0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

MPDF

Dokumen ini adalah rencana asuhan keperawatan untuk pasien dengan nyeri akut yang mencakup diagnosis, intervensi, dan kriteria hasil. Intervensi termasuk observasi, teknik non-farmakologis, dan edukasi untuk mengurangi rasa nyeri. Setelah 3X 24 jam intervensi, diharapkan tingkat nyeri pasien menurun dan kondisi fisik membaik.

Diunggah oleh

virganta16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

MPDF

Dokumen ini adalah rencana asuhan keperawatan untuk pasien dengan nyeri akut yang mencakup diagnosis, intervensi, dan kriteria hasil. Intervensi termasuk observasi, teknik non-farmakologis, dan edukasi untuk mengurangi rasa nyeri. Setelah 3X 24 jam intervensi, diharapkan tingkat nyeri pasien menurun dan kondisi fisik membaik.

Diunggah oleh

virganta16
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RM 5.31/RSIA.

SM/2020

KHALISA HUMAIRA - PRIBADI


RAK - RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN I-00249070-001 23 Sep 2025
(Nyeri Akut) SBW3 0 Thn 0 Bln 29 Hr
WANITA

DIAGNOSA KEPERAWATAN LUARAN INTERVENSI

Nyeri akut Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X 24 JAM Observasi


Definisi : maka tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil: ☑ 1. Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri
Keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ☑ 1. Frekuensi nadi membaik ☑ 2. Identifikasi skala nyeri
ekstremitas secara mandiri ☑ 2. Pola napas membaik ☑ 3. Identifikasi respons nyeri non verbal
Berhubungan dengan: ☐ 3. Tingkat nyeri berkurang ☑ 4. Identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri
☑ 1. Agen pencedera fisiologis (mis. inflamasi, iskemia, neoplasma) ☑ 4. Keluhan nyeri menurun ☐ 5. Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
☐ 2. Agen pencedera kimiawi (mis. terbakar, bahan kimia iritan) ☐ 5. Kemampuan menggunakan teknik non farmakologi ☐ 6. Monitor efek samping penggunaan analgetik
☑ 3. Agen pencedera fisik (mis. Abses, terbakar, prosedur operasi, ☐ 6. Melaporkan nyeri terkontrol meningkat Terapeutik
trauma). ☐ 7. Gelisah menurun ☑ 1. Berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis. Terapi
Dibuktikan dengan: musik, hipnosis, aromaterapi, kompres hangat/dingin)
☑ 1. Tampak meringis ☑ 2. Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. Suhu ruangan,
☐ 2. Bersikap protektif (mis. Waspada, posisi menghindari nyeri) pencahayaan, kebisingan)
☑ 3. Gelisah ☑ 3. Fasilitasi istirahat dan tidur
☐ 4. Sulit tidur ☐ 4. Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan
☑ 5. Frekuensi nadi meningkat nyeri
☐ 6. Tekanan darah meningkat Edukasi
☑ 7. Pola napas berubah ☐ 1. Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri
☐ 8. Nafsu makan berubah ☐ 2. Jelaskan strategi meredakan nyeri
☐ 9. Berpokus pada diri sendiri ☐ 3. Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
☐ 10. Menarik diri ☐ 4. Anjurkan menggunakan analgetik secara tepat
☐ 5. Ajarkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaborasi
☐ 1. Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu

Medan, 18 Oktober 2025

Keterangan: - Berikan tanda check list (☑) pada kolom Intervensi.

Ade Yuga Pristiwa

Anda mungkin juga menyukai