Program Penguatan Karakter
Program Penguatan Karakter
PENGUATAN PENDIDIKAN
KARAKTER
(PPK)
SD NEGERI KOPO 01
HALAMAN
JUDUL........................................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................................ii
KATA PENGANTAR................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1
A. Latar Belakang.......................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum.......................................................................................................... .. 2
C. Tujuan........................................................................................................................ 3
D. Sasaran...................................................................................................................... 3
KARAKTER............................................................................................................... 4
A. Nilai-nilai Karakter untuk SD................................................................................. 4
B. Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter....................................................................... 5
C. Fokus Gerakan PPK................................................................................................ 7
D. Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter............................................................7
E. Struktur Kegiatan................................................................................................... .... 8
F. Basis Gerakan PPK..................................................................................................... 8
G. Perancangan................................................................................................................ 9
H. Implementasi.......................................................................................................... 10
I. Penilaian Program PPK........................................................................................... 10
J. Metode Penilaian..................................................................................................... 11
K. Penilai PPK............................................................................................................... 12
L. Monitoring dan Evaluasi......................................................................................... 12
M. Tindak Lanjut......................................................................................................... 12
BAB III
PENUTUP...................................................................................................................... 13
A. Kesimpulan..................................................................................... ........................... 13
PROGRAM KEGIATAN KEAGAMAAN............................................................. 14
PROGRAM IMPLEMENTASI PPK ..................................................................15
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maga Esa, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga Program Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK ) ini dapat kami susun
dan selesaikan sebagai pedoman bagi guru untuk melaksanakan program PPK di SD Negeri
Kopo 01.
Program PPK ini kami susun dengan melibatkan guru, komite sekolah dan stakeholder di
SD Negeri Kopo 01 sehingga dapat memperkaya dan memperlancar penyusunan program
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam penyusunan program PPK ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa Program PPK ini masih jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanya kritik, saran dan masukan yang dapat kami
gunakan untuk menyempurnakan pogram ini.
Semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat, bimbingan dan petunjuk- Nya kepada
kita.
Amiin
Hormat kami,
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3,
menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan pada
Pasal 17 Ayat (3) menyebutkan bahwa pendidikan dasar, bertujuan membangun
landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
(a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
(b) berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
(c) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
(d) sehat, mandiri, dan percaya diri;
(e) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggungjawab.
Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa tujuan pendidikan di setiap jenjang, termasuk SD
sangat berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik.
Gerakan Nasional Pendidikan Karakter yang secara intensif telah dimulai sejak
tahun 2010 sudah melahirkan sekolah-sekolah rintisan yang mampu melaksanakan
pembentukan karakter secara kontekstual sesuai dengan potensi lingkungan setempat.
Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah diharapkan dapat memperkuat bakat, potensi
dan talenta seluruh peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan kita sesungguhnya
melewatkan atau mengabaikan beberapa dimensi penting dalam pendidikan, yaitu olah
raga (kinestetik), olah rasa (seni) dan olah hati (etik dan spiritual) (Muhajir Effendy,
2016). Apa yang selama ini kita lakukan baru sebatas olah pikir yang menumbuhkan
kecerdasan akademis. Olah pikir ini pun belum mendalam sampai kepada
pengembangan berpikir tingkat tinggi, melainkan baru pada pengembangan olah pikir
tingkat rendah. Persoalan ini perlu diatasi dengan sinergi berkelanjutan antara
pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat melalui penguatan pendidikan karakter
untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat, berbudaya, dan berkarakter.
Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 mengeluarkan Rencana Aksi
Nasional (RAN) Pendidikan Karakter untuk mengembangkan rintisan di sekolah-
sekolah seluruh Indonesia dengan delapan belas (18) nilai karakter. Program ini
didukung oleh Pemerintah Daerah, lembaga swadaya masyarakat sehingga program
pendidikan karakter bisa terlaksana dengan baik.
Menurut Mochtar Buchori (2007), pendidikan karakter seharusnya membawa
peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan
akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.
Pendidikan karakter pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada
setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai
pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan
konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak
hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata
dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau
pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter
direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di
sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi, nilai-nilai yang perlu
ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga
kependidikan, dan komponen terkait lainnya. Dengan demikian, manajemen sekolah
merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah.
B. Dasar Hukum
Dasar hukum dalam pembinaan pendidikan karakter antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Permendikbudristek Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur tentang Kurikulum Merdeka
3. Permendiknas No 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan
4. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum Merdeka
5. Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
7. Program kerja SD Negeri Kopo 01 tahun pelajaran 2025/2026
C. Tujuan
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan
hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau
akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar
kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik SD Negeri
Kopo 01 mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan
pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai
karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Pendidikan karakter pada tingkatan institusi mengarah pada pembentukan budaya
sekolah, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan
simbol- simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar
sekolah. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah
tersebut di mata masyarakat luas.
D. Sasaran
Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh warga sekolah ( siswa, pendidik
kepala sekolah dan tenaga kependidikan ) terutama siswa. Melalui program ini
diharapkan siswa memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki
kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang
lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.
BAB II
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
E. Struktur Kegiatan
Struktur kegiatan PPK merupakan pilihan berbagai macam kegiatan bagi
pembentukan karakter peserta didik yang menyeimbangkan keempat dimensi
pengolahan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara, yaitu olah raga, olah pikir, olah
rasa dan olah hati. Sekolah bisa memilih struktur kegiatan yang akan mendorong
terbentuknya keunikan, kekhasan, dan keunggulan sekolah (school branding).
G. Perancangan
Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap penyusunan rancangan antara lain:
1. Menentukankarakter individual, kelompok, kelas, lembaga.
2. Menentukan sub tim pengendali pelasksanaan pendikar
a. Mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan
pendidikan karakter, yaitu nilai-nilai/perilaku yang perlu dikuasai, dan
direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini,
program pendidikan karakter peserta didik direalisasikan dalam tiga kelompok
kegiatan, yaitu
(a) terpadu dengan pembelajaran pada mata pelajaran;
(b) terpadu dengan manajemen sekolah;
(c) terpadu melalui kegiatan pembinaan kesiswaan.
b. Mengembangkan materi pendidikan karakter untuk setiap jenis kegiatan
di sekolah
c. Mengembangkan rancangan pelaksanaan setiap kegiatan di sekolah (tujuan,
materi, fasilitas, jadwal, pengajar/fasilitator, pendekatan pelaksanaan,
evaluasi)
d. Menyiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan program pendidikan karakter di
sekolah
H. Implementasi
1. Pembentukan karakter yang terpadu dengan pembelajaran pada semua mata
pelajaran. Berbagai hal yang terkait dengan karakter (nilai-nilai, norma, iman dan
ketaqwaan, dll) diimplementasikan dalam pembelajaran mata pelajaran-mata
pelajaran yang terkait, seperti Agama, PKn, IPS, IPA, Penjas Orkes, dan lainnya
2. Pembentukan Karakter yang terpadu dengan manajemen sekolah. Berbagai hal yang
terkait dengan karakter (nilai-nilai, norma, iman dan ketaqwaan, dll)
diimplementasikan dalam aktivitas manajemen sekolah, seperti pengelolaan: siswa,
regulasi/peraturan sekolah, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keuangan,
perpustakaan, pembelajaran, penilaian, dan informasi, serta pengelolaan lainnya.
3. Pembentukan karakter yang terpadu dengan Kegiatan pembinaan kesiswaan
( Terlampir ). Beberapa kegiatan pembinaan kesiswaan yang memuat pembentukan
karakter antara lain:
a. Olah raga
b. Keagamaan (baca tulis Al Qur’an, kajian hadis, ibadah dll )
c. Seni Budaya (menari, menyanyi, melukis, teater),
d. Kepramukaan,
e. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
f. Kegiatan Pembiasaan, Intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler
I. Penilaian Program PPK
Penilaian program PPK harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Orientasi pada Proses
Panduan penilaian berorientasi pada proses berarti instrumen yang dibuat, baik oleh
sekolah maupun oleh pemerintah, bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan
PPK, mulai dari asesmen kebutuhan pada tahap awal, sampai proses penilaian
keberhasilan pada akhir program.
2. Acuan pada Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam panduan penilaian mengacu pada proses pelaksanaan PPK
secara utuh dan menyeluruh, mulai dari tahap awal, yaitu asesmen awal sampai
evaluasi PPK.
3. Asas manfaat
Penilaian bertujuan agar sekolah memperoleh manfaat bagi perbaikan selanjutnya.
Proses penilaian dilaksanakan untuk menilai keterlaksanaan dan kebermanfaatan
PPK, bukan untuk mencari kesalahan. Indikator - indikator penilaian di dalam
rubrik bermanfaat untuk melakukan evaluasi bagi pengembangan program PPK di
masa depan.
4. Jujur dan Objektif
Penilaian dilakukan secara jujur objektif sesuai dengan apa yang terjadi dan melaporkan
hasil temuannya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Penilaian PPK
mengutamakan kejujuran sekolah dalam menilai karena pendidikan karakter lebih
menekankan kemampuan lembaga mengevaluasi diri tanpa perlu pengawasan dari
pihak luar. Kemandirian, objektivitas, dan kejujuran dalam menilai PPK adalah
bagian dari revolusi mental itu sendiri.
J. Metode Penilaian
Cara melakukan penilaian PPK adalah melalui observasi (pengamatan langsung)
untuk mengumpulkan data, baik data-data administratif maupun catatan-catatan
pendukung untuk menilai sebuah kegiatan. Observasi bisa dilakukan secara individual,
bila instansi yang menilai adalah individu di luar sekolah, seperti pengawas, atau dari
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Bila sekolah yang melakukan evaluasi diri, sekolah
bisa mempergunakan masukan data-data observasi dari anggota komunitas sekolah
(guru, siswa, dan lain-lain) untuk menjustifikasi indikator keberhasilan sesuai dengan
rubrik.
Observasi yang dilakukan meliputi observasi lingkungan fisik sekolah, lingkungan
sosial sekolah, budaya, dan karakter sekolah. Unsur-unsur tersebut dapat diamati pada
sarana dan prasarana sekolah, proses belajar-mengajar di kelas, berbagai macam
dokumentasi pembelajaran (program tahunan, RPP, dan lain-lain), kegiatan kokurikuler,
ekstrakurikuler, dan kegiatan setelah pembelajaran formal di lingkungan sekolah dan
komunitas. Penilai juga dapat melihat dokumen-dokumen lain sekolah yang mendukung
penilaian pada lembar observasi.
K. Penilai PPK
Penilai PPK adalah pihak sekolah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan
pendidikan. Untuk menjaga objektivitas, penilaian keberhasilan PPK dilakukan minimal
dengan melibatkan tiga pemangku kepentingan utama pendidikan, yaitu sekolah, komite
sekolah/orangtua, dan pengawas. Perwakilan komunitas atau dinas bisa juga dilibatkan
untuk membuat evaluasi PPK bila dibutuhkan.
Kepala sekolah, komite sekolah, orang tua, dan pengawas melakukan evaluasi
Penguatan Pendidikan Karakter dengan cara menilai keberhasilan PPK mempergunakan
informasi dari rubrikasipenilaian sebagai alat untuk membantu justifikasi indikator PPK.
Cisarua-Bogor,
Kepala SD Negeri Kopo 01,
8 Membaca buku 15 menit ( Literasi ) di dalam kelas Tanggung jawab, kerja keras
2 Kebersihan Lingkungan
Memungut Sampah yang berserak Cinta tanah air, displin, peduli, kerjasama,
di sekolah tanggung jawab
7 Senam pagi Setiap hari sabtu Disiplin, kerja keras, dan mandri