Cara Merumuskan Hipotesis Penelitian [Panduan]
Melakukan penilitian, harus ada terlebih dahulu hipotesis yang dibawakan. Berikut panduan cara
merumuskan hipotesis yang benar. Perhatikan dan juga baca baik-baik supaya tidak ada kesalahan
dalam menentukan hipotesis. Sebab, ketika salah menentukan hal pertama ini, maka penelitian yang
Kita lakukan bisa saja salah total.
penentuan dan perumumsan hipotesis, diperlukan kehati-hatian dan juga kepekaan dalam menilai
suatu permasalaha. Bisa jadi, masalah yang diangkat ternyata bukan masalah utama dan lain
sebagainya. Hipotesis penelitian menjadi hal paling penting yang mempengaruhi seluruh proses
selama penelitian nantinya.
Berikut panduan cara merumuskan hipotesis untuk penelitian
Daftar Isi
1. Observasi Topik Masalah
2. Membuat Daftar Permasalahan
3. Memulai Menulis Hipotesis
4. Memastikan Hipotesis Bisa di Uji
1. Observasi Topik Masalah
Langkah pertama dan harus dilakukan adalah melakukan observasi topik permasalahan yang akan
diangkat menjadi topik penelitian utama Kita. Ada beberapa cara dalam melakukan observasi, bisa
dengan studi literatur, studi lapangan dan wawancara.
paling mudah dan paling enak, yaitu dengan observasi masalah menggunakan cara studi literatur.
Kita bisa membaca hasil penemuan atau pun penelitian-penelitian sebelumnya dari jurnal, buku-
buku di perpustakaan atau web berita yang terbaru (pastikan kredibel).
Dengan melakukan banyak membaca dan membandingkan, Kita akan tau kelebihan dan kekurangan
masing-masing sehingga bisa menentukan permasalahan atau hipotesis awal apa yang cocok untuk
melengkapi atau memperbaiki penelitan sebelumnya.
Kedua bisa dengan kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan ini bisa dengan membawa alat ukur
yang jelas untuk mengukur masalah yang ada di tempat rencana penelitian. Ya, seperti penelitian
pendahuluan lah ya. Misalnya, seperti pengecekan BOD dan COD pada sungai X. Dengan data yang
akurat dan terbaru, kita bisa memulai memikirkan hipotesis apa yang cocok dan pas.
Terakhir, melakukan wawancara. Kadang, permasalahan tidak harus selalu saintis dan ada terlihat
tetapi juga harus digali dari sisi sosial. Dengan wawancara, pengalian informasi masalah dan
observasi bisa semakin lebih dalam lagi serta mengetahui sejarah yang ada.
2. Membuat Daftar Permasalahan
Setelah melakukan observasi yang cukup banyak, lengkap dan komprhensif, selanjutnya adalah
menyusun semua masalah yang muncul selama observasi. Tulisalah permasalahan yang muncul
dalam sebuah kertas atau aplikasi seperti microsoft word supaya lebih mudah dibaca dan dicetak.
3. Memulai Menulis Hipotesis
Nah, untuk memulai menulis hipotesis. Kenali dahulu menganai apa itu H0 dan H1 dalam membuat
hipotesis yang baik dan benar. Sebelumnya, sudah dijelaskan lengkap dalam dua artikel penting
berikut ini. Silakan baca lengkap sebelum lanjut ke pembahasan poin 4.
Apa itu Hipotesis dan Jenisnya
Cara Membuat Hipotesis yang Benar dan Menarik
Jika sudah membaca keduanya, lanjut untuk pembahasan poin 4.
4. Memastikan Hipotesis Bisa di Uji
Langkah terakhir dalam tahapan cara merumuskan hipotesis, yaitu memastikan bahwa hipotesis yang
kita pilih bisa diuji. Jika hipotesis tidak bisa diuji artinya hipotesis tersebut tidak bisa digunakan lagi
dan kurang tepat untuk diteliti lebih lanjut. Baik tidaknya sebuah hipotesis untuk dilanjutkan menjadi
sebuah penelitian bisa dengan menjawab 3 pertanyaan penting ini.
Apakah hipotesis yang dibuat sudah berfokus pada topik memang bisa diuji secara ilmiah?
Apakah hipotesis yang dibuat sudah memuat variabel independen (bebas) dan dependen
(terikat)?
Apakah hipotesis yang dibuat sudah memuat prediksi akan hasil penelitian atau belum?
Apabila ketiga pertanyaan di atas terjawab dengan positif, maka penelitian bisa dilanjutkan dengan
hipotesis yang dipakai. Itu merupakan langkah-langkah merumuskan hipotesis yang sederhana tetapi
tetap fundamental yang harus dipahami dan dipraktikkan.
Menentukan variable venelitian
Variabel penelitian – Saat menyusun penelitian, kamu tidak akan bisa lepas dari masalah yang akan
diteliti secara ilmiah. Untuk melakukannya, Grameds perlu menentukan variabel penelitian agar
penelitian tetap sesuai dengan tujuan dan sasarannya.
Variabel, secara singkat merupakan sesuatu yang menjadi fokus pengkajian dan untuk
merumuskannya dibutuhkan teori, konsep, atau proposisi yang jelas. Sebab jika tidak, kamu mungkin
akan kesulitan untuk memformulasikan masalah penelitian dan mengumpulkan data-data yang
diperlukan untuk suatu penelitian.
Dengan kata lain, variabel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “apa yang ingin dicari
melalui penelitian ini?”, “Apa yang harus ditetapkan lebih dulu oleh peneliti agar tujuan
penelitiannya tercapai?”, dan “Apa dasar penetapannya?”.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum bisa memahami variabel penelitian dengan baik.
Akibatnya, butuh waktu lama untuk menyelesaikan penelitian yang sedang dilakukan atau bahkan
mengulang proses penulisannya dari awal.
Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas tentang pengertian variabel penelitian, jenis-
jenisnya, dan bagaimana cara merumuskannya. Simak baik-baik, ya!
Daftar Isi
Pengertian Variabel Penelitian
Jenis-jenis Variabel Penelitian
o Jenis Variabel Berdasarkan Posisi
Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel Kontrol
o Jenis Variabel Berdasarkan Sifat
Variabel Dinamis
Variabel Statis
o Jenis Variabel Berdasarkan Urgensi
Variabel Konseptual
Variabel Faktual
o Jenis Variabel Berdasarkan Tipe Skala Pengukur
Variabel Nominal
o Variabel Kontinu
o Jenis Variabel Berdasarkan Penampilan Pada Saat Pengukuran
Variabel Maksimalis
Variabel Tipikalis
Berapa Banyak Variabel yang Bisa Kamu Gunakan dalam Penelitian?
Tips untuk Merumuskan Variabel Penelitian
o 1. Tentukan Masalah Utamanya
o 2. Temukan Faktor
o 3. Siapkan Teori Penelitian
o 4. Siapkan Kebutuhan Penelitian
Contoh-contoh Variabel Penelitian
o Variabel Kualitatif
o Variabel Kuantitatif
Buku Terkait Sejarah Indonesia
Materi Terkait Sejarah Indonesia
Pengertian Variabel Penelitian
Pada umumnya, variabel merupakan objek atau konsep yang akan diteliti yang bentuknya bisa
abstrak maupun real. Dalam proses penulisan penelitian, perumusan variabel harus dilakukan secara
sistematis dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Dengan begitu, kebenaran hasil observasi dalam
penelitian dapat dipertanggungjawabkan.
S. Margono (1997) menyatakan bahwa variabel adalah sebuah konsep yang memiliki variasi nilai.
Artinya, variabel ini sudah pasti punya sifat yang beragam dan merujuk pada karakteristik yang
berbeda antara satu variabel dengan yang lainnya.
isalnya, katakanlah kamu akan melakukan penelitian penelitian dengan judul “Dampak
Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Siswa/i SMA Negeri 1 Bandung”. Dalam penelitian ini,
variabelnya adalah Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar Siswa. Jenis-jenis ekstrakurikuler dan prestasi
belajar siswa pasti akan bervariasi antar-siswa.
Selain bervariasi, sebuah variabel juga harus bisa diukur. Terlebih untuk penelitian kuantitatif yang
mengharuskan hasil penelitian yang objektif, terukur, serta terbuka untuk diuji kembali. Unsur atau
istilah “variabel penelitian” sendiri lebih banyak digunakan dalam jenis penelitian ini.
Asroi Dkk menjelaskan lebih lengkap lagi tentang apa itu variabel dan instrumen penelitian dalam
buku Memahami Variabel Dan Instrumen Penelitian. Pastikan Grameds menjadikan buku ini sebagai
referensi saat menulis penelitian, ya
Jenis-jenis Variabel Penelitian
Setelah mengetahui pengertian dari variabel penelitian, kamu sudah bisa masuk ke dalam tahap
pemilihan variabelnya. Di tahap ini, Grameds harus tahu jenis-jenis variabel yang bisa digunakan
dalam penelitian.
Tujuan mengetahui jenis variabel adalah supaya kamu tidak terlalu sulit menentukan variabel yang
tepat dan sesuai dengan tujuan penelitiannya. Oleh sebab itu, jenis variabel itu sendiri dibagi ke
dalam beberapa kelompok, sehingga kamu akan lebih mudah dalam membuat variabel penelitian
yang akan digunakan. Pertama berdasarkan posisi dan fungsi; berdasarkan sifat; berdasarkan urgensi;
berdasarkan tipe skala pengukuran; dan berdasarkan penampilan saat pengukuran.
Jenis Variabel Berdasarkan Posisi
Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel bebas adalah variabel yang dapat memengaruhi perubahan pada variabel lainnya. Dengan
kata lain, jika terjadi perubahan pada suatu variabel, perubahan tersebut disebabkan oleh variabel
bebas ini.
Misalnya begini, katakanlah Grameds saat ini sedang menyusun penelitian dengan judul “Dampak
Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Siswa/i SMA Negeri 1 Bandung”. Nah, dalam penelitian ini,
yang menjadi variabel bebasnya adalah “ekstrakurikuler” karena dia bisa berdiri sendiri dan bisa
mempengaruhi perubahan pada “prestasi belajar siswa” yang merupakan variabel lainnya.
Variabel Terikat (Dependent Variable)
Berbanding terbalik dengan variabel bebas, variabel terikat adalah variabel yang bisa dipengaruhi
oleh variabel yang lainnya. Oleh karena itu, keberadaannya dianggap sebagai akibat dari kehadiran
variabel bebas.
Contohnya, dalam penelitian yang disebutkan tadi, variabel terikatnya adalah “prestasi belajar
siswa”, karena dia bisa dipengaruhi oleh ekstrakurikuler yang diambil oleh siswa.
Pada dasarnya, penelitian yang kamu lakukan adalah sebuah usaha untuk mencari hubungan antara
berbagai variabel. Nah, hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menjadi hubungan
paling dasar yang mesti kamu pahami.
Adapun untuk jenis hubungan antara dua variabel tersebut, Machfoedz (2007) menyebutkan ada tiga
jenis hubungan yang bisa digunakan, yaitu hubungan simetri, timbal balik, dan asimetris.
Hubungan simetris adalah hubungan dimana suatu variabel tidak dipengaruhi atau tidak
mempengaruhi variabel lainnya.
Hubungan timbal balik artinya sebuah variabel bisa jadi sebab dan akibat untuk variabel lainnya.
Misalnya variabel “kualitas pendidikan” dengan “tingkat ekonomi generasi milenial”. Masing-masing
variabel ini bisa saling mempengaruhi satu sama lain.
Maksudnya begini, anggaplah kamu merupakan generasi milenial dengan tingkat ekonomi yang
tinggi. Nah karena hal ini, kamu lebih mudah untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang tinggi
juga.
Sebaliknya, kalau kamu datang dari keluarga dengan pendidikan yang tinggi, kamu bisa memiliki
tingkat ekonomi yang tinggi juga.
Hubungan asimetris merupakan kebalikan dari hubungan simetris, yang artinya sebuah variabel bisa
mempengaruhi variabel lainnya.
Variabel Kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang bisa kamu kendalikan dengan tujuan supaya pengaruh variabel
bebas pada variabel terikat tidak diganggu oleh faktor-faktor lain yang tidak kamu teliti.
Contohnya,
Katakanlah kamu memiliki sebuah hipotesis bahwa seseorang yang berasal dari kelas menengah ke
atas lebih bisa mentoleransi kawin campuran daripada orang dari kelas menengah ke bawah.
Nah, untuk mengetahui kebenaran hipotesis tersebut, kamu bisa menggunakan “pendidikan” atau
“pendapatan” maupun keduanya sebagai variabel kontrol. Artinya, responden dari penelitian yang
kamu lakukan akan diambil dari kelas sosial yang berbeda namun memiliki pendidikan dan
pendapatan yang sama.
Dengan metode seperti ini, kamu bisa terhindari dari hasil perhitungan atau kesimpulan yang bias.
Menetapkan prosedur kerja
1. Identifikasi masalah
2. Merumuskan masalah
3. Merumuskan hipotesis
4. Menentukan variable
5. Menetapkan prosedur kerja
6. Mengumpulkan data
7. Mengolah dan menganalisis data
8. Membuat Kesimpulan
9. Mengkomunikasikan hasil penelitian
Beberapa metode pengumpulan data antara lain:
1. Wawancara. Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap
muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. ...
2. Observasi. ...
3. Angket (kuesioner) ...
4. Studi Dokumen.
Langkah pengumpulan data akan dimulai dari menentukan informasi yang ingin dikumpulkan,
menetapkan jangka waktu, menentukan metode pengumpulan data, melakukan pengumpulan
data, dan diakhiri dengan analisis data.
Mengolah serta menganalisis data
Grafik dan tabel adalah alat yang bermanfaat dalam menyusun hingga menganalisis data.
Grafik dan tabel akan menampilkan seperti apa variabel terikat berubah menjadi respon
terhadap perubahan dari variabel bebas. Selain itu, analisis data juga bisa dilakukan dengan
program komputer.
Membuat kesimpulan
Dalam menyusun kesimpulan, detikers perlu memutuskan data yang dikumpulkan memang
mendukung hipotesis atau sebaliknya.
Mengkomunikasikan hasil penelitian
Pastinya sosialisasi hasil penelitian sangat penting dilakukan supaya hasil penelitian detikers
bisa diketahui oleh pihak lain.
Rumusan masalah wajib ada disetiap penelitian.
Mulai dari pengertian, cara membuat rumusan dan contoh rumusan masalah. Langsung saja, berikut
ulasannya.
Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli
Ternyata ada cukup banyak para ahli yang mendefinisikan rumusan masalah. Penasaran, apa saja sih
definisi para ahli terhadap rumusan masalah? Berikut ulasannya.
1. Andrew dan Hildebrad
Salah satunya menurut Andrew dan Hildebrad (1982), rumusan masalah yang baik yang dibuat
secara terencana, efektif dan memiliki karakteristik. Dirinya menyebutkan ada empat karakteristik,
yaitu masalah yang diangkat mencerminkan kebutuhan yang dirasakan.
Adapun karakteristik lain, masalah yang diambil adalah non-hipotesis, yaitu harus didasarkan pada
bukti faktual. Tidak sekedar itu, rumusan masalah yang baik mendukung hipotesis penelitian agar
dapat dilakukan pengujian. Karakteristik yang terakhir adalah, masalah yang diangkat harus relevan
dan dapat dikelola.
2. Albert Einstein
Siapa sih yang tidak tahu tokoh satu ini? pastinya sudah tahu siapa dia. Albert Einstein ternyata juga
ikut menjabarkan rumusan masalah. Menurutnya, rumusan masalah jauh lebih penting daripada
solusinya. Einstein mengungkapkan bahwasanya pengajuan rumusan masalah didasarkan pada
pertanyaan-pertanyaan baru, sehingga mendukung kemungkinan baru dan mempertimbangkan
masalah lama menjadi sesuatu yang baru yang lebih kreatif dan imajinatif.
3. Alan Byrman
Berbeda dengan pendapat Alan Byrman, rumusan masalah adalah pernyataan yang jelas terhadap
hal-hal tertentu. Dimana hal itulah yang dijadikan sebagai perhatian dan yang diberi titik fokus untuk
diteliti lebih lanjut. Tentu sifat penelitian selalu menawarkan solusi dan hal yang jelas dan luas.
4. Sugiyono
Sedangkan Sugiono memandang rumusan masalah adalah sebuah pertanyaan yang mencari sebuah
jawaban lewat pengumpulan data dan penelitian. Dimana penelitian dapat dilakukan berdasarkan
tingkat eksplanasi.
Itulah beberapa pengertian rumusan masalah menurut para ahli. Secara garis besar, rumusan
masalah memiliki peran yang cukup besar. Diantaranya membantu peneliti agar tetap melakukan
penelitian sesuai dengan koridor atau jalur penelitian. Selain itu, rumusan masalah adalah cara agar
peneliti bisa mengatasi masalah yang dihadapi selama melakukan penelitian.
Cara Membuat Rumusan Masalah yang Benar
Kamu sekarang seorang mahasiswa yang baru pertama kali melakukan penelitian dan tidak tahu cara
menulis rumusan masalah? Tenang, saya yakin semua mahasiswa akan merasakan hal yang sama.
Maka dari itu, di sub bab ini akan memuat cara membuat rumusan masalah bagi pemula, langsung
saja, berikut ulasannya.
Buat Secara Spesifik
Cara membuat rumusan masalah yang paling utama adalah membuat rumusan secara spesifik. Tidak
perlu dijabarkan secara panjang lebar. Karena justru akan menghilangkan inti yang ingin disampaikan.
Lagi pula rumusan masalah bentuknya sebuah pertanyaan, jadi cukup ditulis secara singkat padat
dan jelas.
2. Menentukan Metode Penelitian Yang Sesuai
Tentu saja Anda harus menentukan terlebih metode penelitian yang sekiranya pas dengan tema yang
Anda angkat. Membicarakan tentang metode penelitian, Anda bisa memutuskan untuk
menggunakan metode penelitian kualitatif atau kuantitatif.
3. Mencari Wawasan Teori-teori yang Mendukung Metode Penelitian yang Dipilih
Menentukan metode penelitian hal yang tidak kalah penting. Jangan sampai salah menempatkan
urutan menimbulkan salah tindakan. Kesalahan dalam bertindak akan mempengaruhi pada proses
penyelesaian penelitian. Kelebihan menentukan metode penelitian ini membantu peneliti
menentukan konsep yang pas dan cocok digunakan.
4. Kreatif Melihat Fenomena Di Sekeliling
Poin ini sebenarnya sederhana, tetapi sulit dalam prakteknya. Kecuali bagi Anda yang terbiasa
berpikir, mungkin tidak begitu kesulitan dalam membuat rumusan masalah. Sebenarnya rumusan
masalah itu banyak sekali di sekeliling kita, jika kita peka membidik.
Umumnya, kesulitan utama dalam membuat rumusan masalah karena terlalu jauh memikirkan
berpikir. Padahal penelitian bisa diambil dari kasus-kasus kecil dan sederhana yang sering dihadapi
dalam kehidupan sehari-hari.
5. Gunakan 5W + 1H
Barangkali ada yang bertanya-tanya, bagaimana membuat rumusan masalah, jika apa yang ingin
diteliti belum tahu? Jika Anda mengalami kesulitan menentukan topic atau tema penelitian. Anda
bisa menerapkan 5W + 1 H. Caranya cukup membuat pertanyaan yang menarik, sebanyak mungkin
yang Anda minati.
Misal:
Kenapa anak perempuan harus bermain boneka?
Kenapa anak laki-laki harus bermain mobil-mobilan?
Kenapa harus ada aturan antara anak perempuan dan laki-laki?
Dari pertanyaan diatas, mungkin Anda sebenarnya menemukan jawaban sementara “karena anak
perempuan lebih feminine jika bermain boneka, berlaku sebaliknya”.
Lantas muncul pertanyaan baru, apa yang terjadi jika anak perempuan bermain mobil-mobilan
(permainan anak laki-laki)? Dan apa jadinya jika anak laki-laki bermain boneka (permainan anak
perempuan)?
Nah pertanyaan yang banyak muncul, akan Anda temukan benang merah dan konflik. Kemudian dari
benang merah dan konflik yang Anda temukan, perlu pembuktian lewat penelitian. nah, itulah tema
yang bisa Anda angkat dalam sebuah penelitian.
Dalam membuat rumusan masalah, Anda perlu mengetahui ciri-ciri rumusan masalah yang baik. Ciri-
ciri rumusan masalah yang baik adalah mengarah ke topik penelitian atau permasalahan yang
dibahas tetapi rumusan masalah juga harus sesuai dengan kemampuan peneliti. Setelah
merumuskannya, kemudian rumusan masalah dibuat dalam bentuk pertanyaan yang jelas dan padat.
Begini Contoh Rumusan Masalah Terbaik
Masih ada yang merasa bingung mencari rumusan masalah? Tenang, berikut beberapa contoh
rumusan masalah yang saya ambil dari hasil penelitian.
1. Contoh Rumusan Masalah Tentang E-Commerce
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang E-commerce di atas maka bisa dirumuskan beberapa
masalah berikut ini:
Apa saja dampak positif dan negatif dari e-commerce?
Bagaimana standar teknologi yang digunakan di e-commerce?
Bagaimana perlindungan antara pembeli dan penjual?
Bagaimana dukungan e-commerce di Indonesia?
Bagaimana hubungan hukum antar pelaku e-commerce?
2. Contoh Rumusan Masalah Tentang Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang pergaulan bebas di kalangan remaja di atas maka bisa
dirumuskan beberapa masalah berikut ini:
Apa itu remaja?
Apa pengertian pergaulan bebas?
Apa itu seks bebas?
Apa faktor-faktor yang menjadi penyebab pergaulan bebas di kalangan remaja?
Apa akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas dan seks bebas?
Apa dampak hukum pergaulan bebas dan seks bebas?
Bagaimana solusi mencegah pergaulan bebas dan seks bebas?
3. Contoh Rumusan Masalah Tentang Lingkungan Kesehatan
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang lingkungan kesehatan di atas maka bisa dirumuskan
beberapa masalah berikut ini:
Apa pengertian kesehatan lingkungan?
Apa syarat lingkungan dikatakan sehat?
Bagaimana ruang lingkup kesehatan lingkungan?
Bagaimana cara memelihara kesehatan lingkungan?
Apa tujuan pemeliharaan kesehatan lingkungan?
4. Contoh Rumusan Masalah Proposal Usaha Keripik Emping
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang usaha keripik emping di atas maka bisa dirumuskan
beberapa masalah berikut ini:
Apa yang menjadi daya tarik khusus dalam bisnis kuliner keripik emping?
Bagaimana cara memperkenalkan kuliner keripik emping kepada konsumen?
Bagaimana cara mengolah keripik emping yang baik untuk menghilangkan rasa pahit?
5. Contoh Rumusan Masalah Skripsi Tentang Literasi Digital
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang pengaruh literasi digital anak SD di atas maka bisa
dirumuskan beberapa masalah berikut ini:
Seberapa besar pengaruh aspek pencarian di internet anak SD terhadap pencarian
informasi?
Seberapa besar pengaruh aspek pandu arah hypertext anak SD terhadap pencarian
informasi?
Seberapa besar pengaruh aspek evaluasi konten anak SD terhadap kemampuan pencarian
informasi?
Seberapa besar pengaruh aspek penyusunan pengetahuan anak SD terhadap pencarian
informasi?
6. Contoh tentang Makalah Strategi Pengembangan Organisasi Masyarakat
Bagaimana strategi pengembangan organisasi yang ada di dalam kehidupan masyarakat dalam upaya
optimalisasi dana desa, sehingga dana desa yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat pada
tahun 2015 bisa berjalan sebagai mestinya tanpa adanya kecurangan dan kekurangan dalam segi
pembangunan?
7. Contoh Tentang Jalan Tol
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang pengaruh jalan tol terhadap kehidupan masyarakat di
atas maka bisa dirumuskan beberapa masalah berikut ini:
Apa saja upaya yang dilakukan untuk pembangunan jalan tol di kawasan Jalan Tol Trans
Sumatera?
Apa saja hambatan dalam pembangunan jalan tol di kawasan Jalan Tol Trans Sumatera?
8. Contoh Tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Berdasarkan latar belakang penelitian tentang penelitian tindakan kelas (PTK) di atas maka bisa
dirumuskan beberapa masalah berikut ini:
Apa kemampuan yang dimiliki pengajar pelajaran Kimia untuk perlu ditingkatkan dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran?
Bagaimana PTK ini dapat membantu pelajar mengatasi masalah-masalah sains di kelas?
9. Contoh Tentang Penulisan Karya Ilmiah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana bentuk perancangan kebijakan Education Mix System?
Bagaimana implementasi dari kebijakan Education Mix System?
10. Contoh Tentang Biologi
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Senyawa apa yang bekerja di dalam daun pandan sebagai terapi antidiabetes?
Bagaimana aplikasi penerapan teknologi mikroenkapsulasi?
11. Contoh Tentang Penelitian Kuantitatif
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana perbandingan terbaik dari volume asitik hidrolisator dalam memutuskan ikatan β-
1,4 glikosidik.
Bagaimana tingkat efisiensi Minyak Hilal berdasarkan perbandingan hasil hidrolisis asitik
terhadap hasil hidrolisis enzimatik?
12. Contoh tentang Penelitian Kualitatif
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana pengaruh komposisi kitosan terhadap komposit kitosan – alginate?
Bagaimana potensi ekstrak daun kelor terhadap komposit kitosan – alginate?
13. Contoh tentang Tugas Akhir
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana desain UGAHISAN Ular Tangga Hidup Sehat ala Al Quran?
Bagaimana cara UGAHISAN Ular Tangga Hidup Sehat ala Al Quran?
14. Contoh tentang Skripsi
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apakah minyak pelumas bekas yang sering ditemukan dalam keseharian bisa diubah menjadi
bahan bakar minyak rumah tangga?
Bagaimana sistematika pengolahan minyak pelumas bekas menjadi bahan banyak minyak
rumah tangga?
15. Contoh tentang Pengaruh Pupuk pada Bibit Jagung
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana pengaruh pupuk terhadap perkembangan dan pertumbuhan dari bibit jagung?
Bagaimana kondisi bibit jagung sebelum dan sesudah diberi pupuk?
16. Contoh Tentang Kemampuan Guru Matematika
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana kemampuan guru Matematika SMPN 1 Bandung dalam memahami karakter
peserta didik?
Bagaimana kemampuan guru Matematika SMPN 1 Bandung dalam merancang
pembelajaran?
17. Contoh Tentang Pengaruh Gaji Karyawan pada Kinerja
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana pengaruh gaji terhadap kinerja karyawan di PT ABC?
Bagaimana pengaruh kondisi sosial ekonomi terhadap kinerja di PT ABC?
18. Contoh Tentang Hubungan Prestasi dengan Motivasi
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Adakah hubungan antara prestasi dengan motivasi?
Apa saja pengaruh motivasi terhadap prestasi di kampus?
19. Contoh Tentang Penelitian Narkoba
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa pengertian narkoba?
Ada berapa jenis narkoba?
Apa saja bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba?
20. Contoh Tentang Dampak Rokok bagi Remaja
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa itu rokok?
Apa bahaya rokok bagi kesehatan?
Apa yang menyebabkan remaja memutuskan merokok?
21. Contoh Tentang Cara Mengatasi Sampah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa pengertian sampah?
Apa saja jenis-jenis dari sampah?
Bagaimana perkembangan sampah di masyarakat?
Bagaimana cara mengelola sampah?
22. Contoh Tentang Bencana Banjir
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa pengertian banjir?
Apa saja yang menyebabkan banjir?
Apa dampak banjir?
Bagaimana cara mengatasi banjir?
Bagaimana cara mencegah banjir?
23. Contoh Tentang Pengamen Jalanan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa teori kemiskinan?
Apa perbedaan anak jalanan dengan anak bangsa?
Apa yang membuat orang menjadi pengamen?
Bagaimana solusi agar orang tidak menjadi pengamen?
24. Contoh tentang Tentang Pernikahan Dini
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa dampak positif dan negatif dari pernikahan dini?
Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap praktek pernikahan dini?
Kenapa peran pernikahan dini perlu dipertahankan?
Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya praktek pernikahan dini?
25. Contoh Rumusan Masalah Kegiatan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa yang dimaksud dengan kegiatan sekolah?
Apa saja dampak dan manfaat dilaksanakannya kegiatan sekolah?
Apa yang dilakukan pihak sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan sekolah?
Bagaimana cara menyelenggarakan kegiatan di sekolah agar bermanfaat?
26. Contoh Rumusan Masalah Proposal Kegiatan Pentas Seni
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa yang dimaksud dengan pentas seni?
Manfaat apa saja yang diberikan dari pentas seni?
Apa saja jenis acara untuk pagelaran pentas seni?
Bagaimana cara melaksanakan pagelaran pentas seni?
27. Contoh tentang Proposal Usaha Kuliner
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Apa itu usaha kuliner?
Apa saja dampak positif dari usaha kuliner?
Apa saja jenis usaha kuliner yang prospeknya bagus?
Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan omset penjualan?
Bagaimana cara menekan biaya produksi?
Apa saja promosi yang bisa menarik minat pembeli?
28. Contoh Rumusan Masalah untuk Prakerin (Magang)
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Kendala apa saja yang dirasakan selama menjalani prakerin?
Adakah peningkatan skill dan kemampuan yang dirasakan siswa selama mengikuti prakerin?
Apa manfaat yang didapat dari kegiatan prakerin?
Bagaimana cara menghadapi persaingan dalam dunia kerja?
29. Contoh tentang Kegiatan Study Tour di Yogyakarta
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan dan menjaga peninggalan sejarah di
Yogyakarta?
Apa saja bentuk peninggalan sejarah yang bisa dijumpai di Yogyakarta?
Bagaimana kondisi peninggalan sejarah yang terdapat di Yogyakarta?
Bagaimana tanggapan masyarakat dalam mengapresiasi peninggalan sejarah?
30. Contoh tentang Laporan PKL
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah dalam karya
tulis ini. Yaitu:
Bagaimana sistem penilaian pada SMPN 2 Bandung untuk memudahkan guru dan orang
tua?
Bagaimana cara meningkatkan sistem komputerisasi agar lebih mudah dipantau guru dan
orang tua?
Kapan waktu yang tepat melakukan sosialisasi perubahan sistem dari manual ke sistem
komputerisasi?
31. Contoh tentang Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat diambil rumusan masalah pada penelitian ini
diantaranya:
Bagaimana analisa risiko pada rantai pasok PT. Pertamina RU – VI Balongan?
Bagaimana penentuan agen risiko prioritas yang terjadi pada aktifitas rantai pasok PT.
Pertamina RU – VI Balongan?
Bagaimana penentuan prioritas mitigasi risiko dari hasil analisa risiko yang terjadi pada
rantai pasok PT. Pertamina RU – VI Balongan?
32. Contoh tentang Penelitian
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan dalam latar belakang diatas, maka rumusan masalah
laporan akhir ini, yaitu:
Bagaimana pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return On Equity (ROE) pada
Perusahaan Minyak dan Gas yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode Tahun 2013 –
2015)?
Bagaimana pengaruh Times Interest Earned Ratio (TIER) terhadap Return On Equity (ROE)
pada Perusahaan Minyak dan Gas yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode Tahun
2013 – 2015)?
Bagaimana pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) dan Times Interest Earned Ratio (TIER)
secara simultan terhadap Return On Equity (ROE) pada Perusahaan Minyak dan Gas yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode Tahun 2013 – 2015)?