Deteksi Objek Untuk Mengidentifikasi Bentuk Sarang Burung Walet Menggunakan Algoritma Pembelajaran Mendalam
Deteksi Objek Untuk Mengidentifikasi Bentuk Sarang Burung Walet Menggunakan Algoritma Pembelajaran Mendalam
139
Salatiga
2 PT Waleta Asia Jaya
Salatiga
*662018003@[Link]
Abstrak-Deteksi objek merupakan penelitian dasar dalam bidang computer vision untuk mendeteksi objek pada suatu gambar atau video. Framework
TensorFlow adalah framework yang diadopsi secara luas untuk membuat program dan model deteksi objek. Pada penelitian ini dirancang program dan
model pendeteksi objek untuk mendeteksi bentuk sarang burung walet yang terdiri dari tiga kelas yaitu oval, sudut, dan mangkuk. Tujuan pembuatan
model adalah untuk mengetahui kesesuaian sarang burung walet terhadap ketiga kelas mesin pemilah sarang burung walet. Arsitektur yang diadopsi
dalam pemodelan adalah MobileNet V2 FPNLite SSD karena model yang diperoleh dari arsitektur ini menghasilkan kecepatan yang baik dalam mendeteksi
objek. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, model dapat mendeteksi bentuk sarang burung walet yang terbagi menjadi 3 kelas, namun pada
beberapa kasus sarang burung walet terdeteksi menjadi dua kelas. Permasalahan ini masih dapat diatasi dengan melakukan penyesuaian beberapa
parameter pada program pendeteksi objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mAP yang diperoleh sebesar 61,91% menunjukkan model dapat
mendeteksi bentuk sarang burung walet dengan cukup baik.
Kata Kunci: deteksi objek, sarang burung walet, SSD MobileNet V2 FPNLite, klasifikasi, deep learning
Info artikel: diserahkan 1 Desember 2021, direvisi 10 Mei 2022, diterima 11 Juni 2022
1. Perkenalan Untuk melakukan tugas tersebut, perlu mengadopsi teori visi komputer dan
menanamkannya pada mesin.
Sarang Burung Walet merupakan sarang yang terbentuk dari air liur Computer vision adalah salah satu cabang ilmu komputer yang
burung walet yang dapat dikonsumsi manusia. Sarangnya memiliki banyak melibatkan pemrosesan gambar dan pengenalan pola untuk memahami
khasiat yang bermanfaat dan rasanya yang lezat [1]. Sebelum dikonsumsi, suatu gambar atau objek dalam gambar dan video [2], [3]. Dalam computer
sarang burung walet perlu diolah terlebih dahulu, yang mana kondisi sarang vision, ilmu pendeteksian objek menggunakan algoritma pembelajaran
burung walet sebelum diolah berbeda-beda menurut berbagai hal, seperti mendalam untuk melakukan hal-hal kompleks seperti melacak suatu objek,
warna, bentuk, dan intensitas bulunya. Dengan kondisi yang berbeda-beda mendeteksi peristiwa, dan menganalisis perilaku [4].
tersebut tentunya perlakuan selama pengolahan yang diberikan pada Salah satu arsitektur deep learning untuk membuat model deteksi objek
setiap kondisi sarang berbeda-beda. Oleh karena itu, langkah pertama dengan proses pembelajaran menggunakan data berupa gambar digital
yang perlu dilakukan dalam pengolahan sarang burung walet adalah proses adalah SSD MobileNet.
penyortiran sarang. Saat ini perusahaan yakni PT Waleta Asia Jaya SSD MobileNet merupakan arsitektur SSD (Single Shot Multibox
mengolah sarang burung walet dengan cara memilah sarang burung walet Detector) dengan fitur ekstraktor MobileNet, yang arsitekturnya dapat
berdasarkan warna, bentuk, dan intensitas bulu secara manual dengan bekerja dengan sedikit komputasi, sehingga layak dijalankan secara real-
tenaga manusia sehingga memperlambat jalur produksi. Dalam time [5]. SSD sendiri merupakan arsitektur pendeteksi objek yang memiliki
perkembangan teknologi, berbagai tugas dapat diselesaikan dengan akurasi tinggi dan cepat [6], sedangkan MobileNet merupakan ekstraktor
bantuan mesin untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam berbagai fitur yang ringan [7].
aspek, dua di antaranya adalah kecepatan dan otomatisasi. Dalam penelitian MF Supriadi, E. Rachmawati, dan A.
Arifianto, nilai mean Average Precision (mAP) arsitektur SSD MobileNet V2
Sehubungan dengan proses penyortiran sarang burung walet maka dapat lebih baik dibandingkan SSD MobileNet V1 dalam mendeteksi 20 jenis
dirancang suatu mesin penyortir yang mempunyai kemampuan seperti objek di dalam rumah [8]. Selain itu, beberapa penelitian mengembangkan
manusia dalam penyortiran sarang burung walet. Untuk membuat mesin mampuMobileNet SSD
Jil. 8 No.1 | April 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
arsitektur menggunakan modul Feature Pyramid Network (FPN) Deteksi objek dilakukan pada gambar 2 dimensi. Untuk itu
untuk meningkatkan akurasi deteksi [9]. Penelitian mengenai deteksi dalam pengambilan gambar digital menggunakan kamera
sarang burung walet telah dilakukan beberapa kali, namun pada smartphone perlu memperhatikan bentuk sarang burung walet jika
penelitian tersebut tidak digunakan sarang burung walet dan tidak dilihat dari sudut pandang kamera. Selain itu pemberian warna
dibagi kelas [10]–[12]. background pada gambar juga menjadi pertimbangan dalam
Berdasarkan uraian tersebut, pada penelitian ini akan penelitian ini. Data sampel yang digunakan dalam penelitian
dibuat suatu model deteksi objek yang dapat digunakan untuk ditunjukkan pada Gambar 2.
pengembangan mesin sortir sarang burung walet pada perusahaan
sarang burung walet. Model yang dibuat berfokus pada pendeteksian
sarang burung walet yang mempunyai 3 kelas berdasarkan
bentuknya, yaitu sarang burung walet berbentuk lonjong, bersudut, dan mangkok.
Model pendeteksian bentuk ini dibuat karena bentuk sarang burung
walet mempengaruhi proses pengolahan sarang setelah dilakukan
penyortiran dan bentuk barang jadi yang diperoleh juga akan
mempengaruhi harga jual. Model pada penelitian ini dibuat dengan
menggunakan bahasa pemrograman python, framework TensorFlow,
dan arsitektur SSD MobileNet V2 FPNLite karena arsitektur ini
dapat membuat proses pendeteksian menjadi cepat dan ringan,
sehingga cocok digunakan pada mesin sortir yang menuntut
kecepatan dalam penyortiran. proses.
Mangkuk Bulat telur
sudut
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
D. Pemodelan Deteksi Objek ekstraktor ditunjukkan pada Gambar 4. Namun, pada SSD FPNLite
Pemodelan dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman MobileNet V2, ekstraktor fitur VGG-16 diubah menjadi MobileNet
python dan memanfaatkan TensorFlow yang merupakan salah satu V2 FPNLite.
framework deep learning untuk melakukan pendeteksian objek [13].
Pada penelitian ini digunakan arsitektur SSD MobileNet V2
FPNLite, dimana SSD (Single Shot Multibox Detector) berperan
dalam mendeteksi dengan membuat kotak pembatas untuk
membuat lokalisasi gambar dan menentukan posisi objek [14].
Berdasarkan [15], penentuan kandidat kotak regional pada
arsitektur SSD digunakan dengan rumus (1).
Gambar 4. Arsitektur SSD dengan ekstraktor fitur VGG-16
[16]
(1)
Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya,
Catatan: pada arsitektur SSD MobileNet V2 FPNLite, MobileNet V2 FPNLite
m = banyak lapisan, merupakan ekstraktor fitur dalam mengekstraksi fitur pada gambar
smin = skala peta fitur terendah, yang nantinya akan digunakan pada arsitektur SSD untuk
smax= skala peta fitur tertinggi. mendeteksi objek pada gambar dan klasifikasinya [9], [17], [18].
FPN sendiri merupakan arsitektur untuk menghasilkan fitur
Lebar wilayah kotak kandidat dihitung dengan menggunakan piramidal dalam pendeteksian objek, sedangkan FPNLite
rumus (2). merupakan pengembangan dari FPN yang dapat menghasilkan
model dengan kemampuan pendeteksian yang lebih ringan saat dijalankan [19], [20].
(2) Arsitektur MobileNet ditunjukkan pada Gambar 5.
Struktur MobileNet menggunakan Normalisasi Batch dan fungsi
Ketinggian daerah kotak kandidat dihitung dengan aktivasi Rectified Liner Unit (ReLU) untuk konvolusi mendalam
menggunakan rumus (3). dan konvolusi titik.
Rumus (4) merupakan fungsi aktivasi ReLU6 yang digunakan
(3) pada struktur MobileNet V2 [21] yaitu
y=min(maks(z,0),6) (4)
Ar khusus = diperlukan 1 skala tambahan .
dimana z adalah nilai setiap piksel pada peta fitur. Arsitektur
Koordinat pusat setiap kotak calon daerah adalah MobileNet V2 dimulai dengan lapisan konvolusi 32 filter, diikuti
oleh 19 lapisan sisa kemacetan seperti yang ditunjukkan pada
Tabel 1.
Catatan:
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
Memasukkan Operator T C N S
2242 ×3 konv2d - 32 1 2
kemacetan 6 2 e. Evaluasi
562 ×24 32 3
kemacetan 6 64 4 2
Evaluasi model dilakukan dengan menggunakan program
282 ×32
deteksi objek. Dalam evaluasinya digunakan nilai mean Average
142 ×64 kemacetan 6 96 3 1
Precision (mAP) dengan memanfaatkan matriks konfusi. Untuk
142 ×96 kemacetan 6 160 3 2 memperoleh nilai mAP digunakan data hasil pengujian dan data
72 ×160 kemacetan 6 320 1 1 proses pelabelan kelas. Data hasil tes disusun dari hasil
72 ×320 konv2d 1x1 - 1280 1 1 klasifikasi, skor keyakinan, dan titik sudut pada kotak pembatas
prediksi. Data yang digunakan dari proses pelabelan kelas
72 ×1280 - - 1 -
rata-rata 7x7
merupakan hasil klasifikasi dan titik sudut pada kotak pembatas
1×1×1280 konv2d 1x1 - -
kebenaran lapangan.
Pada Tabel 1 setiap baris menggambarkan urutan 1 atau Confusion Matrix adalah tabel yang digunakan untuk
lebih lapisan identik (modulo stride) yang diulang n
mengukur kinerja algoritma atau model klasifikasi [24].
waktu. Semua lapisan dalam urutan yang sama mempunyai jumlah Nilai-nilai dalam matriks konfusi yang digunakan untuk mengukur
saluran keluaran yang sama c. Lapisan pertama dari setiap urutan
kinerja suatu algoritma adalah True Positive (TP), False Positive
memiliki langkah s dan yang lainnya memiliki langkah 1. Semua konvolusi
(FP), False Negative (FN), dan True Negative (TN). Berikut
spasial menggunakan kernel berukuran 3 × 3. Faktor ekspansi t selalu adalah bentuk matriks konfusinya.
diterapkan pada ukuran input seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2 [21].
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
A 92 92 1 0 1 0 1 5 1 0,2
B 83 73 1 0 2 0 2 5 1 0,4
F 74 21 1 0 3 0 3 5 1 0,6
E 72 52 0 1 3 1 4 5 0,75 0,6
C 71 23 1 0 4 1 5 5 0,8 0,8
D 66 88 0 1 4 2 6 5 0,67 0,8
Dengan menggunakan Tabel 4, khususnya nilai pada kolom garis oranye. Dengan menggunakan rumus (11) titik-titik P_interp
Precision dan Recall, dibuat grafik seperti pada Gambar 8. (r_(i+1) ) juga dihubungkan oleh garis berwarna hijau. Selanjutnya
Dalam hal ini, nilai recall (rÿ_i) dan presisi (p(rÿ_i)) nilai AP diperoleh dengan menghitung luas area di bawah kurva
diimplementasikan dalam grafik dan kemudian dihubungkan dengan hijau.
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
3. Hasil
kelas oval
Kelas sudut
Pengujian dilakukan dengan menggunakan 72 gambar yang dibagi Gambar 12. Kurva Precision Recall untuk kelas sudut
menjadi 3 bagian yaitu 24 gambar untuk setiap kelas.
Kelas mangkuk
Dimana pada setiap gambar hanya terdapat 1 objek sarang burung
walet, hasil pengujian terhadap 72 gambar tersebut ditunjukkan pada
Gambar 10.
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
Berdasarkan kurva Precision-Recall yang ditunjukkan pada hasil deteksi beberapa kelas oval dan banyak sarang kelas oval
Gambar 11, 12, dan 13, nilai AP deteksi sarang burung walet yang terdeteksi berbentuk mangkuk. Demikian pula, banyak sarang
dengan kelas oval sebesar 0,3357 atau 33,57%, kelas sudut kelas sudut terdeteksi sebagai mangkuk, namun banyak kelas
sebesar 0,7508 atau 75,08%, dan kelas mangkuk sebesar 0,7707 atausudut
77,07%.
terdeteksi dengan benar. Sedangkan hasil pendeteksian
Nilai AP tiap kelas kemudian dirata-ratakan sehingga diperoleh nilai kelas mangkuk yang benar sama dengan kelas sudut, namun
mAP sebesar 0,6191 atau 61,91%. jumlah hasil pendeteksian pada keseluruhan citra dengan objek
sarang kelas sudut dan kelas mangkuk berbeda. Selain itu, hasil
deteksi yang benar pada objek kelas corner dan bowl sama, namun
4. Diskusi
nilai AP yang diperoleh berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan
Berdasarkan hasil yang diperoleh, nilai mAP tidak terlalu oleh banyaknya hasil deteksi pada keseluruhan citra dan nilai
besar yaitu sebesar 61,91%. Hal ini disebabkan nilai AP kelas oval ambang batas IoU yang telah ditentukan. Hal-hal tersebut membuat
relatif kecil jika dibandingkan dengan nilai AP kelas sudut dan nilai AP kelas oval kecil dan nilai AP kelas sudut hampir sama
dengan kelas bowling. Dari ketiga kelas tersebut, nilai AP tertinggi
mangkuk. Selain itu, jumlah data yang digunakan dan parameter
lain untuk proses pelatihan seperti nilai langkah pelatihan dan juga diperoleh oleh kelas bowling. Mengacu pada Tabel 5 yang
mempengaruhi nilai mAP yang diperoleh. menyajikan ringkasan hasil deteksi bentuk sarang burung walet.
sudut 24 24 4 20 13 37 75.08
Mangkuk 24 24 6 9 20 35 77.07
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
telah dilakukan dengan menggunakan 72 citra sarang burung [8] MF Supriadi, E. Rachmawati, dan A. Arifianto, “Pembangunan
walet diperoleh nilai mAP sebesar 61,91% yang menunjukkan Aplikasi Mobile Pengenalan Objek untuk Pendidikan
kinerja model dalam mendeteksi bentuk sarang burung walet Anak Usia Dini,” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu
yang terbagi dalam 3 kelas. Komputer (JTIIK), vol. 8, tidak. 2, hlm.357–364, 2021.
Penelitian selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan
meningkatkan nilai mAP dengan membuat model deteksi bentuk [9] YC Chiu, CY Tsai, M. Da Ruan, GY Shen, dan TT Lee,
sarang burung walet menggunakan arsitektur lain atau
“Mobilenet-SSDv2: An Improved Object Detection Model
memodifikasi arsitektur SSD MobileNet V2 FPNLite dengan
for Embedded Systems,” pada Konferensi Internasional
memperhatikan nilai parameter yang digunakan dalam proses pelatihan.
tentang Sains dan Rekayasa Sistem (ICSSE) tahun
Selain itu dapat dibuat model pendeteksi objek yang dapat
2020, 2020, hal. 1–5.
mendeteksi posisi sarang burung walet jika dilihat dari sudut
pandang kamera, sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan [10] X. Wu, P. Yuan, Q. Peng, CW Ngo, dan JY He, “Deteksi
hasil pendeteksian jika model tersebut akan digunakan pada Sarang Burung pada Gambar Sistem Catenary Overhead
mesin sortir. untuk Rel Berkecepatan Tinggi,” Pengenalan Pola, vol .
51, hal.242–254, 2016.
[11] F. Li dkk., “Metode Deteksi Otomatis Sarang Burung Walet
6. Pengakuan di Menara Saluran Transmisi Berbasis Faster_RCNN,”
Terima kasih kepada PT Waleta Asia Jaya yang telah mengizinkan IEEE Access, vol. 8, hal.164214–
kami melakukan penelitian dengan menggunakan sarang walet milik 164221, 2020.
perusahaan, serta menyediakan fasilitas untuk melakukan penelitian [12] J. Li, D. Yan, K. Luan, Z. Li, dan H. Liang, “Deteksi Sarang
seperti komputer yang digunakan untuk membuat program dan Burung Berbasis Pembelajaran Mendalam pada Jalur
pendeteksi objek, model.
Transmisi Menggunakan Citra UAV,” Sains Terapan, vol .
10, tidak. 18, hal. 6147, 2020.
7. Referensi [13] DJP Manajang, SRUA Sompie, dan A.
Jacobus, “Implementasi Framework Tensorflow Object
[1] L. Elfita, “Analisis Profil Protein dan Asam Amino Sarang
Detection dalam Mengklasifikasi Jenis Kendaraan
Burung Walet (Collocalia fuchiphaga) dari Painan,” Jurnal
Bermotor,” Jurnal Teknik Informatika, vol. 15, tidak. 3,
Sains Farmasi & Klinis, vol. 1, tidak. 1, hal. 27–37, 2014.
hlm.171–178, 2020.
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X
Machine Translated by Google
Pengakuan (CVPR), 2019, hlm.7029–7038. [24] MR Faisal dan DT Nugrahedi, Belajar Ilmu Data: Klasifikasi
Satu Tahap dan Dua Tahap pada Kendaraan Otonom [25] R. Padilla, SL Netto, dan EAB Da Silva, “A Survey on
menggunakan Data Kamera,” Jarak Jauh Penginderaan, Performance Metrics for Object Detection Algorithms,”
jilid. 13, tidak. 1 Agustus 2021. pada Konferensi Internasional tentang Sistem, Sinyal,
dan Pemrosesan Gambar (IWSSIP) tahun 2020, 2020,
[21] M. Sandler, A. Howard, M. Zhu, A. Zhmoginov, dan LC
Chen, “MobileNetV2: Inverted Residuals and Linear hlm.
Bottlenecks,” pada IEEE/ 2018 [26] G.-S. Peng, “Analisis Kinerja dan Akurasi dalam Deteksi
Konferensi CVF tentang Visi Komputer dan Pengenalan Objek,” California State University di San Marcos, 2019.
Pola, 2018, hlm.4510–4520.
[22] W. Wang, Y. Li, T. Zou, X. Wang, J. You, dan Y. [27] J. Hui, “mAP (mean Average Precision) untuk Deteksi Objek,”
Luo, “Pendekatan Klasifikasi Gambar Baru melalui Model [Link], 2018. [Link]
Dense-Mobilenet,” Sistem Informasi Seluler, vol. 2020, [Link]/map mean-average-precision-for-
hlm. 1–8, 2020. deteksi objek 45c121a31173.
[23] W. Rahmaniar dan A. Hernawan, “Deteksi Manusia Real-
Time menggunakan Pembelajaran Mendalam pada
Platform Tertanam: Tinjauan,” Jurnal Robotika dan Kontrol
(JRC), vol. 2, tidak. 6, hal.462–
468, 2021.
Jil. 8 No.2 | Oktober 2022 KHAZANAH INFORMATIKA | ISSN: 2621-038X, ISSN Daring: 2477-698X