0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan24 halaman

Seni Rupa - Unit 2

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di SD dengan pendekatan deep learning, berfokus pada berpendapat mengenai karya seni rupa. Peserta didik akan mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa serta teknik dasar berkarya melalui berbagai aktivitas kreatif dan reflektif. Selain itu, modul ini juga mengintegrasikan delapan dimensi profil lulusan untuk membentuk karakter siswa yang kreatif, kritis, dan peduli lingkungan.

Diunggah oleh

SDN PAGERBARANG 01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan24 halaman

Seni Rupa - Unit 2

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran seni rupa di SD dengan pendekatan deep learning, berfokus pada berpendapat mengenai karya seni rupa. Peserta didik akan mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa serta teknik dasar berkarya melalui berbagai aktivitas kreatif dan reflektif. Selain itu, modul ini juga mengintegrasikan delapan dimensi profil lulusan untuk membentuk karakter siswa yang kreatif, kritis, dan peduli lingkungan.

Diunggah oleh

SDN PAGERBARANG 01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAB 2

Berpendapat Mengenai Karya Seni Rupa


(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)

PENYUSUN
( MUHAMMAD AMIRUDIN, [Link] )
MODUL AJAR SENI RUPA

INFORMASI UMUM
IDENTITAS MODUL
Penyusun : MUHAMMAD AMIRUDIN, [Link]
Instansi : SDN PAGERBARANG 01
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A/2
Bab : Berpendapat Mengenai Karya Seni Rupa
Alokasi Waktu : 6 JP x 35 menit (3 Pertemuan)

1. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik mengenal teknik cetak stensil dengan menggunakan cetakan yang digambar sendiri atau dari
benda-benda yang terdapat di sekitarnya
2. Peserta didik mengetahui pemandangan di atas kertas lanskap atau wajah dan ekspresi/gestur orang di
atas kertas potret
3. Peserta didik mengetahui bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerahnya sendiri.

4. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan 8 Dimensi Profil
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME.
Menggunakan elemen rupa seperti garis dan warna mencerminkan rasa syukur kepada Allah atas
keindahan ciptaan-Nya, termasuk keragaman bentuk dan warna di alam semesta.
2. Kewargaan
Memanfaatkan alat dan bahan dari lingkungan sekitar melatih peserta didik menjadi warga yang
peduli terhadap sumber daya alam dan lingkungan.
3. Kreativitas
Mengeksplorasi pola dan motif melibatkan kreativitas dalam menciptakan kombinasi visual yang
unik dan menarik untuk karya seni.
4. Penalaran Kritis
Menggunakan garis pijak melibatkan kemampuan analisis untuk memahami struktur dan proporsi
dalam seni secara logis dan sistematis.
5. Kolaborasi
Aktivitas ini sering dilakukan dalam kelompok, sehingga melatih peserta didik untuk bekerja
sama, mendengarkan, dan saling bertukar ide tentang elemen rupa.
6. Kemandirian
Mengeksplorasi alat secara mandiri mencerminkan kemandirian peserta didik dalam mempelajari
dan menguasai teknik dasar seni.
7. Kesehatan
Aktivitas ini mendukung perkembangan kesehatan mental dan emosional peserta didik melalui
ekspresi seni yang menyenangkan dan menenangkan.
8. Komunikasi
Menjelaskan penggunaan alat dan bahan melatih kemampuan komunikasi verbal peserta didik
untuk menyampaikan ide dan pengalaman secara jelas dan efektif.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


1. Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
2. Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
3. Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
4. Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
5. Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
6. Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
7. Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

8. SARANA DAN PRASARANA/ALAT DAN BAHAN


1. Ruang Kelas
2. LCD Projector
3. Laptop
4. Jaringan Internet/Wifi
5. Buku Guru kelas II Seni Rupa serta sumber referensi lain
6. Alat dan Bahan
Pertemuan 1:
1. Kertas buku gambar/kardus/karton
2. Oil pastel dan gunting atau cat air/cat tempera dan spons atau kuas
Pertemuan 2:
1. Kertas
2. Pensil dan pewarna kering
Pertemuan 3:
1. Kertas
2. Pensil/pewarna
3. Penggaris

4. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus)

5. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Discovery Learning

3. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning

4. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Observasi Terbimbing, Eksplorasi Visual, Eksperimen Teknik Cetak,
Eksperimen Material Alami
Pertemuan 2: Observasi Terbimbing, Eksplorasi Imajinatif, Eksperimen Teknik
Menggambar, Kolaborasi Pasangan
Pertemuan 3: Observasi Kontekstual, Analisis Visual, Eksperimen Visual, Karya Tiga
Dimensi

KOMPETENSI INTI

1. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa (garis dan
warna) dalam sebuah karya.
2. Peserta didik mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar
yang sesuai untuk keperluan karyanya.
3. Peserta didik mampu menggunakan garis pijak (baseline) dalam gambar.
4. Peserta didik mampu mengenali dan mengekplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.
5. Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi pola dan motif sederhana (a-b-a-b).
6. Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi alat untuk membuat garis.
7. Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

2. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di
(Experiencing) sekitar/karya seni rupa.
Merefleksikan Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.
(Reflecting)
Berpikir dan Bekerja Artistik Mengenali dan menguji coba alat dan/atau bahan yang dimiliki
(Thinking and Working
Artistically)
Menciptakan (Making/Creating) Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil
pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Berdampak Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan dirinya
(Impacting)

3. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik menyadari bahwa elemen rupa seperti garis, warna, pola, dan motif merupakan dasar
penting dalam menciptakan karya seni yang memiliki makna, keindahan, dan fungsi.
Melalui pengenalan dan eksplorasi berbagai elemen rupa, peserta didik belajar untuk:
1. Mengamati dan mengidentifikasi garis dan warna sebagai unsur pembentuk visual dalam karya
seni.
2. Menggunakan alat dan bahan di sekitar secara tepat untuk mendukung proses berkarya dan
menumbuhkan sikap hemat serta bertanggung jawab.
3. Mengenali dan menggunakan garis pijak (baseline) sebagai dasar dalam menggambar benda
atau objek agar lebih terarah.
4. Mengamati dan mengeksplorasi pola/motif sederhana seperti pola a-b-a-b untuk memahami
keteraturan dan pengulangan dalam karya visual.
5. Menumbuhkan kepekaan estetis, kemampuan berpikir kreatif, serta keterampilan motorik halus
melalui praktik langsung membuat karya seni.
6. Mengekspresikan gagasan dan imajinasi pribadi dalam karya visual yang sederhana dan
bermakna.
7. Mengembangkan sikap menghargai proses dan karya sendiri maupun orang lain, sebagai bagian
dari pembelajaran seni yang menyenangkan.
Dengan memahami dan mempraktikkan unsur rupa dan teknik dasar berkarya, peserta didik akan
menjadi pribadi yang kreatif, terampil, dan memiliki rasa estetika sejak dini.

4. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
1. Apa warna-warna yang sering kamu lihat di sekitarmu? Apakah warna itu bisa digabungkan untuk membuat
warna baru?
2. Apa itu garis pijak? Apakah kamu pernah melihat garis pijak di gambar atau benda di sekitarmu?
3. Apa itu pola? Apakah kamu pernah melihat pola di sekitarmu, seperti warna atau bentuk yang berulang?
Meaningful Learning
4. Kenapa penting memilih alat yang tepat untuk berkarya?
5. Kenapa garis pijak penting dalam sebuah gambar? Bagaimana garis pijak membantu kita menggambar
lebih rapi?
6. Kenapa pola penting dalam sebuah gambar atau benda?
Joyful Learning
7. Jika kamu bisa memilih warna atau garis favoritmu untuk membuat karya, apa yang akan kamu pilih?
8. Kalau kamu bisa menggunakan garis pijak, apa yang ingin kamu gambar?
9. Kalau kamu bisa membuat pola sendiri, pola apa yang ingin kamu buat? Apakah pola itu bisa menceritakan
sesuatu?

[Link] PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, menyiapkan
lembar kerja peserta didik, dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.

3. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (2 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10
Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa menit
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
1. Mindful Learning
Apa warna-warna yang sering kamu lihat di sekitarmu? Apakah warna itu bisa
digabungkan untuk membuat warna baru?
2. Meaningful Learning
Kenapa penting memilih alat yang tepat untuk berkarya?
3. Joyful Learning
Jika kamu bisa memilih warna atau garis favoritmu untuk membuat karya, apa yang
akan kamu pilih?
Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
1. "Menurutmu, apakah semua benda di sekitar kita bisa digunakan untuk membuat karya
cetak?”
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa
saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik selama
proses pembelajaran.
Kegiatan inti 50
Eksplorasi menit
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan
Metode: Observasi Terbimbing
1. Ajak peserta didik untuk mengamati bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka. Ada
bentuk yang geometris seperti segitiga, segi empat atau lingkaran, ada bentuk organik
yaitu bentuk bentuk yang ada di alam seperti awan, pohon dan bentuk manusia atau
aneka hewan. Guru dapat mengajak peserta didik untuk menyebutkan benda di sekitar
yang memiliki bentuk geometris atau bentuk organik.
Deep Learning:
2. Mindful Learning: "Fokuslah pada setiap detail bentuk di sekitar kita. Apa yang
membuat bentuk tersebut unik?"
Diferensiasi Konten:
3. Untuk peserta didik visual: Tampilkan gambar-gambar bentuk geometris dan
organik.
4. Untuk peserta didik kinestetik: Ajak siswa langsung mempraktikkan pengamatan
benda-benda di sekitar.

Aktivitas
Sintaks 2: Identifikasi Masalah
Metode: Eksplorasi Visual
5. Peserta didik akan membuat bentuk-bentuk yang mereka inginkan dengan menggunakan
oil pastel berwarna primer. Mereka tidak perlu membuat detail bentuk karena kita akan
menggunakan outline atau garis kerangka gambarnya saja.
Deep Learning:
1. Joyful Learning: "Mari kita coba gunakan oil pastel untuk menciptakan bentuk kita
sendiri! Rasakan betapa serunya menciptakan karya dari imajinasi kita!"
2. Peserta didik akan menggunting mengikuti outline atau garis terluar bentuk yang mereka
buat. Ini berarti bentuk tersebut masih menampakkan warna oil pastel yang digunakan.
Deep Learning:
1. Meaningful Learning: "Gerakan ini tidak hanya melatih tangan, tetapi juga
mengajarkan kita untuk selalu peka terhadap bentuk di sekitar."

Sintaks 3: Pengumpulan Data


Metode: Eksperimen Teknik Cetak
2. Peserta didik meletakkan potongan bentuk tersebut di atas kertas pada posisi yang
diinginkan.
3. Satu tangan mereka akan menahan potongan kertas agar tetap pada tempatnya,
sementara mereka menggunakan ibu jari atau telunjuk tangan yang lain untuk mengusap
lembut oil pastel ke arah luar bentuk untuk mendorong minyak dari oil pastel pindah ke
kertas lain mengikuti bentuk potongan.
Diferensiasi Proses:
1. Peserta didik kinestetik: Diajak langsung mempraktikkan teknik cetak stensil.
2. Peserta didik auditori: Fokus mendengarkan instruksi guru dan musik instrumental
yang diputar.
Diferensiasi Produk:
1. Peserta didik dengan kemampuan rendah: Membuat bentuk sederhana dengan
sedikit variasi cetakan.
2. Peserta didik dengan kemampuan tinggi: Menciptakan pola kompleks dengan
kombinasi bentuk geometris dan organik.
3. Sepotong bentuk dapat digunakan lebih dari sekali, namun harus ditebalkan kembali
dengan oil pastel terlebih dahulu. Tidak disarankan untuk membuat bentuk yang sangat
tipis.
4. Peserta didik memberi nama pada pekerjaannya dan membersihkan ruang kerjanya
setelah selesai.

Kegiatan alternatif dan pengayaan


Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian
Metode: Eksperimen Material Alami
5. Peserta didik dapat menggunakan air kopi/teh/kunyit/daun pandan/ kesumba untuk
membuat karya cetak stensil. Siswa dapat membuat bentuk dari potongan kertas maupun
menggunakan daun/biji/ranting kering di sekitar mereka. Setelah siswa mengatur letak
potongan bentuk/ benda, mereka akan memerciki kertas dengan air kopi/teh/ kunyit/daun
pandan atau kesumba. Setelah kering, mereka akan mengangkat potongan bentuk/benda
tersebut.
6. Peserta didik yang memiliki akses pada cat dapat menggunakan cat dan spons atau kuas
flat untuk mewarnai area di sekitar bentuk.
Deep Learning:
1. Mindful Learning: "Perhatikan baik-baik hasil karyamu. Apa yang membuat cetakan
tersebut begitu istimewa bagi kamu?"
Penutup 15
1. Guru memberikan pertanyaan refleksi seperti contoh berikut ini: menit
1. Bisakah kamu menirukan apa yang guru lakukan?
2. Bisakah kamu membuat garis?
3. Bisakah kamu memotong kertas sesuai gambarnya?
4. Bisakah kamu menggambar bentuk di kertas yang sebelumnya diamati.
5. Guru mengaitkan pembelajaran dengan Dimensi Profil Lulusan:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Menanamkan nilai-nilai kebanggaan terhadap ciptaan Tuhan yang menghasilkan
keindahan bentuk.
2. Kewargaan
Memahami pentingnya kerja sama dalam tim saat berdiskusi dan berbagi pengalaman
belajar.
3. Penalaran Kritis
Menganalisis manfaat memahami bentuk dalam kehidupan sehari-hari, seperti
meningkatkan keterampilan artistik.
4. Kreativitas
Menggunakan metode kreatif untuk menciptakan karya cetak menggunakan bentuk
geometris dan organik.
5. Kolaborasi
Bekerja sama dalam kelompok saat melakukan aktivitas eksplorasi bentuk.
6. Komunikasi
Berlatih menyampaikan pendapat dan kesimpulan secara lisan dan tertulis.
7. Guru menutup pembelajaran, dan mengucapkan syukur bersama sisa dan meminta salah
satu sisa untuk memimpin doa selesai belajar.

Pertemuan kedua (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10
Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa menit
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
4. Mindful Learning
Apa itu garis pijak? Apakah kamu pernah melihat garis pijak di gambar atau benda di
sekitarmu?
5. Meaningful Learning
Kenapa garis pijak penting dalam sebuah gambar? Bagaimana garis pijak membantu
kita menggambar lebih rapi?
6. Joyful Learning
Kalau kamu bisa menggunakan garis pijak, apa yang ingin kamu gambar?
Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
1. "Menurutmu, apakah setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menggambarkan
pemandangan atau wajah?
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa
saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Eksplorasi 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan menit
Metode: Observasi Terbimbing
1. Ajak peserta didik mengamati kertas atau buku gambar mereka. Ingatkan mereka pada
pelajaran sebelumnya mengenai garis vertikal (tegak lurus) dan horizontal (mendatar).
Tanyakan kepada siswa mengenai arah kertas/buku gambar mereka, apakah termasuk
ke dalam arah vertikal atau horizontal.
Deep Learning:
2. Mindful Learning: "Fokuslah pada setiap detail arah kertas. Apa yang membuat
lanskap dan potret berbeda satu sama lain?"
Diferensiasi Konten:
3. Untuk peserta didik visual: Tampilkan contoh gambar lanskap dan potret.
4. Untuk peserta didik kinestetik: Ajak siswa langsung mempraktikkan pengamatan
arah kertas.
5. Perkenalkan peserta didik pada istilah lanskap (arah kertas horizontal) yang biasa
digunakan untuk menggambarkan pemandangan/suasana dan potret (arah kertas
vertikal) yang biasa digunakan untuk menggambar potret atau wajah manusia.
Deep Learning:
1. Joyful Learning: "Mari kita coba gunakan kertas ini untuk menciptakan karya seni kita
sendiri! Rasakan betapa serunya menggambarkan dunia di sekitar kita!"

Sintaks 2: Identifikasi Masalah


Metode: Eksplorasi Imajinatif
2. peserta didik dibebaskan memilih untuk menggambar/melukis pemandangan di atas
kertas lanskap atau menggambar/melukis wajah/gerak tubuh manusia di atas kertas
potret atau keduanya dapat dilakukan dalam waktu yang terpisah.
Deep Learning:
1. Meaningful Learning: "Gerakan ini tidak hanya melatih mata, tetapi juga
mengajarkan kita untuk selalu peka terhadap keindahan alam dan manusia."

Aktivitas pertemuan I
Sintaks 3: Pengumpulan Data
Metode: Eksperimen Teknik Menggambar
1. Jika hanya akan dilakukan satu kali pertemuan maka peserta didik memilih untuk
menggambar/melukis pemandangan di atas kertas lanskap atau menggambar/melukis
wajah/gerak tubuh manusia di atas kertas potret. Jika dilakukan dua kali pertemuan, maka
dapat dimulai dari salah satu gambar terlebih dahulu.
2. Bagi peserta didik yang memilih menggambar pemandangan/ suasana, ajak mereka
untuk mulai dengan mengamati suasana di sekeliling. Pemandangan tidak selalu berarti
menggambarkan gunung dengan sawah dan matahari. Guru dapat memantik dengan
pertanyaan, “Apa waktu yang paling menyenangkan bagimu? Ingat kembali suasananya.
Di mana itu? Ada siapa saja di sana? Apa yang terjadi? Bagaimana perasaanmu? Apa
warna yang terdapat di sana? Dapatkah kamu menggambarkan kembali hal yang paling
menyenangkan bagimu tersebut?”
3. Ajak peserta didik untuk memberikan garis pijak pada gambar mereka agar gambar tidak
terlihat mengambang.
Diferensiasi Proses:
1. Peserta didik kinestetik: Diajak langsung mempraktikkan teknik menggambar.
2. Peserta didik auditori: Fokus mendengarkan instruksi guru dan musik instrumental
yang diputar.
Diferensiasi Produk:
1. Peserta didik dengan kemampuan rendah: Membuat gambar sederhana dengan
sedikit detail.
2. Peserta didik dengan kemampuan tinggi: Menciptakan gambar dengan detail
kompleks.
3. Peserta didik menuliskan namanya pada pekerjaan mereka dan membersihkan ruang
kerja mereka.

Aktivitas pertemuan II
Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian
Metode: Kolaborasi Pasangan
1. Jika kegiatan dibagi dalam dua kali pertemuan, salah satunya adalah menggambar wajah.
Ajak peserta didik untuk bekerja berpasangan dengan teman yang mereka pilih.
2. Peserta didik akan saling menggambarkan wajah rekan kerja mereka masing-masing.
Ajak peserta didik untuk mengamati lebih dalam wajah rekan kerja mereka masing-
masing. Guru dapat memantik mereka dengan nilai-nilai kemanusiaan, “Coba amati wajah
temanmu. Bagaimana bentuknya? Apa persamaan wajah kalian? Apa perbedaannya?
Lihat bagaimana Tuhan menciptakan kalian sama baiknya dan sempurnanya meskipun
mungkin kalian berbeda penampilan dan warna kulit. Ayo kita saling menggambarkan diri
masing-masing. Tidak harus sempurna mirip sungguhan, tapi mari kita usahakan yang
terbaik.”
3. Ajak peserta didik untuk memberikan garis pijak di latar belakang gambar. Mereka boleh
menambahkan detail lain seperti pohon, bangunan, kendaraan atau pemandangan di
sana.
Deep Learning:
1. Mindful Learning: "Perhatikan baik-baik hasil karyamu. Apa yang membuat gambar
tersebut begitu istimewa bagi kamu?"
2. Peserta didik menuliskan namanya pada pekerjaan mereka dan membersihkan ruang
kerja mereka.
Penutup 10
1. Peserta didik menyimpulkan hasil gambar. menit
2. Guru mengaitkan pembelajaran dengan Dimensi Profil Lulusan
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menanamkan nilai-nilai
kebanggaan terhadap ciptaan Tuhan yang menghasilkan keindahan alam dan
manusia.
2. Kewargaan: Memahami pentingnya kerja sama dalam tim saat berdiskusi dan
berbagi pengalaman belajar.
3. Penalaran Kritis: Menganalisis manfaat memahami teknik lanskap dan potret dalam
kehidupan sehari-hari, seperti meningkatkan keterampilan artistik.
4. Kreativitas: Menggunakan metode kreatif untuk menciptakan karya seni
menggunakan teknik lanskap dan potret.
5. Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok saat melakukan aktivitas menggambar
wajah teman.
6. Komunikasi: Berlatih menyampaikan pendapat dan kesimpulan secara lisan dan
tertulis.
7. Guru memberikan pertanyaan seperti contoh berikut ini:
1. Darimana kamu menemukan ide lukisan itu?
2. Apa maksud lukisan itu?
3. Guru menginstruksikan untuk mengerjakan lembar kerja peserta didik.
4. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Ketiga (2 JP x 35 menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa menit
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
1. Mindful Learning
Apa itu pola? Apakah kamu pernah melihat pola di sekitarmu, seperti warna atau
bentuk yang berulang?
2. Meaningful Learning
Kenapa pola penting dalam sebuah gambar atau benda?
3. Joyful Learning
Kalau kamu bisa membuat pola sendiri, pola apa yang ingin kamu buat? Apakah
pola itu bisa menceritakan sesuatu?
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
1. “Adakah di antara kalian yang tahu apa itu pola dalam seni? Coba sebutkan
contohnya!"
2. "Menurutmu, apakah semua pola memiliki makna tertentu?”
3. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan
apa saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik
selama proses pembelajaran.
Kegiatan inti 55 menit
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan
Metode: Observasi Kontekstual
1. Carilah motif tradisional yang sederhana dari daerah anda. Motif ini biasanya terdapat
pada kain atau ukiran tradisional daerah. Jika diperlukan atau memungkinkan, guru
dapat membawa contoh kain tradisional yang dimiliki.
Deep Learning:
1. Mindful Learning: "Fokuslah pada setiap detail pola yang ada pada kain tradisional.
Apa yang membuat pola tersebut begitu istimewa?"
Diferensiasi Konten:
2. Untuk peserta didik visual: Tampilkan gambar-gambar motif tradisional.
3. Untuk peserta didik kinestetik: Ajak siswa langsung mempraktikkan pengamatan
kain tradisional.
4. Guru dapat memulai kegiatan dengan permainan yang berhubungan dengan pola lantai
atau pola bunyi tepuk tangan (misalnya tepuk keras-lembut-lembut-keras atau tepuk
keras-lembut-keras-lembut). Setelah peserta didik memahami pola tepuk, guru mengajak
siswa untuk bersama-sama mengamati motif (gambar utama) pada kain tradisional dari
daerah anda masing-masing. Kemudian, ajak mereka untuk mengamati pola atau
perulangan bentuk yang terdapat pada kain tradisional tersebut.
Deep Learning:
1. Joyful Learning: "Mari kita coba temukan pola di sekitar kita! Rasakan betapa
serunya mengamati dan menciptakan pola!"

Sintaks 2: Identifikasi Masalah


Metode: Analisis Visual
1. Peserta didik diajak untuk melihat bentuk garis dan bentuk geometris yang dominan
pada sebuah pola. Misalnya lingkaran, segitiga atau bentuk berundak pada sebuah kain
tradisional daerah setempat yang dipilih.
Deep Learning:
2. Meaningful Learning: "Gerakan ini tidak hanya melatih mata, tetapi juga
mengajarkan kita untuk selalu peka terhadap budaya dan warisan nenek moyang
kita”

Sintaks 3: Pengumpulan Data


Metode: Eksperimen Visual
3. Peserta didik mencoba membuat bentuk dasar sebuah pola dengan bantuan grid
dengan bimbingan guru.
4. Peserta didik mengulang bentuk tersebut di bagian samping, atas, atau bawah bentuk
sebelumnya.
Diferensiasi Proses:
5. Peserta didik kinestetik: Diajak langsung mempraktikkan teknik menggambar pola.
6. Peserta didik auditori: Fokus mendengarkan instruksi guru dan musik instrumental
yang diputar.
Diferensiasi Produk:
7. Peserta didik dengan kemampuan rendah: Membuat pola sederhana dengan
sedikit variasi.
8. Peserta didik dengan kemampuan tinggi: Menciptakan pola kompleks dengan
kombinasi bentuk geometris.
9. Peserta didik mewarnai karyanya dengan warna yang disukai dan menuliskan nama dan
kelas pada karyanya.
10. Peserta didik membersihkan ruang kerjanya.

Kegiatan alternatif dan pengayaan


Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian
Metode: Karya Tiga Dimensi
1. Selain mengganbar dan mewarnai, peserta didik juga dapat menggunting dan menempel
motif dasar kain tradisional yang dipilih dengan menggunakan ketersediaan bahan,
misalnya dengan menggunakan pasir, biji-bijian, dan papan atau membuat motif kawung
dengan menyusun daun yang memiliki ukuran serupa. Guru dapat melakukan penilaian
langsung untuk proses dan hasilnya.
2. Untuk pengayaan, peserta didik dapat menggunakan mix media, seperti selotip warna
untuk membuat garis lurus, digabung dengan spidol atau cat untuk membuat detail yang
lebih kecil.
Deep Learning:
1. Mindful Learning: "Perhatikan baik-baik hasil karyamu. Apa yang membuat pola
tersebut begitu istimewa bagi kamu?"
Penutup 15
1. Guru memberikan pertanyaan seperti contoh berikut ini: menit
1. Pola apa yang kamu gambar?
2. Apa pola yang paling banyak dalam motif tradisional tersebut?
3. Guru menginstruksikan untuk mengerjakan lembar kerja peserta didik.
4. Guru mengaitkan pembelajaran dengan Dimensi Profil Lulusan:
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menanamkan nilai-nilai
kebanggaan terhadap ciptaan Tuhan yang menghasilkan keindahan pola dalam
budaya.
2. Kewargaan: Memahami pentingnya melestarikan budaya lokal melalui seni dan pola
tradisional.
3. Penalaran Kritis: Menganalisis manfaat memahami pola dalam kehidupan sehari-
hari, seperti meningkatkan keterampilan artistik dan logika.
4. Kreativitas: Menggunakan metode kreatif untuk menciptakan pola menggunakan
motif tradisional.
5. Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok saat melakukan aktivitas eksplorasi pola.
6. Komunikasi: Berlatih menyampaikan pendapat dan kesimpulan secara lisan dan
tertulis.
7. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam

8. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen

Pertanyaan pemantik tersebut di atas.


1. Diagnostik
Tanya jawab sebagai tindak lanjut.

2. Formatif Observasi, Performa, dan Pengerjaan Proyek

3. Sumatif Tertulis (pilihan ganda)

4. PENGAYAAN DAN REMIDIAL


1. Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru
memberikan kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya
terhadap materi yang telah dipelajari.
2. Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan materi
dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk
memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.

1. REFLEKSI GURU
No Pertanyaan Jawaban
Adakah sesuatu yang menarik selama
pembelajaran sehingga peserta didik dapat
1.
belajar dengan baik di kelas? Jika ada,
jelaskan!
Adakah sesuatu yang tidak menarik selama
pembelajaran sehingga peserta didik tidak
2.
dapat belajar dengan baik di kelas? Jika ada,
jelaskan!
Apa yang Sahabat Guru sukai dari kegiatan
3.
pembelajaran pada unit ini? Jika ada, jelaskan!
Apakah langkah-langkah pembelajaran dalam
unit ini sesuai dengan karakter sekolah dan
peserta didik Sahabat Guru? Jika tidak,
4.
jelaskan langkah yang ideal sesuai dengan
karakter sekolah dan peserta didik Sahabat
Guru!
Apa yang ingin Sahabat Guru ubah untuk
5. meningkatkan atau memperbaiki pelaksanaan
maupun hasil pembelajaran?
Dengan pengetahuan yang Sahabat Guru
dapat atau miliki sekarang, apa yang akan
6.
Sahabat Guru lakukan jika harus mengajar
kegiatan yang sama di kemudian hari?
Apa dan bagian mana yang ingin Sahabat
7. Guru gali lebih dalam? Mengapa? Apa yang
akan Sahabat Guru lakukan?
Sebutkan satu hal yang bisa Sahabat Guru
8. pelajari mengenai proses mengajar pada unit
ini!
Langkah keberapakah yang paling berkesan
9.
bagi Sahabat Guru? Mengapa?
Pada langkah keberapa siswa paling belajar
10.
banyak?
Pada momen apa siswa menemui kesulitan
saat mengerjakan tugas akhir mereka?
11. Bagaimana mereka mengatasi masalah
tersebut dan apa peran Sahabat Guru pada
saat itu?
Apakah pembelajaran berlangsung dengan
12.
baik? Apa buktinya?
Bagian mana yang masih perlu diperbaiki dari
13.
pengajaran Sahabat Guru?
Jelaskan pengetahuan, keterampilan, dan
14. sikap yang paling dominan dipelajari peserta
didik pada unit ini!

Pagerbarang, 14 Juli 2025


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru kelas 2

Eni Sumaryati, [Link]. Muhammad Amirudin, [Link].


NIP. 196606271992032008 NIP. 199005182025211089
LAMPIRAN
1. PENILAIAN DIAGNOSTIK
1. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal meliputi
kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama belajar di rumah,
kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?
2. Apakah ada yang sakit hari ini?
3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?
4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?
5. Apakah anak-anak sudah makan?
6. Apakah tadi malam sudah belajar?

7. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
1. Apa warna-warna yang sering kamu lihat di sekitarmu? Apakah warna itu bisa digabungkan
untuk membuat warna baru?
2. Apa itu garis pijak? Apakah kamu pernah melihat garis pijak di gambar atau benda di
sekitarmu?
3. Apa itu pola? Apakah kamu pernah melihat pola di sekitarmu, seperti warna atau bentuk
yang berulang?
4. Kenapa penting memilih alat yang tepat untuk berkarya?
5. Kenapa garis pijak penting dalam sebuah gambar? Bagaimana garis pijak membantu kita
menggambar lebih rapi?
6. Kenapa pola penting dalam sebuah gambar atau benda?
7. Jika kamu bisa memilih warna atau garis favoritmu untuk membuat karya, apa yang akan
kamu pilih?
8. Kalau kamu bisa menggunakan garis pijak, apa yang ingin kamu gambar?
9. Kalau kamu bisa membuat pola sendiri, pola apa yang ingin kamu buat? Apakah pola itu
bisa menceritakan sesuatu?

1. PENILAIAN FORMATIF
1. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Penilaian sikap mencakup empat hal sebagai berikut.

1. Peserta didik berani mencoba praktik di depan umum dengan penuh percaya diri.
2. Peserta didik mampu bekerja sama yang ditandai dengan menerima tugas dan peran yang
diberikan dalam kelompok.
3. Peserta didik memiliki kesadaran akan perbedaan pikiran, perasaan, motif, dan tindakan orang di
sekitarnya.
4. Peserta didik mampu mengekspresikan pikiran, ide, dan perasaan serta menggabungkan
berbagai gagasan dalam kelompok menjadi ide atau gagasan imajinatif yang bermakna.

Nama Kriteria Kriteria Kriteria Kriteria


Nilai
No Peserta Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian
Akhir
didik No.1 No.2 No.3 No. 4
1. Bagas
2. Iko
3. Riska
Dst.
Rubrik penilaian sikap
1. = 0 - 50
2. = 51 - 70
3. = 71 – 85
4. = 85 – 100

5. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan


Penilaian keterampilan bisa digunakan Sahabat Guru untuk merekam hasil belajar peserta didik dalam
tiga kategori, yaitu sebagai berikut.
1) Mulai berkembang : 50-74
2) Berkembang : 75-94
3) Melebihi ekspektasi : 95–100
Aspek yang Dinilai
No Nama Peserta didik Keterangan
Menggambar Mewarnai
1. Bagas
2. Riska
3. Iko
4.

1. PENILAIAN SUMATIF
1. Berikut ini merupakan alat untuk menggambar, kecuali ….
1. Pensil warna 2. Kertas gambar

3. Spidol 4. Gunting

1. Alat yang digunakan untuk mewarnai gambar adalah ....


1. Penggaris 2. Krayon

3. Spons 4. Bolpoint

1. Perhatikan gambar berikut!

Warna yang dominan pada gambar pemandangan di atas adalah ….


1. Hijau 2. Biru

3. Merah 4. Putih

1. Perhatikan gambar berikut!

1. Gambar 2. Suara

3. Gerakan 4. Garis
1. Perhatikan gambar garis berikut!

Posisi garis di atas adalah ….


1. Berkelok 2. Tegak lurus

3. Miring 4. Mendatar

1. Garis mendatar disebut garis ….


1. Diagonal 2. Vertikal

3. Tak beraturan 4. Horizontal

1. Warna primer disebut juga ….


1. Warna dasar 2. Warna tersier

3. Warna sekunder 4. Warna-warni

1. Warna kuning termasuk jenis warna ….


1. Warna campuran 2. Warna tersier

3. Warna sekunder 4. Warna primer

1. Menggambar sesuatu dengan menggunakan cetakan disebut dengan teknik ….


1. Mengarsir 2. Mencetak

3. Membatik 4. Membutsir

1. Berikut ini yang merupakan hasil gambar cetak kelereng adalah ….

1. 2.

3. 4.
1. Bagian tubuhmu yang sering digunakan untuk menggambar dengan mencetak adalah ….
1. Kaki 2. Wajah

3. Telapak tangan 4. Hidung

1. Perhatikan gambar berikut!

Untuk membuat gambar cetak di atas diperlukan ….


1. Kertas gambar, cat air, dan telapak
2. Kertas gambar, spidol, dan plastik
tangan
3. Cat air, plastik, dan kelereng 4. Kelereng, kuas, dan sedotan

1. Arah kertas dengan vertikal disebut ….


1. Zig-zag 2. Potret

3. Diagonal 4. Lanskap

1. Posisi gambar dalam kondisi lanskap disebut juga gambar dengan posisi ….
1. Horizontal 2. Vertikal

3. Relief 4. Aquarel

1. Di bawah ini yang merupakan lukisan dengan posisi lanskap adalah ….

1. 2.

4.
3.
1. Perhatikan lukisan berikut!

Lukisan di atas merupakan lukisan dengan posisi ….


1. Lanskap 2. Miring

3. Potret 4. Diagonal

1. Berikut ini merupakan beberapa bentuk geometris, kecuali ….

1. 2.

3. 4.
1. Di bawah ini termasuk jenis bentuk garis dalam seni rupa, kecuali ….

1. 2.
3.
4.
1. Berikut contoh ragam hias geometris adalah ….

2.
1.

3. 4.
1. Perhatikan gambar berikut!

Bentuk yang tidak ada di dalam gambar di atas adalah ….


1. Lingkaran 2. Persegi

3. Segi lima 4. Segitiga


1. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD I
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

1. Tujuan
Peserta didik mampu membuat karya dengan menggunakan teknik cetak stensil dengan menggunakan cetakan
yang digambar sendiri atau dari benda-benda yang terdapat di sekitarnya dengan benar.

2. Alat dan Bahan


1. Cetakan
2. Pewarna
3. Gunting
4. Spidol
*dapat menyesuaikan kebutuhan pesderta didik

5. Instruksi Kerja
Peserta didik membuat karya dengan menggunakan teknik cetak stensil dengan menggunakan cetakan yang
digambar sendiri atau dari benda benda yang terdapat di sekitarnya.

LKPD II
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
[Link] :

1. Tujuan
Peserta didik mampu menggambarkan pemandangan di atas kertas lanskap atau wajah dan ekspresi/gestur
orang di atas kertas potret dengan benar.

2. Alat dan Bahan


1. Kertas HVS
2. Alat tulis
3. Crayon/Pensil warna/Spidol
*dapat menyesuaikan kebutuhan peserta didik

1. Instruksi Kerja
1. Buatlah sebuah bentuk wajah di kertas gambarmu. Gunakan bentuk mata, hidung dan mulut yang tersedia
pada lembaran ini. Lengkapi bentuk wajah yang kamu buat.
2. Gunakan gunting dengan berhati-hati. Gunakan lem secukupnya pada garis terluar bentuk yang kamu
gunting.
LKPD III
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

1. Tujuan
Peserta didik mampu mengamati bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerah masing-masing dengan
benar.

2. Alat dan Bahan


1. Alat tulis
2. Crayon/Pensil warna
3. Buku gambar
*dapat menyesuaikan kebutuhan peserta didik

4. Instruksi Kerja
1. Peserta didik mengamati bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerah masing-masing. Dengan
inspirasi tersebut, mereka kemudian menggambarkan pola mereka sedniri atau pola yang mereka
tangkap.

2. Buatlah pola yang kamu kehendaki dengan menggunakan bantuan grid berikut ini.\
2. BAHAN BACAAN

3. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Geometris Berhubungan dengan geometrs
2. Karya Hasil perbuatan; buatan; ciptaan
3. Lanskap Arah kertas horizontal
4. Melukis Membuat gambar dengan menggunakan pensil, pulpen,
kuas, dan sebagainya, baik dengan warna maupun tidak
5. Menggambar Membuat gambar; melukis
6. Pemandangan Keadaan alam yang indah dipandang
7. Pola Gambar yang dipakai untuk contoh batik
8. Potret Gambar yang dibuat dengan kamera; foto; gambaran,
lukisan (dalam bentuk paparan)
9. .....................

1. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis Publication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis Publication Inc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth. New York: Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art Program for
Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: Northeast
Foundation for Children.

Anda mungkin juga menyukai