0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Tugas Rasul Fikar

Makalah ini membahas tentang perundungan di media sosial (cyberbullying), termasuk definisi, penyebab, dan dampaknya terhadap korban. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang cyberbullying dan memberikan saran untuk mencegah serta mengatasi masalah tersebut. Selain itu, makalah ini juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial yang bijak dan aman.

Diunggah oleh

puskesmasaskasinsel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Tugas Rasul Fikar

Makalah ini membahas tentang perundungan di media sosial (cyberbullying), termasuk definisi, penyebab, dan dampaknya terhadap korban. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang cyberbullying dan memberikan saran untuk mencegah serta mengatasi masalah tersebut. Selain itu, makalah ini juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial yang bijak dan aman.

Diunggah oleh

puskesmasaskasinsel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PERUNDUNGAN DALAM MEDIA SOSIAL

(CYBERBULLYING)

Disusun oleh :

Rasulfikar

KELAS : XI.A3

MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA

GURU BIDANG STUDI: HERIANTI, [Link]

UPTD SMA NEGERI 7 SINJAI

TAHUN AJARAN 2024-2025


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah

memberikan nikmat dan karunia-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan

sehingga saya bisa menyelesaikan tugas Makalah ini yang berjudul

"Perundungan Dalam Media Sosial (Cyberbullying)".

Banyak hambatan yang saya alami saat menyusun Makalah ini, oleh

karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

memberi ilmu, bimbingan, bantuan, serta dukungannya sehingga semua

masalah dapat teratasi saat penyusunan Makalah ini.

Semoga Makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan lebih

luas bagi pembacanya dan saya pun menyadari bahwa penyusunan Makalah ini

masih kurang dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik

diperlukan demi perbaikan Makalah ini.

Sinjai, 20 Mei 2025

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI..............................................................................................................ii

I. PENDAHULUAN ..............................................................................................

I.1. Latar Belakang ..............................................................................................

I.2. Perumusan Masalah .....................................................................................

I.3. Tujuan Penelitian ..........................................................................................

I.4. Manfaat Penelitian ........................................................................................

II. KERANGKA TEORITIS .................................................................................

II.1. Cyberbullying ................................................................................................

II.2. Penyebab terjadinya Cyberbullying ........................................................

II.3. Dampak dari Cyberbullying .......................................................................

III. METODOLOGI PENELITIAN ......................................................................

IV. PEMBAHASAN .................................................................................................

IV.1. Contoh dari Cyberbullying yang sering ditemukan.............................


IV.2. Cara cerdas bermain media sosial ..........................................................

V. PENUTUP ...................................................................................................

Kesimpulan ..........................................................................................................

Saran ......................................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

Di zaman sekarang, teknologi semakin canggih dan memungkinkan kita untuk

berinteraksi walaupun dari jarak jauh menggunakan smartphone maupun

perangkat lainnya. Kini, berbincang dan tatap muka tidak harus bertemu secara

langsung, kita bisa menggunakan fitur telepon maupun chat via media sosial

yang cukup memudahkan manusia. Dengan media sosial, kita bisa mengakses

apapun dan menjangkau banyak orang hanya dengan aplikasi seperti Instagram,

Tiktok, Twitter, Facebook, OmeTV, bahkan game seperti Mobile Legends, Free

Fire, Genshin Impact, Clash of Clans, dan banyak aplikasi lainnnya.

Adanya media sosial sebagai sarana komunikasi tentunya berdampak baik bagi

banyak orang, apalagi di situasi yang mengharuskan orang-orang untuk tetap

melakukan kegiatan meski dilakukan dari jarak yang jauh, seperti pembelajaran

jarak jauh (PJJ) saat pandemi Covid-19, Work From Home (WFH) bagi pekerja
kantoran dan freelancer, dan banyak kegiatan yang mengharuskan kita

menggunakan perangkat teknologi dan media sosial itu untuk menjalani

kehidupan sehari-hari.

Namun, apakah media sosial merupakan tempat yang aman untuk semua

orang? Media sosial juga sering digunakan sebagai tempat mengutarakan

pendapat kepada siapapun walaupun tak bertemu secara langsung. Tentunya,

orang akan berani mengatakan apapun entah itu positif maupun negatif jika ia

tak bertatap muka. Oleh karena itu, tidak mustahil akan terjadinya perundungan

di media sosial (cyberbullying). Bahkan, media sosial bukan tempat yang aman

dari kekerasan yang dilakukan manusia kepada manusia lainnya.

I.2. Perumusan Masalah

1. Apa saja contoh cyberbullying yang bisa terjadi?

2. Bagaimana agar kita tetap merasa aman saat berinteraksi di media sosial?

I.3. Tujuan Penelitian

1. Mencari tahu apa itu cyberbullying dan dampak yang akan terjadi pada

korban.

2. Mencari cara untuk mencegah dan mengatasi cyberbullying supaya tidak

terjadi dan membuat kita merasa aman dari perundungan.

3. Menambah pengetahuan agar pembaca bisa menggunakan media sosial

dengan bijak.

I.4. Manfaat Penelitian

1. Mengetahui apa itu cyberbullying dan dampaknya.

2. Mengetahui apa saja yang termasuk cyberbullying beserta cara mencegah

dan mengatasinya supaya kita tetap aman saat menggunakan media sosial.

3. Membuat pembaca lebih bijak dalam menggunakan media sosial.


BAB II

KERANGKA TEORITIS
II.1. CYBERBULLYING

Cyberbullying atau perundungan dunia maya merupakan bentuk kekerasan

yang dialami oleh anak hingga remaja dan dilakukan oleh teman sebaya mereka

melalui media sosial. Perilaku yang terkesan mengejek, mengintimidasi, maupun

mempermalukan seseorang melalui media sosial yang biasanya didasari dengan

sengaja dan terjadi karena kurangnya pengawasan. Cyberbullying bisa disebut

dengan kekerasan tidak langsung karena melalui media social, dan sasarannya

bukan fisik melainkan mental korban. Sehingga hal tersebut lebih menyakitkan

dibandingkan dengan kekerasan langsung atau secara fisik.

II.2. PENYEBAB TERJADINYA CYBERBULLYING

Umumnya, pelaku cyberbullying didominasi oleh pelajar dan korbannya pun

bisa saja teman satu sekolah maupun pelajar lainnya yang biasa berinteraksi di

dunia nyata. Lemahnya kontrol diri dalam menggunakan sosial media membuat

anak-anak nekat melakukan perundungan di media sosial, bahkan ada juga yang

belum tahu dan mengerti jika ada hukum yang berlaku untuk menindaklanjuti

perundungan bahkan di media sosial. Hal ini juga bisa terjadi karena mereka

meniru orang yang lebih dewasa dari mereka melakukan perundungan secara

langsung maupun daring sehingga mereka menirunya tanpa berfikir hal ini

benar atau salah.

II.3. DAMPAK CYBERBULLYING

Pelaku yang melakukan pembullyan bisa memberi pengaruh buruk pada

kesehatan fisik dan mental korbannya. Oleh karena itu, masalah perundungan di

media sosial tidak dibenarkan dan harus dihentikan.

Ada beberapa dampak yang dialami korban cyberbullying, diantaranya:

1. Dampak psikologis : mudah marah, depresi, timbul perasaan cemas,

gelisah, melakukan self-injury (menyakiti diri sendiri), hingga percobaan

bunuh diri.
2. Dampak sosial : menarik diri dari kehidupan sosial, kehilangan

kepercayaan diri, dan bersikap lebih agresif pada orang-orang

terdekatnya, seperti teman-teman maupun keluarganya.

3. Dampak pada kehidupan sekolah : penurunan prestasi akademik,

rendahnya kehadiran, dan perilaku bermasalah di sekolahnya.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

III.1. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan Makalah ini adalah

penelitian deskriftif (kualitatif) yang menghasilkan data-data berupa kalimat

deskripsi dari sumber yang didapatkan dalam penelitian.

III.2. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

Makalah ini disusun dengan fakta-fakta yang benar adanya dan bersumber dari

internet yang bisa diakses dimana saja. Banyak informasi yang didapatkan dari

situs-situs internet beserta jurnal-jurnal yang tersaji di google, membuat

penelitian yang dilakukan pada bulan April 2023 menjadi sebuah susunan

Makalah yang tersaji sekarang. Selain itu, meneliti langsung dengan memantau

kasus cyberbullying yang pernah terjadi di media sosial, menjadi acuan untuk

penelitian Makalah ini.

III.3. SUMBER DATA

Sumber data yang didapatkan berasal dari situs web dan jurnal yang ada di

internet yang sesuai dengan fakta yang berada di lapangan.

III.4. FOKUS PENELITIAN

Fokus penelitian ini dilakukan untuk anak-anak hingga remaja yang masih

menduduki bangku pelajar yang rentan menjadi pelaku, korban, dan saksi dari
cyberbullying. Penelitian ini juga di fokuskan kepada orang tua supaya lebih

memantau anak dalam penggunaan media sosial.

III.5. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dalam penelitian dalam Makalah ini, digunakan beberapa metode penelitian

untuk mendapatkan data yang valid yaitu metode observasi dan studi pustaka.

BAB IV

PEMBAHASAN

IV.1. CONTOH CYBERBULLYING YANG BISA TERJADI

Cyberbullying ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform

bermain game, dan ponsel. Adapun menurut Think Before Text, cyberbullying

adalah perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau

individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke

waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan

atas tindakan tersebut. Jadi, terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan

korban. Perbedaan kekuatan dalam hal ini merujuk pada sebuah persepsi

kapasitas fisik dan mental.

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti,

membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran.

Contohnya termasuk:
1. Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto

memalukan tentang seseorang di media sosial

2. Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform

chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media

sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan

3. Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu

atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada

orang lain atas nama mereka.

4. Trolling - pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di

jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online

5. Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau

grup pertemanan

6. Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi

kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar

kebencian terhadap seseorang

7. Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan

seseorang

8. Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat

yang melecehkan

9. Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk

mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam

menggunakan nama mereka

10. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat

dalam percakapan seksual.

Bullying secara langsung atau tatap muka dan cyberbullying seringkali dapat

terjadi secara bersamaan. Namun cyberbullying meninggalkan jejak digital –

sebuah rekaman atau catatan yang dapat berguna dan memberikan bukti ketika

membantu menghentikan perilaku salah ini.

IV.2. CARA CERDAS BERMAIN MEDIA SOSIAL

BAGAIMANA CARA AGAR KITA TETAP 'AMAN' BERMAIN MEDIA SOSIAL?


Jika seseorang merasa sedang di-bully, langkah pertama yang perlu dilakukan

adalah mencari bantuan dari seseorang yang kamu percaya seperti orang tua,

anggota keluarga terdekat atau orang dewasa terpercaya lainnya. Di sekolah,

kamu bisa menghubungi guru yang kamu percaya seperti guru BK, guru

olahraga, atau guru mata pelajaran.

Jika bullying terjadi di media sosial, korban bisa memblokir akun pelaku dan

melaporkan perilaku mereka di media sosial itu sendiri. Media sosial

berkewajiban menjaga keamanan penggunanya termasuk dari tindakan

cyberbullying. Mengumpulkan dan menyimpan bukti-bukti bisa membantumu

nanti untuk menunjukkan apa yang telah terjadi – misalnya seperti pesan dalam

chatting dan screenshot postingan di media sosial. Agar bullying berhenti,

kuncinya ialah perlu diidentifikasi dan dilaporkan lebih lanjut. Hal ini juga dapat

menunjukkan kepada pelaku bully bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima.

Jika kamu berada dalam keadaan bahaya saat itu juga, maka kamu harus

menghubungi polisi atau layanan darurat, seperti berikut:

 Ambulan: 118 atau 119

 Polisi: 110

 Pemadam Kebakaran: 113 atau 1131

 Badan Search and Rescue Nasional (BASARNAS): 115

Berikut beberapa cara agar kita tetap aman menggunakan media sosial dan

terhindar dari cyberbullying maupun kejahatan dunia maya lainnya :

1. Menahan emosi. Hal ini kerap menjadi pemicu seseorang melakukan

cyberbullying karena pelaku tidak bisa menjaga emosinya.

2. Jangan mengumbar informasi pribadi anda di media sosial untuk

mengurangi resiko penyalahgunaan data oleh pelaku.

3. Perhatikan konten yang ingin di posting sebelum benar-benar di posting di

media sosial.

4. Gunakan bahasa yang sopan dan baik; tidak menyakiti hati orang lain.

5. Hindari penyebaran konteks negatif berbau SARA, pornografi, serta aksi

kekerasan.
6. Manfaatkanlah media sosial untuk hal-hal yang positif.

7. Pakailah kata sandi yang unik dan sulit ditebak. Ini bisa mengurangi resiko

akun pengguna media sosial bisa diretas.

8. Terapkan autentifikasi dua faktor.

9. Hindari penggunaan aplikasi pihak ketiga.

10. Jangan berlebihan dalam menggunakan sosial media.


BAB V

PENUTUP

V.1. KESIMPULAN

Kejahatan bisa terjadi tanpa melirik tempat dan kondisi. Tidak hanya

secara langsung, kejahatan bisa saja terjadi secara tidak langsung. Salah

satu contohnya adalah cyberbullying yang biasanya terjadi pada kalangan

pelajar. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan

cyberbullying terjadi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kepedulian

diperlukan supaya kita tetap aman bermain media sosial. Karena, selain

menjadi sumber kebahagiaan, media sosial juga bisa menjadi sumber

ketidakbahagiaan.

V.2. SARAN

Gunakanlah sosial media dengan bijak. Hindari melakukan hal-hal

negatif di sosial media, karena ada hukum yang berlaku jika seseorang

melakukan hal-hal negatif di sosial media. Oleh karena itu, pengguna

media sosial yang usianya dibawah 17 tahun wajib dipantau

penggunaannya oleh orang tua.

Anda mungkin juga menyukai