Nama :
1. Amir Sulthon (200405010030)
2. Maria Yovena Amun (250403010010)
3. Apolonia Alexandria Ongge (250403010051)
4. Tasya Kenigora (250403010027)
5. Aurel Louise Zafina (250403010043)
6. Minto haba kodi (250404030007)
7. Windi Eny Pratiwi (250406030021)
8. Rani dwi aprilia (250406030012)
Kelompok: 2
Judul: Empat Warna
Durasi: ±10 Menit
Pemeran: 4 Orang
Tokoh:
Riko
Lani
Anjelo
Bu Mira
ADEGAN 1 – RUANG KELAS SENI (±2 MENIT)
(Lampu menyala. Ruang kelas seni. Beberapa lukisan kosong tergantung. Riko duduk di pojok
kelas dengan kursi dan alat lukis di sampingnya. Ia terlihat fokus menggambar. Lani masuk dan
menghampiri Riko.)
Lani: (tersenyum) Riko, kamu datang lebih awal lagi. Dari tadi sudah melukis?
Riko: (pelan)Iya… kalau pagi, kelas masih sepi. Aku lebih nyaman.
Lani: (melihat lukisan) Riko, ini bagus banget. Kamu selalu bilang lukisanmu biasa aja, tapi lihat
deh detail warnanya.
(Riko hanya tersenyum kecil dan menunduk.)
(Anjelo masuk sambil tertawa bersama teman lain, lalu melihat Riko.)
Anjelo: (meremehkan)Eh, masih di pojok aja, Ko? Mau jadi pelukis terkenal dari kursi itu?
(Riko terdiam. Lani menatap Anjelo dengan kesal.)
Lani: Anjelo, nggak semua orang harus ribut buat jadi hebat.
Anjelo: (mengejek)Ya kita lihat aja nanti.
(Lampu redup.)
ADEGAN 2 – PENGUMUMAN TUGAS (±2 MENIT)
(Lampu menyala. Bu Mira berdiri di depan kelas.)
Bu Mira:
Anak-anak, bulan depan kampus akan mengadakan pameran seni. Setiap mahasiswa wajib
mengumpulkan satu karya terbaiknya.
(Mahasiswa terlihat antusias.)
Bu Mira: (melihat ke arah Riko) Saya ingin semua berani menampilkan diri, tanpa takut dinilai.
(Anjelo melirik Riko sambil tersenyum sinis.)
Anjelo: Bu, kalau nggak percaya diri gimana? Apa boleh nggak ikut?
Bu Mira: (tegas namun lembut)Justru pameran ini untuk mereka yang belum percaya diri.
(Riko terlihat gelisah. Lani memperhatikannya.)
ADEGAN 3 – PROSES MELUKIS (±3 MENIT)
(Lampu fokus ke Riko di ruang lukis sederhana. Kanvas kosong di depannya. Lani membantu
menata cat dan kuas.)
Riko: (ragu) Lan… aku takut. Takut orang cuma lihat kekuranganku.
Lani: (meyakinkan) Kalau kamu berhenti karena takut, mereka nggak akan pernah lihat
kelebihanmu.
(Riko menarik napas dalam-dalam, mulai melukis dengan serius.)
(Musik lembut. Cahaya berganti menunjukkan waktu berlalu. Riko melukis penuh emosi.)
(Anjelo lewat dan berhenti sejenak.)
Anjelo: (sinis) Serius banget, Ko. Emang yakin lukisanmu bakal dipajang?
(Riko tidak menjawab. Lani berdiri.)
Lani: Lebih baik lukisan jujur daripada omongan kosong.
(Anjelo pergi. Riko terus melukis.)
ADEGAN 4 – PAMERAN SENI (±2 MENIT)
(Lampu menyala terang. Beberapa lukisan dipajang. Banyak pengunjung berhenti di satu lukisan
tanpa nama.)
Pengunjung 1: (suara latar) Lukisan ini rasanya hidup.
Pengunjung 2: Warnanya sederhana, tapi dalam.
(Riko berdiri agak jauh, gugup. Lani di sampingnya.)
Lani: (berbisik) Itu lukisanmu, Ko. Lihat… mereka berhenti lama.
(Riko terdiam, matanya berkaca-kaca.)
ADEGAN 5 – PENGUNGKAPAN & PENUTUP (±1 MENIT)
(Bu Mira berdiri di depan lukisan.)
Bu Mira: Lukisan ini dibuat oleh Riko.
(Suasana hening. Anjelo terkejut.)
Anjelo: (pelan) Riko…?
(Riko maju perlahan, berdiri tegak dengan percaya diri.)
Bu Mira: Setiap orang punya warna masing-masing. Keterbatasan bukan akhir, tapi awal
keberanian.
(Riko menatap lukisannya.)
Riko: (pelan tapi tegas) Aku mungkin punya keterbatasan… tapi aku juga punya mimpi.
(Lani tersenyum bangga. Anjelo menunduk menyesal.)
(Lampu meredup.)
TAMAT
Pesan Moral:
Setiap orang punya keterbatasan, tetapi setiap orang juga punya kelebihan. Yang dibutuhkan
hanyalah kesempatan dan keberanian untuk menunjukkannya.