0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan20 halaman

Chapter 5 Digital Life

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di PKBM Merpati, berfokus pada pemahaman digital life dan literasi informasi. Peserta didik akan belajar tentang penggunaan mesin pencari, keamanan digital, serta cara mengenali dan melawan hoax melalui berbagai aktivitas interaktif. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan penalaran kritis, kemandirian, dan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks digital.

Diunggah oleh

Singgih Purnomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan20 halaman

Chapter 5 Digital Life

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di PKBM Merpati, berfokus pada pemahaman digital life dan literasi informasi. Peserta didik akan belajar tentang penggunaan mesin pencari, keamanan digital, serta cara mengenali dan melawan hoax melalui berbagai aktivitas interaktif. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan penalaran kritis, kemandirian, dan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks digital.

Diunggah oleh

Singgih Purnomo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS


CHAPTER 5: DIGITAL LIFE

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : PKBM MERPATI
Nama Penyusun : EVA VIDHYASARI, [Link]
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Fase / Kelas /Semester : D / IX / Genap
Alokasi Waktu : 7 Pertemuan / 21 JP (7 x 3 JP @40 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Pengetahuan Awal:
 Sebagian besar peserta didik sudah familiar dengan penggunaan internet dan media
sosial dalam kehidupan sehari-hari.
 Beberapa peserta didik mungkin memiliki pemahaman dasar tentang bahaya online
atau berita hoax dari pengalaman pribadi atau diskusi informal.
 Sebagian kecil peserta didik mungkin belum sepenuhnya memahami konsep "search
engine" atau "procedural text" dalam konteks digital.
Minat Belajar:
 Peserta didik menunjukkan minat tinggi terhadap topik yang relevan dengan dunia
digital dan teknologi.
 Minat belajar akan meningkat melalui aktivitas yang interaktif, kolaboratif, dan
berbasis masalah nyata.
 Beberapa peserta didik mungkin lebih tertarik pada aspek kreatif (membuat konten
digital), sementara yang lain pada aspek analitis (memeriksa fakta).
Kebutuhan Individual:
 Peserta didik dengan kemampuan berbahasa Inggris yang bervariasi memerlukan
dukungan diferensiasi, seperti teks berjenjang atau instruksi yang disederhanakan.
 Peserta didik yang kurang percaya diri dalam berbicara atau menulis membutuhkan
lebih banyak scaffolding dan kesempatan praktik berulang.
 Peserta didik dengan akses digital yang terbatas memerlukan alternatif kegiatan non-
digital atau dukungan fasilitas sekolah.

C. MATERI PELAJARAN
Pengetahuan Faktual:
 Istilah-istilah dasar dalam dunia digital (search engine, social media, hoax,
cybercrime, cyberbullying, password, privacy settings, dll.).
Pengetahuan Konseptual:
 Konsep "procedural text" dan elemen-elemennya (goal, materials, steps) dalam
konteks digital.
Pengetahuan Prosedural:
 Langkah-langkah menggunakan mesin pencari secara efektif untuk menemukan
informasi yang akurat.
Pengetahuan Metakognitif:
 Refleksi terhadap kebiasaan digital pribadi dan dampaknya.
 Kemampuan untuk menyesuaikan strategi belajar berdasarkan jenis informasi digital
yang dihadapi.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


Berikut adalah tiga Dimensi Profil Lulusan yang paling relevan untuk dikembangkan
dalam pembelajaran ini:
 Penalaran Kritis: Pembelajaran ini secara langsung melatih peserta didik untuk
menganalisis informasi yang mereka temukan di dunia digital, membedakan fakta
dari opini atau hoax, dan mengevaluasi keandalan sumber. Ini adalah inti dari
penalaran kritis yang memungkinkan mereka membuat keputusan yang tepat dan
bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Kompetensi yang dikembangkan
adalah kemampuan memperoleh dan memproses informasi dan gagasan serta
menganalisis dan mengevaluasi penalaran.
 Kemandirian: Peserta didik didorong untuk mengambil inisiatif dalam mencari
informasi, mengelola keamanan diri di dunia maya, dan bertanggung jawab atas
jejak digital mereka. Mereka belajar untuk menjadi pengguna internet yang proaktif
dan bijak, bukan hanya konsumen pasif. Kompetensi yang dikembangkan adalah
kemampuan pemahaman diri dan situasi serta regulasi diri.
 Komunikasi: Modul ini melibatkan berbagai aktivitas yang mengharuskan peserta
didik untuk berinteraksi dan bertukar ide mengenai topik digital, baik secara lisan
maupun tulisan. Mereka akan belajar menyampaikan informasi secara jelas dan
persuasif (misalnya, dalam kampanye anti-hoax) dan berpartisipasi dalam diskusi
tentang isu-isu digital. Kompetensi yang dikembangkan adalah kemampuan
berkomunikasi secara lisan, tulisan, dan visual.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 046 TAHUN 2025


Pada akhir fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menyimak - Berbicara (Listening - Speaking)
Memahami alur informasi secara keseluruhan, gagasan utama dan informasi rinci
dari teks lisan tentang topik sehari-hari atau yang sesuai dengan minat; menggunakan
bahasa Inggris untuk mengungkapkan gagasan dan pengalaman dalam berbagai jenis
teks secara lisan tentang topik yang dibahas dengan menggunakan kalimat sederhana
dan majemuk baik formal maupun informal sesuai konteks.
(Understand the entire flow of information, main ideas and details of oral texts about
everyday topics or topics of interest; using English to express ideas and experiences
in various types of texts orally about the topics discussed using simple and compound
sentences, both formally and informally in line with its context)
2. Membaca - Memirsa (Reading - Viewing)
Memahami alur informasi, informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks
tertulis atau teks multimodal tentang topik sehari-hari atau yang sesuai dengan minat
dan meresponnya sesuai konteks.
(Understand the entire flow of information, explicit and implicit information from
various types of written or multimodal texts about everyday topics or topics of
interest and respond in line with its context)
3. Menulis-Mempresentasikan (Writing - Presenting)
Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman mereka dalam berbagai jenis teks
secara tertulis atau teks multimodal tentang topik sehari-hari atau yang sesuai dengan
minat dengan mulai menggunakan kalimat sederhana dan majemuk dengan struktur
teks dan unsur kebahasaan yang tepat; mengungkapkan pendapat dan
mempertahankan argumen tentang suatu isu terkait topik sehari-hari atau yang sesuai
dengan minat.
(Communicate their ideas and experiences in various types of texts, in written or
multimodal texts, about everyday topics or topics of interest, by starting to use simple
and compound sentences with appropriate text structures and language features;
express their opinions and defend their arguments on issues related to daily topics or
topics of interests)

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


 Ilmu Komputer/Informatika: Konsep dasar mesin pencari, keamanan siber, privasi
data, dan etika digital.
 Pendidikan Kewarganegaraan: Hak dan kewajiban warga negara digital, tanggung
jawab sosial dalam menyebarkan informasi, dan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi
online.
 Bahasa Indonesia: Kemampuan memahami dan menganalisis teks informatif,
persuasif, dan prosedural dalam konteks digital.
 Sosiologi/Antropologi: Dampak media sosial terhadap interaksi sosial, fenomena
penyebaran hoax, dan perubahan perilaku masyarakat di era digital.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Unit 1. Let's Check the Facts! (Pengenalan Mesin Pencari dan
Verifikasi Informasi)
 Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi dan bagian-bagian utama mesin pencari
setelah mengamati gambar dan berdiskusi, dengan akurasi minimal 80%.
(Memahami)
 Peserta didik dapat membuat pertanyaan sederhana untuk mencari informasi di
internet menggunakan kata tanya (What, Who, Where, Why, How) setelah
mendengarkan dialog, dengan benar. (Mengaplikasikan)
 Peserta didik dapat mempraktikkan dialog tentang cara menggunakan mesin pencari
dan memverifikasi informasi dengan teman sekelas, dengan kelancaran dan intonasi
yang baik. (Mengaplikasikan)
 Peserta didik dapat mengidentifikasi kriteria informasi yang akurat dan terpercaya
dari internet (tanggal, sumber, kelengkapan informasi) setelah menyimak penjelasan,
dengan tepat. (Memahami)
Pertemuan 2: Unit 1. Let's Check the Facts! (Lanjutan Verifikasi Informasi dan
Kalimat Imperatif)
 Peserta didik dapat menganalisis keandalan sumber informasi online (misalnya,
domain .gov, .edu) setelah menyimak penjelasan, dengan akurasi minimal 75%.
(Menganalisis)
 Peserta didik dapat menggunakan kalimat imperatif (perintah/instruksi) untuk
menjelaskan langkah-langkah mencari dan memverifikasi informasi di internet,
dengan struktur yang benar. (Mengaplikasikan)
 Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam permainan "Search Engine Race"
untuk melatih kecepatan dan ketepatan dalam mencari informasi online, dengan
menunjukkan semangat kolaborasi. (Mengaplikasikan)
 Peserta didik dapat membuat buku saku berisi biografi tokoh terkenal dan
menghiasnya, dengan kreativitas dan kerapian. (Mencipta)
Pertemuan 3: Unit 2. Staying Safe in the Digital World (Keamanan Digital: Privasi
dan Password)
 Peserta didik dapat mengidentifikasi pentingnya menjaga privasi informasi pribadi di
dunia digital setelah mengamati gambar dan berdiskusi, dengan kesadaran penuh.
(Memahami)
 Peserta didik dapat mengklasifikasikan informasi pribadi yang harus bersifat publik
atau pribadi saat online, dengan tepat. (Menganalisis)
 Peserta didik dapat menjelaskan cara membuat password yang kuat dan aman
berdasarkan infografis, dengan jelas. (Memahami)
 Peserta didik dapat menggunakan kalimat imperatif dengan "always" dan "never"
untuk memberikan saran keamanan online, dengan benar. (Mengaplikasikan)
Pertemuan 4: Unit 2. Staying Safe in the Digital World (Lanjutan Keamanan Digital:
Ancaman dan Respons)
 Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis ancaman siber (online scam,
cyberbullying, identity theft) setelah membaca teks, dengan akurasi minimal 80%.
(Memahami)
 Peserta didik dapat menganalisis langkah-langkah yang harus dilakukan untuk
melindungi diri dari ancaman siber berdasarkan teks, dengan tepat. (Menganalisis)
 Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam permainan "Word Search" untuk
memperkaya kosakata terkait keamanan digital, dengan antusias. (Mengaplikasikan)
 Peserta didik dapat menuliskan lima hal yang dapat dilakukan untuk menjaga
keamanan online dan mengubahnya menjadi penanda buku kreatif, dengan rapi.
(Mencipta)
Pertemuan 5: Unit 3. Turn Back Hoax! (Mengenali Hoax)
 Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik berita hoax dan dampaknya setelah
mengamati gambar dan berdiskusi, dengan pemahaman yang mendalam.
(Memahami)
 Peserta didik dapat menjelaskan alasan mengapa berita hoax seringkali menarik
untuk dibaca, dengan kritis. (Menganalisis)
 Peserta didik dapat menganalisis langkah-langkah untuk mengidentifikasi berita hoax
(memeriksa sumber, tanggal publikasi, meminta pendapat ahli) setelah membaca teks,
dengan akurasi minimal 80%. (Menganalisis)
 Peserta didik dapat membuat flowchart sederhana tentang cara menyaring berita
sebelum dibagikan, dengan logis. (Mencipta)
Pertemuan 6: Unit 3. Turn Back Hoax! (Melawan Hoax dan Teks Prosedural)
 Peserta didik dapat menggunakan penanda sekuens (first, then, next, finally) untuk
menuliskan langkah-langkah verifikasi berita hoax dalam teks prosedural, dengan
runtut. (Mengaplikasikan)
 Peserta didik dapat menulis teks prosedural tentang cara memeriksa keaslian berita
hoax berdasarkan topik pilihan, dengan struktur yang lengkap dan bahasa yang
mudah dipahami. (Mencipta)
 Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam permainan "Real or Fake?" untuk
melatih kemampuan membedakan informasi asli dan palsu, dengan kolaborasi.
(Mengaplikasikan)
Pertemuan 7: Review dan Proyek Akhir
 Peserta didik dapat merefleksikan keseluruhan materi Chapter 5 dan
mengidentifikasi pemahaman serta area yang perlu ditingkatkan. (Merefleksi)
 Peserta didik dapat membuat poster kampanye "Turn Back Hoax!" secara
berkelompok, dengan desain yang menarik dan pesan yang persuasif. (Mencipta)
 Peserta didik dapat mempresentasikan hasil proyek kampanye mereka di depan
kelas, dengan percaya diri dan komunikatif. (Mengaplikasikan)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Unit 1: Let's Check the Facts!
 Penggunaan mesin pencari dan kata kunci efektif.
 Kriteria dan metode verifikasi informasi online.
 Membuat buku saku biografi tokoh.
Unit 2: Staying Safe in the Digital World
 Pentingnya privasi online dan pengaturan akun.
 Membuat dan mengelola kata sandi yang kuat.
 Mengenali dan menghindari penipuan online (online scams).
 Merespons cyberbullying dan ancaman siber lainnya.
Unit 3: Turn Back Hoax!
 Definisi dan jenis-jenis hoax.
 Strategi dan langkah-langkah untuk mengidentifikasi hoax.
 Peran individu dalam memerangi penyebaran hoax.
○ Menulis teks prosedural tentang verifikasi berita.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik
 Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Mendorong peserta
didik untuk menghasilkan produk nyata (buku saku, poster kampanye) yang relevan
dengan kehidupan digital mereka, memicu kreativitas dan kolaborasi.
 Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning): Melalui diskusi kelompok,
permainan, dan tugas kolaboratif, peserta didik saling mendukung dan belajar dari
satu sama lain, memperkuat dimensi kolaborasi dan komunikasi.
 Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated Instruction): Menyediakan berbagai
tingkat kesulitan teks, pilihan aktivitas (digital/non-digital), dan dukungan individual
untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam.
 Pembelajaran Berbasis Teks (Genre-Based Approach): Memfokuskan pada
pemahaman dan produksi teks prosedural dalam konteks digital, membantu peserta
didik menguasai struktur dan fungsi bahasa yang relevan.
2. Kemitraan Pembelajaran
 Guru Mata Pelajaran Lain: Berkolaborasi dengan guru TIK/Informatika untuk
memperdalam aspek teknis keamanan digital atau guru PPKn untuk dimensi
kewarganegaraan digital.
 Orang Tua/Wali: Mengajak orang tua untuk berdiskusi tentang kebiasaan digital
anak di rumah, mendukung pengawasan positif, dan mendorong penerapan etika
digital.
 Komunitas/Praktisi: Mengundang narasumber dari kepolisian (unit siber), pakar IT,
atau organisasi anti-hoax untuk memberikan wawasan dan pengalaman nyata tentang
keamanan digital dan literasi media.
3. Lingkungan Pembelajaran
Ruang Fisik:
 Pengaturan tempat duduk yang fleksibel untuk memfasilitasi diskusi kelompok dan
kerja kolaboratif.
 Akses ke komputer/laptop dan koneksi internet yang stabil di laboratorium komputer
atau di kelas.
 Papan tulis interaktif atau proyektor untuk menampilkan materi visual dan infografis.
Ruang Virtual:
 Pemanfaatan platform pembelajaran online (misalnya Google Classroom, Schoology)
untuk berbagi materi, mengumpulkan tugas, dan forum diskusi.
 Penggunaan aplikasi atau situs web edukasi yang relevan untuk simulasi atau latihan
interaktif.
Budaya Belajar Positif:
 Menciptakan suasana kelas yang aman dan terbuka di mana peserta didik merasa
nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman tanpa takut dihakimi.
 Mendorong sikap saling menghargai, mendengarkan aktif, dan memberikan umpan
balik konstruktif.
 Menekankan pentingnya integritas akademik dan etika digital dalam setiap aktivitas.
4. Pemanfaatan Digital
 Mesin Pencari (Google Search, Bing, dll.): Digunakan sebagai alat utama untuk
mencari informasi, mempraktikkan verifikasi sumber, dan memahami cara kerja
algoritma pencarian.
 Platform Pembuat Infografis/Poster Digital (Canva, Piktochart): Memungkinkan
peserta didik untuk membuat visualisasi data tentang keamanan digital atau
kampanye anti-hoax secara kreatif dan menarik.
 Aplikasi Presentasi Interaktif (Google Slides, Prezi): Digunakan untuk
mempresentasikan hasil proyek atau temuan penelitian, mendorong keterampilan
komunikasi dan visual.

F. PENGALAMAN BELAJAR
PERTEMUAN 1:
Unit 1. Let's Check the Facts! (Pengenalan Mesin Pencari dan Verifikasi Informasi)
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama.
 Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menciptakan suasana positif dengan
menanyakan kabar atau ice-breaking singkat terkait teknologi.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru menampilkan gambar mesin pencari di layar () dan
bertanya: "Do you use a search engine on the Internet? What information do you
usually search for?" (Buku Siswa, Section 1). Peserta didik diminta berbagi
pengalaman singkat.
 Motivasi (Menggembirakan): Guru menyampaikan bahwa di unit ini mereka akan
belajar bagaimana menjadi "detektif digital" yang cerdas dalam menemukan fakta dan
menghindari informasi palsu, yang sangat penting di era digital.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pertemuan ini:
mereka akan belajar cara menggunakan mesin pencari secara efektif dan mulai
memahami cara memverifikasi informasi.

2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Guru memutarkan Audio 5.1 (dialog Galang dkk. mencari biografi tokoh). Peserta
didik menyimak dan menjawab pertanyaan pemahaman (Worksheet 5.1). Guru
memfasilitasi diskusi singkat tentang bagaimana mereka mencari informasi di
internet.
 Guru memutarkan Audio 5.2 (Monita menunjukkan cara menggunakan search
engine). Peserta didik menyimak dan menjawab pertanyaan tentang langkah-langkah
dasar penggunaan mesin pencari (Worksheet 5.2).
 Guru menayangkan kembali Audio 5.3 (Monita menjelaskan kriteria verifikasi
informasi). Peserta didik menyimak dan mengidentifikasi kriteria informasi yang
akurat (tanggal, sumber, kelengkapan) dengan melingkari True/False pada pernyataan
yang diberikan (Worksheet 5.3).
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Praktik Berpasangan: Peserta didik berpasangan mempraktikkan dialog dari Audio
5.2 dan 5.3, bergantian peran sebagai Monita dan Galang. Guru berkeliling
memberikan umpan balik dan koreksi.
 Identifikasi Visual: Peserta didik diminta memberi tanda centang pada gambar yang
menunjukkan langkah-langkah memilih informasi yang benar dari internet
(Worksheet 5.4), mengaitkan konsep yang didengar dengan visual.
 Latihan Imperatif: Peserta didik melengkapi dialog dengan kalimat imperatif yang
tepat untuk memberikan instruksi penggunaan mesin pencari dan verifikasi informasi
(Worksheet 5.5).
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Guru memfasilitasi diskusi kelas: "What did you learn about finding information
online today? Why is it important to check the facts?"
 Peserta didik berbagi satu tips baru yang mereka pelajari tentang mencari informasi
yang akan mereka terapkan.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini tentang penggunaan
mesin pencari dan verifikasi informasi.
 Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi peserta didik.
 Guru merencanakan kegiatan selanjutnya (membuat buku saku biografi) dan
memberikan motivasi.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

PERTEMUAN 2:
Unit 1. Let's Check the Facts! (Lanjutan Verifikasi Informasi dan Kalimat Imperatif)
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru meminta beberapa peserta didik untuk berbagi
secara singkat satu hal yang paling mereka ingat dari pertemuan sebelumnya tentang
verifikasi informasi online.
 Motivasi (Menggembirakan): Guru memperkenalkan aktivitas "Search Engine
Race" sebagai cara seru untuk menguji keterampilan mereka dalam mencari informasi
cepat dan akurat.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan
memperdalam kemampuan memverifikasi informasi dan menerapkannya dalam
proyek kreatif.

2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Guru meninjau kembali konsep kalimat imperatif (perintah/instruksi) dengan contoh-
contoh dari teks sebelumnya (Worksheet 5.10). Peserta didik mengidentifikasi
penggunaan kata kerja dasar.
 Guru memutarkan Audio 5.5 (Ibu Ida Ayu menjelaskan cara membuat buku saku).
Peserta didik menyimak dan melengkapi paragraf rumpang dengan kata kerja yang
tepat (Worksheet 5.7).
 Peserta didik mengurutkan gambar proses pembuatan buku saku (Worksheet 5.8) dan
menjawab pertanyaan berdasarkan penjelasan Ibu Ida Ayu (Worksheet 5.9).
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Permainan "Search Engine Race" (Fun Time, Section 7): Peserta didik
menggunakan smartphone atau laptop untuk mencari jawaban dari 10 pertanyaan
yang diberikan guru secepat dan setepat mungkin. Ini melatih keterampilan pencarian
dan verifikasi cepat.
 Proyek Membuat Buku Saku (Your Turn, Section 9): Peserta didik memilih satu
tokoh terkenal, mencari biografinya di internet (menerapkan verifikasi sumber),
menulis biografi singkat, dan membuat buku saku mini yang dihias (Worksheet 5.11).
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Peserta didik saling menunjukkan buku saku yang telah dibuat.
 Guru memfasilitasi diskusi: "What was the most challenging part of finding
information for your pocket book? How did you ensure the information was correct?"

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan pentingnya keterampilan mencari dan memverifikasi informasi
di era digital, serta penerapan kalimat imperatif.
 Guru memberikan apresiasi atas kreativitas peserta didik dalam membuat buku saku.
 Guru merencanakan materi Unit 2 tentang keamanan digital.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

PERTEMUAN 3:
Unit 2. Staying Safe in the Digital World (Keamanan Digital: Privasi dan Password)
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru menampilkan gambar-gambar terkait media sosial
dan privasi online () dan bertanya: "Have you ever done one of the above (sharing
personal info)? Why are those people doing that? What is your opinion?" (Buku
Siswa, Section 1).
 Motivasi (Menggembirakan): Guru menekankan bahwa belajar tentang keamanan
digital itu seperti memiliki "superpower" untuk melindungi diri di dunia maya.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: memahami
pentingnya privasi dan cara melindungi diri saat online.

2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Diskusi Privasi: Peserta didik mendiskusikan apakah informasi tertentu (nama asli,
nomor HP, foto) harus publik atau pribadi saat online (Worksheet 5.12). Guru
memfasilitasi diskusi dan memberikan panduan yang benar.
 Identifikasi Kosakata Visual: Peserta didik mencocokkan kosakata penting (web
address, online scam, password, privacy settings) dengan gambar yang relevan
(Worksheet 5.13).
 Membaca & Memahami Aturan Keamanan: Peserta didik membaca teks "Internet
Safety Rules and What to Do Online" (Section 2c) dan mengidentifikasi poin-poin
penting tentang aturan keamanan internet.
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Latihan Pemahaman Teks: Peserta didik menjawab pertanyaan tentang teks aturan
keamanan internet, fokus pada pemahaman konsep dan prosedur (Worksheet 5.14).
 Analisis Infografis: Peserta didik menganalisis infografis tentang keamanan online
(Section 3) dan menjawab pertanyaan terkait cara melindungi smartphone, software,
dan firmware (Worksheet 5.15).
 Latihan Imperatif "Always/Never": Peserta didik melengkapi kalimat dengan
"always" atau "never" untuk memberikan saran keamanan online yang tepat
(Worksheet 5.16).
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Guru memfasilitasi diskusi: "What is one new rule you will apply to your online
habits starting today?"
 Peserta didik berbagi pengalaman (jika ada) atau kekhawatiran tentang keamanan
online.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan pentingnya privasi dan keamanan digital, serta cara membuat
password yang kuat.
 Guru memberikan umpan balik dan mendorong peserta didik untuk menerapkan tips
keamanan.
 Guru merencanakan materi lanjutan tentang ancaman siber dan responsnya.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

PERTEMUAN 4:
Unit 2. Staying Safe in the Digital World (Lanjutan Keamanan Digital: Ancaman dan
Respons)
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru menanyakan kembali tentang pentingnya password
yang kuat dan privasi online dari pertemuan sebelumnya.
 Motivasi (Menggembirakan): Guru memperkenalkan topik ancaman siber dan
bagaimana menjadi "pahlawan digital" yang mampu melindungi diri dan orang lain.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran:
mengidentifikasi berbagai ancaman siber dan cara meresponsnya.

2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Wordle & Kosakata: Peserta didik melihat wordle (kumpulan kata) terkait
keamanan siber (attachments, cyberbullying, identity theft, dll.) dan menuliskan apa
yang mereka ketahui tentang kata-kata tersebut (Worksheet 5.17).
 Membaca & Mengidentifikasi Ancaman: Peserta didik membaca teks "10 Ways to
Protect Yourself Against Cybercrimes" (Section 5b) dan menggarisbawahi poin-poin
penting tentang cara melindungi diri dari kejahatan siber.
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Latihan Pemahaman Teks: Peserta didik mengisi bagian rumpang dalam ringkasan
teks dengan jawaban terbaik (Worksheet 5.18).
 Diskusi Kasus Cyberbullying: Guru menampilkan gambar pesan nasty (Buku
Siswa, Section 6a). Peserta didik berpasangan mendiskusikan apa yang akan mereka
lakukan jika menerima pesan tersebut dan menuliskan responsnya (Worksheet 5.19).
 Melengkapi Flyer Anti-Bullying: Peserta didik melengkapi flyer kampanye anti-
bullying dengan kata-kata yang tepat (Worksheet 5.20) dan menjawab pertanyaan
berdasarkan flyer tersebut (Worksheet 5.21).
 Permainan "Word Search" (Fun Time, Section 7): Peserta didik mencari kata-kata
tersembunyi yang berhubungan dengan keamanan online dalam puzzle, memperkuat
penguasaan kosakata (Worksheet 5.22).
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Guru memfasilitasi diskusi: "What is the most important tip you learned today to stay
safe online? Why?"
 Peserta didik berbagi satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan untuk
meningkatkan keamanan digital mereka.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan berbagai ancaman siber dan strategi perlindungan diri.
 Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kesadaran peserta didik.
 Guru memberikan tugas membuat penanda buku berisi tips keamanan online
(Worksheet 5.23, Section 8) sebagai proyek pengayaan.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

PERTEMUAN 5:
Unit 3. Turn Back Hoax! (Mengenali Hoax)
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru menampilkan gambar-gambar berita dengan judul
yang mencurigakan (Buku Siswa, Section 1, Picture 5.10) dan bertanya: "What do
you see in the picture? What do you know about a hoax? How do you know that a
message is a hoax?"
 Motivasi (Menggembirakan): Guru menjelaskan bahwa mereka akan menjadi
"pahlawan anti-hoax" yang bisa melindungi diri dan orang lain dari informasi palsu.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: memahami
apa itu hoax dan bagaimana cara mengidentifikasinya.

2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Membaca & Mengidentifikasi Langkah: Peserta didik membaca teks "Steps to Spot
Fake News" (Section 2) dan mengidentifikasi langkah-langkah kritis untuk mengenali
berita palsu (Worksheet 5.24).
 Analisis Flowchart: Peserta didik mengamati flowchart tentang cara menyaring
berita sebelum dibagikan (Section 3). Guru membimbing mereka untuk mengikuti
alur "YES" atau "NO" dan menuliskan langkah-langkah yang mereka pilih
(Worksheet 5.25).
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Diskusi Kelompok: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang mengapa berita
hoax seringkali menarik dan bagaimana dampaknya.
 Membuat Flowchart Sendiri: Peserta didik secara individu membuat flowchart
sederhana tentang cara menyaring berita, dengan fokus pada logika dan urutan
langkah.
 Latihan Penanda Sekuens: Guru meninjau penanda sekuens (first, then, next,
finally) dan peserta didik mempraktikkannya dalam kalimat-kalimat yang
menjelaskan langkah-langkah verifikasi berita.
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Guru memfasilitasi diskusi: "Why is it so important to 'turn back hoax'? What is one
thing you will always do before sharing news?"
 Peserta didik berbagi pengalaman (jika ada) tentang pernah percaya hoax dan
bagaimana mereka belajar dari itu.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan pentingnya literasi media dan keterampilan membedakan fakta
dari hoax.
 Guru memberikan umpan balik positif atas kemampuan peserta didik dalam
menganalisis informasi.
 Guru merencanakan materi lanjutan tentang penulisan teks prosedural dan proyek
kampanye anti-hoax.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

PERTEMUAN 6:
Unit 3. Turn Back Hoax! (Melawan Hoax dan Teks Prosedural)
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru meminta beberapa peserta didik untuk berbagi satu
tips penting dalam mengenali hoax dari pertemuan sebelumnya.
 Motivasi (Menggembirakan): Guru menjelaskan bahwa hari ini mereka akan
menjadi "penulis prosedur" yang akan membantu orang lain memahami cara melawan
hoax.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: menulis teks
prosedural tentang verifikasi berita dan berpartisipasi dalam permainan interaktif.
2. Kegiatan Inti (90 menit)
Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Tinjauan Teks Prosedural: Guru meninjau kembali elemen-elemen teks prosedural
(goal, materials, steps) dan penanda sekuens (first, then, next, finally) dengan contoh-
contoh dari buku (Table 5.2, Section 4).
 Analisis Berita Online: Peserta didik melihat contoh berita online dengan clickbait
(Section 5) dan secara individu menuliskan langkah-langkah untuk memeriksa apakah
berita tersebut palsu atau tidak, mengacu pada Section 2 (Worksheet 5.26).
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Perencanaan Teks Prosedural (Planning & Brainstorming, Section 7a): Peserta
didik mencocokkan paragraf dengan judul yang relevan untuk teks "How to be an
Expert Fact-Checker" (Worksheet 5.27).
 Menulis Outline (Outlining, Section 7b): Peserta didik memilih satu topik berita
(misalnya, "Stop using chopsticks to save the trees!") dan membuat outline langkah-
langkah untuk memeriksa keaslian berita tersebut.
 Menulis Draf (Drafting, Section 7c): Peserta didik mulai menulis draf pertama teks
prosedural mereka berdasarkan outline yang telah dibuat.
 Permainan "Real or Fake?" (Fun Time, Section 6): Peserta didik bermain dalam
kelompok, membuat deskripsi hiperbolis tentang suatu tujuan aktivitas, dan kelompok
lain menebak tujuan tersebut. Ini melatih kreativitas dan pemahaman konteks.
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Guru memfasilitasi diskusi: "What was the most challenging part of writing your
procedural text? How can your procedural text help others?"
 Peserta didik berbagi satu kalimat dari teks prosedural mereka yang paling mereka
banggakan.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan pentingnya teks prosedural dalam menyampaikan informasi
yang jelas dan akurat, terutama dalam konteks melawan hoax.
 Guru memberikan umpan balik dan mendorong peserta didik untuk terus berlatih
menulis.
 Guru memberikan tugas untuk menyelesaikan draf akhir teks prosedural (Section 7d)
sebagai persiapan proyek akhir.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

PERTEMUAN 7:
Review dan Proyek Akhir
1. Kegiatan Awal (15 menit)
 Guru mengucapkan salam dan memimpin doa.
 Guru mengecek kehadiran.
 Apersepsi (Berkesadaran): Guru mengajak peserta didik merefleksikan keseluruhan
materi Chapter 5: "What are the most important things you have learned about Digital
Life?"
 Motivasi (Menggembirakan): Guru memperkenalkan proyek akhir "Turn Back
Hoax!" sebagai kesempatan untuk menunjukkan semua yang telah mereka pelajari
dan membuat dampak positif.
 Pengkondisian (Bermakna): Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: membuat dan
mempresentasikan kampanye anti-hoax.

2. Kegiatan Inti (90 menit)


Tahap Memahami (Mindful Learning):
 Review Materi: Guru memfasilitasi sesi tanya jawab singkat atau kuis interaktif
(misalnya menggunakan Kahoot!) untuk mereview konsep-konsep kunci dari Unit 1,
2, dan 3 (verifikasi informasi, keamanan online, mengenali hoax).
 Diskusi Proyek Akhir: Guru menjelaskan secara detail tugas proyek akhir: membuat
poster kampanye "Turn Back Hoax!" secara berkelompok (Section 8). Guru
menunjukkan contoh poster kampanye yang efektif.
Tahap Mengaplikasikan (Meaningful Learning):
 Perencanaan Proyek: Peserta didik membentuk kelompok (5-6 orang) dan mulai
merencanakan poster kampanye mereka. Mereka mencari berita online (asli/palsu)
sebagai inspirasi, mendiskusikan pesan utama, visual, dan slogan.
 Pembuatan Poster: Kelompok mulai membuat poster kampanye, baik secara manual
atau menggunakan alat digital (Canva, Piktochart). Guru berkeliling memberikan
bimbingan dan umpan balik.
 Presentasi Awal (Opsional): Jika waktu memungkinkan, setiap kelompok dapat
melakukan presentasi singkat (1-2 menit) tentang konsep poster mereka.
Tahap Merefleksi (Joyful Learning):
 Guru memfasilitasi diskusi: "How does this project help you understand the
importance of being a responsible digital citizen? What challenges did your group
face, and how did you overcome them?"
 Setiap kelompok berbagi satu pembelajaran penting dari proses pembuatan poster.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)


 Guru menyimpulkan seluruh pembelajaran Chapter 5, menekankan peran aktif peserta
didik sebagai warga digital yang bertanggung jawab.
 Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi peserta didik dalam
proyek.
 Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Asesmen Awal Pembelajaran (Diagnostic Assessment)
 Tujuan: Mengetahui kesiapan dan pengetahuan awal peserta didik tentang dunia
digital, penggunaan internet, dan pemahaman dasar tentang hoax/keamanan online.
 Bentuk: Kuesioner singkat dan diskusi kelas.

Soal (Contoh):
1. Pilihan Ganda (Memahami):
Manakah di antara berikut ini yang paling tepat menggambarkan "search engine"?
a. Aplikasi untuk bermain game online.
b. Alat untuk mengirim pesan kepada teman.
c. Program komputer untuk mencari informasi di internet.
d. Platform untuk berbagi foto dan video.
Jawaban: c. Program komputer untuk mencari informasi di internet.
2. Esai Uraian Singkat (Memahami):
Sebutkan dua hal yang biasanya kamu cari di internet.
Jawaban: (Contoh: Informasi tugas sekolah, video hiburan, berita olahraga, resep
makanan, dll.)
3. Esai Uraian Singkat (Menerapkan):
Jika kamu menemukan sebuah berita di media sosial yang sangat mengejutkan, apa
hal pertama yang akan kamu lakukan untuk memastikan berita itu benar atau tidak?
Jawaban: (Contoh: Mencari berita yang sama di sumber lain yang terpercaya,
memeriksa tanggal berita, bertanya kepada orang dewasa/guru, dll.)
4. Pilihan Ganda (Menganalisis):
Mengapa penting untuk tidak membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah
atau nomor telepon di media sosial?
a. Agar teman-teman tidak bisa mengunjungi rumah.
b. Agar tidak ada yang tahu makanan kesukaanmu.
c. Untuk menjaga keamanan dan privasimu dari orang yang tidak bertanggung jawab.
d. Karena itu adalah aturan yang dibuat oleh pemerintah.
Jawaban: c. Untuk menjaga keamanan dan privasimu dari orang yang tidak
bertanggung jawab.
5. Esai Uraian Singkat (Memahami):
Apa yang kamu pahami tentang "hoax"? Berikan satu contoh singkat (tidak harus
nyata).
Jawaban: (Contoh: Hoax adalah berita bohong/palsu yang sengaja disebarkan.
Contoh: Berita bahwa sekolah akan libur satu bulan karena ada festival kucing.)

2. Asesmen Proses Pembelajaran


 Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik
berkelanjutan, dan menyesuaikan strategi pembelajaran.
Bentuk Instrumen & Contoh:
1. Observasi Guru (Selama Diskusi Kelompok & Praktik):
 Fokus: Partisipasi aktif, kemampuan berkolaborasi, penggunaan kosakata Bahasa
Inggris yang relevan, pemahaman konsep.
2. Umpan Balik Teman Sejawat (Peer Feedback):
 Fokus: Kemampuan peserta didik untuk memberikan dan menerima umpan balik
konstruktif.
 Contoh Instrumen (untuk Proyek Buku Saku/Poster):
1. "Hal yang paling saya suka dari karyamu adalah..."
2. "Saya menyarankan untuk menambahkan/mengubah bagian ini karena..."
3. "Apakah kamu sudah memastikan semua informasi di sini akurat?"
3. Jurnal Refleksi Singkat (Setelah Setiap Pertemuan atau Unit):
 Fokus: Pemahaman diri, kesadaran metakognitif, identifikasi kesulitan.
 Contoh Pertanyaan Jurnal:
1. "Apa satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang dunia digital?"
2. "Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menantang bagi saya?
Mengapa?"
3. "Bagaimana saya akan menerapkan apa yang saya pelajari hari ini dalam
kehidupan online saya?"

3. Asesmen Akhir Pembelajaran


 Tujuan: Mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh pada
Chapter 5.
 Bentuk: Kombinasi Pilihan Ganda dan Esai (Studi Kasus).

Kisi-Kisi Asesmen Akhir Pembelajaran:

Nomor
Materi Bentuk Soal Kunci Jawaban & Penjelasan
Soal

Penggunaan Pilihan Ganda 1 Kunci: C. Program komputer untuk


Mesin Pencari mencari informasi di internet.
Penjelasan: Mesin pencari adalah alat
utama untuk menemukan data di web.

Verifikasi Pilihan Ganda 2 Kunci: B. Tanggal publikasi, sumber,


Informasi dan kelengkapan informasi.
Penjelasan: Kriteria ini penting untuk
menilai kredibilitas berita.

Kalimat Pilihan Ganda 3 Kunci: A. "Always check the source of


Imperatif the information."
Penjelasan: Ini adalah instruksi langsung
yang menggunakan "always" untuk
penekanan.

Privasi Online Pilihan Ganda 4 Kunci: D. Untuk mencegah


penyalahgunaan data oleh pihak tidak
bertanggung jawab.
Penjelasan: Privasi melindungi data
pribadi dari kejahatan siber.

Keamanan Pilihan Ganda 5 Kunci: B. Mengandung kombinasi huruf


Password besar, kecil, angka, dan simbol.
Penjelasan: Kombinasi ini membuat
password sulit ditebak.

Ancaman Siber Esai (Studi 1 Kunci: (Contoh) Kasus ini adalah


Kasus) cyberbullying karena ada pesan yang
menyakitkan dan mengancam.
Penjelasan: Peserta didik menganalisis
situasi dan mengidentifikasi jenis
ancaman.
Perlindungan Esai (Studi 2 Kunci: (Contoh) Saya akan memblokir
Diri Online Kasus) pengirim dan melaporkannya kepada
orang dewasa yang saya percaya (orang
tua/guru). Saya juga akan menyimpan
bukti (screenshot) pesan tersebut.
Penjelasan: Peserta didik menerapkan
langkah-langkah perlindungan diri yang
relevan.

Mengenali Esai (Studi 3 Kunci: (Contoh) Berita ini kemungkinan


Hoax Kasus) hoax karena judulnya sangat sensasional
dan tidak ada sumber yang jelas.
Dampaknya bisa menyebabkan kepanikan
atau kesalahpahaman.
Penjelasan: Peserta didik
mengidentifikasi ciri hoax dan
dampaknya.

Verifikasi Esai (Studi 4 Kunci: (Contoh) Untuk memverifikasi,


Hoax Kasus) saya akan: 1. Mencari berita yang sama
di situs berita terkemuka. 2. Memeriksa
tanggal publikasi asli berita tersebut. 3.
Mencari tahu siapa penulisnya dan
apakah dia ahli di bidangnya.
Penjelasan: Peserta didik menerapkan
langkah-langkah verifikasi berita.

Menulis Teks Esai (Studi 5 Kunci: (Contoh) Goal: Memeriksa


Prosedural Kasus) keaslian berita. Steps: 1. Baca judul
dengan kritis. 2. Periksa sumber berita
(URL, kredibilitas). 3. Cari berita yang
sama di sumber lain. 4. Perhatikan
tanggal publikasi. 5. Jika ragu, tanyakan
pada ahli.
Penjelasan: Peserta didik menyusun teks
prosedural dengan elemen lengkap.

Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025


Kepala PKBM MERPATI Guru Mata Pelajaran

Munzilin, [Link] Eva Vidhyasari, [Link]


LAMPIRAN

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

UNIT 1. LET’S CHECK THE FACTS!

Nama : ……………………….
Kelas :……………………….

Petunjuk!
Study the picture and then answer the questions.

Questions:
a. Do you use a search engine on the Internet?
b. What information do you usually search for?
c. Do you know how to access the right information from theInternet?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
UNIT 2. STAYING SAFE IN THE DIGITAL WORLD

Nama : ……………………….
Kelas :……………………….

Petunjuk!
Look at the pictures and answer the questions that follow.

Questions
a. Have you ever done one of the above?
b. Why are those people doing that?
c. What is your opinion?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
UNIT 3. TURN BACK HOAX!

Nama : ……………………….
Kelas :……………………….

Petunjuk!
Study the picture and then answer the questions.
Work in a group of four.

Questions
a. What do you see in the picture?
b. What do you know about a hoax?
c. How do you know that a message is a hoax?
d. Why are you interested in reading the news?

Anda mungkin juga menyukai