Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
5) Peserta didik mengumpulkan hasil resume di meja guru.
6) Guru kelas memeriksa resume sebulan sekali.
7) Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan hasil bacaan di
kelas.

b. Lima Belas Menit Wajib Baca (seminggu sekali)


Kegiatan ini membiasakan peserta didik gemar...
1) membaca buku yang disukai,
2) membuat resume,
3) mengisi jurnal membaca,
4) menceritakan isi buku.

c. Duta Literasi
Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk mengembangkan program
literasi di sekolah. Beberapa kegiatan duta literasi dapat dilakukan, antara lain:
1) Wali kelas mengadakan seleksi duta literasi.
2) Wali kelas memilih tiga duta literasi .
3) Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis.
4) Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
5) Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar membaca.
6) Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
7) Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas. Kartu Mandiri Kartu
mandiri berguna untuk memonitor target buku bacaan peserta didik.

i
8) Kartu mandiri berisi catatan buku yang sudah dibaca peserta didik.
9) Peserta didik bersama guru menentukan target minimal buku, misalnya minimal 25
buku

d. Klub Pecinta Buku


Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik membaca buku baru dan membagi
hasil bacaan pada teman. Kegiatan dalam klub pecinta buku dapat dilakukan dengan berbagai
cara, antara lain:
1) membaca buku,
2) membuat ringkasan/resensi buku,
3) menceritakan isi buku,
4) mendiskusikan isi buku.

g. Tantangan Membaca
Tantangan membaca tidak dilaksanakan pada tahap pembiasaan, tapi dapat dilaksanakan
setelah sekolah masuk dalam tahap pengembangan. Program ini menantang peserta didik
untuk meningkatkan kegemaran membaca. Berikut ini alternatif langkah-langkah kegiatan
yang dapat dilakukan:

1) mendaftar program tantangan membaca,


2) memilih judul buku untuk tantangan membaca,
3) meringkas buku, tidak lebih dari dua ratus kata,
4) melaporkan rencana daftar bacaan peserta didik dan hasil membacanya pada panitia,
5) melaksanakan tantangan membaca,
6) memberikan sertifikat pada peserta didik yang berhasil.

h. Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik. Kegiatan
penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:

1) memilih pembaca buku terbanyak dalam tiga bulan,


2) memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu upacara sekolah.

i. Menyusun Portofolio Membaca


Program ini bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan membaca peserta didik.
Portofolio hasil membaca dapat berupa dokumen bukti fisik

i
1) hasil membaca misalnya ringkasan buku-buku yang telah dibaca atau jurnal membaca,
laporan tugas membaca peserta didik, dan hasil membaca kreatif peserta didik. Berikut
langkah-langkahnya.
2) Guru meminta semua produk hasil membaca peserta didik untuk dikumpulkan.
3) Peserta didik menyiapkan bahan-bahan untuk membuat portofolio (lembar kerja, folder,
dan map dokumen).
4) Peserta didik menyusun portofolio berdasarkan bentuk dan isi produk.
5) Tentukan isi portofolio (semua karya peserta didik atau hasil laporan membaca)
6) Bentuk portofolio meliputi identitas peserta didik, daftar isi protofolio atau garis besar
portofolio dan kumpulan karya-karya.
7) Setiap hari peserta didik mengerjakan portofolio (misalnya lima belas menit setiap sore).
8) Portofolio yang telah disusun, kemudian disimpan atau digantung berjajar di kelas secara
berurutan.
9) Guru memantau dan menilai portofolio yang telah disusun peserta didik.

j. Membaca Berhadiah Buku


Pemberian buku sebagai hadiah dilakukan untuk lebih mendorong peserta didik gemar
membaca. Program ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut

1) Guru bekerja sama dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk menyediakan catatan
kunjungan peserta didik ke perpustakaan.
2) Guru menyosialisasikan kepada seluruh peserta didik tentang program Pembaca
Terbaik yang akan dilaksanakan setiap bulan.
3) Peserta didik akan berkompetisi membaca di perpustakaan sebanyak-banyaknya setiap
saat. Kunjungan peserta didik ke perpustakaan sekolah dapat dilakukan ketika jam
istirahat atau waktu senggang.
4) Setiap bulan, guru akan memilih pembaca terbaik di sekolah kemudian diberi hadiah
buku dan tercatat di papan Pembaca Terbaik Bulan Ini.
5) Pembaca terbaik dipilih berdasarkan frekuensi kunjungan peserta didik ke
perpustakaan, jumlah buku yang dipinjam, dan jenis buku-buku yang dibaca serta
dipinjam peserta didik.
6) Jika sudah berjalan satu tahun, guru atau sekolah akan memilih pembaca terbaik selama
satu tahun.
7) Pemilihan Pembaca Terbaik dapat dilakukan pada setiap jenjang.

3. Tahap Pembelajaran
a. Membaca Buku Cerita (satu jam, seminggu sekali)

i
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan membaca buku
cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

1) membaca buku cerita,


2) membuat ringkasan isi cerita,
3) membuat bahan presentasi,
4) menceritakan kembali pada teman atau kelompok.

b. Mading Kelas (terbit seminggu sekali)


Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan membaca karya
secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah dinding (mading) kelas.

1) membuat mading kelas,


2) menulis berita,
3) mempublikasikan berita di mading.

c. Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini sudah dikenalkan pada tahap pembiasaan. Dalam tahap pembelajaran, ada
tambahan langkah terkait dengan tagihan akademik. Berikut ini alternatif langkah yang dapat
dilakukan.
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan kepada setiap
guru .
2) Sesuai dengan jadwal, setiap guru membawa peserta didik satu kelas untuk berkunjung
ke perpustakaan.
3) Guru memberikan tugas untuk membaca buku yang berkaitan topik pembelajaran,
membuat resume, dan berdiskusi.

D. Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh
dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya
literat sepanjang hayat melalui pelibatan [Link] yang paling mendasar dalam praktik literasi
adalah kegiatan membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari
berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik.
Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi dunia yang
bermanfaat bagi [Link] memberikan pengaruh budaya yang amat kuat
terhadap perkembangan literasi peserta didik. Keberhasilan Program ini sangat tergantung dari

i
komitmen seluruh warga besar SD Negeri 1 Sugihrejo Tengah dan pihak terkait secara
kolaboratif.

Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif berperan dalam
kegiatan ini sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai