Seni Rupa - Unit 2
Seni Rupa - Unit 2
PENYUSUN
( MUHAMMAD AMIRUDIN, [Link] )
MODUL AJAR SENI RUPA
INFORMASI UMUM
IDENTITAS MODUL
Penyusun : MUHAMMAD AMIRUDIN, [Link]
Instansi : SDN PAGERBARANG 01
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A/2
Bab : Berpendapat Mengenai Karya Seni Rupa
Alokasi Waktu : 6 JP x 35 menit (3 Pertemuan)
1. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik mengenal teknik cetak stensil dengan menggunakan cetakan yang digambar sendiri atau dari
benda-benda yang terdapat di sekitarnya
2. Peserta didik mengetahui pemandangan di atas kertas lanskap atau wajah dan ekspresi/gestur orang di
atas kertas potret
3. Peserta didik mengetahui bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerahnya sendiri.
5. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Discovery Learning
3. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning
4. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Observasi Terbimbing, Eksplorasi Visual, Eksperimen Teknik Cetak,
Eksperimen Material Alami
Pertemuan 2: Observasi Terbimbing, Eksplorasi Imajinatif, Eksperimen Teknik
Menggambar, Kolaborasi Pasangan
Pertemuan 3: Observasi Kontekstual, Analisis Visual, Eksperimen Visual, Karya Tiga
Dimensi
KOMPETENSI INTI
1. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa (garis dan
warna) dalam sebuah karya.
2. Peserta didik mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar
yang sesuai untuk keperluan karyanya.
3. Peserta didik mampu menggunakan garis pijak (baseline) dalam gambar.
4. Peserta didik mampu mengenali dan mengekplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.
5. Peserta didik mampu mengenali dan mengeksplorasi pola dan motif sederhana (a-b-a-b).
6. Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi alat untuk membuat garis.
7. Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di
(Experiencing) sekitar/karya seni rupa.
Merefleksikan Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.
(Reflecting)
Berpikir dan Bekerja Artistik Mengenali dan menguji coba alat dan/atau bahan yang dimiliki
(Thinking and Working
Artistically)
Menciptakan (Making/Creating) Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil
pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Berdampak Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan dirinya
(Impacting)
3. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik menyadari bahwa elemen rupa seperti garis, warna, pola, dan motif merupakan dasar
penting dalam menciptakan karya seni yang memiliki makna, keindahan, dan fungsi.
Melalui pengenalan dan eksplorasi berbagai elemen rupa, peserta didik belajar untuk:
1. Mengamati dan mengidentifikasi garis dan warna sebagai unsur pembentuk visual dalam karya
seni.
2. Menggunakan alat dan bahan di sekitar secara tepat untuk mendukung proses berkarya dan
menumbuhkan sikap hemat serta bertanggung jawab.
3. Mengenali dan menggunakan garis pijak (baseline) sebagai dasar dalam menggambar benda
atau objek agar lebih terarah.
4. Mengamati dan mengeksplorasi pola/motif sederhana seperti pola a-b-a-b untuk memahami
keteraturan dan pengulangan dalam karya visual.
5. Menumbuhkan kepekaan estetis, kemampuan berpikir kreatif, serta keterampilan motorik halus
melalui praktik langsung membuat karya seni.
6. Mengekspresikan gagasan dan imajinasi pribadi dalam karya visual yang sederhana dan
bermakna.
7. Mengembangkan sikap menghargai proses dan karya sendiri maupun orang lain, sebagai bagian
dari pembelajaran seni yang menyenangkan.
Dengan memahami dan mempraktikkan unsur rupa dan teknik dasar berkarya, peserta didik akan
menjadi pribadi yang kreatif, terampil, dan memiliki rasa estetika sejak dini.
4. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
1. Apa warna-warna yang sering kamu lihat di sekitarmu? Apakah warna itu bisa digabungkan untuk membuat
warna baru?
2. Apa itu garis pijak? Apakah kamu pernah melihat garis pijak di gambar atau benda di sekitarmu?
3. Apa itu pola? Apakah kamu pernah melihat pola di sekitarmu, seperti warna atau bentuk yang berulang?
Meaningful Learning
4. Kenapa penting memilih alat yang tepat untuk berkarya?
5. Kenapa garis pijak penting dalam sebuah gambar? Bagaimana garis pijak membantu kita menggambar
lebih rapi?
6. Kenapa pola penting dalam sebuah gambar atau benda?
Joyful Learning
7. Jika kamu bisa memilih warna atau garis favoritmu untuk membuat karya, apa yang akan kamu pilih?
8. Kalau kamu bisa menggunakan garis pijak, apa yang ingin kamu gambar?
9. Kalau kamu bisa membuat pola sendiri, pola apa yang ingin kamu buat? Apakah pola itu bisa menceritakan
sesuatu?
[Link] PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia, menyiapkan
lembar kerja peserta didik, dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan bahan yang
dibutuhkan.
3. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (2 JP x 35 menit)
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan 10
Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa menit
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
1. Mindful Learning
Apa warna-warna yang sering kamu lihat di sekitarmu? Apakah warna itu bisa
digabungkan untuk membuat warna baru?
2. Meaningful Learning
Kenapa penting memilih alat yang tepat untuk berkarya?
3. Joyful Learning
Jika kamu bisa memilih warna atau garis favoritmu untuk membuat karya, apa yang
akan kamu pilih?
Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan
apersepsi dengan bertanya kepada peserta didik:
1. "Menurutmu, apakah semua benda di sekitar kita bisa digunakan untuk membuat karya
cetak?”
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa
saja yang akan dilakukan serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik selama
proses pembelajaran.
Kegiatan inti 50
Eksplorasi menit
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan
Metode: Observasi Terbimbing
1. Ajak peserta didik untuk mengamati bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka. Ada
bentuk yang geometris seperti segitiga, segi empat atau lingkaran, ada bentuk organik
yaitu bentuk bentuk yang ada di alam seperti awan, pohon dan bentuk manusia atau
aneka hewan. Guru dapat mengajak peserta didik untuk menyebutkan benda di sekitar
yang memiliki bentuk geometris atau bentuk organik.
Deep Learning:
2. Mindful Learning: "Fokuslah pada setiap detail bentuk di sekitar kita. Apa yang
membuat bentuk tersebut unik?"
Diferensiasi Konten:
3. Untuk peserta didik visual: Tampilkan gambar-gambar bentuk geometris dan
organik.
4. Untuk peserta didik kinestetik: Ajak siswa langsung mempraktikkan pengamatan
benda-benda di sekitar.
Aktivitas
Sintaks 2: Identifikasi Masalah
Metode: Eksplorasi Visual
5. Peserta didik akan membuat bentuk-bentuk yang mereka inginkan dengan menggunakan
oil pastel berwarna primer. Mereka tidak perlu membuat detail bentuk karena kita akan
menggunakan outline atau garis kerangka gambarnya saja.
Deep Learning:
1. Joyful Learning: "Mari kita coba gunakan oil pastel untuk menciptakan bentuk kita
sendiri! Rasakan betapa serunya menciptakan karya dari imajinasi kita!"
2. Peserta didik akan menggunting mengikuti outline atau garis terluar bentuk yang mereka
buat. Ini berarti bentuk tersebut masih menampakkan warna oil pastel yang digunakan.
Deep Learning:
1. Meaningful Learning: "Gerakan ini tidak hanya melatih tangan, tetapi juga
mengajarkan kita untuk selalu peka terhadap bentuk di sekitar."
Aktivitas pertemuan I
Sintaks 3: Pengumpulan Data
Metode: Eksperimen Teknik Menggambar
1. Jika hanya akan dilakukan satu kali pertemuan maka peserta didik memilih untuk
menggambar/melukis pemandangan di atas kertas lanskap atau menggambar/melukis
wajah/gerak tubuh manusia di atas kertas potret. Jika dilakukan dua kali pertemuan, maka
dapat dimulai dari salah satu gambar terlebih dahulu.
2. Bagi peserta didik yang memilih menggambar pemandangan/ suasana, ajak mereka
untuk mulai dengan mengamati suasana di sekeliling. Pemandangan tidak selalu berarti
menggambarkan gunung dengan sawah dan matahari. Guru dapat memantik dengan
pertanyaan, “Apa waktu yang paling menyenangkan bagimu? Ingat kembali suasananya.
Di mana itu? Ada siapa saja di sana? Apa yang terjadi? Bagaimana perasaanmu? Apa
warna yang terdapat di sana? Dapatkah kamu menggambarkan kembali hal yang paling
menyenangkan bagimu tersebut?”
3. Ajak peserta didik untuk memberikan garis pijak pada gambar mereka agar gambar tidak
terlihat mengambang.
Diferensiasi Proses:
1. Peserta didik kinestetik: Diajak langsung mempraktikkan teknik menggambar.
2. Peserta didik auditori: Fokus mendengarkan instruksi guru dan musik instrumental
yang diputar.
Diferensiasi Produk:
1. Peserta didik dengan kemampuan rendah: Membuat gambar sederhana dengan
sedikit detail.
2. Peserta didik dengan kemampuan tinggi: Menciptakan gambar dengan detail
kompleks.
3. Peserta didik menuliskan namanya pada pekerjaan mereka dan membersihkan ruang
kerja mereka.
Aktivitas pertemuan II
Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian
Metode: Kolaborasi Pasangan
1. Jika kegiatan dibagi dalam dua kali pertemuan, salah satunya adalah menggambar wajah.
Ajak peserta didik untuk bekerja berpasangan dengan teman yang mereka pilih.
2. Peserta didik akan saling menggambarkan wajah rekan kerja mereka masing-masing.
Ajak peserta didik untuk mengamati lebih dalam wajah rekan kerja mereka masing-
masing. Guru dapat memantik mereka dengan nilai-nilai kemanusiaan, “Coba amati wajah
temanmu. Bagaimana bentuknya? Apa persamaan wajah kalian? Apa perbedaannya?
Lihat bagaimana Tuhan menciptakan kalian sama baiknya dan sempurnanya meskipun
mungkin kalian berbeda penampilan dan warna kulit. Ayo kita saling menggambarkan diri
masing-masing. Tidak harus sempurna mirip sungguhan, tapi mari kita usahakan yang
terbaik.”
3. Ajak peserta didik untuk memberikan garis pijak di latar belakang gambar. Mereka boleh
menambahkan detail lain seperti pohon, bangunan, kendaraan atau pemandangan di
sana.
Deep Learning:
1. Mindful Learning: "Perhatikan baik-baik hasil karyamu. Apa yang membuat gambar
tersebut begitu istimewa bagi kamu?"
2. Peserta didik menuliskan namanya pada pekerjaan mereka dan membersihkan ruang
kerja mereka.
Penutup 10
1. Peserta didik menyimpulkan hasil gambar. menit
2. Guru mengaitkan pembelajaran dengan Dimensi Profil Lulusan
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menanamkan nilai-nilai
kebanggaan terhadap ciptaan Tuhan yang menghasilkan keindahan alam dan
manusia.
2. Kewargaan: Memahami pentingnya kerja sama dalam tim saat berdiskusi dan
berbagi pengalaman belajar.
3. Penalaran Kritis: Menganalisis manfaat memahami teknik lanskap dan potret dalam
kehidupan sehari-hari, seperti meningkatkan keterampilan artistik.
4. Kreativitas: Menggunakan metode kreatif untuk menciptakan karya seni
menggunakan teknik lanskap dan potret.
5. Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok saat melakukan aktivitas menggambar
wajah teman.
6. Komunikasi: Berlatih menyampaikan pendapat dan kesimpulan secara lisan dan
tertulis.
7. Guru memberikan pertanyaan seperti contoh berikut ini:
1. Darimana kamu menemukan ide lukisan itu?
2. Apa maksud lukisan itu?
3. Guru menginstruksikan untuk mengerjakan lembar kerja peserta didik.
4. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.
8. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
1. REFLEKSI GURU
No Pertanyaan Jawaban
Adakah sesuatu yang menarik selama
pembelajaran sehingga peserta didik dapat
1.
belajar dengan baik di kelas? Jika ada,
jelaskan!
Adakah sesuatu yang tidak menarik selama
pembelajaran sehingga peserta didik tidak
2.
dapat belajar dengan baik di kelas? Jika ada,
jelaskan!
Apa yang Sahabat Guru sukai dari kegiatan
3.
pembelajaran pada unit ini? Jika ada, jelaskan!
Apakah langkah-langkah pembelajaran dalam
unit ini sesuai dengan karakter sekolah dan
peserta didik Sahabat Guru? Jika tidak,
4.
jelaskan langkah yang ideal sesuai dengan
karakter sekolah dan peserta didik Sahabat
Guru!
Apa yang ingin Sahabat Guru ubah untuk
5. meningkatkan atau memperbaiki pelaksanaan
maupun hasil pembelajaran?
Dengan pengetahuan yang Sahabat Guru
dapat atau miliki sekarang, apa yang akan
6.
Sahabat Guru lakukan jika harus mengajar
kegiatan yang sama di kemudian hari?
Apa dan bagian mana yang ingin Sahabat
7. Guru gali lebih dalam? Mengapa? Apa yang
akan Sahabat Guru lakukan?
Sebutkan satu hal yang bisa Sahabat Guru
8. pelajari mengenai proses mengajar pada unit
ini!
Langkah keberapakah yang paling berkesan
9.
bagi Sahabat Guru? Mengapa?
Pada langkah keberapa siswa paling belajar
10.
banyak?
Pada momen apa siswa menemui kesulitan
saat mengerjakan tugas akhir mereka?
11. Bagaimana mereka mengatasi masalah
tersebut dan apa peran Sahabat Guru pada
saat itu?
Apakah pembelajaran berlangsung dengan
12.
baik? Apa buktinya?
Bagian mana yang masih perlu diperbaiki dari
13.
pengajaran Sahabat Guru?
Jelaskan pengetahuan, keterampilan, dan
14. sikap yang paling dominan dipelajari peserta
didik pada unit ini!
7. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
1. Apa warna-warna yang sering kamu lihat di sekitarmu? Apakah warna itu bisa digabungkan
untuk membuat warna baru?
2. Apa itu garis pijak? Apakah kamu pernah melihat garis pijak di gambar atau benda di
sekitarmu?
3. Apa itu pola? Apakah kamu pernah melihat pola di sekitarmu, seperti warna atau bentuk
yang berulang?
4. Kenapa penting memilih alat yang tepat untuk berkarya?
5. Kenapa garis pijak penting dalam sebuah gambar? Bagaimana garis pijak membantu kita
menggambar lebih rapi?
6. Kenapa pola penting dalam sebuah gambar atau benda?
7. Jika kamu bisa memilih warna atau garis favoritmu untuk membuat karya, apa yang akan
kamu pilih?
8. Kalau kamu bisa menggunakan garis pijak, apa yang ingin kamu gambar?
9. Kalau kamu bisa membuat pola sendiri, pola apa yang ingin kamu buat? Apakah pola itu
bisa menceritakan sesuatu?
1. PENILAIAN FORMATIF
1. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Penilaian sikap mencakup empat hal sebagai berikut.
1. Peserta didik berani mencoba praktik di depan umum dengan penuh percaya diri.
2. Peserta didik mampu bekerja sama yang ditandai dengan menerima tugas dan peran yang
diberikan dalam kelompok.
3. Peserta didik memiliki kesadaran akan perbedaan pikiran, perasaan, motif, dan tindakan orang di
sekitarnya.
4. Peserta didik mampu mengekspresikan pikiran, ide, dan perasaan serta menggabungkan
berbagai gagasan dalam kelompok menjadi ide atau gagasan imajinatif yang bermakna.
1. PENILAIAN SUMATIF
1. Berikut ini merupakan alat untuk menggambar, kecuali ….
1. Pensil warna 2. Kertas gambar
3. Spidol 4. Gunting
3. Spons 4. Bolpoint
3. Merah 4. Putih
1. Gambar 2. Suara
3. Gerakan 4. Garis
1. Perhatikan gambar garis berikut!
3. Miring 4. Mendatar
3. Membatik 4. Membutsir
1. 2.
3. 4.
1. Bagian tubuhmu yang sering digunakan untuk menggambar dengan mencetak adalah ….
1. Kaki 2. Wajah
3. Diagonal 4. Lanskap
1. Posisi gambar dalam kondisi lanskap disebut juga gambar dengan posisi ….
1. Horizontal 2. Vertikal
3. Relief 4. Aquarel
1. 2.
4.
3.
1. Perhatikan lukisan berikut!
3. Potret 4. Diagonal
1. 2.
3. 4.
1. Di bawah ini termasuk jenis bentuk garis dalam seni rupa, kecuali ….
1. 2.
3.
4.
1. Berikut contoh ragam hias geometris adalah ….
2.
1.
3. 4.
1. Perhatikan gambar berikut!
LKPD I
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :
1. Tujuan
Peserta didik mampu membuat karya dengan menggunakan teknik cetak stensil dengan menggunakan cetakan
yang digambar sendiri atau dari benda-benda yang terdapat di sekitarnya dengan benar.
5. Instruksi Kerja
Peserta didik membuat karya dengan menggunakan teknik cetak stensil dengan menggunakan cetakan yang
digambar sendiri atau dari benda benda yang terdapat di sekitarnya.
LKPD II
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
[Link] :
1. Tujuan
Peserta didik mampu menggambarkan pemandangan di atas kertas lanskap atau wajah dan ekspresi/gestur
orang di atas kertas potret dengan benar.
1. Instruksi Kerja
1. Buatlah sebuah bentuk wajah di kertas gambarmu. Gunakan bentuk mata, hidung dan mulut yang tersedia
pada lembaran ini. Lengkapi bentuk wajah yang kamu buat.
2. Gunakan gunting dengan berhati-hati. Gunakan lem secukupnya pada garis terluar bentuk yang kamu
gunting.
LKPD III
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :
1. Tujuan
Peserta didik mampu mengamati bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerah masing-masing dengan
benar.
4. Instruksi Kerja
1. Peserta didik mengamati bentuk-bentuk pola pada kain Nusantara dari daerah masing-masing. Dengan
inspirasi tersebut, mereka kemudian menggambarkan pola mereka sedniri atau pola yang mereka
tangkap.
2. Buatlah pola yang kamu kehendaki dengan menggunakan bantuan grid berikut ini.\
2. BAHAN BACAAN
3. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Geometris Berhubungan dengan geometrs
2. Karya Hasil perbuatan; buatan; ciptaan
3. Lanskap Arah kertas horizontal
4. Melukis Membuat gambar dengan menggunakan pensil, pulpen,
kuas, dan sebagainya, baik dengan warna maupun tidak
5. Menggambar Membuat gambar; melukis
6. Pemandangan Keadaan alam yang indah dipandang
7. Pola Gambar yang dipakai untuk contoh batik
8. Potret Gambar yang dibuat dengan kamera; foto; gambaran,
lukisan (dalam bentuk paparan)
9. .....................
1. DAFTAR PUSTAKA
Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis Publication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis Publication Inc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth. New York: Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art Program for
Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA: Northeast
Foundation for Children.