Main
Main
ANALISA DATA
Dari data diatas, dapat diketahui curah hujan maksimum tahunan, salama 5
tahun terakhir sebagai berikut:
Tabel 3.2 Rekapitulasi Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan (2017- 2021)
Tahun Xi (mm)
2017 77.6
2018 89.5
2019 137.1
2020 87.6
2021 89.2
(Sumber: Hasil Analisa Perhitungan, 2022)
Menurut Tata Cara Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase Perkotaan –
Ditjen Cipta Karya, dalam menganalisis drainase pengelompokan data dilakukan
minimal sebanyak 10 tahun. Oleh karena data curah hujan yang kami miliki terbatas,
yaitu 5 tahun, maka curah hujan maksimum tahunan seperti pada tabel 3.1 diatas
dibagi dalam interval 6 bulan untuk mencapai 10 data. Berikut, data curah hujan
maksimum 6 bulanan.
√∑
n
Sx = ( Xi−X )2
i=1
Sx =
√5770 , 64
10−1
Sx = 25,32
Cs = i=1
( n−1 ) ( n−2 ) Sx 3
10 x ( 59649.44 )
Cs =
( 10−1 ) ( 10−2 ) 25 , 323
Cs = 0,51
Ck = i=1
√∑
n
Sx = ( Xi−X )2
i=1
Sx =
√0 , 17
10−1
Sx = 0,14
Cs = i=1
( n−1 ) ( n−2 ) Sx 3
10 x (−0,009 )
Cs =
( 10−1 ) ( 10−2 ) 0 , 143
Cs = -0,41
Ck = i=1
1
T (Xm) =
P
Dimana :
P (Xm) = Probabilitas
x = Data sesudah dirangking dari besar kekecil
m = Nomor urut
n = Jumlah data
T ( Xm ) = Periode distribusi ( Tahun )
Data analisa probabilitas dari data terbesar ke data terkecil dapat dilihat pada tabel
berikut.
c. Distribusi Normal
Berikut ini adalah data curah hujan selama lima tahun (2017-2021) yang
dikelompokkan dalam interval 6 bulan.
Diketahui :
Xi = Besarnya curah hujan daerah ( mm )
X = Rata-rata curah hujan maksimum daerah (mm)
√
n
. Hitung harga standar deviasi data
2
S x= ∑ ¿¿¿¿
i=1
¿
√ 5770.64
10-1
= 25,32
∑ log X i
log X = i=1
n
19.15
¿
10
= 1.92
3. Hitung harga standar deviasi logaritma data
√∑
n
S x= ¿¿¿¿
i=1
=
√ 0.17
10−1
= 0.14
4. Hitung nilai logaritma curah hujan rencana ( log XT ) untuk setiap periode
ulang dengan rumus : Log Xt = LogX + Sx .KT
Log Xt = 1.90 + 0.14 x -2.33
= 1.58 mm
5. Harga curah hujan rencana denngan periode ulang tertentu ( X T ) diperoleh
dengan cara mencari anti logaritma dari log XT.
Jadi anti Log Xt= 38,35 mm
Perhitungan diatas, adalah perhitungan curah hujan rencana periode 1.01
tahun dengan metode log normal, untuk periode selanjutnya dapat dilihat pada
tabel berikut:
¿
√ 0.17
10−1
¿ 0.14
4. Hitung koefisien kemencengan (skewness) logaritma data :
n
Cs=n ∑ ¿ ¿ ¿
i=1
10 x (-0.009)
¿
( 10-1 ) (10-2 ) 0.14 3
= -0.51
5. Hitung nilai logaritma curah huja n rencana ( Log X T) untuk setiap periode
ulang dengan rumus : Log XT = Log X + K . Cs
Log XT = 1.90 + (-1,397) x 0.51
= 2,62 mm
Nilai K diperoleh dari table nilai K distribusi log pearson tipe III dan
nilainya tergantung pada koefisien kemencengan G (Cs).
f. Distribusi Gumbel
Berikut ini adalah data curah hujan selama lima tahun (2017-2021) yang
dikelompokkan dalam interval 6 bulan.
√∑
n
2. Hitung harga simpangan baku data (Sx). sx= ¿¿¿¿
i=1
√
=
5770.64
10−1
= 25.32
3. Tentukan nilai reduced variate ( YTɤ ). Nilai reduced variate ( YTɤ ) untuk
setiap periode ulang dapat diperoleh dari lampiran pada tabel LA-3 Metode
Gumbel – Reduced Variate ( YTɤ ) sebagai fungsi periode ulang.
4. Tentukan harga reduced mean ( Yn ) dan reduced standard deviation (Sn )
yang harganya tergantung pada jumlah data ( n ). Harga Yn dan Sn diperoleh
dari lampiran Tabel LA-1 Metode Gombel- Reduced Mean untuk harga Yn
dan Tabel LA-2 Metode Gombel – Reduced Standard Deviation untuk
harga Sn.
5. Tentukan harga reduced variate, YT. Adapun tabel Yt diperoleh dari tabel
reduced variate.
6. Hitung nilai faktor probabilitas ( K ). Berikut adalah contoh perhitungan K
untuk periode ulang 2 tahun.
1,5293−0,4952
=
0,9497
= -2,132
7. Menentukan harga curah hujan rencana (XT) untuk setiap periode ulang.
Berikut adalah contoh perhitungan curah hujan rencana untuk periode ulang
2 tahun.
Dik : X = 83.74 mm
Sx = 25.32 mm
K = -2,132
Dit : XT ...?
Peny :
XT = X + Sx.K
= 83.74+ (25,32 x -2,132)
= 29,75 mm
Untuk hasil perhitungan curah hujan rencana pada setiap periode ulang
dapat dilihat pada tabel berikut.
Suatu distrisbusi dikatakan selaras jika nilai X 2 hitung < dari X2 kritis.. Dari
hasil pengamatan yang didapat dicari penyimpangannya dengan chi-kuadrat kritis
paling kecil. Derajat kebebasan ini secara umum dihitung dengan rumus sebagai
berikut :
DK = K − (α +1)
K =1+ 3.322 log n
n
Ef =
K
Dimana :
DK = derajat kebebasan,
K = jumlah kelas.
Α = banyaknya keterikatan (banyaknya parameter), untuk uji chi-
kuadrat adalah2.
n = jumlah data
Ef = nilai yang diharapkan.
Selanjutnya distribusi probabilitas yang dipakai untuk menentukan curah
hujan rencana adalah distribusi probabilitas yang mempunyai simpangan maksimum
terkecil dan lebih kecil dari simpangan kritis, atau dirumuskan sebagai berikut:
𝑋2 < 𝑋2 𝑐𝑟
Dimana:
X2 = Parameter Chi-Kuadrat terhitung
X2 cr = Parameter Chi-Kuadrat Kritis
Nilai X2Cr dengan jumlah data (n) = 10, Derajat nyata atau derajat kepercayaan
(α) = 5 % dan derajat kebebasan (Dk) = 2 , Maka nilai X2Cr adalah 5.991 (tabel nilai
parameter Uji Chi Kuadrat Kritis).
XT = X + Sx . KT
X5 = 83,74 + 40,72 x 0,84
= 117,95 mm
Setelah dilakukan perhitungan, didapati nilai seperti pada tabel berikut.
YT = log X + Sx . KT
Y5 = 2,03+ 0,13 x 0,84
= 2,15 mm
XT = Anti Log YT
= 140,17 mm
Setelah dilakukan perhitungan, didapati nilai seperti pada tabel berikut.
Tabel 3.23 Hasil Perhitungan Distribusi Log Normal
T (Tahun ) Log ( Xi Rata-rata ) Sx Log X KT Log Xt Xt
5 0.84 2.15 140,17
2.5 0.25 2,07 116,96
2.03 0.13
1.67 -0.25 2,00 100,31
1.25 -0.84 1,92 83,71
(Sumber: Hasil Analisa perhitungan, 2022)
Distribusi Gumbel
Dengan jumlah data (n) = 10, maka diperoleh:
Yn = 0,4952
Sn = 0,9497
( Tr−1 )
Y5 = -ln {−ln }
Tr
(5−1)
= - ln (-ln )
5
= 1,5
Y 5−Yn
K5 =
Sn
1,500−0,4952
=
0,9497
= 1,058
XT = X + Sd . KT
X5 = 83,74+ 40,72 x 1,058
= 126,82 mm
Setelah dilakukan perhitungan, didapati nilai seperti pada tabel berikut:
Perhitungan Nilai X2
Uji kesesuaian metode chi-kuadrat menggunakan rumus:
n 2
(Of −Ef )
X 2 =∑
i=1 Ef
Dimana:
X2 : Harga chi-kuadrat terhitung
Of : Frekuensi yang diamati pada kelas yang sama
Ef : Frekuensi yang diharapkan sesuai dengan pembagian kelasnya
n : jumlah data
a. Distribusi Normal
Adapun rekapitulasi perhitungan distribusi normal dapat dilihat pada tabel
berikut:
Adapun rekapitulasi perhitungan distribusi log normal dapat dilihat pada tabel
berikut:
Adapun rekapitulasi perhitungan distribusi log pearson type III dapat dilihat
pada tabel berikut:
d. Distribusi Gumbel
Pada perhitungan distribusi gumbel ini untuk perhitungan metode Chi-Kuadrat
didapatkan:
Of = 0
Ef = 2
• Untuk (Of-Ef)2
(Of – Ef)2 = (0-2)2
=4
( Of −Ef )2 ( 0−2 )2
• Untuk =( = 2,0
Ef 2
𝑃(𝑋𝑖) =
i
(n+1)
Dimana:
i : nomor urut data
n : jumlah data
Tentukan peluang teoritis masing-masing data yang sudah diurut tersebut
P'(Xi) berdasarkan persamaan distribusi probabilitas yang dipilih (Gumbel,
Normal, dan sebagainya).
Hitung selisih (∆P), antara peluang empiris dan teoritis untuk setiap data yang
sudah diurut: ∆P = |P(Xi) - P'(Xi)|
Tentukan apakah ∆P max < ∆P kritis, jika "tidak" artinya Distribusi
Probabilitas yang dipilih tidak dapat diterima, demikian sebaliknya.
∆P kritis dapat dilihat pada Lampiran Tabel Nilai ∆P kritis Smirnov
Kolmogorof.
Hasil Pengujian
Jenis Distribusi Smirnov -
Analisa Hujan Rencana Chi Kuadrat
Kolmogorof
e. Periode Ulamg
Periode ulang didefinisikan sebagai waktu hipotetik di mana atau hujan dengan
suatu besaran tertentu akan disamai atau dilampaui sekali dalam jangka waktu
tersebut.
Peluang Terjadi Pada X Tahun
1
Periode ulang 2 tahun = = 0,5 = 50%
2
1
Periode ulang 5 tahun = = 0,2 = 20%
5
1
Periode ulang 10 tahun = = 0,1 = 10%
10
1
Periode ulang 20 tahun = = 0,05 = 5%
20
1
Periode ulang 25 tahun = = 0,04 = 4%
25
1
Periode ulang 50 tahun = = 0,02 = 2%
50
( ) = 0,75 = 75%
2
1
Periode ulang 2 tahun = 1− 1−
2
( )
2/ 3
R 24 24
I= x
24 t
Keterangan:
I : Intensitas Curah Hujan Harian (mm/jam)
R24 : Curah Hujan Harian Maksimum atau curah hujan rencana (mm)
T : Durasi Curah Hujan (jam)
50
Intensitas Hujan (mm/jam)
40
30
20
10
0
0 5 10 15 20 25 30
Durasi (jam)
1.01 th 2 th 5 th 10 th 15 th 20 th 25 th 50 th
Gambar 3.1 Grafik Intensitas Hujan
(Sumber : Analisa Perhitungan, 2022)
Dari grafik Intensitas Curah Hujan di atas dapat disimpulkan bahwa intensitas
curah hujan yang tinggi berlangsung pada durasi pendek, sebaliknya curah hujan
dengan intensitas yang rendah cenderung terjadi pada durasi yang relatif Panjang.
Hal ini dapat dilihat juga dalam kurva diatas dimana pada durasi 0 – 1 jam, hubungan
antara intensitas hujan dan durasi hujan berbanding lurus. Hal ini ditandai dengan
garis kurva yang linear,akan tetapi ketika berada pada durasi 1 jam intensitas hujan
mengalami kenaikan, dan pada durasi 2 jam kurva mengalami penurunan yang
konstan hingga durasi 24 jam.
LUAS DI ARGIS
SEGMEN CA
(km) (m) (m^2)
A1 0.004647 0.4647 46.47
A2 0.003666 0.3666 36.66
A3 0.001108 0.1108 11.08
A
A4 0.004216 0.4216 42.16
A5 0.005469 0.5469 54.69
A6/A7 0.000883 0.0883 8.83
B1 0.005068 0.5068 50.68
B2 0.003978 0.3978 39.78
B
B3 0.005221 0.5221 52.21
B4/B5 0.000829 0.0829 8.29
TOTAL 0.035085 3.5085 350.85
(Sumber: Hasil Analisa Perhitungan, 2022)
3.5 Perhitungan Tinggi Titik Patok Saluran Elevasi Hulu dan Hilir Saluran
Analisa perhitungan ini merupakan, salah satu perhitungan yang wajib, karena
perhitungan ini untuk menentukan elevasi hulu dan elevasi hilir saluran pada
perhitungan debit rencana. Pada Analisa perhitungan ini, terlebih dahulu kami
meletakkan patok pada peta kontur untuk daerah catchmen area. Patok tersebut
diletakkan pada setiap pojok saluran dalam CA. Untuk patok yang sudah kami
letakkan pada catchmen area sudah kami beri tanda dan dapat dilihat pada Lampiran
Gambar 7.
Dari kontur yang sudah kami tandai letak patoknya, dapat kami lihat Kt, X, Y,
dan IK pada setiap titik patok, sebagai berikut:
Keterangan :
4. Elevasi Hilir ( H2 )
H2 = 4,3132 m
= 0,004 km
Analisis Perhitungan
2. Perhitungan Nilai tc
Nilai tc dapat di hitung dengan rumus Kirpich berikut.
( )
2 0,385
0 , 87 x 7 , 09
tc =
1000 x s
=(
1000 x 0,402 )
2 0,385
0 , 87 x 7 , 09
= 1,81 jam
= 108,58 menit
3. Perhitungan Nilai Intensitas curah hujan ( IT )
Berikut contoh perhitungan nilai I untuk periode ulang 2 tahun dengan nilai
tc = 0,402 jam
[ ][ ]
2/ 3
R 24 24
I= x
24 tc
[ ][ ]
2 /3
79 , 84 24
= x
24 0.402
= 18,64 mm/jam
Kuantitasnya air limbah dapat diasumsikan adlah 50%-70% dari rata-rata pemakaian
air bersih (120-140 liter/orang/hari) (Sumber: Kodoatie dan Sjarief, 2005)
Ditanyakan :
Qlimbah = …..m3/dtk
Penyelesaian :
𝑄𝐿𝑖𝑚𝑏𝑎ℎ = 𝑄𝑙 𝑥 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝐶𝐴
24
Qlimbah = 137006,76 x 0,01859 x 0,001 x ( )
3600
= 1,697787 m3 /detik
(Km) (Km) (Km) (jam) (menit) (Tahun) (mm/jam) (m^2) (m^3/dtk) (m^3/dtk) (m^3/dtk) (m^3/dtk)
1 A1 ST1 0.0093 0.00431 0.004313 0.4024 1.8098215 108.5893 2 18.64 0.01859 0.5 0.04815 1.6977877 1.7459 [Link] 1.7459
2 A2 SS1 0.0073 0.00377 0.003767 0.0745 2.8858680 173.1521 5 17.57 0.01466 0.5 0.0358 1.3393781 1.3752 [Link] 1.3752
3 A3 SS2 0.0022 0.00377 0.003767 0.5555 0.5300249 31.8015 5 54.36 0.00443 0.5 0.0335 0.4048093 0.4383 [Link] 0.4383
4 A4 SS3 0.0084 0.00500 0.004998 0.0164 5.7569525 345.4171 5 11.08 0.01686 0.5 0.0260 1.5403213 1.5663 [Link] 1.5663
5 A5 SS4 0.0109 0.00805 0.008053 0.0877 3.6879169 221.2750 5 14.92 0.02188 0.5 0.0454 1.9981065 2.0435 [Link] 2.0435
6 A6-A7 SP1 0.0018 0.00217 0.002166 1.0434 0.3491375 20.9483 10 79.60 0.00353 0.5 0.0391 0.3226052 0.3617 [Link] 0.3617
7 B1 ST2 0.0101 0.00401 0.004008 0.0134 7.1678298 430.0698 2 7.45 0.02027 0.5 0.0210 1.8516006 1.8726 [Link] 1.8726
8 B2 SS5 0.0080 0.00207 0.002067 0.2440 1.9466535 116.7992 5 22.84 0.01591 0.5 0.0505 1.4533677 1.5039 [Link] 1.5039
9 B3 SS6 0.0104 0.00377 0.003767 0.0523 4.3414987 260.4899 5 13.38 0.02088 0.5 0.0388 1.9074994 1.9463 [Link] 1.9463
10 B4-B5 SP2 0.0017 0.00207 0.002067 1.1710 0.3181312 19.0879 10 84.69 0.00332 0.5 0.0390 0.3028763 0.3419 [Link] 0.3419
a. Saluran Tersier
Perencananaan dimensi saluran Tersier dilakukan dengan pasangan batu, karena
debitnya yang kecil, lahan yang tidak cukup luas. Maka direncanakan berbentuk
persegi. Berikut perhitungan untuk ST1
Diketahui :
Q = 1,7459 m3/dtk
Parameter perhitungan untk dimensi saluran ekonomis. Berikut ini
perhitungannya :
Nilai kemiringan saluran (S)
∆h
S=
0.9 x L
0 , 0 08−0,004
S=
0.9 x 46 , 72
¿ 0,402 m
()
2 1
1 h
V= x 3
x S2
n 2
( )
2 1
1 0 , 35
V= x 3
x 0,402 2
0,025 2
V =8 ,01 m/dtk
Luas penampang basah (P)
P=4 y
P=4 x 0 ,35
P=1 , 42 m
Tinggi muka air jagaan untuk saluran diperoleh berdasarkan besarnya
debit yang terjadi pada saluran tersebut. Sehingga berdasarkan debit yang
terjadi, diperoleh nilai W sebesar 0,20 m (Lampiran Tinggi Jagaan
Saluran)
Lebar muka air (T)
T =2 y
T =2 x 0 , 35
T =0 , 7 1 m
Lebar Atas Saluran (B)
B=2 y
B=2 x 0 ,35
B=0 , 7 1 m
b. Saluran Sekunder
Perencanaan dimensi saluran sekunder dilakukan dengan pasangan batu,
karena debitnya yang kecil, lahan yang sempit dan estetika, maka direncanakan
berbentuk persegi karena lebih efisien Berikut ini Saluran sekunder yang kita tinjau di
SS.1.
Diketahui :
Q = 1,3752 m3/dtk
Untuk perhitungan dapat dilihat dibawah ini:
()
2 1
1 h
Q=h2 √ 3 x x 3
x S2
n 2
8
3 Q
y = 1
1 1 2
√3 x x 3 x S 2
n (2)
8
1,3752
y3
( ) x¿¿
2
1 1
√3 x x 3
0,025 2
8
y 3 =0 ,115
y=0 , 44
Lebar dasar saluran (b)
b=2 y
b=2 x 0 , 44
b=0 , 89 m
Kecepatan aliran air (V)
()
2 1
1 h
V= x 3
x S2
n 2
( )
2 1
1 0 , 44
V= x 3
x 0,075 2
0,025 2
V =4 , 01 m/dtk
c. Saluran Primer
Perencanaan dimensi saluran primer dilakukan dengan pasangan beton, untuk
mengurangi resiko terjadinya longsor akibat debit yang besar. Direncanakan
berbentuk persegi karena lebih efisien dan mudah serta lebih umum di gunakan
dilapangan. Saluran primer yang kita tinjau di SP1.
Diketahui :
Q = 0,3617 m3/detik
∆H
S=
L
4 , 00−2 , 16
S=
0 , 9 x 8 , 83
¿ 1 , 04 m
Q =Axv
()
2 1
1 h
Q = h √3 x
2
x 3
x S2
n 2
8
Q
h3 = 1
( ) xS
2
1 1
√3 x x 3 2
n 2
8
0,3617
h3 =
( ) x¿¿
2
1 1
√3 x x 3
0,025 2
8
3
y =0,008
y=0 ,16 m
Lebar Dasar Saluran (b)
B=2 h
= 2 x 0,16
¿ 0,33 m
()
2 1
1 h
v = x 3
x S2
n 2
( ) x 1 , 0 43
2 1
1 0 , 16 2
= x 3
0,025 2
= 7,72 m/dtk
Luas Penampang Basah (A)
Q
A =
v
0,3617
=
7 , 72
= 0,05 m²
P =4y
= 4 x 0 , 16
= 0,66 m
Tinggi Muka air Jagaan (W)
Tinggi muka air jagaan untuk saluran diperoleh berdasarkan
besarnya debit yang terjadi pada saluran tersebut. Sehingga berdasarkan
debit yang terjadi, diperoleh nilai W sebesar 0,20 m ( Lampiran tinggi
jagaan untuk saluran pasangan)
Koefisie
n Kecepata
No. Nama Qrencana y^8/3 y b A P W T B R Bentuk
keteranga Kemiringa Mannin n (v)
Salura Salura Salura
n saluran n Sal, (S) g
n n n
(m3/dtk) (n) (m) (m) (m) (m/dtk) (m2) (m) (m) (m) (m) (m)
1 A1 ST1 1.7459 0.4024 0.025 0.063 0.35 0.71 8.01 0.22 1.42 0.20 0.71 0.71 0.15 persegi
2 A2 SS1 1.3752 0.0745 0.025 0.115 0.44 0.89 4.01 0.34 1.78 0.20 0.89 0.89 0.19 persegi
3 A3 SS2 0.4383 0.5555 0.025 0.013 0.20 0.40 6.40 0.07 0.80 0.20 0.40 0.40 0.09 persegi
4 A4 SS3 1.5663 0.0164 0.025 0.280 0.62 1.24 2.35 0.67 2.48 0.20 1.24 1.24 0.27 persegi
5 A5 SS4 2.0435 0.0877 0.025 0.158 0.50 1.00 4.71 0.43 2.00 0.20 1.00 1.00 0.22 persegi
6 A6-A7 SP1 0.3617 1.0434 0.025 0.008 0.16 0.33 7.72 0.05 0.66 0.20 0.33 0.33 0.07 persegi
7 B1 ST2 1.8726 0.0134 0.025 0.371 0.69 1.38 2.28 0.82 2.76 0.20 1.38 1.38 0.30 persegi
8 B2 SS5 1.5039 0.2440 0.025 0.070 0.37 0.74 6.40 0.24 1.47 0.20 0.74 0.74 0.16 persegi
9 B3 SS6 1.9463 0.0523 0.025 0.195 0.54 1.08 3.83 0.51 2.17 0.20 1.08 1.08 0.23 persegi
10 B4-B5 SP2 0.3419 1.1710 0.025 0.007 0.16 0.32 7.95 0.04 0.63 0.20 0.32 0.32 0.07 persegi
Dik:
Panjang Gorong-Gorong (L) = 5 m
Debit masuk (Qmasuk)
Qmasuk= Q∑ss1+ss2
= 3,12 m3/dtk
Kecepatan Saluran (Vsaluran)
vsaluran = 4.0 [Link]
Kecepatan Gorong-Gorong(Vgorong-gorong)
Vgorong-gorong = 3 m/dtk (Lampiran Kecepatan Aliran Gorong-Gorong)
Nilai n (dilihat berdasarkan tabel kecepatan aliran) = 1
Koefisien kekasaran manning = 0,25
Koefisien debit ( μ) = 0,80 (lampiran harga-harga μ dalam gorong-gorong
pendek)
Tipe gorong-gorong yang direncanakan adalah sebagai berikut:
Sehingga:
ξ masuk =0 ,50
ξ keluar =1 , 00
y=
√ 1 ,04
1,0
y=1,020 m
1 , 04
R=
3 , 06
R=0 ,34
( 4−3 , 0 )2
∆ H keluar =1 , 0
2 x 9 , 81
∆ H keluar =0 , 0 520 m
2
v saluran ∙ L
∆ H f= 2
C ∙R
2
4 ∙5 , 0
∆ H f= 2
33 x 0 , 34
∆ H f =0.2117 m
Tinggi Kehilangan
z=∆ H masuk +∆ H keluar + ∆ H f
z=0 , 2897 m
Debit masuk pada gorong-gorong (Qgorong-gorong)
Q gorong− gorong=μ ∙ A ∙ √ 2 g ∙ z
Syarat :
Qgorong-gorong < Qmasuk
1,9843 m3/dtk < 3,12 m3/dtk Dimensi memadai
ruang
Panjang v v
Qmasuk A y (h) b udara y tot P R
Nama Ruas Gorong - Gorong (L) (saluran) (gorong- n (h/4)
gorong)
(m) (m3/dtk) (m/dtk) (m2) (m) (m) (m) (m) (m) (m)
GG1 5.00 3.12 4.0 3.000 1.04 1.00 1.020 1.020 0.25 1.27 3.06 0.34
GG2 5.00 0.44 2.3 3.000 0.15 1.00 0.382 0.382 0.10 0.48 1.15 0.13
GG3 5.00 3.97 4.7 3.000 1.32 3.45 0.620 2.136 0.15 0.77 3.38 0.39
GG4 5.00 1.95 2.3 3.000 0.65 1.00 0.805 0.805 0.20 1.01 2.42 0.27
SP1 P5 0 4.00 0.40 0.34 1.00 5.17 0.07 0.00 5.07 4.87 4.76 0 P5 - 1 3.26
1 10 1.00 0.89 0.98 1.00 1.91 1.81 1.61 1.51 10 1 - P6 0.10
P6 9 1.00 1.64 1.62 1.00 2.01 1.91 1.71 1.61 19
P10 0 8.00 2.25 1.97 1.00 9.14 9.04 8.84 8.74 0 P10 - 1 5.21
SS5 1 10 3.00 2.00 2.14 1.00 3.93 0.11 0.00 3.83 3.63 3.53 10 1 - P11 0.07
P11 5 3.00 2.28 2.26 1.00 4.01 3.91 3.71 3.61 15