0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan17 halaman

Program Penguatan Karakter

Dokumen ini adalah Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk SD Negeri Kopo 01 tahun pelajaran 2025/2026 yang bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai moral, pendidikan holistik, dan partisipatif. Program ini melibatkan seluruh warga sekolah dan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum serta kegiatan sehari-hari. Selain itu, dokumen ini juga mencakup dasar hukum, tujuan, sasaran, serta prinsip-prinsip pelaksanaan PPK.

Diunggah oleh

Nina Lilih Suryani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan17 halaman

Program Penguatan Karakter

Dokumen ini adalah Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk SD Negeri Kopo 01 tahun pelajaran 2025/2026 yang bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai moral, pendidikan holistik, dan partisipatif. Program ini melibatkan seluruh warga sekolah dan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum serta kegiatan sehari-hari. Selain itu, dokumen ini juga mencakup dasar hukum, tujuan, sasaran, serta prinsip-prinsip pelaksanaan PPK.

Diunggah oleh

Nina Lilih Suryani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

PENGUATAN PENDIDIKAN
KARAKTER
(PPK)
SD NEGERI KOPO 01

TAHUN PELAJARAN 2025/2026


DAFTAR ISI

HALAMAN
JUDUL........................................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................................ii
KATA PENGANTAR................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

A. Latar Belakang.......................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum.......................................................................................................... .. 2
C. Tujuan........................................................................................................................ 3
D. Sasaran...................................................................................................................... 3

BAB II PENGUATAN PENDIDIKAN

KARAKTER............................................................................................................... 4
A. Nilai-nilai Karakter untuk SD................................................................................. 4
B. Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter....................................................................... 5
C. Fokus Gerakan PPK................................................................................................ 7
D. Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter............................................................7
E. Struktur Kegiatan................................................................................................... .... 8
F. Basis Gerakan PPK..................................................................................................... 8
G. Perancangan................................................................................................................ 9
H. Implementasi.......................................................................................................... 10
I. Penilaian Program PPK........................................................................................... 10
J. Metode Penilaian..................................................................................................... 11
K. Penilai PPK............................................................................................................... 12
L. Monitoring dan Evaluasi......................................................................................... 12
M. Tindak Lanjut......................................................................................................... 12

BAB III
PENUTUP...................................................................................................................... 13

A. Kesimpulan..................................................................................... ........................... 13
PROGRAM KEGIATAN KEAGAMAAN............................................................. 14
PROGRAM IMPLEMENTASI PPK ..................................................................15
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maga Esa, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga Program Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ) ini dapat kami susun
dan selesaikan sebagai pedoman bagi guru untuk melaksanakan program PPK di SD Negeri
Kopo 01.
Program PPK ini kami susun dengan melibatkan guru, komite sekolah dan stakeholder di
SD Negeri Kopo 01 sehingga dapat memperkaya dan memperlancar penyusunan program
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan program PPK ini.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa Program PPK ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanya kritik, saran dan masukan yang dapat kami
gunakan untuk menyempurnakan pogram ini.
Semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat, bimbingan dan petunjuk- Nya kepada
kita.

Amiin

Hormat kami,

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3,
menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan pada
Pasal 17 Ayat (3) menyebutkan bahwa pendidikan dasar, bertujuan membangun
landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
(a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
(b) berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
(c) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
(d) sehat, mandiri, dan percaya diri;
(e) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggungjawab.

Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa tujuan pendidikan di setiap jenjang, termasuk SD
sangat berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik.
Gerakan Nasional Pendidikan Karakter yang secara intensif telah dimulai sejak
tahun 2010 sudah melahirkan sekolah-sekolah rintisan yang mampu melaksanakan
pembentukan karakter secara kontekstual sesuai dengan potensi lingkungan setempat.
Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah diharapkan dapat memperkuat bakat, potensi
dan talenta seluruh peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan kita sesungguhnya
melewatkan atau mengabaikan beberapa dimensi penting dalam pendidikan, yaitu olah
raga (kinestetik), olah rasa (seni) dan olah hati (etik dan spiritual) (Muhajir Effendy,
2016). Apa yang selama ini kita lakukan baru sebatas olah pikir yang menumbuhkan
kecerdasan akademis. Olah pikir ini pun belum mendalam sampai kepada
pengembangan berpikir tingkat tinggi, melainkan baru pada pengembangan olah pikir
tingkat rendah. Persoalan ini perlu diatasi dengan sinergi berkelanjutan antara
pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat melalui penguatan pendidikan karakter
untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat, berbudaya, dan berkarakter.
Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 mengeluarkan Rencana Aksi
Nasional (RAN) Pendidikan Karakter untuk mengembangkan rintisan di sekolah-
sekolah seluruh Indonesia dengan delapan belas (18) nilai karakter. Program ini
didukung oleh Pemerintah Daerah, lembaga swadaya masyarakat sehingga program
pendidikan karakter bisa terlaksana dengan baik.
Menurut Mochtar Buchori (2007), pendidikan karakter seharusnya membawa
peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan
akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.
Pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada
setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai
pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan
konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak
hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata
dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau
pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter
direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di
sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi, nilai-nilai yang perlu
ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga
kependidikan, dan komponen terkait lainnya. Dengan demikian, manajemen sekolah
merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah.

B. Dasar Hukum
Dasar hukum dalam pembinaan pendidikan karakter antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur tentang Kurikulum Merdeka
3. Permendiknas No 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan
4. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Merdeka
5. Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
7. Program kerja SD Negeri Kopo 01 tahun pelajaran 2025/2026

C. Tujuan
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan
hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau
akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar
kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik SD Negeri
Kopo 01 mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan
pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai
karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Pendidikan karakter pada tingkatan institusi mengarah pada pembentukan budaya
sekolah, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan
simbol- simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar
sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah
tersebut di mata masyarakat luas.

D. Sasaran
Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh warga sekolah ( siswa, pendidik
kepala sekolah dan tenaga kependidikan ) terutama siswa. Melalui program ini
diharapkan siswa memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki
kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang
lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.
BAB II
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

A. Nilai-nilai Karakter untuk SD


Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) selain merupakan kelanjutan dan
kesinambungan dari Gerakan Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Tahun 2010 juga
merupakan bagian integral Nawacita. Dalam hal ini butir 8 Nawacita: Revolusi Karakter
Bangsa dan Gerakan Revolusi Mental dalam pendidikan yang hendak mendorong
seluruh pemangku kepentingan untuk mengadakan perubahan paradigma, yaitu
perubahan pola pikir dan cara bertindak, dalam mengelola sekolah. Untuk itu, Gerakan
PPK menempatkan nilai karakter sebagai dimensi terdalam pendidikan yang
membudayakan dan memberadabkan para pelaku pendidikan. Ada lima nilai utama
karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai yang perlu dikembangkan
sebagai prioritas Gerakan PPK. Kelima nilai utama karakter bangsa yang dimaksud
adalah sebagai berikut:
1. Religius
Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang
Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan
kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap
toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan
damai dengan pemeluk agama lain. Nilai karakter religius ini meliputi tiga dimensi
relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan Tuhan, individu dengan sesama,
dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini
ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan.
Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan
agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk
agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak
memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.
2. Nasionalis
Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang
menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa,
lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa, menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga
kekayaan budaya bangsa,rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air,
menjaga lingkungan,taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya,
suku,dan agama.
3. Mandiri
Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada
orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan
harapan, mimpi dan cita-cita.
Subnilai mandiri antara lain etos kerja (kerja keras), tangguh tahan banting,
daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang
hayat.
4. Gotong Royong
Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat
kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin
komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/ pertolongan pada orang-orang
yang membutuhkan.
Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif,
komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolongmenolong,
solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.
5. Integritas
Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang
didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan
kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral (integritas moral). Karakter
integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam
kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan
kebenaran.
Subnilai integritas antara lain kejujuran, cinta pada kebenaran, setia,
komitmen moral, anti korupsi, keadilan, tanggungjawab, keteladanan, dan
menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas).
Kelima nilai utama karakter bukanlah nilai yang berdiri dan berkembang
sendiri- sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain, yang berkembang
secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Dari nilai utama manapun
pendidikan karakter dimulai, individu dan sekolah perlu mengembangkan nilai-nilai
utama lainnya baik secara kontekstual maupun universal.

B. Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter di SD Negeri Kopo 01 menggunakan prinsip-


prinsip sebagai berikut:
1. Prinsip 1 – Nilai-nilai Moral Universal
Gerakan PPK berfokus pada penguatan nilai-nilai moral universal yang prinsip-
prinsipnya dapat didukung oleh segenap individu dari berbagai macam latar
belakang agama, keyakinan, kepercayaan, sosial, dan budaya.
2. Prinsip 2 – Holistik
Gerakan PPK dilaksanakansecara holistik, dalam arti pengembangan fisik (olah raga),
intelektual (olah pikir), estetika (olah rasa), etika dan spiritual (olah hati) dilakukan
secara utuh-menyeluruh dan serentak, baik melalui proses pembelajaran
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, berbasis pada pengembangan
budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar
lingkungan pendidikan.
3. Prinsip 3 – Terintegrasi
Gerakan PPK sebagai poros pelaksanaan pendidikan nasional terutama pendidikan dasar
dan menengah dikembangkan dan dilaksanakan dengan memadukan,
menghubungkan, dan mengutuhkan berbagai elemen pendidikan, bukan merupakan
program tempelan dan tambahan dalam proses pelaksanaan pendidikan.
4. Prinsip 4 – Partisipatif
Gerakan PPK dilakukan dengan mengikutsertakan dan melibatkan publik seluas-
luasnya sebagai pemangku kepentingan pendidikan sebagai pelaksana Gerakan
PPK. Kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pihak-
pihak lain yang terkait dapat menyepakati prioritas nilai-nilai utama karakter dan
kekhasan sekolah yang diperjuangkan dalam Gerakan PPK, menyepakati bentuk
dan strategi pelaksanaan Gerakan PPK, bahkan pembiayaan Gerakan PPK.
5. Prinsip 5 – Kearifan Lokal
Gerakan PPK bertumpu dan responsif pada kearifan lokal nusantara yang demikian
beragam dan majemuk agar kontekstual dan membumi. Gerakan PPK harus bisa
mengembangkan dan memperkuat kearifan lokal nusantara agar dapat berkembang
dan berdaulat sehingga dapat memberi indentitas dan jati diri peserta didik sebagai
bangsa Indonesia.
6. Prinsip 6 – Kecakapan Abad XXI
Gerakan PPK mengembangkan kecakapan-kecakapan yang dibutuhkan oleh peserta
didik untuk hidup pada abad XXI, antara lain kecakapan berpikir kritis (critical
thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi
(communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama
dalam pembelajaran (collaborative learning).
7. Prinsip 7 – Adil dan Inklusif
Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, non-
diskriminasi, non-sektarian, menghargai kebinekaan dan perbedaan (inklusif), dan
menjunjung harkat dan martabat manusia.
8. Prinsip 8 - Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik
Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan selaras dengan perkembangan peserta
didik baik perkembangan biologis, psikologis, maupun sosial, agar tingkat
kecocokan dan keberterimaannya tinggi dan maksimal. Dalam hubungan ini
kebutuhan-kebutuhan perkembangan peserta didik perlu memperoleh perhatian
intensif.
9. Prinsip 9 – Terukur
Gerakan PPK dikembangkan dan dilaksanakan berlandaskan prinsip keterukuran agar
dapat dimati dan diketahui proses dan hasilnya secara objektif. Dalam hubungan ini
komunitas sekolah mendeskripsikan nilai-nilai utama karakter yang menjadi
prioritas pengembangan di sekolah dalam sebuah sikap dan perilaku yang dapat
diamati dan diukur secara objektif; mengembangkan program-program penguatan
nilai-nilai karakter bangsa yang mungkin dilaksanakan dan dicapai oleh sekolah;
dan mengerahkan sumber daya yang dapat disediakan oleh sekolah dan pemangku
kepentingan pendidikan.

C. Fokus Gerakan PPK


Gerakan PPK di SD Negeri Kopo 01 berfokus pada struktur yang sudah ada
dalam sistem pendidikan nasional. Terdapat tiga struktur yang dapat digunakan sebagai
wahana, jalur, dan medium untuk memperkuat pendidikan karakter bangsa, yaitu:
Pertama, Struktur Program, antara lain jenjang dan kelas, ekosistem sekolah, penguatan
kapasitas guru; Kedua, Struktur Kurikulum, antara lain kegiatan pembentukan karakter
yang terintegrasi dalam pembelajaran(intrakurikuler), kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
Ketiga, Struktur Kegiatan, antara lainberbagai program dan kegiatan yang mampu
mensinergikan empat dimensi pengolahan karakter dari Ki Hadjar Dewantara (olah raga,
olah pikir, olah rasa, dan olah hati).

D. Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter


Dalam pelaksanaannya Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ) di SD Negeri Kopo 01
disesuaikan dengan kurikulum dan dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu:
1. Mengintegrasikan pada mata pelajaran yang ada di dalam struktur kurikulum dan
mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) melalui kegiatan intrakurikuler dan
kokurikuler. Sebagai kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Nilai-nilai utama PPK
diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sesuai topik utama nilai PPK yang akan
dikembangkan/dikuatkan pada sesi pembelajaran tersebut dan sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran masing- masing.
2. Mengimplementasikan PPK melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ditetapkan oleh
satuan pendidikan. Pada kegiatan ekstrakurikuler, satuan pendidikan melakukan
penguatan kembali nilai-nilai karakter melalui berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul
dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang
relevan, seperti PMI, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, museum,
rumah budaya, dan lain- lain, sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas satuan
pendidikan.
3. Kegiatan pembiasaan melalui budaya sekolah dibentuk dalam proses kegiatan rutin,
spontan, pengkondisian, dan keteladanan warga sekolah. Kegiatan-kegiatan
dilakukan di luar jam pembelajaran untuk memperkuat pembentukan karakter sesuai
dengan situasi, kondisi, ketersediaan sarana dan prasarana di setiap satuan
pendidikan.
Selain struktur dalam kurikulum, gerakan PPK juga memiliki struktur pendukung
lain yang terdiri atas:
a. Ekosistem dan budaya sekolah; mewujudkan tata kelola yang sehat, hubungan
antarwarga sekolah yang harmonis dan saling menghargai, lingkungan sekolah yang
bersih, ramah, sehat, aman, dan damai.
b. Pendidikan keluarga dan masyarakat; menjalin keselarasan antara pendidikan di
sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat.

E. Struktur Kegiatan
Struktur kegiatan PPK merupakan pilihan berbagai macam kegiatan bagi
pembentukan karakter peserta didik yang menyeimbangkan keempat dimensi
pengolahan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, yaitu olah raga, olah pikir, olah
rasa dan olah hati. Sekolah bisa memilih struktur kegiatan yang akan mendorong
terbentuknya keunikan, kekhasan, dan keunggulan sekolah (school branding).

F. Basis Gerakan PPK


Gerakan PPK dapat dilaksanakan dengan berbasis struktur kurikulum yang sudah ada dan
mantap dimiliki oleh sekolah, yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah,
dan masyarakat/ komunitas (Albertus, 2015).
1. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas
a. Mengintegrasikan proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum
dalam mata pelajaran, baik itu secara tematik maupun terintegrasi dalam mata
pelajaran.
b. Memperkuat manajemen kelas, pilihan metodologi, dan evaluasi pengajaran.
c. Mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah.
2. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah
a. Menekankan pada pembiasaan nilai-nilai utama dalam keseharian sekolah.
b. Menonjolkan keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan.
c. Melibatkan seluruh ekosistem pendidikan di sekolah.
d. Mengembangkan dan memberi ruang yang luas pada segenap potensi siswa
melalui kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler.
e. Memberdayakan manajemen dan tata kelola sekolah
f. Mempertimbangkan norma, peraturan, dan tradisi sekolah.
3. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat
a. Memperkuat peranan Komite Sekolah dan orang tua sebagai pemangku
kepentingan utama pendidikan.
b. Melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber
pembelajaran seperti keberadaan dan dukungan pegiat seni dan budaya, tokoh
masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.
c. Mensinergikan implementasi PPK dengan berbagai program yang ada dalam
lingkup akademisi, pegiat pendidikan, dan LSM.
d. Mensinkronkan program dan kegiatan melalui kerja sama dengan pemerintah
daerah, kementerian dan lembaga pemerintahan, dan masyarakat pada
umumnya

G. Perancangan
Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap penyusunan rancangan antara lain:
1. Menentukankarakter individual, kelompok, kelas, lembaga.
2. Menentukan sub tim pengendali pelasksanaan pendikar
a. Mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan
pendidikan karakter, yaitu nilai-nilai/perilaku yang perlu dikuasai, dan
direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini,
program pendidikan karakter peserta didik direalisasikan dalam tiga kelompok
kegiatan, yaitu
(a) terpadu dengan pembelajaran pada mata pelajaran;
(b) terpadu dengan manajemen sekolah;
(c) terpadu melalui kegiatan pembinaan kesiswaan.
b. Mengembangkan materi pendidikan karakter untuk setiap jenis kegiatan
di sekolah
c. Mengembangkan rancangan pelaksanaan setiap kegiatan di sekolah (tujuan,
materi, fasilitas, jadwal, pengajar/fasilitator, pendekatan pelaksanaan,
evaluasi)
d. Menyiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan program pendidikan karakter di
sekolah
H. Implementasi
1. Pembentukan karakter yang terpadu dengan pembelajaran pada semua mata
pelajaran. Berbagai hal yang terkait dengan karakter (nilai-nilai, norma, iman dan
ketaqwaan, dll) diimplementasikan dalam pembelajaran mata pelajaran-mata
pelajaran yang terkait, seperti Agama, PKn, IPS, IPA, Penjas Orkes, dan lainnya
2. Pembentukan Karakter yang terpadu dengan manajemen sekolah. Berbagai hal yang
terkait dengan karakter (nilai-nilai, norma, iman dan ketaqwaan, dll)
diimplementasikan dalam aktivitas manajemen sekolah, seperti pengelolaan: siswa,
regulasi/peraturan sekolah, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keuangan,
perpustakaan, pembelajaran, penilaian, dan informasi, serta pengelolaan lainnya.
3. Pembentukan karakter yang terpadu dengan Kegiatan pembinaan kesiswaan
( Terlampir ). Beberapa kegiatan pembinaan kesiswaan yang memuat pembentukan
karakter antara lain:
a. Olah raga
b. Keagamaan (baca tulis Al Qur’an, kajian hadis, ibadah dll )
c. Seni Budaya (menari, menyanyi, melukis, teater),
d. Kepramukaan,
e. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
f. Kegiatan Pembiasaan, Intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler
I. Penilaian Program PPK
Penilaian program PPK harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Orientasi pada Proses
Panduan penilaian berorientasi pada proses berarti instrumen yang dibuat, baik oleh
sekolah maupun oleh pemerintah, bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan
PPK, mulai dari asesmen kebutuhan pada tahap awal, sampai proses penilaian
keberhasilan pada akhir program.
2. Acuan pada Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam panduan penilaian mengacu pada proses pelaksanaan PPK
secara utuh dan menyeluruh, mulai dari tahap awal, yaitu asesmen awal sampai
evaluasi PPK.
3. Asas manfaat
Penilaian bertujuan agar sekolah memperoleh manfaat bagi perbaikan selanjutnya.
Proses penilaian dilaksanakan untuk menilai keterlaksanaan dan kebermanfaatan
PPK, bukan untuk mencari kesalahan. Indikator - indikator penilaian di dalam
rubrik bermanfaat untuk melakukan evaluasi bagi pengembangan program PPK di
masa depan.
4. Jujur dan Objektif
Penilaian dilakukan secara jujur objektif sesuai dengan apa yang terjadi dan melaporkan
hasil temuannya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Penilaian PPK
mengutamakan kejujuran sekolah dalam menilai karena pendidikan karakter lebih
menekankan kemampuan lembaga mengevaluasi diri tanpa perlu pengawasan dari
pihak luar. Kemandirian, objektivitas, dan kejujuran dalam menilai PPK adalah
bagian dari revolusi mental itu sendiri.
J. Metode Penilaian
Cara melakukan penilaian PPK adalah melalui observasi (pengamatan langsung)
untuk mengumpulkan data, baik data-data administratif maupun catatan-catatan
pendukung untuk menilai sebuah kegiatan. Observasi bisa dilakukan secara individual,
bila instansi yang menilai adalah individu di luar sekolah, seperti pengawas, atau dari
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Bila sekolah yang melakukan evaluasi diri, sekolah
bisa mempergunakan masukan data-data observasi dari anggota komunitas sekolah
(guru, siswa, dan lain-lain) untuk menjustifikasi indikator keberhasilan sesuai dengan
rubrik.
Observasi yang dilakukan meliputi observasi lingkungan fisik sekolah, lingkungan
sosial sekolah, budaya, dan karakter sekolah. Unsur-unsur tersebut dapat diamati pada
sarana dan prasarana sekolah, proses belajar-mengajar di kelas, berbagai macam
dokumentasi pembelajaran (program tahunan, RPP, dan lain-lain), kegiatan kokurikuler,
ekstrakurikuler, dan kegiatan setelah pembelajaran formal di lingkungan sekolah dan
komunitas. Penilai juga dapat melihat dokumen-dokumen lain sekolah yang mendukung
penilaian pada lembar observasi.

Data-data observasi dan data-data administratif digabungkan untuk memberikan


justifikasi skoring sesuai rubrik pada indikator keberhasilan PPK. Data-data administrasi
berupa dokumen-dokumen pendukung (tertulis dalam dokumen, atau dokumentasi
dalam bentuk digital, seperti video, foto, dan lain-lain).

K. Penilai PPK
Penilai PPK adalah pihak sekolah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan
pendidikan. Untuk menjaga objektivitas, penilaian keberhasilan PPK dilakukan minimal
dengan melibatkan tiga pemangku kepentingan utama pendidikan, yaitu sekolah, komite
sekolah/orangtua, dan pengawas. Perwakilan komunitas atau dinas bisa juga dilibatkan
untuk membuat evaluasi PPK bila dibutuhkan.
Kepala sekolah, komite sekolah, orang tua, dan pengawas melakukan evaluasi
Penguatan Pendidikan Karakter dengan cara menilai keberhasilan PPK mempergunakan
informasi dari rubrikasipenilaian sebagai alat untuk membantu justifikasi indikator PPK.

L. Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan Evaluasi bertujuan mengembangkan dan meningkatkan kualitas
program pembinaan pendidikan karakter sesuai dengan perencanaan yang telah
ditetapkan, tujuan monitoring dan evaluasi pembentukan karakter adalah sebagai
berikut:
1. Melakukan pengamatan dan pembimbingan secara langsung keterlaksanaan
program pendidikan karakter di sekolah.
2. Memperoleh gambaran mutu pendidikan karakter di sekolah secara umum.
3. Melihat kendala-kendala yang terjadi
4. Mengumpulkan dan menganalisis data yang ditemukan di lapangan untuk menyusun
rekomendasi terkait perbaikan pelaksanaan program pendidikan karakter ke depan
5. Mengetahui tingkat keberhasilan implementasi program pembinaan pendidikan
karakter di sekolah.
M. Tindak Lanjut
Hasil monitoring dan evaluasi dari implementasi program pembinaan pendidikan
karakter digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan program, mencakup
penyempurnaan rancangan, mekanisme pelaksanaan, dukungan fasilitas, sumber daya
manusia, dan manajemen sekolah yang terkait dengan implementasi program.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ) adalah gerakan pendidikan di sekolah
untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa
(estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan
publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian
dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Ada lima nilai utama karakter yang
perlu dikembangkan sebagai prioritas Gerakan PPK yaitu; Religius, Nasionalis, Mandiri,
Gotong royong, dan Integritas.
Dalam pelaksanaannya di SD Negeri Kopo 01 PPK berpedoman pada struktur
kurikulum melalui kegiatan pembiasaan, Intra-kurikuler dan ko-kurikuler, dan ekstra-
kurikuler. Gerakan PPK dapat dilaksanakan dengan berbasis struktur kurikulum yang
sudah ada dan mantap dimiliki oleh sekolah, yaitu pendidikan karakter berbasis kelas,
budaya sekolah, dan masyarakat/ komunitas (Albertus, 2015).
Penilaian PPK adalah melalui observasi (pengamatan langsung) untuk
mengumpulkan data, baik data-data administratif maupun catatan-catatan pendukung
untuk menilai sebuah kegiatan

Cisarua-Bogor,
Kepala SD Negeri Kopo 01,

Hj. Papat, [Link]


NIP. 196812091992032006
PROGRAM KEGIATAN KEAGAMAAN
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
SD NEGERI KOPO 01

1. PPK Berbasis Kelas

No. Kegiatan PPK Pelaksanaan Nilai PPK Yang Ditanamkan

1 Piket Kelas Sebelum pembelajaran berlangsung Gotong Royong, disiplin, kerja


keras,tertib

2 Berbaris sebelum masuk kelas Sebelum Disiplin, tertib,cinta tanah ait


Pembelajaran berlangsung

3 Pemeriksaan kebersihan dan kelengkapan Disiplin, tanggung jawab,


Sebelum pembelajaran berlangsung dan mandiri

4 Bersalaman dengan Guru dan Sesama Teman Saling menghormati


Sebelum pembelajaran berlangsung dan tertib

5 Mengucapkan Salam Sebelum pembalajaran religius


berlangsung

6 Berdoa sebelum dan setelah pembelajaaran Religius, disiplin dan tertib


di dalam kelas

7 Menyanyikan lagu wajib nasional dan nasional Nasinalis, disiplin, tertib


dan daerah sebelum dan setelah pembelajaran
di dalam kelas

8 Membaca buku 15 menit ( Literasi ) di dalam kelas Tanggung jawab, kerja keras

9 Terintegrasi dalam proses pembelajaran (pemilihan Disiplin,tanggung jawab,

model, metode, dan strategi) disesuaikan kerjasama, Disiplin, tanggung


jawab, kerja sama,

10. Kontrak / kesepakatan kelas selama proses Disiplin, tanggung jawab,


pembelajaran disesuiakan tertib
2. PPK Berbasis Sekolah
No. Kegiatan PPK Pelaksanaan Nilai PPK Yang Ditanamkan

1 Senyum, salam, sapa, dan bersalaman Saling menghormati,


saat iba disekolah dan selama disekolah tanggung jawab

2 Kebersihan Lingkungan
Memungut Sampah yang berserak Cinta tanah air, displin, peduli, kerjasama,
di sekolah tanggung jawab

3 Membaca doa dan surah – surah Religius


pendek

4 Menyanyikan lagu wajib


nasional dan daerah Nasionalis ( Cinta Tanah Air)

5 Upacara bendera setiap hari Disiplin, tanggungjawab, Nasionalis


Senin

6 Sholat dhuha dan dzuhur


berjamaah Setiap hari Religius
senin - kamis

7 Senam pagi Setiap hari sabtu Disiplin, kerja keras, dan mandri

8 Jumat bersih Gotong royong dan cinta tanah air

9 Cuci tangan dan sikat gigi bersama


3 bulan sekali Mandiri, disiplin

10 Budaya antri setiap hari Disiplin, saling menghormati,peduli,dan


nasionalis

11 Infaq Setiap hari jumat Religius

12 Pembuatan Kesepakatan Tanggung jawab dan disiplin


sekolah

13 Kegiatan Ektrakurikuler terjadwal Kreatif dan mandiri

14 Peringatan hari besar nasional Cinta tanah air dan


semangat kebangsaan
3. PPK Berbasis Masyarakat
No. Kegiatan PPK Pelaksanaan Nilai PPK Yang Ditanamkan
1 Pengembangan Budaya Sekolah Kedisiplinan dan tanggung jawab

2 Pemanfaatan barang bekas Gotong rorong, mandiri, kreatis


dengan melibatkan orang tua
siswa

3 Kunjungan ke tempat Nasionalis, taggung jawab, kerjasama


atau lingkungan tertentu Peduli, religius, saling menghormati

PROGRAM IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ( PPK )


SD NEGERI KOPO 01
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Cisarua, …………………….. 2025

Kepala SD Negeri Kopo 01,

Hj. Papat, [Link]


NIP. 196812091992032006

Anda mungkin juga menyukai